Bayern Munich Dapat Kode dari Winger Gladbach

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Winger Gladbach, Jonas Hofmann, enggan menutup peluang bergabung ke Bayern Munich dalam waktu dekat. Hofmann merasa sudah waktunya meninggalkan Borussia-Park dan bergabung ke tim besar.

Hofmann sempat dirumorkan masuk radar Bayern pada bursa transfer musim panas 2021. Manajemen Bayern menilai Hofmann sebagai sosok sempurna untuk menjadi pelapis Leroy Sane yang masih kesulitan tampil konsisten. Akan tetapi, kondisi keuangan Die Roten yang masih belum stabil membuat Hofmann urung merapat ke Allianz Arena.

Jonas Hofmann - Bayern Munich - Eurosport
Eurosport

“Wajar jika saya mulai memikirkan potensi pindah ke klub lain untuk meningkatkan karier saya,” ungkap Jonas Hofmann kepada Sport1.

“Itu merupakan salah satu hal yang ada di pikiran saya ketika mengetahui ketertarikan Bayern. Tapi, pikiran tersebut sama sekali tak mempengaruhi performa saya di atas lapangan,” imbuh pemain 29 tahun itu.

KETERTARIKAN BAYERN MUNICH BIKIN HOFMANN BERBUNGA-BUNGA

Lebih lanjut, Hofmann merasa sangat bangga karena ia menjadi salah satu pemain yang masuk daftar belanja Bayern. Menurut Hofmann, ketertarikan Die Roten merupakan buah kerja kerasnya selama lima tahun membela panji Gladbach.

“Ketertarikan klub besar seperti Bayern merupakan buah kerja keras saya selama beberapa tahun terakhir. Hal itu merupakan sebuah kehormatan dan membuat saya sangat bangga.”

Jonas Hofmann - Bayern Munich - @jonasho23 2
instagram.com/jonasho23

“Tentu saja saya selalu mendengar berbagai ketertarikan tim-tim besar. Tapi, saya akan selalu menimbang-nimbang setiap keputusan dan kemudian baru mengambil sikap akan pindah atau tetap bertahan di Gladbach,” tuntas Hofmann.

Hofmann merupakan salah satu winger terbaik di Liga Jerman pada musim 2020-21 lalu. Total, ia berhasil menyumbang delapan gol dan 13 assist dari 33 penampilan di semua kompetisi.

Pemainnya Diincar Bayern Munich, Begini Reaksi Direktur Gladbach

Football5star.com, Indonesia – Direktur Gladbach, Max Eberl, akhirnya buka suara mengenai rumor kepindahan Jonas Hofmann ke Bayern Munich. Eberl memastikan Hoffmann akan tetap membela panji Die Fohlen setidaknya hingga akhir musim 2021-22.

Eberl memastikan ketertarikan Bayern terhadap Hofmann hanyalah rumor belaka. Pria berumur 47 tahun itu mengatakan bahwa Die Roten belum melempat penawaran resmi untuk mendaratkan Hofmann.

Jonas Hofmann - Gladbach - sport. de
sport.de

“Saya bisa berasumsi Hofmann akan tetap bermain untuk Gladbach musim ini. Setidaknya, Hofmann akan bertahan bersama kami hingga musim panas 2022,” ujar Eberl kepada SportBild.

“Kami tak pernah mendapatkan tawaran resmi dari Bayern untuk Hofmann. Selain itu, kami juga tak pernah melakukan negosiasi konkret dengan Bayern,” kata Eberl menambahkan.

GLADBACH AKAN TETAP PERTAHANKAN MATTHIAS GINTER

Hofmann bukanlah satu-satunya bintang Gladbach yang diberitakan bakal hengkang tahun ini. Beberapa media Jerman juga mengatakan bahwa Matthias Ginter sudah siap angkat koper dari Borussia-Park.

Kontrak Ginter bersama Die Fohlen akan habis pada musim panas 2022 mendatang. Hingga saat ini, Ginter masih enggan memperpanjang masa baktinya.

Jonas Hofmann - Gladbach - WAZ
WAZ

Eberl sendiri tak merasa khawatir dengan situasi kontrak Ginter. Ia memastikan Ginter akan tetap membela panji Die Fohlen musim ini.

“Hingga hari ini, kami belum memulai pembicaraan serius dengan klub manapun yang tertarik mendatangkan Ginter. Saya yakin tak ada lagi pemain yang akan hengkang di jendela transfer musim panas,” tuntas Eberl.

[KOLOM] Jersi Tanpa Logo Klub adalah Nostalgia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Muhammed Gumuskaya. Pemain muda Fenerbahce itu tiba-tiba saja mengemuka karena videonya viral di media sosial. Setelah menjebol gawang HJK Helsinki, dia melakukan selebrasi dengan coba mencium logo klubnya. Tak sadar mengenakan jersi tanpa logo klub, jadilah dia kebingungan dan mengundang tawa.

Gumuskaya kian meramaikan diskusi polemik jersi tanpa logo klub yang dibuat pabrikan apparel asal Jerman, Puma. Musim ini, semua klub yang disuplai Puma akan mengenakan jersi ketiga dengan desain tanpa logo. Sebagai gantinya, pada bagian dada tertulis nama klub dalam ukuran besar.

Sejak bocoran desain jersi itu muncul, resistensi langsung menyeruak. Para fan dari klub-klub yang disponsori Puma mencak-mencak. Maklum saja, bagi mereka, logo klub adalah sesuatu yang sakral. Ultras Borussia Dortmund, Desperados, bahkan menilai penghilangan logo dari jersi tak ubahnya pengkhianatan.

Muhammed Gumuskaya kelimpungan mencari logo klub saat merayakan gol Fenerbahce lawan HJK Helsinki.
ntvspor.net

Dalam konteks protes, tentu akan menarik bila Gumuskaya sebetulnya sengaja terlihat kebingungan saat selebrasi karena ingin mengingatkan bahwa ada ritual di antara para pemain untuk mencium atau menepuk logo klub setelah mencetak gol. Ketika logo klub tak lagi ada pada tempatnya, ritual itu pun tak bisa dilakukan.

Sangat beralasan untuk membayangkan hal itu. Pasalnya, sungguh aneh bila Gumuskaya baru tahu jersi yang dikenakannya tanpa logo klub. Loginya, dia sudah mengetahui hal itu sebelum pertandingan atau malah saat kali pertama dirilis oleh Fenerbahce. Sayangnya, tak ada keterangan yang mendukung hal tersebut.

Jersi Tanpa Logo Klub Bukan Hal Aneh

Di kalangan pemain dan klub, resistensi terhadap desain jersi ketiga dari Puma memang tak terdengar. Fernandinho, kapten Manchester City bahkan berkata, “Akun ingin sesuatu yang beda dan kami benar-benar mendapatkannya. Aku menyukai desainnya karena logo mungkin berubah dari waktu ke waktu, tapi nama klub selamanya akan tetap.”

Seperti dikatakan Fernandinho, alasan Puma membuat desain ini memang agar berbeda, tak biasa, bahkan revolusioner. Padahal, jersi tanpa logo klub bukanlah fenomena baru atau aneh. Paling musdah, tengok saja pentas Liga Jerman dekade 1970-an hingga 1980-an. Ada cukup banyak klub yang memakai jersi seperti itu.

Borussia Dortmund dengan jersi tanpa logo klub pada 1978-79.
Getty Images

Ada cukup banyak klub yang memakai jersi seperti itu, baik itu jersi kandang maupun tandang. Khusus untuk para fan Borussia Dortmund, kemunculan jersi tanpa logo klub itu bisa dibilang nostalgia ke masa lampau. Pada 1978 hingga 1982, logo BVB memang tak terpampang di jersi. Jadi, agak berlebihan bila fan Dortmund begitu antipati.

Beda halnya dengan para fan Borussia Moenchengladbach. Mereka lebih pantas melakukan protes besar-besaran. Pasalnya, peniadaan logo klub dari jersi adalah pengkhianatan terhadap tradisi. Sebelum ini, logo “berlian” selalu menghiasi jersi Die Fohlen dari masa ke masa. Hanya jersi kiper yang pernah tanpa logo klub.

Hal berbeda pada logo Gladbach di jersi adalah penempatannya. Ia tak selalu berada di dada sebelah kiri. pernah di tengah, pernah pula di dada sebelah kanan. Lalu, dari 1976 hingga 1992, logo klub berada di ujung kiri bawah sponsor utama. Ketika itu, sponsor Die Fohlen adalah Erdgas, Datsun, dan Tuborg.

Puma Tak Hilangkah Logo Klub

Kembali pada polemik yang terjadi saat ini, Puma sebetulnya tidak menghilangkan logo klub dari jersi klub-klub yang disuplainya. Pada jersi yang diprotes banyak fan, logo dialihkan ke bagian belakang. Tepatnya di bawah kerah. Tentu saja ukurannya kecil, tak sebesar logo klub yang biasa terpampang pada bagian dada.

Logo klub juga sebetulnya terpampang pada bagian depan jersi. Jumlahnya bahkan lebih banyak, tak cuma satu. Namun, keberadaanya agak samar karena hanya jadi semacam motif khusus untuk kain jersi bagian depan. Untuk jersi dengan warna hitam pekat seperti Gladbach, lumayan sulit juga mengidentifikasinya.

Logo Borussia Moenchengladbach masih ada di jersi ketiga musim 2021-22.
borussia.de

Terlepas dari hal itu, suara-suara miring dari fan mengenai jersi tanpa logo klub tetap harus didengar. Bagaimanapun, itu adalah bentuk kegelisahan mereka soal identitas klub yang makin terkoyak, dikorbankan demi cuan. Padahal, identitas itulah yang jadi sumber kebanggaan.

Di sebuah klub, ada tiga hal yang jadi identitas utama, yaitu warna kostum, logo klub, dan pemain loyal. Belakangan ini, identitas ketiga mulai sulit ditemukan. Sosok-sosok seperti Francesco Totti dan Paolo Maldini kian sukar didapati. Nah, ketika Puma memunculkan jersi tanpa logo klub, ada kekhawatiran identitas klub kian tergerus.

Ujung-ujungnya, bila ditarik ke titik ekstrem, mungkin ada kekhawatiran lain yang lebih besar. Bila logo saja sudah berani dihilangkan, jangan-jangan ke depannya perusahaan apparel akan coba-coba memakai warna rival pada salah satu varian jersi yang mereka buat. Bisa saja nanti kostum ketiga Dortmund berwarna biru yang identik dengan FC Schalke 04.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gladbach Berat Lepas Marcus Thuram ke Inter Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nama Marcus Thuram muncul sebagai incaran Inter Milan. Tapi pihak Borussia Moenchengladbach memastikan belum ada tawaran yang masuk untuk pemainnya.

