Rabiot: Tak Ada Pertengkaran Antara Ibu Saya dengan Keluarga Mbappe dan Pogba

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Prancis, Adrien Rabiot, akhirnya buka suara soal pertengkaran sang ibu, Veronique Rabiot, dengan keluarga Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Rabiot mengatakan bahwa pertengkaran itu tidak pernah terjadi.

Veronique dikabarkan memicu keributan di bangku penonton dengan ayah Mbappe dan keluarga Pogba di laga Euro 2020 antara Prancis vs Swiss, yang mana Les Bleus kalah lewat babak adu penalti.

Kylian Mbappe disebut Donato Di Campli bisa seperti Adrien Rabiot bila tak mau memperpanjang kontrak di PSG.
Getty Images

Ibu Rabiot saat itu dikabarkan menyalahkan Mbappe karena gagal mengeksekusi penalti dan Pogba karena kehilangan bola dan membuat Swiss berhasil mencetak gol.

Adrien Rabiot: Tak Ada yang Terjadi di Tribun Penonton

Veronique melampiaskan kemarahannya ke kedua keluarga dua pemain itu. Tapi, sang anak mengatakan bahwa ibunya tak pernah mengatakan bahwa ada perkelahian dengan keluarga Mbappe dan Pogba.

“Tidak ada yang terjadi sama sekali di tribun. Sedikit terkejut mendengar itu semua. Saya berbicara dengannya dan saya percaya padanya,” ucap Rabiot seperti dikutip Football5Star.com dari Telefoot.

Adrien Rabiot Pertengkaran Ibu Saya dengan Keluarga Mbappe Pernah Terjadi (Archysport)
Archysport

Dia melanjutkan, “Ketika dia memberi tahu saya bahwa tidak ada yang terjadi, itulah kenyataannya. Anda bisa melihat beberapa kejengkelan di video, itu selalu bisa terjadi, tapi siapa yang tahu apa yang dia katakan?”

Pemain Juventus itu juga tak membicarakan hal ini dengan Pogba dan Mbappe. Dia juga tak mau membicarakan soal insiden ini.

“Saya belum membicarakannya dengan Mbappe atau Pogba, tidak ada apa pun di pihak mereka atau saya sendiri sehingga tidak perlu membicarakan semua itu,” ujar Rabiot.

Kylian Mbappe Bisa Senasib dengan Adrien Rabiot

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jangan coba-coba memaksa pergi dari Paris Saint-Germain! Begitulah peringatan yang diberikan Donato Di Campli, eks agen Marco Verratti, bagi Kylian Mbappe. Berani berkeras menentang kehendak para petinggi Les Parisiens, bintang timnas Prancis itu bisa senasib dengan Adrien Rabiot beberapa tahun lalu.

Saat ini, Mbappe tengah menjalani musim terakhir sesuai kontraknya dengan PSG. Rumor yang beredar menyatakan, sang pemain ingin mencicipi petualangan baru dan siap merapat ke Real Madrid pada musim depan. Namun, hingga saat ini, manajemen Les Parisiens terus membujuk sang bintang untuk menandatangani kontrak baru.

Kylian Mbappe disebut Donato Di Campli bisa seperti Adrien Rabiot bila tak mau memperpanjang kontrak di PSG.
Getty Images

Pada perkenalan Lionel Messi, Presiden Nasser Al-Khelaifi bahkan memberikan sebuah gertakan. Pria asal Qatar itu mengatakan, tak ada alasan bagi Mbappe untuk meninggalkan PSG setelah kedatangan Messi. Pasalnya, tidak ada tim lain yang lebih kuat dari Les Parisiens.

Situasi saat ini, menurut Di Campli, harus betul-betul dicermati oleh Mbappe dan agennya. Mereka tak boleh sembrono bila tak ingin mengikuti jejak Rabiot yang “dipetieskan” hingga kemudian pindah secara bebas transfer ke Juventus.

Kylian Mbappe Harus Dekati Leonardo

“Hal yang terjadi pada Rabiot bisa terulang karena bagi PSG, ini masalah personal, bukan uang. Mereka berpikir dapat membeli segalanya. Jika tak memperbarui kontrak, Mbappe akan dikirim ke tribune,” urai Donato Di Campli seperti dikutip Football5Star.com dari Diario As. “Berdasarkan pengalaman pribadi, saya kira dia akan gagal.”

Pengalaman yang dimaksud Di Campli adalah saat Marco Verratti berencana pindah ke Barcelona pada 2017. Seperti Mbappe sekarang, PSG tak mau kehilangan sang pemain. “Bartomeu (Presiden Barcelona kala itu) coba berbicara dengan Al-Khelaifi, tapi tak diladeni. Marco juga diancam tak akan dimainkan lagi bila tak memperpanjang kontrak,” ujar Di Campli.

Donato Di Campli sempat akan membawa Marco Verratti dari PSG ke Barcelona.
lequipe.fr

Meskipun demikian, menurut Di Campli, peluang Kylian Mbappe pindah dengan baik-baik dari PSG masih terbuka. Caranya, dia harus mendekati Leonardo Nascimento de Araujo, sang direktur olahraga. Dalam pandangan Di Campli, pria asal Brasil itu lebih mengerti ketimbang Antero Henrique yang dihadapinya pada 2017.

“Satu-satunya harapan adalah Leonardo. Namun, tetap saja akan sangat sulit atau bahkan hampir mustahil,” kata Di Campli. “Mbappe jangan sampai menyinggung Emir (Qatar) dengan mengatakan akan pergi. Nasibnya ada di tangan Emir. Semoga saja dia beruntung.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Saksi Mata Ungkap Penyebab Ibu Adrien Rabiot Marah-Marah

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ibu Adrien Rabiot jadi sorotan setelah tersingkirnya Prancis dari EURO 2020. Ibu Rabiot, Veronique Rabiot tertangkap kamera tengah cekcok dengan keluarga dari Paul Pogba dan Kylian Mbappe.

Dari laporan RMC Sport seperti dikutip Football5star.com, Jumat (2/7/2021), ibu Adrien Rabiot sempat cekcok dengan keluarga Pogba saat dirinya mengatakan bahwa pemain Manchester United itu jadi penyebab Prancis kebobolan oleh Mario Gavranovic saat injury time babak kedua.

Pernyataan dari ibu Rabiot itu sontak saja tak diterima oleh keluarga Pogba. Tak hanya dengan keluarga Pogba, Veronique Rabiot juga berselisih paham dengan ayah dan ibu Kylian Mbappe. Veronique menyalahkan pemain PSG itu karena gagal jadi eksekutor penalti Prancis.

Kabarnya insiden cekcok antara Veronique dan keluarga pemain dikabarkan berlangsung hingga 20 menit usai pertandingan di Bucharest.

Menurut sanksi mata seperti dikutip dari Télé-Loisirs.fr, mengungkap bahwa sebenarnya ibu Adrien Rabiot bereaksi seperti itu sebagai respon dari keluarga Pogba yang beberapa kali menyalahkan Rabiot saat laga Prancis vs Swiss masih berlangsung.

Sanksi bernama Walid itu datang ke program After Foot di televisi RMC. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya keluarga Pogba yang menyalahkan Rabiot namun juga keluarga Mbappe.

“Dari apa yang saya dengar adalah bahwa keluarga Pogba dan keluarga Mbappe yang berbicara buruk tentang Rabiot selama pertandingan masih berlangsung,” kata Walid.

Saksi Mata Ungkap Penyebab Ibu Adrien Rabiot Marah-Marah
Saksi Mata Ungkap Penyebab Ibu Adrien Rabiot Marah-Marah 12

“Mereka benar-benar menyalahkan Rabiot. Saya sempat berbicara sedikit dengan Mathias Pogba soal formasi. Kami memang berbeda pendapat soal itu. Kemudian adu penalti, Mbappe gagal. Di sana ibu Rabiot bangun dan berbicara kepada ayah Mbappe,”

Diakui oleh sanksi tersebut, bahwa sikap Veronique memang sedikit berlebihan. Namun sanksi itu menegaskan bahwa memang benar keluarga Pogba dan Mbappe terlebih dahulu menyalahkan Rabiot.

