EURO 2020: 5 Fakta Pertandingan Portugal vs Jerman

Football5star.com, Indonesia – Laga Portugal vs Jerman, Sabtu (19/6/2021) berlangsung menarik. Banjir gol tercipta di Allianz Arena dalam kemenangan 4-2 Der Panzer.

Ini menjadi kemenangan pertama Jerman di Euro 2020. Hasil ini sekaligus membuka peluang untuk lolos ke 16 besar.

Sementara itu, banyaknya gol yang tercipta membuat laga Grup F ini memunculkan beberapa fakta menarik. Lima di antaranya telah dirangkum Football5star:

  • Ronaldo Samai Gol Klose

Cristiano Ronaldo kembali jadi tumpuan utama Portugal. Menghadapi Jerman di Allianz Arena dia mencetak satu gol. Gol tersebut sudah cukup membuat namanya masuk buku sejarah.

Saat ini Ronaldo telah mencetak 19 gol di turnamen besar (Piala Dunia dan Euro). Dengan kata lain ia jadi pemain Eropa dengan torehan gol terbanyak di Piala Dunia dan Euro bersama legenda Jerman, Miroslav Klose

  • Rekor 2 Gol Bunuh Diri

Euro 2020 cukup banyak menyajikan drama. Salah satunya soal gol bunuh diri yang kerap terjadi. Sampai saat ini sudah ada empat gol bunuh diri yang tercipta.

Padahal kompetisi masih berada dalam fase grup. Dan pada laga Portugal vs Jerman dua gol bunuh diri langsung tercipta. Dua gol bunuh diri dibuat bek Portugal, Ruben Dias dan Raphael Guerreiro.

Catatan ini pun memunculkan rekor baru. Portugal jadi tim pertama dalam sejarah Euro yang kebobolan lewat dua gol bunuh diri dalam satu pertandingan.

  • Rekor Gol Lain Ronaldo

Cristiano Ronaldo tidak hanya membukukan satu rekor. Di Allianz Arena ada dua rekor yang dibuat kapten timnas Portugal.

Saat ini bintang Juventus telah mencetak tiga gol di Euro 2020. Dengan kata lain dia jadi pemain pertama yang mampu mencetak tiga gol atau lebih dalam tiga gelaran Euro. Sebelumnya dia mencetak tiga gol atau lebih pada 2012 dan 2016.

  • Tim Pertama yang Cetak 4 Gol

Euro 2020 kali ini menghasilkan banyak gol. Hampir setiap laga selalu menghasilkan gol. Akan tetapi belum ada yang mampu memborong empat gol dalam satu pertandingan.

Baru Jerman yang melakukannya. Ya, kemenangan atas Portugal di Allianz Arena menjadikan mereka sebagai tim pertama yang mampu mencetak empat gol dalam satu laga.

  • Portugal Selalu Sial Hadapi Jerman

Portugal tampil digdaya belakangan ini. Termasuk kala menghantam Hungaria 3-0 pada laga pembuka Euro 2020. Kala bersua Jerman mereka juga diunggulkan.

Akan tetapi Cristiano Ronaldo dkk lagi-lagi tak berkutik di hadapan Der Panzer.  Tercatat tiga kekalahan terakhir yang diderita di ajang Piala Eropa dirasakan saat berhadapan dengan tim asuhan Joachim Loew.

Mereka sebelumnya kalah 2-3 di Euro 2008 dan 0-1 di Euro 2012. Adapun kekalahan di Allianz Arena tadi membuat Portugal kalah lima kali beruntun dari Jerman.

5 Fakta Final Piala FA antara Chelsea vs Leicester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chelsea vs Leicester City menghiasai final Piala FA musim ini. Bertempat di stadion Wembley, Sabtu (15/5/2021) Leicester yang keluar sebagai juara.

Leicester City menang 1-0 atas Chelsea. Satu-satunya gol diciptakan Youri Tielemans pada pertengahan babak kedua lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.

Hasil ini bisa dibilang di luar dugaan. Maklum saja, banyak yang menjagokan The Blues juara. Mereka tampil luar biasa sejak ditangani Thomas Tuchel.

Akan tetapi, Brendan Rodgers yang membawa konsistensi di stadion King Poweer sukses merasakan benih yang ditanam selama ini. Yakni trofi juara.

Menariknya pertandingan Chelsea vs Leicester City kali ini pun memunculkan banyak fakta menarik. Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Gelar Piala FA Perdana Leicester City

Lengkap sudah trofi domestik yang dimenangkan The Foxes. Setelah sebelumnya hanya mengoleksi gelar Premier League, Community Shield, dan Carabao Cup, mereka akhirnya bisa juara Piala FA.

Ya, ini merupakan gelar Piala FA perdana untuk klub yang bermarkas di stadion King Power. Sebelumnya mereka empat kali menjadi runner up pada media 1960-an silam.

  • Rekor Sempurna Brendan Rodgers

Tangan dingin Brendan Rodgers jadi salah satu faktor penentu kemenangan Leicester di Wembley. Kendati kariernya tidak selalu mulus, pelatih Irlandia Utara punya magis tersendiri jika berlaga di sebuah turnamen.

Bayangkan saja, enam kali melaju ke final, semua berujung dengan trofi. Sebelum Piala FA musim 2020-2021, Rodgers tiga kali berlaga di Piala Liga Skotlandia dan dua Piala FA Skotlandia bersama Celtic. Semuanya berhasil dimenangkan.

  • Rapor Merah Chelsea

Rekor tidak hanya dibuat sang pemenang. Klub yang kalah juga menyisakan rekor. Namun, rekor yang dibuat Chelsea sangatlah buruk.

Mereka jadi tim pertama pada abad ini yang kalah di dua final Piala FA dalam dua musim beruntun. Musim lalu klub London Barat juga jadi runner up usai dikalahkan Arsenal 1-2.

  • Trofi Ayah dan Anak

Kesuksesan Leicester City kali ini juga menyisakan cerita unik. Kiper sekaligus kapten The Foxes, Kasper Schmeichel baru saja mengikuti jejak sang ayah, Peter Schmeichel, dengan memenangi Piala FA.

Peter Schmeichel merengkuh trofi FA pertamanya pada 1994 silam bersama Manchester United. Ini membuat mereka jadi pasangan ayah dan anak pertama yang sama-sama mengangkat trofi tersebut sejak Ian Wright dan Shaun Wright-Phillips.

  • Brendan Rodgers Samai Rekor Alex Ferguson

Bukan hanya satu rekor yang dibuat Rodgers. Ia mencatatkan dua rekor sekaligus pada keberhasilannya kali ini.

Mantan pelatih Liverpool baru saja menyamai rekor milik pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Rekor yang dimaksud adalah keberhasilan mereka memenangkan Piala FA Inggris dan Skotlandia.

Brendan Rodgers memenangkan Piala FA Skotlandia kala menukangi Celtic pada 2017 dan 2018. Sementara Ferguson meraihnya bersama Aberdeen sebanyak empat kali. Untuk Piala FA Inggris sang legenda meraihnya bersama Manchester United sebanyak lima kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Pemain yang Hadapi Mantan Klub di Fase Grup Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Undian fase grup Liga Champions musim 2020-2021 sudah digelar pada Kamis (1/10/2020). Bisa dipastikan, fase grup musim ini kental dengan aroma nostalgia.

Anggapan tersebut tentu tidak berlebihan. Hampir di semua grup terdapat para pemain yang akan menghadapi mantan timnya.

Bahkan ada pula yang baru pindah ke klub baru musim panas ini sudah harus kembali sebagai lawan ke klub yang pernah membesarkan namanya. Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Achraf Hakimi
Kembali ke Real Madrid akan Ganggu Perkembangan Achraf Hakimi
Mountakhab

Nama pertama adalah Achraf Hakimi. Dia adalah produk akademi Real Madrid dan sudah merasakan tim utama El Real sejak 2017 lalu. Tapi persaingan di posisi bek kanan membuat dia dipinjamkan ke Borussia Dortmund selama dua musim.

Performa Achraf Hakimi di Borussia Dortmund semakin apik. Ini pula yang membuat Inter Milan menggaetnya musim panas ini dengan banderol 42 juta euro.

Tapi pada musim pertamanya pindah secara permanen, bintang asal Maroko sudah harus menghadapi Madrid di Grup B. Ia tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Inter dan membuktikan bahwa El Real sudah salah melepasnya.

  • Ciro Immobile
ciro immobile-juergen klopp-goal
Goal

Membawa Lazio ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir, Ciro Immobile langsung dihadapkan dengan mantan klubnya, Borussia Dortmund. Ya, siapa sangka jika sang bomber pernah bermain untuk Die Borussen 2014 lalu.

Tapi dia gagal menuai sukses di sana. Digadang-gadang sebagai suksesor Robert Lewandowski yang hijrah ke Bayern Munich, Immobile justru gagal mengeluarkan potensi terbaiknya.

Alhasil ia langsung dilepas ke Sevilla semusim kemudian. Dan sejak 2016 Ciro Immobile menjadi andalan Lazio. Dia pun siap mengalahkan Borussia Dortmund demi mengembalikan nama I Biancoceleste di kancah Eropa.

  • Edouard Mendy
Tak Bisa Baca Arah Bola, Lampard Tetap Puas dengan Edouard Mendy
Goal

Entah apa yang dirasakan Edouard Mendy saat ini. Baru diresmikan sebagai pemain baru Chelsea beberapa hari lalu, ia kini harus menerima kenyataan untuk bersua klub yang telah membesarkan namanya, Rennes.

Selama semusim bersama Rennes pula namanya mulai diperbincangkan. Hingga akhirnya Chelsea berani membayar 24 juta euro untuk memboyongnya ke Stamford Bridge.

Saat ini kiper 28 tahun harus kembali lagi ke Roazhon Park. Bedanya ia kini berstatus sebagai musuh saat Chelsea bertemu Rennes di Grup E Liga Champions.

  • Lucas Hernandez
Bayern Munich - Lucas Hernandez - ESPN
ESPN

Lucas Hernandez dipastikan kembali ke stadion Wanda Metropolitano musim ini. Momen tersebut akan terjadi kala Bayern Munich, tim yang dia bela sekarang, menghadapi klub yang telah membesarkan namanya, Atletico Madrid.

Pertemuan ini akan menguras emosi bek asal Prancis. Ia adalah produk akademi Atletico Madrid. Performa menawan selama empat musim di tim utama Atletico pula yang membuatnya dipanggil memperkuat timnas Prancis dan menjadi juara Piala Dunia 2018.

Bersama Bayern Munich pemain 24 tahun memang tidak selalu jadi pilihan utama. Tapi dengan latar belakangnya, bukan tidak mungkin Hansi Flick akan mengandalkan Hernandez.

  • Miralem Pjanic
Miralem Pjanic Senang Bisa Satu Ruang Ganti dengan Alien
@Miralem_Pjanic

Bersama Juventus, Miralem Pjanic memanen gelar. Empat scudetto, dua Coppa Italia serta satu Supercoppa Italia jadi bukti kehebatannya. Sampai akhir masa baktinya, ia tetap jadi sosok penting di lini tengah Juve.

Tapi mulai musim ini dia sudah berseragam Barcelona. Sialnya, dia harus menghadapi Juventus di Liga Champions mengingat kedua tim tergabung di Grup G. Uniknya, bukan cuma Miralem Pjanic yang mengalami situasi ini.

Bintang baru Juve, Arthur Melo juga merasakan hal serupa. Seperti diketahui, Arthur datang ke Turin sebagai syarat Barcelona mendapatkan Pjanic. Tapi sepertinya gelandang Brasil takkan segan-segan mengalahkan El Barca setelah ia menjalani musim yang mengecewakan musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 Fakta Menarik Pertandingan Liverpool vs Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Anfield kembali membuktikan keangkerannya pada laga Liverpool vs Arsenal, Selasa (29/9/2020) dinihari WIB. Tuan rumah memenangkan pertandingan dengan skor 3-1.

Kemenangan ini memang tidak didapat dengan mudah oleh Liverpool. Mereka justru sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Alexandre Lacazette.

Beruntung The Reds memiliki Sadio Mane, Andy Robertson, serta Diogo Jota yang mencetak gol kemenangan. Hasil akhir di papan skor, dan bagaimana pertandingan ini berjalan memunculkan beberapa fakta yang mencengangkan.

Football5star telah merangkum lima fakta menarik dari laga Liverpool vs Arsenal:

  • Rekor Buruk Arsenal Lawan Tim 6 Besar

Kekalahan 1-3 kian mempertegas betapa lemahnya The Gunners kala harus tandang ke markas tim enam besar. Bayangkan saja, mereka belum pernah menang pada 28 laga tandang terakhir Premier League melawan tim enam besar.

Dengan kata lain, mereka telah nihil kemenangan selama 2080 hari. Uniknya, kemenangan terakhir Meriam London pada laga tandang lawan tim enam besar terjadi sebelum Juergen Klopp menangani Liverpool.

  • Rekor Buruk Aubameyang

Pada laga di Anfield dinihari tadi, pergerakan Pierre-Emerick Aubameyang nyaris tidak terlihat. Permainannya gagal berkembang lantaran mendapat penjagaan ketat dari Trent Alexander-Arnold dan Joe Gomez.

Hal ini ternyata berdampak langsung pada statistik Aubameyang. Sepanjang 90 menit ia gagal melepaskan satu pun tendangan ke gawang. Catatan ini sekaligus jadi yang ketiga kali dibuat kapten timnas Gabon. Dua laga sebelumnya terjadi saat melawan Tottenham Hotspur (2018), serta Leicester City (2019).

  • Anfield Memang Neraka The Gunners

Stadion Anfield bisa dikatakan tempat yang paling tak bersahabat untuk klub London Utara. Bayangkan saja, kekalahan 1-3 ini menggenapi rekor tak pernah menang mereka selama delapan tahun di Anfield.

Uniknya, kemenangan terakhir The Gunners di Anfield terjadi saat Mikel Arteta masih bermain. Tidak hanya itu, angka kebobolan Arsenal juga sangat memprihatinkan. Dari enam lawatan terakhir mereka setidaknya selalu kebobolan tiga gol di tiap laga.