Inter Milan memang membutuhkan striker baru. Incaran sebelumnya, Duvan Zapata, sulit didapat karena Atalanta mematok harga yang cukup tinggi.

max eberl-gladbach-inter milan

Kini mereka dikabarkan tengah menawar Marcus Thuram senilai 30 juta euro. Tapi kabar tersebut dibantah petinggi Gladbach, Max Eberl.

“Saya tidak bisa mengecualikan apa pun sampai jendela transfer ditutup. Sejauh ini kami belum menerima apa pun dan semua masih spekulasi. Faktanya adalah kami sangat tidak mau kehilangan Marcus, jadi kami akan melakukannya dengan berat hati,” kata Max Ebel seperti dilansir Sky Sport Italia, Jumat (20/8/2021).

marcus thuram-inter milan-bundesliga
bundesliga.com

“Dia punya potensi, kekuatan, dan dinamisme yang luar biasa sehingga bisa melakukan lebih banyak hal. Melakukannya di Gladbach merupakan langkah bagus untuknya,” ia menambahkan.

Inter Milan Masih Butuh Striker Ganas

Inter sejatinya sudah memiliki striker baru untuk menggantikan Romelu Lukaku. Dia adalah Edin Dzeko yang didapat dari AS Roma.

Akan tetapi Simone Inzaghi belum puas dengan kedatangan Dzeko. Ia masih butuh satu striker lagi untuk opsi tambahan di depan.

Duvan Zapata - Inter Milan - Atalanta - @atalantabc 2
@atalantabc

Apalagi mereka akan menghadapi banyak kompetisi. Seperti Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

Nama Duvan Zapata dan Joaquin Correa sempat dikaitkan. Tapi Atalanta membanderol Zapata dengan harga 40 juta euro. Sedangkan Lazio tidak ingin melego Correa ke sesama tim Serie A.

Maka dari itu Marcus Thuram jadi sasaran berikutnya. Lagi pula anak Lilian Thuram jauh lebih muda dibanding bomber Atalanta dan Lazio tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach vs Bayern Munich: Rekor Lewandowksi di Pekan Pertama Bundesliga

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gladbach vs Bayern Munich jadi pembuka kompetisi Bundesliga 2021-22. Laga yang berlangsung di Borussia-Park, Sabtu (14/8/2021) berakhir dengan skor 1-1. Robert Lewandowksi cetak rekor tersendiri lewat golnya di menit ke-42.

Pada babak pertama, Bayern Munich tertinggal terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh striker Prancis, Alassane Plea. Ini menjadi gol pertama Bundesliga musim 2021-22. Gol Plea tercipta di menit ke-10, sepakan Plea yang sudut tak mampu diantisipasi oleh Manuel Neuer.

Gladbach vs Bayern Munich
Twitter.com/borussia

Tertinggal satu gol, Bayern Munich berupaya untuk bangkit. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan namun ketangguhan kiper Gladbach, Yann Sommer membuat Munich kesulitan menciptakan gol.

Pada menit ke-26, kiper asal Swiss itu menggagalkan peluang emas yang didapat oleh Robert Lewandowski. Tak berselang lama, Lewandowski mendapat peluang dari hasil umpan Alphonso Davies, tapi lagi-lagi Sommer bisa menggagalkannya.

Gladbach vs Bayern Munich

Bayern akhirnya mampu mencetak gol di menit akhir babak pertama. Berawal dari sepak pojok, Joshua Kimmich, Robert Lewandowski mengkonversinya menjadi gol lewat sepakan voli. Laga Gladbach vs Bayern Munich di babak pertama pun berakhir 1-1.

Gol ini menjadikan Robert Lewandowksi menjadi satu-satunya pemain di Bundesliga yang selalu mencetak gol di matchday pertama dalam tujuh musim beruntun.

Pada babak kedua, Gladbach yang menginginkan kemenangan di markas sendiri berupaya menekan sejak kick off dibunyikan wasit. Pada menit ke-54, peluang didapatkan Gladbach untuk kembali memimpin.

Gladbach vs Bayern Munich

Tendangan bebas Patrick Herrman berhasil disundul oleh Stefan Lainer. Sayang sundulan pemain Austria itu masih melebas. Semenit kemudian, Florian Neuhaus mendapatkan peluang emas untuk Gladbach. Namun sepakan voli Neuhaus masih bisa digagalkan oleh Manuel Neuer.

Menit ke-78, Gladbach hampir mendapat peluang mencetak gol dari penalti setelah Marcus Thuram dilanggar oleh Dayot Upamecano namun VAR dan wasit Marco Fritz tak menganggap itu sebagi pelanggaran.

Hingga akhir babak kedua, kedua tim tak mampu mencetak gol. Skor imbang 1-1 pun jadi hasil akhir laga Gladbach vs Bayern Munich di pekan pertama Bundesliga 2021-22.

Gladbach vs Bayern Munich Susunan Pemain:

Gladbach: Yann Sommer, Stefan Lainer, Matthias Ginter, Nico Elvedi, Joe Scally, Christoph Kramer, Florian Neuhaus, Patrick Herrmann (Jonas Hofmann 64′), Lars Stindl, Hannes Wolf, Alassane Pléa

Kartu kuning: Lars Stindl, Florian Neuhaus

Pelatih: Adi Hütter

Bayern Munich: Manuel Neuer, Niklas Süle, Dayot Upamecano, Josip Stanišić, Alphonso Davies, Leon Goretzka, Joshua Kimmich, Serge Gnabry, Thomas Müller, Leroy Sané, Robert Lewandowski

Pelatih: Julian Nagelsmann

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Adi Huetter Sorot Rekor Bayern Munich di Markas Gladbach

gamespool
Adi Huetter Sorot Rekor Bayern Munich di Markas Gladbach 27

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Gladbach, Adi Huetter, memastikan timnya sudah siap menghadapi Bayern Munich di partai pembuka Liga Jerman dinihari nanti. Huetter merasa cukup optimistis karena Die Roten memiliki rekor yang kurang baik ketika bertandang ke Borussia-Park.

Ya, Bayern memang kerap kesulitan memetik kemenangan ketika menyambangi markas Gladbach. Bahkan, Die Roten harus pulang dengan tangan hampa dalam dua lawan terakhirnya ke Borussia-Park.

Adi Huetter - Bayern Munich - Gladbach - BayernStrikes
BayernStrikes

“Bayern biasanya bisa memetik kemenangan dengan mudah di pekan pertama Liga Jerman. Tapi, mereka juga biasanya kesulitan ketika bertanding di Borussia-Park,” ujar Adi Huetter dalam sesi jumpa pers, Kamis (12/8) malam WIB.

“Tak cuma itu, mereka saat ini juga masih mencari formula terbaik. Saya yakin kami dan Bayern tak akan bisa langsung tancap gas di laga nanti. Tapi, saya yakin laga nanti akan berjalan dengan sengit dan kompetitif.”

“Kami harus bisa mencari keseimbangan antara menyerang dan bertahan di laga nanti. Kami tidak akan duduk diam sembari bertahan karena Bayern pasti akan bisa mencari celah. Kami tak bisa membiarkan mereka nyaman mengontrol tempo pertandingan dan harus selalu berusaha merebut bola,” imbuh pelatih berumur 51 tahun itu.

ADI HUETTER KAGUMI KUALITAS JULIAN NAGELSMANN

Lebih lanjut, Huetter tak malu-malu mengakui kualitas milik Julian Nagelsmann. Di mata Huetter, Nagelsmann merupakan salah satu pelatih muda terhebat di Eropa.

Adi Huetter - Bayern Munich - Gladbach - Fussball News
Fussball News

“Menjadi pelatih kelas dunia di usia muda tak hanya menunjukkan seberapa besarnya bakat milik Nagelsmann. Tapi, dia juga tak segan-segan bekerja keras dan kini sudah memiliki sangat banyak pengalaman.”

“Saya dan Nagelsmann memiliki hubungan yang sangat baik. Menurut saya, dia adalah salah satu pelatih terhebat di Eropa,” tuntas Huetter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Situasi Matthias Ginter Bikin Gladbach Harap-harap Cemas

gamespool
Situasi Matthias Ginter Bikin Gladbach Harap-harap Cemas 31

Football5star.com, Indonesia – Direktur olah raga Gladbach, Max Eberl, mengaku cukup khawatir dengan situasi kontrak Matthias Ginter. Ia berharap Ginter bakal menandatangani kontrak anyar dalam beberapa pekan ke depan.

Kontrak Ginter bersama Die Fohlen akan usai pada Juni 2022 mendatang. Hal tersebut membuat Ginter disebut sudah masuk radar sejumlah klub raksasa Eropa tahun ini.

“Tentu saja kami terus berkomunikasi dengan agen yang mewakili Ginter. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan tidak punya masalah apa pun dengan Ginter,” ungkap Max Eberl dikutip Football5star dari laman Bulinews.

Matthias Ginter - Gladbach - Sports Illustrated
Sports Illustrated

“Kami tentu berharap Ginter akan menandatangani kontrak baru secepat mungkin. Tapi, mungkin kami tidak memiliki kemampuan finansial untuk memberi gaji yang sesuai untuknya,” kata Eberl menambahkan.

Ginter bukanlah satu-satunya pemain kunci yang masa depannya di Borussia Park belum jelas. Gelandang petarung asal Swiss, Denis Zakaria, juga dilaporkan masuk radar klub-klub besar Eropa.

Eberl mengatakan bahwa Zakaria kemungkinan besar akan dilego tahun ini. Akan tetapi, ia juga tak menutup peluang untuk mempertahankan sang pemain jika tak ada klub yang memberikan penawaran.

“Kami sebenarnya sudah berusaha memperpanjang kontrak Denis Zakaria semenjak Oktober tahun lalu. Tapi, Zakaria sudah mengutarakan keinginannya untuk hengkang tahun ini ketimbang memperpanjang kontrak. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” tuntas Eberl.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Max Eberl Akui Gelandang Andalan Gladbach Ingin Hengkang

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jelang musim 2021-22, kekuatan Borussia Moenchengladbach terancam berkurang. Gelandang jangkar andalan, Denis Zakaria, sudah menyatakan keinginan hengkang pada musim panas ini. Hal itu dikonfirmasi Direktur Olahraga Max Eberl.

Bergabung sejak 2017-18, Zakaria memasuki musim terakhir dalam kontraknya dengan Gladbach. Pemain asal Swiss itu sudah mengindikasikan tak mau memperpanjang kontrak. Artinya, bila ingin mendapatkan uang transfer, Die Fohlen harus melepas sang pemain pada musim panas ini.

