Juventus vs SPAL: I Bianconeri Tantang Inter Milan di Semifinal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus tidak menemui kesulitan menghadapi SPAL pada perempat final Coppa Italia, Kamis (28/1/2021) dinihari WIB. Bermain di stadion Allianz, mereka menang 4-0.

Tampil di kandang sendiri, Juventus langsung menguasai jalannya pertandingan. Gelombang serangan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Alvaro Morata membuka kran golnya lewat titik putih.

Unggul 1-0 membuat Si Nyonya Tua bermain makin nyaman. Dejan Kulusevski nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan kerasnya. Tapi laju bola masih melenceng dari gawang.

alvaro morata juventusfcen
@juventusfcen

Baru pada menit ke-33 Juve mencetak gol kedua. Aksi menawan Dejan Kulusevski berhasil dituntaskan Gianluca Frabotta untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Pada babak kedua SPAL mulai memberi perlawanan. Tapi upaya mereka kerap digagaglkan lini pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin.

Adapun Juve yang sudah unggul 2-0 tampil lebih sabar. Bahkan pelatih Andrea Pirlo melakukan beberapa pergantian pada awal babak kedua.

Masuknya pemain baru seperti Alessandro Di Pardo, Alex Sandro, dan Federico Chiesa rupanya tidak mengurangi tekanan Juventus.

Terbukti mereka mampu mencetak dua gol tambahan. melalui Dejan Kulusevski pada menit ke-78 dan Federico Chiesa saat injury time. Dengan hasil ini Juventus sudah ditunggu Inter Milan di semifinal Coppa Italia.

Susunan Pemain:

Juventus (4-4-2): 77-Gianluigi Buffon; 4-Matthijs de Ligt, 28-Merih Demiral (Cosimo Marco Da Graca 83’), 38-Gianluca Frabotta (Alex Sandro 67’); 33-Federico Bernardeschi (Alessandro Di Pardo 46’), 41-Nicolo Fagioli (Weston McKennie 87’), 25-Adrien Rabiot, 8-Aaron Ramsey; 44-Dejan Kulusevksi, 9-Alvaro Morata (Federico Chiesa 67’)

Pelatih: Andrea Pirlo

SPAL (3-4-1-2): 1-Etrit Berisha; 23-Francesco Vicari (Nenad Tomovic 46’), 20-Memeh Caleb Okoli, 3-Luca Ranieri (Marco Sala 46’); 6-Salvatore Esposito (Mattia Valoti 66’), 7-Simone Missiroli (Federico Viviani 86’), 17-Leonardo Semicola, 41-Lorenzo Dickmann; 80-Demba Seck; 10-Sergio Floccari (Luca Moro 66’), 99-Enrico Brignola

Pelatih: Pasquale Marino

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Setelah Libas Sassuolo, Kini SPAL Tak Sabar Ingin Hajar Juventus

gamespool
Setelah Libas Sassuolo, Kini SPAL Tak Sabar Ingin Hajar Juventus 7

Football5star.com, Indonesia – Tim Serie B, SPAL berhasil membuat kejutan setelah menyingkirkan Sassuolo di babak 16 besar Coppa Italia pada Jumat (15/1) dinihari WIB. Di babak perempat final, mereka akan menantang tim raksasa, Juventus.

Biancazurri berhasil mengalahkan Sassuolo dengan skor 2-0 berkat gol Simone Missiroli (49′) dan Lorenzo Dickmann (58′). Keberhasilan ini tak lepas dari kartu merah yang diterima Filip Djuricic pada menit ke-47.

“Ini adalah pencapaian luar biasa meski kami hanya melawan 10 pemain karena Sassuolo adalah tim yang luar biasa. Kami berhasil memanfaatkan kartu merah lawan dan mengeksploitasi celah di lini belakang,” kata pelatih SPAL, Pasquale Marino dikutip football5star dari laman Football Italia.

SPAL - Sassuolo - juventus - Coppa Italia - Goal
Goal

“Kami juga harus berterima kasih kepada penjaga gawang terbaik di Serie B, Etrit Berisha, yang tampil luar biasa. Kami sangat puas dengan kemenangan ini dan tak sabar ingin bermain melawan Juventus di babak selanjutnya,” sambung Marino.

Keberhasilan ini membuat SPAL menjadi satu-satunya wakil Serie B yang berhasil lolos ke perempat final Coppa Italia. Tim Serie B lainnya, Empoli, gagal meraih tiket babak delapan besar setelah disingkirkan Napoli pada Rabu (13/1) lalu.

Di sisi lain, Juventus perlu 120 menit untuk menyingkirkan Genoa di babak 16 besar. Mereka rencananya bakal melawat ke markas SPAL untuk melakoni partai perempat final pada Selasa (26/1) mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Rasa Lapar dan Tekad Kuat Tim yang Bikin Inter Pecundangi SPAL

dinasti
Rasa Lapar dan Tekad Kuat Tim yang Bikin Inter Pecundangi SPAL 10

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan sukses pecudangi SPAL 4-0 di lanjutan Serie A Italia pekan ke-33, Jumat (17/7/2020). Menurut pelatih Inter, Antonio Conte, kemenangan tersebut tak lepas dari rasa lapar dan tekat kuat anak asuhnya.

“Hal terpenting bagi kami adalah mengirim sinyal konsistensi, keyakinan kami, rasa lapar dan tekad kuat. Sebab laga-laga seperti ini di atas kertas tampak mudah, tapi kami tahu tidak ada laga yang mudah,” ucap Conte seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Menurut Conte, SPAL bukanlah lawan mudah. Namun pemain Inter ucap Conte memiliki misi untuk terus menjaga peluang bermain di Liga Champions musim depan. Selain itu, Inter memiliki keinginan kuat untuk terus mendekati Juventus.

“SPAL adalah lawan yang sulit dan akan terus demikian. Kami ingin mengamankan spot Liga Champions, memposisikan diri kami kembali di peringkat kedua dan mendekatkan diri kepada tim yang berada di depan kami, bahkan ketika mereka jauh dari kami,” tambah eks pemain Juve tersebut.

“Saya kira, sinyal yang dikirim oleh tim ini adalah kekuatan mental. Bahkan ketika kami menghadapi krikil sepanjang jalan dan membayar harga yang mahal untuk itu,”

Kemenangan 4-0 Inter atas SPAL membuat mereka saat ini berada di posisi ke-2 dengan perolehan 71 poin selisih 6 poin dari Juventus di puncak klasemen Serie A. Menyisakan empat laga sisa, bukan tidak mungkin Inter justru naik ke posisi puncak dan meraih gelar scudetto.

Namun Inter harus melawan tim-tim kuat di empat laga sisa yakni melawan AS Roma pada 20 Juli, dilanjutkan menjamu Fiorentina, atasi Genoa dan Napoli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

SPAL vs Inter Milan: Christian Eriksen Cs Pesta Gol

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan mengamuk. Christian Eriksen dan kawan-kawan menang 4-0 atas tuan rumah SPAL pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Stadio Paolo Mazza, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB.

Inter Milan unggul lebih dulu pada menit 37. Adalah Antonio Candreva yang mencatatkan namanya di papan skor. Tembakannya tak bisa dihentikan kiper Karlo Letica. Skor 1-0 untuk tim tamu menutup babak pertama.

@Inter Inter Milan Antonio Candreva
@Inter

Di babak kedua, Inter makin menjadi-jadi. Pasukan Antonio Conte sukses menambah tiga gol. Dimulai dari aksi Cristiano Biraghi pada menit 55. Tembakannya ke sudut gawang membuat Inter unggul jadi 2-0.

Menit 60, giliran Alexis Sanchez yang beraksi. Ia sukses meneruskan umpan silang Biraghi. Skor jadi 3-0.

Pesta gol Inter kemudian ditutup Roberto Gagliardini pada menit 74. Sontekannya membuat Inter jadi unggul 4-0 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Inter naik ke posisi dua klasemen dengan 71 poin. La Beneamata masih tertinggal enam angka dari Juventus di singgasana. Sementara SPAL terpuruk di dasar klasemen dengan 19 poin.

Susunan Pemain

SPAL: Karlo Letica; Arkadiusz Reca, Franceso Vitari, Kevin Bonifazi, Jacopo Sala; Gabriel Strefezza, Bryan Dabo, Mirko Valdifiori, Alessandro Murgia; Alberto Cerri, Andrea Petagna.

Inter Milan: Samir Handanovic; Milan Skriniar, Andrea Ranocchia, Alessandro Bastoni; Cristiano Biraghi, Marcelo Brozovic, Roberto Gagliardini, Antonio Candreva; Christian Eriksen; Alexis Sanchez, Lautaro Martinez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

SPAL Tim Juru Kunci, Conte Minta Inter Milan Tetap Waspada

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Di atas kertas Inter Milan bisa mengalahkan SPAL yang saat ini berstatus sebagai tim juru kunci. Walau begitu Antonio Conte tidak ingin anak asuhnya lengah pada laga di stadion Paolo Mazza, Jumat (17/7/2020).

Bagi Antonio Conte, bukan perkara mudah melawan tim yang ada di peringkat paling bawah. Ia justru menganggap ini sebagai bumerang untuk timnya.