  • Ketajaman Sadio Mane

Sadio Mane mengawali kebangkitan Liverpool kali ini. Ia mencetak gol pertama sekaligus penyama kedudukan. Berawal dari golnya pula The Reds tersentak hingga mampu mencetak dua gol lainnya.

Bagi Mane, gol tersebut mempertegas ketajamannya kala menghadapi Meriam London. Bagaimana tidak, ia selalu membobol jala lawan selama lima musim beruntun. Bahkan gol debutnya untuk The Reds juga dia cetak ke gawang Arsenal musim 2016-2017lalu.

  • De Javu Sadio Mane dan Diogo Jota
diogo jota liverpool vs arsenal
@LFCphoto

Juergen Klopp benar-benar beruntung memiliki Diogo Jota musim ini. Dia mampu menjadi pelapis sepadan untuk trio lini depan The Reds. Anggapan ini dia buktikan pada laga Liverpool vs Arsenal dinihari tadi.

Diogo Jota melakoni debutnya di Premier League bersama The Reds saat dimasukkan pada menit ke-77. Ia kemudian mencetak gol perdananya dua menit jelang akhir laga. Golnya ini mengingatkan kita pada gol debut Sadio Mane untuk Liverpool 2016-2017 lalu yang juga dicetak ke gawang Arsenal.

5 Fakta Menarik Pertandingan Liverpool vs Leeds United

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Stadion Anfield benar-benar membara oleh laga Liverpool vs Leeds United, Sabtu (12/9/2020). Bagaimana tidak, tercipta tujuh gol pada laga pertama Premier League ini.

Pertandingan memang berlangsung dalam tempo tinggi. Terbukti lima gol sudah tercipta pada babak pertama. Dari kubu Liverpool gol dicetak oleh Virgil van Dijk dan brace Mohamed Salah. Sedangkan gol tim tamu berasal dari Jack Harrison dan Patrick Bamford.

Babak kedua tidak kalah serunya dari babak pertama. Leeds United sempat menggebrak melalui sontekan Mateusz Klich. Tapi Salah kembali jadi momok menakutkan tim tamu lewat hat-tricknya lima menit jelang laga berakhir.

Banyaknya gol yang tercipta sekaligus memunculkan beberapa fakta menarik pada pertandingan Liverpool vs Leeds United. Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Rekor Baru Mohamed Salah

Hat-trick yang dicetak Mohamed Salah membuatnya kini memiliki rekor baru. Penyerang asal Mesir jadi pemain The Reds pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada empat laga pembuka Premier League secara beruntun.

Pada musim perdananya di Anfield, Salah juga turut menyumbang gol pada laga pembuka musim 2017-2018. Ketika itu ia membobol gawang Watford. Setahun kemudian giliran West Ham United yang jadi korban keganasan eks Chelsea.

Dan musim lalu, Norwich City juga bernasib serupa. Tidak hanya itu, gol yang dicetak pada empat laga pembuka Premier League ini membuat Salah menyamai torehan Teddy Sharingham.

  • 5976 Hari Leeds United

Leeds United baru pertama kali kembali ke Premier League dalam 16 tahun terakhir. Artinya, sudah terlalu lama mereka tidak mencetak gol pada kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Tapi penantian itu akhirnya berakhir di Anfield. Adalah Jack Harrison pemain The Whites yang mencetak gol di Premier League. Uniknya, mereka butuh waktu 5976 hari untuk cetak gol lagi di kasta tertinggi.

Jika Jack Harrison jadi pemain pertama yang mencetak gol Leeds setelah promosi, Alan Smith jadi penggawa terakhir The Whites yang mampu membobol jala lawan sebelum klubnya terdegradasi 2004 silam.

  • Babak Pertama Paling Produktif

Seperti yang sudah disinggung di atas, laga di Anfield ini sudah menghasilkan lima gol hanya pada babak pertama. Ini sekaligus jadi babak pertama paling produktif pada laga pembuka Premier League sejak 2006 silam.

Kala itu, laga Manchester United melawan Fulham juga tercipta lima gol pada paruh pertama. Skor yang tercipta di Craven Cottage ketika itu juga 3-2 untuk kemenangan United. Bedanya, hingga 90 menit, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

  • Rekor Kebobolan Terburuk The Reds

Pasukan Juergen Klopp boleh saja menang 4-3. Tapi kebobolan tiga gol di kandang jadi rapor merah untuk lini belakang anak asuhnya. Tidak hanya itu, hasil ini juga menyisakan rekor buruk.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub asal Merseyside di Premier League, mereka kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan beruntun. Sebelumnya, gawang Alisson Becker juga dibobol tiga kali oleh Chelsea.

Itu terjadi pada laga pamungkas Premier League musim lalu. Sama-sama bertempat di Anfield, Sadio Mane dan kolega ketika itu menang dengan skor 5-3 dan berhak mengangkat trofi liga.

  • 3 Tahun Tak Terkalahkan di Anfield

Stadion Anfield lagi-lagi membuktikan tuahnya untuk tuan rumah. Kemenangan atas Leeds mempertegas rekor tak pernah kalah mereka sejak April 2017 lalu di ajang Premier League.

Dari total 60 pertandingan, The Reds hanya meraih imbang enam kali. Sisanya berhasil mereka sapu bersih dengan kemenangan. Tidak cuma itu, anak asuh Juergen Klopp juga berhasil mencetak empat gol pada tiga laga pembuka Premier League di Anfield dalam tiga musim terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Laga AC Milan vs Atalanta

dinasti
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Laga AC Milan vs Atalanta 19

Football5Star.com, Indonesia – Laga pekan ke-36 Serie A antara AC Milan vs Atalanta berakhir imbang 1-1, Sabtu (25/7/20). Hakan Calhanoglu mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan bebas sebelum disamakan oleh Duvan Zapata.

Hasil ini membuat kedua tim tetap berada di posisi yang sama sebelum laga dimulai. Atalanta berada pada posisi kedua, dan AC Milan berada di posisi keenam. Tapi La Dea berpeluang untuk disalip oleh Inter yang akan bermain Minggu (26/7/20). Banyak fakta menarik terjadi pada laga ini. Berikut daftarnya.

Rekor Gol AC Milan Setelah Lockdown

Milan kembali menemukan performa terbaiknya setelah liga kembali dimulai. Bahkan Milan miliki peningkatan catatan gol yang luar biasa. Satu gol Calhanoglu pada laga melawan Atalanta adalah gol ke-28 Milan dalam 10 pertandingan setelah liga berjalan kembali. Total gol itu sama dengan jumlah total gol yang mereka cetak dalam 26 laga sebelum lockdown.

Rekor Gol Atalanta di Serie A

Bukan Atalanta namanya jika mereka tidak mencatatkan beberapa rekor baru musim ini. Gol dari Zapata membuat Atalanta selalu mencetak gol di 24 laga beruntun di Serie A. Itu adalah rekor terbaru klub di kompetisi teratas Italia.

Duet Maut Duvan Zapata dan Luis Muriel

Atalanta menjadi tim dengan perolehan gol terbanyak musim ini. Tapi La Dea tidak hanya mengandalkan satu orang saja seperti Ciro Immobile dan Cristiano Ronaldo. Atalanta punya dua penyerang yang sama-sama mencetak 18 gol, Luis Muriel dan Duvan Zapata.

Gol Zapata membuat duet itu menjadi duet paling produktif (36 gol) dalam satu musim sepanjang sejarah klub, dan kemungkinan masih bisa akan bertambah mengingat Serie A masih menyisakan 2 laga lagi.

Masih Tak Terkalahkan

Baik Atalanta dan AC Milan datang ke laga ini dengan rekor luar biasa. Hanya mereka tim yang masih belum terkalahkan sejak liga berjalan kembali. Dengan hasil imbang ini, kedua tim masih belum terkalahkan. Milan mencatatkan 7 kali menang dan 3 imbang di Serie A. Sementara itu Atalanta mencatatkan 8 kali menang dan 3 imbang.

Rekor Penalti Gigi Donnarumma

gianluigi donnarumma-acmilan
Daily Mail

Donnarumma berhasil menyelamatkan penalti dari Ruslan Malinovsky pada laga tersebut. Kiper timnas Italia itu total sudah menyelamatkan 3 penalti musim ini. Donnarumma menjadi kiper yang paling banyak menyelamatkan penalti musim ini di Serie A bersama kiper Parma, Luigi Sepe.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Fakta Menarik pada Laga AS Roma vs Inter Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan antara AS Roma vs Inter Milan di Olimpico, Senin (20/7/2020) dinihari WIB memang tidak menghasilkan pemenang. Tapi bukan berarti tidak ada catatan menarik dari grande partita tersebut.

Di stadion Olimpico, AS Roma dan Inter Milan berbagi angka 2-2. Laga pun berjalan menarik karena kedua tim saling mengejar angka. Tim tamu unggul lebih dulu lewat sundulan Stefan de Vrij.

Tapi jelang jeda Leonardo Spinazzola menyamakan kedudukan. Awal babak kedua juga berjalan baik untuk Serigala Ibu Kota. Mereka membalikkan keadaan melalui kaki Henrikh Mkhitaryan. Drama memuncak kala Inter mendapat hadiah penalti saat laga sisa dua menit.

Romelu Lukaku yang maju sebagai eksekutor akhirnya mengamankan satu poin Inter Milan. Banyaknya gol yang tercipta pada laga ini sekaligus memunculkan beberapa fakta menarik. Dan Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Seperti yang sudah disinggung di atas, gol adalah tajuk utama laga AS Roma vs Inter Milan kali ini. Saat ini pertemuan kedua tim jadi yang paling produktif dalam sejarah Serie A.

Gol yang dicetak Stefan de Vrij menjadi gol ke-500 yang tercipta dari pertandingan kedua tim. Dengan kata lain, tidak ada pertandingan yang mampu menghasilkan gol sebanyak itu.

Dan tentu saja tiga gol lain yang dicetak Henrikh Mkhitaryan, Leonardo Spinazzola, serta Romelu Lukaku kian mempertegas betapa sengitnya pertarungan AS Roma vs Inter Milan.

  • Sejarah Romelu Lukaku
as roma vs inter milan-Inter_es
@Inter_es

Romelu Lukaku memang hanya menjadi pemain pengganti pada laga kali ini. Tapi jangan ragukan pengaruh sang bomber untuk Inter dan juga Serie A secara umum.

Satu gol yang dia cetak di Olimpico membuat pemain yang didatangkan dari Manchester United telah mencetak 13 gol di laga tandang. Torehan ini sekaligus menjadikannya sebagai pemain pertama dalam sejarah Serie A yang mampu mencetak 13 gol di laga tandang pada musim perdana.

  • Alexis Sanchez Makin Moncer

Sejak restart pertengahan Juni lalu, Alexis Sanchez jadi salah satu yang penampilannya menonjol. Itu kembali dibuktikan pada laga dinihari tadi saat membawa La Beneamata meraih satu angka.

Alexis Sanchez memang tidak mencetak gol. Tapi ia memberi assist untuk gol yang diciptakan Stefan de Vrij. Ini sekaligus menjadi assist ketujuhnya sejak kompetisi bergulir lagi. Capaian ini hanya membuat sang bomber kalah dari Lionel Messi yang membuat sembilan assist.

  • Imbang Lima Kali Beruntun
as roma vs inter milan ASRomaEN
@ASRomaEN

Hasil imbang 2-2 juga menyisakan satu fakta menarik. Untuk kelima kalinya secara beruntun laga AS Roma vs Inter Milan berakhir sama kuat. Ya, pada pertemuan pertama awal musim ini mereka sudah imbang tanpa gol.

Hasil serupa juga tercipta pada pertemuan sebelumnya yang berkesudahan 1-1, 2-2, serta 1-1. Menariknya tiap laga berakhir 2-2 Inter selalu mencetak gol lebih dulu. Sebaliknya saat berakhir 1-1, AS Roma yang membuka keunggulan.

  • From Hero to Zero

Dua pemain yang menjadi sorotan pada laga dinihari tadi adalah Stefan de Vrij dan Leonardo Spinazzola. Bagaimana tidak, predikat from hero to zero pantas disematkan pada keduanya.

Stefan de Vrij yang membuka keunggulan Inter justru berperan besar dalam terciptanya gol penyama kedudukan Roma. Ia salah mengantisipasi bola tendangan Spinazzola hingga masuk ke gawang sendiri.

Sementara itu bek sayap Il Lupi juga tak luput dari sial. Ia pula yang menggagalkan kemenangan timnya karena melakukan pelanggaran keras terhadap Victor Moses hingga mengakibatkan penalti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC: Singo Edan Selalu Sial

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Arema FC lagi-lagi gagal menelan kekalahan di Liga 1 2020. Setelah pekan kedua ditaklukkan Persib Bandung, berikutnya pada Sabtu (14/3/2020), Laskar Mahesa Jenar kembali kalah, kali ini dari PSIS Semarang.

PSIS Semarang yang bermain sebagai tuan rumah menang dengan skor 2-0 atas Arema FC. Gol pertama PSIS lahir pada akhir babak pertama melalui Hari Nur Yulianto. Lalu pada menit ke-47 giliran Bruno Silva yang menggandakan skor.

Dengan hasil ini, PSIS Semarang dan Arema FC mencatat hasil kontradiktif dalam tiga pekan Liga 1 2020. PSIS meraih 2 kemenangan dan sekali kalah, sebaliknya Arema FC yang menelan 2 kekalahan serta hanya sekali menang.

Dari pertandingan di Stadion Moh. Subroto, Magelang, Jawa Tengah, itu lahir 5 fakta menarik PSIS Semarang vs Arema yang dirangkum Football5star.com.

Banjir Kartu
5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC, Singo Edan Selalu Sial - liga indonesia 1

Duel PSIS Semarang vs Arema FC berlangsung cukup keras. Bagaimana tidak, wasit yang memimpin pertandingan harus mengeluarkan total 7 kartu kuning dan dua kartu merah. Sebagian besar kartu dikeluarkan pada babak kedua dan hanya satu pada babak pertama.

Kartu merah diberikan masing-masing kepada Finky Pasamba dari PSIS dan Jonatan Bauman dari Arema pada menit ke-67. Keduanya diusir setelah mendapat akumulasi dua kartu kuning.

