Alasan Kuat Radamel Falcao Terima Pinangan Rayo Vallecano

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Radamel Falcao akhirnya kembali ke LaLiga. Kali ini bomber timnas Kolombia menerima pinangan klub promosi, Rayo Vallecano.

LaLiga bukanlah kompetisi asing untuk sang veteran. Ia sempat lama dan sukses besar bersama Atletico Madrid. Kesuksesan itu pula yang membawanya kembali ke Liga Spanyol.

Menurut Falcao, datang ke Rayo Vallecano merupakan kesempatan yang tak bisa ditolak. Ia pun berjanji akan memberikan yang terbaik di lapangan.

“Ini adalah kesempatan untuk karier saya, saya sangat senang bergabung dengan institusi ini. Ini adalah tempat di mana mereka akan memberi saya semua kepercayaan diri untuk dapat memberikan yang terbaik dan menjadi bagian dari tim dengan spirit terbaik,” kata Falcao di laman resmi klub, Kamis (9/9/2021).

Radamel Falcao Resmi Kembali ke La Liga
Bleacher Report

“Saya mengenal beberapa pemain di sini, mereka telah menularkan kepada saya seperti apa ruang ganti, staf pelatih, jadi saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari klub ini,” sambungnya.

Radamel Falcao Ingin Mengulang Sukses

Selama ini Falcao memang lebih sering memperkuat tim besar yang punya kans juara. Mulai dari Porto, Atletico Madrid, Manchester United, Chelsea, AS Monaco, hingga terakhir Galatasaray.

Radamel Falcao - El Intranews
El Intranews

Rayo Vallecano mungkin jadi tim kecil pertama yang dia perkuat. Kendati begitu El Tigre tidak mengurangi semangat dalam memberikan yang terbaik.

Masih ada prestasi lain yang bisa dia kejar. Salah satunya top skorer LaLiga yang pernah dicatatkan bersama Atletico Madrid beberapa tahun lalu.

“Sangat senang bisa kembali ke liga yang sudah saya kenal. LaLiga sangat kompetitif dan ini akan memungkinkan saya untuk terus berkembang. Saya masih pemain seperti dulu yang selalu lapar pada gold an itu akan saya lakukan lagi musim ini,” tutup Radamel Falcao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Dilepas Galatasaray, Radamel Falcao Resmi Kembali ke La Liga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Kolombia, Radamel Falcao, resmi kembali ke La LIga dengan memperkuat tim promosi, Rayo Vallecano, (4/9/21). Falcao memutus kontraknya dengan Galatasaray.

Falcao pindah ke Galatasaray pada 2019 dan mendapatkan kontrak tiga tahun. Namun cedera menjadi masalah terbesarnya bersama klub asal Istanbul itu.

Radamel Falcao Resmi Kembali ke La Liga
Bootsmooth.com

Falcao absen di 49 pertandingan dalam dua musimnya bersama Galatasaray. Pada 1 September 2021, Falcao sepakat untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat satu tahun dan dia bergabung ke Rayo Vallecano dan mendapatkan kontrak satu tahun.

“Resmi! Falcao pemain baru Rayo Vallecano. Selamat datang di Vallecas!” kicau Rayo Vallecano seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter klub.

Bersama Galatasaray, mantan pemain Porto itu mencatatkan 20 gol dari 42 laga.

Performa Radamel Falcao di La Liga

Radamel Falcao Resmi Kembali ke La Liga
Bleacher Report

Falcao hanya bermain di La Liga dua musim, tepatnya pada 2011-2013 bersama Atletico Madrid. Namun catatan gol terbaik dalam kariernya tercipta saat dia bermain bersama Los Rojiblancos.

Dalam dua musim itu, Falcao mencatatkan 52 gol dari 68 pertandingan La Liga. Hanya dua pemain yang bisa mengalahkannya, Cristiano Ronaldo (80 gol) dan Lionel Messi (96 gol).

Radamel Falcao juga berhasil meraih gelar Copa del Rey, Liga Europa dan Piala Super Eropa bersama Atletico Madrid. Pada 2013, Falcao dijual ke AS Monaco sebelum akhirnya dipinjamkan ke dua klub Premier League, Manchester United dan Chelsea.

Hasil Rayo Vallecano vs Barcelona: Comeback Berkat Aksi Messi dan De Jong

gamespool
Hasil Rayo Vallecano vs Barcelona: Comeback Berkat Aksi Messi dan De Jong 13

Football5star.com IndonesiaLionel Messi jadi aktor utama dalam pertandingan Rayo Vallecano vs Barcelona pada babak 16-besar Copa Del Rey, Kamis (28/1/2021) WIB. Berkat gol Messi dan Frenkie De Jong, Barcelona lolos ke babak perempat final melalui kemenangan 2-1 di Estadio de Vallecas.

Lionel Messi yang bisa tampil lagi usai menjalani skorsing akibat kartu merah, langsung dipasang sebagai starter. Namun, kehadiran Messi tak lantas membuat Barcelona digdaya di kandang Rayo Vallecano.

Rayo Vallecano vs Barcelona riqui puig copa del rey - Twitter @FCBarcelona
Twitter @FCBarcelona

Memang, sejak menit awal pertandingan Barcelona yang lebih diunggulkan tampil lebih menekan. Pada menit ke-20, usaha Frenkie de Jong hampir membuahkan gol untuk Barcelona. Namun, bola hasil tendangannya masih bisa dihalangi kiper Rayo Vallecano, dan membuat bola memantul di atas mistar gawang.

Usaha Riqui Puig untuk membobol gawang Rayo beberapa menit kemudian juga belum menemui sasaran. Upaya Barcelona sepanjang babak pertama masih buntu. Duel babak pertama Rayo Vallecano vs Barcelona berkesudahan tanpa gol.

Selepas jeda, El Barca masih dominan. Barcelona sempat mendapat peluang emas pada menit ke-59. Namun, kontrol bola yang dilakukan Lionel Messi kurang sempurna, sehingga bola lebih deras meluncur ke arah penjaga gawang Stole Dimitrievski.

Kejutan lantas terjadi pada menit ke-63 saat Fransico Garcia mampu membobol gawang Barcelona. Gol dari Rayo Vallecano itu membuat anak asuh Ronald Koeman tersengat dan semakin agresif menyerang.

Tak berselang lama, Frenkie de Jong sempat mencetak gol. Namun gol tak disahkan wasit karena gelandang asal Belanda itu lebih dahulu terjebak dalam posisi offside.

Rayo Vallecano vs Barcelona Lionel messi copa del rey - Twitter @FCBarcelona
Twitter @FCBarcelona

Pada akhirnya, gol yang ditunggu Barcelona akhirnya hadir pada menit ke-70 melalui sang aktor utama, Lionel Messi. Bagi Messi inilah gol ke-15 di semua kompetisi pada musim ini. Menariknya, selama 15 tahun terakhir, Messi tak pernah mencetak gol di bawah 15.

Gol Lionel Messi itu juga sekaligus melecut semangat juang Barcelona. Hasilnya, sepuluh menit kemudian Barcelona bisa membalikkan kedudukan melalui gol Frenkie de Jong. Bagi dia, ini menjadi gol keempat dalm tujuh laga terakhir.

Gol Frenkie De Jong sekaligus menjadi penuntas duel Rayo Vallecano vs Barcelona. Kemenangan 2-1 membawa Barcelona melaju ke babak perempat final Copa Del Rey.

SUSUNAN PEMAIN RAYO VALLECANO vs BARCELONA

RAYO VALLECANO (4-1-4-1): 13-Stole Dimitrievski; 28-Mario Hernandez (Luis Advincula 84), 24-Esteban Ariel Saveljich, 5-Alejandro Catena, 3-Ivan Martos (Isi Palazon 84); 6-Santi Comesana; 11-Andres Martin (Antonin Cortes 71), 8-Oscar Trejo, 20-Jonathan Montiel (Alvaro Garcia 57), 33-Francisco Garcia; 14-Yacine Qasmi (Mario Suarez 71)
Pelatih: Andoni Iraola

BARCELONA (4-3-3): 13-Neto; 28-Oscar Mingueza, 15-Clement Lenglet, 4-Ronald Araujo, 24-Junior Firpo (Pedri 68); 12-Ricard Puig (Jordi Alba 68), 5-Sergio Busquets, 21-Frenkie de Jong; 17-Trincao (Ousmane Dembele 68), 10-Lionel Messi, 7-Antoine Griezmann (Martin Braithwaite 85)
Pelatih: Ronald Koeman

Wasit: Guillermo Cuadra Fernandez

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sebut Pemain Lawan Nazi, Laga Kasta Kedua Liga Spanyol Ditunda

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Segunda Division Spanyol antara Rayo Vallecano vs Albacete harus ditunda. Pasalnya fan tuan rumah menghina pemain lawan, Roman Zozulya.

