Lawan Prancis, Pelatih Ini Berharap Ada Keajaiban

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan melawan Prancis, pelatih timnas Islandia, Erik Hamren, berharap timnya mendapatkan keajaiban. Ia masih percaya bahwa dalam sepak bola keajaiban bisa terjadi.

Timnas Islandia akan melakoni laga lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Prancis, Sabtu (12/10/2019) dini hari WIB. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Laugardalsvollur.

Di atas kertas Prancis jelas akan lebih diunggulkan untuk bisa memenangi pertandingan. Kendati demikian, Erik Hamren memastikan anak asuhnya akan tampil lepas melawan tim berstatus juara Piala Dunia 2018.

“Bermain melawan Prancis akan menjadi tantangan yang sangat menarik. Sungguh, laga tersebut akan sangat rumit, tetapi kami harus bisa tampil lepas,” kata Erik Hamren seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

“Semua orang tentu memprediksi Prancis akan memenangi pertandingan. Namun, kejutan dan keajaiban itu nyata dalam sepak bola. Islandia mungkin tidak pernah mengalahkan Prancis, tetapi pasti ada kali pertama,” ucapnya.

Setelah melawan Prancis, hanya berselang tiga hari Islandia dijadwalkan melakoni laga melawan Andorra. Partai itu juga akan berlangsung di Laugardalsvollur, Selasa (15/10/2019) dini hari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hallgrimsson si Dokter Gigi Mundur dari Timnas Islandia

Football5star.com, Indonesia – Piala Dunia 2018 resmi berakhir. Berakhir pula kiprah Heimir Hallgrimsson sebagai pelatih Timnas Islandia.

Dibandingkan dengan capaian pada Piala Eropa 2016, Timnas Islandia tergolong gagal di Piala Dunia 2018. Mereka cuma bermain imbang 1-1 dengan Argentina, kemudian kalah dari Nigeria dan Kroasia. Takk pelak, Islandia gagal melangkah ke babak 16 besar.

Rangkaian hasil minor tidak lantas membuat Federasi Sepak Bola Islandia (KSI) untuk memecat Hallgrimsson. Adalah keputusan pribadi sosok yang berprofesi sebagai dokter gigi itu untuk menanggalkan jabatan sebagai pelatih.

“Federasi Sepak Bola Islandia memastikan bahwa Heimir Hallgrimsson tak melanjutkan pekerjaanya sebagai pelatih Timnas Islandia. Dia memutuskan mundur atas inisatif sendiri setelah menjalani pekerjaan ini selama tujuh tahun sejak 2011,” bunyi pernyataan KSI, Selasa (17/7/2018).

Bagi Hallgrimsson sendiri, periode tujuh tahun bersama Timnas Islandia sungguh berkesan. Begitu banyak capaian membanggakan, termasuk membawa Timnas Islandia sampai ke perempat final Piala Eropa 2016.

“Saya merasa berterima kasih akan spirit kuat dari tim ini. Sebagian dari anggota tim harus menuntun generasi masa depan,” tutur Hallgrimsson.

“Adalah sebuah kebanggaan meninggalkan pekerjaan ini dengan situasi seperti sekarang. Kesuksesan telah membuat sepak bola Islandia dihargai dunia,” katanya menambahkan.

Febri Hariyadi dan Victor Igbonefo Masuk Timnas Indonesia untuk Lawan Islandia

Football5star.com, Indonesia – Dua pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi dan Victor Igbonefo mendapat panggilan dari PSSI untuk membela timnas Indonesia, yang akan melakoni laga uji coba kontra Islandia di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Minggu (14/1/2018).

Pemanggilan itu tertuang dalam surat bernomor 3912/AGB/2282/I/XII-2017. Tertera tanda tangan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Tim Nasional Indonesia akan melakukan pertandingan uji coba dengan Tim Nasional Islandia pada tanggal 14 Januari 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Dimohon bantuan meneruskan panggilan ini kepada: Sdr. Victor Igbonefo dan Sdr. Febri Hariyadi,” begitu bunyi surat PSSI.

Artinya, Persib Bandung mengirimkan lima pemain untuk laga kontra Islandia. Ada pula I Made Wirawan, Achmad Jufriyanto, dan Tony Sucipto. Ketiganya masuk skuat Indonesia Selection, yang akan melawan kontestan Piala Dunia 2018 itu di Stadion Maguwarjo, Sleman, Kamis (11/1/2018).

Pemilihan tiga nama terakhir merupakan hasil polling yang dilakukan PSSI di Instagram. Pecinta sepak bola Indonesia berhak memilih siapa yang pantas masuk tim. Pemilik suara terbanyak mendapatkan panggilan.

Sementara itu, Febri Hariyadi dan Victor Igbonefo dipanggil berdasarkan pilihan pelatih Luis Milla. Sosok asal Spanyol itu tengah menyiapkan tim untuk melakoni Asian Games 2018.

Indonesia Bakal Rasakan Sensasi Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan menjajal salah satu kontestan Piala Dunia 2018, Timnas Islandia dalam laga uji tanding yang dijadwalkan digelar pada Januari mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Marsal Masita, Deputi Sekjen Pengembangan Bisnis PSSI.

islandia vs indonesia (pssi.org)
pssi.org

PSSI sedang bekerja sama dengan Mediapro Asia untuk menghadirkan tim kejutan di babak kualifikasi Pial Dunia 2018 zona eropa tersebut. Menurut Marsa, Timnas Indonesia bisa belajar banyak dari pencapaian Gylfi Sigurdsson dkk.

“Kedatangan Islandia tentu sangat positif dan menjadi awal yang bagus buat kita. Kita bisa banyak belajar dari mereka. Jadi, tur Islandia di indonesia bukan hanya terfokus pada 2 x 45 menit pertandingan. Tetapi akan PSSI maksimalkan untuk kegiatan youth and coaching education,” ujar Marsa dikutip dari situs resmi PSSI, Rabu (6/12/2017).

Di sisi lain, Managing Director Mediapro Asia, Lars Heidenreich menilai ini merupakan kesempatan emas bagi pasukan Luis Milla untuk mencoba kekuatan salah satu peserta Piala Dunia 2018.

“Bagi Mediapro Asia ini merupakan langkah awal dari sekian banyak rencana kerja sama kami dengan PSSI untuk membangun dan mendorong sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Islandia rencananya akan bertanding dua kali nantinya. Pertama, mereka akan menghadapi Indonesia Selection, 11 Januari 2018, dan kedua menghadapi Timnas U-23 Indonesia, tiga hari kemudian.

Kata Luis Milla soal Timnas Indonesia Vs Islandia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Indonesia, Luis Milla, meyakini bahwa timnya bakal memetik pengalaman berharga saat melawan timnas Islandia.

Timnas Islandia bakal melakoni dua pertandingan uji coba di Indonesia pada Januari 2018. Pertama, pada 11 Januari 2018, mereka bakal melawan Indonesia Selection.

