Jelang AC Milan vs AS Roma, Donnarumma Positif Covid-19

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan AC Milan vs AS Roma, Selasa (27/10/2020) dinihari WIB, kubu tuan rumah diterpa masalah besar. Kiper andalannya, Gianluigi Donnarumma dinyatakan positif covid-19.

Pada hasil tes swab yang dilakukan AC Milan Senin pagi menunjukkan ada dua pemain yang reaktif covid-19. Mereka adalah Gianluigi Donnarumma dan Jens Peter Hauge.

“AC Milan mengumumkan bahwa hasil yang diterima dari laboratorium kemarin malam menemukan sampel positif dari Donnarumma, Jens Petter Hauge, dan tiga anggota tim lainnya. semuanya tidak menunjukkan gejala dan langsung menjalani isolasi di rumah,” demikian pernyataan resmi klub.

Celtic vs AC Milan Gol Jens Petter Hauge Warnai Kemenangan Rossoneri
@RossoneriBlog

“Hari ini seluruh kelompok dalam tim menjalani tes lagi sesuai dengan protokol kesehatan dan tidak ada hasil positif baru yang ditemukan,” sambung pernytaan tersebut.

Positifnya dua pemain ini membuat mereka dipastikan absen saat I Rossoneri menjamu AS Roma di San Siro. Kehilangan terbesar tentu sang penjaga gawang, Gianluigi Donnarumma.

Bagaimana tidak, dia adalah tumpuan utama dan nyaris tidak pernah absen di Serie A. Sang kiper juga jadi salah satu faktor kebangkitan klub dalam enam bulan terakhir.

Belum diketahui siapa yang akan diandalkan Stefano Pioli di bawah mistar gawang. Dia punya dua pilihan, yakni Alessandro Donnarumma, atau memberi kesempatan debut untuk kiper barunya asal Rumania, Ciprian Tatarusanu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prediksi AC Milan vs AS Roma

cover milan vs roma
Prediksi AC Milan vs AS Roma 11
ezgif.com crop
Prediksi AC Milan vs AS Roma 12
PREDIKSI HASIL
Forebet
AC Milan 3-2 AS Roma
Predictz
AC Milan 1-0 AS Roma
Whoscored
AC Milan 1-1 AS Roma
FOOTBALL5STAR
AC Milan 1-0 AS Roma
Stadio San Siro, Selasa (27/10/2020) , 02:45 WIB (beIN Sport)

Football5Star.com, Indonesia – Prediksi AC Milan vs AS Roma yang digelar di Stadio San Siro, Selasa (27/10/2020) dini hari WIB, jadi ujian konsistensi tuan rumah. Mereka yang saat ini sedang tampil apik-apiknya, akan menghadapi Roma yang jua dalam grafik menanjak.

AC Milan memang dalam periode terbaiknya saat ini. Selain menyapu bersih empat laga awal Serie-A, mereka juga baru saja menjalani delapan kemenangan secara beruntun bersama Stefano Pioli, termasuk menang 3-1 di markas Celtic. Tapi, mereka harus sekali lagi membuktikan konsistensinya saat menjamu AS Roma.

Roma sendiri datang ke San Siro dengan performa yang dalam grafik menanjak. Usai kalah dari Hellas Verona, 20 September lalu, anak asuh Paulo Fonseca bangkit tak terkalahkan dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Mereka jua baru saja menang 2-1 di markas BSC Young Boys.

Prediksi AC Milan vs AS Roma jelas akan sangat menarik dinantikan. Apalagi, pada dua pertemuan di Serie-A musim lalu kedua kesebelasan saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.

REKOR PERTEMUAN
head to head milan vs roma
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir ac milan vs roma
Prediksi AC Milan vs AS Roma 13
ezgif.com crop
Prediksi AC Milan vs AS Roma 14
STATISTIK MENARIK
  • Kedua tim sebelumnya sudah 56 kali bersua. Prediksi AC Milan vs AS Roma bakal ketat karena kedua klub rekornya sama, yakni sama-sama meraih 19 kemenangan, dan 18 imbang.
  • Dalam dua lawatan terakhir ke San Siro, Roma selalu kalah dari AC Milan. Musim lalu takluk 0-2, sedang musim 2018 kalah 1-2.
  • Milan sendiri baru saja meraih cleansheet dalam tiga laga kandang terakirnya di Serie-A.
  • Sedang Roma memenangi lima dari enam laga away di Serie-A.
  • Milan paling tidak mencetak dua gol dalam enam laga terakhir di Serie-A. Sedang Roma mencetak paling tidak dua gol dalam 10 dari 12 laga terakhirnya di Serie-A.
 PELATIH
  • Pelatih Milan, Stefano Pioli, sudah 23 kali lawan Roma. Empat bersama Parma, dua di Chievo Verona, 5 di Bologna, 4 di Lazio, sekali di Inter, 5 dengan Fiorentina, dan dua kali saat di AC Milan.
  • Rekornya kurang baik, yakni 4 menang, 7 imbang, 12 kalah.
  • Tapi, Prediksi AC Milan vs AS Roma akan seru karena rekornya melawan Paulo Fonseca imbang, yakni sekali menang dan sekali kalah.
  • Itu juga jadi dua pertemuan Fonseca melawan AC Milan.

Wasit
  • Partai ini akan dipimpin oleh Piero Giacomelli didampingi Sergio Ranghetti dan Luca Mondin sebagai asisten wasit.
  • Giacomelli sudah 17 kali memimpin laga AC Milan dengan total memberikan 18 kartu kuning, satu kartu merah akumulasi, dan dua kartu merah langsung
  • Rekor Milan saat diwasiti Giacomelli: 10 menang, 4 imbang, 3 kalah.
  • Sedang, Roma sendiri sudah 15 kali diwasiti Giacomelli dengan menerima 21 kartu kuning dan satu kartu merah langsung.
  • Rekor Roma saat diwasiti Giacomelli: 9 menang, 5 imbang, 1 kalah.
  • Prediksi AC Milan vs AS Roma menarik karena Giacomelli sudah pernah mewasiti laga ini sebelumnya. Musim lalu di San Siro, Milan menang 2-0 atas Roma yang dipimpin Giacomelli.
PEMAIN KUNCI

AC Milan

Top Scorer: Zlatan Ibrahimovic (4)
Top Assist: Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Theo Hernandez (1)
Top Rating: Theo Hernandez (7,9)

AS Roma

Top Scorer: Jordan Veretout (3)
Top Assist: Henrikh Mkhitaryan (3)
Top Rating: Ibanez (7,4)

*Statitik diambil dari situs Whoscored di Serie A 2020-2021

BERITA KEDUA TIM
  • AC Milan: Hakan Calhanoglu, Mateo Musacchio, Leo Duarte, Ante Rebic, Matteo Gabbia (cedera)
  • AS Roma: Nicolo Zaniolo, Chris Smalling, Javier Pastore, Amadou Diawara (cedera)
PRAKIRAAN FORMASI
line up ac milan vs roma

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Masih Tanpa Ibrahimovic, Pioli Yakin Milan Bisa Kalahkan Roma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AC Milan akan menjamu AS Roma di San Siro dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (28/6/2020). Pada laga ini Stefano Pioli masih belum bisa menurunkan Zlatan Ibrahimovic.