Laga yang berlangsung di Stadion Campo de Futbola de Vallecas memang sudah panas dari sisi tribun. Hal ini disebabkan oleh nyanyian bernada hinaan fan Rayo Vallecano kepada Roman Zozulya.

Wasit menghentikan pertandingan beberapa menit. Laga sempat dilanjutkan sampai babak pertama berakhir sebelum akhirnya tidak diselesaikan setelah para fan menyebut “Roman Zozulia Anda Nazi biadab”. Tidak hanya itu, mereka juga membentangkan spanduk bernada serupa.

roman zozulya @O Rich
@O_Rich_

Ketika babak kedua hendak dilangsungkan, para pemain Albacete menolak masuk lapangan dengan alasan hinaan para fan tersebut. Setelah sang pengadil menunggu beberapa saat, pertandingan akhirnya resmi ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Sejatinya, masalah fan Rayo Vallecano dengan Zozulia bukan kali ini saja terjadi. Pada 2017 lalu, mereka menentang keras keputusan klub yang mendatangkan pemain Ukraina itu dari Real Betis. Tak ayal, dia hanya bertahan setengah musim di sana dan tidak pernah dimainkan karena protes para penggemar.

Sebagai informasi, para pendukung Rayo Vallecano selama ini dicap memiliki ideologi kiri yang bertentangan dengan fasis yang sangat kanan. Zozulya selama ini dianggap fasis karena mendukung hukuman tentara Ukraina terhadap populasi di Donbass, yang sebelumnya sempat menjadi rebutan Ukraina dan Rusia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mereka yang Berjuang Lepas dari Jerat Degradasi La Liga

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persaingan di papan bawah La Liga begitu ketat. Hingga kini, belum ada tim yang dipastikan degradasi. Padahal, jadwal kompetisi di sepak bola Spanyol itu tinggal tiga pertandingan lagi.

Misi terberat tentu ada di penghuni dasar klasemen Huesca. Hingga pekan ke-35, pasukan Francisco Javier Rodríguez itu baru mengoleksi 30 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Girona yang berada di posisi 17.

Sementara Real Valladolid dan Rayo Vallecano juga berada di zona merah. Mereka baru mengoleksi 35 dan 31 poin.

Untuk bisa lolos dari maut, Huesca harus bisa menyapu bersih semua laga dan berharap tim-tim di atasnya terpeleset. Sekali saja gagal meraih poin penuh, maka Juanjo Camacho dan kawan-kawan bakal turun ke Divisi Dua.

Rayo Vallecano
Getty Images

Hal yang sama berlaku Rayo Vallecano. Mereka tertinggal enam poin dari Girona. Rayo harus menyapu semua laga sisa dengan tiga poin.

Tim-tim lain seperti Real Sociedad, Espanyol, Real Betis, Eibar, Leganés, Villarreal sebenarnya masih bisa degradasi. Namun, peluangnya tipis karena mereka unggul jauh atas Valladolid di posisi 18.

Yang masih harus waspada adalah Celta Vigo, Levante dan Girona. Ketiga tim itu hanya unggul dua poin atas Valladolid. Jika tak hati-hati, mereka bisa terpeleset dan dibalap Valladolid di tiga laga sisa.

Melihat kerasnya persaingan dan selisih poin, Huesca dan Rayo Vallecano sepertinya takkan bertahan di La Liga musim depan. Sementara Valladolid masih berpeluang. Apalagi mereka akan menjalani dua laga kandang dari tiga pertandingan terakhir.

Prediksi Football5star
Degradasi: Huesca, Rayo Vallecano, Girona

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kalah dari Rayo Vallecano, Real Madrid Gagal Dekati Atletico Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Real Madrid gagal mencuri poin saat bertandang ke kandang Rayo Vallecano, Senin (29/4/2019) dini hari WIB. Skuat asuhan Zinedine Zidane harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-0.

Saat wasit membunyikan peluit tanda jalannya pertandingan, Real Madrid mencoba langsung mengambil inisiatif jalannya pertandingan. Lima berjalan, Madrid dapatkan peluang, akan tetapi usaha Marcelo belum berhasil.

Terus menguasai pertandingan, Madrid justru tertinggal terlebih dahulu dari tuan rumah melalui tembakan dari titik putih Adri Embarba pada menit ke-23. Tendangan penalti diberikan oleh wasit akibat salah seorang pemain Vallecano dijatuhkan di kotak penalti Madrid.

Adrian Embarba caminovestuario
twitter – @caminovestuario

Tertinggal satu gol, Madrid mencoba semakin menekan. Akan tetapi, hingga akhir babak pertama skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Vallecano.

Memasuki babak kedua, Madrid langsung menekan. Bale mencoba melalukan penetrasi ke dalam kotak penalti dari sisi kanan, tapi tendangan Bale masih dapat diselamatkan kiper Vallecano.

Vallecano hampir menggandakan keunggulan, tendangan keras Bebe pada menit ke-56 masih dapat diselamatkan Thibaut Courtois. Pertandingan sempat terhenti sejenak karena Toni Kroos mesti medapat perawatan.

Hingga menit ke-60, Madrid masih tertinggal 1-0. Zidane mencoba memasukkan Brahim Diaz menggantikan Dani Ceballos untuk meningkatkan serangan. Menit ke-74, Zidane kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Isco menggantikan Modric untuk mengejar ketertinggalan.

Namun usaha Real Madrid mengejar ketertinggalan selalu gagal hingga akhir pertandingan. Skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Dengan hasil ini, Madrid kembali gagal mendekati peringkat kedua, Atletico Madrid. Real Madrid masih tertahan di peringkat ketiga klasemen Liga Spanyol dengan 65 poin dari 35 pertandingan.

Sementara Rayo Vallecano naik satu peringkat, ke peringkat ke-19 dengan 31 poin. Kemenangan ini memberikan harapan bagi Vallecano untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Spanyol.

Susunan Pemain Rayo Vallecano vs Real Madrid:

Rayo Vallecano: Alberto Garcia; Tito, Abdoulaye Ba, Alejandro Galvez, Alex Moreno; Uche Agbo, Mario Suarez (Alvaro Medran 77′), Adri Embarba, Jose Pozo (Oscar Trejo 85′), Bebe (Alvaro Garcia 79′); Javi Guerra

Pelatih: Paco Jemez

Kartu Kuning: Mario Suarez 43′, Uche 90′

Real Madrid: Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Raphael Varane, Jesus Vallejo, Marcelo; Toni Kroos, Marcos Llorente, Luka Modric (Isco 74′), Dani Ceballos (Brahim Diaz 61′); Gareth Bale, Mariano Diaz (Lucas Vazquez 82′).

Pelatih: Zinedine Zidane

Kartu Kuning: Jesus Vallejo 22′, Luka Modric 28′, Mariano Diaz 62′, Dani Carvajal 79′, Marcelo 86′

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valverde Lega Barcelona Bisa Kalahkan Vallecano

Football5star.com, Indonesia – Barcelona sukses melanjutkan tren positifnya di LaLiga. Menjamu Rayo Vallecano di Camp Nou, Minggu (10/3/2019) dinihari WIB, anak asuh Ernesto Valverde menang 3-1.

Hasil ini pun membuat Valverde merasa lega. Ia sempat khawatir dengan penampilan anak asuhnya setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama.

Akan tetapi, Barca membuktikan diri sebagai calon peraih titel LaLiga musim ini usai membalikkan keadaan menjadi 3-1. Sang pelatih pun berujar bahwa hasil ini diraih karena timnya mampu bermain sebagai tim, terutama pada babak kedua.

lionel messi - barcelona vs rayo vallecano
@thebusybuddies

“Kami tidak mendapat gol pertama yang bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain di lapangan. Tapi kami berhasil memperbaikinya dengan cara yang positif. Pemain semakin cocok satu sama lain dan mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik,” kata Valverde kepada Marca, Minggu (10/3/2019).

