Posisinya Terancam, Kim Gil-sik Tak Kambing Hitamkan Asnawi Mangkualam

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Kesalahan yang dibuat Asnawi Mangkualam menjadi pemicu Ansan Greeners kebobolan penalti dari Busan iPark, Minggu (12/9). Meski begitu, pelatih Ansan, Kim Gil-sik, enggan menyalahkan Asnawi.

Bermain sebagai bek kanan, Asnawi sebenarnya tampil cukup baik sepanjang babak pertama. Akan tetapi, sebuah kesalahan pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-49, menghadirkan malapetaka.

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Busan iPark 1 - KLeague
KLeague

Akselerasi pemain Busan dari sisi kanan pertahanan Ansan memaksa Asnawi melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Pelanggaran tersebut membuat wasit menunjuk titik putih.

An Byong-jun yang maju sebagai eksekutor sukses membuk keunggulan Busan setelah bola sepakannya mengecoh kiper Lee Hee-seong. Ansan terpaksa ketinggalan 0-1 dari tamunya.

“Sepertinya ada masalah komunikasi dengan Yeon Je-min ketika insiden pelanggaran yang menyebabkan penalti. Tapi, saya tak merasa dia (Asnawi) terlibat secara langsung. Asnawi dalam posisi tidak stabil, jadi ada bagian yang berbahaya. Namun, saya rasa kami seharusnya bisa mengantisipasi lebih baik,” bilang Kim Gil-sik, dikutip Football5star dari media Korea Selatan.

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Busan iPark - KLeague
KLeague

Asnawi Mangkualam Alami Cedera Hamstring

Nasib nahas Asnawi belum berakhir. Laga berjalan satu jam, pemain asal Makassar tersebut mengalami cedera hamstring hingga terpaksa ditarik keluar. Posisinya digantikan Kim Jin-rae.

“Dia mengalami cedera di bagian hamstring dan harus dicek lebih dahulu kondisinya,” sebut Gil-sik soal keputusannya menarik Asnawi.

Beruntung bagi Ansan, kesalahan yang diperbuat Asnawi Mangkualam bisa dibayar tuntas dengan mencetak gol peyeimbang pada menit ke-75. Gol Lee Sang-min lahir berkat umpan Anderson Canhoto, yang sekaligus menjadi penuntas laga dengan skor 1-1.

Lee Sang-min, Ansan Greeners vs Busan iPark, Asnawi Mangkualam - KLeague
KLeague

Hasil imbang tersebut membuat Ansan belum bisa keluar dari rentetan hasil minor. Kini, mereka sudah melewati 9 pertandingan tanpa pernah meraih kemenangan. Situasi itu membuat Gil-sik dilanda kegelisahan.

“Saya menjadi orang pertama yang harus bertanggung jawab. Saya mencoba mendiskusikan bersama klub karena saya merasa memikul tanggung jawab atas 9 pertandingan tanpa kemenangan ini. Para pemain sudah berusaha keras, dan saya yang bertanggung jawab atas hasil akhirnya,” ucapnya memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pekan Terakhir Liga Super Malaysia, Tanpa Aksi Pemain Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com IndonesiaLiga Super Malaysia 2021 resmi berakhir pada Minggu (12/9/2021). Sayangnya, pada pekan terakhir yang ditutup penyerahan trofi juara kepada Johor Darul Ta’zim (JDT) selaku juara, tak ada aksi dari para pemain Indonesia.

Johor Darul Ta’zim, yang sudah mengunci gelar juara beberapa pekan lalu, menutup musim dengan apik. Tim asuhan Benjamin Mora tersebut ,engalahkan Kuala Lumpur United dengan skor 2-1.

Johor Darul Ta'zim vs Kuala Lumpur Liga Super Malaysia - Facebook Johor Southern Tigers
Facebook Johor Southern Tigers

Kedua gol JDT dilesakkan Nazmi Faiz masing-masing menit ke-15 dan ke-70. Sementara, gol balasan KL United dicetak Izreen Izwandy pada menit ke-25. Pada laga ini, gelandang asal Indonesia, Syahrian Abimanyu, bahkan tak masuk daftar susunan pemain JDT.

Kemenangan itu membuat JDT menutup musim dengan torehan 57 poin dari 22 pertandingan. Mereka cuma kalah sekali dan imbang 3 kali, sisanya menang. JDT juga menjadi tim paling subur dengan 50 gol, dan kebobolan paling sedikit yakni 9 gol.

Penang FC Tiga Besar dan Lolos ke AFC Cup

Penang FC vs Terengganu FC, Liga Super Malaysia - Twitter @MFL_MY
Twitter @MFL_MY

Hasil tak kalah menggembirakan dirasakan Penang FC. Tim pendatang baru Liga Super Malaysia itu mengunci posisi ketiga di klasemen akhir berkat hasil imbang 2-2 kala menjamu Terengganu FC. Pada laga ini, bek asal Indonesia, Ryuji Utomo, hanya berada di bangku cadangan.

Meski harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah Abdul Latiff Suhaimi pada menit ke-13, Penang tetap bisa mengamankan poin penting. Dua gol penang dihaslkan Sherridan Boboev menit ke-40 dan Casagrande menit ke-45.

Hasil imbang membuat Penang bertahan di tiga besar klasemen dengan 41 poin dan meraih tiket ke AFC Cup. Mereka unggul tiga angka dari Terengganu yang harus puas berada satu tingkat di bawah.

Sabah FC Semakin Terpuruk, 10 Laga Tanpa Menang

Perak FC vs Sabah FC Liga Super Malaysia 2021 - Twitter @MFL_MY
Twitter @MFL_MY

Pada pertandingan lain, Sabah FC masih belum bangkit dari rentetan hasil buruk. Meski sudah memecat pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah justru kembali menelan pil pahit dikalahkan tim yang sudah apsti terdegradasi, Perak, dengan skor 1-2.

Hasil ini membuat Sabah melanjutkan tren minor menjadi 10 laga tanpa kemenangan, termasuk 5 kekalahan beruntun.

Sabah juga tak menurunkan seluruh amunisi asingnya pada pertandingan pamungkas di Liga Super Malaysia. Termasuk winger timnas Indonesia, Saddil Ramdani, yang dua laga terakhir masih mengalami cedera.

Meski kalah pada laga terakhir, Sabah tetap selamat dari jeratan degradasi dan menempati peringkat ke-9 di klasemen akhir. Dua tim yang dpastikan turun kasta ke Liga Primer Malaysia adalah Perak dan UiTM FC.

Hasil Pekan ke-22 Liga Super Malaysia 2021

Johor Darul Ta’zim 2-1 Kuala Lumpur
Kedah 4-1 Melaka United
Perak 2-1 Sabah
Penang 2-2 Terengganu
Selangor 1-2 Petaling Jaya City
UiTM 1-0 Pahang

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Bikin Kesalahan, Ansan Greeners 9 Laga Tanpa Menang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Asnawi Mangkualam, membuat kesalahan yang menyebabkan Ansan Greeners dihukum penalti. Penalti untuk Busan iPark itu membuat Ansan kebobolan lebih dahulu meski akhirnya bisa menutup laga dengan hasil imbang 1-1, Minggu (12/9).

Menjamu Busan, Ansan dihantui catatan buruk. Bagaimana tidak, kekalahan 0-4 di kandang Busan pada 17 Juli silam menjadi awal dari rentetan hasil minor tim asuhan Kim Gil-sik. Sejak kekalahan itu, Ansan melalui 8 laga tanpa kemenangan dengan 6 kekalahan di antaranya.

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Busan iPark 1 - KLeague
KLeague

Tekanan mental untuk Ansan kian meninggi ketika Busan mendapatkan hadiah penalti pada awal babak kedua, tepatnya meni ke-49. Akselerasi pemain Busan dari sisi kanan pertahanan Ansan memaksa Asnawi melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.

Pelanggaran tersebut membuat wasit menunjuk titik putih. An Byong-jun yang maju sebagai eksekutor sukses membuk keunggulan Busan setelah bola sepakannya mengecoh kiper Lee Hee-seong.

Nasib nahas Asnawi belum berakhir. Laga berjalan satu jam, pemain asal Makassar tersebut mengalami cedera hamstring hingga terpaksa ditarik keluar. Posisinya di bek kanan digantikan Kim Jin-rae.

Setelah Asnawi Mangkualam Ditarik, Ansan Akhirnya Cetak Gol Penyeimbang

Lee Sang-min, Ansan Greeners vs Busan iPark, Asnawi Mangkualam - KLeague
KLeague

Pada sisa pertandingan, Ansan coba sekuat tenaga menekan pertahanan Busan. Gol balasan yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-75 melalui Lee Sang-min memanfaatkan kerja sama dengan Anderson Canhoto.

Gol Lee Sang-min itu sekaligus menjadi satu-satunya yang bisa diciptakan Ansan sampai laga berakhir. Ansan akhirnya gagal membalas kekalahan dari Busan dan harus puas berbagi skor imbang 1-1.

Hasil imbang kali ini membuat rentetan hasil minor Busan bertambah panjang menjadi 9 laga tanpa kemenangan. Selama 9 pertandingan itu, Asnawi Mangkualam cs. menderita 6 kekalahan dan 3 kali imbang. Kini, mereka menempati peringkat tiga terbawah di klasemen K League 2 dengan 31 poin dari 29 laga.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons, Ki Gil-Sik, Shin Tae-yong. (bestevelen.com)
Besteleven

Catatan negatif itu membuat Gil-sik merasa posisinya di kursi pelatih mulai tak aman. “Kami tak pernah menang dalam 9 laga. Sepertnya saya harus mulai serius mendiskusikan masa depan saya dengan klub. Harus ada yang bertanggung jawab dengan hasil ini,” bilang Gil-sik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gantikan Kurniawan Dwi Yulianto, Ong Kim Swee Letak Jabatan Dirtek FAM

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Setelah memecat Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC segera memiliki pelatih kepala baru. Dia adalah mantan pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee, yang baru saja menanggalkan jabatan direktur teknik FAM demi menerima pinangan Sabah.

Pada Jumat (10/9), FAM selaku induk organisasi sepak bola Malaysia, mengumumkan pengunduran diri Kim Swee dari posisi dirtek. Surat mundur disampaikan Kim Swee kepada Sekretraris Jenderal FAM, Mohd Saifuddin Abu Bakar, dan langsung dikabulkan oleh seluruh pengurus.

Presiden SAFA Datuk Seri Bung Moktar Radin, Ong Kim Swee, Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC - Facebook Sabah FC
Facebook Sabah FC

“FAM mengucapkan terima kasih kepada Kim Swee atas pengorbanan dan jasanya serta mendoakan dia sukses dalam karier barunya bersama Sabah FC,” bilang Mohd Saifuddin Abu Bakar, dikutip Football5star dari laman resmi FAM.

Melalui surat pengunduran diri tersebut, Kim Swee mengakhiri masa baktinya bersama FAM yang sudah diemban sejak 2007. Selama 14 tahun, dia sudah menjabat berbagai peran di FAM, termasuk pelatih timnas Malaysia sejak level U-16 hingga senior.

Sehari setelah surat pengunduran diri itu, Kim Swee langsung didaulat sebagai pelatih kepala baru Sabah FC. Dia akan menggantikan pelatih asal Indonesia, Kurniawan, yang didepak dari posisinya beberapa waktu lalu.

Ong Kim Swee Tak Langsung Gantikan Tugas Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football CLub
Facebook Sabah Football CLub

Namun, Kim Swee tak akan langsung mengisi posisi tersebut dalam waktu dekat. Sampai tugasnya dimulai pada 1 Oktober, Sabah masih akan ditangani duet karteker pelatih Burhan Ajui dan Julius Ating.

Keputusan Sabah meminang Kim Swee juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Persatuan Sepak Bola Sabah (SAFA), Datuk Seri Bung Moktar Radin. Dia yakin, Kim Swee yang pernah bermain untuk Sabah pada era 1990-an, bisa mengangkat prestasi Saddil Ramdani dan kawan-kawan.

“SAFA selalu mengharapkan kehadiran Kim Swee dan kami yakin dia bisa membangun Sabah FC menjadi tim yang tangguh dan bisa bersaing di pentas sepak bola negeri ini,” ucap Bung Moktar, seperti dikutip dari BH Online.

Ong Kim Swee Pernah Bungkam Timnas U-23 Indonesia di SUGBK

Nama Ong Kim Swee terbilang cukup harum di Malaysia, bahkan hingga Asia Tenggara. Dia dikenal sebagai pelatih yang banyak memunculkan talenta-talenta muda melalui Sekolah Sukan Bukit Jalil (SSBJ).

Kariernya menapak naik sejak didaulat menangani timnas U-23 Malaysia hingga merebut medali emas cabang sepak bola SEA Games 2011. Medali emas itu diraih anak asuh Kim Swee di atas rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah mempermalukan timnas U-23 Indonesia pada partai final (21/11/2011).

Timnas-Indonesia-vs-Malaysia-SEA-Games-2011-final-IRAWAN
Irawan/Football5star

Keberhasilan pria yang karib disapa OKS itu sekaligus mencoreng harga diri Indonesia. Bagaimana tidak, anak asuh Rahmad Darmawan melangkah ke final usai menaklukkan Vietnam pada semifinal. Selain itu, Andik Vermansah dan kawan-kawan juga bertekad membalas kekalahan dari Malaysia pada fase grup.

