Nostalgia Hari Ini: Bekap Thailand, Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, tiga tahun yang lalu boleh dibilang menjadi hari bersejarah bagi timnas U-16 Indonesia di Piala AFF. Sebab, 8 Agustus 2018 untuk kali pertama mereka menjadi kampiun dalam turnamen antarnegara di Asia Tenggara tersebut.

Torehan manis diberikan oleh pasukan Garuda Muda. Tim polesan pelatih Fakhri Husaini tersebut mempersembahkan gelar juara piala AFF U-16 2018 dengan menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/8).

Dalam pertandingan ini, Indonesia bisa mencuri gol terlebih dahulu lewat sepakan Muhammad Fajar Fathur Rachman pada menit ke-33. Indonesia menguasai jalannya pertandingan sepanjang babak pertama.

Sayangnya, pada paruh kedua Thailand berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Apidet Janngam menit ke-72. Laga berjalan ketat hingga akhirnya tak ada gol yang tercipta dalam waktu normal.

Pertandingan pun dilanjutkan via adu penalti Empat penendang penalti Indonesia, Sutan Zico, Amiruddin Bagus, Rendy Juliansyah, dan David Maulana berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Sementara Thailand hanya mampu menyarangkan tiga bola, dua lainnya dapat ditepis oleh kiper Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi.

Fakhri Husaini pun kala itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas keberhasilan Bagus Kahfi cs menjadi kampiun dalam turnamen tersebut.

Nostalgia Hari Ini: Bekap Thailand, Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF

“Syukur Alhamdulillah, kemenangan ini atas izin Allah SWT. Saya bangga kepada semua pemain. Bukan hanya penendang penalti atau kiper saja. Semua ikut andil dalam kemenangan ini. Ini karena persiapan latihan kami yang berlatih tendangan penalti. Sehingga itu menjadi salah satu bekal menang,” ungkap Fakhri Husaini dalam laman resmi PSSI.

Timnas U-16 Indonesia Susul Seniornya

Nostalgia Hari Ini: Bekap Thailand, Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF

Keberhasilan timnas U-16 Indonesia itu seakan melengkapi gelar yang sebelumnya diraih seniornya, timnas U-19 Indonesia. Pada 2013 lalu, timnas U-19 juga berhasil mempersembahkan gelar serupa pada angkatan Evan Dimas dan rekan-rekan.

Istimewanya, perjalanan kedua tim itu mirip-mirip, yakni sama-sama menjadi juara usai menang adu penalti. Namun bila timnas U-16 kalahkan Thailand di final, timnas U-19 kala itu menundukkan Vietnam pada partai puncak. Kedua pertandingan tersebut juga digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Sayangnya, kesuksesan Indonesia pada level timnas junior tak mampu diikuti di level senior. Sampai saat ini, timnas senior belum pernah sekalipun merasakan indahnya menikmati gelar juara Piala AFF.

Paling banter, timnas senior Indonesia cuma mampu meraih empat kali runner-up, yakni 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Pada edisi 2018, malah lebih parah. Skuat Garuda cuma mampu finis di urutan keempat Grup B saat melawan Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Mereka kala itu cuma mampu merebut empat poin, hasil menang atas Timor Leste dan imbang kontra Filipina. Sedang, saat hadapi Singapura dan Thailand mereka harus takluk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Brace Brylian Aldama Selamatkan Muka Timnas U-16 Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Aksi Brylian Aldama dalam Piala AFF U-16 2017 seakan menyelamatkan muka Timnas U-16 Indonesia kala itu. Sebab pada 17 Juli 2017 lalu, dia sukses mencetak dua gol sekaligus menghadirkan kemenangan perdana Indonesia pada turnamen tersebut.

Bergabung di Grup A, timnas U-16 memang tampil kurang meyakinkan saat satu grup dengan Thailand, Australia, Myanmar, Laos, dan Singapura. Tim yang dibesut oleh Fakhri Husaini itu sebenarnya memulai turnamen tak buruk. Mereka mampu menahan imbang 2-2 Myanmar pada partai pembuka.

Kendati demikian, kekalahan dari Thailand menjadi awal penderitaan skuat Garuda Muda. Setelah takluk 0-1 dari Thailand, timnas U-16 Indonesia digulung 3-7 oleh Australia, dan kalah 2-3 dari Laos. Tiga kekalahan beruntun itu otomatis menutup langkah timnas U-16 ke babak selanjutnya.

Akan tetapi, timnas U-16 akhirnya menang 2-0 lawan Singapura pada 17 Juli 2017. Kemenangan itu jadi satu-satunya yang dilalui timnas U-16 dalam lima pertandingan di Grup A.

Nostalgia Hari Ini: Brace Brylian Aldama Selamatkan Muka Timnas U-16 Indonesia
Dok. Antara

Aksi Brylian Aldama

Dalam partai di Stadion Kampun Chonburi itu, timnas U-16 sebenarnya sempat dibuat mati kutu oleh Singapura. Bahkan, mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Singapura pada paruh pertama.

Baru, usai jeda mereka mulai menunjukkan aksinyal. Brylian Aldama jadi bintang dalam laga tersebut. Menit ke-47, Brylian sudah nyaris membuka skor andai tendangannya tak ditahan kiper Singapura.

Enam menit berselang, pemain yang kini memperkuat HNK Rijeka sukses mencatatkan namanya di papan skor. Bekerja sama melalui umpan satu-dua dengan Bagus Kahfi, Brylian Aldama sukses menaklukkan kiper Singapura dengan manis menit ke-53.

Brylian sukses kembali membuat gol menit ke-60. Berawal dari pergerakan dari Yudha Febrian di sisi kiri, bola sapuan bek Singapura lantas diambil oleh Brylian. Dia pun lantas melepaskan tembakan keras yang tak mampu diadang kiper Singapura.

Mesi beberapa kali menciptakan peluang, timnas U-16 Indonesia tak bisa menambah gol. Mereka akhirnya meraih kemenangan meski cuma finis di urutan kelima Grup A dengan empat poin di atas Singapura yang jadi juru kunci.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Menimba Ilmu ke Uruguay

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Menimba Ilmu ke Uruguay 12

Football5star.com, Indonesia – Mengirimkan pemain muda untuk menimba ilmu sepak bola di luar negeri sudah menjadi salah satu program dari PSSI. Di era 90-an publik tentu ingat dengan program Primavera dan Baretti. Program sama juga pernah diluncurkan PSSI pada 2009.

Tepatnya, 18 Januari 2009, PSSI resmi mengirimkan sejumlah pemain muda untuk menimba ilmu sepak bola di Uruguay. Proyek pembinaan pemain muda ke Uruguay ini kemudian dikenal dengan sebutan Sociedad Anónima Deportiva (SAD). Sejumlah pemain seperti Syamsir Alam serta Alfin Tuasalamony, 12 tahun lalu terbang ke Uruguay.

Syamsir Alam dkk Menimba Ilmu ke Uruguay
antaranews

SAD Indonesia merupakan program untuk pemain Indonesia dengan usia 17 tahun ke bawah. Nantinya di Uruguay, para pemain ini akan ikut berkompetisi di Liga Uruguay U-17. Keberangkatan Syamsir Alam dkk pada 18 Januari 2009 merupakan gelombang kedua.

Pada gelombang pertama pada 2018, Syamsir Alam juga turut serta bersama sejumlah pemain lain seperti Dimas Galih Pratama, Reffa Money, serta Yericho Christiantoko. Sejumlah capaian positif ditorehkan tim SAD Indonesia 2008, misalnya sempat menghancurkan Deportivo Maldonado dengan skor 4-0 di lanjutan Quinta Division 2008.

Hasil itu adalah kemenangan ketiga tim SAD Indonesia 2008 yang dilatih oleh Cesar Payovich. Capaian ini yang kemudian membuat PSSI kembali mengirimkan tim di 2009.

Tak Sesuai Ekspektasi

Demis Jamaoedin, penanggung jawab project SAD mengatakan, seleksi ini berdasarkan laporan hasil evaluasi dari tim pelatih Cesar Payovich. PSSI akan memanggil para pemain yang masuk Uruguay Project 2009 ini melalui Pengda PSSI dari asal pemain masing-masing.

Dari 25 pemain di SAD Indonesia 2009, terdapat tiga nama yakni Vava Mario Yagalo, Rizky Pellu, dan Beny Stya Yoewanto yang merupakan lulusan Timnas U-16 Piala Asia U-16 2008 di Uzbekistan.

Syamsir Alam dkk Menimba Ilmu ke Uruguay2
goal

SAD Indonesia sendiri kemudian bergulir hingga 2012. Kabar tim ini menghabiskan anggaran per tahun mencapai angka Rp 12,5 miliar. Sayangnya anggaran yang besar ini ternyata tak diimbangi dengan capain bagus tim ini saat membela timnas Indonesia.

Pada November 2009, tim ini pulang ke Indonesia untuk bertanding di kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat. Tapi sayangnya, Syamsir Alam dkk gagal mewujudkan ambisi lolos ke putaran final Piala Asia U-19, setelah hanya mampu menempati urutan ke-3 dari hasil 2 kemenangan, 1 seri dan 2 kali kalah.

