Arema FC vs Bhayangkara FC: Singo Edan Tak Bisa Taklukkan 10 Pemain

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Laga Arema FC vs Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Minggu (12/11/2021) diwarnai satu kartu merah yang diterima T M Ichsan. Meski unggul jumlah pemain sejak menit k-77, Arema cuma main imbang 1-1 lawan Bhayangkara.

Sejak awal, sebenarnya kedua tim sudah langsung tancap gas. Bahkan, Singo Edan sudah mendapat peluang pada menit pertama melalui tendangan bebas Bagas Adi. Tapi eksekusinya tak sempurna.

Bhayangkara coba membalas menit kesepuluh melalui Andik Vermansah. Berduel dengan Sergio Silva, sayangnya dia gagal melewati adangan berikutnya dari John Alfarizie.

Kubu Arema sempat waswas usai penjaga gawangnya, Adilson Maringa sempat terjatuh. Namun, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, dia dinyatakan bisa main lagi.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Bhayangkara

Andik kembali nyaris membuka skor buat Bhayangkara menit ke-30. Namun, tendangannya masih melambung jauh. Pun dengan Carlos Fortes di kubu Arema sepuluh menit kemudian yang tendangannya masih melambung tinggi. Skor kacamata pun mengakhiri paruh pertama Arema FC vs Bhayangkara FC

Babak Kedua Arema FC vs Bhayangkara FC

Usai jeda, kedua tim juga langsung jual-beli serangan. Muhammad Rafli mendapat kesempatan emas pertama menit ke-48. Mendapat ruang kosong, dia melepaskan tembakan tapi bisa dipotong dengan baik oleh Sani Rizky.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Arema

Tiga menit berselang, Bhayangkara membalas via tendangan Anderson Salles. Meski sepakan Andersonkeras, tapi Adilson Maringa masih bisa menahannya.

Menit ke-60, Dedik mendapat kesempatan emas melalui tendangan bebas. Namun lagi-lagi arahnya masih tak jelas. Alih-alih mencetak gol, Arema justru kejebolan menit ke-65 melalui Ezechiel N’Douassel.

Arema FC vs Bhayangkara FC
ligaindonesiabarucom

Berawal dari pergerakan Wahyu Subo Seto dari sisi kiri yang lantas mengirim umpan manis, bola lantas disundul Ezechiel. Bola sempat ditepis Adilson, tapi tetap masuk ke gawang Arema. Laga Arema FC vs Bhayangkara FC sementara milik The Guardian.

Tiga menit kemudian, Ezechiel sebenarnya sukses cetak gol kedua dengan skema sama, yakni sundulan. Namun, golnya dianulir karena dalam posisi offside sebelum menyundul bola.

Menit ke-72, Arema sukses menyamakan kedudukan melalui Dendi Santoso. Gol berawal dari sundulan Carlos Fortes yang ditepis oleh Awan Setho, bola muntah lantas dicocor oleh Dendi.

Bhayangkara harus bermain 10 orang menit ke-77 setelah TM Ichsan yang sejatinya baru masuk menit ke-63 diusir wasit. Dia dianggap melanggar Dendi Santoso sehingga diberi kartu kuning kedua oleh wasit.

Unggul jumlah pemain, Arema FC terus mengurung pertahanan Bhayangkara. Namun hingga peluit panjang, tak ada gol tercipta lagi dalam laga Arema FC vs Bhayangkara FC.

Ini merupakan hasil imbang kedua bagi Arema dalam dua laga terakhir. Mereka sebelumnya jua ditahan dengan skor serupa oleh PSM Makassar. Sedang, ini hasil imbang perdana Bhayangkara FC setelah dalam partai pertama menang 2-1 atas Persiraja Banda Aceh.

Susunan Pemain:

Arema FC (4-3-3): 90-Adilson Maringa; 12- Rizky Dwi (92-Dave Mustaine 67′), 4-Sergio Silva, 5-Bagas Adi; 87-Johan Alfarizie, 19 Hanif Sjahbandi, 8-Rensi Yamaguchi, 10-M.Rafli (41-Dendi Santoso 59′), 27-Dedik Setiawan (11-Feby Eka 70′), 99-Kushedya Hari Yudo, 9-Carlos Fortes.

Pelatih: Eduardo Almeida.

Bhayangkara FC (4-2-3-1) : 12-Awan Setho, 20-Sani, 4-A. Salles, 37-Jajang Mulyana, 5-Fatchu Rochman, 89-Yu Jun Lee (23-Wahyu Subo Seto 63′), 8-Muhammad Hargianto (19-TM Ichsan 63′), 6 Evan Dimas, 22-Dendy Suliastiawan (70-Renan Silva 79′), 7-Andik Vermansah (18-Adam Alis 67′), 10- Ezechiel Ndouasel.

Pelatih: Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC vs Persiraja: Brace King Eze Kalahkan Laskar Rencong

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bhayangkara FC vs Persiraja di pekan pertama Liga 1 2021 yang berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021) berakhir dengan skor 2-1 . Pada laga ini, striker Bhayangkara, Ezechiel N’Douassel cetak dua gol alias brace.

Pada babak pertama, Bhayangkara FC langsungg menekan lini belakang Persiraja. Hasilnya pada menit ke-8, King Eze mencetak gol pertama The Guardians. Gol Eze memanfaatkan umpan sundulan Renan Silva.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Tertinggal satu gol, Laskar Rencong berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan. Setelah beberapa kali mencoba, menit ke-32, Persiraja mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan Paulo Henrique.

Namun skor imbang tak bertahan lama setelah King Eze mencetak gol keduanya lewat eksekusi penalti pada masa injury time babak pertama. Babak pertama Bhayangkara FC vs Persiraja pun berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja Babak Kedua

Bhayangkara FC vs Persiraja
ligaindonesiabaru.com

Pada babak kedua, anak asuh Hendri Susilo terus berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan namun sejumlah peluang yang tercipta tak mampu untuk membobol gawang Awan Setho.

Hingga akhir babak kedua, skor 2-1 tak berubah. Pertandingan pekan pertama Liga 1 2021 antara Bhayangkara FC vs Persiraja berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo, Wahyu Subo Seto, Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto, Lee Yoo-joon, Renan da Silva, Sani Rizki, Ezechiel N’Douassel, Dendy Sulistyawan

Kartu kuning: Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto

Pelatih: Paul Munster

Persiraja: Fakhrurrazi Quba, Defri Rizki, Hamdan Zamzani, Léo Lelis, Muhammad Rifaldi, Vanja Marković, Ramadhan, Mukhlis Nakata, Eeng Supriyadi, Paulo Henrique, Muhammad Isa

Kartu kuning: Paulo Henrique

Pelatih: Hendri Susilo

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Adam Alis Akhirnya Bersuara Soal Kabar Gabung Persija

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, akhirnya buka suara soal kabar yang menyebut dirinya akan gabung Persija Jakarta. Dia mengaku terkejut dengan rumor tersebut.

Seperti diketahui, saat ini kubu Macan Kemayoran emamng disebut-sebut tengah mencari gelandang anyar untuk mengarungi Liga 1 2021-22. Sebab, mereka memang ditinggal sejumlah gelandang kuncinya, seperti Sandi Sute, hingga Marc Klok yang sudah menemukan pelabuhan barunya.

Nah, Adam disebut-sebut menjadi kandidat gelandang anyar skuat ibu kota. Bahkan, banyak kabar yang menyebutkan pemain yang membela timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persija.

Adam Alis Akhirnya Bersuara Soal Kabar Gabung Persija

Kendati demikian, ternyata pemain berusia 27 tahun itu mengaku tak tahu menahu soal rumor itu. Saat ini, dia cuma mau fokus bersama Bhayangkara FC, klub yang diperkuatnya sejak 2018. Terlebih, rumor tersebut sudah beberapa kali muncul ke permukaan. Adam pun belum juga gabung ke skuat ibu kota.

“Saya belum tahu soal rumor itu. Saat ini, saya masih fokus ke Bhayangkara lebih dahulu. Setiap tahun juga rumornya begitu, sampai bingung saya menjawabnya,” ungkap Adam Alis singkat saat dihubungi oleh awak media.

