Dalic: Sepakbola Akan Segera Kembali ke Inggris

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Kroasia, Zlatko Dalic, mengklaim bahwa Inggris memiliki potensi besar untuk menjuarai UEFA Nations League. Hal ini disampaikan setelah Kroasia kalah 1-2 dari Inggris pada Minggu (18/11).

Dalam laga penentuan Grup 4 yang digelar di Stadion Wembley tersebut, Kroasia sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui Andrej Kramaric pada menit ke-57. Namun, tuan rumah berhasil membalikkan situasi berkat Jesse Lingard (78′) dan Harry Kane (85′).

dalic-kroasia-getty-football5star
Getty Images

Finalis Piala Dunia 2018 itu pun dipastikan tersingkir. Mereka hanya mampu meraih empat poin dari empat pertandingan. Adapun Inggris, yang mengoleksi tujuh poin, berhak melangkah ke semifinal.

“Saya ucapkan selamat kepada Inggris karena mereka pantas memenangi laga ini. Selamat juga karena mereka lolos ke empat besar UEFA Nations League,” tutur Dalic seperti yang dikutip Sky Sports.

“Mereka memiliki sebuah tim muda dan gesit. (Gelar juara) akan segera ‘pulang’ dalam waktu dekat. Saya pikir Inggris telah menunjukkan hal itu sejak di Piala Dunia. Mereka melampaui ekspektasi. Permainan mereka sangat cocok dengan sepakbola modern,” ujar dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, sang pelatih juga mengungkapkan bahwa timnya merasa kelelahan. Untuk diketahui, mereka baru menghadapi Spanyol pada Kamis (15/11).

“Sangat sulit bagi kami untuk memulihkan diri setelah laga melawan Spanyol. Kami tidak punya skuat yang besar. Kami kehilangan konsentrasi dalam 15 menit terakhir, yang sangat mungkin karena kondisi fisik kami,” ucap dirinya.

“Kami harus tetap bangga atas pencapaian kami musim ini. Kami adalah sebuah negara kecil dan tidak memiliki infrastruktur hebat, tetapi kami tetap mampu meraih hasil hebat. Kami menjadi tim terbaik kedua di dunia dan para pemain kami harus berbangga,” kata Dalic.[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Loloskan Kroasia ke Piala Dunia 2018, Dalic Didukung Modric

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, mendukung Zlatko Dalic untuk tetap melatih negara pecahan Yugoslavia itu di Piala Dunia 2018. Menurut pemain Real Madrid tersebut, sang pelatih telah menjalankan tugas dengan sangat baik dalam tiga laga terakhir.

“Akan sangat gila bila bukan Dalic yang jadi pelatih,” ungkap Modric usai laga leg II play-off Piala Dunia 2018 di kandang Yunani, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. “Dia telah bekerja secara fenomenal. Tentu saja, aku juag berterima kasih kepada pelatih (Ante) Cacic. Kami semua telah menuntaskan sebuah kerja yang baik.”

Dukungan mantan pemain Tottenham Hotspur itu sangat berdasar. Diangkat sebagai pengganti Cacic usai Kroasia bermain imbang 1-1 dengan Finlandia pada 11 Oktober silam, Dalic memberikan keajaiban. Dia membawa Kroasia menang 2-0 dalam laga menentukan di kandang Ukraina. Berkat itu, timnya merebut tiket ke play-off Piala Dunia 2018.

Timnas Kroasia pastikan lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.
lanouvellerepublique.fr

Selanjutnya, bersama Dalic, Kroasia memastikan diri lolos ke Rusia 2018. Setelah menang 4-1 pada leg I play-off di kandang sendiri, mereka menahan Yunani tanpa gol di kandang lawan pada leg II.

Secara pribadi, pelatih berumur 51 tahun itu siap mengaku memimpin Vatreni di Piala Dunia 2018. Dia sangat antusias. “Saya siap. Itu akan jadi kesepakatan yang mudah. Saya belum pernah berpengalaman menjalani kompetisi besar sejauh ini,” ungkap dia kepada Vecernji List.

Pihak asosiasi sepak bola Kroasia (HNS) berencana membuat putusan terkait masa depan Dalic pada Senin (13/11/2017) waktu setempat. Keberhasilan Modric dkk. lolos ke Rusia 2018 kemungkinan besar membuat HNS mempertahankan sang pelatih. Sebelumnya, HNS berminat merekrut pelatih berpengalaman. Salah satu yang gencar diberitakan adalah mantan pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti.

Tahan Yunani, Kroasia Lolos ke Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Timnas Kroasia memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018 setelah menahan imbang tuan rumah Yunani dengan skor 0-0 pada leg kedua babak play-off di Karaiskakis Stadium, Senin (13/11/2017) dinihari WIB.

Dengan hasil ini, Kroasia unggul agregat. Pada leg pertama, Luka Modric dan kawan-kawan menang 4-1 di markas mereka.

DOdnhyTW4AE5P7c
Getty Images

Melawan Yunani, Kroasia tampil solid. Ivan Rakitic dan kawan-kawan bermain disiplin. Hal ini membuat Yunani kesulitan membongkar pertahanan tim tamu.

Meski unggul penguasaan bola hingga 60 persen, namun Sokratis Papastathopoulos dan kawan-kawan selama 90 menit hanya sekali melepaskan shot on target. Itu juga mentah di tangan kiper Kroasia, Danijel Subasic.

Tim tamu juga tak bermain terlalu ngotot. Dengan keunggulan 4-1 di leg pertama, pasukan Zlatko Dalic itu lebih memilih bermain aman hingga waktu berakhir. Buktinya, mereka tak sekali pun melepaskan shot on target.

Hingga laga usai, skor tetap imbang 0-0. Vatreni pun berhak tampil di Piala Dunia 2018 Rusia.

Susunan Pemain:

Yunani: Orestis Karnezis, Vasilios Torosidis, Sokratis Papastathopoulos, Konstantinos Manolas, Panagiotis Retsos, Alexandros Tziolis, Panagiotis Tachtsidis, Zeca, Anastasios Bakesetas (Giannis Gianniotas 59′), Lazaros Christodoulopoulos (Kostas Fortounis 59′), Konstantinos Mitroglou (Dimitris Pelkas 78′)
Pelatih: Michael Skibbe

Kroasia: Danijel Subasic, Ivan Strinic, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko, Marcelo Brozovic, Luka Modric (Matej Mitrovic 90′), Ivan Rakitic, Ivan Perisic (Ante Rebic 86′), Nikola Kalinic (Andrej Kramaric 78′), Mario Mandzukic
Pelatih: Zlatko Dalic

K. Kuning: Tachtsidis (24′)
K. Merah:

Kroasia Dekati Carlo Ancelotti

Football5Star.com, Indonesia – Didepak Bayern Munich tak lantas membuat Carlo Ancelotti terpuruk. Seperti dilaporkan La Gazzetta dello Sport, pelatih berumur 58 tahun itu tengah didekati Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Mantan pelatih AC Milan itu diproyeksi menangani Luka Modric cs. bila lolos ke putaran final Piala Dunia.

Dalam kontak awal yang telah dilakukan, klaim La Gazzetta dello Sport, pihak HNS menganggap Ancelotti sebagai kepingan yang dibutuhkan timnas Kroasia. Pelatih yang merengkuh tiga gelar juara Liga Champions itu diyakini bisa mengeluarkan segenap kemampuan para bintang macam Modric, Mateo Kovacic, dan Mario Mandzukic.

Kroasia merebut tiket play-off bersama pelatih Zlatko Dalic.
reuters.com

Dalam pandangan HNS, Kroasia memiliki banyak pemain berkualitas. Satu-satunya kekurangan, mereka tak ditangani pelatih jempolan. Atas dasar itu, Ancelotti dibidik meski hanya untuk jangka pendek.

