Ogah Balik ke Man United, Andreas Pereira Minta Dipermanenkan Lazio

gamespool
Ogah Balik ke Man United, Andreas Pereira Minta Dipermanenkan Lazio 4

Football5star.com, Indonesia – Andreas Pereira meminta Lazio untuk mempermanenkan statusnya dalam waktu dekat. Ia mengaku tak memiliki niat kembali ke Man United pada musim 2021-22.

Pereira memperkuat Lazio dengan status pinjaman hingga akhir musim 2020-21. Gli Aquile bisa mempermanenkan jasa Perreira dengan banderol 27 juta Euro.

“Lazio memiliki opsi untuk mempermanenkan status saya dari Man United. Jadi, masa depan saya ada di tangan para petinggi klub,” tutur Andreas Pereira dikutip football5star dari Football Italia.

Andreas Pereira - Lazio - Man United - SportMob
SportMob

“Di sini, saya merasa sangat dihargai. Lazio masih memiliki waktu beberapa pekan untuk menentukan masa depan saya,” kata Pereira menambahkan.

Lazio sendiri dilaporkan tak tertarik mempermanenkan jasa Pereira. Pasalnya, pemain 25 tahun itu gagal tampil menawan karena cuma mampu mencetak satu gol dari 30 penampilannya di semua kompetisi. Tak cuma itu, Pereira juga gagal menggusur posisi Luis Alberto dari tim utama Lazio dan lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.

Andai tak dipermanenkan Gli Aquile, Pereira siap menemui Ole Gunnar Solskjaer untuk membahas masa depannya. Ia mengaku ingin mendapat menit bermain reguler pada musim 2021-22 agar bisa menembus skuat timnas Brasil di Piala Dunia 2022

“Saya tentu akan berbicara dengan Man United dan menentukan jalan terbaik. Saya sudah menghubungi Ole Gunnar Solskjaer dan kami akan melakukan diskusi. Saya hanya mendapat menit bermain reguler agar bisa memperkuat timnas Brasil di Piala Dunia 2022,” tandas Pereira.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simone Inzaghi: AC Milan Tampil Baik, tapi Lazio Fantastis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Simone Inzaghi tak bisa menutupi rasa bangganya terhadap Lazio. Menurutnya kemenangan 3-0 atas AC Milan, Selasa (27/4/2021) dinihari WIB seperti laga final.

Menang 3-0 membuka asa Lazio kembali ke empat besar. Dan bagi Simone Inzaghi, hasil ini menunjukkan betapa fantastisnya kondisi skuat.

“Ini sepeti final bagi kami. Ini adalah kesempatan terakhir untuk tetap berada di posisi empat besar. Para pemain melakukannya dengan sangat baik, ini adalah kemenangan yang sangat jelas dan kami tampil dominan,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia, Selasa (27/4/2021).

lazio vs ac milan-iF2is
@iF2is

“Malam ini Milan melakukannya dengan baik, tapi mereka melawan Lazio yang berada dalam kondisi fantastis. Sekarang kami harus berusaha untuk mencapai akhir musim tanpa penyesalan. Kami akan menjalani banyak pertandingan dalam waktu singkat,” imbuhnya.

Tak ketinggalan, adik kandung legenda AC Milan, Filippo Inzaghi, ini juga melemparkan pujian pada Joaquin Correa. Maklum saja sang bomber memborong dua gol.

Dia juga tidak malu-malu memberi kredit lebih pada Gianluigi Donnarumma. Menurutnya, jika kiper I Rossoneri bukan Donnarumma, mereka sudah kebobolan lebih dari tiga gol.

“Saat Correa dalam kondisi bagus, dia benar-benar membuat tanda di pertandingan besar. Dia sellau memiliki potensi besar da telah mengatasi beberapa masalah cedera,” ia mengungkapkan.

“Hasil hari ini 3-0, tapi saya harus katakan Donnarumma melakukan penyelamatan pada peluang Immobile dan Correa. Hanya kiper terbaik dunia yang bisa melakukannya,” tutup Simone Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kalah dari Lazio, Pioli Akui Milan dalam Situasi Rumit

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan harus tunduk di tangan Lazio. Tandang ke Olimpico, Selasa (27/4/2021) dinihari WIB pasukan Stefano Pioli takluk 0-3.

Sial bagi AC Milan, kekalahan ini membuat mereka terlempar dari empat besar. Hakan Calhanoglu dkk kini berada di urutan kelima dengan 66 angka, sama seperti Napoli dan Juventus yang ada di atasnya.

Situasi ini jelas tidak mengenakkan. Sebab mereka sepanjang musim selalu berada di dua besar. Apa yang terjadi di tubuh I Rossoneri sekarang diakui Stefano Pioli cukup rumit.

stefano pioli sportlive
sportlive

“Kami perlu melakukan yang lebih baik untuk mengakhiri musim kami dengan catatan yang tepat karena kami tidak ingin ini berakhir dengan kekecewaan. Para pemain sama kecewanya seperti saya karena ini pertandingan penting,” ujar sang nakhoda kepada Sky Sport Italia, Selasa (27/4/2021).

“Hasil ini memperumit situasi kami karena tim lain meningkatkan kecepatannya. Tapi kami masih di sana dan harus kembali ke jalur secepat mungkin. Saya tahu tim saya cerdas, meski berusia muda mereka memiliki karakter yang kuat,” ia menambahkan.

Tanding di Olimpico, Milan sudah kebobolan saat laga berjalan dua menit. Adalah Joaquin Correa yang membawa Lazio unggul.

Pada awal babak kedua Correa kembali jadi momok I Rossoneri lewat gol keduanya. Dan akhirnya Ciro Immobile memastikan laga berakhir 3-0 untuk Lazio lewat golnya dua menit jelang laga berakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kalahkan Milan Buka Harapan Lazio Tembus Zona Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio secara digdaya mengalahkan AC Milan. Tidak tanggung-tanggung, tiga gol tanpa balas mereka menang di Olimpico, Selasa (27/4/2021) dinihari WIB.

Kemenangan ini sekaligus membuka asa Lazio menembus zona Liga Champions. Saat ini Ciro Immobile dkk masih berada di peringkat keenam dengan 61 angka.

Mereka terpaut lima angka dari Napoli, Juventus dan AC Milan yang ada di di atasnya. Dengan I Biancoceleste yang masih memiliki enam pertandingan lagi, kemungkinan keempat besar terbuka lebar.

ciro immobile iF2is
@iF2is

“Ini adalah kesempatan terakhir kami. Kami melawan tim yang menjalani musim yang hebat dan perlu mengguncang segalanya, terutama setelah kekalahan dari Napoli,” ujar Immobile kepda Sky Sport Italia, Selasa (27/4/2021).

“Kami masih memiliki harapan untuk mendapatkan tempat di Liga Champions dan kami tidak akan menyerah. Memang benar kami harus memenangkan semuanya dan berharap beberapa yang lain terpeleset, tapi kami ingin menikmati ini sampai akhir,” ia menambahkan.

Di stadion Olimpico dinihari ini, sang bomber mencetak satu gol. Menurutnya gol ini buah dari kerja sama tim, terutama dengan Joaquin Correa, Luis Alberto, dan Sergej Milinkovic-Savic.

“Saya senang dengan gol itu dan juga assist kepada Correa. Saya sudah beramin dengannya dalam waktu yang lama dan kami saling melengkapi. Hal yang sama juga berlaku untuk Luis Alberto dan Milinkovic-Savic,” tutup Ciro Immobile.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio vs AC Milan: Correa Brace, I Rossoneri Terlempar dari 4 Besar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Lazio vs AC Milan dimenangkan tuan rumah. Bermain di stadion Olimpico, Selasa (27/4/2021) dinihari WIB Elang Ibu Kota menang 2-0.

Tanda-tanda kemenangan sudah terlihat sejak kick off. Tanpa menunggu lama, aksi menawan Joaquin Correa sukses membobol jala AC Milan.

Gol ini membuat Lazio kian percaya diri. Babak pertama nyaris menjadi milik mereka. Beberapa peluang lain juga berhasil diperoleh.

joaquin correa iF2is
@iF2is

Salah satunya lewat serangan balik pada menit ke-43. Umpan Correa disambut Manuel Lazzarri yang kemudian mencetak gol kedua.

Akan tetapi gol tuan rumah kali ini dianulir wasit. VAR menunjukkan jika Lazzarri sudah lebih dulu berada dalam posisi offside. Babak pertama pun berakhir 1-0.