Nama Adam Alis memang tak asing buat kubu Persija Jakarta. Dia pernah memperkuat tim kebanggaan the Jakmania itu pada 2015 silam, sebelum hijrah ke Bahrain untuk gabung East Riffa. Namun, ketika kembali dia belum balik lagi ke klub yang sempat diperkuatnya pada usia muda 2010-2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC akhirnya memilih mudik ke Jakarta, tak jadi bermarkas di Solo. Namun, mereka baru akan pulang ke Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada musim depan.

Nasib Bhayangkara memang belakangan menggantung usai hidupnya kembali Persis Solo. Bahkan, klub berjuluk The Guardian itu batal mengajukan diri soal pergantian nama klub menjadi Bhayangkara Solo FC pada Kongres PSSI beberapa waktu lalu. Selain Bhayangkara, Tira-Persikabo juga batal ajukan ubah nama.

Manajemen Bhayangkara pun buka suara soal nasib timnya. Mereka berpotensi kembali ke Jakarta. Namun, niat mereka itu baru bisa terwujud pada Liga 1 musim 2022.

Bhayangkara Solo FC - antaranews Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta
Dok. Antara

“Kalau kembali ke Jakarta mungkin tidak tahun ini, mungkin tahun depan di kompetisi 2022 kami bisa jadi balik ke Stadion PTIK,” kata COO Bhayangkara FC Sumardji, saat dihubungi awak media.

“Kalau tahun ini kemungkinan kami akan menggunakan mess yang ada di Solo terlebih dahulu dan mendaftarkan kandang di Stadion Manahan,” sambung dia.

Sebelumnya, PSSI mengaku sampai menjelang kongres dimulai, Tira-Persikabo dan Bhayangkara tak mengajukan perubahan nama. Jadi, kedua klub Liga 1 itu dipastikan tak akan mengubah namanya untuk kompetisi mendatang.

“Ada dua klub liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama yaitu Bhayangkara FC jadi Bhayangkara Solo. PS Tira jadi PS Tirakabo. Tetapi sampai akan dinaikkan sebagai agenda kongres tak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kita tau mereka tidak jadi berubah nama,” ujar Waketum PSSI, Iwan Budianto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Anderson Salles Resmi Kembali ke Pangkuan Bhayangkara Solo FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC akhirnya secara resmi mengumumkan kembali merekrut Anderson Salles untuk Liga 1 2021. Kedatangan Salles diumumkan melalui akun media sosial resmi Bhayangkara.

Sudah sejak beberapa pekan terakhir, Salles disebut-sebut akan menjadi pemain berikutnya yang akan mendarat ke tim besutan Paul Munster itu. Terlebih, lini pertahanan jadi sorotan Bhayangkara Solo FC pada Piala Menpora 2021.

Terlebih, Bhayangkara sebelumnya masih menyisakan satu slot pemain asing, setelah Renan Silva, Lee Yoo-joon, dan Ezechiel N’Douassel. Nah, akhirnya Salles resmi diumumkan menjadi pemain baru Bhayangkara Solo FC.

Anderson Salles is back!” tulis akun Instagram Bhayangkara. “Ayo!” jawab Salles dalam kolom komentar unggahan tersebut.

Kabar kedatangan Salles memang sudah tercium sepekan lalu. Hal itu setelah bek asal Brasil tersebut memutus kontrak dengan Parana Clube. Padahal, kontrak Salles di klub Serie-B Brasil itu baru diperpanjang pada akhir Januari 2021.

Kembali ke Bhayangkara Solo FC bikin Salles sudah tak sabar unjuk gigi. Melalui Instagram pribadinya, Salles mengutarakan ambisinya bersama Bhayangkara.

“Semoga Tuhan memberkati kami di musim ini. Sangat senang atas kesempatan untuk kembali ke klub hebat ini. Semoga ini menjadi musim yang penuh dengan prestasi,” tulis Salles.

Salles memang memberi kenangan tersendiri buat Bhayangkara. Dia terkenal dengan tendangan bebasnya yang maut. Sepanjang 2012, Salles mencatatkan total 41 penampilan dengan 13 gol dan tiga assist buat Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wacana PSSI Ubah Kuota Pemain Asing Liga 1 2021 Dianggap Sudah Telat

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Wacana PSSI untuk mengubah kuota pemain asing untuk Liga 1 2021 disebut sudah terlambat. Sebab, nyaris seluruh tim peserta sudah terlanjur mengontrak legiun import untuk menatap kompetisi 2021.

Seperti diketahui, belakangan memang ramai soal isu pengurangan kuota pemain asing buat Liga 1 2021 menjadi cuma tiga saja. Rinciannya, tiap klub hanya boleh mengontrak dua pemain asing bebas, dan satu asal Asia. Hal ini berarti mengalami perubahan karena musim 2020, tiap klub boleh menggunakan empat pemain asing dengan rincian tiga non Asia dan satu pemain Asia.

Wacana terbaru tersebut mendapat perhatian tersendiri dari COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji. Dia menyebut PSSI sudah terlambat kalau memang mau menerapkan aturan pemain asing tersebut.

Wacana PSSI Ubah Kuota Pemain Asing Liga 1 2021 Dianggap Sudah Telat Calon Lawan Batalkan Uji Coba Kontra Timnas U-23 Indonesia Bhayangkara solo FC Pun Serahkan Nasib Liga 1 ke PSSI 2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Wacana ini sudah terlambat kalau mau diterapkan tahun 2021. Karena kami sudah terlanjur mengontrak pemain asing dengan komposisi 3+1 atau tiga pemain non Asia dan satu pemain Asia,” kata Sumardi dalam laman resmi Bhayangkara Solo FC.

Namun demikian, andai PSSI benar-benar mau mengurangi kuota pemain asing Liga 1, Sumardji siap mendukung. Tapi tentu dia baru akan mendukung wacana kuota baru pemain asing untuk musim berikutnya.

“Kalau (diterapkan) tahun 2022 bagus. Dan kami mendukung sepenuhnya kalau di terapkan di tahun 2022,” tutup dia.

Soal kuota pemain asing buat Liga 1 akan dibahas dalam Kongres PSSI akhir Mei mendatang. Nantinya juga bakal ditentukan format kompetisi yang akan dihelat di tengah pandemi Covid-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: PS Polri dan Surabaya United Bersatu

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 24 April 2016 menjadi salah satu hari yang jadi cikal bakal lahirnya Bhayangkara Solo FC. Sebab, lima tahun lalu PS Polri dan Surabaya United resmi bersatu demi menatap Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Seperti diketahui, saat sepak bola Indonesia dibekukan 2015 lalu memang banyak turnamen-turnamen yang digelar. Salah satunya, Piala Bhayangkara 2016. Dalam turnamen tersebut, PS Polri ikut eksis meramaikan kancah sepak bola Indonesia.

Bahkan, PS Polri saat itu diperkuat sejumlah pemain top, seperti Fabiano Beltrame, Bio Paulin, hingga Robertino Pugliara. Lalu, Surabaya United pun kerap mengikuti sejumlah turnamen. Nama klub pun sempat beberapa kali berubah. Sebelum Surabaya United, klub tersebut juga sempat bernama Bonek FC.

Hingga akhirnya pada 24 April 2016 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, tim Bhayangkara Surabaya United pun diluncurkan. Tim ini merupakan gabungan dari PS Polri dengan Surabaya United dan disiapkan untuk mentas di ISC 2016.

Nostalgia Hari Ini: PS Polri dan Surabaya United Bersatu
Dok. Indopos

“Pembentukan tim ini merupakan gabungan dari PS Polri dan juga Surabaya United yang menjadikan Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai tempat latihan,” kata Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

Dalam acara peluncuran ini, Bhayangkara SU pun langsung melakukan pertandingan uji coba. Kala itu, mereka menggelar Trofeo Bhayangkara yang diisi Bhayangkara Surabaya United, Madura United, dan Deltras Sidoarjo.

Saat itu, Bhayangkara SU menjadi juara. Hal itu setelah mereka berhasil menang 4-0 atas Deltras Sidoarjo dan imbang tanpa gol kontra Madura United. Madura United sendiri cuma menang 3-0 atas Deltras.