Tawaran jangka pendek itu pun sesuai dengan keinginan Don Carlo yang tak mau terburu-buruk kembali menangani sebuah tim setelah didepak Bayern. Dia mengisyaratkan untuk kembali menangani sebuah klub pada musim panas 2018.

Terkait soal bayaran yang harus diberikan HNS, Gazzetta megklaim kubu Ancelotti tak akan jual mahal. Mantan pelatih Chelsea itu bersedia dibayar lebih rendah dari saat menangani Real Madrid dan Bayern. Sekadar gambaran, Ancelotti menerima 7,5 juta euro per musim.

Meskipun demikian, langkah yang diambil HNS ini justru bisa menjadi sumber konflik baru. Pasalnya, bila Kroasia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia, sebagian pihak menilai Zlatko Dalic patut diberi kepercayaan menangani Modric dkk. Pasalnya, dialah yang berjasa meloloskan mereka dari lubang jarum (tengok: Terancam Gagal ke Piala Dunia, Kroasia Pecat Cacic).

Kroasia dijadwalkan menjalani laga play-off melawan Yunani dalam perebutan empat tiket sisa dari Zona Eropa. Mereka akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah pada 9 November mendatang. Tiga hari berselang, giliran mereka yang melawat ke kandang sang lawan.

Pembagian Pot UEFA Nations League

Football5star.com, Indonesia – Otoritas sepak bola Eropa atau UEFA telah menetapkan pembagian pot untuk UEFA Nations League.

Sekadar informasi, UEFA Nations League adalah kompetisi antarklub Eropa yang baru dimulai pada September 2018. Kompetisi merupakan pengganti dari kalender FIFA untuk tim-tim Eropa.

UEFA melakukan pembagian menjadi empat kategori yaitu Liga A, B, C dan D. Liga A merupakan kasta pertama dan seterusnya.

Di Liga A, ada 12 tim yang nantinya dibagi dalam empat grup, Hanya juara grup berhak melaju ke semifinal.

Menariknya, tidak semua tim di Liga A lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Belanda tersingkir setelah cuma menang 2-0 atas Swedia pada partai pamungkas kualifikasi, Rabu (11/10/2017) dini hari WIB.

Sementara itu, Italia belum pasti lolos dan harus menempuh jalur play-off.

Berikut ini adalah pembagian pot untuk UEFA Nations League:

Liga A: Jerman, Portugal, Belgia, Spanyol, Prancis, Inggris, Swiss, Italia, Polandia, Islandia, Kroasia, Belanda

Liga B: Wales, Rusia, Slovakia, Swedia, Ukraina, Irlandia, Bosnia Herzegovina, Republik Utara, Denmark, Ceko, Turki

Liga C: Hungaria, Rumania, Skotlandia, Slovenia, Yunani, Albania, Norwegia, Montenegro, Israel, Bulgaria, Finlandia, Siprus, Estonia, Lithuania

Liga D: Azerbaijan, Makedonia, Belarus, Georgia, Armenia, Latvia, Kepulauan Faroe, Luksemburg, Kazakhstan, Moldova, Liechtenstein, Malta, Andorra, Kosovo, San Marino, Gibraltar

Terancam Gagal ke Piala Dunia, Kroasia Pecat Cacic

Football5Star.com, Indonesia – Hasil imbang 1-1 yang dituai Kroasia saat melawan Finlandia, Sabtu (7/10/2017), berakibat buruk bagi pelatih Ante Cacic. Dia langsung diberhentikan oleh Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Hal itu diumumkan langsung oleh Presiden HNS, Davor Suker.

“Komite Eksekutif HNS secara bulat bersepakat untuk memutus kerja sama dengan Cacic,” ungkap Suker dalam konferensi pers yang digelar di Zagreb. “Kami hanya meraup empat poin dari empat pertandingan dan tak punya pilihan lain selain melakukan hal ini.”

HNS pun langsung menunjuk Zlatko Dalic sebagai pengganti Cacic yang dikabarkan tak begitu disukai oleh beberapa pemain dan para fans. “Dalic adalah pelatih baru dan akan bertugas untuk laga terakhir, tandang ke Ukraina,” kata Suker. “(Karena) Josip Simunic dan Ante Mise juga meninggalkan tim bersama Cacic, Dalic hanya akan ditemani pelatih kiper Marijan Mrmic di Kyiv nanti.”

Mantan striker Real Madrid dan Sevilla itu optimistis Dalic bisa membawa Luka Modric cs. menang atas tuan rumah dan lolos ke Rusia 2018. Dia menyamakan situasi saat ini seperti pada Kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu, mereka juga terseok-seok hingga jelang akhir kualifikasi. Namun, pada akhirnya, mereka tetap lolos ke Prancis 1998 dan membuat kejutan dengan finis sebagai peringkat ketiga.

Lalu, bagaimana tanggapan Cacic mengenai putusan yang diambil HNS? Pelatih berumur 64 tahun itu menerimanya dengan legawa. Dia menilai hal tersebut sebagai sebuah konsekuensi yang harus diterimanya.

“Sangat bisa dimengerti bahwa kami semua kecewa atas hasil yang diraih tim dalam empat bulan terakhir yang mengurangi peluang lolos ke Piala Dunia,” kata Cacic seperti dikutip Vecernji List. “Saya akan mengenang banyak momen indah, terutama dari Piala Eropa 2016. Sayangnya, kami tidak berada di jalur yang benar dalam empat laga terakhir dan saya menyesal bahwa saya tak akan bisa membuat hasil bagus di Rusia bersama tim ini.”

Kroasia saat ini berada di peringkat kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan nilai 17. Mereka memiliki nilai yang sama dengan peringkat ke-3, Ukraina. Keduanya hanya terpaut dua angka dari Islandia yang jadi pemuncak klasemen sementara. Alhasil, kemenangan atas Ukraina sangat penting untuk menjamin partisipasi Kroasia di Rusia 2018.

Berita Euro 2012: “Kroasia Cuma Kurang Gol”

Kroasia tersingkir dari Piala Eropa 2016 setelah kalah dari Portugal Vatreni dinilai sudah tampil sempurna, tapi mereka cuma gagal mencetak gol.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Kroasia kalah dengan skor akhir 0-1. Gol Selecao yang dicetak oleh Ricardo Quaresma itu dicetak saat pertandingan berjalan menit-menit akhir babak II tambahan.

Gol di menit 117 itu dicetak lewat satu skema serangan balik cepat. Bola rebound sepakan Ronaldo berhasil disundul oleh Quaresma.

Kroasia boleh dibilang tampil lebih baik di pertandingan ini. Mereka cuma sial karena beberapa ada percobaan mereka yang membentur tiang.

Dengan penampilan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya pantas kalau pelatih Kroasia, Ante Cacic, merasa puas.

“Segalanya sudah sempurna kami cuma tidak mencetak gol. Kami tidak sukses dalam serangan,” kata Cacic di situs resmi UEFA.

“Kami sudah memperkirakan Portugal untuk melakukan serangan balik. Kami bermain sangat baik selama 120 menit, mengontrol pertandingan, tidak terancam peluang apa pun kecuali yang terakhir yang mana merupakan kesalahan kami dan kami dihukum atas itu.”

“Itulah sepak bola. Seringkali tim yang lebih baik tidak menang dan itulah yang terjadi malam ini. Kami bermain sangat baik tapi tidak mencetak gol.”

“Kami bermain lebih agresif dan mencoba lebih untuk mencetak gol. Mereka disiplin di belakang, tapi tidak memberikan kesempatan dan mencetak gol belakangan,” imbuhnya.

Berita Euro 2012: Pelatih Portugal Akui Tim Asuhannya Beruntung

Portugal memetik kemenangan pertama di Piala Eropa 2016 hingga melaju ke babak perempat final. Seleccao Das Quinas mengakui bahwa kemenangan mereka kali ini berbau keberuntungan.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Portugal harus bersusah payah untuk memetik kemenangan atas Kroasia.

