Roma, Kota Bermandikan Darah yang Jadi Tempat Match Pertama EURO 2020__

Sisi Kelam Kota Roma, Tempat Laga Pertama EURO 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roma didaulat menjadi tempat match pertama EURO 2020 dari grup A antar Italia vs Turki yang berlangsung pada 11 Juni 2021. Roma memiliki sejarah panjang sebagai sebuah kota. Ada sejarah penuh darah dibalik berdirinya kota ini.

Dari sejumlah literasi sejarah, jauh sebelum Roma menjadi tempat yang dihuni manusia. Antara tahun 800 dan 400 sebelum masehi, wilayah Italia sudah ditempati oleh manusia. Sekelompok manusia ini dikenal dengan sebutan Etruscan.

Roma, Kota Bermandikan Darah yang Jadi Tempat Match Pertama EURO 2020
worldhistory.org

Pada 753 sebelum masehi kota Roma berdiri. Pendirinya adalah Romulus dan Remus yang konon kabarnya dibesarkan oleh serigala. Dua manusia yang dibesarkan oleh serigala ini menjadi logo kebesaran klub AS Roma.

Dari literasi sejarah, Romulus dan Remus sebenarnya adalah cucu dari Numitor memerintah di Latium. Saudara dari Numitor, Amulius lalu membantai seluruh keluarga Numitor. Dua cucu Numitor berhasil diselamatkan.

Dikutip Football5star.com dari Roman History, Rabu (9/6/2021), kota ini di awal berdirinya penuh dengan tragedi berdarah, perebutan kekuasaan. Di tahun 550 SM, Roma menjelma jadi kota besar yang dipimpin oleh raja dari Etruscan. Namun terjadi pemberontakan berdarah dan membuat rajanya diusir dan Roma menjadi republik.

Sayangnya perubahan menjadi republik tak serta merta membuat penghuni kota ini merasakan keadilan. Golongan rakyat jelata dari masyarakat Roma ini merasa tak adil dan ingin mendapatkan hak yang lebih sebagai sesama penghuni Republik Roma. Karenanya, para rakyat jelata berjuang untuk mendapatkan kekuasaan.

Salah satu peninggalan dari kota Roma yang dikenal sampai saat ini tentu saja arena Gladiator, Colosseum. Konon di tempat ini ribuan nyawa orang melayang di pertarungan manusia melawan manusia hingga manusia melawan hewan buas.

Stadion Olimpico yang Kelam

Pertandingan Italia vs Turki di grup A Euro 2020 akan berlangsung di stadion ikonik yang jadi markas AS Roma dan Lazio, Stadion Olimpico. Bagi publik Italia, stadion berkapasitas 72 ribu tempat duduk ini merupakan simbol dan saksi bisu kejayaan sepakbola Italia.

Seperti saat Italia untuk pertama kalinya meraih trofi Piala Euro 1968. Stadion Olimpico pada tahun itu menjadi saksi saat Azzurri melibas Yugoslavia di partai final dengan skor meyakinkan 2-0.

Stadion ini juga menjadi tempat saat salah satu raksasa Serie A, Juventus berhasil meraih gelar Liga Champions pada musim 1996 setelah di partai final mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam lewat drama adu penalti.

Roma, Kota Bermandikan Darah yang Jadi Tempat Match Pertama EURO 2020_

Namun tak sedikit juga stadion ini menjadi sanksi kenangan pahit sejumlah negara dan klub lain, tak terkecuali AS Roma, tim yang bermarkas di stadion ini. AS Roma harus merasakan malu di depan para pendukungnya saat kalah dari Liverpool di drama adu penalti di laga final Piala UEFA 1984.

Juventus juga merasakan kenangan pahit di stadion ini setelah di laga final Piala Dunia Antarklub 1973, mereka menyerah 0-1 dari wakil Argentina, Independiente.

Di level negara, stadion ini mungkin jadi tempat paling buruk untuk dikenang oleh Diego Maradona cs di skuat Argentina Piala Dunia 1990. Pasalnya di stadion ini, tim Tango menyerah di partai final dari Jerman Barat lewat gol tunggal Andreas Brehme pada menit ke-85.

Namun kenangan pahit itu belum seberapa jika merasakan suasana hati para korban kekejaman fasis pemerintah Italia saat masih dipimpin oleh Benito Mussolini. Bagi para korban fasis pemerintahan Mussolini, Stadion Olimpico bisa membangkitkan memori buruk mereka.

Bagi para korban, stadion ini memiliki banyak ikon fasis yang begitu menyayat hati mereka. Di sejumlah sudut stadion ini misalnya masih ditemui patung-patung marmer setinggi lima belas kaki yang menggambarkan atlet Italia dengan penggambaran sempurna.

Bagi para korban, ini bukan sekedar patung semata. Di masa pemerintahan Mussolini, penggambaran orang Italia yang sempurna seperti di patung tersebut menimbulkan banyak korban tewas akibat pola pikir fasis tersebut.

Patung dan obelisk yang masih berdiri kokoh di sejumlah sudut Stadion Olimpico dianggap sebagai ‘Mussolini Dux’, sebuah tiang pancang yang menyimbolkan kekuasaan dari seorang Mussolini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]