“Baik keluarga Pogba dan keluarga Mbappe berbicara buruk tentang Rabiot. Ibunya memang memiliki sikap yang sedikit tidak pantas,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kalahkan Jerman, Permainan Prancis Belum Sesuai Harapan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Prancis mengawali Euro 2020 dengan sempurna. Menghadapi Jerman di Grup F, Rabu (16/6/2021) dinihari WIB mereka menang tipis 1-0.

Gol semata wayang Prancis memang berbau keberuntungan karena lahir dari gol bunuh diri Mats Hummels. Ini pula yang membuat Adrien Rabiot mengatakan performa tim belum sesuai harapan.

Kendati demikian, dia tetap senang Les Blues bisa mengawali Euro 2020 dengan kemenangan. Gelandang Prancis juga percaya permainan timnya akan semakin membaik di laga selanjutnya.

adrien rabiot StatmanDave
@StatmanDave

“Sangat penting untuk mengawali turnamen dengan kemenangan. Kami tahu kami akan menderita sebelum pertandingan. Mereka salah satu tim terbaik, tapi kami sudah siap,” ujar Adrien Rabiot seperti dikutip Football5star dari Bein Sport, Rabu (16/6/2021).

“Mungkin pertandingan ini tidak seperti yang kami inginkan, tapi kami akan terus berjuang. Kami tahu bagaimana melakukannya dan mencetak gol saat dibutuhkan. Pasti akan ada pertandingan lebih mudah untuk dimainkan,” ia menambahkan.

Terkait performa di Allianz Arena, gelandang 24 tahun mengaku puas. Tanpa ragu dia menyebut ini sebagai momen penting dalam kariernya.

“Ini adalah momen penting dalam karier saya. Mengikuti apa yang saya lakukan musim ini dengan Prancis. saya sangat senang dengan penampilan saya, juga bangga dengan seluruh skuat,” ungkapnya.

“Kami semua bersatu sebelum memulai laga. Ini adalah kemenangan seluruh tim. Kami menunjukkan kondisi pikiran yang hebat,” tutup Adrien Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rabiot Senang Orang yang Yakinkan Dia ke Juventus Kembali

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Adrien Rabiot senang Massimiliano Allegri kembali ke pangkuan Juventus. Ia mengaku sang nakhoda lah yang meyakinkan dirinya pindah ke Juve dua tahun lalu.

Seperti diketahui, Adrien Rabiot didatangkan Juventus dari Paris Saint-Germain 2019 lalu. Menurutnya, keputusannya menerima pinangan Si Nyonya Tua karena ia melihat sosok Allegri yang saat itu masih duduk di kursi pelatih.

“Dua tahun lalu saya mendatangani kontrak di Juve karena saya tahu dia pelatihnya. Juve memenangkan banyak trofi bersamanya, mencapai final Liga Champions dua kali,” ujar penggawa timnas Prancis kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (30/5/2021).

Max Allegri - Inggris - Juventus - The42
The42

“Saya pikir dia menggunakan waktunya dua tahun terakhir untuk mengamati sepak bola dan bagaimana perkembangannya,” ia menambahkan.

Kendati bahagia dengan kembalinya Allegri, bukan berarti Rabiot tidak senang dengan kepemimpinan Andrea Pirlo. Dia menikmati bermain di bawah asuhan Pirlo.

Sang debutan juga dianggap berhasil di musim pertama sebagai pelatih. Terbukti trofi Coppa Italia dan Supercoppa Italia berhasil dimenangkan.

“Saya berhubungan baik dengan Pirlo. Saya mengikuti keinginannya tentang bagaimana meningkatkan posisi saya dan mempercepat serangan, lalu bermain hanya dengan dua setnuhan,” ujarnya lagi.

“Dia punya ide-ide yang jelas, tapi kadang kami tidak bisa mempraktikkannya. Saya melihat gelas hampir penuh setelah musim ini. kami memenangkan dua trofi dan lolos ke Liga Champions bersama Pirlo,” tutup Adrien Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Samakan Cristiano Ronaldo dengan Elon Musk

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Juventus, Adrien Rabiot, ternyata sangat mengagumi sosok Cristiano Ronaldo. Pemain asal Prancis itu bahkan menyamakan sang megabintang dengan pendiri Tesla, Elon Musk. Itu terkait etos kerja luar biasa yang ditunjukkan kapten timnas Portugal tersebut.

Rabiot bergabung dengan Juventus pada awal musim 2019-20 atau satu musim setelah Ronaldo didatangkan dari Real Madrid. Sebagai pemain yang masih muda, 24 tahun, eks gelandang Paris Saint-Germain itu mengaku menimba banyak pelajaran di klub barunya. Salah satunya dari CR7.

Adrien Rabiot sangat mengagumi etos kerja dan inetelegnsia Cristiano Ronaldo.
coeurmarseillais.fr

Hal yang paling membuat Rabiot terkesan adalah etos kerja Ronaldo dalam mengejar sukses. “Kunci suksesnya adalah kerja, kerja, dan lebih banyak kerja, baik di sepak bola maupun di bidang-bidang lai,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Lebih lanjut, Rabiot mengungkapkan, “Aku secara khusus terpikir pada Elon Musk, pemimpin perusahaan mobil Tesla. Mereka sama-sama pekerja keras yang tak pernah berhenti. Sejak bekerja bersama dia, aku melihat dia selalu memperlihatkan etos kerjanya setiap hari.”

Rabiot Anggap CR7 Sosok Sempurna

Dalam pandangan Adrien Rabiot, Cristiano adalah sosok yang sempurna. Selain dibekali talenta, pemain didikan Sporting CP itu juga punya etos kerja luar biasa dan sangat pintar.

“Tentu saja dia punya bakat alam. Namun, dia sukses bukan hanya karena itu. Dia juga sangat pandai mengetahui tubuhnya dengan baik. Pada umur 36 tahun, dia tahu persis hal yang harus dilakukannya. Itu bukan sesuatu yang dapat dipelajar. Itu adalah soal pola pikir dan kemauan,” ujar Rabiot lagi.

Cristiano Ronaldo selalu menunjukkan determinasi tinggi meskipun sudah berumur 36 tahun.
telugu-kathalu.com

Kemampuan mengukur kemampuan diri dan menyesuaikan dengan tuntutan kerja itu, menurut Rabiot, jadi sebab Cristiano Ronaldo tak pernah menunjukkan penurunan performa. Saat ini, dalam umur 36 tahun, dia tetap mampu mendulang banyak gol bagi Juventus.

“Dari latihan bersama setiap hari, aku merasakan hasratnya yang kuat untuk selalu fokus pada performanya. Pada usianya, dia memainkan hampir semua pertandingan, merasakan akumulasi keletihan, dan energi yang terbuang. Namun, dia selalu memberikan respons luar biasa. Determinasinya yang tanpa lelah sungguh mengesankan,” kata Adrien Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot: Juventus Harus Kalahkan Torino dengan Segala Cara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Serie A akhir pekan ini akan menghadirkan Derby Della Mole. Pada kesempatan pertama musim ini Juventus yang akan menjamu Torino terlebih dulu.

Kedua tim jelas dalam keadaan berbeda. Juve baru saja menang di Liga Champions. Sementara Torino ditahan imbang Sampdoria pada laga terakhir Serie A.

Bintang Juve, Adrien Rabiot paham betul kondisi Il Toro sedang tidak menentukan. Faktor ini pula yang harus dimanfaatkan timnya untuk menang di stadion Allianz.

Juventus vs Lazio - Felipe Caicedo - Liga Italia - @juventusfc
twitter.com/juventusfc

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Mereka berada dalam momen yang sulit dan menang berarti mereka akan memulai semuanya lagi. Bagi kami penting untuk menang lagi setelah penampilan bagus di Liga Champions,” kata Rabiot kepada Sky Sport Italia, Jumat (4/12/2020).

