Udinese vs Juventus: Sepasang Blunder Fatal Wojciech Szczesny

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Wojciech Szczesny menjadi penyebab kegagalan Juventus meraih tiga poin di markas Udinese pada Senin (23/8) dinihari WIB. Sepasang blunder fatal Szczesny membuat laga Udinese vs Juventus berakhir dengan skor sama kuat, 2-2.

Menyandang status tim unggulan, Juventus tak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru tiga menit laga berjalan, Dybala berhasil menjebol gawang kawalan Marco Silvestri setelah menerima umpan kiriman Rodrigo Bentancur.

Dua puluh menit berselang, Bianconerri berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini, Dybala berperan sebagai kreator setelah umpan panjangnya diselesaikan dengan baik oleh Juan Cuadrado.

Udinese vs Juventus - Wojciech Szczesny - Reuters
Reuters

Unggul dua gol, Juventus tak puas dan tetap menekan lini belakang Udinese. Meski sempat mendapat beberapa peluang, Bianconerri gagal memperlebar keunggulan dan skor 0-2 tak berubah hingga babak pertama usai.

Udinese mengawali babak kedua dengan intensitas serangan tinggi. Pada menit ke-50, Udinese mendapat hadiah penalti setelah Tolgay Arslan dijatuhkan Wojciech Szczesny di kotak terlarang. Roberto Perreyra yang menjadi algojo sukses menjalankan tigasnya dengan baik.

Dua menit setelah gol Perreyra, Alvaro Morata hampir memperlebar keunggulan Juventus. Namun, sundulan Morata yang memanfaatkan umpan silang Alex Sandro digagalkan tiang gawang Silvestri.

Udinese vs Juventus - Paulo Dybala - @juventusfcen
twitter.com/juventusfcen

Pada menit ke-65, giliran Bentancur yang hampir memperlebar keunggulan Juventus. Akan tetapi, sepakan kerasnya dari luar kotak penalti hanya mampu membentur mistar gawang Udinese.

Asyik menyerang, Juventus malah kembali kecolongan. Pemain pengganti, Stefano Okaka berhasil mencuri bola dari kaki Szcesny. Lalu, bola jatuh ke kaki Gerard Deulofeu yang tanpa kesulitan berhasil menjebol gawang yang ditinggalkan Szczesny.

Di masa injury time, Juventus berhasil mencetak gol ketiganya melalui sundulan Cristiano Ronaldo. Namun, wasit menganulir gol ini karena Ronaldo berada dalam posisi off-side ketika menanduk umpan sundulan Federico Chiesa. Skor 2-2 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN UDINESE VS JUVENTUS:

Udinese: 1-Marco Silvestri; 50-Rodrigo Becao, 17-Bram Nuytinck, 3-Samir; 16-Nahuel Molina, 5-Tolgay Arslan, 11-Wallace, 6-Jean-Victor Makengo (10-Gerard Deulofeu 57′), 13-Destiny Udogie (19-Jens Styger Larsen 57′); 37-Roberto Perreyra; 23-Ignacio Pussetto

Pelatih: Luca Gotti

Juventus: 1-Wojciech Szczesny; 6-Danilo, 4-Matthijs de Ligt, 19-Leonardo Bonucci, 12-Alex Sandro; 30-Rodrigo Bentancur (27-Manuel Locatelli 90′), 8-Aaron Ramsey (3-Giorgio Chielllini 59′), 20-Federico Bernardeschi (44-Dejan Kulusevski 60′); 11-Juan Cuadrado (22-Federico Chiesa 74′), 9-Alvaro Morata (7-Cristiano Ronaldo 60′), 10-Paulo Dybala

Pelatih: Massimiliano Allegri

Kartu Kuning: Wallace 74′ – Szczesny 50′, Kulusevski 88′, Ronaldo 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Klub Serie A Ini Benarkan 3 Pemainnya Tak Percaya Vaksin

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Vaksin jadi senjata utama dalam melawan covid-19. Seluruh negara di dunia kini terus mempercepat vaksinasi.

Para pesepak bola juga mendapat jatah vaksin daari klub maupun federasi setempat. Seperti yang dilakukan klub-klub Serie A yang mewajibkan skuatnya divaksin.

Akan tetapi tidak semua pemain percaya vaksin. Tiga pemain Udinese dikonfirmasi anti-vaksin dan ini menjadi keluhan Direktur Olahraga klub, Pierpaolo Marino.

Pierpaolo Marino - Liga Inggris - UEFA - Daily Mail
PA Images

“Dalam skuat saat ini di bawah suhan pelatih Luca Gotti ada tiga pemain yang menolak divaksin dari 35 pemain,” kata Marino kepada ANSA seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Jumat (23/7/2021).

“Kami memberi mereka swab setiap hari, sementara yang lain mendapatkan satu dua atau tiga kali seminggu. Para pemain kami menerima dosis pertama vaksin Mei lalu bertepatan dengan dibukanya Dacia Arena sebagai pusat vaksinasi,” ia menambahkan.

Pierpaolo Marino berharap ketiga pemain yang tak disebutkan namanya itu bisa berubah pikiran. Karena ia ingin para pesepak bola bisa jadi pemicu keinginan masyarakat Italia untuk vaksin.

“Banyak dari pemain yang divaksinasi untuk berpartisipasi dalam inisiatif public untuk mengingatkan orang-orang betapa pentingnya vaksin covid-19,” sambung direktur Udinese.

Serie A musim depan rencananya akan membuka stadion dengan kapasitas penuh. Tapi salah satu syaratnya adalah para penggemar dan pemain sudah divaksin.

Asosiasi Pemain Italia (AIC) juga telah mengirim surat terbuka. Mereka mendesak agar semua pemain di seluruh divisi mendapatkan vaksin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Transfer Rodrigo De Paul ke Atletico Segera Usai

gamespool
Transfer Rodrigo De Paul ke Atletico Segera Usai 11

Football5star.com, Indonesia – Direktur Udinese, Pierpaolo Marino, mengatakan bahwa proses kepindahan Rodrigo De Paul ke Atletico Madrid akan usai dalam waktu dekat. Namun, ia mengatakan bahwa kedua tim belum mencapai kata sepakat.

Atletico Madrid memang menjadi klub terdepan dalam perburuan tanda tangan De Paul. Los Rojiblancos dilaporkan sudah melempar tawaran sebesar 35 juta Euro plus bonus tiga juta Euro.

“Proses negosiasi antara kedua tim masih belum selesai. Tapi, kini proses negosiasi sudah mulai memasuki tahap akhir,” ujar Pierpaolo Marino dikutip football5star dari laman Football Italia.

Rodrigo De Paul - Atletico Madrid - The Sun
The Sun

Lebih lanjut, Marino memastikan Udinese tak akan menghalangi niat De Paul pindah tahun ini. Ia pun memastikan Udinese bakal mendaratkan pengganti De Paul dalam waktu dekat.

“Untuk saat ini, De Paul masih menyandang status pemain Udinese. Wajar De Paul ingin hengkang di usia 27 tahun karena ingin mencari pengalaman baru. Ketika ia hengkang, kami akan langsung mendapatkan penggantinya,” sambung Marino.

Proses kepindahan De Paul ke Atletico memang hanya menunggu lampu hijau dari Udinese. Pasalnya, sang pemain dilaporkan sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Los Rojiblancos. Kabarnya, De Paul bakal mendapatkan gaji sebesar 3,5 juta Euro per musimnya.

Atletico bukanlah satu-satunya klub yang siap mengangkut De Paul dari Udinese. Penggawa timnas Argentina itu dilaporkan juga menjadi bidikan Arsenal, AC Milan dan Leeds United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Udinese: Pesta Scudetto pada Laga Ke-3000

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan tampil digdaya pada giornata terakhir Serie A musim 2020-2021. Menjamu Udinese di stadion Giuseppe Meazza, Minggu (23/5/2021) mereka menang telak 5-1.

Sudah memastikan scudetto sejak pekan ke-34, Inter Milan sama sekali tidak mengendurkan serangan. Laga baru berusia delapan menit mereka sudah unggul lewat Ashley Young.

Udinese sempat memberikan perlawanan. Adapun Inter yang tetap dominan sudah dilanda cedera pemain. Stefano Sensi kembali jadi pesakitan dan digantikan oleh Christian Eriksen.

lautaro martinez iF2is
@iF2is

Masuknya Christian Eriksen nyatanya membawa angin segar. I Nerazzurri menambah keunggulan satu menit jelang jeda. Tendangan bebas gelandang Denmark menembus jala Udinese kawalan Juan Musso.

Kendati unggul 2-0, anak asuh Antonio Conte tidak mau memberi ampun pada tim tamu. Babak kedua berlangsung 10 menit mereka mendapat hadiah penalti setelah Marvin Zeegelaar melanggar Achraf Hakimi.

Lautaro Martinez yang maju sebagai eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya. Tidak lama setelah itu giliran Ivan Perisic yang mencatatkan namanya di papan skor. Dengan cerdik ia memanfaatkan umpan Matias Vecino.

Tenaga Inter Milan belum juga habis. Conte justru menambah amunisi baru di lini depan dengan memainkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.

Sepakan Alexis Sanchez membentur tiang gawang pada menit ke-72. Tapi bola muntah mengarah ke Lukaku yang dengan mudah mencetak gol kelima.

achraf hakimi inter milan Inter br
@Inter_br

Udinese akhirnya mencetak gol hiburan 11 menit jelang laga bubar. Handball yang dilakukan Christian Eriksen di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih.

