Persik Kediri vs Borneo FC: Macan Putih Terkam Pesut Etam

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persik Kediri vs Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 2021 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (10/9/2021) berakhir dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Andi Eko Jayanto.

Pad babak pertama, Borneo FC yang berusaha mempertahankan posisinya di puncak klasemen Liga 1 2021 tampil menekan. Ank asuh Mario Gomez itu berulang kali mencoba untuk membongkar pertahanan Persik Kediri.

Persik Kediri vs Borneo FC
instagram.com/borneofc.id

Namun usaha dari Guy Junior dkk selalu kandas di lini belakang Persik. Salah satunya pada menit ke-4 dari usaha Sihran Amarullah. Sayang aksi dari winger Borneo FC ini belum bisa membobol gawang Dian Agus Prasetyo.

Persik sendiri praktis mengandalkan skema serangan balik. Persik mengandalkan permainan dari striker Youssef Ezzejari. Namun usaha itu belum juga bisa membobol gawang Borneo FC.

Menit ke-12, Borneo FC mendapat peluang kembali dari pergerakan winger Terens Puhiri. Sayangnya penetrasi dari pemain asal Papua itu diakhiri dengan tendangan yang masih melenceng dari gawang Persik.

Persik Kediri vs Borneo FC
instagram.com/borneofc.id

Hingga akhir babak pertama pertandingan Persik Kediri vs Borneo FC, tak ada tim yang mampu mencetak gol.

Persik Kediri vs Borneo FC di Babak Kedua

Pada babak kedua, kedua tim berusaha untuk bisa mencetak gol. Namun di sejumlah peluang yang hadir, tak ada satu pun yang bisa membuahkan gol.

Pada laga Persik Kediri vs Borneo FC, warganet utamanya suporter kedua tim sempat dibuat kesal karena adanya gangguan siaran. Akun Instagram resmi Borneo FC pun sempat menuliskan perihal gangguan siaran tersebut.

Persik Kediri vs Borneo FC
instagram.com/borneofc.id

“Kabarnya ada gangguan dari siaran langsung ya?” tulisn akun Instagram Borneo FC.

“Katanya nonton di rumah, di tv, kami ikutin. Giliran di TV gak di siarakan kami nonton lewat streaming live, terus kalau streaming live buruk, apa perlu ke stadion untuk nonton,” timpal salah satu netizen.

Kembali ke pertandingan, pada menit ke-79, Persik akhirnya mampu membuka keunggulan lewat aksi Adi Eko Jayanto. Skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan Persik Kediri vs Borneo FC.

Susunan pemain Persik Kediri vs Borneo FC:

Persik: Dian Agus Prasetyo, Arthur Felix, Dany Saputra, Ibrahim Sanjaya, Andri Ibo, OK Jhon, Adi Eko Jayanto, Ahmad Agung, Doe Sackie Teah, Septian Bagaskara, Youssef Ezzejari

Pelatih: Joko Susilo

Borneo FC: Angga Saputro, Javlon Guseynov, Wildansyah, Rifat Marasabessy, Safrudin Tahar, Sihran Amarullah, Hendro Siswanto, Nuriddin Davronov, Terens Puhiri, Sultan Samma, Guy Junior.

Pelatih: Mario Gomez

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jonathan Bustos Bikin Persik Kediri Gemetar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo, mengaku timnya sangat mewaspadai gelandang Borneo FC, Jonathan Bustos. Apalagi, Bustos menjadi nyawa permainan Borneo pada pekan perdana Liga 1 2021-22.

Pemain asal Argentina itu memang menjadi kunci dalam kemenangan 3-1 Borneo FC atas Persebaya Surabaya. Bustos memang tak cetak gol, tapi sukses memberikan dua assist dalam pertandingan tersebut.

Jonathan Bustos Bikin Persik Kediri Gemetar
ligaindonesiabaru.com

Nah, ancaman Bustos itu disadari betul oleh pasukan Joko Susilo. Apalagi, tim berjuluk Macan Putih itu sedang dalam upaya mencuri poin penuh perdana di Liga 1. Jangan sampai kelengahan mengawa Bustos merusak target tim.

“Mereka mempunyai pemain asing yang cukup bagus, Bustos terutama. Dia bisa memainkan peran sebagai playmaker, sebagai second striker yang cukup bagus,” kata Joko Susilo dalam jumpa pers virtual.

Jonathan Bustos Bikin Persik Kediri Gemetar
Instagram Persik Official

“Kemudian striker mereka mempunyai Torres, mempunyai pemain lokal yang bagus, terutama winger yang cepat. Kami harus mewaspadai itu semuanya untuk bisa meraih hasil positif besok,” sambung dia.

Persik Kediri Sadar Tak Diunggulkan

Joko sadar anak asuhnya tak terlalu diunggulkan saat meladeni Borneo FC Jumat (10/9/2021). Namun, kondisi itu justru bisa jadi senjata rahasia bagi Macan Putih. Mereka jadi bisa main tanpa beban dan memiliki peluang beri efek kejut.

Jonathan Bustos Bikin Persik Kediri Gemetar
Instagram Persik Official

“Situasi ini selalu kami dapatkan, pasti kami sebagai underdog, kami tidak diunggulkan, tapi itu menjadi motivasi bagi kami. Ini menjadi semangat bagi kami untuk menunjukan bagaimana kualitas kami sesungguhnya, dan kami masih punya keyakinan untuk bisa mendapatkan poin atau meraih kemenangan besok,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Boaz Solossa “Menghilang” dari Borneo FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Borneo FC, Mario Gomez, akhirnya buka suara soal Boaz Solossa yang tiba-tiba “menghilang”. Dia menyebut kalau Boaz memang sengaja tak diturunkan karena kurang bugar.

Seperti diketahui, tim berjuluk Pesut Etam itu baru saja meraih kemenangan meyakinkan pada pekan pertama Liga 1 2021-22. Mereka sukses menang 3-1 atas Persebaya Surabaya di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (4/9/2021).

Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Boaz Solossa "Menghilang" dari Borneo FC

Akan tetapi, banyak yang bertanya-tanya soal Boaz yang tak dimainkan oleh Borneo FC. Padahal, banyak pendukung Borneo yang menantikan debut resmi Boaz Solossa di Liga 1.

Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Boaz Solossa "Menghilang" dari Borneo FC

“Boaz Solossa adalah pemain berkulitas dan saya pikir semua tahu tentang dia. Tapi sementara ini Boaz belum dalam kondisi bagus untuk dimainkan,” ungkap Mario Gomez dalam laman resmi klub.

Boaz Solossa Dapat PR

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga

Gomez tak menampik, saat ini Boaz mendapatkan pekerjaan rumah darinya. Hal itu karena kondisi kebugaran mantan kapten Persipura Jayapura tersebut masih jauh dari yang semestinya.

“Dia harus mengembalikan kondisi fisiknya terlebih dahulu. Tapi itu tak akan lama. Karena ia juga bekerja keras dalam latihan untuk mendapat tempat di tim,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pengalaman Luar Biasa Pelatih Kiper Borneo FC Selama di Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih kiper Borneo FC, Jorge Damian Rodriguez mengaku memiliki pengalaman yang luar biasa selama berada di Indonesia. Salah satu hal luar biasa yang dirasakan oleh pelatih asal Uruguay ini selama di Indonesia ialah soal toleransi beragama.

“Ada Buddha, Muslim, Kristen, dan agama lokal lainnya. Dan semua saling menghormati. Ada tempat ibadah yang berdiri berdampingan, ada kuil Buddha, masjid dan ada juga kepercayaan mistk lokal. Itu adalah sesuatu yang sangat bagus,” kata Rodriguez seperti dikutip Football5star.com dari Eobservador.com, Senin (6/9/2021).

Pengalaman Luar Biasa Pelatih Kiper Borneo Selama di Indonesia
Eobservador.com

Selain soal kehidupan beragama di Indonesia, Rodriguez juga menyebut soal keindahan alam. Menurutnya, sejumlah tempat di Indonesia memiliki panorama yang jarang ditemui di tempat lain.

“Saya melalukan perjalanan ke Indonesia pada Februari, ke kota Samarinda dan bekerja di Borneo FC,”

“Ada pantai yang sangat bagus dan pulau-pulai lain yang begitu surgawi, tempat mereka membuat film. Kemudian semua peselancar di dunia datang. Subjek lanskap yang menakjubkan,” ungkap pelatih Borneo FC itu.

Pengalaman Luar Biasa Pelatih Kiper Borneo Selama di Indonesia
Eobservador.com

Rodriguez juga mengakui bahwa selama melatih di Borneo FC, ia mendapatkan perasaan yang luar biasa yakni rasa hormat dari semua pemain.