Selayaknya duel tim satu kota, kehadiran fan di stadion bisa jadi salah satu faktor penentu. Tapi kali ini stadion Allianz akan kosong tanpa penonton karena pandemi covid-19.

Kendati begitu, hal tersebut diyakini Adrien Rabiot tidak akan mengurangi tensi tinggi di lapangan. Maka dari itu ia menginginkan Juventus untuk menang dengan cara apa pun.

“Sejarah pertandingan ini sangatlah besar, bahkan tanpa penggemar sekali pun ini tetap laga yang sangat penting. Kami harus berhati-hati karena Torino sedang membutuhkan kemenangan. Maka untuk terus berkembang kami harus menang dengan segala cara,” tutup Adrien Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Berjanji Takkan Bikin Ulah di Timnas Prancis

gamespool
Adrien Rabiot Berjanji Takkan Bikin Ulah di Timnas Prancis 29

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Juventus, Adrien Rabiot, memiliki tekad besar untuk bisa mempertahankan tempatnya di skuat timnas Prancis. Ia pun berjanji takkan kembali membuat ulah ketika dipanggil Les Bleus.

Rabiot berhasil kembali ke skuat timnas Prancis setelah sempat absen selama satu tahun. Pemain berumur 25 tahun itu sempat diabaikan Didier Deschamps karena mengamuk akibat tak masuk skuat yang berlaga Piala Dunia 2018 lalu.

“Saya selalu memiliki ambisi yang besar ketika mendapatkan panggilan. Saya mungkin sedang tak berada dalam kondisi terbaik. Tapi, saya merasa luar biasa secara mental maupun fisik,” ujar Adrien Rabiot kepada Telefoot.

Adrien Rabiot - Prancis - Juventus - Actufoot
Actufoot

“Sekarang, saya sudah kembali mendapat tempat di skuat timnas Prancis. Saya tak akan mau melepas posisi ini demi apapun di dunia. Saya tak mau kembali meninggalkan skuat ini dan ingin terus melanjutkan petualangan di level internasional,” kata Rabiot menambahkan.

Lebih lanjut, Rabiot juga merasa bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan tampil bersama Juventus. Menurut Rabiot, pengalaman bersama Bianconerri berhasil membuatnya menjadi pemain yang lebih baik lagi.

“Pergi ke Juventus telah membuat saya menjadi sosok yang jauh lebih dewasa. Karena, saya harus mengubah lingkungan di klub dan negara yang baru.”

“Selain itu, saya juga merasa sudah menjadi pemain yang lebih komplet. Di Italia, kami dipaksa bekerja keras untuk memantapkan diri dalam aspek taktikal. Hal itu bukanlah sesuatu yang normal di Prancis. Saya merasakan manfaat yang sangat besar,” pungkas Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Deschamps Senang Lihat Perkembangan Rabiot di Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nama Adrien Rabiot sempat dibekukan dari timnas Prancis sejak 2018 hingga pertengahan 2020. Tapi performa apiknya bersama Juventus musim ini membuat dia kembali dilirik Didier Deschamps.

Adrien Rabiot memang sempat berulah. Ia menolak panggilan Didier Deschamps untuk Piala Dunia 2018. Dan sejak saat itu hubungannya dengan sang pelatih dikabarkan memburuk.

Tapi sekarang situasinya sudah berbeda. Menurut sang pelatih, gelandang mudanya itu sudah bukan jadi sosok yang dulu lagi. Dari segi permainan dia juga cukup puas dengan perkembangan gelandang Juventus.

didier deschamps onze mondial
Onze Mondial

“Dia sudah berkembang pesat. Ada beberapa momen rumit setelah PSG dan itu adalah awal yang sulit untuk kariernya di Juve. Saya tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah berubah, tapi dia bukan lagi pemain yang sama seperti dulu,” kata Deschamps seperti dilansir Football Italia, Minggu (15/11/2020).

“Ada kepercayaan di antara kami. Dia tidak mempertanyakan apakah dia bermain terlalu dalam atau lebih maju, terlalu ke kanan atau ke kiri. Dia mampu beradaptasi,” ia menambahkan.

Terkait karier Rabiot di Juventus selama ini, sang pelatih memahaminya. Tapi musim ini semua berjalan sesuai rencana untuk produk akademi Paris Saint-Germain tersebut.

“Mungkin dia belum mampu melakukan sesuai keinginan pada tahun pertama. Tapi sekarang dia berjasil melakukannya. Jika saya memilihnya lagi itu karena saya yakin dia harus bermain,” tutup[ Deschamps.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Adrien Rabiot Akui Gelar Scudettto Lebih Sulit Dibanding Juara Ligue 1

dinasti
Adrien Rabiot Akui Gelar Scudettto Lebih Sulit Dibanding Juara Ligue 1 35

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Prancis, Adrien Rabiot mengaku sangat berbahagia bisa membawa Juventus meraih gelar scudetto Serie A Italia 2019-20. Menurut Rabiot, meski ia pernah merasakan gelar juara Ligue 1 bersama PSG, gelar scudetto jauh lebih sulit.

“Saya sangat senang, kemenangan yang besar: saya sudah pernah menjadi juara di Prancis tapi di sini lebih sulit. Juara selalu indah, bahkan jika kami merindukan fans dan berharap untuk berjumpa mereka kembali sesegera mungkin,” ucap Rabiot seperti dikutpp Football5star.com dari halaman resmi klub, Selasa (28/7/2020).

https://www.instagram.com/p/CDJhzHxidkh/

Meski sudah mampu meraih scudetto dan masih dalam momen perayaan, Rabiot mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya di Juventus akan langsung kembali fokus untuk melawan Lyon di Liga Champions.

“Sekarang kami akan fokus pada pertandingan berikutnya, yang akan penting dan harus dihadapi dengan serius, untuk memiliki persiapan lebih baik melawan Lyon.” tambah Rabiot.

Rabiot baru kali ini merasakan gelar scudetto. Pasalnya Rabiot baru musim ini main di Serie A Italia. Ia diboyong Juventus secara gratis dari PSG di musim panas 2019.

Usai jeda pandemi virus corona Covid-19, Rabiot memegang peran penting dan rajin main sebagai starter di Juventus setelah terus menunjukkan kinerja memuaskan.

Juventus memang telah memastikan diri keluar sebagai juara Liga Italia 2019-2020 usai mengalahkan Sampdoria 2-0 pada pekan ke-36. Bermain di Allianz Stadium, Senin (27/7).

Dua gol Juventus sendiri dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-45+7 dan Federico Bernardeschi. Dengan tiga angka tambahan dari laga kontra Sampdoria, Juventus pun total menjadi mengoleksi 83 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Tak Anggap Laga Lawan Lazio Paling Menentukan

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Adrien Rabiot, gelandang Juventus, antusias menatap grande partita lawan Lazio. Namun, gelandang asal Prancis itu tak menilai laga tersebut sebagai yang paling menentukan bagi I Bianconeri dalam upaya menjuarai Serie A.

Rabiot mengingatkan, laga melawan Lazio bukanlah laga terakhir Juventus musim ini. Laga itu hanyalah satu dari lima pertandingan sisa yang harus dilakoni I Bianconeri pada pentas Serie A.

“Aku tak akan mengatakan laga melawan lazio sebagai laga menentukan. Soalnya masih ada empat pertandingan lagi. Begitu pula bagi tim-tim yang berada di belakang kami,” kata Adrien Rabiot kepada Sky Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Adrien Rabiot belakangan mulai diandalkan Maurizio Sarri di lini tengah Juventus.
tuttomercatoweb.com

Meskipun demikian, Rabiot tetap tak memungkiri laga lawan Lazio sangat penting bagi Juventus. Hal itu tak terlepas dari dua laga terakhir yang gagal dimenangi I Bianconeri.

“Tentu saja ini pertandingan penting. Setelah imbang dalam dua laga beruntun, kami harus menang dan merebut tiga poin,” ujar mantan gelandang Paris Saint-Germain itu.

