Tira-Persikabo vs Madura United: Hasil Seri Pertama di Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Partai Tira-Persikabo vs Madura United di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (3/9/2021) berakhir antiklimaks. Kedua tim yang sejak awal laga saling jual-beli serangan harus mengakhiri laga dengan skor sama kuat, 1-1.

Pertandingan sejak awal sebenarnya berjalan cukup lambat. Tak banyak peluang yang dilakukan kedua kesebelasan hingga setidaknya 20 menit pertama.

Baru, pada menit ke-21 Tira-Persikabo melakukan percobaan dari luar kotak penalti melalui Hendra Adi Bayauw. Sayang, sepakannya tak tepat sasaran.

Madura United membalas sepuluh menit kemudian melalui Ronaldo Kwateh. Bekerja sama dengan Silvio Escobar, dia nyaris membuka skor andai sepakannya tak diblok bek lawan.

Tira-Persikabo vs Madura United: Hasil Seri Pertama di Liga 1 2021-22
Instagram: Madura United

Menit ke-40, Madura United akhirnya berhasil membuka skor. Berawal dari pergerakan Novan Sasongko dari sisi kiri pertahanan TIRA-Persikabo, Didik Wahyu gagal mengantisipasinya dengan baik. Bola liar langsung mendarat di kaki Jaja dan bisa diselesaikan dengan baik. Partai Tira-Persikabo vs Madura United bertahan dengan skor 1-0 pada paruh pertama.

Jalannya Laga Tira-Persikabo vs Madura United di Paruh Kedua

Tira-Persikabo vs Madura United: Hasil Seri Pertama di Liga 1 2021-22
Instagram Liga1match

Usai turun minum, pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan sejumlah nama, seperti Ahmad Nufiandani, hingga Munadi.

Terbukti, utamanya masuknya Nufiandani bikin Ciro lebih leluasa menguasai bola. Beberapa kali, striker asal Brasil itu mendapat peluang, seperti menit ke-59 usai sepakannya bisa diadang Ridho.

Tira-Persikabo vs Madura United: Hasil Seri Pertama di Liga 1 2021-22
Instagram Persikabo

Puncaknya terjadi pada menit ke-65. Berawal dari pergerakan Ciro Alves, yang mengirimkan umpan tarik ke Roni Sugeng namun tendangannya masih bisa ditahan oleh Muhammad Ridho. Tapi bola muntah yang terlepas bisa diselesaikan dengan baik oleh Nufiandani.

Kedua tim sama-sama saling jual-beli serangan. Namun, hingga peluit panjang ditiupkan wasit Abdullah, skor 1-1 tak berubah.

Susunan Pemain:

Tira-Persikabo (4-3-3): 26-Syahrul Fadil; 23-Gilang Ginarsa (17-Ahmad Nufiandani 46′), 13-Didik Wahyu, 2-Andi Setyo, 11-Firza Andika; 69-Manahati Lestusen, 10-Guntur Triaji (8-Andre Oktaviansyah 63′), 68-Roni Sugeng; 97-Dimas Drajad, 21-Hendra Bayauw (22-Munadi 73′), 7-Ciro Alves

Madura United (4-3-3): 20-Muhammad Ridho; 15-Alfin Tuasalamony, 19-Fachrudin Aryanto, 5-Jaime Xavier, 26-Novan Sasongko; 4-Asep Berlian, 50-Jaja, 91-David Laly 11-Silvio Escobar, 77-Ronaldo Kwateh (7-Bayu Gatra 61′), 9-Rafael Silva.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditinggal Sejumlah Pilar, Pelatih Tira-Persikabo Ogah Meratap

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko, sama sekali tak mau meratapi usai skuatnya ditinggal sejumlah pilar penting jelang Liga 1 2021-22. Dia menyebut skuatnya saat ini sudah jauh dari kata siap.

Tim berjuluk Laskar Padjadjaran itu memang menatap Liga 1 dengan kondisi kurang baik. Mereka baru saja ditinggal sejumlah pemain penting, seperti Abduh Lestaluhu, Rifad Marasabessy, hingga Wawan Febrianto.

Ditinggal Sejumlah Pilar, Pelatih Tira-Persikabo Ogah Meratap
Dok. Antara

Igor tak memungkiri ketiga pemain itu merupakan para pemain penting dalam skuatnya. Namun, mau bagaimana pun dia harus siap membawa skuatnya berprestasi dengan skuat yang ada.

Ditinggal Sejumlah Pilar, Pelatih Tira-Persikabo Ogah Meratap

“Pastinya tim mana pun ingin pemain yang kualitas. Tahun ini sulit bagi kami juga tim lainnya di Indonesia, pasti kami mau yang selevel dengan mereka. kita harus sesuaikan dengan keuangan kami, tapi tentu yang datang tak jauh kualitasnya,” ungkap Igor Kriushenko kepada wartawan via virtual.

Tira-Persikabo Cuma Punya 3 Asing

Bukan cuma ditinggal pemain penting, tapi Tira-Persikabo jua baru memiliki tiga penggawa import. Mereka ialah Veniamin Shumeyko, Sergey Pushniakov, dan Ciro Alves.

Ditinggal Sejumlah Pilar, Pelatih Tira-Persikabo Ogah Meratap
Dok. Media Persikabo

Namun demikian, Igor memastikan kalau Laskar Padjadjaran akan tetap diperkuat empat pemain asing. Saat ini, pemain asing tinggal tunggu kebijakan pemerintah dahulu.

“Pasti pemain terakhir kami itu penyerang. Kami masih menunggu kebijakan PPKM ini apakah orang asing datang ke Indonesia, dia juga nunggu arahan kami dan tak sabar,” tutup Igor.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Pemain Lecce: Markas Persija, Tempatnya Marco Motta, Atmosfernya Istimewa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Lecce, Louise Parfait, menyebut markas Persija Jakarta, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), tempat Marco Motta bermain punya atmosfer luar biasa. Hal itu setelah dia menceritakan pengalamannya bermain di kompetisi Indonesia.

Mantan pemain timnas U-20 Kamerun itu memang sempat memperkuat Tira-Persikabo pada musim 2019. Dia pernah turun sebanyak 31 pertandingan dan sukses menyarangkan tiga gol di Liga 1. Ada banyak pengalaman yang jelas dirasakan oleh Parfait.

Sosok yang pernah main di Lecce pada musim 2013 itu menyebut, nyaris semua stadion di Indonesia memiliki atmosfer istimewa. Namun, jika ditanya yang paling luar biasa, maka dia menyebut SUGBK, markasnya Persija.

Eks Pemain Lecce: Markas Persija, Tempatnya Marco Motta, Atmosfernya Istimewa Louise Parfait: Liga Indonesia Mirip Persaingan Papan Bawah Serie B Italia

“Semangat sepak bola memang sangat besar, di setiap stadion minimal ada 20-25 ribu penonton. Sementara di stadion Persija, tempat Marco Motta bermain, Anda juga melihat 50 ribu. Atmosfernya luar biasa,” ungkap Louise Parfait, dikutip dari Europa Calcio.

Parfait mengakui kalau banyak tekanan buat para pemain asing yang berkarier di Indonesia. Suporter di Indonesia, kata dia, menganggap pemain asing harus bisa memberikan dampak instan kepada klub. Main tak memuaskan, pemain asing akan mudah didepak klub Indonesia.

“Di sana mereka sangat menuntut pemain asing, tekanannya berlipat ganda: Jika semuanya tidak berjalan dengan baik, tergugat pertama adalah orang asing, bahkan di tingkat kolektif,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Louise Parfait: Liga Indonesia Mirip Persaingan Papan Bawah Serie B Italia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Tira-Persikabo, Louise Parfait, bercerita tentang pengalamannya berkarier di sepak bola Indonesia. Menurutnya, Liga Indonesia persaingannya mirip di papan bawah Serie B Italia.

Mantan pemain timnas U-20 Kamerun itu memang sempat memperkuat Tira-Persikabo pada musim 2019. Dia pernah turun sebanyak 31 pertandingan dan sukses menyarangkan tiga gol di Liga 1.

Kini, Parfait sudah dilepas oleh tim yang bermarkas di Stadion Pakansari, Cibinong tersebut. Baru-baru ini, mantan pemain Lecce tersebut bercerita soal persaingan di sepak bola Indonesia.