Zlatan Ibrahimovic masih dalam tahap penyembuhan kendati sudah mulai berlatih bersama rekan-rekannya. Namun, Stefano Pioli berujar bahwa sang bomber belum akan dimasukkan dalam daftar 23 pemain.

Kendati demikian, mantan pelatih Lazio tetap percaya anak asuhnya bisa menaklukkan AS Roma. “Kami sangat mirip dengan Roma dalam hal kinerja. Tapi kenyataannya kami masih jauh di papan klasemen. Kami sadar betapa sulitnya laga ini tapi saya percaya kami punya peluang untuk menang,” katanya seperti dilansir Football Italia, Sabtu (27/6/2020).

Lecce vs AC Milan - Liga Italia - Hakan Calhanoglu - @acmilan
@acmilan

“Ini kesempatan yang bisa kami manfaatkan tapi Zlatan belum siap bermain. Dia tidak akan berada di bangku cadangan sekali pun. Dia sudah bekerja keras, kemarin dia berlatih lagi, tapi untuk bermain dia belum fit,” imbuh Pioli.

Kemenangan atas Lecce pada laga sebelumnya membuat sang pelatih yakin para pemain bisa mmemberikan yang terbaik di lapangan nanti. Tapi ia tetap meminta Alessio Romagnoli dkk untuk berhati-hati.

“Kami harus agresif tapi juga hati-hati. Kami melakukannya dengan baik di Lecce dan kami juga harus melakukan hal yang sama melawan Roma. Mereka tahu bagaimana bertahan tapi bisa memberi kami ruang untuk bekerja,” tutup Stefano Pioli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AC Milan vs AS Roma: Fonseca Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pekan ke-28 Serie A akan menghadirkan laga big match antara AC Milan vs AS Roma, Minggu (28/6/2020). Laga di San Siro ini pun sangat diwaspadai pelatih tim tamu, Paulo Fonseca.

Laga ini akan jadi kesempatan untuk AS Roma memangkas jarak dengan Atalanta di peringkat keempat. Tapi Paulo Fonseca sadar bahwa itu bukan perkara mudah. Pasalnya lawan yang dihadapi adalah AC Milan yang telah bangkit.

“Kami punya punya harapan. Kami harus fokus untuk memenangkan pertandingan dan kemudian melihat apa yang dilakukan tim lain. Kami sudah menciptakan banyak peluang dan itu positif, tentu saja lebih dari ketika tim tidak membuat peluang,” kata Fonseca seperti dilansir Football Italia, Sabtu (27/6/2020).

Paulo Fonseca - AS Roma - James Pallotta - HITC
HITC

“Tapi kita semua tahu Milan bermain bagus dan saya pikir mereka adalah tim yang sudah berbeda dari saat pertama kali bertemu awal musim. Mereka punya banyak pemain berkualitas dan bukan cuma Ante Rebic. Jadi kami harus bersiap sebagai tim,” ia menambahkan.

Terkait kondisi pemain, pelatih asal Portugal menegaskan ada beberapa pemain sudah pulih dari cedera dan siap bermain. Di antaranya Justin Kluivert, Davide Zappacosta, dan Henrikh Mkhitaryan.

“Kluivert tidak bermain di pertandingan terakhir karena masalah otot. tapi dia sekarang sudah siap dan kita akan lihat apakah dia starter atau tidak. Mikhy dan Davide juga siap untuk bermain sejak awal,” tutup Paulo Fonseca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prediksi AC Milan vs AS Roma

Prediksi AC Milan vs AS Roma
PREDIKSI HASIL
Sportsmole
AC Milan 1-1 AS Roma
Predictz
AC Milan 2-2 AS Roma
Football5Star
AC Milan 1-2 AS Roma

Stadio Giuseppe Meazza, Milano, Minggu (28/6/2020)  22:15 WIB  (Mola TV/Streaming)

Football5Star.com, Indonesia – Prediksi AC Milan vs AS Roma di Stadio Giuseppe Meazza, Milano, Minggu (28/6/2020) diprediksi bakal berjalan ketat. Sebab, kedua tim punya misi yang sama, yakni terus mengejar asa bisa mentas di kompetisi Eropa.

Sebagai tuan rumah, AC Milan saat ini hanya berjarak tiga angka dari Napoli di urutan keenam, spot terakhir Kualifikasi Liga Europa musim depan. Mereka jua ingin terus menjaga momentum baik usai menang 4-1 di markas Lecce, 23 Juni lalu. Itu adalah kemenangan perdana Milan setelah tiga laga sebelumnya cuma meraih dua imbang dan satu kalah.

Meski memang tamunya, AS Roma jua dalam penampilan yang konsisten. Pasukan Paulo Fonseca itu nyaris menyapu bersih lima laga terakhir di semua kompetisi dengan kemenangan. Mereka sudah meraih empat kemenangan dan satu imbang dalam rentang waktu itu.

Prediksi AC Milan vs AS Roma bakal panas, karena tim tamu jua mengincar kemenangan untuk terus jaga asa masuk empat besar. Saat ini, Roma ada di urutan kelima dengan 48 angka, berbeda enam poin dari Atalanta di posisi keempat.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan AC Milan vs AS Roma
TREN PERFORMA
Tren Performa I Rossoneri vs I Giallorossi
STATISTIK MENARIK
  • Prediksi AC Milan vs AS Roma bakal sengit karena kedua tim saling mengalahkan dalam lima pertemuan terakhir. Milan dan Roma sama-sama meraih dua kemenangan dan sekali imbang.
  • Dalam 55 pertemuan jua sangat ketat. Roma unggul dengan 19 kemenangan, berbanding 18 milik AC Milan. Sedang 18 lainnya berakhir seri.
  • Musim ini, Milan sudah lima kali cleansheet dalam 13 laga kandang dan cuma kejebolan 15 gol alias 1,15 gol per laga.
  • Tapi, Roma cukup mengerikan dalam laga tandang. Mereka sudah tujuh kali menang di markas lawan, tiga seri, dan tiga kalah.
  • Baik Milan atau Roma, sama-sama produktif di menit 45-60. Milan telah mengemas 10 gol (31,2 % dari seluruh gol musim ini) dan Roma 13 gol (24.5% dari seluruh gol musim ini)
 PELATIH
  • Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, sudah 22 kali bersua dengan AS Roma. Empat dengan Parma, dua kali bersama Chievo Verona, 5 di Bologna, 4 di Lazio, sekali di Inter, 5 di Fiorentna, dan sekali bersama AC Milan.
  • Rekor Pioli vs AS Roma: 3 menang, 7 imbang, 12 kalah.
  • Tapi yang bikin prediksi AC Milan vs AS Roma menarik ialah, dia baru kali pertama menghadapi Paulo Fonseca dan itu-pun ditelan dengan kekalahan.
  • Sementara, itu jua jadi satu-satunya pertemuan Fonseca melawan AC Milan.