“Kemenangan ini menandakan bahwa kami sudah melewati pertandingan yang sulit. Kami bersyukur bisa mengamankan tiga poin,” ia menambahkan.

Tiga gol Barcelona pada laga ini dicetak oleh Gerard Pique, Lionel Messi, dan Luis Suarez. Tapi yang menjadi sorotan justru Philippe Coutinho. Bagaimana tidak, ia kembali menampilkan performa mengecewakan hingga akhirnya ditarik keluar pada babak kedua.

Sang pelatih pun angkat bicara soal performa sang gelandang. “Kami adalah klub, dia memulai pertandingan, lalu ada permintaan yang besar untuk menang dan kami berjuang untuk mencetak gol. Kami selalu ingin melihat dia bermain lebih ke dalam. Tapi hari ini dia bermain cukup gigih,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pique Peringatkan Coutinho yang Kembali Tampil Buruk

Football5star.com, Indonesia – Performa Philippe Coutinho bersama Barcelona musim ini masih jauh dari kata memuaskan. Kerap tampil buruk ketika dimainkan, ia pun mendapat peringatan keras dari Gerard Pique.

Terbaru, Coutinho tampil mengecewakan saat Barcelona mengalahkan Rayo Vallecano 3-1 di Camp Nou, Minggu (10/3/2019) dinihari WIB. Melihat penampilan tersebut, Pique pun angkat suara.

Wakil kapten klub berjuluk Azulgrana ini pun meminta agar bintang Brasil itu bisa membuktikan levelnya. Apalagi klub sudah menghabsikan dana besar untuk mendatangkannya dari Liverpool musim lalu.

coutinho-barcelona
marca.com

“Dia memiliki musim yang bagus. Tapi biaya yang dikeluarkan untuknya sangat tinggi dan itu tentu menyiratkan bahwa harapan kepadanya jauh lebih tinggi. Anda harus menerima reaksi apa pun itu dari fans dan Anda harus menghargai itu,” kata Pique kepada Marca, Minggu (10/3/2019).

“Sebagai rekan satu tim Anda harus memberinya dukungan penuh agar dia bisa bangkit lagi. Kami membutuhkan Coutinho untuk bermain di level tertinggi seperti biasanya,” ujarnya.

Terkait kemenangan yang diraih Barcelona kali ini, Pique mengaku puas. Tapi ia tidak menampik jika Vallecano sangat menyulitkan mereka, terlebih Barca sempat tertinggal lebih dulu.

“Kami menjalankan pertandingan yang sulit. Tapi secara teori, apa yang kami inginkan sudah tercapai. Hari ini saya bermain nyaman dan tenang. Namun, masih ada banyak hal yang harus diperbaiki untuk mencapai level yang sempurna,” sambung mantan pemain Manchester United itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Tertinggal Lebih Dulu, Barcelona Gasak Rayo Vallecano

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Barcelona meraih poin penuh berkat kemenangan dengan skor  3-1 ketika menjamu Rayo Vallecano pada La Liga pekan ke-27 di Camp Nou, Sabtu (9/3/2018).

Tuan rumah tampil dominan dengan penguasaan bola sebesar 69 persen, sedangkan Rayo hanya 31 persen. Pasukan Ernesto Valverde melepaskan enam tembakan akurat dari 12 percobaan. Lebih banyak mengandalkan serangan balik. Los Vallecanos hanya membuat satu tembakan ke gawang dari delapan kesempatan.

Di luar dugaan, El Barca tertinggal lebih dulu pada menit ke-24. Alvaro Garcia mengawali serangan balik Rayo Vallecano dengan umpan panjang. Tanpa pengawalan yang ketat, Raul de Tomas membobol gawang Marc-Andre ter Stegen dengan sepakan dari luar kotak penalti tuan rumah.

Skor menjadi imbang 1-1 pada menit ke-37. Gerard Pique menceploskan bola ke jala Rayo Vallecano setelah menyundul bola hasil umpan Lionel Messi dari tendangan bebas. Tidak ada gol tercipta hingga turun minum.

Petaka datang bagi tim tamu pada menit ke-51. Wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Jordi Amat kepada Nelson Semedo. Lionel Messi yang ditunjuk sebagai eksekutor tendangan 12 pas berhasil memperdaya penjaga gawang Stole Dimitrievski.

lionel messi - barcelona vs rayo vallecano
Barcelona vs Rayo Vallecano (Foto: Twitter thebusybuddies)

Setelah menerima operan Ousmane Dembele, Ivan Rakitic melakukan umpansatu dua dengan Luis Suarez di kotak penalti Rayo. Suarez akhirnya melakukan penyelesaian akhir dan membawa Barcelona menang 3-1 atas Los Vallecanos di Camp Nou.

Tambahan tiga poin dari laga ini mengukuhkan Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga. El Barca mengoleksi 63 poin atau unggul tujuh angka atas pesaing terdekatnya, Atletico Madrid.

Susunan pemain:

Barcelona (4-3-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 18-Jordi Alba, 3-Gerard Pique, 23-Samuel Umtiti, 2-Nelson Semedo; 22-Arturo Vidal, 5-Sergio Busquets (14-Malcom 85′), 8-Arthur Melo (11-Ousmane Dembele 46′); 7-Philippe Coutinho (4-Ivan Rakitic 80′, 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez
Pelatih: Ernesto Valverde

Rayo Vallecano (5-4-1): 13-Stole Dimitrievski; 17-Luis Advíncula, 20-Emiliano Velazquez, 23-Alejandro Galvez, 16-Jordi Amat (22-Jose Pozo 64′), 7-Alex Moreno; 18-Alvaro Garcia (11-Adri Embarba 80′), 27-Santi Comesana, 12-Gilbert Imbula, 14-Bebe; 9-Raul de Tomas
Pelatih: Michel

Kartu Kuning: Sergio Busquets 80′ – Emiliano Velazquez 68′, Gianneli Imbula 89′
Kartu Merah: –

Griezmann Jadi Penyelamat Atletico di Kandang Rayo Vallecano

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid berhasil memetik tiga angka ketika melawat ke kandang Rayo Vallecano pada partai lanjutan LaLiga, Sabtu (17/2). Kemenangan ini diraih berkat gol tunggal Antoine Griezmann di pertengahan babak kedua.

Tampil sebagai tim unggulan, Atletico langsung tancap gas. Baru dua menit laga berjalan, Saul Niguez hampir menjebol gawang Stole Dimitrievski. Namun, sundulannya masih melebar.

Di menit ke-21, giliran Rayo Vallecano yang mengancam lewat Oscar Trejo. Namun, sepakannya masih melenceng dan tak merepotkan Jan Oblak. Meskipun kedua tim saling menyerang, tak ada gol yang tercipta di paruh pertama.

Di babak kedua, anak asuh Diego Simeone mulai keluar menyerang demi meraih keunggulan. Namun, lini pertahanan rapat dari Rayo Vallecano berhasil mematahkan setiap peluang yang didapatkan oleh Atleti.

Di menit ke-74 Atleti akhirnya berhasil mencetak gol lewat Antoine Griezmann. Penyerang asal Prancis itu memanfaatkan umpan dari Alvaro Morata untuk menjebol gawang Dimitrievski.

Antoine Griezmann - Rayo Vallecano vs Atletico Madrid - LaLiga - Goal
Goal

Gol ini semakin memperpanjang rekor positif Antoine Griezmann ketika menghadapi Rayo Vallecano. Penyerang asal Prancis itu delapan gol dari lima pertandingan terakhirnya melawan Rayo.

Tak lama setelah gol Antoine Griezmann, Simeone langsung memasukkan Stefan Savic untuk mempertahankan keunggulan. Di sisa waktu pertandingan, Rayo Vallecano mulai keluar menyerang demi menyamakan kedudukan.

Meskipun terus menyerang, Rayo Vallecano gagal menembus lini pertahanan rapat Atletico. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan ini membuat Los Rojiblancos berhasil menggeser posisi Real Madrid di peringkat ke-2 klasemen sementara LaLiga. Mereka kini memiliki keunggulan dua poin dari Los Blancos yang baru akan bermain petang nanti melawan Girona di Santiago Bernabeu.