Louise Parfait: Liga Indonesia Mirip Persaingan Papan Bawah Serie B Italia
Dok. Antara

“Level Liga Indonesia berfluktuasi mirip antara peringkat rendah Serie B dan peringkat teratas di Serie C. Selain itu, ada banyak pertandingan dan kami melakukan sebagian besar perjalanan dengan pesawat. Terkadang kami memiliki penerbangan setiap tiga hari,” ungkap Louise Parfait dikutip dari Europa Calcio.

Saat ini, Louise Parfait sendiri sedang mencari klub baru. Padahal, dia mengaku penampilannya bersama Tira-Persikabo cukup baik. Hanya saja memang pandemi Covid-19 yang membuatnya susah cari pelabuhan baru.

“Saya baik-baik saja, dari 34 pertandingan yang saya mainkan 31, mencetak bahkan 3 gol. Pada Februari 2020 saya telah kembali ke rumah saya di Kamerun, saya telah menerima proposal dari klub Indonesia lainnya dan dari negara-negara Arab,” beber Parfait.

“Saya mengevaluasi mereka dengan hati-hati, tetapi kemudian Covid pecah dan dengan penutupan dan penangguhan perjalanan udara saya terjebak di Yaounde. Selain fakta bahwa semua liga banyak yang dihentikan,” tutup Parfait.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Tira-Persikabo Pusing Liga 1 Tak juga Digulirkan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko, mengaku pusing lantaran Liga 1 2021-22 tak juga dihelat. Menurutnya, penundaan kompetisi jelas akan sangat berat bagi para peserta, terutama pemain.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT LIB dan PSSI memang sebelumnya sudah bersepakat menunda dua kompetisi sepak bola Indonesia itu akibat pandemi Covid-19. Mereka tadinya menunda Liga 1 dan Liga 2 hingga akhir Juli, tapi kemudian berubah lagi.

PT LIB pun mengumumkan Liga 1 2021-22 rencananya akan dihelat pada Agustus mendatang. Sedang, Liga 2 baru akan bisa digelar pada September mendatang. Hal inilah yang bikin Igor Kriushenko mulai pusing.

Tira Persikabo - Igor Kriushenko - Media Tira Persikabo Pelatih Tira-Persikabo Pusing Liga 1 Tak juga Digulirkan

“Tak bagus kalau (liga) terus ditunda, psikologis pemain pun pasti terganggu, dan sponsor pun mungkin sulit. Keputusan harus tepat, dilanjut atau tidak kompetisi. Situasi ini kurang bagus untuk pemain. Berkaca pada musim lalu, ditunda namun akhirnya tidak dilanjut,” ungkap Igor dalam rilis Tira-Persikabo.

Harusnya, lanjut mantan pelatih timnas Belarusia itu, kompetisi bisa saja dilanjutkan berkaca dari Piala Menpora 2021. Sebab, saat itu turnamen pramusim bisa digelar dengan sukses di tengah pandemi Covid-19. Turnamen itu jua jadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Piala Menpora bisa jadi acuan, karena kalau semua taat protokol kesehatan, bisa dilihat berjalan dengan lancar seperti harapan kita semua. Sekarang kami kami meliburkan aktivitas tim sampai tanggal 20 Juli mendatang untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Barito Putera vs Persikabo: Dramatis! Laskar Antasari ke Perempat Final

gamespool
Hasil Barito Putera vs Persikabo: Dramatis! Laskar Antasari ke Perempat Final 23

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan ketiga babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021 antara Barito Putera vs Persikabo 1973 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021) berakhir dengan skor 2-2.

Pada babak pertama, Barito Putera berinisiatif mengambil serangan. Menit ke-4, Barito mendapat peluang dari free kick Rizky Pora. Namun sepakan dari Rizky Pora berhasil ditepis oleh kiper Syahrul.

Barito Putera vs Persikabo 1973

Menit ke-13, Persikabo mendapat peluang dari kerjasama Dimas Drajat dan Ahmad Nufiandani. Namun usaha keduanya belum mampu membobol gawang Barito.

Dua menit berselang giliran Wawan Febrianto mengancam gawang Barito Putera. Tendangan keras pesepakbola bersuia 27 tahun itu mengarah tepat ke pojok kanan atas gawang Barito. Namun, kiper Syahrul kembali tunjukkan kelasnya.

Usaha Persikabo membuahkan hasil pada menit ke-35. Nufiandani menjebol gawang Riyandi dengan tendangan voli setelah menerima umpan lambung matang dari Wawan Febrianto.

Skor 1-0 bertahan di babak pertama. Pada babak kedua, Barito yang membutuhkan hasil menang untuk lolos ke babak perempat final berusaha untuk bisa menyamakan kedudukan.

Hasilnya pada menit ke-49, Barito berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Cassio de Jesus memanfaatkan sepak pojok. Namun tak butuh waktu lama untuk Persikabo untuk balik unggul.

Berawal dari set piece sepak bebas, Andy Setyo mampu membawa Persikabo unggul 2-1 di menit ke-50. Beruntung bagi tim berjuluk Laskar Antasari, menit akhir laga bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil imbang ini membuat Barito lolos ke perempat final Piala Menpora 2021.

Susunan pemain Barito Putera vs Persikabo 1973:

Barito Putera (4-4-2): 1-M Riyandi; 89-Casio De Jesus, 19-M Rifky, 7-Amrizal Umailo, 13-Bayu Pradana, 51-Alif Jaelani, 71-M Luthfi, 85-M Firly, 26-Rizky Pora, 66-Bagus Kaffa, 24-Bissa Donald.

Kartu kuning:

Kartub merah:

Pelatih: Djadjang Nurdjaman

Persikabo 1973 (4-4-2): 25-Syahrul; 2-Andy Setyo, 13-Didik Wakyu, 11-Firza Andika, 3-Abduh Lestaluhu, 12-Rifad M, 17-Ahmad Nufiandani, 10-Guntur Triaji, 68-Roni Sugeng, 76-Wawan Febrianto, 97-Dimas Drajad

Kartu kuning:

Kartub merah:

Pelatih:Igor Kriushenko

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Arema FC vs Persikabo 1973: Sama Kuat di Laga Pembuka

Arema FC vs Persikabo 1973: Sama Kuat di Laga Pembuka 27

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di laga pembuka Piala Menpora yang mempertemukan Arema FC vs Persikabo 1927. Laga berakhir dengan skor 1-1. Gol Persikabo dicetak oleh Ahmad Nufiandani dan gol Arema dicetak gol Dendi Santoso.

Singo Edan dapat peluang pertama pada menit ke-2, Dedik Setiawan melakukan cutback dari sisi kiri dan melepaskan tembakan, namun Syahrul Fadillah berhasil menepisnya.

Terus menerus diserang, Persikabo malah mencetak gol terlebih dahulu. Sapuan dari Hanif Sjahbandi di kotak penalti tidak sempurna dan bola ditendang oleh Ahmad Nufiandani masuk ke gawang Teguh Ammirudin.

Kushedya Hari Yudo terus menerus menggempur pertahanan Persikabo. Pada menit ke-27 dia mendapatkan momen satu lawan satu melawan Syahrul, namun tendangannya tipis melebar.

Arema FC vs Persikabo 1973 Sama Kuat di Laga Pembuka 2
PSSI Pers

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Laga berjalan lebih alot di babak kedua, kedua tim sama-sama kesulitan menembuh pertahanan. Kesempata baru didapatkan pada menit ke-70 lewat tendangan bebas Dedik Setiawan, tapi berhasil diblok.

Arema kembali dapat kesempatan lewat tendangan bebas pada menit ke-72. Kali ini lewat Bagas Adi, tapi tendangannya tipis melebar di sisi kiri gawang.

Singo Edan berhasil mencetak gol lewat momen yang sangat aneh. Pada menit ke-82, salah satu bek Persikabo melakukan cleareance keras dan mengenai wajah Dendi Santoso. Bola lalu tanpa disengaja masuk ke gawang Syahrul.

Persikabo hampir mencetak gol di penghujung laga. Lewat serangan balik, Firza Andika melakukan cut inside dari sisi kanan dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, namun tipis melebar.