“Ada rasa hormat dan kepercayaan. Anda hanya tinggal menjadi baik dan rendah hati. itulah bahasa universal yang dapat Anda gunakan untuk menjangkau pemain,” tambah pelatih Borneo FC tersebut.

Pelatih Kiper Borneo FC, Jorge Damian Rodriguez dan Masakan Indonesia

Salah satu hal cukup sulit yang dirasakan oleh orang asing saat tinggal di Indonesia ialah soal makanan.

Pengalaman Luar Biasa Pelatih Kiper Borneo Selama di Indonesia
Eobservador.com

Tidak semua lidah orang asing cocok dengan makanan nusantara, untungnya hal itu tidak dialami oleh pelatih Borneo FC, Jorge Rodriguez.

“Saya suka makanan khas negara ini, saya selalu ingin mencoba. Ada makanan enak di sini, mereka makan dengan banyak bumbu dan saya sangat menyukainya,”

“Tetapi jika saya tidak memasak sendiri, saya akan membuat sendiri makanan seperti semur atau mie. Ada segalanya di sini untuk dibeli,” ucap pelatih kiper Borneo FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Borneo FC vs Persebaya: Tanpa Pemain Asing, Bajul Ijo Takluk

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan pertama Liga 1 yang mempertemukan Borneo FC vs Persebaya. Bajul Ijo yang tak diperkuat pemain asingnya harus kalah 3-1 dari Pesut Etam.

Borneo berhasil mencetak gol pada menit ke-8. Francisco Torres berhasil mendapatkan bola di dalam kotak penalti dan memberi umpan ke Muhammad Sihran yang dengan tenang memasukkan bola.

Pesut Etam terus menerus menggempur pertahanan Persebaya. Terens Puhiri melakukan aksi ciamik dari sisi kanan dan memberi umpan terobosan keapda Torres, tapi tendangannya bisa ditepis oleh Ernando Ari.

Borneo FC vs Persebaya Tanpa Pemain Asing, Bajul Ijo Takluk
@Liga1Match

Persebaya punya peluang pertama pada menit ke-31. Lewat tendangan bebas, Hambali Tolib melakukan eksekusi yang melebar ke sisi kanan gawang.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Borneo mencetak gol kedua pada menit ke-48. Lewat serangan balik, Bustos memberi umpan terobosan ke Puhiri yang hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Ernando. Puhiri dengan tenang berhasil memasukkan bola.

Bajul Ijo hancur lebur. Pada menit ke-60 Borneo kembali mencetak gol. Bustos lagi-lagi menjadi kreator, dia memberi umpan ke Guy Junior yang langsung menceploskan bola ke gawang.

Pesut Etam hampir mencetak gol keempat pada menit ke-63. Puhiri melepaskan umpan cutback yang bisa disambar oleh Muhammad Sihran, tapi bola melebar ke atas gawang.

Persebaya akhirnya bisa mencetak gol pada menit ke-75. Akbar Firmansyah memberi backpass di kota penalti ke Ricky Kambuaya yang berhasil mencetak gol ke gawang Angga Saputra.

Tak ada tambahan gol di sisa babak. Laga Borneo FC vs Persebaya berakhir dengan skor 3-1.

Susunan Pemain Borneo FC vs Persebaya

Borneo FC (4-4-2): 1-Angga Saputra; 74-Rifad Marasabessy (56-Muhammad Faturrahman), 4-Wildansyah, 18-Javlon Guseynov, 15-Leo Guntara (44-Nur Diansyah); 12-Hendro Siswanto, 10-Bustos, 8-Nuriddin Davronov; 28-Terens Puhiri (2-Marchkho Merauje), 90-Muhammad Sihran, 9-Fransisco Torres (30-Guy Junior).

Pelatih: Mario Gomez.

Persebaya (4-3-3): 21-Ernando Ari; 13-Rachmat Irianto, 88-Alwi Slamat, 14-Frank Sokoy (47-Arizky Wahyu); 23-Ady Setiawan (8-Oktofianus), 17-Ricky Kambuaya, 18-Hambali Tolib (12-Rendi Irawan); 11-Supriadi (28-Arif Satria), 57-Akbar Firmansyah, 45-Johan Yoga (9-Samsul Arif).

Pelatih: Aji Santoso.

Waktu Makin Mepet, Borneo FC Kebut Persiapan Jalani Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Borneo FC yakin kompetisi Liga 1 2021-22 akan berjalan sesuai jadwal. Di waktu yang makin mepet, Borneo FC terus gencar memeriksa persiapan mereka jalani Liga 1 2021-22.

Borneo FC menilai kompetisi BRI Liga 1 akan segera bergulir tepat waktu karena beberapa syarat pendaftaran mulai diminta oleh operator kompetisi. Selain Pre Competition Medical Assessment (PCMA), nama pemain serta ofisial tim juga turut didaftarkan.

Waktu Makin Mepet, Borneo FC Kebut Persiapan Jalani Liga 1 2021-22
borneofc.id

Dengan waktu persiapan yang semakin sempit, Borneo FC terus bergerak menyiapkan peryaratan. Manajer Borneo FC Farid Abubakar, menjelaskan skuat Pesut Etam akan melakukan PCMA.

Tes ini dilakukan untuk melengkapi syarat pendaftaran pemain untuk kompetisi BRI Liga 1.

“Dan tiap tahun juga kami melakukan hal seperti ini baik pemain lokal maupun pemain asing,” kata Farid seperti dikutip Football5star.com dari laman ligaindonesiabaru, Selasa (24/8/2021).

Waktu Makin Mepet, Borneo FC Kebut Persiapan Jalani Liga 1 2021-22
borneofc.id

Farid menambahkan jika pada kompetisi Liga 1 2021 memiliki tambahan beberapa syarat. Karena masih dalam pandemi Covid-19, semua pemain wajib menjalani vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan.

“Bedanya musim ini persyaratan bertanding di kompetisi bertambah dengan adanya kewajiban vaksinasi dan prokes lainnya karena kompetisi dimainkan di tengah pandemi,” imbuhnya.

Farid menegaskan jika PCMA Test adalah syarat utama kompetisi. Sehingga, dia berharap dengan adanya tes ini semakin meyakinkan kompetisi akan bergulir 27 Agustus.

“Kalau sudah sampai tahap seperti ini (PCMA Test). Mudahan-mudahan kick off tidak ada kendala dan semuanya bisa berjalan sesuai jadwal,”

Borneo FC Himbau Semua Patuhi Protokol

Semangat dan motivasi seluruh pemain di Liga 1 dan Liga 2 kini kembali tumbuh. Sebab kompetisi yang dinanti sudah di depan mata.

“Jelas ini kabar gembira buat kami semua, karena sudah ada konfirmasi bakal bergulirnya Liga 1 musim ini. Dan pastinya sudah ada izin dari kepolisian. Itu yang penting,” ujar Gianluca Pandeynuwu, kiper Borneo FC.

Waktu Makin Mepet, Borneo FC Kebut Persiapan Jalani Liga 1 2021-22
borneofc.id

Menurut pria yang akrab disapa Gian tersebut, lebih setahun pemain tak bisa mengapresiasikan hasil latihan mereka di lapangan. Memang semlpat ada turnamen pra musim, namun ia menilai persaingan untuk meraih hasil maksimal akan berbeda dibandingkan kompetisi reguler.

Itulah sebabnya Gian dan pemain Borneo FC lainnya sangat antusias dalam latihan beberapa pekan terakahir. Sebab kompetisi sudah pasti dimainkan.

“Sekarang sebagai pemain kami semakin termotivasi. Sebab kompetisi semakin dekat jelasnya kami tidak bisa bersantai. Harus fokus dan samakan visi di setiap pertandingan,” tegasnya.

Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Borneo FC, Boaz Solossa, mengaku hingga saat ini belum bisa melupakan kenangan pernah menjebol gawang Arab Saudi bersama timnas Indonesia. Hal itu terjadi pada 2013 lalu dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C.

Dalam partai di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu, Indonesia memang tampil mengejutkan. Di atas kertas, Arab memang diunggulkan. Tapi Indonesia yang diperkuat Boaz, Firman Utina, Kurnia meiga, hingga Sergio van Dijk mampu memberikan perlawanan.

Skuat Garuda bahkan sukses unggul lebih dahulu lewat Boaz Solossa menit kelima. Dia sukses melesakkan gol buat timnas Indonesia usai menang duel lawan dua bek Arab dan melepaskan tendangan kaki kiri.

https://www.youtube.com/watch?v=Ns41iEIke4Y

Arab lantas membalas melalui Youssef Al Salem ke-13. Sempat menahan imbang 1-1 hingga turun minum, Indonesia sayangnya gagal mempertahankan kedudukan setelah Al Salem kembali bikin gol di paruh kedua.