SUSUNAN PEMAIN RAYO VALLECANO VS ATLETICO MADRID:

Rayo Vallecano: Stole Dimitrievski; Tito, Alejandro Galvez (Alvaro Garcia 76′); Abdoulaye Ba, Jordi Amat, Alex Moreno; Adri Embarba (Jose Pozo 57′), Santi Comesana, Mario Suarez, Oscar Trejo (Bebe 57′); Raul de Tomas

Pelatih: Michel

Atletico Madrid: Jan Oblak; Santiago Arias, Diego Godin, Jose Gimenez, Filipe Luis; Vitolo (Diego Costa 60′), Rodri (Stefan Savic 75′), Saul Niguez, Angel Correa (Thomas Lemar 60′); Alvaro Morata, Antoine Griezmann

Pelatih: Diego Simeone

Kartu Kuning: Gimenez 90′

Solari: Madrid Harusnya Menang Telak atas Rayo

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid hanya menang tipis 1-0 saat melakoni laga derbi menghadapi Rayo Vallecano pada pekan ke-16 LaLiga di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (16/12/2018). Hasil itu cukup disesalkan oleh Pelatih Los Merengues, Santiago Solari.

Santiago Solari: Real Madrid Harusnya Menang Telak atas Rayo Vallecano
twitter @realmadrid

Tercatat Real Madrid mempunyai persentase penguasaan bola sebesar 71 persen sepanjang laga. Meski demikian jumlag tembakan yang mereka ciptakan masih kalah dari yang dibuat oleh Rayo Vallecano.

Tim yang baru promosi tersebut mencatatkan sembilan tembakan sedangkan Real Madrid hanya enam. Meski demikian satu-satunya gol yang tercipta hanya dibuat oleh penyerang tim tuan rumah, Karim Benzema pada menit ke-13.

“Itulah sepak bola mengapa begitu indah. Ketika Anda tidak efektif, ketika gol tidak datang, pada titik tertentu Anda harus menderita,” kata Santiago Solari seperti dikutip Football5star dari L’Equipe, Minggu (16/12/2018).

“Di babak kedua, kami hampir bisa meningkatkan skor. Marco Asensio memiliki peluang yang sangat jelas, dan kami tidak kebobolan apa pun hingga kesempatan ini berakhir,” sambungnya.

“Kami tidak mengizinkan Rayo Vallecano memiliki peluang. Saya pikir dengan segala hormat kepada Rayo, yang merupakan tim yang sangat bagus. Kami seharusnya bisa menang dengan hasil yang sedikit lebih baik,” tutupnya.

Tambahan tiga poin tersebut membuat Real Madrid semakin mendekati Barcelona yang ada di puncak klasemen sementara LaLiga. Saat ini Los Merengues ada di posisi ketiga dan terpaut dua angka dari Blaugrana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid Susah Payah Tundukkan Rival Sekota

Banner Football Live Star

Football5sstar.com, Indonesia – Real Madrid hanya mampu menang tipis saat menghadapi rival sekota mereka, Rayo Vallecano pada pekan ke-16 LaLiga. Bermain di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (16/12/2018) Los Merengues menang dengan skor 1-0.

Satu-satunya gol pada pertandingan tersebut diciptakan oleh Karim Benzema pada menit ke-13. Ia menjadi pemain terakhir Real Madrid yang mampu mencetak gol ke gawang Rayo Vallecano sejak 2016 lalu.

Di sisi lain kemenangan dengan skor 1-0 tersebut membuat Real Madrid kini mampu tiga kali clean sheet dan kemenangan di tiga laga terakhir. Prestasi tersebut menyamai apa yang mereka lakukan saat 2015 lalu kala masih ditangani oleh Rafa Benitez.

Rekor pribadi juga dicatatkan oleh Marcos Llorente di laga itu. Gelandang muda Real Madrid tersebut menjadi satu-satunya pemain pada pertandingan tersebut yang mencatatkan 100 persen akurasi umpan sepanjang laga.

Di sisi lain kemenangan tersebut membuat Real Madrid kian mendekati Barcelona di puncak klasemen. Pasukan Santiago Solari saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara La Liga dengan mengantongi 29 poin dan terpaut dua angka saja dari Blaugrana.

Susunan Pemain:

Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois, Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergo Ramos, Marcello, Luka Modric (Federico Valverde 90’), Marcos Llorente, Toni Kroos, Lucas Vazquez, Karim Benzema (Vinicius Junior 78’), Marco Asensio (Dani Ceballos 71’).

Pelatih: Santiago Solari.

Rayo Vallecano (4-1-4-1): Stole Dimitrievski, Alex Moreno, Alejandro Galvez (Abdoulaye Ba 54’), Emiliano Velazquez, Tito, Santi Comesana, Alvaro Garcia, Giannelli Imbula, Alvaro Medran (Bebe 54’), Luis Advincula, Adri Embarba (Alex Alegria 73’).

Pelatih: Michel.

Kartu Kuning: Alejandro Galvez (39), Bebe (64), Giannelli Imbula (83).

Kartu Merah: –

https://www.youtube.com/watch?v=4YxZprPk_YE

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valverde Ungkap Kekurangan Barcelona Saat Lawan Vallecano

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Barcelona harus susah payah memetik tiga poin di kandang Rayo Vallecano, Minggu (4/11/2018) dini hari WIB. Anak-anak asuh Ernesto Valverde membutuhkan dua gol dari Ousmane Dembele dan Luis Suarez pada menit ke-87 dan 90 untuk membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Itu terbilang mengejutkan. Pasalnya, Barcelona turun dengan starter seperti saat menang 5-1 atas Real Madrid dalam El Clasico sepekan lalu. Dia atas kertas, menghadapi lawan yang berada di posisi ke-19 klasemen sementara LaLiga, mereka seharusnya bisa menang lebih mudah dan lebih telak.

Ernesto Valverde akui Barcelona kerepotan di kandang Vallecano.
barcablaugranes.com

Mengenai hal tersebut, Ernesto Valverde menilai ada satu kelemahan mendasar timnya saat berlaga di Stadion Campo de Futbol de Vallecas. Itu terkait penuntasan serangan. Menurut dia, meskipun mengontrol dan mendominasi permainan, mereka kesulitan dalam menuntaskan serangan yang dilakukan. Atas dasar itu pula dia memasukkan Munir El Haddadi dan Ousmane Dembele.

“Serangan posisional membutuhkan seseorang untuk melakukan dobrakan agar gol bisa dibuat. Kami kurang bagus dalam umpan-umpan akhir untuk menciptakan situasi tersebut. Kami harus membenahi lagi hal itu sehingga bisa mendapatkan permainan sesuai yang diinginkan,” urai Valverde setelah laga melawan Vallecano seperti dikutip Football5Star.com dari El Pais.

Valverde Dibayangi Hantu Butarque

Valverde juga mengakui sempat disergap kecemasan pada babak kedua. Terutama saat Vallecano unggul 2-1 dan para penggawa Barcelona seperti kehilangan arah. Dia teringat kekalahan dari Leganes pada September lalu.

“Hantu Butarque (kandang Leganes) terlihat di mana-mana pada saat-saat babak kedua. Namun, pada akhirnya kami menang dengan memainkan sesuatu yang berbeda,” terang dia dalam konferensi pers pascalaga. “Ketika menghadapi tim yang mampu membalikkan keadaan, ketakutan selalu muncul di kepala. Rayo telah bermain dan berjuang keras.”

Mengenai skor akhir laga Vallecano vs Barcelona yang ketat, Valverde mengaku tak heran. Pasalnya, sejak dihajar Deportivo Alaves, sang lawan tak pernah kalah dengan skor mencolok dalam tujuh laga beruntun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Menang Dramatis Atas Vallecano, Suarez Minta Barcelona Berbenah

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Luis Suarez senang dan lega Barcelona bisa menang secara dramatis atas Rayo Vallecano di kandang lawan. Namun, dia mewanti-wanti agar La Blaugrana melakukan autokritik demi mencegah hal serupa terulang. menurut dia, seharusnya mereka bisa memastikan kemenangan lebih cepat.