“Menghadapi tim seperti SPAL akan ada banyak jebakan. Karena itu kami harus tetap waspada sejak wasit meniupkan peluit dimulainya pertandingan. Yang jelas kami harus mempertahankan antusiasme bermain kami dan tetap tampil baik untuk memenangkan pertandingan,” kata Conte kepada Inter TV, Kamis (16/7/2020).

WhatsApp Image 2019 12 01 at 22.37.08 1
@Inter_es

“Kami harus memberikan yang terbaik di lapangan seperti yang kami lakukan pada laga sebelumnya. menang dan meraih tiga poin menjadi sangat penting untuk kami,” ia menambahkan.

Jika menang dinihari nanti Inter Milan akan menggeser Atalanta di peringkat kedua. Tapi bukan perkara mudah bagi I Nerazzurri untuk mengalahkan SPAL.

Mereka tak bisa menurunkan para pemain terbaiknya kali ini. Nicolo Barella, Romelu Lukaku, dan Matias Vecino dipastikan absen lantaran masih cedera.

“Barella sudah mulai berlatih dengan bola tapi dia belum tersedia untuk pertandingan ini. Saya berharap dia sudah bisa bermain melawan AS Roma. Sensi masih dalam tahap pemulihan. Saya juga berharap Lukaku bisa kembali secepat mungkin,” tutup Antonio Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan yang Tak Sabaran di Kotak Penalti

Banner Gamespool Baru Football5Star

.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, merasa timnya kurang sabar dalam mengeksekusi peluang melawan SPAL 2013.

AC Milan bermain imbang 2-2 saat menghadapi SPAL di Stadio Paolo Mazza, Kamis (2/7/2020) dini hari WIB. Rossoneri tertinggal dua gol terlebih dahulu akibat torehan dari Mattia Volati dan Sergio Floccari.

Milan kemudian diuntungkan dengan dikartu merahnya gelandang SPAL, Marco D’Alessandro di akhir babak pertama. Meski begitu, upaya Il Diavolo untuk menyamakan kedudukan berlangsung tak mudah.

Tampil sangat dominan, Milan baru mampu mencetak dua gol di 10 menit terakhir laga. Tim tamu selamat dari kekalahan berkat gol dari Rafael Leao dan bunuh diri Francesco Vicari sesaat sebelum laga tuntas.

spal vs ac milan-acmilanbr
Twitter Milan

“Itu adalah langkah mundur dalam hasil, karena kami ingin melanjutkan kemenangan, tetapi sayangnya kami kebobolan terlalu cepat dan ada gol dari Floccari. Kemudian ketika SPAL bermain dengan 10 orang, kami menjadi tergesa-gesa dan tidak menyadari bahwa kami memiliki seluruh waktu di dunia untuk membalikkan keadaan ini,” kata Pioli kepada Sky Sport Italia.

“Kami tidak cukup tajam di depan gawang, kami terlalu terburu-buru dan tergesa-gesa di sepertiga akhir.”

“Itu adalah pendekatan yang tepat, tetapi kami bisa melakukan jauh lebih baik dalam hal teknik dan presisi. Saya pikir Lucas Paqueta memiliki permainan yang bagus. Dia harus lebih tegas, tetapi dia memiliki kualitas untuk menjadi pemain yang menentukan. Sampai dia menjadi pemain yang bisa memenangkan pertandingan untuk Anda, itu artinya saya masih punya pekerjaan untuk dilakukan dengannya,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

SPAL vs AC Milan: I Rossoneri Diselamatkan Gol Bunuh Diri

Football5star.com, Indonesia – AC MIlan bersusah payah untuk meraih poin satu di markas SPAL. Bermain di stadion Paolo Mazza, Kamis (2/7/2020) dinihari WIB, I Rossoneri ditahan imbang 2-2.

AC Milan dikejutkan oleh permainan spartan SPAL pada babak pertama. Bagaimana tidak, mereka sudah tertinggal ketika laga berusia 13 menit. Umpan matang Bryan Dabo sukses diterus Mattia Valoti untuk menjadi gol.

Dalam keadaan tertinggal, AC Milan bukannya membaik. Mereka justru kembali kebobolan saat laga berjalan setengah jam. Bryan Dabo kembali berperan pada terciptanya gol kedua SPAL.

Kali ini umpannya berhasil disambut Sergio Floccari. Striker veteran ini pun memperdayai Gianluigi Donnarumma lewat tendangan spektakulernya.

https://twitter.com/Lazio_Land/status/1278427596649369602

I Rossoneri baru tersentak setelah tertinggal dua gol. Mereka langsung mengubah cara bermain dengan lebih banyak mengawali serangan dari sayap.

Anak asuh Stefano Pioli sejatinya sempat memperkecil ketinggalan melalui sontekan Hakan Calhanoglu. Namun, gol tersebut dibatalkan oleh VAR. Menurut tayangan ulang VAR, Ante Rebic sudah lebih dulu berada dalam posisi offside.

Milan kemudian diuntungkan dua menit sebelum jeda. Mereka unggul jumlah pemain setelah gelandang SPAL, Marco D’Alessandro mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran keras.

Pada babak kedua Stefano Pioli melakukan perubahan. Ia memasukkan dua striker sekaligus, Zlatan Ibrahimovic dan Rafael Leao untuk menambah daya dobrak.

Serangan bertubi-tubi yang dilakukan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Rafael Leao membuat skor menjadi 2-1. Keberhasilan Milan memperkecil ketinggalan membuat tensi laga kian panas.

Bahkan pelatih SPAL, Luigi Di Biagio, sampai diusir wasit karena melakukan protes berlebihan. Dalam keadaan tertekan, tuan rumah mencoba sekuat tenaga untuk mempertahankan kemenangan.

Namun, apa mau dikata. Tiga poin di depan mata sirna di masa injury time. Lebih menyakitkan lagi, pemain tuan rumah sendiri yang menyebabkan hal tersebut.

Gol bunuh diri Francesco Vicari memaksa laga sama kuat 2-2. Tambahan satu angka tidak membuat AC Milan beranjak dari posisi ketujuh dengan 43 poin. Sedangkan anak asuh Luigi Di Biagio masih berada di urutan ke-19 dengan 19 angka.

Susunan Pemain:

SPAL (4-4-2): 25-Karlo Letica; 26-Jacopo Sala, 41-Kevin Bonifazi (Bartosz Salamon 67’), 23-Francesco Vicari, 40-Nenad Tomovic; 77-Marco D’Alessandro, 14-Bryan Dabo (Thiago Cionek 82’), 6-Mirko Valdifiori, 8-Mattia Valoti (Simone Missiroli 46’); 10-Sergio Floccari (Mohamed Fares 46’, Gabriel Strefezza 75’), 37-Andrea Petagna

Pelatih: Luigi Di Biagio

AC Milan (4-2-3-1): 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Davide Calabria (Rafael Leao 46’), 46-Matteo Gabbia, 13-Alessio Romagnoli, 19-Theo Hernanddez (Diego Laxalt 65’); 4-Ismael Bennacer (Giacomo Bonaventura 70’), 79-Franck Kessie; 7-Samu Castillejo (Alexis Saelemaekers 16’), 39-Lucas Paqueta, 10-Hakan Calhanoglu; 19-Ante Rebic (Zlatan Ibrahimovic 65’)

Pelatih: Stefano Pioli

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Napoli vs SPAL: Gennaro Gattuso Sukses Perpanjang Rekor Unbeaten

dinasti
Napoli vs SPAL: Gennaro Gattuso Sukses Perpanjang Rekor Unbeaten 24

Football5star.com, Indonesia – Gennaro Gattuso sukses memperpanjang rekor unbeaten setelah Napoli sukses mengalahkan SPAL di Stadio San Paolo pada Senin (29/6) dinihari WIB. Partai Liga Italia Napoli vs SPAL berakhir dengan skor 3-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Napoli tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru empat menit laga berjalan, Dries Mertens yang lolos dari perangkap offside sukses menjebol gawang SPAL yang dikawal Karlo Letica.

Unggul satu gol, Napoli tetap memberi tekanan hebat ke lini belakang SPAL. Asyik menyerang, Napoli malah kebobolan di menit ke-29 melalui sepakan keras Andrea Petagna setelah menerima umpan silang Mohammed Fares.

Enam menit berselang, Napoli berhasil mengembalikan keunggulannya lewat Jose Callejon. Di masa injury time babak pertama, Lorenzo Insigne berhasil mencetak gol. Namun, wasit menganulir gol tersebut dan skor 3-1 pun bertahan hingga turun minum.

Napoli vs SPAL - Liga Italia - @sscnapoli - Gennaro Gattuso
twitter.com/sscnapoli

Selepas turun minum, Napoli kembali tancap gas dan langsung menekan jantung pertahanan SPAL. Tim tamu yang tertinggal pun mampu beberapa kali mengancam gawang Alex Meret melalui serangan balik.

Di menit ke-67, Napoli nyaris mencetak gol ketiganya. Akan tetapi, sepakan pemain pengganti, Hirving Lozano, dari sudut sempit masih bisa diamankan dengan baik oleh Letica.

Di menit ke-78, Napoli akhirnya berhasil mencetak gol ketiganya lewat pemain pengganti, Amin Younes yang memaksimalkan umpan Fabian Ruiz. Unggul dua gol, Napoli tetap tak mengendurkan intensitas serangannya.