Meski kalah, pertandingan tersebut ternyata membekas bagi Boaz Solossa. Dia menyebut itu salah satu pertandingan terbaiknya di timnas Indonesia.

Stefano Lilipaly, Boaz Solossa, Timnas Indonesia Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi

“(Pertandingan terbaik di timnas) saat melawan Arab ya. Saat itu PraPiala Asia. Saat itu saya main suporter luar biasa, saat itu saya cetak gol tapi kami kalah. Tapi itu sangat berkesan,” ungkap Boaz Solossa dalam kanal YouTube Borneo FC.

Sedang, untuk laga yang paling dikenang di Liga Indonesia, yakni pada 2004. Hal itu saat dia menjadi salah satu pencetak gol Persipura Jayapura yang menang 3-2 atas Persija Jakarta di final.

 Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi
instagram.com/boazsolossa

“Kalau pertandingan di liga, pertandingan pertama saat juara salah satunya pertandingan final itu ya. Saya juga cetak gol,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Kenang Rahmad Darmawan: Dia Tahu Karakter Pemain Papua

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa buka suara soal pelatih yang membuatnya terkesan saat membela Persipura Jayapura. Boaz menyebut nama Rahmad Darmawan yang paling diingat olehnya.

Boaz jelas memiliki alasan menyebut nama Rahmad sebagai sosok pelatih yang paling favorit. Sebab, menurutnya, RD, sapaan karib pelatih Rahmad Darmawan disebut bisa mengerti para pemain Papua.

Hal itu terjadi saat RD berhasil mempersembahkan gelar Liga Indonesia kepada Persipura pada 2005. Momen itu terasa spesial karena itu merupakan gelar perdana buat Mutiara Hitam di kompetisi sepak bola Indonesia.

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas
Dok. Viva

“Ya buat saya coach RD ya. Saya lihat kedatangan dia 2004-2005, dia sangat memotivasi kami dia tahu karakter kami pemain Papua,” ungkap Boaz Solossa dikutip dari kanal YouTube Borneo FC.

“Saya ingat saat itu, langsung kami juara. Kala itu pertandingan final kami bisa mengalahkan Persija di final. Hasilnya 3-2,” sambung Boaz.

Boaz Solossa: Borneo FC akan Jadi Tim Besar! Boaz Solossa Kenang Rahmad Darmawan: Dia Tahu Karakter Pemain Papua

Ketika ditanya soal pertandingan favoritnya, jelas Boaz menyebut partai final 2004 lawan Persija. Sebab, dia kala itu juga menjadi salah satu pencetak gol ke gawang Macan Kemayoran.

“Setelah itu setelah 2004, kami juara 2008-2009 lalu 2010-2011, dan 2012-13. Itu memang tak akan pernah saya lupakan,” tutup Boaz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa mengaku sedih karena kesuksesannya di sepak bola tak bisa disaksikan langsung oleh sang ayah yang sudah lebih dahulu menghadap kepada-Nya. Namun, Boaz mengaku yakin ayahnya tetap melihat dan bangga dari atas sana.

Boaz mengakui peran orang tua menjadi yang sangat vital dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola. Bahkan, sang ayah lah yang sangat berjasa membuatnya menjadi seperti saat ini.

Hal itu diakui oleh Boaz Solossa ketika bercerita di akun YouTube resmi Borneo FC. Dia menceritakan awal perjalanan kariernya yang didukung oleh orang tuanya.

Semringahnya Boaz Solossa di Borneo FC, Sempat Bercanda dengan Terens Puhiri Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas

“Kedua orang tua dan almarhum ayah yang selalu beri motivasi serta dorongan saya sebagai pesepak bola. Sekarang beliau sudah meninggal saat kelas 1 SMP,” ungkap Boaz Solossa.

“Saya sedih kenapa setelah beliau yang dorong saya jadi pesepak bola dan berprestasi tapi orang tua tak melihat,” papar dia.

Kini, Boaz boleh dibilang sebagai salah satu legenda sepak bola Indonesia. agam penghargaan didapatkan oleh dia. Mulai dari lima kali membawa Persipura Jayapura juara Liga Indonesia (termasuk ISC A), hingga mengantarkan timnas Indonesia dua kali runner-up, yakni 2004 dan 2016.

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas
Dok. Viva

Prestasi individu pemain yang karib disapa Bochi itu pun mentereng. Dia tiga kali jadi top skorer Liga Indonesia, empat kali jadi pemain terbaik (termasuk ISC A), hingga didaulat jadi pemain Indonesia pertama yang masuk daftar 50 pemain Asia terbaik versi FourFourTwo 2017.

“Saya tahu dia bangga dan melihat saya dari atas, beliau juga senang. Sekarang, yang berperan penting adalah ibu yang selalu mendoakan sehingga saya bisa berkarier sampai saat ini,” tutup Bochi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa, Awalnya Gemari Basket hingga Menjadi Legenda Sepak Bola

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa mengakui kalau sepak bola ternyata bukan pilihan olahraga pertamanya. Dia kali pertama justru gemar dengan basket, sebelum akhirnya terjun di dunia si kulit bundar. Kini namanya seakan melegenda di sepak bola.

Siapa tak tahu Boaz Solossa? Sosok yang kini berseragam Borneo FC itu sudah malang melintang di sepak bola Indonesia sejak memulai karier profesional pada 2004. Ragam penghargaan didapatkan oleh dia. Mulai dari lima kali membawa Persipura Jayapura juara Liga Indonesia (termasuk ISC A), hingga mengantarkan timnas Indonesia dua kali runner-up, yakni 2004 dan 2016.

Prestasi individu pemain yang karib disapa Bochi itu pun mentereng. Dia tiga kali jadi top skorer Liga Indonesia, empat kali jadi pemain terbaik (termasuk ISC A), hingga didaulat jadi pemain Indonesia pertama yang masuk daftar 50 pemain Asia terbaik versi FourFourTwo 2017.

Akan tetapi, ternyata Bochi awalnya tak menggemari sepak bola. Dia memulai kegemarannya pada dunia olahraga saat bermain basket ketika muda.

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga

“Awal karier kebetulan saya besar di Sorong. Orang tua memiliki panti asuhan, di situ kebanyakan anak yatim. Kebetulan kami di sebelah rumah ada lapangan basket. Awalnya saya main basket sih,” ungkap Boaz Solossa dikutip kanal YouTube Borneo FC.

“Tapi ada tiang, setiap sore kami main basket dan main bola. Nah di situ mainnya saling mengenai tiang jadi saya pikir itu sangat seru ya,” sambung Bochi.

Perjalanan Bochi di sepak bola sebenarnya tak semulus yang dibayangkan. Dia sempat mendapat cobaan ketika kakinya patah saat melawan Hong Kong, 2007 silam. Dia bahkan mengaku nyaris saja memutuskan pensiun dini kala itu.

“Saya sempat merasa akhir karier saya. Tapi yang bikin saya bertahan, saya diangkat dari lapangan keluar, suporter beri semangat, saya lalu pikir bisa main lagi,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Campur Aduk Perasaan Boaz Solossa Ingat Momen Kakinya Patah Lawan Hong Kong

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa merasa perasaannya campur aduk saat ingat kembali momen kala kakinya patah melawan Hong Kong, 2007 silam. Dia bahkan mengaku nyaris saja memutuskan pensiun dini kala itu.

Seperti diketahui, Boaz memang sempat melalui masa-masa sulit ketika kakinya patah akibat tekel keras salah satu pemain Hong Kong di Stadion Utama Gelora Bung karno, 1 Juli 2007. Kala itu, kemenangan 3-0 timnas Indonesia dibayar dengan mahal setelah Boaz didakwa patah kaki akibat tekel brutal pemain Hong Kong.

Akibat cedera itu, bukan cuma tak bisa tampil di Piala Asia, tapi Boaz Solossa harus absen selama setahun. Bahkan, hingga 2009 pen yang ada di kakinya masih terpasang.

“Saat itu lawan Hong Kong cedera kaki kanan. Itu cedera pertama saya sebagai pesepak bola. Saya sempat berpikir karier saya mungkin sampai di sini,” ungkap Boaz Solossa dikutip dari kanal YouTube Borneo FC.