Laga Arema FC vs Persikabo 1973 berakhir dengan skor 1-1.

Susunan Pemain Arema FC vs Persikabo 1973:

Arema FC (4-3-3): 23-Teguh Amiruddin; 5-Bagas Adi, 19-Hanif Sjahbandi, 87-Johan Farizi, 35-Muhamad Roby (95-Caio Ruan); 14-Jayus Hariono (33-Feby Eka), 12-Rizky Dwi (17-Sandy Ferizal), 8-Bruno Smith; 27-Dedik Setiawan, 41-Dendi Santoso, 99-Kushedya Hari Yudo (33-Didik Arie).

Pelatih: Kuncoro.

Persikabo 1973 (4-5-1): 26-Syahrul Fadillah; 2-Andy Setyo, 13-Didik Wahyu, 3-Abduh Lesatluhu, 12-Rifad Marasabessy; 17-Ahmad Nufiandini (4-Dafa Aldiansyah), 69-Manahati Lestusen, 68-Roni Sugeng (19-Gufroni Al Maruf), 76-Wawan Febriyanto (11-Firza Andika); 97-Dimas Drajad (23-Hanis Saghara).

Pelatih: Ihar Kryushenko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ciro Alves Belum Tentu Main Lawan Arema FC

gamespool
Ciro Alves Belum Tentu Main Lawan Arema FC 31

Football5star.com, Indonesia – Persikabo hampir dipastikan tak bisa menurunkan Ciro Alves pada partai pembuka Piala Menpora 2021 melawan Arema FC pada Minggu (21/3). Pelatih Laskar Pajajaran, Igor Kriushenko mengaku bakal terus memantau kondisi Ciro hingga beberapa saat sebelum laga vs Arema digelar.

Kriushenko mengatakan bahwa Ciro Alves sudah tiba di Solo pada Sabtu (20/3) setelah menjalani masa karantina selama beberapa hari. Namun, ia belum sempat bicara dengan sang pemain,

“Sebetulnya sudah ada (Ciro) di Indonesia dan sudah karantina juga dan swab test dia negatif,” uja Igor Kriushenko pada sesi jumpa pers di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (20/3) sore WIB.

Ciro Alves - Persikabo - Arema FC - @officialciro
instagram.com/ciroofficial

“Seharusnya Ciro datang hari ini tetapi saya belum berbicara dengan Ciro, belum tahu nanti akan diturunkan atau tidak. Sebagaimana kondisi dia nantinya,” sambung Kriushenko.

Ciro merupakan satu-satunya pemain asing yang sudah resmi meneken kontrak bersama Persikabo. Kriushenko mengatakan manajemen Laskar Pajajaran masih mencari tiga orang pemain asing lainnya.

Kriushenko mengatakan manajemen Persikabo sebenarnya sudah menjalin kontak dengan sejumlah pemain asing. Namun, para pemain asing tersebut belum bisa datang karena adanya pembatasan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) yang berlaku.

“Kami sedang menjalin komunikasi dengan mereka. Kendalanya ya karena adanya pembatasan dari Indonesia. Kami masih komunikasi dengan mereka supaya semua berjalan baik-baik saja. Ya, semoga saja peraturan tersebut bisa terselesaikan,” tutur Kriushenko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Menpora Lega Polri Akhirnya Beri Izin Laga Uji Coba Timnas U-23

gamespool
Menpora Lega Polri Akhirnya Beri Izin Laga Uji Coba Timnas U-23 35

Football5star.com, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Zainudin Amali, memastikan tak akan ada hambatan perizinan pada partai uji coba melawan Bali United dan Tira Persikabo. Menurutnya, laga uji coba tersebut merupakan salah satu kebutuhan utama skuat Garuda Muda.

Awalnya, laga melawan Tira Persikabo akan digelar pada Rabu (3/3) malam WIB. Namun, laga tersebut batal digelar karena pihak kepolisian tidak memberikan izin.

“Dari penjelasan itu sebenarnya saya sudah komunikasi dengan pihak Polri. Saya komunikasi bahwa yang dilakukan PSSI ini adalah uji coba untuk timnas karena itu menjadi kebutuhan yang sudah ada dalam road map,” ujar Zainudin Amali dalam sesi jumpa pers, Kamis (4/3).

Zainudin Amali - Menpora - Timnas U-23 -Bali United - Persikabo - Kemenpora
Kemenpora

“Sebab (para pemain) timnas sebentar lagi akan dikembalikan ke klub masing-masing, istirahat. Mereka harus kembali ke klub masing-masing pada Piala Menpora,” kata Amali menambahkan.

Lebih lanjut, Menpora Amali juga mengatakan Shin Tae-yong sebenarnya meminta tim asing sebagai lawan uji tanding timnas U-23. Namun, adanya kebijakan karantina bagi seluruh orang yang masuk ke Indonesia membuat rencana tersebut batal.

“Sehingga alternatifnya uji coba dengan klub yang ada di dalam negeri tentu yang memenuhi kriteria yang ditentukan PSSI. Alhamdulillah Tira Persikabo dan Bali United,” jelas Menpora Amali.

Kini, PSSI dan timnas U-23 sudah resmi mengantongi izin untuk menggelar laga uji coba melawan Bali United dan Tira Persikabo. Kedua laga tersebut akan digelar pada 5 dan 7 Maret 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Tira-Persikabo Usai Gagal Lawan Timnas U-23: Kena Prank

Pemain Tira-Persikabo Usai Gagal Lawan Timnas U-23: Kena Prank 40

Football5Star.com, Indonesia – Batalnya pertandingan uji coba melawan Timnas U-23 Indonesia bikin pemain Tira-Persikabo, Dwi Kuswanto, bereaksi lucu. Dalam Instagram pribadinya, Dwi menyebut pembatalan laga itu bak kena prank alias lelucon.

Seperti diketahui, Timnas U-23 tadinya dijadwalkan akan melawan Tira-Persikabo, Rabu (3/3/2021) malam di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Kedua kesebelasan pun sebenarnya sudah tiba di stadion. Namun, belum juga kaki mereka turun, pertandingan dibatalkan karena tak ada izin dari polisi.

Pihak Persikabo pun bingung pembatalan laga melawan Timnas U-23 Indonesia. Mereka sebenarnya sudah berada di areal parkir Stadion Madya dan siap bertanding melawan Timnas U-23. Namun, tiba-tiba disuruh pulang ke hotel dan gagal bertanding lawan pasukan Shin Tae-yong.

“Kami sudah sampai stadion, kemudian disuruh parkir. Parkir 30 menit, tiba-tiba disuruh kembali ke hotel. Kami tak tahu alasannya,” bilang Media Officer Tira-Persikabo, Nandang Permana.

Pemain Tira-Persikabo Usai Gagal Lawan Timnas U-23: Kena Prank

Beberapa saat usai pertandingan itu dibatalkan, pemain Persikabo, Dwi Kuswanto, mengunggah sebuah tulisan di Instagram Story-nya. Dia bahkan akhirnya menyaksikan Sinetron Ikatan Cinta saja.

Pemain Tira-Persikabo Usai Gagal Lawan Timnas U-23: Kena Prank

“Lihat Ikatan Cinta saja, kena prank lagi. Enggak jadi is back sepak bolaku, lekas sembuh ya Allah,” tulis Dwi Kuswanto.

Tak cuma melawan Tira-Persikabo, Timnas U-23 juga dipastikan batal melawan Bali United. Padahal, skuat besutan Stefano Cugurra Teco itu sudah tinggal terbang pada Kamis (3/4/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Dapat Izin, Laga Timnas U-23 vs Tira Persikabo Batal Digelar

Tak Dapat Izin, Laga Timnas U-23 vs Tira Persikabo Batal Digelar 43

Football5star.com, Indonesia – Laga persahabatan antara timnas U-23 Indonesia vs Tira Persikabo dipastikan batal terlaksana. Laga tersebut batal karena tak mendapat izin dari pengelola Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Pembatalan ini dilakukan satu jam sebelum pertandingan digelar. Media officer Tira Persikabo, Nandang Permana, mengaku bingung karena skuat Laskar Pajajaran sudah tiba di area stadion.