Arema Tak Pernah Menang di Markas PSIS
5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC, Singo Edan Selalu Sial - liga indonesia 3

Sejak bertemu di Liga 1 2018, Arema FC tak pernah bisa meraih kemenangan dalam laga tandang ke markas PSIS Semarang. Termasuk laga pekan ketiga Liga 1 2020, Arema FC sudah menelan tiga kekalahan.

Kekalahan perdana dirasakan Singo Edan pada 4 November 2018 dengan skor 1-2. Lalu pada 8 Desember 2019 dengan skor 1-5. Selain itu, total Arema FC cuma sekali menang atas PSIS Semarang dalam perhelatan Liga 1. Sisanya adalah sekali seri dan tiga kali kalah.

Arema Selalu Telat Panas di Liga 1
5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC, Singo Edan Selalu Sial - liga indonesia 4

Tiga dari empat musim di pentas Liga 1, Arema FC selalu telat panas. Pada Liga 1 2020, Arema FC hanya mencatat satu kemenangan dan dua kali kalah dari tiga pekan pertama. Hasil yang sama seperti pada musim lalu dengan satu kemenangan setelah dua kekalahan beruntun.

Pada Liga 1 2018, Arema bahkan baru meraih kemenangan pada pekan keenam. Sebelumnya, mereka menelan tiga kekalahan dan dua hasil imbang.

Start Terbaik PSIS di Liga 1
5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC, Singo Edan Selalu Sial - liga indonesia 1

Sebaliknya dengan PSIS Semarang. Pada Liga 1 2020, PSIS mencatat start terbaik dengan torehan dua kemenangan dan sekali kalah, serta mencetak 5 gol. Dua musim sebelumnya, Laskar Mahesa Jenar mencatat start yang tak lebih baik.

Tengok saja musim lalu ketika mereka hanya meraih satu kemenangan, sekali imbang, dan satu kalah, dari tiga laga perdana. Semusim sebelumnya bahkan lebih parah ketika baru promosi dari Liga 2. PSIS mencatat dua hasil imbang dan sekali kalah dalam tiga pertandingan awal.

Bruno Silva Makin Moncer
5 Fakta PSIS Semarang vs Arema FC, Singo Edan Selalu Sial - liga indonesia 2

Pemain asing PSIS Semarang asal Brasil, Bruno Silva, tengah moncer. Pada Liga 1 2020, Bruno Silva sudah mencetak dua gol dari tiga pertandingan perdana dan menjadi pencetak gol terbanyak PSIS Semarang sampai saat ini.

Jika ditarik ke belakang termasuk musim lalu, Bruno Silva mencatat 4 gol dalam 5 pertandingan terakhirnya. Selama berseragam Laskar Mahesa Jenar sejak 2018, penyerang berumur 28 tahun itu sudah mencetak 22 gol, 16 di antaranya pada Liga 1 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Fakta Menarik Kemenangan Persiraja atas Persik

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh akhirnya meraih kemenangan di Liga 1 2020. Tiga poin pertama mereka raih saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Sabtu (14/3/2020).

Pekan ketiga Liga 1 Persiraja Banda Aceh kembali harus melakoni laga tandang. Tapi kali ini mereka tampil lebih baik dari sebelumnya dengan meraih kemenangan 1-0.

Gol semata wayang di Stadion Brawijaya dicetak lewat kaki Defri Riski. Ia membobol gawang Persik melalui tendangan keras ketika laga baru berjalan satu menit.

Adapun kemenangan ini memunculkan beberapa fakta menarik. Football5star telah merangkum lima fakta menarik di balik kemenangan klub berjuluk Lantak Laju itu.

  • Kemenangan Perdana
persik vs persiraja
@persirajaupdate

Kemenangan Persiraja di Stadion Brawijaya bermakna ganda. Selain meraup tiga poin, ini juga jadi kemenangan perdana mereka di Liga 1. Ya, di dua laga sebelumnya tim asal Aceh hanya meraih hasil imbang.

Lebih hebat lagi, ini juga jadi tiga poin pertama mereka di kasta tertinggi Indonesia. Seperti diketahui, tim Lantak Laju sudah terlalu lama mendekam di kasta bawah Indonesia. Sebagai informasi, terakhir kali mereka merasakan kasta tertinggi adalah musim 2007 silam.

  • Tim Promosi Pertama yang Menang
persik kediri vs persiraja banda aceh
Genpi

Selain jadi kemenangan pertama untuk Persiraja, hasil kemarin juga menjadikan mereka sebagai tim promosi pertama yang meraup tiga poin. Sejauh ini, dua tim promosi lain seperti Persik Kediri maupun Persita Tangerang belum sekali pun menang.

Persik di pekan pertama bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya. Sedangkan di pekan kedua mereka kembali tertahan oleh Bhayangkara FC. Adapun Persita juga dua kali bermain imbang saat tandang ke Bali United dan menjamu PSM Makassar.

  • Masih Cleansheet
Persiraja Banda Aceh - @persiraja_official
@persiraja_official

Menang 1-0 sekaligus menegaskan betapa kokohnya pertahanan tim besutan Hendri Susilo. Hingga pekan ketiga Liga 1 2020, mereka jadi salah satu tim yang masih cleansheet bersama Madura United.

Bedanya, Madura United baru menjalani dua pertandingan, sedangkan Persiraja sudah tiga laga. Tidak cuma itu, mereka juga merupakan satu-satunya tim promosi yang gawangnya belum kebobolan sekali pun.

  • Fakhrurrazi di Ambang Rekor
fakhrurrazi-persiraja
@persirajaupdate

Tidak ada yang menyangka jika Persiraja memiliki kiper sehebat Fakhrurrazi. Bagaimana tidak, dalam tiga pertandingan Liga 1 2020 ia tampil luar biasa.

Saat melawan Persik saja, Fakhrurrazi tampil menawan dengan melakukan lima penyelamatan gemilang hingga membuat gawangnya tetap perawan. Keberhasilannya ini sekaligus membuat dia berada di ambang rekor.

Kiper asal Aceh Utara saat ini telah mencatatkan tiga cleansheet. Dia hanya membutuhkan satu cleansheet lagi untuk menyamai rekor Kurnia Meiga sebagai kiper yang gawangnya tidak kebobolan di empat laga awal pada Liga 1 2017 lalu.

  • Defri Riski dan Gol Pertama Liga 1
defri riski-persik vs persiraja
bola.com

Sebelum laga Persik vs Persiraja bergulir, Hendri Susilo sempat menyoroti kinerja lini depannya. Maklum saja, di dua laga sebelumnya tim Laskar Rencong belum sekali pun mencetak gol.

Tapi dahaga Hendri Susilo dan suporter akhirnya terbayar saat mereka mencetak satu gol. Ini sekaligus jadi gol perdana Persiraja musim ini. Menariknya sang pencetak gol bukanlah bomber andalan, Vanderlei Francisco, melainkan sang winger, Defri Riski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Fakta Menarik Kemenangan Liverpool atas Huddersfield Town

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool tampil trengginas saat menjamu tim yang telah dipastikan terdegradasi, Huddersfield Town. Mohammed Salah dan kawan-kawan mengalahkan Huddersfield dengan skor 5-0 dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (27/4/2019) dini hari WIB.

Bermain di depan pendukungnya di Stadion Anfield, Liverpool unggul cepat melalui gol Naby Keita pada detik ke-15, dua gol Sadio Mane menit ke-23 dan 66 serta dua gol lainnya dari Mohamed Salah menit ke-45 dan 83.

Kemenangan penting yang diraih The Reds pun menampilkan beberapa fakta menarik. Berikut Football5Star.com tampilkan 5 fakta menarik yang dirangkum dari Opta:

Gol tercepat dalam sejarah Liverpool

Gol pembuka yang dicetak oleh Naby Keita tercipta saat pertandingan baru berlangsung 15 detik. Gol ini merupakan yang tercepat dalam sejarah Liverpool di Liga Inggris.

Kontribusi pemain asal Afrika

Salah Keita Twitter FIFA
twitter – @FIFAcom

Kelima gol yang dicetak The Reds melawan Huddersfield seluruhnya dicetak oleh pemain asal benua Afrika. Torehan ini terbanyak yang diciptakan oleh satu tim dalam sebuah pertandingan di Liga Inggris.

Kembalinya Alex Oxlade-Chamberlain

Terakhir memperkuat Liverpool pada 24 April 2018 melawan AS Roma di Liga Champions, akhirnya Alex Oxlade-Chamberlain kembali merumput setelah absen selama 1 tahun 2 hari.

50 Poin di kandang

3 poin yang diraih saat mengalahkan Huddersfield membuat The Reds kini mengoleksi 50 poin saat bermain di Anfield. Melewati pencapaian musim 2013-2014 dengan 49 poin dan menyamai perolehan 50 poin pada musim 1987-1988.

Produktivitas pemain

Liverpool merupakan klub pertama di Liga Inggris yang memiliki dua pemain sekaligus yang mampu mencetak minimal 20 gol dalam semusim. Rekor ini dilakukan oleh Sadio Mane dan Mohamed Salah. Selain itu, pencapaian ini menyamai rekor yang juga dilakukan The Reds melalui Luis Suarez dan Daniel Sturridge pada musim 2013-2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di Stadion San Siro saat AC Milan vs Inter Milan. Pertandingan yang digelar pada Senin (18/3) dini hari waktu Indonesia ini dimenangkan Inter dengan skor 3-2.

Tim Football5star merangkum 5 fakta menarik dalam laga AC Milan vs Inter Milan. Apa saja fakta menariknya?

Gol Cepat Matias Vecino
5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan - Football5star - Twitter @inter_en
Twitter @inter_en

Pergerakan Ivam Perisic di sisi kanan penyerangan Inter Milan dikahiri dengan umpan silang yang mengarah ke tiang jauh. Lautaro Martinez yang telah menunggu melepaskan umpan sundulan yang disambar dengan cepat oleh Matias Vecino pada menit ke-2 dan detik ke-31.

Gol Vecino ini menjadi gol tercepat dalam Derby della Madonnina sejak 2011. Gol tercepat dalam Derby della Madonnina adalah saat musim 2010-11. Saat itu, Alexandre Pato mencetak gol pada detik ke-45. AC Milan saat itu menang dengan skor 2-0 dan pelatih AC Milan saat ini, Gennaro Gattuson masih bermain.

Gol Pertama Tiemoue Bakayoko
5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan - Football5star - Twitter @Squawka
Twitter @Squawka

Didatangkan dari Chelsea dengan status pinjaman, Tiemoue Bakayoko pada awalnya lebih sering dihujat. Ia dianggap gagal menampilkan permainan terbaik di klub yang bermarkas di San Siro tersebut. Bahkan, sempat muncul wacana untuk memutus kontrak Bakayoko di tengah musim.

Namun, kesabaran pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso berbuah manis. Penampilan Bakayoko membaik dan klimaksnya, ia mampu mencetak gol perdana bagi AC Milan. Spesialnya, gol tersebut tercipta saat Derbu della Madonnina, AC Milan vs Inter Milan.

Penalti Pertama Lautaro
5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan - Football5star - Twitter @inter_en
Twitter @inter_en

Lautaro Martinez diboyong Inter Milan dari klub Argentina, Racing Club pada bursa transfer musim panas 2018-19. Permainan gemilang pemain berusia 21 tahun di Racing Club membuat Inter Milan menboyongnya dengan mahar 14 juta Euro. Di klub lamanya, ia mencetak 26 gol di semua ajang sejak pertama kali debut.

Absennya Mauro Icardi memberikan berkah tersendiri bagi Lautaro. Ia menjadi pilihan pertama Luciano Spalletti, termasuk saat AC Milan vs Inter Milan kali ini. Ia mencetak gol ketiga Inter ke gawang Gianluigi Donnarumma lewat titik putih. Ternyata, gol penalti tersebut menjadi yang pertama sepanjang kariernya.

Kemenangan Back-to-Back Inter Milan
5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan - Football5star - Twitter @inter_en
Twitter @inter_en

Tiga gol Inter Milan ke gawang AC Milan saat Derbi Milan tak hanya memastikan tiga poin. Namun, kemenangan itu memastikan La Beneamata, julukan Inter Milan sukses menang back to back atau kemenangan kandang dan tandang saat bertemu AC Milan.

Kemenangan ini menjadi yang pertama setelah terakhir kali mereka catatkan saat musim 2011-12. Saat itu, dalam pertemuan pertemuan pertama, Inter Milan menang 1-0 lewat gol Diego Milito. Pada pertemuan kedua, Inter yang saat itu masih diasuh oleh Andrea Stramaccioni unggul denga skor 4-2.

Enam Pertandingan Tak Terkalahkan
5 Fakta Menarik AC Milan vs Inter Milan - Football5star - Twitter @inter_en
Twitter @inter_en

Inter Milan datang ke San Siro dengan membawa beban berat. Mereka baru saja ditaklukkan Frankfurt di Liga Europa 2018-19. Namun, seperti kata wakil dari Inter Club Indonesia dalam siaran langsung di Youtube Chanel Football5star, dalam Derbi, apa pun bisa terjadi.

Ya, Inter Milan memenangkan laga AC Milan vs Inter Milan dengan skor 3-2. Kemenangan ini membuat anak asuh Luciano Spalletti itu tak terkalahkan dalam enam laga terakhir Derby della Madonnina di Serie A dengan catatan tiga kali menang dan tiga kali imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Fakta Menarik Kemenangan Arsenal atas Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Arsenal menjadi mimpi buruk Manchester United akhir pekan ini. Bagaimana tidak, mereka secara perkasa menaklukkan klub berjuluk Setan Merah itu dua gol tanpa balas.


Dua gol tuan rumah pada laga ini disumbangkan oleh Granit Xhaka dan Pierre Emerick Aubameyang. Tapi duel panas antarkedua klub ini tentu tidak hanya sekadar gol dan hasil akhir saja.