Portugal harus menahan gempuran dari Kroasia selama 120 menit. Situs resmi turnamen mencatat bahwa ada 17 percobaan yang dilepaskan oleh Kroasia. Dari semuanya tak ada yang mengarah ke gawang, hanya ada satu kans menerpa mistar.

Sementara itu, Portugal mampu tampil efektif. Mereka sanggup mencatatkan lima kali percobaan, dua menemui bidang, dan satu berbuah gol.

Gol kemenangan Portugal ini dicetak lewat satu serangan balik cepat. Renato Sanchez, Nani, Cristiano Ronaldo, dan Ricardo Quaresma yang menjadi para pemain yang berperan besar atas gol itu.

Bola rebound sepakan Ronaldo, berhasil di sambar dengan sundulan kepala oleh Quaresma.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, mengakui bahwa tim asuhannya beruntung bisa mencetak gol dalam pertandingan melawan Kroasia itu. Dia juga menegaskan bahwa mereka tak membutuhkan permainan cantik untuk melaju jauh di Piala Eropa.

“Ini adalah final dan kami menang. Hari ini kami yang beruntung. Tapi saya pikir ini adil,” kata Santos seperti dilansir oleh Sky Sports.

“Kami akan menghadapi laga yang sangat berat melawan Polandia dan kami harus mempersiapkan diri untuk itu. Kami ingin memainkan permainan yang cantik tapi itu tak selalu jadi cara menjuarai turnamen,” katanya.

Berita Euro 2012: Kemenangan Hasil Kerja Keras Portugal

Portugal memetik kememenangan saat berhadapan dengan Kroasia di babak perempatfinal Piala Eropa 2016. Hasil positif itu dicetak berkat kerja keras tim di sepanjang pertandingan.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Portugal memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0. Mereka meraih kemenangan itu dengan kerja keras.

Gol di pertandingan itu dicetak oleh Ricardo Quaresma di menit ke-117. Gol Quaresma itu dicetak lewat satu serangan balik cepat.

Sebelumnya, gawang Portugal dibombardir dengan percoban-percobaan dari Kroasia. Satu percobaan Ivan Perisic mengenai mistar gawang hingga Portugal selama dari kebobolan.

Si pencetak gol kemenangan, Quaresma, bilang bahwa kemenangan ini didapat berkat usaha tak kenal lelah dari Portugal. Selecao Das Quinas disebut bisa bermain menyerang dan bertahan di saat yang tepat.

“Kami bekerja keras, kami tahu kesulitan yang akan kami hadapi, stres dan kecemasan yang datang bersama pertandingan. Tapi, kami pikir kami harus menyelamati diri kami. Kami melakoni pertandingan yang luar biasa, kami yakin sampai akhir dan kami seharusnya bisa menyelamati diri kami atas dedikasi kami,” kata Quaresma di situs UEFA.

“Poin kuncinya adalah fakta bahwa kami tahu bagaimana caranya untuk bertahan, kami bisa bertahan dan menyerang dalam waktu yang tepat. Itu merupakan tim Kroasia yang kuat, dengan pemain yang luar biasa, tim tanpa keraguan. Kami beruntung atas segalanya yang kami lakukan selama 120 menit,” tambahnya.

Berita Euro 2012: Portugal Lebih Lemah Dibandingkan Turki

Kroasia menelan kekalahan saat berhadapan dengan Portugal di babak 16 besar Piala Eropa. Kekalahan itu dinili amat menyakitkan oleh Vatreni karena Selecao dinilai lebih lemah dari pada Turki.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Kroasia kalah 0-1 saat berhadapan dengan Portugal. Pejuangan mereka sampai ke babak tambahan, sampai akhirnya Ricardo Quaresma membobol gawang Kroasia di menit 117.

Gol itu merupakan hasil dari satu serangan balik cepat. Quaresma menyambut bola liar hasil sepakan Cristiano Ronaldo dari dalam kotak penalti.

Kroasia sebenarnya mampu tampil lebih baik di saat melawan Portugal Mereka mendominasi pertandingan dengan catatan 17 kali percobaan, 14 melenceng, tiga diblok.

Sialnya, Kroasia kebobolan saat Portugal melakukan shot on target yang kedua.

Dengan kekalahan ini, Kroasia belum mampu mengakhiri catatan buruk atas Portugal. Dalam empat pertemuan mereka selalu kalah.

Bek Kroasia, Vedran Corluka, bilang bahwa kekalahan ini amat menyakitkan. Sebabnya Portugal dinilai lebih lemah dibandingankan Turki –tim peringkat tiga Grup D. Turki sukses yang memetik satu kemenangan harus tersingkir.

Sementara Portugal yang meraih tiga kali hasil imbang malah bisa melaju ke babak 16 besar, kini bahkan menjejak ke perempatfinal.

“Portugal lebih lemah dari Turki dan Republik Ceko,” kata Corluka di Soccerway.

“ekalahan mana yang lebih menyakitkan buat saya, melawan Turki di tahun 2008 atau yang ini? Itu merupakan laga di Vienna pada tahun 2008 di babak perempatfinal

Berita Euro 2016: Kritik Portugal, Rakitic: Mereka Mungkin Tak Tahu Cara Bikin Gol

Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic, kesal betul dengan kekalahan dramatis timnya dari Portugal. Rakitic bahkan mengkritik Portugal yang dianggapnya tidak tahu cara mencetak gol.

Rakitic dkk. dalam kepercayaan diri tinggi usai tampil hebat di fase grup, termasuk mengalahkan juara bertahan Spanyol yang membuat mereka lolos sebagai juara grup. Maka, dalam laga babak 16-besar kontra Portugal di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Minggu (26/6/2016) dini hari WIB tadi, Kroasia lebih diunggulkan dan mereka memperlihatkan itu sepanjang pertandingan.

Statistik ESPN mencatat Kroasia unggul penguasaan bola 59 persen serta membuat 17 attempts tapi tak satu pun yang tepat sasaran. Sementara Portugal lebih banyak bertahan dan hanya bikin lima attempts sepanjang pertandingan.

Setelah skor 0-0 selama 90 menit, laga berlanjut ke extra time dan Portugal lagi-lagi berada di bawah tekanan Kroasia, sebelum dewi fortuna menghampiri mereka pada menit ke-117.

Berawal dari peluang Ivan Rakitic yang membentur tiang, Portugal melakukan serangan balik cepat yang diakhiri sepakan Cristiano Ronaldo yang sebenarnya bisa ditepis Danijel Subasic. Itu adalah shot on goal pertama di pertandingan ini.

Sayangnya, bola rebound jatuh di jalur Ricardo Quaresma yang dengan mudah menanduknya ke gawang yang kosong. Portugal, yang bertahan hampir 120 menit, lolos ke perempatfinal usai menang 1-0.

“Mereka bahkan tidak tahu bagaimana caranya bikin gol. Jika Anda bertanya kepada mereka caranya, mereka mungkin tidak akan tahu,” tutur Rakitic seperti dilansir Soccerway.

“Mereka bilang sepak bola itu adalah permainan terbaik di dunia. Tapi kadang menjadi yang paling konyol di dunia ini. Itu terjadi malam ini, karena mustahil tim yang lebih baik harus pulang,” sambungnya.

“Saya tidak tahu kenapa hal-hal seperti ini selalu terjadi pada kami. Di mana keadilan itu? Kenapa mereka selalu menghindari kami?.”

“Kami bermain hebat sepanjang turnamen, saya tidak percaya kami harus pulang,” tutupnya.

Berita Euro 2016: Kroasia Belum Bisa Jebol Gawang Portugal

Portugal dan Kroasia sudah pernah saling berhadapan sebanyak tiga kali. Vatreni belum pernah bisa menjebol gawang Selecao dalam tiga pertemuan itu.