Daftar Pemain SAD Indonesia 2009:

Kiper : Tri Windu Anggono (Pengda Jawa Timur), Dimas Galih (Jawa Timur), Beny Stya Yoewanto (Jawa Timur)

Belakang : Yericho Christiantoko (Jawa Timur), Reffa Money (Jawa Timur), Mokhamad Syaifudin (Jawa Timur), Sedek Sanaky (Maluku), Alfin Tuasalomny (Maluku), Ferdiansyah (DKI Jakarta), Taji Prasetio (DKI Jakarta), Imam Agus Faisal (Jawa Tengah)

Tengah : Mochamad Zaenal Haq (Jawa Timur), Feri Firmansyah (Jawa Timur), Ismail Marzuki (Jawa Timur), Rizky Ahmad Sanjaya Pellu (Jawa Timur), Abdul Rahman Lestaluhu (Maluku), Rinaldi Gunapradiptha (DKI Jakarta), Ridwan Awaludin (Banten)

Depan: Sahlan Sodik (Jawa Timur), Vava Mario Yagalo (Jawa Timur), Syaiful Bachri Ohorella (Maluku), Syamsir Alam (DKI Jakarta), Alan Martha (Sumatera Barat), Novri Setiawan (Sumatera Barat), Yandi Sofyan Munawar (Jawa Barat).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-16 Indonesia akan Digojlok Demi Piala Dunia U-20 2023

Timnas U-16 Indonesia akan Digojlok Demi Piala Dunia U-20 2023 16

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengakui kalau para pemain Timnas U-16 Indonesia gantian akan digojlok demi menatap Piala Dunia U-20 2023. Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku akan mempersiapkan timnas U-19 Indonesia sesegera mungkin untuk proyeksi 2023.

Seperti diketahui, Piala Dunia U-20 2021 resmi dibatalkan oleh FIFA karena pandemi Covid-19 yang belum juga menurun. Sebagai gantinya, turnamen itu dilongkap menjadi 2023 dan tetap digelar di Indonesia.

Nah, hal ini langsung disikapi oleh PSSI. Jauh-jauh hari mereka ingin mempersiapkan cikal bakal Timnas U-19 Indonesia. Para pemain Timnas U-16 Indonesia saat ini menjadi generasi berikutnya. Dia berharap para pemain Timnas U-16 bisa menyiapkan dirinya.

Bima Sakti menilai timnas U-16 UEA menang atas timnas U-16 Indonesia berkat kemampuan memprovokasi emosi.

“Timnas U-16 yang notabene kelahiran 2004, 2005 pemainnya akan punya kesempatan menjadi cikal bakal pemain Timnas U-19 (kelahiran 2003, 2004, 2005),” kata Mochamad Iriawan saat dihubungi oleh awak media.

“PSSI akan segera merencanakan pembentukan Timnas U-16 dan Timnas U-19 Indonesia selanjutnya. Perencanaan itu dimulai dari sistem rekrutmen (scouting) pemain Timnas U-16 dan U-19, hingga model TC yang akan dilakukan dan uji cobanya,” sambung Iriawan.

Berbeda dengan Timnas U-16, nasib Timnas U-19 jadi pertanyaan. Hal itu setelah Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-19 resmi dibatalkan oleh AFC.

“Timnas U-19 Indonesia akan dikembalikan ke klub. Semoga mereka bisa berlatih di klub dengan baik sehingga mampu mengembangkan kualitasnya,” tutup Mochamad Iriawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bima Sakti Ambil Hikmah dari Batalnya Piala Asia U-16 Tahun Ini

Bima Sakti Ambil Hikmah dari Batalnya Piala Asia U-16 Tahun Ini 21

Football5star.com Indonesia – Pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, tak ingin larut dalam kekecewaan menyusul pembatalan Piala Asia U-16 pada tahun ini. Menurutnya, ada hikmah yang bisa dipetik dari keputusan AFC tersebut.

Sejatinya, Bima sudah mempersiapkan anak asuhnya untuk tampil pada Piala Asia U-16 2020 yang digelar di Bahrain pada Maret-April tahun ini. Timnas U-16 Indonesia tergabung di grup D bersama tiga negara kuat Asia, Jepang, Arab Saudi, dan Cina.

Timnas U-16 Indonesia - pssi-org
pssi.org

Apa lacur, kerja keras yang dilakukan Bima Sakti dan seluruh anak asuhnya harus berujung kekecewaan. Piala Dunia U-16 2020 dibatalkan, dan dilewati ke edisi berikutnya pada 2023 dengan Bahrain masih menjadi tuan rumah.

“Ini sudah menjadi keputusan FIFA dan AFC. Sejak setahun lebih, kami menjalani pemusatan latihan serta uji coba internasional. Saya yakin ada manfaatnya pada kemudian hari nanti,” bilang Bima, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Ada kemungkinan timnas U-16 Indonesia yang diasuh Bima Sakti, akan diproyeksi untuk tampil dalam ajang Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Secara usia, para pemain timnas U-16 memang paling pas untuk dipersiapkan PSSI menyambut event tersebut.

Bima Sakti Timnas U-16 Indonesia  - pssi.org
pssi.org

Bima Sakti pun yakin, anak asuhnya kelak akan berguna untuk timnas Indonesia level usia di atasnya. “Tim ini punya prospek yang bagus dan masa depan yang cerah untuk timnas kelompok usia selanjutnya,” kata Bima menambahkan.

Jika benar skenario tersebut, ada wacana timnas U-16 Indonesia saat ini akan diambil alih oleh Shin Tae-yong ke depannya. Sementara, Bima Sakti kemungkinan akan tetap menangani timnas U-16 tapi dengan tim yang berbeda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

BREAKING! Piala AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Resmi Dibatalkan

gamespool
BREAKING! Piala AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Resmi Dibatalkan 25

Football5star.com, Indonesia – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya resmi membatalkan dua turnamen kelompok umur sekaligus. Dua turnamen itu adalah Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19.

Kedua turnamen tersebut sejatinya akan berlangsung tahun ini. Tapi pandemi covid-19 yang belum juga mereda memaksa AFC membatalkannnya.

AFC sudah menyurati PSSI. Dalam surat tersebut induk sepak bola Asia itu juga memutuskan jadwal kompetisi baru secara menyeluruh. Termasuk sepak bola wanit, futsal, serta sepak bola pantai.

Tanpa Piala Dunia, Pemain Timnas U-19 Tetap Bisa Dilirik Klub Eropa Soal Timnas U-19 Indonesia vs Barcelona, PSSI Akui Alot
pssi.org

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menerima keputusan AFC. Dia juga menilai penundaan bisa dimanfaarkan tim untuk mempersiapkan diri.

“Kita menghormati keputusan ini. PSSI akan tunduk dan patuh terhadap apa pun keputusan AFC. Penundaan ini membuat kita punya waktu panjang untuk mempersiapkan tim U-16 dan U-19,” kata Mochamad Iriawan di laman resmi federasi,” Jumat (15/1/2021).

Kendati demikian, AFC belum menentukan tanggal pasti kapan Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19 bergulir lagi. Yang jelas mereka akan menyelenggarakannya pada 2023 dengan kelompok umur berbeda, yakni AFC U-20 dan AFC U-17.

Walaupun mengalami pengunduran selama dua tahun, jatah tuan rumah tetap dimiliki oleh Uzbekistan dan Bahrain.

Ini bukan kali pertama kompetisi yang melibatkan timnas Indonesia kelompok umur mengalami pembatalan. Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong juga dibuat pasrah dengan pembatalan Piala Dunia U-20.

Sama halnya dengan Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19, Piala Dunia U-20 juga ditunda hingga 2023 mendatang. Indonesia tetap menjadi tuan rumah pada ajang paling bergengsi dunia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Piala Dunia U-20 2021 Batal, Pemain Timnas U-16 Indonesia Girang

Piala Dunia U-20 2021 Batal, Pemain Timnas U-16 Indonesia Girang 28

Football5Star.com, Indonesia – Dibatalkannya Piala Dunia U-20 2021 membuat Pemain Timnas U-16 Indonesia, Athallah Araihan, girang. Dia menyebut kalau ini bisa menjadi kesempatan emas dan langka.

Seperti diketahui, Piala Dunia U-20 secara resmi dibatakan oleh FIFA karena pandemi COVID-19. Turnamen bergengsi dunia dalam usia muda itu dibatalkan tahun depan dan dilongkap menjadi edisi 2023. Jelas, akan banyak pemain Timnas U-19 saat ini yang tak bisa membela panji Garuda.

Nah, para pemain Timnas U-16 Indonesia saat inilah yang jadi generasi selanjutnya buat Piala Dunia U-20 2023. Athallah Araihan mengaku kalau hal ini menjadi salah satu kesempatan emas buatnya dan rekan-rekannya di Timnas U-16.

“Menurut saya sih, ya ini kesempatan emas buat saya dan teman-teman. Jarang-jarang pemain sepak bola Indonesia punya kesempatan main di Piala Dunia,” ungkap Athallah Araihan, saat dihubungi awak media.

Namun demikian, Athallah mengaku kalau saat ini belum mau membidik terlalu jauh ke 2023. Karena di depan mata, dia dan rekan-rekannya di Timnas U-16 Indonesia bakalan menghadapi Piala Asia.

