Egy Maulana Vikri Piotr Stokowiec Lechia Gdansk - trojmiasto

Egy Maulana Vikri Sebut Pelatihnya di Lechia Gdansk Seperti Seorang Bos

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, mengaku berterima kasih atas bimbingan yang diberikan mantan pelatihnya di Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. Namun, Egy juga menyebut selama di Lechia, Stokowiec lebih sebagau figur bos ketimbang ayah.

Dalam dunia sepak bola, pelatih memang memiliki beragam karakter. Ada yang berkemampuan manajerial baik laiknya bos, ada pula yang mengedepanlan pendekatan personal seperti figur ayah. Nah, menurut Egy, Stokowiec merupakan tipe pelatih seperti seorang bos.

Witan Sulaeman Bakal Setim dengan Egy Maulana Vikri di Eropa?
Lechia.pl

“Tentu saja aku pikir dia seperti bos. Dia bisa memilih siapa yang bermain, menentukan bagaimana latihan hari itu, bisa membuat orang jadi lebih baik. Ya, dia seperti bos, dia bisa melakukan apa yang dia mau,” bilang Egy, seperti dikutip Football5star dalam wawancara dengan jurnalis Lechia.net, Karolina Jaskulska.

Memiliki pelatih yang berkarakter laiknya bos, Egy sebagai pemain muda tentunya merasakan betapa kerasnya Stokowiec. Namun, dia memakluminya. Apalagi, dia memetik banyak hal positif dari sikap keras Stokowiec terhadapnya.

“Ya, tapi aku pikir semua pelatih akan melakukan seperti itu. Dia akan lebih keras kepada pemain muda. Jika aku tak salah, dia mengatakan agar aku harus mengembangkan fisik, taktik, lebih percaya diri, jangan khawatir dan jangan takut, karena dia akan membantu,” sebut Egy menambahkan.

Egy Maulana Vikri Kaget Disambut Begitu Ramah di FK Senica

Egy Maulana Vikri Maklumi Keputusan Lechia Gdansk

Saat Egy Maulana Vikri harus pergi dari Lechia menyusul kontraknya yang tuntas pada tahun ini, Stokowiec pun ikut hengkang. Posisinya digantikan oleh Tomasz Kaczmarek.

Meski Stokowiec dinilai sudah gagal, Egy tetap merasa bersyukur karena sudah mendapatkan banyak pelajaran. Bahkan, sebelum keduanya sama-sama cabut, Stokowiec pun pernah berpesan.

“Dia mengatakan, ‘terima kasih, kamu sudah bekerja keras, sekarang kita lihat apa yang akan terjadi. Jangan berubah, tetap bekerja keras dalam latihan, suatu hari kamu akan mendapatkan kesempatan’,” bilang Egy mengulangi pesan dari sang pelatih.

Egy Maulana Vikri Piotr Stokowiec Lechia Gdansk - tvp-pl
TVP.pl

Egy memang tak pernah menyesali tiga tahun kebersamaanya dengan Lechia. Minimnya jam terbang di bawah asuhan Stokowiec tak lantas membuatnya berkecil hati. Pengalaman berharga selama di Lechia dijadikannya pelajaran agar lebih baik bersama klub barunya, FK Senica.

“Aku rasa itu normal (tak dipertahankan Lechia). Ini bagian dari sepak bola dan kita hanya perlu belajar dari hal itu. Aku ucapkan terima kasih untuk dukungan, kenangan, dan pengalaman. Semoga Lechia bisa merih hasil baik,” sebut pemain jebolan SKO Ragunan itu.

“Buatku, tim seperti keluarga. Mereka memberlakukan aku dengan baik karena tahu aku bukan dari Eropa. Mereka mebantuku, selalu bertanya apa aku ada masalah, apa butuh bantuan,” ucapnya memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]