Berlusconi Bingung Lihat Kebijakan Transfer Milan

Football5star.com, Indonesia – Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, mengaku bingung melihat kebijakan transfer Rossoneri. Menurut Berlusconi, apa yang dilakukan manajemen Milan tidak jelas.

“Saya tidak mengerti bursa transfer Milan. Saya belum pernah melihat tim mengganti 11 pemain. Dengan semua uang itu, Anda tidak bisa membeli pemain top?” kata Berlusconi kepada Corriere della Sera.

“Jelaskan kepada saya bagaimana Suso dan Giacomo Bonaventura tetap berada di bangku cadangan saat mereka adalah dua pemain paling berbakat secara teknis?”

Milan memang belanja besar-besaran di bursa transfer lalu. Dengan dana sekitar 200 juta euro, Rossoneri mendatangkan 11 pemain. Hal ini pun membuat Berlusconi bingung.

Berlusconi juga mengaku tak setuju dengan penunjukkan Vincenzo Montella sebagai pelatih pada tahun lalu. “Saya ingin Cristian Brocchi tetap jadi pelatih, tapi saya berada di tempat tidur rumah sakit di antara hidup dan mati, dan mereka memberi tahu saya Montella telah ditunjuk jadi pelatih,” Berlusconi mengakhiri.

Montella sendiri kini berada di ujung tanduk. AC Milan siap memecatnya jika kembali kalah di pertandingan selanjutnya. Rossoneri bakal bertemu Inter Milan pada 15 Oktober mendatang.

Milan saat ini berada di peringkat tujuh klasemen dengan 12 poin. Dari tujuh pertandingan, Andre Silva dan kawan-kawan telah menelan tiga kekalahan. Alhasil, Rossoneri tertinggal sembilan poin dari Napoli dari singgasana.

Malam Sempurna Andre Silva

Football5star.com, Indonesia – Striker AC Milan, Andre Silva, mengaku sangat bahagia dengan kemenangan timnya atas Austria Vienna. Kebahagiaan Silva makin sempurna setelah ia mencetak hattrick di laga tersebut.

AC Milan meraih kemenangan 5-1 atas Austria Wien pada matchday pertama Grup D Liga Europa di Stadion Ernst-Happel, Jumat (15/9/2017) dinihari WIB. Dalam laga itu, Silva mendulang tiga gol.

Milan sudah unggul 3-0 di babak pertama lewat gol Hakan Calhanoglu dan dua gol Silva. Pada paruh kedua, tim tamu mencetak dua gol tambahan melalui Silva dan Suso. Satu-satunya gol balasan Austria Vienna dicetak oleh Alexandar Borkovic di babak kedua.

“Ini adalah pertama kalinya aku jadi starter di Liga Europa, aku mencetak hattrick dan sangat berterima kasih kepada rekan setimku. Kami tampil bagus,” kata Silva kepada Sky Sport Italia.

Dalam laga itu, Pelatih Vincenzo Montella menerapkan formasi 3-5-2 dan mengandalkan duet Silva dan Nikola Kalinic di lini depan.

“Aku merasa baik bersama Kalinic. Aku senang menjadi bagian dari skuat ini dan bergaul dengan semua rekan kerjaku, karena kami memberikan yang terbaik satu sama lain. Pelatih akan memutuskan apakah aku siap untuk jadi starter di Serie A. Aku bekerja keras dan kami semua berjuang untuk tujuan tim yang sama,” Silva menambahkan.

Berkat kemenangan ini, Milan untuk sementara memimpin klasemen Grup D dengan tiga poin. Di bawah Milan ada AEK Athens, yang juga meraih tiga poin setelah mengalahkan Rijeka 2-1. Austria Vienna berada di posisi terbawah dengan poin nol.

Kelemahan Milan Versi Bonucci

Football5star.com, Indonesia – Bek AC Milan, Leonardo Bonucci, mengaku kecewa dengan kekalahan timnya dari Lazio. Ia menilai Rossoneri kurang agresif dalam bertahan.

Milan bertekuk lutut 1-4 dari Lazio dalam lanjutan Serie A yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (10/9/2017). Itu menjadi kekalahan pertama Bonucci dan kawan-kawan musim ini.

Lazio menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Dua gol Lazio diborong oleh Ciro Immobile masing-masing di menit ke-38 dan 43.