Pada awal babak kedua, AC Milan kembali dikejutkan oleh permainan taktis Lazio. Dan lagi-lagi Correa yang jadi aktor utamanya. Ia membuat brace setelah mengelabui beberapa pemain tim tamu.

Tertinggal dua gol membuat Milan melakukan perubahan. Pelatih Stefano Pioli langsung melakukan empat pergantian dalam waktu berdekatan.

Akan tetapi, keputusan ini tak berarti banyak. Justru gawang Donnarumma kembali kebobolan. Kali ini umpan Lazzari sukses dimaksimalkan Ciro Immobile untuk mencetak gol ketiga.

Gol Immobile sekaligus jadi gol penutup di ibu kota. Menang 3-0 membuat Lazio makin kokoh di posisi keenam dengan 61 poin.

Sementara AC Milan, kekalahan ini membuat mereka terlempar dari zona Liga Champions. Setelah hampir sepanjang musim nyaman di dua besar, anak asuh Stefano Pioli kini terjebak di posisi kelima dengan 66 angka.

Susunan Pemain:

Lazio (3-5-2): 25-Pepe Reina; 26-Stefan Radu, 33-Francesco Acerbi, 77-Adam Marusic; 29-Manuel Lazzari, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 6-Lucas Leiva (Danilo Cataldi 88’), 10-Luis Alberto (Daniel Akpa-Akpro 88’), 19-Senad Lulic (Mohamed Fares 68’); 17-Ciro Immobile (Vedat Muriqi 88’), 11-Joaquin Correa (Andreas Pereira 76’)

Pelatih: Simone Inzaghi

AC Milan (4-2-3-1): 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Davide Calabria (Diogo Dalot 69’), 24-Simon Kjaer (Alessio Romagnoli 73’), 23-Fikkayo Tomori, 19-Theo Hernandez; 79-Franck Kessie, 4-Ismael Bennacer (Sandro Tonali 69’); 56-Alexis Saelemaekers (Brahim Diaz 63’), 10-Hakan Calhanoglu, 12-Ante Rebic; 9-Mario Mandzukic (Rafael Leao 63’)

Pelatih: Stefano Pioli

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Alami Kecelakaan Fatal, Pemain Muda Lazio Embuskan Napas Terakhir

gamespool
Alami Kecelakaan Fatal, Pemain Muda Lazio Embuskan Napas Terakhir 20

Football5star.com, Indonesia – Berita duka datang dari klub Serie A Italia, Lazio. Pemain muda Lazio, Daniel Guerini tewas setelah mengalami kecelakaan mobil yang tragis.

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Kamis (25/3/2021), Guerini mengalami kecelakaan mobil bersama dengan dua orang rekannya. Dari laporan pihak kepolisian, mobil yang ditumpangi oleh Guerini bertabrakan dengan sebuah mobil Mercedes yang dikendarai oleh pria 68 tahun.

Alami Kecelakaan Fatal, Pemain Muda Lazio Hembuskan Nafas Terakhir

Pemain kelahiran Roma itu meninggal tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-19. Ia dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Guerini lahir pada 21 Maret 2002.

Kecelakan terjadi sekitar pukul delapan malam waktu Italia. Dua orang lainnya yang berada di mobil yang sama dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, pria 68 tahun yang mengendarai mobil Mercedes dilaporkan tidak mengalami luka yang cukup serius. kecelakaan fatal ini diduga terjadi lantaran kedua mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

“Kami dikejutkan oleh kabar yang menyesakkan. Presiden dan seluruh elemen Lazio bersama dengan keluarga Daniel Guerini,” begitu bunyi pernyataan resmi Lazio.

Guerini memulai kariernya di akademi Lazio sebelum bergabung dengan tim muda Torino, Fiorentina, dan SPAL. Ia kembali ke klub ibukota per Januari lalu dengan durasi kontrak permanen berdurasi tiga tahun.

Sementara di Timnas Italia, Daniel Guerini bermain di kelompok usia U-15 dan U-16.

Fiorenita mengirimkan duka cita melalui akun Twitter resmi mereka. “Kami terkejut dan sedih mengetahui kematian mendadak pemuda Lazio, Daniel Guerini, seorang anggota akademi muda Fiorentina pada 2018-2019 dan 2019-2020.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nostalgia Hari Ini: Free Kick Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Free Kick Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge 25

Football5Star.com, Indonesia – Sinisa Mihajlovic merupakan salah satu pemain yang memiliki kemampuan tendangan bebas luar biasa, mungkin salah satu yang terbaik yang pernah ada. Dan salah satu gol tendangan bebas terbaik dia ciptakan, pada 22 Maret, 21 tahun lalu, di Liga Champions.

Mihajlovic saat itu memperkuat Lazio yang berada pada masa emasnya. Bersama rekan-rekannya seperti Alessandro Nesta, Roberto Mancini, Diego Simeone, Marcelo Salas, Juan Sebastian Veron, dan masih banyak lagi. Biancocelesti merupakan salah satu tim yang ditakuti baik di Italia bahkan di Eropa.

Musim 1999-00, Lazio berhasil lolos ke Liga Champions setelah musim sebelumnya finis di posisi kedua Serie A. Liga Champions saat itu memilik sistem yang unik dengan adanya sistem dua babak grup.

Nostalgia Hari Ini Free Kick Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge
Getty Images

Lazio berhasil lolos dari babak grup pertama sebagai juara dan masuk ke babak grup kedua, Grup D lebih tepatnya bersama Chelsea, Feyenoord, dan Marseille.

Setelah lima pertandingan, Lazio masih belum dipastikan lolos ke babak perempat final karena berada di posisi kedua dan masih bisa disalip oleh Feyenoord. Di laga terakhir, Lazio bertemu pemuncak klasemen, Chelsea, di Stamford Bridge.

Jalannya Pertandingan

Tampil dihadapan 34 ribu penonton, Lazio tertinggal lebih dahulu lewat tendangan jarak jauh Gus Poyet pada menit ke-44. Babak kedua, pelatih Sven-Goran Eriksson langsung meminta anak asuhnya untuk tampil menyerang.

Hanya berselang 7 menit setelah sepak mula babak kedua, Biancocelesti berhasil mencetak gol. Pavel Nedved bergerak dari sisi kiri dan memberi umpan ke Simone Inzaghi yang berhasil menyontek bola.

Nostalgia Hari Ini Free Kick Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge 2
Getty Images

Momen magis Sinisa Mihajlovic baru terjadi pada menit ke-65. Lazio mendapatkan tendangan bebas dari pinggir kanan kotak penalti, sebuah posisi yang sebenarnya lebih cocok untuk memberi umpan ke tengah.

Namun, Mihajlovic melepaskan tembakan keras dan menukik tajam ke gawang Ed de Goey yang sama sekali tak berkutik. Lazio berhasil mempertahankan kedudukan 2-1 dan lolos ke perempat final sebagai juara grup.

Sinisa Mihajlovic sendiri akhirnya berhasil membawa Lazio Scudetto pada musim itu dan mencetak total 13 gol di semua kompetisi. Dia pensiun dari dunia sepak bola di Inter pada 2006, setelah mencetak 28 gol lewat tendangan bebas di Serie A, yang mana itu merupakan rekor. Kini dia menjabat sebagai pelatih Bologna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Inilah The Best XI Serie A Musim 2019-20 Versi AIC

gamespool
Inilah The Best XI Serie A Musim 2019-20 Versi AIC 28

Football5Star.com, Indonesia – Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC) akhirnya resmi memilih The Best XI musim 2019-20 di acara penghargaan Gran Gala del Calcio. Cristiano Ronaldo terpilih menjadi pemain terbaik musim 2019-20

Gran Gala Calcio merupakan acara penghargaan tahunan yang diberikan oleh Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC) sejak 1997 untuk Pemain Terbaik dan Pelatih Terbaik. Starting XI terbaik baru diberikan sejak musim 2010-11.

Adanya pandemi Covid-19 membuat acara ini baru diadakan pada 19 Maret kemarin. Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo berhasil menjadi pemain terbaik dalam dua musim beruntun (2018-19, 2019-20).

“Terima kasih kepada para pemain yang memilih saya, saya merasa sangat beruntung. Saya pikir kepercayaan, daya tahan dan semangat adalah rahasia untuk terus menikmati sepak bola,” ucap Ronaldo seperti dilansir Football5Star.com dari Football Italia.

Ronaldo melanjutkan, “Saya merasa termotivasi dan elemen-elemen ini harus hidup berdampingan. Jika tidak, tidak mungkin bermain di level ini ketika Anda berusia 35, 36, 37, atau 40.”

