Semifinal UEFA Nations League, Final Kepagian?

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – UEFA telah melakukan undian babak semifinal UEFA Nations League. Hasil undian ini memunculkan pertandingan yang dinilai sebagai final kepagian.

Bertempat di Dublin, proses undian UEFA Nations League dipimpin oleh Robbie Keane, Phil Townsend (Direktur Komunikasi UEFA), dan Gary Messett (Brand Ambassador Equal Game). Undian semifinal UEFA Nations League ini mempertemukan Inggris dengan Belanda dan Portugal yang akan melawan Swiss.

Empat tim tersebut adalah juara grup di UEFA Nations League A. Mereka sukses menyingkirkan nama-nama besar, seperti Prancis dan Kroasia yang merupakan finalis Piala Dunia 2018. Kroasia sendiri bersama Jerman harus turun kasta ke UEFA Nations League B.

Babak semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final UEFA Nations League akan digelar di satu negara, Portugal. Pertandingan semifinal sendiri akan diadakan di dua stadion, Estádio do Dragão, markas FC Porto dan D. Afonso Henriques, markas dari Vitória de Guimarães.

Aksi Jerome Boateng saat timnas jerman menghadapi timnas Belanda di UEFA Nations League.
kreiszeitung.de

Pertandingan semifinal pertama, Portugal versus Swiss akan diadakan di markas Porto pada 5 Juni 2019. Sedangkan untuk laga Belanda melawan Inggris digelar di markas Vitória de Guimarães pada 6 Juni 2019. Untuk pertandingan perebutan tempat ketiga, markas Vitória de Guimarães didapuk sebagai tuan rumah pada 9 Juni 2019. Untuk laga final diadakan di markas FC Porto di tanggal yang sama.

Fernando Gomes, Presiden dari federasi sepak bola Portugal bangga dengan ditunjuknya Portugal sebagai tuan rumah empat pertandingan penting di UEFA Nations League. “Ini adalah kehormatan besar bagi Federasi Portugal dan bagi negara. Semua orang tahu bahwa sejak awal Portugal terlibat dalam menciptakan turnamen ini dan bagi kami itu fantastis untuk menyelenggarakan turnamen ini di Kota Porto dan Guimarães,” ungkapnya dikutip Football5star dari Independent.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Xhaka: Memalukan kalah dari Belgia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka begitu menyesali kekalahan dari Timnas Belgia. Baginya, mereka tak seharusnya kalah dari Belgia. Xhaka meyebutnya dengan kekalahan yang memalukan.

“Ini (kekalahan) memalukan. Kami bermain dengan baik melawan tim-tim terbaik. Kami menciptakan peluang dan menguasai bola, tapi di akhir kami kalah. Mungkin kami hanya perlu belajar untuk bermain konsisten selama 90 menit,” ujarnya dikutip Football5star dari laman resmi UEFA.

Kekecewaan jelas terpancar dari raut muka para pemain yang berjuluk Nati ini. Mereka merasa layak mendapatkan setidaknya satu poin, karena mereka menciptakan banyak peluang dan menguasai permainan.

“Saya pikir kami bermain lebih baik di babak pertama. Belgia membaik setelah turun minum, tapi kami memiliki momentum setelah menyamakan kedudukan,” tambahnya.

Mario Gavranovic
https://twitter.com/SFV_ASF

Pencetak satu-satunya gol Timnas Swiss di laga tersebut, Mario Gavranović juga mengeluarkan nada yang sama. Ia merasa timnya harusnya bisa mempertahankan kedudukan imbang.

“Saya pikir kami memainkan permainan yang bagus melawan Belgia yang sangat kuat. Sayangnya kami tak mampu mempertahankan hasil imbang yang sangat layak kami dapatkan. Kami pantas mendapatkan hasil itu, namun kami harus melupakannya. Meskipun kalah, kami memainkan sepak bola yang bagus dan ada banyak hal positif,” ujar pemilik nomor punggung 19 di Timnas swiss tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kalah dari Belgia, Petkovic Bela Pemainnya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Laga Belgia vs Swiss berakhir dengan kemenangan untuk Belgia dengan skor 2-1. Sempat menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Mario Gavranovic di menit ke-76. Sayang, gol Romelu Lukaku di menit ke-84 membuat mereka gagal mencuri poin. Vladimir Petkovic, pelatih Swiss tetap membela penampilan anak asuhnya.

“Kami merespons dengan baik setelah tertinggal Tapi kami tak seharusnya membiarkan mereka kembali unggul. Kami harus lebih kuat,” ujarnya dikutip Football5star dari laman resmi UEFA.

Petkovic menyoroti kurang tajamnya lini depan mereka. Ia merasa anak asuhnya terlalu sering membuang peluang. Ketika melawan tim sekuat Belgia, ia merasa pemainnya harus bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun.

“Kami bisa sedikit lebih baik di babak kedua. Seluruh dunia tahu kualitas Belgia. Kami melakukannya dengan baik dan menciptakan peluang, tetapi kami tak cukup berbahaya di depan gawang,” sesalnya.

Belgia vs Swiss
uefa.com

Petkovic juga memuji proses terciptanya gol kedua Lukaku. Gol yang lahir dengan sangat indah yang memupus keinginan Timnas Swiss mencuri poin di Stadion King Baudouin, markas Belgia.

“Tak banyak tim yang bisa mencetak gol seperti gol kedua Lukaku. Mereka adalah sekumpulan pemain yang berkualitas. Kami masih memiliki peluang untuk menjadi juara grup. Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan Islandia,” harapnya.

Kekalahan dari Belgia membuat posisi Timnas Swiss merosot ke peringkat kedua. Beruntung mereka sempat menang dengan skor telak saat melawan Islandia. Alhasil, selisih gol mereka masih surplus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Brace Lukaku Menangkan Belgia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Belgia memperpanjang rekor kemenangan tak terkalahkan saat bermain di kandang mereka sendiri di Belgia. The Red Devils tak terkalahkan saat bermain di negara mereka sendiri sebanyak 13 kali sejak terakhir kali kalah dari Spanyol pada September 2016. Kali ini, Timnas Swiss pulang dengan tangan hampa.

Bermain dengan kekuatan penuh, termasuk megabintang yang bermain di Chelsea, Eden Hazard, Timnas Belgia tampil menyerang sejak menit pertama. Meskipun begitu, kokohnya pertahanan lini belakang Timnas Swiss yang digalang Nico Elvedi membuat serangan Hazard dan kolega selalu mentok. Babak pertama pun berakhir dengan imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Timnas Belgia tampil lebih menyerang. Berawal dari umpan Thomas Meunier, Romelu Lukaku yang tak terkawal di kotak penalti melepaskan tendangan yang gagal diselamatkan Yann Sommer. Gol Lukaku di menit ke-58 tersebut menjadi torehan gol ke-44 untuk Timnas Belgia.

Keasyikan menyerang, gawang Thibaut Courtois kebobolan di menit ke-76. Berawal dari tendangan bebas Xherdan Shaqiri, bola diterima oleh Elvedi dan disambar oleh Mario Gavranovic. Papan skor berubah, 1-1.

Memasuki 10 menit terakhir, Roberto Martinez memaksa anak asuhnya untuk tampil lebih menekan. Umpan satu-dua sentuhan Lukaku dan Dries Mertens diakhiri dengan sepakan kaki kiri Lukaku yang menembus gawang Sommer. Brace Lukaku di menit ke-84 membuat dirinya selalu mencetak dua gol atau lebih di delapan dari 18 pertandingan untuk Belgia.