Berubah Nama Lagi

Setelah merger dan menjadi Bhayangkara SU, nyatanya klub itu kembali sempat berubah nama. Setelah setahun bermarkas di Sidoarjo, Bhayangkara SU pun kembali mengubah nama mejadi Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.
Dok. Bhayangkara FC

Bhayangkara FC pun hijrah ke Stadion Patriot, Bekasi. Bahkan, mereka sukses menjuarai Liga 1 2017 di bawah Simon McMenemy. Usai juara, The Guardian lantas memilih ke Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Nah, pada 27 November 2020 Bhayangkara kembali berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Klub tersebut pastinya kembali pindah markas. Stadion Manahan, Solo, kini menjadi kandang baru buat tim besutan Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Listianto Raharjo Berpulang, Bhayangkara Jelaskan Kronologinya

Listianto Raharjo Berpulang, Bhayangkara Jelaskan Kronologinya 29

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia berduka usai salah satu mantan kiper Timnas, Listianto Raharjo, meninggal dunia. Bhayangkara Solo FC yang kebetulan jadi klub terakhir Listianto bernaung menjelaskan kronologinya.

Seperti diketahui, saat ini Listianto memang ditugaskan menjadi pelatih kiper Bhayangkara Solo FC U-20. Bahkan, Listianto masih memimpin latihan tim dan berada di mess pada Selasa (20/4/2021) sore. Namun, malam harinya Listianto dinyatakan meninggal dunia.

COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji, menjelaskan kalau mantan kiper Pelita Solo itu memang sempat ambruk. Dia lantas dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Selasa (20/4/2021) malam. Tetapi, nyawa Listianto Raharjo dinyatakan tak tertolong.

“Meninggalnya sekitar pukul 23.00 WIB. Tadi sore masih latihan dan memang tinggal di mess Bhayangkara FC di Surabaya,” bilang Sumardji dalam rilisnya.

Listianto Raharjo Berpulang, Bhayangkara Jelaskan Kronologinya

“Segenap manajemen Bhayangkara Solo FC meraskan kehilangan sosok legenda kiper. Kami ikut berduka sedalam-dalamnya,” sambung dia.

Ucapan duka juga datang dari rekan-rekan Listianto. Salah satunya dari Kurniawan Dwi Yulianto. Melalui Instagram pribadinya, Kurniawan tampak merasa kehilangan almarhum.

“Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun⁣⁣ Selamat jalan mas “Bejo” Listianto Raharjo⁣⁣. Semoga Husnul Khotimah..Aamiin..⁣ We Love U mas,” tulis Kurniawan sambil mengunggah foto Listianto.

Saat masih jadi pemain, Listianto pernah perkuat Pelita Jaya dan berlanjut ke Pelita Solo. Selain itu dia juga menjadi kiper SEA Games 1997 dan Piala AFF 1996 bersama pelatih Henk Wullems.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara?

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara? 33

Football5Star.com, Indonesia – Minat Bhayangkara Solo FC memulangkan Anderson Salles tampaknya bukan isapan jempol belaka. Bahkan, Salles sampai rela memutus kontraknya dengan Serie C Brasil, Parana Clube.

Bhayangkara memang saat ini tengah mencari pemain asing untuk mengarungi Liga 1 2021. Sebab saat ini mereka hanya diperkuat tiga legiun import, yakni Renan Silva, Lee Yoo-joon, dan Ezechiel N’Douassel.

Salles disebut-sebut akan menjadi pemain berikutnya yang akan mendarat ke tim besutan Paul Munster itu. Terlebih, lini pertahanan jadi sorotan Bhayangkara Solo FC pada Piala Menpora 2021.

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara? Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles

Kabar Anderson Salles kembali ke Bhayangkara diperkuat setelah Parana Clube memberi pernyataan resmi. Mereka mengaku sudah merelakan Salles pergi ke klub lain.

“Bek Anderson Salles bukan lagi bagian dari grup paranista. Dalam kontrak yang ditandatangani oleh pemain, terdapat klausul yang mengatur pembebasan pemain jika ada tawaran dari klub internasional,” tulis Instagram resmi Parana Clube.

“Kami berterima kasih kepada pemain atas profesionalismenya dan berharap dia sukses dalam tantangan berikutnya,” sambung klub Serie C itu.

Salles memang memberi kenangan tersendiri buat Bhayangkara. Dia terkenal dengan tendangan bebasnya yang maut. Sepanjang 2019, Salles mencatatkan total 41 penampilan dengan melesakkan 13 gol dan tiga assist buat klub berjuluk The Guardians itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Heran Bisa Kalah dari Persija Jakarta

Bhayangkara Solo FC Heran Bisa Kalah dari Persija Jakarta 37

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster, mengaku heran pasukannya bisa takluk dari Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Rabu (31/3/2021). Padahal, secara permainan mereka cukup apik.

Sebenarnya, Bhayangkara unggul terlebih dahulu via Ezechiel N’Douassel menit ke-27. Namun, Persija justru bangkit lewat gol Marc Klok dan Osvaldo Haay. Bhayangkara pun harus puas angkat koper dari Piala Menpora 2021.

Kondisi ini membuat Paul Munster heran karena Bhayangkara Solo FC sebenarnya main bagus. Faktanya memang, Bhayangkara menguasai 54 persen bola dan melepaskan total 12 tembakan, tapi cuma dua yang tepat sasaran lawan Persija Jakarta.

Lini Tengah Loyo di Piala Menpora, Persija Jakarta Rindu Rohit Chand

“Jadi ini salah satu pertandingan yang mengherankan bagi saya. Pada pertandingan ini bisa dibilang Bhayangkara kurang beruntung,” ungkap Paul Munster usai pertandingan.

“Pada babak pertama Bhayangkara bisa dibilang mendominasi dan mencetak gol. Lalu, di babak kedua setelah kondisi pemain menurun memang kami harus membuat pergantian,” papar dia.

Paul Munster menyebut Persija hanya beruntung saja mencetak dua gol ke gawang Bhayangkara. Dua gol yang diciptakan Persija menurutnya berawal dari kesalahan pemain.

“Dua kebobolan yang terjadi bukan karena Persija bermain baik tapi karena kesalahan pemain Bhayangkara. Pada gol pertama dari tendangan bebas. Gol kedua dari sapuan bola yang seharusnya buang jauh dan kembali lagi ke tengah lalu kembali ke kami. Jadi kekalahan ini dari kesalahan kami,” pungkas Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija vs Bhayangkara: Marc Klok Pahlawan Macan Kemayoran

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta berhasil lolos dari lubang jarum. Pada laga terakhir Grup B, mereka mengalahkan Bhayangkara 2-1 untuk lolos ke perempat final Piala Menpora.

Pada laga terakhir fase grup ini, hanya kemenangan yang bisa menggaransi laju Persija ke perempat final. Pasalnya mereka berada di urutan ketiga dengan tiga angka. Selisih satu poin dari Bhayangkara di atasnya.

Beban ini rupanya berdampak buruk pada babak pertama. Macan Kemayoran tertinggal pada menit ke-27. Bomber Bhayangkara, Ezechiel Ndouasel membobol jala Andritany lewat sundulan mematikan.

Skor 1-0 untuk The Guardians bertahan hingga jeda. Memasuki interval kedua, klub ibu kota menaikkan tempo permainan. Hasilnya pun terlihat saat laga berjalan 53 menit. Tendangan bebas Riko Simanjutak berhasil dituntaskan Osvaldo Haay dengan sundulannya.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat moral pemain Persija bangkit. Mereka mulai mengendalikan permainan dan mendapat beberapa peluang.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang 10 menit jelang jeda. Pemain anyar, Marc Klok jadi pahlawan lewat tendangan kaki kerasnya dari luar kotak penalti.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, gol Marc Klok jadi gol terakhir yang tercipta di stadion Kanjuruhan. Menang 2-1, Persija naik ke puncak klasemen Grup B dengan enam angka dan lolos ke perempat final. Sementara Bhayangkara harus tersingkir secara dramatis.

Susunan Pemain:

Persija Jakarta: 26-Andritany; 11-Novri Setiawan, 5-Otavio Dutra, 4-Yann Motta, 16-Tony Sucipto; 7-Ramdani Lestaluhu, 10-Marc Klok, 94-Heri Susanto; 46-Osvaldo Haay, 13-Alfriyanto; 9-Marko Simic

Pelatih: Sudirman

Bhayangkara: 38-Indra Adi; 37-Jajang Mulyana, 33-Hansamu Yama, 28-Alsan Sanda; 20-Sani Rizki, 19-TM Ichsan, 6-Evan Dimas; 18-Adam Alis, 70-Renan Silva, 7-Andik Vermansyah; 10-Ezechiel N’Douasel

Pelatih: Paul Munster

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Marc Klok Bisa Jadi Momok Menakutkan, Begini Kata Bhayangkara Solo FC

Marc Klok Bisa Jadi Momok Menakutkan, Begini Kata Bhayangkara Solo FC 43

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC tak menampik Marc Klok bisa jadi momok menakutkan jelang hadapi Persija Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mereka bakalan mencoba mematikan pergerakan Klok di Stadion Kanjuruhan nantinya.