Apa lacur. Timnas U-23 Indonesia yang unggul lebih dahulu melalui gol Gunawan Dwi Cahyo, dipaksa takluk melalui drama adu penalti. Tim besutan OKS merengkuh medali emas berkat kemenangan 4-3 pada adu penalti tersebut, di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Debut Sempurna! Assist Egy Maulana Vikri Tentukan Kemenangan FK Senica

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, melakoni debut sempurna. Meski baru masuk pada babak kedua, Egy sukses menorehkan assist untuk lahirya gol penentu kemenangan FK Senica atas FK Pohronie, Sabtu (11/9/2021).

Egy, yang baru tiba di Senica sekitar sepekan lalu, langsung diberi kesempatan masuk skuat asuhan Pavel Sustr pada pekan ketujuh Fortuna liga Slovakia. Senica menjamu tim peringkat ke-11 klasemen, Pohronie, di Stadion OMS Arena.

Egy Maulana Vikri FK Senica vs FK Pohronie 9 - Facebook @fksenicaofficial
Facebook @fksenicaofficial

Pada babak pertama, Senica masih kesulitan membongkar pertahanan tim tamu. Meski lebih mendominasi permainan, mereka harus puas berbagi skor imbang kacamata sampai paruh pertama tuntas.

Egy Maulana Vikri Main 32 Menit pada Debutnya

Pada babak kedua, Sustr akhirnya memasukkan Egy pada menit ke-58 menggantikan Filip Oršula. Siapa sangka, masuknya pemain jebolan SKO Ragunan tersebut ternyata bisa mengubah peruntungan Senica.

Egy Maulana Vikri FK Senica vs FK Pohronie 4 - Facebook @fksenicaofficial
Facebook @fksenicaofficial

Pada menit ke-76, Egy yang menyerang dari sisi kiri, menerima bola sodoran rekan setimnya. Hanya dengan sekali sentuhan, dia langsung melepas umpan silang ke mulut gawang Pohronie.

Bola sodoran Egy langsung disambar oleh penyerang asal Kongo, Sukisa Elvis Mashike, dan sukses mengoyak gawang Pohronie kawalan Adrian Slancik. Gol itu sekaligus menjadi satu-satunya yang tercipta hingga pertandingan tuntas.

Egy Maulana Vikri FK Senica vs FK Pohronie 2 - Facebook @fksenicaofficial
Facebook @fksenicaofficial

Sepanjang pertandingan, Senica mencatat 44 persen penguasaan bola dengan total 8 tembakan. Kemenangan atas Pohronie sekaligus membawa Senica menempati peringkat keempat klasemen sementara Fortuna Liga dengan 12 poin dari tujuh laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bagus Kahfi Kembali Tembus DSP, Jong Utrecht Bungkam Pemuncak Klasemen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com Indonesia – Penyerang muda Indonesia, Bagus Kahfi, kembali masuk skuat ketika Jong FC Utrecht menyambangi pemuncak klasemen Eerste Divisie, Jong AZ Alkmaar, Sabtu (11/9). Pada laga tersebut, Jong Utrecht sukses membawa pulang poin penuh berkat kemenangan tipis 1-0.

Bagi Bagus, laga melawan Jong AZ Alkmaar menjadi kali kedua dia menembus daftar susunan pemain (DSP) tim asuhan Darije Kalezic. Sebelumnya, dia juga dibawa ketika Jong Utrecht menang 3-0 atas SC Telstar.

Bagus Kahfi FC Utrecht Cetak Dua Gol - FC Utrecht
FC Utrecht

Bahkan, pada laga melawan Telstar, Bagus sempat melakoni debut resmi di Eerste Divisie. Dia dipecaya masuk pada menit ke-87 menggantikan kapten tim sekaligus pencetak satu gol dan satu assist, Nick Venema.

Jong FC Utrecht Kesulitan, Bagus Kahfi Urung Dimainkan

Sayangnya, ketika laga di kandang Jong AZ Alkmaar, Bagus hanya duduk manis di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Kalezic tampaknya tak mau mengambil risiko karena Jong Utrecht cukup kesulitan menghadapi pemuncak klasemen.

Memang, hampir sepanjang pertandingan tuan rumah tampil lebih dominan. Hanya saja, tangguhnya lini pertahanan Jong Utrecht membuat Jong AZ Alkmaar kesulitan mencetak gol meski melepas total 18 tembakan.

Jong Utrecht yang lebih sering mengandalkan serangan cepat, justru mampu mencuri sebiji gol pada menit ke-57 melalui Nick Venema usai memanfaatkan assist Djevencio van der Kust.

Jong AZ Alkmaar vs Jong FC Utrecht, Bagus Kahfi cadangan - Twitter @fcutrecht
Twitter @fcutrecht

Gol sang kapten itu mampu dipertahankan sampai pertandingan berakhir. Alhasil, raihan tiga angka membawa Jong Utrecht menempati peringkat kesembilan klasemen sementara Eerste Divisie dengan 8 poin.

Sementara, Jong AZ Alkmaar tergusur dari puncak klasemen oleh Exelsior, yang pada saat bersamaan menang 3-1 atas FC Dordrecht.

Jong AZ Alkmaar vs Jong FC Utrecht, Bagus Kahfi cadangan 1 - Twitter @fcutrecht
Twitter @fcutrecht

Susunan Pemain

Jong AZ Alkmaar: Sem Westerveld; Joey Jacobs, Maxim Dekkers (Maxim Dekker 84.), Tijs Velthuis, Sem Dirks; Peer Koopmeiners (Victor Christiansson 63), Fedde de Jong (Richard Sedlácek 73), Bram Franken; Mohamed Taabouni (Iman Griffith 63), Ernest Poku (Robin Lathouwers 63), Yusuf Barasi

Jong FC Utrecht: Fabian de Keijzer; Raymond Huizing (Julliani Eersteling 56), Rick Meissen, Ruben Kluivert (Kjeld van den Hoek 66), Djevencio van der Kust; Gabriel Culhaci, Rayan El Azrak (Eros Maddy 89), Yuya Ikeshita (Imanuel Bonsu 89), Albert Lottin (Oussama Alou 56); Mees Rijks, Nick Venema

Wasit: Sam Dröge
Kartu kuning: Raymond Huizing (Jong FC Utrecht), Albert Lottin (Jong FC Utrecht), Bram Franken (Jong AZ), Djevencio van der Kust (Jong FC Utrecht), Eros Maddy (Jong FC Utrecht)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Sempat Dilarang Bermain di Korea Selatan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Asnawi Mangkualam, terus memperlihatkan kemajuan pesat bersama Ansan Greeners. Namun, siapa sangka dia sempat dilarang ketika memutuskan ingin bermain di Korea Selatan.

Sejak pengujung tahun lalu, Asnawi memang sudah merajut asa untuk bisa tampil di kompetisi luar negeri. Dia juga sudah coba menghubungi sejumlah agen untuk membantu mencarikan klub.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Daejon Hana Citizen - KLeague
KLeague

Setelah beberapa bulan menanti, akhirnya peluang untuk bermain di luar negeri, tepatnya di Korea Selatan, menghampirinya. Akan tetapi, ada harga yang harus dibayar Asnawi untuk pilihannya tersebut.

Jika tetap bersikeras menerima peluang pindah ke Korea Selatan, pemuda berusia 21 tahun itu harus rela mendapatkan gaji yang lebih rendah. Pasalnya, Ansan Greeners yang tertarik mendatangkannya tak bisa membayar gaji sebesar yang diterima Asnawi bersama PSM Makassar.

“Akhir Januari, aku tanya ke agen yang sempat kuhubungi. Aku sebenarnya sudah tak beharap banyak. Ya, paling banter main di Malaysia. Tapi itu lebih baik ketimbang menunggu liga yang masih belum jelas di Indonesia,” bilang Asnawi, dikutip Football5star dari video youtube KR TV.

“Seminggu kemudian, aku ditelpon (agen) dan dia bilang ada tawaran dari Korea. Tapi gajinya turun jauh dari di Indonesia,” ucap dia menambahkan.

Asnawi Mangkualam Shin Tae-yong Ansan Greeners - Sports-G
Sports-G

Orang Tua Sempat Keberatan Asnawi Mangkualam Harus Turun Gaji

Meski gajinya bakalan jauh lebih kecil dari yang diterima di PSM, Asnawi sebenarnya sudah membulatkan tekad. Apalagi, dia memang bermimpi bisa merintis karier di luar negeri.

Namun, hambatan tiba-tiba datang dari pihak keluarga. Orang tua Asnawi sempat coba menghalangi keinginannya pindah dikarenakan gaji yang menurun drastis.

Penyebab Asnawi Mangkualam Main dari Bangku Cadangan di Laga Terakhir Ansan

“Aku minta waktu seminggu untuk menjawabnya karena harus berdiskusi dengan keluarga. Tapi, orang tua aku tidak setuju aku pindah, ya karena masalah harga (gaji). Kan memang turun jauh. Apalagi, orang tuaku yang meraskan betul zona nyaman (gaji besar di PSM),” urai pengoleksi 5 caps timnas Indonesia itu.

Meski begitu, pada akhirnya Asnawi bisa mendapat restu dari orang tua dan berangkat ke Korea Selatan pada awal Februari. Sekitar sebulan setelah tiba, Asnawi akhirnya merasakan debutnya bersama Ansan ketika menghadapi Busan iPark.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kemampuan Witan Sulaeman Bikin Pelatih Baru Lechia Gdansk Terpesona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Witan Sulaeman, menuai pujian dari pelatih Lechia Gdansk, Tomasz Kaczmarek. Dia mengaku kagum dan terkesan dengan penampilan Witan pada debut tak resminya pada laga uji coba melawan klub kasta keempat Liga Polandia, Jeziorak Ilawa, Sabtu (4/9).

Jelang lanjutan Liga Polandia atau Ekstraklasa melawan Wisla Krakow, Minggu (12/9), Kaczmarek memang menyoroti beberapa rekrutan anyar Lechia. Salah satunya Witan, yang mampu memberi kesan positif ketika masuk sebagai pengganti pada laga melawan Jeziorak Ilawa.

Witan Sulaeman, Lechia Gdansk 1 - Facebook Lechia Gdansk
Facebook Lechia Gdansk

Dalam laga itu, Witan yang dimainkan di posisi sayap kanan, memang tampil apik. Pergerakan tanpa bola, umpan-umpan, serta kerja sama dengan rekan setim, hampir tanpa cacat. Bahkan, dia juga memperoleh sejumlah peluang mencetak gol pada laga tersebut.

Witan Sulaeman, pada hari-hari pertama dia membuat kesan yang baik. Sebaliknya, saya melihatnya optimal di sayap. Seorang pemain dengan respons cepat dan memiliki pergerakan vertikal yang menarik dalam repertoarnya,” ucap Kaczmarek, dikutip Football5star dari laman resmi Lechia.

Tomasz Kaczmarek, Witan Sulaeman, Lechia Gdansk 1 - Facebook Lechia Gdansk
Facebook Lechia Gdansk

Selain Witan Sulaeman, Bassekou Diabate Juga Tuah Pujian

Selain Witan, ada sejumlah nama baru lain yang juga menuai pujian. Sebut saja Bassekou Diabate, Milosz Szczepanski, hingga Lukasz Zjawinski. Khususnya Diabate, pemain asal Mali yang didaulat memakai nomor punggung 10 pada musim ini.

“Bassekou Diabate pemain serbabisa, dia poros permainan ketika melawan Jeziorak Ilawa. Dia pemain dengan dinamika yang baik dan mampu bermain di posisi ofensif mana saja.

Witan Sulaeman Lechia Gdansk latihan 1 - Instagram @lechia_gdansk
Facebook Lechia Gdansk

Dengan sejumlah pemain baru yang masuk ke skuat, Kaczmarek memiliki tugas tak mudah dalam laga debutnya sebagai pelatih Lechia di Ekstraklasa. Apalagi, lawan yang akan dihadapi adalah Wisla Krakow, salah satu tim tangguh di Polandia.

“Sejujurnya, saya perlu sering berteriak pada hari Minggu. Ini tugas tak mudah. Saya juga berharap tim lebih keras dalam berkomunikasi di lapangan,” bilang dia memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Didaulat Jadi Model Peluncuran Jersi Baru FK Senica

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, menadi salah satu model dalam peluncuran jersi baru FK Senica. Kebetulan pada Jumat (10/9/2021), Senica, merilis tiga set jersi anyar buah kerja sama dengan adidas dan SportFotbal.

Peluncuran jersi baru dilakukan Senica dengan cara sederhana. Dalam unggahan foto di akun facebook resmi klub, hanya lima pemain yang dilibatkan sebagai model guna memamerkan tiga set jersi baru.

Egy Maulana Vikri, FK Senica jersey baru - Facebook FK Senica
Facebook FK Senica

Egy bersama gelandang senior, Juraj Piroska, menjadi model untuk jersi tandang Senica yang didominasi warna putih. Lalu ada Petr Pavlik dan Dominik Duda yang mengenakan seragam kandang bernuansa biru dan merah.

Satu pemain lain adalah kiper muda Matus Chropovsky, yang memamerkan jersi utama penjaga gawang berwarna hijau. Di antara kelima pemain tersebut, Egy jelas menjadi sorotan utama dengan statusnya sebagai pemain baru yang berasal dari negara Asia.