Pertandingan babak 16 besar Piala Eropa antara Portugal melawan Kroasia akan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Minggu (26/6/2016) dinihari WIB. Laga ini akan menjadi pertemuan keempat di antara kedua tim.

Portugal selalu menang dalam tiga pertandingan. Kemenangan terbesar mereka terjadi dengan skor tiga gol tanpa balas.

FourFourTwo melansir data bahwa Portugal sudah tak pernah kalah dalam 10 pertandingan kompetitif. Tapi, tiga laga terakhir berakhir dengan skor imbang.

Meski demikian, Portugal patut waspada. Sebabnya, Kroasia juga sedang tampil bagus dengan catatan cuma sekali kalah dalam 10 laga internasional terakhir.

Bayang-bayang kegagalan usai menjadi juara grup juga menghantui Kroasia. Mereka terhenti di babak 16 besar di Piala Eropa 2008 usai menjadi juara grup. Kroasia disingkirkan Turki.

Kroasia hanya sekali gagal mencetak gol dalam 12 pertandingan terakhir di Piala Eropa. Sementara itu, Portugal sedang tampil buruk saat menggalang pertahanan dengan catatan empat gol dalam tiga laga.

Ronaldo menjadi pemain Portugal dengan catatan caps terbanyak di putaran final Piala Eropa. Dia sudah melakoni 17 laga.

Sebanyak 75 persen gol Portugal di tahun ini berasal dari tendangan jarak jauh. Salah satu gol jarak dekat mereka dilakukan Ronaldo saat melawan Hongaria yang dicetak dengan tumit.

UEFA Euro 2016: Nani Tegaskan Portugal Tak Takut Kepada Kroasia

Bintang tim nasional Portugal, Nani, bertekad untuk mengantarkan timnya lolos ke babak perempat final Piala Eropa 2016.

Portugal akan menjalani laga 16-besar melawan Kroasia di Stade Bollaert-Delelis pada hari Minggu (26/6).

Akibat hasil kurang memuaskan yang dicatatkan Cristiano Ronaldo dkk. pada fase penyisihan grup (tiga kali imbang dari tiga laga), tidak sedikit pihak yang lebih menjagokan Kroasia ketimbang Portugal untuk melaju ke babak 8-besar.

Kendati demikian, Nani menegaskan bahwa seluruh penggawa Selecao Das Quinas telah siap untuk menghadapi skuat asuhan pelatih Ante Cacic tersebut.

“Jujur saja, sebelum kami datang ke sini, kami sudah mengatakan ambisi kami sangat tinggi. Kami mengatakan bahwa kami ingin menjuarai kompetisi ini. Siapa pun yang kami hadapi, kami harus yakin bahwa kami bisa menang,” ujar mantan penggawa Manchester United tersebut seperti yang dikutip oleh Sky Sports.

“Tentu akan sulit menghadapi Kroasia. Mereka memiliki waktu istirahat satu hari lebih banyak dari kami, tetapi kami adalah pemain profesional. Jadi kami akan akan beristirahat dengan cepat dan mempersiapkan diri untuk pertandingan,” tambah dirinya.

Sejauh ini, pemain berumur 29 tahun tersebut telah mencetak 2 gol. Ia berharap dapat melanjutkan performa positifnya.

“Saat ini, aku mampu bermain dengan baik dan aku merasa puas. Aku berharap dapat terus seperti ini,” terang Nani.

Sebagai informasi tambahan, jika diturunkan oleh pelatih Fernando Santos, maka laga ini akan menjadi penampilan ke-100 Nani bersama Selecao Das Quinas.

Berita Euro 2016: Bertarung Hingga Extra Time, Portugal Singkirkan Kroasia

Tim nasional Portugal berhasil mengamankan satu tempat di babak perempat final ajang Piala Eropa 2016. Seleccao Das Quinas bertarung hingga babak tambahan untuk memetik kemenangan 1-0 atas Kroasia.

Di pertandingan yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, pertandingan selama 90 menit berjalan ketat. Kedua tim tak mampu mencatatkan percobaan on target dalam 90 menit pertandingan.

Kroasia dicatat oleh situs resmi turnamen mampu menguasai bola sebanyak 58 persen. Pertandingan pun harus berlanjut hingga babak tambahan.

Kroasia yang lebih banyak menguasai bola mampu 15 kali melakukan attempt. Sebanyak 13 melenceng, dua lainnya diblok. Mereka tak sekali pun membukukan percobaan yang tepat sasaran.

Sementara itu, Portugal cuma lima kali mencatatkan lima kali percobaan, tiga melenceng, dua on target. Ivan Perisic nyaris membawa Kroasia unggul di menit 116. Sundulannya masih membentur mistar.

Satu gol kemenangan Portugal tercipta di menit 117. Gol itu tercipta lewat satu serangan balik cepat. Renato Sanchez melakukan serangan cepat. Di dalam daerah pertahanan Kroasia ada Nani di kanan dan Cristiano Ronaldo di sisi kiri.

Bola diberikan oleh Sanchez ke Nani, yang diteruskan menjadi umpan silang matang untuk Ronaldo. Sepakan CR7 masih bisa ditepis oleh kiper Kroasia, Ivan Vargic, Ricardo Quaresma bisa mencatatkan namanya di papan skor usai menyambar bola rebound.

Di tiga menit waktu tersisa, Kroasia terus mencoba menyamakan kedudukan, Domagoj Vida melepaskan tembakan di masa injury time, tapi masih melenceng. Tak lama kemudian laga selesai, Portugal menang 1-0.

Portugal pun melaju ke babak perempat final dan akan berduel melawan Polandia.

Susunan Pemain

Kroasia: Subasic, Strinic, Perisic, Corluka (Kramaric 120′), Rakitic (Pjaca 110′), Modric, Srna, Brozovic, Mandzukic (Kalinic 88′), Badelj, Vida

Portugal: Rui Patricio, Pepe, Fonte, Raphael Guerreiro, Ronaldo, Joao Mario (Quaresma 87′), Carvalho, Gomes (Sanches 50′), Nani, Cedric, Adrien Silva (Danilo 108′)

Berita Euro 2016: Portugal Masih Sempurna Atas Kroasia

Tim nasional Portugal memetik kemenangan atas Kroasia di babak 16-besar Piala Eropa. Mereka pun mempertahankan rekor sempurna atas Vatreni.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Portugal harus bekerja keras untuk menuai kemenangan dengan skor akhir 1-0.

Bertarung hingga babak tambahan, gol kemenangan Portugal baru dipastikan di menit 117. Lewat satu serangan balik cepat, Seleccao Das Quinas membukukan satu gol untuk memastikan satu tempat di babak delapan besar.

Gol kemenangan atas Kroasia itu dicatatkan oleh Ricardo Quaresma. Dia mampu membukukannya lewat satu sundulan dari jarak dekat, meneruskan bola rebound hasil tendangan Cristiano Ronaldo.

Dengan hasil ini, Portugal akan menghadapi Polandia untuk melakoni babak perempat final. Bagi Portugal, ini merupakan keenam kalinya mereka melaju ke babak babak delapan besar ajang Piala Eropa.

Dengan kemenangan ini, Portugal pun selalu menang atas Kroasia. Hebatnya, mereka juga mempertahankan rekor belum kebobolan saat berhadapan dengan Kroasia.

Kemenangan terbesar Portugal atas Kroasia didapat di laga Piala Eropa 1996. Kala itu, mereka memetik kemenangan dengan skor akhir tiga gol tanpa balas.

Bagi Kroasia, ini menjadi ulangan kiprah mereka di Piala Eropa 2008. Mereka menjadi juara grup, lalu terhenti di fase knock-out. Kala itu, mereka disingkirkan Turki di babak 16-besar.

Kroasia juga harus melakoni pertandingan sampai babak tambahan. Lalu disingkirkan Turki lewat babak adu penalti.