Skor 3-1 untuk Napoli pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Gennaro Gattuso sukses mencatatkan rekor lima pertandingan tak terkalahkan bersama I Partenopei di ajang Liga Italia.

SUSUNAN PEMAIN NAPOLI VS SPAL:

Napoli: 1-Alex Meret; 23-Elseid Hysaj, 19-Nikola Maksimovic, 26-Kalidou Koulibaly (44-Kostas Manolas 81′), 6-Mario Rui (31-Faouzi Ghoulam 80′); 12-Eljif Elmas, 68-Stanislav Lobotka, 8-Fabian Ruiz; 24-Lorenzo Insigne (11-Hirving Lozano 64′), 14-Dries Mertens (99-Arkadiusz Milik 64′), 7-Jose Callejon (34-Amin Younes 77′)

Pelatih: Gennaro Gattuso

SPAL: 25-Karlo Letica; 13-Arkadiusz Reca (8-Mattia Valotti 46′), 27-Felipe, 23-Francesco Vicari, 4-Thiago Cionek; 93-Mohamed Fares, 7-Simone Missiroli, 11-Alessandro Murgia (14-Bryan Dabo 75′), 21-Gabriel Strefezza (77-Marco D’Alessandro 76′); 37-Andrea Petagna (10-Sergio Floccari 84′), 32-Alberto Cerri

Pelatih: Luigi Di Biagio

Kartu Kuning: Valotti 73′, Fares 79′, Felipe 89′

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Kebobolan Penalti, Maurizio Sarri Mencak-Mencak

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri berang bukan main saat timnya kebobolan lewat hadiah penalti saat laga melawan SPAL, Minggu (23/2/2/2020). Menurut Sarri, gol penalti tersebut membuktikkan bahwa sistem kerja VAR di Serie A tidak maksimal.

SPAL mendapat hadiah penalti di menit ke-68 setelah bek Daniele Rugani melakukan pelanggaran. Awalnya, wasit yang memimpin pertandingan Federico La Penna tak mengindahkan pelanggaran tersebut. Alat komunikasi antara wasit dan VAR pun tidak berfungsi.

Maurizio Sarri - Juventus - Liga Champions - @juventusfc
@juventusfc

Kondisi ini yang membuat eks pelatih Chelsea itu marah dengan keputusan La Penna memberikan SPAL penalti karena pelanggaran Rugani. Menurut Sarri, keputusan seperti itu sangat tidak bagus.

“Malam ini kami mendapat penalti oleh VAR yang tidak berfungsi. Jika itu terjadi sebaliknya, saya hanya bisa mengatakan apa yang kira-kira publik bakal katakan,” kata Sarri seperti dikutip Footbll5star.com dari Football Italia.

“Rasanya seperti keadilan kalau VAR bisa membuat keputusan dan bukan wasit. Untuk apa wasit ada di sana, dalam kasus itu?” tambahnya.

Meski mendapat hukuman penalti. Juventus terus melaju kencang di Serie A musim ini. Cristiano Ronaldo dkk menang 2-1 di laga tersebut. Pada menit ke-39 gol yang ditunggu Si Nyonya Tua datang. Tidak lain dan tidak bukan, Cristiano Ronaldo membuka keunggulan tim tamu lewat tendangan kerasnya.

Gol kedua kemudian datang saat laga berjalan satu jam. Kali ini giliran Aaron Ramsey yang mencatatkan namanya di papan skor.Tambahan tiga poin membuat anak asuh Maurizio Sarri menjauh dari kejaran Lazio di posisi kedua. Mereka kokoh di puncak klasemen dengan 60 angka, unggul satu poin dari klub ibu kota.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

SPAL vs Juventus: Rekor Ronaldo Iringi Kemenangan I Bianconeri

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus terus melaju kencang di Serie A musim ini. Tandang ke markas SPAL, Minggu (23/2/2020) dinihari WIB Cristiano Ronaldo dkk menang 2-1.

Kendati lawan yang dihadapi adalah tim juru kunci, Juventus kesulitan menembus pertahanan SPAL. Bahkan tendangan mengarah ke gawang baru bisa mereka lakukan ketika laga sudah berusia setengah jam.

Baru pada menit ke-39 gol yang ditunggu Si Nyonya Tua datang. Tidak lain dan tidak bukan, Cristiano Ronaldo membuka keunggulan tim tamu lewat tendangan kerasnya.

ronaldo-juventus
@juventusfcen

Gol ini sekaligus mengukir rekor baru atas namanya sendiri. Ya, dia jadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam 11 laga beruntun di tiga kompetisi berbeda. Sebelumnya bomber asal Portugal sudah mencetak gol di 11 laga beruntun pada ajang LaLiga Spanyol dan Liga Champions.

Sementara itu gol sang bintang di Stadion Paolo Mazza jadi satu-satunya gol yang tercipta di babak pertama. Setelah turun minum, Juve tetap mempertahankan tempo permainan.

Gol kedua kemudian datang saat laga berjalan satu jam. Kali ini giliran Aaron Ramsey yang mencatatkan namanya di papan skor.

SPAL yang membutuhkan poin demi keluar dari posisi paling buncit hanya mampu mencetak satu gol. Itu pun dari titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti. Eksekusi yang diambil Andrea Petagna sekaligus menyudahi laga dengan skor 1-2.

Tambahan tiga poin membuat anak asuh Maurizio Sarri menjauh dari kejaran Lazio di posisi kedua. Mereka kokoh di puncak klasemen dengan 60 angka, unggul empat poin dari klub ibu kota.

Susunan Pemain:

SPAL (4-3-3) 99-Etrit Berisha; 13-Arkadiusz Reca, 41-Kevin Bonivazi, 87-Ervin Zukanovic, 4-Thiago Cionek; 7-Simone Missiroli (Georgi Tunjov 80′), 6-Mirko Valdifiori, 19-Lucas Castro (Mohamed Fares 60′); 8-Mattia Valoti (Federico Di Francesco 89′), 37-Andrea Petagna, 21-Gabriel Strefezza
Pelatih: Luigi Di Biagio

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny; 13-Danilo, 24-Daniele Rugani, 3-Giorgio Chiellini (Matthijs de Ligt 55′), 12-Alex Sandro; 14-Blaise Matuidi (Federico Bernardeschi 79′), 3-Rodrigo Bentancur, 8-Aaron Ramsey (Adrien Rabiot 73′); 16-Juan Cuadrado, 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo
Pelatih: Maurizio Sarri

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio vs SPAL: Ciro Immobile Tak Bisa Berhenti Cetak Gol

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Ciro Immobile lagi-lagi menjadi buah bibir setelah sukses mencetak dua gol ke gawang SPAL pada laga Serie A pekan ke-22, Minggu (2/2) malam WIB. Dua gol dari Immobile membuat partai Lazio vs SPAL berakhir dengan skor 5-1.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Lazio tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru tiga menit laga berjalan, Immobile sukses membawa Lazio unggul setelah menerima umpan kiriman Senad Lulic.

Unggul satu gol, Lazio tetap melancarkan serangan-serangan berbahaya. Hasilnya, Felipe Caicedo sukses menggandakan keunggulan tim tuan rumah di menit ke-16.

Di menit ke-29, Immobile berhasil mencetak gol keduanya di laga ini dan membawa Lazio unggul 3-0. Sembilan menit setelahnya, giliran Caicedo yang berhasil mencetak gol keduanya. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 4-0 untuk tim tuan rumah.

Lazio vs SPAL - Ciro Immobile - Serie A - Reuters
Reuters

Selepas turun minum, Gli Aquile kembali keluar dan mengambil inisiatif serangan. Pasukan Simone Inzaghi pun sukses memperlebar keunggulan setelah pemain pengganti, Bobby Adekanye sukses memaksimalkan umpan Manuel Lazzarri di menit ke-58.

Selepas gol dari Adekanye, Lazio mulai mengendurkan intensitas serangannya. Hal ini pun berhasil dimanfaatkan SPAL untuk memperkecil ketertinggalan lewat Simone Missiroli di menit ke-65.

Di sisa waktu pertandingan, kedua tim sama-sama saling serang. Akan tetapi, tak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 5-1 pun menjadi hasil akhir pertandingan Lazio vs SPAL.

Tambahan dua gol membuat posisi Immobile di puncak tabel top skorer Serie A semakin tak tersentuh. Sejauh ini, pemain 29 tahun itu sudah berhasil mencetak 25 gol. Unggul enam gol dari Cristiano Ronaldo yang menguntit di posisi dua.

SUSUNAN PEMAIN LAZIO VS SPAL:

Lazio: 1-Thomas Strakosha; 26-Stefan Radu (93-Denis Vavro 72′), 33-Francesco Acerbi, 15-Bastos; 19-Senad Lulic (22-Jony Rodriguez 61′), 10-Luis Alberto, 6-Lucas Leiva, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 29-Manuel Lazzari; 20-Felipe Caicedo (34-Bobby Adekanye 49′), 17-Ciro Immobile

Pelatih: Simone Inzaghi

SPAL: 99-Etrit Berisha; 41-Kevin Bonifazi, 27-Felipe (87-Ervin Zukanovic 67′), 40-Nenad Tomovic; 13-Arkadiusz Reca, 19-Lucas Castro (6-Mirko Valdifiori 75′), 7-Simone Missiroli, 14-Bryan Dabo (11-Alessandro Murgia 70′), 21-Gabriel Strefezza; 10-Sergio Floccari, 11-Federico di Francesco

Pelatih: Leonardo Semplici

Kartu Kuning: Milinkovic-Savic 43′ – Di Francesco 61′, Missiroli 80′

AS Roma vs SPAL: Comeback Sempurna Tuan Rumah

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – AS Roma berhasil mengamankan tiga poin meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu dari SPAL dalam partai lanjutan Serie A pada Senin (16/12) dinihari WIB. Partai AS Roma vs SPAL berakhir dengan skor 3-1 untuk tim tuan rumah.