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini juga lagi-lagi berhasil menjadi Pelatih Terbaik setelah musim sebelumnya juga berhasil mendapatkannya.

Untuk Starting XI terbaik, kali ini ada 5 klub yang berhasil menyumbang pemain dengan juara bertahan Juventus menjadi penyumbang terbanyak, 3 pemain. Berikut daftarnya:

Serie A Team of The Year 2019-20

  • Kiper: Gianluigi Donnarumma (AC Milan).
  • Bek: Robin Gosens (Atalanta), Stefan de Vrij (Inter), Leo Bonucci (Juventus), Theo Hernandez (AC Milan).
  • Gelandang: Nicolo Barella (Inter), Papu Gomez (Atalanta), Luis Alberto (Lazio).
  • Penyerang: Paulo Dybala (Juventus), Ciro Immobile (Lazio), Cristiano Ronaldo (Juventus).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marco Parolo Bangga Bukukan Rekor di Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio memang kalah 1-2 dari Bayern Munich di leg kedua 16 besar Liuga Champions, Kamis (18/3/2021) dinihari WIB. Tapi salah satu pemain mereka, Marco Parolo, baru saja membukukan rekor.

Pada laga di Allianz Arena, Marco Parolo jadi pencetak gol Lazio. Main sebagai pemain pengganti, ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor delapan menit jelang laga berakhir.

Gol ini menjadikan Parolo sebagai pemain tertua ketiga dalam sejarah Liga Champions yang cetak gol pada fase knockout. Gol dia ciptakan pada usia 36 tahun 51 hari.

Eks pemain Parma hanya kalah dari legenda AC Milan, Paolo Maldini, serta legenda Mancheter United, Ryan Giggs. Rekor ini pun membuat dirinya bahagia. Apalagi sudah menjadi mimpinya mencetak gol di kompetisi termegah di Eropa.

“Gol ini adalah penghargaan pribadi dan saya senang menerimanya. Sebagai seorang anak saya dulu bermimpi mencetak gol di Liga Champions. Jadi mendapatkan dua gol dalam satu musim adalah capaian yang bagus,” ujar Parolo kepada Sky Sport Italia, Kamis (18/3/2021).

Di sisi lain, kekalahan dari Bayern Munich sedikit mengurangi kebahagiaan sang pemain atas rekor pribadinya. Tapi ia berharap pertandingan ini bisa jadi pelajaran untuk Lazio.

“Kami harus belajar dari mentalitas yang ditunjukkan Bayern Munich. Karena meski menang 4-1 di leg pertama mereka tetap bermain luar biasa. selalu mengejar bola dan ada Thomas Mueller sebagai jenderal lapangan,” sanjung Marco Parolo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Inzaghi: Lazio Tersingkir dari Liga Champions Secara Terhormat

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio tak bisa berbicara banyak kala tandang ke Allianz Arena, Kamis (18/3/2021) dinihari WIB. menghadapi Bayern Munich di leg kedua 16 besar Liga Champions, anak asuh Simone Inzaghi kalah 1-2.

Tiga gol di stadion Allianz dicetak oleh Robert Lewandowski, Eric Maxim Choupo-Moting, serta Marco Parolo. Hasil ini membuat Lazio tersingkir dengan agregat 2-6.

Kendati tersingkir dengan agregat cukup telak, Simone Inzaghi meyakini anak asuhnya keluar dari Liga Champions secara terhormat. Apalagi dinihari tadi Ciro Immobile dkk tampil lebih bagus dibanding leg pertama.

Kegagalan Lazio melakukan remontada terhadap Bayern Munich memastikan Italia tanpa wakil di 8 besar Liga Champions musim ini.
theguardian.com

“Setelah hasil pertandingan pertama kami bisa mengambil risiko malu di sini malam ini jika kami tidak memiliki sikap yang benar. Menurut saya kami bermain bagus secara keseluruhan,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia, Kamis (18/3/2021).

“Kami meninggalkan Liga Champions secara terhormat karena kami tidak terkalahkan dalam enam pertandingan grup. Penyesalannya adalah leg pertama, tapi melawan juara bertahan, saya pikir kami sudah melakukannya dengan baik malam ini,” tegas sang nakhoda.

Kebanggaan Simone Inzaghi kian bertambah karena ini kali pertama dia berhasil membawa I Biancoceleste menembus 16 besar setelah 13 tahun. “Tujuan kami adalah lolos ke 16 besar dan kami berhasil mencapainya tanpa terkalahkan,” ia mengungkapkan.

“Saya sangat bangga dengan apa yang kami lakukan di Eropa. Tapi selalu sulit melawan tim sehebat Bayern Munich,” tutup pelatih 44 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tak Ada Wakil Italia di 8 Besar Liga Champions, Ini Kata Fabio Capello

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Italia akhirnya dipastikan tanpa wakil pada perempat final Liga Champions musim ini. Kepastian didapatkan setelah Lazio kalah 1-2 pada leg II babak 16 besar di kandang Bayern Munich. Itu membuat I Biancocelesti kalah agregat 2-6. Hasil tersebut mendapat sorotan pelatih kawakan Fabio Capello.

Ini adalah kali pertama Italia gagal mengirimkan wakil ke babak 8 besar Liga Champions sejak 2015-16. Kala itu, langkah AS Roma dan Juventus terhenti pada babak 16 besar. I Giallorossi disisihkan Real Madrid, sedangkan I Bianconeri disingkirkan Bayern Munich. Adapun Lazio sudah terkapar pada babak play-off sebelum fase grup.

Capello tentu saja sedih tak ada wakil Italia yang mampu menembus babak 8 besar Liga Champions musim ini. Namun, eks pelatih AC Milan tersebut tak terlalu heran. Pasalnya, dia melihat ada satu kelemahan mencolok dari klub-klub Italia.

Hal yang jadi pembeda itu, menurut Capello, adalah kecepatan. “Tim-tim terkuat Eropa memiliki pemain-pemain dengan kecepatan yang tak kita lihat di Italia. Tidak pernah! Ini sesuatu yang luar biasa,” ucap dia kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Soal kegagalan para wakil Italia di Liga Champions musim ini, Capello hanya dapat memaklumi Lazio. Dia menilai kegagalan melewati Bayern Munich, sang juara bertahan, sangatlah wajar.

“Lawan paling berat jelas didapatkan Lazio,” kata Capello. “Bayern berada di level berbeda. Mereka punya kecepatan dan determinasi yang berbeda. Mereka bertahan setelah unggul agregat 6-1.”

Capello Kecewa Terhadap Dua Tim

Kegagalan Juventus melewati adangan FC Porto pada babak 16 besar disesalkan Fabio Capello.
theathletic.com

Adapun dua tim yang paling mengecewakan di mata Fabio Capello, seperti dapat diduga sebelumnya, adalah Inter Milan dan Juventus. I Nerazzurri hanya jadi juru kunci pada fase grup, sementara I Bianconeri disisihkan tim underdog, FC Porto, pada babak 16 besar.

“Kegagalan Inter dan Juventus sungguh disesalkan. Sementara itu, Atalanta sial karena leg I ketika (Remo) Freuler dikartu merah. Kemarin, kita melihat Real Madrid yang berbeda dan jauh lebih baik,” ujar Capello.

Kekecewaan Fabio Capello sangat beralasan. Bagaimanapun, Inter dan Juventus punya tim yang lebih baik dibanding dua wakil Italia lainnya. Mereka pun menunjukkan performa lebih baik di Liga Italia ketimbang Lazio dan Atalanta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Bayern Munich vs Lazio: Gol ke-73 Lewandowski Bawa Die Roten Melaju

gamespool
Bayern Munich vs Lazio: Gol ke-73 Lewandowski Bawa Die Roten Melaju 40

Football5star.com, Indonesia – Leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Bayern Munich vs Lazio di Allianz Arena, Kamis (18/3/2021) berhasil dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 2-1. Robert Lewandowski cetak gol ke-73 pada laga ini.

Pada babak pertama, Bayern meski sudah unggul agregat langsung menekan lini belakang Lazio. Namun sejumlah peluang belum mampu membobol gawang tim Elang Ibukota. Lazio sendiri hanya beberapa kali skema serangan balik.

Hasil Bayern Munich vs Lazio
uefa.com

Hingga pertengahan babak pertama, tempo permainan kedua tim tidak terlalu cepat. Bayern masih mendominasi permainan namun cukup kesulitan untuk mencetak gol. Sementara Lazio yang membutuhkan banyak gol justru tak mampu mengembangkan permainan.