Di awal babak kedua, Lazio langsung mencetak dua gol lagi lewat Immobile dan Luis Alberto. Sementara itu, Milan hanya mampu mencetak satu gol balasan lewat sepakan Riccardo Montolivo di menit ke-56.

“Cara aku melihatnya, bertahan dimulai saat lawan mulai mendapatkan bola, dan itu harus dilakukan bersamaan dengan agresi. Itulah kekurangan kami saat ini,” kata Bonucci di Football Italia.

“Salah untuk berpikir bahwa kami akan menjadi tim super yang bekerja seperti jarum jam sejak hari pertama. Kami harus memperbaiki diri di banyak area menikmati clean sheet dan mengorbankan diri untuk tim. Itu tidak terjadi,” Bonucci menambahkan.

Dengan kemenangan ini, Lazio bertengger di peringkat ketiga klasemen dengan tujuh poin dari tiga laga. Sementara Milan tertahan di posisi keenam dengan enam poin.

Bacca Minta Maaf Kepada Milan

Tensi panas di ruang ganti AC Milan sedikit berkurang sesudah striker Carlos Bacca mengutarakan permintaan maaf atas aksinya dalam laga melawan Carpi, Jumat (22/4). Bacca mengaku menyesal telah marah karena diganti.

Ketika menjamu Carpi di Stadion Giuseppe Meazza, Bacca ditarik keluar oleh pelatih Cristian Brocchi pada menit ke-70. Namun, pemain asal Kolombia ini tidak terlihat senang. Dia tidak mau berjabat tangan dengan Jeremy Menez yang menggantikannya dan menunjukkan kekesalan kepada Brocchi.

Bukannya duduk di bangku tim, Bacca justru masuk ke dalam ruang ganti. Bahkan, Mediaset melaporkan Bacca langsung tancap gas menyetir mobilnya dan pulang ke rumah tanpa menunggu pertandingan selesai.

Aksi Bacca jelas memicu kontroversi. Brocchi mengkritik sikapnya terutama keengganan berjabat tangan dengan Menez. Namun, akhirnya Bacca mengakui dirinya bersikap salah. Dia segera mengucapkan permintaan maaf melalui Instagram pribadinya.

“Sekarang sesudah memiliki waktu untuk memikirkan tindakan saya, saya ingin meminta maaf kepada semua rekan setim, pelatih, dan segenap pihak di Milan. Saya hanya ingin menolong tim. Kami semua siap untuk berlaga pada Senin (25/4),” tulis Bacca di account @Goleador70.

https://www.instagram.com/p/BEgBZ5xxofE/?taken-by=goleador70

 

Pernyataan Bacca sedikit menurunkan ketegangan di kubu Milan yang merasakan tekanan berat akibat pencapaian buruk pada musim ini. Selanjutnya, I Rossoneri dijadwalkan untuk bertandang ke markas Hellas Verona untuk menjalani laga pekan ke-35 Serie A, Senin (25/4). Milan jelas membutuhkan Bacca yang menjadi top skorer klub dengan 15 golnya di Serie A musim ini.

 

Tampil Melempem, Milan Gagal Petik Poin Penuh Atas Carpi

AC Milan gagal memanfaatkan kesempatan saat tampil di hadapan publiknya sendiri. Menjamu Carpi, Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol, Jumat (22/4) dini hari tadi.

Tuan rumah mampu menguasai pertandingan sejak menit pertama bergulir. Kevin-Prince Boateng membuka peluang pertama Milan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tapi usahanya masih bisa diamankan dengan mudah oleh kiper Vid Belec.

Para pemain Milan terlihat kesulitan untuk menciptakan peluang emas karena Carpi benar-benar tampil ultra defensif dan hanya mengandalkan serangan balik yang tak mengancam. Laga menjadi monoton karena kedua klub kesulitan membuat permainan menjadi hidup.

Milan kembali mendapat peluang pada menit ke-44 lewat Alex yang mengancam melalui sundulan. Tapi kokohnya lini belakang Carpi membuat pemain asal Brasil itu tak bisa memaksimalkan kesempatan.

Memasuki babak kedua, Carpi mencoba mulai keluar dari area mereka. Marco Crimi melakukan penetrasi ke lini belalakang Milan dan membuat Gianlugi Donnaruma ekstra waspada. Tapi beruntung sepakan Crimi masih melebar dan skor tetap 0-0.