“Sudah sampai stadion, diarahkan untuk parkir. (Setelah) parkir 30 menit, tiba tiba disuruh kembali ke hotel. Kita tidak tahu karena apa pembatalan ini,” kata Nandang Permana ketika dihubungi awak media.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Singgih Hermawan, memastikan laga timnas U-23 vs Persikabo batal digelar. Ia mengatakan laga ini batal digelar karena tak mendapat izin dari Mabes Polri.

“Kegiatan rencana sparring timnas U-23 dan Persikabo tidak kami izinkan karena belum ada izinnya (dari Mabes). Sampai tadi pukul 6 dan 1/2 7 belum ada juga izinnya sehingga kami larang kegiatan untuk dilaksanakan,” kata AKBP Singgih Hermawan ketika dihubungi awak media.

Dibatalkannya laga persahabatan melawan Persikabo membuat timnas U-23 diprediksi bakal fokus menghadapi partai uji coba melawan Bali United. Rencanya, laga tersebut akan digelar pada Jumat (5/3) mendatang.

Dua laga persahabatan ini ditujukan sebagai ajang unjuk gigi timnas U-23 setelah menjalani pemusatan latihan selama beberapa pekan. Pemusatan latihan ini dilakukan Shin Tae-yong sebagai ajang persiapan jelang gelaran SEA Games akhir 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lanjutkan Liga 1 2020 di Tengah Pandemi, Pemain Cuma Bisa Pasrah

Lanjutkan Liga 1 2020 di Tengah Pandemi, Pemain Cuma Bisa Pasrah 47

Football5Star.com, Indonesia – Melanjutkan Liga 1 2020 di tengah pandemi COVID-19 bikin pemain cuma bisa pasrah saja. Hal itu yang disuarakan striker naturalisasi, Silvio Escobar, yang cuma ikut arahan yang berwenang saja.

Seperti diketahui, Liga 1 2020 rencananya akan kembali digelar per 1 Oktober mendatang. Partai PSS Sleman vs Persebaya Surabaya akan jadi gong pembuka kompetisi yang sempat tertunda sejak Maret lalu.

Tentu ada banyak resiko memainkan pertandingan di tengah pandemi ini. Pemain sendiri, menurut Silvio Escobar, hanya bisa pasrah saja sambil jaga-jaga diri supaya terhindar dari virus tersebut.

SIlvio Escobar - Tira Persikabo - @frederikmatulessy
instagram.com/frederikmatulessy

“Kalau di tengah pandemi covid-19 saya gak bisa komentar. Soalnya yang tahu itu orangnya pemerintah dan dari PT Liga Indonesia Baru,” ungkap Silvio Escobar kepada Football5Star.

“Saya cuma fokus ke tim saya. Kalau kompetisi jalan kita siap. kalau gak juga kita gak bisa bikin apa-apa,” sambung mantan pemain Perseru Serui itu.

PT LIB sendiri berusaha meminimalisir penyebaran virus berbahaya itu. Salah satu yang dilakukan ialah, memerintahkan klub-klub hanya menggunakan bus saat menjalani pertandingan tandang. Silvio Escobar sendiri sadar akan ada perjalanan yang melelahkan dalam lanjutan Liga 1 2020 ini.

“Ya sedikit sulit soalnya perjalanan jauh untuk kita dari Bogor ke Jogja. Pasti di kompetisi ini pemain dirotasi biar gak ada yang cedera soalnya jadwal mepet,” tutup Silvio Escobar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Disebut-Sebut Jadi Bidikan PSMS Medan, Striker Naturalisasi Ini Bersuara

Disebut-Sebut Jadi Bidikan PSMS Medan, Striker Naturalisasi Ini Bersuara 51

Football5Star.com, Indonesia – Striker naturalisasi, Silvio Escobar, buka suara soal kabar jadi bidikan utama PSMS Medan. Dia mengaku sampai saat ini belum sama sekali dihubungi pihak PSMS.

Seperti diketahui, PSMS memang sangat aktif dalam bursa transfer jelang Liga 2 2020. Sejumlah pemain bintang sudah didatangkan, seperti Ferdinand Sinaga, Hanis Saghara, Paulo Sitanggang, hingga mendatangkan Gomes Oliveira sebagai nahkoda tim.

Belakangan PSMS Medan jua sudah resmi mengamankan jasa Imanuel Wanggai dan OK John sebagai pemain anyar. Tak berhenti sampai di situ, kabarnya ada striker naturalisasi untuk menambah daya gedor klub.

SIlvio Escobar - Tira Persikabo - @frederikmatulessy
instagram.com/frederikmatulessy

Nah nama Silvio Escobar disebut-sebut masuk dalam bidikan pelatih Gomes de Oliveira. Pemain berusia 34 tahun itu pun buka suara. Dia menyebut kalau sampai saat ini belum jua dihubungi oleh pihak PSMS Medan.

“Saya saat ini sedang fokus bersama Persikabo. Saya enggak tahu teman, apa-apa yang dari PSMS Medan kita lagi persiapan untuk Liga 1,” ungkap Silvio Escobar saat dikonfirmasi Football5Star.

Bahkan, Silvio Escobar jua belum sama sekali dihubungi oleh pihak PSMS. “Enggak ada pihak PSMS yang datang dan menghubungi saya, saya cuma fokus bersama Persikabo saja, teman,” sambung dia.

Escobar sendiri lumayan diandalkan dalam pekan-pekan awal Liga 1 2020 sebelum dihentikan. Dia bahkan sudah mencatatkan satu gol dalam dua laga dipercaya tampil bersama Persikabo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dituduh Biang Keladi Pemain Persikabo Kartini Belum Gajian, Esti Puji Lestari Bereaksi

Dituduh Biang Keladi Pemain Persikabo Kartini Belum Gajian, Esti Puji Lestari Bereaksi 55

Football5Star.com, Indonesia – Esti Puji Lestari akhirnya bereaksi soal kabar pemain Tira-Persikabo Kartini belum mendapatkan gaji meski sudah setahun lamanya. Dia sampai memberi penjelasan panjang soal kabar itu.

Seperti diketahui, Tira-Persikabo Kartini sebenarnya tampil apik dalam pagelaran Liga 1 2019 kemarin. Mereka berhasil lolos sampai ke final. Tapi sayang, Persikabo Putri hanya mampu jadi runner-up lantaran takluk 1-6 dari Persib Bandung Putri di final.

Akan tetapi belakangan di media sosial ramai-ramai pemain Persikabo Kartini mencurahkan keresahannya. Mereka mengaku belum mendapatkan haknya. Nama Esti Puji lestari sempat dicatut karena persoalan itu.

esti puji lestari-tribunnews
Tribunnews

Esti pun tak tinggal diam. Dia langsung memberikan klarifikasi tertulis soal tuduhan jadi biang keladi peman Tira-Persikabo Kartini belum gajian.

Berikut Klarifikasi Esti Puji Lestari:

  1. Saya memiliki catatan dari awal pembentukan tim hingga hari ini dan dalam proses audit pihak pihak yang bekerjasama dan berkaitan hingga hari ini. Mohon sebelum audit ini selesai jangan lagi ada berita sepihak yang bisa merugikan.
  2. Tidak ada satupun hal yang saya tutupi kepada pihak-pihak terkait dan saya sekali lagi menekankan tidak akan memberikan pernyataan atas keputusan keputusan yang saya buat dalam tim, termasuk di dalamnya, kontrak, sanksi, aksi indisipliner, denda, bonus, total biaya dan nilai-nilai finansial dll. Apabila pihak lain ingin mengungkapkan sepihak, saya sangat menyayangkan dan berharap memahami resiko batalnya perjanjian yang ada karena ini.
  3. Saya telah menyurati APPI pada tanggal 11 September 2020 untuk mengklarifikasi tentang ada atau tidak nya laporan dari pihak pihak terkait, karena saya pribadi tidak pernah dihubungi, dan tidak ada jawaban hingga hari ini.
  4. Bersamaan dengan pers release ini saya juga berinisiatif telah menyurati PSSI dan Lembaga terkait lainnya yang saya anggap relevan untuk menjelaskan masalah yang ada agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.
  5. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada tim TIRA Persikabo Kartini apabila selama kepemimpinan saya ada hal hal yang tidak memuaskan sehingga terjadi nya “pembunuhan karakter “ terhadap saya dan jerih payah saya serta ancaman terhadap keluarga saya terjadi dari pihak pihak yang tidak di ketahui asalnya ( kepada anak anak saya melalui Instagram dan orang tua saya melalui pesan singkat).
  6. Saya tak kalah bangga dengan prestasi kami semua ( bukan hanya prestasi anda sebagai pemain atau pelatih semata). Kita patut menghargai Federasi, Klub dan setiap individu yang membantu sukses nya gelaran Liga 1 Putri 2019 dari perangkat pertandingan hingga panpel di stadion dan pihak kepolisian yang mengamankan serta Pemerintah Daerah yang telah menunjukkan dukungan serta appresiasi nya. Tanpa mereka semua, kita tidak akan pernah mencapai prestasi yang diagung agungkan ini. Ingat, kita tidak sendiri dan jangan jumawa. LELAH SAYA JUGA BELUM TERGANTI DAN BELUM SELESAI.
  7. Pada akhir nya saya mengajak anda semua yang merasa memiliki keluhan dan gugatan kepada saya pribadi, marilah untuk kembali membawa ini ke ranah internal dan duduk Bersama lagi untuk mencapai musyawarah mufakat dan kekeluargaan, bukan melalui social media.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajemen Konfirmasi Laga Persija vs Tira-Persikabo, Ini Jadwalnya

