Giorgi Mamardashvili, Harapan Baru Georgia di LaLiga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Valencia membuat kejutan pada laga pembuka LaLiga. Menghadapi Getafe di Mestalla, posisi penjaga gawang dipercayakan pada Giorgi Mamardashvili.

Tak ada yang mengenal Giorgi Mamardashvili sebelumnya. Fan Valencia mungkin juga termasuk di dalamnya. Namun, pada laga pembuka dia membuktikan diri.

Asingnya nama pemain 20 tahun bisa dimaklumi. Ia baru didatangkan Valencia Juli lalu. Itu pun dengan status pinjaman dari raksasa Georgia, Dinamo Tbilisi.

giorgi mamardashvili valencia dominikpiechota
@dominikpiechota

Apa yang dilakukan Jose Bordalas pada tugas pertamanya sebagai nakhoda Valencia juga tidak ada yang menyangka. Mamardashvili sejatinya diproyeksikan sebagai kiper ketiga tim utama.

Ia lebih condong diberikan tugas untuk mengawal gawang tim akademi El Che. Tapi, krisis kiper membuatnya naik tahta.

Valencia kehilangan Jasper Cillessen dan Jaume Domenech yang terkapar cedera. Tak ada pilihan lain, Bordalas pun percaya pada penggawa Georgia.

Bordalas tidak sembarang berjudi terkait kepercayannya pada Mamardashvili. Saat pramusim ia beberapa kali dimainkan dan tampil cukup meyakinkan.

Dan ketika LaLiga dimulai, hasilnya pun luar biasa. Kiper bertinggi badan 199 meter tampil gemilang. Ia mampu membuat total tujuh penyelamatan.

Salah satunya double save sang kiper pada menit terakhir. Bola yang berubah arah usai menyentuh pemain Valencia masih bisa ditepisnya. Lalu bola muntah yang siap disambar bomber Getafe juga sukses dibuang ke luar lapangan.

Carlos Soler memang jadi penentu kemenangan 1-0 Valencia atas Getafe. Namun, yang jadi bintang dinihari tadi adalah Giorgi Mamardashvili.

Pemain Keempat Georgia di LaLiga

Di sepak bola, Georgia bukanlah tim mapan. Namun, mereka kerap melahirkan talenta-talenta jempolan.

Sebut saja Shota Arveladze yang pernah jadi top skorer di Eredivisie Belanda. Dan jangan lupakan pula legenda sekaliber Kakha Kaladze yang besar bersama AC Milan.

Saat ini mulai bermunculan talenta-talenta muda menjanjikan. Selain Giorgi Mamardashvili ada pula Khvicha Kvaratskhelia, bintang Rubin Kazan yang sempat dihubung-hubungkan dengan AC Milan.

Kendati begitu, masih bisa dihitung jari pemain Georgia yang merumput di lima kompetisi top Eropa. Di LaLiga saja saat ini hanya ada dua orang.

giorgi mamardashvili LaLigaEN
@LaLigaEN

Sebelum kiper Valencia, ada Giorgi Kochorashvili yang sejak 2019 memperkuat Levante. Jika ditotal, hanya ada empat pemain Georgia yang pernah merumput di kasta tertinggi Spanyol.

Selain mereka berdua ada Giorgi Demetradze yang tampil untuk Real Sociedad (2001-2002) dan Shota Arveladze yang menutup kariernya di Levante 2008 silam.

Ketiga pendahulu kiper 20 tahun gagal berkembang. Hanya Giorgi Demtradze yang lumayan dengan mencatatkan 13 pertandingan. Sisanya tidak ada yang menyentuh angka 10 laga.

Dengan debut memuaskan pada partai pembuka LaLiga, nama Giorgi Mamardashvili diprediksi akan lebih baik dari pendahulunya. Tidak menutup kemungkinan pula dirinya akan pemain terbaik Georgia dalam sejarah Liga Spanyol.

Masih prematur memang menggadang-gadang jebolan akademi Dinamo Tbilisi. Ini baru laga pertama dan usianya baru 20 tahun.

Belum lagi dia harus berhadapan dengan Jasper Cillessen dan Jaume Domenech ketika dua seniornya itu pulih. Tapi Mamardashvili sudah punya modal kuat untuk menuju ke sana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bintang Manchester City Khawatir dengan Situasi di Valencia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ferran Torres kini jadi andalan Manchester City. Tapi dia tidak pernah melupakan jasa mantan klubnya, Valencia.

Ferran Torres merupakan jebolan akademi Valencia. Berada di akademi klub sejak 2006 silam, ia berhasil menembus tim senior pada 2018 lalu.

Dibesarkan di klub yang bermarkas di Mestalla, pemain Manchester City tahu betul kondisi mantan klubnya. Dia mengaku khawatir dengan apa yang terjadi dan berharap situasi di sana bisa kondusif lagi seperti dulu.

Ferran Torres - Barcelona - Valencia - Juventus - valenciacf. com
valenciacf.com

“Semoga Valencia bisa membalikkan situasi karena saya tidak suka melihat mereka dalam situasi yang dialami musim lalu. Saya berharap semuanya bisa normal lagi tahun ini,” kata penggawa timnas Spanyol kepada Radio Marca, Jumat (16/7/2021).

Klub berjuluk Si Kelelawar Hitam diguncang banyak masalah. Mulai dari kisruh di tubuh manajemen hingga keuangan klub.

Banyak pemain yang kecewa dengan sikap manajemen. Seperti Dani Parejo dan Geoffrey Kondogbia yang meluapkan amarah setelah didepak klub.

Ini pula yang sangat disayangkan Torres. Apalagi dia punya mimpi untuk kembali ke klub yang telah membesarkan namanya itu suatu saat nanti.

“Saya selalu mengatakannya dan akan selalu begitu. Di sana adalah rumah saya, tempat saya dibesarkan dan telah memberi saya segalanya,” ia menambahkan.

“Saya punya harapan kembali ke rumah di masa depan dan saya mau situasi klub terus membaik agar mereka bisa bersaing lagi di papan atas seperti dulu,” tutup bintang 21 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Terungkap! Sosok yang Bakal Tangani Valencia pada Musim 2021-22

gamespool
Terungkap! Sosok yang Bakal Tangani Valencia pada Musim 2021-22 10

Football5star.com, Indonesia – Valencia resmi mengumumkan kedatangan Jose Bordalas yang akan menjadi pelatih kepala pada musim 2021-22 mendatang. Bordalas diikat dengan kontrak berdurasi dua musim plus opsi perpanjangan satu tahun.

Sebelum merapat ke Valencia, Bordalas sempat menangani Getafe pada periode 2016 hingga 2021. Di bawah komando Bordalas, Getafe berhasil melangkah ke babak 16 besar Liga Europa musim 2019-20.

Selain itu, Bordalas juga membuat Getafe menjadi tim yang cukup disegani di Liga Spanyol dalam tiga musim terakhir. Bordalas membuat Getafe dikebal sebagai tim yang tak segan-segan bermain keras cenderung kasar demi memetik kemenangan.

Bersama Valencia, Bordalas mendapatkan tugas yang cukup berat. Ia ditugasi untuk membangkitkan Los Che yang tampil buruk pada musim 2020-21 lalu.

“Sekarang adalah waktunya untuk melakukan anaslisis mendalam dan menentukan apa saja yang harus saya lakukan untuk membangun skuat yang kompetitif,” ujar Jose Bordalas dalam sesi jumpa pers, Kamis (27/5) malam WIB.

“Tujuan utama saya sebagai pelatih Valencia adalah memuaskan seluruh suporter yang menghadiri pertandingan kami di Mestalla. Saya tentu berharap para suporter bisa puas dengan kinerja kami musim depan,” sambung Bordalas.

Bordalas merupakan pelatih ke-12 Valencia dalam sembilan tahun terakhir. Andai gagal menjalankan tugasnya dengan baik, Bordalas bisa saja dipecat Los Che sebelum kontraknya berakhir. Pasalnya, Los Che dikenal sebagai klub yang tak segan-segan memberhentikan pelatih yang dinilai gagal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sevilla vs Valencia: Youssef En-Nesyri Jaga Harapan Los Nervionenses

gamespool
Sevilla vs Valencia: Youssef En-Nesyri Jaga Harapan Los Nervionenses 14

Football5star.com, Indonesia – Youssef En-Nesyri berhasil menjaga asa juara Sevilla. Gol En-Nesyri membuat partai Liga Spanyol antara Sevilla vs Valencia pada Kamis (13/5) dinihari berakhir dengan skor 1-0.

Tampil sebagai tim unggulan, Sevilla dibuat terkejut oleh intensitas permainan Valencia. Pada menit ke-8, Valencia hampir mencuri keunggulan lewat sepakan bebas Carlos Soler. Namun, upaya Soler melebar di samping gawang kawalan Bono.

Pada menit ke-22, Sevilla berhasil menjebol gawang Valencia melalui aksi Suso. Akan tetapi, gol ini dianulir wasit karena Suso berada dalam posisi off-side sebelum menceploskan bola ke gawang Jasper Cillessen.