Romelu Lukaku
https://twitter.com/BelRedDevils

Skor 2-1 bertahan hingga wasit Antonio Mateu dari Spanyol meniup peluit tanda laga usai. Hasil ini membuat posisi Timnas Belgia tak tersentuh di puncak klasemen UEFA Nations League A Grup 2. Sementara Timnas Swiss tertahan di posisi kedua.

Susunan Pemain

Belgia (3-4-3): 1-Thibaut Courtois; 2-Toby Alderweireld, 4-Vincent Kompany, 3-Thomas Vermaelen (Dedryck Boyata 73′); 15-Thomas Meunier, 17-Youri Tielemans, 6-Axel Witsel, 11-Yannick Ferreira-Carrasco (Nacer Chadli 77′); 10-Eden Hazard, 9-Romelu Lukaku, 14-Dries Mertens (Thorgan Hazard 90′)

Pelatih: Roberto Martinez

Swiss (4-2-3-1): 1-Yann Sommer; 6-Michael Lang, 4-Nico Elvedi, 22-Fabian Schär, 13-Ricardo Rodríguez; 17-Denis Zakaria (Edimilson Fernandes 83′), 10-Granit Xhaka; 23-Xherdan Shaqiri, 8-Remo Freuler (Christian Fassnacht 87′), 14-Steven Zuber; 9-Haris Seferović (Mario Gavranovic 69′)

Pelatih: Vladimir Petković

Kartu Kuning: 

Kartu Merah: 

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hitam Putih 25 Detik di Laga Inggris Versus Swiss

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Inggris akan menjalani laga uji coba melawan Swiss pada Rabu (12/9) dini hari di Stadion King Power. Di laga tersebut, di 25 detik awal siaran langsung akan berwarna hitam-putih, bukan berwarna seperti biasanya.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Football Association (FA) melalui  akun twitter mereka, @FA. Kebijakan ini adalah untuk memeringati 25 tahun berdirinya lembaga yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepak bola.

Salah satu kampanye yang terkenal adalah “Let’s Kick Racism Out of Football”. Bagi kalian yang menggilai gim Football Manager, tulisan tersebut akan muncul di halaman depan.

Dilansir dari Sky Sport, 25 detik tayangan hitam putih akan dimulai saat kedua kesebelasan memasuki King Power Stadium. Tak hanya itu, FA telah menyiapkan seragam khusus saat pemanasan. Saat para pemain memasuki lapangan, ada delapan maskot yang berkaitan dengan organisasi tersebut.

Paul Elliot, Ketua Dewan Penasihat FA mengutarakan bahwa mereka mendukung penuh gerakan Kick It Out.

“Kick It Out menjadi motor dari perubahan di sepak bola Inggris. Tak hanya di dalam, tapi juga di luar lapangan. Kami senang bisa merayakan kerja keras mereka untuk mempromosikan sepak bola untuk semua.

“Kami berharap video ini nantinya bisa mencapai jutaan orang di rumah dan mereka bisa merasakan pentingnya keberagaman di dalam permainan ini.”

Drawing Piala Dunia 2018 Grup E: Memori 1950

Football5star.com, Indonesia – Setelah lebih dari enam dekade, timnas Brasil bakal kembali bersua dengan Swiss dan Serbia di babak grup putaran final Piala Dunia.

Pada edisi 1950, ketika Swiss dan Serbia masih membela panji Yugoslavia, mereka sempat melawan Brasil yang saat itu menjadi tuan rumah. Brasil menang 2-0 berkat gol Ademir dan Zizinho dalam laga pamungkas Grup 1 ketika itu.

Kini, peluang Brasil untuk mengulangi kisah tersebut terbuka lebar. Brasil lolos ke putaran final dengan modal impresif, yaitu memuncaki klasemen akhir babak kualifikasi zona Conmebol.

Timnas Swiss merayakan kemenangan atas Timnas Irlandia Utara (fifa.com)

Cuma, Brasil tidak boleh memandang sebelah mata dua negara pecahan Yugoslavia tersebut. Swiss juga tampil dengan catatan cukup bagus pada babak kualifikasi, yaitu meraih 27 poin di Grup B zona Eropa dan menembus putaran final via jalur play-off.

Sementara itu, Serbia memuncaki klasemen akhir Grup D zona Eropa. Mereka memaksa tim kuat macam Wales tidak lolos dari putaran final Piala Dunia.

Satu negara lainnya, yaitu Kosta Rika, juga tidak boleh diangap enteng. Mereka sempat menjadi kejutan pada Piala Dunia 2014 di Brasil dengan memuncaki klasemen Grup D di atas Uruguay dan Italia.

Swiss Lolos ke Piala Dunia 2018, Lichtsteiner Sanjung Petkovic

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menyanjung pelatih Vladimir Petkovic sebagai faktor utama keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menyebut mantan pelatih Lazio itu sebagai sosok yang mampu memberikat stabilitas performa, baik secara teknis maupun nonteknis.

“Kohesi yang terbangun di bawah Petkovic dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa,” ungkap Lichtsteiner usai Swiss menahan imbang Irlandia Utara, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, seperti dikutip Watson. “Petkovic telah membuat kami menjalani kompetisi dengan baik. Dia selalu mampu menemukan kata-kata yang tepat dan membawa optimisme kepada tim.”

Ricardo Rodriguez menyapu bola dari garis gawang Swiss.
blick.ch

Menurut bek senior Juventus tersebut, berkat sentuhan pelatih berumur 54 tahun itu, Swiss jadi lebih matang. Hal itu pula yang menjadi faktor penentu dalam laga di St. Jakob-Park. “Pertandingan ini sangatlah melelahkan secara mental bagiku. Tidaklah mudah menerima kenyataan harus menjalani play-off setelah memenangi 9 dari 10 pertandingan,” kata dia. “Kami telah tampil dengan sangat dewasa.”

Der Nati memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 berkat hasil imbang 0-0 pada leg II play-off melawan Irlandia Utara di kandang sendiri. Itu karena mereka menang 1-0 di kandang lawan tiga hari sebelumnya.

Pertandingan di St. Jakob-Park nyaris berakhir drama tak mengenakkan bagi tuan rumah. Pada menit terakhir injury time, sebuah serangan lawan nyaris berbuah gol. Untung saja, Ricardo Rodriguez mampu menyapu bola hasil sundulan Jonny Evans tepat di atas garis gawang. Pada leg I, Rodriguez pula yang menjadi pahlawan Der Nati lewat gol tunggalnya dari titik penalti.

Swiss Pupus Impian Irlandia Utara

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swiss melenggang ke putaran final Piala Dunia 2018 meski hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu timnas Irlandia Utara dalam leg II babak play-off di St. Jakob-Park, Minggu (12/11/2017).

Tuan rumah hanya butuh hasil imbang untuk meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2018. Xherdan Shaqiri dan rekan-rekan menang 1-0 dalam pertemuan pertama di kandang Irlandia Utara.

Swiss mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen berbanding 48 persen milik Irlandia Utara. Anak asuh Vladimir Petkovic mencatatkan empat tembakan akurat dari 18 percobaan, sedangkan tim tamu melepaskan lima tendangan mengarah ke gawang dari 12 kesempatan.

Chris Brunt membuang dua kesempatan untuk membawa Irlandia Utara unggul, masing-masing pada menit ke-3 dan 15. Tembakan jarak jauh dia masih mampu ditepis kiper Swiss, Yan Sommer.

Timnas Swiss balik mengancam melalui Xherdan Shaqiri pada menit ke-25 dan Steven Zuber tiga menit berselang. Namun, dua peluang tersebut belum mampu menembus jala Irlandia Utara yang dijaga oleh Michael McGovern.

Irlandia Utara tampil lebih ofensif setelah turun minum. Anak asuh Michael O’Neill membahayakan gawang timnas Swiss lewat aksi Stuart Dallas pada menit ke-48 dan George Saville menit ke-61, tetapi Sommer mengandaskan upaya tersebut.

