Nostalgia Hari Ini: Lahirnya Genoa, Klub Tertua di Italia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pada 10 April 1897, Genoa Cricket and Athletic Club berkembang menjadi tim sepak bola, menjadikan mereka tim tertua yang ada di Italia.

Pada saat itu, tim sepak bola lainnya cuma Internazionale Torino dan FCB Torinese. Genoa, didirikan pada tahun 1893 oleh ekspatriat Inggris, pada awalnya mencurahkan perhatian mereka pada kriket. Mereka menganggap sepak bola hanya cocok untuk kelas bawah.

Tetapi pada tahun 1897, James Richardson Spensley, seorang dokter dan penggemar sepak bola Inggris, membujuk klub untuk membuka bagian yang dikhususkan untuk sepak bola. Dia juga menjabat sebagai manajer tim.

Tim langsung sukses, memenangkan kejuaraan Italia pertama mereka pada tahun 1989, kemudian memenangkan lima dari enam kejuaraan berikutnya (cumakalah dari AC Milan pada tahun 1901). Sementara itu, Internazionale Torino dibubarkan pada tahun 1900 dan Torinese mengikuti pada tahun 1906.

Secara keseluruhan, Il Grifone telah memenangkan total sembilan gelar liga, meskipun yang terakhir adalah pada tahun 1924. Mereka juga memenangkan Piala Italia (1937) dan yang terakhir Piala Anglo-Italia (1996).

Kebencian Mussolini Terhadap Genoa

Genoa
Wikipedia

Rivalitas sengit terjadi di antara klub-klub di Kota Genoa dan sudah dimulai ketika abad ke-20. Ketika segala kesuksesan yang diperoleh Il Grifone pada saat itu, tak membuat hati gembira dan menimbulkan kebencian bagi seorang diktator Benito Mussolini.

Hal ini disebabkan oleh lekatnya akar Inggris yang ada di dalam tubuh Genoa. Akibat fasisme yang dianut Mussolini, ia tak rela sebuah kesebelasan yang beranggotakan para pemain non-Italia menjadi penguasa sepak bola di Italia.

Il Grifone pun dianggap sebagai antek Inggris atau asing. Mussolini yang menganut paham fasisme, menganggap Genoa sebagai antek asing yang menodari kesucian tanah kelahirannya tersebut.

Genoa
Wikipedia

Melalui campur tangan pemerintahan fasismenya, Mussolini pun memerintahkan agar Sampier dan Doria menggabungkan kekuatan untuk melawan dominasi Genoa.

Pada 1927, terciptalah Domnante Genova. Penamaan La Dominante, sebagaimana terlihat dari akar katanya, yaitu dominan adalah harapan kesebelasan yang baru tersebut mengambil pucuk kekuasaan dari tangan Genoa.

Namun harapan tinggal harapan. Kesebelasan bentukan Musolini ini hanya bertahan selama tiga tahun. La Dominante pun pecah karena gagal menggoyahkan kedigdayaan Genoa yang sudah kelewat kuat sehingga Sampier dan Doria memilih kembali ke jalannya masing-masing seperti sebelumnya. Justru Doria menampilakn peningkatan kualitasnya setelah pecahnya La Dominante.

Sementara Sampier melakukan merger dengan kesebelasan asal Genoa lain, yakni Corniglianese dan Rivarolese untuk melahirkan Associazione Liguria Calcio. Di sisi lain, Mussolini ditembak mati dan mayatnya digantung terbalik di Pzaale Loreto, Milan.

Tapi ide-ide untuk menggulingkan Genoa masih bertahan di Liguria dan Doria sehingga lahirlah Sampdoria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan vs Genoa: I Rossoneri Menanggung Malu di San Siro

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – AC Milan kembali terjungkal di kandang. Kali ini laju mereka dihentikan tim papan bawah, Genoa. Bermain di San Siro, Minggu (8/3/2020) mereka menelan kekalahan 1-2.

Laga yang nyaris tertunda ini akhirnya berjalan setengah jam lebih lama dari jadwal semula. Walau begitu, hal tersebut tidak mengurangi tensi pertandingan yang sudah berlangsung tinggi sejak wasit meniup peluit.

Akan tetapi, bukan AC Milan yang menggebrak lebih dulu. Justru Genoa yang membuat San Siro makin senyap lewat gol yang dicetak Goran Pandev pada menit ketujuh.

hakan calhanoglu-ac milan vs genoa
@acmilan

Berdiri tanpa kawalan di mulut gawang Asmir Begovic, striker kawakan itu dengan dingin menerima umpan Antonio Sanabria untuk menjadi gol. Unggul cepat membuat Genoa makin percaya diri.

Sementara Milan yang mencoba bangkit beberapa kali meraih peluang emas. Namun, rapatnya pertahanan tim tamu membuat upaya Zlatan Ibrahimovic dan Samu Castellejo berakhir sia-sia.

Justru Genoa yang mampu menggandakan keunggulan. Umpan matang Lasse Schoene berhasil disambut Francesco Cassata lewat tendangan terukurnya.

Babak kedua laga berjalan lebih sengit. Hal ini tak lepas dari upaya I Rossoneri untuk mengejak ketinggalan. Berbagai upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke-77.

Zlatan Ibrahimovic membuka asa tuan rumah lewat sontekannya. Milan langsung mengurung pertahanan lawan setelah memperkecil ketinggalan. Giacomo Bonaventura nyaris menyamakan kedudukan lima menit jelang laga usai. Namun, tendangan kerasnya masih melenceng dari gawang.

Sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, anak asuh Stefano Pioli gagal mencetak gol tambahan.  Kekalahan ini sekaligus menghambat laju mereka ke zona Eropa. Pasalnya AC Milan kini tertahan di urutan ketujuh dengan 36 angka. Sedangkan bagi Genoa kemenangan ini membuat mereka keluar dari zona degradasi dengan 25 poin.

Susunan Pemain:

AC Milan (4-2-3-1): 1-Asmir Begovic; 19-Theo Hernandez, 13-Alessio Romagnoli, 46-Matteo Gabbia, 12-Andrea Conti (Davide Calabria 90’); 4-Ismael Bennacer, 79-Franck Kessie; 18-Ante Rebic (Rafael Leao 57’), 10-Hakan Calhanoglu (Giacomo Bonaventura 56’), 7-Samu Castillejo; 21-Zlatan Ibrahimovic

Pelatih: Stefano Pioli

Genoa (3-5-2): 1-Mattia Perin; 17-Cristian Romero, 92-Adama Soumaoro, 55-Andrea Masiello; 4-Domenico Criscito, 29-Francesco Casatta, 20-Lasse Schoene (Stefano Sturaro 57’), 85-Valon Behrami (Filip Jagiello 64’), 14-Davide Birsachi; 9-Antonio Sanabria, 19-Goran Pandev (Goran Pandev 79’)

Pelatih: Davide Nicola

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Genoa vs Lazio: Ciro Immobile Samai Rekor 60 Tahun

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Genoa vs Lazio di pekan ke-25 Serie A Italia di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (23/2/2020) berakhir dengan skor 3-2 untuk Lazio. Striker Biancocelesti, Ciro Immobile sukses memecahkan rekor yang sudah bertahan 60 tahun.

Dikutip Football5star.com dari data Opta, satu gol Immobile di menit ke-51 membuat dirinya genap mengoleksi 27 gol dalam 25 giornata musim ini. Torehan ini menyamai rekor gol striker Inter Milan, Antonio Angelillo, yang juga mencetak 27 gol dalam 25 giornata pada musim 1958-59.

Pada babak pertama, Lazio langsung membuka skor di menit ke-2. Adam Marusic sukses lepas dari pengawalan ketat Adama Soumaoro dan Andrea Masiello. Ia lalu menyontek bola tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Genoa. 1-0 Lazio memimpin.

Tertinggal satu gol, anak asuh Davide Nicola mencoba untuk menyamakan kedudukan. Namun sejumlah peluang yang didapat tak bisa membobol gawang Lazio. Skor 1-0 bertahan di babak pertama.

Di babak kedua, Lazio menambah keunggulan mereka di menit ke-51. Gol dari Ciro Immobile membuat Elang Ibu Kota menjauh. Namun berselang enam menit kemudian, Genoa memperkecil kedudukan.

