Glik Sebut Lawan Italia Adalah laga Penentuan

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Sempat unggul terlebih dahulu, Timnas Polandia harus mengakui keunggulan Portugal dengan skor 3-2. Hasil ini menempatkan mereka berada di posisi kedua UEFA Nations League A Grup 3. Bagi Kamil Glik, laga melawan Timnas Italia pada Minggu (14/10) adalah penentuan.

Kedua kesebelasan kini hanya memperoleh satu poin. Satu poin mereka dapatkan saat mereka menjalani laga perdana UEFA Nations League. Saat itu Timnas Polandia unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Piotr Zielinski di menit ke-40 sebelum dibalas oleh tendangan penalti Jorginho di menit ke-78.

“Ini (lawan Italia) jelas menjadi laga penentuan demi menyelematkan diri. Kami berdua (Italia dan Polandia) berada dalam periode yang buruk,” ujar mantan pemain Torino ini dikutip Football5star dari Sport Mediaset.

Jika kedua kesebelasan bermain imbang, maka Portugal yang akan diuntungkan. Peluang anak asuh Fernando Santos untuk lolos ke empat besar terbuka lebar. Maka dari itu, laga Italia vs Polandia menjadi penentuan, siapa yang akan terdegradasi ke UEFA Nations League B.

Portugal menang tanpa Cristiano Ronaldo. Sempat tertinggal lebih dulu, Timnas Portugal sukses mengalahkan Polandia dengan skor tipis 3-2 - Football5star - https://twitter.com/DKEXPsport
https://twitter.com/DKEXPsport

“Setelah Piala Dunia, kami ingin kembali ke jalur kemenangan. Italia juga ingin kembali ke jalur kemenangan, jadi ini akan menjadi pertandingan yang seru dan menaik bagi kedua belah pihak.”

Saat melawan Portugal, Timnas Polandia sempat unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Krzysztof Piatek. Tetapi, Portugal bisa membalasanya dan membalikkan keadaan. Baginya, rekan-rekannya kehilangan konsentrasi menjadi penyebab kekalahan mereka.

“Ada beberapa waktu saat kami kehilangan intensitas. Kami tak dapat memainkan permainan yang seimbang dan kemasukan gol yang seharusnya kami hindari,” tutupnya dengan penuh penyesalan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Comeback Portugal Kokohkan Mereka di Posisi Puncak

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Jika Argentina menang tanpa Lionel Messi, maka Portugal juga menang tanpa Cristiano Ronaldo. Sempat tertinggal lebih dulu, Portugal sukses mengalahkan Polandia dengan skor tipis 3-2.

Krzystof Piatek masih belum bosan mencetak gol. Kali ini gawang Rui Patricio yang ia bobol lewat sundulan di menit ke-18. Memanfaatkan umpan sepak pojok oleh Rafal Kurzawa, bola yang mengarah ke tiang jauh ia sundul dan gagal dihalau Patricio. Ini menjadi gol pertama pemain Genoa itu untuk Timnas Polandia. Gol ini membuat catatan golnya bertambah. Dalam 11 laga untuk Genoa dan Polandia, ia mencetak 15 gol.

Keunggulan Timnas Polandia hanya bertahan 15 menit. Penyerang Sevilla yang didatangkan dari AC Milan, Andre Silva mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-31. Umpan silang Pizzi disambar dengan ciamik oleh Silva. Bergetar gawang Polandia yang dikawal Lukasz Fabianski.

Babak pertama ditutup dengan gol yang dicetak oleh Kamil Gilk untuk Timnas Portugal. Gilk mencetak gol bunuh diri di menit ke-42 yang membuat Portugal unggul 2-1.

Babak kedua pertandingan berjalan lebih terbuka. Polandia yang tak ingin malu di kandang sendiri melakukan beberapa perubahan. Bartosz Bereszynski ditarik dan digantikan oleh Tomasz Kedziora. Pergantian pemain tersebut nyatanya tak membuat mereka bisa menyamakan kedudukan.

Justru Selecao yang memperlebar jarak lewat gol dari Bernardo Silva. Pemain Manhester City tersebut mencetak gol di menit ke-52 memanfaatkan assist dari William Carvalho. Polandia memperkecil kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Jakub Blaszczykowski di menit ke-77. Skor 3-2 untuk keunggulan tim tamu, Timnas Portugal. Kemenangan ini membuat posisi Portugal semakin kokoh di puncak klasemen UEFA Nations League A Grup 3.

Susunan Pemain

Polandia (4-3-1-2): 22-Lukasz Fabianski; 18-Bartosz Bereszynski (Tomasz Kedziora 46′), 15-Kamil Glik, 5-Jan Bednarek, 3-Artur Jedrzejczyk; 14-Mateusz Klich (Jakub Blaszczykowski 63′), 10-Grzegorz Krychowiak, 21-Rafal Kurzawa (Kamil Grosicki 64′); 20-Piotr Zielinski; 9-Robert Lewandowski, 23-Krzysztof Piatek

Pelatih: Jerzy Brzęczek

Portugal (4-1-4-1): 1-Rui Patricio; 2-Joao Cancelo, 3-Pepe, 6-Ruben Dias, 19-Mario Rui; 18-Ruben Neves; 10-Bernardo Silva (Bruno Fernandes 90′), 17-Rafa Silva (Danilo Pereira 84′), 14-William Carvalho, 20-Pizzi (Renato Sanches 74′); 11-Andre Silva

Kartu Kuning: Mateusz Klich 48′, Grzegorz Krychowiak 62′; Andre Silva 37′, William Carvalho 67′, Pepe 74′, Bernardo Silva 78′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dihancurkan Kolombia, Polandia Gagal Melaju ke Babak 16 Besar

Kuis Piala Dunia 2018Football5star.com, Indonesia – Timnas Polandia gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Ini dipastikan setelah mereka kalah 0-3 dari Kolombia pada partai lanjutan Grup H di Kazan Arena, Senin (25/6/2018) dini hari WIB.

Dengan hasil tersebut, Polandia terbenam di dasar klasemen dengan raihan nirpoin. Mereka tak mungkin lagi mengejar Senegal dan Jepang yang sama-sama mengoleksi empat angka. Sementara itu, Kolombia masih menyisakan kans karena memiliki tiga poin.

Untuk pertandingan ini, Kolombia sudah bisa menurunkan James Rodriguez, yang tak menjadi starter pada matchday pertama. Kehadiran gelandang Bayern Muenchen tersebut memberikan efek positif berupa assist via sepak pojok untuk gol Yerry Mina pada menit ke-40.

Setelah jeda, Kolombia kembali menekan. Hasilnya, memasuki menit ke-70, umpan terobosan Juan Quintero menghadirkan peluang satu lawan satu antara Radamel Falcao dengan penjaga gawang. Sang striker tidak menyia-nyiakan kans untuk menggandakan skor.

Situasi serupa didapatkan Kolombia berkat umpan terukur Rodrigurz lima menit berselang. Kali ini, Juan Cuadrado menuntaskan serangan sekaligus membawa Kolombia unggul 3-0.

Kedudukan tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kolombia pun meraup kemenangan perdana di turnamen ini.

Susunan Pemain

Polandia: 1-Wojciech Szczesny, 5-Jan Bednarek, 2-Michal Pazdan, 20-Lukasz Piszczek, 6-Jacek Góralski, 10-Grzegorz Krychowiak, 13-Maciej Rybus, 18-Bartosz Bereszynski, 23-Dawid Kownacki, 19 Piotr Zielinski, 9-Robert Lewandowski

Pelatih: Adan Nawalka

Kolombia: 1-Davide Ospina, 23-Davinson Sánchez, 13-Yerry Mina, 17-Johan Mojica, 4-Santiago Arias, 20-Juan Quintero, 5-Wilmar Barrios, 8-Abel Aguilar, 10-James Rodríguez, 11-Juan Cuadrado, 9-Radamel Falcao

Pelatih: Jose Pekerman

 

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Zorc Berang Piszczek Cedera Saat Perkuat Polandia

Football5Star.com, Indonesia – Direktur Olahraga Borussia Dortmund, Michael Zorc, berang bukan kepalang. Pasalnya, lagi-lagi pemain Die Schwarzgelben cedera saat memperkuat timnas negaranya. Kali ini, Lukasz Piszczek yang menderita cedera lutut kanan saat Polandia menang 4-2 atas Montenegro dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, Minggu (8/10/2017).

