Pesta Juara PSM Makassar Dimulai dengan Santap Siang di Rumah Wakil Presiden

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaPSM Makassar sukses meraih gelar Piala Indonesia setelah di final leg kedua mengalahkan Persija Jakarta 2-0. Pesta kemenangan pun siap digelar publik sepak bola Makassar.

Rabu (7/8/2019) siang waktu setempat seluruh pemain dan offisial tim berjuluk Juku Eja itu dijadwalkan akan menggelar pawai pesta kemenangan juara Piala Indonesia.

Rute pawai kemenangan PSM Makassar dimulai di lobby menara Bosowa sekitar pukul 11:30 WITA. Nantinya rombongan pemain dan offisial akan diarak menggunakan bus bertuliskan ‘Ewako’.

Rute pertama yang akan dituju oleh rombongan ialah rumah pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau.

Di rumah pribadi Jusuf Kalla, pemain dan offisial tim akan santap siang bersama dan dijadwalkan melanjutkan pawai keliling kota Makassar. Konvoi tim Juku Eja akan dimulai pada pukul 13:00 WITA.

Pawai pesta kemenangan PSM Makassar akan diakhiri di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Berikut rute pawai pesta juara PSM Makassar siang nanti:

Start H. Bau – Cendrawasih – Arif Rate – Hasanuddin – Slamet Riyadi – Ahmad Yani – Bulusaraung – Masjid Raya – Bawakaraeng – R.A .Kartini – Botolempangan – Arif Rate – Cendrawasih – Kakatua TVRI – Ratulangi – Finish Rujab Gubernur Jalan Jendral Sudirman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bepe dan Rasa Penasaran di Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.comBambang Pamungkas masih belum bisa melepas rasa penasarannya di Piala Indonesia. Sudah nyaris semua trofi diambil legenda hidup Persija Jakarta itu, tapi gelar Piala Indonesia masih belum masuk ke dalam lemari pialanya.

Bepe, sapaan karibnya, sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyudahi rasa penasarannya itu. Apalagi, Macan Kemayoran -julukan Persija menang 1-0 atas PSM Makassar dalam leg pertama final Piala Indonesia 2018.

Akan tetapi sayang, dalam leg kedua Persija sama sekali tak berkutik. Skuad besutan Julio Banuelos tersebut takluk dua gol tanpa balas dari PSM. Bepe akhirnya gagal mempersembahkan trofi lain buat timnya.

bepe berharap liga indonesia sudah diatur
@bepe20

“Betul sekali, gelar Piala Indonesia adalah satu-satunya penghargaan baik secara tim maupun pribadi yang belum pernah kami raih,” ujar Bepe usai laga.

Dalam karier 17 tahun sebagai pesepak bola, Bepe sudah memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi dalam level klub. Mulai dari dua gelar Liga Indonesia, Piala Presiden, Malaysia Premier League, Piala FA Malaysia, hingga Piala Malaysia.

“Juara Liga Indonesia pernah, pemain terbaik Liga Indonesia pernah, top scorer Liga Indonesia pernah, pemain terbaik Copa Indonesia pernah, hanya juara Piala Indonesia yang belum pernah,” sambung dia.

Padahal, Bepe sangat mengidam-idamkan trofi ini sebagai penutup karier 17 tahunnya. Namun apa daya, PSM Makassar menurutnya pantas meraih trofi pertamanya ini setelah 19 tahun menunggu.

“Seandainya tadi Persija Jakarta menjuarai Piala Indonesia, akan menjadi penutup yang luar biasa bagi karier saya. Tapi, saya belum tentu pensiun,” pungkas Bepe.

Bepe: Akhirnya PSM Makassar Juara Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas memberikan ucapan selamat atas keberhasilan PSM Makassar mengalahkan timnya di leg kedua final Piala Indonesia, Selasa (6/8/2019).

Menurut pemain yang akrab disapa Bepe tersebut, penantian publik sepak bola Makassar selama 19 tahun akhirnya terbayar lunas.

“Setelah 19 tahun menunggu, PSM Makassar juara lagi. Namun secara keseluruhan, permainan kedua tim sudah baik,” kata Bepe seperti dikutip www.old.football5star.com dari antaranews.

Sekedar informasi, PSM terakhir meraih gelar juara pada 2000 dengan memenangi Liga Bank Mandiri. Gelar Piala Indonesia ini juga gelar pertama untuk PSM, setelah terakhir kali dimenangi Persibo Bojonegoro pada 2012.

Terkait hasil pertandingan, suami dari Tribuana Tungga Dewi tersebut sepakat dengan pernyataan pelatih Persija, Julio Banuelos. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa permainan Persija berubah setelah kartu merah Sandi Sute.

Persija Jakarta - Bambang Pamungkas - PSSI - Football5star - persijaid

“Seperti kata pelatih, memang sulit bermain dengan 10 pemain dan kami telah berusaha dengan baik,” tambahnya.

Meski cukup kecewa dengan hasil di final Piala Indonesia. Bepe mengatakan bahwa skuat Persija sudah melupakan kekalahan dan fokus pada laga Liga 1 berikutnya.

“Kami telah melupakan hasil ini dan fokus untuk laga ke depan,” tutup Bepe.

Persija Jakarta setelah pertandingan melawan PSM Makassar akan melakoni laga kandang melawan Bhayangkara FC pada 8 Agustus 2019. Setelah melawan Bhayangkara, Persija akan jalani laga tandang ke markas Madura United pada 16 Agustus 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Best Eleven Piala Indonesia Versi Football5star

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Piala Indonesia sudah selesai diselenggarakan. PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1.

Final Piala Indonesia kali ini berlangsung dalam dua leg. Leg pertama berlangsung dua pekan lalu di Stadion Gelora Bung Karno. Persija yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil meraih kemenangan 1-0.

Adapun leg kedua berlangsung di Stadion Andi Mattalata, Selasa (6/8/2019). Di kandang sendiri, PSM Makassar sukses membalikkan keadaan hingga meraih kemenangan 2-0.

Sepanjang turnamen, PSM dan Persija memang tampil menjanjikan. Mereka beberapa keluar dari lubang jarum sampai akhirnya melaju ke babak final.

Konsistensi ini pula yang membuat kedua klub menyumbang pemain terbanyak dalam best eleven versi Football5star kali ini. Dari kubu sang juara ada empat pemain yang layak masuk.

PSM Makassar - Bhayangara FC - Football5star
pssi.org

Mereka adalah Mark Klok, Zulham Zamrun, Abdul Rahman, dan kapten tim, Wiljan Pluim. Keempat pemain ini memang jadi aktor kunci di balik kesuksesan klub berjuluk Juku Eja meraih trofi pertamanya. Sementara dari Persija ada tiga pemain. Ketiganya adalah Andritany Ardhiyasa, Bruno Matos, serta Marko Simic.

Untuk posisi pelatih, sudah bisa dipastikan menjadi milik juru taktik PSM, Darije Kalezic. Belum genap semusim membesut Wiljan Pluim dkk, ia sudah sukses membawa klub kebanggaan warga Makassar menyudahi penantian 18 tahun juara.

Best XI Piala Indonesia: Andritany Ardhiyasa (Persija); Abdul Rahman (PSM Makassar), Fachrudin Aryanto (Madura United), Jaimerson (Madura United), Jaylon Guseynov (Borneo FC); Wiljan Pluim (PSM Makassar), Mark Klok (PSM Makassar), Bruno Matos (Persija Jakarta); Zulham Zamrun (PSM Makassar), Marko Simic (Persija Jakarta), Amido Balde (Persebaya Surabaya)

Pelatih: Darije Kalezic

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Julio Banuelos: Kartu Merah Sandi Sute Mengubah Semuanya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta Julio Banuelos mengatakan bahwa kekalahan anak asuhnya di leg kedua final Piala Indonesia melawan PSM Makassar, Selasa (6/8/2019) tak lepas dari kartu merah yang diterima Sandi Sute.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, kartu merah yang diterima Sandi Sute pada menit ke-33 mengubah keseluruhan skema permainan yang ia rencanakan.

“Kartu merah cepat memberikan pengaruh kepada tim,” kata pelatih berusia 48 tahun tersebut seperti dikutip dari antaranews.