Gol dari Francesco Cassata tak mampu dicegah oleh kiper Lazio, Thomas Strakosha. Skor 2-1 masih untuk keunggulan Lazio. Di menit ke-71, gol dari Danilo Cataldi membuat Biancocelesti unggul 3-1. Di menit akhir pertandingan, Genoa mendapat hadiah penalti dan sukses dieksekusi oleh Domenico Criscito.

Skor 3-2 bertahan hingga akhir babak kedua. Kemenangan ini membuat anak asuh Simone Inzaghi masih menguntit Juventus di klasemen Serie A dengan perolehan 59 poin atau beda satu poin dengan Cristiano Ronaldo dkk.

Susunan pemain Genoa vs Lazio

Genoa (3-5-2): 1-Mattia Perin; 14-Davide Biraschi, 92-Adama Soumaoro, 55-Andrea Masiello; 32-Peter Ankersen, 85-Valon Behrami, 20-Lasse Schoene, 29-Francesco Cassata, 4-Domenico Criscito; 30-Andrea Favilli, 9-Antonio Sanabria.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Davide Nicola

Lazio (3-5-2): 1-Thomas Strakosha; 4-Patric, 93-Denis Vavro, 26-Stefan Radu; 77-Adam Marusic, 21-Sergej Milinkovoc-Savic, 6-Lucas Leiva, 10-Luis Alberto, 22-Jony; 17-Ciro Immobile, 20-Felipe Caicedo

Kartu kuning: Lucas Leiva

Kartu merah:

Pelatih: Simone Inzaghi

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mattia Perin Tak Sesali Kepindahan ke Juventus

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang Genoa, Mattia Perin, mengaku tak menyesal dengan keputusannya bergabung ke Juventus pada tahun 2018 lalu. Meski hanya berstatus sebagai pelapis, Perin merasa senang karena bisa berada satu tim dengan pemain-pemain kelas dunia.

Awalnya, Perin didatangkan ke Turin untuk menjadi suksesor Gianluigi Buffon yang hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG). Akan tetapi, Perin gagal bersaing dengan Wojciech Szczesny dan harus rela menjadi opsi kedua.

Posisi Perin di Juventus semakin tergusur setelah Buffon memutuskan untuk kembali di bursa transfer musim panas lalu. Bianconerri akhirnya memutuskan untuk melepas Perin ke Genoa dengan status pinjaman pada bursa transfer musim dingin lalu.

Mattia Perin - Juventus - Genoa = Yahoo Sports
Yahoo Sports

“Saya takkan pernah menyesali keputusan bergabung ke Juventus. Saya memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Selain itu, saya juga menjadi rekan setim dari pemain-pemain berkualitas,” kata Mattia Perin kepada Tuttosport.

“Saya mendapatkan banyak ilmu dari Juventus. Ilmu tersebut tak hanya saya dapatkan dari pengalaman di atas lapangan. Tapi, juga di luar lapangan. Saya tentu berharap bisa menularkan ilmu ini ke anak-anak saya agar mereka juga menjadi pesepak bola profesional,” sambung Perin menambahkan.

Lebih lanjut, Perin juga berharap akan menjadi bagian dari timnas Italia di ajang Piala Eropa 2020 mendatang. “Saya tahu ada kiper lain yang juga ingin mendapatkan tempat. Roberto Mancini mengenal saya dan kini saya ingin membuktikan kualitas agar mendapat kesempatan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan Resmi Lepas Ionut Radu ke Parma

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan resmi melepas kiper asal Rumania, Ionut Radu ke Parma dengan status pinjaman. Sebelumnya teka teki masa depan Radu masih tanda tanya.

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (27/1/2020) Inter resmi meminjamkan Radu ke Parma dan mengabaikan tawaran yang datang ke klub Liga Prancis, Nice.

ionut radu arsenal genoa inter milan - calciomercato
calciomercato

“Saya di Nice untuk membicarakan perpindahan Radu ke sini. Selama beberapa bulan, Nice mengamati Radu dan tertarik untuk merekrutnya sebagai pemain pinjaman,” kata agen Radu, Oscar Damiani.

Namun sepertinya tawaran dari Nice tidak membuat Inter tertarik. Radu sendiri sebelumnya sempat khawatir dengan kondisinya saat ini yang membela Genoa dengan status pinjaman.

Pasalnya Genoa baru-baru ini memanggil pulang kiper mereka Mattia Perin dari Juventus. Kondisi ini pun membuat Radu mau tak mau memilih untuk meninggalkan Genoa.

“Yang membingungkan saya adalah saya pikir masalah Genoa bukan penjaga gawang,” ujar Damiani.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Davide Nicola Resmi Gantikan Posisi Thiago Motta di Genoa

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Udinese Davide Nicola resmi diumumkan oleh Genoa sebagai pelatih anyar menggantikan posisi Thiago Motta, Minggu (29/12/2019).

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Nicola sendiri hanya dikontrak hingga akhir musim ini dengan opsi perpanjangan kontrak. Nicola adalah pelatih ketiga bagim tim juru kunci Serie A pada musim ini.

genoa vs brescia
@GenoaCFC

Saat masih dilatih Motta, Genoa hanya mencatatkan satu kemenangan, tiga kali imbang, dan menelan lima kekalahan di Serie A Italia. Pada pertandingan terakhir di bawah arahan Motta, Genoa dihajar 0-4 oleh tuan rumah Inter Milan, 21 Desember 2019.

Davide Nicola sendiri bukan sosok baru bagi publik Genoa. Ia sempat menjadi pemain Genoa pada musim 1995 hingga 1998 dan pada musim 1999-2002. Sebelum resmi tangani Genoa, mantan pemain belakang ini sempat melatih tim semenjana lain seperti Livorno, Bari, dan Crotone.

Sebelum resmi dilatih Nicola, Genoa di awal musim dilatih oleh Aurelio Andreazzoli. Namun ia dipecat pada 22 Oktober lalu dengan catatan buruk, dua kemenangan, dua imbang, serta lima kekalahan.

Genoa sendiri sempat dirumorkan akan menunjuk mantan pelatih Penarol Diego Lopez. Namun kabarnya pemilik Genoa Preziosi tak yakin dengan kapasitas dari Diego Lopez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gol Perdana Esposito Bersama Inter untuk Ibu Tercinta

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Laga Inter Milan vs Genoa tidak akan pernah dilupakan Sebastiano Esposito. Striker belia I Nerazzurri ini mencetak sejarah dengan membuat gol perdana di laga debutnya sebagai starter.

Gol Sebastiano Esposito lahir di babak kedua melalui titik putih. Ia langsung merayakan gol tersebut dengan menunjuk ke arah tribun tempat di mana ibu tercinta menyaksikan laga.

Pemain berusia 17 tahun itu menegaskan bahwa gol ini memang dipersembahkan untuk sang ibu. “Saya melihat ibu di tribun dan gol ini untuknya. Saya berterima kasih pada klub, rekan setim, dan teman-teman semua,” katanya kepada Sky Sport Italia, Minggu (22/12/2019).

sebastiano esposito inter milan
@Inter_en

“Saya tidak bisa menyangkal jika saya tidak bisa tidur semalam. Saya menghabiskan malam memikirkan apa yang akan terjadi hari ini dan saya tidak bisa bermimpi lebih indah dari hari ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, penggawa timnas U-20 Italia menegaskan bahwa golnya itu merupakan bagian dari pengorbanannya selama ini. “Semua pengorbanan yang saya lakukan sekarang terbayar. Saya mendapat imbalan dari apa yang sudah saya tanam,” ia menambahkan.

Menariknya, gol Esposito ini bermakna sangat spesial. Pasalnya, ia mencetak gol debut tepat di hari ibu.

Usai pertandingan pun, sang ibu yang ada di tribun langsung turun menghampiri buah hatinya di pinggir lapangan. Momen ini membuat sang bomber tak bisa menahan air mata kebahagiaannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Genoa: Lukaku Gemilang, Esposito Bikin Rekor

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan menutup tahun 2019 dengan sempurna. Menjamu Genoa di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (22/12/2019) dinihari WIB I Nerazzurri menag 2-0.