Dalam laga yang berlangsung di Stadion PGE Narodowy itu, Piszczek hanya bermain selama 45 menit. Dia digantikan Maciej Rybus pada awal babak kedua. Awalnya, pergantian itu terkesan sebagai perubahan taktik dari pelatih Adam Nawalka. Namun, kemudian diketahui sang bek kanan mengalami cedera lutut kanan dan harus absen empat pekan.

“Cedera yang dialami Piszczek sungguh menyebalkan bagi saya. Saya benar-benar marah. Anda lihat saja apa yang terjadi di pertandingan-pertandingan antarnegara. Klub juga yang akhirnya harus menanggung masalah,” keluh dia seperti dikutip Bild, Selasa (10/10/2017).

raphael guerreiro portugal cedera eurosport de
eurosport.de

Zorc memang patut geram. Pasalnya, kerap kali penggawa Dortmund kembali dari tugas negara dengan membawa cedera. Pada musim panas lalu, Raphael Guerreiro mengalami cedera ankle parah di Piaa Konfederasi dan harus absen empat bulan.

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, empat pemain sekaligus yang pulang dengan terpincang-pincang. Mereka adalah Piszczek, Guerreiro, Sokratis Papastathopoulos, dan Ousmane Dembele.

Khusus untuk cedera Piszczek kali ini, kubu Die Schwarzgelben patut lebih gelisah karena membuat lini pertahanan kian bolong. Pasalnya, mereka pun belum bisa diperkuat Marcel Schmelzer, Guerreiro, dan Erik Durm. Padahal, akhir pekan nanti, Mario Goetze cs. harus meladeni salah satu tim kuat Bundesliga 1, RasenBallsport Leipzig.

Untungnya, pada awal musim, Dortmund sukses menggaet Jeremy Toljan dari TSG 1899 Hoffenheim. Dia bisa diandalkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan penggawa asal Polandia tersebut.

Robert Lewandowski Ukir Dua Rekor Dalam Satu Malam

Football5star.com, Indonesia – Pesta gol Polandia atas Armenia tidak hanya memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen Grup E Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Tiga dari enam gol  tim Putih Merah dicetak oleh penyerang mereka, Robert Lewandowski. Itu artinya, penyerang Bayern Munich tersebut telah mengemas 50 gol untuk tim nasional negaranya dan secara resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Lewa menyalip raihan 48 gol atas nama Wlodzimiers Lubanski yang telah bertahan selama 37 tahun.

Selain melewati perolehan gol milik legenda timnas Polandia, Lewandowski juga melangkahi jumlah gol milik Cristiano Ronaldo selama ajang kualifikasi. Kapten timnas Portugal tersebut sebelumnya mengemas 14 gol bersama negaranya. Tidak berhenti di situ  mantan pemain Borussia Dortmund tersebut juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak 15 gol dalam babak kualifikasi.

Lewandowski diberi kepercayaan bermain penuh oleh pelatih timnas Polandia, Adam Nawalka. Ia mencetak dua gol di babak pertama, dan satu lagi di babak kedua. Gol pertamanya tercipta di menit ke-18.

Pemain yang masih memiliki hubungan darah dengan Adolf Hitler tersebut sukses memaksimalkan tendangan bebas yang diberikan kepadanya. Gol tersebut lah yang membuatnya menyamai rekor Lubanski. Tidak berselang lama, Lewandowski merobek jala Grigor Meliksetyan untuk kedua kalinya kembali dari tendangan bebas di dalam kotak penalti.

Lewandowski berhak membawa pulang bola pertandingan usai mengunci hat-trick  pada pertengahan babak kedua. Sontekannya di menit ke-64 membawa Polandia unggul 5-1 usai memanfaatkan sodoran dari Kamil Grosicki. Polandia masih butuh satu kemenangan lagi untuk pastikan satu tempat di Rusia tahun depan. Pada laga pamungkas, Lewandowski dkk. akan menjamu Montenegro di Warsawa pada 8 Oktober mendatang.

Berita Terkini: Rumania vs Polandia, Lewandowski Jadi Korban Ledakan Kembang Api

Football5star.com, Indonesia – Penyerang tim nasional Polandia, Robert Lewandowski, menjadi korban dari ledakan kembang api kala menghadapi Rumania di National Arena, Bucharest pada Sabtu (12/11).

Kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Rumania melawan Polandia sempat dihentikan oleh wasit Damir Skomina sebanyak dua kali akibat kerusuhan yang melibatkan fans. Salah satu momen utamanya adalah ketika salah satu kembang api yang dilemparkan fans tuan rumah ke dalam lapangan meledak di dekat Lewandowski.

Seperti yang dituliskan oleh Guardian, penggawa Bayern Munich tersebut sempat mendapatkan perawatan dari tim medis, namun, untungnya tidak terluka. Diyakini kuat UEFA akan mengambil tindakan tegas atas insiden ini.

Tensi tinggi memang telah menyelimuti pertandingan sejak belum dimulai. Diketahui bahwa pihak kepolisian setempat menahan enam fans Polandia yang terlibat bentrok dengan suporter lawan.

Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Polandia. Kamil Grosicki membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-11. Lewandoski turut menyumbangkan dua gol dalam laga ini (83′, pen. 90′).

Berkat hasil ini, Polandia masih tak terkalahkan dari empat laga dan tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup E dengan total raihan 10 poin, unggul tiga angka atas Montenegero. Sedangkan, Rumania berada di posisi keempat dengan lima poin.

Berita Euro 2016: Ronaldo Tak Mau Bernasib Sama Seperti Tahun 2004

Cristiano dan Portugal akhirnya bisa kembali melaju ke babak final Piala Eropa. Dia tak ingin gagal seperti yang dia alami bersama Portugal di tahun 2004.

Portugal melaju ke semifinal setelah mengalahkan Wales di babak semifinal. Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc Olympique Lyonnais, Kamis (7/7/2016) dinihari WIB, mereka menang dengan skor akhir 2-0.

Dalam pertandingan itu, gol-gol tim besutan Fernando Santos itu dicetak oleh Ronaldo dan Nani. Di laga itu, Ronaldo juga mencetak satu assist.

Kemenangan ini memang sedikit mengejutkan karena Portugal sejatinya belum bermain meyakinkan di Piala Eropa tahun ini. Kemenangan atas Wales ini menjadi kemenangan pertama mereka dalam 90 menit waktu normal.

Sebelumnya, Portugal memetik hasil imbang di fase grup. Dan memenangi babak 16 besar dan perempatfinal hingga babak tambahan bahkan adu penalti.

Bagi Ronaldi dan Portugal, ini merupakan laga final mereka yang kedua. Mereka pernah meraihnya di tahun 2004. Saat itu, mereka gagal menjadi juara. Di luar dugaan, mereka kalah 0-1 dari Yunani.

“Ya, ini berbeda. Saya masih berusia 18 tahun, itu merupakan final pertama saya. Sekarang, 12 tahun sudah berlalu dan kami akan memainkan pertandingan final lainnya. Saya sangat bangga akan hal itu,” kata Ronaldo di Soccerway.

“Saya selalu bermimpi bisa juara bersama Portugal, saya harap itu menjadi kenyataan saat ini,” imbuhnya.

Portugal masih akan menunggu lawan yang akan dihadapi di babak final. Mereka menunggu pemenang pertandingan antara Prancis melawan Jerman. Pertandingan itu akan berlangsung di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (8/7).

Berita EURO 2016: Malam yang Luar Biasa Untuk Portugal

Portugal berhasil melaju ke semifinal Piala Eropa 2016. Mereka disebut menjalani malam yang luar biasa hingga mampu menjejakan kaki ke babak semifinal Piala Eropa.

Portugal bisa melewati Polandia setelah menjalani pertandingan hingga babak adu tendangan penalti dengan skor akhir 5-3. Dalam 120 menit sebelumnya, mereka bermain imbang dengan skor akhir 1-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome, Jumat (1/7) dini hari WIB, gol Polandia diciptakan oleh Robert Lewandowski di menit kedua, yang dibalas oleh gol Renato Sanches di menit 33.