Sengitnya pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates itu pun menyisakan beberapa catatan menarik. Football5star.com sudah merangkum lima fakta menarik pertandingan Arsenal vs Manchester United:


1. Munculnya Debutan Termuda Setan Merah

mason greenwood
@utdxtra

Badai cedera yang menimpa United memaksa pelatih Ole Gunnar Solskjaer memanggil beberapa bintang mudanya. Salah satunya adalah Mason Greenwood. Sempat diturunkan kala MU menghadapi Paris Saint-Germain di leg kedua 16 besar Liga Champions, ia kembali dipercaya sang pelatih saat tandang ke Emirates.


Kendati baru dimasukkan pada babak kedua, Greenwood sukses mencatatkan namanya di buku sejarah klub. Bagaimana tidak, ia menjadi debutan termuda kedua United di Premier League dengan usia 17 tahun, lima bulan. Dirinya hanya kalah muda dari Angel Gomes yang melakoni debut 2017 lalu saat berusia 16 tahun.


2. Dewi Fortuna Arsenal di Hari Minggu

Ada beberapa hal yang seolah tak masuk akal tapi kerap terjadi di sepak bola. Dan pada laga sengit malam tadi, The Gunners membuktikan keangkeran mereka jika melawan United di hari minggu.


Ya, Arsenal seakan dinaungi dewi fortuna tiap berhadapan dengan MU pada hari minggu. Opta mencatat, sembilan dari 13 kemenangan terakhirnya The Gunners atas United justru terjadi ketika laga dilangsungkan pada hari minggu.


3. Kekalahan Pertama Solskjaer di Premier League

solskjaer salahkan wasit
bbc.com

Berakhir sudah rekor sempurna Ole Gunnar Solskjaer di Premier League musim ini. Stadion Emirates menjadi tempat pertamanya menelan kekalahan liga sejak mengambil alih tim dari Jose Mourinho Desember lalu.


Padahal sebelumnya Solskjaer sukses melahap 10 kemenangan dan hanya dua kali imbang sejak diangkat sebagai pelatih sementara. Jika ditotal, pria Norwegia baru menelan dua kekalahan musim ini. Ya, kekalahan pertamanya dirasakan pada leg pertama 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.


4. Gagal Cetak Gol untuk Pertama Kalinya

Catatan impresif Setan Merah selama dilatih Solskjaer tidak hanya soal hasil akhir saja. Ia juga mampu menjaga produktivitas pemain di lapangan dengan selalu mencetak gol ditiap laga. Tapi lagi-lagi, The Gunners menjadi mimpi buruk mereka untuk urusan yang satu ini.


Arsenal jadi klub tuan rumah pertama yang gawangnya gagal dibobol klub asal Manchester tersebut selama ditukangi Solskjaer. Padahal sebelumnya Paul Pogba dkk selalu berhasil membobol gawang lawan, termasuk tim-tim besar lain seperti Chelsea, Tottenham Hotspur, hingga Paris Saint-Germain.


5. Emery Lebih Hebat dari Arsene Wenger

Unai Emery, Arsene Wenger, PSG
ibtimes.co.in

Sempat tertatih-tatih di awal kedatangannya menukangi klub London Utara, Unai Emery secara perlahan mulai menemukan ritme yang diinginkan. Terbukti ia mampu mengalahkan United untuk pertama kalinya pada musim ini.


Tambahan tiga poin ini membuat The Gunners kini mengoleksi 60 poin. Dengan kata lain, ia menjadi pelatih yang mengumpulkan poin tertinggi di 30 laga Premier League pertamanya. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh pelatih legendaris Arsene Wenger yang mengoleksi 51 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Fakta Menarik Manchester City vs Liverpool

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Laga menarik terjadi di Stadion Etihad kala Manchester City kedatangan tamu dari Marseyside, Liverpool. Posisi kedua kesebelasan yang saling bersikutan membuat laga Manchester City vs Liverpool menjanjikan pertandingan yang seru dan menarik.

Laga yang berlangsung pada Jumat, 3 Januari 2019 ini dimenangkan oleh Manchester City dengan skor 2-1. Gol Sergio Aguero di babak pertama sempat disamakan oleh Roberto Firmino di babak kedua. Leroy Sane tampil sebagai pahlawan dengan gol yang ia cetak di menit ke-66.

Football5star merangkum 5 fakta menarik yang tersaji di laga Manchester City vs Liverpool yang turut dihadiri oleh Kenny Daglish dan Ian Rush.

Catatan 250 Gol Sergio Aguero

Football5star - Twitter @OptaJoe
Twitter @OptaJoe

Aguero menjadi bintang di laga kali ini. Ia mencetak satu gol di babak pertama. Gol kedua Cityzens pun lahir berkat kejelian pemain berkebangsaan Argentina tersebut. Ia memaksa Trent-Alexander Arnold mengikutip larinya dan membuat posisi Leroy Sane kosong, tak terkawal.

Gol yang dicetak di babak pertama itu menjadi gol miliknya yang ke-250 sepanjang kariernya. Dari 250 gol itu, 153 gol yang catat ketika berseragam Biru Muda, Manchester City. 74 gol diraih saat berseragam Atletico Madrid dan 23 gol bersama Independiente.

Tujuh Gol Aguero ke Gawang Liverpool Membuahkan Rekor

Football5star - Twitter @OptaJoe
Twitter @OptaJoe

Laga Manchester City vs Liverpool resmi menjadi milik Aguero. Golnya ke gawang Liverpool juga mencatatkan rekor lainnya.

Tak hanya catatan 250 gol, gol miliknya tersebut membuat dirinya mencetak tujuh gol di tujuh pertandingan terakhir melawan Liverpool saat bermain di Stadion Etihad. Ia seakan ketagihan untuk mencetak gol ke gawang The Reds, tak peduli siapa pun penjaga gawangnya.

Invincible Hanya Sebatas Mimpi

Football5star - Twitter @Squawka
Twitter @Squawka

Selain menjadi juara, target penggemar The Kop di musim ini adalah tak terkalahkan. Mereka ingin menyamai catatan The Gunners, Arsenal yang dalam satu musim tak pernah ternodai oleh kekalahan.

Naas, target hanyalah target. Mimpi hanya sebatas mimpi. Liverpool terkapar di markas Manchester City dan merasakan kekalahan pertama di Liga Primer Inggris. Eits, santai dulu, mereka tetap aman di puncak klasemen.

Leroy Sane yang Gemar Cetak Gol ke Gawang Liverpool

Football5star - Twitter @LFC
Twitter @LFC

Selain Aguero, ada nama lain dari Manchester City yang menjadikan Liverpool sebagai makanan empuk. Yakni Leroy Sane, gelandang serang berkebangsaan Jerman.

Saat Manchester City vs Liverpool, ia mencetak satu gol sekaligus membuat catatan golnya saat melawan The Reds bertambah menjadi empat gol. Itu menjadi catatan gol terbanyak bagi Sane saat melawan satu klub di Liga Inggris.

Dua Gol yang Bersarang Itu…

 - Football5star - Twitter @LFC
Twitter @LFC

Tembok kokoh itu akhirnya runtuh. Liverpool akhirnya merasakan kekalahan perdana mereka di musim ini dari rival mereka di papan klasemen, Manchester City.

Kekalahan itu diiringi dengan dua gol yang penuh makna. Mereka untuk pertama kali sepanjang musim ini, kemasukan dua gol. Sejauh ini, mereka baru kemasukan 10 gol, itu sudah termasuk dua gol saat Manchester City vs Liverpool.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

10 Tahun Berlalu, Kutukan Negeri Pizza Masih Hantui Klopp

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Duel Napoli vs Liverpool berakhir dramatis di San Paolo, Rabu (3/10/2018). Pasukan Juergen Klopp takluk 0-1 pada laga kedua Grup C Liga Champions 2018-19 tersebut.

Liverpool, yang biasa tampil ofensif, kesulitan membongkar pertahanan Napoli. Mohamed Salah dan rekan-rekan tidak sekali pun mengancam gawang David Ospina.

Ada empat tembakan yang dilepaskan tim tamu dan semuanya melenceng dari sasaran. The Reds juga kalah dari segi penguasaan bola (43 persen).

Lorenzo Insigne menjadi mimpi buruk Liverpool. Penyerang Napoli itu mencetak gol tunggal ke gawang Alisson Becker berkat umpan tarik Jose Callejon jelang bubaran.

Lorenzo Insigne-Napoli vs Liverpool-UEFA

Imbasnya, The Reds melorot ke posisi ketiga klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Napoli mengambil alih puncak klasemen dengan empat poin atau tepat di atas Paris Saint-Germain.

Kekalahan pada laga Napoli vs Liverpool kali ini memperpanjang tren buruk Klopp saat bertandang ke Italia. Itu juga menodai penampilan ke-50 dia di Liga Champions.

(Selanjutnya: Italia, Momok Bagi Klopp)

5 Fakta Menarik Pekan Ke-7 Serie A 2018-19

Football5star.com, Indonesia – Laga bertajuk Derby della Capitale antara AS Roma dan Lazio mewarnai pekan ketujuh Serie A 2018-19 di Stadion Olimpico pada 29 September hingga 1 Oktober lalu.

I Giallorossi mencatatkan kemenangan ke-59 dalam derby ibu kota Italia tersebut. Pasukan Eusebio Di Franceso menekuk I Biancoceleste dengan skor 3-1.

Juventus kukuh di puncak klasemen sementara Serie A berkat kemenangan 3-1 atas Napoli. Dua gol tercipta dari lesakan Mario Mandzukic dan satu lainnya dicetak Leonardo Bonucci.

AC Milan mengakhiri tren negatif. Setelah imbang dalam tiga laga Serie A beruntun, I Rossoneri menang 4-1 atas Sassuolo.

Berikut ini adalah lima fakta menarik pada pekan ketujuh Serie A musim 2018-19:
  • Pencetak Gol Roma

Lorenzo Pellegrini-AS Roma
Gol Lorenzo Pellegrini dengan tumit saat melawan Lazio. Foto: Twitter @ASRomaEN

Lorenzo Pellegrini membuka keunggulan Roma jelang turun minum. Gelandang berbakat Italia itu menjadi pemain ke-10 berbeda yang menyumbangkan gol bagi I Giallorossi di Serie A musim ini.

Aleksandar Kolarov menyumbangkan satu gol lainnya bagi Roma. Dia menjadi pemain kedua yang pernah mencetak gol bersama Roma dan Lazio sepanjang kariernya.

  • Kesempurnaan Juventus

mertens-Juventus vs Napoli-Serie A
Juventus gasak Napoli 3-1. Foto: Twitter @juventusfcen

Laga melawan Napoli berbuah kemenangan kedelapan secara beruntun yang dicatatkan Juventus dalam berbagai ajang sepanjang musim ini.

Selain memborong kemenangan dalam tujuh pekan awal Serie A, I Bianconeri juga menekuk Valencia dengan skor 2-0 di Liga Champions beberapa waktu lalu.

Hasil tersebut membuat Juventus mengulang catatan 88 tahun silam. Kala itu, Si Nyonya Tua mengukir catatan apik serupa (8 kemenangan beruntun).

Mandzukic dua kali membobol gawang Napoli atau gol ketiganya dari tujuh laga awal Serie A musim ini. Dia belum pernah mencatatkan statistik yang lebih baik sebelumnya.

5 Fakta Menarik Pekan Ke-7 Premier League 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Pertarungan dua klub raksasa, yaitu Chelsea dan Liverpool, menghiasi pekan ketujuh Premier League 2018-19 yang bergulir pada 29 September hingga 1 Oktober lalu.

Laga yang berlangsung di Stamford Bridge itu berakhir imbang 1-1. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat Edin Hazard (25′) sebelum The Reds menyamakan skor berkat lesakan Daniel Sturridge (89′).

Manchester City mengambil keuntungan dari hasil imbang dua rivalnya tersebut. The Citizens mengambil alih puncak klasemen berkat kemenangan 2-0 atas Brighton & Hove Albion di Etihad Stadium.

Berbeda dengan rival sekotanya, Manchester United justru kembali menelan hasil negatif. Setan Merah tumbang dengan skor 1-3 di markas West Ham United, London Stadium.

Geliat Wolverhampton Wanderers sebagai klub promosi menunjukkan tren positif. Pasukan Nuno Espirito Santo menekuk Southampton dua gol tanpa balas di Molineux Stadium.

Berikut ini 5 fakta menarik pekan ketujuh Premier League musim 2018-19:
  • Ketajaman Hazard

Eden Hazard tampil prima di awal musim bersama Chelsea. Terbaru, ia mencetak gol fantastis ke gawang Liverpool yang dikawal Simon Mignolet - Football5star - ghanasoccernet
Eden Hazard sumbang gol bagi Chelsea ke gawang Liverpool. Foto: ghanasoccernet.com

Hazard kembali menunjukkan kualitasnya. Gelandang timnas Belgia itu kerap kali merepotkan lini belakang Liverpool sebelum akhirnya mampu menaklukkan Alisson Becker.

Sampai pekan ke-7, Hazard memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Premier League dengan enam gol. Dia mencatatkan itu hanya dari delapan tendangan ke gawang.

  • Senjata Rahasia Klopp

Klopp Sturridge
Juergen Klopp peluk Daniel Sturridge setelah laga versus Chelsea usai. Foto: Daily Mail

Juergen Klopp patut berterima kasih kepada Sturridge. Berkat gol bomber asal Inggris itu, Liverpool membawa pulang satu poin dari Stamford Bridge.

Sturridge baru masuk ke lapangan untuk menggantikan James Milner pada menit ke-86. Tiga menit kemudian, dia membobol gawang Kepa Arrizabalaga dengan tendangan jarak jauh.

Menurut catatan Opta, Sturridge mencetak gol terbanyak kedua di Premier League sebagai pemain pengganti sejak melakoni debut pada Februari 2007. Dia hanya kalah dua gol dari Olivier Giroud.

Sturridge pun menjadi pemain ketujuh yang mampu mencetak 50 gol atau lebih bagi Liverpool di Premier League. Sebelumnya, itu pernah dilakukan oleh Robbie Fowler, Steven Gerrard, Michael Owen, Luis Suarez, Fernando Torres dan Dirk Kuyt.

5 Fakta Menarik Pekan Ke-5 Serie A 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Juventus melanjutkan tren positif di Serie A musim 2018-19. Pasukan Massimiliano Allegri terus menuai kemenangan hingga pekan kelima bergulir.