“Yaa saya sih bersyukur, dan tetap fokus Piala Asia dulu. Karena Timnas U-16 masih ada event yang menurut saya penting juga. Jadi, ya fokus untuk Piala asia, selesai itu baru saya dan teman-teman fokus agar bisa bermain di Piala dunia. Semoga saja diberi kelancaran sampai waktunya nanti,” pungkas Athallah Araihan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Kanada Sudah Anggap Timnas U-16 Indonesia Rumah Kedua

gamespool
Pemain Keturunan Kanada Sudah Anggap Timnas U-16 Indonesia Rumah Kedua 33

Football5star.com Indonesia – Victor Jonson Benjamin Dethan menjadi pemain keturunan kedua yang bergabung ke dalam pemusatan latihan timnas U-16 Indonesia. Meski masih baru, pemain blasteran Indonesia-Kanada itu sudah menganggap timnas U-16 sebagai rumah kedua.

Seperti diberitakan sebelumnya, timnas U-16 Indonesia mulai membuka pintu lebar-lebar untuk pemain keturunan. Setelah sebelumnya ada Ronaldo Joybera Kwateh, kini pelatih Bima Sakti kedatangan Victor Jonson Benjamin Dethan.

Victor Jonson Benjamin Dethan timnas U-16 Indonesia 2 - pssi
pssi.org

Sama seperti Ronaldo yang bermain untuk Persib Bandung, Victor juga produk sepak bola dalam negeri. Pemain sayap kanan itu didikan akademi PSM Makassar. Victor memiliki darah Indonesia berasal dari ayahnya yang asli Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara sang ibu merupakan orang Kanada.

Victor bergabung sejak tim melakukan pemusatan latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada 6 Desember 2020. Sebetulnya dia sudah mendapat panggilan ke Timnas U-16 Indonesia pada Januari lalu. Namun, saat itu dia tidak bisa bergabung karena cedera.

“Aku nyaman berada di sini. Ini merupakan rumah kedua bagiku di sepak bola, tentu setelah klub aku. Semua di sini menyambut dengan tangan terbuka, tapi juga diperlakukan sama seperti yang lain,” kata Victor Jonson Benjamin Dethan, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Victor Jonson Benjamin Dethan timnas U-16 Indonesia - pssi

Victor mengaku tak kesulitan beradaptasi dengan rekan-rekan baru di timnas U-16. Dia juga mengaku tak kesulitan menghadapi latihan berintensitas tinggi dari pelatih Bima Sakti.

“Aku sudah terbiasa dan akrab serta bisa berbaur dengan teman-teman lain. Apalagi dalam tim, kami diatur juga saat makan dan tidurnya,” urai dia menceritakan soal peraturan partner tidur dan makan yang dirotasi. Tujuannya agar bisa saling kenal dan berteman baik dengan yang lain.

“(Latihan) intensitasnya juga tinggi, namun aku tidak masalah dan masih bisa mengikutinya,” sebut dia memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Setelah Ronaldo, Timnas U-16 Indonesia Kedatangan Satu Pemain Keturunan Lagi

gamespool
Setelah Ronaldo, Timnas U-16 Indonesia Kedatangan Satu Pemain Keturunan Lagi 38

Football5star.com Indonesia – Timnas U-16 Indonesia tampaknya mulai membuka pintu lebar-lebar untuk pemain keturunan. Setelah sebelumnya ada Ronaldo Joybera Kwateh, kini pelatih Bima Sakti kedatangan pemain keturunan lainnya, Victor Jonson Benjamin Dethan.

Sama seperti Ronaldo yang bermain untuk Persib Bandung, Victor juga produk sepak bola dalam negeri. Pemain berposisi sayap kanan itu merupakan didikan akademi PSM Makassar.

Victor Jonson Benjamin Dethan & Ronaldo Joybera Kwateh timnas U-16 Indonesia - pssi
pssi.org

Victor bergabung sejak tim melakukan pemusatan latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada 6 Desember 2020. Sebetulnya dia sudah mendapat panggilan ke Timnas U-16 Indonesia pada Januari lalu. Namun, saat itu dia tidak bisa bergabung karena cedera.

Berbeda dengan Ronaldo Joybera Kwateh, yang memiliki darah Liberia dari sang ayah dan Indonesia dari ibunya. kalau Victor Jonson Benjamin Dethan, darah Indonesia ustru berasal dari ayahnya. Sementara sang ibu merupakan orang Kanada.

Victor Jonson Benjamin Dethan timnas U-16 Indonesia 2 - pssi
pssi.org

“Ayahku asli Kupang, NTT (Nusa Tenggara Timur), sedangkan Ibuku berasal dari Kanada. Aku lahir di Kupang dan tinggal di Malang,” bilang Victor Jonson Benjamin Dethan, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Victor berharap selama pemusatan latihan di Yogyakarta dia bisa memikat hati pelatih Bima Sakti dan bertana di skuat timnas U-16 Indonesia.

“Tentu dengan kerja keras, aku akan memberikan segenap kemampuan sepak bolaku di tim ini. Aku berharap bisa terus dipanggil dan memperkuat timnas U-16 untuk membela Indonesia di turnamen mendatang,” bilang dia memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kasus Indisipliner Seniornya Tak Boleh Dicontoh oleh Pemain Timnas U-16

Kasus Indisipliner Seniornya Tak Boleh Dicontoh oleh Pemain Timnas U-16 42

Football5Star.com, Indonesia – Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, berharap pemain Timnas U-16 Indonesia selalu disiplin dan tak contoh seniornya yang sempat dicoret. Hal itu saat dia memberikan semangat kepada pasukan Bima Sakti di Yogyakarta.

Saat ini, Timnas U-16 Indonesia memang sedang menggelar pemusatan latihan (TC) di sana sudah sejak 6 Desember. TC mereka sendiri nanti akan berakhir di tanggal 23 Desember 2020.

Mochamad Iriawan sendiri mengaku selalu memantau perkembangan skuat Garuda Muda. Dia juga selalu mendapatkan laporan terkait latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu.

Masih Banyak Kekurangan di Timnas U-16 Indonesia

“Timnas U-16 sedang melakukan pemusatan latihan di Yogyakarta, saya terus memantau dan mendapatkan laporan mengenai latihan mereka disana. Sejauh ini berjalan dengan lancar. Kemarin juga mereka melakukan internal game, dan tercipta satu gol,” kata Mochamad Iriawan dalam laman resmi PSSI.

Ada satu hal yang diingatkan oleh Iriawan kepada pemain Timnas U-16, yakni disiplin. Dia tak mau para pasukan Bima Sakti itu mencontoh beberapa seniornya yang sempat dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena kasus indisiplner.

“Kami ingin pemain terus menanamkan sikap disiplin dalam berlatih. Tingkatkan mental agar punya semangat bertarung yang tinggi dan terus terapkan protokol kesehatan. Selamat berjuang dalam TC, saya yakin tim ini bisa membanggakan, karena mereka hadir sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di Piala Asia U-16,” tutup Iriawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-16 Indonesia Sudah Siap Betul: Tinggal Lihat Lawannya Saja!

Timnas U-16 Indonesia Sudah Siap Betul: Tinggal Lihat Lawannya Saja! 46

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-16 Indonesia sudah sangat siap tempur setelah menjalani serangkaian persiapan. Fisik mereka pun disebut-sebut sudah mengalami peningkatan secara pesat.

Memang, anak asuh Bima Sakti itu sudah beberapa kali menggelar pemusatan latihan. Dari mulai di Bekasi, sampai kini melakoni TC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta. Pelatih fisik tim, Gilang Ramadhan, senang dengan perkembangan para pemain.

“Kondisi anak-anak Timnas U-16 selama TC saya bilang luar biasa perkembangannya. Sebenarnya kita tinggal tunggu melihat lawannya saja. Kalau internal game, kita kan tahu lawannya,” ungkap Gilang dalam laman resmi PSSI.

bima sakti Masih Banyak Kekurangan di Timnas U-16 Indonesia

“Kondisi fisik mereka lagi naik, karena kita juga sudah beberapa kali treatment latihan endurance, speed sama latihan strength. Jadi kita seminggu itu selalu ada latihan tiga item tersebut,” sambung dia.

Sementara itu, pelatih kepala tim, Bima Sakti, menyebut kalau memang latihan di Jogjakarta sangat bnerartibuat Timnas U-16 Indonesia. Banyak hal yang kini bisa dipelajari oleh pasukannya.

“Seminggu sudah kami latihan semua progres, dari Senin hingga Sabtu, kami mengadakan internal game. Dari sana kita bisa melihat hal-hal yang perlu dipelajari lagi dan dibenahi, dengan menonton rekaman video,” papar Bima.

Dari segi penguasaan bola, Bima menyebut, pemain Timnas U-16 sudah mulai bagus. Saat bertahan juga sudah kelihatan, jarak antara pemain belakang, tengah dan depan semakin baik.

“Hal yang perlu kita benahi adalah transisi, ini terus kita perbaiki saat dari dua laga uji coba melawan UEA (Uni Emirat Arab). Terutama saat transisi negatif (dari menyerang ke bertahan),” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Masih Banyak Kekurangan di Timnas U-16 Indonesia

Masih Banyak Kekurangan di Timnas U-16 Indonesia 50

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bima Sakti menilai kalau skuat Timnas U-16 Indonesia masih memiliki banyak kekurangan. Hal itu setelah mereka melakoni pertandingan internal dalam TC Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Dalam internal game itu, Timnas U-16 Indonesia dibagi dua, yakni tim merah dan putih. Gol semata wayang yang terjadi di internal game tersebut, diciptakan oleh Aditiya Daffa Al Haqi, dari tim Putih. Bima menyebut kalau timnya terlihat masih banyak kekurangan.