Bagi Renato, kemenangan ini berati amat spesial. Dia dinobatkan menjadi man of the match. Selain itu, dia juga mencatatkan diri menjadi pemain termuda yang mampu mencetak gol di fase knock out dengan usia 18 tahun 316 hari.

“Ini merupakan momen yang luar biasa untuk tim, buat saya. Kami sudah bekerja sangat keras dan kami sudah melakukan yang terbaik. Orang-orang mengkritik kami, tapi kami tak peduli karena sudah menjejak ke semifinal,” kata Renato di situs UEFA.

“Kami kebobolan gol sangat cepat, tapi kami tetap mempunyai keyakinan sampai akhir pertandingan.”

“Untuk penalti, pelatih bertanya siapa yang ingin menjadi penendang. Cristiano menjadi yang pertama lalu saya bilang bahwa saya bisa menjadi tyang kedua. Pelatih mempunyai keyakinan pada diri saya dan saya cukup percaya diri diminta menjadi penendang.”

“Saya berpikir mengenai mencetak gol, saya sangat tenang, sangat kolektif, melakukan yang selalu saya lakukan dan menentukan sisi tembakan, dan meletakannya di sana, imbuhnya.

Berita EURO 2016: Tiga Pemain Portugal Dipuji Santos

Portugal berhasil menjejak ke babak semifinal Piala Eropa 2016. Tiga pemain Selecao, Cristano Ronaldo, Pepe, dan Renato Sanches mendapatkan pujian dari Fernando Santos.

Portugal memetik kemenangan atas Polandia di pertandingan melawan perempatfinal Piala Eropa. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Vélodrome, Marseille, Jumat (1/7) dinihari WIB, mereka menang adu penalti 5-3, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Dalam pertandingan itu, Polandia unggul lebih dulu berkat gol dari Robert Lewandowski. Renato menjadi penyeimbang dengan golnya di menit 33.

Di pertandingan itu, Ronaldo melewatkan beberapa peluang. Sementara itu, kelengahan barisan pertahanan Portugal yang dikomandoi Pepe diperdaya oleh Lewandowski.

Renato yang tampil oke dengan sumbangan satu gol dan dinobatkan menjadi man of the match. Santos memuji ketiga pemain itu di laga melawan Polandia.

“Saya tidak membicarakan tentang pemain-pemain individu, tapi Pepe dan Cristiano bermain luar biasa, saya pikir orang-orang menilai mereka kelewat rendah. Orang-orang fokus ke CR–ia harus bikin gol, gol, gol, tapi ia sudah main luar biasa, ia kapten yang luar biasa. Pepe dahsyat sekali,” ucap Santos seperti dikutip Soccerway.

“Menit-menir pertama tidak berjalan seperti keinginan kami; itu merupakan pengalaman baru buat para pemain di tim karena mereka mencapai fase ini, beberapa pemain masih mengawang-awang atas apa yang sudah terjadi. Kami kemudian kembali berdiri tegap dan berhasil memainkan gaya sepakbola kami sendiri.

“Renato memainkan pertandingan yang bagus, (di usia yang belum genap 19 tahun) ia masih punya banyak potensi, masih berkembang. Renato Sanches yang Anda lihat hari ini akan jadi lebih baik di masa depan. Saya mengatakan hal serupa mengenai Ricardo Carvalho ketika ia masih 18 tahun,” tuturnya

Berita EURO 2016: Suporter Yang Jadi Alasan Polandia Terus Lebih Baik

Polandia gagal melaju lebih jauh lagi di Piala Eropa 2016. Mereka akan terus berusaha lebih baik lagi karena ekspektasi tinggi dari para suporter.

Di babak perempatfinal Piala Eropa, Polandia menelan kekalahan dari Portugal. Mereka kalah dalam laga yang berlangsung sampai babak adu tendangan penalti dengan skor akhir 5-3.

Di pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome, Jumat (1/7) dini hari WIB, Polandia bermain 1-1 saat berhadapan dengan Portugal. Unggul lebih dulu lewat Robert Lewandowski, Polandia kebobolan gol Renato Sanches di menit 33.

Di adu tendangan penalti, Polandia kalah setelah penendang keempat mereka gagal memasukkan bola ke gawang. Penendang itu adalah Jakub Blaszczykowski.

Pelatih Polandia, Adam Nawalka, bilang bahwa kekalahan ini takkan membuat Polandia terpuruk. Ini disebut menjadi awal generasi emas Polandia.

“Saya rasa ekspektasi para penggemar adalah motivasi kami untuk bermain lebih baik dan lebih baik lagi. Kami merasakan dukungan mereka. Kami merasa bahwa kami bisa memberikan mereka banyak kesenangan,” ujarnya di situs resmi UEFA.

“Saya harap kami bisa terus begitu. Semoga kejuaraan ini menjadi bukti awal dari sebuah era menakjubkan untuk sepakbola Polandia, tapi kami akan tetap tenang.”

“Kami tahu bahwa lawan-lawan kami akan bermain secara berbeda melawan kami sekarang, dan jika kami ingin memainkan peran besar di sepak bola internasional, kami harus bersiap,” tegasnya.

UEFA Euro 2016: Lewandowski Sulit Terima Polandia Disingkirkan Portugal

Penyerang tim nasional Polandia, Robert Lewandowski, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah mereka tersingkir dari Piala Eropa 2016.

Dalam pertandingan perempatfinal melawan Portugal yang digelar di Stade Velodrome, Jumat (1/7), Lewandowski membawa timnya unggul cepat pada menit ke-2. Namun, Renato Sanches mampu menyamakan skor pada menit ke-33.

Skor 1-1 tidak berubah hingga babak tambahan berakhir dan pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti. Jakub Blaszczykowski menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal, sehingga Portugal berhak melenggang ke semifinal.

Selepas laga, penggawa Bayern tersebut menilai bahwa timnya tidak pantas untuk tersingkir. Apalagi, Cristiano Ronaldo dkk. belum pernah sekali pun menang dalam waktu normal dalam 5 laga yang telah dijalani.

“Kekalahan ini terasa sedikit menyakitkan karena kami kalah melawan sebuah tim yang mungkin memang unggul sedikit dalam penguasaan bola, tetapi mereka belum pernah menang (dalam 90 menit). Kini, mereka berada di babak semifinal. Ini merupakan sebuah paradoks,” ujar Lewandowski seperti yang dikutip oleh laman resmi UEFA.

“Kami berjuang dengan keras dan aku meminta maaf (kepada para pendukung) karena kami kalah dalam babak adu penalti dan tersingkir.”

“Kami sudah sangat dekat dengan semifinal. Hal ini menyakitkan dan mungkin akan terasa untuk waktu yang lama, tetapi kami adalah tim yang tangguh dan aku berharap kami dapat menghadapinya,” tambah sosok berumur 27 tahun tersebut.

Berita Euro 2016: Polandia dan Portugal Bakal Terkena Hukuman dari UEFA

Otoritas sepak bola Eropa, UEFA, mengumumkan bakal melakukan penyelidikan terhadap indikasi pelanggaran aturan pada laga Portugal vs Polandia di babak perempat final Piala Eropa 2016, Jumat (1/7) dini hari WIB.

Dalam laga yang digelar di Stade Vélodrome, Marseille, tersebut, ada beberapa kejadian yang diduga melanggar aturan karena harus dirusak berbagai insiden.

Pertama, adalah masuknya seorang suporter Portugal ke lapangan pada babak perpanjangan waktu. Selain itu, Polandia juga terancam sanksi karena oknum fansnya menyalakan kembang api dan terlibat kekacauan di luar stadion.

Dikutip BBC, UEFA kini telah mengkonfirmasi kedua belah pihak menghadapi tindakan indisipliner. UEFA mengancam bakal menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengganggu jalannya laga.

Asosiasi Sepak Bola Polandia (PZPN) bakal disanksi setelah fansnya menyalakan kembang api dan melemparkan benda asing setelah kekalahan adu penalti tersebut.

Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Portugal (PFP), bakal didakwa akibat ulah oknum yang masuk ke lapangan. Bahkan, beberapa suporter sempat menyalakan kembang api dalam pertandingan tersebut

PFP sebelumnya lolos dari hukuman suporter masuk ke lapangan kala melawan Austria. Kasus-kasus ini akan ditangani oleh Badan Kontrol UEFA, Etika dan Badan Disiplin pada 21 Juli 2016.

Portugal sendiri berhail menjadi pemenang pada laga itu. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, mereka sukses memenangi drama adu penalti dengan skor 5-3 dan berhak atas tiket ke babak perempat final guna menantang pemenang laga Wales vs Belgia.

Berita Euro 2016: Portugal Yang Masih Impresif Di Bawah Asuhan Santos

Tim nasional Portugal akan berhadapan dengan Polandia di lanjutan Piala Eropa 2016. Seleccao das Quinas mempunyai catatan yang impresif di bawah asuhan Fernando Santos.

Pertandingan antara Portugal melawan Polandia akan berlangsung di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (1/7) dini hari WIB.

Di bawah asuhan Santos, Portugal sudah tak pernah kalah dalam 11 pertandingan kompetitif. Rinciannya, mereka bisa memetik delapan kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang.

Catatan bagus itu tentu menjadi modal bagus untuk mengakhiri rekor buruk atas Polandia dalam tiga pertemuan terakhir. Mereka memetik kalah sekali dan menuai hasil imbang dua kali. Sebanyak enam gol Portugal saat melawan Polandia, semuanya tercipta di babak kedua.

Polandia merupakan tim dengan produktivitas terendah di antara klub-klub yang lolos ke babak delapan besar. Mereka cuma mencetak tiga gol dalam empat pertandingan.

Polandia belum pernah tertinggal saat melakoni pertandingan di Prancis. Rekor pertahanan mereka juga cukup oke dengan hanya kebobolan satu gol dalam empat pertandingan.

Jakub Blaszczykowski menjadi pemain yang pantas diwaspadai Portugal untuk bisa memetik hasil bagus atas Polandia. Dia sudah terlibat dalam lima gol Polandia di dua Piala Eropa terakhir dengan rincian tiga gol dan dua assist.

Portugal juga harus memperbaiki antisipasi bola matinya agar bisa memetik kemenangan. Gol yang bersarang ke gawang mereka di Piala Eropa berawal dari set piece.

UEFA Euro 2016: Meski Idolakan Ronaldo, Milik Bertekad Antar Polandia Ke Semifinal

Striker Polandia, Arkadiusz Milik, merasa gembira bakal mendapat kesempatan bertemu idolanya, Cristiano Ronaldo. Akan tetapi, Milik menegaskan komitmennya untuk membantu Polandia menyingkirkan Portugal dan meraih tiket ke semifinal Euro 2016.

Milik turut berjasa membantu Polandia lolos ke perempat final Euro 2016. Itu didapat setelah anak asuh Adam Nawalka finis sebagai runner-up Grup C dan menyingkirkan Swiss lewat adu penalti di babak 16-Besar.

Polandia akan berhadapan dengan Portugal di Stadion Velodrome, Kamis (30/6). Milik mengaku antusias untuk bertemu dengan Ronaldo di lapangan.

Selain kemampuan, Milik juga tersinpirasi dengan kerja keras dan perjuangan Ronaldo hingga menjadi pemain kenamaan dunia. Kendati demikian, kekaguman terhadap kapten Portugal itu tidak menyurutkan ambisil Milik untuk membawa Polandia lolos ke semifinal.

“Aku tidak menyembunyikannya. Aku berusaha untuk belajar dari Cristiano Ronaldo beberapa tahun yang lalu,” ujar Milik, seperti dikutip dari Soccerway.

“Dia adalah salah satu pemain terbaik dunia, dan pemain yang patut Anda jadikan inspirasi,” lanjut pemain berusia 22 tahu tersebut.

“Dia adalah contoh dari kerja keras, bukan hanya talenta. Dia adalah contoh yang bagus dalam hal tersebut,” tandas Milik.

“Itu akan menjadi sesuatu yang spesial bagiku untuk berhadapan dengan dia. Aku sangat senang, luar biasa bisa mendapat kesempatan untuk bertemu dia lapangan, namun aku akan berusaha fokus kepada timku dan tidak melihatnya,”serunya.

UEFA Euro 2016: Portugal ke Semifinal Usai Menang Adu Penalti atas Polandia

Duel sengit Polandia versus Portugal harus diakhiri lewat drama adu penalti. Setelah bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit, Portugal akhirnya keluar sebagai pemenang dalam adu penalti dengan skor 3-5, di Stade Velodrome, Jumat (1/7) dini hari WIB.

Hasil ini jelas mengecewakan bagi Polandia. Apalagi, mereka sejatinya mampu unggul lebih dulu pada awal babak pertama. Polandia langsung menggebrak saat laga baru berjalan dua menit. Robert Lewandowski sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Berawal dari serangan sisi kanan, Kamil Grosicki melihat posisi Lewandowski yang kosong. Lewandowski lalu langsung menyambar umpan manis dari Grosicki.

Usai gol tersebut, Portugal langsung memberikan reaksi. Beberapa serangan dilancarkan oleh anak asuh Fernando Santos ini. Pada menit ke-10 contohnya. Melalui umpan Eliseu, Selecao das Quinas nmendapat peluang manis. Namun, tendangan Eliseu hanya berbuah tendangan sudut.

Polandia tak tinggal diam. Delapan menit berselang, mereka langsung menekan melalui skema serangan balik. Namun sayang, Lewandowski gagal memanfaatkan umpan setelah tendangannya masih mudah diamankan Rui Patricio.

Gol yang ditunggu-tunggu Portugal akhirnya tercipta pada menit ke-33. Mendapat umpan cerdik dari Nani, Renato Sanches melepaskan tembakan persis di depan kotak penalti yang tak kuasa dijangkau kiper Lukasz Fabianski.

Skor kembali imbang, kedua tim langsung bermain terbuka. Akan tetapi, sampai turun minum, skor 1-1 tak berubah.

Memasuki paruh kedua, permainan bisa dibilang lebih seru. Bahkan, baru empat menit babak kedua berjalan, Lewandowski kembali mendapatkan peluang manis. Berawal dari umpan dari sisi kanan, penyerang Bayern Muenchen ini menyundul bola, sayang masih belum sempurna.

Pada 10 menit terakhir, kedua tim masih jual-beli serangan. Pada menit ke-86, Ronaldo lagi-lagi gagal mendapatkan peluang. Sudah berhadapan satu lawan satu dengan Fabianski, Ronaldo gagal menendang bola dengan sempurna.

Sampai 90 menit berakhir, skor imbang 1-1 tak ukunjung berubah. Hasil ini memaksa laga dilanjutkan pada masa babak tambahan.

Ronaldo nyaris membawa Portugal unggul pada menit ke-92. Berawal dari umpan Nani dari sebelah kiri, Ronaldo gagal menahan bola dengan sempurna.

Tujuh menit berselang, gantian Nani yang mendapatkan kesempatan. Menerima umpan dari Eliseu, Nani sukses menyundul bola. Sayang, sundulan eks Manchester United ini masih melebar dari gawang Fabianski.

Sampai 120 menit pertandingan berakhir, tak ada lagi gol yang tercipta. Akhirnya, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Skor masih sama sampai pada penendang ketiga kedua tim. Namun, pada penendang keempat, Jakub Blaszczykowski gagal menjadi algojo untuk Polandia.

Quaresma yang menjadi penendang penentu akhirnya berhasil menjalankan tugasnya. Portugal akhirnya berhasil menempatkan diri pada babak semifinal. Mereka menunggu lawan antara Wales dan Belgia.

Susunan Pemain:

Polandia: Fabianski; Piszczek, Glik, Pazdan, Jedrzejczyk; Maczynski(Jodlowiec 98′), Krychowiak, Blaszczykowski, Grosicki (Kaputska 82′); Milik, Lewandowski.

Portugal: Rui Patricio; Cedric, Eliseu, Pepe, Fonte; William (Pereira 96′), Joao Mario (Quaresma 80′), Renato Sanches, Adrien Silva (Moutinho 73′); Nani, Ronaldo.