Pertandingan ini sangat spesial untuk striker muda tuan rumah, Sebastiano Esposito. Ia menjadi starter untuk pertama kalinya di Serie A. Tampil diusia yang baru menginjak 17 tahun 172 hari menjadikannya sebagai pemain termuda yang menjadi starter sepanjang abad 21.

Di lapangan, Inter langsung menekan pertahanan Genoa. Sempat kesulitan di menit-menit awal, mereka akhirnya mencetak gol pembuka pada menit ke-31 lewat sontekan Romelu Lukaku.

roberto gagliardini inter milan vs genoa
@Inter_br

Gol ini membuat tuan rumah makin percaya diri. Mereka hanya membutuhkan waktu dua menit saja untuk menggandakan keunggulan. Kali ini Romelu Lukaku menjadi pengumpan untuk gol Roberto Gagliardini. Skor 2-0 sekaligus menutup babak pertama.

Pada babak kedua, anak asuh Antonio Conte tidak mengendurkan serangan. Esposito sempat menggebrak. Namun, tendangan kaki kanannya masih membentur salah satu bek lawan.

Tidak ingin kecolongan seperti babak pertama, Genoa tampil lebih disiplin, terutama di lini tengah. Perlahan tapi pasti, tim tamu mulai balik menekan pertahanan tuan rumah.

Antonio Sanabria mengancam gawang Samir Handanovic di menit ke-60. Tapi tendangannya kali ini masih bisa digagalkan sang kiper.

hasil inter milan vs genoa romelu lukaku
@Inter_en

Inter Milan akhirnya mencetak gol ketiga empat menit berselang. Pelanggaran yang dilakukan Kevin Agudelo di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih.

Sebastiano Esposito yang mendapat kehormatan menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol perdana bersama I Nerazzurri.

Belum puas dengan keunggulan 3-0, tuan rumah kembali mencetak gol lima menit kemudian. Lukaku lagi-lagi jadi momok menakutkan untuk pertahanan lawan lewat gol yang dia cetak.

skor 4-0 menyudahi pertandingan pekan ke-17 ini. Tambahan tiga poin membuat anak asuh Antonio Conte terus menempel Juventus di puncak klasemen dengan poin sama, 42. Sedangkan Thiago Motta harus rela melihat timnya tertahan di urutan ke-19 dengan 11 poin.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 95-Alessandro Bastoni, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar; 87-Antonio Candreva (Valentino Lazaro 75’), 8-Matias Vecino, 20-Borja Valero, 5-Roberto Gagliardini, 34-Cristiano Biraghi (Federico Dimarco 78’); 9-Romelu Lukaku, 30-Sebastiano Esposito

Pelatih: Antonio Conte

Genoa (3-5-2): 97-Ionut Radu; 17-Cristian Romero, 14-Davide Birsachi, 4-Domenico Criscito; 28-Kevin Agudelo, 21-Ivan Radovanovic, 15-Filip Jagielo (Nicola Rivella 62’), 29-Francesco, 16-Paolo Ghiglione; 99-Andrea Pinamonti (Andrea Favili 72’), 9-Antonio Sanabria (Denilho Clionese 75’)

Pelatih: Thiago Motta

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Napoli vs Genoa: Partenopei Terpeleset Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Napoli terpeleset lagi. Partenopei bermain imbang 0-0 dengan tamunya Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Stadion San Paolo, Minggu (10/11/2019) dini hari WIB.

Ini berarti pasukan Carlo Ancelotti gagal memenangi lima laga terakhir mereka di semua kompetisi. Rinciannya, Dries Mertens dan kawan-kawan empat kali seri dan sekali kalah.

Dengan hasil ini, Napoli tetap di posisi tujuh klasemen Serie A. Partenopei tertinggal satu poin dari Cagliari yang berada di atasnya.

Piotr Zielinski Napoli vs Genoa @sscnapoli
@sscnapoli

Mengacu pada statistik, Napoli kurang dominan di laga ini. Penguasaan bola Lorenzo Insigne dan kawan-kawan cuma 42 persen.

Meski demikian, tuan rumah tampil lebih agresif, terutama dengan serangan balik. Mereka melepaskan 13 ancaman dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Genoa cuma melepaskan enam tembakan dan hanya satu yang tepat sasaran.

Napoli sebenarnya sempat mencetak gol melalui Insigne saat laga baru berjalan dua menit. Akan tetapi, gol tersebut dianulir setelah Hirving Lozano terkena jebakan offside.

Partenopei juga sudah coba memasukkan Fernando Llorente di babak kedua untuk menmabah daya gedor. Namun, usaha ini tak membuahkan hasil. Hingga laga usai, skor tetap 0-0.

Susunan Pemain

Napoli: 25-David Ospina; 22-Di Lorenzo, 19-Maksimovic, 26-Kalidou Koulibaly, 23-Emile Hysaj; 7-Jose Callejon, 8-Fabian Ruiz, 20-Piotr Zielinski 24-Lorenzo Insigne; 11-Hirving Lozano, 14-Dries Mertens

Genoa: 97-Radu; 32-Peter Ankersen, 17-Cristian Romero, 2-Christian Zapata, 33-Marko Pajac; 20-Lasse Schöne, 29-Francesco Cassata; 28-Kevin Agudelo, 8-Lukas Lerager, 19-Goran Pandev; 9-Andrea Pinamonti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mengenal Berbagai Laga Derbi di Sepak Bola Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada Sabtu (2/11) nanti, laga Derby della Mole antara Torino vs Juventus akan menjadi sajian hangat untuk para penggemar sepak bola Italia. Derby della Mole sendiri merupakan salah satu dari beberapa partai derbi yang menjadi bumbu rivalitas antara klub-klub Serie A maupun Serie B.

Beberapa derbi di Italia yang mungkin sudah cukup familiar di telinga para pecinta sepak bola antara lain adalah Derby della Capitale, Derby della Madonnina, serta Derby D’Italia. Selain ketiga laga derbi tersebut, masih ada cukup banyak laga derbi lain yang memiliki intrik serta sejarahnya sendiri di sepak bola Italia.

Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum berbagai laga derbi yang menghiasi sepak bola Italia:

1. DERBY DELLA MADONNINA
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
Reuters

Laga Derby della Madonnina mungkin menjadi partai derbi yang paling familiar di telinga para pecinta sepak bola. Laga derbi ini mempertemukan dua seteru abadi penghuni kota Milano, Inter Milan dan AC Milan.

Nama Madonnina yang menjadi tajuk laga ini diambil dari nama patung Bunda Maria yang menghiasi Katedral Milano. Warga lokal sendiri menyebut patung tersebut dengan julukan Madonnina.

Rivalitas ini muncul karena Inter dianggap sebagai klub kaum orang kaya oleh warga Milano. Sementara, Milan dianggap sebagai klub kaum pekerja. Selain itu, preferensi Inter untuk menggunakan pemain-pemain asing dan Milan yang cenderung memilik bakat asli Italia juga menjadi bumbu tersendiri dari laga Derby della Madonnina.

Laga Derby della Madonnina pertama dilangsungkan pada tahun 1909. Dalam laga tersebut, AC Milan berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2. Total, kedua klub sudah bertemu sebanyak 224 kali di semua kompetisi. Inter berhak tertawa lebar karena mereka berhasil meraih 81 kemenangan. Sementara, Milan hanya berhasil meraih 76 kemenangan. Sisa 67 laga berakhir dengan skor sama kuat.

2. DERBY DELLA CAPITALE
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
Statsbomb

Derby della Capitale menjadi salah satu laga perang saudara yang menguras emosi di sepak bola Italia. Laga derbi ini mempertemukan dua tim yang berbasis di ibukota Italia, AS Roma dan Lazio.

Kedua tim juga memiliki markas yang sama. Yakni, Stadio Olimpico. Para suporter Lazio, biasanya menghuni tribun utara (curva nord) dan pendukung AS Roma menempati tribun selatan (curva sud).

Perseteruan yang panas diantara kedua klub dan kelompok suporter memang kerap kali memakan korban luka maupun meninggal dunia ketika AS Roma dan Lazio saling berhadapan. Pada tahun 2004, kedua kelompok suporter bahkan terlibat pertikaian di dalam area stadion dan membuat laga Derby della Capitale yang sedang berlangsung harus dihentikan pada menit ke-49.