Kemudian, pada 14 Januari 2018, timnas Islandia dijadwalkan bertanding dengan timnas U-23 Indonesia. Laga ini merupakan rangkaian persiapan untuk Asian Games 2017, di mana semua tim cabang sepak bola menurunkan pemain usia di bawah 23 tahun.

Rencana itu diapresiasi oleh Luis Milla. Maklum, timnas Islandia telah membuktikan kualitasnya dengan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Pada Piala Eropa 2016, mereka juga sempat menjadi paket kejutan dengan mengalahkan timnas Inggris.

“Islandia masih sangat jauh. Namun, pertandingan tersebut bakal berguna karena mereka bermain di level sangat tinggi,” kata Luis Milla.

Untuk pertandingan nanti, timnas Islandia bakal membawa Eidur Gudjohnssen, yang sempat bermain untuk Chelsea dan Barcelona. Sementara itu, Gylfi Sigurdsson dan Johann Berg Gudmundsson masih diragukan ikut.

Pertandingan tersebut tidak masuk hitungan FIFA karena tidak ada agenda internasional pada Januari 2018.

Gudmundsson Masih Tak Percaya Islandia Lolos ke Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Johann Gudmundsson tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah Islandia memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018.

Islandia akan berpartisipasi di Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Mereka dipastikan lolos secara otomatis karena memuncaki klasemen akhir Grup I.

Hebatnya lagi, Islandia akan tercatat sebagai negara peserta Piala Dunia dengan populasi terkecil. Saat ini, jumlah penduduk mereka kurang lebih ‘hanya’ 350.000 jiwa.

“Bagi Islandia, lolos ke Piala Dunia adalah hal yang istimewa. Kami adalah negara terkecil yang pernah lolos, jadi nama kami tercatat di buku sejarah,” ucap Gudmundsson seperti yang dikutip Sky Sports.

“Ini seperti sebuah mimpi yang awalnya saya pikir terlalu sulit untuk diraih. Sulit untuk menjelaskannya dengan kata-kata. Bisa berada di Piala Eropa saja sudah merupakan sebuah pencapaian besar. Piala Dunia tentu lebih besar lagi,” tutur dirinya.

Menariknya, pria berusia 26 tahun tersebut mengakui performa apik di Piala Eropa 2016 lalu merupakan salah satu faktor besar di balik keberhasilan meraih tiket ke Rusia. Ia merasa bahwa mereka telah membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan.

Sebagai pengingat, Strakarnir Okkar (julukan Islandia) berhasil melangkah hingga perempat final Piala Eropa. Mereka menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 di babak 16 besar.

“Pasti banyak orang berpikir bahwa sepak terjang kami telah berakhir setelah Piala Eropa, tetapi kami tidak terpengaruh oleh hal tersebut,” kata Gudmundsson.

Islandia dan 9 Negara Termungil di Piala Dunia

Football5star.com, Indonesia – Tim nasional (timnas) Islandia menciptakan rekor sebagai negara dengan populasi terkecil sepanjang sejarah Piala Dunia.

Hal itu dipastikan setelah timnas Islandia menang 2-0 atas tamunya, Kosovo, pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, Selasa (10/10/2017) dini hari WIB.

Islandia pun memuncaki klasemen akhir Grup I dengan koleksi 22 poin dari sepuluh pertandingan dan merebut tiket otomatis ke putaran final.

Kelolosan Islandia merupakan sejarah baru buat Piala Dunia sebagai turnamen. Untuk kali pertama, turnamen antarnegara paling bergengsi tersebut menghadirkan negara dengan populasi kurang dari 500.000 di putaran final.

Ya, jumlah penduduk Islandia memang cuma 340.000.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Paraguay yang cuma memiliki 860.000 penduduk, ketika lolos ke Piala Dunia 1930.

Tak ada lagi negara selain Islandia dan Paraguay dengan populasi kurang dari satu juta jiwa di putaran final Piala Dunia.

Berikut ini adalah sepuluh negara dengan populasi paling sedikit sepanjang sejarah Piala Dunia:

Islandia (2018): 340.000

Paraguay (1930): 860.000

Trinidad Tobago (2006): 1.300.000

Irlandia Utara (1958): 1.400.000

Kuwait (1982): 1.500.000

Uni Emirat Arab (1990): 1.900.000

Uruguay (1930): 1.900.000

Slovenia (2010): 2.000.000

Bolivia (1930): 2.000.000

Jamaika (1982): 2.600.000

Pembagian Pot UEFA Nations League

Football5star.com, Indonesia – Otoritas sepak bola Eropa atau UEFA telah menetapkan pembagian pot untuk UEFA Nations League.

Sekadar informasi, UEFA Nations League adalah kompetisi antarklub Eropa yang baru dimulai pada September 2018. Kompetisi merupakan pengganti dari kalender FIFA untuk tim-tim Eropa.

UEFA melakukan pembagian menjadi empat kategori yaitu Liga A, B, C dan D. Liga A merupakan kasta pertama dan seterusnya.

Di Liga A, ada 12 tim yang nantinya dibagi dalam empat grup, Hanya juara grup berhak melaju ke semifinal.

Menariknya, tidak semua tim di Liga A lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Belanda tersingkir setelah cuma menang 2-0 atas Swedia pada partai pamungkas kualifikasi, Rabu (11/10/2017) dini hari WIB.

Sementara itu, Italia belum pasti lolos dan harus menempuh jalur play-off.

Berikut ini adalah pembagian pot untuk UEFA Nations League:

Liga A: Jerman, Portugal, Belgia, Spanyol, Prancis, Inggris, Swiss, Italia, Polandia, Islandia, Kroasia, Belanda

Liga B: Wales, Rusia, Slovakia, Swedia, Ukraina, Irlandia, Bosnia Herzegovina, Republik Utara, Denmark, Ceko, Turki

Liga C: Hungaria, Rumania, Skotlandia, Slovenia, Yunani, Albania, Norwegia, Montenegro, Israel, Bulgaria, Finlandia, Siprus, Estonia, Lithuania

Liga D: Azerbaijan, Makedonia, Belarus, Georgia, Armenia, Latvia, Kepulauan Faroe, Luksemburg, Kazakhstan, Moldova, Liechtenstein, Malta, Andorra, Kosovo, San Marino, Gibraltar

Lolos ke Piala Dunia 2018, Prestasi Terbesar Islandia

Football5star.com, Indonesia – Mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Islandia, Eggert Magnusson, menilai keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018 sebagai kesuksesan terbesar mereka sepanjang sejarah.

Islandia masih belum berhenti membuat gebrakan di panggung lapangan hijau. Setelah mengejutkan publik dengan melangkah hingga perempat final Piala Eropa 2016 lalu, kini mereka memastikan satu tempat di putaran final Piala Dunia.

Ini adalah pertama kalinya Islandia lolos ke Piala Dunia. Hebatnya lagi, mereka lolos dengan status sebagai juara Grup I berkat kemenangan 2-0 atas Kosovo pada Selasa (10/10/2017).