FK Senica Manfaatkan Popularitas Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri, FK Senica jersey baru - Facebook FK Senica
Facebook FK Senica

Meski begitu, Senica agaknya benar-benar memanfaatkan popularitas Egy sebagai bagian dari strategi pemasaran. Dengan pengikut lebih dari 1,4 juta di instagram, pemain jebolan SKO Ragunan itu memang mampu memberi dampak besar terhadap klub barunya yang kini memiliki 72,8 ribu follower.

“Kami senang bisa mengelola kerja sama penting dengan adidas dan SportFotbal. Kami juga hadir dengan jersi kandang yang indah ini. Tak cuma indah, tapi juga bermakna kemenangan. Semoga ke depannya kami bisa terus melakukan kerja sama sukses. Kami juga merencanakan proyek pemasaran pada masa depan,” bilang Direktur Senica, David Balda, dikutip Footbal5star dari laman resmi klub.

Egy Maulana Vikri, FK Senica jersey baru 4 - Facebook FK Senica
Facebook Senica

Jersi baru Senica kemungkinan sudah akan digunakan pada laga berikutnya di Fortuna Liga Slovakia. Ketika Senica akan menjamu Pohronie pada Sabtu (11/9) Egy pun berpeluang melakoni debutnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Italia vs Lithuania: Coppia Kean-Raspadori Pimpin Gli Azzurri Ukir Rekor

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Moise Kean dan Giacomo Raspadori mencuri panggung pada duel Italia vs Lithuania. Coppia penyerang muda itu memimpin pesta 5 gol tanpa balas Gli Azzurri dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G di Stadion Mapei, Kamis (9/9/2021) WIB.

Hasil itu sekaligus membawa timnas Italia memperpanjang rekor 37 pertandingan tak pernah kalah di laga internasional. Menurut data Opta, catatan itu menjadi rekor terlama yang pernah dicapai tim nasional level senior di pentas sepak bola dunia.

Italia vs Lithuania, Giacomo Raspadori, Moise Kean, Giovanni Di Lorenzo - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Sejak awal babak pertama, agresivitas lini depantim asuhan Roberto Mancini memang sudah menebar ancaman nyata kepada pertahanan Lithuania. Bahkan, laga baru berumur 11 menit, Kean sudah membuka keran gol memanfaatkan keteledoran pemain Lithuania, Arvydas Novikovas.

Berselang tiga menit, giliran Raspadori yang unjuk gigi. Bola sepakannya membentur bek Lithuania, Edgaras Utkus, yang lantas melesak masuk ke gawang. Gol kedua GLi Azzurri itu terhitung sebagai bunuh diri Utkus, tapi lahir berkat kontribusi Raspadori.

Setelah unggul dua gol, Italia sempat mengendurkan tekanan. Akan tetapi, dominasi penguasaan bola tetap dimiliki Jorginho dan kawan-kawan. Sampai akhirna, gol ketiga tuan rumah lahir pada menit ke-24.

Italia vs Lithuania, Giacomo Raspadori - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Lagi-lagi berawal dari keteledoran pemain Lithuania, Justas Lasickas, Raspadori akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Striker muda Sassuolo itu memanfaatkan bola liar di mulut gawang dengan sontekan kaki kirinya.

Tak berhenti sampai di situ, gelombang serangan jawara EURO 2020 tersebut kembali berbuah hasil lima menit berselang. Kean menorehkan brace setelah mengoptimalkan umpan silang Bernardeschi dengan tembakan kaki kiri.

Brace Kean sekaligus menjadi penutup laga babak pertama Italia vs Lithuania. Gli Azzurri di atas angin menyambut paruh kedua dengan keunggulan telak empat gol tanpa balas.

Italia vs Lithuania, Moise Kean - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Pada babak kedua, Mancini melakukan sejumlah pergantian untuk memberi kesempatan kepada pemain cadangan. Termasuk mengganti kiper Gianluigi Donnarumma dengan Salvatore Sirigu pada awal paruh kedua.

Meski begitu, daya gedor Italia belum juga mengendur. Sejak kick-off babak kedua, Italia masih mengejar gol tambahan. Gol tersebut akhirnya lahir pada menit ke-54 melalui Giovanni Di Lorenzo. Buah dari assist Bernardeschi itu sekaligus menjadi gol perdana Di Lorenzo bersama Gli Azzurri.

Setelah mencetak gol kelima, Italia akhirnya meredamkan agresivitas tekanan. Mancini pun coba bereksperimen dengan melakukan beberapa pergantian. Termasuk memainkan Gianluca Scamacca dan Gaetano Castrovilli.

Italia vs Lithuania, Federico Bernardeschi, Giovanni Di Lorenzo - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Meski begitu, Gli Azzurri masih tetap bisa mengamankan dominasi permainan sepanjang babak kedua. Lithuania juga tak diberi kesempatan untuk menemukan celah mencetak gol hiburan.

Sampai wasit Craig Pawson asal Inggris meniup peluit tanda akhir babak kedua Italia vs Lithuania, tak ada lagi gol tambahan. Kemenangan 5-0 berhasl diamankan Italia sekaligus mengokohkan diri di puncak klasemen grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa dengan 14 poin dari 6 laga.

Tak cuma itu, timnas Italia saat ini juga sudah mencatat rekor 37 laga tanpa menderita kekalahan. Berdasarkan data yang dirilis di Twitter @OptaPaolo, tak ada tim nasional senior di dunia yang pernah mengukir rekor tanpa kalah selama itu.

Susunan Pemain Italia vs Lithuania:

ITALIA (4-3-3): 21-Gianluigi Donnarumma (Salvatore Sirigu 47); 2-Giovanni Di Lorenzo, 15-Francesco Acerbi, 13-Alessandro Bastoni, 4-Cristiano Biraghi (Davide Calabria 47); 12-Matteo Pessina, 8-Jorginho (Gaetano Castrovilli 61), 23-Bryan Cristante; 10-Federico Bernardeschi (Gianluca Scamacca 62), 9-Giacomo Raspadori, 20-Moise Kean (Domenico Berardi 73)
Pelatih: Roberto Mancini

LITHUANIA (4-2-3-1): 16-Ernestas Setkus; 17-Justas Lasickas, 2-Linas Klimavicius (Artemijus Tutyskinas 83), 8-Edgaras Utkus (Benas Satkus 46), 15-Vaidas Slavickas (Dominykas Barauskas 46); 14-Vykintas Slivka, 4-Martynas Dapkus (Linas Megelaitis 46); 11-Arvydas Novikovas, 18-Ovidijus Verbickas, 9-Donatas Kazlauskas; 10-Edgaras Dubickas (Karolis Uzela 73)
Pelatih: Tomas Razanauskas

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kemampuan Egy Maulana Vikri Jauh Meningkat Setelah 3 Tahun di Eropa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, percaya diri menatap kariernya di klub barunya, FK Senica. Dia merasa sudah menjadi pemain yang lebih baik setelah 3 tahun berkarier di Polandia.

Memang, Egy tak sering mendapat jam terbang selama bermain di Polandia bersama Lechia Gdansk. Pelatihnya kala itu, Piotr Stokowiec, hanya memberinya kesempatan bermain dalam 11 laga dengan total 132 menit selama tiga tahun itu.

Lechia Gdansk vs Wisla Plock Egy Maulana Vikri - lechia-pl
Lechia.pl

Tak mendapat banyak kesempatan, Egy akhirnya dilepas oleh Lechia pada tahun ini. Alih-alih kembali ke tanah air, jebolan SKO Ragunan tersebut bersikeras tetap meniti karier di Eropa. Dia memutuskan hijrah ke Slovakia untuk membela FK Senica.

Bermodal pengalaman dan ilmu yang didapatnya di Lechia, Egy berharap peruntungannya akan lebih baik di negara yang baru. Apalagi, saat ini dirinya mengaku sudah memiliki kemampuan yang jauh lebih baik ketimbang saat pertama kali datang ke Eropa pada 2018.

“Aku sekarang lebih baik dalam hal fisik dan taktik. Pada awalnya (gabung ke Lechia) aku sangat kecil dan tak siap menghadapi kompetisi di sana. Tapi sekarang aku siap dan tahu bagaimana bermain, menerapkan taktik, serta mengandalkan fisik. Jadi, aku sekarang sudah lebih percaya diri,” bilang Egy, dikutip Football5star dari Youtube Lechia.net.

Egy Maulana Vikri Lechia gdansk - instagram @egymaulanavikri
instagram @egymaulanavikri

Egy Maulana Vikri Bersyukur Belajar Banyak Hal di Lechia Gdansk

Perjalanan awal Egy dalam meniti karier di Eropa memang tak mudah. Dia butuh waktu untuk beradaptasi dengan ekspektasi mendapat kesempatan lebih dari klub. Namun, kendati harapannya tak berjalan mulus, dia tetap bersyukur karena banyak pelajaran yang dipetik.

“Aku senang saat gabung ke Lechia karena itu langkah pertamaku di Eropa. Aku punya harapan bisa sukses di Eropa, menjadi pemain besar di Eropa. Jadi, aku memulainya bersama Lechia,” ucap Egy.

“Ketika pertama datang ke Poandia, aku merasa harus mengubah mindset bahwa sekarang aku di Eropa, bukan di Indonesia. Setelahnya aku coba mempelajari gaya sepak bola Eropa. Aku coba memahami bagaimana mereka bermain, taktik, cara mengelola segala hal, Banyak hal yang tak kudapat di Indonesia, jadi aku terus belajar bagaimana sepak bola di Eropa,” lanjutnya.

Egy Maulana Curhat kepada FK Senica Acap Dicampakkan Lechia Gdansk Pemain Lechia Gdansk: Sebenarnya, Egy Maulana Vikri Pesepak Bola Cerdas
FK Senica

Kini, harapan baru mulai dirajut Egy Maulana Vikri bersama klub barunya, FK Senica. Dia janji akan bekerja keras untuk bisa mendapat lebih banyak jam terbang dibanding semasa di Lechia.

“Aku sedih ketika lebih sering bermain untuk tim kedua Lechia. Tapi, aku berjuang untuk membuktikan diri di Eropa. Aku ingin sukses. Sulit rasanya ketika aku sebagai pemain muda hanya bermain pada babak kedua dengan tuntutan menjadi game changer. Semoga di klub baru aku mendapat lebih banyak jam terbang,” bilang Egy memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Sebut Pelatihnya di Lechia Gdansk Seperti Seorang Bos

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, mengaku berterima kasih atas bimbingan yang diberikan mantan pelatihnya di Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. Namun, Egy juga menyebut selama di Lechia, Stokowiec lebih sebagau figur bos ketimbang ayah.

Dalam dunia sepak bola, pelatih memang memiliki beragam karakter. Ada yang berkemampuan manajerial baik laiknya bos, ada pula yang mengedepanlan pendekatan personal seperti figur ayah. Nah, menurut Egy, Stokowiec merupakan tipe pelatih seperti seorang bos.

Witan Sulaeman Bakal Setim dengan Egy Maulana Vikri di Eropa?
Lechia.pl

“Tentu saja aku pikir dia seperti bos. Dia bisa memilih siapa yang bermain, menentukan bagaimana latihan hari itu, bisa membuat orang jadi lebih baik. Ya, dia seperti bos, dia bisa melakukan apa yang dia mau,” bilang Egy, seperti dikutip Football5star dalam wawancara dengan jurnalis Lechia.net, Karolina Jaskulska.

Memiliki pelatih yang berkarakter laiknya bos, Egy sebagai pemain muda tentunya merasakan betapa kerasnya Stokowiec. Namun, dia memakluminya. Apalagi, dia memetik banyak hal positif dari sikap keras Stokowiec terhadapnya.

“Ya, tapi aku pikir semua pelatih akan melakukan seperti itu. Dia akan lebih keras kepada pemain muda. Jika aku tak salah, dia mengatakan agar aku harus mengembangkan fisik, taktik, lebih percaya diri, jangan khawatir dan jangan takut, karena dia akan membantu,” sebut Egy menambahkan.

Egy Maulana Vikri Kaget Disambut Begitu Ramah di FK Senica

Egy Maulana Vikri Maklumi Keputusan Lechia Gdansk

Saat Egy Maulana Vikri harus pergi dari Lechia menyusul kontraknya yang tuntas pada tahun ini, Stokowiec pun ikut hengkang. Posisinya digantikan oleh Tomasz Kaczmarek.

Meski Stokowiec dinilai sudah gagal, Egy tetap merasa bersyukur karena sudah mendapatkan banyak pelajaran. Bahkan, sebelum keduanya sama-sama cabut, Stokowiec pun pernah berpesan.

“Dia mengatakan, ‘terima kasih, kamu sudah bekerja keras, sekarang kita lihat apa yang akan terjadi. Jangan berubah, tetap bekerja keras dalam latihan, suatu hari kamu akan mendapatkan kesempatan’,” bilang Egy mengulangi pesan dari sang pelatih.

Egy Maulana Vikri Piotr Stokowiec Lechia Gdansk - tvp-pl
TVP.pl

Egy memang tak pernah menyesali tiga tahun kebersamaanya dengan Lechia. Minimnya jam terbang di bawah asuhan Stokowiec tak lantas membuatnya berkecil hati. Pengalaman berharga selama di Lechia dijadikannya pelajaran agar lebih baik bersama klub barunya, FK Senica.