Seperti diketahui, Klok memang menjelma menjadi pemain kunci dan nyawa permainan buat Persija saat menang 4-0 atas Borneo FC. Statoskop mencatat selain bikin dua assist, akurasi umpan Klok jua tinggi, yakni mencapai 74 persen saat melawan Borneo.

Penampilan apik pemain naturalisasi itu jelas bisa jadi ancaman buat Bhayangkara Solo FC. Bhayangkara mengaku bakalan sebisa mungkin mengurangi pelanggaran dan mematikan pergerakan Klok.

Marc Klok Bisa Jadi Momok Menakutkan, Begini Kata Bhayangkara Solo FC Paul Munster Mulai Kesal Bhayangkara FC Disebut Punya Skuat Bintang

“Ya, itu sebenarnya pemain sudah paham. Saya akan beri instruksi spesifik kepada pemain bagaimana kekuatan, kelemahan dan cara mengatasi Persija, termasuk Klok,” kata pelatih Bhayangkara, Paul Munster, kepada wartawan via daring.

Selain soal Marc Klok, Munster juga bicara soal tekanan dari manajemen untuk membawa Bhayangkara bisa lolos ke babak perempat final. Dia menyebut kalau hal itu tak mau dijadikan beban. Jangan sampai, kata Munster, pemain malah main tak lepas saat menghadapi Persija Jakarta.

“Saya tidak mau banyak memikirkan itu, saya ingin fokus dengan tim sekarang, dengan pertandingan. Pekerjaan saya sekarang adalah mempersiapkan pemain untuk bertanding semaksimal mungkin. Karena tujuan kami memang ingin menang dan melaju ke babak berikutnya,” pungkas Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Akui Cemas Lawan Persija karena Hal Ini

Bhayangkara Solo FC Akui Cemas Lawan Persija karena Hal Ini 47

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC mengaku agak ciut nyali dengan Persija Jakarta karena punya eksekusi bola mati mengerikan. Namun, mereka sudah menyiapkan segala upaya untuk mengatasi hal tersebut.

Seperti diketahui, Persija memang mencetak dua dari empat gol ke gawang Borneo FC melalui skema bola mati, yakni sepak pojok. Pemain-pemain mereka memang tinggi-tinggi, seperti Otavio Dutra, Yann Motta, sampai Marko Simic. Hal itu ditambah dengan Marc Klok yang punya umpan akurat.

Kelebihan Persija Jakarta itu jelas bikin Bhayangkara agak cemas. Terlebih, dalam partai di Stadion Kanjuruhan, Rabu (31/3/2021) boleh dibilang sangat menentukan. Siapa yang berhasil menang, bakalan lolos ke babak delapan besar.

Bhayangkara Solo FCAkui Cemas Lawan Persija karena Hal Ini Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC:

“Jadi pastinya saya paham dengan itu. Mereka (Persija) cetak 2 gol juga dari bola mati dan itu memang kekuatan mereka. Mungkin semua orang juga sudah tahu itu kekuatan mereka dari set piece karena mereka punya pemain-pemain tinggi,” bilang pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster.

Kendati demikian Bhayangkara, kata Munster, sudah menyiapkan segalanya untuk meredam kelebihan Persija. Mereka akan berusaha untuk tak membuat kesalahan dan melakukan pelanggaran di posisi-posisi krusial.

“Saya sudah mempersiapkan dan antisipasi, para pemain juga sudah tahu kekuatan Persija dan kelemahan serta cara mengantisipasi mereka. Informasi ini yang akan saya bagikan kepada pemain,” pungkas mantan pelatih Timnas Vanuatu tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC: Antiklimaks!

Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC: Antiklimaks! 50

Football5Star.com, Indonesia – Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (27/3/2021) terbilang antiklimaks. Tadinya salah satu yang bisa menang akan lolos langsung ke babak delapan besar, tapi hasil imbang 1-1 mengakhiri pertandingan.

Bhayangkara sudah sejak awal laga memang langsung menyerang. Bahkan laga baru berusia delapan menit, mereka sukses membuka skor. Berawal dari sskema tendangan bebas, Sani Rizky menyodorkan bola kepada Arthur Bonai yang berada di posisi bebas. Bonai pun dengan mudah menceploskan bola ke gawang PSM.

Usai gol tersebut, PSM tampak beberapa kali mencoba bangkit. Namun, permainan Bhayankara jua lumayan disipling mengadang serangan bergelombang PSM.

Salah satunya menit ke-30 kala Yakob Sayuri mendapatkan umpan panjang. Tapi, dia gagal menjangkau bola.

Begitu pula menit ke-44. Tendangan keras Abdul Rachmad Abanda diselamatkan mistar gawang Bhayangkara Solo FC. Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC sementara mengunggulkan The Guardian di paruh pertama.

https://twitter.com/AFFPresse/status/1375741154835132418

Babak Kedua

Usai jeda, PSM langsung tancap gas. Perjuangan mereka akhirnya tuntas setelah berhasil menyamakan kedudukan menit ke-49 melalui Yakob Sayuri.

Gol berawal dari aksi Aji Kurniawan yang merangsek masuk ke dalam kotak penalti. Dia kemudian menyodorkan bola ke arah Yakob Sayuri yang berada dalam posisi lowong. Sang pemain pun dengan mudah memasukkan bola ke gawang Awan Setho.

PSM bahkan nyaris membalikkan kedudukan menit ke-55 andai tendangan jarak jauh Rasyid Bakrie tak melayang. DUa menit brselang, Bhayangkara merespons melalui sundulan Sani Rizky yang menyamping tipis di kanan gawan Hilman Syah.

Bhayangkara mendapatkan peluang emas menit ke-71. Umpan terobosan dari Adam Alis disambut tendangan first-time oleh Andik Vermansah. Namun, Hilman Syah masih cukup tangguh di bawah mistar gawang PSM.

Sepuluh menit jelang waktu normal berakhir, Dendi Sulityawan nyaris bikin Bhayangkara kembali unggul. Mendapat umpan manis dari Renan Silva, Dendi melepaskan tembakan keras tapi sayang tak menemui target.

Dendi Sulistyawan kembali membuang peluang menit ke-86. Kembali dapat umpan matang Renan Silva, Dendi menyundul bola. Tapi, bola sundulannya hanya tipis di sisi kiri gawang Hilman Syah.

Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara Solo FC pun berakhir sama kuat, 1-1. Hasil tersebut bikin PSM sementara masih memuncaki klasemen Grup B dengan empat poin, cuma berselisih gol saja dengan Bhayangkara di urutan kedua.

Susunan Pemain

PSM Makassar (4-3-3): 97-Hilman Syah; 97-Erwin Gutawa, 15-Hasim Kipuw, 3-Zulkifli Syukur, 25-Abdul Rachman, 77-Ronaldo Wanna, 24-M Rizky Eka, 17-Rasyid Bakri, 7-Zulham Zamrun, 22-Yacob Sayuri.

Pelatih: Syamsuddin Batolla

Bhayangkara Solo FC (4-4-2): 12-Awan Setho; 14-Ruben Sanadi, 6-Evan Dimas, 33-Hansamu Yama, 70-Renan Silva,20-Sani Rizki, 19-TM Ichsan, 30-Arthur Bonai (28-Alsan Sanda, 24′), 7-Andik Vermansah, 37-Jajang Mulyana, 23-Wahyu Subo Seto.

Pelatih: Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ezechiel N’Douassel Belum Main, Begini Kata Pelatih Bhayangkara Solo FC

Ezechiel N'Douassel Belum Main, Begini Kata Pelatih Bhayangkara Solo FC 54

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster, buka suara soal striker asingnya, Ezechiel N’Douassel yang belum dimainkan di Piala Menpora 2021. Dia menyebut kalau Ezechiel mungkin akan bermain kala Bhayangkara hadapi PSM Makassar, Sabtu (27/3/2021).