Max Eberl mengaku tak dapat lagi membujuk Denis Zakaria bertahan di Borussia Moenchengladbach.
fohlen-hautnah.de

“Denis sudah sangat jelas mengatakan kepada kami soal keinginannya untuk pindah klub pada musim panas ini,” ujar Max Eberl pada pemusatan latihan Borussia Moenchengladbach jelang Bundesliga 2021-22 di Marienfeld seperti dikutip Football5Star.com dari Kicker.

Eberl menegaskan, Gladbach sesungguhnya tak mau kehilangan gelandang asal Swiss tersebut. Menurut dia, tawaran kontrak baru sudah disodorkan kepada sang pemain dan agennya sejak Oktober tahun lalu. Namun, mereka sudah bulat meninggalkan Die Fohlen.

Masa Depan Denis Zakaria Belum Jelas

Sejak awal, manajemen Gladbach memang sangat menghargai Denis Zakaria. Buktinya, mereka mau menyerahkan uang 12 juta euro kepada FC Young Boys pada 2017 padahal nilai pasar sang gelandang saat itu berkisar pada angka 4 juta euro.

Selama empat musim memperkuat Gladbach, Zakaria telah tampil dalam 128 pertandingan di semua ajang. Sepanjang 4 musim ini, dia mampu menorehkan 9 gol dan 8 assist. Maklum saja, dia lebih sering bermain sebagai pematah serangan lawan. Dia tercatat 83 kali tampil sebagai gelandang bertahan.

Denis Zakaria jadi andalan Borussia Moenchengladbach dalam beberapa musim terakhir.
madaboutepl.net

Hingga saat ini, Zakaria dan agennya masih menanti tawaran dari klub-klub lain. Kabar yang beredar menyatakan, dia jadi target transfer dua klub teras Premier League, Manchester City dan Arsenal. Dari dua klub itu, The Gunners dirumorkan paling meminati pemain berumur 24 tahun tersebut.

Ketertarikan Arsenal terhadap Zakaria bukan tanpa sebab. Tim asuhan Mikel Arteta kemungkinan besar kehilangan gelandang Granit Xhaka. Rekan Zakaria di timnas Swiss itu tengah santer dikabarkan akan merapat ke AS Roma yang kini ditangani Jose Mourinho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Telan Kerugian Besar, Gladbach Terpaksa Lepas Marcus Thuram

gamespool
Telan Kerugian Besar, Gladbach Terpaksa Lepas Marcus Thuram 39

Football5star.com, Indonesia – Gladbach hampir dipastikan harus melepas Marcus Thuram dalam waktu dekat karena sedang terlilit permasalahan finansial. Menurut laporan L’Equipe, Gladbach baru saja menelan kerugian sebesar 40 juta Euro.

Tingginya angka tersebut membuat Die Fohlen terpaksa melepas beberapa pemain bintangnya. Selain Thuram, Die Fohlen juga disebut tak akan keberatan melego Breel Embolo dan Jonas Hofmann.

Menurut L’Equipe, Gladbach tidak memasang harga yang terlalu tinggi untuk klub-klub peminat jasa Thuram. Pemain berusia 23 tahun itu akan dilepas Die Fohlen dengan banderol 25 juta Euro.

Marcus Thuram - Gladbach - NewsBeezer
NewsBeezer

Beberapa pekan lalu, Thuram sempat dilaporkan bakal merapat ke Tottenham Hotspur. Bahkan, beberapa media Inggris melaporkan perwakilan Thuram sudah sempat bernegosiasi dengan para petinggi The Lilywhites.

Akan tetapi, pembicaraan antara manajemen Tottenham dan Thuram gagal menemui titik terang. Kini, Thuram disebut masuk radar dua raksasa Italia, AS Roma dan Napoli.

Akan tetapi, kedua klub tersebut dilaporkan keberatan dengan harga 25 juta Euro yang dipatok Gladbach. Keduanya bakal terus membujuk Die Fohlen agar menurunkan harga Thuram.

Selain AS Roma dan Napoli, Thuram juga sempat disebut akan mengikuti langkah Marco Rose ke Borussia Dortmund. Der BVB dilaporkan menjadikan Thuram sebagai pilihan alternatif jika gagal mendatangkan Donyell Malen dari PSV Eindhoven.

Akan tetapi, L’Equipe menyebut Die Fohlen tak bersedia melepas Thuram ke Dortmund. Manajemen Die Fohlen masih sakit hati dengan ulah Dortmund yang membajak Rose sebelum musim 2020-21 berakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach vs Bayern Jadi Laga Pembuka Liga Jerman 2021-22

gamespool
Gladbach vs Bayern Jadi Laga Pembuka Liga Jerman 2021-22 42

Football5star.com, Indonesia – Operator Liga Jerman sudah merilis jadwal lengkap pertandingan musim 2020-21. Pertandingan antara Gladbach vs Bayern Munich dinobatkan sebagai laga pembuka Bundesliga 2020-21.

Laga tersebut bakal digelar di Borussia Park pada Jumat (13/8) petang waktu setempat. Gladbach vs Bayern merupakan satu-satunya pertandingan yang sudah memiliki jadwal pasti.

Operator Liga Jerman belum memberikan jadwal pasti untuk delapan partai tersisa. Rencananya, delapan laga tersebut bakal digelar pada Sabtu (14/8) dan Minggu (15/8).

Selain Gladbach vs Bayern, ada juga beberapa laga lain yang menjadi sorotan di pekan pertama. Dua di antaranya adalah Union Berlin vs Bayer Leverkusen dan Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt.

Liga Jerman 2021-22 akan digelar pada 13 Agustus 2021 hingga 14 Mei 2022. Seluruh pertandingan pekan penutup bakal digelar bersamaan pada 14 Mei pada pukul 20.30 WIB.

BERIKUT JADWAL PEKAN PEMBUKA LIGA JERMAN 2021-22:

Jumat (13/8):

  • Gladbach vs Bayern

Sabtu (14/8) dan Minggu (15/8):

  • Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt
  • Wolfsburg vs Bochum
  • Union Berlin vs Bayer Leverkusen
  • Stuttgart vs Greuter Fuerth
  • Mainz vs RB Leipzig
  • Augsburg vs Hoffenheim
  • Arminia Bielefeld vs Freiburg
  • FC Koeln vs Hertha Berlin

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Bintang Gladbach Merasa Terhormat Diminati Chelsea

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chelsea dikabarkan tertarik menggaet bintang Borussia Moenchengladbach, Jonas Hofmann. Berita ini pun membuat sang pemain merasa bangga.

Dalam dua musim terakhir performa Jonas Hofmann jadi salah satu yang menonjol di Borussia Moenchengladbach. Ini pula yang membuat Chelsea kepincut padanya.

Hofmann tidak bisa menutupi rasa bahagia ketika dikaitkan dengan The Blues. Tapi dia tidak mau berbicara lebih lanjut soal masa depan.

jonas hofmann thomas tuchel metro
metro.co.uk

“Tanpa terdengar ingin sombong, itu membuat saya bangga ketika nama saya dikaitkan dengan klub top seperti mereka,” ujar pemain berusia 28 tahun kepada Sport1 seperti diktuip Football5star dari Tribal Football, Jumat (11/6/2021).

“Mengetahui mereka tertarik benar-benar memberi saya pengakuan yang luar biasa. Tapi sekarang saya tidak bisa berkata apa-apa,” sambung mantan pemain Borussia Dortmund.

Musim 2020-2021, Hofmann tampil 33 kali di semua ajang. Dia turut mencetak delapan gol dan 13 assist.

Peluangnya untuk pindah ke Chelsea cukup terbuka. Kendati masih terikat kontrak hingga 2023, dia bisa pergi musim panas nanti andai ada klub yang bersedia mengeluarkan dana tak kurang dari 25 juta euro.

Angka tersebut tentu bukan masalah besar bagi The Blues. Lagi pula di sana ada Thomas Tuchel sebagai nakhodanya.

Untuk diketahui, Tuchel adalah pelatih yang membawa Jonas Hofmann ke Mainz 05 2014 lalu. Kerja sama keduanya juga berlanjut ke Borussia Dortmund semusim kemudian.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Juan Arango: Guru Marco Reus, Legenda Luar Biasa dari Negara Biasa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dia lahir dan besar di Venezuela. Lalu pergi ke Meksiko untuk mengejar karier yang lebih menjanjikan. Dari sana dia berangkat ke Eropa untuk berkibar sendirian sebagai orang Venezuela.

Venezuela bukan negara sepak bola. Dan mungkin tidak ada olahraga yang benar-benar mereka kuasai.

Kita hampir tidak pernah mendengar olahragawan terkenal dari negara Amerika Latin itu. Nasib mereka hampir serupa dengan Bolivia, yang sama-sama berstatus sebagai negara terlemah di bidang sepak bola Amerika Latin.

Di balik fakta di atas, ditambah segala keterbatasan, baik itu fasilitas dan bakat alam yang dimiliki orang-orang Venezuela, terselip satu nama yang tak boleh dilupakan.

Satu nama yang membuat kita akan selalu ingat jika Venezuela pernah melahirkan legenda besar. Pemain luar biasa dari negara yang biasa-biasa saja. Dia adalah Juan Arango.

juan arango fifa
fifa.com

Juan Arango jelas bukan pemain Venezuela pertama yang berkarier di Eropa. Dia juga tidak pernah angkat trofi di benua biru. Dengan segala kehebatannya dia juga tidak mampu membawa negaranya ke Piala Dunia.

 Namun, dia telah melampaui batas orang-orang di negaranya. Seperti yang disebut di atas, dia berkibar sendirian.

Arango merupakan gelandang serba bisa. Ada kalanya dia ditempatkan di sisi kiri permainan. Tapi tak jarang namanya di percaya sebagai playmaker.

Selama bermain dia dikenal memiliki ketelitian tinggi. Akurasi tendangan yang tinggi dan presisi yang tepat dalam mengumpan maupun membobol jala lawan adalah kelebihan utamanya.

Kaki Arango juga lincah. Dia cepat dalam memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kiri. Melewati satu pemain hingga ke pemain lain.

Lahir dari orang tua Kolombia, Arango memulai karier sepak bola di Zulia, klub kampung halamannya di Venezuela. Setahun di sana, dia berhasil membuat klub besar negara itu, Caracas, merekrutnya.

Namanya mulai berkibar di seantero negeri. Tapi dia belum terbang juga ke Eropa. Pemain kelahiran 16 Mei butuh kompetisi yang lebih kompetitif sebelum membuktikan diri di panggung sebenarnya.

Selama empat tahun dia mengadu nasib di Liga Meksiko. Memperkuat tiga klub mapan seperti Monterrey, Pachuca, serta Puebla.