Manajemen Konfirmasi Laga Persija vs Tira-Persikabo, Ini Jadwalnya 59

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen Persija Jakarta mengonfirmasi laga vs Tira-Persikabo sebagai uji coba jelang Liga 1 2020. Partai tersebut rencananya akan digelar pada Selasa (15/9/2020) esok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tira-Persikabo memang sudah membeberkan jauh-jauh hari akan menjajal kekuatan Macan Kemayoran. Hal itu setelah mereka jua sebelumnya sudah dijamu Persib Bandung di Stadion GBLA dan berakhir imbang tanpa gol.

Laga Persija vs Tira-Persikabo akhirnya dikonfirmasi oleh manajemen Macan Kemayoran. Bagi Persija, uji coba sangat penting untuk memantau hasil latihan selama ini. Selain itu para pemain juga merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya karena lawan yang dihadapi adalah kontestan Liga 1.

Manajemen Konfirmasi Laga Persija vs Tira-Persikabo, Ini Jadwalnya

“Uji coba ini sangat penting bagi tim untuk mengukur segala aspek. Lawan yang dihadapi juga berada di Liga 1 sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Presiden Persija, Mohamad Prapanca dalam laman resmi klub.

Sementara itu dari sisi teknis, pelatih Sudirman menuturkan Persija vs Tira-Persikabo sangat baik untuk mengaplikasikan apa saja yang didapat dalam latihan. Lebih lanjut juga dijadikan evaluasi bila ada kekurangan dari tim. Apalagi sebelumnya mereka hanya menggelar simulasi pertandingan internal saja.

“Kita sudah menggelar simulasi pertandingan internal dan melawan Persija EPA, semuanya positif. Memang sudah seharusnya melawan tim Liga 1 untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas tim,” tutur Sudirman memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Setelah Lawan Persib, Tira-Persikabo Tantang Persija Uji Tanding

Setelah Lawan Persib, Tira-Persikabo Tantang Persija Uji Tanding 63

Football5Star.com, Indonesia – Tira-Persikabo tampaknya benar-benar ingin mempersiapkan timnya dengan matang jelang Liga 1 2020. Usai beruji coba dengan Persib Bandung, kini mereka menantang Persija Jakarta untuk menjadi lawan tanding sebelum kompetisi digulirkan lagi.

Seperti diketahui, Laskar Padjadjaran baru saja melawat ke markas Persib Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), akhir pekan lalu. Dalam pertandingan uji coba itu, hasilnya sama kuat tanpa gol meski beberapa kali ada tensi panas yang terjadi.

Nah kali ini gantian Persija Jakarta yang akan diajak menjadi lawan tanding pasukan Igor Kriushenko itu. Namun, pihak manajemen tim mengaku belum tahu jadwal pasti kapan laga melawan Macan Kemayoran akan dihelat.

Hendro Siswanto - Arema FC - Tira Persikabo - @officialpersikabo 2

“Selanjutnya kami berencana akan melakukan uji coba melawan Persija. Tapi sampai sekarang belum bicara waktu, rencananya tanggal belasan, tapi belum ditentukan tanggal pastinya,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Tira-Persikabo, Rhendie Arindra, ketika dihubungi wartawan.

Bahkan setelah Persija pun, Tira-Persikabo akan kembali mengajak klub Liga 1 lainnya untuk uji coba. Hal ini semata-mata untuk mematangkan persiapan jelang kompetisi digulirkan pada Oktober mendatang.

Terlebih, mereka memang tampil kurang mengesankan dalam tiga pekan awal. Sempat kalah 0-2 dari Arema di kandang, tim yang bermarkas di Stadion Pakansari, Bogor itu jua ditahan imbang tanpa gol oleh PSS Sleman dan akhirnya menang 3-1 atas Persita Tangerang.

Tira-Persikabo sendiri akan memulai pertandingan pekan keempat pada Minggu, 4 Oktober 2020. Mereka akan dijamu oleh Bali United di Jogjakarta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Main Keras Lawan Persib, Persikabo Ingin Masalah Tidak Diperpanjang

gamespool
Main Keras Lawan Persib, Persikabo Ingin Masalah Tidak Diperpanjang 67

Football5star.com, IndonesiaTira Persikabo mengaku bermain keras dalam laga uji coba melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (5/9/2020). Karenanya, mereka meminta maaf dan berharap masalah itu tidak diperpanjang.

Dalam pertandingan uji coba jelang kembali bergulirnya Liga 1 2020 itu, Persib vs Persikabo berakhir imbang tanpa gol. Meski begitu, duel sengit menjadi tontonan sepanjang laga. Bahkan permainan cenderung keras.

Hal itu yang lantas membuat asisten pelatih Persikabo, Miftah Muhson, melantunkan permintaan maaf untuk Persib dan Bobotoh. Dia berharap perseteruan berhenti sampai peluit akhir dibunyikan. Tidak berlanjut hingga luar pertandingan.

“Saya mohon maaf, pertandingan yang di luar seperti keras, tapi di sini 90 menit selesai. 90 menit adalah lawan, tapi setelah itu saudara. Saya mohon maaf untuk pendukung Persib Bandung semoga tidak sampai terjadi permasalahan yang cukup panjang,” ujar Miftah Muhson dikutip Football5star.com dari Republik Bobotoh.

Persib Bandung vs Tira Persikabo - persibcoid 1
Persib.co.id

Terkait permainan anak asuhnya, Miftah Muhson mengaku masih perlu melakukan evaluasi. Meski begitu, dia memaklumi karena para pemain sudah cukup lama tak bermain akibat pandemi COVID-19.

“Mengenai pertandingan saya kira bagus. Hal ini berguna sekali sebelum liga kembali bergulir, sehingga nuansa pertandingan ini ada. Kami ada evaluasi, mudah-mudahan minggu depan bisa lebih berkembang,” jelas Miftah Muhson memungkasi.

Senada dengan pelatih Persib, Robert Alberts, yang merasa puas dengan perkembangan anak asuhnya. Terlebih ini merupakan uji coba pertama sejak mulai berlatih bersama lagi tiga pekan lalu.

“Kami mendapat suasana yang kompetitif hari ini dan memang itu yang dibutuhkan. Tira juga bermain bagus meski tanpa beberapa pemain asing, tapi mereka tetap memainkan sepak bola menyerang dan mereka bertahan sangat dalam,” bilang Robert Alberts.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko Dibidik Klub Liga Europa

Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko Dibidik Klub Liga Europa 71

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko, disebut-sebut menjadi bidikan utama klub Liga Europa, FK Astana. Hal itu setelah klub asal Kazakhstan tersebut ditinggal pelatihnya, Michal Bilek.

Kabarnya, FK Astana menjadikan pelatih Tira-Persikabo tersebut menjadi bidikanutama. Selain Igor Kriushenko, ada pula Andrey Karpovich (Kazakhstan), dan Stoicho Mladenov and Nikolay Kostov (Bulgaria). Nama Kriushenko disebut-sebut jadi favorit.