Pada pengujung laga, Swiss mendapat dua peluang tambahan melalui Breel Embolo dan Ricardo Rodriguez. Namun, tuan rumah tetap gagal menembus gawang Irlandia Utara.

Kendati demikian, Swiss tetap lolos dengan agregat 1-0. Irlandia Utara pun harus mengubur impian untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 pertama setelah absen sejak 1990.

Susunan Pemain:

Swiss (4-2-3-1): 1-Yann Sommer, 2-Stephan Lichtsteiner, 22-Fabian Schaer, 4-Manuel Akanji, 13-Ricardo Rodriguez, 17-Denis Zakaria, 10-Granit Xhaka, 23-Xherdan Shaqiri (8-Remo Freuler 80′), 15-Blerim Dzemaili (18-Admir Mehmedi 61′), 14-Steven Zuber, 9-Haris Seferovic (7-Breel Embolo 86′)
Pelatih: Vladimir Petkovic

Irlandia Utara (4-5-1): 1-Michael McGovern, 18-Aaron Hughes, 4-Gareth McAuley, 5-Jonny Evans, 11-Chris Brunt, 19-Jamie Ward (7-Jordan Jones 74′), 8-Steven Davis, 16-Oliver Norwood (21-Josh Magennis 75′), 20-George Saville, 14-Stuart Dallas, 9-Conor Washington (17-Paddy McNair 82′)
Pelatih: Michael O’Neill

Kartu Kuning: Chris Brunt (7′), Haris Seferovic (72′), Jonny Evans (79′)
Kartu Merah: –

Gelandang Swiss Utamakan Keluarga Ketimbang Timnas

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swiss dipastikan tak diperkuat oleh gelandang Fabian Frei saat menjalani laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Irlandia Utara. Frei dipastikan absen dalam laga di St. Jakob-Park, Basel, itu karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Frei meninggalkan skuat Swiss pada Jumat malam. Awalnya, dia direncanakan kembali bergabung jelang pertandingan. Namun, itu tak dilakukan karena pelatih Vladimir Petkovic menilai lebih penting bagi penggawa 1.FSV Mainz 05 itu untuk tetap bersama keluarganya.

“Dia ditawari untuk bergabung kembali pada hari pertandingan. Namun, dalam pembicaraan bersama, kami memutuskan bahwa Fabian harus tetap bersama keluarganya pada masa sulit ini. Dia harus tetap menemani kerabatnya,” terang Petkovic seperi dikutip Blick, Sabtu (11/11/2017).

Fabian Frei saat leg I laga play-off melawan Irlandia Utara.
blick.ch

Saat melawat ke Belfast pada laga leg I, Frei hanya menjadi pemain cadangan. Dia baru dimasukkan pada menit ke-83. Namun, untuk laga leg II, dia diproyeksi menjadi starter. Kini, dengan kepastian pemain berumur 28 tahun itu absen, Petkovic sepertinya akan kembali berpaling kepada Valon Behrami untuk menjadi andalan di lini tengah.

Swiss saat ini berada di atas angin karena berhasil memenangi leg I di kandang lawan. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Meskipun demikian, kemenangan mereka di Belfast diwarnai hal kurang sedap. Pasalnya, gol tunggal mereka berasal dari hadiah penalti kontroversial yang lantas dikonversi dengan baik oleh Ricardo Rodriguez.

Manajer Irlandia Utara: Swiss Menang Karena Hadiah Wasit

Football5star.com, Indonesia – Manajer timnas Irlandia Utara, Michael O’Neill, mengecam keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Timnas Swiss saat bertemu pada leg pertama play-off Piala Dunia 2018, Jumat (10/11/2017). Akibatnya, mereka kalah 0-1 di kandang sendiri, Stadion Windsor Park.

Menurut O’Neill bola menyentuh bahu bukan tangan pemainnyaa, Corry Evans. Jika dilihat dalam tayangan ulang, pernyataan sang manajer ada benarnya.

Michael O'Neill, Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

O’Neill beranggapan bahwa wasit di laga tersebut, Ovidiu Hategan, harusnya lebih cermat mengambil keputusan karena kejadian tersebut tepat berada didepannya. Ia juga menambahkan kekalahan tersebut tentu merugikan Irlandia Utara.

“Sangat mengejutkan untuk berpikir bahwa wasit dapat memberikan penalti dalam situasi itu. Dia berada di jarak lima atau enam meter dari insiden tersebut, ini ada dalam pandangannya,” kata O’Neill kepada Sky Sports, Jumat (10/11/2017).

“Bola yang menyentuh Corry lebih banyak di bagian sandaran bahunya daripada lengan. Ini luar biasa. Sungguh sangat membingungkan. Itu jelas bukan penalti dan sangat mengecewakan untuk hasil di babak kualifikasi Piala Dunia ini,” imbuh pria berusia 48 tahun tersebut.

Pertemuan kedua nanti akan berlangsung di kandang Swiss, Stadion St. Jakob Park, Senin (13/11/2017). Irlandia Utara wajib menang dengan selisih dua gol jika ingin lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Tentu bukan hal mudah karena Irlandia Utara belum pernah menang saat melawat ke kandang tuan rumah Piala Dunia 1954 tersebut.

Joao Mario: Portugal Belum Pikirkan Swiss

Football5star.com, Indonesia – Gelandang timnas Portugal, Joao Mario, menegaskan, timnya belum memikirkan partai hidup mati melawan Swiss. Ia ingin timnya fokus dulu ke laga melawan Andorra.

Portugal menang 1-0 atas Hongaria di Stadion Groupama Arena pada laga Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, Senin (4/9/2017) dinihari WIB. Tim tuan rumah harus bermain dengan 10 orang karena kartu merah yang diterima oleh Tamas Priskin.

Gol kemenangan Portugal dalam pertandingan ini tercipta pada menit ke-48. Sebuah umpan silang terukur dari Cristiano Ronaldo berhasil diselesaikan oleh Andre Silva dengan sundulan.

“Selalu lebih baik bermain melawan sepuluh orang, tapi bahkan lawan dengan sebelas orang, kami tetap berada di puncak permainan. Kami memiliki peluang dan kami tidak bisa mencetak gol di babak pertama. Gol baru datang di awal babak kedua dan kami menghabiskan sisa waktu untuk mencoba untuk mencetak gol kedua dan gagal,” kata Joao Mario di situs resmi federasi.

“Kami sudah tahu bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit, dan setelah pemain mereka diusir wasit, kami sedikit tergesa-gesa. Untungnya, kami berhasil keluar dari sini dengan tiga poin. Kami akan mulai memikirkan Swiss setelah bermain di Andorra,” tambah Joao Mario.

Dengan tambahan tiga angka ini, Portugal mengumpulkan 21 poin. Mereka menggaransi setidaknya satu tempat di babak play-off. Sementara itu, Swiss tetap menjadi penguasa Grup B dengan nilai sempurna, 24 poin dari delapan pertandingan.

Berita Bola: Pelatih Swiss Kecewa Granit Xhaka Diusir Wasit

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengaku kecewa pemain andalannya Granit Xhaka menerima kartu merah saat menghadapi Portugal. Hal ini dinilai akan membuat Swiss kesulitan saat menghadapi Hungaria bulan depan.

Swiss menang 2-0 atas Portugal pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Jakob-Park, Rabu (7/9) dinihari WIB. Dalam laga tersebut, gol tuan rumah dilesakkan Breel Embolo dam Admir Mehmedi.

Meski menang, Petkovic agak terganggu dengan dua kartu kuning yang diterima Granit Xhaka. Apalagi, gelandang Arsenal itu menerima kartu kuning keduanya di masa injury time.