Padahal kata Banuelos, secara keseluruhan permainan tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut sudah cukup baik. Sandi Sute mendapat kartu merah setelah melakukan tekel dua kaki kepada gelandang PSM, Wiljan Pluim.

Sandi Sute - Persija Jakarta - Kalteng Putra - Tirto
Tirto

Sebelumnya, sandi Sute juga sempat terlibat insiden dengan Pluim pada menit ke-16. Ia kedapatan kamera tengah menginjak kaki Pluim. Beruntung tindakannya tak diketahui wasit sehingga lolos dari hukuman kartu.

Akibat keluarnya Sandi, praktis permainan Persija menjadi pincang. Dua gol pun bersaranga ke gawang Persija.

Dua gol kemenangan PSM Makassar dicetak oleh Aaron Evans dan Zulham Zamrun. Kemenangan 2-0 membuat PSM menang agregat 2-1 setelah di leg pertama kalah 0-1 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Makassar vs Persija Jakarta: Menangi Gelar, Wiljan Pluim Langsung Umbar Ambisi Lain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Wiljan Pluim menilai timnya layak memenangi trofi Piala Indonesia setelah memenangi laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Kapten tim beralias Juku Eja itu juga langsung mengumbar ambisi untuk memenangi gelar-gelar lainnya.

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Menurut Wiljan Pluim, PSM pantas atas kesuksesan tersebut, terlebih setelah melakukan banyak kerja keras dalam tiga tahun terakhir. Termasuk mengalami sejumlah kegagalan di ajang lain.

Bahkan, kemenangan di partai PSM Makassar vs Persija Jakarta tersebut dijadikannya sebagai motivasi. Khususnya, untuk bisa menuai lebih banyak keberhasilan di kompetisi domestik lainnya.

“Saya pikir PSM Makassar layak memenangi trofi. Dalam tiga tahun terakhir banyak hal yang tidak mengenakan buat kami,” kata Wiljan Pluim seperti dikutip Football5star.com dari Antara.

“Kami ingin menikmati kemenangan dan euforia ini. Kemudian, kami akan kembali berjuang untuk memenangi trofi lainnya,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Akhiri Penantian Gelar Hampir Dua Dekade, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Darije Kalezic memuji upaya besar CEO Munafri Arifuddin dan semua pemainnya setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Ia juga bangga dapat turut memberikan kontribusi membuat tim berjulukan Juku Eja sukses memenangi trofi Piala Indonesia

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian hampir dua dekade atau selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Sebagai pelatih, Darije Kalezic mengaku turut senang karena bisa membantu dan memberikan kontribusi mendulang kesuksesan tersebut. Ia juga tidak lupa mengapresiasi semua pemainnya.

“Munafri Arifuddin (CEO PSM) juga telah bekerja keras bertahun-tahun agar bisa memenangi trofi. Saya juga ikut bahagia bisa membawa trofi ke Makassar,” kata Darije Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari Antara setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta.

“Saya tidak bisa memuji individu pemain. Bagitu pun dengan semua pemain yang tidak terpilih dan masih berada di bangku cadangan. Semua pemain bagus dan patut mendapat apresiasi,” ujarnya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ini Kata Polisi Terkait Insiden Penyerangan Tempat Nobar Fans PSM

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pihak kepolisian Jakarta Selatan mengatakan masih menyelidiki motif serangan ke tempat nonton bareng (nobar) fans PSM Makassar di salah satu kafe di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Ghalib seperti dikutip dari antaranews menyebutkan bahwa anggotanya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

“Anggota masih melakukan pulbaket tentang motif peristiwa itu,” kata Kompol Andi Ghalib.

Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa saat ini situasi sudah aman dan terkendali. Tidak ada laporan korban luka ataupun jiwa di peristiwa yang terjadi tak lama setelah PSM Makassar meraih gelar juara Liga Indonesia.

Aparat kepolisian juga belum bisa memastikan permasalahan awal. Hal ini disebabkan sanksi-sanksi di tempat kejadian perkara (TKP) tidak mengenali orang yang menyerang.

“Para sanksi yang dimintai keterangan mengaku tidak mengenai orang yang sempat ribut serta dari mana daerah asalnya,”

Video serangan dari orang tak dikenal ke lokasi nobar tersebar di sosial media. Penyerang tersebut membuat rusak sejumlah fasilitas kafe dan kendaraan bermotor.

Sejumlah fans PSM Makassar yang bertempat tinggal di Jakarta memang mengggelar nobar final leg kedua Piala Indonesia. Laga final leg kedua ini sendiri dimenangkan oleh tim berjuluk Juku Eja dengan skor 2-0 atas Persija Jakarta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Makassar vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Melemah karena Hal Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Darije Kalezic mengungkapkan faktor utama yang membuat timnya bisa menang di laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Tim beralias Juku Eja pun keluar sebagai kampiun Piala Indonesia.

Pertandingan PSM Makassar vs Persija yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019), berhasil dimenangi tim tuan rumah. Skuat asuhan Darije Kalezic menuai kemenangan 2-0 pada laga leg kedua final Piala Indonesia.

Kemenangan tersebut membuat PSM berhak atas status juara dengan keunggulan agregat akhir 2-1. Sebelumnya, mereka mengalami kekalahan 0-1 dari tim beralias Macan Kemayoran di Jakarta.

Kepastian tersebut juga membuat PSM bisa mengakhiri penantian selama 19 tahun untuk dapat kembali memenangi trofi. Terakhir, mereka menjadi kampiun terjadi pada 1999-20 di pentas Liga Indonesia.

Darije Kalezic menilai kartu merah yang diberikan kepada Sandi Sute di babak pertama telah melemahkan kekuatan Persija.

“Persija mendapat banyak kartu kuning untuk bisa menghentikan pergerakan kami. Mereka tahu, mereka lemah setelah keluarnya kartu merah,” ujar Darije Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari Antara.

“Sepanjang 90 menit, tidak ada ancaman berbahaya pertahanan kami. Saya ingin memberikan pujian kepada pemain, staf, fan, dan semuanya atas apa yang telah dilakukan hari ini,” katanya.

https://www.instagram.com/p/B00e2sFFMKp/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bak Liga Argentina, Begini Kemeriahan Suporter PSM Rayakan Gelar Juara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kemeriahan langsung tercipta setelah wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya final leg kedua antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalata, Selasa (6/8/2019). Kemenangan 2-0 tuan rumah langsung dirayakan suporter PSM dan hadirkan suasana suporter luar negeri.

Sejumlah suporter PSM di stadion menyalakan flare. Hampir di semua sudut stadion, flare dinyalakan oleh para suporter PSM. Kondisi ini bagi pencinta sepak bola sering kita jumpai pada pertandingan di Liga Argentina ataupun Turki.

Jagat maya pun diramaikan dengan ucapan selamat kepada PSM atas gelar juara Piala Indonesia. Kicauan Selamat PSM sempat menjadi salah satu trending topic di Twitter.

Para warganet yang mayoritas ialah suprter PSM berkicau memberikan selamat atas kemenangan yang diraih oleh Zulham Zamrun cs.

PSM Makassar menjadi juara Piala Indonesia setelah di partai puncak leg kedua mampu tumbangkan Macan Kemayoran dengan skor 2-0.

Laga final yang sempat tertunda karena terjadinya insiden pelemparan bus tim Persija Jakarta ini berlangsung ketat sejak menit awal pertandingan. Tensi tinggi membuat pemain kedua tim tunjukkan determinasi tinggi.

Dua gol PSM yang dicetak oleh Aaron Evans dan Zulham Zamrun membuat tim berjuluk Juku Eja tersebut menang agregat 2-1 dari Persija Jakarta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Juara, Tempat Nobar Suporter PSM di Jakarta Diserang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Insiden yang mencoreng sepak bola nasional kembali terjadi. Tempat nonton bareng (nobar) suporter PSM yang berlokasi di Tebet, Jakarta mendapat serangan dari orang tak dikenal. Serangan terjadi tak lama setelah PSM Makassar juara Piala Indonesia, Selasa (6/8/2019).

Dihimpun dari informasi di sosial media, serangan dari orang tak dikenal membuat rusak sejumlah fasilitas dan kendaraan bermotor di cafe yang menjadi lokasi nobar tersebut.

