5 Rekor yang Tercipta Usai Swedia Lolos ke Babak 16-Besar

Football5star.com – Timnas Swedia sukses keluar dari lubang jarum. Tak terlalu difavoritkan di Grup F, mereka malah sukses melaju ke babak 16-besar setelah menghantam Meksiko tiga gol tanpa balas di Stadion Ekaterinburg Arena, Rabu (27/6) malam WIB.

Sebelum laga ini, Swedia sebenarnya cuma berada di urutan ketiga dan tak difavoritkan untuk lolos ke fase selanjutnya. Hal tersebut mengingat Jerman akan melawan Korea Selatan yang pada dua pertandingan pertamanya kalah.

Namun demikian, Swedia justru berhasil menang telak atas Meksiko. Sedang di sisi lain, Korsel di luar dugaan mampu mengalahkan Jerman dengan dua gol tanpa balas. Hal ini membuat pasukan Janne Andersson sukses melangkah ke fase selanjutnya sebagai juara grup.

Nah keberhasilan tersebut tentu diwarnai sejumlah rekor menarik. Apa saja? Berikut kami sajikan 5 fakta menariknya:

1. Swedia telah mencetak tiga gol atau lebih dalam Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1994 lalu. Terakhir kali mereka mencetak 4 gol ke gawang Bulgaria.

2. Edson Alverez menjadi pencetak gol bunuh diri ketujuh di Piala Dunia 2018. Ini artinya banyak sekali tercipta gol bunuh diri dibanding turnamen-turnamen sebelumnya.

JORGE GUERRERO / AFP

3. Sang pencetak gol, Andreas Granqvist menjadi pemain Swedia pertama yang mencetak dua gol dalam Piala Dunia sejak Hendrik Larsson yang kemas 3 gol pada 2002 silam.

4. Granqvist juga sukses menjadi pemain terbaik dalam laga ini. Dia sukses melepaskan dua tembakan, satu menemui sasaran dan gol. Dia juga melakukan 1 umpan kunci, tiga kali menang duel, lima sapuan bola, tiga tekel, dan satu kali dribble.

5. Sementara sang pencetak gol pembuka, Ludwiq Augustinsson mencetak gol dengan tembakan pertamanya di putaran final Piala Dunia, sangat efektif.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Hajar Meksiko, Swedia Segel Tiket 16-Besar

Football5Star.com – Timnas Swedia sukses melangkah ke fase 16-Besar usai menghajar Meksiko tiga gol tanpa balas di Yekaterinburg Arena, Rabu (27/6/2018) pada matchday ketiga Piala Dunia 2018 Grup F. Berkat hasil itu, mereka sukses melenggang ke babak selanjutnya dengan status juara Grup F.

Menjalani awal pertandingan, Meksiko langsung tancap gas. Laga baru berusia 10 menit, Layun melepaskan tendangan jarak jauh. Namun, bola mendatar hasil sepakannya masih bisa ditepis kiper Swedia, Robil Olsen.

Swedia langsung merespons. Menit 15, mil Forsberg melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Sayang, akurasi sepakannya tidak menemui sasaran.

Menit ke-24, Andres Guardado melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Sayang, bola hasil tendangannya melebar di sebelah kiri gawang Swedia.

Meksiko mengancam gawang Sedia pada menit ke-40. Carlos Vela melepaskan sepakan jarak jauh. Skor kacamata akhirnya menutup paruh pertama.

Usai jeda, Swedia justru mengambil alih serangan. Babak kedua baru berusia lima meint, Ludwig Augustinsson menjebol gawang Meksiko yang dikawal Guillermo Ochoa dengan menuntaskan umpan Viktor Claesson.

Swedia berhasil menggandakan kedudukan pada menit ke-62. Mereka mendapatkan hadiah penalti setelah Marcus Berg dihajar Hector Moreno. Andreas Granqvist yang jadi algojo suksesmenuntaskan tugasnya setelah sepakannya tak bisa dihentikan Ochoa.

Twitter @Squawka

Meksiko coba mencari gol balasan. Vela melepaskan umpan lambung. Bola berhasil disundul Carlos Salcedo pada menit ke-68. Sayang, bola melebar di sebelah kiri gawang Olsen.

Swedia justru sukses menambah gol menit 74. Berniat menghalau serangan Swedia, sentuhan bek Meksiko, Edson Alvarez masuk ke gawangnya sendiri

Berkat hasil itu, Swedia sukses kunci gelar juara Grup F. Mereka memiliki enam poin, setara dengan Meksiko yang finis sebagai runner up.

Susunan pemain
Meksiko (4-2-3-1): Ochoa; Alvarez, Salcedo, Moreno, Gallardo (Fabian 65′); Guardado (Jesus Corona 76′), Herrera; Lozano, Layun (Peralta 89′), Vela; Hernandez.

Swedia (4-4-2): Olsen; Augustinsson, Lustig, Lindelof, Granqvist; Claesson, Ekdal (Hiljemark 80′), Larsson (Svensson 57′), Forsberg; Toivonen, Berg (Thelin 68′).


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Pelatih Swedia Tegaskan Ibrahimovic Tak Masuk Rencananya untuk Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Swedia, Janne Andersson menegaskan jika dirinya sudah memiliki rencana untuk tim asuhannya di Piala Dunia 2018. Dimana dalam rencana tersebut tak ada nama Zlatan Ibrahimovic.

Top skorer sepanjang masa Swedia tersebut memutuskan untuk pensiun dari Timnas setelah gelaran Piala Eropa 2016. Ketika itu Swedia gagal lolos dari fase grup setelah menjadi juru kunci Grup E yang berisi Italia, Belgia, dan Rep. Irlandia.

Janne Andersson Zimbio
Zimbio

Akan tetapi Ibrahimovic sempat mengeluarkan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan. Pemain LA Galaxy itu mengaku akan berangkat ke Piala Dunia.

“Ibrahimovic dan beberapa pemain lain mengatakan jika mereka memilih pensiun dari Timnas setelah Piala Eropa lalu. Saya menghargai hal itu,” kata Andersson kepada TV4’s Fotbollskanalen.

“Ibrahimovic tidak mengajak saya berdiskusi soal berpartisipasi di Piala Dunia. Jadi apakah dia ada dalam rencana saya? Jelas tidak,” sambungnya.

Lebih lanjut Andersson menegaskan, para pemain yang akan dipilihnya untuk Piala Dunia sudah memberikan komitmen mereka. Jadi bagi Andersson, hal tersebut sudah bukan lagi sebuah masalah.