“Bagi saya, ada dua kartu kuning yang mengganggu saya. Kami akan merindukan Xhaka, tapi kami akan mencoba untuk menebusnya dengan kinerja tim saat melawan Hungaria. Xhaka telah menunjukkan kinerja yang kuat dan kepemimpinan bagus,” kata Petkovic di Goal.

“Kami tidak mengambil langkah mundur, tapi justru dua langkah maju. Kami siap secara mental dan telah menghasilkan penampilan yang kuat. Kami harus merayakan kemenangan ini sekarang, tapi besok segalanya normal lagi. Masih ada sembilan pertandingan tersisa.”

“Dengan hasil ini, kami akan membuat berita di Eropa. Kami telah mengalahkan juara Eropa, dan setiap hasil positif membawa euforia di negara ini. Pertandingan itu bukti pertama bahwa kami tidak hanya bisa bersaing, tapi juga menang,” Petkovic menambahkan.

Berita Bola: Tolak Arsenal & Spurs, Winger Timnas Swiss Sepakat Ke Schalke

Schalke 04 berhasil memenangi perburuan winger FC Basel, Breel Embolo.

Embolo dilirik klub-klub elite Eropa pada musim panas ini. Pasalnya, pemain berusia 19 tahun itu tampil impresif dengan torehan 13 gol dan sembilan assist dari 40 laga bersama Basel di semua kompetisi.

Kontrak berdurasi lima tahun di Veltins-Arena telah ditandatangani oleh Embolo. Disinyalir, sebelum memutuskan hijrah bergabung dengan Schalke, dia juga diincar oleh VfL Wolfsburg, Arsenal dan Tottenham Hotspur.

Pihak Basel dan Schalke tidak merilis nilai transfer Embolo kepada publik. Akan tetapi, menurut Transfermarkt, Embolo hengkang ke Schalke dengan banderol 27 juta euro.

Bersama Basel, Embolo pernah merasakan tiga trofi Super League Swiss. Dia sempat meraih penghargaan FC Basel Young Player of the Year pada 2013 lalu.

Embolo membantu Swiss lolos dari fase grup putaran final Euro 2016. Akan tetapi, anak asuh Vladimir Petkovic tersingkir di babak 16-Besar usai kalah adu penalti dari Polandia.

“Dengan Breel Embolo, kami telah menambah salah satu pemain berprospek yang sangat didambakan di Eropa dengan banyak pengalaman internasional ke dalam skuat kami,” kata Direktur Olahraga Schalke, Christian Heidel, seperti dilansir Soccerway.

Embolo turut mengomentari kepindahannya menuju Schalke. “Hai, para fans. Aku Breel Embolo dan senang bisa berada di Royal Blue (julukan Schalke). Aku masih berada di Piala Eropa saat ini, tetapi tidak sabar menantikan tantangan dan bermain untuk kalian. Sampai bertemu,” ungkapnya.

UEFA Euro 2016: Swiss Tersingkir, Petkovic Enggan Salahkan Xhaka

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, enggan menyalahkan Granit Xhaka atas kegagalan mereka lolos ke perempat final Piala Eropa 2016.

Dalam laga babak 16-besar melawan Polandia di Stade de Geoffory Guichard, Sabtu (25/6), Swiss tertinggal terlebih dahulu akibat gol Jakub Blaszczykowski. Beruntung, Xherdan Shaqiri mampu mencetak gol penyeimbang delapan menit menjelang waktu normal berakhir.

Laga akhirnya harus diselesaikan dengan babak adu penalti, dan Swiss dipastikan tersingkir karena Granit Xhaka gagal menjalankan tugasnya. Mereka kalah dengan skor 5-4.

Petkovic menyesalkan kegagalan Xhaka, tetapi ia tidak ingin menjadikan pemain Arsenal tersebut sebagai kambing hitam. Bagaimana pun, menurut pria berumur 52 tahun tersebut, para penggawa Swiss telah memberikan kemampuan terbaik mereka di atas lapangan.

“Saya merasa sangat sedih untuk Granit, tetapi ini bukan hanya tentang dirinya. Swiss kalah dan saya sedih karena itu. Para pemain telah memberikan segalanya dan menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan di atas lapangan, tetapi sayangnya kami melakukan kesalahan dan harus membayarnya,” ujar Petkovic seperti yang dikutip oleh situs resmi UEFA.

“Kami bermain terlalu gugup pada awalnya, tetapi kemudian mampu mendominasi laga. Di babak kedua, kami adalah kubu yang pantas mencetak lebih banyak gol.”

“Saya ingin tetap bersikap filosofis. Kami telah memberikan segalanya, tetapi tersingkir dari turnamen selalu terasa menyedihkan, terlebih karena adu penalti,” tambah dirinya.

Berita Terkini: Shaqiri: Saya Sudah Biasa Mencetak Gol Indah

Gelandang serang tim nasional Swiss, Xherdan Shaqiri, menuai pujian berkat gol akrobatik pada laga melawan Polandia, Sabtu (25/6). Namun, dia malah sesumbar bahwa gol indah sudah biasa diciptakan sepanjang kariernya.

Gol salto Shaqiri berhasil membuat skor menjadi imbang 1-1 selepas Jakub Blaszczykowski sempat membawa Polandia unggul lebih dahulu. Sial bagi Swiss, karena setelah imbang selama 120 menit, mereka harus kalah dalam drama adu penalti.

Meski begitu, Shaqiri tetap menuai banyak pujian berkat performa apik dan gol indahnya. Bahkan, gelandang asal klub Stoke City tersebut juga menyabet penghargaan man of the match.

Saat ditanya apakah bangga dengan gol indah yang dicetaknya, Shaqiri berkelakar bahwa dirinya sudah terbiasa melakukan hal seperti itu.

“Anda tidak mengenal saya begitu baik. Saya sudah mencetak banyak gol bagus!” canda Shaqiri bercanda ketika ditanya apakah menganggap golnya itu sebagai yang terbaik dalam kariernya, seperti dilansir laman resmi UEFA.

Shaqiri tetap menganggap gol itu menjadi salah stau yang terpenting dalam kariernya. Namun, dia juga kecewa karena golnya tak mampu mengantarkan Swiss ke babak perempat final setelah kalah adu penalti 4-5 dari Polandia.

“Itu adalah gol yang sangat penting dan lebih penting bagi saya karena mendorong motivasi tim dan fans. Tentu saja, itu indah. Tapi pada akhirnya kami tersingkir dan saya kecewa,” ucapnya.

Berita Bola: Granit Xhaka Diyakini Bisa Bangkit dan Membayar Kegagalan

Swiss gagal melaju ke babak perempat final Piala Eropa 2016 usai kalah adu penalti 4-5 dari Polandia, Sabtu (25/6). Granit Xhaka menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal mencetak gol dalam drama adu penalti tersebut.

Fakta itu cukup menarik karena Xhaka justru tampil apik dengan dua kali menjadi man of the match pada fase grup. Sementara, pada fase knock-out, dia justru menjadi penyebab kegagalan timnya mengalahkan Polandia. Sepakan Xhaka melebar dari gawang Lukasz Fabianski dalam adu penalti.

Tak heran seusai laga, Xhaka tampak sangat terpukul. Meski begitu, rekan setimnya, Xherdan Shaqiri, yakin Xhaka, akan segera bangkit dari kekecewaan. Bahkan, Shaqiri sangat yakin Xhaka bisa membayar kegagalan itu jika Swiss lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Granit sangat profesional, dia bisa mengatasinya. Itulah sepak bola, semua orang bisa membuat kesalahan. Kadang Anda yang terbaik, atau yang paling menyedihkan. Itulah yang Anda harus diatasi,” ujar Xhaqiri seusia laga, seperti dilansir Soccerway.

