Harapan Terakhir Sergio Pellissier Demi Hidupkan Lagi Chievo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chievo telah tiada. Klub asal Verona dinyatakan bangkrut akhir pekan kemarin. Tapi legendanya, Sergio Pellissier belum menyerah.

Chievo mengalami kesulitan keuangan hebat. Masalah ini membuat mereka didegradasi dari Serie B ke Serie D. Tapi itu bukan akhir segalanya.

Di Serie D pun mereka gagal melampirkan dokumen keuangan yang dibutuhkan federasi. Apalagi mereka masih menunggak pajak dan gaji pemain. Alhasil klub asal Verona dinyatakan bangkrut dan membubarkan diri.

sergio pellissier


Chievo Verona - Serie A - Serie B - calciomercato
calciomercato

Sang legenda, Sergio Pellissier, sudah berupaya maksimal untuk mempertahankan eksistensi Chievo. Tapi upaya awalnya tidak membuahkan hasil.

Sempat menyatakan selamat tinggal untuk klub tercinta, Pellissier kembali dengan harapan baru. Dia ingin klub yang bermarkas di stadion Marc Antonio Bentegodi kembali. Ia akan memanfaatkan keberadaan klub miliknya, FC Chievo 1929.

“Saya tidak menyerah, ini belum berakhir. Saya terus mencoba. Saya tidak bias menyerah untuk Chevo dalam menghadapi kesulitan pertama,” ujar Pellissier kepada L’Arena, Selasa (24/8/2021).

sergio pellissier
football-italia.net

“Saya punya klub sendiri, FC Chievo 1929,  dan melakukan afiliasi adalah langkah pertama saya. Itu ada di sana, bertahan di sana, untuk diisi, untuk diatur,” ia menambahkan.

Sergio Pellissier Tak Punya Banyak Waktu

Kehadiran FC Chievo 1929 merupakan harapan terakhir agar The Flying Donkies hidup kembali. Namun, semua itu bisa sia-sia jika sang legenda tidak bertindak cepat.

“Kami hanya punya sedikit waktu untuk mencoba masuk. Saya mencoba bekerja dalam keadaan darurat. Kontak, soliditas, sponsor, pengusaha, teman perjalanan. Saya tidak berhasil hari ini. Tapi besok adalah hari yang lain,” ungkapnya.

sergio pellissier
zimbio.com

“Dari mana kita akan mulai? Tidak masalah di mana pun itu. Yang penting kami bisa kembali lagi. Divisi tiga atau divisi dua,” sambungnya.

Pria berusia 42 tahun tidak peduli di mana Chievo akan bermain. Di bawah kompetisi professional pun tidak masalah. Yang terpenting baginya Chievo tetap ada.

“Kami mungkin menemukan kemungkinan untuk lebih dekat dengan realitas lain. Mulai dari Serie D akan menjadi yang terbaik. Satu tingkat di bawah professional lalu mencoba untuk melompat ke depan,” tutup Sergio Pellissier.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tragis! Gagal Dapat Investor Baru, Chievo Dibubarkan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chievo mengalami nasib tragis. Klub tradisional Italia terpaksa dibubarkan karena mengalami kesulitan finansial.

Chievo memang sudah bermasalah sejak Juni lalu. Mereka gagal membayar utang dan pajak yang telah tertunggak beberapa lama. Upaya mendapatkan investor baru juga tak membuahkan hasil.

Awalnya klub yang telah dinyatakan bangkrut itu didegradasi dari Serie B ke Serie D. Namun, itu bukan akhir dari derita klub asal Verona.

Chievo Verona - Serie A - Serie B - napolivalciolive. com
napolivalciolive

Pihak administrasi Italia, CoViSoc menilai klub tersebut tidak bisa mmeberikan bukti stabitilias keuangan tim untuk mengarungi musim 2021-2022. Atas masalah ini mereka sempat mengajukan banding ke CONI.

Akan tetapi banding tidak membuahkan hasil. Klub yang bermarkas di satadion Marc Antonio Bentegodi diberi waktu dua bulan untuk mencari investor baru,

Demi mempertahankan eksistensi, manajemen menunjuk sang legenda, Sergio Pellissier, untuk mencari investor baru. Sayang, upanya gagal.

chievo-sergio pellissier (@ChievoFR)
@ChievoFR

Sergio Pellissier sudah mendatangi banyak pengusaha di Italia. Namun, tidak ada yang tertarik untuk melikuidasi The Flying Donkies.

Sampai waktu yang ditentukan, rival sekota Hellas Verona tak kunjung mendapat investor. Pellissier pun memastikan klub yang dicintai itu telah dibubarkan. Dalam unggahan di Instagram, ia mengucapkan selamat tinggal.

Chievo dalam Kenangan

Nama Chievo Verona tidak bisa dianggap enteng. Di kancah sepak bola Italia mereka pernah mengejutkan pada awal 2000-an.

Di tangan Luigi Del Neri klub asal Verona merangsek ke papan atas. Baru promosi ke Serie A mereka langsung menembus kompetisi Eropa setelah menjalani musim mencengangkan.

chievo
skysport

Musim 2001-2022 Simone Perotta dkk mengamankan posisi kelima dan berhak tampil di Piala UEFA (Sekarang Liga Europa). Klub juga bertahan di kasta tertinggi Serie A selama enam musim beruntun.

Dari materi pemain, The Flying Donkies dikenal sebagai pencetak pemain jempolan. Ya, fenomena mereka turut melambungkan banyak nama seperti Simone Perotta, Cristiano Lupatelli, Nicola Legrottaglie, Bernardo Corradi, hingga Massimo Marazzina.

Sekarang, semua kejayaan itu tinggal kenangan saja. Tapi semoga, Chievo tidak hanya tinggal nama dan bisa kembali berdiri pada masa depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Chievo, Keledai Terbang yang Hampir Dipastikan Tenggelam

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chievo Verona memang bukan klub yang punya sejarah panjang di sepak bola Italia. Sebelum era 2000-an mereka tidak pernah merasakan Serie A.

Nama Chievo baru dikenal pada 2001-2002 saat mereka promosi ke Serie A. Itu pertama kali dalam sejarah klub berhasil menembus kasta tertinggi Italia.

Sebelumnya, klub yang bermarkas di stadion Marc Antonio Bentegodi selalu berkutat di divisi bawah. Mulai dari Serie B, Serie C, bahkan sampai Serie D.

chievo sky sport
skysport

Di kota Verona mereka kalah kelas dari saudara tuanya, Hellas Verona. Verona yang lebih berpengalaman di Serie A sampai menyematkan chants nyeleneh untuk sang tetangga.

Melihat tetangganya itu tak pernah berkompetisi di Serie A, fan Verona menciptakan sebuah chants sindiran. “Kalian akan promosi ke Serie A ketika keledai bisa terbang,” sebut mereka di banyak kesempatan.

Musim 2000-2001 Chievo tampil luar biasa di Serie B. Posisi ketiga klasemen berhasil diamankan dan itu berarti mereka berhak promosi ke Serie A.

Keberhasilan tersebut pun membuat fan teringat dengan chants tifosi Verona. Dan sejak saat itulah mereka menjuluki klub kesayangan dengan The Flying Donkeys, atau Keledai Terbang.

Musim pertama di Serie A bak cerita dongeng. Klub besutan Luigi Del Neri menggetarkan Italia dengan langsung menempati peringkat kelima dan berhak mentas di kompetisi Eropa.

Capaian luar biasa itu langsung melambungkan beberapa nama. Sebut saja Eugenio Corini, Cristiano Lupatelli, Massimo Marazzina, Bernardo Corradi, hingga Simone Perrotta.

Cukup lama mereka bertahan di Serie A sebelum akhirnya kembali ke Serie B musim 2007-2008. Tapi musim selanjutnya klub asal Verona sudah naik tahta lagi.

Kembali lagi ke kasta tertinggi untuk kedua kali, Chievo sudah berbeda. Tidak ada dongeng kedua untuk mereka. karena dari musim 2008-2009 hingga 2018-2019 klub hanya berjuang untuk menjauh dari zona degradasi.

Tak Terdaftar di Serie B dan Terancam ke Serie D

Dua musim terakhir di kasta kedua, klub yang pernah diperkuat Emanuele Giaccherini tidak tampil buruk. posisi keenam dan kedelapan bisa diamankan.

Dengan performa itu klub mencanangkan promosi musim depan. Sayang, kompetisi belum bergulir mereka sudah ditimpa masalah pelik.

Keuangan kacau balau. Hingga tenggat waktu yang ditentukan manajemen tidak bisa memberikan laporan keuangan. Alhasil nama Chievo Verona tak terdaftar untuk Serie B musim 2021-2022.  

Klub yang berdiri sejak 1929 diambang kebangkrutan. Mereka tidak mampu membayar utang yang terus membengkak dan menunggak pajak.