Magnusson mengaku sangat bangga dengan pencapaian Islandia. Menurutnya, kesuksesan di Piala Eropa 2016 lalu telah membuat mereka semakin percaya diri ketika menghadapi tim-tim tangguh.

“Ini adalah pencapaian luar biasa. Kami beruntung karena memiliki sekelompok pemain yang sangat berdedikasi dan selalu bermain bersama-sama sebagai sebuah tim. Mereka melakukan hal-hal hebat dalam beberapa tahun terakhir,” ucap Magunsson seperti yang dikutip Sky Sports.

“Dapat dikatakan bahwa ini merupakan pencapaian yang lebih hebat ketimbang lolos ke Piala Eropa karena kami finis sebagai juara grup. Ada 24 tim yang lolos ke putaran final Piala Eropa, jadi Piala Dunia lebih sulit,” tutur dirinya.

Untuk diketahui, Islandia menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit (kira-kira 350.000 jiwa) yang pernah lolos ke Piala Dunia. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Trinidad & Tobago yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ketika lolos ke Piala Dunia 2006.

Berita Euro 2016: Hadiah Islandia Harus Digunakan untuk Pengembangan Pemain Muda

Laju Islandia di Piala Eropa 2016 harus terhenti sampai babak perempat final akibat kalah 2-5 dari tuan rumah Prancis, Senin (4/7) dinihari WIB. Meski begitu, hadiah yang diterima Islandia sebagai salah satu perempat finalis diyakini tidak sedikit, bahkan cukup besar.

Dengan mencapai babak perempat final, paling tidak Islandia berhak mengantongi hadiah uang sebesar 10,5 juta euro. Rinciannya adalah 8 juta euro karena keberhasilan lolos ke putaran final, dan 2.5 juta euro karena menembus babak perempat final.

Pelatih Islandia, Lars Lagerback meminta pihak Asosiasi Sepak Bola Islandia (KSI) menggunakan hadiah tersebut untuk terus mengembangkan pembinaan sepak bola, khususnya pengembangan pemain muda. Itu menjadi wasiat terakhir Lagerback sebelum memutuskan pergi dari skuat Islandia.

“Klub dan KSI bisa menggunakan pemasukan dari Piala Eropa 2016 untuk proyek penting sepak bola mereka, seperti pengembangan pemain muda,” kata Lagerback seperti diberitakan Soccerway.

Lebih lanjut, pria berpaspor Swedia tersebut yakin masa depan sepak bola Islandia akan cerah. Pasalnya, mereka memiliki para pemain muda yang berkualitas. Di Piala Eropa 2016, mereka pun banyak memakai tenaga pemain berusia muda.

“Jika Anda melihat usia para pemain yang ada di tim ini sekarang, masa depan mereka akan sangat bagus,” lanjut Lagerback.

“Beberapa pemain muda tidak mendapat menit bermain, atau sangat sedikit. Saya kira untuk tim nasional, ini sangatlah baik,” tandas mantan pelatih timnas Swedia itu.

UEFA Euro 2016: Islandia Disambut Bak Pahlawan Di Kampung Halaman

Tim nasional Islandia disambut layaknya pahlawan ketika mereka pulang dari Piala Eropa 2016. Diperkirakan sekitar 10.000 fans memenuhi pusat kota Reykjavik.

Perjalanan Islandia di Piala Eropa 2016 memang terbilang mengesankan. Sebagai tim debutan, di luar dugaan mereka mampu melaju hingga babak perempatfinal. Dalam perjalanannya, mereka berhasil mengimbangi Portugal dan mengalahkan Inggris, sebelum akhirnya disingkirkan oleh tuan rumah Prancis.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh laman resmi UEFA, ribuan suporter tumpah ruah di jalanan Reykjavik untuk menyambut kepulangan Eidur Gudjohnsen dkk. Mereka bahkan sudah mulai berkumpul di Arnarholl Hill sekitar 90 menit sebelum tim dijadwalkan tiba.

Pelatih Lars Lagerback mengatakan sambutan dari para fans merupakan sesuatu yang tidak akan terlupakan.

“Apa yang saya lihat di sini hari ini lebih impresif ketimbang apa yang saya lihat di Paris. Dukungan yang mereka berikan tidak dapat dipercaya. Setiap kali saya datang kesini, saya merasa seperti berada di rumah,” ujar pria asal Swedia tersebut.

Rekan pelatih Lagerback, Heimir Hallgrimsson, juga tidak ingin ketinggalan memberikan apresiasi terhadap para pendukung mereka.

“Hal ini menunjukkan seberapa kuat kami jika bersatu. Rasanya luar biasa menjadi warga negara Islandia ketika atmosfernya seperti ini. Kami merasa sangat bangga menjadi Icelanders hari ini,” ucap Hallgrimsson.

Tentu saja, dalam acara kepulangan tim tersebut, mereka juga tidak lupa untuk melakukan “Viking Clap” yang terkenal sepanjang turnamen.

Berita Euro 2016: Lima Gol yang Menggembirakan untuk Prancis

Tim nasional Prancis memetik kemenangan meyakinkan atas Islandia di babak perempatfinal Piala Eropa 206. Gol-gol itu begitu menggembirakan untuk Les Bleus.

Saat melakoni pertandingan di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB, Prancis memetik kemenangan dengan skor akhir 5-2. Catatan ini menjadi terbesar yang pernah diciptakan Prancis di Piala Eropa kali ini.

Gol-gol Prancis itu diciptakan oleh Olivier Giroud (dua gol), Paul Pogba, Dimitri Payet, dan Antoine Griezmann. Sementara itu, Islandia mampu membalas dua kali berkat gol yang dibukukan oleh Kolbeinn Sigthorsson dan Birkir Bjarnason.

Kelima gol yang dicetak oleh Prancis itu membuat Pogba sangat puas. Tapi, dia mewanti-wanti agar tim besutan Didier Deschamps itu tak cepat berpuas diri.

Satu lawan berat, Jerman, sudah menunggu Prancis untuk dihadapi di babak semifinal. Mereka akan saling berhadapan di Stade Velodrome pada 8 Juli mendatang.

Jerman merupakan tim juara Piala Dunia yang mengalahkan Italia di babak perempatfinal.

“Ini merupakan pertandingan yang bagus, kemenangan yang menyenangkan –kami mencetak lima gol dan itu suatu hal yang menggembirakan,” kata Pogba di situs UEFA.

“Kami akan berhadapan dengan Jerman di babak semifinal, yang akan menjadi laga hebat. Ini merupakan tim Prancis yang sangat berdeterminasi. Kami ingin menang, kami bermain kandang. Tapi, Jerman juga ingin menang.”

“Belum ada hal yang sudah ditetapkan; belum ada yang sudah dimenangi. Kami akan menikmati waktu kami, dan memainkan pertandingan ini untuk mencoba menggapai babak final,” imbuhnya.