Memasuki 15 menit terakhir di babak pertama, Valencia dan Sevilla saling jual beli serangan. Namun, kedua tim kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 0-0 tak berubah hingga turun minum.

Sevilla vs Valencia - Youssef En-Nesyri - Liga Spanyol - @sevillafc. 2
twitter.com/sevillafc.

Di babak kedua, Julen Lopetegui memutuskan untuk memasukkan sejumlah pemain kunci demi menambah daya gedor Sevilla. Pelatih berusia 54 tahun itu memasukkan Papu Gomez, Marcos Acuna serta Fernando.

Pergantian pemain yang dilakukan Lopetegui langsung bisa memberi hasil. Pada menit ke-65, Youssef En-Nesyri berhasil lepas dari pengawalan pemain belakang Valencia dan mampu memaksimalkan umpan terobosan Fernando untuk membawa Sevilla unggul.

Selepas gol En-Nesyri, Valencia coba bangkit. Namun, Sevilla tak tinggal diam. Memanfaatkan skema serangan balik, Los Nervionenses mampu beberapa kali mengancam gawang Valencia.

Meski kedua tim saling jual beli serangan, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Sevilla berhasil memangkas jarak dengan Atletico, Real Madrid serta Barcelona di tabel klasemen Liga Spanyol.

SUSUNAN PEMAIN SEVILLA VS VALENCIA:

Sevilla: 13-Bono; 16-Jesus Navas, 12-Jules Kounde, 20-Diego Carlos, 18-Sergio Escudero (19-Marcos Acuna 59′); 8-Joan Jordan, 6-Nemanja Gudelj (25-Fernando 59′), 21-Oliver Torres (24-Papu Gomez 59′); 7-Suso (10-Ivan Rakitic 84′), 15-Youssef En-Nesyri, 14-Oscar Rodriguez (5-Lucas Ocampos 74′)

Pelatih: Julen Lopetegui

Valencia: 13-Jasper Cillessen; 2-Thierry Correia (24-Cristiano Piccini 69′), 5-Gabriel Paulista, 15-Hugo Guillamon (9-Kevin Gameiro 79′), 6-Ferro Ferreira, 3-Toni Lato (14-Jose Luis Gaya 79′); 21-Manu Vallejo (17-Denis Cheryshev 69′), 8-Carlos Soler, 19-Uros Racic, 7-Goncalo Guedes; 22-Maxi Gomez (30-Yunus Musah 82′)

Pelatih Interim: Voro 

Kartu Kuning: Escudero 7′, Gudelj 37′ – Soler 80′, Gabriel 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Javi Gracia, Pelatih ke-11 yang Dipecat Valencia dalam 9 Tahun Terakhir

gamespool
Javi Gracia, Pelatih ke-11 yang Dipecat Valencia dalam 9 Tahun Terakhir 18

Football5star.com, Indonesia – Performa buruk di Liga Spanyol sepanjang musim 2020-21 membuat Valencia resmi memberhentikan Javi Gracia pada Senin (3/5) sore WIB. Gracia menjadi pelatih ke-11 yang diberhentikan Los Che dalam sembilan musim terakhir.

Gracia ditunjuk Valencia pada awal musim 2020-21. Ia ditunjuk sebagai suksesor Albert Celades yang dipecat sebelum musim 2019-20 berakhir. Namun, Gracia gagal membawa Los Che bangkit dari keterpurukannya.

Mereka kini duduk di peringkat ke-14 klasemen Liga Spanyol dengan koleksi 36 poin. Hanya unggul enam angka dari Huesca yang duduk di zona degradasi.

Javi Gracia - Valencia - Liga Spanyol - CNN
CNN International

“Valencia sudah menginformasikan kepada Javi Gracia kalau ia tak lagi menjadi pelatih tim utama semenjak Senin (3/5),” tulis pernyataan lengkap Valencia dikutip football5star dari laman resmi klub.

Lebih lanjut, Valencia juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Gracia sepanjang musim 2020-21. Mereka pun menunjuk Salvador “Voro” Gonzalez sebagai pelatih pengganti hingga akhir musim 2020-21.

“Kami ingin berterima kasih kepada Gracia atas kontribusinya selama beberapa bulan menangani klub ini. Kami turut mendoakan Gracia agar bisa meraih kesuksesan di masa depan. Salvador ‘Voro’ Gonzalez akan menjadi pelatih pengganti hingga akhir musim.”

Dalam satu dekade terakhir, Valencia memang menjadi salah satu klub Spanyol yang gemar memecat pelatih. Beberapa nama bekel yang sempat merasakan kursi panas di Mestalla antara lain adalah Marcelino Garcia, Gary Neville, Cesare Prandelli dan Nuno Espirito Santo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia: Liga Super Eropa adalah Buah Keserakahan Klub Raksasa

gamespool
Valencia: Liga Super Eropa adalah Buah Keserakahan Klub Raksasa 21

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Spanyol, Valencia, resmi memberikan tanggapan terkait kelahiran Liga Super Eropa (ESL) pada Senin (19/4) malam WIB. Dalam pernyataannya, Los Che mengatakan bahwa ESL merupakan buah keserakahan klub-klub besar.

ESL resmi didirikan pada Senin (19/4) pagi WIB. Kompetisi akbar tersebut diprakarsai oleh 12 tim raksasa Eropa dan diproyeksikan bakal dihelat pada Agustus 2021.

“Proposal mengenai kompetisi antarklub Eropa terbaru adalah buah pemikiran egois yang memiliki tujuan untuk memperkaya klub-klub yang sudah kaya,” tulis pernyataan lengkap Valencia dikutip football5star dari laman resmi klub.

“Kompetisi tersebut akan merusak magi sepak bola secara keseluruhan dan sudah mencederai masa depan Liga Spanyol, klub-klub pesertanya serta ekosistem sepak bola secara keseluruhan,” sambung pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Valencia tak yakin Liga Super Eropa akan bertahan lama. Pasalnya, kompetisi tersebut dinilai akan merusak ekosistem sepak bola Eropa dan berdampak buruk bagi seluruh klub pesertanya.

“Penghancuran ekosistem sepak bola Eropa pada akhirnya tak akan membuat ESL berjalan sukses dan akan berdampak buruk bagi seluruh klub pesertanya.”

“Kami akan menggunakan berbagai cara dan bekerja dengan seluruh pemegang kepentingan demi mempertahankan integritas dan masa depan sepak bola Spanyol,” sambung Valencia.

Valencia bukanlah satu-satunya klub besar yang menentang ESL. Beberapa klub lain seperti Bayern Munich, Paris Saint-Germain serta Borussia Dortmund sudah terlebih dahulu melayangkan kecamannya kepada 12 klub pendiri ESL.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Dianggap Bukan Korban Rasial, Mouctar Diakhaby Beri Reaksi Tak Terduga

gamespool
Dianggap Bukan Korban Rasial, Mouctar Diakhaby Beri Reaksi Tak Terduga 25

Football5star.com, Indonesia- Presiden LaLiga, Javier Tebas menganggap kasus dugaan tindakan rasial yang dilakukan bek Cadiz, Juan Cala kepada pemain Valencia, Mouctar Diakhaby hanya salah paham semata. Otoritas Liga Spanyol sendiri memutuskan bahwa Cala tidak terbukti melakukan tindakan rasial kepada Diakhaby.

“Diakhaby pasti salah paham tentang Cala,” kata Tebas seperti dikutip Foobtball5star.com dari Marca, Sabtu (10/4/2021).

Tolak Dicap Pelaku Rasis, Cala Tudik Balik Diakhaby

“Saya percaya apa yang dia katakan, tapi dia pasti salah paham, seperti yang sering terjadi dalam hidup. Pendapatku adalah Diakhaby tidak membuat tuduhan palsu, tapi dia salah dengar Cala,” tambah Javier Tebas.

Pernyataan dari Tebas ini pun dibalas oleh Diakhaby dengan senyuman. Lewat akun Insgtagram miliknya, pemain Valencia itu mengunggah potongan layar pernyataan Tebas itu dan memberikan dengan emoji tertawa.

Keputusan dari otoritas Liga Spanyol menyebutkan Juan Cala tidak terbukti melakukan tindakan rasial kepada Diakhaby. Meskipun para ahli pembaca bibir dan file audio telah diperiksa, pihak LaLiga tidak dapat menemukan bukti yang cukup tindakan rasial

Menurut para ahli tersebut, tak terdengar ucapan ‘orang hitam sialan’ saat Cala berbicara pada Diakhaby. Para ahli itu mengungkapkan, kemungkinan yang diucapkan Cala adalah ‘sialan’, ‘tinggalkan aku sendiri’, dan ‘jangan marah’.

Sementara itu, menurut sumber dekat Valancia, Mouctar Diakhaby telah menerima keputusan LaLiga tersebut dengan tenang. Meskipun dirinya masih yakin dengan kejadian rasial yang dialaminya.

Meski demikian, kasus ini tak sepenuhnya ditutup. Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) masih terus menginvestigasi kasus ini, dan belum mengumumkan hasilnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia Murka Juan Cala Dinyatakan Tidak Melakukan Rasial

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Valencia tidak terima dengan keputusan LaLiga yang menyatakan pemain Cadiz, Juan Cala, tidak rasial terhadap Mouctar Diakhaby. Menurut mereka investigasi yang dilakukan tidak lengkap.