Mimpi buruk sudah menanti di depan mata. Beberapa media Italia menyebut Chievo akan mengawali musim 2021-2022 dari Serie D, kasta terendah dalam piramida sepak bola Italia.

Kendati demikian, Chievo belum kehilangan harapan. Mereka masih bisa mengajukan banding tahap ketiga untuk mempertahankan posisi di Serie B.

Akan tetapi, jika banding terakhir gagal lagi, Si Keledai Terbang akan tenggelam di dasar kompetisi profesional Negeri Pizza.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kabar Terbaru Cristiano Lupatelli, Kiper Plontos Pemilik Nomor 10

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazimnya kiper menggunakan nomor punggung 1, tapi tidak bagi seorang Cristiano Lupatelli. Kiper yang identik dengan kepala plontos tersebut pernah menggunakan nomor punggung 10 yang biasanya digunakan oleh pemain depan.

Lupatelli bukan sosok asing bagi pencinta Serie A. Kiper kelahiran Perugia ini mulai mencuri perhatian saat membela Chievo pada 2001. Publik teralih perhatiannya karena ia menggunakan nomor punggung 10 dan juga penampilannya bersama flying donkeys di musim itu.

Melakoni debut di Serie A sebagai tim promosi, Lupatelli dkk sanggup terbang lebih tinggi dengan mendobrak papan atas Serie A. Sepanjang musim 2001/02, mereka bersaing dengan sederet klub elite Negeri Pizza layaknya Juventus, AS Roma, Inter, AC Milan, dan Lazio.

https://www.instagram.com/p/B4N2OtNIBhB/

Lupatelli di musim itu hanya kebobolan 52 gol dari 34 pertandingan di Serie A. Terbilang cukup baik untuk kiper yang di musim 1999 hanya bermain 12 kali bersama Roma. Ketangguhan Lupatelli di bawah mistar gawang membawa Chievo finish di peringkat 5 musim itu.

Dua musim di Chievo, Lupatelli mengambil keputusan keliru saat kembali ke AS Roma pada 2003-04. Satu musim di Olimpico, Lupatelli hanya jadi penghuni tetap bangku cadangan tanpa dimainkan satu kali pun oleh Fabio Capello.

Ia pun terpaksa pindah ke Fiorentina di musim berikutnya. Namun selama dua musim, ia jadi kiper pinjaman di Parma dan Palermo. Pria yang saat ini berusia 41 tahun tersebut memutuskan gantung sarung tangan di Fiorentina pada 2015.

Kabar Terbaru Cristiano Lupatelli

Setelah pensiun dari sepak bola, tak butuh waktu lama untuk Lupatelli memiliki pekerjaan baru. Meski kariernya sebagai kiper identik sebagai kiper cadangan, ia masih dipercaya untuk menjadi pelatih kiper.

Pada Agustus 2018 lalu, Lupatelli diangkat mejadi pelatih kiper untuk tim U-23 Juventus. Pekerjaan ini ia lakoni hingga saat ini.

https://www.instagram.com/p/B-9kYITFTkC/

“Juventus U-23 resmi akan dilatih oleh Mauro Zironelli. Ia akan dibantu oleh para staf yang terdiri dari Stefano Sottoriva sebagai asisten, Daniele Palazzolo sebagao pelatih atletik, Samuel Callegaro, dan Cristiano Lupatelli sebagai pelatih kiper,” tulis pernyataan Juventus saat itu.

Baru-baru ini, Lupatelli melakukan sesi video call dengan mantan rekannya di Parma, Sebastian Frey. Dua kiper ini saling mengenang saat menjadi kiper di Serie A. Hubungan Frey dengan Lupatelli sendiri terbilang cukup akrab meski keduanya sempat berseberangan klub.

Beberapa waktu lalu, Frey pun di akun Instagram miliknya sempat memposting foto dirinya bersama Lupatelli dan kiper Fiorentina lainnya, Vlada Avramov. “Il trio delle meraviglie” tulis kiper asal Prancis tersebut.

Sosok Lupatelli bagi Frey dan banyak rekannya ialah kiper humoris dan sangat menyenangkan. Hal itu setidaknya disampaikan Frey dan eks pemain Perugia, Fabio Liverani.

“Lupatelli, seorang kiper yang membuat karir sangat bagus. Dia benar-benar bagus,” ucap Frey.

“Ada satu momen saat Lupatelli berpura-pura meninggal dunia saat masuk ke ruang ganti. Saya saat itu sangat kaget dan segara membantunya. Tapi ia malah tertawa saat tergeletak di tanah. Dia pria yang menyenangkan di ruang ganti,” kata Liverani.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kiper Ini Tagih Janji Cristiano Ronaldo Usai Menahan Penaltinya

Football5Star.com – Eks kiper Chievo Verona, Stefano Sorrentino, menagih janji Cristiano Ronaldo usai pernah menahan penaltinya. Ronaldo pernah berjanji bakal memberikan jerseynya kepada sang kiper.

Sejak datang ke Italia, Cristiano Ronaldo kian mempertebal dominasi Juventus di Serie-A. Dia jua kerap menjadi algojo penalti buat Juventus, tapi hanya satu kiper yang berhasil menahannya jadi gol.

Dialah Sorrentino yang pada usia 41 tahun sudah resmi mengakhiri kariernya sebagai pemain. Kiper dengan 363 pertandingan di Serie-A itu pernah dijanjikan akan diberikan jersey Ronaldo. Tapi sampai saat ini belum jua terjadi.

“Saya ingat pertandingan itu terjadi 21 Januari 2019. Kami sepakat bertukar jersey. Dia memberi saya selamat dan berjabat tangan di lorong, kami berjanji akan bertukar kaus, tapi tampaknya dia lupa,” ungkap Sorrentino kepada Sky Sports.

Kiper Ini Tagih Janji Cristiano Ronaldo Usai Menahan Penaltinya

Chievo lantas kembali berjumpa Juventus dan Sorrentino kala itu jadi kipernya lagi. Juve saat itu menang 3-0 berkat gol Douglas Costa, Emre Can dan Daniele Rugani.

“Pada akhirnya saya bertukar seragam dengan Paulo Dybala. Ya itu sudah lebih baik buat saya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mengenal Berbagai Laga Derbi di Sepak Bola Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada Sabtu (2/11) nanti, laga Derby della Mole antara Torino vs Juventus akan menjadi sajian hangat untuk para penggemar sepak bola Italia. Derby della Mole sendiri merupakan salah satu dari beberapa partai derbi yang menjadi bumbu rivalitas antara klub-klub Serie A maupun Serie B.

Beberapa derbi di Italia yang mungkin sudah cukup familiar di telinga para pecinta sepak bola antara lain adalah Derby della Capitale, Derby della Madonnina, serta Derby D’Italia. Selain ketiga laga derbi tersebut, masih ada cukup banyak laga derbi lain yang memiliki intrik serta sejarahnya sendiri di sepak bola Italia.

Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum berbagai laga derbi yang menghiasi sepak bola Italia:

1. DERBY DELLA MADONNINA
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
Reuters

Laga Derby della Madonnina mungkin menjadi partai derbi yang paling familiar di telinga para pecinta sepak bola. Laga derbi ini mempertemukan dua seteru abadi penghuni kota Milano, Inter Milan dan AC Milan.

Nama Madonnina yang menjadi tajuk laga ini diambil dari nama patung Bunda Maria yang menghiasi Katedral Milano. Warga lokal sendiri menyebut patung tersebut dengan julukan Madonnina.

Rivalitas ini muncul karena Inter dianggap sebagai klub kaum orang kaya oleh warga Milano. Sementara, Milan dianggap sebagai klub kaum pekerja. Selain itu, preferensi Inter untuk menggunakan pemain-pemain asing dan Milan yang cenderung memilik bakat asli Italia juga menjadi bumbu tersendiri dari laga Derby della Madonnina.

Laga Derby della Madonnina pertama dilangsungkan pada tahun 1909. Dalam laga tersebut, AC Milan berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2. Total, kedua klub sudah bertemu sebanyak 224 kali di semua kompetisi. Inter berhak tertawa lebar karena mereka berhasil meraih 81 kemenangan. Sementara, Milan hanya berhasil meraih 76 kemenangan. Sisa 67 laga berakhir dengan skor sama kuat.

2. DERBY DELLA CAPITALE
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
Statsbomb

Derby della Capitale menjadi salah satu laga perang saudara yang menguras emosi di sepak bola Italia. Laga derbi ini mempertemukan dua tim yang berbasis di ibukota Italia, AS Roma dan Lazio.

Kedua tim juga memiliki markas yang sama. Yakni, Stadio Olimpico. Para suporter Lazio, biasanya menghuni tribun utara (curva nord) dan pendukung AS Roma menempati tribun selatan (curva sud).

Perseteruan yang panas diantara kedua klub dan kelompok suporter memang kerap kali memakan korban luka maupun meninggal dunia ketika AS Roma dan Lazio saling berhadapan. Pada tahun 2004, kedua kelompok suporter bahkan terlibat pertikaian di dalam area stadion dan membuat laga Derby della Capitale yang sedang berlangsung harus dihentikan pada menit ke-49.