Tampil sebagai tuan rumah, AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Dimotori oleh Lorenzo Pellegrini, Giallorossi sukses membuat lini belakang SPAL keteteran.

Meskipun terus menekan, AS Roma belum berhasil mencetak gol karena buruknya penyelesaian akhir. SPAL pun mampu memanfaatkan hal ini untuk mencuri keunggulan melalui gol penalti Andrea Petagna di penghujung babak pertama.

AS Roma vs SPAL - Serie A - @ASRomaEN
twitter.com/ASRomaEN

Skor 1-0 untuk SPAL pun menjadi hasil pertandingan di paruh pertama. Selepas turun minum, AS Roma kembali keluar menyerang dan terus menggempur lini belakang tim tamu.

Usaha keras mereka pun akhirnya membuahkan hasil di menit ke-53 setelah Lorenzo Pellegrini berhasil menyambar umpan kiriman Aleksandar Kolarov. Tiga belas menit berselang, tim tuan rumah berbalik unggul setelah Diego Perotti mampu mengeksekusi penaltinya dengan sempurna.

Kemenangan dari tim tuan rumah pun dilengkapi oleh aksi pemain pengganti, Henrikh Mkhitaryan di menit ke-83 setelah ia mampu menyelesaikan umpan Alessandro Florenzi. Skor 3-1 untuk tim tuan rumah pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat AS Roma berhak naik ke posisi empat klasemen Serie A dengan koleksi 32 poin dari 16 partai. Sementara itu, SPAL semakin terbenam di dasar klasemen setelah hanya mampu meraih sembilan poin dari 16 pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN AS ROMA VS SPAL:

AS Roma: 13-Pau Lopez; 11-Aleksandar Kolarov, 20-Federico Fazio, 15-Mert Cetin, 24-Alessandro Florenzi; 42-Amadou Diawara, 21-Jordan Vertout; 8-Diego Perotti (77-Henrikh Mkhitaryan 79′), 7-Lorenzo Pellegrini, 22-Nicolo Zaniolo; 9-Edin Dzeko (19-Nikola Kalinic 89′)

Pelatih: Paulo Fonseca

SPAL: 99-Etrit Berisha; 27-Felipe (96-Georgi Tunjov 73′), 23-Francesco Vicari, 40-Nenad Tomovic; 3-Igor, 8-Mattia Valoti (95-Marko Jankovic 85′), 7-Simone Missiroli, 11-Alessandro Murgia, 4-Thiago Cionek; 37-Andrea Petagna, 43-Alberto Paloschi (10-Sergio Floccari 84′)

Pelatih: Leonardo Semplici

Kartu Kuning: Cetin 54′ – Felipe 50′, Vicari 66′, Jankovic 90′

Inter Milan vs SPAL: Lautaro Bawa I Nerazzurri Puncaki Klasemen

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan naik ke puncak klasemen Liga Italia. Kepastian ini didapat setelah Lautaro Martinez dkk mengalahkan SPAL dengan skor 2-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (1/12/2019).

Bermain di kandang sendiri membuat Inter Milan tampil percaya diri. Terlebih para pemain SPAL kerap melakukan kesalahan di awal pertandingan.

Hal ini kemudian dimanfaatkan Lautaro Martinez untuk membuka keunggulan. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti menembus jala Etrit Berisha pada menit ke-16.

WhatsApp Image 2019 12 01 at 22.37.08 1
@Inter_es

Keunggulan ini membuat I Nerazzurri makin nyaman dalam memainkan bola. Empat menit jelang babak pertama berakhir, Lautaro Martinez kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan Antonio Candreva, sang bomber sukses menyundul bola ke gawang SPAL.

Inter kecolongan pada awal babak kedua. Hanya dalam tempo lima menit gawang Samir Handanovic kebobolan. Adalah Mattia Valoti yang mengubah skor menjadi 2-1.

Kendati demikian, hal ini tidak membuat anak asuh Antonio Conte panik. Mereka bahkan nyaris mencetak gol ketiga. Tapi Lautaro yang sudah berhadapan langsung dengan kiper gagal memanfaatkan peluang yang ada.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Menang 2-1 membuat La Beneamata menggeser Juventus di puncak klasemen dengan torehan 37 poin. Sementara SPAL tertahan di urutan ke-19 dengan sembilan angka.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 5-Stefan De Vrij, 33-Danilo D’Ambrosio; 87-Antonio Candreva (Diego Godin 79′), 5-Roberto Gagliardini (Borja Valero 80′), 77-Marcelo Brozovic, 8-Matias Vecino, 19-Valentino Lazaro (Crisitano Biraghi 76′); 10-Lautaro Martinez, 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte

SPAL (3-5-2): 99-Etrit Berisha; 3-Igor (Marko Jankovic 82′), 23-Francesco Vicari, 40-Nenad Tomovic; 13-Arkadiusz Reca, 8-Mattia Valoti, 6-Mirko Valdifiori (Sergio Floccari 70′), 11-Alessandro Murgia, 21-Gabriel Strefezza (Thiago Cionek 42′); 37-Andrea Petagna, 19-Jasmin Kurtic
Pelatih: Leonardo Semplici

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil AC Milan vs SPAL: Tendangan Bebas Suso Hasilkan Tiga Poin

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Beruntunglah AC Milan memiliki Suso. Dalam pertandingan AC Milan vs SPAL, Jumat (1/11/2019) dini hari WIB, dia menjadi pahlawan kemenangan I Rossoneri dengan gol tunggalnya ke gawang lawan saat pertandingan memasuki menit ke-63.

Berlaga di kandang sendiri, Stadion San Siro, Alessio Romagnoli cs. lebih menguasai permainan. Mereka pun melepaskan lebih banyak tembakan. dari sepuluh tembakan, enam di antaranya malah tepat menuju gawang Etrit Berisha. Namun, hanya tendangan Suso yang berbuah gol pada laga AC Milan vs SPAL tersebut.

Suso mencetak gol tunggal dalam laga AC Milan vs SPAL.
forzaitalianfootball.com

Pada awal pertandingan, I Rossoneri sempat mendapatkan peluang emas. Namun, tendangan Samu Castillejo dari jarak dekat pada menit ke-13 hanya membentur mistar gawang. Setelah itu, tak ada lagi peluang yang benar-benar emas bagi anak-anak asuh Stefano Pioli.

Kebuntuan baru pecah ketika I Rossoneri mendapatkan tendangan bebas di luar kotak penalti pada menit ke-63. Suso melakukan eksekusi sempurna. Tendangan parabolanya melewati pagar betis dan membuat Berisha hanya bisa melihat bola melesak ke pojok kiri atas gawangnya.

Gol tendangan bebas Suso itu jadi pembeda hingga laga AC Milan vs SPAL usai. Gol tersebut juga membuat I Rossoneri memetik kemenangan pertama sejak ditangani Stefano Pioli. Sebelumnya, mereka imbang 2-2 dengan Lecce dan kalah 1-2 dari AS Roma.

Susunan Pemain AC Milan vs SPAL:

AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma, 43-Leo Duarte, 22-Mateo Musacchio (2-Davide Calabria 46), 13-Alessio Romagnoli, 19-Theo Hernandez, 39-Lucas Paqueta (5-Giacomo Bonaventura 88), 4-Ismael Bennacer, 79-Franck Kessie, 7-Samu Castillejo (8-Suso 57), 9-Krzysztof Piatek, 10-Hakan Calhanoglu
Pelatih: Stefano Pioli

SPAL (3-5-2): 99-Etrit Berisha, 4-Thiago Cionek, 23-Francesco Vicari, 40-Nenad Tomovic, 21-Gabriel Strefezza (43-Alberto Paloschi 82), 7-Simone Missiroli (8-Mattia Valoti 71),19-Jasmin Kurtic, 11-Alessandro Murgia, 13-Arkadiusz Reca (26-Jacopo Sala 82), 10-Sergio Floccari, 37-Andrea Petagna
Pelatih: Leonardo Semplici

K. Kuning: Duarte 40, Donnarumma 41, Calhanoglu 57 – Floccari 21, Vicari 62, Cionek 68, Kurtic 73
K. Merah:

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil SPAL vs Napoli: I Partenopei Tertahan Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Napoli kembali tertahan di pekan kesembilan Serie A. Tandang ke Paolo Mazza untuk menghadapi SPAL, Minggu (27/10/2019) mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.

Kendati bertindak sebagai tim tamu, Napoli mampu menggebrak di awal laga. Buktinya mereka unggul lebih dulu atas tuan rumah ketika laga belum genap 10 menit. Umpan matang Allan berhasil diteruskan Arkadiusz Milik untuk membuka keunggulan.

