Gol Penalti Menez Selamatkan Milan dari Kekalahan

Menjamu Frosinone di Stadion San Siro pada Minggu (1/5) malam, AC Milan lagi-lagi gagal memetik kemenangan. Beruntung ada gol penalti Jeremy Menez pada pengujung laga hingga Milan bisa memetik hasil imbang 3-3.

Hasil itu tentu membuat fans Milan di seluruh penjuru dunia mungkin semakin jengah dengan keberadaan Cristian Brocchi di kursi pelatih. Padahal, pada awal kepelatihannya, Brocchi sempat menebar keyakinan bisa membawa Milan merebut kemenangan demi kemenangan. Saat itu, Milan sanggup menang di kandang Sampdoria.

Namun, pada laga-laga selanjutnya, Milan ditahan imbang Carpi dan kalah dari Hellas Verona. Sejak dua hasil negatif itu, sempat muncul petisi agar Presiden Milan Silvio Berlusconi melengserkan Brocchi dan membawa pulang Sinisa Mihajlovic.

Alih-alih membuktikan diri, Brocchi justru kembali bernasib nahas. Milan nyaris saja kalah saat menjamu Frosinone di San Siro. Bagaimana tidak, Frosinone bahkan sempat unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama.

Laga baru berjalan dua menit, Luca Paganini mampu menjebol gawang Milan yang dikawal Gianluigi Donnarumma usai memanfaatkan assist Daniel Ciofani. Bahkan, semenit jelang turun minum, Oliver Kragl mampu membawa Frosinone unggul 2-0.

Memasuki babak kedua, Milan sempat memiliki asa memperkecil ketinggalan saat hadiah penalti diberikan wasit pada menit ke-49 akibat handball yang dilakukan Adriano Russo. Akan tetapi, eksekusi penalti yang diambil Mario Balotelli gagal berbuah gol setelah ditepis kiper Francesco Bardi.

Pada kesempatan berikutnya, Milan tak menyia-nyiakannya. Bardi memang sempat menepis bola sepakan keras Alex. Namun tak berapa lama, umpan Ignazio Abate sanggup dikonversi menjadi gol melalui sontekan Carlos Bacca.

Sialnya, Milan harus kembali kebobolan enam menit berselang. Diawali dari kesalahan Alex, Federico Dionisi mampu memaksa Donnarumma kembali memungut bola dari gawangnya. Frosinone unggul 3-1.

Milan tak menyerah. Pada menit ke-74, mereka kembali memperkecil ketinggalan melalui gol Luca Antonelli. Bahkan, drama yang dinanti akhirnya terjadi pada pengujung laga. Handball yang dilakukan pemain pengganti Frosinone, Pryima, memaksa wasit kembali menunjuk titik putih.

Kali ini, Jeremy Menez yang masuk pada menit ke-78 menggantikan Jose Mauri, mampu menjalankan tugas dengan baik sebagai algojo. Sepaka Menez mampu mengecoh Bardi dan memaksa skor akhir menjadi imbang 3-3.

Hasil imbang membuat Milan masih berkutat di peringkat ketujuh dengan 54 poin, terpaut satu angka dari Sassuolo yang berada di atasnya. Sementara, Frosinone pun masih terancam degradasi karena tak beranjak dari posisi ke-36.

Susunan Pemain:

Milan: Donnarumma; Abate (Antonelli 73), Alex, Romagnoli, De Sciglio; Kucka, Montolivo, Jose Mauri (Menez 78); Honda (Luiz Adriano 64); Bacca, Balotelli.

Frosinone: Bardi; M Ciofani, Russo, Ajeti, Crivello (Pryima 67); Paganini, Gori, Sammarco, Kragl (Rosi 80); Dionisi (Gucher 73), D Ciofani.

Formasi Sama, Frosinone vs Milan Ditentukan Aksi Individu

Duel menarik akan tersaji ketika Frosinone menjamu AC Milan, Minggu (20/12), di pekan ke-17 Liga Italia. Kebetulan, keduanya sama-sama menerapkan formasi klasik 4-4-2.

Frosinone sudah memakai formasi itu sejak awal musim, kadang divariasikan dengan pola 4-4-1-1. Sedangkan, Milan baru memasang formasi itu tiga pekan lalu kala berhadapan dengan Sampdoria. Kemenangan 4-1 atas Sampdoria membuat Milan percaya diri terus memakai formasi 4-4-2.