I Bianconeri menang dua gol tanpa balas atas Frosinone di Stadion Benito Stirpe, Minggu (23/9/2018). Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi masing-masing menyumbangkan satu gol.

Berbeda dengan Juventus, AS Roma kembali menelan hasil negatif. I Giallorossi takluk 0-2 ketika menyambangi markas Bologna, Renato Dall’Ara.

Roma gagal menuai poin penuh dalam tiga laga sebelumnya. Selain kalah dari AC Milan, klub ibu kota Italia tersebut ditahan Atalanta dan Chievo Verona.

Di pertandingan lain, Inter Milan menang 1-0 saat menyambangi kandang Sampdoria, Luigi Ferraris. Rival sekota Inter, AC Milan, hanya mampu meraih satu poin lantaran diimbangi Atalanta dengan skor 2-2 di San Siro.

 

Berikut ini adalah 5 fakta menarik pekan ke-5 Serie A musim 2018-19:
  • Brozovic Selamatkan Inter

Marcelo Brozovic menjadi pahlawan Inter. Gelandang Kroasia itu mencetak gol semata wayang ke gawang Sampdoria yang dikawal oleh Emil Audero pada menit ke-93.

Menurut Opta, sebelum lesakan Brozovic, Inter mencetak gol paling pengujung laga pada April 2016. Saat itu, Eder berhasil membobol gawang Udinese.

  • Pekerjaan Rumah Gattuso

Di bawah Gennaro Gattuso, Milan tampil cukup atraktif dengan umpan-umpan pendek. Kendati demikian, pelatih I Rossoneri tersebut masih memiliki pekerjaan rumah, yakni sektor pertahanan.

Gawang Gianluigi Donnarumma telah tujuh gol dari empat laga. Menurut Opta, Milan merupakan satu-satunya klub Serie A yang belum mencatatkan clean sheet pada musim ini.

Milan unggul lebih dulu berkat lesakan Gonzalo Higuain ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Dia mencetak gol paling cepat di Serie A bagi I Rossoneri setelah Sulley Muntari membobol gawang Juventus pada detik ke-18 Oktober 2013.

5 Fakta Menarik Pekan Ke-6 Premier League 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Liverpool kukuh di puncak klasemen sementara Premier League 2018-19. Pasukan Juergen Klopp menang 3-0 atas Southampton pada laga pekan ke-6 di Stadion Anfield, Sabtu (22/9/2018).

Manchester City membuntuti Liverpool di posisi kedua dengan selisih dua angka. The Citizens mengalahkan Cardiff City lima gol tanpa balas.

Chelsea gagal mempertahankan rekor kemenangan beruntunnya musim ini. Eden Hazard dan rekan-rekan tertahan 0-0 di markas West Ham United, Stadion London.

Manchester United imbang 1-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers. Sementara itu, Arsenal menekuk Everton dua gol tanpa balas.

Berikut ini adalah 5 fakta menarik pekan ke-6 Premier League musim 2018-19:
  • Kesempurnaan Liverpool

Liverpool menjadi salah satu klub yang selalu meraih kemenangan sejak awal musim 2018-19 di enam liga top Eropa. Klub dengan catatan serupa sejauh ini adalah Juventus (Serie A), Bayern Munich (Bundesliga), Paris Saint-Germain (Ligue 1) dan PSV Eindhoven (Eredivisie).

Salah lagi-lagi tampil gemilang bersama Liverpool. Dia menyumbangkan satu dari tiga gol kemenangan ke gawang Southampton.

Peran winger timnas Mesir itu sangat vital bagi Liverpool. Dia terlibat dalam 41 gol Liverpool dari 31 penampilan dalam semua ajang yang digelar di Anfield. (30 gol dan 11 assist).

  • “Jenderal” Jorginho

Jorginho menjadi jenderal lini tengah Chelsea sejak kedatangan Maurizio Sarri. Terbukti, gelandang timnas Italia itu menjadi rekrutan pertama Sarri saat ditunjuk sebagai manajer The Blues.

Sejauh ini, Jorginho selalu tampil dalam semua pertandingan Chelsea di semua ajang. Termasuk ketika menghadapi West Ham.

Jorginho melepaskan 180 operan. Itu jumlah terbanyak yang dicatatkan pemain dalam satu laga Premier League sejak 2003-04.

Rekor tersebut pernah dipegang oleh gelandang Man. City, Ilkay Guendogan, yang 174 operan pada musim lalu.

5 Wajah Baru Liga Champions Musim 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Fase grup Liga Champions musim 2018-19 akan bergulir pada Selasa (18/9/2018) atau Rabu dini hari WIB. Satu hari berselang, perjuangan Real Madrid untuk mempertahankan gelar juara dimulai.

Klub-klub raksasa lainnya tidak mau kalah. Barcelona, Juventus, Manchester City, Liverpool dan Paris Saint-Germain berambisi menghentikan hegemoni Madrid pada musim ini.

Liga Champions musim 2018-19 tidak hanya mengenai persaingan untuk menjadi juara. Turnamen antarklub terbaik di Benua Biru tersebut bakal tampil dengan wajah baru.

Berikut ini adalah 5 wajah baru Liga Champions musim 2018-19:
  • Bola Baru

Bola resmi Liga Champions 2018-19, Adidas Finale 18
Bola resmi Liga Champions 2018-19, Adidas Finale 18. Foto: Evening Standard

Adidas Finale 18 merupakan bola resmi Liga Champions musim 2018-19. Ini merupakan terobosan baru dari Adidas yang telah dipercaya selama 17 tahun untuk mendesain bola Liga Champions. Permukaan bola ini lebih inovatif dan diklaim bisa meningkatkan sentuhan pertama para pemain saat menerima umpan dari teman setim.

  • Desain Poster Final

Bola resmi Liga Champions 2018-19, Adidas Finale 18

UEFA telah merilis poster baru untuk final Liga Champions 2018-19. Terpilihnya Stadion Wanda Metropolitano yang berada di Madrid, Spanyol, sangat memengaruhi desain poster tersebut. Pembuat logo baru untuk final musim ini adalah Ruben Sanchez yang lahir di Madrid. Dia menambahkan beberapa unsur yang identik dengan ibu kota Spanyol ke dalam desainnya, seperti Chulapo (kostum tradisional), gitar, pohon dan beruang yang ada di logo pemerintahan Madrid.

5 Pemain Terlupakan yang Pernah Bela Prancis

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Prancis merupakan salah satu tim elite di dunia. Selain prestasi, Les Blues tidak pernah kehabisan stok pemain-pemain berbakat.

Geoffrey Kondogbia salah satunya. Gelandang Valencia itu pernah memperkuat Les Blues meski hanya pada pertandingan uji coba.

Sejak Juli 2015, Kondogbia belum sekali pun dipanggil ke skuat Prancis. Itu tidak lepas dari kariernya yang meredup dalam beberapa tahun terakhir.

Alhasil, Kondogbia memutuskan untuk tidak lagi membela Tim Ayam Jantan. Pada Kamis (6/9/2018), FIFA mengabulkan permintaan dia untuk bermain bagi Afrika Tengah (CAR).

 

Berikut ini adalah 5 Pemain Terlupakan yang pernah memperkuat Prancis:
  • Geoffrey Kondogbia

geoffrey kondogbia-prancis-dok juventusclubmalta-football5star
Geoffrey Kondogbia bersama timnas Prancis. Dok. juventusclubmalta.com

Kondogbia pernah tampil bersama Prancis di beberapa level usia. Bahkan, dia menjadi juara Piala Dunia U-20 pada 2013.

Kesempatan memperkuat tim senior Prancis bagi Kondogbia datang pada Agustus 2013. Dia bermain selama 60 menit ketika Les Blues ditahan 0-0 oleh Belgia dalam laga uji coba.

Total, Kondogbia mencatatkan lima penampilan bersama Prancis dan bukan laga kompetitif. Oleh sebab itu, pemain berusia 25 tahun itu bisa berganti tim nasional dan memperkuat Afrika Tengah.

 

  • Julian Faubert

Julien Faubert, Prancis
Julien Faubert membela timnas Prancis. Dok: leparisien.fr

Faubert mencapai puncak karier ketika memperkuat Girondins Bordeaux pada 2004-2006. Dia sempat membawa klubnya menjuarai Coupe de la Ligue pada 2006.

Performa apiknya di Bordeaux membuat Faubert dilirik mantan pelatih Prancis, Raymond Domenech. Dia melakoni debut bersama Les Blues ketika melawan Bosnia-Herzegovina pada Agustus 2016.

Dalam laga tersebut, dia menyumbangkan satu gol kemenangan Prancis. Namun, sejak saat itu, dia tidak pernah menghiasi skuat Les Blues.

Sebab, karier Faubert perlahan meredup setelah pindah ke West Ham United pada musim panas 2006. Anehnya, Real Madrid sempat meminjam dia pada Januari 2009.

Faubert pernah memperkuat klub Indonesia, Borneo FC, pada 2018. Gelandang berusia 35 tahun itu berpindah timnas dan membela Martinique sejak Oktober 2014.

Hasil Lengkap & 5 Fakta Menarik Pekan ke-3 Divisi Primera

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Hujan gol terjadi ketika Barcelona menjamu Huesca pada pekan ke-3 Divisi Primera di Camp Nou, Minggu (2/9/2018). El Barca menang dengan skor 8-2.

Lionel Messi dan Luis Suarez masing-masing menyumbangkan dua gol. Kemenangan ini membuat pasukan Ernesto Valverde kukuh di puncak klasemen sementara dengan sembilan poin.

Dengan poin yang sama, Real Madrid menempel Barcelona di posisi kedua. Los Blancos mendulang kemenangan 4-1 atas Leganes.

 

Hasil lengkap pekan ke-3 Divisi Primera 2018-19

Sergio Ramos-Luka Modric-Keylor Navas-Real Madrid-Zimbio
Sergio Ramos, Luka Modric dan Keylor Navas menunjukkan penghargaan dari UEFA sebelum Real Madrid melawan Leganes. Foto: Zimbio

Getafe 0-0 Real Valladolid
Eibar 2-1 Real Sociedad (Cardona 26′, Charles 90′ – Willian Jose 15′)
Villarreal 0-1 Girona (Cristhian Stuani 54′)
Celta Vigo 2-0 Atletico Madrid (Gomez 46′, Aspas 52′)
Real Madrid 4-1 Leganes (Bale 17′, Benzema 27′ & 48′, Ramos 66′-p – Carrillo 24′-p)
Levante 2-2 Valencia (Marti 13′ & 33′ – Cheryshev 16′, Parejo 52′-p)
Alaves 2-1 Espanyol (Baston 57′, Sobrino 59′ – Baptistao 42′-p)
Barcelona 8-2 Huesca (Messi 16′ & 61′, Pulido 24′-bd, Suarez 30′ & 90′, Dembele 48′, Rakitic 52′, Alba 81′ – Hernandez 3′, Gallar 42′)
Real Betis 1-0 Sevilla (Joaquin Sanchez 80′)

 

5 fakta menarik pada pekan ke-3 Divisi Primera 2018-19
  • Barcelona

Bek Barcelona, Jordi Alba, saat bobol gawang HUesca. Foto: thenational.ae
Bek Barcelona, Jordi Alba, saat bobol gawang Huesca. Foto: thenational.ae

Barcelona tidak terkalahkan dalam 37 laga kandang terakhir di Divisi Primera (31 menang, 6 seri). Kekalahan terakhir di Camp Nou terjadi saat melawan Alaves pada pekan ke-3 musim 2016-17.

 

  • Lionel Messi

lionel messi-barcelona-twitter MessiWorld
Striker Barcelona, Lionel Messi. Foto: Twitter @MessiWorld

Lionel Messi menjadi pemain pertama yang membukukan 150 assist di La Liga pada abad ke-21. Assist Messi paling banyak tertuju kepada Luis Suarez (23 assist)

 

  • Gareth Bale

Gareth Bale (Twitter Real Madrid)
Winger Real Madrid, Gareth Bale. Foto: Twitter @realmadrid

Kepergian Cristiano Ronaldo membuat peran Gareth Bale kian menonjol di Real Madrid. Bale mencetak satu gol ke gawang Leganes.

Dia berhasil mencetak gol dalam tujuh pertandingan La Liga terakhir. Itu merupakan catatan terbaik dalam karier profesionalnya.

 

  • Karim Benzema

Karim Benzema - Real Madrid v Leganes - Football5star
Striker Real Madrid, Karim Benzema. Foto: Zimbio

Karim Benzema kembali menunjukkan kualitasnya sebagai predator di kotak penalti lawan bagi Real Madrid.

Bomber timnas Prancis itu menyumbangkan dua gol ke gawang Leganes. Dia telah membobol semua klub yang dijumpainya dalam laga La Liga (33 klub).

 

  • El Gran Derbi

Joaquin Sanchez, Real Betis

Derbi Andalusia atau El Gran Derbi antara Real Betis dan Sevilla berlangsung sengit. Betis, selaku tuan rumah, memenangi laga dengan skor 1-0.

Masuk sebagai pengganti, Joaquin Sanchez, berhasil membobol gawang Sevilla pada pengujung laga. Dia menjadi pemain tertua yang mencetak gol dalam El Gran Derbi pada abad ke-21 (37 tahun 43 hari).

Terakhir kali kalah di kandang Betis pada 2006, Sevilla berhasil menjuarai Piala UEFA (Europa League).

 


https://www.instagram.com/p/BnIZRy3DbvF/?taken-by=football5star

Hasil Lengkap & 5 Fakta Menarik Pekan ke-3 Serie A 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Juventus memuncaki klasemen sementara Serie A musim 2018-19. Pasukan Massimiliano Allegri menang 2-1 atas Parma pada pekan ke-3 di Ennio Tardini, Sabtu (1/9/2018).

Rasa penasaran masih menghantui Cristiano Ronaldo. Meski telah melakoni tiga penampilan, kapten timnas Portugal itu belum mampu mencetak gol perdana bagi I Bianconeri.