Wasit
  • Laga AC MIlan vs AS Roma akan dipimpin oleh Piero Giacomelli didampingi Paganessi dan Valeriani sebagai asisten wasit. Sedang Manganiello bertindak sebagai wasit keempat.
  • Piero Giacomelli sudah 15 kali memimpin pertandingan AC Milan di semua kompetisi dengan mengeluarkan 16 kartu kuning, 1 kartu merah akumulasi dan 2 kartu merah langsung.
  • Rekor Milan saat diwasiti Piero Giacomelli: 9 menang, 3 imbang, 3 kalah.
  • Sedang, AS Roma sudah 13 kali diwasiti Piero Giacomelli. Total mereka sudah diganjar Giacomelli 19 kartu kuning dan satu kartu merah.
  • Rekor Roma saat diwasiti Piero Giacomelli: 9 menang, dan 4 imbang.
  • Prediksi AC Milan vs AS Roma akan menarik karena Piero Giacomelli baru kali pertama memimpin laga ini.
PEMAIN KUNCI

AC Milan

Top Scorer: Ante Rebic (7)
Top Assist: Hakan Chalhanouglu (3)
Top Rating: Theo Hernandez (7,17)

AS Roma

Top Scorer: Edin Dzeko (14)
Top Assist: Lorenzo Pellegrini (9)
Top Rating: Edin Dzeko (7,57)

*Statistik berdasar situs Whoscored di Serie-A 2019-2020

BERITA KEDUA TIM
  • AC Milan: Simon Kjaer, Leo Duarte (diragukan), Zlatan Ibrahimobic (cedera)
  • AS Roma: Carles Perez, Javier Pastore (diragukan)
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi AC Milan vs AS Roma

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Modal Milan untuk Kalahkan Roma

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Kekalahan dari Napoli melecut motivasi AC Milan. I Rossoneri termotivasi untuk mengamankan poin penuh saat menjamu AS Roma pada pekan ketiga Serie A 2018-19 di San Siro, Jumat (31/8/2018).

Pelatih Gennaro Gattuso memang masih harus membereskan sejumlah masalah di timnya. Kendati begitu, kubu lawan juga memiliki kelemahan yang terlihat ketika ditahan Atalanta dengan skor 3-3 pada laga sebelumnya.

Laga ini tidak akan berjalan mudah bagi Milan. Pelatih Gennaro Gattuso diharap bisa menghadirkan solusi terbaik, terutama memanfaatkan lini belakang Roma yang rentan.

Itu didukung pernyataan pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, yang tidak puas dengan kinerja Kostas Manolas ketika menjamu Atalanta. “Jika bisa, saya sudah mengganti semua pemain bertahan,” keluhnya.

Berikut ini adalah 5 modal AC Milan untuk kalahkan AS Roma pada pekan ketiga Serie A 2018-19 di San Siro:
Faktor Gattuso

Gennaro Gattuso putuskan ritiro, dua eks penggawa Milan berbeda pendapat.

Gattuso ditunjuk sebagai pengganti Vincenzo Montella di kursi pelatih Milan pada November lalu. Sejak saat itu, I Rossoneri menunjukkan perubahan positif secara perlahan.

Salah satu laga terbaik Gattuso adalah ketika menang 2-0 di kandang Roma pada Februari lalu. Ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi dia untuk mengulang catatan positif yang sama ketika menjamu I Giallorossi di San Siro.

 

Lini Belakang Roma Rentan

AS Roma vs Atalanta-Serie A-Zimbio

Milan patut meniru Atalanta. La Dea berhasil memanfaatkan rentannya lini belakang Roma pada pekan kedua Serie A musim ini.

Meski bertandang ke Stadion Olimpico, Atalanta mampu mencetak tiga gol meski akhirnya skor berakhir imbang 3-3. Itu tidak lepas dari koordinasi buruk antara Kostas Manolas, Federico Fazio dan Robin Olsen di sektor pertahanan.

Dengan mudahnya, Duvan Zapata dan Emiliano Rigoni menusuk ke merangsek ke kotak penalti Roma. Dengan kecepatan Suso dan Fabio Borini, Milan pun punya peluang untuk melakukan hal serupa.

 

Teknik Individu

Suso betah berada di Milan (zimbio)

Milan diberkahi dengan sejumlah pemain yang punya teknik individu dan dribel apik. Gattuso bisa memaksimalkan peran Suso untuk membongkar tembok pertahanan Roma.

Berdasarkan statistik WhoScored, winger Spanyol itu mencatatkan dribel berhasil terbanyak di kubu I Rossoneri (4). Tiga pemain lainnya mencatatkan dua dribel berhasil, yakni Giacomo Bonaventura, Ricardo Rodriguez dan Fabio Borini.

 

Serangan Balik

Suso Fabio Borini AC Milan

Gattuso bisa memanfaatkan serangan balik untuk menghukum pertahanan Roma. Pasukan Eusebio Di Francesco sering kedodoran ketika mengantisipasi serangan balik Atalanta.

Daniele De Rossi mulai termakan usia, sedangkan pergerakan Manolas dan Fazio tergolong lamban. Ini bakal menjadi sasaran empuk Suso dan Borini yang punya kecepatan.

Selain itu, Alessandro Florenzi dan Aleksandar Florenzi beberapa kali terlambat turun setelah membantu penyerangan.

 

Roma Lambat Panas

bryan cristante vs atalanta
@ASRomaEN

Roma ibarat mesin diesel. Daniele De Rossi kerap terlambat panas dalam permainan. Setidaknya, itu terjadi pada dua laga awal Serie A musim ini.

Tiga dari empat gol I Giallorossi baru tercipta pada babak kedua. Bahkan, dua di antaranya datang pada pengujung pertandingan.