Juventus Tak Sedang Terpuruk

Mengenai performa Juventus yang buruk belakangan ini, Rabiot menilai bukanlah tanda-tanda kemunduran. Menurut dia, I Bianconeri masih mampu menunjukkan reaksi tepat saat menghadapi Atalanta dan Sassuolo yang hanya berakhir imbang.

Hasil imbang Juventus dengan Sassuolo tak disikapi berlebihan oleh Adrien Rabiot.
tuttomercatoweb.com

“Kupikir, ada sesuatu yang tak biasa terjadi (saat menghadapi AC Milan). Sulit untuk menjelaskannya dan itu tidaklah rasional. Sisanya, kami mampu menjalani laga lebih bai. Mungkin masalah waktu saja yang membuat kami agak kesulitan,” urai Rabiot lagi.

Pemain asal Prancis itu pun tetap memandang positif dua poin dari tiga laga yang diraih Juventus. “Posisi kami masih bagus. Kami berada di posisi pertama dan masih punya keunggulan dari peringkat kedua meskipun tak sebesar sebelum laga terakhir. Ini masihlah bagus,” ujar Adrien Rabiot.

Memasuki laga pekan ke-34, Juventus unggul 6 poin atas Atalanta dan Inter Milan yang berada di posisi ke-2 dan 3 pada classifica Serie A. Adapun Lazio beraad di posisi ke-4 dengan tertinggal 8 poin dari I Bianconeri. Selain melawan I Biancocelesti, Adrien Rabiot masih punya empat laga lain yang harus dilakoni, yakni melawan Udinese, Sampdoria, Cagliari, dan AS Roma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ingin Bangkit, Arsenal Butuh Partey, Rabiot dan Koulibaly

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Arsenal, Kevin Campbell, menilai The Gunners butuh amunisi baru untuk musim depan. Ia menyebut nama Thomas Partey, Adrien Rabiot dan Kalidou Koulibaly sebagai sosok yang dibutuhkan Meriam London.

Arsenal terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Unai Emery sudah mencoba untuk membangkitkan The Gunners, namun gagal. Sekarang giliran Mikel Arteta. Nahasnya, Arsenal masih dengan budget transfer yang terbatas.

Situasi Meriam London sekarang ini coba dianalisis oleh Kevin Campbell, mantan striker mereka. Dia tahu ada beberapa cara mengembangkan tim, misalnya memercayai produk akademi.

Namun, kondisi The Gunners sudah terlalu buruk. Mereka membutuhkan perubahan instan, yakni dengan membeli pemain-pemain yang tepat dan langsung bisa menyelesaikan masalah.

tottenham vs arsenal-squawkanews
squawkanews

“Arsenal membutuhkan empat atau lima pemain baru. Mereka membutuhkan bek tengah, saya dapat melihat mereka pergi untuk satu atau dua pemain di posisi itu. Mereka juga membutuhkan gelandang tengah, dan lebih banyak energi di lini tengah dan striker atau winger,” kata Campbell kepada Gentingbet.

“Saya bisa melihat tiga pemain datang ke Arsenal, tergantung pada rekrutmen dan anggaran transfer. Saya tidak yakin apa yang akan terjadi dan saya tidak yakin siapa yang Arteta bidik. Saya bisa mengambil Thomas Partey di lini tengah, dari Atletico Madrid dan Adrien Rabiot dari Juventus.”

“Saya juga ingin melihat Kalidou Koulibaly di belakang saat Arsenal berjuang dengan pemain depan yang cepat. Koulibaly cepat dan pemain bertahan yang sangat baik,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rabiot Talenta Hebat, Juventus Harus Sabar dengannya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Prancis, Laurent Blanc, minta Juventus untuk bersabar dengan Adrien Rabiot. Di mata dia, pemain 25 tahun itu punya potensi besar.

Blanck kenal betul sosok Adrien Rabiot. Keduanya pernah bekerja sama di Paris Saint-Germain.

“Rabiot adalah murid saya. Dia bukan lagi anak laki-laki, tapi dia masih angkatan 1995. Selain dari pengalaman singkatnya di Manchester City pada usia 14 tahun, baginya gabung Juventus adalah petualangan orang dewasa nyata pertama yang jauh dari rumah, jauh dari Prancis,” kata Blanc kepada Tuttosport.

“Waktu adaptasi ke sepak bola Italia dan klub hebat seperti Juventus harus dipertimbangkan. Bagaimana cara mendapatkan yang terbaik darinya? Kita harus membuatnya merasa percaya diri. Saya juga punya masalah dengannya di awal di Paris.”

Adrien Rabiot - Maurizio Sarri - Juventus - The Sun
The Sun

Rabiot gabung Juventus pada awal musim ini. Ia baru mulai jadi langganan starter setelah kompetisi kembali dilanjutkan.

“Di game pasca-lockdown saya melihat Rabiot sangat mirip dengan yang saya latih di PSG. Lebih giat, terampil dalam transisi dan kuat. Tetapi dia dapat melakukan lebih banyak lagi karena ia memiliki semua kualitas untuk menjadi pemain top. Dia mungkin belum tahu seberapa kuat dia.”

“Jika Bianconeri bertaruh padanya setahun yang lalu, mereka harus bersabar karena mereka memiliki talenta hebat di tangan mereka. Percayalah, ada beberapa pemain seperti dia dan tidak butuh waktu lama untuk mencapai puncak,” Blanc menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Fabio Paratici Tegaskan Masa Depan Adrien Rabiot di Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici, akhirnya buka suara terkait rumor Adrien Rabiot. Dengan tegas ia menyebut masa depan sang gelandang ada di Turin.

Walau baru didatangkan musim panas lalu, Adrien Rabiot mulai tak betah di Juventus. Hal ini tak lepas dari kesulitannya menembus skuat utama Si Nyonya Tua. Bahkan sang ibu sudah meminta Carlo Ancelotti untuk membawa anaknya itu ke Everton.

Fabio Paratici punya alasan kuat kenapa Rabiot belum dipercaya Maurizio Sarri. Menurutnya sang gelandang belum terlalu fit karena sempat diasingkan dari skuat Paris Saint-Germain musim lalu. Tapi seiring berjalannya waktu ia yakin sang pemain akan menjadi sosok vital dalam tim.

Fabio Paratici - Juventus
stadiosport.it

“Rabiot tidak aktif bermain selama enam bulan di PSG, jadi dia kurang fit pada musim pertamanya di Serie A. setelah mengatakan semua itu dia adalah pemain hebat dan telah membuktikannya sebagai bagian dari beberapa permainan yang berbeda,” kata Paratici kepada Sky Sport Italia, Sabtu (27/6/2020).

“Dia pemain penting untuk kami, baik sekarang maupun musim-musim selanjutnya. Ya, masa depan dia bersama Juventus,” imbuhnya.

Pada musim pertamanya bersama di Juventus, Adrien Rabiot sudah dimainkan 27 kali di smeua ajang. Namun, belum ada gol atau pun assist yang berasal dari kakinya.

Kendati demikian, pemain 23 tahun diyakini akan tampil lebih sering musim depan. Pasalnya Juve kemungkinan besar akan melepas tiga gelandangnya, Miralem Pjanic, Sami Khedira, dan Aaron Ramsey.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kesal Gaji Dipotong, Adrien Rabiot Lakukan Aksi Mogok

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Prancis, Adrien Rabiot dikabarkan marah karena mendapat pemotongan gaji oleh klubnya, Juventus. Eks pemain PSG itu dikabarkan mendapat potongan gaji sebesar 7 juta poundsterling.

Dikutip Football5star.com dari dailymail, Selasa (12/5/2020) Rabiot yang kesal karena mendapat pemotongan gaji tersebut dikabarkan melakukan aksi mogok. Aksi mogok ini juga dikabarkan didukung oleh sang ibu yang juga agennya, Veronique.