Akan tetapi, keunggulan ini justru membuat Napoli kehilangan fokus di lapangan. Situasi ini mampu dimanfaatkan SPAL untuk menyamakan kedudukan. Adalah Jasmin Kurtic yang membuat David Ospina memungut bola dari gawangnya.

Skor 1-1 membuat permainan kedua tim menjadi seimbang. Jual beli serangan dilancarkan SPAL maupun Napoli. Namun, hingga babak pertama usai, kedudukan imbang tidak berubah.

spal vs napoli selebrasi
@en_scnapoli

Pada awal babak kedua giliran tuan rumah yang membangun serangan lebih dulu. Jasmin Kurtic nyaris mencetak brace pada menit ke-50. Tapi tendangan kerasnya masih melenceng tipis dari gawang tim tamu.

Tujuh menit berselang giliran Andrea Petagna yang memberi ancaman. Sama halnya dengan Kurtic, sontekan Petagna masih melambung.

Pada 10 menit terakhir giliran I Partenopei yang menguasai pertandingan. Tendangan Milik membuat kiper SPAL harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan skor 1-1 tetap bertahan. Tambahan satu poin makin menjauhkan Napoli dari persaingan scudetto. Mereka tak beranjak dari peringkat keempat dengan 17 poin. Sementara SPAL masih tertahan di urutan ke-19 dengan tujuh angka.

Susunan Pemain:

SPAL (3-5-2): 99-Etrit Berisha; 3-Igor (Thiago Cionek 54’), 23-Francesco Vicari, 40-Nenad Tomovic; 21-Gabriel Strefezza, 11-Alessandro Murcia, 7-Simon Missiroli, 19-Jasmin Kurtic (Mattia Valoti 77’), 13-Arkadiusz Reca; 37-Andrea Petagna, 43-Alberto Paloschi (Sergio Floccari 61’)

Pelatih: Leonardo Semplici

Napoli (4-4-2): 25-David Ospina; 2-Kevin Malcuit (Jose Callejon 70’), 26-Kalidou Koulibaly, 13-Sebastiano Luperto, 22-Giovanni Di Lorenzo; 24-Lorenzo Insigne, 12-Eljif Elmas (Fabian Ruiz 54’), 5-Allan, 20-Piotr Zielinski; 14-Dries Mertens (Fernando Llorente 72’), 99-Arkadiusz Milik

Pelatih: Carlo Ancelotti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Paulo Dybala: Juventus Kalahkan SPAL dengan Kerja Keras

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Paulo Dybala turut senang dengan kemenangan 2-0 Juventus atas SPAL di Stadion Allianz, Sabtu (28/9/2019). Menurutnya, tiga poin ini diraih timnya berkat kerja keras seluruh pemain di lapangan.

Pemain asal Argentina mengatakan Juventus sempat kesulitan membongkar pertahanan SPAL. Tapi upaya keras yang terus dilakukan timnya sepanjang 90 menit akhirnya membuahkan hasil lewat dua gol yang dicetak Miralem Pjanic dan Cristiano Ronaldo.

“Sangat penting memenangkan pertandingan ini. Kami sedikit lambat dalam bergerak di babak pertama, tapi untungnya kami mampu menembus pertahanan mereka di detik terakhir jelang jeda. Gol Pjanic sangat berarti karena berdampak langsung pada permainan SPAL,” kata Dybala kepada Sky Sport Italia, Sabtu (28/9/2019).

Miralem Pjanic juventus (@juventusfc)
@juventusfc

“Kami menciptakan lebih banyak ruang untuk membuat peluang. Kami bekerja keras untuk itu sampai akhirnya gol kedua datang. Cara bermain dan hasil yang kami raih hari ini jadi bukti tim melakukan pendekatan yang sangat baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, mantan pemain Palermo menegaskan bahwa hasil atas SPAL ini jadi bukti bahwa semua pertandingan yang dilakoni Juventus musim ini tidak berjalan dengan mudah.

“Setiap pertandingan sangat penting untuk dimenangkan, dan hari ini kami membuktikannya dengan kerja keras. Tidak ada pertandingan yang berjalan dengan mudah, semua tim harus bekerja keras, termasuk kami,” tutup pemain yang sempat diisukan bakal hengkang dari Turin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Sarri Akui Juventus Kewalahan Ladeni Permainan SPAL

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus sukses meraih kemenangan 2-0 atas SPAL di Stadion Allianz, Sabtu (28/9/2019). Tapi kemenangan ini tidak sepenuhnya memuaskan Maurizio Sarri.

Juventus harus menunggu jelang babak pertama usai untuk unggul lebih dulu melalui Miralem Pjanic. Untuk menggandakan keunggulan pun mereka butuh waktu sampai 78 menit lewat Cristiano Ronaldo.

Bagi Maurizio Sarri, situasi ini terjadi karena anak asuhnya kewalahan meladeni permainan bertahan SPAL sepanjang pertandingan. Cara sang lawan pun berimbas pada tempo permainan timnya yang ikut melambat.

juventus vs spal
@juventusfcen

“Kami mengalami beberapa kesulitan menemukan tempo yang tepat, ini terjadi karena SPAL bermain sangat bertahan. Itu bukan soal tempo para pemain sebagai bola, kami memindahkan bola terlalu lambat dan tidak ada gerakan yang cukup,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia, Sabtu (29/9/2019).

“Babak kedua permainan berlangsung lebih baik. Kami menciptakan banyak peluang, terutama dengan mobilitas Blaise Matuidi yang saya jadikan bek kiri. Dia punya tekad yang kuat,” sambungnya.

Tidak hanya Matuidi, mantan pelatih Chelsea juga memuji Emre Can. Menurutnya, tidak adanya nama sang gelandang di skuat Juventus di Liga Champions menjadi motivasi tersendiri untuk pemain asal jerman.

“Fakta bahwa Emre Can tampil dengan sikap dan tekad yang luar biasa setelah kekecewaan besarnya gagal masuk skuat Liga Champions. Dia akan jadi pemain yang sangat berguna untuk kami,” tutup Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Juventus vs SPAL: Ronaldo Cs Melesat ke Singgasana

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus menang 2-0 atas tamunya SPAL pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Juventus Stadium, Sabtu (28/9/2019) malam WIB. Gol tuan rumah dilesakkan Miralem Pjanic dan Cristiano Ronaldo.

Tuan rumah membuka keunggulan pada menit 45. Menerima umpan dari Sami Khedira, Pjanic melepaskan tembakan keras kaki kanan yang tak mampu digapai kiper Etrit Berisha.

Miralem Pjanic juventus (@juventusfc)
@juventusfc

Di babak kedua, Juventus tak mengendurkan tekanan. Serangan demi serangan dibangun tuan rumah. Hasilnya, Bianconeri menambah keunggulan melalui Ronaldo di menit 78.

Pemain asal Portugal itu sukses menanduk assist dari Paulo Dybala. Skor jadi 2-0 untuk tuan rumah dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Dengan kemenangan ini, Juventus naik ke puncak klasemen Liga Serie A Italia dengan 16 poin. Bianconeri unggul satu angka atas Inter Milan yang berada di bawahnya. Sementara SPAL terpuruk di posisi 19 dengan tiga poin.

Susunan Pemain

Juventus: 77-Gianluigi Buffon; 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs De Ligt, 14-Blaise Matuidi; 6-Sami Khedira, 5-Miralem Pjanic, 25-Adrien Rabiot; 8-Aaron Ramsey; 7-Cristiano Ronaldo, 10-Paulo Dybala

SPAL: 99-Berisha; 3-Igor, 23, Francesco Vicari, 40 Nenad Tomovic; 26-Jacobo Sala, 11-Alessandro Murgia, 7-Simone Missiroli, 6-Mirko Valdifiori, 13-Arkadiusz Reca; 9-Gabriele Moncini, 37-Andrea Petagna

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

CEO AC Milan Segera Ambil Keputusan Soal Gattuso

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – CEO AC Milan, Ivan Gazidis, mengaku kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke Liga Champions. Ia juga janji akan segera mengambil keputusan terkait masa depan Pelatih Gennaro Gattuso.

AC Milan menang 3-2 atas SPAL pada laga pamungkas Serie A di Stadio Paolo Mazza, Senin (27/5/2019) dini hari WIB. Meski menang, Rossoneri hanya finis di posisi lima.

Franck Kessie dan kawan-kawan mengakhiri kompetisi dengan 68 poin, tertinggal satu angka dari Inter Milan dan Atalanta yang berada di atas mereka.

“Meskipun menang malam ini, kami kecewa karena gagal lolos ke Liga Champions. Tim berjuang keras sampai akhir dan saya ingin berterima kasih kepada masing-masing dan semua dari mereka untuk semua upaya luar biasa mereka musim ini, setelah mengatasi beberapa cedera dan kemunduran lainnya di sepanjang jalan,” kata Gazidis di Soccerway.

“Kami benar-benar menyelesaikan musim dengan poin tertinggi di liga sejak 2012/13. Kami sekarang berharap untuk bermain di Liga Europa untuk tahun ketiga berturut-turut, dan saya yakin tim akan terus tumbuh dan mencapai kesuksesan.”

“Saya sangat terkesan dengan dukungan luar biasa dari semua penggemar kami sepanjang musim. Mereka secara konsisten positif dan ceria, bahkan di saat-saat tergelap kami, mengangkat kami setiap saat. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua.”