Laga besar terjadi saat AC Milan menjamu AS Roma di San Siro. Patrick Cutrone, yang masuk sebagai pengganti, menjadi pahlawan kemenangan I Rossoneri dengan skor 2-1 berkat golnya jelang bubaran.

 

Hasil lengkap pekan ke-3 Serie A 2018-19

Patrick Cutrone, Gennaro Gattuso, AC Milan
AC Milan menang 2-1 saat menjamu AS Roma. Foto: Zimbio

AC Milan 2-1 AS Roma (Kessie 40, Cutrone 90+5′ – Fazio 59′)
Bologna 0-3 Inter Milan (Nainggolan 66′, Candreva 82′, Perisic 84′)
Parma 1-2 Juventus (Gervinho 33′ – Mandzukic 2′, Matuidi 58′)
Fiorentina 1-0 Udinese (Benassi 73′)
Atalanta 0-1 Cagliari (Barella 45′)
Chievo Verona 0-0 Empoli
Lazio 1-0 Frosinone (L. Alberto 49′)
Sampdoria 3-0 Napoli (Defrel 11′ & 32′, Quagliarella 75′)
Sassuolo 5-3 Genoa (Boateng 34′, Lirola 38′, Babacar 41′, Spolli 45+1′-bd, Ferrari 62′ – Piatek 27′ & 83′, Pandev 70′)
Torino 1-0 SPAL (N’Koulou 52′)

 

5 fakta menarik pada pekan ke-3 Serie A 2018-19
  • AC Milan

Gonzalo Higuain, AC Milan, Football5Star.com
Striker AC Milan, Gonzalo Higuain, saat melawan AS Roma. Foto: Twitter @acmilan

Pasukan Gennaro Gattuso tampil ofensif ketika menjamu AS Roma. Total, ada 26 tembakan diciptakan armada I Rossoneri.

Milan mencatakan jumlah tembakan sebanyak itu dalam satu laga Serie A saat menghadapi Crotone pada Januari lalu. Crotone akhirnya terdegradasi pada akhir musim.

 

  • Juventus

Parma vs Juventus
Selebrasi gol para pemain Juventus ketika melawan Parma. Foto stadiumastro.com

Mario Mandzukic membawa Juventus unggul atas Parma lewat golnya saat laga baru dua berjalan menit. I Bianconeri terakhir kali mencetak gol dalam tempo secepat itu lewat Fernando Llorente ketika melawan Napoli pada November 2013.

Empat dari enam musim terakhir, Juventus mampu memenangi tiga laga awal. Bahkan, itu dilakukan Si Nyonya Tua secara beruntun sejak musim 2016-17 dan baru pertama kali terjadi dalam sejarah.

 

  • Cristiano Ronaldo

cristiano ronaldo, juventus
Striker Juventus, Cristiano Ronaldo. Foto: Tuttomercatoweb

Hingga pekan ke-3, Ronaldo belum mampu membuka rekening gol bersama Juventus. Padahal, dia telah melepaskan total 23 tendangan.

Musim lalu, Ronaldo juga gagal membukukan satu gol liga pun dari jumlah total tembakan yang sama sewaktu masih berseragam Real Madrid.

5 pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di liga-liga besar Eropa:

1. Cristiano Ronaldo – Juventus (3 main, 23 tembakan, 0 gol).
2. Sergio Aguero – Manchester City (4 main, 20 tembakan, 3 gol)
3. Mohamed Salah – Liverpool (4 main, 19 tembakan, 1 gol)
4. Aleksandar Mitrovic – Fulham (4 main, 18 tembakan, 4 gol).
5. Edin Dzeko – AS Roma (3 main, 17 tembakan, 1 gol).

 

  • Radja Nainggolan

Radja+Nainggolan+Inter+Milan+Football5star+Zimbio
Gelandang Inter Milan, Radja Nainggolan. Foto: Zimbio

Nainggolan mengawali debut bersama Inter dengan catatan apik. Mantan pemain AS Roma itu memecah kebuntuan I Nerazzurri saat melawan Bologna pada menit ke-66.

Gol tersebut membuat Genoa menjadi klub kedua yang paling sering dibobolnya (4 gol) setelah Inter.

 

  • Torino vs. SPAL

Andrea Belotti-Torino-Twitter TorinoFC_1906
Striker Torino, Andrea Belotti, berlari di lapangan dalam kondisi hujan lebat ketika melawan SPAL. Foto: Twitter @TorinoFC_1906

Laga Torino melawan SPAL yang diwarnai hujan lebat harus terhenti beberapa saat. Pasalnya, kondisi lapangan sempat becek dan mengganggu jalannya permainan.

Setelah laga dimulai kembali, Torino mampu membobol gawang SPAL pada menit ke-52. Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh

 


Hasil Lengkap & 5 Fakta Menarik Pekan ke-4 Premier League

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Sebelum jeda internasional, Premier League menggelar pekan keempat musim 2018-19 pada 1-2 September 2018. Liverpool memuncaki klasemen sementara dengan 12 poin.

Anak asuh Juergen Klopp menekuk LeicesterCity dengan skor 2-1 di King Power Stadium, Sabtu (1/9/2018). Chelsea menguntit The Reds di posisi kedua dengan perolehan poin yang sama berkat kemenangan 2-0 atas Bournemouth.

Setelah gagal meraih poin maksimal, dua klub Manchester kembali mencatatkan kemenangan. Manchester City membekuk Newcastle United dengan skor 2-1, sedangkan Manchester United mengalahkan Burnley dua gol tanpa balas.

 

Hasil lengkap pekan ke-4 Premier League 2018-19

Leicester City vs Liverpool - Football5star - GettyImages
Liverpool menang 2-1 atas Leicester City pada pekan ke-4 Premier League. Foto: Getty Images

Leicester City 1-2 Liverpool Ghezzal 63′ – Mane 10′, Firmino 45′)
Brighton & Hove Albion 2-2 Fulham (Murray 67′ & 84′-p – Schuerrle 43′, Mitrovic 62′)
Chelsea 2-0 Bournemouth (Pedro 72′, Hazard 85′)
Crystal Palace 0-2 Southampton (Ings 47′, Hojbjerg 90′)
Everton 1-1 Huddersfield Town (Calvert-Lewin 36′ – Billing 34′)
West Ham United 0-1 Wolverhampton Wanderers (A. Traore 90′)
Manchester City 2-1 Newcastle United (Sterling 8′, Walker 52′ – Yedlin 30′)
Cardiff City 2-3 Arsenal (Camarasa 45′, Ward 70′ – Mustafi 11, Aubameyang 62′, Lacazette 81′)
Burnley 0-2 Manchester United (Lukaku 27′ & 44′)
Watford 2-1 Tottenham Hotspur (Deeney 69′, Cathcart 76′ – Doucoure 53′-bd)

 

5 fakta menarik pada pekan ke-4 Premier League 2018-19
  • Liverpool

Leicester City vs Liverpool-Twitter LFC-Football5star

The Reds mencatatkan kemenangan beruntun dalam 4 laga awal sejak format Premier League dimulai pada musim 1992-93.

Sayang, kemenangan ini diwarnai gol pertama yang masuk ke gawang Alisson Becker untuk pertama kalinya musim ini. Itu berawal dari blunder sang kiper.

 

  • James Milner

James Milner-Twitter JamesMilner-Leicester City vs Liverpool-Football5star
Gelandang Liverpool, James Milner, catat satu assist saat lawan Leicester City. Foto: Twitter @JamesMilner

Milner mencatatkan assist saat Firmino mencetak gol ke-2 Liverpool ke gawang Leicester jelang turun minum. Selama berkarier di Premier League, Milner membuat 80 assist atau setara dengan David Beckham.

Daftar pencetak assist terbanyak di Premier League:
1. Ryan Giggs (162)
2. Cesc Fabregas (111)
3. Wayne Rooney (103)
4. Frank Lampard (102)
5. Dennis Bergkamp (94)
6. Steven Gerrard (92)
7. James Milner & David Beckham (80)

 

  • Alexandre Lacazette

Alexandre Lacazette-Twitter OptaJoe-Arsenal-Football5star
Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, bobol gawang Cardiff City. Foto: Twitter @OptaJoe

Lacazette menyumbangkan masing-masing 1 gol dan assist ketika Arsenal menang 3-2 atas Cardiff City.

Kontribusi penting Lacazette bagi Arsenal:
– Berperan dalam terciptanya 10 gol terakhir Arsenal dari 9 penampilan sebagai starter (8 gol & 2 assist).
– Arsenal mencatatkan rasio kemenangan 58% saat Lacazette tampil sejak menit awal.

 

  • Maurizio Sarri

sarri-huddersfieldvschelsea-premierleague-footbal5star-express
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri. Foto: Express

Maurizio Sarri mencatatkan awal karier yang positif di Premier League dengan 4 kemenangan dari 4 laga awal musim ini. Itu terjadi setelah Chelsea menang 2-1 atas Bournemouth.

Enam manajer yang memenangi empat laga awalnya di Premier League:
1. Jose Mourinho (Chelsea – 2004)
2. Guus Hiddink (Chelsea – 2009)
3. Carlo Ancelotti (Chelsea – 2009)
4. Pep Guardiola (Manchester City – 2016)
5. Craig Shakespeare (Leicester City – 2017)
6. Maurizio Sarri (Chelsea – 2018)

 

  • West Ham United

Pellegrini masih tak habis pikir Arsenal biarkan Wilshere gabung West Ham. (www.old.football5star.com / independent.co.uk)
Manajer West Ham United, Manuel Pellegrini (Kiri), bersama pemainnya, Jack Wilshere (Kanan). Foto: Independent

Meski mengeluarkan 93,5 juta pounds (hampir Rp1,8 triliun) dan mendatangkan 9 pemain baru di bursa transfer musim panas lalu, West Ham belum mampu meraih kemenangan. West Ham kalah 0-1 dari Wolverhampton Wanderers dan menjadi satu-satunya klub yang belum raih poin di Premier League musim ini.

 


5 Modal Milan untuk Kalahkan Roma

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Kekalahan dari Napoli melecut motivasi AC Milan. I Rossoneri termotivasi untuk mengamankan poin penuh saat menjamu AS Roma pada pekan ketiga Serie A 2018-19 di San Siro, Jumat (31/8/2018).

Pelatih Gennaro Gattuso memang masih harus membereskan sejumlah masalah di timnya. Kendati begitu, kubu lawan juga memiliki kelemahan yang terlihat ketika ditahan Atalanta dengan skor 3-3 pada laga sebelumnya.

Laga ini tidak akan berjalan mudah bagi Milan. Pelatih Gennaro Gattuso diharap bisa menghadirkan solusi terbaik, terutama memanfaatkan lini belakang Roma yang rentan.

Itu didukung pernyataan pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, yang tidak puas dengan kinerja Kostas Manolas ketika menjamu Atalanta. “Jika bisa, saya sudah mengganti semua pemain bertahan,” keluhnya.

Berikut ini adalah 5 modal AC Milan untuk kalahkan AS Roma pada pekan ketiga Serie A 2018-19 di San Siro:
Faktor Gattuso

Gennaro Gattuso putuskan ritiro, dua eks penggawa Milan berbeda pendapat.

Gattuso ditunjuk sebagai pengganti Vincenzo Montella di kursi pelatih Milan pada November lalu. Sejak saat itu, I Rossoneri menunjukkan perubahan positif secara perlahan.

Salah satu laga terbaik Gattuso adalah ketika menang 2-0 di kandang Roma pada Februari lalu. Ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi dia untuk mengulang catatan positif yang sama ketika menjamu I Giallorossi di San Siro.

 

Lini Belakang Roma Rentan

AS Roma vs Atalanta-Serie A-Zimbio

Milan patut meniru Atalanta. La Dea berhasil memanfaatkan rentannya lini belakang Roma pada pekan kedua Serie A musim ini.

Meski bertandang ke Stadion Olimpico, Atalanta mampu mencetak tiga gol meski akhirnya skor berakhir imbang 3-3. Itu tidak lepas dari koordinasi buruk antara Kostas Manolas, Federico Fazio dan Robin Olsen di sektor pertahanan.

Dengan mudahnya, Duvan Zapata dan Emiliano Rigoni menusuk ke merangsek ke kotak penalti Roma. Dengan kecepatan Suso dan Fabio Borini, Milan pun punya peluang untuk melakukan hal serupa.

 

Teknik Individu

Suso betah berada di Milan (zimbio)

Milan diberkahi dengan sejumlah pemain yang punya teknik individu dan dribel apik. Gattuso bisa memaksimalkan peran Suso untuk membongkar tembok pertahanan Roma.

Berdasarkan statistik WhoScored, winger Spanyol itu mencatatkan dribel berhasil terbanyak di kubu I Rossoneri (4). Tiga pemain lainnya mencatatkan dua dribel berhasil, yakni Giacomo Bonaventura, Ricardo Rodriguez dan Fabio Borini.

 

Serangan Balik

Suso Fabio Borini AC Milan

Gattuso bisa memanfaatkan serangan balik untuk menghukum pertahanan Roma. Pasukan Eusebio Di Francesco sering kedodoran ketika mengantisipasi serangan balik Atalanta.

Daniele De Rossi mulai termakan usia, sedangkan pergerakan Manolas dan Fazio tergolong lamban. Ini bakal menjadi sasaran empuk Suso dan Borini yang punya kecepatan.

Selain itu, Alessandro Florenzi dan Aleksandar Florenzi beberapa kali terlambat turun setelah membantu penyerangan.

 

Roma Lambat Panas

bryan cristante vs atalanta
@ASRomaEN

Roma ibarat mesin diesel. Daniele De Rossi kerap terlambat panas dalam permainan. Setidaknya, itu terjadi pada dua laga awal Serie A musim ini.

Tiga dari empat gol I Giallorossi baru tercipta pada babak kedua. Bahkan, dua di antaranya datang pada pengujung pertandingan.

Berbeda dengan Milan. Mengandalkan bola pendek dan serangan dari sayap, I Rossoneri langsung “on fire” sejak menit awal.

Kini, tinggal bagaimana Gattuso menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga fokus selama laga berjalan dan mencuri gol cepat. Mereka sukses membobol gawang Napoli dua kali sebelum kalah 2-3 dari Napoli pada laga terakhir.