Adrien Rabiot - Maurizio Sarri - Juventus - The Sun
The Sun

Sebelumya pihak klub Juventus menyebut bahwa pemotongan gaji tersebut sesuai dengan persetujuan dari para pemain. Ini bukan kali pertama Rabiot melakukan aksi kontroversial.

Beberapa waktu lalu, ia absen dari Piala Dunia 2018 karena menolak untuk masuk sebagai daftar pemain cadangan di timnas Prancis besutan Didier Deschamps.

Situasi yang kurang baik ini ternyata membawa ‘berkah’ bagi Manchester United. Tim berjuluk Red Devils tersebut dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan agen gelandang Juventus, Adrien Rabiot.

Manajemen United tertarik untuk membawa pemain internasional Prancis di musim panas, baik sebagai transfer mandiri atau bagian dari kesepakatan pertukaran dengan Paul Pogba.

Rabiot diyakini ingin meninggalkan Stadion Allianz dan United sedang menegosiasikan persyaratan pribadi dengan perwakilan pemain.

Namun yang menjadi masalah bagi United adalah terkait gaji. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa gaji Rabiot dapat berpotensi menjadi batu sandungan. Namun United tetap percaya diri untuk menyetujui kesepakatan menjelang musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jadi Ban Serep, Rabiot Masih Betah di Juventus

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, mengaku masih betah di Juventus. Padahal, pemain 24 tahun itu minim jam terbang di paruh pertama musim ini.

Adrien Rabiot didatangkan Juventus dengan gratis dari Paris Saint-Germain pada awal musim ini. Namun, pemain 24 tahun itu kesulitan bersaing, dengan baru delapan kali menjadi starter, dari total 13 penampilannya.

Rumor transfer Rabiot berhembus di bursa Januari ini. Ada yang menyebut Rabiot bakal menjadi alat pelicin Juventus merekrut Paul Pogba dan Manchester United, dan juga dilepas ke Arsenal.

Menanggapi rumornya, Rabiot mengaku baik-baik saja di Juventus. Ia pun mengidikasikan ingin bertahan di Turin.

Adrien Rabiot - Maurizio Sarri - Juventus - The Sun
The Sun

“Ya, saya akan tetap bersama Juventus. Tidak ada masalah. Saya merasakan kepercayaan dari klub dan Maurizio Sarri. Tahun 2019 tidak mudah bagi saya, saya datang ke Juve setelah waktu yang lama tanpa bermain,” kata Adrien Rabiot di Soccerway.

“Saya ingin beradaptasi dengan liga baru, lingkungan baru, dan pelatih baru. Saya berharap 2020 akan lebih baik bagi saya dan dapat membantu Juventus dengan memanfaatkan potensi penuh saya,” ucap Rabiot.

“Saya siap beradaptasi dan bermain di mana pun tim membutuhkan saya. Ketika saya tiba, saya tidak bermain untuk waktu yang lama, sekarang saya menemukan ritme.”

“Saya merasa lebih baik dan lebih baik dan kami ingin terus bekerja seperti ini. Saya suka filosofi kami, memiliki bola dan dengan cepat menyerang tim lawan. Ini memungkinkan kami untuk dengan cepat merebut bola. Seiring waktu, kami akan meningkat,” Adrien Rabiot menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Arsenal Dekati Adrien Rabiot, Sarri Beri Tanggapan Dingin

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kabar ketertarikan Arsenal pada Adrien Rabiot sampai juga ke telinga Maurizio Sarri. Pelatih Juventus itu pun menolak melepas gelandang barunya tersebut di bursa transfer Januari ini.

Beberapa media di Inggris seperti Sky Sports dan BT Sport melaporkan bahwa Arsenal sedang berupaya untuk meminjam Adrien Rabiot sampai akhir musim. Kemungkinan ini memang tak lepas dari jarangnya sang pemain mendapat menit bermain bersama Juve.

Akan tetapi, upaya Meriam London sepertinya akan sia-sia. Maurizio Sarri mengatakan masih membutuhkan Rabiot. Dia juga percaya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik gelandang yang didatangkan dari Paris Saint-Germain tersebut.

Adrien Rabiot juventus @juventusfc
@juventusfc

“Rabiot baik-baik saja di sini. Secara fisik dia sudah sangat membaik. Kami yakin dia bisa mengeluarkan kemampuan yang lebih baik dalam beberapa waktu ke depan. Dia andalan kami dan dia selalu ingin memberikan yang terbaik di sini,” kata sang pelatih seperti dilansir Football Italia, Minggu (5/1/2020).

Tidak hanya menjamin masa depan pemain asal Prancis, Sarri juga berencana melakukan inovasi pada posisinya. Menurutnya, kemampuan sang gelandang memungkinan dirinya bermain di beberapa posisi lain di lini tengah.

“Saat ini kami sedang mencoba Adrien berada di sisi kanan lini tengah. Sementara Emre Can bisa bermain lebih ke tengah atau di kanan secara bergantian dengannya. Semua berjalan sesuai rencana. Bursa transfer saat ini memang sulit ditebak, tapi saya rasa dia tidak akan ke mana-mana,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Melempem di Juventus, Maurizio Sarri Bereaksi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Maurizio Sarri mengakui kalau Adrien Rabiot masih kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya bermain Juventus musim ini. Salah satu penyebab di balik keterpurukan Rabiot adalah, sifatnya yang cukup tertutup.

Semenjak mendarat di Juventus pada bursa transfer musim panas lalu. Rabiot memang kesulitan untuk menembus tim utama Bianconerri. Pemain 24 tahun itu pun hanya berhasil mengoleksi tiga penampilan sebagai starter di Serie A musim ini.

“Adrien Rabiot kesulitan untuk memahami permainan sepak bola kami. Tapi, hal itu merupakan sesuatu yang biasa,” kata Maurizio Sarri seperi dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Adrien Rabiot - Maurizio Sarri - Juventus - The Sun
The Sun

“Dia juga bermain buruk di babak pertama melawan Bayer Leverkusen. Meskipun pada akhirnya berhasil membaik jelang pertandingan berakhir. Selain itu, Rabiot juga merupakan sosok yang cukup tertutup. Hal itu tentu tak membantu proses adaptasinya di sini,” sambung Sarri menambahkan.

Meskipun mengkritik Rabiot, Sarri akan tetap memainkannya di partai melawan Udinese malam nanti. Selain Rabiot, Sarri juga memastikan akan menurunkan Emre Can. Keduanya akan diturunkan sebagai pengganti Miralem Pjanic dan Sami Khedira yang dipastikan absen.

Emre Can masih cukup kecewa karena tak masuk skuat Liga Champions. Besok, Can atau Rabiot akan bermain melawan Udinese. Keduanya mungkin akan saya mainkan berbarengan di pertandingan nanti,” tandas Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jarang Dimainkan Juventus, Rabiot Mulai Resah

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang baru Juventus, Adrien Rabiot, mulai resah dengan masa depannya. Bagaimana tidak, ia jarang dimainkan oleh Maurizio Sarri.

Sejak datang dari Paris Saint-Germain secara cuma-cuma musim panas ini, Adrien Rabiot memang jarang dimainkan. Bahkan dalam empat pertandingan Serie A, ia baru mencatatkan 27 menit bermain.

Angka ini tentu sangat memprihatinkan untuk pemain yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan Prancis. Tuttosport melaporkan bahwa ia mulai resah dengan apa yang sedang dialami.

Adrien Rabiot - Juventus - Zimbio
Zimbio

Sang gelandang disebut-sebut menyesal bergabung ke Juventus, mengingat niatnya hengkang dari Paris Saint-Germain untuk mendapat menit bermain lebih banyak. Tapi yang didapat justru hanya menjadi pelapis pemain lain.

Perasaan Rabiot bisa makin hancur saat Maurizio Sarri menegaskan bahwa dirinya akan terus mengandalkan Blaise Matuidi di lini tengah. “ Apa yang harus dipikirkan Adrien? Matuidi sangat kuat di lini tengah,” katanya seperti dilansir Football Italia, Senin (23/9/2019).