Menit ke-65 seisi San Siro sempat bergemuruh karena Jose Mauri akhirnya mampu membobol gawang Belec. Tapi tak lama meniup pluit tanda dianulirnya gol. Pemain Italia berdarah Argentina itu sudah terlebih dulu terjebak off-side sehingga usahanya berujung sia-sia.

Hingga laga usai, papan skor tetap tak berubah 0-0. Menurut statistik, Milan mampu menguasai 77 persen penguasaan bola dan 20 tembakan. Bahkan dari jumlah percobaan tersebut, hanya ada tiga yang mengarah ke gawang.

Dengan hasil ini, posisi I Rossonerri tetap tak beranjak dari peringkat enam dengan 53 poin. Sementara Carpi setingkat berada di atas zona degradasi mengumpulkan 32 poin.

Susunan Pemain

AC Milan: Donnarumma; Abate, Alex, A. Romagnoli, Antonelli; Poli (Locatelli 87′), Montolivo, Boateng (Mauri 61′), Bonaventura; Bacca (Menez 69′), Balotelli.

Carpi: Belec; Zaccardo, S. Romagnoli, Suagher; Sabelli (Pasciutti 79′), Crimi, Cofie, Martinho (Lollo 89′), Letizia; De Guzman (Lasagna 54′); Mbakogu.

Gagal Menang Di Laga Kandang Perdana, Brocchi Kritik Barisan Depan Milan

Pelatih anyar AC Milan, Cristian Brocchi, sangat kecewa dengan hasil imbang 0-0 yang diraih timnya saat menjamu Carpi di San Siro, Jumat (22/4) dini hari tadi. Menurut Brocchi, penampilan Milan di laga ini jauh dari harapannya.

Wajar bila Brocchi kecewa. Pasalnya, Milan sangat mendominasi jalannya laga pekan ke-34 Serie A tersebut. Tetapi peluang-peluang yang dimiliki I Rossoneri tak satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol.

“Carpi menutup rapat daerah mereka sendiri. Saya pikir kami tidak menunjukkan penurunan penampilan yang berbeda, hanya memang pertahanan lawan sangat rapat,” ujar Brocchi kepada Mediaset Premium.

“Saya rasa kami mendominasi penguasaan bola sekitar 75-80 persen. Hal itu memang bukan berarti kami telah menampilan permainan yang berkualitas, namun kami memang bisa mengontrol jalannya laga.”

Brocchi juga memberikan kritik kepada barisan depannya yang tampil melempem di laga ini.

“Saya rasa yang kurang pada malam ini adalah penyelesaian akhir. Kami mengalirkan bola ke dalam kotak penalti lawan dan mencoba menciptakan peluang-peluang. Namun kami kehilangan determinasi untuk menuntaskan peluang-peluang itu,”

“Saya memiliki beberapa striker bagus di tim ini dan kami harus membuat mereka bergerak dengan cara yang bisa menguntungkan bagi tim ini. Saya bahagia dengan para striker yang saya miliki, namun tidak dengan cara mereka menginterpretasikan situasi-situasi tertentu.”

Dengan hasil ini, Milan masih tertahan di peringkat keenam dengan 43 poin. Sementara Carpi bertengger di peringkat ke-17 dengan 32 poin.

Ngambek Karena Diganti, Bacca Disemprot Brocchi

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, memberikan peringatan pada strikernya, Carlos Bacca, setelah tingkah buruknya saat digantikan pada tengah laga menghadapi Carpi, Jumat (22/4) dini hari tadi.

I Rossoneri dicemooh oleh publik San Siro setelah hanya bisa bermain imbang 0-0 oleh tim promosi, Carpi, meski mendominasi jalannya pertandingan.

Milan seperti tak memiliki kreativitas dan ketajaman dalam melancarkan serangan pada laga kandang pertama Brocchi. Tuan rumah hanya berharap mendapatkan penalti di akhir laga saat salah satu penggawa Carpi tampak melakukan handball.

Yang lebih parah, Bacca tampak marah saat meninggalkan lapangan pada menit ke-70 digantikan Jeremy Menez. Hal ini membuat Brocchi sangat kecewa.

“Saya sangat kecewa dia tidak menjabat tangan Menez. Pada saat itu, dia seperti bukan dirinya, dia bereaksi buruk dan itu tak boleh terjadi lagi. Tapi saya katakan tak mau menjabat tangan rekannya adalah hal terburuk,” ujar Brocchi kepada Mediaset Premium.

