Angel di Maria - Estadio Da Luz - PSG - Final Liga Champions - Mundo Albiceleste

Final Liga Champions: Catatan Apik Angel di Maria di Estadio Da Luz

dinasti
Final Liga Champions: Catatan Apik Angel di Maria di Estadio Da Luz 5

Football5star.com, Indonesia – Venue final Liga Champions 2019-20, Estadio da Luz, memiliki tempat yang spesial di hati gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Angel di Maria. Pasalnya, Di Maria memiliki sejarah apik ketika tampil di stadion berkapasitas 65.000 penonton itu.

Nama Di Maria mulai mencuat ketika ia membela pemilik Estadio Da Luz, Benfica pada periode 2007 hingga 2010. Bersama Aguias, Di Maria sukses mencetak 15 gol dan 27 assist dari 117 penampilannya.

Setelah Benfica, Di Maria memutuskan untuk membela panji Real Madrid. Momen terbaik Di Maria bersama Real Madrid hadir pada partai final Liga Champions musim 2013-14 yang digelar di Estadio Da Luz.

Angel di Maria - Estadio Da Luz - PSG - Final Liga Champions - Bleacher Report
Bleacher Report

Dalam laga tersebut, Di Maria tampil apik dan berhasil membawa Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1. Di Maria pun dinobatkan sebagai man of the match.

Kisah manis Di Maria dan Estadio Da Luz masih terus berlanjut hingga kini. Pada partai semifinal Liga Champions melawan RB Leipzig pada Rabu (19/8) lalu, Di Maria sukses mencetak satu gol dan dua assist serta dinobatkan sebagai man of the match.

FAKTOR DA LUZ MENJADI SUNTIKAN SEMANGAT BUAT ANGEL DI MARIA

Seluruh kenangan manis ini menjadi suntikan semangat untuk Di Maria. Ia mengaku ingin bisa mengulangi penampilannya di final Liga Champions musim 2013-14 dan membawa PSG meraih gelar Eropa pertamanya.

“Ketika UEFA mengubah venue Final Liga Champions ke Lisbon, saya mendapat perasaan aneh yang mengingatkan masa lalu ketika saya tinggal di sini selama tiga tahun serta berbagai kenangan indah,” ujar Angel di Maria, dikutip dari laman resmi UEFA

Angel di Maria - Estadio Da Luz - PSG - Final Liga Champions - Mundo Albiceleste
CNN

“Lalu bisa mencapai final dan mencoba membuat sejarah dengan klub seperti PSG. Saya menang di sini pada 2014 bersama Real Madrid. Bermain dari babak delapan besar hingga final di Da Luz, sebuah kombinasi yang hebat,” katanya menambahkan.

Satu hal yang bisa menjadi ancaman PSG di partai nanti adalah, catatan buruk para pendatang baru di partai final Liga Champions. Pasalnya, enam tim terakhir yang melakoni partai final pertamanya harus menelan kekalahan.

Tim terakhir yang sukses menjadi juara di partai final pertamanya adalah Borussia Dortmund pada musim 1996-97. Ketika itu, mereka sukses mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 berkat brace Karl-Heinz Riedle serta satu gol sumbangan Lars Ricken.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]