LaLiga baru saja merilis hasil investigasi mereka. Dari penyelidikan yang dilakukan otoritas liga tidak menemukan unsur rasial yang dilakukan Juan Cala.

Keputusan ini pun ditanggapi Valencia. Menurutnya, hasil penyelidikan tersebut tidak bisa menutupi apa yang telah terjadi di lapangan.

Tolak Dicap Pelaku Rasis, Cala Tudik Balik Diakhaby

“Menurut video dan tes suara yang tersedia, investigasi tidak bisa mengonfirmasi semua kata-kata yang didengar Diakhaby pada menit ke-28 dari pertandingan Cadiz vs Valencia yang dimainkan minggu lalu,” demikian pernyataan resmi El Che, Sabtu (10/4/2021).

“Bahwa tidak ada bukti yang ditemukan bukan berarti hal ini tidak terjadi. Kami ingin menyoroti bahwa LaLiga melakukan penyelidikannya sendiri tapi klub tidak pernah mengubah pendapat tentang apa yang terjadi selama pertandingan,” sambungnya.

Lebih lanjut, klub yang bermarkas di Mestalla berikrar akan terus mendukung pemainnya, Mouctar Diakhaby. Mereka juga akan terus berjuang melawan rasialisme dan ingin melakukan perubahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kami akan terus mendukung penuh Diakhaby. Tujuan kami adalah untuk melihat perubahan, melihat respons yang tepat untuk insiden yang sangat serius ini,” lanjut pernyataan tersebut.

“Kami ingin melakukan gerakan untuk mengubah peraturan dan sikap dalam menangani jenis masalah ini setiap kali muncul. Terlepas dari fakta yang diselidiki tidak bisa sepenuhnya dikonfirmasi karena tidak lengkapnya rekaman, LaLiga telag mengklarifikasi apa yang terjadi,” sambung Valencia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pemain Cadiz Terduga Rasialis Dinyatakan Tak Bersalah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – LaLiga telah mengumumkan penyelidikan terkait dugaan pelecehan rasial yang dilakukan pemain Cadiz, Juan Cala, terhadap pemain Valencia, Mouctar Diakhaby.

Otoritas Liga Spanyol itu menyatakan Juan Cala tidak bersalah. Mereka menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan sang pemain menghina Mouctar Diakhaby secara rasial.

“Setelah melakukan analisis, tidak ada bukti yang ditemukan bahwa Juan Cala menghina Mouctar Diakhaby dalam istilah yang dikecam,” demikian pernyataan resmi LaLiga.

Bek Cadiz yang Dituduh Rasis Pernah Bantu Anak-Anak di Gurun_Sahara

“File audiovisual dan digital telah diperiksa, audio pertemuan, gambar yang disiarkan dan apa yang disebaluaskan di media sosial telah dianalisis,” sambungnya.

Dalam mlekukan investigasi otoritas Liga Spanyol juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menganilisis gerak birik pemain Cadiz tersebut. “Perusahaan khusus telah dipekerjakan untuk melakukan analisis pembacaan bibir dari percakapan dan studi tentang perilaku para pemain,” lanjutnya.

Kendati menyatakan Cala tidak bersalah, organisasi yang dipimpin Javier Tebas memastikan mereka tetap berperang melawan rasialisme.

“LaLiga menegaskan kembali kecamannya terhadap rasialisme dalam segala bentuknya dan mempertahankan komitmennya untuk secara permanen melawan semua jenis diskriminasi,” terang LaLiga.

Keputusan tak bersalah Cala ini memang mengejutkan. Banyak yang percaya dia telah melakukan ejekan rasial terhadap Diakhaby. Apalagi beberapa pemain Valencia lain ada yang mendengar itu.

Pertandingan Cadiz vs Valencia sendiri sempat ditunda. Para pemain El Che memutuskan walk out dari lapangan. Namun, setelah beberapa menit mereka kembali bertanding dan menarik keluar Mouctar Diakhaby.

Adapun Juan Cala membantah telah menghina Diakhaby secara rasial. Dalam konferensi pers yang dilakukan beberapa hari lalu dia menyebut bintang Valencia mengarang cerita.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia Diancam jika Tak Lanjutkan Bertanding Lawan Cadiz

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kasus rasialisme yang dialami bintang Valencia, Moukhtar Diakhaby memasuki babak baru. Mereka disebut mendapat ancaman dari wasit jika menolak melanjutkan pertandingan melawan Cadiz akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, pertandingan Cadiz vs Valencia digemparkan kasus rasial. Bintang tuan rumah, Juan Cala, diketahui menghina Moukhtar Diakhaby.

Hinaan itu pun memunculkan amarah besar dari Diakhaby dan skuat El Che lainnya. Mereka bahkan sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Tolak Dicap Pelaku Rasis, Cala Tudik Balik Diakhaby

Pada akhirnya, anak asuh Javi Gracia tetap melanjutkan laga. Tapi mereka menarik keluar Diakhaby yang merupakan korban. Sementara Juan Cala tetap bermain.

Belakangan diketahui bahwa kembalinya Valencia ke lapangan karena adanya ancaman. Cadena Cope melporkan jika El Che mendapat intimidasi dari pengelola pertandingan.

Disebutkan jika pihak klub terlibat pembicaraan serius dengan panitia pertandingan dan wasit. Mereka diancam hukuman jika menolak melanjutkan laga. Laporan Cadena Cope dibenarkan kapten Valencia, Jose Gaya, dan sang pelatih, Javi Gracia.

“Dia bilang pada kami bahwa Cala menghinanya secara rasial. Kami keluar untuk bermain lagi karena mereka mengatakan pada kami bahwa mereka bisa menghukum kami dengan tiga poin,” kata Jose Gaya seperti dilansir jurnalis AFP, Tom Allnutt.

“Di ruang ganti kami diberitahu jika tidak kami kami akan disanksi. Kami berbicara dengan Diakha, tentang bagaimana dia, dan dia bilang bahwa dia tidak akan bermain tapi dia mengeri kami telah melakukannya. Untuk menghindari sanksi, kami akhirnya kembali ke lapangan,” ungkap Gracia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bek Cadiz yang Dituduh Rasis Pernah Bantu Anak-Anak di Gurun Sahara

gamespool
Bek Cadiz yang Dituduh Rasis Pernah Bantu Anak-Anak di Gurun Sahara 38

Football5star.com, Indonesia – Pemain Levante Jorge Andújar Moreno atau yang akrab disapa Coke memberikan dukungan untuk bek Cadiz, Cala yang tersandung masalah rasial. Coke dan Cala sudah menjalin hubungan persahabatan hampir 3 tahun.

Sebagai seorang sahabat, Coke lewat akun sosial media miliknya, Rabu (7/4/2021) menyampaikan pesan yang kuat untuk ditujukan kepada bek Cadiz tersebut.

Bek Cadiz yang Dituduh Rasis Pernah Bantu Anak-Anak di Gurun Sahara
Marca

Menurut Coke, sebagai sahabat dirinya sampai sekali tidak percaya bahwa Cala adalah seseorang yang rasis. Coke menyebut bahwa dirinya tidak sepenuhnya akan mendukung jika memang nantinya Cala terbukti rasis. Namun untuk saat ini, Coke menganggap bahwa belum ada keputusan hukum soal itu.

“Saya tidak mengklaim bahwa ada orang yang mendukung Juan Cala, tetapi setidaknya menunggu sampai semua memiliki kekuataan hukum. Terlebih lagi, sulit bagi saya untuk percaya bahwa ada pemain yang rasis. Ketika kita hidup bersama dan berjuang bersama dengan orang dari banyak latar belakang,” tulis Coke.

Coke pun memberikan contoh nyata bagaiamana Cala ialah sosok yang sangat peduli dengan semua orang tak peduli dengan ras, agama dan latar belakangnya.

“Semoga semua orang rasis bisa mendedikasikan waktu luangnya untuk membantu negara lain yang membutuhkan dan memimpin asosiasi untuk orang-orang Sahrawi. Seperti yang ditunjukan Juan Cala dengan tindakannya,” ungkap Coke.

Dalam postingannya tersebut, Coke juga memberkan tanda ke akun Benjamin Zarandona. Ia adalah mantan pesepak bola yang pernah melakukan tugas sosial bersama Coke dan Cala di Sahara Barat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia Akan Terus Melawan Bek Cadiz, Pelaku Serangan Rasial

gamespool
Valencia Akan Terus Melawan Bek Cadiz, Pelaku Serangan Rasial 42

Football5star.com, Indonesia – Tak berapa lama setelah bek Cadiz, Juan Torres Ruiz alais Cala gelar konfrensi pres dan membantah sebagai pelaku rasial kepada Mouctar Diakhaby. Valencia mengeluarkan pernyataan keras kepada bek berusia 31 tahun tersebut.

