Mark van Bommel melakukan pergantian pemain ke-6 saat memasukkan Maximilian Philipp pada laga lawan Preussen Muenster.

Pergantian Pemain Keliru Tak Hanya Dilakukan Van Bommel

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Debut Mark van Bommel di pertandingan resmi bersama VfL Wolfsburg diwarnai sebuah aib. Dalam laga putaran pertama DB Pokal melawan Preussen Muenster yang berlangsung 120 menit, dia melakukan 6 pergantian pemain. Padahal, aturan yang berlaku hanya memperbolehkan 5 pergantian.

Van Bommel sepertinya mengira sebuah tim boleh melakukan pergantian ekstra saat perpanjangan waktu. Namun, hal itu ternyata tak berlaku pada ajang DFB Pokal. Alhasil, kemenangan 3-1 pun bisa berubah jadi kekalahan 0-3 andai aduan Muenster terhadap kekeliruan itu dikabulkan oleh DFB.

Meskipun demikian, Van Bommel tak perlu terlalu malu. Setidaknya, dia bukanlah orang pertama yang melakukan kekeliruan tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan deretan pelatih yang lebih dulu melakukan kesalahan serupa saat menangani klub Jerman.

1. Hennes Weisweiler

Hennes Weisweiler pernah melakukan pergantian pemain yang membuat 1.FC Koeln memainkan 3 pemain asing sekaligus.
Getty Images

Sosok Hennes Weisweiler dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik Jerman sepanjang masa. Namanya bahkan diabadikan sebagai nama akademi yang mendidik para pelatih di Jerman. Namun, pada 29 Januari 1977, dia berlaku bodoh. Saat 1.FC Koeln menghadapi Eintracht Frankfurt di Bundesliga, dia memainkan 3 pemain asing.

Hal itu terjadi karena Weisweiler memasukkan Roger van Gool (Belgia) pada menit ke-73 sementara Slobodan Tapalovic (Yugoslavia) dan Preben Elkjaer Larsen (Denmark) masih berada di lapangan. Kala itu, setiap tim hanya boleh diperkuat 2 pemain asing.

Toh, kesalahan Weisweiler tersebut tak diadukan Frankfurt. Pasalnya, Die Adler sudah menang sangat telak, 4-0. Ruediger Wenzel mencetak quattrick pada pertandingan tersebut. Skor kemenangan itu jauh lebih tinggi dari skor kemenangan WO.

2. Christoph Daum

Christoph Daum melakukan pergantian pemain yang membuat VfB Stuttgart gagal melewati Leeds United pada Liga Champions 1992-93.
Getty Images

Insiden memainkan pemain asing melebihi kuota juga dialami Christoph Daum saat menangani VfB Stuttgart. Dia bahkan melakukannya di ajang lebih tinggi, yakni Liga Champions. Melawat ke kandang Leeds United pada 30 September 1992, dia memainkan 4 pemain asing sekaligus atau satu pemain lebih banyak.

Hal itu terjadi saat Daum memasukkan Jovica Simanic (Yugoslavia) pada menit ke-83. Sebelumnya, ada tiga pemain asing yang ada di lapangan. Eljoyfur Sverrisson (Islandia) dan Slobodan Dubajic (Serbia) tampil sebagai starter dan Adrian Knup (Swiss) masuk pada menit ke-80.

Laga itu berakhir 4-1 bagi Leeds. Skor tersebut sebetulnya membuat Stuttgart lolos karena pada leg I menang 3-0 di kandang sendiri. Namun, karena The Whites lantas dinyatakan menang WO dengan skor 3-0, harus ada laga ketiga. Bermain di tempat netral, tepatnya di Barcelona, Die Schwaben kalah 1-2.

3. Horst Heese

Horst Heese sempat menurunkan 4 pemain tak berpaspor Jerman secara sekaligus pada 1993.
Getty Images

Kejadian yang menimpa Hennes Weisweiler berulang pada laga Bayer Uerdingen vs Eintracht Frankfurt, 22 Mei 1993. Bedanya, kali ini pergantian pemain yang dilakukan Horst Heese, pelatih Frankfurt, membuat timnya punya 4 pemain tak berpaspor Jerman di lapangan.

Pada menit ke-21, Heese terpaksa harus mengganti Slobodan Komljenovic yang cedera. Meskipun membela timnas Yugoslavia, dia punya paspor Jerman karena lahir di Frankfurt am Main. Nah, penggantinya adalah Marek Penksa, pemain berpaspor Cekoslowakia. Dia jadi pemain asing keempat karena di lapangan sudah ada Kakhaber Tskhadadze (Georgia), Jay-Jay Okocha (Nigeria), dan Anthony Yeboah (Ghana).

Heese buru-buru menyadari kesalahannya. Empat menit kemudian, dia mengganti Penksa dengan Michael Anicic, pemain berpaspor Jerman dan Yugoslavia. Namun, itu tak menolong. Uerdingen yang kalah 2-5 mengadukan kesalahan Heese. Hasilnya, mereka diberi kemenangan 2-0.