Berbeda dengan Milan. Mengandalkan bola pendek dan serangan dari sayap, I Rossoneri langsung “on fire” sejak menit awal.

Kini, tinggal bagaimana Gattuso menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga fokus selama laga berjalan dan mencuri gol cepat. Mereka sukses membobol gawang Napoli dua kali sebelum kalah 2-3 dari Napoli pada laga terakhir.

 


https://www.instagram.com/p/BmuTPtGji8x/?taken-by=football5star

5 Modal Roma untuk Curi Poin Penuh di San Siro

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Grande Partita antara AC Milan dan AS Roma akan mewarnai Giornata ke-3 Serie A musim 2018-19 di San Siro, Jumat (31/8/2018). Meski tampil di kandang lawan, I Giallorossi punya kans untuk mencuri poin penuh.

Laga ini sangat penting bagi kedua tim yang gagal meraih kemenangan pada laga sebelumnya. Milan takluk 2-3 di tangan Napoli, sedangkan Roma ditahan Atalanta dengan skor 3-3.

Edin Dzeko bakal menjadi andalan lini depan Roma di San Siro. Kinerja Dzeko bakal ditopang oleh pergerakan dua winger yang punya kecepatan, seperti Cengiz Under dan Stephan El Shaarawy.

Berikut ini adalah 5 modal AS Roma untuk mengalahkan AC Milan pada laga pekan ketiga di San Siro, Jumat (31/8/2018):
Edin Dzeko

edin dzeko, as roma
Edin Dzeko jadi andalan AS Roma untuk bongkar pertahanan AC Milan. Foto: Zimbio

Jelang menjamu Roma, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, meminta anak-anak asuhnya mewaspadai Dzeko. Striker Bosnia-Herzegovina tersebut memiliki ketajaman dan kuat dalam duel udara.

“Kami harus mewaspadai Dzeko. Roma memiliki para pemain yang cepat dan bagus dalam serangan balik. Mereka mempunyai pemain-pemain berpostur tinggi sehingga kami harus sangat berhati-hati dengan bola mati,” ujarnya.

Kekhawatiran Gattuso bukan tanpa alasan. Dzeko telah menyumbangkan satu gol dan satu assist dari dua penampilan musim ini.

Selain itu, Dzeko juga memiliki catatan yang bagus ketika berjumpa Milan. Dari tiga penampilan terakhir, mantan bomber Manchester City itu mengemas tiga gol dan satu assist.

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, juga bisa memanfaatkan kekuatan Dzeko dengan memaksimalkan bola-bola mati yang ditujukan kepadanya. Apalagi, dari segi postur, bek-bek tengah Milan relatif lebih kecil dibanding ujung tombak I Giallorossi itu.

 

Catatan Apik di San Siro

Striker AC Milan, Fabio Borini (Kiri), menekel winger AS Roma, Stephan El Shaarawy (Kanan)
Striker AC Milan, Fabio Borini (Kiri), menekel winger AS Roma, Stephan El Shaarawy (Kanan). Foto: Zimbio

Meniliki riwayat pertemuan di San Siro dalam beberapa laga terakhir, Roma layak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka selalu menang dalam tiga lawatan terakhir ke markas I Rossoneri.

Terakhir, Serigala Ibu Kota mendulang kemenangan 4-1 atas tuan rumah. Dzeko mencatatkan dua gol dan satu assist pada laga tersebut.

 

Tembok Pertahanan Lawan Rapuh

Para pemain AC Milan mengepung striker Napoli, Arkadiusz Milik
Para pemain AC Milan mengepung striker Napoli, Arkadiusz Milik. Foto: Zimbio

Di Francesco bakal tampil menyerang di kandang Milan. Salah satu penyebabnya, tembok pertahanan I Rossoneri rapuh.

Itu terlihat dari laga melawan Napoli. Tertinggal dua gol lebih dulu, I Partenopei mampu mencari celah di lini belakang Alessio Romagnoli dan rekan-rekan sehingga mampu mencetak tiga gol balasan.

Saat Dries Mertens masuk, barisan pertahanan Milan berantakan. Pasalnya, Mertens memiliki kecepatan, skill individu yang di atas rata-rata dan mobilitas tinggi.

Kelemahan ini patut dimanfaatkan oleh Di Francesco. Serangan balik dari sisi lapangan dan memberi umpan matang kepada Dzeko bisa menjadi opsi yang baik untuk Roma.

 

Tembakan Jarak Jauh

AS Roma vs Atalnta
Alessandro Florenzi cetak gol AS Roma ke gawang Atalanta dengan tembakan jarak jauh. Foto. ZImbio

Pada pekan kedua Serie A, Roma mencetak satu gol ke gawang Atalanta dari tendangan jarak jauh Alessandro Florenzi. Hal ini bisa menjadi “senjata” I Giallorossi untuk membobol gawang Gianluigi Donnarumma.

Klub ibu kota Italia itu memiliki pemain-pemain yang punya akurasi tendangan yang cukup baik. Selain Florenzi, ada pula nama-nama seperti Javier Pastore, Dzeko, Bryan Cristante dan Daniele De Rossi yang punya tembakan jarak jauh akurat.

Berkaca dari laga sebelumnya, koordinasi lini belakang dan tengah Milan masih belum memuaskan ketika mendapat tekanan. Terbukti, dua gol Napoli yang dicetak oleh Piotr Zielinski berasal dari tendangan luar kotak penalti.

 

Konsentrasi Buruk Milan

Piotr Zielinski cetak dua gol untuk Napoli ke gawang AC MIlan dengan tembakan jarak jauh pada pekan kedua Serie A musim ini. Foto: Zimbio
Piotr Zielinski cetak dua gol untuk Napoli ke gawang AC MIlan pada pekan kedua Serie A musim ini. Foto: Zimbio

Ketika melawan Napoli pada pekan kedua Serie A musim ini, Milan sebetulnya berpeluang besar meraih tiga poin. Pasukan Gattuso unggul dua gol lebih dulu di San Paolo.

Apesnya, armada I Rossoneri kehilangan fokus dan tidak menjaga ritme permainan. Situasi itu dimanfaatkan oleh tuan rumah yang mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Kelemahan Milan ini bisa menguntungkan Roma. I Giallorossi menunjukkan semangat juang dan konsentrasi tinggi ketika tertinggal 1-3 dari Atalanta pada laga sebelumnya.

Roma mampu mengejar ketertinggalan dan mengakhiri laga dengan skor 3-3. Gol balasan dicetak oleh Alessandro Florenzi dan Kostas Manolas.