“Masih banyak beberapa hal yang harus diperbaiki. Seperti komunikasi antar lini, ada sejumlah pemain yang suaranya masih tidak terdengar, sehingga ada saja kehilangan bola,” ungkap Bima Sakti dalam laman resmi PSSI.

Masih Banyak Kekurangan di Timnas U-16 Indonesia

“Ini gunanya kami adakan internal game di TC, untuk melihat sejauh mana para pemain sudah menyerap ilmu yang diberikan oleh tim pelatih. Saya rasa, kami masih harus bekerja lebih keras lagi, di sisa TC Yogyakarta, memperbaiki komunikasi, transisi, dan yang lainnya,” sambung dia.

Ada dua pemain Timnas U-16 Indonesia yang menurutnya mencolok. Mereka adalah Marcel Januar dan Aditiya Daffa. Marcel mampu melakukan koordinasi yang baik di lini belakang. “Dia juga yang suaranya terdengar sampai tempat dimana saya duduk (saat itu, Bima duduk di tribun penonton). Itu yang saya inginkan dari pemain lain,” jelas Bima Sakti.

“Kemudian Aditiya Daffa Al Haqi, dia pencetak satu-satunya gol di laga ini. Saya melihat dia tak kenal lelah berlari, mencari ruang hingga bisa cetak gol. Kredit positif untuk keduanya dan mereka berhak mendapatkan penghargaan dari kami, tim pelatih. Saya juga berharap, mereka bisa terus lebih baik,” tutup Bima Sakti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Harus Cepat Amankan Noah Gesser, Belanda Terus Merayu

PSSI Harus Cepat Amankan Noah Gesser, Belanda Terus Merayu 54

Football5Star.com, Indonesia – PSSI tampaknya harus gerak cepat andai ingin melihat Noah Gesser di Timnas U-16 Indonesia. Karena, Noah sendiri mengaku sudah masuk daftar cadangan di Timnas U-16 Belanda.

Seperti diketahui, belakangan memang nama Noah Gesser sempat ramai diperbincangkan suporter timnas. Pemain yang kini berguru di Ajax Amsterdam itu memang tengah mencuri perhatian.

Noah saat ini mengoleksi 11 gol dalam tujuh laga dan menjadi top skorer untuk Tim U-16 Ajax. Dia juga sukses mengemas tiga assist selama di sana. Nah, belakangan banyak pendukung Indonesia mendorong agar Noah Gesser dipanggil ke Timnas U-16.

Soal Noah Gesser di Timnas U-16 Indonesia, Ini Kata PSSI

Akan tetapi, PSSI tampaknya harus bergerak cepat memanggil Noah. Karena pemain berusia 15 tahun tersebut ternyata sudah beberapa kali dipanggil ke Timnas Belanda.

“Saya belum debut tapi saya pernah diundang. Setiap tahun pasti ada 4 atau 5 kali untuk seleksi ke Timnas Belanda. Itu mereka seleksi pemain yang benar-benar sesuai,” ungkap Noah Gesser dalam kanal YouTube Yussa Nugraha.

Bahkan, Noah mengakui kalau dirinya sudah masuk dalam daftar cadangan di Timnas U-16 Belanda. Pemain yang punya darah Indonesia dari sang ibunda itu juga menyebut sempat dua atau tiga kali gagal seleksi.

“Di situ saya 2 atau 3 kali enggak lolos seleksi, tapi saya masuk di standby list. Jadi kalau ada yang enggak bisa main saya bisa masuk tapi saya belum debut,” pungkas Noah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ini Asal Darah Indonesia yang Mengalir di Tubuh Noah Gesser

Ini Asal Darah Indonesia yang Mengalir di Tubuh Noah Gesser 58

Football5Star.com, Indonesia – Noah Gesser, belakangan menjadi buah bibir karena jadi salah satu pemain keturunan yang diharapkan bisa membela Timnas U-16 Indonesia. Lantas, dari mana sebenarnya darah Indonesia yang ada dalam tubuh Noah?

Seperti diketahui, belakangan memang nama Noah Gesser sempat ramai diperbincangkan suporter timnas. Pemain yang kini berguru di Ajax Amsterdam itu memang tengah mencuri perhatian.

Noah saat ini mengoleksi 11 gol dalam tujuh laga dan menjadi top skorer untuk Tim U-16 Ajax. Dia juga sukses mengemas tiga assist selama di sana. Nah, belakangan banyak pendukung Indonesia mendorong agar Noah Gesser dipanggil ke Timnas U-16. Sebenarnya, dari mana darah Indonesia Noah?

Noah Gesser tim U-16 Ajax - twitter @ajaxya

“Mamaku punya darah Indonesia. Dia dapat dari Oma dan opa. Mereka berasal dari Jakarta., Keluarga mama juga dari Indonesia. Iya mamaku 100 persen Indonesia tapi saya belum pernah tanya secara lengkap, sih,” ungkap Noah Gesser dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Yugraha.

Pemain berusia 15 tahun itu mengaku belum pernah sekalipun berkunjung ke INdonesia. Namun, sebelum pandemi COVID-19 datang, dia dan keluarga sebenarnya punya agenda untuk datang tanah air.

“Belum tapi kami berencana ke sana sebelum corona. Biasanya kami liburan ke Spanyol dan Mesir gak jauh dari sini. Kita juga pernah ke Thailand, kami tahun ini mau ke Amerika atau Indonesia,” pungkas Noah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ronaldo Bicara Soal Persib dan Timnas U-16 Indonesia

Ronaldo Bicara Soal Persib dan Timnas U-16 Indonesia 63

Football5star.com Indonesia – Seiring berakhirnya pemusatan latihan timnas U-16 Indonesia, Ronaldo Joybera Kwateh pun balik ke klubnya, Persib Bandung. Rasa syukur disampaikannya karena bisa mencicipi pengalaman bersama timnas U-16.

Selama dua pekan berlatih bersama timnas U-16 di Jakarta, Ronaldo mengaku telah mengerahkan kemampuan terbaiknya. Dia berharap performanya bisa memikat pelatih Bima Sakti.

Ronaldo Kwateh timnas u-16 Indonesia TC - pssi
pssi.org

“Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar buat saya. Enggak ada kesulitan karena sama dengan yang saya kerjakan di Persib. Sekarang saya menunggu semoga ada panggilan kedua,” kata Ronaldo, seperti dikutip Football5star.com dari laman Persib.

Selama menjalani pemusatan latihan bersama timnas U-16 Indonesia, Ronaldo mengikuti tiga game internal. Dia mencetak tiga gol dan sekali terpilih sebagai pemain terbaik.

Pemain blasteran Indonesia-Liberia itu pun berharap terpilih untuk membela timnas U-16 pada masa mendatang dalam ajang-ajang resmi. Selain itu, dia juga bertekad untuk bisa meniti karier bagus bersama Persib Bandung hingga menembus skuat utama.

Ronaldo Kwateh Akhirnya, Bima Sakti Panggil Pemain Keturunan ke Timnas U-16 Indonesia
persib.co.id

“Main untuk timnas dan Persib sudah jadi cita-cita. Malahan mungkin semua pemain pasti ingin main untuk negaranya, mudah-mudahan saya dapat panggilan lagi di TC (Training Camp) selanjutnya,” bilang dia menambahkan.

Ronaldo Joybera Kwateh menjadi pemain keturunan pertama yang dipanggil Bima Sakti guna mengikuti pemusatan latihan timnas U-16. Darah Indonesia diperoleh dari sang ibu, sedangkan Liberia merupakan negara asal ayahnya, Roberto Saydee Kwateh.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Disebut akan Membelot ke Qatar, Begini Respons Pemain Muda Indonesia

gamespool
Disebut akan Membelot ke Qatar, Begini Respons Pemain Muda Indonesia 67

Football5star.com, Indonesia – Ingat dengan kasus Andri Syahputra? Beberapa tahun lalu, nama striker asli Indonesia ini jadi sorotan karena memilih untuk membela tim nasional Qatar. Belakangan pemain muda Indonesia lainnya di Qatar, Abdurrahman Iwan disebut bakal ulangi kasus Andri.

Salah satu media Thailand, Siamsport, Kamis (19/11/2020) menyebut bahwa Qatar bakal jadi negara yang dibela oleh Abdurrahman Iwan. “Pemain jebolan Aspire Football Dream Qatar ikuti jejak pemain senior Andri Syahputra yang sebelumnya naik ke timnas Qatar U-23,”

Kasus Andri Syahputra Bakal Terulang, Pemain Muda Ini Disebut Membelot ke Qatar
Facebook Abdurrahman Iwan

“Pemain Indonesia berusia 14 tahun, Abdurrahman sebelumnya dipilih dan masuk sistem pelatihan utama tim nasional Qatar,” tulis media Thailand tersebut.

“Selanjutnya, pemain yang memiliki kebangsaan Indonesia itu akan bermain untuk timnas Qatar di masa depan. Penampilannya sangat menarik, teknik bermainnya juga sangat bagus. Ia pernah mencetak 42 gol dalam satu musim,”

Beberapa waktu lalu kepada Football5star.com, ayah Abdurrahman, Iwan Koeswanto sempat mengungkap soal perjalanan karier putranya tersebut.

Alhamdulillah Abdurrahman sampai saat ini tidak ada kendala sedikitpun dia enjoy saja di klubnya Al Wakrah SC dan di Academy Aspire Qatar,” kata Iwan.