Total, kedua tim sudah saling bentrok sebanyak 173 kali di kompetisi Italia. AS Roma menjadi tim yang lebih dominan dengan koleksi 65 kemenangan berbanding 46 milik Lazio. Sisa 62 partai diantara kedua tim berakhir dengan skor imbang. 

3. DERBY DELLA LANTERNA
Mengenal Berbagai Derbi di Sepak Bola Italia - Derby della Madonnina - Reuters
sampdoria.it

Derby della Lanterna menjadi salah satu laga derbi tertua di Italia. Laga ini mempertemukan dua tim asal kota Genova, yakni Sampdoria dan Genoa. Panjangnya sejarah dari laga Derby della Lanterna tentu tak lepas dari status Genoa sebagai klub sepak bola tertua di Italia.

Nama Derby della Lanterna sendiri diambil dari sebuah monumen bernama Torre della Lanterna. Monumen tersebut merupakan mercu suar yang menjadi penanda arah bagi kapal-kapal yang ingin merapat ke pelabuhan Genova.

Awalnya, laga Derby della Lanterna mempertemukan Genoa dengan tim-tim lokal di kota Genova. Pada tahun 1947, empat tim kecil yakni Gymnastics Club Sampierdarenese, Liguria Football Club, Andrea Doria, dan La Dominante bergabung dan membentuk tim baru, Sampdoria.

Semenjak terbentuknya Sampdoria, sudah ada 98 pertandingan Derby della Lanterna. Sampdoria pun menjadi tim yang lebih dominan dengan raihan 38 kemenangan berbanding 24 kemenangan milik Genoa. Sedangkan, 36 partai lainnya berakhir imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Sarri: Juventus Kalahkan Genoa dengan Kerja Keras

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus kembali meraih kemenangan di pekan ke-10 Liga Italia. Menjamu Genoa di Stadion Allianz, Kamis (31/10/2019) dinihari WIB anak asuh Maurizio Sarri menang 2-1.

Kemenangan ini jadi pelampiasan Juventus yang pada laga sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh Lecce. Tak ayal, hasil ini membuat Maurizio Sarri senang. Namun, ia mengaku timnya harus bekerja keras untuk memastikan tiga angka.

Ia mengatakan bahwa Genoa tampil luar biasa sepanjang pertandingan. “Babak pertam kami bermain dengan tempo lambat yang memungkinkan lawan menutup ruang dengan mudah. Mereka mengoper bola dengan sangat baik dan mereka tidak terlihat seperti klub yang sedang berada di zona degradasi,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia, Kamis (31/10/2019).

maurizio sarri juventus vs genoa
@juventusfcen

“Kami mengalami kesulitan dan setelah itu kami meningkatkan tempo permainan. Tapi kami tetap membuat banyak kesalahan. Kemenangan hanya bisa kami pastikan di akhir laga. Menurut saya itu kami raih atas dasar kerja keras selama 90 menit,” sambungnya.

Pertandingan ini berlangsung cukup kontroversi. Wasit sampai mengeluarkan dua kartu merah untuk kedua tim. Di kubu tuan rumah, Adrien Rabiot mendapat kartu kuning kedua tiga menit jelang akhir pertandingan. Sebelumnya Franesco Cassata bernasib serupa pada awal babak kedua.

Puncak dari kontroversi laga di pekan ke-10 ini adalah penalti yang diberikan wasit untuk Juventus di masa injury time. Pihak Genoa menganggap bahwa Cristiano Ronaldo melakukan diving.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Thiago Motta: Wasit Laga Lawan Juventus Sangat Parah

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Genoa harus menyerah 1-2 dari tuan rumah Juventus, Kamis (31/10/2019) dinihari WIB. Akan tetapi, kekalahan ini masih sangat mengganjal dalam hati sang pelatih, Thiago Motta.

Laga yang berlangsung di Stadion Allianz ini berlangsung seru. Juventus berhasil unggul lebih dulu melalui Leonardo Bonucci. Genoa kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Christian Kouame.

Akan tetapi, satu poin yang sudah di depan mata buyar saat wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah di masa injury time. Eksekusi yang diambil Cristiano Ronaldo pun sukses memastikan kemenangan Juve.

https://twitter.com/JuanDirection58/status/1189663180903079937

Penalti inilah yang menjadi masalah bagi Thiago Motta. Ia menganggap pemain Juve melakukan diving dan wasit tidak pantas memberi mereka penalti.

“Saya akan meninggalkan Anda untuk menghakimi kejadian itu. Saya hanya akan mengatakan bahwa wasit sangat parah malam ini. Kami tahu bahwa pemain sudah memberikan segalanya, kami bermain seperti Genoa dan hanya itu yang bisa kami lakukan,” kata Motta seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Kamis (31/10/2019).

“Saya tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi karena kami bisa meraih hasil yang lebih bagus dari ini. Apalagi setelah bermain dengan 10 orang para pemain menunjukkan sikap yang tepat di lapangan,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pelatih yang menggantikan Aurelio Di Laurenzo memuji performa Andrea Pinamonti dkk. “Saya memuji para pemain karena mereka menunjukkan kinerja luar biasa melawan tim terhebat di Italia,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Juventus vs Genoa: Penalti Ronaldo Selamatkan Tuan Rumah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Juventus hampir saja terjegal saat menghadapi Genoa pada lanjutan Serie A, Kamis (31/10/2019) dini hari WIB. Anak-anak asuh Maurizio Sarri hampir menuai hasil imbang andai tak ada gol penalti Cristiano Ronaldo pada pengujung injury time. Laga Juventus vs Genoa pun akhirnya berkesudahan 2-1.

Penalti krusial didapatkan Juventus setelah Cristiano Ronaldo yang melakukan pergerakan di kotak penalti Genoa dilanggar Antonio Sanabria. Sang megabintang terjerembap setelah kakinya digaet sang lawan. Tanpa kesulitan, dia mengeksekusi penalti yang menaklukkan kiper Andrei Radu.

Penalti Cristiano Ronaldo membuat Juventus menang 2-1 atas Genoa.
tuttomercatoweb.com

Gol penalti itu sangat melegakan bagi Juventus yang sepanjang pertandingan dibuat frustrasi. Mampu melepaskan 20 tembakan, I Bianconeri begitu sulit menjebol gawang Radu. Kiper asal Rumania itu tercatat melakukan 11 penyelamatan dalam laga Juventus vs Genoa.

Pada laga di Stadion Allianz itu, I Bianconeri mampu unggul terlebih dahulu pada menit ke-36. Kapten Leonardo Bonucci menanduk bola yang diumpankan Rodrigo Bentancur dari tendangan penjuru.

Akan tetapi, keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Hanya lima menit jelang babak pertama usai, sebuah kesalahan di lini belakang I Bianconeri dihukum oleh Christian Kouame. Tendangan chip-nya mampu membuat Gianluigi Buffon mati langkah.

Memasuki babak kedua, Juventus sebetulnya mendapatkan keunggulan ketika Francesco Cassata diusir wasit pada menit ke-51. Namun, tetap saja mereka gagal menaklukkan Radu. Bahkan, pada menit ke-87, I Bianconeri pun harus bermain dengan sepuluh orang setelah Adrien Rabiot menerima kartu kuning kedua. Kebuntuan baru pecah pada pengujung laga berkat penalti Cristiano Ronaldo.

Susunan Pemain Juventus vs Genoa:

Juventus (4-3-1-2): 77-Gianluigi Buffon, 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 24-Daniele Rugani, 12-ALex Sandro, 6-Sami Khedira (25-Adrien Rabiot 61), 30-Rodrigo Bentancur, 14-Blaise Matuidi (8-Aaron Ramsey 61), 33-Federico Bernardeschi (11-Douglas Costa 79), 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo
Pelatih: Maurizio Sarri

Genoa (4-3-1-2): 97-Andrei Radu, 18-Paolo Ghiglione, 17-Cristian Romero, 2-Cristian Zapata, 32-Peter Ankersen, 20-Lasse Schoene, 29-Federico Cassata, 28-Kevin Agudelo (21-Ivan Radovanovic 84), 19-Goran Pandev (10-Sinan Gumus 68), 99-Andrea Pinamonti, 11-Christian Kouame (9-Antonio Sanabria)
Pelatih: Thiago Motta

K. Kuning: Bentancur 28, Rugani 38, Rabiot 76, Bonucci 89 – Cassata 4, Pandev 56
K. Merah: Rabiot 87 – Cassata 51

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Maurizio Sarri Akui Juventus Masih Adaptasi dengan Gaya Baru

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan menghadapi Genoa di Turin dalam lanjutan Serie A, Kamis (31/10/2019) dinihari WIB. Maurizio Sarri ingin anak asuhnya bisa memenangkan pertandingan setelah di laga sebelumnya mereka hanya imbang 1-1 melawan Lecce.