Performa si kaki kidal kian menjanjikan. Lebih dari 170 laga dia kumpulkan dalam kurun 2000 sampai 2004. Torehan 42 gol dan trofi Piala CONCACAF jadi bukti sahih bahwa Meksiko berhasil ditaklukkan.

Ketika mentalnya sudah siap, semesta pun mendukung petualangannya ke Eropa. Sebagaimana pemain Amerika Latin lainnya, Spanyol jadi persinggahan pertama sang gelandang.

Nyaris Kehilangan Nyawa Sebelum Jadi yang Terbaik

Real Mallorca yang 2004 silam jadi kuda hitam di LaLiga mendaratkan Juan Aranggo. Dia naik level, baik secara permainan maupun pemahaman soal taktik di lapangan.

Sayang, enam bulan berlalu, dia dihadapkan mimpi buruk. Arango pingsan kala menghadap Sevilla. Dia terjatuh usai berduel dengan pemain lawan hingga tak sadarkan diri selama beberapa menit.

Terlihat pula luka di tulang pipinya. Kondisinya sangat mengkhawatikan karena lidahnya tergigit selama tak sadarkan diri. Pemandangan ini memunculkan banyak prasangka. Yang paling banyak tentu saja masa depan panjang yang terancam.

juan arango prefutbol
prefutbol

Pemilik 132 caps bersama timnas pun istirahat total di sisa musim. Tapi memasuki musim berikutnya dia membuktikan kekuatannya.

Apa yang dia lakukan sukar dipercaya. Arango bermain luar biasa. Tidak terlihat jika dirinya baru pernah nyaris kehilangan nyawa dan menepi hingga enam bulan lamanya.

Terbukti pada musim kedua dia terpilih sebagai pemain terbaik Real Mallorca. Status ini didapat setelah mencetak 11 gol di LaLiga. Torehan yang impresif untuk seorang gelandang.

Kendati begitu, musim terbaiknya di Mallorca dibuat pada 2007-2008. Kala itu dia sukses memboyong 15 gol dan membawa klub kokoh di posisi ketujuh LaLiga.

Sukses di Spanyol rupanya belum membuat Juan Arango puas. Dia mengincar kesuksesan lain, dan tentu saja di kompetisi berbeda.

Juli 2009 dia memutuskan hijrah ke Bundesliga Jerman. Ada Borussia Moenchengladbach yang siap memberikan kebahagiaan.

Untuk diketahui, sepanjang kariernya, hanya Gladbach yang mengeluarkan uang untuk memboyong sang pemain. Selebihnya dia selalu pindah klub dengan status bebas transfer.

Gladbach mengeluarkan dana tak kurang dari 4 juta euro. Di Bundesliga, kaki kiri Arango yang mematikan benar-benar menemukan atmosfer yang pas.

juan arango zdge
zedge

Lima tahun Bundesliga dia menjadi salah satu pemain Amerika Latin tersukses. Kemampuan menggiring bolanya jadi salah satu yang terbaik. Akurasi tendangan jarak jauhnya juga kerap jadi pembeda.

Kehebatan top skorer sepanjang masa timnas Venezuela di Bundesliga kian menjadi-jadi saat Borussia Moenchengladbach ditukangi Lucien Favre. Karakter permainan Favre benar-benar mengakomodasi keinginan Arango yang ingin lebih bebas.

Favre memberinya kebebasan untuk berkreasi. Dia juga tidak keberatan sang gelandang bermain begitu dalam atau bahkan maju ke depan. Alhasil, 31 gol dan 57 assist dia buat dalam 175 penampilan untuk Die Fohlen.

Guru dan Idola Marco Reus

Kentalnya pengaruh Juan Arango di Gladbach juga merasuki seorang Marco Reus. Semua orang tahu kehebatan Reus saat ini. Dia kapten Borussia Dortmund dan anak kesayangan Joachim Loew di timnas Jerman.

Soal kepemimpinan, tidak ada yang meragukan Marco Reus. Dalam hal mengolah si kulit bundar apalagi. Aksi menawannya kerap menghipnotis penonton di lapangan.

Reus datang ke Borussia Park pada 2009 silam. Di usia yang baru 20 tahun dia diajarkan banyak oleh Juan Arango yang kala itu sudah menyentuh kepala tiga.

Baru ditunjuk sebagai kapten Borussia Moenchengladbach, Juan Arango jadi sosok pemimpin yang dicintai. Terutama oleh Marco Reus.

Arango lah yang mengajarkan banyak hal tentang sepak bola kepada Reus. Berkat jasanya ini penggawa timnas Jerman tidak hanya memandang seniornya itu sebagai idola. Tapi juga guru sepak bola.

juan arango invictos
invictos

“Juan Arango, bagi saya bukan hanya seorang idola, tapi juga seorang guru. Saya belajar banyak saat bermain bersamanya. Dia mengajarkan saya untuk mendendang bola dengan lebih baik lagi,” kata seperti dikutip Football5star dari La Pizarra.

Marco Reus benar-benar menaruh hormat tinggi pada pemain yang gantung sepatu 2017 lalu. Dia sempat berujar bahwa Piala Dunia tidak pernah sempurna tanpa sang guru.

“Dia selalu bermain dalam kondisi terbaik. Dan saya pikir dia harusnya bermain di Piala Dunia karena dia pantas mendapatkannya. Sangat sempurna melihat pemain seperti dia di Piala Dunia,” sambung kapten Dortmund.

Pada akhirnya, kebesaran Juan Arango tak mampu diikuti timnas Venezuela, yang memang negara biasa saja di sepak bola. Dan hanya pada era pemain kelahiran Maracay, Venezuela mampu menembus semifinal Copa America 2011 lalu, yang sampai saat ini jadi capaian terbaik mereka di ajang internasional.

Selama 20 tahun berkarier di lapangan hijau, Juan Arango memang mengumpulkan tiga gelar saja. Tapi bicara soal pemain bernama lengkap Juan Fernando Arango Saenz bukan perkara gelar.

Dia tidak melihat trofi juara sebagai segalanya. Lebih dari itu, dia mengajarkan kita bahwa dirinya sanggup mengubah ketidakmungkinan menjadi mungkin. Lalu menyulap khayalan menjadi kenyataan.

Bayern Munich vs Gladbach: Lewandowski Hat-trick, Die Roten Pesta 6 Gol!

gamespool
Bayern Munich vs Gladbach: Lewandowski Hat-trick, Die Roten Pesta 6 Gol! 54

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-32 Bundesliga yang mempertemukan sang juara Bayern Munich vs Gladbach. Laga berakhir dengan skor 6-0. Robert Lewandowski berhasil mencetak hat-trick dan hanya berjarak satu gol saja dari rekor 40 gol Gerd Mueller.

Hanya butuh dua menit untuk Bayern Munich mencetak gol. Siapa lagi kalau bukan Robert Lewandowski. David Alaba berhasil memberi umpan ke Lewandowski yang dengan tenang melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang Yann Sommer.

Die Roten hampir mencetak gol kedua pada menit ke-14. Kingsley Coman melepaskan tembakan dari sudut yang sangat sempit dan bola membentur tiang gawang.

Tapi gol kedua datang pada menit ke-22. Jamal Musiala memberi umpan cutback ke Thomas Mueller yang tendangannya terdeflek salah satu bek Gladbach dan masuk ke gawang.

Pada menit ke-34, Bayern mencetak gol ketiga. Robert Lewandowski mencetak gol spektakuler lewat tendangan voli dari jarak dekat yang menghujam gawang Sommer.

Gol ke-4 untuk Bayern tercipta pada menit ke-44. Lewat serangan balik, Lewandowski memberi umpan ke Coman di sisi kanan yang dengan bebas menendang bola masuk ke gawang.

Babak pertama berakhir dengan skor 4-0.

Pada menit ke-64 Bayern punya peluang lewat tendangan voli Benjamin Pavard. Tapi bisa ditepis oleh Sommer. Namun setelah itu, Bayern dapat penalti setelah Florian Neuhaus melakukan handball. Lewandowski yang menjadi algojo tentu saja bisa mengeksekusinya.

Bayern harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-74. Tanguy Nianzou melakukan pelanggaran kepada Breel Embolo. Wasit mengecek VAR dan memberi kartu merah. Dia menilai Nianzou mengagalkan serangan yang berpotensi besar untuk Gladbach mencetak gol.

Walaupun bermain dengan 10 orang, Bayern tetap bisa mencetak gol. Lewat serangan balik, Serge Gnabry memberi umpan ke Leroy Sane yang dengan mudah memasukkan bola.

Laga Bayern Munich vs Gladbach berakhir dengan skor 6-0. Die Roten sendiri sudah dipastikan juara sebelum pertandingan setelah RB Leipzig kalah 3-2 dari Borussia Dortmund.

Susunan Pemain Bayern Munich vs Gladbach:

Bayern Munich (4-2-3-1): 1-Manuel Neuer; 5-Benjamin Pavard, 17-Jerome Boateng (8-Javier Martinez), 21-Lucas Hernandez, 19-Alphonso Davies; 6-Joshua Kimmich, 27-David Alaba (18-Leon Goretzka (23-Tanguy Nianzou)), 42-Jamal Musiala (7-Serge Gnabry), 25-Thomas Mueller, 29-Kingsley Coman (10-Leroy Sane); 9-Robert Lewandowski.

Pelatih: Hansi Flick.

Gladbach (4-4-2): 1-Yann Sommer; 18-Stefan Lainer, 28-Matthias Ginter, 30-Nico Elvedi, 25-Ramy Bensebaini (17-Oscar Wendt); 23-Jonas Hofmann (13-Lars Stindl), 8-Denis Zakaria, 32-Florian Neuhaus, 19-Valentino Lazaro (11-Hannes Wolf); 36-Breel Embolo (7-Patrick Hermann), 10-Marcus Thuram (14-Alassane Plea).

Pelatih: Marco Rose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

RESMI! Adi Huetter Ditunjuk Gladbach Jadi Suksesor Marco Rose

gamespool
RESMI! Adi Huetter Ditunjuk Gladbach Jadi Suksesor Marco Rose 57

Football5star,com, Indonesia – Gladbach resmi mengumumkan keputusan menunjuk Adi Huetter sebagai pengganti Marco Rose pada Selasa (13/4) sore WIB. Huetter akan mulai menangani Die Fohlen pada awal musim 2021-22 mendatang.

Huetter sudah menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun yang disodorkan manajemen Gladbach. Menurut media-media Jerman, Die Fohlen harus mengucurkan dana sebesar 7,5 juta Euro untuk mendaratkan Huetter dari Eintracht Frankfurt.

“Adi Huetter akan menangani Borussia Moenchengladbach mulai dari musim 2021-22. Ia sudah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun,” tulis pernyataan lengkap Gladbach melalui laman Twitter resminya.