“Bukan hanya Ibrahimovic, pemain lain yang mengatakan tidak lagi bermain untuk Timnas tak akan terlibat. Mereka yang terlibat adalah mereka yang masih bersedia bermain untuk Swedia,” pungkasnya.

Ibrahimovic bermain untuk Timnas Swedia sejak 2001. Dari 116 penampilan, Ibrahimovic berhasil mencatatkan 62 gol.

Ibrahimovic Merasa Didiskriminasi Media Swedia

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, mengklaim bahwa dirinya diskriminasi rasialisme dari media Swedia. Ia yakin akan mendapatkan perlakukan yang lebih baik jika memiliki nama tradisional Swedia.

Sepanjang kariernya sejauh ini, Ibrahimovic telah meraih pelbagai gelar prestisius bersama klub-klub ternama Eropa. Ia juga pernah membela tim nasional Swedia sebanya 116 kali.

zlatan ibrahimovic, manchester united

Meski demikian, pemain berusia 36 tahun tersebut tetap merasa diperlakukan secara tidak adil oleh media Swedia.

“Apakah mereka melindungi saya atau ikut menyerang saya? Mereka pasti menyerang saya karena tidak bisa menerima bahwa saya adalah Ibrahimovic,” ucap Ibra seperti yang dikutip ESPNFC.

“Saya tidak mengatakan teradapat rasialisme, tetapi ini seperti gerakan rahasia. Saya yakin ini benar-benar nyata karena saya tidak memiliki nama Andersson atau Svensson. Jika saya memilikinya, saya yakin mereka akan tetap membela saya sekalipun saya merampok sebuah bank,” tutur dirinya.

Ibrahimovic mengklaim penghargaan-penghargaan individu yang pernah diraihnya merupakan bukti bahwa ia adalah pemain terbaik Swedia sepanjang masa.

Untuk diketahui, pemain keturunan Bosnia itu mengoleksi 11 Guldbollen (penghargaan tahunan untuk pemain sepak bola Swedia terbaik). Bahkan, ia mendapatkan 10 Guldbollen secara berturut-turut dari tahun 2007 hingga 2017.

“Hal yang telah saya lakukan bagi sepak bola Swedia tidak pernah terjadi sebelumnya. Saya adalah pemain terbaik (Swedia) yang pernah ada,” kata Ibrahimovic.

Pada musim 2017-18 sejauh ini, Ibrahimovic baru tampil sebanyak tujuh kali bersama Manchester United di seluruh kompetisi akibat diganggu cedera.

Drawing Piala Dunia 2018 Grup F: Tantangan Tak Mudah buat Juara Bertahan

Football5star.com, Indonesia – Selaku juara bertahan, timnas Jerman tentu diunggulkan pada putaran final Piala Dunia 2018 Grup F. Materi Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan tentu tidak sebanding dengan pasukan besutan Joachim Loew.

Cuma, tiga tim tersebut tidak lantas dipastikan menjadi lumbung gol Jerman. Mereka juga memasuki putaran final dengan sejumlah modal positif.

Contohnya adalah Swedia. Mereka menyingkirkan tiga negara finalis Piala Dunia, termasuk Italia pada babak play-off, untuk merebut tiket ke Rusia. Kalau tidak hati-hati, Jerman bisa menjadi finalis keempat yang menjadi korban mereka.

Swedia

Begitu pula Meksiko yang sempat menjadi kejutan dengan menembus babak semifinal Piala Konfederasi 2017 sebelum takluk 1-4 oleh Jerman. Mereka mendominasi kualifikasi zona CONCACAF dengan raihan 21 poin dari sepuluh pertandingan.

Bagaimana dengan Korea Selatan? Negara ini mungkin memiliki kans paling kecil. Namun, publik Jerman seharusnya tidak lupa ketika tim kesayangannya harus bersusah payah untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 pada semifinal Piala Dunia 2002.

Ya, Negeri Ginseng memang tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat semangat juang yang identik dengan para pemainnya.

Berapa Usia Ventura Saat Terakhir Kali Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia?

Football5star.com – Gian Piero Ventura menjadi saksi sejarah pertautan antara kegagalan Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 1958 dan 2018.

Gli Azzurri, demikian julukan mereka, gagal melaju ke Rusia gara-gara kalah agregat 0-1 dari Swedia di babak play-off. Terakhir, kedua tim cuma bermain imbang 0-0 pada laga kedua di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Selasa (14/11/2017).

“Kesalahan terbesar saya adalah laga pertama di Swedia. Kami bermain efektif dan tidak menderita kemasukan. Ya, gol mereka hanyalah pantulan, tetapi saya bisa menerimanya,” ujar Gian Piero Ventura.

Kegagalan tersebut tergolong langka buat timnas Italia. Mereka gagal menembus putaran final edisi 1930 dan 1958.

Kegagalan pertama terjadi karena Italia menolak persaingan pencalonan tuan rumah. Mereka ogah bermain di Benua Amerika.

Timnas Italia, Timnas Swedia, piala dunia 2018

Kemudian, kegagalan kedua dilatarbelakangi ketidakmampuan Italia bersaing dengan Irlandia Utara pada babak kualifikasi.

Italia cuma mengoleksi empat poin dan terpaut satu angka dari Irlandia Utara yang memuncaki tabel sekaligus mengunci tiket ke putaran final.

Perlu diketahui bahwa hampir tidak ada sosok di skuat Italia dan Swedia saat ini saat kegagalan 60 tahun terjadi.

Di kubu Swedia, pelatih Janne Andersson baru lahir empat tahun setelah putaran final Piala Dunia 1958.

Satu-satu saksi hanyalah Ventura, yang belum genap berusia sepuluh tahun ketika negaranya gagal terbang ke Swedia pada 1958.

Andrea Barzagli: Akhir dari Sebuah Era

Football5star.com, Indonesia – Pemain bertahan timnas Italia, Andrea Barzagli, menilai bahwa sebuah era di tim beralias Gli Azzurri telah berakhir.

Timnas Italia menerima kenyataan pahit berupa kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Mereka kalah 0-1 dari Swedia pada babak play-off zona Eropa. Terakhir, kedua tim cuma bermain imbang 0-0 pada laga kedua di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Selasa (14/11/2017).

Kegagalan tersebut diikuti oleh pengunduran diri sejumlah veteran seperti Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, dan Daniele De Rossi.

“Kami sudah menangis bersama ketika mendekati gelar juara Piala Eropa 2016. Bersama Buffon dan De Rossi, kami memiliki banyak pengalaman di Piala Dunia 2006. Ada pula kebersamaan bersama Chiellini,” tutur Andrea Barzagli.