Menurut Iwan, perkembangan sepak bola di Qatar memang sangat menunjang perkembangan kemampuan sang anak.

“Karena di sini program grassroot berjalan sangat baik sekali sesuai dengan yang diterapkan di negara-negara yang sepakbolanya maju seperti Eropa, jadi arah dan tujuannya jelas. Pembinaan usia dini tertata rapi sesuai dengan kelompok umur dan juga kompetisi di sini selalu berkelanjutan setiap musimnya,” ucapnya.

Lewat postingan di Facebook, Abdurrahman telah menyebut bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoax.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bima Sakti Belum Mau Gojlok Pemain Timnas U-16 Indonesia Dulu

Bima Sakti Belum Mau Gojlok Pemain Timnas U-16 Indonesia Dulu 71

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bima Sakti tak mau langsung menggojlok para pemain Timnas U-16 Indonesia dahulu. Sebab, mereka baru saja menjalani latihan lagi meski sesekali diberi menu taktikal.

Timnas U-16 Indonesia memulai kembali pemusatan latihan (TC) di bulan November. Sebanyak 26 pemain yang dipanggil pelatih, Bima Sakti mengikuti latihan pagi tadi di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (16/11/2020).

Kendati demikian, Bima Sakti tak mau begitu menggojlok para pemain Timnas U-16 langsung. Intinya untuk materi latihan hari ini, timnya berlatih langsung ke permainan sepak bolanya, dengan intensitas latihan tempo sedang.

Bima Sakti Belum Mau Gojlok Pemain Timnas U-16 Indonesia Dahulu
PSSI

“Alhamdulillah latihan (Timnas u-16) di hari perdana berjalan lancar. Pemain menjalankan latihan dengan baik. Fokus latihan hari ini kita bermain small side game 4 lawan 4 , 7 lawan 7 dibagi tiga tim. Kemudian terakhir game 75 m, 11 melawan 11,” kata Bima Sakti dalam laman resmi PSSI

“Intensitas latihan masih sedang, karena ini masih awal latihan setelah libur hampir 3 minggu, jadi belum banyak materi terkait taktik,” sambung Bima.

TC Timnas U-16 Indonesia akan berlangsung hingga 29 Nopvember. TC ini menjadi rangkaian persiapan skuat Garuda Asia jelang putaran final Piala Asia U-16. Timnas U-16 menjadi satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi ini.

“Sebelum mendatangkan pemain dari daerah masing-masing, sudah diinstruksikan, sesuai protokol kesehatan PSSI, bahwa setiap pemain dan ofisial harus menjalani tes swab PCR sebelum tiba di Bogor, hal ini sebagai bagian dari protokol kesehatan yang harus selalu dipatuhi,” pungkas Bima Sakti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jadi Satu-Satunya Pemain Keturunan di Timnas U-16, Ini Kata Ronaldo Kwateh

Jadi Satu-Satunya Pemain Keturunan di Timnas U-16, Ini Kata Ronaldo Kwateh 75

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu pemain keturunan, Ronaldo Kwateh, mengaku sangat berambisi ketika dipanggil ke Timnas U-16 Indonesia. Dia bersemangat untuk bisa mendapatkan satu tempat di skuat besutan Bima Sakti.

Dalam 26 pemain yang dipanggil Bima Sakti, nama Ronaldo Joybera Kwateh memang menjadi perhatian. Kwateh merupakan putra dari mantan pemain asing asal Liberia, Roberto Kwateh. Sementara ibunya asli Indonesia bernama Citra Kusumawati.

Pemain muda yang berposisi sebagai striker itu mengaku terpacu untuk membuktikan kebolehannya di depan Bima Sakti. Dia bersemangat dan mempersiapkan mentalitasnya jelang TC bersama Garuda Muda.

Sebelumnya, selama masa pandemi Covid-19, Kwateh berlatih mandiri di Bantul. Meski demikian, dia mengaku dalam kondisi prima untuk mengikuti pemusatan latihan.

Satu-Satunya Pemain Keturunan di Timnas U-16, Ini Kata Ronaldo Kwateh

“Puji Tuhan, saya dalam keadaan sehat dan kondisi terjaga dengan baik. Puji Tuhan, saya dalam keadaan sehat dan kondisi terjaga dengan baik,” ungkap Ronaldo Kwateh dikutip laman resmi Persib Bandung.

Rencananya, Timnas U-16 Indonesia bakal menggelar pemusatan latihan (TC) pada 16-29 November 2020 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. TC ini dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain guna menatap Piala Asia U-16 awal tahun depan.

“Saya sangat bersemangat mengikuti pemusatan latihan bersama timnas. Mudah-mudahan menjadi modal bagus dari segi mental sehingga selama TC bisa berjalan lancar dan tidak mengecewakan,” tutup Ronaldo Kwateh.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Noah Gesser di Timnas U-16 Indonesia, Begini Kata PSSI

Soal Noah Gesser di Timnas U-16 Indonesia, Begini Kata PSSI 79

Football5Star.com, Indonesia – PSSI buka suara soal suporter yang menginginkan agar Timnas U-16 Indonesia panggil Noah Gesser. Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut untuk saat ini memang belum ada rencana pemanggilan pemain keturunan di Timnas U-16.

Seperti diketahui, belakangan memang nama Noah Gesser sempat ramai diperbincangkan suporter timnas. Pemain yang kini berguru di Ajax Amsterdam itu memang tengah mencuri perhatian.

Noah saat ini mengoleksi 11 gol dan menjadi top skorer sementara untuk Tim U-16 Ajax. Dia juga sukses mengemas tiga assist selama di sana. Nah, belakangan banyak pendukung Indonesia mendorong agar Noah Gesser dipanggil ke Timnas U-16.

Akhirnya, Bima Sakti Panggil Pemain Keturunan ke Timnas U-16 Indonesia

Terkait hal itu, Yunus Nusi pun buka suara. Dia menyebut kalau memang semuanya diserahkan ke Bima Sakti. Namun, untuk saat ini memang belum ada rencana memanggil pemain keturunan di Timnas U-16.

“Belum, belum ada rencana (memanggil pemain keturunan) untuk timnas U-16,” kata Yunus Nusi singkat saat dihubungi Football5Star.

Noah Gesser sendiri memiliki darah Indonesia dari sang ibunda. Dia berasal dari Jawa. Sementara sang ayah merupakan warga negara Belanda.

Timnas U-16 Indonesia sendiri baru saja memanggil satu pemain keturunan. Dialah Ronaldo Joybera Kwateh yang tenaganya bakal dijajal oleh Bima Sakti. Ronaldo Kwateh merupakan putra dari mantan pemain asing asal Liveria, Roberto Kwateh. Sementara ibunya asli Indonesia bernama Citra Kusumawati.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Akhirnya, Bima Sakti Panggil Pemain Keturunan ke Timnas U-16 Indonesia

Akhirnya, Bima Sakti Panggil Pemain Keturunan ke Timnas U-16 Indonesia 83

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bima Sakti secara resmi kembali memanggil 26 pemain, termasuk satu keturunan ke Timnas U-16 Indonesia. Dia adalah Ronaldo Joybera Kwateh yang tenaganya bakal dijajal oleh Bima Sakti.

Rencananya, Timnas U-16 Indonesia bakal menggelar pemusatan latihan (TC) pada 16-29 November 2020 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. TC ini dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain guna menatap Piala Asia U-16.

Bima Sakti dalam TC Timnas U-16 Indonesia kali ini memanggil beberapa pemain baru yang akan ikut bergabung. Adapun sebagian besar pemain yang ada merupakan mereka yang sudah bergabung di pemusatan latihan sebelumnya.

“Ada beberapa pemain baru yang saya panggil pada pemusatan latihan kali ini karena tentunya ada penilaian tersendiri akan kemampuan mereka di lapangan,” kata Bima Sakti dalam laman resmi PSSI.

“Kami akan melihat bagaimana para pemain ini menerapkan instruksi saat latihan karena itu akan menjadi poin penilaian kami tim pelatih, meski kerangka tim sudah ada,” sambung dia.

Akhirnya, Bima Sakti Panggil Pemain Keturunan ke Timnas U-16 Indonesia

Salah satu yang menarik ialah kehadiran Ronaldo Joybera Kwateh dalam daftar pemain Timnas U-16 Indonesia. Dia merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia yang membela Tim U-16 Persib Bandung.

Ronaldo Kwateh merupakan putra dari mantan pemain asing asal Liveria, Roberto Kwateh. Sementara ibunya asli Indonesia bernama Citra Kusumawati.

