Surat Terbuka Zinedine Zidane, Ada Rasa Sakit yang Begitu Dalam

Surat Terbuka Zinedine Zidane, Ada Rasa Sakit yang Begitu Dalam

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane pada Kamis (27/5/2021) lalu resmi memutuskan untuk mundur sebagai pelatih Real Madrid. Mundurnya pelatih asal Prancis itu menyisakan tanda tanya soal alasan Zidane putuskan tak lagi bersama El Real di musim depan.

Setelah bungkam beberapa hari, Zidane akhrinya menuliskan surat terbuka soal alasannya mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid. Dalam surat terbukanya seperti yang dikutip Football5star.com dari Diario AS, Senin (31/5), ada rasa sakit hati yang begitu dalam dari pelatih 48 tahun tersebut.

Toni Kroos - Zinedine Zidane - Real Madrid - Sportstar

“Selama dua puluh tahun, sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di kota Madrid dan mengenakkan kemeja putih, Anda telah memberi saya cinta Anda. Saya selalu merasa ada sesuatu yang sangat istimewa di antara kami” tulis Zidane.

“Ketika pada Maret 2019 saya setuju untuk kembali melatih Madrid setelah istirahat sekitar delapan bulan, itu karena Presiden Florentino Perez bertanya kepada saya, tetapi juga karena Anda memberi tahu saya setiap hari. Ketika saya bertemu salah satu penggemar di jalan, saya merasakan dukungan dan keinginan untuk melihat diri saya bersama tim,”

“Sekarang saya telah memutuskan untuk pergi dan saya ingin menjelaskan alasannya dengan baik. Saya akan pergi. Saya pergi karena saya merasa klub tidak lagi memberi saya kepercayaan diri yang saya butuhkan, itu tidak memberi saya dukungan untuk membangun sesuatu dalam jangka menengah dan panjang,” urai Zidane.

Sakit Hati yang Begitu Dalam

Zidane pun menyinggung soal rumor pemecatan dirinya saat Real Madrid alami kekalahan. Zidane menyebut bahwa tidak seharusnya para pemain dan fan mendapat informasi seperti itu yang berujung pada keraguan dan kesalahapahaman di dalam tim.

“Itulah mengapa sangat menyakitkan ketika saya membaca di media setelah kalah. Mereka akan memecat saya jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya,”

“Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan ini dengan sengaja bocor ke media sehingga menciptakan gangguan negatif pada staf, menimbulkan keraguan dan kesalahpahaman. Untungnya saya memiliki beberapa pemain yang siap mati untuk saya,”

“Ketika keadaan memburuk, mereka menyelamatkan saya dengan kemenangan besar. Karena mereka percaya pada saya dan mereka tahu saya percaya pada mereka,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]