“Era empat atau pemain veteran berakhir. Kemudian, rasa lapar para pemain muda dimulai. Itulah yang harus terjadi,” kata Andrea Barzagli melanjutkan.

Cuma, Andrea Barzagli mengaku tidak bisa menemukan kesalahan signifikan dari Italia sehingga gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.

Pada babak kualifikasi, Gli Azzurri memang tidak buruk-buruk amat, hanya kalah dari Spanyol yang akhirnya menjadi juara grup.

“Saya tidak mengetahui apa yang kurang dari kami. Yang saya tahu, kami tersingkir dari Piala Dunia,” kata pemain belakang milik Juventus itu.

Forsberg Tak Idolakan Messi Ataupun Ronaldo

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Sangat lumrah bila para pesepak bola masa kini mengidolakan salah satu dari dua pemain itu. Tak bisa dimungkiri, merekalah pesepak bola terbaik dunia saat ini. Namun, Emil Forsberg rupanya berbeda. Gelandang timnas Swedia yang tengah naik daun itu ternyata tak mengidolakan dua megabintang tersebut.

Lalu, apakah Forsberg mengidolakan Zlatan Ibrahimovic, sang legenda dari negaranya? Ternyata tidak juga. Dalam wawancara dengan Aftonbladet, pemain yang tengah diincar Manchester United itu mengungkapkan jawaban mengejutkan.

“Pada saat ini, aku tak punya pemain favorit. Namun, aku dulu sempat menyukai Ryan Babel. Mungkin itu agak mengejutkan,” ungkap Forsberg, Minggu (12/11/2017). Babel adalah pemain timnas Belanda yang kini membela Besiktas di Liga Turki. Sebelumnya, Babel pernah bermain untuk Ajax Amsterdam, Liverpool, dan TSG 1899 Hoffenheim. Tentu mengejutkan karena dia tak sekelas Messi dan Ronaldo.

Emil Forsberg saat menghadapi Thiago Alcantara.
ruhrnachrichten.de

Mengenai alasan menggandrungi pemain yang kini berumur 30 tahun itu, penjelasan mantan pemain Malmoe tersebut ternyata simpel. “Aku menyukai dia karena kami sama-sama kidal,” terang pemain yang musim lalu tercatat sebagai pembuat assist terbanyak di Bundesliga 1 itu.

Meskipun mengaku tak punya pemain favorit, ada satu sosok yang dianggap Forsberg sebagai pemain terbaik yang pernah dihadapinya pada saat ini. Itu adalah Thiago Alcantara, penggawa Bayern Munich. Sejak musim lalu, seiring promosi yang didapatkan RasenBallsport Leipzig, Forsberg memang berkesempatan menghadapi pemain berpaspor Spanyol tersebut.

“Thiago di Bayern Munich itu pesepak bola yang sangat bagus. Dia membuatku terpesona. Dia begitu menonjol dalam apa yang dilakukannya di lapangan,” tutur pemain berumur 26 tahun itu.

Saat ini, Forsberg tengah berada di Italia untuk menjalani leg II play-off Piala Dunia 2018 bersama Swedia di Stadion San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Pada leg I, Swedia berhasil unggul 1-0 dan dia tampil apik. Asalkan tidak kalah dengan selisih lebih dari satu gol, Swedia dan Forsberg akan melenggang ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Buffon: Kami Harus Selamatkan Sejarah Sepak Bola Italia!

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, mengingatkan urgensi laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Swedia. Menurut dia, itu adalah laga yang sangat penting. Bukan hanya bagi para pemain, melainkan juga bagi bangsa Italia dan sejarah Gli Azzurri. Kegagalan akan mencoreng sejarah besar Italia.

“Tekanan (di laga ini) sangatlah tinggi. Kami tahu betul betapa penting pertandingan melawan Swedia ini. Aku yakin kami bisa membalikkan keadaan. Aku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini. Kadang berakhir bagus, kadang sebaliknya,” tutur Buffon dalam konferensi pers jelang laga melawan Swedia di Stadion San Siro seperti dikutip Tuttosport, Minggu (12/11/2017).

Gianluigi Buffon tak bisa cegah gol Swedia pada leg I play-off Piala Dunia 2018.
firenewsfeed.com

Di samping itu, kiper Juventus tersebut menegaskan, laga leg II play-off adalah ajang pembuktian diri bagi Gli Azzurri. Maklum, mereka terus mendapatkan kritik. Terutama setelah kekalahan di kandang lawan pada leg I dengan skor 0-1. Sebagian publik sepak bola Italia bahkan pesimistis mereka bisa membalikkan keadaan dan lolos ke Piala Dunia 2018.

“Tak ada lagi kata-kata yang perlu dilontarkan. Kini adalah saatnya bagi kami memberikan jawaban berupa fakta di lapangan. Sebuah jawaban yang akan membuat orang-orang kembali memberikan dukungan penuh kepada kami. Ini saatnya pembuktian!” tandas kiper berumur 39 tahun tersebut.

Italia akan menjalani laga krusial di San Siro. Kekalahan pada leg I di Swedia membuat Buffon cs. berada di ujung tanduk. Apalagi fakta sejarah menunjukkan tim yang kalah 0-1 pada leg I play-off Piala Dunia Zona Eropa selalu gagal melangkah ke putaran final. Korban terbaru adalah Irlandia Utara yag disingkirkan Swiss, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. Jonny Evans dkk. tersingkir setelah kalah 0-1 pada leg I dan hanya bermain imbang tanpa gol pada leg II.

Italia Jalani Misi Melawan Sejarah

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Italia akan menjalani misi melawan sejarah saat menjamu Swedia pada leg II play-off Piala Dunia 2018, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Itu karena Italia mengalami kekalahan 0-1 pada leg I di kandang lawan.

Sepanjang sejarah play-off Piala Dunia, khusus untuk sesama tim Eropa, tak pernah ada tim yang mampu lolos saat mengalami kekalahan 0-1 pada leg I. Sejak Piala Dunia 1958, tercatat tujuh kali hal itu terjadi dan tiket ke putaran final selalu digenggam pemenang leg I.

Tim yang hampir membalikkan keadaan pada leg II adalah Belanda. Di play-off Piala Dunia 1986, Oranje harus bertemu musuh besarnya, Belgia. Di kandang lawan pada leg I, mereka kalah 0-1 gara-gara gol Franck Vercauteren. Pada leg II di De Kuip, Rotterdam, Oranje mampu unggul 2-0 lebih dulu pada menit ke-72. Itu berkat gol Peter Houtman pada menit ke-60 yang disusul torehan gol Rob De Wit, 12 menit kemudian.