Kendati belum tersentuh kekalahan musim ini, permainan Juventus belum bisa dibilang sempurna. Apalagi pada laga terakhir melawan Lecce yang merupakan klub promosi, mereka gagal meraih kemenangan.

Maurizio Sarri mengungkapkan bahwa hal itu tak lepas dari adaptasi timnya yang ingin mengubah gaya permainan dari sebelumnya. Baginya, proses yang sedang dijalani mengakibatkan permainan Miralem Pjanic dkk belum sempurna.

Paulo Dybala - Juventus vs Inter Milan - Football5star
@juventusfcen

“Kami masih beradaptasi dengan gaya sepak bola baru, jadi wajar saja bahwa kami masih butuh sedikit waktu untuk tampil sempurna. Kami bisa meningkatkan banyak hal dan berada di jalur yang benar,” kata mantan pelatih Chelsea itu kepada Sky Sport Italia, Rabu (30/10/2019).

“Kami punya rata-rata tembakan yang sangat rendah. Dalam pandangan saya, ini lebih kepada masalah mental daripada lainnya. Saya menyatakan ketakutan pada pemain tentang itu dan kami ingin mencoba menyiapkan beberapa latihan untuk membantu dan menambah determinasi di depan gawang,” ia menambahkan.

Ketika menghadapi Genoa dinihari nanti, Sarri masih meragukan kondisi Miralem Pjanic dan Gonzalo Higuain. “Pjanic tidak punya masalah pada ototnya, tapi kami masih akan melihat perkembangannya nanti. Higuain juga punya masalah yang hampir sama, kami berharap ada kemajuan berarti dari mereka hari ini,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lawan Juventus, Thiago Motta Tuntut Genoa Lanjutkan Momentum

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Thiago Motta sukses menjalankan tugas pertamanya sebagai pelatih Genoa dengan baik. Ia membawa timnya menang 3-1 atas Brescia. Tugas berat pun sudah menanti di depan mata saat mereka tandang ke Juventus, Kamis (31/10/2019) dinihari WIB.

Laga melawan Brescia tentu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan menghadapi Juventus. Selain berstatus juara bertahan, mereka juga sedang dalam performa bagus.

Thiago Motta pun mengakui bahwa laga melawan Si Nyonya Tua nanti akan sangat berbeda. Namun, ia meminta para pemain bisa menjaga momentum dan mempertahankan performa apik seperti di akhir pekan.

genoa vs brescia
@GenoaCFC

“Kami tidak boleh lagi berpikir tentang kemenangan melawan Brescia, bahkan jika itu memungkinkan kami untuk bekerja dengan tenang. Itu sudah berlalu dan sekarang kami akan menghadapi tim yang sangat kuat seperti Juventus,” kata Motta kepada Sky Sport Italia, Rabu (30/10/2019).

“Kami harus mempertahankan ide permainan dan mentalitas seperti yang kami tunjukkan melawan Brescia. Kami harus mempertahankan momentum itu untuk meraih hasil yang kami inginkan,” sambung mantan pemain Paris Saint-Germain dan Inter Milan itu.

Tidak ketinggalan, sang pelatih juga mengaku tidak gentar dengan kebesaran Si Nyonya Tua. “Mereka punya kualitas di atas rata-rata. Mereka juga sudah memenangkan delapan gelar beruntun, tapi saya tidak khawatir soal itu. Sebalinya, saya hanya akan fokus pada pemain saya,” sambung Thiago Motta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Debut Thiago Motta bersama Genoa Berbuah Rekor Unik

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Thiago Motta melakukan debutnya sebagai pelatih Genoa saat menghadapi Brescia dalam lanjutan Serie A, Minggu (27/10/2019) dini hari WIB. Sebuah rekor unik menghiasi debut eks pemain Paris Saint-Germain itu.

Dalam laga menghadapi Brescia, Genoa sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama. Pada menit ke-34, gawang Andrei Radu dijebol oleh tendangan bebas spektakuler Sandro Tonali. Tuan rumah baru mampu membalikkan keadaan pada babak kedua dengan menjejalkan tiga gol.

Rekor unik yang menghiasi debut Thiago Motta berkaitan dengan ketiga gol tersebut. Pasalnya, ketiga gol Genoa dihasilkan tiga pemain pengganti. Dalam sejarah sepak bola Italia, ini kali pertama tiga pemain pengganti mencetak gol dalam sebuah pertandingan.

Mengenai hal itu, Thiago Motta tak menepuk dada. “Saya punya skuat besar dengan pemain-pemain berkualitas. Hal yang benar-benar mengesankan bagi saya pekan ini adalah hasrat untuk bekerja dan berjuang bersama demi Genoa. Mereka yang masuk sebagai pengganti melakukan tugas dengan baik,” urai dia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Soal instruksi yang diberikan pada jeda pertandingan, eks pemain timnas Italia itu berujar, “Saya hanya mengatakan sedikit hal karena saya melihat para pemain punya tekad besar untuk bermain dengan baik. Itu terlihat jelas dari wajah mereka.”

Thiago Motta menilai Genoa sudah berada di jalur yang tepat. Dia berharap para pemain terus menunjukkan hal yang sama pada pekan-pekan ke depan. Terutama menghadapi Juventus pada laga berikut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Thiago Motta Resmi Latih Genoa Gantikan Aurelio Andreazzoli

Banner live dan podcast baru

Foootball5star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter Milan dan Paris Saint Germain (PSG) Thiago Motta resmi ditunjuk menjadi pelatih baru Genoa menggantikan Aurelio Andreazzoli.

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Rabu (23/10/2019) Motta ditunjuk menjadi pelatih dan dikontrak hingga akhir musim ini. Namun, Motta bakal mendapat perpanjang kontrak hingga Juni 2021 jika permainan Genoa tampil baik.

Thiago Motta Resmi Latih Genoa Gantikan Aurelio Andreazzoli
getty images

Motta sendiri sebelumnya menjajaki karier di kepelatihan dengan membesut tim junior PSG. Motta mengakhir karier sebagai pesepak bola dua musim lalu dan langsung masuk ke jajaran kepelatihan tim PSG.

Sosok Thiago Motta sendiri bagi Genoa sudah tidak asing. Ia bermain di Stadion Luigi Ferraris pada 2008-09 silam. Ia bermain sebanyak 27 kali dan mencetak 6 gol.

Setelah bermain untuk Genoa, Motta hijrah ke Inter Milan. Bersama tim Milan itu, Motta bermain hingga 2012 silam sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Paris Saint Germain.

“Thiago adalah orang yang membangkitkan Genoa. Dia membawa banyak pengalaman ke level tertinggi,” kata eks rekan Motta, Diego Millito seperti dikutip dari halaman resmi klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan Dituntut Pertahankan Momentum

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AC Milan, Giacomo Bonaventura, mengaku bahagia dengan kemenangan timnya atas Genoa. Namun, ia percaya Rossoneri bisa lebih baik lagi.

AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB.

Genoa berhasil unggul duluan lewat tendangan bebas Lasse Schone di menit ke-41. Gol ini tak lepas dari kesalahan Pepe Reina dalam menangkap bola.

AC Milan berhasil berbalik unggul di babak kedua lewat gol Theo Hernandez dan penalti Franck Kessie. Genoa mendapat kesempatan untuk menyamakan skor di injury time lewat penalti, namun tembakan Schone mampu ditepis Reina.

AC Milan @acmilan Giacomo Bonaventura
@acmilan

“Ini adalah kemenangan penting, karena beberapa pertandingan terakhir negatif, jadi kami membutuhkan poin. Meskipun demikian, kami dapat dan harus melakukan yang lebih baik. Sudah sewajarnya tekanan sampai ke sebuah tim dengan begitu banyak pemain muda, tetapi kami perlu mendapatkan yang terbaik dari diri kami sendiri,” kata Bonaventura di Soccerway.