Isu tersebut dihembuskan oleh media setempat Vesti via Goal. Bahkan, media itu mengabarkan kalau Igor Kriushenko sudah melakukan negosiasi dengan manajemen FK Astana sepeninggal Michal Bilek.

Igor Kriushenko - Tira Persikabo - @officialpersikabo 2

Sebelum menjadi pelatih Tira-Persikabo, Igor memang berpengalaman menahkodai sejumlah klub-klub Eropa. Dia pernah menangani BATE Borisov, Dinamo Minsk, Sibir Nvosirbirsk, hingga ditunjuk jadi pelatih Timnas Belarusia.

Prestasinya jua cukup gemilang. Pelatih Tira-Persikabo itu pernah membawa BATE Borisov juara dua kali liga di Belarusia, dan sekali Piala Belarusia. Igor Krishenko jua pernah membawa Sibir Novosibirsk promosi ke kompetisi utama Rusia.

FK Astana sendiri berkompetisi di Liga Europa. Musim lalu mereka masuk Grup L dengan tim-tim kuat, seperti Manchester United, AZ Alkmaar, dan FK Partizan meski akhirnya jadi juru kunci.

Musim ini mereka jua berkesempatan mentas di kompetisi strata dua Eropa tersebut. Namun, Astana harus menaklukkan tim Montenegro, Buducnost Podgorica, terlebih dahulu dalam kualifikasi kedua, sebelum ditunggu FC Sarajevo di kualifikasi ketiga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Bandung Segera Gelar Laga Uji Coba Lawan Persikabo

Persib Bandung Segera Gelar Laga Uji Coba Lawan Persikabo 75

Football5star.com, Indonesia – Setelah melakoni beberapa partai uji coba internal, Persib Bandung akhirnya menemukan lawan untuk partai pemanasannya. Rencananya, Wander Luiz cs akan menghadapi Tira Persikabo pada Sabtu (5/9) mendatang.

Wacana ini disampaikan langsung oleh pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya. Menurut Yaya, tim pelatih Maung Bandung sudah berkomunikasi dengan pihak Persikabo perihal laga uji coba.

“Sementara ini mengenai uji coba yang sudah pasti sama Tira (Persikabo). Di Minggu ini kita akan uji coba dengan Tira,” ujar Yaya Sunarya seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Republik Bobotoh.

Persib Bandung - Persikabo - Uji coba - @persib_official
instagram.com/persib_official

“Ya komunilasi dengan Tira kita mulai dari antarpelatih. Kebetulan saya kenal dengan teman yang di sana menjadi asisten pelatih. Kemudian dilanjut dengan komunikasi manajemen,” sambung Yaya.

Lebih lanjut, Yaya juga memastikan bahwa protokol kesehatan ketat tetap akan diberlakukan jelang partai melawan Persikabo. Menurutnya, para penggawa kedua tim akan menjalani rapid test COVID-19 satu hari sebelum pertandingan digelar.

“Protokol itu sudah kita siapkan dan dikomunikasikan ke Tira. Sejauh ini yang kita tahu mereka sudah start latihan lebih awal dibandingkan dengan kita. Mereka juga sudah lakukan (tes) swab PCR, kemudian sejauh ini mereka sudah melakukan 8 kali rapid tes, dilakukan setiap per 2 pekan.”

“Sebelum melakukan uji coba di hari Sabtu melalui manajemen kita dan sudah konfirmasi akan melakukan rapid test sehari menjelang uji tanding dengan kita. Kita sama sama melakukan report,” tutup Yaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Curhat ke Media Eropa, Petteri Pennanen Ogah Balik Karena Gaji Dipotong

Curhat ke Media Eropa, Petteri Pennanen Ogah Balik Karena Gaji Dipotong 79

Football5Star.com, Indonesia – Petteri Pennanen akhirnya buka suara soal alasannya memutuskan cabut dari Tira-Persikabo. Dia menyebut kalau memang pemotongan gaji jadi salah satu latar belakang dia ogah kembali ke Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, bintang Tira-Persikabo itu memilih untuk tak mau melanjutkan Liga 1 2020 dan cabut dari tim. Hal itu dia umumkan melalui Instagram pribadi sang pemain. Dia menjelaskan kalau tak mau kembali ke Indonesia karena kondisi COVID-19 yang belum jua menurun.

Akan tetapi, komentar berbeda justru disuarakannya saat diwawancarai salah satu media Finlandia, Yle Urheil. Pennanen bilang kalau alasan lain ingin pergi karena gajinya dipotong dengan jumlah yang besar.

“Kompetisi tidak berjalan sampai Oktober. Artinya, bila dilanjutkan bakal berakhir sekitar Maret. Itu akan mengganggu perencanaan saya untuk tahun depan. Konyol buat saya kembali ke sana di tengah persyaratan-persyaratan yang ada sekarang. Jadi ini bukan sebuah keputusan yang sulit,” ungkap Petteri Pennanen.

Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Rantis di Tengah Fans PSS

Eks pemain Timnas U-21 Finlandia itu sebenarnya menjadi sosok penting di lini tengah Tira-Persikabo musim ini. Dia selalu bermain dalam tiga laga perdana Liga 1 2020.

“Saya tak menyesal, memang agak tak enak karena pergi dengan cara seperti ini. Kompetisi baru dimulai, baru menjalani tiga pertandingan. Hal lainnya di luar lapangan juga sudah diurus,” papar Pennanen.

Kini, Petteri Pennanen berhasrat kembali main di KuPS, klub lamanya. Apalagi, pemain berusia 29 tahun itu sudah berlatih di sana semenjak meninggalkan Indonesia.

“Semuanya masih sangat terbka. Sekarang saya perlu melihat opsi terbaik. Kemungkinan bermain di luar negeri juga bisa 99 persen. Mungkin akan sulit di musim panas, tapi peluang terbuka di musim dingin,” pungkas Pennanen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Petteri Pennanen Ogah Lanjutkan Liga 1, Pilih Cabut dari Tira-Persikabo

Petteri Pennanen Ogah Lanjutkan Liga 1, Pilih Cabut dari Tira-Persikabo 82

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, memilih untuk tak mau melanjutkan Liga 1 2020 dan cabut dari tim. Hal itu dia umumkan melalui Instagram pribadi sang pemain.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI secara resmi melalui SK bernomor 53 bakal melanjutkan Liga 1 2020 pada Oktober mendatang. Meski memang, situasi COVID-19 di Indonesia sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda melandai.

Dari data terbaru Gugus Tugas COVID-19, ada 66,226 kasus di Indonesia, 30.785 sembuh, dan 3.309 meninggal dunia. Hal inilah yang membuat pemain asal Finlandia itu ragu kembali ke INdonesia.

“Perjalanan saya di Indonesia sudah berakhir. Ketika saya mendatangani kontrak dengan Tira-Persikabo Januari, saya tak pernah membayangkan bahwa cerita ini akan berakhir seperti ini,” tulis Petteri Pennanen dalam Instagram pribadinya.

https://www.instagram.com/p/CCVd6ZZlcK2/

“Kami hanya dapat memainkan tiga pertandingan liga, sebelum COVID-19 menghentikan kompetisi pada Maret dan itu mengubah terlalu banyak hal, sehingga bukan pilihan bagi saya untuk tinggal lagi,” lanjut dia.

Eks pemain Timnas U-21 Finlandia itu sebenarnya menjadi sosok penting di lini tengah Tira-Persikabo musim ini. Dia selalu bermain dalam tiga laga perdana Liga 1 2020.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pemain, pelatih, manajemen dan staf yang bekerja di klub. Dan khususnya penggemar yang benar-benar luar biasa! Saya berharap yang terbaik untukmu dan mungkin kita akan melihat lagi di masa depan!” tutup Petteri Pennanen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gelar Tes Massal COVID-19, Skuat Tira-Persikabo Bakal Dikarantina

Gelar Tes Massal COVID-19, Skuat Tira-Persikabo Bakal Dikarantina 86

Football5Star.com – Indonesia – Seluruh skuat Tira-Persikabo bakal menjalani tes massal virus corona metode rapid test Sabtu, (12/6/2020). Hal ini dilakukan untuk menjaga pemain serta semua jajaran tim terhindar dari virus tersebut.