Dalam laga itu, Barcelona tampil dengan susunan pemain seperti saat menang 5-1 atas Real Madrid dalam El Clasico sepekan lalu. Mereka sempat unggul 1-0 lewat Suarez pada menit ke-10, tapi lantas tertinggal 1-2 hingga laga menyisakan empat menit. Kemenangan akhirnya diraih setelah Ousmane Dembele dan Suarez membuat gol pada menit ke-87 dan 90.

Luis Suarez minta Barcelona lakukan autikritik setelah menang atas Vallecano.
standard.co.uk

“Aku paham (pelatih Ernesto) Valverde, meskipun menang, mungkin marah kepada kami. Kami semua harus melakukan kritik terhadap diri sendiri. Detail-detail kecil seperti inilah yang bisa membuat kami kalah di liga,” ucap Suarez selepas laga Vallecano vs Barcelona seperti dikutip Football5Star.com dari Mundo Deportivo.

Mantan pemain Liverpool itu mengakui adanya kemungkinan kepercayaan diri yang terlalu berlebihan. Namun, dia juga menilai lawan tampil apik. “Mereka berada di posisi kedua terbawah. Artinya, mereka butuh poin. Mereka menekan, demikian pula dengan para suporter mereka,” ungkap Suarez lagi.

Soal gol-gol yang dibuatnya belakangan ini, penyerang asal Uruguay itu berujar, “Aku benar-benar senang dapat membantu tim dengan gol-golku dan tetap meraih poin. Aku bisa terus mencetak gol karena memiiki banyak peluang dan mampu memanfaatkannya.”

Kemenangan atas Vallecano membuat Barcelona tetap kokoh di puncak klasemen LaLiga. Hingga melakoni sebelas pertandingan, Suarez cs. mengemas 24 poin. Untuk sementara, mereka unggul empat poin dari pesaing terdekat. Namun, keunggulan bisa terpangkas mengingat Deportivo Alaves, Sevilla, dan Espanyol belum memainkan laga jornada ke-11.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sempat Tertinggal, Barcelona Kandaskan Perlawanan Vallecano

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Barcelona secara perkasa mengalahkan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Minggu (4/11/2018) dinihari WIB. Bagaimana tidak, mereka berhasil menang 3-2 di markas lawan setelah sebelumnya sempat tertinggal 1-2.

Klub Katalonia sejatinya mengawali laga dengan sangat baik. Ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka memimpin lebih dulu pada menit ke-10 melalui sontekan Luis Saurez yang memanfaatkan umpan Jordi Alba dari sisi kiri.

Setelah unggul, performa Barcelona sempat lengah. Ini pula yang dimanfaatkan Vallecano dengan mengurung pertahanan tim tamu. Hasilnya pun terlihat pada menit ke-35 melalui Jose Pozo. Gol ini sekaligus menutup babak pertama.

rafinha-barcelona-vallecano
@FCBarcelona

Usai jeda, Vallecano lebih dulu menggebrak. Alvaro Garcia mampu mengejutkan tim tamu melalui gol yang ia cetak pada menit ke-57. Gol tersebut sekaligus membuat Barcelona tersentak. Pelatih Ernesto Valverde kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Ousmane Dembele.

Hasilnya pun terlihat tiga menit jelang bubar. Melalui skema serangan cepat, Dembele yang berdiri bebas mampu menyamakan kedudukan usai memanfaatkan umpan dari Gerard Pique.

Vallecano yang sempat terlena karena sempat unggul akhirnya harus gigit jari setelah gol kedua Suarez memastikan kemenangan tim tamu. Tambahan tiga poin ini pun membuat Azulgrana tetap memimpin puncak LaLiga dengan 24 poin. Sedangkan tuan rumah masih terjebak di zona degradasi dengan enam angka.

Susunan Pemain:

Rayo Vallecano (4-1-4-1): 1-Alberto Garcia; 7-Alex Moreno, 16-Jordi Amat, 23-Alejandro Galvez (Emiliano Velazquez 71′), 17-Luis Advincula; 27-Santi Comesana; 22-Jose Pozo, 8-Oscar Trejo (Alvaro Garcia 56′), 12-Giannelli Imbula, 11-Adri Embarba; 9-Raul De Tomas (Alex Alegria 65′)
Pelatih: Michel

Barcelona (4-3-3) 1-Marc Andre Ter Stegen; 20-Sergi Roberto, 3-Gerard Pique, 15-Clement Lenglet, 18-Jordi Alba; 8-Arthur (Arturo Vidal 67′), 5-Sergio Buesquets, 4-Ivan Rakitic; 12-Rafinha (Ousmane Dembele 52′), 9-Luis Suarez, 7-Philippe Coutinho (Munir El Haddadi 67′)
Pelatih: Ernesto Valverde

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Griezmann Pimpin Atletico Tundukkan Rayo Vallecano

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid menang tipis 1-0 atas tamunya Rayo Vallecano pada lanjutan pertandingan La Liga di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu (26/8/2018) dinihari
WIB. Gol kemenangan tuan rumah dilesakkan Antoine Griezmann.

Griezmann mencatatkan namanya di papan skor pada menit 63. Ia memanfaatkan umpan dari Stefan Savic.

Dld U4HXgAE GmZ
Twitter Atletico Madrid

Mengacu pada statistik, Atletico sebenarnya tak dominan di laga ini. Diego Costa dan kawan-kawan hanya mampu menguasai 47 persen bola. Permainan ngotot tim tamu membuat pasukan
Diego Simeone kesulitan.

Tuan rumah juga hanya bisa melepas lima ancaman, dengan dua yang mengarah ke gawang. Adapun Rayo melepas 11 ancaman dan ada tiga yang mengarah ke gawang Jan Oblak.

Dengan kemenangan ini, Atletico berada di peringkat dua klasemen La Liga dengan empat poin. Sementara Rayo terpuruk di dasar klasemen dengan poin nol.

Susunan Pemain

Atletico: Jan Oblak, Juanfran (Thomas 36′), Stefan Savic, Diego Godin, Lucas Hernandez, Angel Correa (Koke 66′), Rodrigo Hernandez Cascante, Saul Niguez, Thomas Lemar, Diego Costa,
Antoine Griezmann (Gelson Martins 76′)

Vallecano: Alberto Garcia, Alex Moreno, Abdoulaye Ba, Jordi Amat, Luis Advincula, Gorka Elustondo, Santi Comesana (Jose Pozo 69′), Alvaro Garcia (Sergio Moreno 77′), Oscar Trejo, Gael
Kakuta (Alvaro Medran 69′)

Rayo Terdegradasi, Presidennya Menyalahkan Pelatih Villarreal

Nasib buruk dialami oleh Rayo Vallecano pada akhir musim 2015-16. Meski menang pada pekan ke-38 Divisi Primera, mereka tetap terdegradasi ke Divisi Segunda. Terkait hal itu, Presiden Rayo, Raul Martin Presa, menuding pelatih Villarreal, Marcelino Garcia Toral, yang menjadi penyebabnya.

Tuduhan itu dilontarkan oleh Presa karena hasil laga The Yellow Submarine pada pekan ke-38 memengaruhi nasib timnya. Villarreal harus bertanding melawan Sporting Gijon yang bersaing dengan Rayo dalam zona degradasi. Gijon hanya unggul satu poin di atasnya, sehingga jika gagal menang dan Rayo meraih tiga poin, bisa terdegradasi.

Akan tetapi, hal yang terjadi Gijon menang 2-0 atas Villarreal pada Senin (16/5). Akibatnya kemenangan Rayo pada pekan saat yang sama atas Levante sia-sia saja.

Atas hasil pahit itu, Presa menyalahkan Marcelino yang ditudingnya tidak mempersiapkan timnya dengan serius untuk melawan Gijon.

“Villarreal tidak berlaga dengan kemampuan terbaik mereka dari segi line-up, pergantian pemain, atau dalam hal taktik. Kami segera menyadari dengan cepat bahwa pertandingan ini palsu,” cecar Presa. “Seseorang di Villarreal jelas tidak melakukan pekerjaannya (dengan profesional, Red.). Tidak ada tembakan terarah atau  apa pun. Mereka jelas kurang persiapan dan ambisi.”