Seperti diketahui, Bhayangkara memang cuma menurunkan satu pemain asing saat melawan Borneo FC, Senin (22/3/2021) lalu, yakni Renan Silva. Sedang beberapa nama lain, seperti Ezechiel dan Lee Yu-jun belum tampak dalam daftar susunan pemain.

Paul Munster tak menutup kemungkinan akan memainkan Ezechiel N’Douassel lawan PSM. Namun, dia tak bisa memberikan jaminan karena pemain lokal Bhayangkara Solo FC juga tampil bagus.

Ezechiel N'Douassel Belum Main, Begini Kata Pelatih Bhayangkara Solo FC Sempat Berdebat dengan Marco Motta, Ini Kata Pelatih Bhayangkara Football5Star.com - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, tak menampik sempat berdebat dengan pemain Persija Jakarta, Marco Motta. Dia menyebut kalau hal itu biasa dalam sepak bola dan ketika selesai sudah baik-baik saja. Dalam laga Bhayangkara vs Persija memang terlihat sangat panas. Beberapa pelanggaran keras dan adu argumen sempat mewarnai partai yang dihelat di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (14/3/2020) malam. Ada satu momen kala Marco Motta tengah dekat dengan bench Bhayangkara. Paul Munster tampak memprotes pelanggaran yang sebelumnya dilakukan Marco Motta kepada pemainnya. Eks pelatih Vanuatu itu bahkan sempat beradu argumen dengan Motta. Tapi, menurut Paul Munster hal itu sangat biasa dalam pertandingan. "Yang pertama itu biasa terjadi di sepak bola. Pembicaraan dalam laga. Selesai laga tak ada masalah," ungkap Munster kepada wartawan. Munster sendiri menyebut kalau Bhayangkara hanya kurang beruntung belakangan ini. Meski menguasai laga, mereka belum sekalipun merasakan kemenangan dalam tiga pertandingan awal. "Hal positif pada 3 laga punya banyak peluang. Di laga ini kita bisa cetak gol. Di babak pertama miss peluang penting. Di babak kedua 5 menit terakhir banyak peluang, kami kira jadi gol. Terkadang ketidakberuntungan juga," tutup dia.

“Ya, mungkin Ezechiel akan bisa bermain. Namun, sekarang memang kami fokus kepada Renan Silva. Karena, dia pertama datang dan latihan dengan kami sejak awal,” bilang Munster kepada wartawan.

“Pemain asing yang lainnya datang terlambat dan pemain lokal di posisi tersebut melakukan tugas dengan baik. Jadi, saya fokus kepada pemain yang bisa turun. Saya juga masih menilai pemain asing yang terlambat gabung, termasuk Ezechiel,” sambung Munster.

Melawan PSM sendiri, Bhayangkara ingin memastikan diri jadi tim yang lolos ke babak delapan besar. “Kami sudah memenangkan pertandingan pertama, bagus. Tapi kami menantikan pertandingan besok. Kami ingin pemain bisa berjuang lawan PSM Makassar,” tutup mantan pelatih timnas Vanuatu itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC: Gol Cepat Menangkan The Guardian

Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC: Gol Cepat Menangkan The Guardian 57

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan 1 Grup B Piala Menpora 2021 yang mempertemukan Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC. Bhayangkara berhasil menang 1-0 lewat gol cepat dari Alsan Sanda.

Bhayangkara berhasil mencetak gol pada menit kedua. Andik Vermansyah melepaskan tembakan yang bisa ditepis Gianluca Pandeynuwu, tapi bola mengarah ke Alsan Sanda yang hanya tinggal menyundul bola.

The Guardian kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-28. Lewat serangan balik, Andik Vermansyah melakukan skill individu melewati Javlon Gusyenov, tapi tendangannya ditepis oleh Gianluca.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua berjalan alot. Kedua tim sama-sama kesulitan menembuh pertahanan masing-masing lawannya. Terutama untuk Pesut Etam yang sedang tertinggal.

Kesempatan baru didapatkan pada menit ke-61 untuk Borneo lewat pemain pengganti, Wildansyah, setelah menerima umpan dari Terens Puhiri, namun tendangan volinya melebar.

Renan Silva dapat peluang emas pada menit ke-65. Mantan pemain Persija itu melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi tipis melebar.

Beberapa menit kemudian, pemain yang sama kembali mendapat peluang lewat tendangan jarak jauh, tapi kembali melebar.

Borneo FC harus bermain dengan 10 orang pada injury time setelah Hendro Siswanto menahan laju lari Evan Dimas saat melakukan serangan balik.

Laga Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC berakhir dengan skor 1-0.

Susunan Pemain Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC:

Bhayangkara (4-2-3-1): 12-Awan Setho; 14-Ruben Sanadi, 33-Hansamu Yama, 28-Alsan Sanda, 37-Jajang Mulyana; 6-Evan Dimas, 19-T.M Ichsan; 7-Andik Vermansyah (22-Dendi Sulistiawan), 70-Renan Silva (21-Titan Agung), 20-Sani Rizki; 23-Wahyu Suboseto (8-Muhammad Hargianto).

Pelatih: Paul Munster.

Borneo FC (4-4-2): 31-Gianluca Pandeynuwu; 36-Miftathul Ikhsan (17-Rifal Lastori) 19-Javlon Gusyenov, 44-Nur Diansyah (4-Wildansyah), 15-Leo Gunatara; 26-Ilham Syah (90-M. Shihran), 56-Fajar Faturahman (39-Guy Junior), 28-Terens Puhiri, 12-Hendro Siswanti; 22-Sultan Samma (76-Arya Gerryan), 11-Amer Bekic (77-Muhammad Fatturahman).

Pelatih: Mario Gomez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Paul Munster Tak Peduli Label Timnas Milik Hansamu dan Evan

Paul Munster Tak Peduli Label Timnas Milik Hansamu dan Evan 61

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, ogah memperdulikan label penggawa timnas Indonesia milik Hansamu Yama dan Evan Dimas. Menurut Munster, label penggawa timnas bukan alasan The Guardians mendaratkan keduanya.

Evan Dimas dan Hansamu Yama didatangkan Bhayangkara FC setelah kontrak bersama klub sebelumnya berakhir. Kedatangan dua pemain itu membuat The Guardians menjadi tim unggulan di ajang Piala Menpora.

“Untuk soal transfer mereka, status mereka sudah free transfer. Yang menjadi hal utama mendatangkan mereka adalah mereka ingin bermain di BFC dan mereka ingin berprestasi,” ujar Paul Munster pada sesi jumpa pers pada Minggu (21/3) sore WIB.

Hansamu Yama - Evan Dimas - Paul Munster - Bhayangkara FC - Piala Menpora - @bhayangarafc
instagram.com/bhayangarafc

“Mereka bukan soal label timnas dan harga mahal. Saya mendatangkan bukan nama besar. Tapi performa mereka di lapangan. Seorang pemain akan dilihat dari perfoma mereka,” kata Munster menambahkan.

Lebih lanjut, Munster juga mengaku sudah tak sabar ingin kembali memimpin anak asuhnya di pertandingan resmi. Ia berharap persiapan Bhayangkara FC di Piala Menpora bisa berbuah manis ketika Liga 1 2021 dimulai.

“Kami sangat menunggu sekali pertandingan besok. Ini sudah setahun tak ada kompetisi. Kami harap ini menjadi pertandingan yang kompetitif untuk menyongsong Liga 1,” kata Munster.

Bhayangkara FC tergabung di grup B bersama dengan PSM Makassar, Persija Jakarta dan Borneo FC. Mereka akan memulai petualangannya dengan partai melawan Persija Jakarta pada Senin (22/3) sore WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bakal Bersua Persija di Piala Menpora, Begini Kata Evan Dimas

Bakal Bersua Persija di Piala Menpora, Begini Kata Evan Dimas 65

Football5Star.com, Indonesia – Evan Dimas buka suara bakalan bersua Persija Jakarta di Piala Menpora 2021 dengan seragam Bhayangkara Solo FC. Dia mengaku sudah tak sabar utuk mentas dalam turnamen pramusim tersebut.

Seperti diketahui, Evan Dimas baru saja diresmikan oleh Bhayangkara setelah tak bersepakat dengan Persija Jakarta. Dia diikat oleh tim yang kini bermarkas di Solo itu dengan kontrak selama semusim.

Uniknya, Evan akan langsung bersua mantan klubnya, Persija. Dalam Grup B, selain Bhayangkara Solo FC dan Persija, ada pula PSM Makassar serta Borneo FC. Evan sendiri sudah tak sabar menatap Piala Menpora.