Roberto Pereyra mencetak gol dari titik putih. Gol ini sekaligus jadi gol penutup yang tercipta di Giuseppe Meazza.

Inter Milan pun merayakan scudetto musim dengan kemenangan besar 5-1. Tidak hanya itu, laga ini juga menggoreskan tinta emas.

Ini merupakan laga ke-3000 La Beneamata di Serie A. Dan klub kota mode jadi klub pertama yang mampu menembus 3000 pertandingan liga.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic (Daniele Padelli 46’); 95-Alessandro Bastoni, 13-Andrea Ranocchia, 33-Danilo D’Ambrosio; 2-Achraf Hakimi (Ivan Perisic 57’), 8-Matias Vecino, 12-Stefano Sensi (Christian Eriksen 39’)5-Roberto Gagliardini, 15-Ashley Young; 10-Lautaro Martinez (Romelu Lukaku 57’), 99-Andrea Pinamonti (Alexis Sanchez 65’)

Pelatih: Antonio Conte

Udinese (3-5-1-1): 1-Juan Musso; 50-Rodrigp Becao, 14-Kevin Bonifazi, 3-Samir; 90-Marvin Zeegelaar (Fernando Forestier 59’), 19-Jens Stryger Larsen, 11-Walace, 10-Rodrigo de Paul (Jean-Victor Makengo 69’), 16-Nahuel Molina; 37-Roberto Pereyra; 7-Stefano Okaka Chuka (Fernando Llorente 59’)

Pelatih: Luca Gotti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pelatih Udinese Tak Ingin Inter Akhiri Musim dengan Kemenangan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Udinese, Luca Gotti menegaskan bahwa anak asuhnya tak akan membiarkan Inter Milan mengakhiri musim ini dengan meraih kemenangan. Udinese akan bertandang ke markas Inter Milan di pekan terakhir Serie A, Minggu (23/5/2021).

“Inter pantas mendapatkan gelar scudetto musim ini, tetapi Udinese akan memberikan perlawanan terbaik di lapangan,” ucap Gotti seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia.

Rodrigo de Paul - Udinese - Stopandgoal
Sportlens

“Saya berniat untuk menurunkan susunan pemain paling kompetitif yag saya miliki saat ini. Bram Nuytinck mencoba berlatih pada Kamis, tetapi kami menyadari itu tidak mungkin baginya untuk bermain. Jadi dia tidak masuk skuat,” tambah Gotti.

Melawan Inter, Udinese memiliki capaian tersendiri. Udinese menjadi salah satu tim yang mampu membuat Inter tak bisa mencetak gol.

“Kami mencapai itu berkat kinerja tim yang hebat dan itulah yang ingin kami lakukan nanti di lapangan. Inter telah terbiasa melawan kami dengan cara itu dan kami akan terus menunjukan hal tersebut,” ungkap Gotti.

Udinese saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen Serie A. Menurut Gotti, capaian itu tentu mengecewakan dan ia ingin di musim depan, Udinese mampu merai hasil lebih baik.

“Kami memiliki awal yang buruk untuk musim ini dan seharusnya kami setidaknya bisa meraih 10 poin lagi. Jadi sangat mengecewakan bahwa kami tidak dapat finis di papan tengah klasemen. Kami berharap lebih baik pada musim depan,”

“Kami memang mencapai tiga tujuan yaitu mengamankan dari degradasi, melakukan pertandingan tanpa kesulitan dan tentu saja memberikan kesempatan untuk pemain muda,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Giampaolo Pozzo Sesumbar Bawa Udinese ke Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Selama beberapa tahun terakhir Udinese selalu berjuang dari zona degradasi. Tapi di masa depan klub milik Giampaolo Pozzo ingin memperjuangkan tempat di Liga Champions.

Kendati selama ini berstatus klub semenjana, Udinese sejatinya pernah memeriahkan Liga Champions. Musim 2005-2006 mereka pernah tampil di sana. Saat itu tim masih dilatih Luciano Spalletti dan memiliki pemain seperti Vincenzo Iaquinta, Vincent Candela, hingga Antonio Di Natale.

Momen itulah yang ingin diulang Gianpaolo Pozzo di masa depan. Namun, ia mengakui kembali ke empat besar sangatlah berat. Terlebih persaingan di papan atas Serie A semakin sengit.

Penampilan para pemain Udinese di kandang AC Milan sangat diapresiasi Luca Gotti.
Getty Images

“Selama saya sehat saya akan terus berupaya untuk itu. Sepak bola adalah hobi saya. Liga Champions selalu menjadi tujuan yang ingin dicapai Udinese,” ujar Pozzo seperti dilansir Football italia, Sabtu (22/5/2021).

“Tapi saya tahu itu tidak akan mudah. Tapi kami akan selalu berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan itu,” sambung pria yang juga memiliki klub Inggris, Watford.

Musim ini klub yang bermarkas di Dacia Arena mengakhiri musim di urutan ke-12. Capaian ini lebih baik dari musim lalu.

Musim depan anak asuh Luca Gotti diprediksi akan menemui kesulitan lain. Sebab kapten sekaligus pemain paling berharganya, Rodrigo de Paul, terus digoda untuk pindah.

“Dia salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat selama saya di Udinese. Dia fantastis, kami berharap dia akan bertahan karena kami bersenang-senang dengannya dan saya ingin berenang-senang lagi bersamanya,” tutup Gianpolo Pozzo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Milan akan Korbankan Jens Petter Hauge Demi Rodrigo De Paul

gamespool
Milan akan Korbankan Jens Petter Hauge Demi Rodrigo De Paul 24

Football5star.com, Indonesia – AC Milan dikabarkan ikut dalam perburuan Rodrigo De Paul. Klub kota mode bahkan siap mengorbankan salah satu pemainnya.

Gazzetta dello Sport melaporkan nama Jens Petter Hauge akan dicantumkan dalam klausul kontrak kapten Udinese tersebut. AC Milan juga akan memberikan sejumlah uang untuk memperlancar negosiasi.

Disebutkan angka 30 juta euro ditambah Jens Petter Hauge akan disodorkan Milan pada Udinese. Kendati pihak Udinese belum buka suara, tawaran ini sangat menggiurkan.

rodrigo de paul - ac milan - jens petter hauge
tuttomercatoweb.com

Selain mendapatkan dana segar, klub asuhan Luca Gotti juga tidak perlu repot-repot mengeluarkan dana untuk mencari pengganti Rodrigo De Paul. Sebab ada Hauge yang bisa didapuk sebagai suksesor.

Situasi bintang Argentina di Dacia Arena memang tidak menentu. Beberapa waktu lalu De Paul mengaku ingin pindah ke klub yang lebih besar. Manajemen juga tidak keberatan melepasnya jika ada klub yang berani membayar tak kurang dari 40 juta euro.

Nama De Paul juga sudah menjadi incaran banyak klub. Mulai dari Inter Milan dan AC Milan di Italia, hingga Liverpool di Inggris.

Sementara itu, keputusan Milan mengorbankan Jens Petter Hauge tak lepas dari strategi Stefano Pioli yang jarang memberinya kesempatan main. Padahal performa pemain 21 tahun itu tidak terlalu buruk. Terbukti dia sudah mencetak lima gol dari 25 penampilan di semua ajang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese vs Juventus: Ronaldo Bawa I Bianconeri Menang Dramatis

gamespool
Udinese vs Juventus: Ronaldo Bawa I Bianconeri Menang Dramatis 27

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-34 Serie A yang mempertemukan Udinese vs Juventus. I Bianconeri menang secara dramatis 2-1 lewat brace dari Cristiano Ronaldo.

Udinese berhasil mencetak gol pada menit ke-10. Berawal dari tendangan bebas yang diumpan dengan cepat oleh Rodrigo De Paul, Nahuel Molina menerima bola dan langsung melepaskan tembakan keras ke gawang Wojciech Sczczesny.

Bianconeri mendapat peluang pada menit ke-27. Juan Cuadrado memberi umpan lambung dari tendangan penjuru dan ditanduk oleh Weston McKennie, tapi sundulannya melebar.

Beberapa menit kemudian giliran Paulo Dybala memiliki peluang lewat tendangan jarak jauh yang terdeflek salah satu pemain, namun Simone Scuffet bisa mengamankan tendangan.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Pada menit ke-51. Udinese dapat peluang Arslan melepaskan tembakan dari kotak penalti, namun tipis melebar dari gawang Juve. Udinese kembali dapat peluang pada menit ke-65, kali ini dari Stryger Larsen, tapi tendangan jarak jauhnya juga tipis melebar.

Udinese bertahan dengan sangat rapi, Juventus sama sekali tak memiliki peluang bagus, bahkan Cristiano Ronaldo sama sekali tidak berkutik.

Juventus dapat penalti pada menit ke-81. Tendangan bebas yang ditendang oleh Ronaldo mengenai tangan De Paul di kotak terlarang. Ronaldo yang menjadi eksekutor berhasil mengeksekusi tendangan.

Dramatis! Juventus berhasil comeback. Siapa lagi kalau bukan Ronaldo. Pada menit ke-89, Adrien Rabiot memberi umpan lambung ke tiang jauh dan ditanduk oleh Ronaldo masuk ke gawang Scuffet.