Berita Euro 2016: “Piala Eropa Yang Luar Biasa Untuk Islandia”

Sebagai tim debutan, Islandia sudah mampu mencuri perhatian. Mereka bilang bahwa sudah menjalani Piala Eropa yang luar biasa.

Petualangan Islandia di Piala Eropa sudah terhenti di babak perempatfinal. Mereka disingkirkan oleh tuan rumah, Prancis, dengan skor akhir 2-5. Sebelumnya, mereka menyingkirkan tim favorit, Inggris di babak 16 besar.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB, mereka sudah tertinggal empat gol di babak pertama.

Gol-gol Prancis di babak pertama dicetak oleh Olivier Giroud, Paul Pogba, Dimitri Payet dan Antoine Griezmann. Di babak kedua, Islandia mampu membobol gawang Prancis lewat Kolbeinn Sigthorsson dan Birkir Bjarnason. Sedangkan Prancis menambah satu gol lagi lewat Giroud.

Atas kiprah luar biasa Islandia kali ini, Bjarnason bilang bahwa semuanya ada diluar dugaan semua orang.

“Itu terlihat bahwa kami sedikit kurang siap di babak pertama. Mereka hanya terlalu bagus. Kami tak menampilkan permainan terbaik, tapi saya pikir di babak kedua kami bangkit dan menunjukkan karakter kami,” kata Bjarnason di situs UEFA.

“Saya tak berpikir siapapun menyangka kami bakal melaju sejauh ini, dan pujiannya untuk seluruh penggawa tim. Kami sudah menjalani turnamen yang luar biasa dan kami memainkan beberapa pertandingan bagus utamanya saat melawan Inggris, dan saya pikir kami harusnya bangga.”

“Para fans sungguh luar biasa –terutama dukungan dari Islandia sungguh luar biasa,” imbuhnya.

Berita Euro 2016: Penampilan Terbaik Giroud Di Piala Eropa

Saat Prancis mengalahkan Islandia, Olivier Giroud menjadi bintang lapangan. Performanya kali ini disebut menjadi yang terbaik di sepanjang Piala Eropa.

Les Bleus memetik kemenangan atas Islandia dengan skor akhir 5-2. Dalam pertandingan di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB,  Giroud, Paul Pogba, Dimitri Payet dan Antoine Griezmann menjadi deretan pencetak gol Prancis.

Giroud mencetak dua gol dalam lagai itu, penyerang yang memperkuat Arsenal itu juga mengarsiteki gol Griezmann dengan umpan dari tengah lapangan.

Giroud menyebut bahwa ini merupakan penampilan terbaiknya di sepanjang turnamen antarklub Eropa. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, dia mendapatkan ejekan dari para fans.

Salah satu buktinya di laga melawan Albania. Prancis memang menang 2-0, tapi Giroud yang tak menyumbangkan gol gagal memanfaatkan peluang.

Dengan start yang ditunjukkan Prancis di pertandingan melawan Islandia ini, Giroud juga menunjukkan rasa girangnya.

“Saya tak tahu apakah ini merupakan performa terbaik saya untuk Prancis. Saya sudah memainkan pertandingan bagus lainnya, tapi ini turnamen besar, jadi ya mungkin ini,” kata Giroud di situs UEFA.

“Saya merasa bagus sejak awal. Kami terbiasa untuk melakukan start buruk, tapi kami bisa kembali dengan cara yang kuat dan harus terus seperti itu. Kami berada di puncak permainan sejak awal pertandingan dan sangat tajam,” imbuhnya.

Prancis akan menghadapi Jerman di semifinal Piala Eropa yang akan berlangsung pada 8 Juli mendatang, di Stade Velodrome.

Berita Euro 2016: Deschamps Sebut Prancis Tunjukkan Banyak Hal Positif Saat Lawan Islandia

Prancis memetik kemenangan besar saat berhadapan dengan Islandia. Les Bleus disebut Didier Deschamps banyak menunjukkan hal positif saat mengalahkan Islandia.

Saat melakoni pertandingan di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB, Prancis memetik kemenangan telak dengan skor akhir 5-2.

Dalam pertandingan itu, Prancis sudah unggul empat gol di babak pertama. Olivier Giroud, Paul Pogba, Dimitri Payet, dan Antoine Griezmann, yang menjadi pencetak golnya.

Sementara di babak kedua, Islandia mampu mencetak dua gol balasan lewat Kolbeinn Sigthorsson dan Birkir Bjarnason. Satu gol Prancis di laga itu dicetak oleh Giroud.

Di pertandingan itu, Prancis mampu tampil sangat dominan. Mereka dicatat oleh situs resmi turnamen mampu melakukan penguasaan bola dengan catatan 59 persen penguasaan bola.

Sementara soal percobaan, Prancis mampu melakukan 15 kali attempts, empat percobaan melenceng, delapan mencapai sasaran, dan tiga lainnya berhasil diblok.

“Ada banyak hal positif yang bisa diambil dari pertandingan di malam ini dan saya senang atas penampilan para pemain karena mereka layak mendapatkannya, dan ini untuk para fans yang sudah berada di belakang kami selama beberapa bulan,” kata Deschamps situs resmi UEFA.

“Bisa menawarkan pada mereka suatu hal yang bisa membuat mereka tersenyum dan merasa bahagia, dan mempunyai itu setiap pekan –saya senang dengan hal itu,” imbuh pelatih yang pernah menangani Juventus dan Marseille itu.

Prancis akan menghadapi Jerman di babak semifinal yang akan berlangsung di Stade Velodrome, pada 7 Juli mendatang.

Berita Euro 2016: Sigurdsson: Pencapaian Islandia Melebihi Ekspektasi

Gelandang Islandia, Gylfi Sigurdsson, merasa sangat kecewa setelah disingkirkan Prancis dalam perempat final Euro 2016. Meski begitu, Sigurdsson berharap timnya telah menunjukkan perjuangan terbaik dan bisa terus berkembang pada masa yang akan datang.

Euro 2016 menjadi debut Islandia di putaran final turnamen internasional. Anak asuh Lars Lagerback tampil perkasa dan sempat mengalahkan tim-tim kuat seperti Turki, Belanda dan Republik Cheska di babak kualifikasi.

Tergabung di grup F, Islandia sukses menahan imbang Portugal dan Hungaria sebelum mengalahkan Austria hingga finis sebagai runner-up. Kejutan Islandia masih berlanjut setelah mampu menyingkirkan salah satu favorit juara, Inggris, dengan skor 2-1 di babak 16-Besar.

Sayangnya, langkah Islandia terhenti di perempat final Euro 2016. Mereka kalah 2-5 dari tuan rumah Prancis di Stadion de France, Minggu (3/7).

“Kami kecewa dengan performa pada babak pertama, namun Prancis pantas meraih kemenangan,” ungkap Sigurdsson, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Kami sangat bangga. Itu telah menjadi turnamen yang fantastis dan sesuatu yang spesial bagi tim kecil. Kami mungkin meraih pencapaian yang melebihi ekspektasi dan melakukan sesuatu yang mana orang tidak menyangka kami mampu,” imbuh gelandang Swansea City tersebut.