“Aku rasa itu normal (tak dipertahankan Lechia). Ini bagian dari sepak bola dan kita hanya perlu belajar dari hal itu. Aku ucapkan terima kasih untuk dukungan, kenangan, dan pengalaman. Semoga Lechia bisa merih hasil baik,” sebut pemain jebolan SKO Ragunan itu.

“Buatku, tim seperti keluarga. Mereka memberlakukan aku dengan baik karena tahu aku bukan dari Eropa. Mereka mebantuku, selalu bertanya apa aku ada masalah, apa butuh bantuan,” ucapnya memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ditanya Media Polandia Siapa Pemain Terbaik Indonesia, Egy Maulana Vikri Sebut Dirinya

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, membuat jawaban menarik dalam wawancara dengan media asal Polandia. Saat ditanya siapa pemain terbaik di Indonesia pada saat ini, Egy menyebut dirinya.

Jawaban dari Egy memang terkesan arogan. Namun, sejatinya maksud dirinya adalah sebuah harapan. Selain itu, dia memang tak bisa menyebut hanya salah satu nama di antara sederet pesepak bola Indonesia yang dianggapnya terbaik.

Egy Maulana Vikri Jadi Orang Asia ke-2 di FK Senica

“Apakah sepak bola begitu populer di Indonesia. Apa ada pemain terkenal di sana? Lebih tepatnya, siapa pemain paling hebat di sepak bola Indonesia saat ini?” tanya Karolina Jaskulska, jurnalis asal Polandia.

Mendapat pertanyaan itu, Egy terkesan bingung menjawabnya. “Siapa peemain terbaik di Indonesia sekarang ini? Huff… Aku tak tahu apa yang harus aku jawab. Aku tak tahu,” sebut Egy disusul tawa dari Jaskulska.

Namun setelahnya, Egy Maulana Vikri menjawab dengan percaya diri. “Aku harap itu aku (pemain terbaik di Indonesia saat ini),” ucap pemain jebolan SKO Ragunan tersebut diiringi tawa kecil.

Witan Sulaeman Bakal Setim dengan Egy Maulana Vikri di Eropa?
Lechia.pl

Egy Maulana Vikri Masih Bermimpi Taklukkan Eropa

Tak dimungkiri, Egy memang sudah menjelma menjadi salah satu pesepak bola paling populer di Indonesia saat ini. Pengikutnya di media sosial pun sudah mencapai jutaan.

Namun, Egy juga sadar menjadi populer bukan berarti mutlak sebagai yang terhebat. Karenanya, dia berharap dengan terus menaklukkan sepak bola Eropa, cita-cita menjadi pemain terbaik Indonesia bisa terwujud.

Egy Maulana Vikri  FK Senica - Instagram @fk_senica
Instagram @fk_senica

“Mimpiku adalah berkarier di Eropa dan aku tak akan menyerah. Aku ingin menjadi pemain besar di sepak bola Eropa,” ucap dia.

Setelah dilepas Lechia Gdansk, Egy kini melanjutkan kariernya bersama klub Slovakia, FK Senica. Dia mendapat kontrak enam bulan dengan opsi tambahan selama dua tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam dan Duo Brasil Tak Berdaya Selamatkan Ansan Greeners

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia Asnawi Mangkualam yang masuk sebagai pengganti pada babak kedua, tak berdaya selamatkan Ansan Greeners dari kekalahan. Menjamu Bucheon FC 1995, Ansan takluk dengan skor 1-2, Minggu (5/9/2021).

Pada pertandingan di Stadion Ansan Wa kali ini, pelatih Kim Gil-sik memang sengaja tak menurunkan Asnawi sebagai starter. Peran sebagai gelandang sayap kanan yang biasa menjadi tugasnya, ditempati oleh Kim Ye-sung.

Ansan Greeners vs Bucheon FC 1995, Asnawi Mangkualam - KLeague
KLeague

Tak disangka, meski tampil di kandang sendiri Ansan malah tak berkutik menahan gempuran Bucheon pada paruh pertama. Laga baru berjalan 14 menit, tim tamu bahkan sanggup mencetak dua gol melalui Han Ji-ho dan Park Chang-jun.

“Bucheon datang dengan tekanan sepanjang babak pertama hingga kami tak memiliki kepercayaan diri dalam bermain. Ada tekanan di diri para pemain yang memicu lahirnya gol pada menit-menit awal,” bilang Gil-sik soal dua gol Bucheon pada awal laga, dikutip Football5star dari Sports-G.

Memasuki babak kedua, Kim Gil-sik akhirnya menurunkan Asnawi Mangkualam untuk menambah variasi serangan dari sayap. Jebolan PSM Makassar itu masuk menggantikan Kim Ye-sung. Selain Asnawi, dua pemain asing Ansan, Anderson Canhoto dan Robson Carlos Duarte juga dimasukkan pada babak kedua.

Masuknya Asnawi Mangkualam Tak Mengubah Peruntungan Ansan

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Gimcheon Sangmu 1 - Facebook Ansan Greeners FC
Facebook Ansan Greeners FC

Sayangnya, kehadiran Asnawi dan dua pemain asing tetap tak mampu menyelamatkan Ansan. Tuan rumah hanya bisa mencetak satu gol pada babak kedua melalui Robson yang sukses memanfaatkan assist Kim Ryun-do pada menit ke-77.

“Saya mencoba melakukan pergantian pada babak kedua, tapi ada bagian yang mengecewakan. Secara keseluruhan, saya bertanggung jawab sebagai pelatih. Para pemain sudah melakukan yang terbaik. Tanggung jawab seluruhnya di saya,” ucap Gil-sik lagi.

Bucheon bahkan sempat mencetak gol ketiganya pada injury time babak kedua melalui Han Ji-ho. Namun, wasit menganulir gol itu melalui review VAR. Ansan akhirnya menutup laga dengan kekalahan 1-2 dari Bucheon.

Ansan Greeners vs Bucheon FC 1995, Asnawi Mangkualam 1 - KLeague
KLeague

Bagi Ansan, hasil ini semakin membuat mereka terpuruk. Bagaimana tidak, delapan pertandinga terakhir mereka tak pernah lagi merasakan euforia kemenangan. Bahkan, 6 di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Kekalahan dari Bucheon juga membuat Asnawi dan kawan-kawan berkutat di posisi kedelapan dari 10 peserta K League 2. Mereka mengoleksi 30 poin hasil 7 kemenangan, 9 seri, dan 12 kali kalah, dari 28 pertandingan.

Jarak Ansan dengan peringkat di bawahnya, Bucheon, pun hanya terpaut satu angka. Sementara dengan penghuni dasar klasemen, Seoul E-Land, juga cuma berselisih 4 poin.

“Masih banyak pertandingan tersisa dan kami harus mempersiapkan para pemain dengan baik agar mereka tak lagi kebobolan begitu cepat,” sebut Gil-sik memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rahasia di Balik Gol Akrobatik Bagus Kahfi untuk Jong FC Utrecht

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Penyerang muda Indonesia, Bagus Kahfi, mengungkapkan rahasia di balik keberhasilannya mencetak gol akrobatik untuk Jong FC Utrecht. Menurutnya, gol itu lahir berkat insting yang dimilikinya.

Seperti diketahui, Bagus baru saja mencetak dua gol ketika Jong Utrecht menghadapi La Louviere Centre pada uji tanding di Sportcomplex Zoudenbalch, Jumat (3/9/2021). Saat itu, Bagus dimainkan sebagai starter oleh pelatih Darije Kalezic.

Bagus Kahfi cetak 2 gol, Jong FC Utrecht vs La Louvière Centre - Twitter @fcutrecht
Twitter @fcutrecht

Gol pertama dicetaknya melalui eksekusi penalti menyusul handball yang dilakukan bek lawan pada menit ke-5. Sementara, gol kedua dilesakkannya dengan cara spesial.

Berawal dari bola sepakan pemain Jong Utrecht yang sempat diblok pemain belakang lawan. Bagus yang mengenakan nomor punggung 9 pada laga ini, menyambar bola liar tapi masih bisa ditepis oleh kiper lawan.

Bola muntah disambar lagi oleh Bagus dengan tendangan akrobatik sambil membelakangi gawang. Bola tembakan setengah salto itu langsung melesak deras ke dalam gawang yang tanpa penjagaan.

Bagus Kahfi cetak 2 gol, Jong FC Utrecht vs La Louvière Centre - Youtube FC Utrecht
Youtube FC Utrecht

Seusai pertandingan, Bagus mengakui gol itu bisa tercipta berkat instingnya. “Setelah gagal, aku hanya coba menyambut bola kedua. Pada akhirnya, insting sebagai striker, aku merasa harus menembakkan bola ke gawang dan ternyata menjadi gol,” bilangnya, dikutip Footbal5star dari Youtube FC Utrecht.

Bagus Kahfi Kian Termotivasi Setelah Cetak Dua Gol

Bagus mengaku senang pada akhirnya bisa merasakan tampil sejak awal pertandingan dan bisa menghasilkan gol. Meski hanya pada uji tanding, dia tetap bersyukur dukungan dari staf pelatih dan rekan setim telah banyak membantunya berkembang.

“Aku cuma ingin berterima kasih kepada semua staf dan pemain yang membantuku untuk berada di panggung ini lagi. Aku senang bisa mencetak gol,” ucap Bagus Kahfi menambahkan.

Bagus Kahfi dan Mees Rijks brace, Jong FC Utrecht vs La Louviere Centre - Twitter @fcutrecht
Twitter @FCutrecht

Setelah tampil apik dan mencetak dua gol, Bagus berharap perjalanan kariernya akan lebih mulus bersama Jong Utrecht. Apalagi, dia sudah menanti kesempatan sejak lama setelah harus berkutat dengan cedera parah.

“Akhirnya, setelah sekian lama menunggu. Aku ada di titik sini sekarang,” bilangnya dengan wajah semringah.

Pada pertandingan melawan La Louviere Centre itu, Jong Utrecht menang dengan skor 5-2. Selain Bagus, rekannya di lini depan, Mees Rijks, juga mencetak dua gol. Satu gol tambahan dicetak oleh Juruel Bernadina.

Setelah uji coba ini, Jong Utrecht akan kembali bertarung di pentas Eerste Divisie menghadapi Jong AZ Alkmaar pada Jumat (11/9). Lalu tiga hari setelahnya, mereka akan menjamu Jong PSV Eindhoven, Senin (14/9), dilanjutkan menghadapi Helmond Sport pada Jumat (18/9).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Witan Sulaeman Debut Impresif, Lechia Gdansk Menang Telak

Banner Gamespool Football5Star

Foo5ball5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Witan Sulaeman, langsung mendapatkan debut bersama klub barunya, Lechia Gdansk. Padahal, dia baru bergabung tiga hari lalu, tepatnya pada Rabu (1/9/2021).

Witan bergabung dengan Lechia setelah mengakhiri kontraknya di klub Serbia, Radnik Surdulica. Dia meneruskan perjalanan koleganya, Egy Maulana Vikri, yang tiga tahun membela Lechia sebelum hijrah ke klub Slovakia, FK Senica, pada musim panas ini.

Jeziorak-Ilawa-vs-Lechia-Gdansk-Witan-SUlaeman-debut-Lechia-pl
Lecha.pl

Meski baru bergabung tiga hari lalu Witan sudan langsung mengikuti kegiatan rutin latihan Lechia sejak Kamis (2/9). Bahkan, dalam pertandingan uji coba di kadnang klub kasta keempat Liga Polandia, Jeziorak Ilawa, Witan sudah dibawa masuk skuat.

Pelatih baru Lechia, Tomasz Kaczmarek, sudah memercayai Witan untuk mencicipi atmosfer pertandingan meski berlabel uji tanding. Tak tanggung-tanggung, pemain jebolan SKO Ragunan tersebut bahkan mendapat kesempatan melakoni debut!

Witan Sulaeman Tampil Impresif dan Punya Peluang Cetak Gol

Witan Sulaeman Diharapkan Jadi Magnet untuk Sponsor Baru Lechia

Witan masuk pada babak kedua, tepatnya menit ke-73, bersama Milosz Szczepanski. Keduanya dimainkan untuk menggantikan posisi Egzon Kryeziu dan Kacper Sezonienko.

Ketika Witan masuk, Lechia sudah dalam posisi unggul 2-0. Gol pertama dicetak striker gaek asal Portugal, Flavio Paixao, pada menit ke-48. Sementara gol kedua lahir pada menit ke-71 lewat Joseph Ceesay. Kedua gol lahir berkat assist pemain asal Brasil, Conrado.

Performa Witan sejak masuk cukup impresif. Meski dipasang sebagai winger kanan, dia justru bergerak bebas ke tengah hingga kiri. Satu peluang juga sempat didapatkannya. Namun, Witan gagal menyambut bola umpan terobosan yang lebih dekat ke kiper lawan.

Witan Sulaeman, Jeziorak Ilawa vs Lechia Gdansk - Youtube Jeziorak TV
Youtube Jeziorak TV

Joseph Ceesay, yang masuk pada awal babak kedua, bahkan bisa mencetak gol keduanya pada menit ke-83, atau 10 menit sejak masuknya Witan. Kali ini gol Ceesay lahir berkat umpan matang Jaroslaw Kubicki.