Total, kedua tim sudah saling bentrok sebanyak 173 kali di kompetisi Italia. AS Roma menjadi tim yang lebih dominan dengan koleksi 65 kemenangan berbanding 46 milik Lazio. Sisa 62 partai diantara kedua tim berakhir dengan skor imbang. 

3. DERBY DELLA LANTERNA
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
sampdoria.it

Derby della Lanterna menjadi salah satu laga derbi tertua di Italia. Laga ini mempertemukan dua tim asal kota Genova, yakni Sampdoria dan Genoa. Panjangnya sejarah dari laga Derby della Lanterna tentu tak lepas dari status Genoa sebagai klub sepak bola tertua di Italia.

Nama Derby della Lanterna sendiri diambil dari sebuah monumen bernama Torre della Lanterna. Monumen tersebut merupakan mercu suar yang menjadi penanda arah bagi kapal-kapal yang ingin merapat ke pelabuhan Genova.

Awalnya, laga Derby della Lanterna mempertemukan Genoa dengan tim-tim lokal di kota Genova. Pada tahun 1947, empat tim kecil yakni Gymnastics Club Sampierdarenese, Liguria Football Club, Andrea Doria, dan La Dominante bergabung dan membentuk tim baru, Sampdoria.

Semenjak terbentuknya Sampdoria, sudah ada 98 pertandingan Derby della Lanterna. Sampdoria pun menjadi tim yang lebih dominan dengan raihan 38 kemenangan berbanding 24 kemenangan milik Genoa. Sedangkan, 36 partai lainnya berakhir imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Sergio Pellissier Tersanjung Dapat Penghormatan dari Interisti

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kapten Chievo, Sergio Pellissier, sudah memutuskan gantung sepatu akhir musim ini. Keputusan tersebut kemudian membuat Interisti, sebuthan untuk fan Inter Milan, memberi penghormatan pada sang bomber ketika Chievo tandang ke Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (14/5/2019) dinihari WIB.

Keputusan Pellissier pensiun diambil pekan lalu. Sementara saat menghadapi Inter Milan dinihari tadi ia baru dimasukkan pada babak kedua oleh pelatih Domenico Di Carlo. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme Interisti untuk memberi penghormatan pada pemain 40 tahun tersebut.

Bahkan seusai pertandingan banyak Interisti yang berebut untuk mendapatkan jersey legenda Chievo tersebut. Melihat sambutan luar biasa ini, ia pun mengaku tersanjung. Dirinya bahkan tidak menduga akan mendapat sambutan seperti itu di Giuseppe Meazza.

https://twitter.com/_FedeNerazzurra/status/1128052726615568384

“Saya benar-benar tidak menduga sambutan ini. Kejadian hari ini akan selalu saya ingat sepanjang hidup. Mungkin banyak yang menyadari saya memberi semua yang saya bisa untuk sepak bola dan saya menemukan rumah di Chievo, klub kecil dan kota kecil yang membuat semua harapan saya ada,” ujar Pellissier kepada Sky Sport Italia, Selasa (14/5/2019).

“Sangat emosional rasanya berada di San Siro dan disambut ribuan orang yang bahkan bukan penggemar Anda. Itu adalah salah satu emosi terbesar yang pernah saya alami dalam olahraga,” imbuhnya.

Sergio Pellissier menghabiskan waktu selama 17 tahun berseragam Chievo. Tapi di musim terakhirnya ini ia gagal membawa klub asal Verona bertahan di Serie A.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Spalletti: Inter Harus Main Lepas untuk Amankan Empat Besar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan akan menghadapi Chievo dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (14/5/2019) dinihari WIB. Kemenangan harus diraih anak asuh Luciano Spalletti untuk mengamankan posisi mereka di empat besar.

Saat ini Inter berada di peringkat keempat dengan 63 poin. Dengan dua pertandingan tersisa musim ini besar kemungkinan posisi mereka akan tergusur oleh AC Milan yang ada di urutan kelima jika tidak mampu mengalahkan Chievo.

Untuk itu Spalletti ingin laga melawan Chievo dimenangkan timnya demi mempertahankan posisi dan kembali ke Liga Champions musim depan. Untuk mengamankan tiga poin ia pun meminta anak asuhnya bermain lepas di sisa kompetisi.

Udinese vs Inter Milan 2
@Inter

“Di sini selalu ada tekanan besar dan target tinggi yang harus dicapai. Jadi kami harus bermain lepas dan memenangkan semua pertandingan sisa. Pada laga nanti kami harus bermain lebih dari dari sebelumnya, jadi kami butuh kualitas tim yang dimiliki,” ujar Spalletti kepada Inter TV, Senin (13/5/2019).

“Satu tujuan utama saya saat ini adalah kembali membawa Inter tampil di Liga Champions. Saya dan para pemain memikikan itu karena Liga Champions adalah target utama seperti musim lalu. Dari segi taktik kami siap menghadapi siapa pun,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan pelatih yang posisinya sedang terancam ini mengharapkan dukungan pendukung I Nerazzuri. “Pertandingan nanti aka nada 60 ribu fan yang hadir untuk memberikan dukungan sehingga kami bisa memenangkannya,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simone Inzaghi Anggap Kartu Merah Milinkovic-Savic Kesalahan Besar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kartu merah yang diterima Sergej Milinkovic-Savic dianggap oleh pelatih Lazio, Simone Inzaghi sebagai kesalahan yang membahayakan tim.

Pada menit ke-34, pemain asal Serbia itu mendapat kartu merah saat laga Lazio vs Chievo, Sabtu (21/4/2019) di Stadion Olimpico.

“Milinkovic melakukan kesalahan besar. Tindakannya begitu naif dan sangat membahayakan tim,” kata Inzaghi seperti dikutip www.old.football5star.com dari football-italia.

Sergej Milinkovic-Savic - Lazio - Claudio Lotito - ESPN

“Kami seharusnya bisa bermain lebih tenang, meskipun laga yang dihadapi begitu sulit. Tindakannya bukan awal yang baik untuk pertandingan,” ucap Inzaghi.

Akibat dari kartu merah Milinkovic-Savic, Lazio yang bermain dengan 10 orang harus menerima kekalahan 1-2. Tak lama setelah Savic mendapat kartu merah, menit ke-49, Emanuel Vignato merobek gawang Lazio.

Tak selang beberapa lama, tepatnya menit ke-51, Perparim Hetemaj membuat Chievo unggul 2-0. Lazio baru pada menit ke-67 mampu memperkecil ketinggalan lewat Felipe Caicedo.

“Hasil ini tidak menutup peluang kami untuk bisa finish di empat besar demi tiket Liga Champions. Meski begitu, ini langkah mundur dari kami, dan itu tak diharapkan banyak orang.” tutup Simone Inzaghi.

Naas bagi Lazio memang di laga melawan Chievo. Selain Milinkovic-Savic yang mendapat kartu merah di menit ke-34, pada injury time, pemain Lazio lain, Luis Alberto mendapat kartu merah.

Kekalahan atas Chievo menjadikan tim ibu kota itu mengalami kekalahan ke-11. Saat ini, Lazio berada di peringkat ke-8 klasemen Liga Italia dengan mengemas 52 poin, terpaut 4 poin dari AC Milan di peringkat ke-4.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Chievo Jadi Tim Pertama yang Turun Kasta ke Serie B

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – ChievoVerona menjadi tim Serie A pertama yang dipastikan akan bermain di Serie B pada musim 2019-20 mendatang. Kepastian ini didapatkan setelah Chievo menelan kekalahan ketika menjamu Napoli pada Minggu (15/4).

Dari 32 partai yang sudah dilakoni, Chievo baru berhasil mengoleksi 11 angka. Terpaut 20 angka dari Bologna yang duduk di zona aman dan 13 poin dari Frosinone yang ada di peringkat ke-19.

Nasib buruk dari Il Gialloblu sebenarnya sudah mulai tercium semenjak bulan September 2018 lalu. Ketika itu, operator Serie A memutuskan untuk memberikan hukuman pengurangan poin kepada Chievo karena terbukti bersalah ketika berusaha mendatangkan pemain dari klub Serie D, Cessena.

Chievo Verona - Serie A - Serie B - calciomercato
calciomercato

Selain mendapatkan hukuman pengurangan poin, presiden klub, Luca Campedelli juga mendapatkan sanksi larangan aktif di dunia sepak bola selama tiga bulan. Operator Serie A juga memberikan denda sebesar 200.000 Euro kepada Il Gialloblu.

Semenjak dijatuhi hukuman, pasukan Domenico di Carlo hanya mampu meraih delapan hasil imbang dari 18 laga di Serie A. Bahkan, mereka baru berhasil meraih kemenangan pertamanya ketika menjamu Frosinone pada tanggal 29 Desember 2018 lalu.