Laga Udinese vs Juventus berakhir dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat pertarungan untuk memperebutkan 4 besar semakin menarik dengan Juve kini berada di posisi ketiga.

Susunan Formasi Udinese vs Juventus

Udinese (3-5-1-1): 96-Simone Scuffet; 5-Rodrigo Becao, 14-Kevin Bonifazi (3-Samir), 17-Bram Nuytinck (5-Thomas Ouwejan); 16-Nahuel Molina, 10-Rodrigo De Paul, 11-Walace, 22-Tolgay Arslan (45-Fernando Forestieri), 19-Stryger Larsen; 37-Roberto Pereyra; 7-Stefano Okaka.

Pelatih: Luca Gotti.

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 13-Danilo, 4-Matthijs de Ligt, 13-Leo Bonucci, 12-Alex Sandro; 16-Juan Cuadrado (53-Felix Correia), 30-Rodrigo Bentancur, 14-Weston McKennie (25-Adrien Rabiot), 33-Federico Bernardeschi (44-Dejan Kulusevski); 10-Paulo Dybala (9-Alvaro Morata), 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Antonio Di Natale Resmi Jalani Peran Baru sebagai Pelatih

gamespool
Antonio Di Natale Resmi Jalani Peran Baru sebagai Pelatih 31

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Udinese dan timnas Italia, Antonio Di Natale menjalani peran baru sebagai pelatih. Di Natale resmi ditunjuk sebagai pelatih tim Serie C, Carrarese.

“Setelah mengadakan pembicaraan dengan beberapa pelatih, Carrarese memilih untuk menunjuk Antonio Di Natale sebagai pelatih baru kami,” bunyi pernyataan resmi klub seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Senin (12/4/2021),

antonio di natale panorama
panorama.it

Di Natale menjadi pelatih Carrarese menggantikan posisi Silvio Baldini. Saat ini, Carrarese berada di posisi ke-15 klasemen Serie C Italia.

“Seseorang dengan ketenaran sepak bola yang tak terbantahkan dan kemampuan serta keterampilan teknis yang tidak diragukan,” lanjut pernyataan Carrarese.

Di Natatle diketahui telah menjalani kursus kepelatihan FIGC pada September lalu dan masih menjalani pelatihan demi mendapatkan sertifikat kepelatihan.

“Permintaan yang sesuai akan diajukan ke Departemen teknis FIGC untuk mengizinkan Di Natale sepenuhnya untuk menjadi pelatih kepala Carrarese,”

Di Natale mengawali kariernya bersama Empoli itu tercatat membela Le Zebrette selama 12 musim, terhitung sejak musim 2004-05 hingga 2015-16. Ia mencetak 228 gol dan 65 assist dari total 445 laga di semua kompetisi bersama Udinese.

Menjadi bomber ganas di Serie A, banyak klub yang ingin datangkan Di Natale. Sejak 2010, Juventus, mencoba untuk menggoda. Namun, Di Natale dengan tegas menolaknya.

“Juventus? Tidak, terima kasih. Itu saja kata dariku. Aku suka mengatakan bahwa aku seperti (Francesco) Totti dan (Alessandro) Del Piero, aku menjadi sebuah bendera,” kata Di Natale.

Luca Gotti: AC Milan Selamat dari Kekalahan Berkat Gol Tak Sah!

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Luca Gotti, pelatih Udinese, uring-uringan setelah timnya hanya menuai hasil imbang 1-1 di kandang AC Milan pada lanjutan Liga Italia, Kamis (4/3/2021) dini hari WIB. Dia menyebut gol penalti lawan yang menyamakan kedudukan tidak sah karena sudah melewati waktu yang ditetapkan.

Pada laga yang berlangsung di Stadion San Siro, Udinese mampu unggul berkat gol Rodrigo Becao pada menit ke-68. Namun, mereka urung menang karena Milan menyamakan kedudukan pada menit ke-7 injury time lewat eksekusi penalti Franck Kessie.

Gol penalti Kessie terjadi gara-gara Jens Stryger Larsen melakukan handball di kotak penalti saat mengantisipasi umpan silang Ante Rebic. Masalahnya, menurut Gotti, insiden itu sudah melewati masa 5 menit waktu tambahan yang diberikan ofisial keempat.

“Penalti terjadi setelah menit ke-95. Prtandingan sudah berakhir 5 detik sebelumnya. Umpan silang dilepaskan pada menit 95:02,” urai Luca Gotti kepada DAZN seperti dikutip Football5Star.com dari Udineseblog. “Itu mengubah situasi sehingga sangat masuk akal bila saya marah besar.”

Gotti lantas melontarkan sindiran. Menurut dia, tak akan ada yang mempermasalahkan insiden itu karena yang dirugikan adalah Udinese. “Ini terjadi pada Udinese dan tak ada yang bicara. Namun, kami tentu saja tak bisa diam!” kata dia.

Gotti Tak Salahkan Para Pemain

Penampilan para pemain Udinese di kandang AC Milan sangat diapresiasi Luca Gotti.
Getty Images

Meskipun diliputi kekecewaan berat, Luca Gotti tetap mengapresiasi kinerja para pemainnya. Kegagalan mempertahankan keunggulan 1-0 dan kesalahan elementer Larsen memang patut disesalkan, tapi Udinese dinilai sudah menunjukkan performa apik di kandang AC Milan.

“Kami mendapatkan satu poin dan itu sangat penting di Serie A. Namun, hal terpenting adalah seluruh pemain tidak datang ke sini untuk membuat impresi bagus, tapi untuk membawa pulang poin,” ujar Gotti.

Lebih lanjut, Gotti mengungkapkan, “Sangat jelas Milan mencoba untuk meraih kemenangan dan kami terlalu sibuk bertahan pada babak pertama. Pada babak kedua, kami mengonsolidasi penguasaan bola dan mampu menyulitkan Milan.”

Hasil imbang di San Siro membuat tim asuhan Luca Gotti kini berada di posisi ke-11 classifica Serie A dengan 29 poin. Adapun Milan tetap di posisi ke-2 dengan 53 poin. Mereka kini terpaut 3 poin dari Inter Milan, sang capolista. Namun, jarak antara kedua tim bisa jadi 6 poin bila Inter menang di kandang Parma, Jumat (5/3/2021) dini hari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ditahan Udinese, Stefano Pioli Soroti Kualitas AC Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan nyaris kalah saat menjamu Udinese di San Siro, Kamis (4/3/2021) dinihari WIB. Anak asuh Stefano Pioli hanya mampu bermain imbang 1-1.

AC Milan tertinggal 0-1 hingga masa injury time. Beruntung mereka mendapat hadiah penalti setelah pemain Udinese melakukan handball di kotak terlarang. Eksekusi Franck Kessie pun berhasil menyelamatkan satu poin tuan rumah.

Usai pertandingan, Stefano Pioli kecewa dengan permainan anak asuhnya. Ia tidak melihat kualitas dan determinasi yang biasa ditunjukkan para pemain.

ac milan vs udinese-Udinese_1896
@Udinese_1896

“Kami ingin menang, tapi sayang sekali. Kami tahu akan sulit melawan tim dengan semua oang di belakang bola. Saya melihat kurangnya determinasi dan kejelasan. Ada kekurangan kualitas dan ritme, bukan kemarahan dan determinasi,” kata Pioli kepada DAZN, Kamis (4/3/2-021).

“Kami harus mendapatkan lebih banyak duel dan satu-satunya duel yang berhasil kami memnangkandi babak pertama ketika Samu memiliki peluang,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, sang pelatih juga menyoroti lubang di lini depan yang ditinggal Zlatan Ibrahimmovic. Menurutnya Rafael Leao dan Ante Rebic tak bisa berperan sebagai striker murni karena karakteristik permainan yang berbeda.

“Hari ini kami tidak punya karakteristik yang tepat untuk menghadapi jenis pertandingan ini. kami kekurangan dua penyerang murni dalam tim. Rafael Leao dan Ante Rebic memiliki karakteristik yang berbeda,” tutup Stefano Pioli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan vs Udinese: Penalti Selamatkan I Rossoneri Lagi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan kembali diselamatkan oleh penalti. Kali ini tendangan 12 pas pada masa injury time memaksa laga melawan Udinese berakhir imbang 1-1, Kamis (4/3/2021) dinihari WIB.

Pada laga ini Stefano Pioli kembali menurunkan Alessio Romagnoli di jantung pertahanan. Padahal sebelumnya ia dicadangkan dan digantikan Fikayo Tomori saat AC Milan menaglahkan AS Roma.

Tidak ada yang salah dengan permainan Milan hari ini. Mereka tetap menguasai jalannya pertandingan dan meraih beberapa peluang.

ac milan vs udinese
@Udinese_1896

Salah satu peluang terbaik didapat Rafael Leao pada pertengahan babak pertama. tapi kesalahan Nahuel Molina gagal diselesaikan dengan baik oleh Leao. Tendangan saltonya masih bisa dihalau Juan Musso yang tampil brilian.

Tidak ada gol di babak pertama membuat AC Milan meningkatkan permainan. Pun begitu dengan Udinese yang mulai berani menyerang.

Bahkan tim tamu nyaris unggul saat babak kedua berjalan tiga menit. Sundulan Ilija Nestorovski hampir saja melewati garis gawang sebelum diamankan Gianluigi Donnarumma.