 


https://www.instagram.com/p/BmuTPtGji8x/?taken-by=football5star

Kunjungi Milan, Kaka Ingin Lihat Kekalahan Roma

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Ricardo Izecson dos Santos Leite “Kaka” saat ini tengah mengunjungi markas AC Milan. Dia dijadwalkan membahas kemungkinan menjadi direktur di mantan klubnya itu. Karena kehadirannya bertepatan dengan laga menjamu AS Roma, dia berharap mendapat hadiah kemenangan.

Kaka memastikan akan menonton laga yang berlangsung di Stadion San Siro, Sabtu (1/9/2018) dini hari WIB tersebut. Menurut dia, grande partita giornata ke-3 Serie A itu menjanjikan pertarungan menarik.

Fabio Borini menghalau Stephan El Shaarawy pada laga di San Siro musim lalu.
tuttomercatoweb.com

“Tentu luar biasa bisa kembali ke San Siro,” kata Kaka, Rabu (29/8/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari Calciomercato.com. “Saya sangat menantikan pertarungan Milan vs Roma. Itu akan sangat menarik dan saya kira Milan akan menang.”

Peraih Ballon d’Or terakhir sebelum dikuasai Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo itu menilai Milan punya modal besar. Terutama pada sosok allenatore Gennaro Gattuso. Dia senang melihat determinasi dan kultur kerja yang ditanamkan mantan rekan mainnya itu.

“Sekarang, kami berharap hasil bagus akan berdatangan. Laga melawan Napoli kemarin sangat bagus,” ungkap dia.

Harapan dan keyakinan sang legenda akan jadi suntikan semangat tersendiri bagi laskar I Rossoneri. Pasalnya, rekor kandang mereka tengah buruk saat menjamu I Giallorossi. Dalam tiga kesempatan terakhir, mereka selalu gagal meraup poin.

Pada 2015-16, tiga gol dari Mohamed Salah, Stephan El Shaarawy, dan Emerson Palmieri hanya mampu dibalas oeh Carlos Bacca. Musim berikutnya, brace Edin Dzeko serta satu gol masing-masing dari El Shaarawy dan Daniele De Rossi hanya bisa dibalas gol Mario Pasalic.

Musim lalu, Milan kembali gigit jari. Bahkan, mereka gagal menjebol gawang lawan. Itu membuat I Giallorossi berpesta berkat gol dari Edin Dzeko dan Alessandro Florenzi.

Roma Menangkan Ujian Psikilogis di San Siro

Football5Star.com, Indonesia – AS Roma menang 2-0 saat bertandang ke San Siro, Minggu (1/10/2017). Hasil ini membuat mereka dianggap sudah lolos dari ujian psikologis penting saat melawan AC Milan. Tak cuma itu, I Giallorossi juga menjawab kritikan yang beberapa pekan ini menyasar kepada skuat Eusibio Di Francesco.

Pelatih Roma, Di Francesco, menyebut hasil ini menandai lolosnya Roma dari ujian mentalitas. Setelah kekalahan 1-3 dari Inter Milan, Il Lupi sempat dianggap bakal kesulitan bersaing dengan tim-tim top musim ini.

“Ini adalah ujian psikologis yang penting. Saya bilang ke mereka untuk menjaga keseimbangan permainan, fokus di laga, dan cepat atau lambat gol akan tiba,” ungkap Di Francesco kepada Mediaset Premium, Minggu (1/10/2017)

Roma juga mengatasi tekanan untuk meraih tiga poin demi menjaga jarak dengan tim-tim di atasnya. Upaya Serigala Ibukota merangsek ke tiga besar masih terbuka mengingat mereka memiliki satu tabungan pertandingan melawan Sampdoria yang batal dilaksanakan akibat cuaca buruk.

“Kami menginginkan kemenangan di sini dan tetap berada di persaingan dengan klub-klub di atas. Kami punya satu laga yang belum berlangsung melawan Sampdoria. Saya sangat gembira menjawab kritikan itu malam ini.”

Dengan kemenangan ini, mantan pelatih Sassuolo itu meminta kepada para pemainnya agar tidak cepat puas diri, mengingat kompetisi masih sangat panjang. Selanjutnya hampir semua pemain akan dipulangkan ke negaranya masing-masing pekan ini guna melakoni laga kaulifikasi Piala Dunia.

Kalah dari Roma, Montella Justru Puas

Football5Star.com, Indonesia – Milan dipaksa mengakui keunggulan AS Roma dengan skor 0-2 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (1/10/2017). Vincenzo Montella mengaku puas kendati AC Milan baru saja dikalahkan oleh Il Lupi. Menurut sang pelatih,pemainnya sudah bermain sesuai kemauannya.

Tidak hanya kalah, Milan juga menyudahi pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Hakan Calhanoglu diganjar kartu merah pada menit ke-80. Bagi I Rossoneri, ini adalah kekalahan kedua secara beruntun di Serie A setelah sebelumnya mereka ditaklukkan 0-2 di kandang Sampdoria.

“Saya jauh lebih khawatir setelah pertandingan melawan Sampdoria, karena tidak tahu apa yang telah terjadi. Saya pikir Milan bermain selevel dengan Roma. Bahkan setelah 10 pemain, kami tidak berantakan. Ini adalah jalur yang tepat, para pemain punya sikap yang benar,” ungkap Montella kepada Mediaset Premium, Minggu (1/10/2017).

Milan sebenarnya sudah mengeluarkan dana sangat besar untuk melakukan belanja pemain di bursa transfer musim panas lalu. Namun, sejauh ini penampilan mereka belum konsisten di Serie A.

“Klub sudah mengambil pilihan yang jelas, kami ingin menciptakan skuat yang kompetitif dan mendatangkan banyak pemain berkualitas di seluruh posisi. Kami yakin mereka bisa meningkat dan merepresentasikan masa depan Milan,” tutur Montella.

Pelatih yang mengantarkan Roma Scudetto ketika masih aktif bermain ini mengakui timnya kurang beruntung di lapangan. Ia pun percaya andai pemainnya bisa mencetak gol terlebih dulu, I Rossoneri akan berbalik memenangkan pertandingan.

Prediksi: AC Milan Vs AS Roma

AC Milan vs AS Roma

Stadion San Siro, Minggu (1/10/2017), pukul 23.00 WIB (Super Soccer TV) 

Football5Star.com, Indonesia – Duel seru akan tersaji pada pertandingan pekan ketujuh Serie A, Minggu (1/10/17). AC Milan vs AS Roma merupakan laga akbar yang patut dinanti.

AC Milan vs AS Roma bisa juga dikatakan pertandingan perebutan zona Eropa. Maklum, keduanya berada di posisi kelima dan keenam klasemen sementara dengan poin identik, 12 angka.