Dari video yang beredar, para penonton nobar dan pelaku penyerang saling melempar batu. Insiden terjadi cukup lama hingga akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian.

https://www.instagram.com/p/B00mWoPHW2R/?igshid=1qv8zc7t7r4os

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab dan siapa pelaku serangan tersebut. Informasi yang berseliweran di sosial media justru lebih banyak tudingan yang dialamatkan ke salah satu suporter.

Insiden ini jadi kali kedua yang terjadi di final Piala Indonesia. Sebelum insiden ini, hal tak jauh berbeda juga terjadi di Makassar.

Pada 29 Juli 2019 lalu, jelang kick off final leg kedua Piala Indonesia. Bus pemain Persija mendapat serangan dari oknum suporter.

Akibat dari insiden pelemparan bus pemain Persija, laga leg kedua pun harus diundur dan baru berlangsung pada Selasa sore (6/8).

PSM Makassar menjadi juara Piala Indonesia setelah di partai puncak leg kedua mampu tumbangkan Macan Kemayoran dengan skor 2-0. Tim Juku Eja pun menang agregat 2-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Fakta Menarik PSM Makassar Sang Juara Piala Indonesia 2018

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PSM Makassar sukses meraih gelar Piala Indonesia 2018 setelah di final leg kedua melawan Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan 2-0 di Stadion Andi Mattalata, Selasa (6/8/2019).

Laga final yang sempat tertunda karena terjadinya insiden pelemparan bus tim Persija Jakarta ini berlangsung ketat sejak menit awal pertandingan. Tensi tinggi membuat pemain kedua tim tunjukkan determinasi tinggi.

Dua gol PSM yang dicetak oleh Aaron Evans dan Zulham Zamrun membuat tim berjuluk Juku Eja tersebut menang agregat 2-1 dari Persija Jakarta. Selama perhelatan Piala Indonesia 2018 yang berlangsung sejak 8 Mei 2018 tersebut, terdapat fakta-fakta menarik menganai sang juara PSM Makassar.

Berikut 5 fakta PSM Makassar sang juara Piala Indonesia 2018 untuk pembaca setia Football5star.com

‘Diuntungkan’ Sidrap United

Sidrap United merupakan lawan pertama PSM Makassar di Piala Indonesia 2018. Sedianya pertandingan dua yang berasal dari Sulawesi Selatan berlangsung pada 19 Juli 2018.

Namun pertandingan PSM Makassar vs Sidrap United dibatalkan. Sebelum laga berlangsung, Sidrap United mundur dari kompetisi Liga 3 Sulawesi Selatan. Karena mundur dari Liga 3, maka otomatis Sidrap pun tak ikut serta di Piala Indonesia.

Kepastian mundurnya Sidrap United saat itu dipastikan oleh Sekretaris PSM Andi Widya Syadzwina yang mendapat surat langsung dari pihak PSSI.

“Sidrap United mengundurkan diri dari kompetisi liga 3. Karena itu, pertandingan tgl 19 Juli 2018 dinyatakan secara resmi dibatalkan melalui surat PSSI yang baru saja diterima PSM,” jelas Andi.

Susah payah taklukan klub Liga 3

PSM bertemu wakil Liga 3 Persiter Ternate di babak 64 besar Piala Indonesia. Bermain di Stadion Kia Raha pada 22 Desember 2018, PSM susah payah untuk mengalahkan Persiter.

Bahkan tim besutan Darije Kalezic tersebut harus memenangkan pertandingan lewat babak adu penalti. Pada waktu normal, PSM berhasil ditahan imbang 3-3 oleh Persiter.

Munafri Arifuddin - PSM Makassar - Piala Indonesia - @PSM_Makassar

PSM bisa dikatakan beruntung bisa kalahkan Persiter. Asisten PSM, Syamsuddin Batola mengakui bahwa skuat Juku Eja susah payah untuk bisa kalahkan Persiteer.

“Kami bersyukur bisa lolos dari hadangan mereka. Mereka memainkan tempo cepat yang membuat pemain lakukan blunder,” kata Syamsuddin.

Rekor 9 gol

Saat bertemu Perseru Serui di babak 16 besar Piala Indonesia 2018, Juku Eja berhasil menciptakan rekor tersendiri. Pada leg pertama di Stadion Andi Mattalatata 16 Februari 2019, PSM menang besar 9-0.

Ini jadi rekor kemenangan terbesar di Piala Indonesia 2019. 9 gol kemengan PSM dicetak oleh Eero Markkanen (empat gol), Zulham Zamrun (hattrick), Ferdinand Sinaga, dan Bayu Gatra.

https://www.instagram.com/p/Bt8DwAUHFSo/

Sembilan gol ini menjadikan Juku Eja untuk kali pertama menciptakan gol terbanyak dalam babak pertama (7 gol di babak pertama)n pada kompetisi resmi.

Selain itu, PSM juga berhasil catatkan empat gol dalam hanya waktu 7 menit. Empat gol tersebut dicetak oleh Zulham Zamrun (hattrick) dan gol ketiga Markkanen pada menit ke-36.

Tak puas dengan menang 9-0, di leg kedua PSM kembali menang besar atas Perseru. Di leg kedua yang berlangsung pada 20 Februari 2019, PSM menang 3-0.

Lolos dari lubang jarum

PSM Makassar bisa dikatakan benar-benar dipayungi Dewi Fortuna di Piala Indonesia 2019. Bagaimana tidak bertemu Bhayangkara FC di babak perempat final, PSM hampir angkat koper dari turnamen ini.

Pada leg pertama yang berlangsung pada 27 April 2018, PSM takluk 2-4 dari Bhayangkara FC. Bermain di Stadion PTIK, PSM langsung kebobolan pada menit ke-11.

Muhammad Nur Iskandar membuat tim berjuluk The Guardian unggul cepat. Limat menit kemudian, Dendy Sulistyawan membuat PSM semakin terpuruk dengan tertinggal 2-0.

Wiljan Pluim sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-40. Namun gol dari Vendry Mofu membuat PSM kembali tertinggal di babak kedua. Meski sempat Zulham Zamrun memperkecil ketertinggalan, gol dari Herman Dzumafo membuat PSM kalah telak.

Darije Kalezic mengakui bahwa anak asuhnya kalah mental saat itu. Ia melihat pemain PSM kalah fisik dan mental hingga akhirnya bisa kalah telak.

“Sebenarnya, kami memulai pertandingan dengan baik, Anda semua juga bisa lihat sendiri. Secara fisik danmental tidak bagus karena banya kesalahan yang dilakukan.”

“Mungkin ada beberapa momen yang mana kami kurang tenang. Gol ketiga mereka jelas meruntuhkan mental para pemain,” kata pelatih asal Swiss itu.

Beruntung kemudian pada leg kedua, PSM berhasil menjaga gawang mereka tidak kebobolan. Pada leg kedua, Juku Eja secara brilian mampu menang 2-0 atas Bhayangkara.

Juara comeback

Bisa dikatakan secara keseluruhan PSM tidak sekedar menjadi juara Piala Indonesia 2019. PSM Makassar juga bisa dikatakan sebagai juaranya comeback di perhelatan yang terakhir dihelat pada 2012 ini.

Bagaimana tidak setelah mampu comeback di leg kedua saat bertemu Bhayangkara FC. Hal sama kembali mereka ulangi bertemu Persija di partai puncak. Kalah 0-1 di Stadion GBK, PSM berhasil membayar lunas kekalahan itu dengan menang 2-0 atas tim Macan Kemayoran sore ini (6/8/2019).

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.

Sebelum melenggang ke partai final, PSM menyingkirikan Madura United di babak semifinal. Pada leg pertama PSM menang 1-0, sayangnya pada leg kedua mereka kalah 1-2 dari tim Laskar Sapeh Kerabb tersebut.

Selama perhelatan Piala Indonesia 2019, PSM total kemasukan 9 gol dan memasukkan 21 gol. Zulham Zamrun jadi top skor PSM di Piala Indonesia dengan torehan 7 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

https://www.youtube.com/watch?v=4-LLTwa5CgA

Tak Ada Sejarahnya Suporter PSM Bermusuhan dengan Jakmania

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Kejadian pelemparan oknum tak bertanggung jawab ke bus Persija Jakarta beberapa waktu lalu harus segera ditutup rapat. Sebab, dalam sejarahnya komunitas suporter PSM Makassar manapun tak pernah bermusuhan dengan pendukung Persija, the Jakmania.