Gennaro Gattuso AC Milan
Getty Images

Ada rumor bahwa Gattuso akan segera dipecat AC Milan. Terkair hal ini, Gazidis mengaku belum mengambil keputusan.

“Kami akan mendedikasikan beberapa hari ke depan untuk menganalisis seluruh musim dan memutuskan langkah selanjutnya untuk pertumbuhan klub kami,” Gazidis menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gagal ke Liga Champions, Borini Tetap Bangga dengan Perjuangan AC Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker AC Milan, Fabio Borini, mengaku kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke Liga Champions. Tapi, ia tetap bangga dengan kerja keras rekan-rekannya sepanjang musim.

AC Milan menang 3-2 atas SPAL pada laga pamungkas Serie A di Stadio Paolo Mazza, Senin (27/5/2019) dini hari WIB. Meski menang, Rossoneri hanya finis di posisi lima.

Borini dan kawan-kawan mengakhiri kompetisi dengan 68 poin, tertinggal satu angka dari Inter Milan dan Atalanta yang berada di atas mereka.

hasil serie a spal 2-3 ac milan
Getty Images

“Kami bangga dengan apa yang telah kami capai, tetapi kami kecewa tidak berada di urutan keempat. Kami menggantungkan nasib kami di tangan tim lain, bukan di tangan kami sendiri. Yang penting adalah menangani tugas yang ada, yaitu menang. Kami melakukannya dengan baik untuk tetap fokus bahkan setelah mereka menyamakan kedudukan,” kata Borini di situs resmi klub.

“Kami membuat hidup kami sulit musim ini, tetapi kami berjuang sampai akhir. Pasukan kami layak di Liga Champions. Kami masih muda, kami saling mengenal dengan baik dan sekarang kami harus tumbuh bersama. Membongkar dan membangun tim selama bertahun-tahun tidak mudah. Kami harus melanjutkan di garis yang tepat dan konsisten.”

“Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso sekali lagi menunjukkan tipe orang seperti apa dia sekarang. Menyebarkan kemurahan hati di mana-mana, sembari juga menaruh hati dan semangat pada pekerjaannya dan jersey ini. Dia tahu apa artinya itu,” Borini menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gagal Finis 4 Besar, Gattuso Merasa AC Milan Kurang Konsisten

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, menilai penyebab timnya gagal finis empat besar musim ini adalah karena Suso dan kawan-kawan kurang konsisten.

AC Milan menang 3-2 atas SPAL pada laga pamungkas Serie A di Stadio Paolo Mazza, Senin (27/5/2019) dini hari WIB. Meski menang, Rossoneri hanya finis di posisi lima.

Franck Kessie dan kawan-kawan mengakhiri kompetisi dengan 68 poin, tertinggal satu angka dari Inter Milan dan Atalanta yang berada di atas mereka.

hasil serie a spal 2-3 ac milan
Getty Images

“Saya berterima kasih kepada tim. Mengakhiri kompetisi dengan 68 poin memberi saya kebanggaan, walaupun itu menyakitkan bahwa kami tidak lolos ke Liga Champions. Pekerjaan seorang pelatih harus dievaluasi oleh klub dan para ahli. Saya akan bertemu klub dan kami akan bicara. Saya ingin mendengar pendapat mereka tentang pekerjaan saya,” kata Gattuso kepada DAZN.

“Kami membuat kesalahan sepanjang musim dan mulai sekarang, harus membuat sesedikit mungkin kesalahan, tetapi saya percaya ini adalah tahun yang positif. Penyesalan terbesar adalah bahwa kami tidak mempertahankan tingkat konsistensi yang sama selama 3-4 bulan terakhir. Kami mengalami terlalu banyak periode buruk.”

“Saya tidak setuju ketika saya mendengar orang mengatakan bahwa pemain saya telah berkembang. Banyak dari mereka telah bermain jauh di bawah level kemampuan mereka, tetapi kami masih tim yang memiliki kualitas dan potensi. Saya tidak tahu apakah kami bisa meningkatkan 68 poin yang kami dapatkan musim ini. Itu akan sulit.”

“Saya merasa memiliki terlalu banyak sejarah dengan AC Milan, saya merasa lebih banyak tekanan daripada yang seharusnya saya miliki. Saya hampir tidak tidur dalam 18 bulan terakhir, secara mental saya hancur berkeping-keping dan itu adalah sesuatu yang harus saya pertimbangkan,” Gattuso menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tekuk SPAL, Milan Gagal ke Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – AC Milan menang 3-2 atas SPAL pada laga pekan terakhir Serie A musim ini di Stadion Paolo Mazza, Minggu (26/5/2019).

I Rossoneri unggul lebih dulu pada menit ke-18. Hakan Calhanoglu membobol gawang tuan rumah dengan sepakan mendatar berkat umpan Franck Kessie.

Lima menit kemudian, giliran Kessie yang mencatatkan nama di papan skor. Gelandang timnas Pantai Gading itu melesakkan bola ke pojok atas gawang lawan dengan tendangan kaki kiri.

SPAL memperkecil ketertinggalan pada menit ke-28. Francesco Vicari menggetarkan jala Pepe Reina setelah menanduk umpan Alessandro Murgia dari tendangan bebas.

Hingga jeda antarbabak, I Rossoneri tetap mengungguli SPAL dengan skor 2-1.

Tuan rumah menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Mohamed Fares menuntaskan umpan matang Thiago Clonek di kotak penalti Milan dengan sundulan akurat.

Dewi fortuna berpihak kepada AC Milan. Wasit memberi tim tamu hadiah penalti menyusul pelanggaran keras Thiago Clonek kepada Krzysztof Piatek pada menit ke-66.

Kessie yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menaklukkan kiper Emiliano Viviano. Skor 3-2 bagi keunggulan Milan atas SPAL bertahan sampai laga usai.

Dengan hasil ini, SPAL harus puas mengakhiri musim 2018-19 di posisi ke-13 klasemen akhir Serie A dengan 42 poin.

Meski menang, Milan gagal meraih tiket Liga Champions. Pasukan Gennaro Gattuso hanya finis di posisi kelima klasemen akhir Serie A musim ini dengan 68 poin.

hasil serie a spal 2-3 ac milan - acmilan_com
Hasil Serie A : SPAL 2-3 AC Milan (Foto: acmilan.com)

Hasil Serie A : SPAL 2-3 AC Milan (Francesco Vicari 28′, Mohamed Fares 53′ – Hakan Calhanoglu 18′, Franck Kessie 23′ & 66′)

Susunan Pemain:

SPAL (3-5-2): Viviano; Cionek (77′ Floccari), Vicari, Bonifazi; Lazzari, Valoti (72′ Jankovic), Murgia (90′ Simic), Kurtic, Fares; Antenucci, Petagna
Pelatih: Leonardo Semplici

AC Milan (4-3-3): Donnarumma (21′ Reina); Abate (63′ Cutrone), Romagnoli, Musacchio, Rodriguez; Kessie, Bakayoko, Calhanoglu; Suso, Piatek, Borini (79′ Conti).
Pelatih: Gennaro Gattuso

Kartu Kuning: Abate 27′, Bonifazi 36′, Cionek 65′, Bakayoko 81′
Kartu Merah: –

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gattuso: Banyak yang Dipertaruhkan Milan saat Melawan SPAL

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – AC Milan akan menjalani laga hidup mati melawan SPAL, Minggu (26/5/2019). Untuk itu pelatih Gennaro Gattuso menekankan anak asuhnya untuk berjuang semaksimal mungkin demi meraih kemenangan.

Milan harus meraih kemenangan untuk membuka peluang mereka lolos ke Liga Champions musim depan. Tapi kemenangan saja tidak cukup jika pada pertandingan lainnya Atalanta dan Inter Milan juga meraih hasil serupa.

Situasi ini pula yang sepertinya membuat konsentrasi Gattuso terpecah. Ia pun mengatakan akan banyak yang dipertahukan timnya mengingat laju I Rossoneri ke Liga Champions musim depan masih bergantung pada pertandingan lainnya.

Krzysztof Piatek - AC Milan - Liga Champions - @ACMilan
twitter.com/acmilan

“Kami harus melakukan tugas dengan baik, berjuang meraih kemenangan dan setelah itu kita akan melihat apa yang akan terjadi setelah peluit akhir dibunyikan. Pada akhirnya saya akan merangkul semua orang karena saya berutang banyak pada pemain,” ujar Gattuso seperti dilansir Football Italia, Sabtu (25/4/2019).

“Saya punya banyak kenangan positif bersama pemain musim ini. Pada laga melawan SPAL nanti akan banyak yang dipertaruhkan di lapangan dan kami ingin berjuang untuk meraih tujuan akhir bersama,” katanya lagi.

Terkait SPAL yang akan dihadapi, legenda Milan ini mengaku sang lawan klub yang sangat tangguh. Ia juga menyoroti dua pemain, yaitu Manuel Lazzari dan Mohamed Fares yang dianggap sebagai pemain yang sangat berbahaya.

“Saya tahu SPAL karena tim mereka sudah terbentuk ketika saya sudah melawan mereka di Serie C. Kami harus waspada karena mereka bermain dengan sangat baik bersama Lazzari dan Fares yang sangat berbahaya di sektor sayap,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Demi Tiket Liga Champions, AC Milan Habis-habisan di Markas SPAL

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengakui tandang ke markas SPAL akan sangat sulit bagi timnya. Tapi, ia menargetkan kemenangan sebagai harga mati.