Siapa pun pemenang pada partai AC Milan vs AS Roma ini akan bisa menembus posisi empat besar. Untuk musim ini, zona tersebut adalah yang paling dinanti karena menjadi garansi tampil di Liga Champions.

Memang, masih terlalu jauh berbicara posisi empat besar pada akhir musim. Namun, setidaknya, bisa menjadi modal positif jelang jeda internasional.

HEAD TO HEAD

Total Pertemuan: 176
AC Milan Menang: 77
Seri: 53
AS Roma Menang: 46

Banner Lineup AC Milan vs Roma

TREN PERFORMA
AC MILAN AS ROMA
28/09/17 AC Milan 3-2 Rijea
24/09/17 Sampdoria 2-0 AC Milan
20/09/17 AC Milan 2-0 SPAL
17/09/17 AC Milan 2-1 Udinese
14/09/17 Wien 1-5 AC Milan
27/09/17 Qarabag 1-2 AS Roma
23/09/17 AS Roma 3-1 Udinese
20/09/17 Benevento 0-4 AS Roma
16/09/17 AS Roma 3-0 Verona
12/09/17 AS Roma 0-0 Atletico
REKOR KANDANG AC MILAN
  • AC Milan selalu menang dalam empat partai terakhir di San Siro. Namun, kekalahan terakhir I Rossoneri di kandang sendiri justru terjadi ketika menghadapi AS Roma, Mei lalu.
  • Dari 10 pertandingan terakhir di San Siro, AC Milan bisa memenangi 8 laga di antaranya. Dua kekakalahan diderita dari AS Roma dan Emppoli.
REKOR TANDANG AS ROMA
  • AS Roma memenangi 9 laga tandang terakhir di Serie A. Kekalahan terakhir diterima dari Sampdoria pada 29 Januari lalu.
  • Dari 8 laga tandang terakhir, tujuh di antaranya dilalui Roma dengan menjebol gawang lawan minimal tiga kali.
STATISTIK MENARIK
  • AC Milan memenangi delapan dari 10 laga terakhir di Serie A.
  • AS Roma menang empat kali dan sekali seri dalam lima pertandingan terakhir.
PELATIH
  • AS Roma merupakan mantan klub pelatih AC Milan, Vincenzo Montella. Dia berada di I Lupi sebagai pemain maupun pelatih.
  • Rekor pertemuan Montella dengan AS Roma buruk. Dari 15 pertandingan, tim yang dilatihnya kalah 9 kali dan cuma menang dua kali.
  • Namun, Montella punya rekor bagus menghadapi Eusebio Di Francesco. Dari 9 laga dia menang lima kali dan masing-masing dua kali kalah dan seri.
  • Di Francesco tak terlalu buruk ketika timnya menghadapi AC Milan. Dari 10 laga, dia bisa menang empat kali dan sisanya kemenangan bagi I Rossoneri.
WASIT
  • AS Roma merupakan tim yang paling sering merasakan kepemimpinan Luca Banti, 33 laga. Dari jumlah itu, Roma menang 20 kali dan kalah 8 kali.
  • AC Milan punya catatan menarik ketika laganya dipimpin wasit berusia 43 tahun itu. Dari 21 laga, angka tujuh terbagi rata pada kemenangan, hasil imbang, dan kekalahan.
  • Banti belum pernah sekali pun memimpin laga AC Milan vs AS Roma.
PEMAIN KUNCI*

AC MILAN:
Top Scorer: Suso, Stephan El Shaarawy, Franck Kessie, Nikola Kalinic, Patrick Cutrone (2 gol)
Top Assist: Suso (2 assist)
Top Rating: Suso (7,22)

AS ROMA:
Top Scorer: Edin Dzeko (6 gol)
Top Assist: Radja Nainggolan, Aleksandar Kolarov (2 assist)
Top Rating: Edin Dzeko (8,45)

* Statistik di Serie A musim ini menurut WhoScored

BERITA AC MILAN
  • Andrea Conti, Luca Antonelli, dan Riccardo Montolivo tak bisa dimainkan pada pertandingan AC Milan vs AS Roma.
  • Hakan Calhanoglu tanda tanya. Dia sudah sembu, tetapi belum bugar 100 persen untuk tampil pada laga AC Milan vs AS Roma.
  • Andre Silva dan Patrick Cutrone tampil apik. Namun, Nikola Kalinic punya kans lebih besar dipasang sebagai striker tunggal.
BERITA AS ROMA
  • Emerson, Rick Karsdrop, Patrik Schick, Diego Perotti, dan Gregoire Defrel absenn pada laga AC Milan vs AS Roma.
  • Alessandro Florenzi amat mungkin dipasang sebagai bek sayap pada laga AC Milan vs AS Roma.
PRAKIRAAN FORMASI

Banner Lineup AC Milan vs Roma

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(2,60) X(3,40) 2(2,65)
1(2,70) X(3,10) 2(2,70)
1(2,55) X(3,50) 2(2,60)
Prediksi Skor
WhoScored
FootballExpert
AC Milam 1-2 AS Roma
AC Milan 1-1 AS Roma
Prediksi Football5Star
AC Milan: 40% | Seri: 20% | AS Roma: 40%

Spalletti Hengkang, Roma Bikin Kesalahan Jika Tunjuk Di Francesco

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker AS Roma Marco Delvecchio menilai Giallorossi akan membuat kesalahan jika menunjuk Eusebio Di Francesco sebagai pelatih baru. Di mata Delvecchio, Di Francesco hanya pelatih medioker.

Roma kemungkinan besar akan ditinggal Luciano Spalletti akhir musim ini. Pelatih berkepala plontos itu digosipkan akan bergabung dengan Inter Milan.

Di Francesco pun jadi kandidat kuat pengganti Spalletti. Di Francesco mempunyai kinerja yang cukup baik selama melatih Sassuolo di Serie A. Namun begitu, Delvecchio tak setuju. Bagi dia, Di Francesco belum pantas melatih tim sekelas Roma.

“Saya tidak yakin dengannya. Anda membawa pelatih baru untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada tim. Dengan Eusebio, ini adalah langkah mundur bagi Roma,” kata Delvecchio kepada Rete Sport.

“Jika Spalletti tetap bertahan, dan membuat beberapa tambahan pemain di bursa transfer, maka Roma benar-benar akan tumbuh.”

“Jika Anda ingin lolos ke Liga Europa, menang atau kalah dalam beberapa pertandingan, maka Di Francesco cocok. Tim cukup kuat untuk melakukan itu. Tapi jika Roma menginginkan lebih dari Liga Europa, mereka membutuhkan pelatih lain,” Delvecchio menambahkan.