Berita Euro 2016: Portugal Siap Main Buruk Asal Menang Atas Polandia

Portugal bakal bertanding melawan Polandia pada perempat final Piala Eropa 2016. Defendernya, Jose Fonte, mengaku timnya siap bermain buruk asal bisa melaju ke babak berikutnya.

Pada Piala Eropa 2016, penampilan Portugal jauh berada di bawah harapan. Performa mereka kurang optimal, sehingga hanya finis sebagai peringkat ketiga Grup F. Namun, beruntung, mereka malah bisa menundukkan Kroasia pada babak 16-Besar, sehingga berhak melaju ke perempat final.

Meski begitu, kritik tetap mendera Seleccao Das Quinas. Pasalnya, mereka mencatat rekor buruk saat melawan Kroasia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Eropa, ada sebuah tim yang tidak mencatatkan satu pun tembakan terarah ke gawang dalam 90 menit pertandingan normal. Tim tersebut ialah Portugal.

Akan tetapi, Portugal tampak tidak terlalu mempedulikannya. Fonte mengaku timnya mau saja mengulang performa kurang meyakinkan seperti saat melawan Kroasia, asalkan bisa menang atas Polandia.

“Jika kami harus bermain buruk dan menang, saya akan melakukannya. Sebagai tim, anda pasti ingin bermain indah dan memenangi pertandingan. Namun, kadang kala hal itu tidak bisa dilakukan,” kata Fonte.

Pemain yang membela Southampton itu menilai, meski timnya tampil kurang meyakinkan, mereka tetap punya kans lolos yang besar. Maklum saja di tubuh Seleccao Das Quinas terdapat para pemain berkualitas.

“Kami selalu punya peluang. Kami memiliki pemain terbaik di dunia, (Cristiano) Ronaldo, serta pemain lain seperti Nani, (Ricardo) Quaresma, dan Joao Mario,” ujar Fonte.

UEFA Euro 2016: Lewandowski Diminta Membuat Gol Saat Polandia Menghadapi Portugal

Penyerang Polandia, Robert Lewandowski, masih mengalami paceklik gol dalam empat laga di Piala Eropa 2016. Demi mengatasi kemandulan itu, dia diminta mulai menciptakan gol pada laga perempat final melawan Portugal.

Kebetulan, kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, juga sempat menuai kritik laiknya Lewandowski akibat urung mencetak gol dalam dua laga perdana. Namun, dia menggila dengan melesakkan dua gol pada laga pamungkas di fase grup melawan Hungaria.

Di babak 16-besar saat Potugal menghadapi Kroasia, Ronaldo juga menjadi pemicu lahirnya gol kemenangan yang dicetak Ricardo Quaresma. Sebuah sepakan keras Ronaldo mampu ditepis kiper Danijel Subasic, tapi bola muntah dengan mudah dilesakkan Quaresma ke gawang yang sudah kosong.

Bercermin dari kebangkitan Ronaldo, Pelatih Polandia, Adam Nawalka, meminta Lewandowski bisa menirunya. Kebetulan, Polandia akan bersua Portugal pada babak perempat final Piala Eropa 2016 di Stade Velodrome, pada Jumat (30/6) dini hari WIB.

“Lewandowski sebenarnya fantastis. Dia memberikan dan menciptakan peluang untuk pemain lain. Namun, dia membutuhkan gol,” kata Pelatih Polandia, Adam Nawalka dikutip Four Four Two.

Lebih memprihatinkan lagi, penyerang berusia 27 tahun itu sudah tak mencetak gol di timnas sejak November 2015.

“Ya maka itu, saya yakin dia bisa cetak gol setelah istirahat jelang pertandingan berikutnya. Dia memiliki motivasi yang bagus,” tandas dia.

Bagi Polandia, melangkah hingga babak perempat final merupakan sejarah baru. Peluang melanjutkan kisah indah di Piala Eropa 2016 pun terbuka lebar jika Lewandowski bisa mencetak gol untuk membantu Polandia melaju ke babak semifinal.

Berita Euro 2016: Cristiano Ronaldo Dapat Ancaman dari Pemujanya Sendiri

Salah satu penyerang andalan Polandia, Arkadiusz Milik, tak sungkan mengakui dirinya mengidolai kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Menariknya, dia tak ragu mengancam akan mengalahkan Ronaldo kala keduanya bersua pada babak perempat final Piala Eropa 2016, Jumat (1/7) dini hari WIB.

Striker berusia 22 tahun ini terang-terangan mengaku mengagumi Ronaldo serta menjadikannya panutan. Karenanya, dia dilanda sedikit keresahan saat harus menghadapi sang idola pada laga Polandia kontra Portugal malam nanti.

“Saya tidak menyembunyikannya (kekaguman kepada Ronaldo). Bahkan, saya akui telah banyak belajar dari permainan Cristiano Ronaldo,” kata Milik seperti dilansir Four Four Two.

Di mata striker asal Ajax itu, Ronaldo merupakan salah satu yang terbaik di sepak bola dunia. Ronaldo dijadikan Milik sebagai inspirasi dalam mengembangkan permainan di lapangan hijau.

“Dia salah satu pemain terbaik dunia dan melihat pemain seperti itu, Anda harus mengikuti dan mengambil inspirasi darinya. Dia adalah contoh kerja keras, bukan hanya bakat, dia adalah contoh yang bagus dari itu,” tutur dia.

Karena alasan itu pula Milik merasa galau bakal menghadapi idolanya tersebut. Namun, dia berjanji akan fokus membawa Polandia lolos ke semifinal dengan mengalahkan Portugal bersama Ronaldo.

“Ini akan menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya dengan bermain melawan dia. Saya sangat senang, itu bagus ada kesempatan untuk bertemu di lapangan, tapi saya akan mencoba untuk fokus pada tim saya dan tidak melihat ke arahnya,” bilang dia memungkasi.

UEFA Euro 2016: Tiket Perempat final Habis Terjual, UEFA Waspadai Tiket Palsu

UEFA mengumumkan bahwa tiket seluruh laga perempat final Piala Eropa 2016 telah habis terjual. Mereka meminta para fans untuk mewaspadai peredaran tiket palsu.

Piala Eropa 2016 telah mencapai babak delapan besar. Animo penonton pun semakin memuncak. Hal ini terbukti dari habisnya tiket untuk seluruh laga perempat final.

Seperti yang dilansir oleh situs resminya, UEFA melaporkan bahwa pertandingan antara Wales melawan Belgia dan Polandia melawan Portugal menjadi yang paling cepat habis terjual, disusul oleh Jerman melawan Italia dan Prancis melawan Islandia. Hal ini mungkin tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa Italia dan Islandia merupakan dua tim terakhir yang memastikan diri lolos.

Kendati demikian, tidak berarti pagelaran Piala Eropa tahun ini tidak ada masalah. UEFA telah menemukan beberapa kasus tiket palsu. Oleh sebab itu, mereka menghimbau para fans untuk tidak memaksakan diri membeli tiket di pasar gelap.

“UEFA telah mendapatkan laporan dari beberapa fans yang membeli tiket palsu dari pasar gelar, sehingga mereka tidak dapat masuk ke dalam stadion-stadion di Prancis,” tulis mereka.

“Sekali lagi, kami mengingatkan bahwa tiket yang tidak dijual di saluran resmi sering kali adalah palsu, dan tidak ada jaminan akan izin memasuki stadion,” tambah mereka.

Babak perempat final akan dimulai dengan laga antara Polandia melawan Portugal di di Stade Velodrome pada hari Jumat (1/7) mendatang.

Berita Euro 2016: Puasa Gol Lewandowski Berlanjut

Penyerang Polandia, Robert Lewandowski, masih belum bisa mencetak gol di putaran final Piala Eropa. Terakhir kali dia mencetak gol di tahun 2012.

Polandia berhasil mencapai babak perempat final Piala Eropa 2016 usai menang adu penalti atas Swiss. Pencapaian ini merupakan yang pertama kali untuk Polandia di sepanjang sejarah keikut sertaan di Euro.