“Akan sangat sulit di markas SPAL. Kami menghadapi tim yang selalu mendapatkan hasil bagus di sana. Namun, saya senang. Sikap dan mentalitas kami telah berubah selama beberapa pertandingan terakhir. Bagi kami, penyesalan terbesar adalah kehilangan keunggulan lima poin selama masa sulit kami,” kata Gattuso di situs resmi klub.

Milan Kalah, Tagar #GattusoOut Trending Topic di Indonesia
Getty Images

AC Milan saat ini berada di peringkat lima klasemen Liga Serie A Italia. Rossoneri tertinggal satu poin dari Inter Milan dan Atalanta yang berada di atasnya.

Untuk bisa lolos ke Liga Champions, AC Milan harus menang di pekan terakhir, sambil berharap Atalanta dan Inter gagal meraih tiga angka. Jika itu terjadi, maka Rossoneri akan finis empat besar dan bermain di Liga Champions musim depan.

Gattuso menyadari, peluang timnya tidak terlalu besar. Namun, menurut dia, kalau pun gagal finis empat besar, maka perjuangan AC Milan musim ini patut dibanggakan.

“Jangan buang waktu berbicara tentang posisi keempat atau kelima, pada tingkat profesional itu akan menjadi mimpi bagi semua orang untuk lolos ke Liga Champions. Penilaian kami tentang musim tidak akan berubah bahkan jika kami finis kelima,” ucap Gattuso.

Saat Milan tandang ke markas SPAL, Inter akan menjamu Empoli. Sementara itu, Atalanta bentrok dengan Sassuolo di Atleti Azzurri d’Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil SPAL vs Napoli – Mario Rui Tentukan Kemenangan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mario Rui tampil sebagai penentu kemenangan di pertandingan SPAL vs Napoli. Di pertandingan ini tim tamu berhasil menuai kemenangan tipis 2-1 di Stadion Paolo Mazza, Minggu (12/5/2019) malam WIB.

Ketiga gol yang tercipta di pertandingan SPAL vs Napoli terjadi di babak kedua. Dua gol Napoli dicetak Allan pada menit ke-49 dan Mario Rui (88′), sedangkan satu gol balasan tuan rumah ditorehkan Andrea Petagna (83′) dari titik penalti.

Kendati demikian, laga ini sebenarnya berlangsung alot di sepanjang babak pertama. Tidak peluang yang mampu dikonversi menjadi gol oleh SPAL mau pun Napoli.

Akan tetapi, Napoli berhasil memecahkan kebuntuan pada awal babak kedua. Berawal dari umpan Amin Younes dari dalam kotak penalti, Allan langsung melepaskan sepakan yang mengubah skor menjadi 1-0.

SPAL sempat menyeploskan bola ke dalam gawang tim berjulukan I Partenopei pada menit ke-76. namun, gol Mirko Antenucci dianulir setelah wasit meninjau ulang menggunakan VAR. Antenucci lebih dulu berada dalam posisi offside sebelum melepaskan tembakan.

Tuan rumah akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memasuki menit ke-84. Gol ini berawal dari pelanggaran Sebastiano Luperto terhadap Sergio Floccari di dalam kotak penalti. Andrea Petagna yang maju sebagai eksekutor pun berhasil memaksimalkannya menjadi gol.

Kendati demikian, I Partenopei hanya butuh empat menit untuk kembali mencetak gol. Sepakan keras Mario Rui tidak mampu dibendung kiper SPAL, Emiliano Viviano. Gol itu pun memastikan kemenangan 2-1 skuat asuhan Carlo Ancelotti di laga ini.

Susunan pemain SPAL vs Napoli

SPAL: Emiliano Viviano; Kevin Bonifazi, Francesco Vicari, Thiago Cionek (Jankovic 89′); Manuel Lazzari, Simone Missiroli (P. Schiattarella 31′), Alessandro Murgia, Mattia Valoti (Mirko Antenucci 73′), Mohamed Fares; Andrea Petagna, Sergio Floccari

Pelatih: Leonardo Semplici

Napoli: Alex Meret; Kevin Malcuit, Sebastiano Luperto, Kalidou Koulibaly, Mario Rui; Jose Callejon (Gianluca Gaetano 90′), Allan, Fabian Ruiz, Amin Younes (Simone Verdi 66′); Piotr Zielinski (Faouzi Ghoulam 84′), Arkadiusz Milik

Pelatih: Carlo Ancelotti

SPAL Tunda Pesta Juara Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus gagal mengunci gelar Serie A pada akhir pekan ini setelah harus mengakui keunggulan tim papan bawah, SPAL 2013 di Stadio Paolo Mazza. Meskipun menelan kekalahan, Juventus masih memiliki peluang besar untuk mengunci scudetto pekan depan.

Tampil dengan skuat lapis kedua, Juventus gagal mengontrol jalannya pertandingan di 20 menit pertama. SPAL bahkan mampu mendapatkan peluang pertama lewat sepakan jarak jauh Pasquale Schiattarella di menit ke-24.

Selepas peluang tersebut, tim tuan rumah semakin gencar melancarkan serangan demi mencuri keunggulan. Asyik menyerang, SPAL malah harus kecolongan terlebih dahulu di menit ke-30 lewat sontekkan Moise Kean yang memanfaatkan sepakan dari Joao Cancelo.

Tertinggal, SPAL berusaha untuk kembali menyerang. Namun, lini pertahanan Juventus berhasil menahan gempuran dari tim tuan rumah dan paruh pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk Bianconerri.

SPAL vs Juventus - Serie A - Omnisports
Omnisports

Di babak kedua, pasukan Leonardo Semplici langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, Kevin Bonifazi berhasil menjebol gawang Mattia Perin setelah menanduk umpan sepak pojok kiriman Pasquale Schiattarella di menit ke-49.

Selepas gol dari Kevin Bonifazi, tim tuan rumah semakin gencar menyerang demi meraih keunggulan. Di menit ke-58, Alessandro Murgia hampir membawa tim tuan rumah unggul. Namun, sundulannya masih mengarah ke Mattia Perin.

Delapan menit berselang, giliran Juventrus yang memberikan ancaman lesat sepakan jarak jauh Nicolussi Caviglia. Di menit ke-74, Sergio Floccari akhirnya berhasil membawa SPAL unggul setelal memanfaatkan kesalahan dari pemain belakang tim tamu.

Tertinggal, Juventus langsung megeempur lini belakang tim tuan rumah. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta di sisa waktu pertandingan. Hasil ini membuat Juventus dipastikan gagal mengunci scudetto hari ini. Namun, mereka masih berada di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan 20 poin dari Napoli.

SUSUNAN PEMAIN SPAL VS JUVENTUS:

SPAL: Emiliano Viviano; Kevin Bonifazi, Francesco Vicari, Thiago Cionek; Mohamed Fares, Pasquale Schiattarella (Mirko Valdifiori 70′), Simone Missiroli, Alessandro Murgia, Manuel Lazzari; Andrea Petagna (Mirco Antenucci 89′), Sergio Floccari (Vasco Regini 84′)

Pelatih: Leonardo Semplici

Juventus: Mattia Perin; Paolo Gozzi, Andrea Barzagli (Federico Bernardeschi 81′), Mattia de Sciglio; Leonardo Spinazzolla, Grigoris Kastanos (Nicolussi Caviglia 61′), Rodrigo Bentancur, Juan Cuadrado, Joao Cancelo; Paulo Dybala, Moise Kean (Stephy Mavididi 69′)

Pelatih: Max Allegri

Kartu Kuning: Lazzari 28′, Floccari 75′, Fares 83′, Missiroli 87′, Vicari 90′ – Cuadrado 38′, Cancelo 45′

Allegri Isyaratkan Simpan Banyak Pemain Saat Lawan SPAL

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan melawan SPAL 2013 pada akhir pekan ini akan jadi penentu juara bagi Juventus. Mereka harus menghindari kekalahan untuk memastikan Scudetto kedelapan secara beruntun. Namun, bagi pelatih Massimiliano Allegri, laga itu bukan prioritas.

Untuk laga nanti, Allegri memberikan isyarat akan mengistirahatkan banyak pemain inti. Salah satunya Cristiano Ronaldo. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi menghadapi leg II perempat final Liga Champions pada tengah pekan depan.

Blaise Matuidi dan Cristiano Ronaldo akan diistirahatkan Massimiliano Allegri saat Juventus jumpa SPAL 2013.
tuttosport.com

“Saya harus mengevaluasi sesi latihan hari ini, tapi banyak pemain utama yang akan diistirahatkan,” ujar Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Ada pemain-pemain yang butuh istirahat dan mungkin ini akan jadi kesempatan bagi pemain-pemain muda.”

Lebih lanjut, eks pelatih AC Milan itu menyebutkan beberapa nama yang dipastikan tak main di kandang SPAL. Mereka adalah Mario Mandzukic, Blaise Matuidi, Cristiano Ronaldo, dan Leonardo Bonucci. Demikian juga dengan kiper Wojciech Szczesny.