Hingga saat ini, kemenangan atas Frosinone menjadi satu-satunya poin penuh yang berhasil didapatkan oleh Stefano Sorrentino dkk. Rentetan hasil buruk itu membuat klub penghuni Stadio Marc Antonio Bentegodi itu harus puas duduk di posisi buncit sepanjang musim 2018-19.

Dua tim yang akan menemani Chievo ke Serie B musim depan masih belum diketahui. Frosinone, Bologna, Empoli, Udinese dan Genoa harus mampu meraih poin penuh di sisa pertandingan musim ini apabila ingin mempertahankan statusnya di Serie A musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pelatih Chievo Berang oleh Gol Kemenangan AC Milan

Football5Star.com, Indonesia – pelatih Chievo Verona, Domenico Di Carlo, geram bukan kepalang setelah timnya kalah 1-2 dari AC Milan, Minggu (10/3/2019) dini hari WIB. Dia menilai gol kemenangan sang tamu adalah hadiah dari wasit.

Hal yang membuat Di Carlo berang adalah proses awal gol kemenangan AC Milan yang dibuat Krzysztof Piatek. Berawal dari tendangan Piatek yang mampu ditepis kiper Stefano Sorrentino, terjadi perebutan bola di dalam kotak penalti. Piatek lantas melakukan tendangan salto yang mengenai Fabio Depaoli.

Di mata Di Carlo, tendangan salto yang dilakukan striker asal Polandia itu jelas-jelas pelanggaran. Berdasarkan hal itu, bola yang kemudian berhasil diceploskan Piatek ke gawang Sorrentino setelah menerima umpan dari Hakan Calhanoglu semestinya dianulir.

“Kami sebenernya mampu mengimbangi Milan. Namun, dengan VAR, mereka memutuskan hal yang cocok bagi mereka. Kita tidak perlu VAR untuk kasus itu. Jelas-jelas itu tendangan kung fu. Mustahil wasit tak melihatnya. Kami kalah dari Milan karena kung fu,” ucap Di Carlo bersungut-sungut seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Krzysztof Piatek saat melakukan tendangan salto yang mengenai Fabio Depaoli.
tuttomercatoweb.com

Pelatih Chievo itu bahkan menilai gol pertama yang berasal dari tendangan bebas Lucas Biglia juga tak sah. Dia menilai tak ada pelanggaran yang membuat tendangan bebas perlu diberikan kepada Milan. Lalu, dia pun menuding wasit menarik pagar hidup para pemain Chievo lebih jauh dari yang seharusnya.

Di Carlo mengaku muak dengan segala yang dialami timnya musim ini. Dia merasa Chievo berkali-kali dicurangi. “Ini kali keenam secara beruntun kami kalah karena situasi-situasi aneh,” kata pelatih Chievo itu. “Andai saja memakai kostum dengan warna berbeda, kami akan menang 3-0 malam ini.”

Kekalahan dari AC Milan membuat Chievo kian terpuruk di dasar klasemen Serie A dengan hanya mengoleksi 10 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, tambahan tiga poin membuat anak-anak asuh Gennaro Gattuso kian mantap di posisi ketiga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ketakutan Milan Usai Gattuso Diusir Wasit saat Hadapi Chievo

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan 2-1 AC Milan atas Chievo harus dibayar mahal. Pasalnya sang pelatih, Gennaro Gattuso diusir wasit sebelum babak pertama berakhir. Hal ini pun menimbulkan ketakutan tersendiri di kubu Milan.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Marc Antonio Bentegodi ini, Gattuso harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah terlibat keributan dengan wasit dan pemain Chievo, Riccardo Meggiorini.

Keputusan sang pengadil itu pun membuat asisten Gattuso, Gianluigi Riccio,  khawatir. Ia mengatakan mereka ketakutan sang pelatih tak bisa mendampingi Hakan Calhanoglu dkk saat menghadapi Inter Milan dalam Derby della Madonnina akhir pekan depan.

gigio riccio
calciomercato.com

“Sangat disayangkan kejadian itu berlangsung ketika laga belum lama bergulir. Kami sekarang hanya bisa berharap Gattuso tetap berada di pinggir lapangan saat derbi nanti. Jelas ini sangat penting,” kata Riccio seperti dikutip Football5star.com dari DAZN, Minggu (10/3/2019).

Sementara terkait jalannya pertandingan, orang kepercayaan Gattuso ini mengaku senang I Rossoneri bisa meraih tiga angka. Ia bersyukur timnya bisa mendapat hasil yang jauh lebih baik dari Lazio dan Inter Milan.

“Mengenai pertandingan, kami tahu akan sangat sulit karena kita tidak boleh lupa bahwa Lazio dan Inter ditahan imbang Chievo di sini. Tapi kami berhasil menang dengan memegang kendali permainan,” ia menambahkan.

“Kami membuat banyak masalah di lini pertahanan mereka hingga akhirnya Piatek datang menjadi pemenang di lapangan,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lucas Biglia Dedikasikan Golnya untuk Sang Anak

Football5star.com, Indonesia – AC Milan sukses mengalahkan tuan rumah Chievo dengan skor 2-1, Minggu (10/3/2019) dinihari WIB. Salah satu bintang kemenangan Milan kali ini adalah Lucas Biglia.

Pemain berposisi sebagai gelandang ini membuka keunggulan Milan pada pertengahan babak pertama melalui tendangan bebas. Kendati sempat disamakan, I Rossoneri akhirnya memastikan kemenangan lewat sontekan Krzysztof Piatek.

Bagi Lucas Biglia, golnya kali ini terasa spesial. Untuk diketahui, ini adalah gol pertamanya sejak Oktober lalu. Tak ayal, dirinya pun mempersembahkan gol ini untuk keluarga, terutama anak lelakinya.

chievo vs milan
@MilanEye

“Saya mendedikasikan gol ini untuk keluarga saya, dan gestur itu saya persembahkan untuk putra saya paling kecil. Dia meminta pada saya agar bisa mencetak banyak gol, dan saya berjanji akan melakukan itu. Sekarang momennya pun telah tiba,” kata Biglia kepada DAZN, Minggu (10/3/2019).

“Saya menghabiskan waktu empat bulan dan saya mempersiapkan semuanya dari awal setelah kena cedera serius. Saya benar-benar menghargai fans yang terus menyanyikan nama saya, ini sangat mengagumkan. Kami hari ini meraih tiga poin pentin,” sambung mantan kapten Lazio tersebut.

Lebih lanjut, Lucas Biglia berjanji dirinya akan terus memberikan yang terbaik untuk tim. Disaat yang bersamaan, pemain asal Argentina ini pun ingin memastikan tempat utama di lini tengah Milan.

“Kami bekerja keras, saya siap membantu pelatih dan rekan satu tim sekuat tenaga. Jadi saya ingin melakukan yang lebih baik lagi dan kembali ke skuat utama,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Piatek Lagi-Lagi Jadi Penentu Kemenangan Milan

Football5star.com, Indonesia – AC Milan sukses mempecundangi Chievo 2-1 di Stadion Marc Antonio Bentegodi, Minggu (10/3/2019) dinihari WIB. Tiga angka ini pun kembali ditentukan bomber anyar mereka, Krzysztof Piatek.

Milan sempat kesulitan menaklukkan perlawan Chievo. Bahkan di awal-awal laga mereka beberapa kali mendapat ancaman dari tuan rumah. Performa Suso dkk baru membaik ketika laga sudah berjalan 20 menit.

Setelah mendapat beberapa peluang, klub berjuluk I Rossoneri ini akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-31. Lucas Biglia mencatatkan namanya di papan skor setelah tendangan bebasnya gagal dihalau kiper Chievo, Stefano Sorrentino.

https://twitter.com/TheMilanBible/status/1104473136580517888

Akan tetapi keunggulan ini hanya bertahan 10 menit saja. Chievo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan Perparim Hetemaj. Gol ini sekaligus mengakhiri jalannya babak pertama.

Memasuki babak kedua, Milan langsung mengurung pertahanan klub juru kunci Serie A itu. Hasilnya pun terlihat pada menit ke-57. Kali ini giliran Krzyzstof Piatek yang membawa mereka unggul. Pemain yang didatangkan dari Genoa itu dengan cerdik menyelesaikan umpan Samu Castillejo.

https://twitter.com/TheMilanBible/status/1104484728856563718

Gol Piatek ini sekaligus membuat namanya sejajar dengan pencetak gol terbanyak Serie A musim ini. Ia kini bersanding dengan Fabio Quagliarella dan Cristiano Ronaldo dengan torehan 19 gol.

Sementara itu, kendati terus mendapat peluang untuk menambah keunggulan, I Rossoneri nyatanya gagal mencetak gol tambahan. Alhasil skor 2-1 untuk tim tamu bertahan hingga laga usai.

Tambahan tiga poin ini pun membuat Milan makin nyaman di peringkat ketiga dengan 51 poin. Sementara Chievo kian tenggelam di dasar klasemen dengan 10 angka. Mereka pun terpaut 12 angka dari Empoli yang berada di batas aman dari ancaman degradasi.