Direktur olah raga Gladbach, Max Eberl, membeberkan alasannya menunjuk Huetter sebagai suksesor Marco Rose. Eberl menilai Huetter merupakan pelatih yang sempurna untuk membawa Die Fohlen mencapai targetnya di masa depan.

“Kami sangat senang karena Adi Huetter sudah sepakat bergabung ke sini. Huetter adalah pelatih sempurna yang bisa membawa kami memenuhi target dan menunjukkan kekuatan kami sebagai klub mulai musim depan,” tutur Eberl dikutip dari laman resmi klub.

Nama Huetter mulai mencuat ketika ditunjuk Eintracht Frankfurt sebagai pengganti Niko Kovac pada musim 2018-19 lalu. Huetter berhasil mengantai Die Adler melaju hingga ke semifinal Liga Europa pada musim pertamanya,

Musim ini, Huetter kembali menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. Ia membawa Frankfurt duduk di peringkat keempat klasemen Liga Jerman dengan perolehan 53 poin. Unggul 13 angka dari Gladbach yang terjebak di peringkat kedelapan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach Dilaporkan Sudah Dapat Pengganti Marco Rose

gamespool
Gladbach Dilaporkan Sudah Dapat Pengganti Marco Rose 61

Football5star.com, Indonesia – Gladbach dilaporkan sudah mencapai kesepakatan dengan pelatih Eintracht Frankfurt, Adi Huetter, untuk menggantikan posisi Marco Rose musim depan. Die Fohlen disebut akan mengumumkan kesepakatan dengan Huetter dalam waktu dekat.

Menurut laporan SportBild, Gladbach harus mengucurkan dana yang cukup besar untuk merapatkan Huetter ke Borussia-Park. Pelatih berusia 51 tahun itu kabarnya ditebus dari Frankfurt dengan banderol 7,5 juta Euro.

Tak cuma itu, SportBild juga menyebut Huetter sudah sepakat dengan durasi kontrak yang ditawarkan manajemen Gladbach. Pelatih asal Austria itu akan menandatangani kontrak berdurasi dua musim plus opsi perpanjangan selama satu tahun.

Marco Rose - Adi Huetter - Gladbach - Frankfurt - SportBild
Weltfussball

Seperti yang diketahui, Marco Rose akan meninggalkan Gladbach dan menangani Borussia Dortmund pada musim 2021-22 mendatang. Hal tersebut membuat Die Fohlen langsung bergerak cepat mencari pengganti Rose.

Sebelum Adi Huetter, Gladbach sempat coba mendekati legenda asal Spanyol, Xabi Alonso. Namun, pendekatan Die Fohlen gagal membuahkan hasil karena Alonso lebih memilih untuk memperpanjang kontrak bersama Real Sociedad.

Hal tersebut membuat Die Fohlen langsung mengalihkan fokus kepada Huetter. Ia dinilai menjadi sosok sempurna untuk menggantikan Rose karena memiliki prestasi gemilang bersama Frankfurt.

Di bawah komando Huetter, Frankfurt berhasil melaju hingga ke babak semifinal Liga Europa musim 2018-19. Tak cuma itu, Die Adler kini juga menjadi salah satu tim yang bersaing di empat besar klasemen Liga Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

RESMI! Xabi Alonso Tolak Tawaran Latih Gladbach

gamespool
RESMI! Xabi Alonso Tolak Tawaran Latih Gladbach 64

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Spanyol, Xabi Alonso, resmi menolak tawaran menggantikan posisi Marco Rose di Gladbach pada musim 2021-22. Pria berumur 39 tahun itu resmi memperpanjang kontraknya bersama Real Sociedad.

Sebelum meneken perpanjangan kontrak, Alonso memang disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Rose di Gladbach musim depan. Bahkan, media-media Jerman menyebut Alonso sudah mencapai kesepakatan dengan manajemen Die Fohlen.

Alonso akan menangani tim cadangan Real Sociedad setidaknya hingga akhir musim 2021-22. Ia memutuskan bertahan bersama La Real karena merasa pekerjaannya belum tuntas.

“Saya masih memiliki kepercayaan penuh atas proyek jangka panjang di sini. Selain itu, saya juga masih ingin membantu para pemain untuk bisa menembus tim utama,” ujar Xabi Alonso dikutip football5star dari Marca.

“Kami masih memiliki beberapa hal yang harus dicapai musim ini. Selain itu, kami juga masih ingin menantang diri sendiri,” kata Alonso menambahkan.

Alonso berhasil menunjukkan kinerja yang cukup baik bersama tim cadangan Real Sociedad. Ia berhasil mempersembahkan 23 kemenangan dari 47 pertandingan di semua kompetisi.

Setelah ditolak Alonso, Gladbach kini harus mencari kandidat lain untuk menggantikan posisi Marco Rose. Media-media Jerman menyebut Die Fohlen sudah menyiapkan beberapa kandidat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Rose.

Salah satu nama yang bisa dipertimbangkan Gladbach adalah Peter Bosz. Pelatih asal Belanda itu sedang menganggur setelah resmi dipecat Bayer Leverkusen pada Selasa (23/3) lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Dilaporkan Bakal Gantikan Posisi Marco Rose

gamespool
Xabi Alonso Dilaporkan Bakal Gantikan Posisi Marco Rose 68

Football5star.com, Indonesia – Gladbach dilaporkan sudah mendapat sosok yang bakal menggantikan peran Marco Rose pada musim 2021-22 mendatang. Menurut Fabrizio Romano, Die Fohlen menjatuhkan pilihannya kepada legenda timnas Spanyol, Xabi Alonso.

Seperti yang diketahui, pelatih Gladbach saat ini, Marco Rose akan menangani Borussia Dortmund pada musim 2021-22 mendatang. Pria berpaspor Jerman itu akan menggantikan posisi Edin Terzic yang saat ini menjabat pelatih interim.

Xabi Alonso bukanlah sosok yang asing bagi sepak bola Jerman. Mantan gelandang timnas Spanyol itu sempat memperkuat Bayern Munich selama tiga tahun sebelum gantung sepatu pada 2017 lalu.

Xabi ALonso - Gladbach - Spanyol - tz. de - Marco Rose
tz.de

Setelah gantung sepatu, Alonso langsung terjun ke dunia kepelatihan. Pada musim 2018-19, ia sempat menangani tim muda Real Madrid. Kini, Alonso kembali ke kampung halamannya dan ditunjuk menjadi pelatih tim cadangan Real Sociedad.

Selama satu setengah tahun menangani tim cadangan Real Sociedad, Alonso berhasil menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan. Pria berumur 39 tahun itu sukses mempersembahkan 23 kemenangan dan 12 kali imbang dari 47 pertandingan.

Alonso memang sudah diramal bakal menjadi pelatih hebat. Pada 2019 lalu, CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, sudah mengutarkan keinginannya untuk membawa Alonso kembali ke Allianz Arena suatu hari nanti.

“Xabi Alonso bukanlah sosok tercepat. Tapi, merupakan sosok dengan visi bermain yang sangat bagus dan pengatur serangan terbaik dari lini tengah. Dia adalah sosok yang saya harapkan akan kembali ke Bayern Munich suatu hari nanti,” kata Karl-Heinz Rummenige kepada majalah kenamaan, Kicker.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Dua Brace dalam Sehari Lothar Matthaeus yang Pikat Jupp Heynckes

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Lothar Matthaeus yang berulang tahun ke-60 pada Minggu (21/3/2021) termasuk salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah. Dia meraih prestasi dan rekor bersama Bayern Munich, Inter Milan, dan timnas Jerman. Di balik kebesaran yang diperolehnya ada jasa besar Jupp Heynckes.

Suatu Minggu pagi pada musim semi 1979, seorang pria tergesa-gesa menuju Nuernberg. Pagi-pagi sekali, dia sudah berangkat dari Moenchengladbach. Tujuannya hanya satu, yaitu menyaksikan laga kompetisi Junior A.

Pria yang pagi-pagi terbang dari Moenchengladbach ke Nuernberg itu tiada lain dari Jupp Heynckes, pelatih baru Borussia Moenchengladbach. Adapun hal yang membuat dia tertarik melihat laga di kompetisi Junior A adalah seorang pemain bernama Lothar Matthaeus.

Lothar Matthaeus langsung disodori kontrak setelah menjalani satu trial bersama Borussia Moenchengladbach.
zdf.de

“Saya masih betul-betul ingat. Saya terbang ke Nuernberg pagi-pagi sekali pada Minggu itu agar bisa melihat dia main pada laga Junior A yang dilangsungkan pukul 10.30. Lothar pemain terbaik di lapangan. Dia mencetak dua gol,” urai Jupp Heynckes mengenang kisahnya memantau Matthaeus seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Heynckes jatuh cinta oleh permainan Matthaeus dan brace yang dicetak untuk tim junior Herzogenaurach. Dia pun diliputi kecemasan. Jangan-jangan ada perwakilan klub Bundesliga lain yang ada di sana. Untungnya, tak ada sama sekali. Dia pun bisa menarik napas lega.

Selepas pertandingan, Heynckes yang tadinya akan pulang memutuskan bertahan. Gara-garanya, Matthaeus kembali bermain pada pukul 03.00 sore. Kali ini bersama tim senior FC Herzogenaurach.

“Hal yang menarik, Lothar bermain lain pada pukul 03.00 sore bersama tim senior di liga nasional melawan Vohenstrauss. Lagi-lagi, dia jadi pemain terbaik di lapangan. Lagi-lagi pula dia mencetak dua gol,” kata Heynckes melanjutkan ceritanya.

Tak ingin kehilangan permata yang baru ditemukannya, Heynckes mengambil langkah cepat. “Saya membatalkan penerbangan pulang pada malam itu dan menginformasikan manajer kami, Helmut Grasshoff, melalui telepon bahwa saya ingin mengontrak anak itu untuk Moenchengladbach,” urai eks striker ulung era 1970-an itu.

Matthaeus Ditemukan Berkat Puma

Jupp Heynckes lantas mengungkapkan satu fakta menarik. Menurut dia, Lothar Matthaeus ditemukan berkat andil Puma. Perusahaan apparel itulah yang jadi jembatan pertemuan mereka dan lantas bekerja sama di Borussia Moenchengladbach.

“Saat itu belum ada sistem pemanduan bakat. Hanya ada cerita lewat telepon atau surat. Namun, kami punya banyak orang di mana-mana, para pemandu bakat. Sebuah kebetulan, ayah Lothar bekerja untuk pabrik Puma di Herzogenaurach. Karena saat bermain punya kontrak dengan perusahaan ini, saya kenal Hans Nowak,” kata Heynckes.