Berikut 26 Pemain Timnas U-16 Indonesia:

  1. I Made Putra Kaicen – Bali United (Kiper)
  2. Muhammad Raufa Aghastya – Persib Bandung (Kiper)
  3. Raka Octa Bernanda – PSS Sleman (Kiper)
  4. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera (Bek)
  5. Ferre Murarri Bhayangkara FC (Bek)
  6. Kadek Arel Priyatna – Bali United (Bek)
  7. Marcell Januar Putra – Bali United (Bek)
  8. Mikael Alfredo Tata – Waana Bintuka FC (Bek)
  9. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya (Bek)
  10. Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta (Bek)
  11. Vito Ramadyzky – Persikabo (Bek)
  12. Aditiya Daffa Al Haqi -Barito Putera (Gelandang)
  13. Alfin Esa Ahmad – PPOP DKI Jakarta (Gelandang)
  14. Arkhan Fikri – Barito Putera (Gelandang)
  15. Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung (Gelandang)
  16. Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung (Gelandang)
  17. Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya (Gelandang)
  18. Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan (Gelandang)
  19. Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Cipta Cendikia (Gelandang)
  20. Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta (Gelandang)
  21. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta (Gelandang)
  22. Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam (Gelandang)
  23. Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan (Depan)
  24. Lugas Satrya Pratama – SSB Gasliko (Depan)
  25. Ronaldo Joybera Kwateh – Persib Bandung (Depan)
  26. Valeroen – Persib Bandung (Depan)

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Anak Legenda Timnas Indonesia Lolos Seleksi Garuda Select III

gamespool
Anak Legenda Timnas Indonesia Lolos Seleksi Garuda Select III 87

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola Indonesia, PSSI resmi mengumumkan 26 pemain muda yang lolos seleksi Garuda Select II. Salah satu pemain yang lolos adalah anak dari legenda timnas Indonesia.

Proses seleksi Garuda Select III digelar di Stadion Pakansari dari 27 Oktober hingga 3 November 2020.

Terdapat 130 pemain berasal dari akademi sepak bola, SSB maupun Elite Pro Academy U-16 yang mengikuti seleksi yang dipimpin langsung oleh tim pelatih Garuda Select Dennis Wise. Ketum PSSI, Mochamad Iriawan senang dengan terpilihnya 26 pemain ini. Ia berharap para pemain yang lolos seleksi bisa mendapat banyak ilmu selama pemusatan latihan di Inggris.

Anak Legenda Timnas Indonesia Lolos Seleksi Garuda Select II
pssi.org

“Ini pilihan dari tim pelatih Garuda Select yang dipimpin coach Dennise Wise. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” kata Iriawan seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi PSSI, Minggu (8/11/2020).

Dari sejumlah nama yang terpilih, terdapat nama-nama pemain muda yang sudah cukup familiar di mata publik sepak bola nasional. Salah satunya ialah Wahyu Agung Drajat Mulyono yang merupakan pemain timnas U-16 asuhan Bima Sakti.

Selain itu, ada juga nama anak dari legenda timnas, Firman Utina, Muhammad Rayhan Putra Utina yang juga lolos seleksi. Saat ini Putra Utina tersebut tercatat menjadi bagian dari tim Persija U-16.

Berikut 26 pemain yang lolos seleksi Garuda Select III:

  1. I Putu Dipa Yogi Arta – Bali United
  2. Daniel Naa – Bhayangkara U-16
  3. Bagus Nur Akmariezal – Borneo FC
  4. Dustin Pratama Bramantio – Persela U-16
  5. M. Rayhan Putra Utina – Persija U-16
  6. Ridho Syuhada Putra – PSIS U-16
  7. Hokky Caraka – PSS U-16
  8. Wahyu Agung Drajat Mulyono – Persebaya U-16
  9. I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U-16
  10. I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U-16
  11. Muhammad Iqbal Priambudi – Arema U-16
  12. Mohammad Dzulkifli Maliki – Arema U-16
  13. Ridwan Ansori – Persib U-16
  14. Kakang Rudianto – Persib Bandung
  15. M. Rafli Asrul – PSM Makassar U-16
  16. Edgard Amping – PSM Makassar U-16
  17. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara U-16 2019 / Tajimalela
  18. Frezy Al-hudaifi – Bhayangkara U-16 2019 / Astam
  19. Nevin Geraldo Kosasih – Badak Lampung U-16 2019 / Asiop
  20. Academy Roki – Gabsis Sambas (Kalimantan Barat)
  21. Krisna Sulistia Budianto – Gabsis Sambas (Kalimantan Barat)
  22. Ibnul Mubarak – Penajam Utara (Kalimantan Timur)
  23. Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna (Jakarta)
  24. Adre Arido Geovani – Bina Taruna (Jakarta)
  25. Noval Junior Iskandar – FASS Junior (Bekasi)
  26. Fernando Pamungkas – SSB Sasana Bhakti

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alasan Pelatih Timnas U-16 Turut Pantau Seleksi Garuda Select III

gamespool
Alasan Pelatih Timnas U-16 Turut Pantau Seleksi Garuda Select III 91

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-16, Bima Sakti, menjadi salah satu sosok yang turut hadir di proses seleksi Garuda Select jilid III di Stadion Pakansari sore tadi. Bima tak menutup peluang untuk mengangkut calon pemain Garuda Sleect ke timnas U-16.

PSSI dan Mola TV sudah memulai proses seleksi pemain untuk skuat Garuda Select III pada Selasa (27/10) lalu. Proses seleksi ini digelar di Stadion Pakansari, Bogor dan akan berlangsung hingga 4 November mendatang.

“Saya melihat ada beberapa yang menarik, kemungkinan saja bisa saya panggil ke timnas U-16. Banyak potensi bagus di seleksi Garuda Select jilid ketiga ini,” ungkap Bima Sakti seperti dikutip football5star dari laman resmi PSSI.

Bima Sakti - Timnas U-16 - Garuda Select - @pssi
instagram.com/pssi

Lebih lanjut, Bima mengaku cukup terkesan dengan para pemain muda yang berhasil dijaring tim Garuda Select. Ia pun berharap program ini akan terus melahirkan pemain-pemain berbakat dan terus dilanjutkan demi kepentingan timnas Indonesia.

“Setiap tahun saya lihat ada saja peningkatan serta bibit-bibit baru bermunculan dan saya berharap program ini terus berkelanjutan,” beber mantan pemain Persema Malang tersebut.

Proses seleksi kali ini diikuti oleh 130 pemain. Seluruh pemain ini merupakan peserta kompetisi Piala Soeratin U-15 dan Elite Pro Academy U-16 yang digelar beberapa waktu lalu.

Nantinya, pemain-pemain yang terpilih akan menjalani latihan di Inggris selama enam bulan. Mereka dijadwalkan akan berangkat ke Negeri Ratu Elizabeth pada awal 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Timnas U-16 Indonesia: Pemain UEA Tinggi-Tinggi!

Pemain Timnas U-16 Indonesia: Pemain UEA Tinggi-Tinggi! 95

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Timnas U-16 Indonesia, Alexandro Felix Kamuru, punya alasan rekan-rekannya kalah telak dari Uni Emirates Arab (UEA). Dia menyebut memang kalau secara postur, pemain UEA tinggi-tinggi.

Skuat besutan Bima Sakti memang tak berkutik dalam dua laga melawan UEA. Dalam laga kedua Sabtu (24/10/2020) petang waktu setempat, para pemain Timnas U-16 diberondong empat gol tanpa balas dari tuan rumah di Dubai.

Ini adalah kali kedua Timnas U-16 mengakui keunggulan UEA. Dalam laga uji coba pertsama, Rabu (21/10/2020) lalu, timnas U-16 juga kalah 2-3 dari UEA. Pemain belakang timnas U-16, Alexandro Felix Kamuru, mengatakan kalau rekan-rekan setimnya sudah berjuang.

Timnas U-16 Indonesia asuhan Bima Sakti menelan kekalahan 0-4 pada uji tanding kedua melawan timnas U-16 UEA.

Apalagi, kata dia, Garuda Muda, juga secara postur jomplang. Hal ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan dibenahi oleh anak asuh Bima Sakti.

“Untuk permainan hari ini tim kami bermain bagus tapi sayang kami belum beruntung. Kami juga kalah dari segi postur karena pemain mereka tinggi-tinggi,” ungkap Alex dalam laman resmi PSSI.

Alex yang tampil selama dua babak penuh pun ingin memperbaiki pola permainan untuk laga-laga yang akan datang. Para pemain Timnas U-16, kata dia jelas kecewa. Tapi inilah gunanya uji coba, untuk memperbaiki kekurangan skuat.

“Saya kecewa, tapi kedepannya saya bersama tim akan berusaha untuk tampil lebih baik lagi,” pungkas dia.

Setelah melakoni dua uji coba di UEA, skuat Garuda Asia kembali ke Indonesia pada Minggu (25/10) pagi waktu setempat. Rencananya para pemain dan ofisial akan diliburkan terlebih dahulu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-16 Indonesia Kalah Lagi, Bima Sakti Soroti Sisi Buruk UEA Ini

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-16 Indonesia tak menuai hasil bagus pada laga kedua melawan timnas U-16 UEA. Sabtu (24/10/2020), dengan beberapa perubahan yang dilakukan pelatih Bima Sakti, Garuda Muda takluk 4-0. Pada babak pertama saja, mereka sudah tertinggal 0-2.

Hasil ini lebih buruk dari laga sebelumnya. Pada pertemuan pertama yang berlangsung pada 21 Oktober lalu, timnas U-16 Indonesia hanya kalah 2-3. Mereka bahkan mampu dua kali unggul dan hanya kalah karena hat-trick si anak ajaib UEA, Sultan Adel Muhammad.

Mengenai kekalahan telak itu, Bima Sakti mengakui ada kelemahan di dalam tim asuhannya. Namun, dia juga menyoroti satu sisi buruk tim U-16 yang dinilainya jadi salah satu pelajaran penting yang dipetik tim asuhannya.

“Uji coba internasional ini pada kesimpulannya bagus untuk kami, artinya kami punya kesempatan untuk bertanding melawan tim Arab, bagaimana kami menjadi tahu bahwa mereka suka memancing emosi pemain,” urai Bima Sakti seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi PSSI.