Milan yang tampil menyerang nyatanya tak kunjung mendapatkan gol. Tidak adanya Zlatan Ibrahimovic membuat lini belakang kurang menggigit.

Sebaliknya, Udinese yang tampil lebih taktis mampu mengejutkan publik San Siro. Bola sepak pojok Rodrigo De Paul disambut Rodrigo Becao lewat sundulan untuk membuka keunggulan.

Tertinggal satu gol, I Rossoneri melakukan segala cara untuk mengejar ketinggalan. Tapi lagi-lagi peluang yang diperoleh Rafael Leao lewat sundulan pada menit ke-78 terbuang percuma.

Pertandingan menyisakan satu menit, Davide Calabria mencoba peruntungan lewat tendangan kerasnya. Kali ini Juan Musso tampil cekatan dengan melakukan penyelamatan.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Milan. handball yang dilakukan Jens Stryger Larsen pada masa injury time membuat wasit menunjuk titik putih.

Franck Kessie yang maju sebagai eksekutor sukses menceploskan bola dan memastikan laga berakhir imbang 1-1. Tambahan satu poin membuat AC Milan mengumpulkan 53 angka. Sementara Udinese tak beranjak dari posisi ke-11 dengan 29 poin.

Susunan Pemain:

AC Milan (4-2-3-1): 99-Gianluigi Donnarumma; 19-Theo Hernandez, 13-Alessio Romagnoli, 24-Simon Kjaer, 20-Pierre Kalulu (Davide Calabria 63’); 8-Sandro Tonali (Soualiho Meite 46’), 79-Franck Kessie; 12-Ante Rebic, 21-Brahim Diaz (Jesn Petter Hauge 63’), 7-Samu castillejo (Alexis Saelemaekers 75’); 17-Rafael Leao

Pelatih: Stefano Pioli

Udinese (3-5-1-1): 1-Juan Musso; 50-Rodrigo Becao, 14-Kevin Bonifazi, 17-Bram Nuytinck; 90-Marvin Zeegelar (Jens Stryger Larsen 71’), 22-Tolgay Arslan (Walace 71’), 6-Jan-Victor Makengo (Fernando Llorente 56’), 10-Rodrigo De Paul, 16-Mnahuel Molina; 37-Roberto Pereyra (Samir 82’); 30-Ilja Nestorovski

Pelatih: Luca Gotti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AS Roma vs Udinese: Jordan Veretout Bawa Giallorossi Salip Juventus

gamespool
AS Roma vs Udinese: Jordan Veretout Bawa Giallorossi Salip Juventus 43

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-22 Serie A yang mempertemukan AS Roma vs Udinese. Giallorossi berhasil menang 3-0 dengan Jordan Veretout berhasil mencetak brace. Kemenangan ini membuat mereka naik ke posisi ketiga menyalip Juventus yang baru saja kalah dari Napoli.

Roma mencetak gol cepat pada menit ke-4. Gianluca Mancini memberi umpan crossing kepadan Jordan Veretout yang berhasil menanduk bola dengan sempurna.

Giallorossi mendapatkan penalti pada menit ke-23. Juan Musso melanggar Henrikh Mkhitaryan di kotak terlarang. Veretout yang memang merupakan eksekutor utama Roma berhasil menendang bola dengan sempurna.

Roma kembali mencetak gol pada menit ke-28 lewat Lorenzo Pellegrini. Tapi gol dianulir VAR karena ada pelanggaran dalam build up terjadinya gol.

Babak pertama AS Roma vs Udinese berakhir dengan skor 2-0.

Udinese lebih bermain menyerang pada babak kedua dan mendapat beberapa kesempatan lewat Gerard Deloufeu dan tendangan bebas Rodrigo De Paul, tapi tak ada yang membahayakan gawang Pau Lopez.

Giallorossi dapat peluang pada menit ke-64. Leonardo Spinazzola berhasil melewati pemain dari sisi kiri sebelum memberi umpan ke Lorenzo Pellegrini, tapi sundulannya melebar.

Udinese dapat peluang emas pada menit ke-70. Bryan Cristante melakukan kesalahan fatal yang membuat bola direbut oleh Deulofeu. Mantan pemain Barcelona itu mencoba melewati Pau Lopez, tapi sang kiper mampu mendapatkan bola.

Usai sudah laga ketika Roma kembali mencetak gol lewat pemain pengganti Pedro di penghujung laga. Laga AS Roma vs Udinese berakhir dengan skor 3-0.

Susunan Pemain AS Roma vs Udinese

AS Roma (3-4-2-1): 13-Pau Lopez; 23-Gianluca Mancini, 4-Bryan Cristante, 3-Roger Ibanes’ 2-Rick Karsdorp, 14-Gonzalo Villar, 17-Jordan Veretout (11-Pedro), 37-Leonardo Spinazzola (33-Bruno Peres); 7-Lorenzo Pellegrini (42-Amadou Diawara), 77-Henrikh Mkhitaryan; 21-Borja Mayoral (9-Edin Dzeko).

Pelatih: Paulo Fonseca.

Udinese (3-5-2): 1-Juan Musso; 14-Kevin Bonifazi; 17-Bram Nuytinck, 3-Samir; 19-Jens Larsen (16-Nahuel Molino), 10-Rodrigo De Paul, 11-Walace (30-Ilija Nestorovski). 22-Tolgay Arslan (6-Jean-Victor Makengo), 90-Marvin Zeegelaar (5-Thomas Ouwejan); 9-Gerard Deulofeu, 32-Fernando Llorente (7-Stefano Okaka).

Pelatih: Luca Gotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese Siap Lepas Rodrigo de Paul, Siapa Berminat?

gamespool
Udinese Siap Lepas Rodrigo de Paul, Siapa Berminat? 47

Football5star.com, Indonesia – Direktur Udinese, Pierpaolo Marino, mengatakan bahwa timnya siap melepas Rodrigo de Paul pada bursa transfer musim panas 2021. Ia pun yakin De Paul akan bisa meraih kesuksesan bersama klub barunya.

De Paul sudah menjadi incaran klub-klub besar Eropa semenjak bursa transfer musim panas 2020. Akan tetapi, tak ada klub yang bisa memenuhi permintaan Udinese dan De Paul akhirnya bertahan bersama La Zebrette pada musim 2020-21.

“Rodrigo de Paul memiliki karakteristik permainan yang tak sangat dibutuhkan klub-klub besar Eropa,” ujar Pierpaolo Marino dikutip football5star dari laman Football Italia.

Rodrigo de Paul - Udinese - Stopandgoal
Sportlens

“Saya tentu masih ingin mempertahankan De Paul. Tapi, saya yakin De Paul akan bisa membawa klub barunya mencapai level yang lebih tinggi,” sambung Marino.

De Paul sendiri sebelumnya sudah mengungkapkan niatnya untuk tetap bertahan bersama Udinese. Ia merasa sangat nyaman tinggal di Italia Utara dan tak berniat pindah klub.

“Saya tak tahu kapan hari terakhir saya bermain untuk Udinese. Satu hal yang pasti adalah, saya akan memberikan penampilan terbaik untuk klub ini hingga hari tersebut datang.”

“Pada Januari lalu, banyak media yang berspekulasi mengenai masa depan saya. Tapi, saya langsung bertemu direktur klub dan mengatakan saya tak ingin pergi kemana-mana,” tutur De Paul.

De Paul berhasil mencuri perhatian publik Eropa berkat penampilan gemilangnya bersama Udinese dalam empat setengah tahun terakhir. Pemain timnas Argentina itu tercatat berhasil menyumbang 30 gol dan 28 assist dari 168 penampilan di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Terima Dapat Kartu Merah, Conte Terlibat Keributan di Lorong Stadion

gamespool
Tak Terima Dapat Kartu Merah, Conte Terlibat Keributan di Lorong Stadion 50

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mendapat kartu merah di menit akhir pertandingan melawan Udinese, Minggu (24/1/2021). Sebelum mendapat kartu merah, wasit Fabio Maresca mengeluarkan kartu kuning terlebih dahulu untuk Conte.

Tak terima dengan kartu kuning itu, Conte terus memaki dan membuat Maresca memberinya kartu merah. “Itu selalu kamu, Maresca, selalu dirimu. Bahkan di VAR, selalu kamu, Maresca. Kerja bagus, Maresca,” sindir Conte.

Dikutip Football5star.com dari Sky Sports, setelah peluit akhir pertandingan, Conte dilaporkan terlibat keributan dengan Maresca di lorong stadion Friuli. Di keributan ini, manajer Inter, Gabriele Oriali juga mendapat kartu merah dari Maresca.

Dalam laporan pertandingan, terjadi keributan verbal yang tidak menyenangkan antara Conte, Maresca dan Oriali. Saat mendapat protes keras dari Conte dan Oriali, Maresca meminta kubu Inter untuk bisa menerima hasil pertandingan.

“Anda harus menerimanya ketika tim Anda tidak menang,” kata Maresca.

Saat konfrensi pers usai pertandingan, Conte menjelaskan duduk perkara yang membuatnya begitu berang kepada Maresca serta insidennya di lorong ganti pemain.

“Kami memiliki ketidaksepakatan tentang jumlah waktu tambahan waktu yang diberikan,” kata Conte.

