Nostalgia Hari Ini: Kegagalan Italia Diawali Baresi dan Diakhiri Roberto Baggio

Nostalgia Hari Ini: Kegagalan Italia Diawali Baresi dan Diakhiri Roberto Baggio

dinasti
Nostalgia Hari Ini: Kegagalan Italia Diawali Baresi dan Diakhiri Roberto Baggio 5

Football5star.com, Indonesia – 26 tahun lalu, 17 Juli 1994, sepak bola Italia tertunduk lesu. Di partai final Piala Dunia 1994, Italia gagal meraih gelar juara setelah kalah adu penalti dari Brasil. Kegagalan Italia diawali Baresi dan diakhiri Roberto Baggio.

Italia datang ke Amerika Serikat 1994 dengan keyakinan memperbaiki kegagalan mereka di Piala Dunia 1986. Di Meksiko 1986, Azzurri tersingkir di babak 16 besar oleh Prancis. Pelatih Enzo Bearzot digantikan oleh salah satu maestro sepak bola Italia, Arrigo Sacchi.

Federasi sepak bola Italia memilih Sacchi tentu degan pertimbangan bahwa ia di musim 1990-91 sukses antarkan AC Milan meraih gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Di musim sebelumnya, Sacchi bawa Milan meraih gelar Liga Champions musim 1989-90.

Nostalgia Hari Ini: Kegagalan Italia Diawali Baresi dan Diakhiri Roberto Baggio
forza27.com

Tiga tahun Sacchi membangun Italia 94. Generasi tua Italia 86 digantikan para pemain muda Serie A yang tengah bersinar. Cobaan datang pertama di tim besutan Sacchi. Italia gagal lolos ke Euro 1992 setelah tersingkir di babak penyisihan grup oleh Uni Soviet.

Meski begitu, tim gagal ini tetap percaya diri untuk menatap Piala Dunia 1994. Pemain-pemain sekaliber Gianluca Pagliuca, Paolo Maldini, Antonio Conte, Gianfranco Zola, Roberto Baggio hingga kapten tim, Franco Baresi jadi jaminan bagi Azzurri bisa berbicara lebih jauh di Amerika Serikat.

Benar saja di babak penyisihan grup E, Italia terseok-seok untuk bisa lolos ke babap 16 besar. Satu grup dengan Meksiko, Republik Irlandia, dan Norwegia, Italia lolos karena menjadi tim dengan peringkat ketiga terbaik.

Di pertandingan pertama babak grup E, Italia tak berdaya oleh Republik Irlandia lewat gol eks pemain Liverpool, Ray Houghton. Di laga melawan Norwegia, Azzurri menang lewat gol tunggal Dino Baggio. Di partai terakhir, mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Meksiko.

Lolos dengan predikat peringkat ketiga terbaik, Azzurri mulai diragukan. Bertemu Nigeria di babak 16 besar, Roberto Baggio dkk butuh perpanjangan waktu untuk menang 2-1. Gol kemenangan Italia saat itu dicetak oleh Roberto Baggio di menit ke-110 lewat penalti.

Petaka final diawali Baresi dan diakhiri Roberto Baggio

Setelah kalahkan Nigeria, Italia maju ke babak perempat final menantang Spanyol di Foxboro Stadium. Duo Baggio jadi penentu kemenangan 2-1 atas Spanyol. Gol pertama Azzurri dicetak oleh Dino Baggio pada menit ke-25 dan diakhiri Roberto Baggio pada menit ke-88.

Di semifinal, Azzurri jumpa tim Eropa Tengah yang tengah meroket Bulgaria. Diperkuat oleh legenda Barcelona, Hristo Stoichkov, Italia kembali menang 2-1 lewat brace Roberto Baggio. Langkah ke final pun ditorehkan oleh anak asuh Sacchi.

Brasil jadi lawan di partai final. Tim Samba yang di dua edisi Piala Dunia hanya mampu meraih gelar tim Fair Play berambisi untuk bisa meraih gelar ke-4 mereka, setelah terakhir mereka meraihnya di Meksiko 1970.

Nostalgia Hari Ini: Kegagalan Italia Diawali Baresi dan Diakhiri Roberto Baggio
pinterest.com

Berlangsung di Rose Bowl Stadium, pertandingan kedua tim berjalan alot sejak menit awal pertandingan. Kedua tim sama-sama menurunkan pemain terbaik mereka. Brasil masuk ke lapangan dengan saling bergandengan, salah satu momen indah di Piala Dunia 1994.

Baresi dan Dunga saling bersalaman sebelum kick off dibunyikan. Sacchi menerapkan permainan dengan tempo cukup lambat dan skema serangan balik. Untuk mematahkan serangan balik Italia, Brasil lakukan dengan segala cara. Termasuk tekel keras yang dilakukan Mazinho kepada Berti.

Di waktu normal dan 2×15 menit perpanjangan waktu tak ada gol yang tercipta. Pemenang harus ditentukan lewat adu penatli. Menariknya di dua penendang petama kedua tim, Marcio Santos dan kapten Baresi tak bisa jaringkan bola.

https://www.youtube.com/watch?v=O0fLTYpXgaI

Kegagalan Baresi mencetak angkat di awal adu penalti turunkan mental skuat Azzuri. Setelah Romario, Albertini, Branco, Evani, dan Dunga jaringkan bola. Italia gagal cetak angka setelah sepakan Daniel Massaro dihalau dengan sempurna oleh Claudio Taffarel.

Beban besar ada di pundak Roberto Baggio sebagai penendang terakhir Italia. Mengambil langkah cukup jauh sebelum menendang, Baggio sempat memandang Taffarel sebelum menendang. Sayang, bola sepakannya melambung amat tinggi melewati mistar gawang.

Pemain Brasil bersorak. Baggio tertunduk lesu. “Itu momen terberat dalam karier saya. Sebelum berangkat ke laga final, guru spiritual Budha saya bilang kalau saya akan menghadapi banyak masalah dan semuanya akan ditentukan di menit-menit terakhir. ucap Baggio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]