Pemain 23 tahun itu harus melalui jalan terjal untuk menembus lini tengah Si Nyonya Tua. Pasalnya di sana sudah ada Blaise Matuidi, Sami Khedira, dan Miralem Pjanic yang secara bergantian diandalkan Sarri.

Sementara itu, ketika nasib Adrien Rabiot tidak jelas di Juventus, pemain baru lainnya, Aaron Ramsey, mulai mendapat kepercayaan bermain. Ia baru saja menjalani debut saat menghadapi Verona akhir pekan lalu. Hebatnya lagi, di laga debut itu sang gelandang sukses mencetak gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adil Aouchiche Patahkan Rekor Adrien Rabiot di PSG

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah kejutan dihadirkan Thomas Tuchel saat Paris Saint-Germain (PSG) melawat ke kandang FC Metz, Sabtu (30/8/2019) dini hari WIB. Pelatih Les Parisiens tersebut memberikan kesempatan tampil sebagai starter kepada Adil Aouchiche.

Putusan Thomas Tuchel itu menjadikan Adil Aouchiche mengguratkan sebuah rekor baru. Tampil dalam umur 17 tahun 1 bulan 15 hari, dia kini tercatat sebagai pemain termuda yang melakukan debut bersama PSG pada kancah Ligue 1 sebagai starter. Dia melewati Adrien Rabiot yang menjadi starter saat berumur 17 tahun 4 bulan 23 hari pada 26 Agustus 2012.

Sebelumnya, Kingsley Coman, Nicolas Anelka, Bartholomew Ogbeche memang melakukan debut bersama PSG pada umur lebih muda, yakni 16 tahun. Namun, tak ada yang tampil sebagai sebagai starter semuda Adil Aouchiche.

Adil Aouchiche adalah pemain kelahiran Le Blanc-Mesnil, 15 Juli 2002. Pemain berposisi gelandang itu memiliki darah campuran Prancis dan Aljazair. Sejatinya, dia saat ini masih terdaftar sebagai pemain tim U-19 PSG. Namun, cedera yang membekap beberapa pemain membuat dia dilirik Thomas Tuchel.

Hal yang mengejutkan, sang pemain muda lebih dipercaya Thomas Tuchel untuk tampil sebagai starter di kandang Metz. Padahal, dia skuat yang dibawanya masih ada gelandang lain yang jauh lebih berpengalaman, yakni Leandro Paredes.

Dalam laga melawan Metz, Adil Aouchiche tak tampil penuh. Ketika pertandingan memasuki menit ke-64, dia digantikan Leandro Paredes. Namun, penampilannya dinilai cukup baik. Oleh Le Parisien, dia dianggap telah mampu menunjukkan ketenangan saat menguasai bola. Satu-satunya kelemahan adalah terkait kekuatannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Adrien Rabiot Alami Sedikit Kesulitan di Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang anyar Juventus, Adrien Rabiot, mengaku mendapatkan sedikit kesulitan dalam masa adaptasinya bersama La Vecchia Signora. Ia pun yakin akan segera memperbaiki kondisinya seiring dengan berjalannya waktu.

Kesulitan yang dimaksud oleh Adrien Rabiot terkait dengan kondisi kebugarannya. Pasalnya, sebelum datang ke Turin ia sudah cukup lama tak merumput karena diasingkan oleh Paris Saint-Germain di paruh kedua Ligue 1 musim 2018-19.

“Saya sudah cukup lama tak bermain. Jadi, saya mengalami sedikit masalah kebugaran ketika menjalani partai pertama bersama Juventus. Selain itu, saya juga baru satu pekan berlatih bersama Juventus,” ujar Rabiot dikutip dari laman Football Italia.

“Tapi, saya yakin kondisi ini akan segera membaik seiring dengan berjalannya waktu. Saya harus bekerja ekstra keras di setiap sesi latihan untuk memperbaiki masalah ini,” katanya menambahkan.

Satu hal yang membuat Rabiot sedikit kesulitan bersama La Vecchia Signora adalah porsi latihan yang cukup berat. Menurutnya, menu latihan yang dimiliki oleh Maurizio Sarri jauh lebih berat ketimbang milik mantan klubnya, Paris Saint-Germain.

“Terlalu dini untuk membuat perbandingan antara sepak bola Prancis dan Italia. Tapi, satu hal yang pasti adalah porsi latihan yang jauh berbeda. Sejauh pemahaman saya, menu latihan di Juventus jauh lebih berat ketimbang milik Thomas Tuchel di Paris Saint-Germain,” tandas pria 24 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Rabiot Ungkap Posisi Idealnya di Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang anyar Juventus, Adrien Rabiot, mengungkap posisi idealnya. Ia ingin memainkan posisi gelandang box-to-box bersama Bianconeri.

Rabiot sudah setuju untuk menandatangni kontrak berdurasi lima tahun bersama Bianconerri. Pemain 24 tahun itu akan mendapatkan upah sebesar 7 juta Euro per musim.

Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A.

“Juventus adalah klub hebat dengan sejarah dan prestise. Saya sangat senang berada di sini. Salah satu alasan yang membuat saya memilih Juventus adalah karena saya ingin meningkatkan dan membawa karier saya ke tingkat berikutnya,” kata Rabiot di Soccerway.

Adrien Rabiot - Juventus - PSG - @juventusfcen 3
twitter.com/juventusfcen

Bagi Bianconerri, Rabiot merupakan pemain kedua yang mereka datangkan dengan status free agent tahun ini. Sebelumnya, mereka sudah sepakat untuk mendaratkan Aaron Ramsey dari Arsenal.

“Saya akan bermain dengan beberapa pemain hebat. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk tumbuh dan terus belajar. Saya kidal dan saya suka melakukan sedikit dari segalanya. Saya merasa seperti pemain menyerang dan saya suka menyerang, tetapi saya juga suka bertahan. Seperti yang kami katakan hari ini, saya adalah pemain box-to-box,” Rabiot menambahkan.

Musim lalu, Rabiot membela PSG dalam 20 pertandingan di semua kompetisi dengan sumbangan dua gol dan dua assist.

https://www.instagram.com/p/B0A5YwUA3QQ/

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Yakinkan Rabiot Pilih Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Adrien Rabiot akhirnya keluar dari Paris Saint-Germain dan merapat ke Juventus dengan status bebas transfer. Tapi siapa sangka jika keputusannya memilih Juve diyakinkan oleh kiper PSG, Gianluigi Buffon.

Rabiot memang sudah kehilangan tempat utama di skuat PSG pada pertengahan musim lalu. Alhasil kontraknya bersama raksasa Prancis itu pun tidak diperpanjang. Hal ini pula yang membuat Juventus berhasil mendapatkan jasanya secara gratis.

Kendati mengaku kepindahannya ke juara bertahan Serie A itu adalah keputusan mudah, Adrien Rabiot tetap tidak melupakan jasa Buffon yang sudah meyakinkan dirinya.

rabiot-juventus
@juventusfcen

“Saya harus katakan pada kalian bahwa musim lalu saya berbicara banyak dengan Buffon. Kami berbicara soal kemungkinan itu dan dia memberi saya banyak masukan. Tentu kami berbicara banyak soal Juve, dia tahu segalanya,” kata sang gelandang seperti dilansir Football Italia, Rabu (3/7/2019).

“Opininya  sangat berharga untuk saya karena Gigi adalah pribadi yang luar biasa. Dia berbicara soal semuanya hingga membuat saya tertarik pada klub ini. Ia yakin jika saya ingin mengalami kemajuan dalam karier, saya harus bermain untuk Juventus,” sambungnya.

Lebih lanjut, pemain berusia 24 tahun itu menegaskan dirinya nyaris pindah ke Stadion Allianz pada musim lalu. Tapi kepindahan itu tidak terlaksana karena situasinya berbeda.