Semringahnya Boaz Solossa di Borneo FC, Sempat Bercanda dengan Terens Puhiri Football5Star.com, Indonesia - Penyerang senior, Boaz Solossa, sudah beberapa hari terakhir berlatih dengan tim barunya, Borneo FC. Dia terlihat begitu menikmati latihan dengan teman-temannya di bawah arahan Mario Gomez. Boaz memang menjadi salah satu sosok yang disorot dalam bursa transfer jelang Liga 1 2021-22. Dia secara mengejutkan berpisah dengan klub yang membesarkan namanya, Persipura Jayapura. Beberapa pekan kemudian, dia akhirnya secara resmi diperkenalkan jadi pemain Borneo. Sudah sejak awal pekan, Bochi, sapaan akrab Boaz Solossa, berlatih bersama tim berjuluk Pesut Etam. Latihan perdananya beberapa hari lalu, diwarnai dengan guyuran hujan di Stadion Segiri, Samarinda, yang seakan mengucapkan selamat datang kepadanya. https://www.youtube.com/watch?v=fRDCAKLWR-Y&t Dalam video yang diunggah Borneo di YouTube, terlihat Boaz begitu ceria menikmati hari-hari barunya sebagai pemain Borneo. Dia bahkan sempat bercanda dengan Terens Puhiri serta Marckho Sandy Meraudje. Borneo FC memang menjadi salah satu tim yang tetap menggeber latihan meski belum ada kepastian soal Liga 1. Semenjak kompetisi ditunda, Pesut Etam memang tetap rutin berlatih di Samarinda. Berbeda dari mayoritas klub lain yang memilih meliburkan skuat karena pengetatan dari pemerintah. "Kami sangat serius memandang kompetisi musim ini. Tentu dengan keyakinan yang besar juga kalau Liga 1 akan bergulir. Jadi persiapan terus dimaksimalkan," ujar manajer Borneo FC, Farid Abubakar.

“Karena saat itu kaki kanan saya patah tulang fibula sempat geser. Saya sempat merasa akhir karier saya. Tapi yang bikin saya bertahan, saya diangkat dari lapangan keluar, suporter beri semangat, saya lalu pikir bisa main lagi,” sambung Boaz.

Apalagi, lanjut Boaz, banyak pihak yang selalu mendukungnya kala itu. Kondisi itu menumbuhkan rasa optimisme bagi Boaz untuk bisa bangkit .

“Terpenting istri saya beri dukungan, dan semua orang tua, kaka adik, beri dukungan. Termasuk tim dan ofisial, mereka main di mana saya dihadirkan untuk menonton, selalu jadi motviasi. Terutama keluarga,” pungkas dia.

Faktanya memang, patah tulang tak membuat Boaz Solossa jadi terpukul. Setelah sembuh, dia bahkan sukses jadi top skorer tiga musim, yakni 2008-09, 2010-11, dan 2013. Boaz pun jadi pemain Indonesia pertama yang masuk daftar 50 pemain Asia terbaik versi FourFourTwo 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Ingin Liga 1 2021-22 Digelar, Klub Takut Kena Prank Lagi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Keinginan PSSI yang berkukuh menggulirkan Liga 1 2021-22 pada 20 Agustus tampaknya tak bikin semua klub percaya. Borneo FC salah satu yang meragukan rencana itu karena takut kena prank lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI mengaku akan tetap menggulirkan kompetisi mulai 20 Agustus demi penilaian AFC dan FIFA. Mereka disinyalir sudah mendapatkan lampu hijau dari pihak terkait, seperti kepolisian, Satgas Covid-19, hingga pemerintah.

Namun demikian, Borneo sepertinya trauma takut batal lagi. Sebab, sebelumnya pun mereka sempat menunggu ketidakpastian soal Liga 1 2020 yang akhirnya batal. Hingga rencana PSSI menggulirkan Liga 1 pada 9 Juli pun batal.

Borneo FC Janji Tak Akan Main Mata Lawan PSM Makassar PSSI Ingin Liga 1 2021-22 Digelar, Klub Takut Kena Prank Lagi

“Semua sih tak berharap kompetisi kembali dihentikan. Tapi kita tak tahu bagaimana perkembangan virus di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Kalau dihentikan, apakah ada jalan keluar lain agar kompetisi tak mandek seperti musim 2020?” ungkap manajer Borneo FC, Farid Abubakar, dalam laman resmi klub.

Sebetulnya, PSSI dan PT LIB tak usah memaksakan kompetisi digelar di Jawa kalau situasi pandemi Covid-19 masih tinggi. Menurut dia, PT LIB harus mempertimbangkan semua tempat, termasuk Kalimantan untuk menggulirkan liga.

“Harusnya operator kompetisi punya solusi bagaimana menggelar kompetisi di tengah pandemi seperti sekarang. Negara kita ini NKRI, sangat luas dan banyak daerah yang bisa melaksanakannya jika di Pulau Jawa memang tak bisa dilaksanakan. Makanya saya bilang, negara kita ini NKRI dan banyak wilayah lain sebagai sentral pertandingan selain di Jawa,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semringahnya Boaz Solossa di Borneo FC, Sempat Bercanda dengan Terens Puhiri

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang senior, Boaz Solossa, sudah beberapa hari terakhir berlatih dengan tim barunya, Borneo FC. Dia terlihat begitu menikmati latihan dengan teman-temannya di bawah arahan Mario Gomez.

Boaz memang menjadi salah satu sosok yang disorot dalam bursa transfer jelang Liga 1 2021-22. Dia secara mengejutkan berpisah dengan klub yang membesarkan namanya, Persipura Jayapura. Beberapa pekan kemudian, dia akhirnya secara resmi diperkenalkan jadi pemain Borneo.

Sudah sejak awal pekan, Bochi, sapaan akrab Boaz Solossa, berlatih bersama tim berjuluk Pesut Etam. Latihan perdananya beberapa hari lalu, diwarnai dengan guyuran hujan di Stadion Segiri, Samarinda, yang seakan mengucapkan selamat datang kepadanya.

Dalam video yang diunggah Borneo di YouTube, terlihat Bochi begitu ceria menikmati hari-hari barunya sebagai pemain Borneo. Dia bahkan sempat bercanda dengan Terens Puhiri serta Marckho Sandy Meraudje.

Semringahnya Boaz Solossa di Borneo FC, Sempat Bercanda dengan Terens Puhiri  Football5Star.com, Indonesia - Penyerang senior, Boaz Solossa, sudah beberapa hari terakhir berlatih dengan tim barunya, Borneo FC. Dia terlihat begitu menikmati latihan dengan teman-temannya di bawah arahan Mario Gomez.  Boaz memang menjadi salah satu sosok yang disorot dalam bursa transfer jelang Liga 1 2021-22. Dia secara mengejutkan berpisah dengan klub yang membesarkan namanya, Persipura Jayapura. Beberapa pekan kemudian, dia akhirnya secara resmi diperkenalkan jadi pemain Borneo.  Sudah sejak awal pekan, Bochi, sapaan akrab Boaz Solossa, berlatih bersama tim berjuluk Pesut Etam. Latihan perdananya beberapa hari lalu, diwarnai dengan guyuran hujan di Stadion Segiri, Samarinda, yang seakan mengucapkan selamat datang kepadanya.  https://www.youtube.com/watch?v=fRDCAKLWR-Y&t  Dalam video yang diunggah Borneo di YouTube, terlihat Boaz begitu ceria menikmati hari-hari barunya sebagai pemain Borneo. Dia bahkan sempat bercanda dengan Terens Puhiri serta Marckho Sandy Meraudje.  Borneo FC memang menjadi salah satu tim yang tetap menggeber latihan meski belum ada kepastian soal Liga 1. Semenjak kompetisi ditunda, Pesut Etam memang tetap rutin berlatih di Samarinda. Berbeda dari mayoritas klub lain yang memilih meliburkan skuat karena pengetatan dari pemerintah.  "Kami sangat serius memandang kompetisi musim ini. Tentu dengan keyakinan yang besar juga kalau Liga 1 akan bergulir. Jadi persiapan terus dimaksimalkan," ujar manajer Borneo FC, Farid Abubakar.

Borneo memang menjadi salah satu tim yang tetap menggeber latihan meski belum ada kepastian soal Liga 1. Semenjak kompetisi ditunda, Pesut Etam memang tetap rutin berlatih di Samarinda. Berbeda dari mayoritas klub lain yang memilih meliburkan skuat karena pengetatan dari pemerintah.

“Kami sangat serius memandang kompetisi musim ini. Tentu dengan keyakinan yang besar juga kalau Liga 1 akan bergulir. Jadi persiapan terus dimaksimalkan,” ujar manajer Borneo FC, Farid Abubakar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa: Borneo FC akan Jadi Tim Besar!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa kembali mengungkapkan kebahagiaannya usai resmi diperkenalkan oleh Borneo FC beberapa waktu lalu. Boaz menyebut tim barunya itu akan menjadi besar pada masa depan.