Dijelaskan dokter tim, Septi Mandalan, rapid test ini akan dilaksanakan di Ancol, Jakarta Utara. Nantinya akan ada dua gelombang pemeriksaan. Pertama diikuti oleh 25 orang terdiri dari pemain, pelatih dan ofisial tim yang masih di Jabodetabek.

Lalu tes gelombang kedua akan menunggu dari surat pemanggilan pemain. “Kami akan melakukan rapid test gelombang pertama pada Sabtu besok di Ancol. Gelombang pertama rapid test diikuti oleh 25 orang pemain, tim pelatih dan official yang berada di Jabodetabek,” bilang Septi dalam rilis resminya.

Septi menyebut, nantinya Tira-Persikabo jua memiliki tempat karantina khusus usai melakukan tes ini. Mereka akan ditempatkan di mess Hambalang.

Tira Persikabo - Persita Tangerang - Igor Kriushenko - @officialpersikabo

“Selanjutnya, akan diisolasi selama 14 hari sesuai dengan ketentuan. Karantina ke-25 orang yang ikut rapid test gelombang pertama akan ditempatkan di Mess Tim Hambalang,” ujar dia.

“Setelah 10 hari, akan dilakukan rapid test kedua bagi 25 orang itu. Begitupun nanti dengan gelombang kedua ada karantina,” sambung Septi.

Tentunya, ini dilakukan semata-mata untuk melindungi pemain dan jajaran di tim Tira-Persikabo. Apalagi, kabarnya kompetisi akan kembali dilanjutkan.

“Manajemen berharap semua dalam kondisi sehat, dan tentunya rapid test ini sangat berguna sekali untuk mengetahui kesehatan setiap orang dalam tim agar tidak ada kekhawatiran soal COVID-19,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Igor Kriushenko: Andai Liga 1 Lanjut, Harus Ada Instruksi Dokter

Igor Kriushenko: Andai Liga 1 Lanjut, Harus Ada Instruksi Dokter 90

Football5Star.com – Pelatih Tira-Persikabo, Igor Kriushenko, buka suara soal nasib Liga 1 2020 yang disebut-sebut bakal dilanjutkan. DIa sangat setuju, tapi mengingatkan agar PSSI tetap berkoordinasi dengan dokter.

Seperti diketahui, belakangan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait nasib kompetisi. Dalam rapat Selasa (2/6/2020), ada gambaran kalau kompetisi dilanjutkan September mendatang.

Lalu, PSSI kembali menggelar rapat dengan klub-klub. Hasilnya, para kontestan sepakat kalau kompetisi akan digulirkan kembali pada Oktober, begitupun dengan Liga 2 yang rencananya dilanjutkan dua pekan setelahnya.

“Sangat penting untuk mempertimbangkan matang-matang ketika ini menyangkut kesehatan orang banyak. Tapi tentu saja saya ingin liga segera dimulai lagi, karena sudah menunggu terlalu lama,” kata Igor Kriushenko dari rilis klub.

Tira Persikabo - Persita Tangerang - Igor Kriushenko - @officialpersikabo

“Untuk menjalankan kompetisi, harus mengikuti instruksi dari dokter. Semoga juga laga boleh disaksikan, tentunya dengan membatasinya lewat pemberlakukan aturan,” lanjut dia.

PSSI sendiri resmi merilis panduan protokol kesehatan saat Liga 1 2020 dilanjutkan. Ada beberapa hal yang disampaikan, salah satunya setiap klub diwajibkan menjalani rapit test COVID-19 sekali tiap pekannya.

Lalu, pemain dan staf diwajibkan untuk memakai masker di lingkungan tempat pelatihan, selama perjalanan dari dan ke tempat latihan serta setiap keluar tempat pelatihan.

“Saya sangat merindukan tim, rindu latihan, dan juga merindukan semua anggota tim. Yang penting saat ini adalah mengangkat moral, menyatukan kembali pemahaman, dan saling membantu satu sama lain. Pemain dimohon jaga kesehatan, Tetap kuat dan selalu berpikir positif,” tutup Igor Kriushenko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tira-Persikabo: Lebih Baik Liga 1 2020 Disetop Total!

Tira-Persikabo: Lebih Baik Liga 1 2020 Disetop Total! 94

Football5Star.com – Soal Liga 1 2020, Tira-Persikabo berharap kompetisi sebaiknya dihentikan saja secara total. Dia menyebut opsi yang muncul terkait tak boleh adanya penonton jua harus dipertimbangkan.

Seperti diketahui, belakangan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait nasib kompetisi. Dalam rapat Selasa (2/6/2020), ada gambaran kalau kompetisi dilanjutkan September mendatang.

Lalu, PSSI kembali menggelar rapat dengan klub-klub. Hasilnya, para kontestan sepakat kalau kompetisi akan digulirkan kembali pada Oktober, begitupun dengan Liga 2.

“Usulan awal kami sih lebih baik disetop total pada 2020. Dan semua fokus untuk persiapan kompetisi 2021, bisa dimulai pada Januari tahun depan. Namun, apapun keputusan PSSI dan PT LIB, kami mengikutinya saja,” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis PS Tira Persikabo, Rhendie Arindra saat dihubungi wartawan.

Tira Persikabo - Persita Tangerang - Igor Kriushenko - @officialpersikabo

Ada pula opsi yang menyebut kalau pertandingan nanti saat liga digulirkan kembali akan tanpa penonton. Tira-Persikabo, kata dia, sebenarnya dalam posisi yang tak masalah. Tapi tentu harus ada pertimbangan lain.

“Kalau berlangsung tanpa penonton, itu memang menjadi satu di antara opsi terbaik. Bisa mengurangi pengeluaran. Tapi kalau digelar normal ada penonton, sepertinya klub yang di luar Pulau Jawa tidak akan terima. Persikabo sih sebagai klub yang bermarkas di Pulau Jawa menjadi satu di antara klub yang diuntungkan. Namun, prinsip keadilan harus dikedepankan,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jadi Mualaf, Silvio Escobar Mulai Belajar Mengaji

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Penyerang Tira-Persikabo, Silvio Escobar, mengaku beberapa kali belajar mengaji setelah menjadi mualaf. Dia ingin memperdalam agama Islam saat punya waktu luang.

Seperti diketahui Escobar memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2016 lalu. Mumpung tengah berada dalam imbauan di rumah saja, dia akan berusaha menyempurnakan ibadah puasanya kali ini.

Escobar mengaku sudah siap lahir batin mengarungi puasa kelimanya semenjak jadi mualaf. Meski memang dia mengaku sedih karena menjalani ibadah di tengah pandemi.

“Tapi memang ada sisi positifnya, teman. Saya jadi bisa berkumpul dengan keluarga dan fokus menjalani ibadah puasa kali ini,” ungkap Silvio Escobar saat dihubungi Football5star.

SIlvio Escobar - Tira Persikabo - @officialpersikabo

Eks pemain Persija Jakarta itu mengaku mengisi ibadah kali ini dengan bersantai-santai sambil menjaga kondisi fisiknya. “Ya kondisi begini saya setiap hari sama keluarga paling menonton tv, masak buat buka, lalu bersih-bersih,” sambung dia.

Selain itu, Escobar jua mengaku beberapa kali menyempatkan mengaji. Dia memang sempat beberapa kali belajar mengaji semenjak memutuskan jadi mualaf.

“Ya saya dari dahulu berusaha untuk belajar mengaji. Kalau dahulu saya pas di Serui ada temannya. Saya beajar sama teman-teman di Perseru Serui,” tutup Silvio Escobar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Pemain Eredivisie Mengaku Frustrasi di Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, mengaku frustrasi di Indonesia karena harus meninggalkan keluarganya yang ada di Finlandia. Pemain yang pernah memperkuat FC Twente di Eredivisie itu jua bicara soal pemotongan gaji di Liga 1.

Ini memang menjadi pengalaman perdana buat Petteri Pennanen berkarier di Asia, terutama Indonesia. Dia lebih sering bermain untuk klub negaranya, Finandia, seperti KuPS, RoPS, hingga Turun Palloseura, dan semusim di FC Twente.