Gol kedua Ceesay tersebut sekaligus menjadi penutup pesta Lechia. di kandang Jeziorak. Dalam laga debut tak resminya ini, Witan mendapat kesempatan bermain selama 17 menit di lapangan.

Susunan Pemain

Jeziorak Iława: 23-Dawid Ciura (1-Kacper Włodarczyk 87); 5-Dawid Kowalski (7-Krzysztof Kressin 66), 4-Maciej Zalewski (17-Michał Foj 46), 3-Jakub Słomski, 27-Paweł Sagan, 16-Tomasz Sedlewski, 25-Patryk Czarnota, 8-Michał Kwiatkowski (18-Maksymilian Deredas 85), 11-Radosław Galas (21-Szymon Nastaj 66), 20-Cezary Nowiński (19-Jakub Stanikowski 76), 15-Tomasz Wacławski.

Lechia Gdańsk: 1-Zlatan Alomerović (83-Antoni Mikułko 61); 23-Mario Maloča (5-Bartosz Kopacz 46), 25-Michał Nalepa (72-Filip Koperski 46), 2-Rafał Pietrzak (20-Conrado 46); 79-Kacper Sezonienko (78-Mykoła Musolitin 46), 36-Tomasz Makowski (88-Jakub Kałuziński 46), 7-Maciej Gajos (6-Jarosław Kubicki 46), 11-Omran Haydary (22-Joseph Ceesay 46), 10-Bassekou Diabaté (99-İlkay Durmuş 46); 27-Łukasz Zjawiński (28-Flávio Paixão 46) (79-Kacper Sezonienko 49) (80-Witan Sulaeman 73), 9-Łukasz Zwoliński (8-Egzon Kryeziu 46) (30-Miłosz Szczepański 73).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Baru Gabung FK Senica, Egy Maulana Vikri Langsung Ditempa Ala Militer

Banner Gamespool Football5Star

Foo5ball5star.com Indonesia – Kegiatan pertama Egy Maulana Vikri setelah gabung FK Senica ternyata tak seperti pada umumnya. Alih-alih gabung sesi latihan di lapangan, Egy justru langsung ditempa ala militer.

Pada Jumat (3/9) waktu setempat, Egy bersama seluruh anggota tim Senica memang meluangkan waktu menjalani kegiatan di luar sepak bola. Mereka di tempat di sebuah tempat terbuka di alam bebas, untuk berlatih ala militer.

FK Senica, Egy Maulana Vikri, Paintball - Instagram @fk_senica 6
Instagram @fk_senica

Namun, bukan latihan militer yang sesungguhnya. Mereka hanya diberikan waktu untuk bermain paintball. Tujuan klub mengadakan kegiatan tersebut bukan sekadar memberi kesenangan kepada skuat. Mereka berharap, melalui paintball bisa membantu skuat mengasah team building demi menjaga kekompakan dan kebersamaan.

“Pesepakbola FK Senica melepas sepatu sepak bola mereka untuk sementara waktu hari ini sebagai bagian dari teambuilding 🔫 #fksenica #fortunaliga #paintball #teambuilding,” tulis Senica, dikutip Football5star dalam unggahan di instagram @fk_senica.

FK Senica, Egy Maulana Vikri, Paintball - Instagram @fk_senica 7
Instagram @fk_senica

Egy Maulana Vikri Langsung Akrab dengan Rekan Setim

Dalam serangkaian foto yang diunggah, tampak seluruh tim terlibat dalam kegiatan tersebut. Termasuk Egy, yang baru tiba dan menandatangani kontrak tiga haru sebelumnya, atau tepatnya pada Selasa (31/8).

Di foto-foto tersebut, tampak seluruh pemain menunjukkan ekspresi semringah, tak terkecuali Egy. Di dalam salah satu foto, tampak Egy mengenakan seragam ala militer, lengkap dengan rompi, helm digenggam di tanagn kiri, serta senjata di tangan kanan.

FK Senica, Egy Maulana Vikri, Paintball - Instagram @fk_senica 4
Instagram @fk_senica

Dalam sebuah instagram story yang sempat diunggahnya, Egy pun terlihat sudah cukup akrab dengan para pemain Senica. Sejak awal kedatangan ke Senica, Egy memang sudah mendapat sambutan hangat dari seluruh pihak di klub.

“Ya tentu saja seperti orangnya mereka sangat baik, aku nyaman datang kesini. Mereka menyambutku. Orang-orangnya sangat ramah di sini,” ungkap Egy dalam kanal YouTube resmi Senica.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bagus Kahfi Cetak Dua Gol Indah, Jong FC Utrecht Menang Telak

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Penyerang muda Indonesia, Bagus Kahfi, langsung mencetak dua gol pada debut starter untuk Jong FC Utrecht. Meski hanya sebatas laga uji coba, dua gol Bagus sukses membawa Jong Utrecht menang telak 5-2 atas klub Belgia, La Louvière Centre, Jumat (3/9/2021).

Saat kompetisi sedang memasuki jeda internasional, Jong Utrecht memanfaatkan momen untuk menggelar uji tanding. Menjamu La Louviere Centre di Sportcomplex Zoudenbalch, pelatih Darije Kalezic memberi kesempatan kepada Bagus untuk melakoni debut di starting XI.

Bagus Kahfi cetak 2 gol, Jong FC Utrecht vs La Louvière Centre - Youtube FC Utrecht 2
Youtube FC Utrecht

Sebelumnya, Bagus memang sudah mencicipi kesempatan bermain tiga kali sebagai pengganti. Dua pada uji coba pramusim, satu lagi ketika menang 3-0 atas SC Telstar dalam lanjutan Eerste Divisie (28/8). Sayang, dalam ketiga kesempatan itu Bagus belum bisa unjuk gigi.

Kesempatan bermain sejak menit awal diberikan Kalezic. Bagus pun bisa membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang haus gol. Pertandingan baru berjalan lima menit, mantan penyerang Barito Putera itu sudah membuka keran golnya melalui eksekusi penalti menyusul handball yang dilakukan bek lawan.

Tak Mau Kalah dari Bagus Kahfi, Mees Rijks Ikut Cetak Brace

Pada menit ke-29, Jong Utrecht menggandakan keunggulan melalui Mees Rijks. Memanfaatkan kesalahan umpan bek lawan, Rijks langsung melepas tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang kembali mengoyak gawang La Louviere Centre.

Bagus Kahfi cetak 2 gol, Jong FC Utrecht vs La Louvière Centre - Youtube FC Utrecht
Youtube FC Utrecht

La Louviere Centre sempat memperkecil ketinggalan pada menit ke-34 melalu gol tendangan bebas. Akan tetapi, Jong Utrecht menjauhkan lagi keunggulan menjadi 3-1 berkat gol kedua Bagus pada menit ke-36.

Berawal dari bola sepakan pemain Jong Utrecht yang sempat diblok pemain belakang lawan. Bagus yang mengenakan nomor punggung 9 pada laga ini, menyambar bola liar dengan sepakan kaki kanan dan sempat diblok oleh kiper lawan.

Bola muntah hasil tepisan kiper La Louviere Centre disambar lagi oleh Bagus dengan tendangan akrobatik sambil membelakangi gawang. Bola tembakan saltonya itu langsung melesak deras ke dalam gawang yang tanpa penjagaan.

Dua menit sebelum akhir babak pertama, Jong Utrecht menambah keunggulan menjadi 4-1. Tak mau kalah dengan Bagus, Rijks juga turut mencetak brace melalui gol sontekan kaki kirinya dari jarak dekat, memanfaatkan umpan silang Elijah Velland.

Bagus Kahfi dan Mees Rijks brace, Jong FC Utrecht vs La Louviere Centre - Twitter @fcutrecht
Twitter @fcutrecht

Pada babak kedua, La Louviere Centre bisa kembali memperkecil ketinggalan pada menit ke-73. Gol kedua tim tamu dicetak melalui eksekusi penalti menyusul pelanggaran bek Jong Utrecht.

Namun, sembilan menit jelang babak kedua tuntas, tuan rumah sukses melengkapi kemenangan menjadi 5-2 melalui gol Juruel Bernadina. Gol Bernadina lahir setelah Bagus ditarik keluar oleh pelatih Kalezic.

Setelah uji coba ini, Jong Utrecht akan kembali bertarung di pentas Eerste Divisie menghadapi Jong AZ Alkmaar pada Jumat (11/9). Lalu tiga hari setelahnya, mereka akan menjamu Jong PSV Eindhoven, Senin (14/9), dilanjutkan menghadapi Helmond Sport pada Jumat (18/9).

Highlight Lengkap Jong FC Utrecht vs La Louviere Centre, Bagus Kahfi dan Mees Rijks Cetak Brace

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Italia vs Bulgaria: Gli Azzurri Tembus Rekor 35 Laga Tanpa Kalah

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Hasil imbang 1-1 mewarnai duel Italia vs Bulgaria pada kualifikasi Piala Dunia 2022 grup C di Stadion Artemio Franchi, Jumat (3/8) WIB. Meski tak menang, Timnas Italia tetap berhasil menyamai catatan 35 laga tanpa kekalahan milik Spanyol dan terpaut satu laga dari rekor dunia milik Brasil.

Italia, yang masih mengandalkan skuat pada EURO 2020, sejatinya tampil dominan sejak awal pertandingan. Anak asuh Roberto Mancini tersebut bahkan mampu menebar sejumlah ancaman kepada lini belakang Bulgaria.

Italia vs Bulgaria, Ciro Immobile - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Buah dari permainan menyerang Italia akhirnya berhasil dipetik pada menit ke-16. Memanfaatkan keteledoran pemain belakang Bulgaria, Federico Chiesa sukses membobol gawang Georgi Georgiev melalui sepakan kaki kiri.

Selepas keunggulan satu gol, Italia tak lantas mengendurkan serangan. Dominasi permainan masih dikuasai Gli Azzurri sepanjang setengah jam laga berjalan dengan 68 persen ball possessions.

Italia vs Bulgaria, gol Federico Chiesa - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Keasyikan menyerang, lini belakang Italia justru lengah. Melalui skema serangan balik, Kiril Despodov melepas umpan langsung jarak jauh ke daerah pertahanan Gli Azzurri.

Penyerang Bulgaria, Atanas Iliev, yang menerima bola umpan jauh Despodov, berhasil menghadirkan terapi kejut untuk tuan rumah. Setelah berlari tanpa kawalan berarti, bola sepakan kaki kiri Iliev sukses menembus gawang kawalan Gianluigi Donnarumma.

Italia yang tersentak dengan gol balasan itu langsung meningkatkan tempo serangan. Akan tetapi, sampai wasit meniup peluit tanda akhir babak kedua, tak ada gol tambahan yang tercipta.

Italia vs Bulgaria, Nicolo Barella - Twitter @Azzurri
Twitter @Azzurri

Hampa Gol pada Babak Kedua Italia vs Bulgaria

Memasuki babak kedua, Gli Azzurri masih tetap menguasai permainan. Namun, sejumlah serangan yang dilancarkan masih belum juga menghailkan gol tambahan hingga pertandingan berjalan satu jam.

Peluang terbaik pertama Italia pada paruh kedua baru lahir pada menit ke-62 melalui Chiesa. Setelah mengecoh satu bek lawan, winger Juventus itu tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Namun, bola sepakan kaki kanannya masih bisa ditepis Georgiev.

Setelah merasakan kebuntuan yang tak berunjung, Mancini akhirnya melakukan sejumlah perubahan taktik. Termasuk mengubah variasi serangan dengan memasukkan duo Sassuolo, Domenico Berardi dan Giacomo Raspadori menggantikan Lorenzo Insigne serta Ciro Immobile.

Akan tetapi, setiap upaya Italia untuk mencetak gol kemenangan kerap mentah. Lini pertahaan Bulgaria bermain disiplin dan sulit ditembus sepanjang babak kedua. Georgiev pun tak tergoyahkan di bawah mistar gawang.

Sampai wasit Serdar Gozubuyuk asal Belanda meniup peluit tanda pertandingan Italia vs Bulgaria tuntas, tak ada gol tambahan. Hasil ini membuat rekor 100 persen Gli Azzurri di grup C kualifikasi Piala Dunia 2022 ternoda.

Italia, yang pada tiga laga sebelumnya selalu meraih kemenangan dan tak pernah kebobolan, kali ini cuma bisa menambah satu angka. Meski begitu, mereka tetap memuncaki klasemen dengan 10 poin dari 4 laga. Bulgaria di posisi keempat dengan 2 poin hasil dua kali imbang dan 2 kalah.