Tandukan Georges Grun yang menyingkirkan Belanda.
laprovince.be

Akan tetapi, harapan lolos ke Meksiko 1986 sirna hanya lima menit jelang laga usai. Gol Georges Grun ke gawang Hans van Breukelen adalah penyebabnya.

Setelah itu, hampir semua pemenang leg I dengan skor 1-0 mengulangi kemenangan pada leg II. Anomali hanya terjadi di play-off Piala Dunia 2010. Ketika itu, Prancis hanya bermain imbang 1-1 dengan Rep. Irlandia pada leg II yang berlangsung di kandang sendiri.

Meskipun demikian, Gli Azzurri bukannya tak didukung sejarah. Mereka tetap bisa optimistis karena selalu lolos dalam dua kesempatan terdahulu menjalani play-off Piala Dunia. Mereka pun selalu memenangi leg II yang kebetulan selalu berlangsung di kandang sendiri.

Di play-off Piala Dunia 1962, Italia menang 6-0 atas Israel di kandang sendiri. Sebelumnya, di kandang lawan, Gli Azzurri menangguk kemenangan 4-2. Adapun di play-off Piala Dunia 1998, Italia bisa memenangi leg II di kandang sendiri dengan skor 1-0 meski pada leg I hanya imbang 1-1 dengan Rusia.

Hasil-Hasil Play-Off Piala Dunia dengan Skor 1-0 pada Leg I

Piala Dunia 1986

  • Belgia vs Belanda (1-0, 1-2), agregat 2-2, Belgia lolos berkat gol tandang

Piala Dunia 2002

  • Belgia vs Rep. Cheska (1-0, 1-0), Belgia lolos dengan agregat 2-0
  • Austria vs Turki (0-1, 0-5), Turki Lolos dengan agregat 6-0

Piala Dunia 2006

  • Norwegia vs Rep. Cheska (0-1, 0-1), Rep. Cheska lolos dengan agregat 2-0

Piala Dunia 2010

  • Rep. Irlandia vs Prancis (0-1, 1-1), Prancis lolos dengan agregat 2-1
  • Portugal 1-0 Bosnia-Herzegovina (1-0, 1-0), Portugal lolos dengan agregat 2-0

Piala Dunia 2014

  • Portugal vs Swedia (1-0, 3-2), Portugal lolos dengan agregat 4-2

Krafth: Italia Tetap Favorit

Football5star.com, Indonesia – Bek Swedia, Emil Krafth, memilih merendah meski berhasil menang 1-0 atas Italia dalam leg pertama play-off Piala Dunia 2018 pada Sabtu (11/11/2017). Menurutnya, Italia tetaplah favorit untuk lolos.

Gol tunggal yang dilesakkan Jakob Johansson di Friends Arena membuat Swedia berada di atas angin. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa mengamankan satu tempat di Rusia.

Kendati merasa senang karena berhasil meraih kemenangan atas Gli Azzurri, Krafth mengaku tidak ingin terbuai. Ia memilih tetap berkonsentrasi penuh untuk melakoni leg kedua yang akan digelar di Stadion San Siro pada Selasa (14/11/2017) mendatang.

jakob johansson, swedia, italia

“Kami menampilkan performa yang apik. Italia tidak bermain buruk, tetapi kami tampil lebih baik,” kata Krafth seperti yang dikutip Football Italia.

“Italia tetaplah tim favorit menjelang leg kedua. Bagaimanapun, kami tentu ingin lolos ke Piala Dunia dan akan melakukan segalanya untuk menyingkirkan mereka,” tutur dirinya.

Krafth sendiri merupakan pemain Bologna. Ia tentu tahu betul atmosfer yang bisa diciptakan oleh para suporter Italia dalam laga leg kedua.

“Pertandingan akan berjalan lebih sulit di Milan. Italia jelas akan meningkatkan permainannya. Jadi, tidak perlu diragukan lagi bahwa kami akan menjalani laga yang sangat sulit,” ujar pemain berusia 23 tahun tersebut.

Sebagai informasi, Swedia sudah tidak berpartisipasi di Piala Dunia dalam dua edisi terakhir. Mereka terakhir kali berhasil lolos ke putaran final pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

Kalahkan Italia, Andersson Minta Swedia Tak Jemawa

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Swedia, Janne Andersson, meminta anak-anak asuhnya untuk tidak besar kepala setelah berhasil mengalahkan Italia 1-0 pada Sabtu (11/11/2017).

Swedia tinggal selangkah lagi menuju putaran final Piala Dunia 2018. Dalam laga leg pertama play-off yang digelar di Friend Arena, mereka menang dengan skor 1-0 berkat gol dari Jakob Johansson.

Andersson menyambut gembira kemenangan ini. Namun, ia mengingatkan para pemainnya bahwa mereka masih belum lolos karena bakal menjalani laga leg kedua di Stadion San Siro pada Selasa (14/11/2017).

swedia, play off piala dunia

“Kami baru mencapai setengah jalan. Sangat penting untuk mengingat hal tersebut. Kami telah sering berbicara tentang keberanian dan kesempatan. Secara keseluruhan, saya pikir kami kembali menunjukannya,” ujar Andersson seperti yang dikutip Sky Sports.

“Saya sangat senang karena kami berhasil memenangi pertandingan. Sikap kami selama 90 menit sangat membantu. Kami akan menganalisa pertandingan dan membuat rencana baru untuk laga selanjutnya,” ucap dirinya.

Wasit Cuneyt Cakir memang hanya mengeluarkan dua kartu kuning dalam laga ini. Tetapi, pelatih Italia Gian Piero Ventura mengutarakan kritiknya atas permainan keras Swedia.

Andersson tidak membantah bahwa laga memang berjalan dengan keras, namun ia menilai hal itu masih berada dalam batas kewajaran.

“Ini adalah laga yang keras dan kami telah mempersiapkan diri untuknya. Itu adalah salah satu kunci untuk memenangi perebutan bola, juga memenangi pertandingan. Saya tidak berpikir kami diuntungkan (oleh wasit),” kata pria berusia 55 tahun itu.

Makna Lain Kemenangan Swedia Bagi Lindelof

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swedia berhasil menang 1-0 atas Italia dalam laga pertama play-off Piala Dunia 2018, Sabtu (11/11/2017) dinihari WIB. Kemenangan itu membuka kans tim asuhan Janne Andersson untuk berlaga di Rusia 2018. Namun, khusus bagi bek Victor Lindelof, ada makna lain di balik kemenangan tersebut.