 


https://www.instagram.com/p/BmuTPtGji8x/?taken-by=football5star

5 Modal Roma untuk Curi Poin Penuh di San Siro

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Grande Partita antara AC Milan dan AS Roma akan mewarnai Giornata ke-3 Serie A musim 2018-19 di San Siro, Jumat (31/8/2018). Meski tampil di kandang lawan, I Giallorossi punya kans untuk mencuri poin penuh.

Laga ini sangat penting bagi kedua tim yang gagal meraih kemenangan pada laga sebelumnya. Milan takluk 2-3 di tangan Napoli, sedangkan Roma ditahan Atalanta dengan skor 3-3.

Edin Dzeko bakal menjadi andalan lini depan Roma di San Siro. Kinerja Dzeko bakal ditopang oleh pergerakan dua winger yang punya kecepatan, seperti Cengiz Under dan Stephan El Shaarawy.

Berikut ini adalah 5 modal AS Roma untuk mengalahkan AC Milan pada laga pekan ketiga di San Siro, Jumat (31/8/2018):
Edin Dzeko

edin dzeko, as roma
Edin Dzeko jadi andalan AS Roma untuk bongkar pertahanan AC Milan. Foto: Zimbio

Jelang menjamu Roma, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, meminta anak-anak asuhnya mewaspadai Dzeko. Striker Bosnia-Herzegovina tersebut memiliki ketajaman dan kuat dalam duel udara.

“Kami harus mewaspadai Dzeko. Roma memiliki para pemain yang cepat dan bagus dalam serangan balik. Mereka mempunyai pemain-pemain berpostur tinggi sehingga kami harus sangat berhati-hati dengan bola mati,” ujarnya.

Kekhawatiran Gattuso bukan tanpa alasan. Dzeko telah menyumbangkan satu gol dan satu assist dari dua penampilan musim ini.

Selain itu, Dzeko juga memiliki catatan yang bagus ketika berjumpa Milan. Dari tiga penampilan terakhir, mantan bomber Manchester City itu mengemas tiga gol dan satu assist.

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, juga bisa memanfaatkan kekuatan Dzeko dengan memaksimalkan bola-bola mati yang ditujukan kepadanya. Apalagi, dari segi postur, bek-bek tengah Milan relatif lebih kecil dibanding ujung tombak I Giallorossi itu.

 

Catatan Apik di San Siro

Striker AC Milan, Fabio Borini (Kiri), menekel winger AS Roma, Stephan El Shaarawy (Kanan)
Striker AC Milan, Fabio Borini (Kiri), menekel winger AS Roma, Stephan El Shaarawy (Kanan). Foto: Zimbio

Meniliki riwayat pertemuan di San Siro dalam beberapa laga terakhir, Roma layak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka selalu menang dalam tiga lawatan terakhir ke markas I Rossoneri.

Terakhir, Serigala Ibu Kota mendulang kemenangan 4-1 atas tuan rumah. Dzeko mencatatkan dua gol dan satu assist pada laga tersebut.

 

Tembok Pertahanan Lawan Rapuh

Para pemain AC Milan mengepung striker Napoli, Arkadiusz Milik
Para pemain AC Milan mengepung striker Napoli, Arkadiusz Milik. Foto: Zimbio

Di Francesco bakal tampil menyerang di kandang Milan. Salah satu penyebabnya, tembok pertahanan I Rossoneri rapuh.

Itu terlihat dari laga melawan Napoli. Tertinggal dua gol lebih dulu, I Partenopei mampu mencari celah di lini belakang Alessio Romagnoli dan rekan-rekan sehingga mampu mencetak tiga gol balasan.

Saat Dries Mertens masuk, barisan pertahanan Milan berantakan. Pasalnya, Mertens memiliki kecepatan, skill individu yang di atas rata-rata dan mobilitas tinggi.

Kelemahan ini patut dimanfaatkan oleh Di Francesco. Serangan balik dari sisi lapangan dan memberi umpan matang kepada Dzeko bisa menjadi opsi yang baik untuk Roma.

 

Tembakan Jarak Jauh

AS Roma vs Atalnta
Alessandro Florenzi cetak gol AS Roma ke gawang Atalanta dengan tembakan jarak jauh. Foto. ZImbio

Pada pekan kedua Serie A, Roma mencetak satu gol ke gawang Atalanta dari tendangan jarak jauh Alessandro Florenzi. Hal ini bisa menjadi “senjata” I Giallorossi untuk membobol gawang Gianluigi Donnarumma.

Klub ibu kota Italia itu memiliki pemain-pemain yang punya akurasi tendangan yang cukup baik. Selain Florenzi, ada pula nama-nama seperti Javier Pastore, Dzeko, Bryan Cristante dan Daniele De Rossi yang punya tembakan jarak jauh akurat.

Berkaca dari laga sebelumnya, koordinasi lini belakang dan tengah Milan masih belum memuaskan ketika mendapat tekanan. Terbukti, dua gol Napoli yang dicetak oleh Piotr Zielinski berasal dari tendangan luar kotak penalti.

 

Konsentrasi Buruk Milan

Piotr Zielinski cetak dua gol untuk Napoli ke gawang AC MIlan dengan tembakan jarak jauh pada pekan kedua Serie A musim ini. Foto: Zimbio
Piotr Zielinski cetak dua gol untuk Napoli ke gawang AC MIlan pada pekan kedua Serie A musim ini. Foto: Zimbio

Ketika melawan Napoli pada pekan kedua Serie A musim ini, Milan sebetulnya berpeluang besar meraih tiga poin. Pasukan Gattuso unggul dua gol lebih dulu di San Paolo.

Apesnya, armada I Rossoneri kehilangan fokus dan tidak menjaga ritme permainan. Situasi itu dimanfaatkan oleh tuan rumah yang mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Kelemahan Milan ini bisa menguntungkan Roma. I Giallorossi menunjukkan semangat juang dan konsentrasi tinggi ketika tertinggal 1-3 dari Atalanta pada laga sebelumnya.

Roma mampu mengejar ketertinggalan dan mengakhiri laga dengan skor 3-3. Gol balasan dicetak oleh Alessandro Florenzi dan Kostas Manolas.

 


https://www.instagram.com/p/BmuTPtGji8x/?taken-by=football5star

5 Debutan Terbaik Serie A Musim 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Beberapa wajah baru telah mendapatkan kesempatan melakoni debut pada Serie A musim 2018-19. Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo.

Ronaldo mencatatkan penampilan perdana dalam laga kompetitif bersama Juventus saat melawan Chievo Verona pada pekan perdana di Marc’Antonio Bentegodi. Kapten timnas Portugal itu mendapat beberapa peluang, tetapi gagal berujung gol.

Performa Justin Kluivert bersama AS Roma mencuri perhatian para suporter. Saat melakoni debut pada laga melawan Torino, winger asal Belanda itu menyumbangkan assist yang berujung gol kemenangan dari Edin Dzeko.

Berikut ini adalah 5 debutan terbaik Serie A musim 2018-19 menurut Football5star:
Cristiano Ronaldo

Ronaldo
Debut Cristiano Ronaldo bersama Juventus saat melawan Chievo Verona. Foto: Zimbio

Ekspektasi besar mengiringi kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim panas ini. Kapten timnas Portugal itu dibeli dari Real Madrid dengan banderol 117 juta euro.

Tidak heran bila para suporter Juventus masih menantikan gol Ronaldo. Hingga pekan kedua bergulir, pemain berusia 33 tahun tersebut belum mampu membobol gawang.

Ronaldo baru berlatih bersama Juventus selama satu bulan. Pemain berjuluk CR7 itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermain di Italia.

Jangan tutup mata dengan kontribusi Ronaldo bagi lini depan I Bianconeri. Dia menjadi pemain dengan rerata tembakan terbanyak per laga sementara di Serie A musim ini (7,5).

Ronaldo sebetulnya hampir membobol gawang Lazio pada pekan kedua saat hendak menyambar umpan tarik Joao Cancelo. Apesnya, bola menyangkut di kaki dia sebelum disambar oleh Mario Mandzukic dan berbuah gol.

 

Justin Kluivert

Justin Kluivert, Patrick Kluivert, AS Roma
Winger AS Roma, Justin Kluivert. Foto: Zimbio

AS Roma susah payah mengalahkan Torino pada pekan pertama. Hingga akhirnya, pelatih Eusebio Di Francesco memainkan Justin Kluivert sebagai pengganti Cengiz Under.

Itu menjadi debut Kluivert bersama Roma. Putra Patrick Kluivert yang notabene legenda Belanda tersebut direkrut dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer 17,25 juta euro.

Turun ke lapangan pada menit ke-70, Kluivert beroperasi di sektor sayap. Pemain berusia 19 tahun itu akhirnya menjadi aktor di balik keberhasilan I Giallorossi mengalahkan Torino.

Menekan dari sisi kanan, Kluivert melepaskan umpan akurat kepada Edin Dzeko dari sudut yang cukup sempit. Dzeko menyambar bola dengan tendangan voli dan membuahkan gol kemenangan Roma.

Kluivert memiliki kecepatan dan memiliki akurasi yang cukup bagus, baik dalam melepaskan umpan maupun tembakan. Bukan mustahil, dia bakal menjadi pemaiin inti Il Lupi jika mampu beradaptasi dan menunjukkan performa yang sama baiknya seperti ketika berseragam Ajax.

 

Darijo Srna

Darijo Srna-Cagliari vs Sassuolo-Zimbio-Football5star
Darijo Srna jalani debut bersama Cagliari saat melawan Sassuolo. Foto: Zimbio

Darijo Srna memilih hengkang ke Serie A pada senja kala karier profesionalnya. Pemain berusia 36 tahun itu mengakhiri 15 tahun pengabdiannya kepada Shakhtar Donetsk dan pindah ke Cagliari dengan status bebas transfer.

Usianya memang tidak muda lagi. Kendati begitu, Srna membuktikan diri masih memiliki kualitas yang bisa bermanfaat bagi lini belakang Cagliari. Apalagi, dia merupakan pemain yang berpengalaman di level klub dan internasional.

Srna baru melakoni debut bersama Cagliari pada pekan kedua. Dia mencetak assist pada gol kedua Leonardo Pavoletti ketika menghadapi Sassuolo.

Apesnya, Cagliari gagal mengakhiri pertandingan dengan tiga poin. Jelang bubaran, Sassuolo mendapat hadiah penalti yang dieksekusi dengan baik dan menjadi gol oleh Kevin-Prince Boateng. Skor akhir pun menjadi 2-2.

Menurut statistik WhoScored, Srna mencatatkan satu tembakan, satu operan kunci, satu duel udara berhasil, tiga tekel sukses (100%), lima clearance dan dua intercept.

Srna merupakan sosok bek kanan yang punya rajin membantu penyerangan dan andal dalam mengeksekusi bola-bola mati. Assist yang dia ciptakan berawal dari sepak pojok.

 

Soualiho Meite

Soualiho Meite-Inter Milan vs Torino-Zimbio-Football5star
Gelandang Torino, Soualiho Meite. Foto: ZImbio

Soualiho Meite baru bergabung dengan Torino pada musim panas ini. Gelandang berusia 24 tahun itu dibeli dari AS Monaco seharga 10 juta euro.

Tidak butuh waktu lama bagi Meite untuk mendapat kepercayaan dari pelatih Walter Mazzarri. Dia langsung menjadi pemain inti Il Toro.

Meite adalah gelandang tengah bertipikal ofensif. Dia memiliki postur tubuh yang cukup kuat sehingga mampu berduel fisik atau udara dengan lawan.

Apesnya, Torino belum mampu meraih kemenangan dalam dua laga awal. Setelah kalah 0-1 dari AS Roma, Il Toro imbang melawan Inter Milan dengan skor 2-2.

Performa melawan Inter menjadi sorotan. Torino tertinggal dua gol lebih dulu pada laga itu. Meite mencetak gol penyeimbang bagi timnya pada menit ke-22.

Sejak debut ketika melawan Roma, Meite pun sebetulnya telah menunjukkan potensi yang menjanjikan. Selain membantu penyerang, dia sempat menghalau bola hasil sepakan pemain Roma yang nyaris masuk ke gawangnya.

 

Emiliano Rigoni

Rigoni
Emiliano Rigoni menjadi salah satu debutan terbaik Serie A musim ini. Dia tampil untuk pertama kalinya ketika Atalanta menghadapi AS Roma.

Rigoni langsung menyumbangkan dua gol bagi skuat besutan Gian Piero Gasperini. Sayang, meski sempat unggul dua gol, La Dea harus puas meraih satu poin setelah laga berakhir dengan skor 3-3.

Rigoni baru didatangkan Atalanta pada musim panas ini. Pemain kelahiran Argentina 25 tahun silam itu dipinjam dari Zenit St Petersburg. Posisi aslinya adalah winger inverted kanan, namun dimainkan oleh Gasperini sebagai striker ketika tampil di kandang Roma.

 


https://www.instagram.com/p/BmuTPtGji8x/?taken-by=football5star

5 Fakta Menarik di Balik Kekalahan United dari Spurs

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Manchester United harus menerima pil pahit setelah kalah dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-3. Kekalahan di Old Trafford ini pun membuat mereka mencatatkan beberapa rekor buruk.

Lucas Moura menjadi mimpi buruk tuan rumah lewat brace yang ia ciptakan pada menit 52 serta 84. Sementara Harry Kane menjadi pembuka kran gol The Lilywhites pada laga tersebut.

Selayaknya pertandingan besar lainnya, hasil mengejutkan ini pun memunculkan fakta menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Football5star.com sudah menghimpun lima fakta menarik yang dihimpun dari Opta maupun Squawka:


  1. Kekalahan Kandang terbesar Mourinho

josemourinho manchesterunited football5star zimbio1
zimbio.com

Kalah dengan skor telak 0-3 ternyata berdampak ganda pada seorang Jose Mourinho. Selain harus menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri, kekalahan ini pun menjadi kekalahan kandang terbesar yang dirasakan pelatih asal Portugal itu.

Sebelumnya, pelatih yang dijuluki The Special One hanya kalah dengan selisih dua gol saja. Tidak heran jika hasil ini diyakini sebagai pertanda masa depannya di Old Trafford mulai dipertanyakan.