Tragedi tersebut memang sempat membuat renggang hubungan suporter PSM dan Persija. Padahal, ratusan Jakmania yang sempat melakukan perjalanan ke Makassar sebelum laga ditunda, 28 Juli lalu, disambut dengan hangat oleh suporter PSM.

Demikian pula suporter PSM. Pada leg pertama 21 Juli lalu, suporter Juku Eja bahkan dengan aman dan nyaman berdampingan dengan Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meski memang ada sedikit gesekan oknum. Namun intinya seperti ujar-ujar, tak ada gading yang tak retak.

the-jakmania-persija-okezone-football5star
Dok Okezone

“Saya mohon tidak ada apa-apa lah. Kemarin itu hanya gesekan yang kira-kira dilakukan oknum saja yang tak suka. Pada dasarnya, dalam sejarah the Jakmania dengan Maczman tak pernah bermusuhan,” ungkap Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

Skuad Persija sendiri mendapat sambutan hangat ketika sampai di Makassar, Senin (5/8). Mereka mendapat jamuan seperti laiknya tamu negara. Kondisi ini jelas membuat Persija merasa nyaman.

“Iya (merasa aman dan nyaman). Mental pemain juga sangat bagus. Insya Allah, kami fokus di lapangan, kami tetap dengan kekuatan penuh untuk mengambil kemenangan,” pungkas Ardhi.

PSM vs Persija: Tim Tamu Terharu Disambut Bak Tamu Negara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta mengaku terharu disambut bak tamu negara jelang melawan PSM Makassar, di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8). Hal ini seperti mencairkan suasana yang sebelumnya panas akibat pelemparan batu oknum tak bertanggung jawab ke bus Persija.

Laga PSM vs Persija memang sempat tertunda beberapa waktu lalu karena hal nonteknis. Namun kini panpel PSM Makassar tampaknya ingin memberi rasa nyaman buat skuad berjuluk Macan Kemayoran. Selain segi keamanan, mereka jua disambut dengan meriah setibanya di Makassar, Senin (5/8).

Manajer Persija, Marsma Ardhi Tjahjoko, menyebut kalau sepak bola sejatinya memang harus seperti ini. Apalagi laga sekelas PSM vs Persija terbilang sangat dinantikan seluruh pencinta sepak bola Indonesia.

Persija vs PSM final Piala Presiden

“Sangat bagus dan memang seharusnya sepak bola seperti ini. Sebenarnya musuh kan tidak ada. Jadi untuk kekeluargaan gitu, sama-sama dalam bidang olahraga kan, kita harus sportif. Saya terima kasih dengan penyambutan ini,” ungkap Ardhi kepada wartawan.

Ardhi menyebut skuad Persija cukup terkejut dengan penyambutan jelang final Piala Indonesia leg kedua ini. “Enggak (tahu). Kami dikasih tahu saat mau mendarat jadi di hotal ada penyambutan,” sambung dia.

Soal keamanan, lanjut Ardhi, sangat bagus. Dari mulai tiba hingga nanti pertandingan Ardhi menilai semuanya aman terkendali. Hal ini yang harus menjadi contoh panpel-panpel klub Indonesia lainnya.

“Saya mohon tak ada apa-apa lah. Kemarin itu hanya gesekan saja yang oknum lakukan. Mungkin tak suka,” tutup Ardhi.

Tak Jalani Latihan Resmi, Persija Bantah Trauma Lawan PSM

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta tak menjalani sesi latihan resmi di Stadion Andi Mattalatta, Senin (5/8) jelang lawan PSM Makassar dalam leg kedua final Piala Indonesia, Selasa (6/8). Namun, mereka membantah hal itu karena trauma pascateror lemparan batu oknum beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Macan Kemayoran -julukan Persija- mengalami teror usai melakukan latihan resmi 27 Juli lalu. Bus yang ditumpangi mereka dilempar batu oleh oknum tak bertanggung jawab sesaat setelah meninggalkan Stadion Andi Mattalatta saat itu.

Teror itu akhirnya membuat pertandingan PSM Makassar vs Persija Jakarta ditunda. Nah, pada kesempatan kali ini, pasukan besutan Julio Banuelos tak mengambil latihan resmi. Namun, mereka membantah masih trauma kejadian beberapa waktu lalu.

Persija Jakarta - Julio Banuelos - Arema FC 2
Dok. Ilhamsins

“Tidak ada masalah. Kenapa kami memilih untuk melakukan latihan resmi di Jakarta, karena waktu yang sangat mepet dari pertandingan melawan Arema FC dan harus tampil lagi esok,” ungkap Banuelos kepada wartawan.

Sekadar info, Persija baru saja menjamu Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Sabtu (3/8/2019). Artinya, dalam jarak empat hari, mereka harus memainkan dua laga, di dua kota sekaligus.

“Maka itu, kami memilih lebih baik latihan di Jakarta dan saat datang ke sini (Makassar) tak perlu latihan resmi lagi. Tak ada masalah, masyarakat Makassar sangat baik, sangat harmonis. Tak ada kendala apa-apa,” tutup dia.

Persija sendiri membawa 18 pemain untuk tampil di Makassar. Beberapa pemain yang tak dibawa menghadapi laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, salah satunya Shahar Ginanjar.

https://www.instagram.com/p/B0lUF2rAOX7/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSM: Suporter Kami Tak Berbahaya!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mendinginkan situasi jelang menjamu Persija Jakarta dalam final leg kedua Piala Indonesia 2018 di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Dia menyebut kalau suporter PSM sudah dewasa dan sama sekali tak bahaya.

Suporter tim berjuluk Juku Eja itu belakangan memang disorot lantaran ulah oknum. Hal itu setelah bus yang ditumpangi Persija yang baru selesai melakukan latihan resmi ditimpuk batu hingga kacanya pecah.

Aksi tak terpuji dari oknum tersebut akhirnya membuat laga final leg kedua yang sejatinya dihelat 28 Juli lalu ditunda. Kalezic yakin pada laga esok suporternya sudah belajar dari tragedi kemarin.

PSM Makassar - Badak Lampung - Darije Kalezic - Liga 1 - baca.co. id
baca.co.id

“Fans kami saya pikir tak berbahaya kepada klub manapun di Indonesia. Itu hanya ulah satu orang saja. Fans kami sangat dewasa,” ungkap Kalezic kepada wartawan.

Menurutnya, laga nanti harus fokus kepada pertandingan di lapangan saja. Hal-hal nonteknis di luar lapangan harus bisa dihindari. Dia percaya kalau para suporter bisa menjaga nama baik Kota Makassar.

“Saya tak tahu siapa yang membuat laporan tak aman di sini. Jadi, jangan bilang suporter kami memberi rasa tak aman. Karena fans kami terbaik di Indonesia yang selalu dukung di mana saja,” tutup dia.

PSM sendiri memiliki modal kurang baik jelang final nanti. Mereka baru saja takluk 0-1 dari Bali United, Kamis (1/8/2019). Namun, PSM sangat tangguh kala bermain sebagai tuan rumah. Terakhir kali mereka takluk di markasnya itu pada 6 April 2018 lalu saat kalah 2-3 dari Persela Lamongan.

Ditanya Rencana Lawan PSM, Pelatih Persija Beri Jawaban Berkelas

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, memberi jawaban berkelas saat ditanya soal rencana formasinya jelang melawan PSM Makassar dalam final leg kedua Piala Indonesia, di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/5/2019). Dia menyebut kalau semua soal takti merupakan rahasia dapur tim.

Skuad berjuluk Macan Kemayoran memiliki modal kemenangan 1-0 atas PSM pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 21 Juli lalu. Namun sayang, pada laga terakhir Persija hanya meraih hasil iimbang 2-2 melawan Arema FC.