“Pada akhirnya kita harus bekerja dengan satu tujuan dan fokus pada tim, bukan pada individu. Itu peraturan penting,”

Ditanya soal keputusannya mengganti Bacca, yang saat ini menjadi topskorer Milan dengan 15 gol, Brocchi pun punya alasan tersendiri.

“Saya menggantikan Bacca saat itu karena saya butuh pemain yang bisa membantu dalam situasi satu lawan satu,” ujar Brocchi.

Brocchi Tak Sabar Menjalani Debut di San Siro

Selepas meraih kemenangan 1-0 di kandang Sampdoria pada laga debutnya sebagai pelatih Milan, Cristian Brocchi kini tak sabar untuk merasakan kembali hadir di Stadion Giuseppe Meazza.

Kebetulan, pada laga keduanya sebagai pelatih Milan, Brocchi akan memimpin anak asuhnya menghadapi Carpi di San Siro pada Kamis (21/4). Laga itu menjadi  debut Brocchi sebagai pelatih I Rossoneri di San Siro sejak menggantikan Sinisa Mihajlovic.

“Kembali ke San Siro akan sangat emosional. Ini mimpi yang menjadi kenyataan, fakta memasuki stadion yang sekali lagi telah memberi saya emosi yang tak terlukiskan. Harapannya adalah akan ada banyak yang ingin membantu tim dan mendukung meskipun kekecewaan terkait momen sulit ini. Daripada meminta bantuan mereka, lebih baik kami membantu mereka untuk lebih dekat lagi dengan kami,” bilang Brocchi kepada Football-Italia.

selain menjalani lima pertandingan tersisa di Serie A musim ini, Brocchi juga akan memimpin Milan melakoni laga final Coppa Italia menghadapi Juventus pada 22 Mei medatang.

“Untuk saat ini saya tidak bisa berpikir tentang final Coppa Italia, itu akan menjadi realisasi pekerjaan yang dimulai Selasa lalu,” bebernya.

Brocchi juga menganggap, fakta dirinya datang dari status sebagai pelatih tim primavera akan memberi keuntungan buat para pemain muda Milan.

“Telah ada perubahan di sektor tim muda, terlebih pada tingkat metodologi. Fakta bahwa pelatih primavera telah menjadi pelatih tim utama adalah hal yang hebat. Harapannya adalah untuk menjalani musim lain dengan tim utama yang mampu menciptakan ikatan dengan sektor pemuda,” sebut dia lagi.

Gol Rabona Bacca Sudah Bisa Diprediksi Rekan Setimnya

Gol akrobatik yang dicetak striker AC Milan, Carlos Bacca, saat menghadapi Carpi pada Kamis (14/1) dini hari lalu memang mencuri perhatian publik. Namun, aksi Bacca tersebut ternyata bukan hal yang baru diketahui rekan-rekan setimnya. Bek Milan, Cristian Zapata mengaku sudah mengetahui kemampuan teknik Bacca sejak lama.

Bacca sukses membawa Milan unggul lebih dahulu pada babak pertama. Menerima umpan matang dari Keisuke Honda, Bacca sukses mengecoh kiper Carpi, Zeljko Kalac, sebelum akhirnya melepaskan tendangan rabona dengan kaki kanannya.

 

Puja puji pun mengalir kepada Bacca. Namun Zapata mengaku ia tak terkejut melihat kompatriot di timnas Kolombia tersebut mencetak gol dengan cara seperti itu.

“Aku mengenal Bacca dengan baik dan dia suka sekali mencoba melakukan rabona. Ketika aku melihatnya menggiring bola melewati kiper, aku rasa ia akan langsung mencoba melakukan teknik tersebut karena ia jarang sekali menendang bola dengan kaki kirinya,” ujar Zapata pada Milan Channel.

“Ia adalah seorang pemain top yang bermain dengan sangat baik. Ia masih bisa tampil lebih baik lagi, namun ia sudah memainkan peranan besar bagi tim ini,” pujinya.

Musim ini, Bacca telah mencetak 10 gol dari total 22 penampilannya di Serie A dan Coppa Italia.

 

Mihajlovic Puji Keberanian Bacca Lakukan Tendangan Rabona

Pelatih AC Milan Sinisa Mihajlovic bersyukur timnya kembali tampil impresif dengan mengandaskan perlawanan Carpi di babak perempat final Coppa Italia lewat kemenangan 2-1 di San Siro, Kamis (14/1) dini hari tadi. Kemenangan ini memastikan satu tempat bagi Milan di babak semifinal.