Pada menit ke-32, Bayern Munich mendapat hadiah penalti dari wasit. Pemain Lazio, Vedat Muriqi lakukan pelanggaran kepada Leon Goretzka di kotak terlarang. Robert Lewandowski yang jadi algojo sukses membawa Bayern unggul 1-0. Lazio pun semakin tertinggal argegat 1-5.

Gol yang dicetak Lewandowski membuat pemain asal Polandia itu telah menorehkan gol ke-73 untuk Bayern Munich di Liga Champions atau gol ke-19 pada musim ini.

Di babak kedua, Bayern Munich masih mendominasi permainan. Lazio masih kesulitan untuk bisa mengimbangi permainan anak asuh Hansi Flick tersebut. Hasilnya pada menit ke-73, Maxim Choupo-Moting mampu memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Lazio pada menit ke-83 sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 lewat gol Marco Parolo. Namun gol ini tak bisa menyelamatkan Lazio dari kekalahan agregat 2-6 dari Bayern Munich.

Susunan pemain Bayern Munich vs Lazio:

Bayern Munich: Alexander Nubel; Lucas Hernandez, David Alaba, Jerome Boateng, Benjamin Pavard; Leon Goretzka, Joshua Kimmich; Serge Gnabry, Thomas Muller, Leroy Sane; Robert Lewandowski.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Hansi Flick

Chelsea: Pepe Reina; Stefan Radu, Francesco Acerbi, Adam Marusic; Mohamed Fares, Luis Alberto, Sergej Milinkovic-Savic, Gonzalo Escalante, Manuel Lazzari; Vedat Muriqi, Joaquin Correa.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Simone Inzaghi

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Simone Inzaghi Tak Takut Sambangi Markas Bayern karena Hal Ini

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Lazio memikul misi mahaberat atau bahkan mustahil saat menjalani laga leg II babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/3/2021) dini hari WIB. Tim asuhan Simone Inzaghi harus menang dengan selisih 4 gol atau selisih 3 gol dengan mencetak lebih dari 4 gol di kandang Bayern Munich.

Itulah syarat yang harus dipenuhi Lazio jika ingin lolos ke perempat final Liga Champions. Pasalnya, I Biancocelesti takluk 1-4 di kandang sendiri pada leg I. Hasil itu, berdasarkan fakta sejarah seperti yang diungkap Gracenote, membuat pasukan Inzaghi tak punya kans lagi untuk lolos.

Meskipun demikian, Inzaghi tetap optimistis. Secara khusus, ada satu hal yang membuat saudara kandung Filippo Inzaghi itu tak takut menyambangi markas Bayern. Itu adalah rekor bagus Lazio saat tandang pada pentas Liga Champions musim ini.

Lazio imbang 1-1 dengan Borussia Dortmund pada lawatan terakhir ke Jerman.
eurosport.com

“Di Liga Champions, kami telah memainkan 3 laga tandang di Brugge, St, Petersburg, dan Dortmund. Kami tak pernah kalah. Kami imbang, tapi sebenarnya pantas meraih hasil lebih baik,” urai Simone Inzaghi jelang laga Bayern vs Lazio seperti dikutip Football5Star.com dari Lazionews.

Meskipun selalu hanya imbang 1-1, Inzaghi menilai hasil tiga tandang terdahulu adalah modal bagus. “Besok, kami akan mendapatkan banyak kesulitan. Namun, kami akan tampil dengan penuh determinasi,” ucap dia.

Inzaghi Minta Lazio Relaks

https://www.youtube.com/watch?v=4T3mLJzyO3U&ab_channel=AbdusSattarHredoy

Simone Inzaghi tahu betul hasil tiga partai tandang pada fase grup tak memberikan jaminan apa pun bagi Lazio di kandang Bayern Munich nanti. Apalagi, Die Roten belum tersentuh kekalahan kandang sepanjang musim ini. Di Liga Champions, mereka bahkan selalu menang.

Atas dasar itu, Inzaghi menekankan satu hal. Lazio, menurut dia, harus tampil relaks, tidak tegang. Dia pun tak membebani anak-anak asuhnya target menang 4-0 atau mencetak 5 gol. Terpenting, kata dia, Ciro Immobile cs. tampil lepas dan menunjukkan permainan terbaik.

“Besok, kami harus menikmati permainan,” kata Simone Inzaghi. “Kami ambisius dan langkah di Liga Champions sudah bagus. Target kami adalah lolos ke putaran kedua. Kami sudah mencapainya. Kini, dengan hasil pada leg I, kami harus berkompromi, realistis. Namun, kami akan coba bermain sebaik mungkin.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Satu Hal yang Bisa Bikin Lazio Disegani di Eropa

gamespool
Satu Hal yang Bisa Bikin Lazio Disegani di Eropa 47

Football5star.com, Indonesia – Simone Inzaghi mengaku sangat menikmati petualangan Lazio di Liga Champions musim ini. Ia pun meminta Gli Aquile agar lebih sering finis di posisi empat agar menjadi tim yang ditakuti di Eropa.

Sebelum kehadiran Inzaghi, Lazio memang selalu kesulitan tampil maksimal di kompetisi Eropa. Pada musim 2019-20 lalu, mereka akhirnya berhasil lolos ke Liga Champions setelah finis di peringkat keempat klasemen Liga Italia.

“Lazio sempat absen dari Liga Champions selama sepuluh tahun. Menurut saya, kami harus lebih sering finis di posisi empat agar bisa disegani di Eropa,” kata Simone Inzaghi dikutip football5star dari Football Italia.

Liga Champions - Lazio - Simone Inzagh - Yahoo Sport
Yahoo Sport

“Tentu saja kami tahu hal itu bukanlah misi yang mudah. Karena, masaih ada beberapa klub hebat serta Atalanta yang ada di atas kami saat ini. Kami harus bisa tampil lebih konsisten musim ini,” sambung Inzaghi.

Dinihari nanti, Lazio akan menjalani partai leg kedua babak 16 besar Liga Champions di markas Bayern Munich. Gli Aquile hampir dipastikan bakal tersingkir karena tertinggal agregat 4-1.

Hal tersebut tak membuat Inzaghi berkecil hati. Ia tetap bakal menginstruksikan anak asuhnya untuk menunjukkan bermain agresif dengan determinasi tinggi agar bisa membuat Die Roten kerepotan.

“Kami harus bisa menunjukkan performa terbaik melawan tim terbaik di dunia. Kami harus tampil agresif dengan determinasi tinggi. Bayern adalah tim yang sangat kuat dan pantas merengkuh banyak gelar dalam beberapa tahun terakhir,” tandas Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ciro Immobile: Striker Memang Harus Egois

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ciro Immobile merupakan mesin gol Lazio. Musim ini saja dia sudah mencetak 19 gol dari 30 penampilan di semua kompetisi.

Ada beberapa faktor yang membuat Ciro Immobile konsisten tiap musimnya. Ia selalu belajar dari striker lain di dunia.

Selain itu dia juga mengungkapkan jika seorang striker harus memiliki sikap egois di depan gawang. Pasalnya tugas utama pemain depan adalah mencetak gol.

immobile-lazio vs inter milan-OfficialSSLazio
@OfficialSSLazio

“Saya mempelajari striker lain di semua pertandingan yang saya tonton, di semua liga. Egoisme adalah bagian tak terpisahkan dari seorang penyerang. Ketika kami melihat gawang, kami hanya memikirkan untuk cetak gol. Ini soal insting,” kata Immobile kepada Sky Sport Italia, Selasa (16/3/2021).

“Banyak dari gol saya dihasilkan dari kerja keras, permainan dan pergerakan tim, dan lainnya adalah naluri murni. Inzaghi sebagai mantan striker tidak pernah menyerah. Mungkin dia lebih suka membuat assist daripada gol. saya melihat beberapa videonya,” ia menambahkan.

Belakangan, bomber Lazio banyak belajar dari penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski. Karena baginya Lewandowski adalah striker nomor 9 terbaik saat ini.

“Sepak bola telah berubah. Sekarang sangat penting untuk menjadi seperti Lewandowski. dia adalagh striker lengkap yang selalu berusaha melampaui batas kemampuannya,” singgungnya.

“Dia adalah penyerang nomor sembilan terbaik yang ada saat ini. Dia sudah memecahkan banyak rekor,” tutup Ciro Immobile.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lucas Biglia Serang Suporter Lazio

gamespool
Lucas Biglia Serang Suporter Lazio 54

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Argentina, Lucas Biglia, masih belum melupakan berbagai hinaan dari suporter Lazio ketika ia pindah ke AC Milan pada 2017 lalu. Biglia merasa sakit hati karena diberi julukan tentara bayaran.