Bermain jauh dari keluarga membuat Petteri Pennanen mengaku agak frustrasi. Tapi dia harus bersikap profesional meski kadang ingin pulang ke Finlandia.

Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Rantis di Tengah Fans PSS

“Jujur, saya benar-benar stres dalam segala hal. Kami sangat jauh dari Finlandia dan perubahan seperti itu terjadi begitu cepat. Hari dan jam yang sangat sulit. Saya belum bisa bersantai sejenak ketika ini bukan hanya tentang diri saya sendiri,” kata Pennanen dikutip Yle.

Pennanen jua bicara soal kompetisi Indonesia yang sementara ini ditunda akibat virus corona. Dia masih menunggu keputusan terbaik seperti apa.

“Saya membaca berita tak akan ada pertandingan paling tidak sampai akhir Mei. Lalu, saya sendiri mendapatkan kabar dari klub, termasuk soal pemotongan gaji,” papar dia.

“Jadi, telah disepakati nantinya ada opsi berkisar sampai mengakhiri kontrak bila kompetisi diakhiri. Kami masih menunggu lagi selama dua bulan,” pungkas Petteri Pennanen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Petteri Pennanen Paham Alasan Eks Real Madrid Gagal di Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain asal Finlandia, Petteri Pennanen, mengerti mengapa Eero Markkanen sempat gagal bersinar di Indonesia. Pemain Tira-Persikabo itu menyebut kalau memang kompetisi di sini berjalan ketat.

Berstatus sebagai jebolan Real Madrid, Eero Markkanen sebenarnya diharapkan jadi tumpuan saat bergabung dengan PSM Makassar, 2019 lalu. Sayang, striker yang tingginya 197 cm itu malah gagal total.

Markkanen hanya mampu mencetak sebiji gol saja dari tujuh pertandingan. Dia lantas saat ini pulang kampung ke Finlandia dengan bergabung bersama FC Haka.

“Sebelum memutuskan ke Indonesia, sangat sulit mendapatkan informasi. Tapi melalui Eero, saya mendapatkan banyak informasi meskipun dia tiggal di beberapa negara lain,” ungkap Petteri Pennanen dikutip Yle.

Petteri Pennanen Mengerti Mengapa Eks Real Madrid Gagal di Indonesia
Pennanen saat perkuat KuPS.

Pennanen sendiri mengerti mengapa Markkanen kurang begitu apik saat membela PSM Makassar. Dari segi taktik sebenarnya sepak bola Indonesia biasa saja. Tapi jalannya pertandingan berlangsung ketat.

“Permainan di sini berbeda dari Eropa. Permainan banyak mengandalkan satu lawan satu. Secara taktik, tak terlalu matang. Tapi tak mudah bermain di sini. Akan ada banyak situasi yang Andak tak terbiasa,” tutup Petteri Pennanen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Taktis di Tengah Fans PSS

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Gelandang Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, bercerita soal kariernya di Indonesia yang pernah menaikki kendaraan taktis (rantis). Hal itu saat mereka melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu.

Dalam partai di Stadion Maguwoharjo itu, laga PSS vs Tira-Persikabo berakhir imbang tanpa gol. Tapi, pertandingan tersebut hanya dihadiri tiga ribuan penonton saja, sedang suporter Brigata Curva Sud (BCS) tengah melakukan boikot.

Meski tak memiliki sejarah permusuhan dengan PSS, tetap saja skuat Tira-Persikabo diangkut menggunakan kendaraan polisi. Hal itulah yang diceritakan oleh Petteri Pennanen.

Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Rantis di Tengah Fans PSS

“Fans memboikot pertandingan karena suatu alasan. Sebaliknya ultras-ultras memblokade jalanan setelah pertandingan. Jadi kami harus menunggu satu setengah jam setelah pertandingan di stadion. Kemudian kami pergi menggunakan kendaraan polisi dengan penjagaan ketat,” cerita Petteri Pennanen dikutip Yle.

Eks pemain FC Twente itu menyebut kalau hal itu merupakan pengalaman yang luar biasa. Sebab, ini baru pertama kali dirasakannya dalam sepanjang bermain sepak bola.

“Para pemain lokal meyebut ini mungkin pertama kalinya bagi Anda. Tetapi, mungkin nanti sepanjang musim kami mungkin akan kembali menumpangi mobil polisi untuk kembali ke hotel,” tutup Pennanen.

Sayangnya bagi Pennanen, dirinya belum bisa membuktikan lebih jauh aksinya bersama Persikabo. Sebab, kompetisi Liga 1 2020 saat ini ditunda karena pandemi virus corona.

Apalagi, sejauh ini Petteri Penannen hanya mampu membawa Tira-Persikabo sementara duduk di urutan 10 klasemen. Mereka hanya meraih satu kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan dalam tiga pekan awal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Timnas Finlandia: Saya Pikir Orang Indonesia Tak Bisa Marah

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Gelandang Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, bercerita ke salah satu media Finlandia soal kerasnya sepak bola Indonesia. Padahal, dia berpikir orang Indonesia tak bisa marah tapi di lapangan semuanya berubah.

Ini memang menjadi pengalaman perdana buat Petteri Pennanen berkarier di Asia, terutama Indonesia. Dia lebih sering bermain untuk klub negaranya, Finandia, seperti KuPS, RoPS, hingga Turun Palloseura.

Sebagai anak baru di sepak bola Indonesia, gelandang 29 tahun tersebut mengaku menikmatinya. Dia menikmati pertandingan demi pertandinga di Liga 1 2020.

Petteri Pennanen: Saya Pikir Orang Indonesia Tak Bisa Marah
Ofisial Persikabo

“Saya sangat menikmati pertandingan dan menjalani budaya yang baru. Butuh dua pekan bagi saya untuk beradaptasi. Saya memang baru beberapa bulan di sini, tapi rasanya seperti setahun. Banyak yang berubah dari sini,” ungkap Pennanen dikutip dari Yle.

Kendati demikian, Pennanen mengaku sepak bola Indonesia memiki intensitas yang tinggi bahkan cenderung keras. Padahal kesan pertamanya begitu tiba di Indonesia, masyarakatnya ramah-ramah.

“Para pemain di sini benar-benar berjuang melakukan apapun demi menang. Kalau bisa berdarah, sampai berdarah. Berbeda sekali dengan kehidupan normal. Saya pikir mereka tak bisa marah, faktanya mereka sangat ramah dan santai. Tapi di lapangan, yang terjadi sebaliknya,” tambah Petteri Pennanen.

“Banyak yang baik, banyak yang tidak begitu bagus dan semua yang ada di antaranya. Saya siap secara mental untuk hal-hal tidak berjalan seperti biasa,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Silvio Escobar: Ini Puasa Kelima Saya, Alhamdulillah Siap Lahir Batin

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Tira-Persikabo, Silvio Escobar, mengaku sudah siap lahir batin mengarungi puasa kelimanya semenjak jadi mualaf. Meski memang dia mengaku sedih karena menjalani ibadah di tengah pandemi.

Seperti diketahui Escobar memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2016 lalu. Mumpung tengah berada dalam imbauan di rumah saja, dia akan berusaha menyempurnakan ibadah puasanya kali ini.

“Ini puasa kelima saya dan alhamdulillah saya sudah siap lahir batin untuk menjalankan puasa kali ini,” ungkap Silvio Escobar saat dihubungi wartawan.

Kendati demikian, ada satu hal yang membuat mantan pemain Persija Jakarta itu galau. Pandemi virus corona yang tengah menjadi perhatian besar membuatnya tak bisa pulang kampung ke Paraguay.

“Saya ikut aturan pemerintah saja. Sebenarnya saya ingin sekali pulang ke Paraguay, tapi karena ada wabah ini semua tidak bisa kemana-mana,” sambung dia.

Silvio Escobar: Ini Puasa Kelima Saya, Alhamdulillah Siap Lahir Batin
Istimewa

Meski tak bisa pulang kampung, Silvio Escobar pasti menanyakan kabar keluarganya di Paraguay. Pandemi ini jelas bikin dirinya khawatir akan keluarga di kampung halaman.

“Tapi saya dapat kabar bahwa keluarga saya di sana dalam keadaan yang baik-baik saja itu yang lebih penting untuk saya. Saya yakin pasti ada waktu lagi untuk bisa kembali ke Paraguay,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]