“Kami tahu laga ini tidak akan berjalan mudah, tetapi para pemain sangat menginginkan tiket ke semifinal. Kami meraih hasil bagus di babak pertama dan seharusnya bisa unggul lebih dari dua gol. Kami sempat kesulitan pada 10 menit awal babak kedua, kemudian kami menemukan kembali irama permainan. Saya pikir ini kemenangan yang layak diraih,” ujar Mihajlovic kepada Rai Sport, dilansir Football Italia.

Milan unggul lebih dahulu lewat gol indah yang dicetak penyerang andalannya, Carlos Bacca. Menerima umpan dari Keisuke Honda, Bacca berhasil mengecoh kiper Carpi sebelum akhirnya melepaskan tembakan rabona dengan kaki kanannya. Penampilan Bacca pun mendapatkan kredit lebih dari Mihajlovic.

“Dia mencetak gol dengan kaki kanannya. Dia selalu memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal berisiko. Setiap kali dia mencoba, selalu berakhir dengan gol,” puji sang allenatore.

Kemenangan atas Carpi seolah menjadi penyejuk bagi Mihajlovic setelah mengalami serangkaian hasil negatif dengan Milan. Meski begitu, Mihajlovic enggan mengomentari rumor pemecatan dirinya yang belakangan mencuat.

“Orang-orang mengatakan hal yang sama selama tiga bulan. Saya berharap mereka berbicara hingga akhir musim,. Saya tidak tertarik, saya selalu memberikan segalanya, saya tidak khawatir.”

Bacca Bertekad Bawa Milan Juara Coppa Italia

Striker AC Milan, Carlos Bacca, sangat gembira setelah sukses mengantarkan timnya mengalahkan Carpi dengan skor 2-1 di babak perempat final Coppa Italia yang berlangsung di San Siro, Kamis (14/1) dini hari tadi. Berkat kemenangan ini, Milan berhasil lolos ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Spezia kontra Alessandria yang baru bermain pada Selasa (19/1) depan.

“Ini adalah performa yang gemilang dari tim. Milan memainkan sepak bola yang hebat menghadapi Carpi yang tengah dalam kondisi prima, terutama di babak pertama. Kami sangat gembira bisa melaju ke babak semifinal,” sebut Bacca kepada Rai Sport, dilansir Football Italia.

Di laga ini, Bacca menjadi penampil terbaik berkat performa impresifnya yang menyumbangkan satu gol dan satu assist. Pada menit ke-14, Bacca berhasil mengontrol umpan dari Keisuke Honda kemudian berhasil mengecoh kiper Carpi, Zeljko Brkic, dan langsung melakukan tendangan rabona dengan kaki kanannya.

Menurut Bacca , skuat Il Diavolo Rosso bertekad membawa pulang gelar Coppa Italia musim ini. Oleh karena itu, kelolosan ini sangat disyukuri olehnya.

“Salah satu target kami adalah memenangi Coppa Italia dan kami akan mencoba membawa pulang trofi ini. Ini adalah kemenangan penting bagi tim.”

Tumbangkan Carpi, Milan Melaju Ke Semifinal Coppa Italia

AC Milan sukses melaju ke babak semifinal Coppa Italia setelah mengalahkan Carpi 2-1 di San Siro, Kamis (14/1) dini hari.

Di laga ini, Pelatih Milan Sinisa Mihajlovic tak banyak melakukan perubahan dalam susunan pemainnya. Mihajlovic tetap menurunkan beberapa pemain pilarnya seperti Riccardo Montolivo.

Milan hanya butuh 14 menit untuk membuka skor di laga ini. Sebuah umpan matang dari Keisuke Honda ke kotak penalti Carpi berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh Carlos Bacca lewat sepakan rabona kaki kanannya setelah mengecoh kiper Carpi terlebih dahulu.

Bacca kembali menghadirkan bencana bagi lini belakang Carpi. Pergerakannya di sisi kiri diakhiri dengan sebuah umpan silang mendatar ke kotak penalti yang langsung disontek Mbaye Niang.

Di babak kedua, kelengahan pertahanan Milan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu. Akselerasi cepat Kevin Lasagna gagal dibendung oleh Mattia De Sciglio yang beroperasi di sisi kiri pertahanan Milan. Tanpa pengawalan, Matteo Mancosu berhasil menuntaskan umpan matang dari Lasagna pada menit ke-50.