4. Giovanni Trapattoni

Giovanni Trapattoni sempat menurunkan 4 pemain amatir sekaligus bersama Bayern Munich.
Getty Images

Kekeliruan soal pergantian pemain juga sempat dialami oleh Giovanni Trapattoni saat melatih Bayern Munich pada musim 1994-95. Bedanya, dia bukan memainkan pemain asing lebih banyak dari ketentuan. Saat Bayern melawat ke markas Frankfurt pada 15 April 1995, dia menurunkan 4 pemain dengan kontrak sebagai pemain amatir.

Di starting XI laga itu, Trapattoni memasang dua pemain amatir. Mereka adalah kiper Sven Scheuer dan bek Samuel Kuffour. Menit ke-25, masuk pemain amatir ketiga ketika Marco Grimm menggantikan Thomas Helmer. Kekeliruan terjadi saat Mr. Trap memasukkan Dietmar Hamann pada menit ke-73 sebagai pengganti Marcel Witeczek.

Pertandingan di Stadion Wald itu berakhir imbang 2-2. Namun, kubu Die Adler mengajukan protes dan lantas dikabulkan oleh DFB. Hasilnya, tim asuhan Charly Koerbel diganjar kemenangan 2-0. Mengenai kekeliruannya, Trapattoni berujar, “Di Italia, saya justru akan diberi bonus bila melakukan hal itu.”

5. Winfried Schaefer

Winfried Schaefer pernah melakukan kekeliruan dalam pergantian pemain semasa melatih Karlsruher SC.
Getty Images

Kejadian yang dialami Horst Heese pada 1993 diulangi Winfried Schaefer dua tahun kemudian. Kala itu, dia menangani Karlsruher SC. Kekeliruan besar dibuat sang pelatih dalam laga melawan Bayer Leverkusen pada 11 November 1995. Tepatnya pada awal babak kedua.

Schaefer melakukan satu pergantian saat babak kedua dimulai. Sergej Kirjakov (Rusia) masuk menggantikan bek Gunther Metz. Itu membuat Karlsruhe main dengan empat pemain asing karena di lapangan masih ada Sean Dundee (Afrika Selatan), Adrian Knup (Swiss), dan Slaven Bilic (Kroasia). Dundee saat itu belum jadi warga negara Jerman.

Langkah Schaefer langsung disadari pihak Karlsruhe. MC stadion sampai berteriak, “Winnie, hitung pemain asingmu!” Schaefer melakukan koreksi dengan memasukkan Edgar Schmitt menggantikan Knup. Toh, insiden ini tak diadukan Leverkusen karena menang 4-1 pada laga tersebut.

6. Klaus Augenthaler

Klaus Augenthaler mengganti 4 pemain sekaligus saat dipercaya Franz Beckenbauer jadi pelatih Bayern Munich.
sueddeutsche.de

Mengganti pemain melebihi kuota bukanlah hal asing di Jerman. Sebelum Mark van Bommel pada DFB Pokal 2021-22, Klaus Augenthaler melakukannya pada laga terakhir Bundesliga musim 1995-96 lawan Fortuna Duesseldorf. Ketika itu, sebagai asisten pelatih, dia diberi kepercayaan oleh Franz Beckenbauer untuk menangani tim.

Hal yang mengherankan, empat pergantian dilakukan Augenthaler secara langsung pada awal babak kedua. Dia menarik Oliver Kahn, Dieter Frey, Mehmet Scholl, dan Emil Kostadinov dengan memasukkan Michael Probst, Andreas Herzog, Marcel Witeczek, dan Alexander Zickler.

Pertandingan itu berakhir 2-2. Namun, menariknya, kubu Duesseldorf tak mengajukan protes. Salah satu sebabnya, perubahan hasil dari seri menjadi menang tak berpengaruh banyak bagi mereka. Dengan hasil imbang pun, Duesseldorf finis di posisi ke-13 alias tak terdegradasi ke Bundesliga 2.

7. Otto Rehhagel

Otto Rehhagel pernah membuat pergantian yang menyebabkan Kaiserslautern memainkan 3 pemain non-EU sekaligus
Getty Images

Pelatih ternama yang melakukan kesalahan saat pergantian pemain bukan hanya Hennes Weisweiler, Christoph Daum, dan Giovanni Trapattoni. Otto Rehhagel juga pernah mengalaminya. Itu terjadi pada pekan ke-6 Bundesliga musim 1998-99 ketika 1.FC Kaiserslautern menjamu VfL Bochum.

Pada menit ke-40, Rehhagel memasukkan Pascal Ojigwe (Nigeria) untuk menggantikan Michael Schjonberg yang cedera. Itu membuat Die Roten Teufel memainkan empat pemain non-EU karena masih ada Ratinho (Brasil) dan duo Mesir, Samir Ibrahim Kamouna dan Hany Ramzy.

Kekeliruan itu cepat disadari kubu Kaiserslautern. Rehhagel pada menit ke-43 mengganti Ramzy dengan Harry Koch. Menariknya, Die Roten Teufel yang sudah unggul 2-0 pada menit ke-58 justru kalah 2-3 dari Bochum. Berkat hasil itu pula, kubu tim tamu tak mengajukan protes terhadap kekeliruan yang dibuat Rehhagel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]