Seperti diketahui, teka-teki masa depan Boaz Solossa akhirnya terjawab sudah usai diperkenalkan oleh Borneo FC. Borneo sukses menjadi pemenang dalam perburuan Boaz yang jua disebut-sebut diincar sejumlah klub, seperti Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar.

Ini bukan kali pertama Boaz bergabung dengan Borneo. Keduanya memang pernah bekerja sama saat Piala Presiden 2015 dan 2018. Semenjak saat itu, hubungan keduanya pun berjalin baik, hingga kembali dipertemukan jelang menatap Liga 1 2021-22 yang rencananya dihelat 20 Agustus 2021.

Boaz Solossa: Borneo FC akan Jadi Tim Besar!

“Banyak pihak tak mengetahui bagaimana hubungan saya dengan manajemen Borneo. Saya kenal baik dengan presiden tim, serta Ponaryo Astaman sudah seperti keluarga bagi saya,” ungkap Boaz Solossa dalam laman resmi klub.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak di Borneo, terutama bos Nabil. Tim ini akan jadi besar dan saya siap berjuang untuk itu,” sambung Bochi.

Latar belakang Bochi sebagai striker haus gol memang bisa jadi jaminan bagi Borneo. Bisa saja, tim berjuluk Pesut Etam itu menjadi pesaing serius dalam persaingan gelar Liga 1 2021-22.

“Saya percaya kalau semua mau kerja keras dan bertekad menjadi yang terbaik, kami bisa menjadi juara di musim ini,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa, Alasan Borneo FC Pe-de Juarai Liga 1

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kehadiran Boaz Solossa tak ditampik memberikan efek positif yang kian membuat pemain Borneo FC yakin soal peluang juarai Liga 1 2021-22. Hal itu diungkapkan oleh pemain Borneo, Marckho Sandy Meraudje, yang merasakan dampak positif dari Boaz.

Seperti diketahui, Borneo baru saja sukses mendaratkan Boaz ke Samarinda. Pemain yang karib disapa Bochi itu jelas memiliki latar belakang yang mumpuni dan sejarah panjang di sepak bola Indonesia dalam urusan mencetak gol.

Bochi jua dianggap bisa jadi pengayom para pemain Borneo FC yang rata-rata masih muda. Hal itulah yang disuarakan oleh Marckho Sandy. Bahkan, hadirnya Boaz Solossa, disebut dia, menambah rasa kepercayaan diri skuat Pesut Etam melihat peluang juara Liga 1.

Boaz Solossa, Alasan Borneo FC Pe-de Juarai Liga 1

“Setelah datangnya Boaz, semua pemain lebih bersemangat ingin membawa tim ini meraih gelar juara Liga 1,” ungkap Marckho dalam laman resmi klub.

“Yang jelas kami harus kerja keras baik saat latihan maupun ketika bermain di kompetisi nanti,” sambung mantan pemain Sriwijaya FC itu.

Kendati demikian, Marckho menyebut percuma mungkin ada Boaz kalau kompetisi masih belum jelas. Dia sangat berharap aura Bochi bisa terus terjaga dengan kepastian kompetisi musim 2021-22. Dia pun sudah jenuh dengan kondisi ini.

“Kalau mau dibilang bosan, ya kami sudah bosan dengan suasana seperti sekarang. Kami terus berlatih, tetapi tak ada kepastian kapan kompetisi digulirkan. Kasihan juga manajemen tim, karena harus terus mengeluarkan dana tanpa ada pemasukan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Dianggap Pemain Termahal di Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa dianggap menjadi pemain termahal untuk saat ini di Indonesia saat diperkenalkan oleh Borneo FC. Boaz, disebut-sebut mendapatkan gaji yang besar saat menandatangani kontrak dengan klub asal Samarinda itu.

Seperti diketahui, Borneo baru saja sukses mendaratkan Boaz ke Samarinda. Pemain yang karib disapa Bochi itu jelas memiliki latar belakang yang mumpuni dan sejarah panjang di sepak bola Indonesia dalam urusan mencetak gol.

Borneo jelas sangat bersyukur bisa mendaratkan Bochi. Terlebih, mereka memang memenangi perburuan tanda tangan Boaz Solossa dari kejaran Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar.

Bos Borneo FC, Nabil Husein Said Amin - Borneofc.id Boaz Solossa Dianggap Pemain Termahal di Indonesia

Bos Borneo FC, Nabil Husein, bahkan tak segan menyebut Bochi merupakan pemain termahal di Indonesia. Disinyalir, pernyataan Nabil itu karena Borneo harus membayar gaji yang mahal buat sang striker.

“Pemain lokal termahal di Indonesia saya rasa. Yang terpenting kan, kontribusinya jelas,” ungkap Nabil Husein dalam laman resmi klub.

Boaz Solossa sendiri mendapatkan kontrak selama dua musim bersama Pesut Etam. Namun, pada kontrak musim kedua ada klausul khusus karena kaitannya dengan status Bochi sebagai abdi negara di Papua. Bochi jelas diharapkan mampu menularkan pengalamannya kepada pemain muda Borneo.

“Yang jelas karena kami butuh tambahan striker dengan pengalaman juga sebagai pemimpin anak-anak muda,” pungkas Nabil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Terpaksa Tak Bisa Penuhi Janjinya kepada Yustinus Pae

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa dipastikan tak bisa memenuhi janjinya kepada rekan seperjuangannya di Persipura Jayapura, Yustinus Pae. Hal itu setelah Tipa, sapaan karib, Yustinus dipastikan tak akan susul Boaz ke Borneo FC.

Seperti diberitakan sebelumnya, Boaz memang akhirnya mendapatkan pelabuhan barunya usai pergi dari Persipura. Hal itu setelah dia diperkenalkan secara resmi oleh Borneo beberapa hari lalu,

Boaz sebenarnya sempat berjanji ingin kembali satu tim dengan Tipa saat memilih klub barunya. Namun, hal itu nyatanya tak bisa terwujud karena Borneo mengaku belum membutuhkan jasa Tipa.

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga Boaz Solossa Terpaksa Tak Bisa Penuhi Janjinya kepada Yustinus Pae

“Untuk saat ini, posisi bek sayap kanan Borneo FC sudah lengkap dan kami hanya merekrut Boaz Solossa. Kami sampaikan, yang mana untuk posisi bek sayap kanan Borneo, sudah ada Marckho dan Rifad,” kata Presiden Borneo FC, Nabil Husein, saat dihubungi oleh awak media.

Alhasil, Boaz pun sepertinya tak akan kembali bersua dengan Yustinus Pae untuk musim ini sebagai rekan setim. Tipa disebut oleh Nabil mungkin akan bergabung dengan klub Liga 1 lainnya. “Saya rasa, Yustinus Pae akan menuju klub lain di Liga 1,” pungkas Nabil.

Diketahui, kedua pemain itu memang secara bersamaan dicoret dari skuat Persipura beberapa waktu lalu. Pencoretan keduanya diduga karena masalah indisipliner. Kini, belum diketahui ke klub mana Tipa akan berlabuh.

Perkenalkan Chandra Kurniawan, Borneo FC Pe-de Melesat ke Asia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Liga 1 yang belum pasti tak membuat Borneo FC kehilangan daya tarik setelah resmi memperkenalkan Mochamad Chandra Kurniawan sebagai stakeholder anyar. Bahkan, kedatangan Chandra bikin Borneo kini yakin melesat ke pentas Asia.

“Hari ini saya perkenalkan Mas Chandra Kurniawan sebagai stakeholder baru di tim. Semoga dengan bergabungnya di keluarga besar Borneo FC, dapat turut mendukung ambisi besar untuk membawa Pesut Etam menjadi klub lebih profesional dan meraih kejayaan,” ujar presiden klub Borneo, Nabil Husein, dalam rilis resminya.

Datangnya Chandra jelas menjadi suntikan semangat tersendiri bagi klub berjuluk Pesut Etam itu. Nabil menyebut hadirnya Chandra Kurniawan akan membuat Borneo melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya, mereka akan merilis Borneo FC Jakarta Camp dalam waktu dekat.

“Yang paling menarik adalah adanya official Borneo Store yang dilengkapi, lounge area cafe hingga mini Museum dengan memorabilia dan koleksi asli Borneo FC yang dikemas secara interaktif, hal ini sebagai komitmen saya dan mas Chandra khususnya untuk mengakomodir para fans kami yg berdomisili di Jakarta yang akan kami mulai di Samarinda,” sebut dia.