Bagi Lindelof, itu merupakan pembuktian diri di hadapan manajer Manchester United, Jose Mourinho. Maklum, pria asal Portugal itu memang hadir di Stadion Friends Arena. Dia duduk berdekatan dengan striker Zlatan Ibrahimovic yang masih dalam proses pemulihan cedera.

“Kupikir, aku telah memenangi pertandingan ini dengan mengalahkan para penyerang mereka (Italia),” ungkap Lindelof usai pertandingan kepada Aftonbladet.

Jose Mourinho dan Zlatan Ibrahimovic di Stadion Friends Arena.
aftonbladet.se

Mengenai kehadiran Mourinho, mantan bek Benfica itu mengaku sudah tahu, namun tak tahu persis misi yang diusung sang manajer. “Dia hanya mengatakan akan datang dan menonton. Mungkin karena ada dua pemainnya yang saling berhadapan (dia dan Matteo Darmian),” terang dia. “Rasanya, itu pertandingan yang memang bagus untuk dilihat.”

Meskipun tidak tampil istimewa, Lindelof bisa cukup percaya diri. Pasalnya, dia mampu membuat tiga interception, tiga clearance, dan sekali memblok tendangan pemain lawan. Setidaknya, itu membuktikan dirinya bisa diandalkan untuk mengawal pertahanan Swedia.

Sejak diboyong pada awal musim, Lindelof memang kesulitan menembus tim inti Man. United. Di mata Mourinho, bek tengah Swedia itu tak cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.Hingga kini, dia baru lima kali turun membela Red Devils. Dari jumlah itu, hanya dua kali dia tampil di Premier League. Itu pun hanya sebagai pemain pengganti.

Di Matteo: Italia Tak Lolos ke Piala Dunia adalah Bencana

Football5star.com, Indonesia – Roberto Di Matteo menyatakan bahwa laga play-off Piala Dunia 2018 melawan Swedia adalah laga hidup-mati bagi Italia. Mereka tidak pernah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia sejak 1958.

Italia akan menghadapi Swedia di Friends Arena dalam leg pertama play-off Piala Dunia pada Sabtu (11/11/2017). Sedangkan, laga leg kedua bakal digelar di Stadion San Siro pada 14 November mendatang.

Di Matteo berharap skuat asuhan pelatih Giampiero Ventura bisa berkonsentrasi penuh menghadapi Swedia, yang menurutnya adalah tim kuat. Mengingat laga leg pertama akan digelar di kandang Swedia, ia menilai sangat penting bagi Italia untuk tidak pulang dengan kekalahan.

ciro immobile, alessandro florenzi, andrea belotti, italia

“Ketika Anda menjalani laga play-off, ini adalah tentang hidup dan mati. Jika mereka bisa mendapatkan hasil baik dalam laga tandang, maka mereka bisa memainkan leg kedua dengan nyaman,” ucap Di Matteo seperti yang dikutip Sky Sports.

“Jika mereka tidak lolos ke Piala Dunia, maka itu adalah sebuah bencana. Saya ingat ketika kami menjalani play-off pada 1998. Bagaimanapun, saya pikir mereka memiliki tim yang mumpuni,” tutur dirinya.

Gli Azzurri harus melewati play-off karena hanya mampu finis di peringkat kedua Grup G dalam babak kualifikasi. Mereka berselisih lima poin dengan sang juara grup, Spanyol.

Menariknya, Di Matteo mengklaim bahwa kegagalan Gli Azzurri mengamankan peringkat pertama adalah hal wajar.

“Berada satu grup dengan Spanyol tidaklah mudah. Mereka selalu menjadi tim favorit,” kata mantan pemain dan manajer Chelsea itu.

Lindelof: Silakan Italia Sesumbar Sesuka Mereka!

Football5Star.com, Indonesia – Bek tengah timnas Swedia, Victor Lindelof, tak ambil pusing terhadap segala sesumbar yang dilontarkan kubu Italia. Pemain Manchester United itu mempersilakan Italia mengatakan apa saja, tapi itu tak akan mengganggu konsentrasi timnya jelang pertemuan di babak play-off Piala Dunia 2018.

“Mereka bisa bicara sebanyak yang mereka inginkan. Itu bukanlah sesuatu yang membuat kami tertarik. Kami hanya fokus pada rencana kami,” terang Lindelof kepada Expressen, Senin (6/11/2017), saat ditanya soal sesumbar pelatih timnas Italia, Giampiero Ventura. “Kami punya keyakinan besar terhadap apa yang akan kami lakukan.”

Lindelof mengakui Gli Azzurri adalah lawan berat. Namun, dia yakin tim asuhan Janne Andersson tidak akan minder. Sebaliknya, mereka akan termotivasi oleh tantangan besar yang akan dihadapi dalam dua laga nanti.

Salah satu aksi Victor Lindelof bersama timnas Swedia.
givemesport.com

“Kami akan bertemu Italia yang bagus. Itu akan jadi laga yang sulit. Kami tahu persis hal itu. Namun, itu juga laga yang akan menyenangkan,” tambah bek berumur 23 tahun itu. “Mereka punya organisasi permainan yang bagus. Akan sangat sulit bagi kami mengalirkan bola di belakang mereka.”

Secara khusus, Lindelof juga mengakui timnya mendapat dukungan dari sang ikon yang telah pensiun dari timnas, Zlatan Ibrahimovic. “Kami berbicara banyak hal dan dia mendoakan kami untuk sukses (lawan Gli Azzurri),” ungkap dia.

Swedia dijadwalkan bertemu Italia dalam play-off Piala Dunia 2018. Mereka akan terlebih dahulu menjamu Gli Azzurri pada 10 November 2017. Tiga hari kemudian, giliran mereka yang bertamu ke Italia. Pemenang laga ini akan tampil di putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Gian Piero Ventura Tidak Ingin Ulangi Kesalahan Saat Melawan Swedia

Football5star.com. Indonesia – Timnas Italia masih harus melanjutkan perjuangan demi lolos ke Piala Dunia 2018 melalui babak play-off. Tim asuhan Gian Piero Ventura dijadwalkan melawat ke Friend Arena untuk meladeni Swedia, pada Sabtu (11/11/2017). Pertandingan kedua akan dilaksanakan di Italia, tiga hari berselang.

Sadar lawan yang akan dihadapi tidak mudah, Ventura meminta anak asuhnya  untuk tidak berbuat kesalahan sedikit pun pada pertandingan nanti. Rencananya, Ventura akan menyiapkan 18 pemain untuk dibawa ke Swedia guna mengamankan poin dari kandang lawan.