Jelang laga nanti, Banuelos ditanya soal rencana formasinya. Sebab, PSM jua memiliki modal kurang baik usai takluk 0-1 dari Bali United, Kamis (1/8/2019).

https://www.instagram.com/p/B0xy8nwDv6D/

“Tim pelatih selalu analisis setiap laga ya, dan kami bisa tahu kekurangan maupun kelebihan lawan. Tapi itu rahasia dapur, kita gak usah di-expose,” ungkap Banuelos sebelum laga.

Persija sendiri punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

“Paling penting, kami tahu PSM memiliki pelatih yang bagus. Pemain mereka jua merata di semua lini. Yang jelas, kami akan memberikan segalanya pada laga nanti,” tutup dia.

Meski Persija punya memori bagus di Andi Mattalatta, PSM cukup tangguh kala bermain sebagai tuan rumah. Terakhir kali mereka takluk di markasnya itu pada 6 April 2018 lalu. Kala itu, mereka kalah 2-3 dari Persela Lamongan pada ajang Liga 1 2018.

Persija Bantah Sengaja Tak Bawa Shahar Karena Teror di Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta tak membawa Shahar Ginanjar saat melawan PSM Makassar dalam final leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Namun, mereka membantah kalau sengaja tak membawa Shahar karena masalah teror beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Shahar merupakan salah satu pemain Persija yang menceritakan soal teror pelemparan batu oknum tak bertanggung jawab beberapa waktu lalu. Melalui Instagram story-nya, Shahar menggambarkan situasi yang terjadi.

Kini, kiper yang sejatinya pernah memperkuat PSM itu tak dibawa ke Makassar. Namun, Banuelos membantah keputusannya itu lantaran teror beberapa waktu lalu.

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 2 - Instagram @docbro
Instagram Docbro

“Kami datang ke Makassar untuk pertandingan. Yang paling penting, pertandingan tidak ada yang lain. Laga nanti final yang ditunggu-tunggu oleh semua. Masalah Shahar, biar kami saja yang tahu,” ungkap Banuelos kepada wartawan.

Persija sendiri membawa 18 pemain ke Makassar. Macan Kemayoran akan fokus ke dalam pertandingan. Mereka tak mau lagi terpengaruh isu-isu nonteknis.

“Persiapan kami sangat baik. Pemain sudah tahu betapa pentingnya pertandingan nanti. Kami siap memberikan yang terbaik dan meraih gelar juara,” tutup dia.

Skuad ibukota punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Komdis PSSI Belum Terima Laporan Soal Pelemparan Kaca Bus Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI, mengaku belum menerima laporan soal pelemparan kaca bus Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (27/7/2019). Untuk itu, mereka belum bisa memutuskan perihal kejadian teror jelang final leg ledua Piala Indonesia tersebut.

Seperti diketahui, laga PSM vs Persija dalam final leg kedua sebenarnya akan digelar pada Minggu (28/7/2019) lalu. Namun, partai itu terpaksa ditunda karena bus Persija sempat ditimpuk batu oleh oknum suporter yang bikin salah satu ofisial mengalami luka di bagian mata.

Komdis PSSI sendiri belum memberikan keputusan terkait itu. Hal tersebut setelah pihaknya sama sekali belum mendapatkan laporan mengenai kondisi sesungguhnya dan penyebab terjadi pelemparan oleh oknum tersebut.

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 2 - Instagram @docbro
Instagram @docbro

“Belum terima. Kami belum terima. Kalau kami tidak terima apa-apa apa yang mau disidang. Ingat, Komdis itu pasif posisinya. Tidak mencari-cari masalah,” ungkap Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, saat dihubungi wartawan.

Komdis, menurutnya, tak mau berandai-andai. Mereka harus menerima bukti laporan secara utuh atau lengkap baru bisa menyidangkan dan memberikan keputusan.

“Saya belum terima. Pasti salah nanti. Jadi surat itu kan masuk ke PSSI. Nah PSSI menilai apakah ini masuk ranah Komdis atau tidak. Kan begitu,” papar dia.

Menurutnya, bisa saja tak akan diterima kalau dinilai baik-baik saja. “Bisa jadi tidak akan menerima kalau dinilai tidak ada masalah. Itu yang menentukan masuk ke Komdis atau tidak kan bukan maunya kami,” tutup dia.

Tak Trauma Teror di Makassar, Persija: Mental Kami Kuat!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, sangat percaya diri pasukannya bisa merengkuh gelar juara Piala Indonesia saat dijamu PSM Makassar dalam leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Dia menyebut kalau pasukannya juga sama sekali tak ciut nyali meski sempat diteror.

Seperti diketahui, laga PSM vs Persija dalam final leg kedua sebenarnya akan digelar pada Minggu (28/7/2019) lalu. Namun, partai itu terpaksa ditunda karena bus Persija sempat ditimpuk batu oleh oknum suporter yang bikin salah satu ofisial mengalami luka di bagian mata.

PSSI lantas memutuskan partai ini tetap digelar di Makassar pada Selasa, 6 Agustus nanti dengan penonton. Persija sendiri diakui sama sekali tak ciut nyali. Para pemain juga tak trauma dengan teror yang didapatkan beberapa waktu lalu.

Persija Jakarta vs Arema FC - Liga 1 - @aremafcofficial
Twitter: @aremafcofficial

“Tidak, tidak. Kami tidak memikirkan kejadian itu lagi. Mental pemain kami sangat kuat. Persija akan fokus dalam pertandingan di lapangan saja,” bilang Julio Banuelos saat ditemui usai laga.

Macan Kemayoran sendiri membawa bekal kurang baik jelang melawat ke Makassar. Mereka baru saja bermain imbang 2-2 melawan Arema FC di SUGBK, Sabtu (3/8). Padahal, Banuelos menurunkan nyaris semua kekuatan utamanya dalam partai itu.

“Ya memang kurang baik. Tapi saya pikir tak akan jadi masalah. Kami akan berjuang meraih kemenangan dan juara di sana,” tutup mantan asisten pelatih Leeds United itu.

Persija sendiri punya memori indah melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana saat kompetisi Indonesia Soccer A via gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Namun tiga laga kemudian di Makassar, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Prediksi Pelatih Arema Soal Juara Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, turut meramaikan final Piala Indonesia leg kedua antara PSM Makassar versus Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Menurutnya, pemenang ditentukan oleh tim yang menyadari kelemahan dan memperbaikinya.

Seperti diketahui setelah tertunda, PSSI mengonfirmasi final Piala Indonesia tetap digelar di Stadion Andi Mattalatta 6 Agustus nanti dengan penonton. Mereka berharap panpel PSM bisa memperbaiki kekurangan untuk menjamu Persija agar tak ada hal yang negatif terjadi lagi.

Saat ini, Macan Kemayoran di atas angin. Hal itu setelah pasukan Julio Banuelos tersebut menang 1-0 atas PSM kala bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada leg pertama.

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
PSSI.org

“Sangat sulit untuk memprediksi siapa yang akan juara. Hmm, Persija sangat bahaya dalam hal penyerangan. Tapi, mereka memiliki masalah pada lini pertahanannya, ini akan jadi sorotan yang bisa dimanfaatkan oleh PSM,” ungkap Milomir Seslija kepada wartawan.

Sedangkan, menurutnya PSM jelas bisa saja membalikkan kedudukan pada leg kedua nanti. Apalagi, skuad Juku Eja memiliki skuad yang lengkap antarlininya. Hanya saja, ada satu masalah pelik buat PSM.

“PSM sangat kuat di kandangnya. Mereka belum terkalahkan. Tapi, kapten mereka (Wiljan Pluim) masih diragukan bermain, ini akan jadi masalah dan menghambat penyerangan mereka,” papar dia.

Menurutnya, pemenang akan ditentukan oleh tim yang bisa disiplin dalam mengorganisir permainan. “Disiplin bakal jadi kunci. Tapi, saya sangat berharap pertandingan nanti akan jadi partai yang seru untuk disaksikan. Tak ada lagi kekerasan,” pungkas pelatih asal Bosnia Herzegovina tersebut.

Polda Sulsel Gandeng Sembilan Polres Jelang Final Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pihak kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Selatan sudah memiliki cara khusus untuk mengamankan partai leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta pekan depan. Mereka mengaku sudah menggandeng sembilan Polres setempat untuk mengamankan laga panas nanti.