“Valencia FC merasa sangat terpukul dengan pernyataan pemain Cadiz FC, Juan Cala. Ia membantah melakukan pelecehan rasialis ke Mouctar Diakhaby di laga yang digelar pada Minggu (4/4)” tulis pernyataan resmi Valencia seperti dikutip Football5star.com, Selasa (6/4/2021).

Tolak Dicap Pelaku Rasis, Cala Tudik Balik Diakhaby

“Cala telah melewatkan kesempatan luar biasa untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada pemain yang menjadi korban. Alih-alih minta maaf, dia malah menyerang Diakhaby dan anggota lain dari klub,” tambah pernyataan Valencia.

Dalam pernyataannya, Cala memang menuding balik bahwa Diakhaby hanya mengada-ada. “Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan praduga tak bersalah. Tidak ada yang pantas dihukum mati seperti ini di depan umum. Ini nomor teleponku untuk setidaknya meminta maaf,” kata Cala

“Saya tidak tahu apakah Diakhaby mengada-ada, apakah dia salah menafsirkannya. Saya tidak tahu,” tambahnya.

“Saya pernah tinggal dengan orang Cina, Afrika Selatan. Saya pernah di Guinea bersama Kanoute dan Benjamin Zarandona. Sungguh luar biasa yang terjadi pada saya. Saya masih dalam keadaan shock,”

“Tidak ada rasisme dalam sepak bola Spanyol. Saya tidak punya masalah untuk duduk bersamanya. Yang berkembang saat ini hanyalah sirkus semata.”

Pihak Valencia pun menegaskan bahwa dengan pernyataan dari Cala itu, mereka pun siap untuk sepenuhnya untuk terus melawan.

“Setelah ancaman yang dilakukan Cala dalam konferensi pers dia, klub, presiden klub Anil Murthy, dan Mouctar Diakhaby tetap merasa yakin untuk terus melawan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Tolak Dicap Rasialis, Bek Cadiz Malah Serang Balik Diakhaby

gamespool
Tolak Dicap Rasialis, Bek Cadiz Malah Serang Balik Diakhaby 46

Football5star.com, Indonesia – Bek Cadiz Juan Torres Ruiz atau Cala menggelar konfrensi pers terkait tudingan dirinya melakukan serangan rasial kepada pemain Valencia, Mouctar Diakhaby.

Dalam jumpa pres yang dilakukan bek berusia 31 tahun tersebut, Cala malah menuding balik Diakhaby mengada-ada. Ia pun menganggap apa yang berkembang setelah kejadian itu hanyalah sebuah sirkus.

Valencia CF Kami Terpaksa Bermain Lawan Cadiz karena Diancam Sanksi

“Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan praduga tak bersalah. Tidak ada yang pantas dihukum mati seperti ini di depan umum. Ini nomor teleponku untuk setidaknya meminta maaf,” kata Cala seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Selasa (6/4/2021).

“Saya tidak tahu apakah Diakhaby mengada-ada, apakah dia salah menafsirkannya. Saya tidak tahu,” tambahnya.

“Saya pernah tinggal dengan orang Cina, Afrika Selatan. Saya pernah di Guinea bersama Kanoute dan Benjamin Zarandona. Sungguh luar biasa yang terjadi pada saya. Saya masih dalam keadaan shock,”

“Tidak ada rasialisme dalam sepak bola Spanyol. Saya tidak punya masalah untuk duduk bersamanya. Yang berkembang saat ini hanyalah sirkus semata.”

Dari penjelasan Cala, ia juga menyebut bahwa dirinya sudah dianggap salah sebelum adanya penyelidikan lebih jauh. Hal itu menurutnya sangat tidak benar dan membuatnya sangat kecewa.

“Saya telah menerima pesan dari semua pihak, karena saya telah menjadi sasaran penghakiman dan itu tidak benar,” tutup bek tengah yang pernah bermain di Granada tersebut.

Meski menolak dicap rasislis. Dalam laporan wasit laga Cadiz vs Valencia, Minggu (4/4), Cala mengeluarkan kata-kata rasial kepada Diakhaby. Ucapan tersebut ditulis oleh wasit David Medie Jimenez yang memimpin laga itu.

“Pemain nomor 12 Valencia, Mouctar Diakhaby, setelah dihukum kartu kuning akibat konfrontasi itu bilang ke saya bahwa pemain nomor 16 Cadiz, Juan Torres Ruiz, memanggil dia, sebagaimana dia bilang, ‘dia memanggil saya orang hitam sialan’.”

“Kejadian ini tidak didengar oleh anggota tim ofisial yang mewasiti pertandingan,” lanjut Jimenez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia CF: Kami Terpaksa Bermain Lawan Cadiz karena Diancam Sanksi

gamespool
Valencia CF: Kami Terpaksa Bermain Lawan Cadiz karena Diancam Sanksi 50

Football5Star.com, Indonesia – Valencia mengeluarkan pernyataan setelah pemainnya, Mouctar Diakhaby, mendapatkan perilaku rasialisme oleh pemain Cadiz, Juan Cala. Valencia yang sudah mundur dari pertandingan itu harus kembali ke lapangan karena diancam sanksi pengurangan poin.

Laga Cadiz vs Valencia (5/4/21) sempat terhenti pada menit ke-29 setelah seluruh pemain Valencia keluar dari lapangan karena Diakhaby menerima penghinaan rasial dari Cala. Laga akhirnya dilanjutkan kembali setelah Diakhaby meminta para rekan timnya untuk kembali melanjutkan permainan. Namun ternyata bukan hanya itu alasan Valencia kembali ke lapangan.

Laga Cadiz vs Valencia Sempat Terhenti karena Adanya Aksi Rasialisme
@valenciacf_en

“Klub tidak meminta para pemain untuk kembali ke lapangan. Wasit memberi tahu para pemain tentang konsekuensi tidak kembali ke lapangan permainan. Para pemain, dipaksa bermain di bawah ancaman penalti setelah penghinaan rasis dan kartu kuning ke Diakhaby, memutuskan untuk kembali ke lapangan,” tulis pernyataan Valencia seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Los Murcielagos melanjutkan, “Diakhaby meminta agar rekan satu timnya kembali ke lapangan untuk melanjutkan permainan. Mereka menghormati keinginannya.”

Pernyataan Jose Luis Gaya

Pernyataan itu juga dikonfirmasi oleh kapten Valencia, Jose Gaya. Bek kiri timnas Spanyol itu kecewa hal ini bisa terjadi dan meminta adanya solusi atas kejadian ini.

“Saya berada jauh dari insiden itu. Diakhaby tampak sangat marah, dan dia memberi tahu kami bahwa dia telah menerima penghinaan rasis. Itu sebabnya kami keluar dari lapangan. Sangat disayangkan bahwa hal semacam ini masih terjadi dalam sepak bola, dan solusi harus diterapkan, “ucap Gaya.

Dia melanjutkan, “Kami mendukungnya setiap saat. Kami melakukan apa yang dia perintahkan, dia ingin kami kembali bermain. Kami kembali karena dia memberi tahu kami, dan juga karena jika tidak, kami akan dikurangi poin. Itulah yang diberitahukan kepada kami saat berada di dalam ruang ganti, dan kami tidak punya pilihan lain selain kembali.”

Valencia akhirnya kalah di laga itu dengan skor 2-1. Diakhaby tidak melanjutkan pertandingan setelah diganti oleh Hugo Guillamon. Tragisnya, Juan Cala tetap melanjutkan pertandingan walaupun langsung diganti pada pergantian babak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Laga Cadiz vs Valencia Sempat Terhenti karena Adanya Aksi Rasialisme

gamespool
Laga Cadiz vs Valencia Sempat Terhenti karena Adanya Aksi Rasialisme 53

Football5Star.com, Indonesia – Ada insiden buruk terjadi di laga La Liga pekan ke-29 yang mempertemukan Cadiz vs Valencia. Laga sempat berhenti pada menit ke-30 karena adanya insiden rasialisme.

Laga berjalan seru di awal babak. Cadiz berhasil mencetak gol terlebih dahulu lewat Juan Cala pada menit ke-14 dan dibalas oleh Kevin Gameiro pada menit ke-19. Namun pada menit ke-29, sang pencetak gol Juan Cala bersitegang dengan bek Valencia Mouctar Diakhaby.

Tak jelas apa yang dikatakan Cala kepada Diakhaby, namun karena hal itu Diakhaby berjalan ke luar lapangan. Gabriel Paulista juga meminta semua pemain Valencia keluar dari lapangan. Dilaporkan bahwa Cala mengatakan sesuatu yang berbau rasialisme kepada Diakhaby.

Namun setelah beberapa menit terhenti dan adanya diskusi panjang antara pemain, staff, dan wasit, Valencia memutuskan untuk melanjutkan pertandingan karena Diakhaby sendiri meminta para rekannya untuk melanjutkan pertandingan tanpanya.

“Pemain yang mendapat hinaan rasial itu meminta agar rekan satu timnya kembali ke lapangan. Kami mendukung Anda Mouctar,” kicau Valencia seperti dilansir Football5Star.com dari akun Twitter klub.