“Wasit kemudian memilih untuk mengeluarkan saya. Saya pikir empat menit tambahan waktu tidak cukup dalam situasi seperti tadi. Kemudian wasit membuat keputusannya dan kami harus menerimanya, bahkan jika kami tidak setuju dengan keputusan itu,” sambung Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese vs Inter Milan: Mandul di Friulli, Momentum ke Puncak Terbuang

gamespool
Udinese vs Inter Milan: Mandul di Friulli, Momentum ke Puncak Terbuang 54

Football5star.com Indonesia – Duel Udinese vs Inter Milan berakhir tanpa gol di Stadion Frulli, Minggu (24/1/2020). Hasil ini membuat Inter Milan gagal menggeser puncak klasemen Liga Italia meski pada saat bersamaan AC Milan kalah dari Atalanta.

Padahal, Inter Milan sebenarnya lebih diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan pada laga ini. Bagaimana tidak, I Nerazzurri berada di posisi kedua, sedangkan Udinese masih berkutat di posisi ke-14. Terpaut sangat jauh.

Inter Milan pun menggebrak sejak awal laga dan sempat mencetak gol cepat pada menit kedelapan melalui Lautaro Martinez. Akan tetapi, gol penyerang Argentina itu tak disahkan karena lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Peluang emas kembali diperoleh Lautaro Martinez pada menit ke-23 usai memanfaatkan kesalahan umpan pemain belakang Udinese. Kali ini, bola sepakan kaki kanannya masih bisa ditepis kiper Juan Musso sambil menjatuhkan badan.

Enam menit berselang, gantian Nicolo Barella yang mendapatkan kesempatan emas membuka skor. Akan tetapi, upaya Barella masih saja gagal membuahkan hasil. Bola sepakannya masih melebar dari gawang Udinese.

Pada sisa babak pertama, Inter Milan terus mencari celah untuk memecah kebuntuan. Namun, upaya anak asuh Antonio Conte belum berhasil. Duel Udinese s Inter Milan berkesudahan tanpa gol sampai babak pertama usai.

Udinese vs Inter MIlan Liga Italia Rodrigo De Paul vs Marcelo Brozovic - twitter @inter_id
Twitter @inter

Memasuki paruh kedua, Inter Milan masih coba mencari celah untuk mencetak gol pembuka. Dominasi permainan diperagakan Marcelo Brozovic dan kawan-kawan, tapi masih kesulitan menembus kotak penalti lawan.

Sementara, Udinese yang mengoptimalkan serangan cepat justru beberapa kali menebar ancaman. Salah satunya ketika bola sepakan Rodrigo De Paul pada menit ke-66 hanya sedikit melebar di sisi kanan gawang Samir Handanovic.

Perjuangan Inter Milan untuk mencetak gol terus dilancarkan pada sisa babak kedua. Akan tetapi, upaya mereka gagal total, Justru pelatih Antonio Conte yang diganjar kartu merah akibat protes berlebihan.

Laga babak kedua Udinese vs Inter Milan berkesudahan imbang tanpa gol. Hasil ini membuat Inter Milan bertahan di posisi kedua klasemen Liga Italia dengan 41 poin. Inter terpaut dua angka dari AC Milan di puncak, yang pad saat bersamaan kalah 0-3 dari Atalanta.

SUSUNAN PEMAIN UDINESE vs INTER MILAN

UDINESE (3-5-2): 1-Juan Musso; 50-Rodrigo Becao, 14-Kevin Bonifazi (Sebastien De Maio 62), 3-Samir; 19-Jens Stryger Larsen (Nahuel Molina 78), 10-Rodrigo De Paul, 22-Tolgay Arslan (Walace 33), 37-Roberto Pereyra, 90-Marvin Zeegelaar (Bram Nuytinck 78); 15-Kevin Lasagna, 9-Gerard Deulofeu (Rolando Mandragora 62)
Pelatih: Luca Gotti

INTER MILAN (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 2-Achraf Hakimi, 22-Arturo Vidal (Stefano Sensi 71), 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 15-Ashley Young (Ivan Perisic 70); 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez (Alexis Sanchez 70)
Pelatih: Antonio Conte

Wasit: Fabio Maresca

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Setelah Kalahkan Juventus, Antonio Conte Tak Mau Remehkan Udinese

gamespool
Setelah Kalahkan Juventus, Antonio Conte Tak Mau Remehkan Udinese 58

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Inter, Antonio Conte, meminta timnya tak meremehkan Udinese setelah berhasil mengalahkan Juventus pekan lalu. Conte menilai Udinese bisa membuat masalah walaupun sedang dalam performa negatif.

Inter baru saja berhasil mengalahkan Juventus 2-0 pada pekan lalu. Pekan ini mereka akan berhadapan dengan Udinese yang belum sama sekali meraih kemenangan pada tahun ini. Tentu saja di atas kertas Udinese jauh lebih mudah dikalahkan, tapi Conte tak mau meremehkan Rodrigo De Paul cs.

“Anda tidak boleh menghadapi siapa pun dengan kedangkalan di Serie A, terutama Udinese. Sebuah tim dengan fisik, dengan identitas jelas yang terstruktur dengan sangat baik,” ucap Conte seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Antonio Conte Dewi Keberuntungan Tak Bersama Kami
Eurosport

Conte melanjutkan, “Kami tidak boleh meremehkan mereka dan mempersiapkan pertandingan dengan cara sebaik mungkin. Kami melihat mereka melawan Atalanta (imbang 1-1) dan mereka bisa membuat masalah bagi semua orang.”

Tapi Conte mengakui kemenangan melawan Juventus membuat mental tim semakin bagus dan merasa Inter berada di jalan yang benar.

“Kami memainkan pertandingan hebat melawan Juventus, membuat beberapa kesalahan tapi lami memanfaatkan kelemahan mereka sebaik mungkin. Kami pantas menang, di lain waktu Juventus memainkan permainan bagus meski beberapa pemainnya cedera, kami membutuhkan performa hebat untuk menang,” kata Conte.

Antonio Conte, “Kemenangan itu memberi kami tiga poin dan membuat kami mengerti bahwa kami berada di jalur yang benar. Namun, kami sadar bahwa kami dapat melakukan lebih banyak lagi. Pertandingan ini harus memberi kami antusiasme yang kami butuhkan dan membantu kami bekerja lebih keras.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Menang Telak, Juventus Dianggap Belum Tunjukkan Performa Terbaik

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus menang telak atas Udinese. Bermain di stadion Allianz, Senin (4/1/2021) dinihari WIB anak asuh Andrea Pirlo menang 4-1.

Keempat gol Juventus dicetak oleh Federico Chiesa, Paulo Dybala, dan brace Cristiano Ronaldo. Sementara gol hiburan Udinese dibukukan Marvin Zeegelaar.

Kendati menang besar, Andrea Pirlo menganggap ini bukan performa terbaik Juve. Ia mengatakan para pemain memulai laga dengan gugup hingga membuat beberapa kesalahan.

Andrea Pirlo harus mengatasi terlalu banyaknya kartu merah yang diterima Juventus musim ini.
tuttosport

“Ini bukan performa terbaik Juventus karena kami mengalami kekalahan yang buruk dari Fiorentina. Pemain mengawali laga dengan gugup, terutama saat penyerang mereka berlari ke arah kami. Tapi semakin lama kami makin percaya diri,” kata Pirlo kepada DAZN, Senin (4/1/2021).

“Saya tidak puas dengan pendekatan di awal laga karena kami masih takut akan kekalahan terakhir dari Fiorentina. Waktu pergerakan pemain tidak tepat, terutama di sektor sayap,” ia menambahkan.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan pada laga ini adalah Paulo Dybala yang kembali mencetak gol. Hal ini pun disyukuri oleh sang pelatih. Menurutnya baik Juve dan sang pemain sama-sama membutuhkan.

“Kami membutuhkan Dybala, dia membutuhkan kami. Dia bekerja sangat bagus selama sepekan terakhir. Kami tahu selama pertandingan dia dalam kondisi fisik yang lebih baik dan kami mempertahankannya sampai akhir karena kami berharap dia mencetak gol,” imbuh Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pirlo Ultimatum Pemain Juventus Jelang Hadapi Udinese

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan menjamu Udinese di stadion Allianz, Senin (4/1/2021) dinihari WIB. Pada laga ini Andrea Pirlo tidak mau para pemainnya melakukan kesalahan yang sama seperti menghadapi Fiorentina pada laga sebelumnya.

Pada laga terakhir 2020 lalu Juventus menutup tahun dengan kekalahan. Tidak tanggung-tanggung, mereka takluk 0-3 dari Fiorentina yang notabene sedang terpuruk.

Ini pula yang membuat Andrea Pirlo mengultimatum Cristiano Ronaldo dkk. Dia tidak mau melihat permainan yang sama ketika menjamu Udinese dinihari nanti.

juventus vs fiorentina-iF2is
@iF2is

“Kami berbicara tentang pertandingan itu dan semuanya salah, dari sikap di lapangan hingga setiap detail yang terjadi. Itu adalah cara yang buruk untuk mengakhiri tahun 2020. Kami mengadakan pertemuan untuk membahas masa depan kami,” kata Pirlo kepada JTV, Minggu (3/1/2021).

“Saya tidak mau melihat penampilan seperti itu lagi. Kami sudah meningkatkan dalam banyak aspek akhir-akhir ini. Tapi saya yakin kami bisa melakukan yang jauh lebih baik lagi,” ia menambahkan.