Dalam pertandingan itu, Bonaventura yang baru pulih dari cedera panjang, jadi starter dan bermain selama 81 menit. Itu adalah pertama kalinya ia jadi starter sejak Oktober 2018.

“Sangat sulit untuk absen lama, saya tidak sabar untuk kembali dan bermain, tetapi saya bekerja sangat keras, lutut baik-baik saja dan itu bukan hanya masalah mendapatkan waktu bermain dan saya akan lebih baik dari sebelumnya.”

“Pemain dengan pengalaman lebih banyak harus mengangkat suara mereka dan membuat diri mereka didengar, tetapi semua orang di sini mengambil tanggung jawab dan melangkah. Kami berhasil membalikkan keadaan hari ini, tetapi kami harus melakukan yang lebih baik. Kemenangan akan memberi kami lebih banyak kepercayaan diri dan kami dapat bekerja dalam latihan untuk berkembang,” Bonaventura menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Giampaolo: AC Milan Akhirnya Tunjukkan Karakter

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, mengaku senang timnya berhasil mengalahkan Genoa. Menurut dia, Rossoneri berhasil menunjukkan karakter bagus setelah tertinggal di laga itu.

“Untungnya, saya cukup berkepala dingin selama pertandingan. Saya ragu itu penalti, tetapi Reina memiliki banyak karakter, sehingga saya yakin dia akan menyelamatkannya,” kata Giampaolo kepada DAZN.

AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB.

Genoa berhasil unggul duluan lewat tendangan bebas Lasse Schone di menit ke-41. Gol ini tak lepas dari kesalahan Pepe Reina dalam menangkap bola.

AC Milan berhasil berbalik unggul di babak kedua lewat gol Theo Hernandez dan penalti Franck Kessie. Genoa mendapat kesempatan untuk menyamakan skor di injury time lewat penalti, namun tembakan Schone mampu ditepis Reina.

Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo @acmilan
@acmilan

“Itu adalah pertandingan yang sulit, kami tertinggal dan di bawah banyak tekanan, jadi saya memuji para pemain karena tidak menyerah. Saya bahkan tidak peduli jika mereka salah menempatkan umpan atau gol, yang penting adalah memberikan respons dalam hal karakter.”

“Saya ingin kami melanjutkan karakter ini, tetapi jelas berharap untuk mendapatkan gaya sepak bola yang lebih tajam dan lebih tinggi di masa depan.”

“Saya ingin melihat tim ini memainkan sepak bola yang lebih baik, tetapi hari ini tidak mungkin karena mereka merasakan tekanan yang sangat besar dan sangat membutuhkan kemenangan. Saya tidak bisa meminta mereka untuk sepakbola yang indah hari ini, karena kami memiliki tujuan lain,” Giampaolo menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bonaventura Berikan AC Milan Keseimbangan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, mengungkap alasan memainkan Giacomo Bonaventura sebagai starter. Menurut dia, pemain 30 tahun itu memberi Rossoneri keseimbangan.

AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB.

Genoa berhasil unggul duluan lewat tendangan bebas Lasse Schone di menit ke-41. Gol ini tak lepas dari kesalahan Pepe Reina dalam menangkap bola.

AC Milan berhasil berbalik unggul di babak kedua lewat gol Theo Hernandez dan penalti Franck Kessie. Genoa mendapat kesempatan untuk menyamakan skor di injury time lewat penalti, namun tembakan Schone mampu ditepis Reina.

Dalam pertandingan itu, Bonaventura jadi starter dan bermain selama 81 menit. Itu adalah pertama kalinya ia jadi starter sejak Oktober 2018.

Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo @acmilan
@acmilan

“Kami membutuhkan pengalaman, karakter, dan kemampuan untuk menghadapi situasi tersebut. Saya sangat menyukai Bonaventura, karena ia juga memiliki waktu yang tepat dengan operasinya, sentuhan yang lembut,” kata Giampaolo kepada DAZN.

“Di atas segalanya, Bonaventura membawa keseimbangan, karena saya berjuang untuk bermain dengan tiga striker murni. Dia memberi kami keseimbangan di sana, karena ia dapat mundur kembali, tetapi juga bermain dengan kualitas ke depan,” Giampaolo menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jadi Pahlawan AC Milan, Reina Bicara Pengalaman

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper AC Milan, Pepe Reina, mengaku bahagia dengan kemenangan timnya atas Genoa. Ia juga merasa pengalaman sangat membantunya di laga tersebut.

AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB. Dalam laga Reina membuat kesalahan dalam gol pertama tuan rumah.

Untungnya, kiper asa Spanyol itu mampu menembus. Ia berhasil menepis penalti Genoa di akhir laga.

AC Milan @acmilan
@acmilan

“Setelah kesalahan di babak pertama, pengalaman membantu saya untuk tetap konsentrasi pada setiap detail dan tidak membiarkan kepala saya menjauh dari permainan,” kata Reina kepada Milan TV.

“Saya bangga melihat reaksi para pemain, terutama setelah kekalahan kami dari Fiorentina dan babak pertama yang buruk di sini. Kami tidak pernah menyerah, mencoba membalikkannya dan pada akhirnya membawa pulang tiga poin yang sangat penting.”

“Kami tahu pada istirahat bahwa gol akan membawa kami bangkit. Kami hanya harus terus berjalan. Itu tidak mudah, karena ketika ada rasa kurang percaya diri, itu bisa terasa seperti bola yang terbakar dan Anda tidak ingin berada di dekatnya.”

“Kesalahan bisa terjadi, tetapi kami pulang ke rumah mengetahui bahwa kami telah memberikan segalanya. Waktunya akan tiba ketika kami merasa lebih percaya diri dan tim akan memainkan sepak bola yang lebih baik,” Reina menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan Tundukkan Genoa, Rencana B Giampaolo Berhasil

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, mengaku senang timnya berhasil mengalahkan Genoa. Dalam laga itu, ia harus mengganti strategi demi mengejar ketertinggalan.

AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB.

Genoa berhasil unggul duluan lewat tendangan bebas Lasse Schone di menit ke-41. Gol ini tak lepas dari kesalahan Pepe Reina dalam menangkap bola.

AC Milan berhasil berbalik unggul di babak kedua lewat gol Theo Hernandez dan penalti Franck Kessie. Genoa mendapat kesempatan untuk menyamakan skor di injury time lewat penalti, namun tembakan Schone mampu ditepis Reina.

Di pertandingan tersebut, Giampaolo harus memakai ‘Rencana B’ setelah timnya tertinggal. Ia menarik keluar Hakan Calhanoglu dan Krzysztof Piatek di masa istirahat dan menggantinya dengan Lucas Paqueta dan Rafael Leao.

AC Milan @acmilan
@acmilan

“Saya menyukai Paqueta, dia baik-baik saja, seperti halnya Leao, tetapi saya tidak akan mengutuk mereka yang diganti,” kata Giampaolo kepada DAZN.

“Saya menyuruh para pemain muda untuk tetap tenang dan membalikkan keadaan. Para penyerang ini memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi saya tahu Milan membutuhkan semua elemen itu.”

“Saya tidak akan membuang siapa pun keluar jendela. Tujuan saya adalah membuat semua orang terlibat,” Giampaolo menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Genoa vs AC Milan: 4 Kartu Merah Warnai Kemenangan Rossoneri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – AC Milan menang 2-1 atas tuan rumah Genoa pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Luigi Ferraris, Minggu (6/20/2019) dini hari WIB. Dalam laga ini, wasit harus mengeluarkan empat kartu merah.

Dua kartu merah awal diberikan ke Riccardo Saponara yang duduk di bench Genoa dan untuk Davide Biraschi karena melakukan handball. Dua kartu merah lainnya untuk pemain Milan, yakni Davide Calabria karena menarik baju lawan dan Samu Castillejo yang berada di bench.

Genoa berhasil unggul duluan lewat tendangan bebas Lasse Schone di menit ke-41. Gol ini terjadi karena bola lepas dari tangkapan kiper Pepe Reina.

Theo Hernandez kemudian membalas di menit ke-51 setelah melesakkan gol dari sudut sempit. Skor jadi imbang 1-1.

AC Milan berbalik unggul lewat penalti Franck Kessie di menit 57 setelah Davide Biraschi tertangkap oleh VAR melakukan handball di kotak terlarang.