Biglia bergabung ke AC Milan dengan banderol 17 juta Euro. Sebelum merapat ke San Siro, Biglia merupakan gelandang andalan Lazio dan berhasil mengumpulkan 133 penampilan selama empat musim.

“Saya tak pantas mendapat kritikan dan hujatan dari para suporter ketika meninggalkan Lazio. Apa yang mereka katakan tentu menyakitkan karena saya pergi secara baik-baik,” ujar Lucas Biglia dikutip football5star dari Football Italia.

Lucas Biglia - Lazio - AC Milan - The Laziali
The Laziali

“Sebelum pindah ke Milan, saya sempat menolak tawaran dari salah satu klub besar Eropa. Saya tak seharusnya diberi julukan sebagai tentara bayaran.”

“Perpanjangan kontrak saya merupakan yang terpanjang dalam sejarah Lazio. Lalu, saya memilih pindah ke Milan karena ingin mendapat tantangan baru. Apakah saya salah?” sambung Biglia.

Ketika memperkuat AC Milan, Biglia kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Ia kerap menderita cedera dan cuma mampu mengoleksi 70 penampilan selama tiga musim. Posisinya pun digantikan oleh Ismael Bennacer pada musim 2019-20.

Biglia dilepas Rossonerri pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain 35 tahun itu kini membela klub Liga Super Turki, Fatih Karagumruk. Ia berhasil mencetak tiga gol dan dua assist dari 25 penampilan sepanjang musim 2020-21.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Puasa Gol Ciro Immobile Tak Bikin Simone Inzaghi Panik

gamespool
Puasa Gol Ciro Immobile Tak Bikin Simone Inzaghi Panik 58

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, tak mau terlalu memusingkan puasa gol yang dialami Ciro Immobile dalam enam pertandingan terakhirnya. Ia merasa sangat yakin Immobile bakal kembali menemukan ketajamannya dalam waktu dekat.

Penurunan performa Immobile turut berpengaruh terhadap penampilan Lazio secara keseluruhan. Gli Aquile kini cuma berhasil mencatat satu kemenangan dari enam partai terakhirnya.

“Tahun lalu, Ciro Immobile juga memiliki masalah serupa. Dia sempat kesulitan mencetak gol dalam beberapa pertandingan,” ujar Simone Inzaghi dikutip football5star dari laman Football Italia.

Ciro Immobile - Lazio - Simone Inzaghi - Gol - Eurosport
Eurosport

“Immobile adalah sosok dengan kepribadian yang sangat kuat. Dia harus tetap percaya terhadap kemampuannya agar bisa kembali mencetak gol dalam waktu dekat,” kata Inzaghi menambahkan.

Immobile kembali gagal mencetak gol pada partai Liga Italia melawan Crotone, Jumat (12/3) malam WIB. Dalam laga tersebut, Felipe Caicedo menjadi pahlawan Gli Aquile berkat gol yang ia cetak pada menit ke-84. Gol Caicedo membuat laga Lazio vs Crotone berakhir dengan skor 3-2.

Gol tersebut semakin menegaskan status Caicedo sebagai pemain kunci Lazio ketika sedang mengalami kebuntuan. Pemain berusia 32 tahun itu pun mendapat pujian setinggi langit dari Inzaghi.

“Ketika sedang berada dalam kondisi fit, Caicedo merupakan aset yang sangat berharga bagi kami. Dia membuat kami berhasil mengalahkan Crotone. Para pemain cadangan lain juga memberikan kontribusi yang memuaskan,” ucap Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio Kalah Menyakitkan, Simone Inzaghi Marah Besar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio kembali tertunduk lesu. Kali ini mereka tak berdaya saat tandang ke Turin untuk menghadapi Juventus, Minggu (7/3/2021) dinihari WIB. Pasukan Simone Inzaghi kalah 1-3.

Padahal Lazio sempat unggul lebih dulu lewat sontekan Joaquin Correa. Tapi mereka justru kena comeback oleh gol-gol Adrien Rabiot dan brace Alvaro Morata.

Bagi Simone Inzaghi, kalah setelah unggul lebih dulu sangatlah menyakitkan. Apalagi gol pertama Juventus yang dibuat Adrien Rabiot merupakan tendangan mengarah ke gawang pertama yang dilakukan Juventus.

Luis Alberto - Lazio - Joaquin Correa - Simone Inzaghi

“Sulit untuk mengomentari hasil 3-1 seperti pertandingan. Apa yang kami lakukan tidak cukup dan kami harus berbuat lebih banyak. Kekalahan ini menyakitkan karena kami unggul1-0,” kata Inzaghi seperti dikutip Football5star dari DAZN, Minggu (7/3/2021).

“Gol pertama Juve membuat saya sangat marah karena kami mencapai menit ke-37 tanpa memberi kesempatan mereka melakukan tembakan ke gawang. Saya pikir Rabiot mencoba berspekulasi dan itu gol,” ia menambahkan.

Setelah unggul, adik Filippo Inzaghi mengakui Lazio melakukan banyak kesalahan. Inilah yang dihukum Si Nyonya Tua lewat tiga gol kemenangan mereka.

“Penyesalannya adalah kami bisa menggandakan keunggulan, tapi kami membuat terlalu banyak kesalahan dan Anda tidak bisa melakukannya saat tandang ke Juventus,” tutup Simone Inzaghi.

Kekalahan ini membuat Lazio tak beranjak dari peringkat ketujuh Serie A. mengumpulkan 43 poin, sulit untuk klub ibu kota kembali menembus empat besar. Mereka kini terpaut enam angka dengan Atalanta yang ada di peringkat keempat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Fokus Terbagi, Juventus Sempat Kesulitan Kalahkan Lazio

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus sukses mengalahkan Lazio 3-1, Minggu (7/3/2021) dinihari WIB. Tapi kemenangan tidak diraih dengan mudah.

Anak asuh Andrea Pirlo sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Joaquin Correa. Mereka kemudian berhasil bangkit lewat Adrien Rabiot dan brace Alvaro Morata.

Usai pertandingan Andrea Pirlo menyebut anak asuhnya memulai laga dengan buruk. Dia berdalih ini terjadi karena fokusnya terbagi dengan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Porto tengah pekan nanti sehingga membuatnya mengutak-atik susunan pemain.

Andrea Pirlo Berharap Punya Banyak Opsi di Bangku Cadangan
juventus.com

“Kami memulai laga dengan buruk dan kebobolan lewat backpass yang buruk. tapi kemudian ada reaksi keras dari seluruh pemain. Kami tidak membiarkan kepala tertunduk, kami mulai meningkatkan tempo dan itu yang paling penting,” kata pelatih Juventus kepada DAZN, Minggu (7/3/2021).

“Hari ini kami juga terpaksa memikirkan pertandingan hari selasa. Kami harus memainkan beberapa pemain yang hampir tidak berlatih seperti Juan Cuadrado dan Arthur. Beberapa pemain harus bermain di posisi baru dan menunjukkan profesionalisme dan semangat,” imbuhnya.

Andrea Pirlo memang merotasi beberapa pemain saat menjamu Lazio. Ini dia lakukan agar skuat tetap fit ketika menghadapi Porto di Liga Champions.

Dia bahkan berani mencadangkan Cristiano Ronaldo dan menduetkan Alvaro Morata dengan Dejan Kulusevski di lini depan. Walau begitu keputusan ini terbukti tepat.

Menang 3-1, Si Nyonya Tua kini meraup 52 poin. Mereka hanya terpaut satu angka saja dari AC Milan yang baru akan bertanding Minggu malam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus vs Lazio: Morata Pimpin Comeback Si Nyonya Tua

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus terus melanjutkan tren kemenangan. Kali ini Lazio yang jadi korban sang juara bertahan Serie A lewat kemenangan 3-1 di stadion Allianz, Minggu (7/3/2021) dinihari WIB.

Tanpa Cristiano Ronaldo yang dicadangkan, Juventus sempat kecolongan terlebih dulu. Buruknya koordinasi di lini belakang berhasil dimanfaatkan Lazio untuk unggul lewat aksi memukau Joaquin Correa.