“Kami tahu betul dua pertandingan ke depan tidak akan berjalan mudah. Kami akan menghadapi tim yang mengalahkan Prancis dan menyingkirkan Belanda di babak kualifikasi. Jadi, kami harus tetap menghormati mereka. Tapi kami tetap percaya diri untuk menghadapi Swedia,” papar Ventura.

Giampiero Ventura, Timnas Italia
zimbio.com

“Kami harus lolos ke Rusia tahun depan. Seluruh harapan rakyat Italia berada di pundak kami dan itu harus diwujudkan. Karena ini merupakan momen penting yang sangat menentukan,” lanjut pelatih yang menggantikan Antonio Conte usai Piala Eropa 2016 tersebut.

Gli Azzurri harus menunda sejenak keinginan untuk berlaga di Piala Dunia. Pasalnya, mereka hanya sanggup menempati posisi kedua grup di babak kualifikasi. Perolehan poin Lorenzo Insigne dkk. kalah dengan milik kampiun 2010, Spanyol. Italia hanya mengantongi 23 poin sementara La Furia Roja, finis sebagai juara grup dengan 28 poin.

Pembagian Pot UEFA Nations League

Football5star.com, Indonesia – Otoritas sepak bola Eropa atau UEFA telah menetapkan pembagian pot untuk UEFA Nations League.

Sekadar informasi, UEFA Nations League adalah kompetisi antarklub Eropa yang baru dimulai pada September 2018. Kompetisi merupakan pengganti dari kalender FIFA untuk tim-tim Eropa.

UEFA melakukan pembagian menjadi empat kategori yaitu Liga A, B, C dan D. Liga A merupakan kasta pertama dan seterusnya.

Di Liga A, ada 12 tim yang nantinya dibagi dalam empat grup, Hanya juara grup berhak melaju ke semifinal.

Menariknya, tidak semua tim di Liga A lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Belanda tersingkir setelah cuma menang 2-0 atas Swedia pada partai pamungkas kualifikasi, Rabu (11/10/2017) dini hari WIB.

Sementara itu, Italia belum pasti lolos dan harus menempuh jalur play-off.

Berikut ini adalah pembagian pot untuk UEFA Nations League:

Liga A: Jerman, Portugal, Belgia, Spanyol, Prancis, Inggris, Swiss, Italia, Polandia, Islandia, Kroasia, Belanda

Liga B: Wales, Rusia, Slovakia, Swedia, Ukraina, Irlandia, Bosnia Herzegovina, Republik Utara, Denmark, Ceko, Turki

Liga C: Hungaria, Rumania, Skotlandia, Slovenia, Yunani, Albania, Norwegia, Montenegro, Israel, Bulgaria, Finlandia, Siprus, Estonia, Lithuania

Liga D: Azerbaijan, Makedonia, Belarus, Georgia, Armenia, Latvia, Kepulauan Faroe, Luksemburg, Kazakhstan, Moldova, Liechtenstein, Malta, Andorra, Kosovo, San Marino, Gibraltar

Pelatih Swedia Maklumi Prediksi Meleset Advocaat

Football5Star.com, Indonesia – Akhir pekan ini sungguh tak mengenakkan bagi pelatih timnas Belanda, Dick Advocaat. Di tengah situasi sulit yang dihadapi timnya dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2018, dia dicemooh banyak orang terkait kemenangan 8-0 yang dibukukan Swedia atas Luksemburg. Gara-garanya, seminggu lalu, dia meyakini Swedia tak akan menang sedemikian besar.

Kala itu, saat menjawab pertanyaan tentang kemungkinan Swedia menang 8-0 Luksemburg, Advocaat dengan yakin mengatakan, “Mereka tak akan menang 8-0. Itu pertanyaan bodoh. (Menang) 8-0? Tidak, saya tak yakin akan hal itu.”

Menanggapi cemoohan yang diterima Advocaat, pelatih Swedia, Janne Andersson, menaruh simpati. “Banyak hal luar biasa di olahraga, Anda tak bisa memprediksinya. Saya mengerti reaksinya atas pertanyaan seperti itu,” ungkap Andersson seperti dilansir Footballskanalen, Minggu (8/20/2017).

Pelatih berumur 55 tahun itu pun tak mau berkomentar lebih banyak. “Saya tak mau berkomentar soal reaksinya lagi. Kami hanya ingin fokus pada diri sendiri,” terang dia.

Terkait keberhasilan Marcus Berg dkk. membukukan skor yang dianggap Advocaat mustahil, Andersson memberikan kredit kepada anak-anak asuhnya. Dia menilai skor itu terjadi karena memang timnya bermain sangat baik. Dia mengaku sangat bangga karena Berg cs. tampil konsisten dari awal sampai akhir dan mencetak gol-gol bagus.

Swedia akan menjalani laga terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan menghadapi Belanda di Amsterdam ArenA, Rabu (11/10/2017) dinihari WIB. Tuan rumah perlu kemenangan dengan selisih tujuh gol guna menyingkirkan sang rival dan meraih tiket ke babak play-off memperebutkan sisa tiket jatah wakil Eropa.

Berita Bola: Sempat Unggul, Prancis Ditekuk Swedia

Football5star,com, Indonesia – Prancis menelan kekalahan 1-2 dari Swedia pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Friends Arena, Jumat (9/6/2017).

Prancis sebenarnya sempat unggul melalui tembakan voli Olivier Giroud pada menit ke-37. Namun, skor 1-0 cuma berumur enam menit.

Swedia membalas lewat tembakan kaki kiri Jimmy Durmaz yang gagal diantisipasi penjaga gawang Hugo Lloris.

Lloris harus menanggung akibat fatal dari kesalahannya pada akhir pertandingan. Adalah Ola Toivonen yang tampil sebagai penentu kemenangan Swedia.

Kemenangan ini membuat Prancis tergusur dari puncak klasemen karena kalah selisih gol dari Swedia. Kedua tim sama-sama mengoleksi 13 poin dan membentangkan keunggulan tiga angka atas Belanda di peringkat ketiga.

Berita Bola: Ibrahimovic Tahu Dirinya Akan Menaklukkan Dunia

Football5star.com, Indonesia – Striker Manchester United (MU) asal Swedia Zlatan Ibrahimovic mengaku dirinya selalu tahu bahwa ia akan menaklukkan sepak bola dunia.