Mouctar Diakhaby akhirnya tidak melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Hugo Guillamon. Ironisnya, Juan Cala masih melanjutkan pertandingan tanpa terkena kartu sedangkan Diakhaby terkena kartu kuning sebelum keluar dari lapangan. Laga akhirnya dimenangkan Cadiz 2-1 setelah Marcos Gutierez mencetak gol pada menit ke-88.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pangeran Johor Merasa Dipermainkan oleh Pemilik Valencia

gamespool
Pangeran Johor Merasa Dipermainkan oleh Pemilik Valencia 57

Football5star.com, Indonesia – Pangeran Johor, Tunku Ismail Idris merasa dirinya dipermainkan oleh pemilik Valencia, Peter Lim. Tunku Ismail bahkan menyebut Peter Lim tidak mau mendengarkan orang lain untuk menjual saham Valencia kepada dirinya.

Dikatakan oleh Pangeran Johor itu pada 14 Maret, ia sempat bertemu Lim di Singapura untuk membicarakan pembelian saham Valencia. Namun pembicaraan itu berujung buntu.

Luis Milla Tak Percaya dengan Niat Pangeran Johor Miliki Valencia

“Hari itu kami seharusnya menyelesaikan kesepakatan, tetapi kemudian Tuan Lim mengklarifikasi bahwa saya harus menyelesaikan beberapa masalah terlebih dahulu sebelum pembicaraan itu dilanjutkan,” kata Tunku Ismail seperti dikutip Football5star.com dari Diario AS, Selasa (23/3/2021).

“Idenya adalah untuk membelin sebagian saham dari Tuan Lim. Selain masalah yang dikatakan Lim kepada saya, masalah lain yang terkait Fair Play telah memperlambat operasi ini,” tambahnya.

“Di sini perlu digarisbawahi jika saya sudah mendarat di Mestalla setelah membeli saham, pergerakan ekonominya dalam hal manajemen olahraga akan sangat terbatas,”

Rumor yang beredar bahwa Pangeran Johor itu berencana untuk membeli saham Valencia sebesar 50 persen. Namun Peter Lim kemudian meminta Tunku Ismail membantunya terlebih dahulu dalam menghadapi krisis yang dialami klub.

Peter Lim sendiri pada Oktober tahun lalu sudah menegaskan tidak berniat untuk menjual Valencia.

Sementara itu, mantan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla mengaku tak terlalu mempercayai niat dari Pangeran Johor, Tunku Ismail Idris untuk menjadi pemilik baru El Che. Milla yang juga eks pemain Valencia itu menyebut bahwa keinginan Tunku Ismail hanyalah murni bisnis.

“Saya tidak percaya semua orang itu. Mereka ingin mencari bisnis di Valencia dan klub bisa ketakutan. Mereka tidak berasumsi bahwa mereka ingin menjadi klub ini sukses.” kata Milla.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Luis Milla Tak Percaya dengan Niat Pangeran Johor Kuasai Valencia

gamespool
Luis Milla Tak Percaya dengan Niat Pangeran Johor Kuasai Valencia 61

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla mengaku tak terlalu mempercayai niat dari Pangeran Johor, Tunku Ismail untuk menjadi pemilik baru El Che. Milla yang juga eks pemain Valencia itu menyebut bahwa keinginan Tunku Ismail hanyalah murni bisnis semata.

“Saya tidak percaya semua orang itu. Mereka ingin mencari bisnis di Valencia dan klub bisa ketakutan. Mereka tidak berasumsi bahwa mereka ingin menjadi klub ini sukses. Anda harus memiliki basis dan latar belakang olahraga yang baik untuk itu,” kata Milla seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Selasa (23/3/2021).

Saat Luis Milla Bicara Soal Tren Taktik Sepak Bola Saat Ini

“Untuk menjadi pemilik klub bola, Anda harus mengenal lingkungan, sepak bola Spanyol dan keunikan entitas seperti Valencia. Saya merasa mereka mengelola klub dari atas dan hanya mengandalkan perwakilan dari luar negeri. Hal seperti ini sudah terbukti tidak berhasil di Valencia,”

Lebih lanjut, Milla menyebut bahwa Valencia di kondisi seperti saat ini harus bisa melihat kondisi lebih luas. Sebagai mantan pemain, Milla merasa sangat sedih dengan kondisi Valencia.

“Itulah sebenarnya. Manajemen Valencia tidak ideal dan sebagai mantan pemain, saya sedih melihatnya seperti ini karena saya ingin mereka bisa lebih tinggi dan bersaing untuk hal lebih besar,” urai Milla.

“Tapi saya ingin memperjelas tentang hal lain dan itu adalah bahwa saya angkat topi untuk pekerjaan Javi Garcia dan para pemain karena mereka tampil terbaik dan memberikan segalanya terlepas dari kondisi klub,” tutup Luis Milla.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Timnas Inggris Lagi-Lagi Ditolak Pemain Muda, Kali Ini Yunus Musah

gamespool
Timnas Inggris Lagi-Lagi Ditolak Pemain Muda, Kali Ini Yunus Musah 65

FootballStar.com, Indonesia – Gelandang muda Valencia, Yunus Musah resmi memilih timnas Amerika Serikat sebagai timnya di ajang internasional. Musah memilih Amerika Serikat karena alasan tempat kelahirannya.

Musah bisa bermain untuk Inggris, Ghana, Italia, dan Amerika Serikat. Dia lahir di New York dari orang tua asal Ghana. Dia pindah ke Italia saat masih kecil dan pindah ke Inggris pada usia 9 tahun untuk masuk ke akademi Arsenal. Valencia akhirnya merekrutnya untuk bermain di Valencia B pada 2019.

Musah sebenarnya sudah bermain dua kali untuk tim senior Amerika Serikat pada 2020 setelah sebelumnya bermain lebih dari 30 kali untuk tim usia muda Inggris. Namun dia masih bisa memilih tim lain karena dua laga itu merupakan laga persahabatan. Tapi dia sudah memutuskan bahwa dia berkomitmen untuk Amerika Serikat.

Timnas Inggris Lagi-Lagi Ditolak Pemain Muda, Kali Ini Yunus Musah
The US Sun

“Saya pikir ini cukup jelas bagi saya untuk bermain memperkuat Amerika Serikat. Pertama, saya rasa itu masuk akal untuk mewakili negara tempat saya lahir. Momen di mana saya memutuskan untuk memperkuat Amerika Serikat datang suatu hari ketika hati saya berkata bahwa itu adalah tempat terbaik bagi saya,” ucap Musah seperti dilansir Football5Star.com dari Goal.

Musah melanjutkan, “Proyek yang mereka memiliki untuk masa depan juga sangat menarik, dan ini merupakan sebuah kehormatan untuk bisa menjadi bagian dari itu. Saya tak sabar untuk memulai.

Pemain berusia 18 tahun itu diperkirakan akan dipanggil di jeda internasional pada akhir bulan nanti untuk melawan Jamaika dan Irlandia Utara.

Keputusan Yunus Musah merupakan kabar baik untuk timnas Amerika Serikat. Apalagi mereka saat ini banyak sekali diperkuat oleh talenta-talenta muda berbakat. Sebut saja, Christian Pulisic, Weston McKennie, Gio Reyna, dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk The Three Lions, mereka lagi-lagi harus kehilangan talenta mudanya setelah sebelumnya, pemain Bayern Munich, Jamal Musiala lebih memilih bermain untuk Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kemenangan Real Madrid Dibayar Mahal, Zidane Bingung

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid sukses mengamankan tiga poin. Menjamu Valencia di stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (14/2/2021) anak asuh Zinedine Zidane menang 2-0.

Dua gol kemenangan Real Madrid tercipta pada babak pertama. Karim Benzema membuka keunggulan pada menit ke-12. Lalu Toni Kroos memastikan tiga angka tuan rumah tiga menit sebelum jeda.

Hasil ini jelas membuat Zidane senang. Ia pun berharap Los Blancos bisa melanjutkan momen ini dan meminta pemainnya tidak terpengaruh dengan pertandingan tim rival.

zinedine zidane realmadriden
@realmadriden

“Kami akan melanjutkan hasil seperti ini dan tidak akan melihat tim lain yang terlibat dalam perburuan gelar. Saya senang untuk para pemain saya karena mereka tampil bagus,” kata pelatih asal Prancis seperti dikutip Football5star dari Marca, Minggu (14/2/2021).

“Kami bermain bagus dalam menyerang dan juga bertahan. Kami mampu bermain dengan bola dan memainkan pertandingan ini seperti rencana yang kami inginkan. Terutama pada babak pertama,” pungkasnya.

Akan tetapi, legenda Prancis tidak sepenuhnya senang atas kemenangan 2-0 ini. Ada satu kekecewaaan besar yang dialami. Kemenangan ini harus dibayar mahal karena Dani Carvajal harus ditarik keluar karena cedera.

“Saya tidak mengerti kenapa terjadi lagi. Ada banyak cedera di tim kami dan itu membuat saya khawatir. Ketika saya kehilangan pemain itu sangat menggangu saya sebagai pelatih,” ucapnya.