Tudingan Presa tidak sepenuhnya tepat. Data dari Who Scored menunjukkan The Yellow Submarine melakukan sepuluh tembakan yang lima di antaranya tepat sasaran. Namun yang jelas Marcelino memang tidak menurunkan kekuatan terbaik Villarreal ketika bermain di markas Gijon.

 

Dua Tim Asal Kota Madrid Harus Terdegradasi ke Divisi Segunda

Kontingen Divisi Primera asal Kota Madrid harus berkurang dua. Pasalnya, Getafe dan Rayo Vallecano dipastikan terdegradasi ke Divisi Segunda A pada akhir musim ini.

Pada jornada ke-38 alias pekan terakhir Divisi Primera, Minggu (15/5), Rayo dan Getafe harus rela terdegradasi menyusul kemenangan yang dirai Sportng Gijon atas Villarreal. Berarti, Getafe dan Rayo menyusul Levante yang sudah lebih dulu memastikan turun kasta.

Sebenarnya, Getafe memiliki peluang menyelamatkan diri dari jeratan degradasi. Namun, kekalahan 1-2 di kandang Real Betis membuat misi mereka untuk bertahan harus kandas.

Pada laga itu, Getafe lebih dulu tertinggal 0-2 setelah Betis mencetak dua gol masing-masing melalui German Pezzela pada menit ke-56 dan penalti Ruben Castro menit ke-74.

Laga sendiri berlangsung cukup keras. Namun, jumlah kartu kuning yang diberikan wasit Jesus Gil cukup timpang, Getafe memperoleh 8 kartu kuning dan satu kartu merah langsung kepada Emiliano Buendia pada menit ke-76. Sementara, Betis hanya memperoleh satu kartu kuning.

Meski tampil dengan 10 orang, Getafe sempat memperkecil ketinggalan pada menit ke-84 melalui Alvaro Medran. Namun, hanya itu gol yang bisa diciptakan. Getafe kalah 1-2 dan posisinya harus tersalip oleh Gijon yang menang 2-0 atas Villarreal.

Dua gol Gijon masing-masing dicetak oleh Jony pada menit ke-8 dan Sergio Alvarz menit ke-79. Berkat kemenangan ini Gijon mengoleksi 39 poin dan berhak finis di posisi ke-17, satu tingkat di atas zona degradasi.

Sementara Rayo, meski menang 3-1 atas Levante pada jornada ke-38, tetap harus ikut terdegradasi. Rayo cuma mengumpulkan 38 poin, unggul dua angka dari Getafe.

Rayo Vallecano Diduga Lakukan Pengaturan Skor Saat Hadapi Real Sociedad

Otoritas liga sepak bola Spanyol, LFP, telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan investigasi mengenai dugaan pengaturan skor pada laga Real Sociedad kontra Rayo Vallecano pada Minggu (8/5) lalu.

Beberapa media Spanyol menyebut ada indikasi bahwa para pemain Rayo membiarkan Sociedad untuk memenangi laga tersebut. Padahal, sesungguhnya Rayo tengah membutuhkan poin guna lolos dari zona degradasi.

Rayo kalah 1-2 dari Sociedad di Estadio Anoeta. Sociedad unggul lebih dahulu pada menit ke-12 lewat gol Mikel Oiarzabal. Pada awal babak kedua, Jon Bautista, menggandakan keunggulan Sociedad setelah menerima assist dari Oiarzabal.

Los Franjirrojos sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69 lewat aksi Javi Guerra. Namun skor 2-1 untuk Sociedad bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Diduga sejumlah pemain Rayo diberikan kompensasi untuk memberikan Sociedad memenangi laga tersebut. Dilaporkan El Mundo, seorang pemain yang menerima uang tersebut menemui basis fans mereka, The Bukaneros, untuk meminta maaf atas performa tim saat menghadapi Sociedad.

Pihak fans memang meminta penjelasan yang gamblang mengenai penampilan timnya. Musim ini mereka tampil buruk sehingga bisa turun ke Divisi Segunda.

Perlu diketahui, Rayo saat ini bertengger di posisi ke-19 klasemen sementara Divisi Primera dengan torehan 35 poin. Nasib mereka kini bergantung pada hasil Getafe dan Sporting Gijon, dengan catatan, mereka memetik kemenangan pada laga terakhir kontra Levante.

Simeone: Kans Finalis Liga Champions 50-50

Atletico Madrid akan menghadapi Real Madrid di babak puncak kompetisi Liga Champions. Los Colchoneros menilai kans untuk menjadi juara sama kuat 50-50.

Atletico menyingkirkan Bayern Munich di babak semifinal. Sementara Madrid menjungkalkan Manchester City saat melakoni babak empat besar Liga Champions.

Keduanya pun akan berhadapan di laga final yang akan berlangsung di San Siro pada 28 Mei mendatang. Laga itu merupakan ulangan final dua musim silam. Kala itu, Madrid yang menjadi pemenang.

Dalam tujuh pertandingan terakhir, Atletico unggul head to head dari Madrid. Rinciannya, tim besutan Diego Simeone itu menang tiga kali, tiga kali menuai hasil imbang, dan cuma sekali menelan kekalahan.

Kendati sedang dalam laju yang bagus saat melawan Madrid, Simeone merendah dengan bilang bahwa kans untuk juara masih sama kuat 50-50.

“Laga final melawan Real Madrid kesempatannya 50-50, kami saling mengenal dengan sangat baik satu sama lain,” kata Simeone di Soccerway.

“Kami menunjukkan pada semua orang bahwa itu mungkin. Ini mengenai hidup yang lebih dari sepak bola. Kami sangat kuat saat bertahan, tapi juga bisa mencetak gol di luat Calderon (melawan Bayern), itu tak mudah.”

“Kami mengganti banyak pemain, tapi untungnya pemain baru yang bergabung bisa membiasakan diri dengan tim dengan sangat cepat. Tim besutanku terasa bisa tergambar dengan baik bersama mereka. Saya sangat beruntung memiliki mereka,” imbuhnya.

Atletico Menang Karena Tahu Cara Main Rayo

Atletico Madrid sukses mengamankan kemenangan saat menjamu Rayo Vallecano. Mereka bisa memetik kemenangan karena sudah tahu cara bermain tim tamu.

Saat melakoni pertandingan di Vicente Calderon, Sabtu (30/4) malam WIB, Atletico memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0. Gol dari Antoine Griezmann menjadi penentu kemenangan tim asal ibukota Spanyol itu.

Dengan kemenangan itu, Atletico sempat memuncaki klasemen Liga Spanyol selama beberapa jam dengan poin 85. Mereka harus menyerahkan posisi pertama ke tangan Barca setelah beberapa jam berikutnya Los Cules memetik kemenangan saat berhadapan dengan Real Betis.

Soal kemenangan atas Rayo, pemain Atletico, Matias Kranevitter, mempunyai komentar. Los Colchoneros disebutnya sudah mengenal permainan tim tamu hingga bisa memenangi pertandingan.

“Ini merupakan pertandingan yang sulit dan rumit untuk Atletico. Tujuannya adalah untuk menang dan kami bisa mewujudkannya,” kata Kranevitter di situs resmi Atletico.

“Laga menjadi lebih berat karena Rayo berada di posisi yang kurang nyaman dan harus memenangi pertandingan. Kami tahu bagaimana mereka bermain dan memenangi tiga poin di kandang, yang merupakan hal yang paling penting,” imbuhnya.

Selepas laga melawan Rayo, Atletico sudah ditunggu pertandingan berat di tengah pekan ini. Mereka akan melakoni pertandingan ke Allianz Arena, Rabu (4/5) dini hari WIB, untuk melakoni laga leg II semifinal Liga Champions.

Kalahkan Rayo Tanpa Tujuh Pemain Kunci, Simeone Puji Konsistensi Atletico

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku puas setelah timnya memetik kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano, Sabtu (30/4) malam. Berkat kemenangan di Stadion Vicente Calderon itu, Los Rojiblancos kini tetap menempel posisi Barcelona.

Pasukan Simeone kini bertengger di posisi kedua dengan koleksi poin sama dengan Barcelona, yakni 85. Real Madrid juga terus menguntit setelah menang 1-0 di kandang Real Sociedad.