Chandra Kurniawan sendiri bukanlah orang baru dalam dunia olahraga. Dia merupakan pengusaha muda pemilik CRK Corporation, yang yang fokus dan bergerak di bidang entertainment dan sport industry di Indonesia. CRK Corporation sendiri kini juga menjadi salah satu sponsor utama dari Borneo yang merupakan salah satu klub papan atas di Liga 1.

“Chandra Kurniawan memiliki sederet pengalaman di berbagai event olahraga berskala nasional dan internasional, sehingga dengan semangat dan dukungannya, saya yakin Borneo FC akan selalu siap mengejar prestasi, bahkan hingga ke pentas Asia,” puji Nabil.

Pada kesempatan yang sama, Chandra Kurniawan menyatakan siap untuk berkontribusi penuh untuk memajukan tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur tersebut. Bahkan, dia akan langsung bekerja dengan melihat sejumlah fasilitas klub yang harus ditingkatkan.

“Saat ini saya dan mas Nabil Husein bukan hanya fokus membangun tim di laangan hijau saja, namun kita akan lebih memperhatikan fasilitas pemain seperti bus Borneo FC yang akan segera datang ke Samarinda, serta mempersiapkan desain-desain baru item fashion dan lifestyle yang bisa digunakan fans di luar lapangan selain jersey,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Datang, Jabatan Javlon Guseynov di Borneo FC Terancam

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kedatangan Boaz Solossa ke Borneo FC bisa saja mengancam jabatan pemain asal Uzbekistan, Javlon Guseynov. Sebab, Boaz bisa saja menjadi kapten menggantikan peran dari Guseynov yang memegang jabatan tersebut sejak musim 2019.

Seperti diketahui, Borneo baru saja sukses mendaratkan Boaz ke Samarinda. Selama ini, pemain yang karib disapa Bochi itu memang selalu dipercaya menjadi kapten, baik ketika membela timnas Indonesia maupun Persipura Jayapura karena jiwa kepemimpinannya.

Tentu, Bochi bisa saja menjadi kapten anyar Borneo FC menggantikan Javlon Guseynov. Manajer Borneo, Farid Abubakar pun mengakui kalau Boaz Solossa bisa menjadi panutan pemain, terlebih musim ini tim banyak diisi penggawa muda.

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga Boaz Solossa Datang, Jabatan Javlon Guseynov di Borneo FC Terancam

“Kalau saya pribadi, harapan saya kakak Boaz jadi pemimpin di lapangan karena pengalaman dan senioritas luar biasa, sangat dihargai oleh seluruh pemain di indonesia,” ungkap Farid Abubakar dalam keterangan resminya.

“Harapan saya seperti itu, tapi semua ini kita kembalikan ke tim pelatih. Kita tahu javlon bagaimana, kita tidak ingin ada perbandingan sebab kedua pemain ini sama-sama memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus,” sambung Farid.

Boaz Solossa tentu bisa saja jadi kapten karena Guseynov terkendala bahasa. Meski saat ini, bek berusia 30 tahun itu sudah mulai belajar bahasa Indonesia. Jadi, semuanya tentu diserahkan kepada tim pelatih.

“Kalau Guseynov agak susah di bahasa. Tapi saya lihat dia sudah bisa bahasa indonesia. Saya kembalikan kepada tim pelatih soal kapten,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa mengaku sempat meminta waktu kepada Borneo FC untuk menenangkan diri bersama keluarga. Namun, setelah itu dia akhirnya memiliki keputusan bulat menerima tawaran dari Borneo.

Seperti diketahui, teka-teki masa depan Boaz akhirnya terjawab sudah usai diperkenalkan oleh Borneo. Borneo FC sukses menjadi pemenang dalam perburuan Boaz yang jua disebut-sebut diincar sejumlah klub, seperti Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar.

Boaz pun menjelaskan proses dirinya yang akhirnya menerima pinangan tim berjuluk Pesut Etam itu. Sudah sedari awal, pemain yang karib disapa Bochi itu memang memilih Borneo karena punya hubungan yang baik.

Borneo FC Beri Klausul Khusus Soal Status PNS Boaz Solossa di Jayapura

“Kalau saya komunikasi dengan manajemen. Sudah seperti keluarga. Prosesnya cepat. Saya sempat minta waktu menenangkan diri bersama keluarga. Komunikasi terus dibangun, saya putuskan saya siap datang ke sini,” ungkap Boaz Solossa dalam keterangan resminya.

“Komunikasi itu sudah dibangun sejak saya mencari tim, setelah kepastian pasti saya berkomunikasi untuk gabung ke Borneo,” sambung dia.

Tentu dengan latar belakangnya yang apik, Bochi diharapkan bisa menjadi juru gedor buat tim besutan Mario Gomez itu. Bochi pun siap memikul beban berat tersebut.

“Buat saya yang terpenting pertama setelah saya datang ke sini, saya diterima dengan baik. Saya percaya bisa tampil cemerlang di kompetisi,” tutup Bochi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Beri Klausul Khusus Soal Status PNS Boaz Solossa di Jayapura

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Borneo FC mengaku memberi klausul khusus dalam kontrak dengan Boaz Solossa soal statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jayapura. Ada beberapa pertimbangan dalam kontrak Boaz dengan Borneo pada tahun kedua.

Seperti diketahui, teka-teki masa depan Boaz Solossa akhirnya terjawab sudah usai diperkenalkan oleh Borneo FC. Borneo sukses menjadi pemenang dalam perburuan Boaz yang jua disebut-sebut diincar sejumlah klub, seperti Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar.

Bochi, sapaan karib Boaz, diikat kontrak selama dua tahun oleh tim berjuluk Pesut Etam itu. Namun, ada klausul khusus dalam kontrak dua tahun Bochi dengan Borneo, utamanya pada musim kedua.

Borneo FC Beri Klausul Khusus Soal Status PNS Boaz Solossa di Jayapura

“Durasi kontrak kami sepakat dua tahun. Tapi untuk tahun kedua tergantung ada beberapa opsi atau kondisi terutama status Boaz Solossa sebagai PNS di Papua itu menjadi pertimbangan,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Borneo, Ponaryo Astaman.

“Kami sama-sama sepakat faktor itu menjadi pertimbangan berlakunya kontrak pada tahun kedua. Kami berharap mudah-mudahan semua bisa diselesaikan dengan baik ada titik terang pada waktunya, pada tahun kedua Bochi tetap bersama Borneo FC,” sambung dia.

Boaz dan Borneo memang pernah bekerja sama sebelumnya. Hal itu setelah Boaz membela tim berjuluk Pesut Etam itu pada ajang Piala Presiden 2015 dan 2018. Boaz pun mengaku memang memiliki hubungan spesial dengan Borneo.

“Kenapa saya pilih Borneo karena seperti yang dibilang oleh Popon, saya dengan Borneo, kita sudah seperti keluarga. Saya juga pernah main di sini pada Piala Presiden. Kita saat itu sampai di semifinal dan akhrnya hubungan baik kami terus berjalan,” ujar Boaz memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

RESMI! Boaz Solossa Akhirnya Umumkan Klub Barunya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki masa depan Boaz Solossa akhirnya terjawab sudah usai diperkenalkan oleh Borneo FC. Boaz pun menjelaskan alasannya hingga akhirnya menerima pinangan dari Borneo.

Seperti diketahui, usai resmi pergi dari Persipura Jayapura, Boaz menjadi buruan sejumlah klub Liga 1. Selain Borneo, dia sempat dikait-kaitkan dengan Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar.Namun, Borneo lah yang sukses mendapatkan jasanya.

“Kami gembira kami sudah melengkapi dan menambah lagi, kalau diibaratkan ini puzzle pelengkap formasi Borneo FC. Jadi, sosok Boaz Solossa tentunya tak asing lagi, karena sudah pernah untuk Borneo walau di level berbeda,” ungkap Chief Operating Officer Borneo, Ponaryo Astaman dalam keterangan resminya.

“Ya, ini menjadi salah satu hubungan yang spesial Borneo dengan Boaz, sehingga dari sana semua bisa terwujud,” sambung dia

Boaz dan Borneo memang pernah bekerja sama sebelumnya. Hal itu setelah Boaz membela tim berjuluk Pesut Etam itu pada ajang Piala Presiden 2015 dan 2018. Boaz pun mengaku memang memiliki hubungan spesial dengan Borneo.