Meski Swiss belum dipastikan lolos ke Piala Dunia 2018, tapi Shaqiri sudah sesumbar bahwa Xhaka akan bisa mencetak gol pada turnamen itu. Bahkan, diyakini Shaqiri, gol dari Xhaka akan hadir pada babak 16-besar juga.

“Granit akan sanggup berdiri lagi. Saya berharap dia akan mencetak gol pada babak 16-besar di Piala Dunia,” tukas pemain asal Stoke City tersebut.

UEFA Euro 2016: Drama Adu Penalti, Polandia Lolos Ke Perempat final

Polandia berhasil lolos ke babak perempat final Piala Eropa 2016 untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah setelah menang dalam babak adu penalti atas Swiss pada Sabtu (25/6).

Dalam pertandingan yang digelar di Stade Geoffroy Guichard tersebut, Polandia mengawali laga secara meyakinkan. Mereka bahkan hampir saja unggul pada menit pertama jika Arkadius Milik mampu memanfaatkan blunder kiper Yann Sommer dengan lebih baik.

Pada menit ke-13, giliran Robert Lewandowski yang mendapatkan peluang. Sayang, tendangan penggawa Bayern tersebut masih melebar.

Skuat asuhan pelatih Vladimir Petkovic akhirnya unggul pada menit ke-39. Berawal dari serangan balik cepat, Kamil Grosicki mengirimkan umpan matang untuk diselesaikan oleh Jakub Blaszczkowski. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Tertinggal satu gol tidak membuat Swiss patah arang. Justru, giliran mereka yang mendominasi penguasaan bola di babak kedua.

Kendati berkali-kali mengancam gawang kiper Lukasz Fabianski, Swiss baru bisa menyamakan kedudukan delapan menit jelang waktu normal berakhir melalui tendangan akrobatik Xherdan Shaqiri. Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Pada babak perpanjangan waktu, Swiss sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol melalui  Eren Derdiyok. Tetapi, Fabianski mampu mengantisipasinya dengan gemilang. Skor tetap imbang 1-1 hingga 2 x 15 menit dan laga harus ditentukan oleh babak adu penalti.

Granit Xhaka menjadi satu-satunya penendang yang gagal. Dengan demikian, Polandia berhak lolos ke perempatfinal.

HASIL ADU PENALTI

Lichteiner 1-1 Lewandowski

Xhaka 1-2 Milik

Shaqiri 2-3 Glik

Schaer 3-4 Blaszczykowski

Rodriguez 4-5 Krychowiak

SUSUNAN STARTER

Polandia (4-4-2): Fabianski; Jedrzejczyk, Pazdan, Glik, Piszczek; Maczynki (Jodlowiec 101′), Krychowiak, Blaszczykowski, Grosicki (Peszko 104′); Lewandowski, Milik.

Swiss (4-2-3-1): Sommer; Lichsteiner, Schar, Djorou, Rodriguez; Xhaka, Behrami (Fernandes 77′); Shaqiri, Dzemaili (Embolo 58′), Mehmedi (Derdiyok 70′); Seferovic.

Berita Euro 2016: Shaqiri Kesal dengan Cara Selebrasi Pemain Polandia

Polandia berhasil memenangi laga kontra Swiss melalui drama adu penalti 5-4 di Stade Geoffroy Guichard – Saint-Etienne, Jumat (25/6). Laga itu sempat diakhiri kejadian yang membuat pemain Swiss, Xherdan Shaqiri, geram.

Kemenangan adu penalti dengan skor 5-4 diraih Polandia setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Seusai kemenangan, para pemain Polandia merayakan kelolosan ke babak perempat final di depan para pendukung Swiss.

Seolah, Robert Lewandowski dan kawan-kawan ingin membungkam pendukung Swiss yang selama 120 menit penuh selalu riuh mendukung tim kesayangan mereka sekaligus melakukan intimidasi kepada kubu lawan.

Aksi para pemain Polandia itu membuat geram Shaqiri. Menurutnya, perilaku mereka sangat tidak terpuji dan cenderung bermaksud provokatif. Shaqiri, mengecam aksi selebrasi yang dianggap tidak mencerminkan sikap profesional pesepak bola.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Mereka adalah pemain profesional. Mereka (harusnya) tahu harus pergi ke sisi lain untuk merayakan. Jadi, apa yang bisa saya katakan lagi?” rutuk Shaqiri seusai laga seperti dikutip Soccerway.

Shaqiri sendiri menuai pujian berkat gol akrobatik yang membuat skor menjadi imbang 1-1. Selain itu, gelandang asal klub Stoke City tersebut juga menyabet penghargaan man of the match.

Go Shaqiri itu membuat kedudukan menjadi imbang setelah sebelumnya Polandia unggul lebih dahulu melalui aksi Jakub Blaszczikowski. Namun, skuat asuhan Vladimir Petkovic tetap harus tersingkir akibat kalah dengan skor 4-5 dalam drama adu penalti.

UEFA Euro 2016: Shaqiri Nilai Polandia Beruntung Menang Atas Swiss

Bintang tim nasional Swiss, Xherdan Shaqiri, menilai keberhasilan Polandia lolos ke perempat final Piala Eropa 2016 tidak lebih dari sekadar keberuntungan.

Swiss harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Eropa 2016. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, mereka kalah dengan skor 4-5 dalam babak adu penalti dari Polandia. Granit Xhaka menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal melaksanakan tugasnya.

Kekalahan ini sangat disayangkan oleh Shaqiri, yang menyumbangkan satu gol melalui tendangan akrobatik pada waktu normal. Ia merasa bahwa timnya lebih pantas untuk lolos ke perempat final ketimbang Polandia.

Kekecewaan winger berusia 24 tahun tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan statistik, skuat asuhan pelatih Vladimir Petkovic memang unggul jumlah peluang (29-21) dan penguasaan bola (55%-45%) ketimbang Polandia.

“Itu adalah gol yang sangat baik, tetapi pada akhirnya gol itu tidak terlalu berarti. Itu membantu kami memaksakan babak adu penalti, dan kemudian kami kalah. Tetapi, itu jelas adalah gol yang indah dan aku selalu bangga dapat mencetak gol bagi Swiss,”ujar mantan penggawa Inter Milan tersebut kepada situs resmi UEFA.

“Aku pikir kami bermain dengan baik melawan tim Polandia yang sangat bagus. Kami berhasil mengontrol permainan mereka dan aku tidak berpikir mereka memiliki banyak peluang besar.”

“Kami adalah tim yang lebih baik dan pantas untuk lolos. Tetapi, pada akhirnya inilah sepak bola. Dalam adu penalti peluangnya adalah 50-50 dan keberuntungan ada di pihak Polandia,” tambah Shaqiri.

 

UEFA Euro 2016: Pembelaan untuk Lewandowski yang Masih Mandul di Piala Eropa 2016

Berstatus sebagai salah satu penyerang tertajam di kompetisi Eropa, Robert Lewandowski justru masih mandul selama fase grup Piala Eropa 2016. Meski begitu, dia masih mendapat pembelaan dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Polandia, Zbigniew Boniek.

Sepanjang fase grup, Polandia tercatat baru mencetak dua gol dari tiga pertandingan melalui Arkadiuz Milik dan Jakub Blaszczkowski. Boniek mengakui timnas Polandia masih menanti gol Lewandowski. Namun, legenda sepak bola Polandia itu juga mengakui betapa sulitnya mencetak gol di pentas Piala Eropa.