“Tak masuk akal mengambil risiko memainkan Cristiano Ronaldo besok. Begitu pula dengan para pemain lain yang bermain saat jeda internasional. Meskipun demikian, saya akan tetap menurunkan tim yang kuat dan adil untuk menghadapi tantangan yang telah menantu kami,” papar dia lagi.

Selain mengumumkan beberapa pemain yang akan diistirahatkan, Massimiliano Allegri menyebutkan juga beberapa pemain yang pasti bermain. Mereka adalah Mattia Perin, Moise Kean, Juan Cuadrado, serta salah satu dari Hans Nicolussi dan Luca Coccolo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kalah dari SPAL, AS Roma Kian Sulit Tembus Empat Besar

Football5star.com, Indonesia – Misi AS Roma untuk menembus empat besar Serie A semakin sulit terlaksana setelah harus mengakui keunggulan SPAL di Stadio Paolo Mazza pada Minggu (17/3) dinihari. SPAL berhasil meraih kemenagnan dengan skor akhir 2-1

Tampil sebagai tim unggulan, AS Roma menunjukkan penampilan yang kurang meyakinkan di awal-awal pertandingan. SPAL pun memanfaatkan momentum ini untuk mulai membangun serangan.

Pada menit ke-22, SPAL berhasil unggul setelah Mohamed Fares menanduk umpan kiriman dari Tiago Cionek. Selepas gol ini, SPAL semakin keluar menyerang dan membuat lini belakang AS Roma kerepotan.

Namun, momentum ini tak bertahan lama. Pasalnya, selepas menit ke-30, AS Roma mulai menemukan ritme permainannya. Mereka pun mulai melancarkan serangan-serangan berbahaya. Namun, lini pertahanan tim tuan rumah bermain dengan disiplin dan mampu menghalau setiap serangan dari Giallorossi. Paruh pertama pun berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk tim tuan rumah.

SPAL vs AS Roma - Serie A - @ASRomaEN
@ASRomaEN

Di paruh kedua, AS Roma yang tertinggal langsung mengambil inisiatif serangan. Upaya dari pasukan Claudio Ranieri pun langsung membuahkan hasil pada menit ke-52 setelah Edin Dzeko dilanggar oleh salah seorang pemain belakang SPAL di dalam area terlarang.

Diego Perotti yang ditunjuk sebagai algojo pun berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Pada menit ke-57, giliran SPAL yang mendapatkan hadiah penalti. Andrea Petagna pun berhasil mengembalikan keunggulan tim tuan rumah lewat titik putih.

Kembali tertinggal, Giallorossi langsung menggempur lini pertahanan tim tuan rumah. Namun, kombinasi antara penyelesaian akhir yang buruk dan lini pertahanan SPAL yang bermain gemilang berhasil membuat Edin Dzeko dan Patrik Schick frustrasi.

Meskipun terus melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, AS Roma gagal mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Pertandingan pun berakhir dengan keunggulan 2-1 untuk tim tuan rumah.

Hasil ini membuat misi AS Roma untuk menembus ke empat besar semakin sulit. Mereka kini masih terjebak di peringkat ke-5 dengan koleksi 47 poin dari 28 partai. Tertinggal tiga angka dari Inter Milan yang duduk di peringkat ke-4 klasemen sementara Serie A.

SUSUNAN PEMAIN SPAL VS AS ROMA:

SPAL: Emiliano Viviano; Thiago Cionek, Francesco Viari, Kevin Bonifazi; Mohamed Feres, Jasmin Kurtic (Pasquale Schiattarella 80′), Simone Missiroli, Alessandro Murgia (Lorenco Simic 84′), Manuel Lazzari (Vasco Regini 77′); Andrea Petagna, Mirco Antenucci

Pelatih: Leonardo Semplici

AS Roma: Robin Olsen; Rick Karsdorp (Davide Santon 80′), Ivan Marcano, Federico Fazio, Juan Jesus; Justin Kluivert (Nicolo Zaniolo 46′), Bryan Cristante, Steven Nzonzi, Stephan El Shaarawy (Diego Perotti 46′); Edin Dzeko, Patrik Schick

Pelatih: Claudio Ranieri

Kartu Kuning: Vicari 5′ Cionek 52′, Fares 54′, Missiroli 64′ – Nzonzi 40′, Jesus 57′, Perotti 63′, Cristante 69′

Spalletti: Gol Pertama Jadi Titik Balik Kebangkitan Inter

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan berhasil meraih kemenangan 2-0 atas SPAL di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (10/3/2019). Hasil ini pun membuat pelatih Luciano Spalletti senang.

Dua gol Inter tercipta pada babak kedua. Adalah Matteo Politano dan Roberto Gagliardini yang menjadi penentu kemenangan. Walau begitu, kemenangan ini tidak didapat dengan mudah. Apalagi Spalletti mengatakan anak asuhnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, terutama pada babak pertama.

Tak ayal, sang pelatih menegaskan bahwa gol Politano menjadi pembeda pada laga ini. Ia meyakini gol tersebut sebagai titik kebangkitan timnya meraih kemenangan.

politano (@MPolitano)
@MPolitano

“Masih ada 11 pemain Inter dan kami harus melakukannya lebih baik lagi. Pada babak pertama kami bermain sangat tegang dan kehilangan kualitas yang kami inginkan. Hal ini membuat para pemain sedikit takut dan bermain tidak aman,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia, Minggu (10/3/2019).

“Tapi kami bermain di San Siro yang punya atmosfer menakutkan buat lawan. Kami adalah Inter, tim yang harus memenangkan pertandingan seperti ini. Begitu gol pertama terjadi, keadaan langsung berbeda. Semua seperti berada di level yang berbeda sehingga membuat kepercayaan diri mereka bertambah,” ujarnya.

Di luar dari dua pemain yang mencetak gol, pelatih berkepala plontos ini memberi pujian setinggi langit pada bek kirinya, Dalbert. “Saya katakan pada Anda bahwa Dalbert adalah pemain di atas rata-rata, dan pada laga ini dia membuat beberapa keputusan penting di lapangan,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tanpa Icardi, Inter Menang Mudah Lawan SPAL

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan yang tampil tanpa Mauro Icardi sukss mengalahkan SPAL dengan skor 2-0. Kemenangan mudah ini menjadi modal apik La Beneamata, julukan Inter Milan untuk menyongsong Derby Milan pekan depan.

Kedua kesebelasan memulai laga dengan ketat. Luciano Spalletti yang masih belum bisa memainkan Icardi di lini depan lantaran sang kapten masih terlilit cedera, memasang Lautaro Martinez di lini depan. Ia ditopang oleh Joao Mario, Kwadwo Asamoah, dan Matteo Politano.

Sementara pelatih SPAL, Leonardo Semplici memainkan penyerang kawakan, Sergio Floccari di lini depan. Ia berduet dengan Andrea Petagna.

Inter vs SPAL - Football5star - Twitter @Inter_En
Twitter @Inter_En

Inter sejatinya bisa memimpin pada menit ke-31 lewat kaki Lautaro. Namun, wasit Gianpaolo Calvarese yang awalnya mengesahkan gol tersebut, berkonsultasi dengan asisten wasit yang lain. Hingga setelah melihat VAR, keputusan itu dianulir dan skor tetaplah 0-0.

Inter Milan menutup pertandingan babak pertama dengan ditariknya Marcelo Brozovic. Gelandang Timnas Kroasia ini ditarik keluar setelah ia menderita cedera. Ia digantikan Antonio Candreva pada menit ke-42. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap 0-0.

Inter memulai babak kedua dengan lebih agresif. Inter Milan memimpin pada menit ke-67. Yakni Matteo Politano yang sukses memanfaatkan umpan Lautaro. Bola hasil sepakan Politano sempat membentur kaki pemain SPAL sebelum berbelok arah yang membuat Emiliano Viviano mati langkah.

Inter Milan menambah kedudukan sepuluh menit kemudian. Kali ini lewat kaki Roberto Gagliardini. Ia meneruskan bola hasil tendangan pemain Inter yang lebih mengarah ke kakinya. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Inter.

Skor 2-0 pun bertahan hingga wasit Calvarese meniup panjang peluit tanda pertandingan usai.

Susunan Pemain

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 21-Cedric Soares, 23-Miranda (Andrea Ranocchia 46′), 6-Stefan de Vrij, 29-Dalbert; 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic (Antonio Candreva 42′) ; 16-Matteo Politano (Borja Valero 74′), 15-Joao Mario, 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez

Pelatih: Luciano Spalletti

SPAL (3-5-2): 2-Emiliano Viviano; 14-Kevin Bonifazi, 23-Francesco Vicari, 27-Felipe (Alberto Paloschi 73′); 8-Mattia Valoti (Lorenzo Maria Dickmann 62′), 19-Jasmin Kurtic, 28-Pasquale Schiattarella, 6-Simone Missiroli, 93-Mohamed Fares; 10-Sergio Floccari, 37-Andrea Petagna

Pelatih: Leonardo Semplici

Kartu Kuning: Roberto Gagliardini 19′, Joao Mario 57′, Andrea Ranocchia 90′; Simone Missiroli 29′, Andrea Petagna 45′, Mattia Valoti 57′, Felipe 63′, Francesco Vicari 90′

Kartu Merah: –

Wasit: Gianpaolo Calvarese

Stadion: Giuseppe Meazza

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]