“Hamstringnya kambuh lagi, saya sedih melihat Carvajal. Dia bermain 25 menit dengan sangat baik dan saya menyesal dia cedera karena dia pemain penting kami,” tutup Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid vs Valencia: Toni Kroos Gemilang, Los Blancos Menang

gamespool
Real Madrid vs Valencia: Toni Kroos Gemilang, Los Blancos Menang 71

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-23 La Liga yang mempertemukan Real Madrid vs Valencia. Los Blancos menang dengan skor 2-0 dengan Toni Kroos mencatatkan 1 gol dan 1 assist.

Real Madrid dapat kesempatan pertama pada menit ke-8 lewat tendangan jarak jauh Casemiro, tapi Jaume berhasil menepis dengan kakinya.

Los Blancos mecetak gol pada menit ke-11. Toni Kroos memberi umpan ke Karim Benzema yang dengan fantastis melepaskan tembakan dari kotak penalti dan masuk ke gawang.

Real Madrid kembali mencetak gol pada menit ke-42. Luka Modric memberi umpan ke Lucas Vazquez. Dia lalu memberi umpan cutback ke Kroos yang berhasil melepaskan tembakan akurat ke gawang Valencia.

Babak pertama Real Madrid vs Valencia berakhir dengan skor 2-0.

Valencia dapat peluang pertamanya pada menit ke-53 lewat tendangan jarak jauh Maximiliano Gomez, tapi Thibaut Courtois berhasil menepisnya dengan gemilang.

Madrid kembali mencetak gol pada menit ke-61. Vinicius memberi umpan ke Ferland Mendy yang berhasil memasukkan bola dengan kaki lemahnya, kaki kanan. Tapi gol dianulir oleh VAR karena Mendy berada pada posisi offside.

Benzema punya peluang pada menit ke-74 lewat tendangan sudut sempit. Tapi Jaume berhasil menepisnya.

Valencia terus menerus menyerang tapi sama sekali tak pernah membahayakan gawang Thibaut Courtois. Tak ada tambahan gol di sisa babak, laga Real Madrid vs Valencia berakhir dengan skor 2-0.

Susunan Pemain Real Madrid vs Valencia

Real Madrid (4-3-3): 1-Thibaut Courtois; 2-Dani Carvajal (17-Lucas Vazquez), 5-Raphael Varane, 6-Nacho Fernandez, 23-Ferland Mendy; 19-Luka Modric (22-Isco), 14-Casemiro, 8-Toni Kroos; 11-Marco Asensio (30-Sergio Arribas), 9-Karim Benzema (24-Mariano Diaz), 20-Vinicius.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Valencia (4-4-2): 1-Jaume; 2-Thierry Correira, 5-Gabriel Paulista, 6-Ferro, 14-Jose Gaya; 18-Daniel Wass (20-Lee Kang-In), 19-Uros Racic, 8-Carlos Soler (10-Christian Oliva), 7-Goncalo Guedes (30-Yunus Musah); 21-Manuel Vallejo (9-Kevin Gameiro), 22-Maximiliano Gomez (11-Patrick Cutrone).

Pelatih: Javi Garcia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

BREAKING! Valencia Tampung Patrick Cutrone

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Patrick Cutrone kembali mendapat klub baru musim ini. Pemain asal Italia baru saja dipinang oleh klub Liga Spanyol, Valencia.

Valencia mendatangkan Patrick Cutrone dengan status pinjaman dari Wolverhampton. Sang bomber akan berada di klub LaLiga hingga akhir musim ini.

Bergabung dengan El Che, Cutrone mengaku senang. Ia pun berharap bisa bangkit dan menjadi skuat utama di sisa musim ini.

patrick cutrone anil murti valenciacf
valenciacf.com

“Saya sangat senang berada di sini dan saya sangat ingin datang ke sini. Saya tidak sabar untuk bertemu dengan tim, pelatih, dan staf untuk mulai bermain. Kita semua tahu Valencia adalah klub ybesar dan bersejarah. Suatu kehormatan bisa berada di sini,” katanya di laman resmi klub, Senin (1/1/22021).

“saya ingin memberikan banyak hal positif di sini dan saya ingin memberikan segakanya untuk tim. saya pikir itulah tujuan utama semua orang di sini. Kami ingin melakukan pekerjaan dengan baik dan memenangkan pertandingan sebanyak mungkin,” ia menambahkan.

Ini jadi kedua kalinya Patrick Cutrone dipinjamkan oleh Wolverhampton. Musim lalu dia sempat kembali ke Italia untuk memperkuat Fiorentina.

Kendati sempat mencetak beberapa gol krusial, bomber 23 tahun tidak dipermanenkan. Masuknya Cesare Prandelli sebagai pelatih musim ini membuat namanya terdepak hingga dipulangkan ke Wolverhampton.

Bersama Valencia, Patrick Cutrone akan menjalani debut pekan depan ketika tandang ke Basque untuk menghadapi Athletic Bilbao.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Setelah Leeds United, Andrea Radrizzani Ingin Akuisisi Valencia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Setelah sukses bersama Leeds United, Andrea Radrizzani ingin membeli Valencia. Saat ini pengusaha asal Italia sedang bernegosiasi dengan pemilik klub Spanyol itu, Peter Lim.

Andrea Radrizzani adalah salah satu sosok penting di balik kembalinya Leeds United ke Premier League musim ini. Tangan dinginnya dalam mengelola klub hingga meyakinkan Marcelo Bielsa untuk bergabung menjadikan The Whites promosi untuk pertama kali sejak 16 tahun.

Kesuksesan itu pula yang ingin coba diulang Radrizzani di Valencia. Kabar ini pun dibenarkan oleh Marca. Media kenamaan Spanyol menyebut negosiasi dengan Peter Lim sudah terjalin.

Suporter Valencia Adakan Aksi Demo Tuntut Peter Lim Hengkang
Marca

Disebutkan pula jika sang pengusaha sudah menyiapkan dana tak kurang dari 200 juta euro untuk mengakuisisi El Che. Tapi dana tersebut bukan dari kantongnya sendiri. Melainkan dari dana pihak ketiga yang dipercaya pria Italia.

Peluang ini terbilang cukup terbuka. Pasalnya Andrea Radrizzani dan Peter Lim punya hubungan baik sebagai teman. Keduanya beberapa kali juga terlibat kerja sama bisnis.

Selain kedekatan mereka, situasi di Valencia saat ini juga memungkinkan pengusaha Singapura melepas mayoritas sahamnya. Klub yang bermarkas di Mestalla sedang mengalami krisis finansial.

Masalah ini pula yang membuat mereka melepas banyak pemain musim ini seperti Ferran Torres, Geoffrey Kondogbia, Rodrigo Moreno, hingga sang kapten Dani Parejo. Selain itu, para pendukung juga sudah tidak sejalan dengan Lim dan meminta ia mengundurkan diri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Barcelona vs Valencia: Malam Spesial Lionel Messi Dirusak Maxi Gomez

gamespool
Barcelona vs Valencia: Malam Spesial Lionel Messi Dirusak Maxi Gomez 81

Football5star.com, Indonesia – Malam spesial Lionel Messi gagal membuahkan hasil terbaik karena Barcelona tak mampu mengalahkan Valencia di Camp Nou pada Sabtu (19/12) malam WIB. Partai Liga Spanyol antara Barcelona vs Valencia berakhir dengan skor 2-2 berkat gol Maxi Gomez pada menit ke-69.

Valencia yang bermain sebagai tim tamu berhasil merepotkan Barcelona di awal-awal pertandingan. Pada menit ke-3, Los Che nyaris mencuri keunggulan lewat sepakan Goncalo Guedes yang melenceng tipis dari gawang Barcelona.

Memasuki pertengahan babak pertama, Valencia. masih terus merepotkan barisan belakang Barcelona. Pada menit ke-30, tim tamu berhasil unggul lewat Mouctar Diakaby yang lolos dari kawalan Antoine Griezmann dan tanpa kesulitan menanduk sepak pojok kiriman Carlos Soler.

Di penghujung babak pertama, Barcelona mendapat hadiah penalti setelah Jose Gaya menjatuhkan Antoine Griezmann di kotak terlarang. Lionel Messi yang maju sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya. Tapi, ia berhasil menyambar bola muntah dan membuat paruh pertama berakhir dengan skor 1-1.

Lionel Messi - Barcelona vs Valencia - Liga Spanyol - Reuters - Maxi Gomez
Reuters

Di babak kedua, Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, sepakan akrobatik Ronald Araujo berhasil menjebol gawang Jaime Domenech dan membawa Barcelona unggul pada menit ke-52.

Selepas gol Araujo, Valencia kembali merepotkan lini belakang Barcelona. Pada menit ke-69, mereka berahsil menyamakan kedudukan setelah Maxi Gomez berhasil menyambar umpan silang kiriman Jose Gaya.

Di sisa waktu pertandingan, Barcelona langsung mengurung lini belakang Valencia. Akan tetapi, mereka gagal mencetak gol tambahan dan skor 2-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Hasil ini membuat Blaugrana gagal merangsek ke empat besar klasemen Liga Spanyol.

Satu gol yang dicetak Messi ke gawang Valencia membuatnya berhasil menyamai rekor gol Pele. Kedua pemain itu kini menjadi pemain dengan koleksi gol terbanyak untuk satu klub (643).