“Kenapa saya pilih Borneo karena seperti yang dibilang oleh Popon, saya dengan Borneo, kita sudah seperti keluarga. Sya juga pernah main di sini pada Piala Presiden. Kita saat itu sampai di semifinal dan akhrnya hubungan baik kami terus berjalan. Saya sangat berterima kasih karena sudah diterima di sini dengan snagat baik,” pungkas Boaz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Akui Jalin Komunikasi dengan Persija Jakarta

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki masa depan Boaz Solossa mulai terkuak usai mengaku berkomunikasi dengan pihak Persija Jakarta. Saat ini, Boaz mengaku ada dua tim yang sedang menjalin komunikasi dengannya, termasuk Borneo FC.

Seperti diketahui, saat ini Boaz resmi berstatus bebas transfer usai berpisah dengan Persipura Jayapura karena disebut-sebut akibat indisipliner. Tentu dengan kualitasnya, pemain yang karib disapa Bochi itu menjadi rebutan klub-klub Liga 1 lainnya.

Nah, Persija Jakarta dan Borneo FC diakui Boaz sedang menjalin komunikasi dengannya. Namun memang, Bochi masih belum bisa memutuskan klub mana yang akan menjadi pelabuhan berikut baginya.

Boaz Solossa yakin Persipura Jayapura sudah siap bertarung di Piala AFC. Boaz Solossa Akui Jalin Komunikasi dengan Persija Jakarta

“Tim-tim yang menghubungi saya itu contohnya Borneo FC. Klub Liga 2 juga ada. Lalu dari Persija. Cuma baru sebatas komunikasi,” kata Boaz Solossa dikutip dari YouTube KFFSPORT.

“Saya cuma bisa bilang iya dan oke. Nanti akan saya pikirkan lagi tawaran-tawaran tersebut. Di klub baru nanti, saya butuh kenyamanan,” sambung Bochi.

Sebab, kata Bochi, saat bersama Persipura Jayapura dirinya pun merasa nyaman. Lalu, dia juga cuma ingin bergabung dengan tim yang jua mau merekrut sahabatnya, Yustinus Pae.

“Selain itu, ke mana pun saya pergi, saya harus bersama-sama saudara saya, Yustinus Pae. Di mana pun saya bermain nantinya, Yustinus Pae harus ada di situ. Kami bicara keluarga dan kenyamanan,” pungkas Bochi.

Diego Michiels Akhirnya Akui Sempat Berselisih dengan Nabil Husein

Banner Gamespol Baru
Diego Michiels Akhirnya Akui Sempat Berselisih dengan Nabil Husein 84

Football5Star.com, Indonesia – Diego Michiels akhirnya buka suara terkait alasan mundur dari Borneo FC usai Piala Menpora 2021. Dia tak menampik sempat berselisih dengan bos Borneo, Nabil Husein Said Amin.

Seperti diketahui, Diego secara mengejutkan mengucapkan salam perpisahan dengan Borneo. Padahal, dia merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuat berjuluk Pesut Etam itu. Bahkan, dia juga memiliki kedekatan dengan Nabil secara personal.

Nabil Husein sempat menyebut kalau Diego Michiels mundur dari Borneo FC karena tak mau mengikuti program tim. Sebab, Borneo sedang jalani pelatihan mental usai tersingkir dari Piala Menpora 2021.

Diego Michiels - Borneo FC - Goal
Goal

Akan tetapi, Diego menyebut komentar yang sebaliknya. Dia mengaku sempat beradu argumen dengan Nabil Husein karena Borneo FC gagal memuaskan pada Piala Menpora. Padahal, itu merupakan turnamen pramusim saja.

“Musim baru mau dimulai dan klub ingin meremajakan tim. Kami menelan kekalahan di pertandingan pertama di masa persiapan. (Buat saya) Itu sangat logis,” ungkap Diego Michiels dikutip dari Goal.

“Tapi klub tiba-tiba mengancam pemain muda. Mereka memberi ancaman melakukan kegiatan (mirip) wajib militer jika tidak ada perkembangan,” sambung Diego.

Hal inilah yang dikeluhkan Diego kepada Nabil Husein. Namun, Nabil menurut Diego tampaknya tak terima dengan protesnya itu.

“Ini hanya pertandingan uji coba (pramusim)! Saya lalu menemui pemilik klub, seorang pria berusia 26 tahun dengan orrang tua kaya raya. Dia sangat marah karena saya berani menentang dia,” tutup Diego.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Miliki Banyak PR Setelah Gagal Total di Piala Menpora 2021

Borneo FC Miliki Banyak PR Setelah Gagal Total di Piala Menpora 2021 88

Football5star.com, Indonesia – Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin, punya cukup banyak pekerjaan rumah setelah melihat performa anak asuhnya di Piala Menpora 2021. Satu hal yang menjadi pekerjaan besar Amir adalah, meningkatkan kemampuan finishing skuat Pesut Etam.

Borneo FC gagal memberikan performa terbaiknya pada babak grup Piala Menpora 2021. Mereka hanya mampu meraih satu poin dan mencetak dua gol dari tiga pertandingan. Catatan buruk tersebut membuat Pesut Etam finis sebagai tim juru kunci grup B.

“Salah satu sisi positif kami bermain di Piala Menpora adalah, bisa melihat sampai sejauh mana kekuatan tim sebelum berkompetisi,” jelas Ahmad Amiruddin dikutip football5star dari laman resmi klub.

Ahmad Amiruddin - Piala Menpora - Borneo FC - borneofc. id
borneofc.id

“Memang masih banyak kelemahan, namun yang paling utama adalah ketidakmampuan pemain mencetak gol,” kata Amir menambahkan.

Tak cuma lini serang, Amir juga merasa kurang puas dengan performa barisan pertahanan Borneo FC. Ia pun mengaku bakal bekerja keras agar Pesut Etam bisa tampil lebih baik lagi pada ajang Liga 1 2021.

“Kami masih punya waktu untuk membenahi tim ini sebelum ke kompetisi. Kami akan drill secara khusus untuk penyelesaian akhir. Yang pasti kami akan membenahi semuanya mulai pertahanan, build up sampai penyelesaian,” kata Amir.

Salah satu hal yang bisa dilakukan Borneo FC saat ini adalah menambah amunisi baru. Amir menyerahkan keputusan tersebut kepada para petinggi Pesut Etam. “Kalau memang mendesak dibutuhkan dan manajemen merestui, bisa saja itu (kedatangan pemain baru) terjadi.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap! Ini yang Bikin Diego Michiels Mundur dari Borneo FC

Terungkap! Ini yang Bikin Diego Michiels Mundur dari Borneo FC 92

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein, akhirnya bicara soal keputusan Diego Michiels yang mundur dari timnya. Dia menyebut kalau Diego mundur karena tidak mengikuti program tim.

Seperti diketahui, Diego secara mengejutkan mengucapkan salam perpisahan dengan Borneo. Padahal, dia merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuat berjuluk Pesut Etam itu. Bahkan, dia juga memiliki kedekatan dengan Nabil secara personal.

Kepergian Diego sendiri diumumkannya melalui media sosial pribadinya. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama Nabil yang membantunya bisa berkarier bersama Borneo FC.

Borneo FC - Diego Michiels - PT LIB - @borneofc.id 2
instagram.com/borneofc.id

“Ada waktu untuk datang dan ada waktu untuk pergi. Saya mau bilang terimakasih banyak my bossku, my sodaraku @nabilhusien99 untuk semuanya,” tulis Diego Michiels.

“Spapun yang terjadi di sepak bola tetap di sepak bola. Dan di luar sepak bola Anda selalu menjadi saudara saya seumur hidup. Sukses terus untuk Borneo FC dan kawan-kawan,” sambung Diego.

Terpisah, Nabil pun bicara soal alasan Diego memilih pergi. Padahal, Diego merupakan sosok sentral di dalam maupun luar lapangan bagi tim asal Samarinda tersebut.

“Betul, Diego Michiels mundur dari Borneo FC. Dia mundur karena tidak mengikuti program tim. Saat ini, tim sedang menjalani pelatihan mental. Diego Michiels tidak mau mengikuti program pelatihan tersebut. Soal alasannya, saya kurang tahu. Dia yang lebih tahu,” ujar Nabil Husein memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC vs PSM Makassar: Juku Eja Tembus Perempat Final

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – PSM Makassar memastikan diri ke perempat final Piala Menpora. Kepastian ini didapat setelah mereka menahan imbang 2-2 dengan Borneo FC, Rabu (31/3/2021).

Butuh menang untuk menembus perempat final, PSM Makassar langsung menerapkan permainan menyerang. Setelah meraih beberapa peluang, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta pada menit ke-20.

Aksi Yacob Sayuri di sisi kiri pertahanan Borneo berhasil dituntaskan Saldy untuk mencetak gol. Unggul 1-0 membuat PSM kian percaya diri.