Pelatih Frosinone, Robeto Stellone, meramalkan laga nanti akan ditentukan oleh aksi individual pemain. Hal itu tak lepas dari formasi sama yang diterapkan Frosinone dan Milan. Selain itu, Stellone yakin timnya bisa mengikuti jejak Carpi dan Hellas Verona yang mampu mengimbangi Milan dalam dua pekan terakhir.

“Saat dua tim saling bercermin satu sama lain (4-4-2 vs 4-4-2), seorang pemain akan menentukan. Jika kami bisa memenangkan duel individual, kami akan memenangi laga. Milan tentu akan datang untuk menang. Pertandingan akan terbuka karena kami jelas tak akan bermain bertahan saja,” ujar Stellone.

“Secara pribadi, ini bukan partai yang mustahil dimenangkan. Carpi dan Verona bisa menghentikan Milan. Rossoneri tentu saja memiliki masalah internal jika mereka tak bisa meraup poin yang ada. Kami bersemangat. Saat bermain di kandang, rasanya kami bisa mengalahkan siapa saja,” lanjut dia.

Saat ini, Milan berada di posisi kedelapan dan Frosinone duduk di peringkat ke-18.

Mihajlovic: Milan Bukan Barcelona atau Bayern

AC Milan akan menghadapi Frosinone, Minggu (20/12), di pekan ke-17 Liga Italia. Jelang laga, pelatih Sinisa Mihajlovic mengingatkan timnya bahwa mereka bukanlah Barcelona atau Bayern Muenchen.

Apa maksud Mihajlovic? Pelatih asal Serbia itu tampaknya ingin mengingatkan para pemain Milan untuk tidak jemawa saat melawan Frosinone. Meski lawan yang dihadapi ada di peringkat ke-18, belum tentu Milan bisa menang. Terlebih, di dua laga sebelumnya Milan ditahan seri Carpi dan Hellas Verona.

Mihajlovic juga membeberkan syarat yang harus dilakukan Milan jika ingin mengalahkan Frosinone. Menurutnya, Milan harus solid di belakang, serta akurat dalam melepaskan umpan atau tembakan.

“Kami tahu bagaimana Frosinone akan bermain. Mereka akan banyak melepas umpan panjang dan bermain keras. Kami bukan Barcelona atau Bayern Muenchen. Kami tak boleh berpikir kami akan menang hanya karena kami lebih berbakat. Kami harus memperjuangkan setiap bola,” tutur Mihajlovic.

“Jika seseorang mengira laga nanti akan mudah, mereka sangat salah. Sebabnya, Frosinone meraih 13 dari total 14 poin milik mereka diraih di kandang sendiri. Jika kami solid dan kompak di belakang, lalu meningkatkan akurasi umpan dan tembakan, maka kami bakal menang,” tambah dia.

Saat ini, Milan ada di peringkat kedelapan dan Frosinone berada di posisi ke-18. Sebagai informasi, Carpi dan Verona yang menahan imbang Milan di dua pekan sebelumnya ada di bawah Frosinone.

Lawan Tim Promosi, Milan Ogah Seri Lagi

AC Milan akan menghadapi Frosinone, Minggu (20/12) besok, di pekan ke-17 Liga Italia. Laga nanti bermakna menjadi penting bagi Milan yang selalu meraih hasil seri di dua laga sebelumnya.

Dua pekan lalu, Milan ditahan seri tim promosi lain, Carpi. Sedangkan, pekan lalu mereka bermain imbang 1-1 dengan Hellas Verona, tim juru kunci Liga Italia. Melawan Frosinone yang di atas kertas mudah dikalahkan seperti Carpi dan Verona, Milan ogah meraup satu poin lagi.

Hal itu diungkapkan gelandang Andrea Poli. Dia yakin Milan bisa kembali ke trek kemenangan saat bertemu Frosinone dan kembali meramaikan persaingan di papan atas Liga Italia.

“Laga kontra Frosinone adalah laga yang penting. Kami ingin menang setelah dua hasil seri kemarin. Saya yakin jika kami bermain bagus seperti biasa, kami akan meraih kemenangan,” bilang Poli.

“Di tim penting seperti Milan, kami harus memberikan yang terbaik. Kami wajib menampilkan 100 persen kemampuan. Kami harus tenang dan tak berpikir negatif. Memang kami tak memulai musim dengan baik, tapi kami akan terus berkembang sebagai sebuah tim dan melupakan hal-hal buruk di belakang,” lanjut dia.

“Milan layak berada di atas. Kami tim yang kompak dan ingin berjuang di papan atas. Perjalanan masih panjang, namun kami akan bisa mendapatkannya,” ujar Poli.

Saat ini, Milan berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 25 poin dari 16 laga.