“Kami sempat melakukan kontak dengan Juventus awal msuim lalu, tapi saat itu waktunya masih berbeda. Saya mengalami periode berbeda hingga baru bisa pindah sekarang,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Laurent Blanc Peringatkan Juventus Soal Perekrutan Adrien Rabiot

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keberadaan Adrien Rabiot di Juventus ternyata membuat mantan pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, khawatir. Ia pun mewanti-wanti Juve agar bisa memperlakukan sang gelandang dengan baik.

Kekhawatiran Laurent Blanc ini tentu beralasan. Adrien Rabiot meninggalkan PSG dengan mengecewakan. Ia menolak tampil untuk tim hingga tim pelatih mendepaknya dari skuat. Bahkan fan pun geram dengan perilaku sang gelandang.

Legenda timnas Prancis itu sadar bahwa Rabiot punya kekuatan dan modal bagus untuk menjadi pemain bintang. Tapi hal itu tidak ada artinya jika dia maupun Juve salah mendidik pemain barunya tersebut.

rabiot blanc culturepsg
culturepsg.com

“Rabiot adalah gelandang jangkar. Fisiknya sangat kuat dan dia bisa membantu serangan. Dia bisa dengan mudah memproyeksikan dirinya ke kotak penalti lawan. Keunggulannya ada di kaki kiri dan sundulan yang sangat kuat,” kata Blanc seperti dilansir Tribal Football, Selasa (2/6/2019).

“Tapi Juve harus tahu bagaimana memperlakukannya agar dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan. Dia bisa berkembang pesat di Juve, tapi jika klub tidak bisa memperlakukannya dengan baik maka dia akan tenggelam seperti musim lalu,” sambungnya.

Mantan pelatih PSG ini juga mengaku bahwa pemain 24 tahun itu merupakan pemain yang temperamental. Maka dari itu ia meminta agar klub berjuluk Si Nyonya Tua memperhatikan faktor tersebut dalam membimbing sang pemain.

“Adrien sangat temperamental, tapi itu kadang diperlukan untuk pemain yang berada di klub besar Jadi kita lihat saja bagaimana Juve mengembalikannya ke level tertinggi,” tutup Blanc.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Apa Jadinya jika Pemain Gratisan Juventus Membentuk Tim?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada bursa transfer musim panas ini Juventus berhasil mendapatkan dua pemain gratisan. Yang pertama adalah bintang Arsenal, Aaron Ramsey, dan yang kedua gelandang muda milik Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot.

Keberhasilan Juventus menggaet Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot kian mempertegas status mereka sebagai klub yang pandai memanfaatkan situasi pemain incaran. Ya, sejauh ini klub berjuluk I Bianconeri itu sudah banyak mendapatkan pemain secara cuma-cuma.

Bahkan jika ditotal, para pemain yang datang ke Stadion Allianz dengan status bebas transfer, Juve bisa membentuk sebuah tim khusus pemain gratisan. Untuk itu Football5star.com sudah merangkum 11 pemain gratisan klub asal Turin itu dalam Best XI.

CarlosTevezPaulPogbaACFFiorentinavJuventusGWWOc PnnIpl
zimbio.com

Mengandalkan formasi 4-4-2, lini tengah tim ini terbilang cukup mengerikan. Bayangkan saja di sana Rabiot dan Ramsey akan ditopang oleh legenda Italia sekaliber Andrea Pirlo dan bintang asal Prancis, Paul Pogba. Lini yang tak kalah mentereng adalah tiga pemain di lini depan.

Insting membunuh Luca Toni di depan gawang lawan akan ditopang oleh kekuatan Fernando Llorente yang bisa bermain melebar.

Sementara di posisi bertahan terdapat empat bek veteran. Fabio Cannavaro, Dani Alves, Lucio, serta Patrice Evra siap menjadi benteng solid Juventus dalam skuat gratisan ini. Sementara untuk posisi penjaga gawang ada rekrutan gratis mereka dari Fiorentina pada tahun 2015 lalu, Neto.

Jika dilihat dari best eleven pemain gratisan Juventus ini memang tidak semua pemain mampu memberikan gelar. Tapi jika mereka disatukan dalam sebuah kesebelasan tentu saja ini akan menciptakan tim yang cukup kuat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Jadi Rekrutan Anyar Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Adrien Rabiot resmi menjadi pemain anyar Juventus setelah ia berhasil melewati tes medis yang dilakukan di Turin pada Senin (1/7) lalu. Sang gelandang datang ke Juventus dengan status free agent dari Paris Saint-Germain (PSG).

Adrien Rabiot sudah setuju untuk menandatangni kontrak berdurasi lima tahun bersama Bianconerri. Media-media Italia mengabarkan bahwa pria 24 tahun itu akan mendapatkan upah sebesar 7 juta Euro per musim. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A.

Sebelum resmi menjadi pemain anyar Juventus, Rabiot kerap kali dikaitkan dengan beberapa klub raksasa Eropa. Diantaranya adalah Manchester United, Tottenham Hotspur, Liverpool, serta Barcelona. Ia menjadi buruan dari klub-klub tersebut karena sudah merasa tak betah di PSG.

Adrien Rabiot - Juventus - PSG - @juventusfcen 3
twitter.com/juventusfcen

Salah satu hal yang membuatnya merasa gerah di PSG adalah, kurang besarnya gaji yang ia terima. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menolak setiap tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan oleh manajemen Les Parisiens semenjak pertengahan tahun 2018 lalu.

Situasi kontrak yang tak kunjung usai membuat Thomas Tuchel memutuskan untuk mengasingkan Rabiot sepanjang paruh kedua musim 2018-19 lalu. Manejemen PSG pun memutuskan untuk mendaratkan Leandro Paredes pada bursa transfer musim dingin lalu untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Rabiot.

Bagi Bianconerri, Rabiot merupakan pemain kedua yang mereka datangkan dengan status free agent tahun ini. Sebelumnya, mereka sudah sepakat untuk mendaratkan Aaron Ramsey dari Arsenal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Pemain Gratisan Juventus yang Tampil Memukau

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang bergulirnya musim 2019-2020 Juventus sudah mendapatkan tiga pemain baru, dua di antaranya digaet secara gratis. Mereka adalah Aaron Ramsey dari Arsenal dan Adrien Rabiot dari Paris Saint-Germain.

Keberhasilan Juve mendatangkan dua gelandang itu secara cuma-cuma kian membuktikan kelihaian mereka di meja runding. Ya, klub berjuluk Si Nyonya Tua selama ini dikenal cukup sukses dengan strategi transfer gratisannya.

Mulai dari era Luciano Moggi, Giuseppe Marotta, hingga saat ini Fabio Paratici yang menjadi Direktur klub, kilau Juventus sebagai klub terbesar di Serie A selalu mampu membawa pemain-pemain bintang untuk datang. Dan tentu saja Ramsey maupun Rabiot bukan transfer gratisan pertama yang mereka lakukan.

Sudah cukup banyak pemain yang kontraknya habis di klub sebelumnya, berhasil digaet klub asal Turin itu. Bahkan banyak pula di antara mereka yang meraih sukses kendati berstatus cuma-cuma. Untuk itu Football5star.com sudah merangkum lima pemain gratisan Juve yang sukses:

  • Andrea Pirlo
Andrea Pirlo gabung Juventus secara gratis dari AC Milan pada 2011.
sportsnet.ca

Kehebatan Andrea Pirlo sempat dinyatakan habis pada akhir musim 2010-2011. Hal ini disebabkan oleh kariernya yang mulai meredepu bersama AC Milan. Kontraknya yang berakhir di akhir musim itu pun akhirnya tidak diperpanjang oleh manajemen klub.

Pirlo yang sudah memikirkan untuk melanjutkan karier di luar Italia akhirnya mengubah haluan. Ia tidak menyangka jika Juventus yang saat itu baru saja memulai kebangkitan bersama Antonio Conte menginginkan jasanya. Tanpa berpikir panjang sang legenda menerima pinangan klub kota Turin 2011 lalu.