“Tentu saja kami semua menunggu gol Lewandowski. Saya tahu betul betapa sulitnya mencetak gol di sebuah turnamen besar. Dan harapan untuk melakukannya mungkin akan membuat Lewandowski kewalahan secara mental,” ujar Boniek kepada situs resmi UEFA.

Terlepas dari koleksi golnya yang masih kosong, kontribusi pria yang akrab disapa Lewy itu tetap mendapat pujian dari Boniek. Penampilan apik Lewandowski diharapkan bisa terus berlanjut di babak 16-besar, kala melawan Swiss.

“Bagaimanapun, Lewandowski adalah masalah, tapi untuk lawan dan bukan untuk kami. Dia telah menjalankan tugasnya dengan baik dan saya berharap itu terus berlanjut. Jika dia bisa mencetak beberapa gol, maka itu akan sangat luar biasa,” pungkas Boniek.

Polandia akan bertemu Swiss pada babak 16-besar. Laga tersebut akan digelar Sabtu (25/6). Swiss lolos berstatus runner-up Grup A sedangkan Polandia melaju ke babak perdelapan final dengan mendampingi Jerman.

Jadwal Euro 2016: Berikut Bagan Lengkap Babak 16-Besar

Fase grup putaran final Euro 2016 telah berakhir. Tidak banyak kejutan terjadi, “para raksasa” berhasil meraih tiket ke babak 16-Besar.

Dari Grup A, Prancis, memuncaki klasemen akhir dengan tujuh poin berkat kemenangan atas Rumania dan Swiss serta imbang kontra Albania. Swiss menyusul tuan rumah setelah finis di posisi kedua dengan perolehan lima poin.

Salah satu favorit juara, Inggris, gagal bertengger di puncak klasemen akhir Grup B yang akhirnya ditempati oleh Wales. Slowakia yang mengantongi empat poin turut melaju ke babak 16-Besar setelah menjadi satu dari empat tim penghuni posisi ketiga terbaik sepanjang fase grup.

Jerman dan Polandia tidak terbendung. Keduanya berada di dua posisi teratas Grup C dan meraih tiket ke fase knock-out, disusul Irlandia Utara yang menorehkan kejutan lantaran menempati posisi dengan perolehan tiga angka.

Grup D yang dianggap neraka meloloskan Kroasia dan Spanyol ke babak 16-Besar selaku dua penempat posisi teratas klasemen. Apesnya, langkah Turki dan Republik Cheska harus terhenti.

Sesuai prediksi, Italia dan Belgia menjadi wakil dari Grup E di fase gugur. Perjuangan Republik Irlandia berbuah hasil manis setelah lolos usai melalui jalur peringkat ketiga terbaik berkat kemenangan 1-0 atas Italia dalam laga pamungkas.

Portugal harus bersusah payah melaju dari Grup F dengan menempati posisi ketiga lantaran hanya meraih hasil seri dalam tiga laga. Dua posisi teratas disegel oleh Hungaria dan Islandia.

Ulangan partai final Euro 2012 terjadi di babak 16-Besar, yakni Spanyol melawan Italia. Peluang Prancis melaju ke perempat final cukup terbuka setelah dijadwalkan bertemu Rep. Irlandia.

Berikut jadwal lengkap babak 16-Besar Euro 2016:

Sabtu, 25 Juni 2016
20.00 WIB – Swiss vs Polandia – Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne
23.00 WIB – Wales vs Irlandia Utara – Parc des Princes, Paris
Minggu, 26 Juni 2016
02.00 WIB – Kroasia vs Portugal – Stade Bollaert-Delelis, Lens
20.00 WIB – Prancis vs Republik Irlandia – Parc Olympique Lyonnais, Lyon
23.00 WIB – Jerman vs Slovakia – Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq
Senin, 27 Juni 2016
02.00 WIB – Hungaria vs Belgia – Stadium Municipal, Toulouse
23.00 WIB – Italia vs Spanyol – Stade de France, Saint-Denis
Selasa, 28 Juni 2016
02.00 WIB – Inggris v Islandia – Allianz Riviera, Nice

Berita Euro 2016: “Swiss Layak Dapat Hasil Lebih Baik”

Swiss cuma memetik hasil imbang saat berhadapan dengan Prancis di laga terakhir Grup A Piala Eropa 2016. Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, bilang bahwa mereka layak mendapatkan hasil pertandingan yang lebih baik.

Saat melakoni pertandingan di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (20/6) dini hari WIB, Swiss bermain imbang saat berhadapan dengan Les Bleus. Skornya akhirnya tanpa gol atau 0-0.

Dalam pertandingan ini, Swiss dicatat oleh situs resmi turnamen bisa membukukan sebanyak 58 persen pengusaan bola. Mereka juga melepaskan sebanyak enam kali percobaan, tiga melenceng dan tiga diblok.

Sementara itu, Prancis bisa menggempur pertahanan Swiss dengan catatan sebanyak 13 kali attempt. Dua tendangan mereka membentur mistar, salah satunya dicetak Paul Pogba di menit 75.

Dengan penampilan prima lini belakang Swiss itu, Petkovic mengaku sangat senang. Dia pun juga bilang bahwa tim besutannya layak mendapatkan hasil akhir yang lebih baik.

“Saya puas dengan keseluruhan tim. Ketika tim ini kompak, kami tampil lebih baik. Kita melihat itu sejak laga kedua, dan kalau kita singkirkan kesalahan-kesalahan individu, kami bisa lebih baik lagi,” ujar Petkovic dikutip dari situs resmi UEFA.

“Banyak tim berlandaskan pada kerja pertahanan yang bagus dan bermain dengan sangat padu. Itu kuncinya untuk hari ini,” tegasnya.

Dengan tambahan satu poin ini, Swiss sudah mencatatkan sejarah. Mereka melaju ke fase knock-out untuk pertama kalinya di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Eropa.

Berita Euro 2016: Swiss Tenang Tunggu Lawan Babak 16-Besar

Swiss sudah memastikan diri lolos dengan status runner-up Grup C Piala Eropa 2016. Mereka kini tetap kalem menunggu lawan di babak 16-besar.

Saat melakoni laga terakhir Grup A, Swiss bermain seri saat berhadapan dengan Prancis. Pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (20/6) dini hari WIB, selesai dengan skor akhir 0-0.

Dengan tambahan satu poin itu, Swiss lolos dengan status runner-up Grup A dengan raihan sebanyak lima poin. Mereka tertinggal dua angka dari Prancis yang menjadi juara grup.

Penampilan Swiss saat melawan Prancis itu sudah membuat sang pelatih, Vladimir Petkovic, puas. Dia kini bilang bahwa tim besutannya tak pilih-pilih lawan di 16-besar.

Swiss akan berhadapan dengan runner up Grup C. Tempat itu saat ini masih berpeluang ditempati oleh tiga tim. Jerman dan Polandia ada di dua posisi teratas dengan raihan empat poin. Sementara Irlandia Utara ada di posisi tiga dengan raihan tiga poin.

Jerman akan berhadapan dengan IRlandia Utara di pertandingan terakhir Grup C. Sementara Polandia akan berduel melawan Ukraina.

“Kami bermain baik dan bertahan dengan kuat (melawan Prancis). Kami lolos, kami bisa beristirahat dan kini jadi kesempatan untuk tim lain berusaha menghadapi kami,” ujarnya di situs resmi UEFA.

“Semua tiga tim yang berpotensi jadi lawan kami sangat bagus. Kami menghadapi Polandia di persahabatan dan mereka adalah tim bagus, tidak ada yang perlu dikatakan soal Jerman, dan Irlandia Utara adalah sebuah kejutan. Kami rileks, ini adalah laga fase gugur,” tandasnya

Berita Euro 2016: Swiss Memang Layak ke Babak 16-Besar

Swiss berhasil melaju ke babak 16-besar ajang Piala Eropa 2016. Mereka disebut memang layak untuk mencapai ke fase knock-out.