Atletico harus berjuang keras sebelum kemudian berhasil memetik tiga poin dari pertandingan pekan ke-36 ini. Gol yang menjadi penentu kemenangan tuan rumah baru tercipta 10 menit sebelum laga usai lewat aksi Antoine Griezmann.

Simeone hanya bisa menyaksikan anak asuhanya bertarung dari tribun. Dia tengah menjalani larangan mendampingi timnya dari sisi lapangan dalam tiga pertandingan.

Pelatih asal Argentina ini membuat tujuh perubahan di timnya. Ini bisa dipahami mengingat mereka akan turun dalam partai penting yakni leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern Muenchen,

Keputusan ini ternyata berpengaruh pada irama permainan timnya. Dia kemudian memasukkan Koke tepat di awal babak kedua serta Griezmann dan Fernando Torres setelah menit ke-54.

“Secara keseluruhan rotasi ini memang agar pemain lebih segar. Saya kira keputusan ini memang perlu diambil. Saat berbagai pertandingan harus kami mainkan secara beruntun, memang tak mudah untuk tetap fokus. Sangat penting bisa memetik kemenangan dan kami berhasil mewujdukannya, dan kami sangat senang,” ujar Simeone, dilansir situs resmi klub.

Simeone juga mengaku timnya mengalami kesulitan pada babak pertama. “Kami memulai pertandingan dengan sulit bukan karena banyak pemain yang tak biasa menjadi starter namun karena kekurangan intensitas permainan kami.”

Gol Tunggal Griezmann Menangkan Atletico

Atletico Madrid terus memanaskan persaingan juara Divisi Primera musim ini. Pasukan Diego Simeone menang tipis saat menjamu Rayo Vallecano di Vicente Calderon.

Peluang pertama dihasilkan Atletico saat laga baru berjalan lima menit. Angel Correa melepaskan tembakan mendatar yang mampu ditepis kiper Rayo, Juan Carlos.

Correa kembali gagal memaksimalkan kesempatan enam menit berselang. Sepakan pemain asal Argentina itu belum mampu menaklukkan Carlos.

Kiper Atletico, Jan Oblak, melakukan dua penyelamatan pada pertengahan babak pertama. Dia sukses menangkap tembakan Miku dan Javi Guerra.

Atletico nyaris memecah kebuntuan sembilan menit jelang turun minum. Apesnya, tembakan tepat sasaran ketiga Correa masih belum bisa merobek gawang Rayo hingga babak pertama ditutup dengan skor kacamata.

Rayo mengancam gawang Atletico tujuh menit selepas turun minum. Namun, upaya Guerra masih terlalu lemah untuk memperdaya Oblak.

Antoine Griezmann dimasukkan oleh pelatih Atletico, Diego Simeone, untuk menambah daya gedor pada menit ke-55. Belum genap satu menit di lapangan, Griezmann sukses membawa Los Rojiblancos unggul melalui tembakan dari luar kotak penalti Rayo.

Kesempatan kembali datang bagi Atletico pada menit ke-70. Fernando Torres yang tampil sebagai pemain pengganti gagal menaklukkan Carlos dengan tembakan mendatarnya.

Torres lagi-lagi gagal mencatatkan nama di papan skor. El Nino melepaskan tembakan dari luar kotak penalti Rayo dan dengan mudah ditangkap oleh Carlos pada menit ke-82.

Atletico akhirnya memastikan tiga poin berkat kemenangan 1-0 atas Rayo setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan. Los Rojiblancos sementara bercokol di posisi teratas Divisi Primera sambil menunggul Barcelona melawan Real Betis.

SUSUNAN PEMAIN

Atletico Madrid: Oblak, Gamez, Lucas, Juanfran, Gimenez, Kranevitter, O. Torres (Torres 55), Gabi (Koke 46), Thomas, Correa, Vietto (Griezmann 55)
Rayo Vallecano: Carlos, Tito, Amaya (Manucho 64), Quini, Angel, Miku, Embarba, Jozabed, Bebe (Piti 58) (Montiel 84), D. Llorente, Guerra

Ukir Comeback Di Markas Rayo, Zidane Sanjung Mental Juara Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengakui timnya bermain buruk di awal laga sebelum akhirnya bangkit dan memperoleh kemenangan saat bertandang ke markas Rayo Vallecano, Sabtu (24/4) malam.

Madrid mendapatkan kejutan besar saat mereka tertinggal 0-2 ketika laga baru berjalan 15 menit. Namun Los Blancos menunjukkan mental juara mereka dan sukses mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2.

“Kami benar-benar berjuang keras di laga ini. Laga ini benar-benar jadi laga yang sulit bagi kami. Dalam 15 menit pertama, kami mengalami kesulitan namun kami tetap menyadari bahwa laga berlangsung selama 90 menit. Kami memulai laga dengan buruk namun mengakhirinya dengan sangat baik,” kata Zidane, dilansir situs resmi klub.

Setelah tertinggal dua gol, Madrid memang menunjukkan semangat untuk bangkit. Alhasil dua gol dari Gareth Bale dan sebuah gol dari Lucas Vazquez memastikan mereka tetap bertahan di perburuan titel Divisi Primera.

“Tertinggal dua gol bukanlah situasi yang mudah bagi kami, namun kami menunjukkan bahwa setelah kebobolan kami bisa bangkit. Para pemain menunjukkan bahwa mereka tetap bisa bersabar meski situasi tengah berjalan kurang bagus dan kami selalu percaya bahwa Madrid memiliki pemain yang punya kemampuan untuk mengatasi keadaan ini,” ujar Zidane.

Kemenangan ini pun jadi modal tambahan bagi Madrid yang bakal bertandang ke markas Manchester City, Stadion Etihad, dalam leg pertama semifinal Liga Champions.

“Ya, kemenangan ini merupakan suntikan moril yang sangat besar,” tegas sang entrenador.

Zidane Merasa Beruntung Memiliki Bale

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memuji penampilan winger andalannya, Gareth Bale, saat menghadapi Rayo Vallecano, Sabtu (23/4) malam tadi. Tak bisa dimungkiri, Bale tampil menjadi pahlawan bagi Madrid lewat sumbangan dua gol yang membuat Los Blancos pulang dengan tiga poin.

Bale memang sangat diharapkan untuk menjadi juru gedor utama Madrid setelah dua penggawa lainnya, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, mengalami cedera.

Zidane berharap, penampilan Bale ini diharapkan mampu memotivasi pemain lainya untuk terus memberi kemenangan untuk Real Madrid.

“Kami memiliki peluang untuk mengungguli rival kami. Meski Ronaldo dan Benzema absen di laga itu, kami beruntung memiliki Bale yang bisa memberi kemenangan,” tutur Zidane kepada situs resmi klub.

Zidane mengaku senang dengan capaian Bale pada laga itu. Dia menyakini Bale pantas mendapat pujian.

Selain kepada Bale, Zidane juga memberikan kredit besar bagi gelandang Madrid lainnya, Isco, Bale tidak bisa mencetak gol jika tidak mendapat umpan dari Isco.

“Isco juga tampil dengan baik, ia selalu bisa menguasai keadaan meski dalam posisi sulit,” kata Zidane.

Zidane mengaku timnya saat ini harus fokus pada Liga Champions. Seperti diketahui, pada Rabu (27/4) mendatang mereka akan menghadapi Manchester City.

Jemez Kecewa Real Madrid Batal Kalah

Sejatinya, Rayo Vallecano memiliki kesempatan memenangi laga melawan Real Madrid, Sabtu (23/4). Namun, keunggulan 2-0 terbuang hingga Rayo akhirnya kalah 2-3. Pelatih Vallecano, Paco Jemez, lantas menyesali hasil itu.

Menurut dia, bisa unggul 2-0 atas tim sekelas Madrid merupakan hal langka yang sulit diraih. Karenanya, kesempatan menang yang menguap menjadi penyesalan yang masih diratapinya.

“Ini harus menjadi dorongan untuk tiga pertandingan tersisa. Kami melalui pertandingan yang bagus, lebih seperti pertandingan antara dua tim dengan level yang sama. Kepuasan bisa mengambil momen itu, tapi jarang bisa memiliki kesempatan untuk mengalahkan Real Madrid,” katanya kepada Marca.