Evan Dimas Bisa Jadi Garansi untuk Bhayangkara Raih Prestasi

“Saya pribadi sudah tidak sabar untuk menjalani pertandingan. Untuk Piala Menpora, kita harus siap. Apalagi sudah setahun tidak ada kompetisi,” ungkap Evan Dimas dikutip laman resmi Bhayangkara.

“Mungkin kesiapan untuk bertanding masih 60 persen. Namun saya sudah tidak sabar untuk segera bertanding karena memang sudah lama tidak ada kompetisi,” sambung Evan.

Evan sadar, Bhayangkara Solo FC masuk ke dalam grup maut dalam Piala Menpora 2021. Namun, dia tak mau memusingkan hal itu. Dia mengatakan bahwa terpenting, harus menjalani semua laga dengan fokus dan jangan sampai lengah sedikitpun.

“Piala Menpora? Harus juara. Karena memang tiap pertandingan, saya tidak mau kalah. Termasuk juga saat menjalani laga uji coba, Kita harus fight di tiap laga. Jangan sampai ada rasa meremehkan lawan,” tutup Evan Dimas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Penasaran dengan Anderson Salles

Bhayangkara Solo FC Penasaran dengan Anderson Salles 69

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC mengaku masih penasaran bisa memulangkan Anderson Salles pada musim 2021. Mereka mengakui sampai saat ini masih menggelar pembicaraan dengan bek asal Brasil tersebut.

Bhayangkara memang saat ini tengah mencari pemain asing untuk mengarungi musim 2021. Karena, mereka saat ini hanya diperkuat tiga legiun import, yakni Renan Silva, Lee Yoo-joon, dan Ezechiel N’Douassel. Satu slot tersisa, rencananya akan dipakai oleh tim berjuluk The Guardians itu untuk pemain asing berposisi sebagai bek.

Salles disebut-sebut akan menjadi pemain berikutnya yang akan mendarat ke tim besutan Paul Munster itu. Namun, Bhayangkara Solo FC harus mengurungkan niatnya karena Salles baru saja diperkenalkan Parana Clube untuk mengarungi Serie-B Brasil musim 2021.

Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles

Meski demikian, Bhayangkara masih terus berusaha membujuk Salles untuk mau pulang. Manajer Bhayangkara, I Nyoman Yogi Hermawan, tak menampik sedang berkomunikasi dengan bek berkepala plontos itu.

“Kami kurang satu slot lagi pemain asing lagi sedang kami cari. Pemain (yang masih dicari) itu posisinya defender,” ungkap Nyoman kepada awak media.

“Kami harapkan sih memang Salles. Tetapi dengan dinamikanya di sana, kami masih komunikasi,” sambung Nyoman.

Anderson Salles memang memberi kenangan tersendiri buat Bhayangkara. Dia terkenal dengan tendangan bebasnya yang maut. Sepanjang 2012, Salles mencatatkan total 41 penampilan dengan 13 gol dan tiga assist buat Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Evan Dimas Bisa Jadi Garansi untuk Bhayangkara Raih Prestasi

Evan Dimas Bisa Jadi Garansi untuk Bhayangkara Raih Prestasi 73

Football5Star.com, Indonesia – Kedatangan Evan Dimas disambut sangat antusias oleh Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji. Dia bahkan menyebut Evan bisa menjadi garansi bagi Bhayangkara untuk meraih prestasi.

Teka-teki masa depan Evan akhirnya terjawab. Pemain yang membawa Timnas U-23 Indonesia ke final SEA Games 2019 itu memilih untuk meninggalkan Persija Jakarta demi pulang ke pangkuan Bhayangkara.

Kepastian kedatangan Evan Dimas diumumkan Bhayangkara Solo FC melalui laman resminya. Kehadiran Evan jelas bikin lini tengah klub berjuluk The Guardians itu kian mengilap. Selain Evan, Bhayangkara juga sudah punya Renan Silva, Adam Alis Setiano, Sani Rizki Fauzi, hingga Wahyu Subo Seto .

Calon Lawan Batalkan Uji Coba Kontra Timnas U-23 Indonesia Bhayangkara solo FC Pun Serahkan Nasib Liga 1 ke PSSI 2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Kami bersyukur bisa kembali membawa Evan ke tim ini. Kehadiran dia tentu semakin memperlengkap kekuatan terutama lini tengah,” kata Sumardji dalam laman resmi klub.

Pria yang kini menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo itu optimistis Evan bisa memberikan prestasi buat klub yang kini bermarkas di Solo tersebut. Apalagi Evan bukan nama baru buat Bhayangkara.

Dikutip Transfermarkt, Evan sempat memperkuat Bhayangkara 2014 sampai 2017 dan mencetak empat gol serta lima assist dalam 28 penampilan. Bahkan, dia membawa Bhayangkara yang kala itu dinakhodai Simon McMenemy juarai Liga 1 2017.

“Kami semakin optimistis bisa memberikan prestasi di musim ini. Semua untuk membanggakan masyarakat Solo,” tutur Sumardji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

RESMI! Evan Dimas Dipastikan Pulang ke Klub Lamanya

RESMI! Evan Dimas Dipastikan Pulang ke Klub Lamanya 76

Football5Star.com, Indonesia – Kepergian Evan Dimas dari Persija Jakarta akhirnya benar-benar terjadi. Hal itu setelah Bhayangkara Solo FC secara resmi mengumumkan kedatangan pemain Timnas Indonesia itu.

Evan memang belum juga menampakkan batang hidungnya dalam latihan Persija Jakarta jelang Piala Menpora 2021. Tadinya, pendungkung Macan Kemayoran mengerti karena eks pemain Selangor FC itu sedang ada tugas negara di Timnas U-23 Indonesia.

Namun demikian, nyatanya Evan justru pergi meninggalkan skuat ibu kota. Pemain yang membawa Timnas U-23 Indonesia menembus final SEA Games 2019 itu secara resmi diumumkan kembali ke klub lamanya, Bhayangkara.

Kepastian kedatangan Evan Dimas diumumkan Bhayangkara SOlo FC melalui Instagram resminya. “And please welcome, Evan Dimas!” tulis Bhayangkara dalam Instagram-nya.

Bhayangkara bukan klub asing buat Evan. Dikutip Transfermarkt, Evan sempat memperkuat Bhayangkara 2014 sampai 2017 dan mencetak empat gol serta lima assist dalam 28 penampilan.

Dari sisi Persija sendiri, kepergian Evan Dimas jelas snagat merugikan. Sebenarnya, Evan tampil lumayan apik bersama Persija. Dia membawa Macan Kemayoran sampai final Piala Gubernur Jatim. Dalam dua partai awal Liga 1 2020 pun, Evan sudah mencetak dua gol.

Tak cuma Evan, Persija Jakarta juga belakangan disebut akan kehilangan Osvaldo Haay. Osvaldo tak ditampik mencari peluang main di klub luar negeri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara 80

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC baru saja mencatatkan prestasi di kawasan Asia Tenggara soal nilai pasar. Mereka masuk ke dalam 10 besar klub dengan pasar tertinggi di ASEAN.

Keberhasilan itu, diunggah oleh diunggah akun Instagram resmi @theaseanfootball yang disadur dari situs transfermarkt. Bhayangkara Solo berada di posisi ke delapan. Dalam daftar itu hanya ada dua tim asal Indonesia yang memiliki nilai pasar yang tinggi. Selain Bhayangkara, ada pula juara bertahan Liga 1, Bali United di urutan ketujuh.

Dalam rilis itu, Bhayangkara dinilai punya nilai pasar 4,70 juta euro. Sedang, Bali United memiliki nilai pasar 4,93 juta euro. Tentu, keberhasilan itu disambut positif oleh COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji.

Bhayangkara Solo FC Catatkan Prestasi di Kawasan Asia Tenggara
https://bhayangkarasolofc.id/

Sumardji menyebut Bhayangkara memang belakangan tengah bekerja keras untuk menjadi tim profesional. Catatan prestasi itu tentu sebuah penghargaan dari tata kelola yang dilakukan manajemen Bhayangkara.

“Kami setiap tahun selalu bekerja keras mengembangkan tim ini agar selalu lebih baik. Tidak hanya dalam pengelolaan, namun juga pada prestasi tim,” kata Sumardji dalam laman resmi klub.