“Mungkin 10 hingga 15 pemain berada dalam usia yang sangat bagus dan akan tidak sabar menunggu kualifikasi Piala Dunia dimulai. Semoga masa depan akan cerah bagi Islandia dan kami bisa terus berkembang,” tandas Sigurdsson.

Berita Euro 2016: Islandia Telah Hadirkan Kejutan, Prancis Layak Melaju

Pelatih Islandia, Lars Lagerback, mengakui anak asuhnya tampil buruk sehingga kalah telak dari Prancis yang bermain gemilang dalam perempat final Euro 2016. Selain itu, Lagerback merasa petualangannya bersama Islandia begitu mengagumkan.

Islandia mengejutkan banyak pihak di Euro 2016. Padahal, Euro 2016 merupakan putaran final turnamen internasional pertama yang mereka ikuti.

Berhasil melaju ke babak 16-Besar dan menyingkirkan tim kuat, Inggris, Islandia akhirnya kalah dari tuan rumah Prancis dengan skor 2-5. Lagerback sedikit menyayangkan performa jelek anak asuhnya pada babak pertama ketika tertinggal empat gol tanpa balas.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Prancis. Mereka adalah tim yang fantastis dan membuat kami tampak buruk, bahkan jika kami berkontribusi terhadap itu,” kata Lagerback, seperti dilansir laman resmi UEFA.

“Ini adalah petualangan empat setengah tahun yang fantastis bagi saya. Dengan seluruh fans daang ke sini dan apa yang kami dengan dari rumah dan semua hal positif serta menarik, saya begitu merasakannya dalam hati. Saya menikmati setiap menitnya, kecuali mungkin 45 menit pertama laga ini,” ungkapnya.

“Kami tidak menghadapinya dengan baik secara mental, namun pada babak kedua kami menunjukkan bahwa itu bukan masalah fisik. Anda harus belajar dari laga seperti ini dan kami telah melakukannya. Ini adalah pengingat yang bagus bahwa Anda harus memiliki sikap yang tepat setiap menitnya,” jelas Lagerback.

“Jika melihat keseluruhan turnamen ini, mencapai perempat final sebagai pendatang baru adalah hal yang fantastis. Kami tidak menggunakan otak kami, namun Prancis juga bermain sangat baik. Kami membuat kesalahan dan terlalu pasif,” paparnya.

Berita Euro 2016: Sigurdsson Doakan Lloris Bantu Prancis Jadi Juara

Gelandang Islandia, Gylfi Sigurdsson, mendoakan Hugo Lloris bisa membantu Prancis keluar sebagai juara Euro 2016.

Sebagai tim yang baru pertama kali lolos ke putaran final turnamen internasional, Islandia membuat kejutan di Euro 2016. Lolos dari fase grup, anak asuh Lars Lagerback berhasil meraih tiket perempat final usai menyingkirkan salah satu unggulan, Inggris, di babak 16-Besar.

Petualangan Islandia terhenti di perempat final. Sigurdsson dan rekan-rekannya menderita kekalahan 2-5 dari tuan rumah Prancis.

Tiada dendam yang dirasakan Sigurdsson setelah disingkirkan oleh Prancis. Dia justru memuji ketangguhan Prancis serta performa apik Lloris di bawah mistar gawang.

“Serangan mereka (Prancis) sangat bagus. Mereka memiliki banyak penyerang hebat dan penjaga gawang, Hugo (Lloris), membuat beberapa penyelamatan fantastis,” kata Sigurdsson, seperti dilansir Four Four Two.

“Jika mampu menyingkirkan Jerman, aku pikir mereka akan menjuarai turnamen. Mereka adalah tim terbaik yang kami hadapi sejauh ini. Operan terobosan mereka ke sektor pertahanan kami sangat bagus.”

“Aku berbicara dengan Hugo setelah pertandingan. Aku sangat tidak senang dia membuat beberapa penyelamatan pada babak kedua.”

“Dia pria yang baik dan penjaga gawang yang fantastis. Aku mendoakan yang terbaik bagi dia dan berharap mereka menjuarai turnamen saat ini,” papar Sigurdsson.

Sebagai info, Sigurdsson pernah menjadi rekan setim Lloris saat menjadi pemain Tottenham Hotspur pada 2012 hingga 2014.

Berita Euro 2016: Terinspirasi Wales, Islandia Juga Yakin Bisa ke Semifinal

Sukses Wales melaju ke babak semifinal Piala Eropa 2016 turut menginspirasi para penggawa Islandia. Mereka pun bertekad mengalahkan Prancis demi menapaki jejak yang sama dengan Wales.

Seoerti diketahui, Wales dan Islandia sama-sama berstatus debutan pada ajang Piala Eropa 2016. Meski menjadi anak baru, keduanya tampil luar biasa dengan menghadirkan cukup banyak kejutan.

“Seperti yang kita semua tahu bahwa sebelum Euro dimulai, Wales tidak difavoritkan untuk melangkah jauh, begitu pula dengan kami,” kata kapten Islandia, Aron Gunnarsson seperti diberitakan Soccerway.

“Wales menunjukkan sebuah sikap yang baik dan keinginan untuk memenangi sebuah pertandingan sepak bola, dan itu adalah sesuatu yang bisa kami pelajari,” imbuhnya.

Dua hari lalu, Wales berhasil lolos ke babak semifinal usai mengalahkan Belgia dengan skor 3-1. Mereka akan jumpa Portugal di babak semifinal.

“Sebuah kenikmatan melihat Wales bermain dan saya rasa mereka sudah diperhitungkan. Mereka punya skuat yang bagus serta kebersamaan yang luar biasa,” kata Gunnarsson.

Kesuksesan Islandia mengalahkan Inggris di babak 16-besar dan melangkah ke babak delapan besar, dikatakan bek Prancis, Bacary Sagna seperti apa yang dilakukan Leicester City musim 2015-16.

Akan tetapi, Gunnarsson enggan menyamakan diri dengan apa yang sudah dilakukan juara Premier League tersebut.

“Kami tidak mencoba untuk menjadi Leicester City. Kami tidak ingin seperti tim manapun. Kami hanya Islandia dan inilah identitas kami, bagaimana kami datang ke sebuah pertandingan dan bagaimana kami mendekatinya,” pungkasnya.

UEFA Euro 2016: Prancis Merasa Tak Perlu Berlatih Penalti Jelang Menghadapi Islandia

Dua pertandingan babak perempat final harus dilalui dengan drama adu penalti, yaitu Polandia vs Portugal dan Jerman vs Italia. Meski begitu, pelatih Prancis, Didier Deschamps, bersikeras tak perlu memberikan porsi latihan penalti kepada anak asuhnya jelang laga melawan Islandia

Prancis memang yakin bisa meraih kemenangan dalam waktu normal saat bertemu Islandia pada babak perempat final Piala Eropa 2016, Senin (4/7) dinihari WIB. Hal tersebut secara tidak langsung diungkapkan oleh Deschamps kala menegaskan tak ada porsi latihan penalti untuk Hugo Lloris dan kawan-kawan.