Meski begitu, Milan berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Ini merupakan semifinal Coppa Italia ketiga bagi Milan dalam enam edisi terakhir. Milan bakal menghadapi pemenang laga antara Spezia kontra Alessandria yang baru bermain pada Selasa (19/1) depan.

Susunan Pemain

AC Milan: Abbiati; Zapata, Antonelli, De Sciglio, Romagnoli, Montolivo, Bonaventura, Kucka (Bertolacci 72’), Honda, Bacca, Niang (Boateng 58’).

Carpi: Brkic; Zaccardo (Mancosu 46’), Romagnoli, Letizia, Gagliolo, Bianco (Crimi 46’), Marrone, Gabriel Silva, Lollo (Martinho 78’), Pasciuti, Lasagna.

Lawan Carpi, Balotelli Sudah Bisa Dimainkan

AC Milan akan menghadapi Carpi, Rabu (13/1) besok, di perempat final Coppa Italia. Pada laga tersebut, striker Mario Balotelli sudah bisa dimainkan setelah absen selama lebih dari dua bulan.

Balotelli menepi sejak November akibat menderita hernia. Namun, striker pinjaman dari Liverpool itu sudah kembali berlatih dengan rekan-rekan setimnya di Milanello. Pelatih Sinisa Mihajlovic sendiri yang membeberkan bahwa Balotelli sudah bisa bermain di laga resmi. Laga besok bisa menjadi comeback-nya.

Selama memperkuat Milan pada musim ini, Balotelli hanya bermain dalam empat laga Liga Italia. Dua di antaranya sebagai starter, sisanya sebagai pengganti. Dari jumlah laga itu, dia mencetak satu gol.

“Balotelli? Dia sudah bisa dimainkan pada laga besok,” bilang Mihajlovic.

Selain membahas Balotelli, pelatih asal Serbia itu juga berbicara tentang pemain lain yang cedera lama, yaitu Jeremy Menez. Pemain asal Prancis itu mendapat cedera punggung parah sejak Oktober lalu. Sesuai perkiraan awal, dia bisa dimainkan pada awal Februari, namun Mihalovic berharap pemulihannya lebih cepat.

“Jeremy Menez sudah mulai berlatih sedikit-sedikit dengan para pemain lain. Yang terpenting dia sudah tidak lagi merasa sakit. Kami ingin dia segera kembali bermain, mungkin di akhir Januari,” tambah dia.

Selama ditinggal Balotelli dan Menez yang menderita cedera, Rossoneri praktis hanya bergantung pada tiga pemain saja di lini depan, yaitu Carlos Bacca, Luiz Adriano, dan M’Baye Niang.

Milan Memasuki Fase Berbahaya Di Coppa Italia

AC Milan akan menjalani laga melawan Carpi di perempat final Coppa Italia pada Kamis (14/1). I Rossoneri mesti berhati-hati karena sering tersingkir di babak ini.

Akhir-akhir ini, perempat final bisa disebut sebagai fase berbahaya bagi Milan di Coppa Italia. Dalam tiga musim terakhir, mereka selalu terdepak dari kompetisi ketika bermain di babak ini.

Musim lalu, Milan disingkirkan oleh Lazio ketika bermain di perempat final Coppa Italia. Padahal, I Rossoneri bermain di Stadion Giuseppe Meazza. Namun, sebuah gol dari penalti Lucas Biglia pada menit ke-38 membuat Milan mesti terdepak dari persaingan.

Musim 2013-14, pengalaman pahit juga dialami I Rossoneri di babak yang sama Coppa Italia. Kali ini, Milan menyerah kalah 1-2 dari Udinese. Lagi-lagi, faktor bermain di kandang sendiri tidak membantu I Rossoneri untuk memenangi pertandingan.

Pencapaian pada musim 2012-13 tak kalah menyesakkan bagi Milan. Mereka menyerah kalah dari Juventus dengan skor 1-2 sesudah memaksa pertandingan dilangsung dengan perpanjangan waktu.

Data ini menjadi bukti sahih bahwa babak perempat final selalu menjadi fase berbahaya bagi Milan ketika berlaga di Coppa Italia. Mereka mesti berhati-hati siapa pun lawannya. Sebab, meski bermain di San Siro seperti nanti pun, I Rossoneri kerap tersandung.

Secara khusus, Carpi juga bukan lawan mudah. Pada pekan ke-15 Serie A, mereka pernah menahan seri Milan dengan skor 0-0.