Jemez pun mengakui tangan dingin Zinedine Zidane di kursi pelatih Madrid mampu memberi perbedaan. Akan tetapi, dia juga melihat tak banyak perbedaan antara gaya melatih Zidane dan pendahulunya, Rafael Benitez.

“Sudah jelas, Zidane dan (Rafael) Benitez memiliki cara berbeda dalam menghadapi pertandingan, tapi dengan skuat yang sama dan pada akhirnya semua menjadi serupa. DNA Madrid masih sama, menyerang dengan cepat,” tuturnya.

Jemez juga yakin, fans Rayo sangat puas dengan jalannya pertandingan meski berkahir dengan kekalahan. “Mereka selalu spektakuler. Mereka akan pulang dengan sedih, tapi mereka akan menilai perjuangan yang dilakukan tim,” pungkasnya.

Enrique Minta Barcelona Ulangi Performa Kontra Rayo Di Laga Berikutnya

Pelatih Barcelona Luis Enrique memuji performa para pemainnya usai berhasil membungkam Rayo Vallecano dengan skor 5-1 pada laga yang berlangsung Jumat (4/3) dini hari tadi. Menurut Enrique, Barcelona akan sulit dikalahkan bila tampil seperti di laga tersebut.

Barcelona kembali mendapatkan tiga poin dalam lawatan mereka ke markas Rayo. Torehan tiga poin ini membuat Barcelona kini mengoleksi 69 poin dan unggul delapan angka dari Atletico Madrid yang ada di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Primera.

“Saya sangat menyukai cara bermain Barcelona hari ini. Saya gembira Barcelona mengakhiri pertandingan dengan cara terbaik. Kami menciptakan banyak kesempatan dan tak pernah benar-benar mendapatkan situasi berbahaya di laga ini,” ujar Enrique seperti dikutip dari situs resmi klub.

Kemenangan atas Rayo ini membuat Barcelona menorehkan catatan 35 pertandingan tanpa terkalahkan.

“Bila kami terus bermain seperti ini, maka kami akan sangat sulit untuk dihentikan,” tutur Enrique meyakini.

Dalam laga ini Barcelona tidak hanya menampilkan peragaan umpan pendek cepat namun juga bola-bola panjang langsung dari Claudio Bravo.

“Melawan tim seperti Rayo yang memeragakan pertahanan man to man, maka Bravo jadi satu-satunya pemain yang bebas dan bisa memberikan umpan panjang.”

“Hal itu merupakan poin penting bagi kami. Saya ingin Bravo melakukan kombinasi langsung dengan trio lini depan dan menciptakan peluang ke gawang lawan,” kata Enrique.

Enrique juga tak memusingkan kegagalan penalti Luis Suarez di laga ini.

“Tendangan penalti merupakan salah satu bagian yang harus kami tingkatkan, namun hal itu tidaklah terlalu mengganggu saya bila terjadi ketika kami telah memastikan kemenangan di sebuah pertandingan.”

Iniesta: Penalti Gagal Suarez Terasa Janggal

Kemenangan 5-1 yang diraih Barcelona saat bertandang ke markas Rayo Vallecano, sedikit ternodai dengan kegagalan penalti Luis Suarez. Meski begitu, para pemain Barcelona tetap tenang menghadapi hal ini.

Luis Suarez yang maju sebagai algojo penalti saat Barcelona unggul 3-1 gagal memanfaatkan kesempatan emas untuk mencetak gol. Tendangannya ke arah kiri berhasil diblok oleh kiper Vallecano, Juan Carlos.

Kegagalan Suarez mengeksekusi penalti membuat Barcelona sudah tujuh kali gagal mengeksekusi penalti musim ini. Trio MSN (Lionel Messi-Suarez-Neymar) masing-masing sudah termasuk ke dalam terciptanya catatan buruk tersebut.

Meski Barcelona, dalam hal ini Trio MSN, memiliki persentase buruk dalam hal eksekusi penalti, namun pemain lainnya tak merasa hal tersebut sebagai sebuah hal yang patut dikhawatirkan secara berlebihan. Gelandang andalan Barcelona, Andres Iniesta, mengaku sedikit heran dengan rekor buruk Trio MSN dalam hal penalti.

“Kegagalan kami dalam penalti adalah sebuah hal yang aneh. Namun itu bukanlah sebuah hal yang perlu kami khawatirkan,” ucap Iniesta.

Sebelumnya, pelatih Barcelona Luis Enrique secara terbuka mengakui eksekusi penalti sebagai salah satu kelemahan timnya musim ini.

“Tendangan penalti merupakan salah satu bagian yang harus kami tingkatkan, namun hal itu tidaklah terlalu mengganggu saya bila terjadi ketika kami telah memastikan kemenangan di sebuah pertandingan,” tutur Enrique.

“Barcelona Bisa Dibuat Tak Nyaman Main Di Markas Rayo”

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, meminta para pemainnya untuk tidak menganggap remeh laga menghadapi Rayo Vallecano yang akan digelar pada Jumat (4/3) dini hari nanti. Bermain di Stadion Vallecas, Enrique mengingatkan kepada Lionel Messi dkk untuk tetap fokus.

Di mata Enrique, skuat asuhan Paco Jemez ini sebenarnya memiliki potensi yang cukup bagus. Oleh karena itu, Enrique meyakini Rayo bakal memberikan perlawanan sulit kepada timnya, dan mungkin saja mampu membuat Barcelona tersandung.

“Saya tidak pernah menganggap pertandingan melawan Rayo sebagai pertandingan yang tidak diperhitungkan. Paco mendidik timnya untuk membuat tim lawan menjadi tidak nyaman,” kata Enrique seperti dilansir Football Espana.

Enrique memprediksi, pertandingan nanti malam bakal keras dengan pola serangan dan pertahanan.

“Paco (mantan) seorang pemain bertahan. Aku suka cara pikir bertahan dalam kepelatihannya bersama Vallecano,” ujar Enrique.

Enrique menambahkan, cara bertahan yang diterapkan Paco bersama timnya terbukti membuat Rayo tak pernah berada di zona degradasi dalam 10 musim terakhir. Mencontek angka statistik, Rayo kontra Barcelona memang duel klub bak langit dan bumi.

Laga dini hari nanti akan menjadi pertemuan ke-24 sejak 1993. Dari 23 kali pertemuan terakhir kedua klub, Barcelona sangat dominan dengan 16 kali kemenangan. Sementara Rayo hanya mencatatkan kemenangan sebanyak tiga kali.

Barcelona Era Enrique Sekuat Guardiola Dan Villanova

Kaptan Rayo Vallecano, Roberto Trashorras, berharap timnya mampu mengakhiri rekor tidak terkalahkan Barcelona dalam ajang Divisi Primera saat kedua tim bertemu di Stadion Vallecas, Kamis (3/3). Trashorras mengakui, pelatih Luis Enrique berhasil membuat Barcelona selevel dengan era Josep Guardiola dan Tito Villanova.

Barcelona belum terkalahkan dalam 34 pertandingan Divisi Primera terakhir. Apabila melanjutkan tren positifnya dan menang atas Rayo, Lionel Messi dkk akan unggul delapan angka dari pesaing terdekatnya, Atletico Madrid.

Trashorras sadar bahwa mengalahkan Barcelona bukan misi yang mudah. Pasalnya, Blaugrana dianggap sebagai klub terbaik di dunia yang dihuni oleh para pemain hebat.

“Itu (mengalahkan Barcelona) sama sekali tidak mudah, tetapi kami ingin bermain, bersaing dan melakukan yang terbaik untuk menang,” seru Trashorras, seperti dilansir Soccerway.

“Barcelona tampil sangat baik saat ini, tetapi dalam beberapa titik, tren itu (tidak terkalahkan) harus diakhiri. Aku harap itu akan terjadi di Stadion Vallecas,” katanya.

“Hasil ikut berbicara. Saat tidak meraih banyak poin ketika kalah (dari Real Sociedad) di Anoeta pada awal 2015, dia (Enrique) bersabar dan membuktikan dirinya sebagai sosok pelatih yang tepat,” ujar Trashorras.

“Dia membuat Barcelona sulit dikalahkan seperti era Guardiola dan Tito. Dia juga memberikan sesuatu yang berbeda dengan kontrol dan serangan balik yang membuat timnya lebih tertata,” paparnya.