Juve mulai berbenah usai tertinggal. Perlahan tapi pasti mereka mulai menguasai jalannya pertandingan. Alvaro Morata nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-38.

adrien rabiot juventus vs lazio juventusfcen
@juventusfcen

Akan tetapi, bola yang seharusnya bisa berbuah gol gagal bersarang ke gawang tim tamu. Sundulan sang bomber di mulut gawang masih melenceng tipis.

Satu menit kemudian tuan rumah baru benar-benar menyamakan kedudukan lewat gol Adrien Rabiot. Gol Rabiot sekaligus menutup babak pertama.

Pada babak kedua Si Nyonya Tua bangkit. Hampir tidak terlihat absennya Ronaldo di lini depan. Kerja sama Alvaro Morata dengan Federico Chiesa membuahkan hasil saat laga berjalan 57 menit.

Menerima umpan matang Chiesa, bomber timnas Spanyol berhasil membalikkan keadaan. Dan berselang tiga menit, Juve mendapat hadiah penalti.

Pelanggaran yang dilakukan Sergej Milinkovic-Savic terhadap Aaron Ramsey membuat wasit menunjuk titik 12 pas. Morata yang maju sebagai eksekutor sukses memperlebar jarak.

Juve tetap menguasai jalannya laga kendati sudah unggul 3-1. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga berakhir.

Tambahan tiga poin kian mendekatkan Juventus dengan AC Milan. Kini mereka mengumpulkan 52 angka, tertinggal satu poin saja dari Milan di peringkat kedua. Sementara Lazio tak beranjak dari peringkat ketujuh dengan 43 angka.

Susunan Pemain:

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 12-Alex Sandro, 28-Merih Demiral, 13-Danilo, 16-Juan Cuadrado (Arthur 70’); 22-Federico Chiesa (Leonardo Bonucci 82’), 25-Adrien Rabiot, 8-Aaron Ramsey (Weston McKennie 70’), 33-Federico Bernardeschi; 9-Alvaro Morata (Cristiano Ronaldo 69’), 44-Dejan Kulusevski

Pelatih: Andrea Pirlo

Lazio (3-5-2): 25-Pepe Reina; 77-Adam Marusic (Andreas Pereira 82’), 14-Wesley Hoedt, 33-Francesco Acerbi; 99-Mohamed Fares, 10-Luis Alberto (Felipe Caicedo 82’), 6-Lucas Leiva (Gonzalo Escalante 55’), 21-sergej Milinkovic-Savic, 19-Senad Lulic (Patric 55’); 17-Ciro Immobile (Vedad Muriqi 82’), 11-Joaquin Correa

Pelatih: Simone Inzaghi

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lawan Lazio, Andrea Pirlo Pertimbangkan Turunkan Pemain Muda

gamespool
Lawan Lazio, Andrea Pirlo Pertimbangkan Turunkan Pemain Muda 71

Football5star.com, Indonesia – Juventus di pekan ke-25 Serie A Italia akan menghadapi lawan yang cukup berat, Lazio di Juventus Stadium, Minggu (7/3/2021). Jelang lawan Lazio, Andrea Pirlo memberi isyarat untuk menurunkan pemain muda.

Salah satu pemain muda Juventus, Nicolò Fagioli dianggap bisa diturunkan Pirlo saat menghadapi Lazio.

ronaldo-lazio vs juventus-sportskeeda

“Fagiolio bisa bermain atau tidak, itu akan tergantung pada siapa yang kami miliki nanti. Dia bisa mulai malam ini juga, tapi kemudian di bisa punya masalah,” kata Pirlo seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Sabtu (5/3/2021).

“Dia berlatih dengan baik, dia tahu apa yang harus dia lakukan dan dia memiliki kepercayaan diri. Kami cukup tenang dengan perkembangannya,” lanjut Andrea Pirlo.

Pirlo juga mengkonfirmasi bahwa dia tak bisa menurunkan Matthijs de Ligt dan Leonardo Bonucci karena kondisi kedua pemain tersebut belum cukup pulih dari cedera.

“De Light belum berlatih. Besok kita akan melihat bagaimana perkembangannya. Leonardo Bonnuci berlatih sebagain, dia sedikit lebih baik, tapi dia sudah absen selama 16 hari,” ungkap Andrea Pirlo.

Untungnya Pirlo masih bisa menurunkan Aaron Ramsey. Menurut Pirlo, eks pemain Arsenal itu tengah berada di kondisi terbaik untuk melakoni laga melawan Lazio.

Saat hanya bermain imbang melawan Verona, Pirlo sempat mengungkap rasa kesalnya terhadap kinerja pemain muda Juventus.

“Sungguh mengecewakan, karena kami tahu laga ini bakal sulit dan harus bekerja keras. Kami mampu memimpin, dan itu sangat sulit didapat. Namun, kami gagal mempertahankannya,” kata Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inzaghi Siapkan Perubahan Strategi Saat Hadapi Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio kembali mendapat ujian berat akhir pekan ini. Mereka akan tandang ke Turin untuk menghadapi Juventus, Minggu (7/3/2021) dinihari WIB.

Melawan Juventus jelas bukan perkara mudah. Apalagi anak asuh Simone Inzaghi sedang terpukul usai kekalahan 0-2 dari Bologna.

Agar hasil serupa tidak terulang lagi, sang pelatih meminta para pemain tampil sempurna. Dia juga telah mempersiapkan pendekatan berbeda di lapangan nanti.

simone inzaghi OfficialSSLazio
@OfficialSSLazio

“Saya pikir pertandingan besok tiba pada waktu yang tepat. Pertandingan di Turin akan jadi penentu klasemen, itu akan sangat penting. Apalagi kami baru saja kalah secara mengejutkan dari Bologna,” kata Inzaghi seperti dilansir Football Italia, Sabtu (6/3/2021).

“Kami tahu harus memainkan pertandingan yang sempurna. Kami pun mencoba beberapa alternatif lain di lapangan. Terlebih kami tidak akan diperkuat Radu, Luiz Felipe, dan Manuel Lazzari. Saya masih punya waktu untuk memutuskan apa yang akan kami lakukan,” ia menambahkan.

Jelang laga Juventus vs Lazio, tim tamu sedikit diuntungkan oleh jadwal padat tuan rumah. Ya, tiga hari setelah menjamu Elang Ibu Kota, klub asal Turin sudah ditunggu Porto di leg kedu 16 besar Liga Champions.

Akan tetapi, Simone Inzaghi tidak merasa itu menguntungkan untuk timnya. ia meyakini Juve tidak akan terganggu dengan jadwal padat. “Kami kenal mereka. Mereka akan fokus pada apa yang terjadi di lapangan,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lawan Lazio, Juventus akan Paksakan Cristiano Ronaldo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan menjamu Lazio dalam lanjutan Serie A, Minggu (7/3/2021) dinihari WIB. Andrea Pirlo saat ini dipusingkan dengan keterbatasan skuat.

Di lini depan saja dia masih belum bisa menurunkan Paulo Dybala. Kondisi Alvaro Morata juga belum 100 persen fit. Situasi ini membuatnya tak punya pilihan lain selain kembali menurunkan Cristiano Ronaldo.

Ia sejatinya ingin memberi Cristiano Ronaldo waktu untuk beristirahat karena sang bomber selalu dimainkan. Apalagi ada Liga Champions yang sudah menunggu di tengah pekan. Namun, keadaan memaksanya kembali mengandalkan CR7.

Andrea Pirlo_Juventus
goal

“Saat Anda memainkan banyak pertandingan, satu atau dua hari akan jadi waktu istirhaahat yang bagus. Itu juga berlaku untuk Cristiano. Tapi situasinya sekarang kami kekurangan pemain di lini depan dan dia selalu siap untuk melakukannya,” kata Pirlo seperti dilansir Football Italia, Sabtu (6/3/2021).

“Dia telah menunjukkan dan terus membuktikan profesionalismenya yang luar biasa. Ini pertandingan penting bagi kami karena akan berpengaruh di klasemen,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, legenda AC Milan berujar laga melawan Lazio sangat menentukan. Sebab ini sudah memasuki poin-poin krusial jelang musim berakhir.

“Semua pertandingan sekarang sangat menentukan bagi Juventus. Kami akan berkonsentrasi penuh pada pertandingan besok dengan mencurahkan semua kekuatan kami untuk menang,” imbuhnya.

“Kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik, mengetahui karakteristik mereka dan kami tahu itu tidak akan mudah,” tutup Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio vs Torino Batal, Petinggi I Biancocelesti Serang Serie A

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Laga Lazio vs Torino yang seharusnya berlangsung pada Rabu (3/3/2021) dini hari WIB akhirnya batal digelar. Pembatalan terjadi setelah tim tamu tak datang ke Stadion Olimpico. Hal itu membuat petinggi I Biancocelesti meradang kepada pihak Serie A.