Keseriusan Bhayangkara Solo FC menghadapi geliat sepak bola musim ini sudah terlihat jauh-jauh hari. Mereka baru saja resmi mendaratkan dua nama, yakni Arthur Bonai dan Hansamu Yama Pranata. Evan Dimas juga belakangan disebut-sebut akan jadi pemain anyar Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi! Hansamu Yama Gabung Bhayangkara Solo FC

Resmi! Hansamu Yama Gabung Bhayangkara Solo FC 84

Football5Star.com, Indonesia – Bek timnas Indonesia, Hansamu Yama akhirnya resmi menemukan klub barunya, Bhayangkara Solo FC. Hansamu pindah ke Bhayangkara setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Persebaya Surabaya.

Sebelumnya, manajemen Persebaya resmi mengumumkan perpisahannya dengan Hansamu pada 3 Maret lalu. Sejak saat itu, banyak sekali spekulasi yang menyebut Hansamu akan pindah ke Bhayangkara, dan hal itu benar terjadi setelah klub yang memiliki julukan The Guardian itu mengumumkan kedatangan Hansamu di akun media sosialnya.

“Welcome Big Man to Bhayangkara Solo FC,” tulis Bhayangkara seperti dilansir Football5Star.com dari akun Instagramnya.

Hansamu Yama - Persebaya - Aji Santoso - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

Hansamu Yama diproyeksikan untuk menggantikan posisi Lee Won-jae dan Nurhidayat Haji Haris yang sudah dilepas oleh The Guardian.

Sebelumnya, Bhayangkara sudah mendatangkan beberapa pemain jelang kompetisi Piala Menpora 2021. Osas Saha menjadi pemain terakhir yang didatangkan Bhayangkara sebelum mendatangkan Hansamu. Lalu sebelumnya lagi, Bhayangkara juga sudah mendatangkan Arthur Bonai dan memperpanjang kontrak Renan da Silva.

Mereka juga saat ini dirumorkan akan mendatangkan gelandang Persija, Evan Dimas. Namun sampai saat ini, Evan Dimas belum diumumkan sebagai pemain bebas transfer oleh Persija. Tentu saja, Evan Dimas tidak asing dengan lingkungan Bhayangkara. Dia merupakan bagian dari skuad Bhayangkara yang berhasil menjadi juara Liga 1 2017.

Bhayangkara kini sudah menggelar latihan di Lapangan Universitas Sebelas Maret jelang Piala Menpora 21 Maret nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Evan Dimas Diakui Bakal Kembali ke Klub Lamanya

Evan Dimas Diakui Bakal Kembali ke Klub Lamanya 88

Football5Star.com, Indonesia – Evan Dimas tampaknya mendekati pintu keluar Persija Jakarta setelah dikonfirmasi tengah berkomunikasi dengan mantan klubnya, Bhayangkara Solo FC. Hal itu diakui oleh manajemen Bhayangkara yang sedang berkomunikasi secara intens dengan Evan.

Sampai saat ini, Evan memang belum juga menampakkan batang hidungnya dalam latihan Persija Jakarta jelang Piala Menpora 2021. Tadinya, pendungkung Macan Kemayoran mengerti karena eks pemain Selangor FC itu sedang ada tugas negara di Timnas U-23 Indonesia.

Namun demikian, belakangan beredar kabar Evan Dimas tengah menuju pintu keluar Persija. Disebut-sebut Evan belum menandatangani kontrak baru dari manajemen Macan Kemayoran.

Evan Dimas Diakui Bakal Kembali ke Klub Lamanya Banyak yang Diincar Klub Luar, Bukti Pemain Persija Berkualitas Kaget dengan Harga Evan Dimas, Klub Malaysia Mundur Teratur Sergio Farias: Kalau Cetak Gol Terus, Evan Dimas Tak Masalah Resepsi Lagi

Bhayangkara Solo FC lantas melihat ada peluang mendatangkan Evan. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, bahkan mengakui saat ini sedang melakukan komunikasi secara intens dengan Evan Dimas.

Apalagi, Bhayangkara bukan klub asing buat Evan. Dikutip Transfermarkt, Evan sempat memperkuat Bhayangkara 2014 sampai 2017 dan mencetak empat gol serta lima assist dalam 28 penampilan.

“Ya memang kami sedang berusaha memulangkan Evan Dimas. Tapi masih dalam tahap komunikasi dan masih proses negosiasi,” ungkap Sumardji singkat saat dihubungi oleh Football5Star.com.

Sebenarnya, Evan tampil lumayan apik bersama Persija. Dia membawa Macan Kemayoran sampai final Piala Gubernur Jatim. Dalam dua partai awal Liga 1 2020 pun, Evan sudah mencetak dua gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cabut dari Persebaya, Klub Baru Hansamu Yama Mulai Terungkap

Cabut dari Persebaya, Klub Baru Hansamu Yama Mulai Terungkap 92

Football5Star.com, Indonesia – Usai resmi berpamitan dari Persebaya Surabaya, klub baru Hansamu Yamu Pranata akhirnya terungkap. Bhayangkara Solo FC mengaku sedang berkomunikasi secara intens dengan Hansamu.

Seperti diketahui, Hansamu memang beberapa waktu lalu sudah berpamitan dengan seluruh jajaran yang ada di Persebaya. Manajemen dan tim Persebaya mengaku tak bisa menahan kepergian mantan pemain Barito Putera tersebut.

Nah, Bhayangkara Solo FC ternyata melihat peluang bisa mendatangkan Hansamu. Mereka mengakui saat ini sedang melakukan pendekatan dengan Hansamu Yama dengan berkomunikasi secara intens.

Hasil Persebaya vs Persik: Hansamu Yama From Zero to Hero

“Sejauh ini memang masih tahap komunikasi dengan pemain yang bersangkutan. Tapi memang benar kami menjalin negosiasi dengan Hansamu,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, saat dihubungi oleh awak media.

Sumardji berharap kedatangan Hansamu bisa menjadi salah satu tambahan tenaga di lini belakang tim besutan Paul Munster itu. Namun memang, dia masih melihat keuangan tim sambil bernegosiasi dengan Hansamu.

“Kami akan melihat keuangan tim terlebih dahulu untuk musim ini. Ya, mudah-mudahan saja bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari pemain ini (Hansamu),” sambung mantan manajer Timnas U-23 Indonesia itu.

Hansamu Yama didatangkan oleh Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2019 dari Barito Putera. Dia sebenarnya jadi salah satu pemain penting di kubu Bajul Ijo. Musim lalu, Hansamu total memainkan 31 pertandingan buat Persebaya dengan mengemas tiga gol dan satu assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Resmi Daratkan Satu Striker Naturalisasi

Bhayangkara Solo FC Resmi Daratkan Satu Striker Naturalisasi 96

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC tampaknya sudah mulai ancang-ancang menyambut Piala Menpora 2021. Setelah Arthur Bonai, kali ini mereka resmi kedatangan satu striker naturalisasi, Osas Saha.

Osas didatangkan Bhayangkara usai dilepas oleh PSM Makassar. Kedatangannya dikonfirmasi langsung oleh manajer Bhayangkara, I Nyoman Yogi Hermawan. Yogi mengaku sudah lama membidik Osas untuk mengisi lini depan tim besutan Paul Munster itu.

“Ya, kami telah mendatangkan Osas Saha. Dia kami kontrak untuk semusim. Kami mendatangkan Osas Saha karena kualitas pemain tersebut dan kebutuhan Bhayangkara Solo FC,” ungkap Yogi Hermawan saat dihubungi oleh awak media.

Osas Saha Akan Debut di Laga Indonesia vs Thailand?
PSSI.org

Pemain naturalisasi itu tak terlalu cemerlang ketika membela PSM Makassar. Dia cuma mencetak satu gol saja dalam delapan pertandingan. Namun kala memperkuat Tira-Persikabo, Osas tampil lumayan impresif dengan mencetak 14 gol dan lima assist dalam 31 pertandingan.

Yogi menyebut kedatangan Osas Saha untuk menggantikan posisi Herman Dzumafo yang sudah berkepala empat. Dzumafo sendiri mendapatkan tugas lain bersama Bhayangkara Solo FC.

“Osas Saha datang untuk menggantikan Herman Dzumafo di Bhayangkara. Dengan usia Dzumafo yang sudah matang, kami memproyeksikannya untuk membina akademi Bhayangkara. Kalau tidak ada perubahan, nanti dia akan langsung membina akademi kami,” tutup Yogi.