Timnas U-16 Indonesia asuhan Bima Sakti menelan kekalahan 0-4 pada uji tanding kedua melawan timnas U-16 UEA.
uaefa.ae

Menurut Bima Sakti, timnas U-16 UEA juga pandai memprovokasi lawan. Selain itu mereka juga mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan dari hasil provokasi itu.

“Secara performa, anak-anak lumayan. Dalam arti mereka bermain dengan cara yang kami inginkan. Namun, tim banyak melakukan kesalahan di pertandingan, ditambah kecerdikan tim lawan pada laga tadi dengan memanfaatkan free kick sehingga menyulitkan tim kami,” ujar Bima lagi.

Dalam pandangan Bima, poin-poin tersebut jadi bahan evaluasi untuk timnas U-16 nantinya. Terutama untuk menghadapi Arab Saudi. Meskipun tak mau jadi dalih, dia mengingatkan, dua laga lawan UEA adalah uji tanding pertama Marcell Januar dkk.

Bima Sakti Tak Lakukan Rotasi Besar

Sebelum pertandingan kedua, Bima Sakti mengisyaratkan akan melakukan rotasi di timnya. Namun, hal itu ternyata tak dilakukan secara besar-besaran. Hanya ada empat nama berbeda dari saat laga pertama yang berada di starting XI. Mereka adalah kiper Raka Octa Bernanda, Vito Ramadziky, Ferre Murari, dan Aditya Daffa.

Perubahan itu ternyata tak berbuah manis. Baru 16 menit laga berjalan, gawang Raka Octa dijebol Ahmed Mohammed. Sepuluh menit kemudian, Abdulaziz Ali menggandakan keunggulan UEA. Adapun dua gol tambahan lawan dicetak Sultan Adel pada menit ke-75 dan Ali Mohammed hanya 4 menit kemudian.

Setelah menjalani dua uji tanding melawan timnas U-16 UEA, timnas U-16 Indonesia akan kembali ke tanah air. Tim asuhan Bima Sakti dijadwalkan bertolak dari Dubai pada 25 Oktober 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lagi! Aksi Anak Ajaib UEA Bikin Timnas U-16 Indonesia Babak Belur

gamespool
Lagi! Aksi Anak Ajaib UEA Bikin Timnas U-16 Indonesia Babak Belur 103

Foootball5star.com Indonesia – Timnas U-16 Indonesia gagal membalas kekalahan 2-3 dari Uni Emirat Arab (UEA). Pada uji tanding kedua, aksi anak ajaib UEA, Sultan Adel Muhammad, lagi-lagi bikin timnas U-16 babak belur dengan kekalahan lebih telak, 0-4, Sabtu (24/10/2020).

Sultan Adel Muhammad, yang disebut sebagai anak ajaib alias wonderkid UEA, memang tak lagi mencetak hat-trick seperti pertemuan pertama. Kali ini, dia cuma mencetak satu gol yang dilesakkan pada pertengahan babak kedua.

UEA (Uni Emirat Arab) vs Timnas U-16 Indonesia - uaefa-ae 4
uaefa.ae

Sebelum penyerang berusia 16 tahun itu mencetak gol keempatnya ke gawang timnas U-16, UEA sudah unggul dua gol. Gol pertama tim tuan rumah dilesakkan Ahmed Mohammed saat laga baru jalan 6 menit, disusul gol Abdulaziz Ali pada menit ke-25.

Pada pertandingan kali ini, sebenarnya pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, tak melakukan banyak perubahan. Komposisi pemain masih mirip seperti ketika kalah 2-3 pada perjumpaan pertama.

Akan tetapi, kali ini Raka Cahayana dan kawan-kawan gagal mencetak satu gol pun ke gawang UEA. Alih-alih mengejar ketinggalan dua gol pada babak pertama, gawang Garuda Asia yang kali ini dikawal Raka Okta, justru kembali bobol selepas jeda oleh Sultan Adel Muhammad.

Tak berhenti sampai di situ, timnas U-16 kian babak belur setelah UEA mencetak gol keempatnya. Gol penutup kemenangan UEA dilesakkan Ali Mohammed pada menit ke-79 .

UEA (Uni Emirat Arab) vs Timnas U-16 Indonesia - uaefa-ae 1
uaefa.ae

Bagi Sultan Adel Muhammad, satu gol tambahan ke gawang timnas U-16 Indonesia bermakna spesial. Bagaimana tidak, kini dia sudah mencetak 8 gol dari delapan pertandingan terakhirnya bersama UEA.

Empat gol di antaranya dihasilkan dalam dua perjumpaan dengan Garuda Asia. Hat-trick pada laga pertama dan sebiji gol pada perjumpaan kedua.

Sementara bagi timnas U-16 Indonesia, dua uji tanding melawan UEA dijadikan pelajaran berharga jelang event akbar yang akan dihadapi. Pasalnya pada tahun depan, anak asuh Bima Sakti akan berpartisipasi di ajang AFC U-16 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mengenal Sultan Adel yang akan Uji Lagi Timnas U-16 Indonesia

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-16 Indonesia akan kembali menjalani uji tanding melawan timnas U-16 UEA, Sabtu (24/10/2020). Satu sosok yang dipastikan kembali jadi ujian berat tentu saja Sultan Adel Muhammad. Rabu lalu, dia mencetak hat-trick yang membuat tim asuhan Bima Sakti kalah 2-3.

Pada uji tanding pertama, timnas U-16 Indonesia seharusnya meraup kemenangan andai tak ada Sultan Adel di kubu lawan. Anak-anak asuh Bima Sakti sempat dua kali unggul lewat gol dari Raka Cahyana Rizky dan Muhammad Attalah Araihan. Namun, dua kali Adel membuat kedudukan jadi imbang. Dia pula yang akhirnya mencetak gol kemenangan tuan rumah.

Siapakah sosok Sultan Adel Muhammad ini? Berikut ini, Football5Star.com berhasil menghimpun beberapa fakta menarik mengenai pemain kelahiran 4 Mei 2004 tersebut.

Serial Killer Timnas U-16 UEA

Sultan Adel Muhammad mencetak hat-trick saat lawan timnas U-16 Indonesia.
uaefa.ae

Sultan Adel Muhammad adalah sosok striker yang sangat diandalkan pelatih Majed Salem di timnas U-16 UEA. Dia termasuk striker subur dan tergolong serial killer yang dapat diandalkan mencetak gol dalam beberapa laga secara beruntun.

Jika dirunut, timnas U-16 Indonesia adalah tim kelima secara beruntun yang dijebol Adel. Sebelumnya, dia secara berturut-turut menjebol gawang timnas U-16 Oman, Al-Nasr, Ajman, dan Sharjah. Keempat tim itu sama-sama sekali dijebol sang striker belia.

Sebelumnya, pada September tahun lalu, Adel berturut-turut mencetak gol saat tim asuhan Majed Salem menghadapi Uzbekistan, Irak, Kirgistan, dan Lebanon. Tiga laga terakhir adalah pada Kualifikasi Piala Asia U-16.

Total, Sejak September 2019, Sultan Adel mengoleksi 11 gol dari 11 pertandingan yang dijalani tim U-16 UEA, termasuk saat uji tanding dengan klub lokal. Dari 11 lawan itu, dia gagal mencetak gol pada laga pertama lawan Uzbekistan dan Oman.

Anak Eks Pemain Timnas UEA

Sultan dan Muhammad adalah anak Adel Muhammad.
albayan.ae

Kepiawaian Sultan Adel di lapangan hijau tak terlepas dari asal-usulnya. Dia adalah anak eks pemain timnas UEA, Adel Muhammad. Pengalaman termanis Adel Muhammad adalah pada Piala Teluk 1998. Saat laga pembuka, dia mencetak gol ke gawang tuan rumah, Bahrain.

Selain Sultan Adel, ada satu lagi anak Adel Muhammad yang juga menekuni sepak bola. Namanya Muhammad Adel yang sekarang membela tim U-18 Al Ittihad Kalba. Namun, menurut sang ayah, Sultan adalah yang paling mirip dengan dirinya semasa berjaya dulu.

“Sultan yang bermain untuk tim junior dan tim U-17 Al Ittihad Kalba paling mendekati permainan saya. Dia bagus bermain sebagai striker dan bek kiri. Posisinya itu juga mirip dengan saya dulu,” kata Adel Muhammad seperti dikutip Football5Star.com dari Al Roeya.

Baru Debut dengan Tim Senior Klubnya

Meskipun belum genap berumur 17 tahun, Sultan Adel sudah mendapatkan kepercayaan besar di klubnya, Al Ittihad Kalba. Pada 8 Oktober lalu, dia resmi menjalani debutnya di Arab Gulf Cup. Dia dipromosikan ke tim senior setelah gemilang bersama tim junior.

Momen bersejarah itu dilakoni Adel saat Al Ittihad Kalba menghadapi Al Jazira. The Tigers memenangi laga itu dengan skor 2-1 dan Adel turun selama 16 menit. Dia dimasukkan pada menit ke-74 oleh pelatih Jorge da Silva untuk menggantikan kapten Mansour Al Balushi.

Dipercaya Bela Timnas U-19 UEA

Sultan Adel Muhammad tampil apik saat timnas U-16 UEA menjalani Kualifikasi Piala Asia U-16.
albayan.ae

Kiprah Sultan Adel Muhammad di timnas UEA juga mulus. November tahun lalu, dia bahkan direkrut ke timnas U-19 UEA oleh pelatih Ferdo Milin. Dia masuk skuat saat menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19. Dalam tiga laga, dia diberi kesempatan bermain pada dua laga di antaranya.