“Saya tidak pernah meminta para pemain untuk berlatih tendangan penalti,” ujar Deschamps seperti diberitakan situs resmi UEFA.

“Beberapa pemain memang melakukannya (latihan penalti), tapi itu hanya untuk bersenang-senang. Tapi, saya tidak akan mengadakan sesi khusus berlatih adu penalti,” jelasnya lagi.

Menghadapi Islandia, Deschamps juga berkomentar soal lemparan jarak jauh yang kerap menjadi andalan Islandia. Bahkan, dari skema tersebut, Islandia mendapat satu gol saat bertemu Inggris pada babak 16-besar. Pemain Islandia yang punya kemapuan spesial dalam lemparan jauh adalah kapten tim, Aron Gunnarsson.

“Lemparan ke dalam dari jarak 35-40 meter layaknya sebuah tendangan bebas bagi Islandia. Kami sudah punya cara untuk mengatasi hal tersebut,” kata Deschamps.

Jika sang tuan rumah bisa mengalahkan Islandia pada laga di Stade de France, Saint-Denis, Senin (4/7) dini hari WIB, Jerman sudah menanti pada babak semifinal Piala Eropa 2016.

Berita Euro 2016: Pelatih Islandia Sudah Menyiapkan Cara untuk Memprovokasi Prancis

Pelatih Islandia, Lars Lagerback, sudah mempersiapkan timnya dengan cukup matang jelang laga melawan tuan rumah Prancis pada babak perempat final Piala Eropa 2016, Senin (4/7) dini hari WIB. Bahkan, Lagerback mengaku sudah menyiapkan cara untuk sedikit memprovokasi para pemain Prancis.

Sebagai tim yang tidak lebih diunggulkan, Islandia memang harus melakukan segala cara untuk bisa mengimbangi kekuatan Prancis dengan dukungan publik. Salah satunya dengan bermain cerdik, serta memancing emosi lawan dengan sedikit provokasi.

Lagerback pun yakin, bukan tidak mungkin mereka akan kembali membuat kejutan. Syaratnya, para pemain harus terus memberikan 100 persen kemampuan yang mereka punya.

“Kami ingin tetap menginjakkan kaki kami di bumi. Kami telah melakukan sedikit pembicaraan dan menemukan beberapa detail yang bisa kami gunakan untuk sedikit memprovokasi mereka,” ungkap Lagerback.

“Saya berharap, para pemain sadar mereka di sini sebagai pesepak bola dan harus selalu dalam kondisi 100 persen profesional,” lanjutnya.

Lagerback juga meminta anak asuhnya untuk terus berjuang sampai titik nadir. Apalagi, lawan yang dihadapi kali ini berstatus tuan rumah.

“Kami mengubah sedikit jadwal pertemuan dengan tim hanya untuk mengingatkan mereka. Meskipun kami menang melawan Inggris, kami belum menyelesaikan Euro 2016,” kata Lagerback.

Kami mengingatkan mereka bahwa kami telah menjalani empat laga yang sangat bagus, tapi kami masih memiliki laga kelima yang akan kami mainkan,” pungkas pria asal Swedia itu.

UEFA Euro2016: Hugo Lloris Waspadai Ancaman Mantan Rekan Setim

Pada babak perempat final Piala Eropa 2016 antara tuan rumah Prancis melawan Islandia di Stade de France, Saint Denis, Senin (4/7) dini hari WIB, Gylfi Sigurdsson akan bereuni dengan mantan rekan setimnya di Tottenham Hotspur, Hugo Lloris.

Kedua pemain sama-sama membela Tottenham Hotspur pada 2013-2015, sebelum Sigurdsson hengkang ke Swansea City. Tak heran, Lloris mengaku sudah cukup mengenal kemampuan calon lawannya itu pada laga malam nanti.

Lloris pun mengakui, selama ini banyak yang memandang Sigurdsson sebelah mata karena berpaspor Islandia.

“Sigurdsson adalah orang yang sangat baik. Dia adalah pemain top. Sebagai orang Islandia dia memang dipandang sebelah mata. Tapi orang-orang di Inggris menilainya sangat bagus,” kata Lloris seperti dilansir situs resmi UEFA.

Lebih lanjut kapten tim nasional Prancis tersebut menyoroti kemampuan Sigurdsson dalam mengeksekusi bola mati. Menurut Lloris, dia bisa memberikan umpan-umpan yang sangat berbahaya.

“Sigurdsson sangat bagus saat berada di depan gawang, dia memiliki kedua kaki yang sama baiknya. Dia juga bisa memberikan umpan, baik dari permainan terbuka atau pun bola mati,” ungkap Lloris.

Sigurdsson sendiri sejauh ini sudah mencetak satu gol melalui eksekusi tendangan penalti saat laga kontra Hungaria di fase grup. Sementara, pada laga melawan Prancis, Sigurdsson diyakini menjadi salah satu ancaman terbesar untuk gawang Les Bleus yang dikawal Lloris.

Berita Terkini: Prancis Diminta Tak Terlalu Naif Kala Menghadapi Islandia

Jelang laga babak perempat final Piala Eropa 2016 melawan Islandia di Stade de Fance, Saint-Denis, Senin (4/7) dini hari WIB, tim nasional Prancis mendapat masukan dari sang legenda, Marcel Desailly. Salah satunya adalah agar Prancis tak bermain terlalu naif di laga tersebut.

Desailly memang meminta tim asuhan pelatih Didier Deschamps tak melakukan hal yang sama seperti Inggris kala menghadapi Islandia.

Pasalnya, seperti diketahui, Islandia secara mengejutkan mampu mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. Karenanya, Desailly meminta Prancis tak tampil naif pada pertandingan tersebut sekaligus tidak memandang remeh lawan.

“Islandia adalah tim yang memiliki fisik sangat kuat dan sangat terorganisir. Mereka punya gaya bermain tersendiri dan akan terus seperti itu,” kata Desailly seperti dikutip dari Mirror.

“Inggris sangatlah naif saat bertemu Islandia. Mereka tidak bertahan dengan baik saat skema bola mati,” sambungnya.

Lebih lanjut, Desailly mengimbau agar tim para pemain Prancis tak membuat kesalahan sedikit pundan terus berkonsentrasi agar para pemain Islandia tak mendapat celah untuk memukul balik.

“Islandia telah menunjukkan pada Euro kali ini bahwa mereka sangat bagus dari skema bola mati. Kami tidak boleh membuat kesalahan. Inggris tidak memberi tekanan di lini tengah Islandia, dan itu juga harus jadi pelajaran untuk kami,” pungkasnya.

Berita Euro 2016: Cara Lagerback Memotivasi Pemain Islandia Ditertawai Gunnarsson

Pelatih tim nasional Islandia, Lars Lagerback, punya cara unik untuk memotivasi para pemainnya. Namun, cara itu justru ditertawai salah satu anak asuhnya yang sekaligus kapten Islandia, Aron Gunnarsson.