Susunan Pemain Italia vs Bulgaria

ITALIA (4-3-3): 21-Gianluigi Donnarumma; 5-Alessandro Florenzi (Rafael Toloi 63), 19-Leonardo Bonucci, 15-Francesco Acerbi, 13-Emerson (Lorenzo Pellegrini 90); 18-Nicolo Barella (Bryan Cristante 63), 8-Jorginho, 6-Marco Verratti; 14-Federico Chiesa, 17-Ciro Immobile, 10-Lorenzo Insigne
Pelatih: Roberto Mancini

BULGARIA (4-3-3): 23-Georgi Georgiev; 3-Andrea Hristov, 5-Petko Hristov, 4-Valentin Antov, 14-Anton Nedyalkov; 12-Dominik Yankov (Ivailo Chochev 57), 8-Petar Vitanov (Kristiyan Malinov 75), 7-Georgi Kostadinov; 17-Georgi Yomov (Spas Delev 46), 19-Atanas Iliev (Kaloyan Krastev 70), 11-Kiril Despodov (Radoslav Kirilov 75)

Wasit: Serdar Gozubuyuk (Belanda)
Venue: Artemio Franchi, Firenze

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kepindahan Egy Maulana Vikri ke FK Senica Curi Perhatian Pemain Sassuolo

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Kabar kepindahan Egy Maulana Vikri ke FK Senica ternyata menyita perhatian pemain timnas Slovakia, Lukas Haraslin. Pemain Sassuolo yang tengah dipinjamkan ke Sparta Prague itu turut mendoakan Egy.

Seperti diketahui, Egy baru saja gabung FK Senica pada selasa (31/8). Dia pindah dari klub Polandia, Lechia Gdansk, dan akan dikontrak selama 6 bulan dengan opsi perpanjangan.

Egy Maulana Vikri Kaget Disambut Begitu Ramah di FK Senica

Keputusan Egy berpindah negara mampu menyita perhatian kolega hingga para penggemar sepak bola di tanah air. Dalam unggahan di akun instagram pribadinya @egymaulanavikri, sejumlah pemain timnas Indonesia turut memberi ucapan selamat.

Sebut saja Asnawi Mangkualam Bahar, Saddil Ramdani, Nathaneal Siringoringo, Aqil Savik, Witan Sulaeman, hingga Irfan Bachdim. Bahkan, beberapa pemain luar negeri juga ikut mengomentarinya, termasuk pemain timnas Singapura, Ikhsan Fandi, sampai pemain timnas Slovakia pada EURO 2020 lalu, Lukas Haraslin.

Pemain Timnas Slowakia di EURO 2020 Beri Dukungan Moril kepada Egy Maulana Vikri

Lukas Haraslin Doakan Egy Maulana Vikri Sukses di FK Senica

Melalui akun instagram pribadinya, @lukasharaslin27, Haraslin memberi ucapan selamat sekaligus doa terbaik untuk karier Egy. Apalagi, Egy akan meniti karier di negara asal Haraslin, Slovakia.

“Selamat Egy👊 semoga sukses 😁 @egymaulanavikri,” tulis Haraslin, seperti dikutip Football5star dari unggahan instagram @egymaulanavikri.

Haraslin memang bukan nama asing untuk Egy. Keduanya sempat bermain bersama ketika di Lechia Gdansk. Haraslin bergabung dengan Lechia sejak 2015, sedangkan Egy baru datang tiga tahun setelahnya.

Egy Maulana Curhat kepada FK Senica Acap Dicampakkan Lechia Gdansk Pemain Lechia Gdansk: Sebenarnya, Egy Maulana Vikri Pesepak Bola Cerdas
Instagram @fk_senica

Setelah hampir dua musim bersama di Lechia, Egy dan Haraslin akhirnya berpisah. Haraslin dipinjamkan ke klub Serie A, Sassuolo, pada Januari 2020, sebelum dipermanenkan 7 bulan setelahnya.

Namun pada ini, pemain sayap berusia 25 tahun tersebut akan bermain bersama klub Republik Cheska, Sparta Prague, dengan status pinjaman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Pakai Nomor Punggung Tak Lazim di FK Senica

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Dalam waktu dekat, Egy Maulana Vikri akan diperkenalkan sebagai pemain baru FK Senica. Menariknya, dari bocoran pihak klub, Egy akan mengenakan nomor punggung yak tak lazim.

Dalam unggahan instagram story di @fk_senica, sempat dipamerkan bakal jersi Egy oleh pemilik akun @brano_spanka, yang diyakini sebagai perwakilan klub.

Egy Maulana Vikri FK Senica - Instagram @brano_spanka
Instagram @brano_spanka

Dalam unggahan itu, tampak jersih putih milk Senica digelar di atas lapangan. Di jersi tesebut terpampang nama Egy dan nomor punggung 17. “Ready?” tulis @brano_spanka. Meski belum resmi, tapi sinyal kuat sudah diperlihatkan melalui diunggah kembali foto tersebut di akun @fk_senica.

Nomor 17 memang tak lazim aias tak biasa dikenakan Egy. Sepanjang karier profesionalnya, Egy identik dengan nomor 10. Nomor itu sempat dipakai pada awal karier bersama klub Polandia, Lechia Gdansk. Setelahnya, dia sempat berganti nomor menjadi 32.

Kabar yang sempat diapungkan melalui instagram resmi Senica, Egy akan meneken kontrak pada Senin (30/8) waktu setempat, atau Selasa (31/8) WIB. Egy berangkat dari Jakarta pada Minggu (29/8) dan sempat transit di Doha, Qatar, sebelum mendarat di Vienna, Austria.

Egy Maulana Vikri FK Senica - Instagram @fk_senica
Instagram @fk_senica

Dari Vienna, jebolan SKO Ragunan itu langsung menuju Senica menggunakan jalur darat. Sesampainya di markas klub asal Slovakia tersebut, Egy dijadwalkan langsung meneken kontrak dan diperkenalkan ke publik.

Egy Maulana Vikri Datang, Instagram FK Senica Meledak

Sebelum resmi menandatangani kontrak dan diperkenalkan ke publik, bahkan informai kedatangan Egy sudah disampaikan akun resmi Fortuna Liga alias kasta teratas Liga Slovakia.

Egy Maulana Vikri Resmi Gabung Klub Papan Atas Slovakia?
Lechia.pl

“@Fk_senica segera mendatangkan @egymaulanavikri. Pesepakbola berbakat Indonesia, juga dikenal sebagai Messi dari Indonesia, memiliki 1,4 juta pengikut di Instagram. Setelah berita transfernya ke Senica dimulai, Instagram klub melaporkan peningkatan lebih dari 15.000 pengikut 💪,” tulis @fortunaligask dalam unggahannya Senin (30/8).

“Pada tahun 2017, majalah The Guardian menempatkan Egy di antara 60 pesepak bola paling berbakat di dunia yang lahir pada 2000. Tapi kami memiliki transisi yang menarik,” sambung @fortunaligask.

Menariknya, berselang 6 jam sejak @fortunaligask membuat unggahan itu, akun @fk_senica mengalami lonjakan pengikut yang sangat deras. Terhitung pada Selasa (31/8) pukul 00:00 WIB, total aku resmi Senica itu sudah meraup 21,5 ribu pengikut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pecat Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC Dikecam Ribuan Penyokongnya dari Malaysia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Keputusan Sabah FC memecat Kurniawan Dwi Yulianto ternyata memicu kekecewaan dari para penyokong asal Malaysia. Mereka kompak menyuarakan yang seharusnya bercermin adalah manajemen dan bukannya memecat pelatih.

Seperti diketahui, Kurniawan direhatkan dari kursi pelatih menyusul rentetan hasil negatif yang diraih Sabah. Bagaimana tidak, dari 8 pertandigan terakhir di Liga Super Malaysia, Sabah tak lagi mampu meraih kemenangan.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani - Facebook Sabah Football Club
Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC – Facebook Sabah Football CLub

Lebih miris lagi, mereka menderita 5 kekalahan di antaranya, termasuk takluk 0-4 dari penghuni juru kunci klasemen, UiTM, Sabtu (28/8). Selepas kekalahan itu, Sabah langsung membebastugaskan Kurniawan dan menggantinya dengan pelatih sementara, Burhan Ajui.

Burhan akan memimpin pasukan Sabah sampai Jelius Ating ditunjuk sebagai pelatih kepala yang baru. “Sabah berharap agar semua pihak khususnya penyokong senantiasa memberikan sokongan padu serta kepercayaan kepada pasukan dan mengembalikan prestasi cemerlang mereka dalam tempoh terdekat,” bunyi pernyataan Sabah, dikutip Football5star dari laman Facebook Sabah Football Club.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Hmetro.my
Hmetro.my

Namun, harapan Sabah guna mendapat dukungan dari penyokong aluas suporter, tak sepenuhnya berhasil. Dalam unggahan pernyataan resmi tersebut, ada lebih dari 1.100 komentar membanjiri. Hampir semuanya justru lebih banyak yang menyudutkan manajemen.

Berikut Komentar Penyokong Sabah FC Perihal Pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto:

Saimon Adip: Malaikat sekali pun yg jadi pengurus dan jurulatih latih Sabah …jika pemain tidak ada komitmen dan semangat ,.. tetap tidak ada kejayaan…

Henryel Yeson Monginzin: Menghentikan jurulatih tidak tepat kalau semua pemain di kekalkan nanti buat sumpahan ka.u pun kalah juga itu jangan bodoh macam babi…

Hans DN: Dah mau habis musim , rasanya tindakan begini lagi membawa padah pada pasukan…..masalah dalaman sabah fc itu yg harus diselesaikan terutama persoalan mengenai Gaji..cuma ada 2 perlawanan yg tinggal ,apa yg Sabah fc expect dengan menukar jurulatih? Kesalahan dan kekalahan itu sebenarnya dari dalaman Sabah fc itu sendiri ,bukan dari barisan kejurulatihan…

IncenT Vincent: Kurniawan bagus bah suda bawa Sabah kekal d liga super…dari kedudukan 11 zone penyingkiran dia bawa Sabah Smpai kedudukan ke 7 ok LA tu.

James Jim: Bikin panas sama penyokong saja… Jangan jadi wakil sabah kalau inda mampu.. bagus bubarr saja ni team palui ni.. team tadika.

Thomas Lawandai: Bukan jurulatih yang perlu direhatkan tepi presiden dan ajknya perlu berhenti secara terhormat.

Denny Dwi: Sepertinya bukan coach tetapi memanglah pemain sudah nampak penat Cuba lah ganti coach apakah ada perubahan coach sekelas pep Guardiola pun nak mustahil???

Boy ThOny: Bkn masalah jurulatih ..pengurusan yg Perlu tukar … Pengurusan ckap saja besar tapi buat kerja tdk fhm ..masalah pemain pun tdk terjaga .. politik dan rasuah saja pandai buat.

Michael Jaungin: Bagi pendapat saya bukan coach yg masalah ni..tetapi pemain..dan disebalik prestasi pemain yang kurag memberansangkan…ada sesuatu yg jadi punca..

Naufal Farhi Azka: Coach jadi mangsa untuk menutup segala kelemahan pihak pengurusan…

Yusuf Ahmad: menutup malu ka tu Sabah Football Club.tu coach yg km kasi jadi kambing hitam arh.pintar otak km .patut pun bola sepak sabah xpndai maju2 😂

Suffian Abu Sammah: Pandangan saya bukan jurulatih ya bermasalah.. pemain bermasalah.. saya tegok semlm last defend yang ganti c jepun macam tiada kualiti pertahanan.. senang2 tembus… Satu lagi gaji tu bos.. kasi lancar bha.. macam mana pemain mahu semangat kalau gaji macam siput..aduiii na.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football CLub
Facebook Sabah Football CLub

Vixtor Kayne: 10 kali tukar coach pun kalau management hancur… Sama juga cerita dia. Masalah team sabah ni, tidak pandai blajar dari kesilapan. Disiplin pun kurang. Mcmana mau maju. Bagus lagi main pes.

Ron Ny: Napa coach yg di rehatkan… Sepatutnya pemain yg inda Bole main yg direhatkan… Biar pun si burhan coach kalau sabah main inda buli.. Tetap inda Bole… Pemain yg patut tukar bukan coach…

Syahran Saharudin: Bukan masalah coach . Masalah Management. Sedar diri la sikit.

Mhd FJan: Coach jdi sasaran.. Padahal pemain sedia ada yg macm…. Pengurusan pun sama harus berehat juga.

Valen Lester Raji: bukan masalah coach..ni masalah pihak pengurusan..coach pla jd sasaran. Ingat kmi penyokong tidak tau masalah dalaman ka..? lama sdah ni berlanjutan..sedar la sikit..hahahah.

Nor Razz: Bgi saya kurniawan suda buat yg terbaik untuk team.. tpi pemain yg sedia ada dlm team sabah belum mampu bgi saingan dlm liga.. pihak pengurusan harus bijak dlm pemilihan pemain musim depan… Jgn balik2 muka yg sama sja sarung jersey sabah.

Annuarulai: Enta la…yg mslah pengurusan..knpa lagi jurulatih yg kc rehat..tukar pun juru latih msi lagi ada mslh ..fikir la ba..ksian pemain dngan jurulatih..tiap hari latihan…kadang berjauhan lagi dngan keluarg…cuba la cari jln penyelesaian..

Pama Koygon: Marah nampak…marah kena kecam penyokong ka itu…buat apa tukar jurulatih…bukan masalah jurulatih rasanya tapi pengurusan Dan gaji pemain dan pemain yg bermain dalam Padang…jurulatih sudah atur semua tapi pemain yg tidal Pro…kucar kacir mcm lupa teknik Main bola atau sengaja…tu pertahanan pun bagus Tokyo jadi tunggak utama…

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Md Zareef RaFael: Apa yg sy lihat coach kurnia suda menjalankn tanggungjwab yg baik cuma pemain2 tempatan kita tidak perform spt pemain tempatan team liga super yg lain. Pemain perlu dirotation utk mengekalkan stamina pemain tetapi kita tidak mempunyai pemain simpanan yg bole menggalas tanggujawab sperti pemain Utama.