Lothar Matthaeus membela Borussia Moenchengladbach hingga 1984.
fussballmuseum.de

Pelatih yang memulai debutnya pada musim 1979-80 itu menambahkan, “Saya kenal baik Hans Nowak yang kala itu jadi direktur pemasaran untuk Puma. Nowak yang juga eks pemain timnas Jerman menelepon saya dan mengatakan tentang seorang talenta luar biasa.”

Nowak tak berbohong. Heynckes langsung jatuh hati saat kali pertama melihat Matthaeus bermain. Ketika dua brace dibuat sang pemain pada suatu Minggu musim semi 1979 itu, dia pun memutuskan talenta ini harus jadi milik Moenchengladbach.

Tiba di markas Die Fohlen, Lothar Matthaeus dijadwalkan menjalani empat kali trial. Namun, baru satu sesi dijalani, kontrak berdurasi tiga musim langsung disodorkan kepada pemain yang kala itu berumur 18 tahun tersebut.

“Helmut Grashoff ingin menyelesaikan secepatnya. Lothar lantas menyelesaikan studi desain interiornya dan menjalani debut pada 2 September 1979 saat kami kalah 2-4 di Betzenberg melawan Kaiserslautern,” kata Jupp Heynckes menuntaskan kisah awalnya mendatangkan Lothar Matthaeus ke Borussia Moenchengladbach.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Petaka Marco Rose Setelah Diumumkan Sebagai Pelatih Dortmund

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Borussia Moenchengladbach kalah lagi. Kali ini anak asuh Marco Rose takluk di tangan Manchester City pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (17/3/2021).

Kekalahan ini kian mencoreng nama baik Marco Rose. Ia yang sebelumnya terbilang sukses menukangi Gladbach, sekarang hanyalah pesakitan.

Sukses membawa Gladbach ke Liga Champions dan bersaing lagi di papan atas hingga paruh pertama musim ini, perutungan Rose berubah 180 derajat dalam sebulan terakhir.

Tepatnya, sejak pihak klub mengumumkan kepindahannya ke Borussia Dortmund musim depan, Rose seolah kehilangan sentuhan magisnya. Bayangkan saja, Die Fohlen tak lagi meraih kemenangan.

Lebih memalukan lagi, mereka melahap semua pertandingan dengan kekalahan. Tercatat, tujuh kekalahan beruntun dirasakan Florian Neuhaus sejak sang nakhoda diumumkan berpaling ke Dortmund.

Bahkan dari tujuh pertandingan itu, Gladbach empat kali gagal cetak gol. Catatan ini terbilang mengkhawatirkan mengingat mereka dikenal sebagai tim menyerang.

Dampak dari rentetan kekalahan ini tentu saja posisi anak asuh Marco Rose di klasemen. Sempat lama berada di lima besar, mereka kini terlempar ke urutan ke-10 dengan 33 angka.

Seperti diketahui, pertengahan Februari lalu pihak Die Fohlen memastikan pelatihnya pindah ke Dortmund mulai musim 2021-2022. Dia tidak sendiri ke Signal Iduna Park, tapi turut memboyong para stafnya di Gladbach. Salah satunya Rene Maric.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Dikalahkan City, Twitter Gladbach Kembali Bermanuver

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Borussia Moenchengladbach kembali tak berdaya kala menghadapi Manchester City. di leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (17/3/2021) dinihari WIB mereka lagi-lagi kalah 0-2.

Hasil ini sama seperti leg pertama. Kalah 0-2 membuat Gladbach tersingkir dengan agregat 0-4. Menariknya, kekalahan ini tidak membuat klub Bundesliga terpuruk.

Anggapan ini setidaknya bisa dilihat di media sosial Twitter. Ketika Manchester City mengumumkan starting 11-nya, tingkah admin Die Fohlen mengundang gelak tawa.

“Manchester ‘kami bahkan tidak membutuhkan striker’ City,” tulis mereka di Twitter saat menanggapi susunan pemain yang dikeluarkan The Cityzens.

Bukan tanpa alasan Gladbach menulis demikian. Pep Guardiola memang tidak memainkan striker murni pada laga di Puskas Arena. Ia lagi-lagi memainkan Riyad Mahrez, Phil Foden, dan Bernardo Silva untuk mengisi pos lini depan.

Kendati sang lawan tanpa striker, pasukan Marco Rose nyatanya tetap kalah. Gawang Yann Sommer dua kali dibobol Kevin De Bruyne dan Ilkay Guendogan.

Untuk diketahui, musim ini Guardiola memang kerap bermain tanpa striker murni. Hal ini tak lepas dari keadaan lini depan yang sering ditinggal Sergio Aguero dan Gabriel Jesus yang cedera.

Sementara itu, apa yang dilakukan admin Borussia Moenchengladbach tidaklah mengejutkan. Sudah menjadi rahasia umum jika akun twitter klub-klub Bundesliga sering bertingkah jenaka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Manchester City vs Monchengladbach: Perempat Final Keempat Guardiola

gamespool
Manchester City vs Monchengladbach: Perempat Final Keempat Guardiola 80

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola sukses antarkan anak asuhnya ke perempat final Liga Champions 2020-21. Laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City vs Monchengladbach di Etihad Stadium, Rabu (17/3/2021) berakhir 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Berbekal kemenangan 2-0 di leg pertama, Manchester City tampil percaya diri di babak pertama. Anak asuh Pep Guardiola itu langsung berinisiatif menekan lebih dulu pertahanan Gladbach.

Hasil Manchester City vs Monchengladbach2
Goal

Pada menit ke-7, City mendapat peluang dari sepakan Phil Foden, namun masih bisa digagalkan kiper Gladbach. Tak berselang lama, City membuka keunggulan lewat sepakan indah Kevin de Bruyne dari luar kotak penalti.

Tak butuh waktu lama untuk City menggandakan keunggulan mereka. Di menit ke-18, berawal dari umpan terobosan Foden, Ilkay Gundogan mampu memperdaya kiper Gladbach lewat sontekan pelan namun terukur.

Pada menit ke-41, Gladbach mendapat peluang emas dari Marcus Thuram setelah lolos dari tiga pemain City. Bola diumpan ke Embolo. Sayang sepakan Embolo masih digagalkan oleh Ederson.

Pada babak kedua, City tak mengendurkan serangan. Sejumlah peluang berhasil di dapat City, namun lini belakang Gladbach bermain lebih dispilin dibanding di babak pertama.

Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak kedua. Manchester City pun lolos ke babak perempat final dengan unggul agregat 4-0. Bagi Pep Guardiola ini jadi kali keempat ia antarkan City lolos ke babak perempat final Liga Champion. Sayang dari tiga percobaan sebelumnya, tak ada satu pun menghasilkan gelar juara.

Susunan pemain Manchester City vs Monchengladbach:

Manchester City: Ederson; Kyle Walker, John Stones, Ruben Dias, Joao Cancelo; Bernardo Silva, Rodrigo, Ilkay Gundogan; Riyad Mahrez, Kevin De Bruyne, Phil Foden.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Pep Guardiola

Borussia Monchengladbach: Yann Sommer; Stefan Lainer, Matthias Ginter, Nico Elvedi, Ramy Bensebaini; Jonas Hoffman, Florian Neuhaus, Denis Zakaria; Lars Stindl; Breel Embolo, Marcus Thuram.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Marco Rose

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Satu Pemain yang Diharapkan Marco Rose Bisa Jebol Gawang Man City

gamespool
Satu Pemain yang Diharapkan Marco Rose Bisa Jebol Gawang Man City 84

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Gladbach, Marco Rose, memberikan beban berat kepada penyerang asal Prancis, Alassane Plea. Ia meminta Plea untuk mencetak gol ke gawang Man City pada partai Liga Champions dinihari nanti.

Plea merupakan pemain andalan Gladbach di Liga Champions musim ini. Pemain berusia 28 tahun itu berhasil menyumbang lima gol dan empat assist dari tujuh penampilannya.

“Alassane Plea merupakan pemain yang sangat berbakat. Tapi, ia kesulitan mencetak gol dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Marco Rose dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Alassane Plea - Man City - Liga Champions - Marco Rose - Gladbach - Sky Sport
Sky Sport

“Plea selalu bekerja keras dan merupakan komponen penting dalam tim kami. Jika terus bekerja keras, maka saya yakin Plea akan bisa kembali mencetak gol dalam waktu dekat,” kata Rose menambahkan.

Tak cuma membicarakan Plea, Rose juga menyinggung filosofi bermain milik manajer Man City, Pep Guardiola. Di mata Rose, Guardiola merupakan sosok dengan kepribadian yang luar biasa dan sudah memberikan dampak besar di dunia sepak bola dalam beberapa tahun terakhir.

“Pep Guardiola adalah sosok dengan kepribadian luar biasa. Dia juga memiliki pengaruh besar di dunia sepak bola dalam beberapa tahun terakhir.”

“Man City selalu membuat lawannya kesulitan ketika sedang menguasai bola. Mereka langsung menekan lawan ketika kehilangan bola. Di bawah asuhan Guardiola, mereka seperti bermain dengan skema total football.” tandas Rose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach vs Dortmund: Marco Rose Tunduk dari Klub Barunya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Marco Rose tak berdaya melawan klub yang akan dilatih musim depan, Borussia Dortmund. Bertemu di perempat final DFB Pokal, Rabu (3/3/2021) dinihari WIB Borussia Moenchengladbach takluk 0-1.

Menghadapi klub barunya, Marco Rose tak canggung menerapkan permainan menyerang. Terlihat sekali ia ingin mengalahkan Borussia Dortmund dan membuktikan dirinya memang pantas menukangi Marco Reus dkk.

Gladbach sudah mendapat peluang pertama pada menit ke-11. Tapi sontekan Jonas Hofmann masih bisa digagalkan Marwin Hitz.

jadon sancho DFB Pokal
@DFB_Pokal

Laga berjalan setengah jam giliran Lars Stindl yang mencoba peruntungan. Kali ini tendangannya masih melenceng dari gawang Dortmund.

Setelah itu giliran tim tamu yang mengambil alih pertandingan. Peluang emas langsung didapat Erling Haaland enam menit kemudian. Sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper, sontekannya masih menyamping.

Tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama membuat tensi pertandingan di babak kedua meningkat. Baik Borussia Moenchengladbach maupun Die Borussen saling jual beli serangan.

Anak asuh Edin Terzic yang punya skuat lebih mapan akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-66. Umpan matang Marco Reus disambut Jadon Sancho untuk menceploskan bola ke gawang Tobias Sippel.