Berita Euro 2016: Portugal Tak Keluhkan Waktu Recovery Yang Minim

Tim nasional Portugal mempunyai kerugian saat menjelang pertandingan 16 besar Piala Eropa 2016. Mempunyai waktu pemulihan yang lebih minim dibandingkan dengan lawannya, Kroasia, mereka tak mengeluh.

Portugal yang menghuni Grup F, harus melakoni pertandingan paling akhir. Mereka melakoni laga pamungkas di fase grup pada 22 Juni lalu.

Sementara itu, Kroasia melakoni pertandingan terakhir grup sehari lebih awal. Mereka juga menuai hasil bagus dengan memenangi pertandingan melawan Spanyol.

Pertandingan babak 16 besar antara Portugal melawan Kroasia akan berlangsung, Minggu (26/6) dini hari WIB. Dengan begitu, Portugal cuma mempunyai waktu istirahat kurang dari 4 hari.

Sementara itu, Kroasia bisa melemaskan kaki sehari lebih banyak dibandingkan Portugal.

Penggawa Selecao, Joao Mario, bilang bahwa faktor minimnya waktu istirahat itu tak boleh menjadi alasan untuk tidak tampil maksimal. Apalagi mereka sedang menjalankan tugas membela negara.

“Kami tahu bahwa kami tak mempunyai banyak waktu untuk melakukan pemulihan,” kata Mario di Soccerway.

“Ini tak ideal, tapi kami haris pergi ke lapangan dan mewakili negara kami.”

“Di babak knock-out dari kompetisi semacam ini, Anda selalu merasa bertenaga dan saya yakin bahwa kami bakal siap,” tegasnya.

Di Piala Eropa kali ini, Portugal belum tampil meyakinkan. Mereka yang menjadi favorit Grup F, malah finis di posisi ketiga dengan raihan tiga poin.

Portugal juga belum pernah memetik kemenangan dalam tiga laga itu dengan selalu memetik hasil imbang.

Berita Euro 2016: Kroasia Tak Mau Terlalu Pikirkan Ronaldo

Kroasia akan berhadapan dengan Portugal di pertandingan babak 16 besar Piala Eropa. Vatreni tak mau memikirkan bintang Selecao, Cristiano Ronaldo, di pertandingan itu.

Pertandingan antara Kroasia melawan Portugal akan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Minggu (26/6) dini hari WIB.

Kroasia sedang dalam laju yang bagus menjelang pertandingan ini. Mereka tak pernah kalah dalam laga fase grup dengan catatan dua kali menang dan sekali menuai hasil imbang.

Sementara itu, Portugal kembali menunjukkan ketergantungan pada Ronaldo di pertandingan terakhir di fase grup. Mereka memetik hasil imbang 3-3 saat berhadapan dengan Hongaria, Ronaldo membukukan sebanyak dua gol dan satu assist.

Dengan penampilan bagus Ronaldo itu, wajar kalau dia disebut sebagai pemain yang paling diwaspadai di pertandingan melawan Kroasia.

Meski demikian, Kroasia bilang bahwa ada pemain lain di kubu Portugal yang tak kalah bagusnya. Hal itu diungkpkan oleh penggawa lini tengah Kroasia, Ivan Rakitic.

“Portugal tak cuma Ronaldo, mereka merupakan tim berkualitas dengan pemain yang berkiprah di klub-klub terbaik,” kata Rakitic di HNTV yang dilansir oleh Soccerway.

“Kami tak mau terlalu banyak memikirkan Ronaldo, dia bisa sedikit memikirkan kami. Jelas, dia bakal sulit tidur,” ujar penggawa klub Barcelona itu penuh percaya diri.

Portugal dan Kroasia sudah saling berhadapan sebanyak tiga kali. Selecao tiga kali memetik kemenangan di laga itu dengan catatan tanpa kebobolan.

Berita Euro 2016: Kroasia Yakin Lewati Portugal

Kepercayaan diri Kroasia kini tengah tinggi-tingginya usai mengalahkan Spanyol. Tim berjuluk Vatreni itu pun yakin bisa menaklukkan Portugal di babak 16-besar.

Kroasia yang disebut-sebut sebagai underdog di Piala Eropa 2016 membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Mereka lolos sebagai juara Grup D usai mengalahkan juara bertahan Spanyol di laga terakhir. Padahal saat itu Kroasia bermain tanpa lima penggawa intinya termasuk Mario Mandzukic dan Luka Modric.

Kemenangan itu pun niscaya sudah membangkitkan rasa percaya diri para pemain Kroasia. Apalagi mereka bertekad untuk melaju lebih jauh di turnamen ini.

Lawan berat bakal mereka temui lagi di babak 16-besar yakni Portugal dengan Cristiano Ronaldo. Namun, hal itu tak membuat kubu Kroasia gentar mengingat mereka baru saja melewati Spanyol.

Maka dari itu, pelatih Kroasia, Ante Cacic, yakin betul kalau timnya bisa menyingkirkan Portugal pada laga yang dihelat di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6/2016) dinihari WIB besok. Apalagi Kroasia tak terkalahkan dalam 10 laga terakhirnya.

“Di babak ini, tidak ada lawan mudah dan kami mungkin mendapatkan yang paling sulit,” ujar Cacic seperti dikutip Soccerway.

“Namun, kami sebelumnya berada di grup terberat di Piala Eropa 2016 dan kami berhasil lolos. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak percaya diri dalam laga ini,” tambah Cacic.

“Kami menghormati Portugal, tapi kami yakin pada kualitas, kolektivitas, dan karakter yang kami tunjukkan sejauh ini. Kami menantikan tantangan baru ini,” tutupnya.

UEFA Euro 2016: Maradona Jagokan Kroasia Mengalahkan Portugal

Portugal akan menghadapi Kroasia pada babak 16-besar Piala Eropa pada Minggu (26/6). Terkait hasil pertandingan tersebut, mantan pemain asal Argentina, Diego Maradona, justru menjagokan Kroasia yang bakal menjadi pemenang.

Portugal hanya finis sebagai peringkat ketiga Grup F. Sementara itu, Kroasia mampu menjuarai Grup D dengan mengangkangi Spanyol yang difavoritkan. Namun, bukan hanya pencapaian selama fase grup saja yang membuat Maradona memfavoritkan Kroasia. Dia juga menyoroti performa Portugal yang terlalu bergantung kepada Cristiano Ronaldo.

“Mereka juga punya lubang di lini tengah dan belakang. Kesalahan di area tersebut bisa membuat mereka tereliminasi. Kroasia jelas menjadi favorit,” papar Maradona.

Secara khusus, Maradona mengagumi spirit juang Kroasia yang ditunjukkan kala melawan tim sekuat Spanyol. Tertinggal 0-1, mereka bisa memenangi laga 2-1. Hal itu menurut Maradona bisa diraih karena Kroasia memang punya kemampuan mumpuni.

“Kroasia kuat dari segi taktik seperti halnya tim asal Eropa yang tidak mau kompromi dalam bertahan. Kemampuan spesial mereka yang lain ialah bisa melancarkan serangan balik cepat dengan hanya membuat sedikit sentuhan,” kata Maradona.

Meski begitu, Kroasia diprediksi akan bermain hati-hati terlebih dulu. Namun, bisa jadi Portugal yang akhirnya memilih bertahan. Apa pun pilihan strategi Portugal, Maradona yakin Kroasia sudah siap.

“Melawan Portugal bisa jadi pengalaman berbeda, jika tim Ronaldo memilih bertahan dan menunggu untuk melancarkan seranan balik. Kroasia harus mencari ruang dan menjalankan rencana B. Dengan keberadaan (Luka) Modric dan (Ivan) Rakitic di tengah diperkirakan mereka akan melakukan hal tersebut,” kata Maradona.

 

UEFA Euro 2016: Kroasia Siap Membuat Ronaldo Tumpul Lagi

Cristiano Ronaldo sempat mengalami paceklik gol sebelum mencetak dua gol ke gawang Hungaria. Kroasia pun menjamin bahwa Ronaldo akan kesulitan lagi menciptakan gol saat keduanya bertemu di 16-besar.