SUSUNAN PEMAIN BARCELONA VS VALENCIA:

Barcelona: 1-Marc-Andre ter Stegen; 2-Sergino Dest, 4-Ronald Araujo, 28-Oscar Mingueza, 18-Jordi Alba; 5-Sergio Busquets (21-Frenkie de Jong 46′); 7-Antoine Griezmann (17-Francisco Trincao 73′), 16-Pedri (8-Miralem Pjanic 86′), 14-Philippe Coutinho (15-Clement Lenglet 79′), 9-Martin Braithwaite; 10-Lionel Messi

Pelatih: Ronald Koeman

Valencia: 1-Jaume Domenech; 18-Daniel Wass, 5-Gabriel Paulista, 12-Mouctar Diakhaby, 14-Jose Gaya; 30-Yunus Musah (37-Alex Blanco 42′), 8-Carlos Soler, 19-Uros Racic, 17-Denis Cheryshev (20-Lee Kang-in 90′); 22-Maxi Gomez, 7-Goncalo Guedes (21-Manu Vallejo 87′)

Pelatih: Javi Gracia

Kartu Kuning: Griezmann 13′, Mingueza 57′ – Gaya 45′, Blanco 45′

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kenangan Buruk Ronald Koeman Jelang Barcelona vs Valencia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Barcelona vs Valencia bermakna lebih untuk Ronald Koeman. Untuk pertama kalinya dia akan berhadapan dengan mantan klubnya.

Sebagai informasi, Ronald Koeman pernah menangani Valencia musim 2007-2008. Selama di Mestalla, ia lebih sering dikritik ketimbang dipuji. Kendati sukses mempersembahkan Copa del Rey, keberadaan El Che di peringkat ke-15 di akhir musim membuat banyak pihak murka.

Kritik tidak hanya datang dari pihak luar. Beberapa pemain El Che ketika itu juga secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya dengan pelatih asal Belanda.

ronald koeman valencia mdz online
MDZ Online

“Saya tahu beberapa mantan pemain adalah komentator, masing-masing mencari kehidupan. Itu bukan kenangan terbaik dalam karier saya. Saya hanya membuat keputusan dan saya bisa membuat kesalahan seperti orang lain,” kata Koeman kepada Marca, Sabtu (19/12/2020).

“Setidaknya kami memenangkan Copa del Rey. Valencia adalah tempat yang rumit. Dalam 15 tahun mereka mengalami banyak pergantian pelatih dan sepertinya lingkungan di sana tidak tenang dan membuat orang yang bekerja merasa tidak nyaman,” ia menambahkan.

Dua pemain berpengaruh El Che yang secara terang-terangan tidak senang dengan eks nakhoda Everton adalah David Albelda dan Joaquin Sanchez. Enam tahun lalu Albelda bahkan sempat menyindir mantan bosnya itu.

“Hari ini saya mendengar orang-rang berbicara soal Koeman. Saya berharap suatu hari dia akan melatih Barcelona agar kompetisi ini kembali seimbang,” sindir Albelda. Dan pada akhirnya apa yang diungkap mantan kapten El Che menjadi kenyataan musim ini.

Sedangkan Joaquin pernah berujar tidak sudi lagi dilatih pria asal Belanda. Sekali pun dia menjadi kitman Valencia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Dendam Kesumat Eks Pelatih Valencia kepada Pengusaha Singapura

gamespool
Dendam Kesumat Eks Pelatih Valencia kepada Pengusaha Singapura 88

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih Valencia, Marcelino mengaku bahwa dirinya masih memiliki dendam kepada presiden El Che yang juga seorang pengusaha Singapura, Anil Murthy.

“Saya tidak tertarik untuk menyapa dirinya jika saya bertemunya di jalan. Dia ingin mengancam kita, tapi biarkan dia berbicara sesuka hati,” ucap Marcelino seperti dikutip Football5star.com dari Football Espana, Jumat (20/11/2020).

marcelino garcia-valencia

14 bulan lalu, Marcelino dipecat sebagai pelatih Valencia. Sampai saat ini, ia belum melatih satu klub manapun. Menurut Marcelino, banyak hal yang diutarakan Anil tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Ketika keputusan dibuat terhadap seseorang dan segala sesuatu telah terjadi, Anda harus selalu meninggalkan sesuatu di sana. Tapi ini bukan soal melempar batu lalu bersembunyi tangan. Apa yang harus Anda katakan, Anda harus bisa buktikan,” ucapnya.

Marcelino pun menyoroti soal pelatih baru pengganti dirinya di Mestalla, Javi Garcia. Menurutnya apa yang dialami Javi Garcia saat ini sangat mirip dengannya.

“Prosesnya sangat mirip. Saya yang pertama dan Javi sekarang berada di situasi di mana mereka mengatakan satu keburukan kepadanya dan kemudian mereka akan terus melakukan hal itu”

Menurut Marcelino, faktor utama yang membuatnya dipecat sebagai pelatih Valencia adalah sikapnya yang mengkritik pemilik klub.

“Salah satu alasan mereka memecat saya adalah karena saya menentang pemiliknya, yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan,” tutup eks pelatih Valencia tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zidane Bingung Real Madrid Kalah Gara-gara 3 Penalti dan Satu Bunuh Diri

gamespool
Zidane Bingung Real Madrid Kalah Gara-gara 3 Penalti dan Satu Bunuh Diri 93

Football5star.com IndonesiaReal Madrid kalah secara menyakitkan dengan skor 1-4 di kandang Valencia, Senin (9/11/2020) WIB. Bahkan, pelatih Madrid, Zinedine Zidane, pun bingung permainan timnya dan hasil akhir.

Bagaimana tidak. Empat gol yang bersarang di gawang Real Madrid memang lahir dari cara tak umum. Tiga gol melalui penalti Carlos Soler dan satu lainnya hasil bunuh diri bek asal Prancis, Raphael Varane.

Valencia vs Real Madrid - marca
Marca

Bahkan, Valencia mendapatkan empat hadiah penalti pada pertandingan ini. Akan tetapi, eksekusi penalti pertama dari Carlos Soler pada menit ke-30 bisa digagalkan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Empat hadiah penalti dan satu gol bunuh diri lahir setelah anak asuh Zinedine Zidane itu unggul lebih dahulu berkat gol Karim Benzema pada menit ke-23. Secara keseluruhan, El Real pun menguasai 58% ball possessions dan total melepas 15 tembakan berbanding 8 milik Valencia.

“Separuh babak pertama cukup bagus. Kami mencetak gol, lalu semuanya terjadi terhadap kami hari ini. Jika wasit meniup peluit, maka itu benar. Segalanya terjadi kepada kami, tiga gol penalti dan satu bunuh diri. Itu terlalu berlebihan. Sulit dipahami,” sebut Zinedine Zidane, dikutip Football5star.com dari Marca.

Wasit VAR Valencia vs Real Madrid - As
As

Meski begitu, Zinedine Zidane enggan melempar kesalahan kepada wasit atau VAR. Sebagai pelatih, dia pasang badang karena merasa tak bisa menelurkan solusi terhadap masalah yang dihadapi.

“Saya tak merasa Valencia lebih baik secara taktik. Saya yang patut disalahkan. Sebagai pelatih, saya seharusnya bisa menemukan solusi setiap pertandingan. Namun, setelah skor imbang, pertandingan berubah. Hal itu terjadi kepada kami beberapa kali dan saya tak menyukainya,” bilang Zinedine Zidane lagi.

Akibat kekalahan itu, Real Madrid tak beranjak dari peringkat keempat klasemen sementara dengan 16 poin. Di atas mereka masih ada Real Sociedad, Villarreal, dan Atletico Madrid, yang pada pekan ini sama-sama meraih kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Valencia vs Real Madrid: Tiga Gol Penalti Soler Buat Los Blancos Kalah Telak

gamespool
Valencia vs Real Madrid: Tiga Gol Penalti Soler Buat Los Blancos Kalah Telak 96

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan seru terjadi pada pekan lanjutan La Liga yang mempertemukan Valencia vs Real Madrid. Tim tuan rumah berhasil menang dengan skor telak 4-1. Valencia mencetak 4 gol lewat gol bunuh diri dan 3 penalti.

Real Madrid dapat kesempatan pertama pada menit ke-9 lewat tendangan jarak jauh dari Marco Asensio, namun melebar dari gawang Jaume.

Los Blancos kembali mendapatkan kesempatan yang sama 3 menit kemudian, kali ini Luka Modric dan berhasi on target, namun ditepis oleh Jaume.

Akhirnya Madrid mencetak gol pada menit ke-22. Marcelo memberi umpan cutback kepada Karim Benzema yang langsung melepaskan tembakan ke gawang Valencia.

Valencia dapat penalti pada menit ke-28, umpan dari Jose Gaya mengenai tangan dari Lucas Vazquez di kotak penalti. Tapi, setelah itu, skenario aneh terjadi.