Susunan Pemain:

Chievo (4-3-1-2): 70-Stefano Sorrentino; 33-Marco Andreolli, 5-Federico Barba, 14-Mattia Bani, 27-Fabio Depaoli; 11-Mehdi Leris, 8-Assane Diousse (Sofian Kyine 77’), 56-Perparim Hetemaj; 17-Emanuele Giaccherini; 69-Riccardo Meggiorini (Fili[ Djordjevic 77’), 9-Mariusz Stepinski

Pelatih: Domenico Di Carlo

AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 12-Andrea Conti (Davide Calabria 64’), 22-Mateo Musacchio, 13-Alessio Romagnoli, 93-Diego Laxalt; 39-Lucas Paqueta (Hakan Calhanoglu 54’), 21-Lucas Biglia, 79-Franck Kessie; 8-Suso (Fabio Borini 84’), 19-Krzysztof Piatek, 7-Hakan Calhanoglu

Pelatih: Gennaro Gattuso

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gattuso: Pantang Bagi Milan Remehkan Chievo

Football5star.com, Indonesia – AC Milan akan menghadapi tim juru kunci, Chievo, dalam lanjutan Serie A akhir pekan ini. Walau lawan yang dihadapi berperingkat 20, pelatih Gennaro Gattuso menegaskan timnya tidak akan meremehkan tuan rumah.

Performa Chievo saat ini memang sangat mengecewakan. Hal ini terbukti dengan tiga pelatih yang hilir mudik menukangi klub asal Verona tersebut. Namun, keputusan tersebut belum mampu membuat mereka keluar dari zona degradasi.

Akan tetapi Gattuso meyakini hal tersebut bukan menjadi alasan anak asuhnya meremehkan lawan. Ia justru menganggap tuan rumah kali ini akan bermain lebih baik lagi demi memperbaiki posisi di klasemen.

Taklukkan Sassuolo, Milan Salip Inter - Football5tsar - Twitter @ACMilanBR
@ACMilanBR

“Laga ini akan sangat sulit. Chievo sudah bermain bagus dan mereka akan bermain tanpa beban. Laga ini membutuhkan kinerja Milan yang luar biasa, di mana kami bermain dengan baik dan siap tempur,” kata Gattuso seperti dilansir Football Italia, Jumat (8/3/2019).

“Kami benar-benar tidak boleh membuat kesalahan karena kami bukanlah mereka. Jadi kami haruss bermain dengan jelas, apalagi pekan depan aka nada derbi yang sangat penting. Tapi saya dan tim akan fokus penuh pada laga ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, legenda I Rossoneri ini mengungkapkan peluangnya melakukan rotasi pada skuatnya kali ini. Namun, ia belum bisa memastikan posisi mana saja yang akan terjadi perubahan.

“Rotasi? Kita lihat saja nanti. Kami masih belum merasa aman dan sekarang seperti yang saya katakana, kami perlu meningkatkan tensi dan karakter di lapangan,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Rahasia Sorrentino Tepis Penalti Ronaldo

Football5Star.com, Indonesia – Chievo Verona memang tak berdaya di kandang Juventus. Anak-anak Domenico Di Carlo harus pulang dengan kekalahan 0-3. Namun, kiper Stefano Sorrentino masih punya kebanggaan saat menghadapi penalti Cristiano Ronaldo. Dia mampu menepis penalti Ronaldo dengan baik.

Pertandingan memasuki menit ke-51 ketika Douglas Costa dilanggar penggawa Chievo di kotak terlarang. Tak ayal, wasit Marco Piccinini menunjuk titik putih. Namun, tendangan Cristiano Ronaldo ke kiri gawang mampu ditepis Sorrentino.

Penalti Ronaldo saat Juventus hadapi Chievo berhasil digagalkan Stefano Sorrentino.

Mengenai keberhasilan kiper berumur 39 tahun tersebut, Di Carlo punya penjelasan tersendiri. Menurut dia, itu berkat pengamatan dan latihan sebelum laga berlangsung.

“Sorrentino pantas mendapatkan pujian karena tak mudah menahan tendangan penalti Ronaldo,” ucap Di Carlo seperti dikutip Football5Star.com dari Calciomercato. “Dia bersama pelatih kiper telah mempelajari Ronaldo dan mereka memutuskan untuk melompat ke kiri.”

Secara implisit, Sorrentino pun mengakui hal itu. “Aku beruntung punya pelatih Claudio Filippi yang sekarang di Juventus dan sekarang Lorenzo Squizzi yang juga bekerja dengan sangat baik,” ujar dia kepada Sky Sport Italia.

https://twitter.com/skinniar/status/1087452712185327616

Soal keberhasilan menepis tendangan penalti Ronaldo, kiper yang akan berulang tahun ke-40 pada 28 Maret 2019 itu mengaku tak bangga. “Aku lebih memilih tak menyelamatkan penalti Ronaldo, tapi membawa tiga poin yang akan penting bagi kami,” tambah dia. “Aku mengutuk wasit karena dia seharusnya tak memberikan penalti itu.”

Sementara itu, Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, tak menyesali kegagalan penalti Ronaldo. Dia justru santai menanggapi hal tersebut. “Saya tak pernah melihat penalti. Lagi pula, tadi pagi pun dia gagal melakukannya dengan baik,” seloroh mantan pelatih AC Milan itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diwarnai Gol Cantik Douglas Costa, Juventus Hajar Chievo

Football5star.com, Indonesia – Juventus menang 3-0 atas tamunya Chievo Verona pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Stadion Allianz, Turin, Selasa (22/1/2019) dini hari WIB.

Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-13. Douglas Costa melakukan aksi solo run sebelum melepaskan kaki kiri dari jarak jauh. Tembakan kerasnya menghasilkan gol indah yang tak bisa dibendung kiper Stefano Sorrentino.

Juventus menggandakan keunggulan pada menit 45. Menerima sodoran Paulo Dybala, Emre Can dengan tenang meluncurkan sepakan datar kaki kanan dari dalam kotak penalti. Skor 2-0 untuk Bianconeri menutup babak pertama.

Douglas Costa juventus
Twitter Juventus

Di babak kedua, Bianconeri masih mengendalikan permainan dan berusaha menambah gol. Hasilnya, Daniele Rugani menambah keunggulan tuan rumah di menit 84. Skor jadi 3-0 untuk Bianconeri dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Juventus makin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 56 poin. Bianconeri unggul sembilan angka atas Napoli di posisi dua. Sementara Chievo terpaku di dasar klasemen dengan delapan poin.

Susunan Pemain

Juventus: 22-Mattia Perin; 3-Giorgio Chiellini, 12-Alex Sandro, 2-Mattia De Sciglio, 24-Daniele Rugani; 14-Blaise Matuidi, 11-Douglas Costa, 23-Emre Can, 33-Federico Bernardeschi; 7-Cristiano Ronaldo, 10-Paulo Dybala

Chievo: 70-Stefano Sorrentino; 15-Luca Rossettini, 40-Nenad Tomovic, 14-Mattia Bani, 27-Fabio Depaoli; 56-Perparim Hetemaj, 8-Ivan Radovanovic, 13-Sofian Kiyine; 17-Emanuele Giaccherini; 31-Sergio Pellissier, 69-Riccardo Meggiorini

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Allegri Tak Mau Juventus Sepelekan Chievo

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga perdana paruh kedua Serie A, Massimiliano Allegri tak ingin Juventus jemawa. Dia menegaskan, pantang bagi anak-anak asuhnya memandang remeh Chievo Verona yang akan dihadapi pada Selasa (22/1/2019) dini hari WIB.

Saat ini, I Bianconeri berada di puncak klasemen dengan 53 poin, sedangkan I Gialloblu menghuni posisi juru kunci dengan hanya 8 poin. Namun, bagi Allegri, posisi yang bak langit dan bumi itu bukan alasan untuk memandang remeh.

“Ini adalah laga pertama pada paruh kedua kompetisi. Kami harus bermain dengan serius melawan Chievo,” ujar Allegri dalam konferensi pers jelang laga seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Chievo sanggup menyulitkan Juventus pada pertemuan pertama musim ini.
tuttomercatoweb.com

Dalam pandangan Allegri, I Gialloblu punya potensi menyulitkan dan mengejutkan tim asuhannya. Menurut dia, salah besar bila orang menilai tim asuhan Domenico Di Carlo itu hanya dari posisi di klasemen dan poin yang diperoleh.

“Bersama Di Carlo, Chievo telah menuai lima hasil imbang, sekali menang, dan hanya sekali kalah. Mereka tengah bergeliat dengan menemukan kembali gairah dan kembali percaya untuk bangkit,” terang mantan pelatih AC Milan itu. “Kami harus menghormati Chievo, bermain dengan baik, dan memenangi pertandingan.”

