Nostalgia Hari Ini: Diego Maradona Dicokok karena Narkoba

Nostalgia Hari Ini: Diego Maradona Dicokok karena Narkoba

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 1991 boleh dibilang menjadi tahun kelam bagi legenda sepak bola Argentina dan dunia, Diego Armando Maradona. Setelah disanksi larangan main, Maradona dicokok kepolisian karena kepemilikan narkoba jenis heroin, 26 April 1991.

Pada awal Maret, Asosiasi Sepak Bola Italia, mengambil tindakan tegas kepada Maradona. Mereka menghukum pemain pemilik tangan Tuhan itu larangan tampil selama 15 bulan. Hal itu setelah Maradona dindinyatakan positif menggunakan kokain.

Hukuman itu lantas membuat Diego Maradona kembali ke kampung halamannya, Buenos Aires. Tetapi nyatanya, Maradona tetap tidak bisa lepas dari masalahnya. Pada 26 April 1991 pagi, polisi membangunkannya dari tempat tidur di apartemennya dan menangkapnya karena memiliki kokain.

Diego Maradona - Napoli - Stadion - The Sun

Ulah yang dibuat Maradona akhirnya bikin Napoli mulai hilang sabar. Mereka lantas memindahkannya ke Sevilla pada 1992 setelah menyelesaikan skorsingnya. Namun nyatanya, masalah yang dibuat Maradona tak henti-henti.

Maradona bahkan dicoret dari Piala Dunia 1994 setelah tes efedrin positif dan penangkapan lain untuk kepemilikan kokain pada 1997. Yang terakhir ini secara efektif mengakhiri karier bermainnya.

Bertobat

Diego Maradona menghembuskan napas terakhirnya pada 25 November 2020. Sebelum meninggal dunia, sang legenda pernah bercerita soal perjuangannya lepas dari jerat narkoba.

Kokain memang menurut Maradona menghancurkan sebagian besar karier indahnya di dunia sepak bola. “Ketika saya menggunakan kokain, saya tidak punya apa-apa. Saya seperti zombie. Dan akhirnya, barang itu tidak ada gunanya” kata Maradona dikutip Marca.

Saat menjalani rehabilitasi, Maradona mengaku dekat dengan Fidel Castro, mantan Perdana Menteri dan Presiden Kuba. Pemain yang pernah merumput di Barcelona itu mengaku pertemuannya dengan Fidel Castro salah satu yang melecutnya untuk tobat dan menjauhi kokain.

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

“Saya akan berterima kasih padanya untuk seluruh hidup saya. Fidel memberi tahu saya banyak hal tentang narkoba, pemulihan dan apa yang saya bisa dan tidak bisa lakukan,” tutup Maradona.

Meskipun kecanduan kokain ketika bergabung dengan Napoli pada 1984, Maradona mencapai potensi terbesarnya saat berada di klub tersebut. Dia memenangkan dua gelar Serie A (1987, 1990) dan Piala UEFA (1989). Maradona juga bersinar di pentas internasional untuk Argentina dengan meraih trofi Piala Dunia 1986 sekaligus memenangkan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen tersebut

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]