Saat melakoni pertandingan melawan Prancis di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (20/6) dini hari WIB, Swiss menyudahi laga dengan skor akhir 0-0.

Saat melakoni pertandingan itu, Swiss bisa bertahan dengan baik. Mereka menahan gempuran Prancis dengan baik. Les Bleus bisa 13 kali melepaskan percobaan, tiga kali melenceng, empat menemui bidang, dua menyasar ke tiang.

Pertahanan Swiss itu sudah membuat pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, amat senang. Dia kini menunggu lawan di babak 16-besar. Dia tak memilih apakah itu nanti Jerman, Irlandia Utara, atau Polandia.

Kiper Swiss, Yann Sommer, tampil baik dalam laga itu. Dia bisa melakukan sebanyak empat kali penyelamatan sepanjang pertandingan. Sommer pun mengungkapkan kegembiraannya bisa mencapai prestasi yang cukup oke di Piala Eropa kali ini.

“Kami sangat, sangat senang. Kami layak mendapatkannya. Saya pikir kami bermain bagus hari ini,” kata Sommer seperti dilansir oleh Soccerway.

“Kami mempunyai sedikit keberuntungan melawan Prancis, tapi kami menjaga bola dengan baik, dan itu luar biasa untuk negara dan kami untuk bisa lolos ke babak 16-besar,” tambahnya.

Dengan raihan ini, Swiss mencatatkan diri untuk pertama kalinya lolos ke babak 16-besar Piala Eropa atau fase knock-out kejuaraan antarnegara di Eropa itu.

Berita Euro 2016: Insiden Jersey Robek dan Bola Pecah, Dua Apparel Olahraga Jerman Dihujani Kritik

Bintang timnas Swiss, Xherdan Shaqiri, berharap produsen apparel Puma tak memproduksi kondom. Sementara, legenda Inggris Gary Lineker turut mengkritik dua produsen apparel olahraga asal Jerman penyuplai jersey Swiss dan bola Piala Eropa 2016.

Komentar dilatari keprihatinan dengan kejadian robeknya jersey penggawa timnas Swiss di laga kontra Prancis, Senin (20/6) dini hari WIB.

Kebetulan, Puma merupakan penyokong apparel olahraga timnas Swiss. Alhasil, Shaqiri dengan nada menyindir, berharap agar Puma selaku produsen perlengkapan bermain timnas Swiss, tak memproduksi kondom.

Ditafsirkan, jika jersey sepak bola saja mudah robek, apalagi kondom. Shaqiri mempersepsikan akan lebih berbahaya jika Puma memproduksi kondom dan pada akhirnya juga mengalami kebocoran akibat mudah robek.

“Saya berharap Puma tak memproduksi kondom!” sindir Shaqiri kepada Blick, seperti dikutip Guardian

Beda Shaqiri dengan Yann Sommer. Kiper timnas Swiss itu punya pendapat sendiri terkait begitu mudahnya jersey Puma robek saat bertanding.

“Itu (jersey robek) berarti ada banyak pertarungan di lapangan. Bagi kami dan bagi negara, sangat penting untuk berada di babak 16-besar,” jelas Sommer.

Seperti yang tersaji pada laga pamungkas Grup A Euro 2016, jersey dua pemain Swiss robek hingga terlihat compang-camping. Adalah Admir Mehmedi dan Granit Xhaka yang mengalami kejadian tersebut.

Kaus itu robek begitu saja hanya karena tarikan saat berebut bola dengan pemain Prancis. Jersey keluaran Puma itu tampak sangat tipis, sehingga hanya dengan satu tarikan saja kainnya pun sobek.

Tak tanggung-tanggung, Xhaka bahkan sampai dua kali mengganti jersey yang digunakannya karena robek.

Bahkan, situs Joe.co.uk menyebutkan, jersey Timnas Swiss robek begitu saja laiknya sebuah kertas basah.

Selain itu, ada pula kejadian menarik lain di pertandingan tersebut, yaitu meletusnya bola adidas yang digunakan dalam pertandingan.

Bola pecah menyusul perebutan antara pemain Swiss Valon Behrami dan striker Prancis Antoine Griezmann.

Wasit Damir Skomina dari Slovenia sampai harus menghentikan pertandingan beberapa saat untuk meminta bola pengganti.

Lineker memanfaatkan momen itu untuk menyerang Puma dan adidas di saat bersamaan.
Jersey tim Swiss robek seperti kertas. Bola adidas pecah. Anda benar-benar tak bisa mengandalkan efisiensi (produsen) Jerman!” kritik Lineker di Twitter pribadinya @GaryLineker.

Swiss dan Prancis akhirnya bermain imbang tanpa gol. Meski begitu, kedua tim tetap berhasil lolos ke babak 16-besar. Prancis sebagai juara grup dan Swiss menjadi runner-up.

UEFA Euro 2016: Ditahan Imbang Tanpa Gol Oleh Swiss, Prancis Juara Grup A

Prancis memastikan lolos ke babak 16-besar Piala Eropa 2016 dengan predikat sebagai juara Grup A setelah bermain imbang tanpa gol kontra Swiss pada Senin (20/6) dini hari tadi. Sementara itu, hasil imbang ini tak berpengaruh bagi Swiss lantaran di laga lainnya Rumania takluk 0-1 dari Albania.

Kendati berstatus sebagai tim tamu, Swiss mampu memberikan perlawanan sengit kepada Prancis sejak menit awal. Sebaliknya, Prancis juga tetap tampil ngotot meski sudah mengunci satu tiket ke 16-besar. Pelatih Didier Deschamps tetap menurunkan sejumlah pemain andalannya di laga ini demi memastikan finis sebagai juara grup.

Sepanjang babak pertama, Swiss cukup mendominasi penguasaan bola. Selain itu, anak asuh Vladimir Petkovic ini melepaskan tiga tembakan, meski tak ada satupun yang mencapai sasaran.

Sementara itu, Prancis mendapatkan beberapa peluang lewat aksi Paul Pogba.

Pada babak kedua, Swiss kembali mengambil alih inisiatif serangan. Akan tetapi, lini pertahanan Prancis tampil cukup solid untuk membendung serangan-serangan Swiss.

Melihat alur serangan sedikit mandek, Deschamps pun mengganti Kingsley Coman dengan Dimitri Payet demi menambah daya dobrak. Les Blues mendapatkan peluang emas untuk memecah kebuntuan pada menit ke-75. Tetapi sayang tembakan Payet masih menghantam mistar gawang.

Skor imbang tanpa gol pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Swiss: Sommer; Lichtsteiner, Schär, Djourou, Rodríguez; Behrami, Xhaka, Džemaili; Shaqiri (Fernandez 78’), Embolo, Mehmedi.

Prancis: Lloris, Evra, Rami Cabaye, Griezmann (Matuidi 77’), Gignac, Pogba, Sissolo, Sagna, Coman (Payet 63’), Koscielny.

UEFA Euro 2016: “Jika Swiss Lolos, Jerman Bakal Jadi Lawan Cukup Mudah”

Penyerang Swiss, Admir Mehmedi, mengutarakan rasa kecewa setelah gagal membantu timnya mengalahkan. Mehmedi menganggap, apabila lolos ke babak 16-Besar dan bertemu Jerman, Swiss memiliki kans yang bagus untuk menang.

Swiss mengawali putaran final Euro 2016 dengan hasil positif. Anak asuh Vladimir Petkovic membungkam Albania dengan skor 1-0 dalam partai perdana Grup A.