Hanya berselang empat menit kemudian mereka mampu menggandakan keunggulan. Kali ini gol dicetak Zulham Zamrun lewat tendangan bebas spektakulernya.

Akan tetapi, Juku Eja sedikit lengah usai mencetak dua gol. Terbukti mereka melakukan pelanggaran di kotak terlarang hingga membuat wasit menunjuk titik putih. Guy Junior yang maju sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik.

Gol tersebut membangkitkan Borneo. Pada babak kedua giliran mereka yang mengambil alih permainan. Gol penyama pun datang pada menit ke-64 melalui tendangan first time Rifal Lastori.

Ini sekaligus jadi gol penutup pada laga penutup Grup B. Tambahan satu poin memastikan langkah PSM Makassar ke perempat final dengan perolehan lima angka. Sedangkan Borneo tak beranjak dari juru kunci dengan satu angka.

Susunan Pemain:

Borneo FC (4-3-2-1): 1-Angga; 56-Fajar, 19-Javlon, 97-Irsan; 16-Komang, 12-Hendro, 46-Muhammad Ilham; 22-Sultan Samma, 28-Terens Puhiri; 39-Guy Junior  

Pelatih: Mario Gomez

PSM Makassar (4-3-3): Hilman Syah; 3-Zulkifli Syukur, 5-Erwin, 15-Hasyim Kipuw; 25-Rachman, 48-Muhammad Arfan, 17-Rasyid Bakri, 8-Sutanto Tan; 99-Saldy, 7-Zulham Zamrun, 22-Yakob Sayuri

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Piala Menpora 2021: Akhir Perjalanan Persita dan Borneo FC

Piala Menpora 2021: Akhir Perjalanan Persita dan Borneo FC 98

Football5star.com, Indonesia – Persita Tangerang dan Borneo FC dipastikan tak bisa melangkah ke babak grup Piala Menpora 2021. Kepastian ini didapat Persita dan Borneo FC setelah mereka menelan kekalahan pada pertandingan pekan kedua.

Borneo FC menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir setelah mereka menelan kekalahan atas Persija Jakarta pada Sabtu (27/3) lalu. Dalam laga tersebut, anak asuh Mario Gomez menelan kekalahan telak dengan skor 4-0.

Langkah Borneo FC diikuti pleh Persita. Pada Senin (29/3) malam WIB, Pendekar Cisadane dipaksa mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 3-1.

Piala Menpora - Persita - Borneo FC - ligaindonesiabaru. com

Ini merupakan kekalahan kedua Persita di Piala Menpora 2021. Pekan lalu, mereka juga harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh dengan skor 3-1.

Persebaya Surabaya menjadi tim pertama yang berhasil mengamankan tiket berlaga di babak gugur Piala Menpora 2021. Pada Minggu (28/3) lalu, Bajol Ijo berhasil mengalahkan Madura United dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat Persebaya semakin nyaman duduk di puncak klasemen grup C dengan perolehan enam poin.

HASIL PERTANDINGAN PIALA MENPORA 2021 PEKAN KEDUA:

Grup A:

  • Persikabo 1-3 PSIS Semarang
  • Barito Putera 2-1 Arema FC

Grup B: 

  • PSM Makassar 1-1 Bhayangkara Solo FC
  • Borneo FC 0-4 Persija Jakarta

Grup C: 

  • PSS Sleman 0-0 Persela Lamongan
  • Madura United 1-2 Persebaya Surabaya

Grup D: 

  • Bali United 2-0 Persiraja Banda Aceh
  • Persita Tangerang 1-3 Persib Bandung
KLASEMEN GRUP PIALA MENPORA PEKAN KEDUA:

Grup A:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 PSIS Semarang 2 2 4
2 Barito Putera 2 1 4
3 Arema FC 2 -1 1
4 Persikabo 2 -2 1

Grup B:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 PSM Makassar 2 2 4
2 Bhayangkara Solo FC 2 1 4
3 Persija Jakarta 2 2 3
4 Borneo FC 2 -5 0

Grup C:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 Persebaya Surabaya 2 2 6
2 Madura United 2 0 3
3 Persela Lamongan 1 0 1
4 PSS Sleman 2 -1 1
5 Persik Kediri 1 -1 0

Grup D:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 Bali United 2 2 4
2 Persib Bandung 2 2 4
3 Persiraja Banda Aceh 2 0 3
4 Persita Tangerang 2 -4 0

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Janji Tak Akan Main Mata Lawan PSM Makassar

Borneo FC Janji Tak Akan Main Mata Lawan PSM Makassar 102

Football5Star.com, Indonesia – Borneo FC berjanji tak akan main mata saat melawan PSM Makassar dalam laga pamungkas Grup B Piala Menpora 2021, Rabu (31/3/2021). Bahkan, mereka berjanji akan menurunkan skuat terbaik dalam partai terakhir tersebut.

Memang, Borneo FC sudah dipastikan gugur dari Piala Menpora 2021. Kekalahan 0-4 dari Persija Jakarta, Sabtu (27/3/2021) malam mengubur impian mereka lolos. Sebab, itu merupakan kekalahan kedua yang ditelan Borneo setelah dalam partai perdana juga takluk dari Bhayangkara Solo FC.

Akan tetapi, Borneo masih memiliki satu partai sisa di Grup B Piala Menpora 2021. Mereka akan melawan PSM Makassar yang merupakan partai penentuan. Sebab, masih ada tiga tim yang berpeluang lolos dari Grup B, yakni PSM, Bhayangkara, dan Persija. Borneo pun janji tak akan main malas-malasan ketika hadapi PSM.

Borneo FC Dihantam Persija Empat Gol Tanpa Balas, Mario Gomez Malah Senang

“Untuk laga terakhir, saya akan memainkan 11 pemain terbaik, akan ada Hendro Siswanto yang main. Saya tak akan mencoba-coba pemain lagi,” ungkap Mario Gomez usai laga.

“Kami akan mencoba bermain terbaik di laga terakhir. Yang jelas hasil melawan Persija, saya yang bertanggung jawab, karena saya yang menentukan komposisi sebelas utama sejak awal,” sambung Gomez.

Borneo FC, kata Mario Gomez, sebenarnya sudah bermain apik sepanjang laga melawan Persija, terutama pada babak pertama. Namun, mereka kedodoran usai turun minum.

“Dua kekalahan ini sebagai ajang evaluasi, terutama buat pemain muda. Tak ada yang mau kalah 0-4, tapi sekali lagi buat pemain muda luar biasa,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Dihantam Persija Empat Gol Tanpa Balas, Mario Gomez Malah Senang

Borneo FC Dihantam Persija Empat Gol Tanpa Balas, Mario Gomez Malah Senang 106

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Mario Gomez malah senang usai Borneo FC dihantai Persija Jakarta empat gol tanpa balas, Sabtu (27/3/2021) malam. Dia mengaku senang karena bisa memainkan para pemain mudanya dalam pertandingan tersebut.

Dalam partai di Stadion Kanjuruhan, Borneo memang menurunkan banyak pemain mudanya. Mulai dari Ahmad Surahman, Komang Teguh, Muhammad Sihran, hingga Arya Gerryan Senyiur. Perbedaan kualitas sangat terlihat dalam pertandingan melawan Persija itu.

Mario Gomez pun senang karena para pemain muda Borneo bisa menahan Persija di babak pertama. Meski, akhirnya mereka harus puas diberondong empat gol oleh Macan Kemayoran pada paruh kedua.

Borneo FC Dihantam Persija Empat Gol Tanpa Balas, Mario Gomez Malah Senang

“Kami kalah, tapi pada babak pertama anak-anak main bagus dan disiplin. Dalam turnamen ini, saya sengaja memberi banyak kesempatan pemain muda. Kami kalah 0-4 karena ada penurunan di babak kedua,” ungkap Mario Gomez, usai pertandingan.

Mario Gomez mengakui kalau Borneo FC tentu tak akan turun dengan skuat seperti ini saat mentas di Liga 1 2021. Makanya, tujuan turnamen pramusim itu memang sejatinya untuk memberi kesempatan buat pemain muda. Apalagi, Borneo juga tampil bagus menurutnya pada babak pertama melawan Persija,

“Memang, di Liga 1 mungkin akan mendatangkan pemain lagi, terutama pada posisi playmaker. Tapi ingat, Borneo tanpa satu pemain di depan, lalu Hendro Siswanto juga absen. Kekalahan ini memang enggak enak, tapi secara keseluruhan saya puas karena beri banyak pengalaman ke pemain muda Borneo,” pungkas mantan pelatih Persib Bandung tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]