Kewaspadaan tinggi yang ditunjukkan Allegri bukan tanpa alasan. Pada paruh pertama, mereka hanya mampu menang tipis 3-2 atas I Gialloblu. Lalu, Sergio Pellissier dkk. sanggup menahan dua tim kuat, Napoli dan Inter Milan.

Juventus juga butuh kemenangan atas Chievo guna menjaga jarak dengan Napoli yang berhasil menang 2-1 atas Lazio. Tambahan tiga angka akan membuat anak-anak asuh Allegri kembali unggul sembilan poin atas I Partenopei.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Psikologis Pemain Jadi Penyebab Inter Gagal Raih Kemenangan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Inter Milan gagal meraih kemenangan saat bertandang ke Marc Antonio Bentegodi markas Chievo, Minggu (23/12/2018) dinihari WIB. Mereka hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah.

I Nerazzuri sejatinya menguasai jalannya pertandingan hingga akhirnya unggul pada babak pertama melalui gol Ivan Perisic. Tapi kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja setelah Sergio Pellissier memaksa skor imbang pada masa injury time.

Usa pertandingan, pelatih Luciano Spalletti mengungkapkan faktor kegagalan timnya meraih poin penuh. Menurutnya, psikologis pemain menjadi salah satu masalah yang harus dibenahi di laga-laga selanjutnya.

spalletti
@Inter_en

“Ini bukan masalah fisik yang melambat karena menjelang akhir tahun. ini semata-mata masalah psikologis pemain dalam mengevaluasi berbagai situasi. Sesekali kita harus membuat keputusan yang bertentangan dengan seharusnya,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia, Minggu (23/12/2018).

“Kami masih belum punya tekad, tapi kami punya kualitas dan ketika kami memiliki keunggulan dalam pertandingan, kami harus menggunakannya untuk meraih hasil maksimal,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, mantan pelatih AS Roma itu juga menambahkan bahwa Chievo sudah mempelajari permainan timnya dari laga-laga sebelumnya.

“Ini tidak berbeda dnegan pertandingan kami sebelumnya melawan Chievo. Mereka tahu bagaimana memainkan gaya sepak bola panjang dan kami membiarkan itu terjadi. Jelas kami harus bekerja lebih baik lagi di situasi seperti itu karena kami sebenarnya punya banyak peluang untuk meraih kemenangan,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pellissier Gagalkan Kemenangan Inter di Depan Mata

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Inter Milan gagal meraih kemenangan di kandang Chievo setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Adalah Sergio Pellissier yang menggagalkan kemenangan tim tamu yang sudah di depan mata.

Inter memulai laga dengan tempo yang sedang-sedang saja. Aliran bola juga lebih sering bergulir di lini tengah pada 10 menit pertama.

Anak asuh Luciano Spalletti baru mendapat peluang pertama di menit ke-20 melalui Mauro Icardi. Tapi sontekannya di kotak 16 masih bisa ditepis Stefano Sorrentino. Bola muntah yang didapat Radja Nainggolan pun gagal membuahkan gol setelah tendangan kerasnya melambung di atas mistar.

Baru pada menit ke-39 Inter berhasil memecah kebuntuan. Kerja sama Mauro Icardi dengan Danilo D’Ambrosio berhasil dituntaskan Ivan perisic di mulut gawang. Berdiri bebas tanpa kawalan, sang winger dengan mudah mencetak gol. Skor 1-0 pun menutup babak pertama.

ivan perisic
@Inter_br

Pada babak kedua I Nerazzuri tidak mengendurkan serangan. Lima menit babak kedua berjalan Icardi meraih peluang emas untuk menambbah keunggulan. Tapi tendangan kaki kanannya masih bisa diselamatkan Sorrentino yang tampil apik.

Tidak ingin terus berada di bawah tekanan, Chievo pun mencoba menekan. Mereka bisa saja menyamakan kedudukan pada menit ke-66 andai sepakan Mariusz Stepinski tidak digagalkan Samir Handanovic.

Ketika pertandingan sepertinya akan berakhir untuk kemenangan Inter, Sergio Pellissier muncul sebagai pahlawan Chievo. Tendangannya berhasil mengecoh Handanovic pada masa injury time dan membuat kedudukan 1-1. Praktis ini menjadi gol terakhir yang tercipta pada laga kali ini.

Tambahan satu angka membuat Inter masih tertahan di peringkat ketiga dengan 33 angka. Sedangkan Chievo tidak beranjak dari posisi juru kunci dengan lima poin.

Susunan Pemain:

Chievo (3-4-1-2): 70-Stefano Sorrentino; 5-Federico Barba, 15-Luca Rossettini, 14-Mattia Bani; 27-Fabio Depaoli, 4-Nicola Rigoni, 56-Perparim Hetemaj, 17-Emanuele Giaccherini (Valter Birsa 77′); 13-Sofian Kiyine (Pawel Jaroszynski 46′); 69-Riccardo Maggiorini (Mariusz Stepinski 61′), 31-Sergio Pellissier
Pelatih: Domenico Di Carlo

Inter Milan (4-3-3): 1-Samir Handanovic; 2-Sime Vrsaljko, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar, 33-Danilo D’Ambrosio; 15-Joao Mario (Borja Valero 82′), 77-Marcelo Brozovic, 14-Radja Nainggolan (Matias Vecino 67′); 44-Ivan Perisic, 9-Mauro Icardi, 16-Matteo Politano (Lautaro Martinez 75′)
Pelatih: Luciano Spalletti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Napoli Bermain Kacau Saat Ditahan Imbang Chievo

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Napoli gagal memanfaatkan status tuan rumah saat menjamu tim peringkat bawah, Chievo, Minggu (25/11/2018). Bermain di San Paolo mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Tuan rumah banyak membuang peluang pada laga ini. Anak asuh Carlo Ancelotti mampu melepaskan delapan tendangan yang mengarah ke gawang. Tapi banyaknya percobaan yang mereka lakukan tidak ada yang membuahkan hasil.

Hal ini pun membuat Ancelotti gusar. Ia mengatakan permainan anak asuhnya kali ini cukup kacau baik menyerang maupun bertahan. Walau begitu, sang allenatore tetap menganggap ini modal yang bagus untuk menghadapi Crvena Zvezda di Liga Champions.

carlo ancelotti napoli
@sscnapoli

“Laga ini adalah tes yang bagus untuk memahami apa yang akan kami hadapi Rabu nanti melawan Crvena Zvezda.Tidak ada intensitas tinggi yang kami tunjukkan har ini, terutama di babak pertama. Permainan kami membaik di babak kedua tapi itu belum cukup,” kata Ancelotti kepada Sky Sport Italia, Minggu (25/11/2018).

“Kami bermain terlalu kaku dan sedikit kacau dalam segala hal, mulai dari menyerang hingga bertahan. Ini dimungkinkan karena Chievo memainkan permainan bertahan. Dari awal kami sudah khawatir laga akan berakhir seperti ini karena mereka ingin mengamankan poin,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Don Carlo ini menegaskan akan melakukan evaluasi pada pertengahan musim. “Tidak ada gunanya melihat klasemen Serie A sekarng. Kami akan melakukan evaluasi pada tengah musim untuk memperkuat tim ini,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ditahan Juru Kunci, Napoli Makin Jauh dari Juventus

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Napoli hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan tamunya Chievo Verona pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Stadio San Paolo, Minggu (25/11/2018) malam WIB.

Sejak peluit dibunyikan, Napoli langsung menggempur pertahanan Chievo. Serangan demi serangan dibangun pasukan Carlo Ancelotti.

Namun demikian, tuan rumah kesulitan menembus pertahanan Chievo yang bermain solid di laga ini. Tim tamu sendiri hanya sesekali melakukan serangan balik.

Napoli vs Chievo
Getty Images

Di babak kedua, Napoli memasukkan Arek Milik untuk menambah daya gedor. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil. Hingga laga usai, skor tetap imbang tanpa gol.

Statistik mencatat, Napoli menguasai bola hingga 63 persen. Mereka juga melepaskan 13 ancaman, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Adapun Chievo mengirim lima ancaman dan ada dua yang mengarah ke gawang.

Dengan hasil ini, Napoli tetap di peringkat dua klasemen Serie A. Namun, mereka tertinggal makin jauh, yakni delapan poin dari Juventus di singgasana. Sementara Chievo di posisi juru kunci dengan satu angka.

Susunan Pemain

Napoli: Orestis Karnezis, Kevin Malcuit, Raul Albiol, Kalidou Koulibaly, Elseid Hysaj (Mario Rui 74′), Jose Callejon, Piotr Zielinski, Amadou Diawara (Allan 59′), Adam Ounas (Arek Milik 59′), Dries Mertens, Lorenzo Insigne

Chievo Verona: Stefano Sorrentino, Federico Barba, Luca Rossettini, Mattia Bani, Fabio Depaoli, Joel Obi (Mariusz Stepinski 65′), Ivan Radovanovic, Perparim Hetemaj, Valter Birsa, Sergio Pellissier (Sofian Kiyine 62′), Riccardo Meggiorini (Fabrizio Cacciatore 75′)

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ventura Ajukan Surat Pengunduran Diri di Chievo

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Chievo Verona, Gian Piero Ventura mengajukan surat pengunduran diri setelah baru mendapatkan satu poin dalam empat pertandingan. Mantan pelatih Timnas Italia berpamitan kepada para pemain setelah di laga terakhir, Chievo bermain imbang 2-2 melawan Bologna.