Bhayangkara sendiri sudah sejak Kamis (25/2/2021) lalu menggelar latihan. Mereka tengah mempersiapkan skuatnya jelang Piala Menpora 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles

Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles 100

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC harus mengurungkan niatnya untuk kembali menggunakan jasa Anderson Salles. Sebab, dia baru saja diresmikan salah satu klub asal Brasil, Parana Clube.

Bhayangkara memang saat ini tengah mencari pemain asing untuk mengarungi musim 2021. Salles disebut-sebut akan menjadi pemain berikutnya yang akan mendarat ke tim besutan Paul Munster itu.

Namun demikian, Bhayangkara Solo FC harus balik kanan. Hal itu karena Anderson Salles baru saja resmi diperkenalkan oleh Parana Clube untuk mengarungi Serie-B Brasil musim 2021.

Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles

“Bek berusia 33 tahun itu datang untuk bergabung dengan tim Tricolor berpengalaman. Salles muncul dari akademi Santos dan telah memperkuat Vasco, Goiás, Santa Cruz dan Bragantino. Salles masih bisa menjadi salah satu opsi untuk permainan yang diuji dengan bola mati,” tulis media Brasil, Bandab.

Manajemen Bhayangkara pun buka suara terkait pengumuman Salles ke Parana Clube. Mereka tak menampik sulit mendatangkan bek berkepala plontos tersebut karena kompetisi di Brasil masih berjalan.

“Untuk Salles nampaknya sulit karena di Brasil juga masih sedang ada kompetisi jadi kemungkinan besar akan sulit mendatangkan pemain yang bersangkutan,” bilang Chief Operationg Officer Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji.

Salles bukan nama baru buat Bhayangkara. Sepanjang 2019, dia pernah mencatatkan total 41 penampilan dengan 13 gol dan tiga assist buat Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Proses Naturalisasi Pemain Korsel Akan Rampung, Bisa Dipanggil Shin Tae-yong

Proses Naturalisasi Pemain Korsel Akan Rampung, Bisa Dipanggil Shin Tae-yong 105

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong bakal mendapat tambahan opsi untuk Timnas Indonesia setelah proses naturalisasi salah satu pemain asal Korea Selatan (Korsel) akan rampung. Dialah Lee Yu-jun yang diakui tengah dalam proses finalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Lee Yu-jun memang sudah sejak Oktober 2019 mengajukan permohonan naturalisasi kepada pemerintah Indonesia. Klubnya, Bhayangkara Solo FC, menjadi sponsor dalam pengajuan Lee menjadi WNI.

Nah, Bhayangkara sendiri mengabarkan proses naturalisasi Lee akan segera selesai karena sudah tahap finalisasi. Mereka berharap pemain berusia 31 tahun tersebut bisa segera jadi WNI untuk didaftarkan main di Piala Menpora 2021 dengan slot penggawa lokal.

Proses Naturalisasi Pemain Korsel Akan Rampung, Bisa Dipanggil Shin Tae-yong

“Proses naturalisasi Lee Yu-jun sekarang sudah tahap final ya. Kami memang sudah mengajukan namanya sejak lama,” ungkap Manajer Bhayangkara Solo FC, I Nyoman Yogi, saat dihubungi oleh awak media.

“Kalau memang prosesnya bisa selesai sebelum Piala Menpora, kami daftarkan dia sebagai pemain naturalisasi. Tetapi kalau belum ya untuk sementara ini statusnya pemain asing. Kami berharap proses naturalisasinya bisaselesai sebelum Liga 1 2021,” sambung Yogi.

Andai sudah dinaturalisasi, Lee Yu-jun jelas bisa menjadi tambahan opsi buat Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia. Shin akan disajikan beragam pilihan untuk lini tengah, terlebih sebelumnya juga ada nama Marc Klok yang baru resmi jadi WNI.

Shin Tae-yong Genjot Latihan, Pemain Timnas Alami Cedera

Dikutip dari Transfermarkt, Lee bisa ditempatkan di dua posisi. Selain gelandang bertahan, dia juga pernah dimanfaatkan sebagai bek kanan. Total, Lee sudah 94 kali berseragam Bhayangkara dengan mencatatkan lima gol dan lima assist. Latar belakang Lee sebagai pemain asal Korsel bisa menjadi nilai tambah buat Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster?

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster? 109

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC mengaku resmi merekrut kembali Simon McMenemy. Namun, kedatangan Simon bukan sebagai pelatih kepala, melainkan Direktur Teknik jadi posisi Paul Munster tetap aman.

Seperti diketahui, rumor kembalinya Simon ke kubu Bhayangkara memang beredar di media sosial. Hal itu usai mantan nahkhoda Timnas Indonesia tersebut mengunggah tiket bakalan terbang ke Solo yang notabene markas baru Bhayangkara.

Kedatangan Simon McMenemy sempat disebut-sebut akan menggantikan Paul Munster di kursi kepelatihan tim berjuluk The Guardians itu. Apalagi, Simon punya kenangan manis usai membawa Bhayangkara juarai Liga 1 2017. Namun, manajemen Bhayangkara Solo FC membantahnya. Mereka menyebut Simon datang dengan status berbeda.

Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara, Bagaimana Nasib Paul Munster? Bhayangkara FC Siap Main di Asia: Kami Akan Main di Solo Kombes Sumardji Sampai Minta Maaf dengan Kelakuan Serdy Ephy Fano Bhayangkara FC Persebaya Surabaya Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka. Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam! Bhayangkara FC Galau Usai Liga 1 2020 Dilanjutkan

“Ya, Simon McMenemy bergabung kembali dengan Bhayangkara Solo FC sebagai direktur teknik. Kami mau mengembangkan akademi di SOlo. Posisi Paul Munster tetap jadi pelatih kepala,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji, saat dihubungi Football5Star.

Bhayangkara sendiri jadi salah satu tim yang sudah mulai mempersiapkan skuatnya menatap Piala Menpora 2021. Mereka disebut akan mulai berlatih Rabu (24/2/2021) sore di markas barunya.

Selain itu, Bhayangkara Solo FC juga resmi mendapat satu amunisi baru, yakni Arthur Bonai. Selain Bonai, mereka juga disebut akan kembali merekrut Anderson Salles.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Setelah Rekrut Arthur Bonai, Bhayangkara Solo FC Bakal Beri Kejutan

Setelah Rekrut Arthur Bonai, Bhayangkara Solo FC Bakal Beri Kejutan 113

Football5Star.com, Indonesia – Setelah resmi mendaratkan Arthur Bonai, Bhayangkara Solo FC masih akan memberikan kejutan jelang Piala Menpora 2021. Mereka juga disebut-sebut akan mendaratkan mantan pemainnya, Anderson Salles untuk kompetisi musim 2021.

Seperti diketahui, Bhayangkara menjadi salah satu klub yang sudah mulai ancang-ancang memulai musim baru. Mereka bakalan langsung menggelar latihan perdana mulai Rabu (24/2/2021).

Nah sebelum latihan, Bhayangkara baru saja meresmikan pemain baru. Dialah Arthur Bonai yang didatangkan untuk mengarungi musim 2021. Kedatangan mantan pemain Tira-Persikabo itu diumumkan dalam akun Instagram resmi klub.

“Selamat bergabung, Arthur Bonai. Satu amunisi anyar untuk memperkuat skuat Bhayangkara Solo FC hadapi musim 2021,” tulis akun Bhayangkara.

Tak cuma Arthur Bonai, Bhayangkara juga menyiapkan kejutan lain. Mereka disebut-sebut sangat dekat dalam merekrut kembali bek asal Brasil, Anderson Salles.

Akan tetapi, COO Bhayangkara, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumardji, belum bisa bicara soal kabar Salles. Meski, dia tak menampik sedang berkomunikasi dengan bek berkepala plontos itu.

Anderson Salles Bahagia Usai Tinggalkan Bhayangkara FC, Persija

“Kalau untuk Salles masih belum bisa diberitakan dulu, karena sejauh ini kami masih hanya melakukan komunikasi,” beber Sumardji.

Anderson Salles bukan nama baru buat Bhayangkara, Sepanjang 2019, dia pernah mencatatkan total 41 penampilan dengan 13 gol dan tiga assist buat Bhayangkara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]