Federasi Sepak bola Swedia rencananya akan membangun patung Ibra di luar Friends Arena, Stockholm. Patung itu merupakan bentuk penghormatan kepada Ibra yang sukses memenangi gelar juara di Belanda, Italia, Spanyol dan Prancis.

“Saya berasal dari daerah kecil di Malmo dan saya mendapatkan sebuah patung di ibukota Swedia,” kata Ibrahimovic seperti dilansir Goal.

“Saya tidak akan mempercayainya karena saya merasa berbeda. Saya tidak merasa seperti pemain lain di tempat saya berasal, karena latar belakang saya. Tapi, saya percaya bahwa saya akan mengambil alih dunia, itu sudah pasti.”

“Biasanya Anda mendapatkan patung ketika Anda meninggal, tapi saya masih hidup. Ini luar biasa. Saya sangat senang. Saya merasa terhormat. Swedia adalah negara saya dan apapun yang saya lakukan, saya mewakili Swedia. Saya akan selalu kembali ke sana.”

“Saya tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Seluruh karier yang saya lalui adalah petualangan besar dengan banyak hal yang terjadi dan hasilnya saya mendapatkan sebuah patung di negara saya. Saya tidak bisa meminta lebih dari ini,” Ibra menambahkan.

Berita Bola: Ibrahimovic Terpilih Sebagai Pemain Terbaik Swedia 10 Kali Secara Beruntun

Football5star.com, Indonesia –

Striker Manchester United (MU) Zlatan Ibrahimovic kembali menambah trofi di lemarinya. Ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Swedia untuk ke-10 kalinya secara beruntun.

Pemain 35 tahun itu pertama kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Swedia pada 2005. Ia sempat kalah dari Fredrik Ljungberg setahun berselang. Namun, setelah itu, Ibra selalu terpilih jadi yang terbaik. Dengan demikian, total penghargaan yang ia terima jadi 11.

Federasi Sepak bola Swedia bahkan berencana membangun patung Ibrahimovic. Pemain yang pensiun dari Timnas Swedia usai Piala Eropa 2016 lalu itu, merasa sangat bahagia dengan apresiasi dari negaranya.

“Rasanya tidak nyata. Banyak yang berpikir ‘Kenapa dia?’, tapi setelah semua kerja keras selama 15 tahun di tim nasional dan 20 tahun dalam karier di klub, rasanya saya sangat dihargai,” kata Ibra seperti dilansir Goal.

“Anda biasanya mendapatkan penghargaan seperti ini setelah Anda mati, tapi saya masih hidup. Ketika saya mati, patung ini akan hidup selamanya,” Ibra menambahkan.

Ibra membela Timnas Swedia pada 2001-2016. Ia tampil dalam 116 pertandingan dan mengoleksi 62 gol.

Berita Bola: Matuidi Puas dengan Reaksi Prancis

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Tim Nasional Prancis Blaise Matuidi mengaku bahagia dengan kemenangan timnya atas Swedia. Ia menilai Les Bleus memberi respon positif setelah kebobolan.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Dimitri Payet.

“Itu sulit karena kami melawan tim yang bertahan total, dan kemudian di babak kedua kami lebih santai dan terus menyerang,” kata Matuidi di situs federasi.

“Kami mengambil lebih banyak risiko dan kebobolan. Jadi, kami segera bereaksi dan terus menyerang.”

“Kami melakukan hal yang benar. Kami memiliki kualitas, bakat, pikiran dan mari lanjutkan segalanya,” Matuidi menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Deschamps: Kemenangan Penting Bagi Prancis

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps menilai kemenangan atas Swedia sangat penting. Sebab, Swedia adakah rival terkuat di grup mereka, Selain Belanda.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Dimitri Payet.

“Ini bukan kemenangan besar, tapi tetap penting. Ketika kami melihat permainan Swedia, ini adalah kemenangan baik bagi kami. Hanya hasil yang penting. Kami bisa melakukannya lebih baik lagi, tapi kualitas tim Swedia menghalanginya,” kata Deschamps di situs federasi.

“Kami memiliki tim yang kompak. Di babak pertama, kami terus memegang bola, tapi kami tidak mampu menembus pertahanan mereka. Para pemain kami selalu dihentikan.”

“Ada perlawanan dan ini bukan kurangnya intensitas. Kami memiliki bola, tapi ruang sangat sempit dan Swedia bertahan total,” Deschamps menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Berita Bola: Bungkam Swedia, Prancis Tunjukkan Karakternya

Football5star.com, Indonesia – Striker Tim Nasional Prancis Olivier Giroud mengaku sangat bahagia dengan kemenangan timnya atas Swedia. Giroud menilai, Tim Ayam Jantan telah menujukkan karakternya di laga ini.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Dimitri Payet.

“Aku belum pernah bermain sejak final Piala Eropa 2016, jadi ini sedikit aneh. Bermain selama 90 menit, itu jarang terjadi padaku sejak awal musim,” kata Giroud di situs federasi.

“Terkait cederaku, aku merasa baik. Kami perlu tahu bagaimana bekerja sebagai tim,. Kami telah menunjukkan karakter dan kami berhasil memanfaatkan peluang.”

“Rasanya baik memiliki karakter bagus di lapangan, dan ini memungkinkan kami untuk tahu bagaimana bereaksi setelah tertinggal,” Giroud menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Payet: Misi Prancis Tercapai

Football5star.com, Indonesia – Winger Tim Nasional Prancis Dimitri Payet mengakui laga melawan Swedia tidak mudah. Ia pun mengaku bahagia dengan kemenangan Les Bleus.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Payet.

“Swedia tim yang solid dan laga sangat ketat, ini tidak mudah. Di babak pertama, kami kehilangan sedikit ritme, tidak bermain cukup cepat,” kata Payet di situs federasi.

“Ini membuat lawan berkembang dan kami tak mampu menciptakan masakah. Setelah kami bermain lebih cepat dan dengan dukungan fans, kami mulai menyerang.”

“Ketika kami mulai dominan dan lawan kelelahan, kami terus menyarang. Kami harus bersabar, dan target telah tercapai,” Payet menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Berita Bola: Varane Akui Prancis Kesulitan Lawan Swedia

Football5star.com, Indonesia – Bek Tim Nasional Prancis Raphael Varane mengakui timnya cukup kesulitan saat menghadapi Swedia. Ia pun senang karena akhirnya target kemenangan Tim Ayam Jantan tercapai.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Dimitri Payet.

“Kami memiliki tim yang baik. Kami mengalami kesulitan menembus pertahanan dan kami harus membalikkan skor. Ini tidak mudah,” kata Varane di situs resmi federasi.