Genoa sempat mendapat hadiah penalti di akhir laga. Namun, eksekusi Schone berhasil ditepis Reina. Skor akhir tetap 2-1 untuk keunggulan Milan.

Franck Kessie ac milan @acmilan
@acmilan

Dengan kemenangan ini, AC Milan naik ke posisi 11 klasemen dengan sembilan poin, hasil dari tujuh pertandingan. Sementara Genoa terpuruk di peringkat 19 dengan lima angka.

Susunan Pemain

Genoa: Ionut Radu; Cristian Romero, Cristian Zapata, Domenico Criscito; Ivan Radovanovic; Paolo Ghliglione, Lasse Schone, Lukas Lerager, Marko Pajac; Christian Kouame, Andrea Pinamonti.

AC Milan: Pepe Reina; Davide Calabria, Leo Duarte, Alessio Romagnoli, Theo Hernandez; Franck Kessie, Lucas Biglia, Hakan Calhanoglu; Suso, Krzysztof Piatek, Giacomo Bonaventura.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Klub Tertua di Italia Rayakan HUT ke-126

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub tertua di Serie A Italia Genoa FC, Sabtu (7/9/2019) merayakan hari ulang tahun ke 126. Perayaan HUT ke-126 dirayakan para suporter Genoa di Piaza de Ferrari.

Dikutip dari halaman resmi klub, Genoa juga merencanakan untuk melakukan pertandingan persahabatan dengan klub Estella di Chiavani, Italia. Sayangnya dalam laga persahabatan tersebut, Genoa justru takluk dengan skor 2-3.

Klub berjuluk I Rossoblu ini berdiri pada 7 September 1893 silam. Menariknya saat awal berdiri, Genoa justru dibentuk untuk mewakili Inggris di kompetisi internasional. Tak heran jika jersey Genoa di awal berdirinya terinspirasi dengan timnas Inggris.

pendiri genoa
genoacfc.it

Di awal berdirinya, Genoa tak mengizinkan orang Italia untuk membela klub ini. Para pendiri orang Genoa memang berasal dari Inggris, mereka adalah James Spensley, Charles de Grave, Daniel G Fawcus, dan sejumlah peluat Inggris yang bermukim di Italia.

Malah Genoa menyebut bahwa klub ini merupakan klub yang mewakili Inggris di luar negeri. Sebagai klub yang berdiri lebih awal, Genoa pun pernah mendominasi Liga Italia.

Genoa pun catatkan meraih gelar scudetto tiga tahun tahun beruntun pada 1900. Tim-tim di awal bergulirnya Serie A seperti Ginnastica Torino ataupun Sampierdarenese sempat merasakan keganasan skuat Genoa.

Seiring berjalannya waktu pamor Genoa kemudian tergeser. Dari rentang waktu berdirinya selama 126 tahun, Genoa tercatat 33 tahun bermain di kompetisi kasta kedua Serie B dan 3 tahun berada di kasta ketiga Serie C Italia.

Pada Mei 2019 seperti dikutip dari Football Italia, Genoa sempat terlilit masalah keuangan. Sejak 2013 silam, Genoa berada di bawah kendali Enrico Preziosi sebagai presiden klub. Namun, penguasa mainan asal Italia tersebut belakangan memang sudah tidak lagi berminat mengelola klub sepak bola.

Ide untuk menjual Genoa sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, baru bisa terealisasi menjelang berakhirnya musim 2018/19. Enrico Preziosi telah memberikan kuasa pada penasehat keuangan untuk proses penjualan klub.

“Genoa Cricket and Football Club SpA mengumumkan bahwa mandat telah diberikan kepada Assietta S.p.A., sebuah perusahaan konsultan keuangan, yang mengkhususkan diri dalam keuangan perusahaan, sebagai penasihat untuk penjualan klub,” tulis situs resmi klub saat itu.

Roma Kebobolan Tiga Gol, Fonseca Enggan Salahkan Para Bek

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tugas pertama Paulo Fonseca sebagai pelatih AS Roma di kompetisi Serie A berakhir kurang memuaskan. Bagaimana tidak, bertindak sebagai tuan rumah, mereka hanya mampu bermain imbang 3-3 dengan Genoa.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Olimpico, Senin (26/8/2019) AS Roma selalu unggul lebih dulu. Tapi gol yang dicetak Cengiz Under, Edin Dzeko, dan Aleksander Kolarov selalu bisa dibalas pemain lawan.

Usai pertandingan, Fonseca mengaku kebobolan tiga gol merupakan kesalahannya dalam menerapkan strategi. Tapi ia menolak menyalahkan para bek yang sudah bekerja keras di belakang.

as roma vs genoa
@ASRomaEN

“Ketika sebuah tim kebobolan, itu bukan hanya kesalahan para bek saja. Mendapat bola rebound dan bola kedua sangatlah penting dalam permainan ini dan kami tidak melakukannya dengan benar. Kami mengawali laga dengan kuat, setelah gol pertama Genoa kami kembali berlari dan bermain terbuka,” ujar Fonseca kepada Sky Sport Italia, Senin (26/8/2019).

“Performa kami membaik di babak kedua, tapi kami kebobolan dengan cara yang tidak kami harapkan. Faktor ini harus kami perbaiki agar tidak terulang di pertandingan selanjutnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Portugal menegaskan Roma masih mencari bek baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggal Kostas Manolas ke Napoli. “Saya selalu percaya pada pemain saya. Sampai sekarang kami masih mencari bek tengah dan saya harapa kami bisa mendapatkannya di akhir bursa transfer,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tinggalkan AC Milan, Zapata Merapat ke Genoa

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek asal Kolombia, Cristian Zapata, akan segera merapat ke Genoa dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan oleh agennya, Ivan Cordoba.

Zapata, 32 tahun, diboyong AC Milan dari Villarreal dengan status pinjaman pada 2012 silam. Usai tampil apik di sepanjang musim 2012/13, Il Diavolo Rosso pun mempermanenkan statusnya.

Tujuh musim bermain di San Siro, eks pemain Udinese itu tercatat tampil sebanyak 148 kali dan sukses meraih Piala Super Italia di 2016. Kontraknya akan habis bulan ini dan ia mendapat tawaran dari Sampdoria, Bologna, dan Sassuolo. Namun, sang pemain menjatuhkan pilihan kepada Genoa.

“Cristian telah menolak uang dan kesempatan untuk bermain dengan banyak tim lain, karena dia yakin dengan proyek yang dimiliki Genoa,” kata Cordoba kepada Secolo XIX.

Cristian Zapata - Cristiano Ronaldo - AC Milan - Juventus - @ACMilan
Twitter Milan

Zapata bakal menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Genoa. Kendati demikian, proses penandatanganan kontrak Zapata nampaknya tidak akan berlangsung pekan depan. Sang pemain kini tengah bertugas membela Kolombia di ajang Copa America di Brasil.

Milan sendiri tak keberatan melepas Zapata. Sebab, mereka memiliki banyak stok bek tengah seperti Alessio Romagnoli, Mateo Musacchio, Mattia Caldara dan Gustavo Gómez yang akan kembali dari masa pinjaman di Palmeiras.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Genoa Datangkan Andreazzoli Gantikan Prandelli

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Italia, Serie A, Genoa, berhasil merekrut mantan pelatih Empoli, Aurelio Andreazzoli. Pelatih berusia 65 tahun itu akan menggantikan posisi yang ditinggalkan mantan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli.

Aurelio Andreazzoli akan mulai aktif menukangi Genoa pada 1 Juli mendatang dan klub yang bermarkas di Luigi Ferraris itu akan mengikat Andreazzoli selama dua musim.

Aurelio Andreazzoli Genoa Empoli Pianeta Empoli
Getty Images

Sebelumnya, Andreazzoli berhasil membawa Gli Azzurri, julukan Empoli, promosi ke Seria A pada musim 2017-18. Tetapi, ia mengalami pemecatan pada November 2018 dan ditunjuk kembali untuk menukangi Gli Azzurri pada Maret 2019 hingga akhir musim 2018-19.