Laga Lazio vs Torino akhirnya gagal terlaksana. Tim tamu tak datang ke Stadion Olimpico karena dicegah oleh otoritas kesehatan terkait wabah COVID-19 yang merebak di klub itu. Dalam kurun sepekan terakhir, skuat Il Toro menjalani karantina setelah 8 pemain terkonfirmasi positif COVID-19.

Meskipun masa karantina berakhir pada Selasa (2/3/2021) waktu setempat, otoritas kesehatan tak lantas mengizinkan tim asuhan Davide Nicola bertolak ke Kota Roma untuk menghadapi Lazio. Hal itu sebenarnya sesuai keinginan Torino karena mereka sama sekali tanpa latihan jelang laga tersebut.

Menyikapi pembatalan laga itu, kubu Lazio secara halus menyerang pihak Serie A. Pada intinya, mereka menyesalkan putusan tetap menjadwalkan laga itu meskipun pihak Serie A sudah tahu kasus yang berkembang di kubu Torino.

“Putusan Serie A tetap menjadwalkan Lazio vs Torino hari ini sudah menjelaskan semuanya. Liga tak dapat dibela dengan mengabaikan realitas objektif,” urai Urbano Cairo kepada LaPresse seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia. “Semuanya sudah jelas dan tak perlu dikomentari.”

Lebih lanjut, Presiden Lazio itu menambahkan, “Satu-satunya konsekuensi logis dari situasi ini sebenarnya adalah menunda laga. Kini kami menanti putusan yang dikeluarkan sistem pengadilan olahraga.”

Lazio vs Torino Jadi Polemik Baru?

Gara-gara putusan Serie A tetap menjadwalkan laga Lazio vs Torino, tim asuhan Simone Inzaghi dan tim wasit harus menanti 45 menit di lapangan sebelum akhirnya pulang. Hal inilah yang disesalkan Urbano Cairo. Dia pun mengisyaratkan I Biancocelesti bakal berjuang mati-matian di pengadilan.

Meskipun demikian, kubu Lazio tak mau mempertajam polemik. Direktur Olahraga Igli Tare sangat berhati-hati dalam menyikapi penundaan laga tersebut meskipun mereka seharusnya dinyatakan menang walk out (WO). Dia menegaskan, I Biancocelesti akan menaati semua aturan dan putusan yang dibuat.

Urbano Cairo menilai Serie A seharusnya menunda laga Lazio vs Torino jauh-jauh hari sebelumnya.
lapresse.it

“Saya dapat mengatakan banyak hal, tapi sebaiknya saya tahan sendiri. Kami menghormati peraturan dan datang ke stadion. Kami menaati regulasi dengan tinggal di sini selama 45 menit,” ujar Tare. “Peraturan harus dihormati. Ketika momen seperti ini datang, kepentingan pribadi harus ditepikan. Kita harus mendengar kata-kata badan yang berkompeten.”

Tare tak mau membandingkan kasus laga Lazio vs Torino dengan Juventus vs Napoli. Dia pun enggan mengomentari putusan otoritas kesehatan Kota Turin mencegah skuat Il Toro bertolak ke Roma. Dia menyerahkan semuanya kepada pihak Serie A.

Satu hal yang pasti ditolak adalah kemungkinan laga Lazio vs Torino digelar pada keesokan harinya. “Bermain besok? Itu tak diajukan kepada kami,” kata Tare. “Kami tak mendapatkan informasi soal pertandingan hingga malam lalu. Kami bersiap karena mengira akan bermain.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Torino Dicekal, Laga Lawan Lazio Kemungkinan Batal Digelar

gamespool
Torino Dicekal, Laga Lawan Lazio Kemungkinan Batal Digelar 84

Football5star.com, Indonesia – Klub papan bawah Liga Italia, Torino, terancam tak bisa menggelar laga tandang di markas Lazio dinihari nanti. Laga tersebut kemungkinan batal digelar karena Il Toro tak diizinkan berangkat ke Stadio Olimpico.

Torino saat ini sedang menjalani masa karantina karena ada cukup banyak pemain utamanya yang dinyatakan positif mengidap Covid-19. Hal tersebut menjadi alasan utama pencekalan Il Toro oleh otoritas kesehatan setempat.

Lazio diperkirakan tak akan setuju apabila laga melawan Torino diundur. Media-media Italia melaporkan Gli Aquile bakal tetap hadir di stadion dan berharap diberi kemenangan WO.

Torino - Lazio - Liga Italia - The Laziali
instagram.com/official_sslazio

Sebelum dijadwalkan berangkat ke markas Lazio, Torino sebenarnya harus melakoni partai melawan Sassuolo pada Jumat (26/2) lalu. Akan tetapi, badan Liga Italia memutuskan mengundur laga tersebut ke tanggal 17 Maret 2021.

Kini, keputusan berada di tangan Badan Liga Italia. Tuttomercato mengatakan laga Lazio vs Torino kemungkinan bisa ditunda dan baru digelar pada 7 April mendatang. Namun, keputusan tersebut tergantung pada nasib Ciro Immobile cs di Liga Champions.

Torino bukanlah tim Liga Italia pertama yang dicekal otoritas kesehatan musim ini. Pada Oktober 2020 lalu, Napoli juga dicekal ketika akan berangkat ke markas Juventus.

Pencekalan tersebut membuat Juventus sempat dinyatakan meraih kemenagnan WO dengan skor 3-0. Akan tetapi, Napoli langsung mengajukan banding kepada komite olah raga Italia. Banding I Partenopei disetujui dan laga di markas Juventus kemungkinan akan digelar pada 17 Maret 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Telan Dua Kekalahan Beruntun, Lazio Tunggu Angin Segar dari Torino

gamespool
Telan Dua Kekalahan Beruntun, Lazio Tunggu Angin Segar dari Torino 89

Football5Star.com, Indonesia – Lazio tengah menjalani masa sulit. Tim asuhan Simone Inzaghi menelan kekalahan dalam dua laga beruntun. Setelah dibantai 1-4 oleh Bayern Munich pada leg I babak 16 besar Liga Champions, mereka takluk 0-2 di kandang Bologna pada lanjutan Serie A.

Tengah pekan nanti, tepatnya pada Rabu (3/3/2021) dini hari WIB, Lazio dijadwalkan menjamu Torino. Namun, laga itu kemungkinan besar tak akan dilangsungkan karena sejumlah pemain lawan terpapar COVID-19. Andai otoritas kesehatan tak segera memberikan lampu hijau, penundaan laga sangat mungkin dilakukan pihak pengelola Serie A.

Bila penundaan laga benar-benar terjadi, itu akan jadi angin segar bagi Lazio. Setelah menderita dua kekalahan beruntun, Ciro Immobile dkk. butuh waktu lebih untuk bernapas. Tak perlu bermain pada tengah pekan ini tentu akan lebih baik bagi mereka untuk melakukan konsolidasi.

Lazio menderita kekalahan beruntun dari Bayern Munich dan Bologna.
thelaziali.com

I Biancocelesti bisa berharap banyak. Pasalnya, Torino hingga saat ini belum diberi izin melakukan latihan secara normal di markasnya oleh otoritas kesehatan setempat. Skuat Il Toro bahkan harus menjalani isolasi selama sepekan penuh karena 8 pemain terkonfirmasi positif COVID-19.

Masa isolasi para pemain Torino akan berlangsung hingga Selasa (2/3/2021) waktu setempat atau bertepatan dengan laga lawan Lazio. Artinya, hampir tidak mungkin tim asuhan Davide Nicola bertolak ke Roma untuk menyambangi markas I Biancocelesti.

Lazio Tunggu Putusan Serie A

Torino tak menjalani latihan dalam sepekan terakhir karena 8 pemain positif COVID-19.
italy24news.com

Skuat Torino kini tengah dalam pemantauan ketat otoritas kesehatan. Terutama setelah pada Jumat (26/2/2021) didapati pemain ke-8 yang terpapar COVID-19. Pelarangan latihan individual pun diterapkan setelah diketahui ada virus korona varian Inggris di antara para pemain Il Toro.

Hingga saat ini, pihak Serie A masih menjadwalkan laga Lazio vs Torino sesuai jadwal awal, yakni pada Rabu (3/3/2021) dini hari WIB. Namun, kubu Il Toro yakin tak harus terbang ke Roma andai otoritas kesehatan tak segera memberi mereka lampu hijau.