  1. Milstone Lucas Moura di Old Trafford

Manchester United vs Tottenham
@premierleague

Moura menjadi bintang kemenangan The Lilywhites pada laga ini. Dua golnya ke gawang David De Gea pun bermakna ganda. Selain memastikan tiga angka Spurs, ia juga menjadi pemain pertama setelah Sergio Aguero (2015) yang berhasil mencetak dua gol di Old Tarfford.

Di sisi lain, performa Moura musim ini memang menuai decak kagum. Sempat menjadi penghuni bangku cadangan musim lalu, ia menjelma menjadi sosok tak tergantikan di lini depan Spurs. Sejauh ini, pemain asal Brasil itu pun sudah mengoleksi empat gol.


  1. Kemenangan ke-200 Pochettino

Mauricio Pochettino, Manchester United, Old Trafford, Tottenham
zimbio.com

Pochettino berhasil menggoreskan tinta emas dalam karier kepelatihannya. Tambahan tiga angka di Old Trafford ini pun membuatnya kini sudah mengantongi 200 kemenangan selama kariernya. Jumlah ini merupakan akumulasi dari pecapaiannya sejak menukangi Espanyol, Southampton, serta Spurs.

Memulai karier pelatih bersama Espanyol, pria asal Argentina itu mencatatkan 23 kemenangan. Catatannya itu pun kian meroket saat pindah ke Southampton. Dua tahun menetap di St Marry Stadium, Pochettino mengoleksi 53 kemenangan. Tapi, puncaknya tentu saja terjadi bersama klub London Utara dengan raihan 124 kemenangan.


  1. Rekor Kebobolan Terburuk United

Kemasukan tiga gol di Old Trafford ternyata memunculkan rekor buruk lain bagi Setan Merah. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya MU kebobolan tiga gol di dua laga beruntun Premier League sejak Januari 2012.

Seperti yang diketahui, anak asuh Jose Mourinho pekan lalu juga kebobolan tiga gol saat dikalahkan tuan rumah Brighton and Hove Albion dengan skor 2-3. Ini sekaligus menggenapi catatan kebobolan United yang sudah kemasukan tujuh gol di tiga laga.


  1. Pochettino Hapus Kutukan Buruk Lawan Mourinho

pochettino dan mourinho (zimbio.com)
zimbio.com

Tidak hanya satu capaian Pochettino atas kemenangan 3-0 Spurs dari United. Hasil ini sekaligus memutus kutukan buruknya yang selalu kalah tiap bertandang ke markas tim asuhan Mourinho.

Sebelumnya, sejak menukangi Espanyol, anak didik Marcelo Bielsa tersebut memang tidak pernah meraih satu poin pun ketika harus berhadapan dengan Mourinho di kandangnya. Rekor ini kemudian berlanjut ketika Mourinho melatih Chelsea dan United, musim lalu.

5 Fakta Menarik Pekan Pertama Serie A Musim 2018-19

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Serie A musim 2018-19 telah bergulir pada 18-20 Agustus lalu. Ada beberapa fakta menarik yang patut menjadi sorotan.

Debut Cristiano Ronaldo bersama Juventus menjadi perbincangan yang paling menarik pada pekan perdana. Meski gagal mencetak gol, dia turut membantu I Bianconeri menang 3-2 atas Chievo Verona di Marc’Antonio Bentegodi.

Tidak hanya Ronaldo, Carlo Ancelotti menjalani laga perdana sebagai pelatih Napoli. Suksesor Maurizio Sarri tersebut membantu I Partenopei menang 2-1 atas Lazio di Stadion Olimpico.

Berikut ini 5 fakta menarik pekan perdana Serie A musim 2018-19 menurut Football5star:

Debut Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo - Juventus (Getty)
Cristiano Ronaldo – Juventus (Getty)

Ronaldo tampil pertama kalinya bersama Juventus dalam partai kompetitif. Dia dipasang sebagai striker tengah oleh pelatih Massimiliano Allegri yang menerapkan formasi 4-2-3-1 saat melawan Chievo.

Ekspektasi besar mengiringi kepindahan Ronaldo ke I Bianconeri. Maklum, pemain berusia 33 tahun itu dibeli dari Real Madrid seharga 117 juta euro.

Ronaldo memang gagal membobol gawang Chievo yang dikawal oleh Stefano Sorrentino. Setidaknya, dia telah menunjukkan upaya untuk berkontribusi maksimal. Mantan bintang Madrid itu melepaskan sembilan tembakan yang empat di antaranya mengarah ke gawang.

Kesimpulannya, Ronaldo membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Selain baru pertama merumput di Italia, dia juga belum “nyetel” dengan taktik Allegri.

Ronaldo tidak terbiasa bermain sebagai ujung tombak. Dia baru tampak nyaman bermain di sisi kiri ketika Mario Mandzukic masuk menggantikan Douglas Costa pada menit ke-64.

“Comeback” Carlo Ancelotti ke Serie A

Carlo Ancelotti-Napoli-Nicola Mora, prediksi
Carlo Ancelotti – Napoli (Twitter @sscnapoli)

Ancelotti kembali ke Serie A setelah terakhir kali meninggalkan kursi pelatih AC Milan pada 2009. Dia menjadi suksesor Sarri di Napoli.

Laga perdana di bawah asuhan Ancelotti, Napoli langsung meraih tiga poin. Itu dicapai dengan susah payah setelah menang 2-1 atas Lazio.

Gawang Napoli kebobolan lebih dulu akibat Ciro Immobille. Beruntung, mereka mampu membalikkan keadaan lewat gol balasan dari Arkadiusz Milik dan Lorenzo Insigne.

Pengalaman dan kesuksesan Ancelotti tidak perlu diragukan. Namun, yang patut menjadi catatan, klub-klub besutannya terdahulu memiliki skuat bertabur bintang.

Beda halnya dengan Napoli. Tugas berat jelas menanti Ancelotti. Keraguan sempat muncul lantaran I Partenopei meraih beberapa hasil buruk pada pramusim.

Kemenangan atas Lazio setidaknya menjadi awal yang positif bagi Ancelotti dan Napoli. performa Marek Hamsik dan rekan-rekan menunjukkan bahwa Don Carletto perlu meningkatkan beberapa aspek, terutama pertahanan.

5 Fakta Menarik Piala Super Eropa 2018

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid menyandang gelar Piala Super Eropa 2018 setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor 4-2. Di balik kemenangan besar ini, setidaknya terdapat lima fakta menarik yang menaungi pertandingan yang berlangsung di A Le Coq Arena, Kamis (16/8/2018) dinihari WIB.

Derbi Madrid ini sejatinya harus dilanjutkan ke babak extra time setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal. Dua gol Diego Costa dan masing-masing gol yang dicetak Karim Benzema serta Sergio Ramos membuat pemenang harus ditentukan lewat babak tambahan.

Los Rojiblancos akhirnya memastikan kemenangan setelah Koke dan Saul Niguez menambah keunggulan klub asuhan Diego Simeone. Selayaknya pertandingan besar lainnya, pertemuan kedua tim juga dibumbui oleh rekor baru yang tercipta. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik dari Piala Super Eropa 2018.


1. Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Piala Super Eropa

Atletico Madrid, Real Madrid, Diego Costa
@ChampionsLeague

Fakta pertama adalah terciptanya gol tercepat sepanjang sejarah gelaran Piala Super Eropa. Bagaimana tidak, Diego Costa sudah membobol gawang Keylor Navas ketika laga baru berjalan 49 detik.

Tidak hanya itu, Costa juga mampu tampil efektif pada laga kali ini. Ia berhasil mencetak dua gol hanya dari dua tendangan saja. Artinya, akurasi tendangan pemain berdarah Brasil itu mencapai 100 persen.


2. Kebobolan Empat Gol Pertama Madrid

Julen Lopetegui vs Timnas Kostarika (zimbio.com)_cr
zimbio.com

Laga kompetitif pertama Real Madrid di bawah asuhan Julen Lopetegui berujung pilu. Selain harus menerima kekalahan, ia juga harus rela melihat tim barunya kebobolan empat gol. Catatan ini tentu menyisakan rekor buruk untuk sang pelatih.

Lopetegui menjadi pelatih baru Madrid pertama yang kebobolan empat gol di laga resmi perdana. Ia pun menyamai rekor yang dibuat Michael Keeping pada Februari 1948 silam. Ketika itu El Real kalah dari Celta Vigo.


3. Rekor Kemenangan Simeone Atas Madrid

Diego Simeone
zimbio.com

Jika Lopetegui membuat catatan buruk, Diego Simeone justru baru menorehkan tinta emas dalam kariernya. Kemenangan atas Madrid ini menjadikannya sebagai satu-satunya pelatih Atletico yang mampu mengalahkan Los Blancos di tiga kompetisi berbeda.

Sebelumnya Simeone sukses menjungkalkan tetangganya itu di ajang Copa del Rey, Supercopa Spanyol, dan tentu Piala Super Eropa. Satu-satunya turnamen yang ia gagal menangkan adalah Liga Champions, di mana dirinya selalu kalah dari Madrid.


4. Empat Gol Pertama Atletico ke Gawang Madrid

atletico opta football5star
@OptaJoe

Gol-gol yang dipersembahkan Diego Costa, Saul, dan Koke, memiliki arti spesial untuk Atletico. Ini untuk pertama kalinya mereka bisa membobol gawang Los Galacticos sebanyak empat kali di partai final.

Sebelumnya anak asuh Diego Simeone hanya meraih kemenangan tipis saja. Mereka memang jarang meraih kemenangan besar dari Madrid di laga final. Satu-satunya kemenangan dengan selisih empat gol terjadi pada musim 2014-2015 lalu, itu pun di La Liga.


5. Rekor Gol Ramos

sergio ramos football5star
@ChampionsLeague

Keputusan Madrid menunjuk Sergio Ramos sebagai eksekutor penalti bisa dikarenakan sang pemain sedang mengincar rekor pribadi. Ya, golnya dari titik 12 pas menjadikannya sebagai pemain pertama yang berhasil mencetak gol di dua laga final Piala Super Eropa.

Gol pertama Ramos di Piala Super Eropa dicetak pada 2016 lalu. Ketika itu sundulannya menembus jala klub juara Liga Europa, yang juga mantan timnya, Sevilla. Bedanya, Madrid saat itu berhasil menang 3-2.

5 Fakta Menarik Community Shield 2018

Football5star.com, Indonesia – Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang Community Shield 2018 setelah menjungkalkan Chelsea dengan skor 2-0. Di balik kemenangan tersebut, setidaknya terdapat lima fakta menarik yang mengirigi laga yang berlangsung di Stadion Wembley tersebut.

Anak asuh Pep Guardiola masih terlalu tangguh untuk klub asal London tersebut. Dua gol yang dicetak Sergio Aguero pada masing-masing babak membuat mereka bisa menatap Premier League musim 2018-2019 dengan kepala tegak.

Selain itu, hasil ini juga menyisakan fakta-fakta menarik yang telah dirangkum oleh Football5star.com. Berikut diantaranya:

  1. Gol ke-200 Aguero untuk City

sergio aguero
@BBCSport

Klub asal Manchester harus berterima kasih kepada striker andalan mereka, Sergio Aguero. Selain mempersembahkan kemenangan, brace nya sukses menjadikannya sebagai top skorer klub sepanjang masa.

Bahkan gol pertama yang dicetak tercatat sebagai torehan ke-200 untuk The Citizen. Ia kini menjadi satu-satunya pemain City yang mampu mengemas 200 gol. Adapun gol keduanya semakin menasbihkan dirinya sebagai legenda klub dengan 201 gol.

  1. Aguero yang Produktif Hadapi Chelsea

@aguerosergiokun
@aguerosergiokun

Bukan hanya satu catatan manis yang dibuat Aguero pada laga ini. Selain menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub, dua golnya ke gawang Chelsea juga membuatnya kini sudah 12 kali membobola jala The Blues.

Ini menjadikan klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge itu sebagai tim yang paling sering dia bobol setelah Newcastle United. Ya, Chelsea hanya terpaut dua gol dari The Magpies sebagai tim yang paling sering dibobol penyerang 30 tahun itu.

  1. Catatan Minor City Setelah Juara Community Shield

Chelsea vs Manchester City
@premierleague

Keberhasilan City merengkuh gelar Community Shield kelima sepanjang sejarah sepertinya akan membuat fans dilema. Pasalnya, mereka selalu gagal berprestasi di musim selanjutnya ketika menjuarai ajang yang dulu bernama Charity Shield tersebut.

Walau begitu, capaian mereka selalu mengalami peningkatan. Pada era 1937-1938, City harus menempati peringkat 21 Liga Inggris. Di tahun 1968-1969, mereka berada di urutan 13. Sedangkan tiga tahun berselang, posisi Sky Blues naik ke peringkat 11. Peningkatan pesat terjadi pada 2012-2013 ketika mereka menjadi runner up liga.

  1. City Samai Rekor United

united
@OptaJoe

Anak asuh Pep Guardiola berhasil menyamai rekor yang dibuat Manchester United pada 2013 lalu. Ketika itu, klub yang masih dibesut Sir Alex Ferguson menjadi tim pemenang Premier League yang menjuarai Community Shield setelah mengalahkan Wigan Athletic.

Praktis setelah itu juara Community Shield berasal dari tim yang memenangi FA Cup, seperti Arsenal selama dua musim beruntun (2014 dan 2015), United (2016), dan Arsenal lagi pada 2017.

  1. Rekor Pemain Termuda Kedua Phil Foden

phil foden @PremLeaguePanel
@PremLeaguePanel

Selain Sergio Aguero, Phil Foden juga mencatatkan sejarah manis. Ia menjadi pemain termuda kedua yang mencicipi gelar Community Shield sebagai starter. Foden baru menginjak usia 18 tahun ketika dimainkan Pep Guardiola sejak menit pertama.

Ia hanya kalah dari mantan pemain Arsenal, yang menjadi lawannya pada laga kali ini, Cesc Fabregas, yang menjadi pemenang Community Shield termuda 2004 lalu. Ketika itu ia meraihnya saat masih berusia 17 tahun tiga bulan.