Ronaldo punya catatan 33 tembakan sepanjang laga fase grup atau rata-rata 11 tembakan per laga. Namun, dari 33 tembakan hanya dua yang berujung gol. Itu pun baru diraih di laga terakhir Grup F melawan Hungaria yang berujung 3-3.

Sisanya saat melawan Islandia dan Austria, Ronaldo seperti lupa cara mencetak gol. Bahkan penaltinya di laga kontra Austria pun gagal menjadi gol dan membuatnya dikritik habis.

Maka dari itu, dua gol Ronaldo diyakini bakal bikin kepercayaan dirinya meningkat. Apalagi gol-gol itu juga membuat Ronaldo memecahkan sejumlah rekor dan meloloskan Portugal ke babak 16-besar.

Kroasia sebagai lawan di babak 16-besar bakal jadi incaran Ronaldo untuk menambah golnya lagi sekaligus melajukan Portugal lebih jauh.

Tapi Kroasia tak gentar dengan nama besar Ronaldo. Mereka mengaku siap meredam pesepak bola 31 tahun itu.

“Tentunya Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan dia telah menunjukkan itu di partai terakhir,” ujar penyerang Kroasia Nikola Kalinic seperti dilansir Soccerway.

“Mereka sangat bergantung padanya dan kebanyakan menunggu apa yang akan dia lakukan. Tidak mudah untuk menjaganya, tapi kami akan menganalisisnya untuk mencari cara menghentikan dia,” lanjutnya.

UEFA Euro 2016: Penyerang Kroasia Ini Yakin Bakal Mendominasi dan Mengalahkan Portugal

Penyerang Kroasia, Nikola Kalinic, yakin timnya dalam kepercayaan diri tinggi untuk bisa mendominasi Portugal dan mengalahkan raksasa Eropa itu untuk lolos ke perempatfinal Piala Eropa 2016.

Bagaimana tidak Kroasia dalam kepercayaan diri tinggi mengingat mereka lolso ke babak 16-besar dengan status juara Grup D. Di laga terakhirnya, Kroasia mengalahkan juara bertahan dalam dua edisi terakhir, Spanyol, dengan skor 2-1.

Sebagai catatan, Kroasia bahkan saat itu tidak tampil full team tanpa kehadiran Luka Modrid dan Mario Mandzukic. Ini tentu saja sudah memompa semangat para pemain Kroasia.

Apalagi di babak selanjutnya, Kroasia juga menghadapi lawan kuat lainnya yakni Portugal yang diperkuat oleh Cristiano Ronaldo.  Namun tim berjuluk Vatreni itu sama sekali tak khawatir.

Pasalnya Portugal lolos ke babak 16-besar sebagai peringkat ketiga terbaik dan tak sekali pun memenangi pertandingan di grup, semuanya berakhir seri.

“Tentu kami bisa saja mendapatkan lawan yang lebih mudah, tapi kami harus menghadapi sebuah tim berkualitas tinggi yang punya individu-individu hebat. Tapi segalanya akan bergantung pada kami, pada performa kami, dan saya yakin kami akan menang,” ujar Kalinic dikutip Soccerway.

“Ya, kami bisa mengontrol pertandingan. Kami adalah salah satu yang terbaik, kalau bukan yang terbaik di Piala Eropa,” sambungnya.

“Kami telah menunjukkan itu di fase grup dan sekali lagi, segalanya akan bergantung pada kami, terutama lini tengah kami yang sejauh ini terkuat di Piala Eropa dan tentunya bisa menangani Portugal.”

“Kami akan mendominasi dan saya yakin kami akan lolos,” tutup pemain yang memperkuat Fiorentina tersebut.

Berita Euro 2016: UEFA Akui Wasit Lakukan Kesalahan Saat Penalti Ramos

Kegagalan penalti Sergio Ramos jadi salah satu tajuk utama di matchday ketiga fase grup Piala Eropa 2016. Komisi Wasit UEFA mengakui ada kesalahan yang dilakukan anggotanya di laga tersebut.

Ramos maju sebagai eksekutor penalti Spanyol menyusul pelanggaran terhadap David Silva pada laga ketiga Grup D kontra Kroasia, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB kemarin. Namun, penalti itu gagal dituntaskan dengan baik oleh Ramos setelah Danijel Subasic menepisnya.

Pada prosesnya Kroasia mendapat angin dan akhirnya menang 2-1 lewat gol Ivan Perisic yang membuat mereka melaju sebagai juara grup ke babak 16 besar.

Usai pertandingan media-media Spanyol pun membahas penalti Ramos tersebut. Selain soal kegagalan, ada juga soal Subasic yang dinilai melakukan tindakan ilegal karena maju terlalu jauh dari sarangnya sebelum Ramos menembak.

Dalam aturan sepakbola, tindakan tersebut dilarang yang mana harusnya penalti diulang kembali dan kiper lawan diberi kartu kuning. Namun wasit Bjorn Kuipers saat itu luput dan UEFA pun meminta maaf.

“Sayangnya, si kiper bergerak maju, tidak terlihat oleh tim wasit. Itu jadi kesalahan wasit,” ujar Ketua Komite Wasit UEFA, Pierluigi Collina, seperti dikutip Soccernet.

“Tentu saja para wasit harus memperhatikan bahwa penalti harus diambil dengan benar,” sambung Collina dalam acara briefing dengan wasit-wasit Piala Eropa 2016, termasuk Kuipers.

“Harusnya diulang dan seperti tertulis dalam aturan, kiper dikartu kuning.”

“Itu adalah kesalahan dan sayangnya terjadi. Itu bukan tren. Itu hanyalah sebuah insiden di mana kiper bergerak sebelum penalti dilakukan.”

Berita Bola: Cinta Fiorentina, Striker Kroasia Beri Sinyal Bertahan

Striker Fiorentina, Nikola Kalinic, diklaim membuka peluang untuk bertahan pada musim depan. Hal tersebut diungkapkan oleh agen Kalinic, Tomislav Erceg.

Kalinic pernah mengutarakan niatnya untuk hengkang dari Stadion Artemio Franchi dalam bursa transfer musim panas ini. Pasalnya, striker timnas Kroasia itu memiliki harapan untuk tampil di Liga Champions.

Fiorentina hanya meraih tiket untuk berlaga di Liga Europa musim depan. Pasalnya, anak asuh Paulo Sousa tersebut hanya finis di posisi kelima klasemen akhir Serie A musim lalu.

Erceg menyatakan bahwa untuk saat ini Kalinic belum memikirkan masa depannya. Kliennya itu tengah fokus membantu Kroasia yang berhasil melenggan ke babak 16-Besar Euro 2016 yang dihelat di Prancis.

Kalinic tengah merasa gembira usai membantu timnya lolos sebagai juara grup D dengan tujuh poin dari tiga laga. Kepastian tersebut datang setelah Kroasia menang 2-1 atas Spanyol dalam laga pamungkas fase grup dan salah satu golnya dicetak oleh Kalinic.

Pencapaian Kroasia jelas membanggakan para suporter. Menurut Erceg, anak asuh Ante Cacic bisa melaju jauh di Euro 2016.

“Masa depan Kalinic? Saat ini dia hanya berpikir tentang Piala Eropa. Saya telah berbicara dengan dia melalui telepon. Dia sangat gembira dengan gol dan performanya (saat melawan Spanyol),” beber Erceg, seperti dikutip dari Radio Blu.

“Nikola masih merasakan cinta dengan Florence,” sambung agen pemain berusia 28 tahun itu.

“Itu (mengalahkan Spanyol) merupakan malam yang indah bagi masyarakat Kroasia. Tidak ada yang mengira kami bisa mengalahkan Spanyol dengan para starter. Kami tahu bahwa kami tim yang memiliki skuat tangguh dan bisa melaju jauh di Euro,” papar Erceg.