Pada musim 2018-19 lalu, Andreazzoli gagal mempertahankan Gli Azzurri di Serie A meski memiliki poin sama Genoa yang berada satu strip di atas Gli Azzurri di peringkat ke-17 dengan 38 poin. Namun, Gli Azzurri kalah selisih gol dan head-to-head dengan Genoa sehingga memaksa turun ke Serie B pada musim 2019-20.

Karier kepelatihan Andreazolli kerap dikenal sebagai asisten pelatih. Ia malang melintang sebagai asisten pelatih sejak tahun 2003 hingga 2013 bersama Udinese dan AS Roma. Di antaranya sebagai asisten pelatih Luciano Spalletti, Luis Enrique dan Zdenek Zeman di AS Roma.

Sedangkan sebagai pelatih kepada, Aurelio Andreazzoli hanya melatih tim kecil seperti Alessandria yang kini bermain di Serie C dan Aglianese yang bermain di Serie D. Hingga akhirnya Empoli mempercayakan jabatan sebagai pelatih kepala kepada pelatih yang memulia karier kepelatihannya pada usia 34 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kiper Genoa Bikin Arsenal & Lyon Gigit Jari

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Crescenzio Cecere, agen Ionut Radu, menyatakan bahwa Arsenal dan Olympique Lyonnais tertarik kepada kliennya. Kendati begitu, Cecere memastikan, Radu bakal tetap berseragam Genoa pada musim depan.

Radu berlabuh di Italia setelah bergabung dengan tim primavera Inter pada 2013. Kiper asal Rumania itu melakoni debut profesional bersama I Nerazzurri pada Mei 2016.

Genoa meminjam Radu dengan opsi pembelian seharga delapan juta euro pada musim panas 2018. Dia langsung mendapat kepercayaan menjadi kiper utama I Gialloblu.

Performa apik Radu bersama Genoa membuat Arsenal dan Lyon kepincut. Inter dikabarkan juga mempertimbangkan untuk mengaktifkan klasul pembelian kembali untuk pemain berusia 22 tahun tersebut.

Arsenal memang tengah mencari kiper baru untuk melapis Bernd Leno. Pasalnya, Petr Cech memutuskan untuk gantung sepatu setelah musim 2018-19 berakhir.

Akan tetapi, Inter masih berpeluang untuk merekrut Radu. I Nerazzurri memproyeksi kiper bertinggi badan 188 sentimeter tersebut sebagai calon suksesor Samir Handanovic.

“Dia (Radu) akan tetap bersama Genoa meski telah menunjukkan betapa besar perasaannya untuk Inter,” kata Cecere, seperti dilansir Calciomercato.

ioanut radu genoa - twitter SoccerBantzNG
Ioanut Radu (Foto: Twitter/@SoccerBantzNG)

“Ada banyak klub yang tertarik (kepada Radu). Lyon menginginkan dia dan Arsenal telah mencari tahu soal kemungkinan merekrutnya. “Dia adalah pemain dengan prospek yang sangat menarik dan berkembang pesat,” tutur Cecere.

Sepanjang musim 2018-19, Radu mencatatkan enam clean sheet dan kebobolan 46 kali dari 33 penampilan di Serie A. Sayangnya, dia tidak mampu berbuat banyak untuk Genoa yang finis di urutan ke-17 klasemen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Imbang Lawan Genoa, Napoli Tunda Pesta Juara Juventus

Football5star.com, Indonesia – Juventus harus menunda pesta juaranya setelah Napoli berhasil memetik satu angka ketika bertanding melawan Genoa pada Minggu (7/4) malam waktu setempat. Meski tampil di Stadio San Paolo, Napoli gagal membongkar rapatnya lini pertahanan Genoa yang bermain dengan 10 pemain.

Tampil sebagai tim unggulan, Napoli langsung tampil menggebrak di awal-awal pertandingan. Baru dua menit pertandingan berjalan, I Partenopei mendapatkan peluang lewat sepakan jarak jauh Arek Milik yang melayang tipis di atas gawang Andrei Radu.

Di menit ke-28, Genoa harus bermain dengan 10 orang setelah Stefano Sturaro mendapatkan kartu merah. Ia diusir wasit karena melakukan pelanggaran yang cukup keras terhadap Allan.

Tampil melawan 10 orang membuat tim tamu semakin gencar melancarkan serangan. Di menit ke-34, sepakan jarak jauh Dries Mertens berhasil membawa pasukan Carlo Ancelotti unggul.

Napoli vs Genoa - Juventus - Serie A - @NapoliAndNaples 2
@NapoliAndNaples

Namun, keunggulan ini tak bertahan lama. Pasalnya, Genoa mampu menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama lewat sepakan voli Darko Lazovic. Di paruh kedua pertandingan, Napoli terus melancarkan serangan demi kembali meraih keunggulan.

Namun, Arek Milik gagal memanfaatkan banyak peluang yang diberikan kepadanya. Masuknya Lorenzo Insigne pun tak banyak mengubah jalannya pertandingan. Pada akhirnya, Napoli harus puas bermain imbang 1-1 melawan 10 pemain Genoa.

Hasil ini membuat Juventus dipastikan gagal menjadi jawara Serie A pekan ini. Mereka kini masih memiliki keunggulan 20 poin atas I Partenopei dengan tujuh partai tersisa. Apabila Juventus mampu meraih kemenangan atas SPAL pekan depan, maka mereka baru bisa memastikan scudetto.

SUSUNAN PEMAIN NAPOLI VS GENOA:

Napoli: Orestis Karnezis; Elseid Hysaj (Adam Ounas 88′), Nikola Maksimovic, Kalidou Koulibaly, Faouzi Ghoulam (Mario Rui 77′); Jose Callejon, Allan (Lorenzo Insigne 67′), Fabian Ruiz, Piotr Zielinski; Dries Mertens, Arek Milik

Pelatih: Carlo Ancelotti

Genoa: Andrei Radu; Davide Biraschi, Koray Gunter, Domenico Criscito, Pedro Perreira; Stefano Sturaro, Miguel Veloso (Ivan Radovanovic 77′), Darko Lazovic; Daniel Bessa (Giuseppe Pezzella 82′); Goran Pandev (Esteban Rolon 62′), Christian Kouame

Pelatih: Cesare Prandelli

Kartu Kuning: Allan 24′, Hysaj 67′

Kartu Merah: Sturaro 28′

Radja Nainggolan Turut Bahagia Icardi Cetak Gol Lagi

Football5star.com, Indonesia – Kembalinya Mauro Icardi ke skuat utama Inter Milan disambut baik oleh Radja Nainggolan. Ia mengatakan bahwa sang bomber berjasa atas kemenangan 4-0 melawan Genoa di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (4/4/2019).

Icardi mencetak satu gol pada laga comebacknya melalui eksekusi penalti di babak pertama. Selain itu, ia juga berjasa untuk gol ketiga yang dicetak Ivan Perisic. Pasalnya gol tersebut berasal dari umpan terobosonnya.

Langsung nyetelnya performa pemain 25 tahun ini pun membuat Radja Nainggolan bahagia. Menurutnya, sang rekan sudah turut membantu Inter meraih kemenangan besar di kandang lawan.

icardi-penalti
@Inter_es

“Ketika kami berada di lapangan, kami semua memberikan yang terbaik untuk Inter. Mauro membuktikan bahwa dia ingin membantu tim dan ini adalah hal paling penting. Statistiknya mampu menggambarkan hal tersebut,” kata Radja Nainggolan kepada DAZN, Kamis (4/4/2019).

“Dia sudah melakukan banyak hal untuk Inter, jadi kami semua harus terus berjuang bersama untuk meraih tujuan yang sama.” sambung pemain berdarah Indonesia ini.

Tiga poin yang diraih klub berjuluk I Nerazzuri ini semakin mengokohkan posisinya di peringkat ketiga klasemen. Mereka kini mengoleksi 56 angka, atau terpaut empat poin dari AC Milan yang berada di urutan keempat.

Jika berhasil mempertahankan performa seperti melawan Genoa, bisa dipastikan Inter akan memastikan tempat di urutan ketiga akhir musim ini. Dengan kata lain, mereka bisa kembali berlaga di Liga Champions musim depan.

“Kami berada di posisi ketiga dan hanya perlu memikirkan diri sendiri. Jika kami berhasil memenangkan semua pertandingan, kami tidak perlu memikirkan tim lain,” tutup Radja Nainggolan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]