Saat melakoni pertandingan di Stade Geoffroy-Guichard, Sabtu (25/6) malam WIB, Polandia dan Swiss bermain sama kuat 1-1 hingga babak tambahan. Lima penendang Polandia sukses menceploskan bola kedalam gawang, sementara satu eksekutor Swiss, Granit Xhaka, gagal mencetak gol.

Polandia unggul lebih dulu lewat Jakub Blaszczykowski di babak pertama, yang bisa disamakan oleh Xherdan Shaqiri pada menit 81.

Di pertandingan itu, Lewandowski bermain selama 120 menit. Dia yang dijaga ketat oleh barisan pemain belakang Swiss bisa melakukan sebanyak empat kali percobaan, dua menemui bidang.

Dengan catatan itu, Lewandowski pun masih belum bisa mencatatkan namanya di papan skor selama Piala Eropa sejak laga melawan Yunani di Piala Eropa 2012.

Lewandowski sudah bermain selama 643 menit tanpa memberi kontribusi gol untuk Polandia. Tak cuma gol, Lewandowski juga gagal untuk menyumbangkan assist.

Catatan ini sangat bertolak belakang dengan raihhannya selama memperkuat Bayern Munich di Liga Jerman. Dia mampu tampil produktif dengan catatan sebanyak 44 gol bersama Die Roten pada musim 2016. Dia pun turut berperan besar mengantarkan Bayern menjadi juara Liga Jerman dan ajang DFB-Pokal.

Berita Euro 2016: Pelatih Polandia Lagi-Lagi Bela Lewandowsi yang Masih Seret Gol

Robert Lewandowski lagi-lagi dipertanyakan ketajamannya setelah kembali gagal mencetak gol untuk timnas Polandia. Meski demikian, dukungan penuh lagi-lagi diberikan oleh sang pelatih Adam Nawalka kepada kaptennya itu.

Lewandowski tentu diharapkan bisa mengulang penampilan hebatnya bersama Bayern Munich musim ketika membuat 44 gol di seluruh kompetisi, yang merupakan musim terbaiknya, bersama Polandia di Piala Eropa 2016 ini.

Namun, kenyataan berbeda jauh dengan harapan, karena dari empat pertandingan yang sudah dilalui Polandia, tiga di fase grup dan satu babak 16-besar, tak satu pun gol dibuat Lewandowski.

Selama 643 menit di atas lapangan, Lewandowski juga bahkan tak mencetak assist. Itu artinya sudah sejak laga kontra Yunani di Piala Eropa empat tahun lalu, Lewandowski tidak membuat gol.

Saat menyingkirkan Swiss di babak 16-besar, Lewandowski tidak mencetak gol. Meski tampil 120 menit, dia hanya membuat empat attempts dengan dua mengarah ke sasaran.

“Roberto sudah bekerja sangat luar biasa untuk tim ini, dia punya mental yang sangat kuat dan dalam hal sepak bola, dia membantu tim lebih baik, lebih kuat, dia memotivasi mereka,” ujar Nawalka seperti dilansir Soccerway.

“Yang paling penting adalah kemenangan untuk seluruh tim. Robert di pertandingan ini.. kami tahu dari sejarah, ada beberapa kasus di mana para pemain yang jadi bintang tim itu dan ketika mereka tidak bisa membuat gol, maka hasilnya tidak sesuai keinginan dan mereka pun tidak bikin gol,” sambungnya.

“Tapi, di sini sebaliknya, dia tampil fantastis. Kami sangat senang bahwa dia fit secara fisik dan mental untuk bermain di setiap pertandingan, dia memberikan dan membuat peluang bagi pemain lain, membuka ruang, memberikan posisi bagus untuk rekan setimnya.”

“Dia mampu menarik para pemain lawan dari pemain kami lainnya. Ini kerja yang hebat. Saya yakin dan percaya dia akan bikin gol di laga berikutnya dan membuat lawan kami takut,” tutup Nawalka.

Polandia lolos usai menang adu penalti asal Swiss dan akan menghadapi Portugal di perempat final, Jumat (1/7) dinihari WIB mendatang.

Berita Euro 2016: Polandia Tak Khawatir Lewandowski Masih Mandul

Robert Lewandowski masih belum menyumbangkan gol untuk Polandia. Kegagaln mencetak golnya itu tak membuat rekan-rekan satu timnya khawatir.

Saat membela Polandia, Lewandowski sudah tiga empat laga tanpa gol di Prancis. Secara keseluruhan, dia sudah 600 menit lebih tak mencatatkan namanya di papan skor saat berlaga di Piala Eropa.

Terakhir kali dia mencetak gol terjadi di tahun 2012 saat menjebol gawang Yunani. Dia mencatatkannya di menit ke-17.

Penjaga gawang Polandia, Lukasz Fabianski, bilang bahwa mandulnya Lewandowski itu tak membuat tim khawati. Dia bilang bahwa seluruh pemain sangat bahagia dengan kondisi tim saat ini yang berhasil melaju ke babak perempatfinal untuk pertama kalinya.

“Tidak, kami tidak khawatir sama sekali. Kami sudah cukup senang dengan tempat di mana kami berada di saat ini (sebagai sebuah tim),” kata Fabianski di Soccerway.

Fabianski malah menunjukkan dukungan tim kepada Lwewandowski untuk segera bersinar. Polandia masih akan melakoni pertandingan melawan Portugal di babak perempatfinal Piala Eropa kali ini.

“Itu mungkin akan melengkapi dia. Anda harus bilang bahwa Robert melakukan pekerjaannya dengan bagus. Bahkan saat dia tak mencetak gol dia sudah memberikan banyak kontribusi untuk tim,” kata kiper yang memperkuat Swansea City itu.

“Bahkan sejak menit pertama, kami sudah menciptakan suatu hal dari tekanan yang dia ciptakan. Itu menempatkan mereka dalam situasi yang penuh tekanan,” imbuhnya.

UEFA Euro 2016: Drama Adu Penalti, Polandia Lolos Ke Perempat final

Polandia berhasil lolos ke babak perempat final Piala Eropa 2016 untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah setelah menang dalam babak adu penalti atas Swiss pada Sabtu (25/6).

Dalam pertandingan yang digelar di Stade Geoffroy Guichard tersebut, Polandia mengawali laga secara meyakinkan. Mereka bahkan hampir saja unggul pada menit pertama jika Arkadius Milik mampu memanfaatkan blunder kiper Yann Sommer dengan lebih baik.

Pada menit ke-13, giliran Robert Lewandowski yang mendapatkan peluang. Sayang, tendangan penggawa Bayern tersebut masih melebar.

Skuat asuhan pelatih Vladimir Petkovic akhirnya unggul pada menit ke-39. Berawal dari serangan balik cepat, Kamil Grosicki mengirimkan umpan matang untuk diselesaikan oleh Jakub Blaszczkowski. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Tertinggal satu gol tidak membuat Swiss patah arang. Justru, giliran mereka yang mendominasi penguasaan bola di babak kedua.

Kendati berkali-kali mengancam gawang kiper Lukasz Fabianski, Swiss baru bisa menyamakan kedudukan delapan menit jelang waktu normal berakhir melalui tendangan akrobatik Xherdan Shaqiri. Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Pada babak perpanjangan waktu, Swiss sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol melalui  Eren Derdiyok. Tetapi, Fabianski mampu mengantisipasinya dengan gemilang. Skor tetap imbang 1-1 hingga 2 x 15 menit dan laga harus ditentukan oleh babak adu penalti.

Granit Xhaka menjadi satu-satunya penendang yang gagal. Dengan demikian, Polandia berhak lolos ke perempatfinal.

HASIL ADU PENALTI

Lichteiner 1-1 Lewandowski

Xhaka 1-2 Milik

Shaqiri 2-3 Glik

Schaer 3-4 Blaszczykowski

Rodriguez 4-5 Krychowiak

SUSUNAN STARTER

Polandia (4-4-2): Fabianski; Jedrzejczyk, Pazdan, Glik, Piszczek; Maczynki (Jodlowiec 101′), Krychowiak, Blaszczykowski, Grosicki (Peszko 104′); Lewandowski, Milik.