UEFA Euro 2016: Marca Menilai Penyelamatan Penalti Subasic Menyalahi Aturan

Spanyol menderita kekalahan dari Kroasia dalam laga terakhir Grup D Piala Eropa 2016 pada Rabu (22/6). Andai saja penalti Sergio Ramos masuk, akhir laga bisa jadi berbeda untuk Spanyol. Namun, media asal Spanyol, Marca, mengklaim sebenarnya penyelamatan penalti kiper Kroasia, Danijel Subasic, termasuk tidak sah.

Kala itu, Ramos mendapat kesempatan menendang penalti pada menit ke-72. Saat itu, kedudukan masih 1-1. Kalau eksekusinya masuk, Ramos akan membawa La Furia Roja memimpin 2-1. Namun, apa daya, bola hasil tendangannya berhasil ditepis oleh Subasic dan gagal berbuah gol.

https://www.youtube.com/watch?v=sfWH6_zqb6w

Penyelamatan itu sangat krusial dalam menentukan hasil pertandingan. Pasalnya, Kroasia akhirnya menang 2-1 atas Spanyol berkat gol Ivan Perisic pada menit ke-87. Namun, Marca menilai aksi heroik Subasic ilegal karena bergerak maju hampir dua meter kala mengantisipasi tembakan Ramos. Hal itu dinilai Marca menyalahi aturan, sehingga seharusnya wasit Bjorn Kuipers memerintahkan tendangan untuk diulang.

Bukan hanya itu sisi tidak sah dalam penalti Ramos. Marca menengarai ada tiga pemain Kroasia yang masuk ke dalam kotak penalti ketika Ramos menendang. Lagi-lagi hal itu menyalahi aturan, sehingga Marca menyebutkan semestinya penalti dilakukan lagi.

Akan tetapi, kenyataannya Kuipers tidak meminta ada pengulangan tendangan penalti. Akibatnya penyelamatan Subasic tetap dianggap sah.

Tidak ada tanggapan dari Kuipers mengenai kritik dari Marca. Namun, terlepas dari itu, rekor penalti Spanyol di bawah asuhan Vicente Del Bosque memang buruk. Dari total 30 tendangan 12 pas yang dilakukan hanya 17 di antaranya yang berbuah gol.

Jadwal Euro 2016: Berikut Bagan Lengkap Babak 16-Besar

Fase grup putaran final Euro 2016 telah berakhir. Tidak banyak kejutan terjadi, “para raksasa” berhasil meraih tiket ke babak 16-Besar.

Dari Grup A, Prancis, memuncaki klasemen akhir dengan tujuh poin berkat kemenangan atas Rumania dan Swiss serta imbang kontra Albania. Swiss menyusul tuan rumah setelah finis di posisi kedua dengan perolehan lima poin.

Salah satu favorit juara, Inggris, gagal bertengger di puncak klasemen akhir Grup B yang akhirnya ditempati oleh Wales. Slowakia yang mengantongi empat poin turut melaju ke babak 16-Besar setelah menjadi satu dari empat tim penghuni posisi ketiga terbaik sepanjang fase grup.

Jerman dan Polandia tidak terbendung. Keduanya berada di dua posisi teratas Grup C dan meraih tiket ke fase knock-out, disusul Irlandia Utara yang menorehkan kejutan lantaran menempati posisi dengan perolehan tiga angka.

Grup D yang dianggap neraka meloloskan Kroasia dan Spanyol ke babak 16-Besar selaku dua penempat posisi teratas klasemen. Apesnya, langkah Turki dan Republik Cheska harus terhenti.

Sesuai prediksi, Italia dan Belgia menjadi wakil dari Grup E di fase gugur. Perjuangan Republik Irlandia berbuah hasil manis setelah lolos usai melalui jalur peringkat ketiga terbaik berkat kemenangan 1-0 atas Italia dalam laga pamungkas.

Portugal harus bersusah payah melaju dari Grup F dengan menempati posisi ketiga lantaran hanya meraih hasil seri dalam tiga laga. Dua posisi teratas disegel oleh Hungaria dan Islandia.

Ulangan partai final Euro 2012 terjadi di babak 16-Besar, yakni Spanyol melawan Italia. Peluang Prancis melaju ke perempat final cukup terbuka setelah dijadwalkan bertemu Rep. Irlandia.

Berikut jadwal lengkap babak 16-Besar Euro 2016:

Sabtu, 25 Juni 2016
20.00 WIB – Swiss vs Polandia – Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne
23.00 WIB – Wales vs Irlandia Utara – Parc des Princes, Paris
Minggu, 26 Juni 2016
02.00 WIB – Kroasia vs Portugal – Stade Bollaert-Delelis, Lens
20.00 WIB – Prancis vs Republik Irlandia – Parc Olympique Lyonnais, Lyon
23.00 WIB – Jerman vs Slovakia – Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq
Senin, 27 Juni 2016
02.00 WIB – Hungaria vs Belgia – Stadium Municipal, Toulouse
23.00 WIB – Italia vs Spanyol – Stade de France, Saint-Denis
Selasa, 28 Juni 2016
02.00 WIB – Inggris v Islandia – Allianz Riviera, Nice

UEFA Euro 2016: Kroasia Bertekad Lanjutkan Momentum Positif

Bintang tim nasional Kroasia, Ivan Perisic, yakin mereka bisa melanjutkan momentum kemenangan atas Spanyol di Piala Eropa 2016.

Dalam laga terakhir fase penyisihan grup, Kroasia menang 2-1 secara dramatis atas Spanyol di Stade de Bordeaux, Rabu (22/6). Kendati tertinggal terlebih dahulu akibat gol Alvaro Morata (7′), mereka mampu membalikkan situasi berkat Nikola Kalinic (45′) dan Perisic (87′).

Menurut pemain Inter Milan tersebut, kemenangan atas La Furia Roja membuktikan bahwa Kroasia memiliki skuat yang berkualitas. Ia berharap momentum positif ini dapat terus berlanjut di fase gugur.

“Setiap pemain pantas untuk berada di sini. Mereka telah membuktikan bahwa kami bisa mengandalkan mereka dan mereka adalah masa depan dari tim ini,” ujar Perisic seperti yang dikutip oleh situs resmi UEFA.

“Keberhasilan kami membalikkan keadaan dari gol cepat tersebut merupakan pembuktikan dari karakter kami. Tidak semua tim bisa melakukan hal tersebut melawan tim kuat seperti Spanyol.”

“Kami telah mengambil langkah pertama. Jika kami tidak melanjutkannya, tentu akan sangat disayangkan. Kami menyadari kekuatan kami dan sangat termotivasi untuk terus maju.”

“Dukungan yang kami dapatkan juga sangat memotivasi kami. Segalanya mungkin terjadi. Terima kasih kepada para fans yang datang mendukung kami dalam jumlah besar,” tambah dirinya.

Di babak 16 besar, skuat asuhan pelatih Ante Cacic dipertemukan dengan Portugal. Pertandingan akan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis pada Minggu (26/6) mendatang.

Berita Euro 2016: Rakitic: Kroasia Kalahkan Tim Terbaik Dunia

Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic, menyambut gembira kemenangan timnya atas Spanyol dalam laga terakhir di Grup D Euro 2016 di Stadion Matmut-Atlantique, Senin (21/6). Pasalnya, Rakitic menganggap bahwa Kroasia telah mengalahkan tim terbaik di dunia.

Rakitic yang bermain untuk Barcelona harus berhadapan dengan empat rekan setimnya, yakni Gerard Pique, Jordi Alba, Sergio Busquets dan Andres Iniesta. Diturunkan sebagai starter, dia bermain penuh 90 menit.

Gawang Kroasia kebobolan lebih dulu. Alvaro Morata berhasil menuntaskan umpan matang Cesc Fabregas dan gagal dibendung oleh kiper Danijel Subasic saat pertandingan baru berjalan tujuh menit.