Setelah gagal meloloskan Azzurri ke Piala Dunia 2018, Ventura dikontrak oleh Chievo. Ventura menggantikan posisi Lorenzo D’Anna yang dipecat setelah kalah dari AC Milan dengan skor 3-1.

Keputusan ini membuat manajemen Chievo kelabakan. Pasalnya, sebelumnya tak ada pembicaraan apapun mengenai pengunduran diri Ventura. Direktur Olahraga Chievo, Giancarlo Romairone meminta Ventura untuk memikirkan kembali keputusannya.

“Kami sedang menunggu waktu yang tepat dan menunggu kepala dingin untuk mengeluarkan keputusan. Kita harus menganalisis situasi bersama dengan pikiran-pikiran yang muncul di saat yang panas,” ungkap Romairone dikutip Football5star dari Sky Sport Italia.

Setelah peluit panjang berbunyi, Ventura menemui Romairone dan meminta izin untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Romairone meminta Ventura untuk memikirkan kembali keputusannya dan mengeluarkan keputusan ketika kepala telah dingin.

“Pada peluit akhir, Pelatih (Ventura) memberi tahu saya bahwa dia akan mengumumkan keputusannya kepada para pemain. Saya mendesaknya untuk menunggu,” tambahnya.

Saat ini, Chievo berada di dasar klasemen dengan torehan tiga angka hasil dari tiga kali imbang. Chievo menjadi satunya tim di lima liga top Eropa yang belum pernah meraih kemenangan.

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cetak Gol Lawan Milan, Penyerang Chievo Masuk Daftar Elite

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan memang terus melanjutkan tren positif mereka dengan mengalahkan Chievo Verona. Kemenangan ketiga beruntun Rossoneri. Meskipun begitu, sorot mata tak bisa lepas dari penyerang Chievo, Sergio Pellissier. Pellissier mencetak satu-satunya gol Chievo dan membuat namanya masuk dalam daftar elite.

Gol pemain jebolan Torino ini di menit ke-63 menasbihkan dirinya menjadi pemain tertua keenam yang mencetak gol di Serie A Italia. Golnya ke gawang Gianluigi Donnaruma terjadi saat ia berumur 39 tahun dan 178 hari. Memanfaatkan kesalahan pemain AC Milan, Pellissier yang mengambil bola liar melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Booom!

Mereka yang Menuliskan Sejarah

Di posisi kelima ada legenda Milan, Paolo Milan pada 30 Maret 2008 yang mencetak gol saat melawan Atalanta di umur 39 tahun dan 278 hari. Lalu, ada Francesco Totti di umur 39 tahun 364 hari saat melawa Torini, 25 September 2016. Di tiga besar ada Pietro Vierchowod pada 23 Mei 1999 di umur 40 tahun dan 47 hari. Mundur lagi ke belakang di tahun 1954 saat Silvio Piola yang mencetak gol terakhirnya di usia 40 tahun dan 274 hari . Di peringkat pertama ada Alessandro Costacurta yang mencetak penalti di usia 41 tahn dan 25 hari pada 19 Mei 2007.

Jumlah gol Pellissier mungkin biasa saja, karena di usia 39 tahun, ia baru mencetak 109 gol. Dengan posisinya sebagai penyerang, jumlah gol tersebut terasa biasa saja. Namun, yang istimewa adalah selama 16 tahun berkiprah di Serie A, tak sekalipun ia absen mencetak gol. Minimal ada satu gol yang ia cetak sepanjang musim.

Catatan gol Pellissier di Serie A ia cetak dengan hanya bermain untuk satu klub: Chievo Verona. Meskipun Chievo bukan satu-satunya klub yang ia bela, namun ia menghabiskan 18 tahun bersama Chievo. Merasakan pahitnya degradasi ke Serie B hingga manisnya bermain di Kualifikasi Liga Champions di musim 2006/2007.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gattuso: Milan Menang Karena Belajar dari Kesalahan

Football5star.com, Indonesia – AC Milan sukses membungkam tamunya, Chievo, dengan skor 3-1. Bagi Gennaro Gattuso, kemenangan anak asuhnya kali ini diraih karena para pemain sudah belajar dari kesalahan.

I Rossoneri sudah unggul dua gol pada babak pertama melalui brace Gonzalo Higuain. Setelah itu Giacomo Bonaventura menjauhkan keunggulan menjadi 3-0 pada babak kedua. Chievo hanya berhasil meraih gol hiburan melalui striker veterannya, Sergio Pellissier.

Gattuso mengakui Milan sempat membuat kesalahan pada laga tadi. Namun, Suso dkk akhirnya mampu mengendalikan keadaan.

higuain bawa milan lanjutkan tren kemenangan
@SerieAFFC

“Kami membuat kesalahan lagi hari ini, memberikan mereka gol, tapi kami selalu ingin bermain dengan bola. Tim ini tidak pernah berada dalam krisis sebelumnya, kami hanya kesulitan untuk membunuh pertandingan setelah menunjukkan performa yang bagus,” kata Gattuso kepada Sky Sport Italia, Minggu (7/10/2018).

“Pada saatnya kami akan berlari melalui banyak risiko, tapi kami ingin bermain dengan bola dan terus bergerak ke depan,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, legenda Milan ini juga memuji performa Higuain yang mencetak dua gol. Menurutnya, bomber asal Argentina itu sebagai juara sejati dan pencetak gol handal.

“Higuain seorang juara sejati, pencetak gol yang hebat. Dia seorang yang saat ini sedang bekerja sangat keras untuk tim. Dia sangat dicintai di sini. Kami juga memiliki kualitas terbaik dari Hakan Calhanoglu, yang menciptakan banyak peluang untuk Higuain,” sambungnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dua Gol Higuain Bawa Milan Lanjutkan Tren Kemenangan

Football5star.com, Indonesia – Gonzalo Higuain kembali membuktikan diri bahwa AC Milan tidak salah merekrutnya. Dua gol yang ia buat sukses membawa I Rossoneri menang 3-1 atas tamunya, Chievo, dalam lanjutan Serie A, Minggu (7/10/2018).

Milan langsung mengambil inisiatif serangan sejak laga dimulai. Peluang pertama pun diraih Suso pada menit ke-13. Tapi tendangan dari luar kotak penaltinya masih belum menemui sasaran.

I Rossoneri akhirnya berhasil mencetak gol ketika laga memasuki menit ke-27. Gonzalo Higuain sukses membuka keunggulan setelah meneruskan umpan Suso dari sisi kanan.

Kerja sama dua pemain ini kembali membuahkan hasil tujuh menit kemudian. Melalui skema yang hampir sama, Higuain berhasil mencetak gol keempatnya untuk Milan musim ini. Kedudukan 2-0 pun menutup babak pertama.

gonzalo higuain ac milan
@acmilan

Memasuki paruh kedua, anak asuh Gennaro Gattuso tidak mengendurkan serangan. Giacomo Bonaventura kembali membuat San Siro bergemuruh ketika tendangannya menembus jala Stefan Sorrentino.

Chievo sempat membuka asa setelah Sergio Pellisier memperkecil ketinggalan di menit ke-63. Sontekan terukur striker veteran itu meluncur mulus ke sudut kiri gawang Gianluigi Donnarumma.

Gol ini nyatanya membuat permainan Chievo membaik. Mereka kembali mendapat peluang untuk mencetak gol pada menit ke-74. Akan tetapi tendangan keras Sofian Kiyine masih bisa ditepis Donnarumma.

Hingga wasit Gianpaolo Calvarese meniupkan peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun yang diraih klub kota mode.

Akan tetapi kemenangan ini belum mampu mengangkat posisi Milan di peringkat 10 dengan 12 poin. Sementara Chievo kian terbenam di dasar klasemen dengan minus satu poin setelah mereka mendapat sanksi pengurangan angka dari FIGC.

Susunan Pemain:

AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 68-Ricardo Rodriguez (Diego Laxalt 84′), 17-Cristian Zapata, 22-Mateo Musacchio, 20-Ignazio Abate; 5-Giacomo Bonaventura (Patrick Cutrone 76′), 21-Lucas Biglia, 79-Franck Kessie; 10-Hakan Calhanoglu, 9-Gonzalo Higuain, 8-Suso (Samu Castillejo 90′)
Pelatiih: Gennaro Gattuso

Chievo (4-3-1-2): 70-Stefano Sorrentino, 27-Fabio Depaoli, 15-Luca Rossettini, 14-Mattia Bani, 5-Federico Barba; 11-Mehdi Leris (Pawel Jaroszynski 78′) , 8-Ivan Radovanovic, 4-Nicola Rigoni (Sofian Kiyine 70′); 23-Valter Birsa; 9-Mariusz Stepinski, 31-Sergio Pellissier (Manuel Pucciarelli 67′)
Pelatih: Lorenzo D’Anna

El Shaarawy Akui Pertahanan Buruk Roma

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Hasil imbang 2-2 dituai AS Roma saat menjamu Chievo Verona, Minggu (16/9/2018). Hasil itu menurut striker Stephan El Shaarawy tak terlepas dari performa buruk pertahanan Roma. Dia menilai pembenahan sektor pertahanan harus diprioritaskan.