Unggul 1-0 rupanya meningkatkan kepercayaan diri pemain Die Borussen. Bahkan mereka bisa saja menggandakan keunggulan andai kesalahan Nico Elvedi bisa diselesaikan dengan baik oleh Mats Hummels.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Menang 1-0 memastikan langkah Borussia Dortmund ke semifinal DFB Pokal.

Susunan Pemain:

Borussia Moenchengladbach (4-2-3-1): 21-Tobias Sippel; 25-Ramy Bensebaini, 30-Nico Elvedi, 28-Mathias Ginter, 18-Stefan Lainer; 6-Christoph Kramer, 32-Florian Neuhaus; 14-Alassane Plea, 13-Lars Stindl (Denis Zakaria 76’), 23-Jonas Hofmann (Valentino Lazaro 68’); 10-Marcus Thuram (Breel Embolo 68’)

Pelatih: Marco Rose

Borussia Dortmund (4-2-3-1): 35-Marwin Hitz; 2-Mateu Morey, 23-Emre Can, 15-Mats Hummels, 13-Raphael Guerreiro (Nico Schulz 5’); 8-Mahmoud Dahoud, 6-Thomas Delaney; 22-Jude Bellingham (Dan-Axel Zagadou 90’), 11-Marco Reus, 7-Jadon Sancho (Thorgan Hazard 68’); 9-Erling Haaland

Pelatih: Edin Terzic

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Marco Rose Setelah Gladbach Kalah dari City: Kami Main Berani

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Borussia Moenchengladbach tak berkutik kala menjamu Manchester City di Puskas Arena, Kamis (25/2/2021) dinihari WIB. Anak asuh Marco Rose kalah 0-2.

Pada leg pertama 16 besar Liga Champions dinihari tadi Gladbach sejatinya tampil cukup baik. mereka berani meladeni permainan terbuka Manchester City.

Akan tetapi cara tersebut jadi bumerang tersendiri. Menurut Marco Rose, keberanian timnya menyebabkan dua gol bersarang ke gawang Yann Sommer.

marco rose @borussia
@borussia

“Kami menghadapi tim teratas dan kami berjuang keras. Kami ingin menjadi berani dalam penguasaan bola dan bermain dari belakang, tapi itu menyebabkan sejumlah masalah bagi kami,” kata Rose seperti dikutip Football5star dari laman resmi klub, Kamis (25/2/2021).

“Kami tidak memiliki pertahanan yang cukup baik, terutama di babak pertama. Tapi kami bisa bertahan dengan baik dan tidak memberi mereka banyak peluang. Ada beberapa momen di mana kami melakukan serangan, tapi bola tidak cukup akurat,” ia menambahkan.

Bukan perkara mudah memang menghadapi tim sekomplet Manchester City. Ini pula yang dirasakan Gladbach kala permainan bagus mereka tidak cukup untuk mengimbangi kehebatan tim tamu.

“Saya pikir kami bisa memberikan lebih banyak ancaman dari peluang itu. tapi klawan kami adalah Manchester City, tim yang membuat Anda harus banyak bertahan,” imbuhnya.

“Kami harusnya bisa lebih banyak menghentikan umpan silang yang mengarah ke gol. setiap operan dan setiap lari harus tepat untuk mencetak gol melawan tim seperti mereka,” tutup Marco Rose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Penyerang Gladbach Ungkap Faktor Utama Kekalahan dari Man City

gamespool
Penyerang Gladbach Ungkap Faktor Utama Kekalahan dari Man City 94

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Gladbach, Lars Stindl, tak mau terlalu banyak mengeluhkan kekalahan timnya atas Man City pada Kamis (25/2) dinihari WIB. Menurut Stindl, Die Fohlen tak bisa menciptakan peluang matang dan pantas menelan kekalahan.

Gladbach gagal memberikan performa terbaiknya ketika menjamu The Cityzens. Pasukan Marco Rose cuma mampu menciptakan satu peluang matang lewat Hannes Wolf di penghujung pertandingan.

“Seperti yang sudah diduga, kami harus banyak berlari di pertandingan ini. Selain itu, kami juga gagal memberikan performa terbaik dan pantas kalah,” ujar Lars Stindl dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Lars Stindl - Gladbach - Man City - @borussia 2
instagram.com/borussia

“Kami gagal membuat keputusan yang tepat ketika memiliki potensi menciptakan peluang. Di waktu yang sama, menciptakan peluang melawan tim sekelas Man City bukanlah perkara mudah,” kata Stindl menambahkan.

Meski tak mau mengeluh, Stindl tetap menolak mengibarkan bendera putih. Ia masih yakin Gladbach akan bisa tampil mengejutkan ketika menyambangi markas Man City tiga pekan mendatang.

“Kami harus segera bangkit karena akan menjalani partai leg kedua tiga pekan mendatang. Kami memasang target yang cukup tinggi musim ini.”

“Saat ini, kami memang sedang tidak berada dalam situasi terbaik. Tapi, kami sudah bisa melewati tantangan seperti ini di masa lalu. Saya sangat yakin kami akan bisa melewati tantangan seberat ini di masa depan,” tandas Stindl.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach vs Man City: Malam Sempurna Bernardo Silva

gamespool
Gladbach vs Man City: Malam Sempurna Bernardo Silva 98

Football5star.com, Indonesia – Bernardo Silva menjadi aktor utama kemenangan Man City di markas Gladbach pada Kamis (25/2) dinihari WIB. Satu gol dan satu assist Bernardo membuat partai Liga Champions antara Gladbach vs Man City berakhir dengan skor 0-2.

Tampil dengan status tim unggulan, Man City langsung mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal. Akan tetapi, mereka kesulitas menciptakan peluang berarti karena lini belakang Gladbach bermain disiplin.

Usaha keras Man City baru membuahkan hasil pada menit ke-29. Bernardo Silva berhasil menjebol gawang kawalan Yann Sommer setelah menerima umpan silang kiriman Joao Cancelo.

Di sisa waktu babak pertama, Man City masih terus menggempur lini belakang Gladbach. Namun, mereka gagal mencetak gol kedua dan skor 0-1 bertahan hingga wasit menyudahi paruh pertama.

Gladbach vs Man City - Liga Champions - uefa. com - Bernardo Silva
uefa.com

Selepas masa jeda, kedua tim saling jual beli serangan. Gladbach dan Man City sama-sama mendapat peluang emas yang gagal membuahkan hasil pada 15 menit pertama paruh kedua.

Pada menit ke-65, Man City berhasil menggandakan keunggulan melalui Gabriel Jesus yang memanfaatkan umpan Bernardo. Gol Bernardo membuat Man City mulai mengendurkan intensitas serangannya.

Hal ini dimanfaatkan Gladbach untuk mulai membangun momentum dan menekan lini belakang City. Namun, mereka gagal mencetak gol dan skor 0-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Hasil pertandingan ini semakin memperpanjang rentetan kemenangan Man City. Pasukan Pep Guardiola kini berhasil mencatat 19 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Man City akan menjamu Gladbach pada partai leg kedua babak 16 besar Liga Champions tiga pekan mendatang.

SUSUNAN PEMAIN GLADBACH VS MAN CITY:

Gladbach: 1-Yann Sommer; 18-Stefan Lainer (19-Valentino Lazaro 63′), 28-Matthias Ginter, 30-Nico Elvedi, 25-Ramy Bensabaini; 32-Florian Neuhaus, 8-Denis Zakaria, 6-Christoph Kramer; 14-Alassane Plea (10-Marcus Thuram 63′), 13-Lars Stindl (36-Breel Embolo 74′), 23-Jonas Hoffman (11-Hannes Wolf 87′)

Pelatih: Marco Rose

Man City: 31-Ederson Moraes; 2-Kyle Walker, 3-Ruben Dias, 14-Aymeric Laporte, 27-Joao Cancelo; 8-Ilkay Guendogan, 16-Rodri, 47-Phil Foden (21-Ferran Torres 80′); 7-Raheem Sterling (26-Riyad Mahrez 69′), 9-Gabriel Jesus (10-Sergio Aguero 80′), 20-Bernardo Silva

Pelatih: Pep Guardiola

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Link Streaming Liga Champions: Gladbach vs City dan Atalanta vs Madrid

gamespool
Link Streaming Liga Champions: Gladbach vs City dan Atalanta vs Madrid 102

Football5star.com, Indonesia – Leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis, 25 Februari 2021 hadirkan dua laga cukup sengit yakni Borussia Monchengladbach vs Manchester City dan Atalanta vs Real Madrid.

Bermain di Puskas Arena, Gladbach bisa menjadi batu sandungan untuk Man. City. Berstatus tim kuda hitam, Gladbach memiliki modal untuk bisa merepotkan pertahanan City.

Atalanta vs Madrid
uefa.com

Di Liga Champions musim ini, Gladbach mampu membuat kejutan di babak fase grup dengan singkirkan Inter Milan serta Shakhtar Donetsk. Namun sayangnya, Die Fohlen memiliki rekor kurang bagus saat jumpa City. Dari 4 pertemuan, Gladbach kalah 3 kali dan imbang 1 kali.

Apalagi City saat ini berstatus dengan tim tanpa kalah di 18 pertandingan terakhir. Di Liga Inggris pekan lalu, anak asuh Pep Guardiola itu meraih kemenangan 1-0 atas Asrsenal. Sedangkan Gladbach di Bundesliga hanya main imbang tanpa gol saat melawan Koln.

Selain laga Gladbach vs Man. City, laga leg pertama babak 16 besar antara Atalanta vs Madrid juga diprediksi bakal berjalan cukup seru. Atalanta di atas kertas tentu tidak diunggulkan dibanding El Real.

Namun La Dea memiliki kans untuk membuat kejutan. Apalagi Madrid dipastikan tidak akan diperkuat oleh Karim Benzema akibat cedera. Atalanta juga punya modal yang bagus, selalu menang dalam tiga pertandingan terakhir. Yang terbaru, mereka mengalahkan Napoli 4-2.

Lini serang Atalanta sangat berbahaya. Dalam lima laga kandang terakhir, mereka berhasil menyarangkan minimal tiga gol dalam empat pertandingan di antaranya

Link Streaming Liga Champions:

Kamis (25/2/2021):

Gladbach vs Man. City- pukul 03.00 WIB >> KLIK LINK DI SINI

Atalanta vs Madrid – pukul 03.00 WIB >> KLIK LINK DI SINI

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Bek Veteran Gladbach Gemetar Lihat Rentetan Kemenangan Man City

gamespool
Bek Veteran Gladbach Gemetar Lihat Rentetan Kemenangan Man City 106

Football5star.com, Indonesia – Bek senior Gladbach, Oscar Wendt, mengaku sangat kagum melihat keberhasilan Man City memetik 18 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Catatan tersebut membuat Wendt memberi The Cityzens predikat sebagai tim terbaik di dunia.