Di sisi lain, legenda italia sadar bahwa Udinese bukan lawan yang enteng. Apalagi sang tamu dikenal punya serangan balik cepat.

“Pertandingan ini akan sangat sulit karena Udinese dalam periode yang bagus. Mereka sangat terorganisir dan berbahaya dalam serangan balik,” imbuhnya.

“Kami harus memfokuskan diri pada pencegahan pada striker mereka yang berbahaya dan gelandang yang kreatif,” tutup Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diincar Inter Milan, Rodrigo De Paul Tak Mau Paksakan Kehendak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rodrigo De Paul menjadi incaran banyak klub musim ini. Inter Milan jadi yang terdepan untuk mendapatkan bintang Udinese tersebut.

Akan tetapi kubu Inter Milan sepertinya harus lebih bersabar. Kendati membuka peluang hengkang, dia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.

Pemain asal Argentina berujar akan pindah saat waktunya sudah tepat. Apalagi dia sosok ambisius yang ingin memenangkan trofi dan tampil di Liga Champions. Tapi dia tidak mau memaksakan diri untuk meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya itu.

rodrigo de paul leeds live
Leeds Live

“Saya tipe orang yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih tinggi. Bermain di babak perempat final atau semifinal Liga Champions akan menimbulkan perasaan yang gila,” ujar De Paul seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Minggu (27/12/2020).

“Saya yakin cepat atau lambat ketika Anda bekerja dengan baik Anda mampu meraih target tersebut. Saya harus bersiap untuk momen itu. Tapi saya tidak mau memaksakan apa pun. Saya akan meninggalkan Udinese pada waktu yang tepat,” ia menambahkan.

Bukan kali ini saja Rodrigo De Paul dikaitkan dengan Inter Milan. Musim panas 2018 lalu ia juga nyaris hengkang ke Giuseppe Meazza. Tapi kesepakatan urung tercapai karena I Nerazzurri tak mampu menyanggupi banderol yang dipatok Udinese.

Dan musim ini klub asuhan Antonio Conte kembali mendekati De Paul. Tapi terwujudnya transfer ini akan bergantung pada penjualan Christian Eriksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juan Musso Akan Gantikan Samir Handanovic di Inter?

gamespool
Juan Musso Akan Gantikan Samir Handanovic di Inter? 71

Football5Star.com, Indonesia – Agen dari kiper Udinese, Juan Musso, Vicente Montes, mengkonfirmasi bahwa Inter Milan memang sedang mengincar kliennya. Namun Montes memperingatkan Inter bahwa klub Premier League dan La Liga juga mengincar Musso.

Dengan Samir Handanovic yang tahun depan akan berusia 37 tahun, Nerazzurri berusaha mencari penggantinya. Mantan kiper Inter, Gianluca Pagliuca, menginginkan kiper Cagliari, Alessio Cragno untuk menggantikannya. Namun nampaknya Inter sedang mengincari Juan Musso dari Udinese.

“Rumor tentang Inter masih terus beredar, sehingga dia dianggap sebagai penjaga gawang masa depan Nerazzurri. Saya belum berbicara dengan direktur mereka tetapi minat mereka muncul melalui agen dan orang-orang di sekitar klub,” kata Montes seperti dilansir Football5Star.com dari Fcinternews.it

Kiper Udinese Juan Musso Ditakdirkan Bermain di Klub Besar
sempreinter

Montes melanjutkan, “Juan telah mencapai level teratas, dia mengagumi dan menghormati Handanovic dan siap bergabung dengan klub besar. Semua orang mengenalnya, kami berbicara tentang penjaga gawang Argentina. Kami yakin Udinese bisa menjalani musim yang hebat, dia ingin membantu tim karena dia adalah salah satu pemimpin grup.”

Sang agen juga mengkonfirmasi bahwa klub-klub Premier League dan La Liga mengincarnya. Dia juga meminta Udinese menurunkan harga Musso.

“Kami akan mengevaluasi peluang yang akan kami miliki. Juan tidak terobsesi bergabung dengan klub besar, saya tidak bisa memungkiri beberapa klub Serie A, Liga Inggris dan La Liga tertarik untuk mengontraknya. Logikanya, dia adalah penjaga gawang yang hebat dengan masa depan cerah,” ujar Montes.

Dia melanjutkan, “Secara teoritis, harganya saat ini 30 juta euro, tetapi biayanya perlu dianalisis ulang mengingat konteks global (pandemi). Udinese harus memeriksa semua tawaran yang akan mereka terima.”

Juan Musso musim lalu menjadi kiper dengan catatan clean sheet terbanyak di Serie A dengan 14 clean sheet, mengalahkan Handanovic sendiri (13) dan Gigi Donnarumma (12).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jadi Penentu Kemenangan Milan, Ibrahimovic Ingin Tambah Kontrak

gamespool
Jadi Penentu Kemenangan Milan, Ibrahimovic Ingin Tambah Kontrak 75

Football5star.com, Indonesia – Zlatan Ibrahimovic bermain impresif di laga Udinese vs AC Milan di Stadion Friuli, Mingggu (1/11/2020). Striker 39 tahun itu mencetak assist dan jadi penentu kemenangan AC Milan lewat gol akrobatiknya di menit ke-83.

Satu gol ke gawang Udinese ini membuat Ibrahimovic pada musim ini telah catatkan 5 gol dari 4 pertandingan bersama Milan. Usai pertandingan, Ibrahimovic sambil bercanda mengatakan jika penampilannya terus seperti ini, ia ingin memperpanjang kontrak satu tahun dengan Milan.

Udinese vs AC Milan: Super Zlatan Ibrahimovic

“Jika saya terus seperti ini, saya ingin memberi tahu kepada (Paolo) Maldini bahwa saya harus menandatangani kontrak untuk satu tahun lagi, jika tidak saya tidak akan bermain lagi” kata Ibrahimovic seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Zlatan Ibrahimovic pun mengaku sangat senang bisa membawa Milan meraih tiga poin di laga tandang.

“Tiga poin yang sangat penting hari ini, kami tahu itu sulit membawa tim yang kuat secara fisik. Pada akhirnya kami bisa pulang dengan tiga poin.” ucap pemain asal Swedia tersebut.

Saat disinggung soal jumlah 23 gol yang sudah dicetaknya untuk Milan, Ibrahimovic mengaku jumlah itu telalu sedikit.

“Itu terlalu sedikit. Saya bahkan melewatkan beberapa penalti dan peluang. Mereka membuat saya merasa muda, kami bekerja keras dan tim percaya padanya (Stefano Pioli),” tambah Ibrahimovic.

“Mentalitas sangat bagus, tim percaya pada apa yang kami lakukan. Pioli melakukan pekerjaan dengan sangat baik, tim mengikutinya dan saat ini masalahnya lebih mudah baginya untuk bekerja,” tutup Ibrahimovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese vs AC Milan: Panggung Zlatan Ibrahimovic

Football5star.com, Indonesia – Laga pekan ke-6 Serie A Italia antara Udinese vs AC Milan di Stadion Friuli berakhir untuk kemenangan Rossoneri 1-2. Gol kemenangan Milan pada laga ini dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic lewat aksi salto.

Pada babak pertama, Milan tampil cukup percaya diri meski bertindak sebagai tim tamu. Tak butuh waktu lama, Frank Kessie, langsung membawa Rossoneri unggul atas tim lawan. Memanfaatkan umpan Zlatan Ibrahimovic, Kessie membuat Milan unggula 1-0 pada menit ke-18.

https://twitter.com/CampeonatoItal3/status/1322870396161544192

Udinese yang tertinggal mencoba untuk menekan lini belakang Milan. Namun sejumlah peluang yang didapat belum mampu merobek gawang Donnarumma. Laga babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0.

Di babak kedua, Milan dan Udinese sama-sama menerapkan permainan menyerang. Milan yang berusaha mempertahankan keunggulan pada akhirnya kebobolan di menit ke-48. Pelanggaran bek Milan membuat wasit menunjuk titik putih untuk tim tuan rumah. Rodrigo de Paul yang jadi algojo sukses membuat skor kembali imbang 1-1.

Pada menit ke-83, Zlatan Ibrahimovic kembali membuat petaka untuk lini belakang Udinese. Aksi akrobatiknya membuat Milan kembali unggul 2-1. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Susunan pemain kedua tim:

AC Milan: Gianluigi Donnarumma; Calabria, Simon Kjaer, Romagnoli, Theo Hernandez; Franck Kessie, Ismael Bennacer; Saelamekers, Hakan Calhanoglu, Leao; Zlatan Ibrahimovic

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Stefano Pioli

Udinese: Musso – Stryger Larsen, De Maio, Becao, Samir – De Paul, Arslan, Pereyra – Pussetto, Okaka, Deulofeu. A disposizione: Scuffet, Gasparini, Ouwejan, Bonifazi, Nuytinck, Molina, Ter Avest, Makengo, Zeegelaar, Lasagna, Nestorovski, Forestieri.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Luca Gotti

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese vs AS Roma: Gol Perdana Pedro Berbuah Tiga Angka

gamespool
Udinese vs AS Roma: Gol Perdana Pedro Berbuah Tiga Angka 80

Football5star.com, Indonesia – Pedro berhasil mencetak gol pertamanya untuk AS Roma pada partai tandang melawan Udinese, Minggu (4/10) dinihari WIB. Gol Pedro membuat partai Liga Italia antara Udinese vs AS Roma berakhir dengan skor 0-1.