Laga Lazio vs Torino masih mungkin berlangsung bila otoritas kesehatan memberikan lampu hijau pada Selasa pagi waktu setempat. Jikapun ini yang terjadi, I Biancocelesti tetap mendapatkan angin segar karena sang lawan tak dalam kondisi siap.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kesalnya Simone Inzaghi dengan Dua Kekalahan Beruntun Lazio

GamesPools GIF

Football5star.com, Indonesia – Lazio alami kekalahan 0-2 saat melawan Bologna di Stadion Renato Dall’Ara, Minggu (28/2/2021). Ini jadi kekalahan beruntun Lazio setelah sebelumnya mereka takluk dari Bayern Munich di Liga Champions.

Usai pertandingan melawan Bologna, pelatih Lazio, Simone Inzaghi tak bisa menutupi rasa kesalnya. Menurut Inzaghi, pemain Lazio tunjukkan pola permainan yang sangat buruk.

Bologna Lazio

“Tim yang ambisius seperti kami tunjukkan reaksi yang buruk. Kami gagal mengeksekusi penalti, lalu kami kebobolan,”kata Inzaghi seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia.

“Awalnya saya pikir kami memilki pendekatan yang berbeda. Kami mendominasi permainan tapi akhir laga kami kalah 0-2,” tambahnya.

“Paradoksnya, dari empat laga melawan Bologna yang dilatih Sinisa Mihajlovic, laga ini kami paling sedikit berjuang dan kalah,”

Simone Inzaghi mengaku sangat khawatir dengan kondisi anak asuhnya setelah alami kekalahan beruntun sebanyak dua kali. Apalagi, Lazio tengah pekan ini akan bertemu Torino.

“Kami harus lebih bertekad di depan gawang lawan. Kami harus segera bangkit karen tengah pekan ini kami harus melawan Torino,”

“Sejujurnya saya sedikit khawatir dengan cara pemain bereaksi saat mendapat hasil negatif. Memang, keberuntungan kami tidak terlalu bagus selama beberapa pertandingan terakhir. Tetapi tim yang kuat dan ambisius seperti kami harus bereaksi berbeda,” jelas Simone Inzaghi.

“Secara obyektif, dua kekalahan ini menyakiti kami dan tim harus kembali menang untuk melupakan ini. Pepe Reina tidak melakukan penyelamatan hari ini dan kami kalah 2-0,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mihajlovic Percaya Lazio Masih Terpuruk Stelah Dibantai Bayern

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bologna dalam percaya diri tinggi jelang laga melawan Lazio, Minggu (28/2/2021) dinihari WIB. pelatih Sinisa Mihajlovic meyakini tim tamu masih terpuruk setelah dibantai Bayern Munich 1-4 di Liga Champions.

Bagi Sinisa Mihajlovic, sulit untuk sebuah klub bisa bangkit di laga berikutnya setelah kalah telak. Momen inilah yang ingin dimanfaatkan untuk meraih kemenangan.

“Seperti yang saya lihat, ketika Anda kebobolan empat gol melawan Bayern, beberapa gangguan mungkin tetap ada, bahkan jika mereka kalah dari tim papan atas,” ujar legenda I Bienacoceleste kepada Sky Sport Italia, Sabtu (27/2/2021).

Lazio kejutkan Lucas Leiva karena membuat kesalahan-kesalahan tak biasa saat menjamu Bayern Munich.
tuttomercatoweb.com

“Mungkin Anda bisa kehilangan beberapa hal di laga berikutnya. Kami perlu memaksakan mentalitas kami tanpa memberi Lazio keberanian. Jika kami bermain seperti yang kami tahu, siapa yang tahu apa yang bisa terjadi di lapangan,” ia menambahkan.

Kendati demikian, pelatih asal Serbia tidak mau gegabah. Dia tetap ingin Bologna tampil sebagaimana mestinya tanpa harus mengubah cara bermain untuk menghadapi Elang Ibu Kota yang baru menelan kekalahan telak di Olimpico.

“Semua orang akan memainkan permainan mereka sendiri. Kami tidak akan mengubah mentalitas kami dan saya pikir mereka juga tidak akan melakukannya,” imbuhnya.

“Ini akan menjadi pertandingan terbuka, mari kita lihat apa yang akan terjadi. Pada pertemuan pertama kami menelan kekalahan, tapi mampu menguasai pertandingan. Kami mendapat peluang lebih banyak dari mereka,” tutup Mihajlovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simone Inzaghi Minta Lazio Lampiaskan Amarah Saat Lawan Bologna

gamespool
Simone Inzaghi Minta Lazio Lampiaskan Amarah Saat Lawan Bologna 99

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, berharap anak asuhnya sudah tak lagi memikirkan kekalahan dari Bayern Munich ketika melawan Bologna dinihari nanti. Ia juga berharap anak asuhnya bisa melampiaskan amarahnya di laga nanti.

Tengah pekan lalu, Lazio menelan kekalahan dengan skor telak, 1-4 ketika menjamu Bayern Munich di Stadio Olimpico. Dalam laga tersebut, Gli Aquile tampil di bawah standar dan melakukan cukup banyak kesalahan.

“Kami akan menghadapi pertandingan ini setelah menelan kekalahan memalukan. Tugas kami saat ini adalah membuang semua rasa frustrasi atas kekalahan kemarin di laga nanti,” ujar Simone Inzaghi dikutip football5star dari Football Italia.

Simone Inzaghi - Lazio - Bayern - Bologna
uefa.com

“Kami harus bisa meluapkan amarah menjadi sesuatu yang positif. Tapi, laga melawan Bologna tentunya tidak akan berjalan mudah. Kami harus menghadapi pertandingan ini dengan pendekatan terbaik,” kata Inzaghi menambahkan.

Lebih lanjut, Inzaghi juga melempar pujian kepada pelatih Bologna, Sinisa Mihajlovic. Menurutnya, Bologna kini menjadi tim yang lebih tangguh semenjak ditangani Mihajlovic.

“Mereka adalah tim dengan skuat yang dihuni banyak pemain hebat. Saya sangat senang karena akan kembali menghadapi Sinisa Mihajlovic. Dia adalah kawan dekat saya dan saat ini sudah menjadi pelatih hebat.”

“Saya yakin Mihajlovic sudah mempersiapkan timnya dengan matang jelang pertandingan nanti. Oleh karena itu, kami juga harus memiliki persiapan matang,” tandas Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pepe Reina Anggap Wajar Lazio Dibantai Bayern Munich

gamespool
Pepe Reina Anggap Wajar Lazio Dibantai Bayern Munich 103

Football5star.com, Indonesia – Lazio menyerah dengan skor 1-4 saat menghadapi Bayern Munich di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (24/2/2021). Menurut kiper Lazio, Pepe Reina, wajar jika timnya menyerah dengan tim sekelas Bayern Munich.

“Kami harus melupakan ini, karena bentuk permainan yang kami miliki dalam beberapa pekan terakhir berarti itu tugas kami untuk kembali ke jalur yang tepat,” kata Reina seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia.

Fabio Capello begitu heran melihat Lazio begitu kesulitan meladeni permainan Bayern Munich.

“Ini adalah klub yang belum pernah bermain di babak 16 besar selama bertahun-tahun. Ada pemain yang hanya memiliki sedikit pertandingan Liga Champions. Saat Anda membuat kesalahan melawan tim terbaik di dunia, Anda akan menderita,” tambahnya.

Menurut kiper asal Spanyol itu, ia dan rekan-rekannya sejak menit awal babak pertama memang melakukan taktik permainan yang keliru.

“Saat Anda melakukan pendekatan yang salah untuk pertandingan seperti ini, Anda harus membayarnya. Semua rasa lapar yang Anda miliki dapat membuat Anda membuat kesalahan sendiri dan itu bukan tim yang terbiasa untuk bisa membalikkan keadaan,” ungkap eks kiper Liverpool tersebut.

Pernyataan senada juga diungkap direktur Lazio, Igli Tare. Meski demikian, Tare cukup bangga, Lazio bisa menembus ke babak 16 besar Liga Champions musim ini.

“Saya merasa bangga dengan tim ini. Bangga dengan pekerjaan yang kami lakukan selama bertahun-tahun dan saya pikir kami pantas untuk berada di sini malam ini melawan tim terbaik dunia.” ungkap Tare.

“Mungkin lebih baik kami segera bermain di Serie A akhir pekan ini karena kami tidak punya waktu untuk memikirkannya. Saya melihat tim masih bersemangat,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]