Akan tetapi, Swiss gagal memastikan tiga poin lainnya. Pasalnya, Xherdan Shaqiri dkk dipaksa bermain imbang oleh Rumania di Parc des Princes, Rabu (15/6).

Swiss bahkan harus tertinggal lebih dulu melalui gol Bogdan Stancu dari titik putih pada menit ke-18. Mehmedi menyelamatkan Swiss dari kekalahan usai mampu membobol gawang yang dikawal oleh Ciprian Tatarusanu pada menit ke-57.

Jerman tampaknya menjadi lawan favorit yang ingin dihadapi oleh Mehmedi. Dia merasa Swiss mampu mengalahkan sang juara dunia lantaran sejumlah pemain Swiss merumput di Bundesliga, di antaranya adalah dirinya, Johan Djourou, Fabian Schaer dan Haris Seferovic.

“Tentu saja, kami sedikit kecewa lantaran hanya meraih hasil imbang 1-1,” aku Mehmedi, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Kami menciptakan banyak peluang dan mungkin seharusnya mencetak satu atau dua gol lagi, tetapi kami tampil di (Euro 2016) Prancis dengan kepercayaan diri yang penuh,” tandas penyerang Bayer Leverkusen tersebut.

“Jika lolos ke babak berikutnya, kami mungkin melawan Jerman yang cukup mudah bagi kami,” ujar Mehmedi.

UEFA Euro 2016: Swiss Tambah Satu Poin dari Laga Melawan Rumania

Tim nasional Swiss gagal melanjutkan tren positif di Grup A Piala Eropa 2016. Selepas menang atas Albania pada laga pertama, mereka harus puas bermain imbang 1-1 melawan Rumania di Parc des Princes, Paris, Rabu (15/6).

Alhasil, Swiss belum mampu memastikan tiket ke babak 16-besar. Padahal, kalau bisa memnambah tiga poin, sudah bisa dipastikan Swiss menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16-besar.

Swiss tampil menggebrak sejak awal laga. Haris Seferovic langsung mendapat peluang pada menut ketujuh. Sayang tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar.

Terus menekan, Swiss malah kebobolan. Berawal dari pelanggaran Stephan Lichtsteiner di kotak terlarang, Rumania mendapat hadiah penalti.

Bogdan Stancu yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Menit ke-18, Romania unggul 1-0.

Pada menit ke-29 Rumania mendapat kesempatan untuk menggandakan keunggulan. Namun tendangan Cristian Sapunaru masih membentur tiang gawang. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Rumania langsung menggebrak di awal babak kedua. Gabriel Torje yang melakukan akselerasi di kotak penalti Swiss nyaris membuat Johan Djourou melakukan gol bunuh diri.

Pada menit ke-57, Swiss berhasil menyamakan kedudukan. Admir Mehmedi melakukan tendangan volley yang luar biasa dari dalam kotak penalti. Skor menjadi imbang 1-1.

Silih berganti melakukan serangan, baik Rumania dan Swiss tak ada yang mampu mengubah kedudukan. Skor imbang menjadi hasil dari pertandingan tersebut.

Dengan hasil ini, Swiss untuk sementara memimpin Grup A dengan empat angka. Sementara Rumania berada di tempat ketiga dengan satu angka.

Susunan Pemain:

Rumania: Tatarusanu; Rat (Filip 62′), Chirices, Grigore, Sapunaru, Chipciu; Pintilii (Hoban 46′), Prepelita, Torje; Stancu (Andone 84′); Keseru

Swiss: Sommer, Lichtsteiner, Schar, Djourou, Rodriguez, Behrami, Dzemaili (Lang 83′), Xhaka, Shaqiri (Tarashaj 90’+1), Mehmedi, Seferovic (Embolo 64′)

Berita Euro 2016: Xhaka: Swiss Seharusnya Bisa Menang 3-0 atas Rumania

Hasil imbang 1-1 yang diraih Swiss menghadapi Rumania di laa kedua Grup A Piala Eropa 2016, cukup disesali gelandang Granit Xhaka. Dia menganggap Swiss seharusnya bisa menang 2-0 atau bahkan 3-0 pada laga yang digelar di Stadion Parc Des Princes, Paris, Rabu (15/6) itu.

Apalagi, performa Swiss secara umum mampu dominan atas lawannya. Termasuk melepas 19 tembakan dengan 7 tepat sasaran dan penguasaan bola hingga 61 persen.

“Kami seharusnya menang 2-0 atau 3-0 sejak paruh babak. Kami menciptakan begitu banyak kesempatan mencetak gol,” bilang Xhaka dilansir laman resmi UEFA.

Selepas misi melaju ke babak 16-besar harus tertunda akibat hasil imbang, Xhaka bertekad memberi penampilan apik pada laga terakhir Grup A menghadapi tuan rumah Prancis.

“Pertandingan melawan Prancis akan menjadi pengalaman luar biasa buat kami,” tukas dia.

Xhaka sendiri pada laga melawan Romania kembali tampil sangat apik. Pemain yang baru saja meneken kontrak bersama Arsenal itu sukses kembali menjadi man of the match. Ini kali kedua dia dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah pada laga Swiss melawan Albania.

Tentu bukan tanpa alasan Xhaka mampu menjadi pemain terbaik dalam dua laga beruntun. Performa di lapangan tengah Swiss terbukti sangat vital. Dia menjadi katalisator sekaligus metronom dalam permainan tim berjuluk Rossocrociati itu.

Xhaka menunjukkan sekali lagi apa yang bisa diharapkan fans Arsenal darinya pada musim depan. Dalam laga melawan Romania di Parc des Princes, Paris, Xhaka tampi eksplosif dengan menorehkan statistik apik.

Tiga peluang diciptakannya. Tak kurang dari 89 umpan sukses dilepas dari 99 percobaan, dan 17 di antaranya diciptakan di daerah pertahanan lawan.

Selain itu, dia memberikan kontribusi apik dalam bertahan dengan memenangi empat duel udara dan dua kali melakukan interceptions.

UEFA Euro 2016: Ogah Meratapi Hasil Seri, Petkovic Langsung Menatap Prancis

Pelatih tim nasional Swiss, Vladimir Petkovic menyayangkan satu angka yang diraih tim asuhannya saat melawan Rumania di Stadion Parc Des Princes, Rabu (15/6). Namun, dia tak mau lama meratap dan siap menatap laga kontra Prancis.

Setelah menang atas Albania pada laga pertama Grup A, Swiss memang mengalami penurunan kala cuma bisa memetik satu poin dari Rumania. Padahal, jika saja kemenangan bisa diraih, tiket ke babak 16-besar Piala Eropa 2016 sudah pasti menjadi milik mereka.

“Kami membuat begitu banyak peluang, tapi hanya mampu mencetak satu gol, dan itu sangat disayangkan,” ujar Petkovic kepada situs resmi UEFA.

“Saya tidak cemas soal kekurangan kami dalam memanfaatkan peluang. Anda harus terlebih dulu berada dalam posisi tersebut,” sambungnya.

Dari segi statistik, Swiss memiliki total 19 peluang yang enam diantaranya mengarah ke gawang Romania dan juga enam tendangan berhasil dihalau. Tak hanya dari segi tembakan ke arah gawang, Swiss juga unggul dari segi penguasaan bola. Granit Xhaka dkk berhasil menguasi 62 persen penguasaan bola.

Petkovic enggan larut dalam hasil yang mengecewakan tersebut. Dirinya meminta anak asuhnya agar bisa langsung mengalihkan fokus ke laga kontra tuan rumah Prancis yang sekaligus menjadi penentu langkah ke babak 16-besar.

“Kami akan melihat laga lawan Prancis dan kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang laga tersebut,” pungkasnya.