I Lupi sempat unggul dua gol dalam laga di Stadio Olimpico tersebut. El Shaarawy membuka skor saat laga berjalan 10 menit dan digandakan Bryan Cristante pada menit ke-30. Namun, dua gol dari Valter Birsa dan Mariusz Stepinski pada babak kedua membuat kedudukan imbang hingga laga usai.

Para pemain AS Roma terpukul oleh gol balasan pemain Chievo Verona.
tuttomercatoweb.com

“Kami ini mungkin tim yang paling sering mendapat tembakan dari lawan. Kami harus membenahi pertahanan sebagai tim. Musim lalu, itu adalah kekuatan kami. Kami harus menemukan itu lagi,” ungkap El Shaarawy selepas laga kepada Roma TV seperti dikutip Football5Star.com dari Romanews.eu.

Dalam pandangan striker timnas Italia itu, hal yang menjadi masalah utama adalah koordinasi dalam bertahan. Dia membantah bila ada yang menilai itu adalah masalah mental.

“Kukira bukan masalah mental. Terutama di belakang, kami punya para pemain berpengalaman. Memang, kuakui faktor ini juga berperan, tapi hanya sebagian. Kami harus bekerja lebih keras lagi dalam menggalang pertahanan,” terang dia.

Perbaikan, kata pemain berdarah Mesir tersebut, harus dilakukan oleh semua pemain, bukan hanya para penggawa lini belakang. Dia menandaskan, bertahan adalah urusan kolektif. Selain itu, dia pun tak mengesampingkan fakta bahwa dalam menyerang pun Roma harus lebih tajam lagi seperti yang dikeluhkan allenatore Eusebio Di Francesco.

Chievo Dihukum Pengurangan 3 Poin di Serie A

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Seperti kami beritakan kemarin terkait kasus hukum Chievo, kini mereka resmi mendapat sanksi. Namun, tak seperti tuntutan FIGC dan jaksa penuntut yang meminta pengurangan 15 poin, klub yang dominan dengan warna kuning ini ‘hanya’ dihukum pengurangan 3 poin. Palu keputusan ini sendiri sudah diketuk oleh Tribunale Federale Nazionale.

“Tribunale Federale Nazionale (TFN), dipimpin oleh Cesare Mastrocola, sudah memutuskan akan mengabulkan tuntutan dari jaksa. Hukuman itu sendiri berupa sanksi pemotongan tiga poin untuk Chievo di musim ini dan denda sebesar 200 ribu euro,” begitu rilis resmi Komite Disiplin FIGC.

“TFN juga memberikan sanksi kepada Presiden klub, Luca Campedelli, dengan larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga bulan. Selain itu hukuman 1 bulan 15 hari diberikan kepada penasihat klub, Piero dan Giuseppe Campedelli, serta Michele dan Antonio Cordioli,” lanjut dari rilis resmi Komite Disiplin.

Chievo
Foto: worldfootball.net

Chievo sendiri diberi hukuman tentang pembuatan laporan keuangan fiktif. Di awal Agustus, FIGC sudah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan laporan fiktif ini. Di laporan tersebut kemudian ditemukan beberapa fakta bahwa Chievo melaporkan hal fiktif. Salah satu faktanya juga melibatkan Cesena.

Bulan lalu, tuntutan baru sudah dilayangkan kepada Chievo. Dan kemarin (12/9) malam waktu Indonesia, jaksa penuntut yang diwakili oleh Giuseppe Pecoraro sudah mengajukan tuntutannya. Tuntutan itu sendiri berupa pengurangan poin sebanyak 15 angka di musim ini dan larangan 36 bulan bagi Presiden klub, Luca Campedelli.

Laporan keuangan fiktif itu dilakukan Chievo untuk memberi kamuflase soal keuntungan senilai 25 juta euro. Keuntungan senilai itu diperlukan manajemen untuk bisa mendaftarkan diri ikut berkompetisi di Serie A musim 2018/2019. Masalahnya, upaya melakukan laporan fiktif itu terendus karena Cesena bangkrut.

Hukuman ini sendiri lebih ringan dari tuntutan jaksa. Namun, karena pengurangan 3 poin, poin Chievo menjadi -2 setelah 3 laga awal Serie A berjalan. Dan kini, Flying Donkey makin terbenam di dasar klasemen.

FIGC: Chievo Dituntut Pengurangan 15 Poin

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Kabar buruk berembus dari klub peserta Serie A, Chievo Verona. Klub berjuluk Flying Donkey ini berada di ambang nasib buruk terkait pengurangan poin sebanyak 15 angka. Hal ini dikarenakan manajemen klub tersebut memberikan laporan keuangan fiktif kepada FIGC.

Penyelidikan sendiri sudah dimulai sejak akhir Juli 2018 lalu. Di awal Agustus, FIGC sudah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan laporan fiktif ini. Di laporan tersebut kemudian ditemukan beberapa fakta bahwa Chievo melaporkan hal fiktif. Salah satu faktanya juga melibatkan Cesena.

Bulan lalu, tuntutan baru sudah dilayangkan kepada Chievo. Dan per hari ini, jaksa penuntut yang diwakili oleh Giuseppe Pecoraro sudah mengajukan tuntutannya. Tuntutan itu sendiri berupa pengurangan poin sebanyak 15 angka di musim ini dan larangan 36 bulan bagi Presiden klub, Luca Campedelli.

Chievo
Foto: worldfootball.net

Laporan keuangan fiktif itu dilakukan Chievo untuk memberi kamuflase soal keuntungan senilai 25 juta euro. Keuntungan senilai itu diperlukan manajemen untuk bisa mendaftarkan diri ikut berkompetisi di Serie A musim 2018/2019. Masalahnya, upaya melakukan laporan fiktif itu terendus karena Cesena bangkrut.

Bangkrutnya Cesena ini membuat bobrok Chievo terungkap. Di laporannya, manajemen melaporkan transaksi transfer dengan Cesena yang membuat klub yang identik dengan warna kuning itu mendapat untung 25 juta euro. Kenyataannya, transfer itu tak pernah ada sebab Cesena akhirnya bangkrut.

Bila tuntutan dari FIGC dikabulkan oleh hakim, bisa dipastikan klub dari kota Verona itu akan dikurangi 15 poin dari musim ini. Setelah tiga laga Serie A, Flying Donkey terpuruk di posisi 20 dengan poin 1 hasil dari dua kali kalah dan sekali imbang. Bila hukuman pengurangan poin diaplikasikan, poin Chievo akan jadi -14.

Fans Roma Terancam Harus Jalan Kaki Saat Laga Lawan Chievo

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Kabar kurang sedap datang bagi para fans AS Roma. Untuk laga melawan Chievo Verona, 16 September mendatang, mereka kemungkinan harus berjalan kaki atau bersepeda menuju Stadio Olimpico. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan kegiatan European Mobility Week.

Seperti dijadwalkan Lega Serie A, pertandingan Roma vs Chievo akan berlangsung pada Minggu siang pukul 12.30 waktu setempat. Itu masih bersamaan dengan pembukaan kegiatan bertajuk #VIALIBERA yang merupakan bagian dari pembukaan European Mobility Week.

Hari itu, sejumlah jalan di Ibu Kota Italia tersebut ditutup untuk kendaraan bermotor. Setidaknya ada sepuluh ruas jalan yang akan ditutup. Hanya pesepeda dan pejalan kaki yang boleh melintas di jalan-jalan tersebut. Penutupan jalan tersebut akan berlaku selama sehari penuh.

Inilah yang kemungkinan besar menjadi kendala para Romanisti untuk menyaksikan anak-anak asuh Eusebio Di Francesco di Stadio Olimpico. Jika harus bersepeda atau berjalan kaki, tentu saja mereka harus bersiap lebih awal menuju stadion.

Adanya kegiatan #VIALIBERA terkait European Mobility Week tersebut, salah satu situs yang rajin mengunggah berita-berita soal I Giallorossi, Romanews.eu, sudah memberikan peringatan. Itu dilakukan lewat salah satu artikel yang diunggah pada Jumat (7/9/2018).

Laga melawan Chievo merupakan laga kandang kedua I Giallorossi pada musim ini. Di Francesco tentu sangat berharap kemenangan karena pada laga pertama hanya bermain imbang 3-3 dengan Atalanta.