Seperti yang sudah diketahui, partai leg kedua final Piala Indonesia yang seharusnya digelar pekan lalu sempat ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut terjadi karena PSSI mengkhawatirkan keamanan dari Persija Jakarta yang mendapat sambutan kurang hangat dari publik Makassar.

“Semua sarana dan prasarana Polri akan kami keluarkan, dalam situasi tertentu kami siapkan nanti kendaraan berat seperti barakuda,” kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Hamidin dikutip dari laman Sulsel Ekspres.

Sembilan Polres yang nantinya akan ditugaskan di Stadion Mattoangin terdiri dari Polres Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, Polres Gowa, Polres Takalar, Polres Jenponto, Polres Pangkep, Polres Barru, dan Polres Parepare. Sembilan Polres tersebut dikabarkan akan menurunkan 4000 personil di partai nanti.

“Jadi nanti saya perintahkan para Kapolres bertanggung jawab di setiap pintu stadion, jadi setiap pintu akan dijaga satu Kapolres. Intinya pertandingan ini tidak boleh gagal lagi, semua benda-benda keras dilarang masuk,”  sambung Hamidi.

Jelang partai nanti, PSM tak mendapatkan modal yang positif. Pasalnya, pasukan Darije Kalezic harus mengakui keunggulan Bali United pada Kamis (1/8) lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi: Jadwal Leg Kedua Final Piala Indonesia Tetap di Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Induk sepak bola Indonesia, PSSI, resmi menetapkan jadwal leg kedua final Piala Indonesia yang kemarin tertunda. Laga yang mempertemukan PSM Makassar vs Persija Jakarta ini dipastikan tetap berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Kepastian ini terlampir dalam surat keputusan PSSI bernomor 2711/AGB/537/VII-2019. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa pertandingan akan dilangsungkan pada Selasa (6/8/2019) pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya federasi juga meminta agar manajemen PSM Makassar selaku tuan rumah bisa menyiapkan selalu sesuatu yang terkait persiapan dan pelaksanaan final leg kedua ini. Pertandingan ulang ini pun diharapkan bisa dilangsungkan sebagai mana mestinya.

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
pssi.org

Seperti yang diketahui, final leg kedua Piala Indonesia yang sebelumnya dijadwalkan pada Minggu (28/7/2019) terpaksa ditunda. Faktor keamanan menjadi alasan utama PSSI meniadakan pertandingan di Stadion Andi Matalatta kemarin.

Sehari sebelum pertandingan bus yang membawa tim Persija saat menjalani latihan di stadion dilempari batu oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Melihat gelagat ini federasi akhirnya menunda pertandingan tersebut beberapa jam sebelum kick off.

Setelah itu sempat beredar isu bahwa laga ulang ini akan berlangsung di tempat netral. Tapi wacana ini ditolak mentah-mentah oleh CEO PSM, Munafri. Berselang satu hari kemudian PSSI memastikan laga tetap berlangsung di Makassar.

Persija sudah mengantongi kemenangan 1-0 yang mereka dapat di leg pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno. Tapi posisi mereka belum benar-benar aman karena PSM bertekad membalikkan keadaan demi meraih gelar Piala Indonesia pertamanya sepanjang sejarah klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Polda Sulawesi Selatan Klaim Persija Tidak Mau Dikawal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Partai final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta resmi ditunda. Penundaan ini tak lepas dari insiden yang sebelumnya terjadi ketika bus pemain tim tamu dilempari batu oleh oknum suporter sehari sebelum laga berlangsung.

Sejatinya laga direncanakan tetap berlangsung sesuai jadwal. Tapi kemudian PSSI membatalkan pertandngan bergengsi ini karena alasan keamanan.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan pun menjadi sorotan. Mereka dianggap lalai dalam memberikan keamanan dan kenyamanan pada Persija Jakarta selaku tim tamu. Tudingan ini pun dijawab pihak Polda melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Dicky Sondani.

piala indonesia-persija-psm-tribun
makassar.tribunnews.com

“Ini menjawab ada pihak yang mengatakan situasi menjelang dan saat laga berlangsung tidak aman. Itu hoax. Kami sudah bekerja maksimal. Kami berhasil meredam kekecewaan penonton dan tidak ada yang berbuat kekacauan,” kata Dicky Sondani seperti dilansir Tribun Makassar, Minggu (28/7/2019).

“Soal pelemparan bus itu terjadi karena oknum suporter tidak mendapatkan tiket pertandingan. Kebetulan bus tim Persija lewat dan mereka melampiaskannya. Kenapa rombongan Persija tidak dikawal polisi? Itu berada di luar jadwal yang sudah ditetapkan mereka. Kami sudah berusaha maksimal,” sambungnya.

Pihak Polda Sulawesi Selatan juga menambahkan bahwa mereka sudah mengajukan diri untuk melakukan pengawalan pengamanan saat klub ibu kota melaksanakan latihan. Tapi pihak klub menolaknya.

“Mereka tidak mau dikawal, padahal Sabtu kemarin Polrestabes sedang amankan penjualan tiket yang ricuh karena banyaknya suporter,” tegasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=DBoZYwFDr8k&t=405s

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditunda, Ini 5 Opsi Leg II Final Piala Indonesia 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Partai leg IIfinal Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta resmi ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut dilakukan menyusul insiden pelemparan batu terhadap bus tim tamu pada Sabtu (27/7/2019).

Penundaan itu pun menyisakan tanda tanya soal kelangsungan leg II final Piala Indonesia 2018-19. Persija cenderung enggan bertanding di Makassar. Sebaliknya, kubu PSM berkeras tak mau bila pertandingan dilaksanakan di luar Makassar.

Kini, bola berada di tangan PSSI. Menurut penuturan Deputi Sekjen Marshal Masita, putusan akan diambil setelah komisi disiplin melakukan sidang pada Senin (29/7/2019).

Sambil menunggu putusan final dari PSSI, berikut ini Football5Star.com menyajikan lima opsi yang mungkin diambil terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

1. Tetap di Makassar dengan Penonton

Munafri Arifuddin selaku CEO PSM Makassar menjamin keamanan Persija Jakarta pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
Instagram @appi_mika

Sesuai pengundian, laga leg II final Piala Indonesia 2018-19 adalah milik PSM Makassar. Artinya, sangat masuk akal bila manajemen klub, dalam hal ini CEO Munafri Arifuddin, berkeras pertandingan harus berlangsung di Makassar. Idealnya pula, para pendukung Pasukan Ramang tetap diberi izin untuk memberikan dukungan di stadion.

Kini, dengan insiden pelemparan batu terhadap bus Persija oleh oknum suporter membuat tim lawan enggan berlaga di kandang Pasukan Ramang. Namun, opsi itu tetap terbuka andai pihak panitia pelaksana pertandingan mampu memberikan jaminan keamanan kepada tim Macan Kemayoran.

Tentu bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil juga. Hal terpenting, pihak keamanan dan kelompok-kelompok suporter PSM mampu memberikan jaminan keamanan secara nyata. Lalu, ada penindakan segera terhadap oknum-oknum yang berbuat kericuhan pada Sabtu lalu.

2. Di Makassar Tanpa Penonton

Seperti dituturkan Manajer Ardhi Tjahjoko segera setelah insiden pelemparan terhadap bus Persija terjadi, timnya hanya mau berlaga di Makassar jika pertandingan dilangsungkan tanpa penonton. Opsi ini tetap terbuka walaupun dalam Kode Disiplin PSSI, hukuman untuk pelemparan benda oleh penonton hanya berupa denda.

Penutupan stadion atau sebagian stadion biasanya dilakukan dengan dua kondisi. Pertama, adanya sanksi dari PSSI terhadap suporter tuan rumah karena aksi kericuhan pada laga sebelumnya. Itu dialami suporter PSS pada awal musim Liga 1 2019. Kedua, panitia pelaksana pertandingan memutuskan laga tanpa penonton atas alasan keamanan dan kenyamanan.

3. Di Tempat Netral

Ardhi Tjahjoko meminta laga leg kedua final Piala Indonesia dijadwal ulang karena adanya serangan fan PSM Makassar terhadap tim Persija Jakarta.
Screenshot YouTube ANTV Sports Channel

Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, berharap pertandingan leg II final Piala Indonesia 2019 tak lagi digelar di Makassar. Demi keamanan dan keselamatan timnya, dia berharap pertandingan yang ditunda itu berlangsung di tempat netral.