Saat melakukan pertemuan dengan semua pemain dan staf pelatih, Lagerback membuat sebuah gambar yang ditunjukkan untuk para pemainnya. Gambar itu menunjukkan bahwa Islandia punya dua pilihan jalan, bertahan di Piala Eropa 2016 atau pulang kampung.

“Saya mencoba membuat gambar di powerpoint untuk menunjukkan bahwa kami masih berada di Euro 2016,” kata Lagerback seperti diberitakan Soccerway.

“Itu adalah sebuah gambar yang jelek. Ada sebuah jalan yang memiliki dua tujuan, yakni pulang ke Islandia dan menuju Marseille,” sambungnya.

Namun, gara-gara gambar itu, Lagerback justru ditertawai Gunnarsson. Bukan karena muatan yang terkandung di gambar tersebut, melainkan karena kemampuan melukis Lagerback yang dinilai sangat buruk.

“Gambar yang dia buat sangat buruk. Saya pikir dia harus tetap melatih. Tidak ada yang meragukan kapasitasnya seorang Lagerback,” kata Gunnarsson.

Pada laga perempat final, Islandia akan menantang tuan rumah Prancis pada laga di Stade Vellodrome, Marseille, Senin (4/8) dini hari WIB. Islandia melaju ke babak perempat final usai mengandaskan tim kuat, Inggris, dengan skor 2-1 pada babak 16-besar.

Dengan pengalaman membungkam Inggris, bukan mustahil kejutan Islandia akan berlanjut di Piala Eropa 2016. Jika sukses mengalahkan Prancis, mereka sudah ditunggu Jerman pada babak semifinal.

UEFA Euro 2016: Islandia Tak Takut Dengan Nama Besar Para Penggawa Prancis

Bek tim nasional Islandia, Ari Skulason, menegaskan bahwa mereka tidak takut dengan nama-nama besar yang dimiliki oleh Prancis.

Stade de France akan menjadi saksi bisu salah satu laga terbesar dalam sejarah sepak bola Islandia. Mereka bakal menantang tuan rumah Prancis dalam laga perempatfinal Piala Eropa 2016 pada Senin (4/7).

Islandia jelas bukanlah tim favorit dalam laga ini. Maklum, skuat mereka tidak seperti Prancis dihuni oleh pemain-pemain yang bermain di klub-klub elit Eropa.

Kendati menyadari Les Blues jauh diunggulkan, Skulason menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya sama sekali tidak merasa inferior. Mereka tidak takut menghadapi pemain-pemain kelas dunia, seperti Antoine Griezmann, Dimitri Payet, dan Paul Pogba.

“Para pemain mereka di barisan pertahanan sedikit lebih tua, tetapi tetap bermain sempurna. Mereka memiliki pemain yang dapat mencetak gol dari tendangan bebas dan mengakhiri pertandingan, seperti Pogba dan Payet,” ujar Skulason kepada laman resmi UEFA.

“Mereka adalah bintang yang sesungguhnya di dunia sepak bola. Tetapi, kami telah menunjukkan ketika pertandingan melawan Inggris bahwa hal itu tidak penting,” tambah dirinya.

Bahkan, Skulason mengisyaratkan bahwa mereka telah menemukan kelemahan skuat asuhan pelatih Didier Deschamps tersebut.

“Pertahanan mereka mungkin akan sedikit kesulitan. Mereka juga kehilangan beberapa pemain mereka karena cedera,” jelas Skulason.

Sebagai informasi tambahan, pemenang dari pertandingan ini akan bertemu dengan Jermand di semifinal.

UEFA Euro 2016: Akhiri Perjalanan Islandia, Prancis Tantang Jerman Di Semifinal

Tim nasional Prancis melangkah ke semifinal Piala Eropa 2016 setelah menang 5-2 atas Islandia di Stade de France pada Senin (4/7).

Prancis langsung menancap gas sejak wasit memulai laga. Hasilnya, mereka hanya membutuhkan waktu 12 menit untuk membuka keunggulan. Berawal dari umpan Blaise Matuidi, Olivier Giroud yang lolos dari jebakan offside tanpa kesulitan menaklukan kiper Hannes Halldorsson.

Tujuh menit berselang, Prancis menggandakan keunggulan. Umpan matang Antoine Griezmann dari sepak pojok disambut dengan sundulan kencang oleh Paul Pogba.

Dimitri Payet tidak ingin ketinggalan mencatatkan namanya di papan skor. Menerima operan pendek dari Griezmann, penggawa West Ham United tersebut mengecoh dua pemain Islandia dan melepaskan tembakan keras terarah dari luar kotak penalti pada menit ke-43.

Pada masa injury time, Griezmann ikut mencatatkan namanya di papan skor. Memaksimalkan operan terobosan Giroud, ia membuat Les Blues unggul 4-0 ketika turun minum.

Tertinggal empat gol tak membuat Islandia gentar. Mereka tetap bermain terbuka di babak kedua. Usaha mereka pun tak sia-sia. Pada menit ke-56, Kolbeinn Sigthorsson mampu memperkecil ketertinggalan timnya.

Sayang, hanya berselang tiga menit, Islandia kembali kebobolan setelah umpan dari Payet dimanfaatkan dengan sempurna oleh Giroud melalui sundulan.

Setelah gol dari penyerang Arsenal tersebut, tempo pertandingan melambat. Namun, Islandia mampu kembali mencetak gol enam menit menjelang waktu normal berakhir berkat Birkir Bjarnason.

Skuat asuhan pelatih Didier Deschamps telah dinanti tim juara dunia, Jerman, di babak semifinal yang akan digelar pada Kamis (7/7) mendatang.

SUSUNAN PEMAIN

Prancis (4-2-3-1): Lloris; Sagna, Umtiti, Koscielny (Mangala 72′), Evra; Matuidi, Pogba; Sissoko, Payet (Coman 80′), Griezmann; Giroud (Gignac 60′)

Islandia (4-4-2): Halldorsson; Saevarsson, Arnason (Ingason 46′), R. Sigurdsson, Skulason; Gudmundsson, Gunnarsson, G. Sigurdsson, Bjarnason; Sigthorsson (Gudjohnsen 83′), Bodvarsson (Finnbogason 46′)

UEFA Euro 2016: Cukur Islandia, Performa Terbaik Prancis

Winger Prancis, Dimitri Payet, berpendapat bahwa timnya menunjukkan performa terbaik sepanjang Euro 2016 setelah menang telak atas Islandia, Minggu (3/7).

Keluar sebagai juara Grup A Euro 2016, Prancis sukses menyingkirkan Republik Irlandia dengan skor 2-1 di babak 16-Besar. Islandia yang melakoni debutnya di Euro 2016 memberi kejutan setelah mengalahkan Inggris di babak 16-Besar.

