Inggris Dibuat Malu oleh Denmark di Stadion Wembley_

Saat Inggris Dibuat Malu oleh Denmark di Stadion Wembley

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inggris akan hadapi Denmark di babak semifinal EURO 2020 pada Kamis (8/7/2021) dinihari WIB di Stadion Wembley. Bagi Denmark, Wembely bukan stadion yang terlalu angker hingga sulit meraih kemenangan. Denmark pernah bikin malu Inggris di Wembely pada September 1983.

Saat itu tim Dinamit Denmark diperkuat oleh Michael Laudrup yang masih sangat muda. Liukan Michael Laudrup saat itu membuat penonton di Stadion Wembley begitu terkesima. Pada laga yang berlangsung 21 September 1983 itu, gol kemenangan Denmark dicetak oleh Allan Simonsen lewat tendangan penalti.

Inggris Dibuat Malu oleh Denmark di Stadion Wembley
sport.tv2.dk

Kemenangan ini membuat Denmark melangkah ke putaran final EURO 1984 dan pupuskan harapan timnas Inggris untuk bermain di Prancis 1984. Kemenangan ini yang diangkat oleh media Denmark, Sport TV 2 jelang laga melawan Inggris di Stadion Wembley.

“Saat itu adalah hari yang benar-benar bersejarah ketika Denmark mengalahkan Inggris di kandang mereka, Stadion Wembley,” tulis media Denmark tersebut.

Menurut mantan pemain Denmark, Klaus Berggreen, kemenangan ini sangat spesial karena Wembley saat itu dianggap oleh banyak kalangan sepak bola sebagai stadion termegah di seluruh dunia.

“Di zaman kami, Wembley adalah stadion di seluruh dunia. Karena kita tumbuh dengan menonton sepak bola Liga Inggris dan Wembley adalah yang terbesar,” ucap Klaus Berggreen.

“Datang dan bermain di sana adalah hal yang unik dan kami kemudian mengalaminya dengan begitu banyak penggemar Denmark di belakang kami, di mana kami akhirnya bisa mengalahkan Inggris,” tambahnya.

Pelatih yang membawa Denmark mengalahkan Inggris di Wembely pada 1983 ialah Sepp Piontek. Menurut Piontek, saat itu timnas Inggris bermain cukup bagus dan momen yang selalu ia ingat di laga itu ialah saat Michael Laudrup membuang peluang bagus.

“Ada yang bilang kami beruntung menang saat itu. Tapi kami mendapat peluang bagus dari Laudrup di menit pertama. Jadi tidak sepenuhnya benar bahwa kami menang beruntung,” ucap Piontek.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]