Delvecchio sendiri merupakan rekan satu tim Di Francesco saat masih membela Roma. Keduanya pernah mengantar Roma Scudetto pada 2001.

Perpisahan Dengan Milan yang Tidak Dibayangkan Oleh Abbiati

Laga pekan ke-38 Serie A yang dilakoni oleh AC Milan dengan melawan AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/5) menjadi akhir kiprah kiper Christian Abbiati. Namun, Abbiati mengaku perpisahan dengan I Rossoneri ini tidak sesuai bayangannya.

Abbiati memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2015-16. Selama itu, Milan menjadi klub yang paling lama dibelanya. Tercatat kiper berumur 38 tahun itu sudah bermain untuk I Rossoneri dalam 15 tahun.

Akan tetapi, Abbiati mengakui perpisahan yang dilakoninya tidak sesuai tidak sesuai bayangannya. Abbiati ternyata tidak dimainkan sama sekali kala melawan Roma. Hal itu memaksanya melakukan salut perpisahan sendiri ke arah fans, usai laga berakhir.

“Saya jelas tidak mengira perpisahanku bakal seperti ini,” kata Abbiati kepada Mediaset Premium. “Fans ternyata tetap bertahan (di dalam stadion) dan kami sangat bagus tentang hal itu. Pada suatu masa, saya sempat takut mereka akan pergi tanpa memberi kesempatan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi mereka tetap bertahan. Saya sangat berterima kasih kepada mereka.”

Abbiati juga pasti tidak akan membayangkan Milan bakal terpuruk seperti sekarang. Bahkan, pada laga terakhir Serie A musim 2015-16, I Rossoneri ditaklukkan oleh Roma di kandang sendiri. Akibatnya Milan hanya finis di peringkat ketujuh Serie A musim ini.

“Saya mengambil putusan ini karena kami sudah terlalu lama jauh dari posisi atas terlalu lama. Mungkin saya salah membandingkan dengan masa lalu, tapi saya kira inilah saat yang tepat untuk berhenti. Kini saya akan terjun ke hasrat saya yang lain, yakni sepeda motor,” kata Abbiati.

Tren Laga Kandang Milan Buruk, Roma Siap “Menerkam”

Meski tipis, AS Roma masih mengintip peluang untuk lolos otomatis ke Liga Champions musim depan. Selain bergantung kepada Napoli, Roma juga wajib mencuri tiga poin ketika melawat markas AC Milan di San Siro dalam laga terakhir Serie A, Sabtu (14/5).

Roma kini bercokol di posisi ketiga klasemen dengan 77 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Napoli yang menempat urutan kedua dan hanya berhadapan dengan klub yang telah dipastikan terdegradasi, Frosinone, di San Paolo.

Kedatangan Luciano Spalletti yang ditunjuk sebagai pengganti Rudi Garcia di kursi pelatih Roma membawa angin segar. Pasalnya, I Giallorossi belum terkalahkan dalam 16 laga Serie A terakhir dan 13 di antaranya berujung kemenangan.

Situasi yang berbeda justru tengah dialami Milan. Usai memecat Sinisa Mihajlovic dan mengangkat Cristian Brocchi pada April lalu, performa I Rossoneri tak kunjung membaik dan hanya meraih dua kemenangan dari lima laga Serie A terakhir.

Milan juga bertekad mengalahkan Roma. Pasalnya, Riccardo Montolivo dkk. ingin menyalip Sassuolo di posisi keenam dengan perbedaan satu angka demi memastikan tiket ke zona Liga Europa.

Roma harus memanfaatkan tren buruk Milan untuk meraih kemenangan pertama atas mereka di San Siro sejak 2010 silam. Dari empat laga kandang terakhir, Milan menelan tiga kekalahan dan satu seri.

Roma tidak pernah absen mencetak gol sebanyak 10 laga dari 11 pertemuan dengan Milan di San Siro sejak 2010 silam. Miralem Pjanic dkk bukan mustahil mencetak lebih dari satu gol akhir pekan ini, pasalnya mereka mencetak 44 gol dari 18 laga Serie A terakhir (rerata 2.4 gol per laga) atau terbanyak dibanding tim-tim lain.

Sebaliknya, Milan justru kesulitan mencetak gol. Dalam 12 laga terakhir, hanya satu kali Milan berhasil mencetak lebih dari satu gol.

Satu catatan yang perlu diwaspadai oleh Milan adalah percobaan tembakan dari luar kotak penalti yang mungkin bakal dilancarkan para pemain Roma. I Giallorossi tercatat sebagai tim yang mencetak gol paling banyak dari jarak jauh musim ini yakni 18 gol.

Laga Milan Melawan Roma Jadi Momen Perpisahan Abbiati

Karier Christian Abbiati, yang semula diprediksi masih akan berlanjut, ternyata harus mencapai ujung. Laga AC Milan kontra AS Roma pada Minggu (15/5) dini hari WIB, bakal menjadi perpisahan Abbiati sebelum pensiun.

Semula. Abbiati memang sempat mengutarakan keinginan bertahan di Milan setidaknya hingga satu musim ke depan. Dia pun tak masalah cuma menjadi kiper ketiga setelah Gianluigi Donnarumma dan Diego Lopez.

Namun, pada akhirnya kiper berusia 38 itu mengubah sikap. Abbiati memutuskan akan pensiun dari dunia sepak bola pada pengujung musim. Laga melawan Roma di Stadion Giuseppe Meazza bakal menjadi momen perpisahan Abbiati dengan Milan dan sepak bola.

“Setelah peluit akhir, Abbiati akan memberi salut kepada fans. Setelah 15 tahun di Milan, dia akan mengatakan selamat tinggal kepada sepak bola,” bunyi pernyataan Milan melalui akun Twitter resmi @acmilan.

Abbiati sudah berada di Milan sejak 2008 dan mengoleksi 374 penampilan di bawa mistar dengan seragam I Rossoneri. Selain membela Milan, dia juga pernah membela Torino, Juventus, dan Atletico Madrid, sebagai pemain pinjaman.

Selama bersama Milan, kiper berkepala plontos ini sudah pernah mencicipi gelar juara Serie A sebanyak tiga kali, pun mengoleksi medali juara Coppa Italia serta Liga Champions.

Sepanjang kariernya Abbiati juga sudah pernah merasakan empat kali berseragam Timnas Italia. Namun, dia tak pernah bisa merasakan menjadi kiper utama Gli Azzurri karena acap kali kalah bersaing dengan Francesco Toldo hingga Gianluigi Buffon.