Akan tetapi, opsi ini ditentang oleh CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dia menegaskan, pertandingan harus tetap berlangsung di Makassar. Bahkan, dia menyatakan timnya enggan bermain bila pertandingan dilakukan di tempat netral.

Terlepas dari hal itu, PSSI bisa mengambil opsi ini sebagai jalan tengah. Hal ini pula yang diambil Conmebol pada leg II final Copa Libertadores 2018. Pertandingan Boca Juniors vs River Plate bahkan akhirnya digelar di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

4. Di Jakarta dsk. dengan Penanganan Langsung PSSI

Bila panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar dianggap tak mampu, PSSI bisa saja mengambil alih sepenuhnya penanganan laga leg II final Piala Indonesia 2018-19. Dalam kontrol pusat, pertandingan bisa dilakukan di mana pun, termasuk di Jakarta atau stadion-stadion yang ada di sekitarnya demi memudahkan koordinasi dan pengawasan.

Bila opsi ini diambil, akan sangat masuk akal jika pertandingan digelar tanpa penonton. Ini untuk menjaga prinsip keadilan karena basis pendukung Persija lebih mungkin memenuhi stadion.

5. Laga Leg II Ditiadakan

PSSI telah menyatakan final Piala Indonesia 2018-19 digelar dengan sistem dua leg. Namun, dengan adanya insiden penyerangan terhadap tim tamu, bisa saja putusan ekstrem dibuat, yakni pembatalan pertandingan secara permanen. Artinya, sang juara ditentukan oleh hasil pada leg I.

Opsi ini terbilang ekstrem dan potensial menimbulkan polemik berkepanjangan karena dinilai menguntungkan salah satu klub. Namun, sebagai opsi, hal itu bisa saja diambil PSSI bila memang ada kondisi yang masuk kategori force majeure atau tidak ada titik temu di antara kedua pihak, dalam hal ini Persija Jakarta dan PSM Makassar terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

Ini Dia Enam Kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta, Minggu (28/7/2019), bukan hanya akan menentukan sang juara. Laga tersebut juga akan jadi ajang perebutan gelar Pemain Terbaik Piala Indonesia.

Seperti diumumkan pada Sabtu (27/7/2019), enam kandidat pemain terbaik Piala Indonesia 2018-19 berasal dari kedua finalis. Tiga pemain dari Persija Jakarta, tiga pemain pula dari kubu PSM Makassar. Sesuai kriteria, pemain terbaik memang hanya akan dipilih dari tim yang lolos ke final.

Dari kubu Macan Kemayoran, tiga pemain yang masuk nominasi adalah Toni Sucipto, Riko Simanjuntak, dan Ismed Sofyan. Sementara itu, dari kubu Pasukan Ramang ada M. Rahmat, Zulham Zamrun, dan Rasyid Bakrie. Dari keenam nama tersebut, gelar pemain terbaik dipastikan jatuh ke tangan pemain lokal.

Zulham Zamrun dari PSM Makassar masuk kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19.
Twitter @PSM_Makassar

Keenam pemain tersebut dinilai memenuhi syarat untuk jadi pemain terbaik. Menurut Direktur Teknik PSSI yang juga Ketua Technical Study Group (TSG) Piala Indonesia 2018-19, Danurwindo, mereka punya kontribusi besar dan jadi role model.

“Selain itu pemain yang punya teknik, taktik, dan skill yang tinggi. Lalu menjadi pembeda di dalam tim, kehadirannya selalu jadi inspirasi tim dan cerdas dalam bermain,” kata Danurwindo seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi PSSI.

Lebih jauh, mantan pelatih timnas Indonesia tersebut mengungkapkan, “Pemain juga harus selalu bersikap fair play dan sikap di lapangan selalu fair. Serta membawa timnya ke puncak pertandingan final.”

Selain mengumumkan enam kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19, PSSI juga mengungkapkan tiga kandidat Pemain Muda Terbaik. Mereka adalah Asnawi Mangkualam dari PSM dan duo pemain Borneo FC, Terens Puhiri dan Ambrizal Umanailo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kronologi Insiden Bus Persija Diserang Hingga Jatuh Korban Luka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Skuat Persija Jakarta mengalami perlakuan kurang menyenangkan dalam lawatan ke Makassar. Kronologi Persija diserang diawali saat bus yang mengangkut skuat tengah menuju Stadion Andi Mattalatta guna menjalani sesi latihan resmi, Sabtu (27/7/2019).

Sesi latihan itu merupakan rangkaian agenda pertandingan leg kedua final Piala Indonesia 2018-2019 di kandang PSM Makassar. Duel Persija Jakarta vs PSM Makassar rencananya digelar di Stadion Andi Mattalatta pada Minggu (28/7/2019) malam WIB.

Sehari jelang pertandingan puncak tersebut, sebuah insiden yang tak terduga melahirkan teror bagi skuat Persija. Dalam perjalanan dari tempat menginap menuju Stadion Andi Mattalatta pada sore hari, bus skuat Persija diadang sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan oknum suporter PSM.

Kronologi Persija diserang, mereka memukul badan bus dan melempar benda keras ke arah kaca. Meski ada beberapa anggota TNI dan Polri yang mengamankan lokasi, tetap saja aksi penyerangan tak bisa dilerai.

Akibat aksi penyerangan tersebut, kaca bus pecah di beberapa bagian akibat lemparan beda keras. Video insiden pelemparan itu pun sempat diunggah gelandang Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu, di Instagram Story. “Astagfirullah,” tulis Ramdani di videonya.

Selain Ramdani Lestaluhu, beberapa pemain Persija lainnya juga sempat merekam aksi tersebut. Salahs atunya Sandi Sute. “Ei dilempar batu, besarnya batu. Ei tunduk-tunduk,” ujar salah seorang dalam video yang diunggah Sandi Sute di Instagram Story-nya.

Kronologi Bus Persija Diserang dan Dilempari

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 2 - Instagram @docbro

Insiden itu juga menyebabkan beberapa orang yang berada dalam bus terluka. “Ada yang luka enggak,” kata seorang personel TNI yang mengawal rombongan bus Persija. “Itu depan,” timpal pria lain.

Sementara, di Instagram story anggota tim medis Persija, Donny Kurniawan, memperlihatkan kondisi kaca bus Persija Jakarta yang pecah. Bukan hanya kaca bus, Masseur Persija Jakarta, Aditya Julistiawan atau yang kerap disapa Bento terkena timpukan batu sampai mendapatan perawatan di bagian mata sebelah kanannya.

Dalam instagram story-nya Donny Kurniawan juga sempat menceritakan bahwa hotel tempat tim Persija Jakarta sempat diteror. “Baru tau semalam ternyata diteror #tidurnyenyak,” tulis Donny.

Ketika rombongan sampai di Stadion Andi Mattalatta, ada pelemparan botol yang juga dilakukan oleh oknum pendukung PSM Makassar. Dilansir BolaSport.com, botol tersebut terlihat mengenai kepala dari videografer Persija Jakarta, Yudhistira.

Aksi teror pun diakui Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko sudah terjadi sejak sebelumnya. Bahkan, Ardhi mengaku ancaman yang diberikan sudah sangat mengerikan.

“Saya pikir ini bukan psy war lagi karena sudah mengancam nyawa. Dibilang kita kalau main, kalo menang, persija menang, tidak pulang. Terus, ada salah satu dicat, juga dibilang harus ada korban satu nyawa. Ini kan sudah tidak benar,” ujar Ardhi Tjahjoko, dikutip Footbal5star.com dari video yang diunggah ANTV.

Sejauh ini, belum diketahui siapa saja oknum suporter yang melakukan aksi kekerasan tersebut. Perihal status pertandingan leg kedua final Piala Indonesia 2018-2019, pihak operator pun belum membuat keputusan, apakah dilanjutkan atau ditunda.

https://www.youtube.com/watch?v=MgrRPw1Pq3Q
https://www.youtube.com/watch?v=4-LLTwa5CgA

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Jamin Keamanan Persija pada Leg II Final Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Menyusul insiden pelemparan beberapa oknum suporter terhadap bus yang digunakan tim Persija Jakarta, pihak PSM Makassar berharap leg kedua final Piala Indonesia tetap berlangsung sesuai jadwal. Manajemen Juku Eja memastikan akan menindak tegas pelaku dan memberikan jaminan keamanan kepada Macan Kemayoran.