Dewi Fortuna menaungi Kroasia. Pasalnya, Spanyol menyia-nyiakan peluang untuk memperbesar keunggulannya setelah Sergio Ramos gagal memaksimalkan peluang lewat titik putih.

Kroasia akhirnya tampil sebagai pemenang dengan dua gol balasan yang masing-masing dicetak oleh Nikola Kalinic dan Ivan Pericis. Anak asuh Ante Cacic pun menggeser Spanyol dan finis sebagai juara Grup B untuk melenggang ke babak 16-Besar Euro 2016.

“Kami melawan tim terbaik di dunia,” ujar Rakitic, seperti dikutip dari AS.

“Jika Anda tidak bekerja keras, mereka akan memimpin Anda untuk berdansa. Kami tidak melakukan penjagaan dengan baik dengan gol pertama, ada banyak ruang dan kami dihukum. Dengan hal yang sangat kecil, mereka menghukum kami,” imbuhnya.

“Mari nikmati kemenangan hari ini dan kemudian memikirkan apa yang datang. Jika mempertahankan ini, kami bisa melakukan sesuatu yang bagus,” kata Rakitic.

UEFA Euro 2016: Eks Bintang Kroasia: Kami Beruntung Bisa Kalahkan Spanyol

Kroasia secara mengejutkan bisa mengalahkan juara bertahan Spanyol dan lolos sebagai juara grup. Diakui kemenangan itu tak lepas dari faktor keberuntungan yang menaunginya.

Kroasia yang butuh kemenangan untuk lolos sebagai juara grup sebenarnya memulai laga di Stade de Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB tadi, dengan tak mulus. Di menit ke-10 gawang mereka sudah kebobolan oleh gol Alvaro Morata.

Namun, menjelang akhir babak pertama, Nikola Kalinic menyamakan skor jadi 1-1. Di pertengahan babak kedua, Kroasia dihukum penalti dan untungnya eksekusi Sergio Ramos mampu ditepis oleh Danijel Subasic.

Kroasia akhirnya memenangi pertandingan setelah lewat sebuah serangan balik, Ivan Perisic menjebol jala David de Gea dan skor 2-1 bertahan hingga akhir laga.

Juara grup jadi milik Kroasia dan akhirnya mereka terhindar dari keharusan bertemu salah satu favorit juara, Italia, di babak 16-besar. Sementara Spanyol yang harus melakoni kewajiban berat tersebut.

Presiden Federasi Sepakbola Kroasia, Davor Suker, mengakui negaranya beruntung bisa mengalahkan Spanyol meski ditekan sepanjang pertandingan. Meski begitu, Kroasia dinilainya sudah bermain sangat bagus meladeni Spanyol.

“Sebelum pertandingan kami sudah mengatakan bahwa sejak era saya, Kroasia selalu suka melawan tim-tim besar. Anda bisa tampil lepas tanpa takut kehilangan apa pun dan bisa menang banyak hal,” kata Suker kepada Telecinco seperti dilansir Soccernet.

“Kami beruntung dengan Ramos gagal dalam penalti dan Pique membelokkan tembakan Perisic. Hal-hal kecil seperti ini, satu bola masuk ke gawang sedang lainnya tidak, membuat perbedaan,” sambung mantan pemain Kroasia di Piala Dunia 1998 itu.

UEFA Euro 2016: Sudah Kalahkan Spanyol, Kroasia Diminta Tak Jemawa

Kroasia memang mendapat kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Spanyol. Tapi hal itu tak lantas membuat Kroasia merasa jemawa dan diminta tetap waspada dengan rival-rival mereka.

Kroasia datang ke Piala Eropa 2016 dengan status kuda hitam. Meski tak terlalu istimewa, namun Kroasia punya beberapa pemain tangguh plus dua bintang utamanya Ivan Rakitic serta Luka Modric.

Bergabung di grup yang dihuni juara bertahan dua edisi terakhir, Spanyol, lalu Republik Ceko, dan Turki, Kroasia membuktikan bahwa mereka mampu mengejutkan.

Setelah menang atas Turki dengan skor 1-0, Kroasia memang sempat diimbangi Ceko 2-2 sebelum secara mengejutkan mampu mengalahkan Spanyol 2-1 di laga terakhir grup untuk mengunci status juara grup dan menghindari duel dengan Italia di babak 16 besar.

Padahal di pertandingan itu, Kroasia tampil tanpa sejumlah pemain intinya termasuk Modric dan Mario Mandzukic. Namun, Kroasia membuktikan mereka tak bisa dipandang remeh.

Meski demikian, para pemain Kroasia diwanti-wanti untuk tidak merasa jemawa dan tetap fokus menatap laga-laga selanjutnya.

“Sebuah laga itu berjalan 90 menit, Anda tak seharusnya berpikir jangka panjang, cuma ke laga berikutnya saja,” ujar Presiden Federasi Sepakbola Kroasia, Davor Suker, seperti dilansir ESPN.

“Saya tidak punya rasa takut terhadap Spanyol, mereka memang memainkan sepak bola yang bagus dan mungkin lebih baik di sejumlah momen di babak pertama. Tapi gol penyama kami itu krusial dan kami berkembang sejak saat itu,” sambungnya.

“Kami berhak menang karena Spanyol tak memaksimalkan peluang mereka dan kami melakukannya. Secara fisik kami sangat bagus. Kami finis pertama di grup dan akan memberikan segalanya di laga berikutnya,” tutupnya.

Berita Euro 2016: Iniesta: Harusnya Saya yang Ambil Penalti, bukan Ramos

Kegagalan penalti Sergio Ramos jadi salah satu alasan mengapa Spanyol kalah dari Kroasia. Memang seharusnya Andres Iniesta-lah yang mengambil jatah itu dan bukannya Ramos.

Spanyol sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk mengunci posisi pertama Grup D demi menghindari pertemuan dengan tim-tim besar di bagan bawah.

Menghadapi Kroasia di Stade de Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB, Spanyol sebenarnya memulai dengan oke saat unggul cepat di menit ke-10 lewat gol Alvaro Morata.

Meski beberapa kali mampu melancarkan serangan dan menciptakan peluang, gawang Spanyol bobol di menit ke-42 lewat gol Nikola Kalinic.

Di babak kedua tepatnya di menit ke-70, Spanyol mendapat hadiah penalti namun sayangnya Ramos yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya setelah kiper Kroasia, Danijel Subasic, membendungnya.

Spanyol kehilangan momentum dan pada akhirnya malah kalah 1-2 setelah Ivan Perisic bikin gol di menit ke-87. Pertanyaan pun lantas muncul mengapa Ramos yang mengambil penalti itu meski masih banyak pemain lain seperti Cesc Fabregas, Ariz Aduritz, David Silva, Thiago Alcantara, atau lainnya. Apalagi Ramos punya rekor yang kurang oke dalam hal mengambil penalti dalam beberapa tahun terakhir.

Usai pertandingan, Iniesta mengaku penalti itu adalah jatahnya, namun Ramos dengan pede meminta kepadanya untuk jadi eksekutor 12 pas.

“Tadinya aku yang akan mengambil penalti, tapi Ramos sedang dengan percaya diri memintanya. Kepercayaan diri ada pada mereka yang jadi eksekutor. Kami memang kurang beruntung,” ucap Iniesta seperti dikutip Football Espana.

“Memang tidak enak kalau kalah tapi kami harus tetap menatap ke depan. Hal-hal seperti ini bisa terjadi dan kini kami bakal mempersapkan diri untuk laga melawan Italia dengan misi melaju sejauh mungkin,” sambungnya.

Spanyol pun akhirnya harus puas finis runner-up grup dan bakal bertemu Italia di babak 16-besar yang merupakan ulangan final empat tahun lalu. Saat itu Spanyol menang telak 4-0.