Asnawi menyebut assist saat Ansan Greeners lawan Daejeon Hana Citizen hanya langkah awal pembuktian dirinya di K League.

Asnawi Mangkualam Setelah Cetak Assist Perdana: Ini Hanya Awalan!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam tampil menawan saat Ansan Greeners menang 1-0 atas Daejeon Hana Citizen, Sabtu (24/4/2021). Dia mencetak satu assist dan hampir menjebol gawang lawan pula. Hal itu menunjukkan proses adaptasinya yang mulai berbuah manis.

Selepas pertandingan, Asnawi melontarkan sebuah janji. Eks pemain PSM Makassar tersebut siap memberikan kontribusi lebih banyak bagi Ansan Greeners. Menurut dia, assist lawan Daejeon hanyalah sebuah titik awal dari sebuah proses ke depan.

“Saya sangat senang. Namun, ini hanyalah langkah awal pembuktian diri. Saya akan coba melakukan yang terbaik untuk melakukan pembuktian diri melalui pertandingan-pertandingan ke depan,” urai Asnawi Mangkualam selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sports G.

Di samping itu, Asnawi juga merasa terlecut oleh kedatangan beberapa fan asal Indonesia ke Stadion Wa, markas Ansan Greeners. Dia mengaku berutang budi kepada mereka yang tak henti memberikan dukungan dengan mengibarkan bendera merah-putih di tribune.

“Saya sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran mereka. Mereka dapat melakukan yang terbaik di stadion untuk mendukung saya. Mereka membeli tiket dan datang untuk menyemangati saya. Saya ingin membuat mereka bangga pada laga-laga ke depan,” ujar Asnawi.

Asnawi Kian Nyaman karena Cuaca

Asnawi Mangkualam menyebut cuaca yang kian bersahabat mempermudah adaptasinya di Korea Selatan saat ini.
yna.co.kr

Asnawi Mangkualam sangat yakin dapat tampil lebih baik dan memberikan kontribusi nyata lebih besar lagi bagi Ansan Greeners. Selain sudah cukup lama berlatih dengan rekan-rekan seklubnya di bawah asuhan Kim Gil-sik, ada satu faktor lain. Itu adalah cuaca yang mulai bersahabat.

“Sekarang ini, cuaca mulai mirip dengan di Indonesia. Seperti pernah saya katakan, cuaca adalah faktor terpenting dalam adaptasi di Korea. Cuaca akan sangat berpengaruh pada adaptasi saya. Kini, cuaca makin mirip dengan saat bermain di Indonesia. Itu memudahkan saya beradaptasi,” kata Asnawi.

Sebelumnya, suhu yang jauh lebih dingin dan angin kencang sempat jadi musuh besar Asnawi Mangkualam. Kala menghadapi Bucheon 1995, pemain berumur 21 tahun itu bahkan sempat meninggalkan bangku cadangan lebih awal setelah ditarik dari lapangan karena tersiksa oleh cuaca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]