Adam Khusairie: Sial la pengurusan jadikan Kurniawan kambing hitam. Pemain tu jd begitu di sebabkan pengurusan yg gagal jaga kebajikan pemain. Itu CEO bagus letak jawatan la klu x pandai manage club. Bodoh punya pengurusan sabah fc.

Arif Yadiy Bitis: Coach bukan masalah, ini masalah mentaliti pemain. Cerita pengalaman, Coach Kurniawan jauh meninggalkan semua. Kalau dilihat ada beberapa sahaja pemain yang menyerlah, selainnya sangat hambar terutama pemain tempatan yang berumur. Academy muda diutamakan investment sepatutnya.

Misran Shaari: Kurniawan pun tidak teringin lah mahu handal club yang bermasalah mcm ni.. kebajikan pemain pun tidak boleh jaga bagus bubar dan delete page ni. Bikin malu saja buat page di fb tapi bermasalah.

Armira Sesillia: Padahal untuk tim yg baru naik kasta , hasil pencapaian pun sudah lumayan, dan bisa bertahan di liga teratas sudah cukup baik. Semoga saddil juga keluar dan cari klub yg lebih baik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pesan Menyentuh Saddil Ramdani Setelah Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat Sabah FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Sabah FC, Saddil Ramdani, turut bereaksi terhadap pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto. Winger asal Indonesia itu lantas menuliskan pesan menyentuh di akun instagram pribadinya.

Hubungan Saddil dengan Kurniawan memang terbilang sangat dekat. Bahkan melebihi antara pemain dan pelatih. Saddil, beberapa waktu lalu juga sempat menyatakan komitmennya terhadap Sabah karena ingin membantu tugas Kurniawan.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Tak heran, ketika Kurniawan akhirnya dibebastugaskan dari peran pelatih kepala Sabah, Saddil lantas bereaksi. Melalui unggahan di instagram pribadinya, mantan Bhayangkara FC itu menuliskan panjang lebar pesan menyentuh untuk sang pelatih.

“Waktu akan terus berlalu meski duniamu tak mengizinkan itu, tapi tuhan punya rencananya sendiri. Jangan terlalu meratapi sebuah kata pisah karena sebabnya akan ada sapaan yang datang dan akan jauh lebih Indah untukmu ♥️,” tulisnya, dikutip Football5star dari akun @saddilramdanii.

Doa Saddil Ramdani kepada Kurniawan: Ya Allah Jagalah Dia

“Terimaksih orang tuaku yang telah banyak merubahku kearah yang lebih baik dan menjadi seseorang yang ber tanggung jawab, terimaksih motivasi, kasih sayangnya untuk aku dan kami semua disni aku berharap yang terbaik untukmu coach,” lanjut Saddil.

Kurniawan Dwi Yulianto Pergi, Bagaimana Nasib Saddil Ramdani?

Sejauh ini, Saddil belum membuat sikap apakah akan bertahan di Sabah sepeninggal Kurniawan. Opsi bertahan memang lebih besar karena beberapa waktu lalu dia baru saja meneken kontrak baru dengan kenaikan gaji bersama Sabah.

Meski pada akhirnya tak lagi bisa membantu Kurniawan, Saddil berjanji akan tetap memberi dukungan penuh. “Percayalah aku bersamamu♥️♥️,” bilang Saddil menutup pesan di instagramnya untuk sang pelatih.

Saddil Ramdani JDT vs Sabah FC - Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Merespons unggahan tersebut, Kurniawan tak banyak memberikan komentar. Dia hanya membubuhkan simbol tiga hati di dalam kolom komentar instagram Saddil tersebut.

Bahkan, salah satu penyokong Sabah FC asal Malaysia, juga turut memberikan semangat untuk karier Kurniawan. “Terima kasih atas segala ilmu & keringat yg dicurahkan serta kenangan yg indah. Yang pasti ini bukan pengakhiran. Tetap semangat ❤️ @kurniawanqana,” tulis @ratu_amri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sabah FC Depak Kurniawan Dwi Yulianto Karena Telanjur Kecewa Berat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto sudah resmi dipecat Sabah FC. Alasannya, manajemen telanjur kecewa berat dengan pencapaian klub dalam beberapa laga terakhir.

Performa Sabah memang tengah terpuruk, terutama dalam 8 pertandingan terakhir di Liga Super Malaysia. Sabah melewati delapan laga itu tanpa kemenangan dan bahkan menelan 5 kekalahan.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Termasuk tiga kekalahan beruntun dari Johor Darul Ta’zim, Penang FC, dan UiTM. Selama 8 laga itu, mereka cuma bisa mencetak 3 gol dan kebobolan 14 gol! Kekalahan 0-4 di kandang UiTM pada Sabtu (28/8), sekaligus menjadi yang paling telak diderita Sabah di Liga Super Malaysia musim ini.

Akibat rentetan hasil negatif tersebut, Sabah belum beranjak dari papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat ke-7 dengan 19 poin dari 20 laga. Sementara UiTM, meski menang telak, masih berkutat di dasar klasemen dengan 9 poin dari 19 laga.

Pengurus Sabah, Marzuki Nasir, mengatakan bahwa pihak klub sudah sangat kecewa dengan deretan pencapaian minor itu. Situasi itu yang melatari keputusan untuk mengistirahatkan Kurniawan dari jabatan pelatih kepala.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

“Keputusan ini dibuat demi kebaikan pemain dan ofisial yang senantiasa mendapat perhatian dari pihak pengurus,” bilang Marzuki Nasir, dkutip Football5star dari BH Online.

Sabah FC Sudah Siapkan Duet Pelatih Pengganti Kurniawan Dwi Yulianto

Setelah Kurniawan direhatkan, Sabah menunjuk Burhan Ajui sebagai pelatih sementara. Nantinya, mereka akan mendaulat Jelius Ating sebagai pelatih kepala yang baru.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Instagram @officialsabahfc
Instagram @officialsabahfc

“Kami yakin dengan pengalaman yang dimiliki keduanya ketika sama-sama bekerja di Sabah sejak 2017. Ini sudah pasti akan membantu skuat Badak dalam mengarungi laga-laga berikutnya dan terus bersaing di Liga Super Malaysia musim depan,” sebut Marzuki menambahkan.

Hingga kini, dari pihak Kurniawan belum membuat pernyataan terkait pemecatannya. Meski begitu, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak melalui media sosial pribadinya @kurniawanqana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Egy Maulana Vikri Bakal Diresmikan FK Senica Besok

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Teka-teki klub baru Egy Maulana Vikri semakin jelas. Klub asal Slovakia, FK Senica, sudah memberi isyarat kuat Egy bakal diresmikan setibanya di sana pada Senin (30/8/2021).

Memang, dalam isyarat yang diunggah di media sosialnya, Senica tak menyebutkan nama pemain yang akan bergabung. Mereka hanya memberi kode dengan menggunakan simbol bendera Indonesia.

Egy Maulana Vikri FK Senica - Instgram @fk_senica
Instagram @fk_senica

Meski begitu, direktur klub Senica, David Balda, melalui instagram pribadinya, justru sudah menyebutkan inisial nama pemain tersebut.

Ada tiga inisial yang dituliskan di unggahan instagram story miliknya, termasuk EMV yang diyakini kuat singkatan dari nama lengkap Egy.

Klub Slowakia Mulai Merasakan Efek Egy Maulana Vikri - Instagram @directorbalda
Instagram @directorbalda

Egy Maulana Vikri Langsung Teken Kontrak Bersama FK Senica

Sementara itu, kabar Egy bakal disahkan sebagai pemain baru Senica pada Senin (30/8) berasal dari unggahan instagram story terbari @fk_senica.

Senica menuliskan Jakarta sebagai titik keberangkatan, lalu transit di Doha, mendarat di Vienna, hingga menuju Senica menggunakan perjalanan darat untuk meneken kontrak.

“Tomorrow…” bunyi salah satu tulisan dalam unggahan tersebut, yang artinya besok. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Egy akan tiba di Senica besok (30/8) dan akan langsung menandatangani kontrak.

Egy Maulana Vikri FK Senica - Instagram @fk_senica
Instagram @fk_senica

Setelah nantinya resmi menandatangani kontrak, Senica akan menjadi klub profesional kedua Egy. Sebelumnya, karier profesionalnya dimulai langsung dengan meneken kontrak tiga tahun bersama klub Polandia, Lechia Gdansk

Senica, di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Slovakia, saat ini menempati peringkat kelima setelah melalui 6 pertandingan. Di Senica, Egy akan menjadi pemain asing keempat (di luar pemain asal Republik Cheska dan Slovakia) setelah Elvis Mashike Sukisa (Kongo), Giannis Niarchos (Yunani), dan Chris Goslin Chris Goslin (Amerika Serikat-Jamaika).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Liverpool vs Chelsea: Sama Kuat Meski Jumlah Pemain Tak Imbang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Skor imbang 1-1 mewarnai duel Liverpool vs Chelsea di Stadion Anfield, Sabtu (28/8/2021). Liverpool gagal mengoptimalkan peluang emas memenangi laga meski Chelsea tampil dengan 10 pemain.

Selama 20 menit pertama, Liverpool dan Chelsea sudah langsung jual-beli serangan. The Reds sempat mengancam melalui bola sepakan Harvey Elliot yang menyamping dari gawang. Chelsea membalas lewat tendangan Mason Mount yang bolanya masih melambung.

Liverpool vs Chelsea, Kai Havertz - Twitter @ChelseaFC
Twitter @ChelseaFC

Memasuki menit ke-22, Chelsea akhirnya lebih dahulu membuat publik Stadion Anfield terdiam. Memanfaatkan umpan sepak pojok Reece James, bola sundulan Kai Havertz berhasil melambung melewati kiper Liverpool, Alisson Becker, dan langsung melesak ke pojok gawang.

Liverpool bahkan nyaris ketinggalan dua gol akibat kesalahan komunikasi antara Fabinho dan Firmino pada menit ke-34 nyaris. Chelsea yang berhasil mencuri bola langsung melakukan serangan balik lewat akselerasi Lukaku.

Memasuki kotak penalti, Lukaku mengirim umpan terobosan ke Mason Mount yang menusuk di sisi kiri. Akan tetapi, bola tembakan kaki kiri Mason Mount dari jarak dekat masih belum menemui sasaran.

Liverpool vs Chelsea, Jorginho - Twitter @ChelseaFC
Twitter @ChelseaFC

Memasuki injury time babak pertama, Liverpool mendapat kesempatan emas memanfaatkan kemelut di mulut gawang lawan. Bola sundulan Joel Matip yang membentur mistar menimbulkan kemelut yang lantas coba dimanfaatkan Sadio Mane.

Bola sontekan Mane sebenarnya mampu dihalau Reece James yang berdiri di mulut gawang. Namun, wasit Anthony Taylor yang mereview insiden melalui Video Assistant Referee (VAR), langsung menghadiahi penalti untuk Liverpool.

Tak cuma itu, James juga diganjar kartu merah karena dianggap menahan bola yang akan masuk ke gawang dengan tangannya. The Reds langsung memanfaatkan momentum dengan mencetak gol penyeimbang melalui penalti Mohamed Salah yang mengecoh Edouard Mendy.

Gol penalti Salah sekaligus menjadi penuntas babak pertama laga Liverpool vs Chelsea. Tak hanya itu, insiden pada pengujung babak pertama itu sekaligus membuat The Reds semakin leluasa mendominasi permainan sejak paruh kedua dimulai.

Liverpool vs Chelsea, Thiago Silva vs Sadio Mane - Twitter @ChelseaFC
Twitter @ChelseaFC

LIverpool menciptakan sejumlah peluang berbahaya pada babak kedua. Akan tetapi, masuknya Thiago Silva pada awal paruh kedua membuat barusan pertahanan The Blues masih terlalu kokoh meski tampil dengan 10 orang.

Tangguhnya lini belakang Chelsea sampai membuat bek Liverpool, Virgil van Dijk, ikut menjajal peruntungan guna mencetak gol. Namun, sebuah peluang melalui bola sepakan Van Dijk pada pertengahan babak kedua masih bisa dimentahkan Mendy.

Masuknya Thiago ALcantara hingga Konstantinos Tsimikas pun tak membawa perungahan. Keberuntungan The Reds tampak tak membaik sepanjang babak kedua. Hingga laga Liverpool vs Chelsea tuntas, skor imbang 1-1 tetap tak berubah.

Dengan berbagi satu angka, Chelsea kini mengoleksi 7 poin dan menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris. Liverpool yang mengumpulkan poin sama, berada satu peingkat di bawahnya.