Meski dibuat takjub, Wendt tak mau rekan-rekannya takut menghadapi Man City. Ia pun memastikan skuat Gladbach sudah sangat menanti-nantikan pertandingan melawan tim sekelas The Cityzens.

“Kami sangat senang ketika mengetahui akan melawan Man City. Karena, kami akan menghadapi tim terbaik di dunia pada babak 16 besar Liga Champions musim ini,” ujar Oscar Wendt dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Oscar Wendt - Gladbach - Manchester City - The National
The National

“Kami berlatih setiap hari untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan seperti ini. Apalagi, saat ini City bermain luar biasa dan berhasil mencatat 18 kemenangan beruntun.”

“Saya tak perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai rekor tersebut. City merupakan tim yang sangat-sangat hebat,” kata Wendt menambahkan.

Rekor 18 kemenangan beruntun Man City juga tak membuat pelatih Gladbach, Marco Rose, merasa takut. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi yang bakal membuat Ilkay Guendogan cs frustrasi.

“Ada satu hal yang sangat tidak disukai City. Yaitu, ketika mereka tak menguasai bola. Kami harus bermain dengan berani di pertandingan nanti. Saya yakin skuat kami dipenuhi pemain-pemain yang akan bisa melakukan hal itu,” tutur Rose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rene Maric, dari Bloger Jadi Orang Kepercayaan Marco Rose

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Menjadi pelatih sepak bola tidak dibutuhkan skill sepak bola yang bagus. Tidak perlu pula memiliki karier profesional yang mentereng. Tidak percaya? Lihat saja orang kepercayaan Marco Rose, Rene Maric.

Rene Maric dulunya juga pesepak bola. Sayang, kariernya yang belum berkembang harus diakhiri duluan karena cedera saat belia.

Maric remaja berhenti bermain sepak bola. Tapi kecintaannya pada si kulit bundar tidak pernah putus. Disela-sela kesibukannya menyelesaikan kuliah, ia tetap menekuni sepak bola.

Tapi perannya bukan lagi di lapangan, atau pinggir lapangan. Ia mengambil peran di balik layar untuk menulis analisis pertandingan di salah satu blog analisis Jerman, Spielverlagerung.

rene maric spielverlagerung
spielverlagerung.de

Dari Spielverlagerung dia menunjukkan kejelian, kejeniusan, dan ketelitian soal pertandingan. Mulai dari skema pelatih, karakteristik pemain, hingga faktor lain di lapangan dia bedah bersama empat kawannya di blog yang berdiri 2011 silam.

“Hanya lima orang yang ingin berbicara tentang sepak bola dan melakukannya bersama. Saya pikir orang mendapat kesan bahwa ini soal jurnalisme atau mengomentari orang-orang di sepak bola. Tapi itu tidak pernah menjadi tujuan utamanya,” kata Maric soal Spielvelagerung kepada The Guardian.

“Menurut saya ini tentang memikirkan sesuatu, melampiaskan ke sana dan hanya menemukan orang yang akan berkomentar. Di desa saya sulit mendapatkan berita rutin tentang berbagai hal. Tapi saat anda melemparnya ke internet Anda akan mendapat lima ribu pembaca dan 200 komentar,” ia menambahkan.

Mendapat Undangan dari Thomas Tuchel

Pria berdarah Kroasia tahu caranya mendapat sentimen dari beberapa pihak. Ketika dia mulai dipercaya untuk menggarap analisis klub-klub profesional, ia hanya dipandang tak lebih dari sekadar seorang bloger dan pelatih laptop.

Padahal, jauh sebelum itu, sarjana psikologi pernah menagani tim amatir di kampung halamannya, TSU Handenberg. Dan itu dia lakukan saat masih berusia 17 tahun.

“Dalam cerita hidup saya mereka selalu menyebut saya sebagai bloger. Tapi saya sudah melatih anak-anak di Handenberg saat berusia 17 tahun. Melatih mereka di level amatir di mana pemain termuda saya berusia 15 tahun dan tertua 44 tahun,” ujarnya.

“Terlepas dari level dan konteksnya, Anda perlu tahu bagaimana menangani para pemain. Saya kadang bertemu orang-orang yang berpikir kuno dan kritis terhadap generasi baru para pelatih laptop. Itu akan memunculkan percakapan yang bagus,” tandas pria 27 tahun.

Apa yang ditulis pria Austria menarik perhatian banyak pelatih di Jerman. Maric tidak membantah jika analisis yang dia buat bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin meniti karier sebagai pelatih dan para pelatih amatir.

thomas tuchel mainz the sun
The Sun

Pada satu ketika ada satu sosok yang kepincut pada analisisnya. Dia menerima sebuah email dari pelatih FC Mainz, Thomas Tuchel.

“Tuchel melihat salah satu anlisis kami tentang timnya dan dia berpikir ‘ini cukup akurat, bagaimana mereka tahu?’. Dia mengundang kami ke Mainz dan ingin mengetahui pendapat kami, pandangan kami tentang permainan, apa yang kami pikirkan tentang lawan mereka,” pungkasnya.

“Kami berbicara selama dua jam dan itu memberi kami beberapa proyek kecil untuk melihat bagaimana kami bekerja dan berpikir. Kami melakukannya selama satu musim,” ia menambahkan.

Rene Maric, bagaimana pun, tidak pernah berpikir tulisannya di blog mendapat atensi besar di Jerman. Menurut pengakuannya, ia menulis hanya untuk kesenangan pribadi. Tapi berkat kedalaman analisis dan keakuratan tinggi, apa yang dia buat melampaui apa yang dia pikirkan sebelumnya.

Setelah membantu Thomas Tuchel di Mainz, pria 27 tahun mulai menjalani proyek-proyek analisisnya di luar Jerman. Ia sempat membantu klub Inggris, Brentford, dan raksasa Denmark, Midtjylland.

Di mana Ada Marco Rose, di situ Ada Rene Maric

Usai menjalani proyek-proyek singkat yang tak terikat, Maric akhirnya menemukan sosok yang cocok dengannya. Sosok yang membuatnya percaya diri untuk melangkah sebagai profesional.

Pada 2016 ia bertemu dengan Marco Rose. Rose yang masih menangani tim U-18 RB Salzburg mengundang Maric beberapa kali. Selama berhari-hari, menghabiskan waktu berjam-jam, mereka duduk bersama, berdiskusi tentang sepak bola dan metode pelatihan yang ideal.

Rene Maric merasa cocok dengan filosofi permainan yang diterapkan Marco Rose. Sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai asisten pelatih.

“Saya berpikir ‘kenapa saya tidak bertanya saja padanya?’ kami telah berbicara banyak hal dan kemudian saya bertanya ‘musim depan apakah Anda membutuhkan asisten pelatih? Dia berkata ‘tentu saja, mari kita coba’ pada akhirnya kami berhasil di sana,” tutur Maric.

Pada musim perdana kerja sama Marco Rose dan Rene Maric, RB Salzburg U-18 menghentak Eropa. Mereka keluar sebagai juara UEFA Youth League, kompetisi setara Liga Champions untuk usia 19 tahun, musim 2016-2017.

rene maric voetbalmagazine
voetbalmagazine

Sejak saat itu, Rene Maric tidak terpisahkan dari Rose. Mereka naik kelas sebagai nakhoda tim utama RB Salzburg. Tangan dingin Rose dan kejelian Maric membawa keduanya ke Borussia Moenchengladbach 2019 lalu.

Dan lagi-lagi mereka sukses. Gladbach sukses menembus Liga Champions. Bahkan musim ini laju Die Fohlen di kompetisi terakbar benua biru berlanjut ke babak 16 besar.

Musim depan Rose-Maric kembali bekerja sama. Tapi tugas mereka bukan di Borussia Park lagi. Keduanya mendapat tugas yang lebih berat untuk membangkitkan Borussia Dortmund dari inkonsistensinya musim ini.

Patut ditunggu, apakah Marco Rose dan Rene Maric mampu menghadirkan prestasi untuk Dortmund seperti yang mereka lakukan bersama RB Salzburg dan Gladbach selama ini.

Yang jelas, tugas keduanya tidak semudah di dua klub sebelumnya. Setiap harinya mereka akan berada dalam tekanan besar.

Walau demikian, di sisi lain tugas mereka bisa terasa mudah. Marco Rose dianugerahi skuat yang lebih kompetitif di tiap lini.

Dengan analisis Rene Maric, mereka bisa menemukan masalah akut dalam skuat, mengevaluasinya, dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang pada musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Winger Gladbach Jadi Rekrutan Pertama Thomas Tuchel di Chelsea?

gamespool
Winger Gladbach Jadi Rekrutan Pertama Thomas Tuchel di Chelsea? 115

Football5star.com, Indonesia – Thomas Tuchel dilaporkan sudah menemukan pemain yang tepat untuk menjadi rekrutan perdananya di Chelsea. Pemain tersebut adalah winger Gladbach, Jonas Hofmann.

Media-media Jerman saat ini melaporkan Hofmann sedang menimbang-nimbang kemungkinan pindah dari Gladbach pada bursa transfer mendatang. Salah satu faktor yang membuat Hofmann ingin hengkang dari Borussia-Park adalah, kepergian Marco Rose ke Borussia Dortmund.

Salah satu klub yang dilaporkan siap menampung Hofmann musim panas nanti adalah Chelsea. Media kenamaan Jerman, Bild, melaporkan Tuchel sudah mulai menjalin kontrak dengan perwakilan Hofmann.

Jonas hofmann - Thomas Tuchel - Chelsea - Gladbach - ran. de
ran.de

Jonas Hofmann bukanlah sosok asing bagi Thomas Tuchel. Keduanya sempat bekerja sama di Borussia Dortmund pada musim 2015-16 lalu. Ketika itu, Hofmann dipercaya tampil pada 14 pertandingan dan mampu menyumbang dua gol serta empat assist.

Musim ini, Hofmann kembali berhasil menunjukkan performa gemilang. Ia mampu menyumbang enam gol dan 10 assist dari 21 penampilannya di semua kompetisi.

Catatan gemilang tersebut membuat Hofmann dilaporkan masuk ke dalam radar sejumlah klub besar Eropa. Selain Chelsea, Tottenham Hotspur juga disebut tertarik meminang pemain 28 tahun itu pada bursa transfer mendatang.

Pada musim panas 2019 lalu, Hofmann juga sempat masuk radar Tottenham. Ia bahkan dilaporkan sudah sepakat dengan tawaran yang diajukan The Lilywhites. Akan tetapi, kepindahan Hofmann ke London Utara batal terlaksana dan ia memutuskan memperpanjang kontraknya bersama Gladbach.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]