Tampil sebagai tim unggulan, AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan. Di 20 menit pertama pertandingan, tim tamu sempat mendapat peluang lewat Edin Dzeko, Henrikh Mkhitaryan dan Pedro.

Pada menit ke-28, Davide Santon mendapat peluang emas untuk membawa tim tamu mencuri keunggulan. Namun, sundulannya yang memanfaatkan umpan silang Leonardo Spinazzola masih belum menemui sasaran.

Memasuki akhir babak pertama, Udinese mulai mengancam AS Roma. PAda menit ke-43, Roberto Perreyra nyaris membawa tuan rumah unggul. Namun, bola cungkilnya masih bisa disapu Gianluca Mancini di mulut gawang AS Roma. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Udinese vs AS Roma - Pedro - Liga Italia - @asromaen 2
twitter.com/asromaen

Selepas turun minum, AS Roma kembali mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-55, tim tamu berhasil membuka keunggulan setelah sepakan keras Pedro dari luar kotak penalti gagal diselamatkan Juan Musso.

Tertinggal, Udinese langsung keluar menyerang dan menekan barisan belakang AS Roma. Pada menit ke-68, tim tuan rumah mendapat peluang emas lewat Kevin Lasagna dan Perreyra. Akan tetapi, usaha keduanya masih bisa dimentahkan oleh Antonio Mirante.

Di sisa waktu pertandingan, Udinese terus menekan barusan belakang AS Roma. Akan tetapi, semua peluang milik Rodrigo de Paul cs gagal menjebol gawang Mirante dan skor 0-1 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat AS Roma berhasil naik ke peringkat delapan klasemen Liga Italia dengan perolehan empat poin. Sementara, Udinese semakin terpuruk di zona degradasi setelah menelan tiga kekalahan beruntun.

SUSUNAN PEMAIN UDINESE VS AS ROMA:

Udinese: 1-Juan Musso; 50-Rodrigo Becao (99-Mahamadou Coulibaly 87′), 87-Sebastian de Maio, 3-Samir; 18-Hidde ter Avest (16-Nehuel Molina 62′), 37-Roberto Perreyra (30-Ilija Nestorovski 86′), 10-Rodrigo de Paul, 22-Tolgay Arslan (45-Fernando Forestieri 63′), 5-Thomas Ouwejan; 7-Stefano Okaka, 15-Kevin Lasagna

Pelatih: Luca Gotti

AS Roma: 83-Antonio Mirante; 23-Gianluca Mancini, 3-Roger Ibanez, 24-Marash Kumbulla; 18-Davide Santon, 7-Lorenzo Pellegrini (4-Bryan Cristante 83′), 17-Jordan Vertout, 37-Leonardo Spinazzola; 11-Pedro (99-Justin Kluivert 83′), 77-Henrikh Mkhitaryan (31-Carles Perez 72′); 9-Edin Dzeko (14-Gonzalo Villar 90′)

Pelatih: Paulo Fonseca

Kartu Kuning: Okaka 79′

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diincar Juventus, Seko Fofana Malah Ingin ke Klub Ligue 2

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nama besar sebuah klub tidak selalu jadi jaminan seorang pemain dalam menentukan masa depan. Seperti halnya yang sedang dialami bomber Udinese, Seko Fofana.

Performa Seko Fofana bersama Udinese musim ini cukup menonjol. Ia berhasil membawa klubnya bangkit dan terhindar dari degradasi. Untuk performa di lapangan sang gelandang telah mengoleksi 32 pertandingan dan mencatatkan tiga gol serta tujuh assist.

Berkat penampilannya itu ia menjadi incaran klub-klub besar Italia seperti Juventus, Lazio, dan AC Milan. Tapi alih-alih memikirkan transfer tersebut ia malah berharap bisa pulang ke Prancis dan memperkuat RC Lens, klub yang saat ini berada di Ligue 2.

seko fofana udinese the laziali
The Laziali

“Saya sangat tertarik dengan kesempatan ini. Saya sudah berbicara dengan direktur Lens dan beberapa pemain di sana seperti Leca dan Cahuzac. Mereka langsung meyakinkan saya. Saya menerima banyak tawaran tapi saya yang memilihnya,” kata Fofana kepada L’Equipe, Sabtu (15/8/2020).

“Saya bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya saya inginkan dan itu adalah kembali ke Prancis. Saya menonton beberapa laga Lens dan ingin membawa pengalaman saya ke sana. saya berharap kedua klub bisa mencapai kesepakatan. Pilihan saya telah dibuat dan saya memilih Lens,” imbuhnya.

Bukan perkara mudah untuk RC Lens meminang Seko Fofana. Pasalnya Udinese membanderol pemainnya itu senilai 20 juta euro. Angka ini tentu cukup besar untuk klub yang berada di kasta kedua Liga Prancis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Udinese vs Juventus: Nestorovski dan Fofana Tunda Pesta Juara Bianconeri

dinasti
Udinese vs Juventus: Nestorovski dan Fofana Tunda Pesta Juara Bianconeri 86

Football5Star.com, Indonesia – Laga Serie A pekan ke-35 yang mempertemukan antara Udinese vs Juventus berlangsung dramatis. Juventus bisa meraih gelar Scudetto jika berhasil menang pada laga ini. Tapi laga berakhir sebaliknya, Udinese berhasil menang 2-1 lewat gol dari Ilija Nestorovski dan gol Seko Fofana pada menit-menit akhir.

Juventus hampir kebobolan pada menit ke-7, Danilo hampir memasukkan bola ke gawang sendiri karena salah mengantisipasi bola hasil umpan lambung dari Ken Sema. Beruntung bola mengenai tiang gawang.

Juve dapat kesempatan pertama lewat tendangan jarak jauh Paulo Dybala pada menit ke-13, tapi tendangannya berhasil diamankan Juan Musso.

Cristiano Ronaldo dapat kesempatan pertamanya pada menit ke-26, tapi tendangannya tipis melebar di sisi kiri gawang Musso.

Bianconeri akhirnya unggul pada menit ke-42, clearance yang dilakukan bek Udinese jatuh ke kaki Matthijs de Ligt. Pemain asal Belanda itu langsung menendang bola masuk ke kanan gawang Musso. Babak Pertama berakhir dengan skor 1-0.

Udinese berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-51. Sema berhasil memberi umpan cantik kepada Ilija Nestorovski. Pemain timnas Makedonia itu berhasil menanduk bola dengan sempurna masuk ke gawang Wojciech Szczesny.

Juventus mati-matian untuk kembali unggul, tapi mereka kesulitan menembus pertahanan Udinese. Beberapa tembakan spekulasi dari Ronaldo, Paulo Dybala, dan Alex Sandro masih melambung di atas gawang Musso.

Mimpi untuk Juventus meraih gelar pada laga ini pupus sudah pada injury time. Seko Fofana berhasil melakukan solo run melewati de Ligt sebelum berhasil memasukkan bola ke gawang Szczesny. Laga Udinese vs Juventus berakhir dengan Skor 2-1.

Susunan Formasi Udinese vs Juventus:

Udinese (3-5-2): 1-Juan Musso; 5-Troost-Ekong, 50-Rodrigo Becao (87-Sebastien De Maio), 17-Bram Nuytinck, 18-Hidde ter Avest (3-Samir), 18-Rodrigo De Paul, 6-Seko Fofana, 12-Ken Sema, 77-Marvin Zeegelaar (19-Stryger Larsen); 30-Ilija Nestorovski, 7-Stefano Okaka.

Pelatih: Luca Gotti.

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny, 13-Danilo (16-Juan Cuadrado), 4-Matthijs de Ligt, 24-Daniele Rugani, 12-Alex Sandro, 8-Aaron Ramsey (14-Blaise Matuidi), 30-Rodrigo Bentancur, 25-Adrien Rabiot, 33-Federico Bernardeschi (11-Douglas Costa), 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Pastikan Gelar Juara Liga Italia di Kandang Udinese?

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Juventus kian dekat saja ke podium juara Liga Italia 2019-20. Jika sebelumnya butuh 4 poin dari 4 laga sisa, kini tim asuhan Maurizio Sarri hanya butuh 3 poin. Artinya, kemenangan di markas Udinese, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB, akan memastikan mereka juara.

Juventus hanya tinggal butuh 3 poin lagi untuk meraih Scudetto ke-9 secara beruntun karena Inter Milan gagal menang pada laga giornata ke-34. Menjamu Fiorentina, anak-anak asuh Antonio Conte harus puas berbagi poin dengan hasil imbang tanpa gol.

Tambahan satu poin dari laga melawan Fiorentina memang membuat Inter Milan memangkas jarak dengan I Bianconeri jadi hanya 7 poin. Namun, andai Cristiano Ronaldo cs. menang di kandang Udinese, selisih poin akan jadi 10. Dengan hanya tiga giornata tersisa, perolehan poin I Bianconeri tak akan dapat dikejar I Nerazzurri.

Hasil imbang Inter Milan lawan Fiorentina membuat Juventus dapat memastikan juara Liga Italia 2019-20 di kandang Udinese.
tuttomercatoweb.com

Tim yang masih dapat menyamai perolehan poin Juventus adalah Atalanta. Kemenangan 1-0 atas Bologna berkat gol sang supersub, Luis Muriel, membuat La Dea kini berada di posisi kedua classifica Serie A dengan 74 poin. Mereka tertinggal 6 poin dari I Bianconeri.