Spalletti “Angkat Topi” Untuk Juventus Dan Napoli

Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dalam mengamankan posisi 3-Besar di klasemen Serie A. Selain itu, Spalletti mengakui bahwa Juventus dan Napoli lebih baik dibanding I Giallorossi musim ini.

Roma sempat terlempar dari zona Liga Champions saat masih dilatih oleh Rudi Garcia pada paruh pertama musim ini. Kehadiran Spalletti yang ditunjuk menggantikan Garcia membawa dampak positif bagi I Giallorossi.

Roma akhirnya mampu bangkit dan nyaris menyalip Napoli untuk memastikan predikat runner-up lantaran Juventus telah dipastikan meraih Scudetto beberapa pekan lalu. Miralem Pjanic dkk menempel ketat Napoli dengan perbedaan dua angka hingga pekan terakhir.

Kemenangan 3-1 atas AC Milan mampu diraih Roma saat bertandang ke San Siro. Namun, I Giallorossi tetap finis di urutan ketiga setelah Napoli menang telak atas Frosinone.

“Para pemain telah berjuang dengan cara yang tepat. Mereka pantas mendapat pujian atas pencapaian ini,” kata Spalletti, seperti dikutip dari Sky Sport Italia.

“Kami harus mengangkat topi untuk Juventus dan Napoli karena mereka mereka lebih baik,” imbuh pelatih berusia 57 tahun tersebut.

“Bahkan sekalipun kami meraih lebih banyak poin dari Napoli pada paruh musim kedua, mereka memainkan sepak bola yang indah dan mungkin sedikit kehilangan momentum kemenangan karena unggul sangat jauh. Ketika kami mendekat, mereka kembali ke trek yang tepat,” tandas Spalletti.

Tekuk Milan, Roma Gagal Jadi Runner-Up

AS Roma meraih kemenangan dalam pekan terakhir Serie A musim ini. Anak asuh Luciano Spalletti mempermalukan AC Milan di depan para suporternya yang memadati San Siro, Sabtu (14/5).

Roma unggul atas Milan pada menit ke-19. Kevin Strootman dengan jeli melepaskan umpan cungkil, Mohamed Salah mengejar bola sebelum berhasil menaklukkan kiper Milan, Gianluigi Donnarumma.

Milan memiliki peluang emas pada menit ke-31. Akan tetapi, tembakan Keisuke Honda masih dapat dibendung kiper Roma, Wojciech Szczesny.

Roma balik mengancam gawang Milan satu menit kemudian. Beruntung, Donnarumma masih dapat menjangkau sepakan mendatar Miralem Pjanic dari dalam kotak penalti Milan.

Donnarumma kembali menggagalkan peluang Roma dengan menepis tembakan Alessandro Florenzi dua menit jelang turun minum. Roma menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Milan.

Gawang Milan kembali mendapat teror dari Roma 10 menit selepas kick-off babak kedua. Tembakan Florenzi masih terlalu lemah dan dapat ditangkap oleh Donnarumma.

Roma memperbesar keunggulan atas Milan pada menit ke-59. Gawang Milan dibobol oleh penyerangnya yang tengah dipinjamkan ke Roma, Stephan El Shaarawy, berkat kegeniusan Pjanic dalam memberi umpan terobosan.

Francesco Totti yang turun ke lapangan menggantikan Strootman langsung mendapat peluang pada menit ke-63. Sayang, upaya kapten I Giallorossi itu ditepis Donnarumma hingga gagal berbuah gol.

Unggul dua gol, serangan Roma mulai mengendur dan menjadi keuntungan bagi Milan. Namun, I Rossoneri tidak mampu mencetak satu gol pun walaupun memiliki peluang lewat sepakan Giacomo Bonaventura dan Honda.

Gawang Milan kembali bergetar pada menit ke-82. Tembakan Salah mampu diantisipasi oleh Donnarumma, namun Emerson yang tampil sebagai pemain pengganti berhasil menyambar bola dan membuahkan gol ketiga Roma.

Carlos Bacca mencetak satu-satunya gol Milan usai menyambut umpan David Calabria empat menit berselang. Roma akhirnya menang dengan skor 3-1.

Kemenangan ini membuat Roma finis di urutan ketiga dan mendapat jatah kualifikasi Liga Champions. Pasalnya, Napoli yang unggul dua poin atas Roma, sukses membungkam Frosinone empat gol tanpa balas.

SUSUNAN PEMAIN

AC Milan: Donnarumma; De Sciglio, Alex (Calabria 66), Mexes, Romagnoli; Kucka, Locatelli, Bertolacci (Bonaventura 57); Honda; Bacca, Balotelli (Luiz Adriano 46)
AS Roma: Szczesny; Florenzi, Manolas, Ruediger, Digne; Nainggolan, De Rossi, Strootman (Totti 63); Pjanic; Salah (Dzeko 85), El Shaarawy (Emerson 78)

Brocchi: Milan Kalah Segalanya, Sikap Balotelli Buruk!

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, marah besar dengan performa anak asuhnya saat menjamu AS Roma di San Siro, Sabtu (14/5). Selain itu, Brocchi mengungkapkan alasannya menarik keluar Mario Balotelli selepas turun minum.

Milan terpaksa mengakhiri musim ini dengan hasil negatif. Pasalnya, I Rossoneri dipaksa menyerah dengan skor 1-3 oleh Roma.

Balotelli dipasang sebagai tandem Carlos Bacca di lini depan sejak menit awal. Akan tetapi, dia sering kehilangan bola dan kurang memberi tekanan kepada sektor belakang Roma hingga akhirnya digantikan oleh Luiz Adriano.

Milan tertinggal tiga gol lebih dulu dari Roma setelah Mohamed Salah, Stephan El Shaarawy dan Emerson berhasil menaklukkan penjaga gawang Gianluigi Donnarumma. Satu-satunya gol penghibur I Rossoneri dicetak oleh Bacca pada pengujung babak kedua.

“Itu adalah pertandingan yang kami interpretasikan dengan buruk. Tidak hanya taktik, tetapi juga dari segi teknik,” ujar Brocchi, seperti dikutip dari Mediaset Premium.

“Sayangnya, sikap dan gairah kami sangat kurang pada hari ini. Kami kurang memiliki semangat untuk berjuang dan menguasai bola lebih dulu,” sambungnya.

“Saya butuh pemain yang bisa memberikan sesuatu dari aspek sikap. Dia (Balotelli) menerima konsekuensinya, tetapi sejujurnya, saya bisa mengganti empat hingga lima pemain pada babak kedua hari ini,” tandas Brocchi.

“Saya memainkan Luiz Adriano karena dia menekan lawan dan selalu tampil dengan sikap yang tepat,” jelasnya.