Impian Islandia harus berakhir di tangan Prancis. Pasalnya, anak asuh Lars Lagerback harus mengakui keunggulan tuan rumah dalam perempat final yang dihelat di Stadion de France.

Prancis sudah unggul empat gol pada babak pertama. Masing-masing gol dicetak oleh Olivier Giroud, Paul Pogba, Payet dan Antoine Griezmann. Satu gol tambahan dicetak Les Blues melalui Giroud pada babak kedua, sementara Islandia membukukan dua gol yang masing-masing dilesakkan oleh Kolbeinn Sigthorsson dan Birkir Bjarnason.

“Kami mencetak banyak gol, jadi itu sangat bagus,” ungkap Payet, seperti dilansir laman resmi UEFA.

“Kami mencetak gol dengan sangat cepat, tidak seperti dalam beberapa laga sebelumnya dan kami merasa gembira. Kami tahu kualitas yang para striker kami. Kami menciptakan banyak peluang, itu sebabnya lebih mudah untuk mencetak gol,” imbuhnya.

“Di samping itu, dari segi permainan, aku pikir itu performa terbaik kami sejauh ini,” kata bintang West Ham United tersebut.

Prancis bakal menghadapi partai sulit di semifinal. Anak asuh Didier Deschamps berhadapan dengan juara dunia, Jerman, yang menyingkirkan Italia dalam perempat final.

Berita Euro 2016: Prancis Lebih Kuat Dari Inggris, Islandia!

Tim nasional Islandia diingatkan bahwa Prancis mempunyai skuat yang lebih kuat dibandingkan Inggris. Mereka pun diminta untuk lebih mengetatkan pertahanan saat menghadapi tim tuan rumah.

Islandia memetik kemenangan sensasional saat melawan Inggris di babak 16 besar. Setelah tertinggal, mereka akhirnya memetik kemenangan dengan skor 2-1.

Islandia akan berhadapan dengan tim Ayam Jantan di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB,  untuk memperebutkan satu tempat di semifinal. Pemenang pertandingan ini sudah ditunggu oleh Jerman yang baru saja mengalahkan Italia lewat pertandingan yang berlangsung sampai babak adu tendangan penalti.

Kendati bisa mengalahkan Inggris, tim debutan Piala Eropa itu diingatkan bahwa tim tuan rumah memang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan The Three Lions.

“Prancis jelas lebih berat dibandingkan Inggris…mereka sedang lapar di kandang,” kata Maradona di Times of India.

“Kita sudah melihat tim seperti Brasil gagal di bawah tekanan bermain di hadapan para pendukungnya di laga besar. Tapi, Prancis menggunakan itu sebagai keuntungan dalam laga sebelumnya saat bisa membalikkan ketinggalan di waktu paruh laga.”

“Ada kekuatan dan mobilitas di lini tengah…Islandia harus mengetatkan (lini pertahanan) mereka, setengahnya untuk membantu serangan awal yang kemungkinan mereka hadapi.”

“Rencana Anda berdasarkan pada pemain yang dimiliki dan situasi. Islandia menungu di belakang dan itu bukan tindakan kriminal,” imbuhnya.

Berita Euro: Islandia Kesulitan Temukan Kelemahan Payet

Tim nasional Islandia sedang menganalisa Prancis menjelang duel di perempatfinal Piala Eropa. Mereka kesulitan untuk menemukan kelemahan pemain andalan tim tuan rumah, Dimitri Payet.

Pertandingan antara Islandia melawan Prancis akan berlangsung di Stade de France, Senin (4/7) dini hari WIB. Les Bleus yang merupakan tim tuan rumah jelas merupakan tim yang lebih diunggulkan untuk memetik kemenangan.

Sementara itu, Islandia merupakan tim debutan yang bisa menyingkirkan Inggris. Dengan fakta itu, bukan tak mungkin akan ada kejutan lain saat pertandingan melawan Prancis.

Agar bisa menorehkan kejutan lain, Islandia pun mewaspadai pemain Prancis, Payet. Pemain yang memperkuat West Ham itu memang beberapa kali menjadi penentu kemenangan Prancis.

Payet mampu melakukan mencetak gol dengan tendangan jarak jauh melengkung yang menjadi ciri khas utamanya. Oleh karena itu, Islandia pun mewaspadai sepakan jarak jauh itu.

Pemain belakang Islandia, Birkir Saevarsson, pun sudah mempersiapkan strategi agar ancaman Payet itu bisa diredam. Salah satunya adalah dengan mencegah Payet melepaskan tendangan melengkung andalannya.

“Ini hanya mengenai menjadi agresif,” kata Saeverasson seperti dilansir oleh Standard.

“Kebanyakan dari mereka tak membiarkan dia (Payet) menuruk ke dalam dan mencatatkan tembakan dengan kaki kanannya. Sebaiknya, dia mendapati dia dengan tendangan kaki kiri.”

“Sungguh sulit untuk menemukan kelemahan lain, jadi ini hanya mengenai…tak membiarkan dia melengkungkan bola ke sudut jauh,” tambahnya.

UEFA Euro 2016: Usai Singkirkan Inggris, Islandia Bertekad Bungkam Prancis

Islandia menorehkan sebuah pencapaian yang sensasional di Piala Eropa 2016 ini. Kendati begitu, Meski sudah melewati ekspektasi awal, Pelatih timnas Islandia, Heimir Hallgrimsson, menyebut pasukannya masih belum mengeluarkan kemampuan terbaik di turnamen ini.

Usai menyingkirkan Inggris lewat performa heroik di babak 16-besar lewat kemenangan 2-1, Islandia akan menantang sang tuan rumah, Prancis, di Stade De France, Senin (4/7) dini hari nanti.

Hallgrimsson sadar Prancis merupakan salah satu tim yang difavoritkan untuk menjadi juara pada turnamen ini. Akan tetapi hal tersebut sama sekali tak menyurutkan optimisme sang pelatih. Dia yakin Gylfi Sigurdsson dkk mampu membuat kejutan dengan menyingkirkan sang tuan rumah.

“Kami selalu memainkan laga-laga terbesar dalam sejarah sepakbola Islandia. Kami makin terbiasa seiring berjalannya waktu. Ketika melewati tantangan-tantangan ini, tantangan selanjutnya seakan lebih mudah,” sebut Hallgrimsson, dilansir Goal.

“Jika terlalu tegang, kami tidak bisa tampil baik. Tapi, kami lebih santai dan percaya diri di setiap laga yang dilewati. Saya yakin Anda belum melihat kemampuan terbaik Islandia,” jelasnya.

Islandia sendiri dikenal memiliki gaya permainan yang sangat mengandalkan kemampuan fisikal. Kendati banyak orang yang mengkritik pendekatan bermain timnya, Hallgrimsson tak mau ambil pusing.

“Jika seseorang berpikir bahwa gaya bermain kami membosankan atau tidak cukup bagus, itu opini mereka sendiri. Kami tahu apa yang terbaik bagi tim kami. Tim ini sangat koheren dan kami tampil bagus sebagai sebuah unit.”