“Tapi kami tetap tenang. Pertandingan sedikit lebih longgar setelah gol lawan, dan kami berhasil memukul balik, setelah gol mereka.”

“Kami mendapat kemenangan, yang merupakan target kami. Sangat penting untuk menyelesaikan tahun ini dengan hasil yang baik,” Varane menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Berita Bola: Deschamps Sebut Swedia Lemah Tanpa Ibra

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps menilai Swedia sekarang tak lagi sekuat era Zlatan Ibrahimovic.

Ibra memutuskan pensiun usai Piala Eropa 2016. Penyerang 35 tahun itu kini fokus penuh bersama klubnya Manchester United.

Tanpa Ibra, Swedia meraih tujuh poin dari tiga pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Dan pada laga berikutnya, mereka akan menghadapi tuan rumah Prancis.

“Swedia sekarang berbeda. Kami tahu pentingnya Ibra di semua tim yang pernah ia perkuat, termasuk Swedia dimana ia sangat efektif. Ia mengubah permainan mereka,” kata Deschamps di Goal.

“Ketika Anda memiliki pemain seperti Zlatan, tim bermain untuk dia. Kadang-kadang, dia menerima bola yang seharusnya tidak ia terima. Bahkan jika mereka memiliki kolektivitas yang baik, mereka selalu mengandalkan dia.”

“Ada pemain lain, penyerang lain dan mereka memiliki kualitas. Tapi di atas kertas, pada kenyataannya, saya pikir Swedia bersama Zlatan lebih kompetitif,” Deschamps menambahkan.

Kualifikasi Piala Dunia 2018: Payet Gemilang, Prancis Menang

Football5star.com, Indonesia – Prancis menang 2-1 atas Swedia pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA di Stade de France, Jumat (11/11/2016).

Dimitri Payet menjadi pahlawan tim tuan rumah dengan sumbangan masing-masing satu gol dan assist.

Kedua tim bermain imbang tanpa gol pada paruh pertama. Sejumlah peluang yang didapatkan gagal dimaksimalkan.

Baru pada menit ke-54, Swedia memecahk kebuntuan lewat lesakan Emil Forsberg. Eksekusi tendangan bebas dia gagal dihalau Hugo Lloris.

Cuma butuh tiga menit buat Prancis menyamakan kedudukan. Skenarionya juga melalui tendangan bebas. Servis Payet diteruskan tandukan Paul Pogba, yang sempat dikawal ketat oleh pemain belakang lawan.

Selang delapan menit, Payet mengambil giliran untuk mencetak gol. Dia memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Laga ditutup dengan skor 2-1. Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A.

Prancis: 1-Hugo Lloris; 3-Patrice Evra, 21-Laurent Koscielny, 4-Raphael Varane, 19-Djibril Sidibe; 14-Blaise Matuidi, 6-Paul Pogba; 8-Dimitri Payet, 7-Antoine Griezmann, 18-Moussa Sissoko; 9-Olivier Giroud

Swedia: 1-Robin Olsen; 6-Ludwig Augustinsson, 4-Andreas Grangvist, 3-Victor Lindeloef, 16-Emil Kraft; 10-Emil Forsberg, 8-Albin Ekdal, 13-Jakob Johannsson, 21-Jimmy Durmaz; 20-Ola Toivonen, 11-John Guidetti

Berita Bola: Kesabaran Prancis Berbuah Manis

Football5star.com, Indonesia – Bek sayap Prancis Djibril Sidibe mengaku sangat bahagia dengan kemenangan timnya atas Swedia. Ia menilai kesabaran Tim Ayam Jantan berbuah manis di laga ini.

Prancis menang 2-1 atas Swedia pada lanjutan pertandingan Grup A babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa di Stade de France, Sabtu (11/11/2016) dinihari WIB. Swedia sempat unggul lebih dulu melalui Emil Forsberg. Namun, tuan rumah mampu membalasnya melalui Paul Pogba dan Dimitri Payet.

“Itu adalah pertandingan yang sulit melawan tim mapan. Kami harus bersabar, tapi kami berhasil menang,” kata Sidibe di situs resmi federasi.

“Pada babak pertama, pelatih memberi instruksi umum. Saat gol Swedia (melalui tendangan bebas, terjadi akibat pelanggaran Sidibe), aku hanya melakukan tekel dan mengambil bola.”

“Ini adalah pelajaran tingkat tinggi, tingkat internasional dan sangat menyenangkan untuk bermain. Ini adalah level dimana setiap pemain impian bermain, meski pertandingan ini sulit. Aku merasa sangat baik dalam kelompok ini, semua pemain bahagia dan aku berharap ini akan terus berlanjut,” Sidibe menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 10 poin. Sementara Swedia tertahan di posisi dua dengan tujuh angka.

Berita Euro 2016: Kenangan Manis Spanyol Melawan Italia 4 Tahun Lalu

Spanyol mempunyai kenangan bagus saat berhadapan dengan Italia di Piala Eropa. La Furia Roja menaklukkan Gli Azzurri untuk menjadi juara dua kali berurutan.

Saat berlaga di Piala Eropa empat tahun lalu, Spanyol memetik kemenangan telak atas Italia. Mereka menang empat gol tanpa balas.

Keempat gol Spanyol itu dicetak oleh empat pemain berbeda. David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata yang mencatatkan namanya di papan skor.

Spanyol akan kembali berhadapan dengan Italia di pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2016. Laga kali ini akan berlangsung di Stade de France pada 27 Juni mendatang.

Kedua tim baru saja menelan kekalahan di pertandingan terakhir. Spanyol kalah dari Kroasia, sementara Italia takluk 0-1 dari Republik Irlandia.

Penggawa lini tengah Spanyol, Cesc Fabregas, bilang bahwa pertandingan melawan Italia memang selalu berat. Hasil akhir pertandingan persahabatan pada bulan Maret lalu menjadi indikatornya.

“Selalu menjadi pertandingan sulit saat melawan Italia. Mereka merupakan tim yang kompetitif dan mempunyai kualitas tinggi. Mereka mempunyai apa yang diperlukan untuk memenangi turnamen,” kata Fabregas di Gazzetta World.

“Bakalan sulit untuk mengalahkan mereka karena pertandingan melawan Azzurri selalu 50-50, kecuali final Piala Eropa 2012 (yang mana dimenangi Spanyol dengan skor 4-0).”

“(Final itu) merupakan 90 menit terbaik yang pernah kami lakoni bersama. Kami sangat menikmati permainan dan itu biasanya tak terjadi di final,” imbuh pemain yang memperkuat Chelsea itu.