Susunan Pemain Liverpool vs Chelsea

Liverpool (4-3-3): 1-Alisson Becker; 66-Trent Alexander-Arnold, 32-Joel Matip, 4-Virgil van Dijk, 26-Andrew Robertson (Konstantinos Tsimikas 86); 67-Harvey Elliott, 3-Fabinho, 14-Jordan Henderson (6-Thiago Alcantara 74); 11-Mohamed Salah, 9-Roberto Firmino (20-Diogo Jota 43), 10-Sadio Mane
Pelatih: Juergen Klopp

Chelsea (3-4-2-1): 16-Edouard Mendy; 28-Cesar Azpilicueta, 4-Andreas Christensen, 2-Antonio Ruediger; 24-Reece James, 7-N’Golo Kante 8-(Mateo Kovacic 46), 5-Jorginho (Trevoh Chalobah 87), 3-Marcos Alonso; 29-Kai Havertz (6-Thiago Silva 46), 19-Mason Mount; 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Thomas Tuchel

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Saddil Ramdani Cs. Kian Terpuruk, Sabah FC Dilumat Juru Kunci Klasemen

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Indonesia, Saddil Ramdani, masih belum mampu membangkitkan Sabah FC. Pada pertandingan melawan UiTM di Stadion Shah Alam, Sabtu (28/8), Sabah kembali enelan kekalahan, kali ini dengan skor telak 0-4.

Kekalahan tersebut menambah derita pasukan asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut di Liga Super Malaysia. Bagaimana tidak, Sabah meleati delapan pertandingan tanpa pernah mencatat kemenangan.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani 1 - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Tak cuma itu, selama 8 pertandingan terakhir, Saddil dan kawan-kawan juga menderita lima kekakalahn. Termasuk tiga kekalahan beruntun dari Johor Darul Ta’zim, Penang FC, dan UiTM. Selama 8 laga itu, mereka cuma bisa mencetak 3 gol dan kebobolan 14 gol!

Kekalahan 0-4 di kandang UiTM sekaligus menjadi yang paling telak diderita Sabah selama gelaran Liga Super Malaysia musim ini. Menariknya, hasl itu justru kebalikan dari pertemuan pertama di markas Sabah. Kala itu, satu gol Saddil turut membantu Sabah menang 4-0 atas UiTM.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani 2 - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Saddil Ramdani Gagal Hambat Aksi Balas Dendam UiTM

Sementara pada pertemuan kedua malam ini, Sabah harus rela menerima pembalasan setimpal dari UiTM. Tim tuan rumah menaklukkan Sabah dengan mencetak masing-masing dua gol pada setiap babak.

Gol pembuka UiTM dicetak oleh Kwon Yong-hyeon pada menit ke-15 melalui titik penalti. Lalu pada menit ke-17, Joel Vinicius menggandakan keunggulan UiTM menjadi 2-0. Pada paruh kedua, brace Sean Giannelli melengkapi pesta gol UiTM menjadi 4-0.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani 3 - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Akibat kekalahan tersebut, Sabah belum beranjak dari papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat ke-7 dengan 19 poin dari 20 laga. Sementara UiTM, meski menang telak, masih berkutat di dasar klasemen dengan 9 poin dari 19 laga.

Laga melawan UiTM sekaligus menjadi penampilan ke-17 secara beruntun bagi Saddil. Sejauh ini dia sudah mencetak 3 gol dan 3 assists untuk tim berjuluk Sang Badak tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dua Bulan Setelah Syahrian Abimanyu Balik, JDT Kunci Gelar Liga Super Malaysia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Indonesia, Syahrian Abimanyu, kembali ke Johor Darul Ta’zim (JDT) pada Juni lalu. Dua bulan setelah Abimanyu kembali dari Australia, JDT memastikan gelar juara Liga Super Malaysia.

Kepastian mengunci gelar juara musim ini diraih JDT melalui kemenangan 3-0 atas Sri Pahang di Stadion Sultan Ibrahim, Jumat (27/8). Ketiga gol diborong oleh penyerang asal Brasil, Bergson da Silva, pada babak pertama, masing-masing menit ke-8, ke-41, dan ke-45.

Johor Darul Ta'zim Syahrian Abimanyu Liga Malaysia 1 - Facebook Johor Southern Tigers
Facebook Johor Southern Tigers

Berkat kemenangan tersebut, JDT tak lagi terkejar oleh pesaing terdekatnya, Terengganu FC, di klasemen. JDT kini mengumpulkan 51 poin dari 20 pertandingan, terpaut 14 angka dari Terengganu yang menempati peringkat kedua dengan 37 poin dari 19 laga.

Gelar musim ini bermakna spesial karena artinya klub yang dimiliki oleh putra mahkota kerajaan Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, ini sukses merengkuh titel dalam delapan musim beruntun. Dominasi juara AFC Cup 2015 itu dicatat sejak berjaya pada 2014 dan tak terbendung sampai saat ini.

Syahrian Abimanyu Sudah Tampil Dua Kali Bersama JDT

Keberhasilan JDT sekaligus menjadi kebahagiaan untuk gelandang muda timnas Indonesia, Syahrian Abimanyu. Pasalnya, titel tersebut diraih sejak dua bulan dia kembali dari masa peminjaman di klub Australia, Newcastle Jets.

Syahrian Abimanyu x Safiq Rahim Johor Darul Ta'zim vs Sabah FC - facebook Johor Southern Tigers
Facebook Johor Southern Tigers

Sejak kembali ke JDT pada Juni lalu, Abimanyu memang baru menapat kesempatan debut pada 8 Agustus lalu menghadapi Sabah FC. Ketika itu, pemuda yang akrab disapa Abi itu masuk menggantikan Safiq Rahim dan bermain 13 menit pada babak kedua ketika timnya dalam posisi unggul 2-0.

Abimanyu lantas bermain untuk kali kedua ketika timnya bertandang ke markas Petaling Jaya City pada 21 Agustus. Dalam kesempatan tersebut, pelatih Benjamin Mora memasukkannya pada menit ke-69 menggantikan Afiq Fazail.

Syahrian Abimanyu Johor Darul Ta'zim vs Sabah FC 2 - facebook Johor Southern Tigers
facebook Johor Southern Tigers

Sayang, dalam laga yang menentukan gelar juara JDT, Abimanyu tak bermain. Dia bahkan tak ada di daftar susunan pemain yang dibawa Mora untuk laga kandang melawan Sri Pahang tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Hellas Verona vs Inter Milan: Joaquin Correa Luar Biasa!

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Joaquin Correa melakoni debut luar biasa dalam duel Hellas Verona vs Inter Milan. Bagamana tidak, penyerang asal Argetina itu langsung mencatat brace saat melakoni debut sebagai pemain pengganti dan membantu Inter menang 3-1 di Stadion Marc Antonio Bentegodi, Sabtu (28/8/2021) WIB.

Inter, meski menguasai permainan sejak awal laga, sejatinya sempat mendapat tekanan lebih dahulu. Tekanan itu datang akibat gol pembuka yang dicetak Verona melalui Ivan Ilic pada menit ke-15, memanfaatkan kesalahan kiper Samir Handanovic.

Nicolo Barella, Hellas Verona vs Inter Milan - Twitter @Inter_en
Twitter @Inter_en

Ketinggalan dalam tempo relatif singkat membuat Inter terbebani untuk bangkit. Segala upaya dilakukan demi membongkar pertahanan tuan rumah, tapi tak berhasil sampai wasit meniup peluit tanda babap pertama Hellas Verona vs Inter Milan berakhir.

Selepas jeda, permainan Inter mulai membaik. Hasilnya, babak kedua baru berjalan dua menit, gol penyeimbang bisa diciptakan anak asuh Simone Inzaghi melalui sundulan Lautaro Martinez.

Lautaro Martinez gol, Hellas Verona vs Inter Milan - Twitter @Inter_en
Twitter @Inter_en

Joaquin Correa Masuk, Cetak Dua Gol, Inter Menang

Kepercayaan diri Inter meninggi selepas gol balasan tersebut. Akan tetapi, pertahanan Verona mulai rapat dan sulit ditembus kembali. Pada akhirnya, Inzaghi mencoba mengubah taktik dengan menurunkan Correa menggantikan Lautaro pada menit ke-74.

Masuknya Correa dan beberapa pemain lain menambah variasi serangan tim tamu. Buah dari perubahan itu membawa Inter membalikkan kedudukan pada menit ke-83. Sembilan menit setelah masuk lapangan, Correa memaksimalkan umpan Mateo Darmian menjadi gol.

Lautaro Martinez, Hellas Verona vs Inter Milan - Twitter @Inter_en
Twitter @Inter_en

Bahkan, tuah Correa semakin terlihat setelah gol kedua bisa diciptakannya pada injury time babak kedua. Gol itu sekaligus menjadi penanda akhir laga Hellas Verona vs Inter Milan yang berkesudahan 1-3.

Bagi Correa, debutnya terasa luar biasa karena sepanjang sejarah baru ada satu pemain lain yang melakukan sepertinya. Sebelum Correa, pemain lain yang mencetak dua gol dalam debutnya bersama Inter di Serie A adalah Giampaolo Pazzini pada 2011.

Sementara itu, kemenangan ini membuat Inter kian kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia Serie A dengan koleksi 6 poin dari dua laga. Mereka unggul dua angka dari Udinese yang terpaut 2 poin di bawahnya.

Susunan Pemain Hellas Verona vs Inter Milan

Hellas Verona (3-4-2-1): 96-Lorenzo Montipo; 23-Giangiacomo Magnani (Pawel Dawidowicz 74), 21-Koray Guenter, 17-Federico Ceccherini (Nicolo Casale 53); 5-Marco Davide Faraoni (Bosko Sutalo 74), 78-Martin Hongla (Adrien Tameze 74), 14-Ivan Ilic, 8-Darko Lazovic; 18-Matteo Cancellieri (Kevin Lasagna 62), 10-Mattia Zaccagni; 7-Antonin Barak
Pelatih: Eusebio Di Francesco

Inter Milan (3-4-1-1): 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 36-Matteo Darmian, 20-Hakan Calhanoglu (Matias Vecino 87), 77-Marcelo Brozovic (Arturo Vidal 66), 23-Nicolo Barella, 14-van Perisic (Federico Dimarco 66); 10-Lautaro Martinez (Joaquin Correa 74); 9-Edin Dzeko (Stefano Sensi 87)
Pelatih: Simone Inzaghi

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Surat Perpisahan Cristiano Ronaldo untuk Juventus: Kalian Selamanya di Hatiku!

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pesepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah resmi kembali ke Manchester United. Tepat pada hari pengumuman kepindahannya, Ronaldo juga menulis surat perpisahan untuk para pendukung Juventus.

Ronaldo, yang bergabung dari Real Madrid ke Juventus pada Juli 2018, akan kembali ke klub yang membesarkannya namanya pada musim ini. Kabarnya, dia diboyong oleh Man United dengan harga 25 juta euro dan dikontrak hingga 2023.

Cristiano Ronaldo - Manchester United - Diario AS
Diario As

“Manchester United telah mencapai kesepakatan dengan Juventus terkait transfer Cristiano Ronaldo. Ia akan diresmikan setelah menjalani tes medis, mencapai kesepakatan pribadi dan mendapat visa,” bunyi pernyataan resmi yang dikutip Football5star dari laman Man United.

Man United merupakan klub keempat yang pernah dibela Ronaldo sepanjang kariernya. Dia datang pertama kali ke Old Trafford pada Agustus 2003 setelah menimba ilmu di Sporting CP.

Setelah kariernya menanjak bersama Red Devils, pemain bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu lantas pindah ke Real Madrid. Bersama Los Blancos, dia meraup sukses besar, termasuk dua gelar Liga Spanyol dan 4 trofi Liga Champions.

Setelah menahbiskan diri menjadi salah satu pemain terbesar dalam sejarah Real Madrid, Ronaldo memilih hijrah ke Italia. Dia bergabung ke Juventus dengan biaya transfer 117 juta Euro pada Juli 2018.

Solskjaer Ingatkan Cristiano Ronaldo Soal Loyalitas

Bersama I Bianconeri, pemain berusia 36 tahun itu mencatat 134 penampilan dan 101 gol di semua ajang. Total, 5 trofi sudah diraihnya selama 3 musim di Turin, masing-masing 2 gelar Serie A, 1 Coppa Italia, dan 2 Piala Super Italia.

Meski masa baktinya relatif singkat, Ronaldo tetap menganggap Juventus sebagai bagian terpenting dalam kariernya. Karenanya, setelah kepastian kembali ke Man United, Ronaldo langsung menulis surat perpisahan untuk para pendukung I Bianconeri.

Berikut isi surat perpisahan Cristiano Ronaldo:

“Hari ini aku pergi dari klub yang luar biasa, yang terbesar di Italia dan tentunya salah satu terbesar di seluruh Eropa. Aku memberikan hati dan jiwaku untuk Juventus dan aku akan selalu mencintai kota Turin sampai hari-hari terakhirku. “Tifosi Bianconeri” selalu menghormatiku dan aku mencoba berterima kasih atas rasa hormat itu dengan berjuang untuk mereka di setiap pertandingan, setiap musim, setiap kompetisi. Pada akhirnya, kita semua dapat melihat ke belakang dan menyadari bahwa kita telah mencapai hal-hal besar, tidak semua yang kita inginkan, tapi tetap saja, kita menulis cerita yang cukup indah bersama.

“Juve, storia di un grande amore
Bianco che abbraccia il nero
Coro che si alza davvero
Juve per semper sara…”

“Aku akan selalu menjadi salah satu dari kalian. Kalian sekarang adalah bagian dari sejarahku, karena aku merasa bahwa diriku adalah bagian dari sejarah kalian. Italia, Juve, Turin, tifosi bianconeri, kalian akan selamanya ada di hatiku.

🙏🏻❤️🇮🇹🦓⚽️”.