Andai Juventus menang di kandang Udinese, selisih dengan Atalanta akan jadi 9 poin. Secara matematis, poin Cristiano Ronaldo cs. masih dapat disamai La Dea. Syaratnya, I Bianconeri selalu kalah, sementara La Dea selalu menang dalam tiga laga terakhir.

Akan tetapi, itu tetap akan sia-sia belaka. Perolehan poin yang sama tak akan mengagalkan Juventus juara Liga Italia 2019-20. Sebabnya, La Dea kalah head to head dari sang petahana. Dalam dua pertemuan musim ini, tim asuhan Gian Piero Gasperini kalah 1-3 di Stadion Allianz dan imbang 2-2 di Stadion Gewiss.

Juventus Superior atas Udinese

Peluang Juventus memastikan diri tampil sebagai juara Liga Italia 2019-20 di kandang Udinese cukup terbuka lebar. Setidaknya, I Bianconeri punya rekor bagus atas Le Zebrette. Mereka selalu menang dalam 6 pertemuan terakhir. Dua di antaranya di kandang sang lawan.

Udinese juga tengah krisis kemenangan. Tim asuhan Luca Gotti tak memenangi tiga laga terakhir, dua di antaranya malah kalah. Di kandang sendiri, Kevin Lasagna cs. tak pernah menang dalam 7 laga beruntun. Mereka hanya menuai 4 hasil imbang dan 3 kekalahan.

Jadi, akankah Juventus merayakan gelar juara Liga Italia 2019-20 di Stadion Dacia Arena milik Udinese? Kita tunggu saja Jumat dini hari nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tanding Setiap Tiga Hari, Gennaro Gattuso Sebut Para Pemain Napoli Bukan Robot

dinasti
Tanding Setiap Tiga Hari, Gennaro Gattuso Sebut Para Pemain Napoli Bukan Robot 93

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Napoli Gennaro Gattuso mengaku kesal dengan jadwal jadat kompetisi Serie A musim ini. Menurut Gattuso bahwa anak asuhnya bukanlah robot yang bisa terus bermain sepanjang waktu.

Napoli sendiri di pekan ke-34 Serie A berhasil kalahkan Udinese dengan skor 2-1, Senin (20/7/2020) “Saya senang bahwa kami meraih kemenangan. Udinese adalah tim yang sangat bagus secara fisik. Penyesalan terbesar kami adalah gagal mencetak gol ketiga karena membentur tiang,” ucap Gattuso.

Napoli vs Udinese - AC Milan - Liga Italia - @officialsscnapoli

Skuat Napoli sendiri harus kembali bersiap untuk menjalani sisa pertandingan musim ini dan laga di Liga Champions. Jadwal padat ini yang membut Gattuso merasa bahwa kompetisi musim ini bukan seperti sepak bola.

“Bermain setiap tiga hari dan tanpa penggemar adalah sesuatu yang berbeda. Para pemain bukan robot. Saya tidak bisa mengatakan hal buruk tentang tim ini.” ucapnya.

“Ini adalah sesuatu yang membuat kami khawatir, tetapi sekarang kami mengambil bagian dalam olahraga ini. Ini seperti bukan sepak bola,” tambah eks pemain AC Milan tersebut.

Napoli sendiri akan bersiap menghadapi Barcelona di Liga Champions. Menurut Gattuso, jelang melawan Barca, anak asuhnya membutuhkan mentalitsa. Hal itu bisa membuat Napoli bisa meraih hasil positif.

“Yang saya pedulikan saat ini adalah soal mentalitas. Kami tidak dapat berpikir untuk tidak berusaha, bahkan jika kami tidak memiliki sisa pertandingan untuk dimainkan,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Napoli vs Udinese: Dramatis Hingga Menit-menit Akhir

dinasti
Napoli vs Udinese: Dramatis Hingga Menit-menit Akhir 97

Football5star.com, Indonesia – Matteo Politano menjadi pahlawan Napoli setelah mencetak gol di masa injury time pada partai melawan Udinese di San Paolo dinihari tadi. Partai Liga Italia antara Napoli vs Udinese berakhir dengan skor 2-1.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Pada menit ke-18, mereka nyaris membuka keunggulan lewat Piotr Zielinski. Namun, sepakan jarak jauhnya masih melayang di atas gawang Juan Musso.

Empat menit berselang, Napoli malah tertinggal melalui aksi Rodrigo de Paul yang memanfaatkan umpan Marvin Zegelaar. Tertinggal satu gol, Napoli semakin gencar menekan lini belakang Udinese.

Usaha Napoli akhirnya membuahkan hasil di menit ke-31 setelah pemain pengganti, Arkadiusz Milik berhasil memaksimalkan umpan Fabian Ruiz. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 1-1.

Napoli vs Udinese - AC Milan - Liga Italia - @officialsscnapoli 2
instagram.com/officialsscnapoli

Selepas turun minum, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung lini belakang Udinese. Pada menit ke-54, I Partenopei nyaris berbalik unggul melalui Lorenzo Insigne. Namun, sepakannya masih melenceng tipis dari gawang Udinese.

Enam menit berselang, giliran Zielinski yang kembali mengancam. Namun, upayanya lagi-lagi gagal karena sepakan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang Musso.

Memasuki menit-menit akhir, giliran Udinese yang mengancam. Pada menit ke-84, De Paul nyaris mencetak gol keduanya. Namun, usahanya masih bisa digagalkan Kalidou Koulibaly di mulut gawang David Ospina.

Di penghujung pertandingan, Napoli berhasil unggul lewat aksi MAtteo Politano. Skor 2-1 pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Napoli kembali ke posisi enam klasemen Liga Italia dan kini memiliki keunggulan selisih gol dari AC Milan.

SUSUNAN PEMAIN NAPOLI VS UDINESE:

Napoli: 25-David Ospina; 6-Mario Rui, 26-Kalidou Koulibaly, 44-Kostas Manolas, 23-Elseid Hysaj; 20-Piotr Zielinski (5-Allan 80′), 68-Stanislav Lobotka (4-Diego Demme 71′), 8-Fabian Ruiz (12-Eljif Elmas 80′); 24-Lorenzo Insigne, 14-Dries Mertens (99-Arkadiusz Milik 31′), 7-Jose Callejon (21-Matteo Politano 70′)

Pelatih: Gennaro Gattuso

Udinese: 1-Juan Musso; 17-Bram Nuytinck, 87-Sebastien de Maio, 50-Rodrigo Becao; 77-Marvin Zegelaar (18-Hidde ter Avest 82′), 8-Seko Fofana, 11-Wallace (5-William Troost-Ekong 89′), 10-Rodrigo de Paul, 19-Jens Styger Larsen; 30-Ilija Nestorovski, 15-Kevin Lasagna (12-Ken Sema 90′)

Pelatih: Luca Gotti

Kartu Kuning: Milik 37′, Koulibaly 78′, Demme 90′ – Becao 14′, Wallace 88′

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Simone Inzaghi: Kami Sudah Lakukan Segalanya Lawan Udinese

dinasti
Simone Inzaghi: Kami Sudah Lakukan Segalanya Lawan Udinese 101

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan segalanya untuk menang melawan Udinese (16/7/20). Inzaghi juga mengatakan bahwa timnya seharusnya bisa menang.

Lazio ditahan imbang 0-0 melawan Udinese Kamis dini hari, dengan begitu mereka masih belum bisa meraih kemenangan dalam 4 pertandingan terakhir.

“Kami sudah mencoba segalanya, terutama di babak pertama. Kami kelelahan setelah jeda dan bisa melakukan lebih baik lagi, Kevin Lasagna dan Stefano Okaka selalu berbahaya saat serangan balik. Tendangan Rodrigo De Paul yang membentur tiang di akhir laga, itu sangat menakutkan, tapi kami seharusnya menang,” ucap Inzaghi seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Simone Inzaghi - Lazio - Juventus - Liga Italia - @official_sslazio 2
instagram.com/official_sslazio

Tapi walaupun begitu, Inzaghi tetap bahagia karena timnya sedikit lagi berhasil mengamankan posisi zona Liga Champions. Apalagi Lazio memenangkan Piala Super Italia musim ini.

“Meskipun begitu, kami sedikit lagi bisa masuk ke Liga Champions dan kami harus tetap maju untuk bisa mencapainya. Kami punya masa sulit setelah dimulai kembali dengan cedera, tapi para pemain sudah melakukan hal bagus. Mereka masih memenangkan Piala Super Italia, dan menantang Scudetto sampai sisa 10 pertandingan dan saya tak bisa meminta lebih,” kata Inzaghi.

Ada laporan bahwa para pemain dan staff berkelahi dengan presiden Claudio Lotito, tapi Simone Inzaghi menepis rumor itu.

“Ada banyak pembicaraan. tapi itu terlalu dibesar-besarkan untuk membuat kontroversi. Presiden selalu mengunjungi tempat latihan, itu murni sebagai pemilik bahwa dia ingin tahu apa yang terjadi, tapi saat kami bermain dengan pemain yang sama setiap tiga hari, kami kehilangan ketajaman dan sulit fokus di pertahanan,” kata Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]