Adel diturunkan Milin saat timnas U-19 UEA menang 4-0 atas Nepal. Sang striker dimasukkan pada menit ke-82 dengan menggantikan Eisa Khalfan. Hal serupa dialami kala melawan Kirgistan. Kali ini, Adel menggantikan Saif Obaid saat pertandingan tinggal bersisa 10 menit.

Pemanggilan Sultan Adel ke timnas U-19 UEA tak terlepas dari performa apiknya bersama timnas U-16 UEA. Pada September 2019, dia berperan besar membawa UEA meraup kemenangan atas Irak, Kirgistan, dan Lebanon pada Kualifikasi Piala Asia U-16. Dia selalu mencetak gol dalam tiga laga itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kalah dari UEA, Pemain Timnas U-16 Indonesia Disuruh Main Voli

gamespool
Kalah dari UEA, Pemain Timnas U-16 Indonesia Disuruh Main Voli 112

Football5star.com Indonesia – Pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, menerapkan evaluasi menyusul kekalahan 2-3 dari Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (22/10/2020). Salah satunya dengan menyuruh anak asuhnya bermain voli sebagai proses pemulihan.

Latihan pemulihan berlangsung kurang lebih dua jam di lapangan milik federasi sepak bola UEA, Dubai. Para pemain timnas U-16 dibagi menjadi dua kelompok oleh Bima Sakti. Mereka yang bermain selama 90 menit penuh dan yang baru diturunkan usai babak pertama berakhir.

Timnas U-16 Indonesia  UEA, Bima Sakti
pssi.org

“Hari ini pemain dibagi menjadi dua kelompok. Beberapa pemain yang turun penuh pada laga kemarin diminta pemulihan dengan bermain voli. Sedangkan, pemain pengganti serta yang belum bermain dipisah dan diberikan materi menyangkut finishing dan shooting,” ungkap Bima Sakti, seperti dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Serupa diterapkan di sektor penjaga gawang. I Made Putra Kaicen yang bermain 2×45 menit diberikan latihan pemulihan terpisah. Pelatih kiper Timnas U-16 Indonesia, Markus Horison, mengatakan akan melakukan rotasi pemain untuk bisa perkembangan dari kiper timnas U-16 Indonesia yang ikut ke UEA.

“Untuk uji coba ini kami membawa tiga penjaga gawang dan kemarin kita sudah lihat I Made Putra Kaicen (Cecen) bermain. Insya Allah dua kiper lain yang saya bawa akan dimainkan juga pada uji coba ini. Karena kita sekaligus melihat bagaimana perkembangan di sektor penjaga gawang,” ungkap Markus Horison.

Timnas U-16 Indonesia akan kembali bertemu UEA pada Sabtu (24/10/2020). Sebelumnya, anak asuh Bima Sakti takluk dari tuan rumah dengan skor tipis 2-3. Uji tanding ini merupakan bagian dari persiapan mengikuti Piala AFC U-16 2020 pada 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bima Sakti Janji Buktikan Kekuatan Timnas U-16 Saat Lawan UEA Lagi

Bima Sakti Janji Buktikan Kekuatan Timnas U-16 Saat Lawan UEA Lagi 116

Football5Star.com, Indonesia – Bima Sakti bertekad untuk membawa Timnas U-16 Indonesia saat dijamu Uni Emirates Arab (UEA) lagi. Apalagi, para pemain disebut Bima menunjukkan sikap yang bagus dalam laga sebelumnya.

Kekalahan 2-3 dari UEA, Rabu (21/10/2020) malam WIB sebenarnya tak terlalu buruk buat Timnas U-16 Indonesia. Apalagi, ini menjadi partai perdana mereka sepanjang 2020 dan langsung digelar di kandang lawan.

Terlebih, pasukan Bima Sakti itu sempat unggul dua kali dalam partai itu. Hal ini tentunya menjadi modal berharga mereka menatap laga selanjutnya. Dalam uji coba selanjutnya di Stadion Diab Awana, 24 Oktober mendatang, Bima berjanji kalau anak asuhnya akan mencoba meraih kemenangan.

Timnas U-16 Indonesia Di-comeback UEA, Bima Sakti Justru Senang

“Kami masih ada 2 hari persiapan melawan mereka lagi. Secara umum pemain sudah berjuang dan kasih terbaik, meski ada kurang fokus di beberapa momen. Semoga di laga berikutnya performa pemain lebih baik,” ungkap Bima Sakti dalam laman resmi PSSI.

Laga melawan UEA sendiri dijadikan Timnas U-16 Indonesia batu pijakan untuk meraba kekuatan calon lawan di turnamen sesungguhnya. Karena pada Piala Asia U-16 yang rencananya dihelat awal 2021 mendatang, mereka akan segrup dengan Arab Saudi, belum lagi Jepang dan China.

“Cuma memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Seperti kedisiplinan dalam menempati posisi masing-masing dan komunikasi antarpemain,” tutup Bima.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-16 Indonesia Di-comeback UEA, Bima Sakti Justru Senang

Timnas U-16 Indonesia Di-comeback UEA, Bima Sakti Justru Senang 120

Football5Star.com, Indonesia – Bima Sakti mengaku senang dengan aksi pemain Timnas U-16 Indonesia meski kalah 2-3 dari Uni Emirates Arab (UEA), Rabu (21/10/2020) malam WIB. Sebab, para pemainnya bermain tak buruk dan mampu memberikan perlawanan.

Dalam partai tersebut, sebenarnya pasukan Bima Sakti unggul cepat atas UEA. Timnas U-16 Indonesia sukses mencetak gol saat laga baru berjalan empat menit melalui Raka Cahyana Rizky.

Sultan Adel Muhammad kemudian menyamakan kedudukan menit ke-25. Sebelum Attalah Araihan membuat Indonesia unggul 2-1 pada paruh pertama. Tetapi, Sultan Aden Muhammad menjadi bintang dalam laga ini pada paruh kedua dengan menambah dua gol lagi menit 52′ dan 74′, menggenapkannya menjadi hat-trick.

bima sakti-indonesia-piala aff 2018

Hasil itu sebenarnya tak terlalu buruk buat Timnas U-16 Indonesia. Apalagi, ini menjadi partai perdana mereka sepanjang 2020 dan langsung digelar di kandang lawan. Bima Sakti mengapresiasi anak asuhnya yang memberikan perlawanan berarti.

“Alhamdulillah permainan sudah banyak mengalami progres. Mulai dari segi permainan, chemistry pemain, taktik saat defend, transisi, sudah kelihatan lumayan,” bilang Bima Sakti usai pertandingan.

Timnas U-16 dijadwalkan dua kali meladeni perlawanan UEA. Setelah ini, mereka akan kembali melawan UEA U-16 di Stadion Diab Awana, 24 Oktober mendatang.

“Secara umum pemain sudah berjuang dan kasih terbaik, meski ada kurang fokus di beberapa momen,” tutup Bima Sakti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bikin Hat-Trick ke Gawang Timnas U-16, Bocah Ajaib UEA Diguyur Bonus

Bikin Hat-Trick ke Gawang Timnas U-16, Bocah Ajaib UEA Diguyur Bonus 124

Football5Star.com, Indonesia – Bocah ajaib Uni Emirates Arab (UEA), Sultan Adel Muhammad, langsung diguyur bonus usai cetak hat-trick ke gawang Timnas U-16 Indonesia. Bonus itu datang dari klub sang pemain, Ittihad Kalba Football Club.

Sultan Adel memang benar-benar jadi mimpi buruk Garuda Asia. Pasukan Bima Sakti sebenarnya mampu dua kali unggul atas UEA berkat gol Raka Cahyana Rizky dan Attalah Araihan.

Akan tetapi Sultan Adel bikin UEA comeback dengan catatan tiga golnya. Aksi cemerlang sang pemain bikin Ittihad Kalba FC girang. Bahkan, Presiden Ittihad, Ali Kanoo, mengguyur Adel dengan bonus.

“Ali Kanoo, telah menginstruksikan untuk menghormati pemain yang sedang naik daun, Sultan Adel, atas kecemerlangannya bersama timnas muda UEA. Dia mencetak tiga gol dalam pertandingan persahabatan melawan tim nasional Indonesia,” tulis media UEA, Sharjah.

Hat-trick Anak Ajaib UEA Bikin Timnas U-16 Bertekuk Lutut di Dubai

“Keputusan (memberi bonus) itu datang sebagai dorongan bagi pemain untuk terus bersinar, dan menjadi pendorong bagi rekan satu timnya untuk bersinar,” sambung berita itu.

Sultan Adel memang belakangan disebut-sebut sebagai bocah ajaib UEA. Dia memang sudah sejak sebelum pertandingan menjadi ancaman buat Garuda Asia.

Berdasarkan enam partai terakhir, Sultan Adel Muhammad tercatat sudah membuat empat gol, baik ke gawang Irak, Kirgistan, Oman, dan Uzbekistan. Berarti dalam tujuh partai terakhir, dia menyumbang tujuh gol buat UEA U-16.

Timnas U-16 Indonesia sendiri dijadwalkan dua kali meladeni perlawanan UEA. Setelah ini, mereka akan kembali melawan UEA U-16 di Stadion Diab Awana, 24 Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]