Swiss (4-2-3-1): Sommer; Lichsteiner, Schar, Djorou, Rodriguez; Xhaka, Behrami (Fernandes 77′); Shaqiri, Dzemaili (Embolo 58′), Mehmedi (Derdiyok 70′); Seferovic.

UEFA Euro 2016: Blaszczykowski: Ini Momen Historis Bagi Polandia

Bintang tim nasional Polandia, Jakub Blaszczykowski, menyebut keberhasilan mereka lolos ke perempat final Piala Eropa 2016 sebagai momen yang historis.

Menghadapi Swiss di Stade Geoffroy Guichard pada Sabtu (25/6), Polandia unggul terlebih dahulu melalui Blaszczykowski pada menit ke-39. Namun, gol akrobatik Xherdan Shaqiri (82′) membuat pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Di babak adu penalti, Xhaka Granit menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal. Dengan demikian, skuat asuhan pelatih Adam Nawałka memastikan diri melaju ke babak 8 besar.

Seusai laga, Blaszczykowski tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Mereka menciptakan sejarah baru dengan mencapai perempatfinal Piala Eropa untuk yang pertama kalinya.

“Aku pikir setiap pertandingan yang kami jalani selalu menantang dan setiap pertandingan selanjutnya selalu akan menjadi yang tersulit. Itulah yang terjadi hari ini,” ujar Blaszczykowski kepada situs resmi UEFA.

“Swiss memberikan kami perlawanan yang sulit, tetapi tim kami keluar sebagai pemenang. Dalam babak adu penalti, kami menjalaninya dengan sangat percaya diri.”

“Ini adalah hal yang hebat. Aku pikir kami pantas mengatakan bahwa ini adalah momen yang historis bagi kami, karena kami kini berada di babak 8-besar Piala Eropa. Kami juga menjadi tim pertama yang lolos ke perempat final karena kami bermain pertama,” tambah penggawa Fiorentina tersebut.

Di babak perempat final, Polandia akan menghadapi pemenang antara Kroasia melawan Portugal. Ketika berita ini diturunkan, kedua tim masih bertanding.

Berita Euro 2016: Shaqiri Kesal dengan Cara Selebrasi Pemain Polandia

Polandia berhasil memenangi laga kontra Swiss melalui drama adu penalti 5-4 di Stade Geoffroy Guichard – Saint-Etienne, Jumat (25/6). Laga itu sempat diakhiri kejadian yang membuat pemain Swiss, Xherdan Shaqiri, geram.

Kemenangan adu penalti dengan skor 5-4 diraih Polandia setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Seusai kemenangan, para pemain Polandia merayakan kelolosan ke babak perempat final di depan para pendukung Swiss.

Seolah, Robert Lewandowski dan kawan-kawan ingin membungkam pendukung Swiss yang selama 120 menit penuh selalu riuh mendukung tim kesayangan mereka sekaligus melakukan intimidasi kepada kubu lawan.

Aksi para pemain Polandia itu membuat geram Shaqiri. Menurutnya, perilaku mereka sangat tidak terpuji dan cenderung bermaksud provokatif. Shaqiri, mengecam aksi selebrasi yang dianggap tidak mencerminkan sikap profesional pesepak bola.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Mereka adalah pemain profesional. Mereka (harusnya) tahu harus pergi ke sisi lain untuk merayakan. Jadi, apa yang bisa saya katakan lagi?” rutuk Shaqiri seusai laga seperti dikutip Soccerway.

Shaqiri sendiri menuai pujian berkat gol akrobatik yang membuat skor menjadi imbang 1-1. Selain itu, gelandang asal klub Stoke City tersebut juga menyabet penghargaan man of the match.

Go Shaqiri itu membuat kedudukan menjadi imbang setelah sebelumnya Polandia unggul lebih dahulu melalui aksi Jakub Blaszczikowski. Namun, skuat asuhan Vladimir Petkovic tetap harus tersingkir akibat kalah dengan skor 4-5 dalam drama adu penalti.

UEFA Euro 2016: Pembelaan untuk Lewandowski yang Masih Mandul di Piala Eropa 2016

Berstatus sebagai salah satu penyerang tertajam di kompetisi Eropa, Robert Lewandowski justru masih mandul selama fase grup Piala Eropa 2016. Meski begitu, dia masih mendapat pembelaan dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Polandia, Zbigniew Boniek.

Sepanjang fase grup, Polandia tercatat baru mencetak dua gol dari tiga pertandingan melalui Arkadiuz Milik dan Jakub Blaszczkowski. Boniek mengakui timnas Polandia masih menanti gol Lewandowski. Namun, legenda sepak bola Polandia itu juga mengakui betapa sulitnya mencetak gol di pentas Piala Eropa.

“Tentu saja kami semua menunggu gol Lewandowski. Saya tahu betul betapa sulitnya mencetak gol di sebuah turnamen besar. Dan harapan untuk melakukannya mungkin akan membuat Lewandowski kewalahan secara mental,” ujar Boniek kepada situs resmi UEFA.

Terlepas dari koleksi golnya yang masih kosong, kontribusi pria yang akrab disapa Lewy itu tetap mendapat pujian dari Boniek. Penampilan apik Lewandowski diharapkan bisa terus berlanjut di babak 16-besar, kala melawan Swiss.

“Bagaimanapun, Lewandowski adalah masalah, tapi untuk lawan dan bukan untuk kami. Dia telah menjalankan tugasnya dengan baik dan saya berharap itu terus berlanjut. Jika dia bisa mencetak beberapa gol, maka itu akan sangat luar biasa,” pungkas Boniek.

Polandia akan bertemu Swiss pada babak 16-besar. Laga tersebut akan digelar Sabtu (25/6). Swiss lolos berstatus runner-up Grup A sedangkan Polandia melaju ke babak perdelapan final dengan mendampingi Jerman.

Jadwal Euro 2016: Berikut Bagan Lengkap Babak 16-Besar

Fase grup putaran final Euro 2016 telah berakhir. Tidak banyak kejutan terjadi, “para raksasa” berhasil meraih tiket ke babak 16-Besar.

Dari Grup A, Prancis, memuncaki klasemen akhir dengan tujuh poin berkat kemenangan atas Rumania dan Swiss serta imbang kontra Albania. Swiss menyusul tuan rumah setelah finis di posisi kedua dengan perolehan lima poin.

Salah satu favorit juara, Inggris, gagal bertengger di puncak klasemen akhir Grup B yang akhirnya ditempati oleh Wales. Slowakia yang mengantongi empat poin turut melaju ke babak 16-Besar setelah menjadi satu dari empat tim penghuni posisi ketiga terbaik sepanjang fase grup.

Jerman dan Polandia tidak terbendung. Keduanya berada di dua posisi teratas Grup C dan meraih tiket ke fase knock-out, disusul Irlandia Utara yang menorehkan kejutan lantaran menempati posisi dengan perolehan tiga angka.

Grup D yang dianggap neraka meloloskan Kroasia dan Spanyol ke babak 16-Besar selaku dua penempat posisi teratas klasemen. Apesnya, langkah Turki dan Republik Cheska harus terhenti.

Sesuai prediksi, Italia dan Belgia menjadi wakil dari Grup E di fase gugur. Perjuangan Republik Irlandia berbuah hasil manis setelah lolos usai melalui jalur peringkat ketiga terbaik berkat kemenangan 1-0 atas Italia dalam laga pamungkas.

Portugal harus bersusah payah melaju dari Grup F dengan menempati posisi ketiga lantaran hanya meraih hasil seri dalam tiga laga. Dua posisi teratas disegel oleh Hungaria dan Islandia.

Ulangan partai final Euro 2012 terjadi di babak 16-Besar, yakni Spanyol melawan Italia. Peluang Prancis melaju ke perempat final cukup terbuka setelah dijadwalkan bertemu Rep. Irlandia.