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin mengaku terkejut dan menyesalkan insiden pelemparan bus Persija oleh oknum suporter timnya. Dia menegaskan, pihaknya akan mengejar dan menjatuhkan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan hal itu.

“Kita tidak tahu ini datangnya dari mana dan siapa yang melakukan itu. Aparat keamanan dan seluruh security officer saya untuk cari orangnya dan menindak tegas hal-hal seperti ini,” ucap Munafri Arifuddin di sela-sela Kongres Luar Biasa PSSI, Sabtu (27/7/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

Munafri Arifuddin menjamin keamanan laga PSM Makassar vs Persija Jakarta pada leg II final Piala Indonesia 2018-19.
Instagram @appi_mika

Kepada para suporter PSM Makassar, pria yang akrab disapa Appi tak lupa memberikan imbauan. “Saya sampaikan kepada seluruh suporter untuk menjaga seluruh anggotanya, jangan ada yang bertindak berlebihan,” kata dia.

Sementara itu, mengenai keberatan pihak Persija Jakarta untuk menjalani leg II final Piala Indonesia 2018-19, Munafri Arifuddin menyatakan sudah berkoordinasi. Dia pun siap memenuhi tuntutan Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta, terkait jaminan keamanan bagi Marko Simic cs. “Kami akan melakukan penambahan ekstra keamanan agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas dia.

Jaminan serupa juga disampaikan Kapolrestabes Makassar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo yang langsung menemui tim Persija Jakarta pascainsiden. “Kami yakinkan ke manajemen Persija bahwa aparat siap amankan pelaksanaan pertandingan besok,” kata dia, Minggu (28/7/2019), seperti dikutip dari Tribun Timur. “Persija Jakarta sangat postif. Mereka positif sekali.”

Sesuai regulasi yang ditetapkan PSSI, final Piala Indonesia 2018-19 berlangsung dua leg. Pada leg pertama di Jakarta, Persija Jakarta unggul 1-0 atas PSM Makassar berkat gol dari pemain bertahan Ryuji Utomo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Merasa Terancam, Persija Minta Leg II Final Piala Indonesia Ditunda

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 terancam batal berlangsung di Makassar. Hal itu disebabkan oleh tindakan anarkis beberapa oknum pendukung PSM Makassar yang membuat kubu Persija Jakarta merasa terancam.

Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 menurut rencana akan berlangsung pada Minggu (28/7/2019) di Makassar. Namun, sebuah insiden sehari sebelum laga berlangsung membuat laga tersebut terancam batal. Pihak Persija merasa terancam karena bus yang mereka tumpangi dihujani batu oleh beberapa oknum suporter tuan rumah.

“Tadi ada sedikit kejadian. Sebenarnya official training ini kan sudah masuk dalam bagian pertandingan, tapi kita diperlakukan, ya saya pikir ini oknum, diperlakukan tidak baik dengan adanya pelemparan ke bis kita sampai kaca pecah, kemudian ada korban juga, kena mata sama ada pemain di kaki ada tergores pecahan kaca,” urai Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta seperti dikutip Football5Star.com dari ANTV.

Pertandingan leg kedua final Piala indonesia 2018-19 terancam batal karena tim Persija diserang fan PSM Makassar.
pssi.org

Lebih jauh, Ardhi Tjahjoko mengungkapkan, “Jadi, saya pikir kondisi sudah tak kondusif untuk hal ini. Ini mungkin tanggung jawab dari panpel setempat, cuman saya tidak tahu mulanya seperti apa. tadi saya sudah bicarakan ke pihak PSSI, perwakilan PSSI, kalo dalam hal ini saya minta di-reschedule ulang untuk pertandingan final kedua ini cuman di tempat yang netral.”

Ardhi Tjahjoko Pertanyakan Jaminan Keamanan

Persija juga mengindikasikan keengganan menjalani laga leg kedua final Piala Indonesia. Andai dipaksa bermain, Ardhi Tjahjoko mempertanyakan satu hal. “Siapa yang mau menjamin keamanan? Saya hanya itu aja. Ya kalau harus besok bermain, saya minta tidak ada penonton. Karena ada penonton dengan 15.000, saya tidak bisa memprediksi besok akan terjadi apa,” kata dia.

Persija, menurut sang manajer, merasa sangat terintimidasi oleh ancaman para pendukung PSM. Dia menilai ancaman itu sudah bukan lagi perang urat syaraf, melainkan sudah sangat nyata. Menurut dia, pihak keamanan seharusnya sudah turun tangan untuk mengusut pihak-pihak yang menebar ancaman tersebut.

“Saya pikir ini bukan psy war lagi karena sudah mengancam nyawa. Dibilang kita kalau main, kalo menang, persija menang, tidak pulang. Terus, ada salah satu dicat, juga dibilang harus ada korban satu nyawa. Ini kan sudah tidak benar,” ujar Ardhi Tjahjoko lagi.

Sesuai regulasi yang dibuat PSSI, laga final Piala Indonesia 2018-19 berlangsung dua leg. Pada leg pertama di Jakarta, pekan lalu, Persija menang 1-0 berkat gol dari pemain bertahan Ryuji Utomo. Adapun pertandingan leg kedua di Makassar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/7/2019). Namun, dengan insiden penyerangan terhadap bus Marko Simic cs., pertandingan tersebut kini terancam batal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Makassar Ingin Akhiri Paceklik Gelar dengan Juarai Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Satu misi khusus diusung PSM Makassar pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19, Minggu (28/7/2019). Pasukan Ramang ingin memutus paceklik gelar yang telah berlangsung hampir dua dekade. Hal itu diungkapkan pelatih Darije Kalezic jelang laga menjamu Persija Jakarta.

PSM Makassar untuk kali terakhir merengkuh gelar juara pada perhelatan Liga Indonesia 1999-00. Kala itu, Pasukan Ramang menang 3-2 pada laga final melawan Pupuk Kaltim. Dua dari tiga gol mereka dicetak oleh Kurniawan Dwi Yulianto.

Musim lalu, PSM Makassar hampir saja menyudahi paceklik gelar tersebut pada Liga 1 2018. Namun, Zulham Zamrun cs. urung juara karena hasil-hasil kurang bagus pada pengujung musim. Gelar juara pada akhirnya direngkuh Persija Jakarta, lawan pada final Piala Indonesia 2018-19.

PSM Makassar diyakini Darije Kalezic bisa membalikkan keadaan pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
pssi.org

“Kami bahagia dengan apa yang telah pemain lalukan sampai saat ini. Kita punya kesempatan dari awal untuk mendapatkan trofi, saatnya kita bertarung memenangkan trofi itu sekaligus membawanya pulang ke Makassar setelah 19 tahun melanglang buana,” urai Darije Kalezic, Sabtu (27/7/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu optimistis timnya mampu tampil sebagai juara dan mengakhiri paceklik gelar meskipun kalah 0-1 pada leg pertama di Jakarta sepekan silam. Dia yakin Pasukan Ramang akan mampu membalikkan keadaan dengan dukungan penuh para suporter.

PSM Makassar Biasa Cetak 2 Gol di Kandang

“Pemain sudah siap. Kami sudah kalah di Jakarta dengan skor 1-0. Kita harus berjuang maksimal di kandang dan berharap dengan adanya dukungan dari suporter akan membuat pemain lebih termotivasi untuk melakukan apa yang mereka bisa,” ujar Darije Kalezic.

Mengenai keharusan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan, pelatih berumur 49 itu tak risau. “Hampir setiap pertandingan kandang, kami mencetak dua gol atau lebih, dan itu merupakan fakta. Apa yang harus kita lakukan itulah yang biasa kami harus lakukan,” kata dia.

PSM Makassar dan Persija Jakarta sama-sama membidik gelar pertama pada ajang Piala Indonesia. Bedanya, Macan Kemayoran pernah sekali ke final, sedangkan Pasukan Ramang baru kali ini tampil pada laga puncak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]