Tendangan penalti Carlos Soler berhasil ditepis Thibaut Courtois, bola liar kembali di sambar Soler namun membentur tiang gawang. Tapi bola memantul ke arah Yunus Musah yang berhasil memasukkan bola ke gawang. Tapi, VAR mengintervensi, gol dianulir, karena Musah masuk ke kotak penalti saat Soler menendang, tapi penalti kembali diulang!

Soler kembali menjadi algojo penalti pada penalti kedua, dan kali ini dia berhasil mengalahkan Courtois.

Kejadian aneh kembali terjadi di Estadion Mestalla. Raphael Varane melakukan gol bunuh diri setelah gagal menyapu bola dengan sempurna dan bola melewati garis gawang pada menit ke-45. Wasit sempat mengecek VAR terlebih dahulu, namun gol tetap disahkan.

Babak pertama berakhir dengan skor 2-1.

Babak kedua dimulai dengan Valencia kembali mendapatkan penalti pada menit ke-52, kali ini Marcelo melanggar Maxi Gomez. Soler yang kembali menjadi algojo kali ini langsung berhasil mengalahkan Courtois.

Lagi-lagi Valencia dapat penalti! Pada menit ke-59, kali ini lewat handball dari Sergio Ramos. Carlos Soler berhasil mencetak hat-trick, semuanya dari titik putih.

Tak ada tambahan gol di sisa babak. Laga Valencia berakhir dengan skor 4-1.

Susunan Pemain Valencia vs Real Madrid

Valencia (4-4-2): 1-Jaume; 18-Daniel Wass, 5-Gabriel Paulista, 15-Hugo Guillamon, 14-Jose Gaya; 30-Yunus Musah (23-Jason), 8-Carlos Soler, 19-Uros Racic, 17-Denis Cheryshev (3-Toni Lato); 20-Kang-in Lee (9-Kevin Gameiro), 22-Maxi Gomez (Ruben Soriano).

Pelatih: Javi Garcia.

Real Madrid (4-3-3): 1-Thibaut Courtois; 17-Lucas Vazquez, 5-Raphael Varane, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo; 10-Luka Modric, 15-Fede Valverde (8-Toni Kroos), 22-Isco (18-Luka Jovic); 11-Marco Asensio (25-Rodrygo), 9-Karim Benzema (24-Mariano Diaz), 20-Vinicius Jr (21-Martin Oedegard).

Pelatih: Zinedine Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kondogbia Mengamuk, Sebut CEO Valencia Hancurkan Proyek Klub

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Krisis di Valencia kian menjadi-jadi. Kali ini bintang mereka sendiri, Geoffrey Kondogbia, yang membuka borok CEO klub, Anil Murthy.

Untuk diketahui, Valencia sedang mengalami krisis dalam banyak hal. Mereka melepas banyak pemain bintang musim panas ini.

Sang pelatih, Javi Gracia bahkan dibuat naik pitam oleh manajemen karena tidak mendatangkan satu pemain pun pada bursa transfer. Padahal skuatnya cukup terbatas dan dia dibebani target tinggi.

Masalah ini bahkan sempat membuat Javi Gracia mengancam mengundurkan diri karena tidak puas dengan kinerja manajemen. Jika sang pelatih hanya mengancam mundur, apa yang dilakukan gelandangnya, Geoffrey Kondogbia, lebih berani lagi.

Tanpa ragu dia menyebut CEO klub, Anil Murthy, telah menghancurkan proyek ambisius Valencia. Dia juga mengklaim Murthy telah membohongi pelatih soal transfer pemain dan membohongi dirinya.

“Setelah menghancurkan proyek ambisius klub, Anda menipu pelatih dan akhirnya menipu saya. Terima kasih, Anil Murthy,” tulis Kondogbia di Instagram pribadinya.

Kemarahan mantan gelandang Inter Milan tak lepas dari keputusan klub yang menolak melepasnya. Padahal sebelumnya ia sudah dimasukkan dalam daftar jual.

Negosiasi juga sudah terjalin antara Valencia dengan Atletico Madrid. Kondogbia pun sudah siap pindah ke ibu kota Spanyol.

Namun, sampai tenggat waktu yang ada kesepakatan tak pernah terjadi. Sang gelandang menyebut bahwa Anil Murthy melarangnya pergi pada detik-detik terakhir bursa transfer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Nostalgia Hari Ini: Debut Profesional Mario Kempes

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Debut Profesional Mario Kempes 103

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 5 Oktober, 47 tahun yang lalu, pemain sepak bola asal Argentina bernama Mario Kempes, menjalani debutnya di Instituto. Setelah itu, dia menjelma menjadi salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah Argentina dan dunia.

Kempes bisa dibilang merupakan megabintang Argentina sebelum Diego Maradona dan Lionel Messi. Dia memulai debutnya pada usia 19 tahun di klub Instituto de Cordoba pada 1973 dengan kemenangan 1-0 atas Newell’s Old Boys.

mario kempes argentina the guardian
The Guardian

Kempes menjalani musim dengan impresif dengan mencetak 11 gol dari 13 laga. Dia akhirnya pindah ke Rosario Central dimana dia menjadi pencetak gol ulung dengan mencetak 85 gol dari 107 penampilan. Performanya itu membuat dia memulai kariernya di Eropa pada 1976 dengan bergabung ke Valencia.

Valencia berhasil memenangkan Copa Del Rey di tahun 1979, Piala Winners dan Piala Super Eropa di tahun berikutnya bersama Kempes.Dia juga mencatatkan 149 gol dalam 7 musimnya bersama Valencia dan memenangkan dua trofi Pichichi atau top skorer Liga Spanyol.

Bersama Timnas Argentina

Namun performa Kempes tentu saja yang paling diingat adalah saat dia berkostum Argentina. Dia memperkuat La Albiceleste di 3 Piala Dunia, 1974, 1978, dan 1982. Tapi yang paling berkesan tentu saja pada Piala Dunia 1978, dimana dia membawa Argentina juara dan menjadi top skorer kompetisi dengan 6 gol, termasuk dua golnya pada laga final melawan Belanda.

Namun sayang, golnya pada laga final itu merupakan gol terakhir dia bersama Argentina, di usianya yang masih 23 tahun. Pada 1982 termasuk Piala Dunia, dia bermain 9 kali tanpa mencetak satu gol pun.

Diego Maradona dan Mario Kempes berselisih soal Lionel Messi.
eltribuno.com

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, tentu saja yang paling diingat dari seorang Kempes adalah kiprahnya di Indonesia. Mario Kempes bermain di Indonesia di era 90-an dengan memperkuat Pelita Jaya sebelum memutuskan untuk pensiun pada usia 42 tahun.

Kempes akhirnya dinobatkan sebagai salah satu pemain yang masuk ke dalam daftar FIFA 100 atau “pesepak bola terbaik sepanjang sejarah” pada 2004 oleh legenda Brasil, Pele.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Suporter Valencia Lakukan Aksi Demo Tuntut Peter Lim Hengkang

gamespool
Suporter Valencia Lakukan Aksi Demo Tuntut Peter Lim Hengkang 107

Football5star.com, Indonesia – Sejumlah suporter Valencia mengadakan aski demo menuntut presiden Peter Lim agar hengkang dari posisinya. Sekitar 500 suporter yang diinisasi oleh Curva Nord melakukan aksi demo di depan Stadion Mestalla.

Aksi demo ini dilakukan para suporter Valencia sesaat sebelum El Che melaksanakan pertandingan melawan Getafe di pekan pertama Liga Spanyol 2020-21. Dikutip Football5star.com dari marca, Senin (14/9/2020) para pendemo membentangkan spanduk bertuliskan, ‘Merition Game Over’

Jadwal TV Liga Spanyol 2020-21
twitter.com/valenciacf

Selain itu ada juga spanduk yang bertuliskan agar Peter Lim segera pergi dari Valencia dan kembali ke negara asalanya. Pada 18 Mei 2014, penguasaha 66 tahun asal Singapura itu resmi membeli El Che.

Pada saat itu, ia mendapatkan suara mutlak dari seluruh direksi Valencia yang beranggotakan 22 orang. Dalam proses tersebut, Lim mengalahkan empat pengusaha lainnya, termasuk salah satu orang terkaya di Cina, Wang Jianlin.

Dalam proposal yang diajukannya, Lim berjanji akan menghapuskan hutang klub sebesar 300 juta euro, menyokong pembangunan stadion baru Valencia, serta menyediakan dana kurang lebih 50 juta euro untuk membeli pemain-pemain baru.

Sayangnya tujuh tahun berada di Mestalla, Peter Lim tak memenuhi janjinya soal pembangunan stadion baru misalnya. Kondisi Valencia pun saat ini berada di keterpurukan.

Kecaman tak hanya datang dari suporter. Mantan pemain Valencia, Mario Kempes juga sempat angkat bicara soal kepemimpinan Lim.

“Apakah saya percaya dari Lim? Itu pertanyaan yang cukup sulit. Kurasa tidak, saya benar-benar tidak tahu,” kata Kempes kepada Radio Marca beberap waktu lalu.

“Dia menunjukkan bahwa Anda tidak dapat menonton pertandingan dari jarak 12.000 kilometer dan membuat tim yang hebat, juga tidak bersaing dengan Real Madrid dan Barcelona,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]