Berikut jadwal lengkap babak 16-Besar Euro 2016:

Sabtu, 25 Juni 2016
20.00 WIB – Swiss vs Polandia – Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne
23.00 WIB – Wales vs Irlandia Utara – Parc des Princes, Paris
Minggu, 26 Juni 2016
02.00 WIB – Kroasia vs Portugal – Stade Bollaert-Delelis, Lens
20.00 WIB – Prancis vs Republik Irlandia – Parc Olympique Lyonnais, Lyon
23.00 WIB – Jerman vs Slovakia – Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq
Senin, 27 Juni 2016
02.00 WIB – Hungaria vs Belgia – Stadium Municipal, Toulouse
23.00 WIB – Italia vs Spanyol – Stade de France, Saint-Denis
Selasa, 28 Juni 2016
02.00 WIB – Inggris v Islandia – Allianz Riviera, Nice

UEFA Euro 2016: Polandia Tak Mau Cuma Sampai 16-Besar

Polandia untuk pertama kalinya berhasil lolos ke fase gugur Piala Eropa. Sudah mencetak sejarah baru, Polandia ingin melaju sejauh mungkin di kompetisi ini.

Polandia lolos ke babak 16-besar setelah memenangi laga terakhirnya di Grup C kontra Ukraina dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Jakub Blaszczykowski. Mereka finis sebagai runner-up grup, di bawah Jerman yang sama-sama punya tujuh poin tapi unggul selisih gol.

Bagi Polandia ini adalah prestasi besar untuk mereka mengingat sepanjang sejarah mereka di sepak bola, ini adalah kali kedua mereka lolos ke fase gugur turnamen besar. Sebelumnya, Polandia pernah melakukannya pada 30 tahun lalu ketika menembus babak 16 besar Piala Dunia 1986.

Sementara di Piala Eropa, baru kali ini Polandia bisa lolos dari fase grup. Tentu saja ini menggembirakan untuk para pemain serta suporter dari negara Eropa Timur tersebut.

Hal itu pun diakui betul oleh kiper Polandia, Lukasz Fabianski, meski Polandia tak hanya ingin cuma sampai babak 16-besar. Mereka bertekad melaju sejauh mungkin di turnamen ini.

Meski demikian, Polandia harus lebih dulu melewati adangan Swiss pada Sabtu (25/6/2016) malam WIB besok.

“Aku sangat gembira karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kami melaju ke fase berikutnya. Terlebih, kami mencapai babak selanjutnya untuk pertama kali dalam 30 tahun,” ujar Fabianski seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Ada alasan untuk merayakan, tapi di sisi lain aku tahu kami bisa lebih baik lagi,” sambungnya.

“Tujuh poin dalam tiga pertandingan dalam sebuah grup yang sulit dengan tidak kebobolan dan melesakkan dua gol. Itu adalah catatan impresif. Kami mengakhiri grup dengan torehan yang hampir sama dengan juara dunia [Jerman] di posisi pertama — itu benar-benar impresif,” tutupnya.

UEFA Euro 2016: Polandia Kalahkan Ukraina dan Akan Menantang Swiss di Babak 16-Besar

Tiket babak 16-besar dari Grup C sudah resmi menjadi milik Jerman dan Polandia. Pada laga pamungkas, Polandia menang 1-0 atas Ukraina di Stade Velodrome, Marseille, Selasa (21/6).

Dengan hasil itu, Polandia lolos sebagai runner-up Grup C karena kalah selisih gol dari Jerman. Dipastikan, skuat asuhan Adam Nawalka itu akan menantang runner-up Grup A, Swiss, pada babak 16-besar di Saint-Ettiene, Sabtu (25/6).

Polandia yang ngotot mengejar tiket ke babak knock-out langsung menguasai permainan. Arkadiusz Milik memiliki peluang mencetak gol saat melepaskan sepakan dari sisi kanan pertahanan Ukraina di menit tiga. Namun kiper Ukraina, Pyatov dengan sigap menahannya.

Ukraina gantian menekan. Andriy Yarmolenko memiliki peluang membuat gol untuk timnya, tapi bisa diamankan kiper Polandia, Fabianski.

Peluang bagus kembali dimiliki Ukraina pada menit ke-16. Lagi-lagi Yarmolenko yang tinggal berhadapan dengan kiper Lukasz Fabianski tapi bola sepakannya terlalu melebar.

Jual-beli serangan tak terhindarkan sepanjang babak pertama. Diisiplinnya pertahanan kedua tim membuat gol yang dinanti tak kunjung lahir.

Hingga babak pertama tuntas, tidak ada gol tercipta. Kedua tim hanya membuat beberapa peluang yang sayangnya tidak bisa dioptimalkan. Kedudukan sementara 0-0 antara Ukraina vs Polandia.

Memasuki babak kedua, peruntungan Polandia berubah. Serangan mereka semakin gencar. Ukraina dibuat lebih fokus bertahan pada awal paruh kedua ini.

Hasilnya, Jakub Błaszczykowski yang baru masuk pada babak kedua langsung memberi kontribusi. Pemain Fiorentina itu mencetak gol pada menit ke-54 dan membuka peluang Polandia lolos ke 16-besar Euro 2016.

Selepas gol itu, Ukraina mulai berani meningkatkan tempo serangan. Namun, rapatnya barisan belakang Polandia teta sulit dibongkar oleh Yevheniy Konoplyanka dan kawan-kawan.

Alhasil, hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, Polandia sukses mengunci kemenangan 1-0. Mereka sukses lolos ke babak 16-besar sebagai runner-up Grup C di bawah Jerman.

Susunan Pemain:

Ukraina: Andriy Pyatov; Bohdan Butko, Yevhen Khacheridi, Olexandr Kucher, Taras Stepanenko, Andriy Yarmolenko, Roman Zozulya (Anatoli Tymoschuk 90′), Yevhen Konoplyanka, Ruslan Rotan, Artem Fedetskiy, Olexandr Zinchenko (Viktor Kovalenko 73′).

Polandia: Łukasz Fabiański; Michał Pazdan, Artur Jędrzejczyk, Thiago Cionek, Tomasz Jodłowiec, Arkadiusz Milik (Filip Starzynski 90′), Robert Lewandowski, Grzegorz, Krychowiak, Kamil Glik, Piotr Zieliński (Jakub Blaszczykowski 46′), Bartosz Kapustka (Kamil Grosicki 71′).

Berita Euro 2016: Pelatih Polandia Waspadai Ancaman Swiss di Babak 16-Besar

Kepastian lolos sebagai runner-up Grup C membawa Polandia menantang Swiss di babak 16-besar. Karenanya, selepas kemenangan 1-0 atas Ukraina di Stade Velodrome, Selasa (21/6) malam WIB, pelatih Polandia, Adam Nawalka, langsung mempersiapkan diri menghadapi calon lawannya itu.

Swiss sendiri lolos ke babak 16-besar sebagai runner-up Grup A, di bawah tuan rumah Prancis. Kedua tim dianggap memiliki kekuatan berimbang sehingga potensi laga sengit bisa tersaji pada Sabtu (25/6) mendatang.

“Kami telah menyiapkan beberapa informasi terkait Swiss. Staf saya melakukan pekerjaan yang sangat baik, itu sebabnya kami tahu banyak tentang mereka. Kami akan mulai analisis kami mereka besok,” ujar Nawalka seperti dilansir UEFA.com.

Nawalka tahu calon lawannya itu punya potensi untuk membuat anak asuhnya kecewa. Namun, dia tetap optimistis bisa melewati rintangan dan lolos ke babak perempat final.

“Swiss bermain di tingkat tinggi dan mereka salah satu tim yang menarik di turnamen ini. Kami memiliki keyakinan dan optimisme bahwa kami akan melangkah lebih jauh,” imbuhnya.

Terkait hasil melawan Ukraina, Nawalka mengaku cukup puas. Namun, dia menyesali momen ketika anak asuhnya mengendurkan tekanan selepas unggul lewat gol Jakub Błaszczykowski pada menit ke-57.

“Kami sangat senang dengan tiga poin, sehingga total meraup 7 angka. Kami belum kebobolan dan kami masih akan melaju. Kami akan menatap pertandingan melawan Swiss dengan positif,” sebut dia lagi.

“Kami memulai laga dengan baik dan menciptakan beberapa peluang. Tapi kemudian kami kehilangan kontrol dari lini tengah dan gagal memenangi bola kedua hingga Ukraina bisa menciptakan beberapa peluang tak terduga dari kualitas mereka,” ucap dia.