Dan benar saja, Pirlo menjadi salah satu simbol di balik kembalinya Juve menguasai Italia. Total tujuh gelar berhasil ia persembahkan untuk Si Nyonya Tua. Ketika kendali klub beralih dari Antonio Conte ke Massimiliano Allegri, perannya pun tetap vital. Menariknya, Allegri adalah pelatih yang membuangnya dari Milan.

  • Paul Pogba
Paul Pogba - Josep Maria Bartomeu - Barcelona - talkSPORT
talksport.com

Kejelian I Bianconeri dalam mendatangkan pemain gratis tidak hanya pada mereka yang sudah berusia senja. Hal ini terbukti ketika manajemen mendapatkan Paul Pogba dari Manchester United pada 2012 lalu. Keputusan Juve ini sempat menimbulkan tanda tanya karena sang gelandang saat itu baru 19 tahun dan hanya bermain untuk tim U-21 United.

Tapi Juve membuktikan perjudiannya kali ini tepat. Pogba yang disia-siakan Setan Merah ketika itu menjelma menjadi sosok tak tergantikan di Stadion Allianz selama empat musim. Empat scudetto, dua Coppa Italia dan dua Supercoppa berhasil ia persembahkan untuk klubnya itu.

Tidak hanya prestasi untuk klub, Pogba juga mampu membangun kerja sama apik dengan pemain sekaliber Andrea Pirlo. Dari total 178 penampilan ia sukses menggelontorkan 34 gol serta 43 assist. Keuntungan Juve pun tidak hanya sebatas trofi saja, tapi juga materi ketika mereka menjualnya kembali ke United senilai 85 juta pounds.

  • Dani Alves
dani alves and leonardo bonucci sportsclub
sportsclub.com

Kasus Dani Alves ini mungkin sedikit berbeda dari dua nama di atas. Dia selama ini memang dikenal sebagai pemain yang memberi jaminan tim yang dibela akan juara. Walau begitu tetap saja apa yang ia torehkan di Stadion Allianz luar biasa.

Datang ke Turin pada 2016 lalu setelah jasanya sudah tak terpakai di Barcelona, Alves mampu menjaga konsistensinya di lapangan. Ia mampu tampil di 33 pertandingan dengan mencetak enam gold an tujuh assist.

Kehebatannya pun tidak sampai di situ. Kendati hanya semusim berseragam putih-hitam, ia sukses mempersembahkan gelar Serie A dan Coppa Italia. Pemain asal Brasil ini pun menjadi aktor di balik keberhasilan Juve menembus final Liga Champions sebelum dikalahkan Real Madrid 1-4.

  • Sami Khedira
khedira juventus sampdoria football5star tuttomercatoweb com
tuttomercatoweb.com

Sami Khedira juga jadi simbol kesuksesan Juventus dalam mendatangkan pemain gratisan. Ia digaet klub milik Andrea Agnelli ketika performanya sedang berada di puncak. Apalagi ketika itu dia bermain untuk Real Madrid dan menjadi andalan utama di lini tengah.

Tapi Beppe Marotta membuktikan kejeniusannya. Ia berhasil meyakinkan sang gelandang agar tidak memperpanjang kontrak di Madrid dan menerima pinangan Juve pada 2015 lalu dengan gratis. Keputusannya pindah ini pun terbukti jitu karena ia langsung diplot sebagai pengganti Andrea Pirlo di lini tengah.

Khedira memang tidak melulu tampil untuk Si Nyonya Tua. Tapi hal itu bukan karena dirinya kalah bersaing dari pemain lain, melainkan masalah cedera yang selalu menghantuinya tiap musim. Hingga saat ini pemain asal Jerman itu sudah mengoleksi 127 penampilan dengan torehan 21 gol.

  • Emre Can
Kerja keras dan performa apik Emre Can dalam laga Juventus vs Atletico Madrid dipuji Allegri.
tuttomercatoweb.com

Demi Juventus, Emre Can rela menolak tawaran menggiurkan dari Liverpool untuk memperpanjang masa baktinya di Anfield. Ia bahkan sampai berbicara langsung pada Juergen Klopp terkait keinginannya untuk memperkuat Juventus di musim 2018-2019 lalu.

Mau tidak mau, Liverpool dengan berat hati melepas pemain andalannya itu secara gratis ke Juventus. Walau sempat mengalami masalah cedera di awal musim, Can mampu bangkit di paruh kedua dengan terus diandalkan Massimiliano Allegri di lini tengah.

Dikontrak hingga 2022 mendatang, pemain berpaspor Jerman ini mampu membuktikan ekspektasi tinggi orang-orang padanya. Di musim pertamanya saja ia sukses mencatatkan 37 penampilan di semua ajang dan mencetak empat gol. Salah satu gol pentingnya adalah saat menjadi penentu kemenangan Juventus atas rivalnya, Napoli, dengan skor 2-1 Maret lalu.

Masih terlalu dini memang memprediksi jika Ramsey dan Rabiot bisa sukses seperti lima pemain di atas. Tapi jika melihat karier mereka di klub sebelumnya, tentu kemungkinan itu sang terbuka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Selangkah Lagi Resmikan Adrien Rabiot

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masa depan dari mantan gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Adrien Rabiot, sudah semakin jelas setelah sang pemain tiba di Turin pada Minggu (30/6) lalu. Ia datang ke Turin untuk meresmikan kepindahannya ke Juventus dengan status free agent dari PSG.

Kedatangan Adrien Rabiot ke Turin diumumkan oleh akun sosial media resmi Juventus yang mengunggah gambar serta sebuah video kedatangannya. Berdasarkan laporan dari media-media setempat, pria 24 tahun itu akan diresmikan sebagai gelandang anyar Bianconerri dalam waktu 48 jam ke depan.

Rabiot sudah tak lagi merumput semenjak Desember 2018 lalu. Pelatih PSG, Thomas Tuchel sudah tak lagin ingin memberikannya kesempatan bermain karena sang pemain kerap kali menolak tawaran perpanjangan kontrak yang disodorkan oleh PSG.

Adrien Rabiot - Juventus - PSG - @juventusfcen 2
twitter.com/juventusfcen

Sebelum datang ke Turin, Liverpool, Bayern Munich, dan Manchester United dikabarkan siap menampung Rabiot pada musim 2019-20 mendatang. Namun, ia memutuskan untuk datang Juventus untuk bermain di bawah arahan Maurizio Sarri.

Rabiot merupakan pemain kedua yang didatangkan dengan status free agent pada bursa transfer kali ini. Sebelumnya, Bianconerri sudah resmi mendapatkan Aaron Ramsey yang kontraknya tak diperpanjang oleh Arsenal.

Selain sudah melepas Adrien Rabiot, PSG juga sudah resmi merelakan kepergian pemain muda, Timothy Weah. Pemain 19 tahun itu resmi hijrah ke Lille dengan mahar sebesar 9,5 juta Euro dan sudah mendatangani kontrak berdurasi lima tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Adrien Rabiot Dinilai Sempurna Untuk Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan penjaga gawang PSG, Gianluigi Buffon, mengatakan bahwa Adrien Rabiot adalah sosok yang tepat untuk mengisi lini tengah Juventus. Menurutnya, tipikal permainan Adrien Rabiot merupakan gabungan dari Paul Pogba, Claudio Marchisio, dan Arturo Vidal.

Dalam beberapa pekan terakhir, Juventus dikabarkan menjadi klub terdepan untuk mengamankan jasa Adrien Rabiot. Bahkan, sang pemain juga telah memberikan konfirmasi bahwa dirinya sedang melakukan pembicaraan dengan Bianconerri.

“Rabiot adalah sosok yang luar biasa. Dia adalah pemain yang sangat hebat. Dia juga adalah sosok yang sangat baik di luar lapangan. Dia adalah sosok rekan setim dambaaan semua pesepak bola,” kata Gianluigi Buffon dikutip dari laman Football Italia.

Adrien Rabiot - Gianluigi Buffon - PSG - Juventus - Sportsmole
Sportsmole

“Rabiot memiliki gaya bermain yang sempurna. Dia memiliki kekuatan seperti Pogba , yang dibangun layaknya sebuah lemari kayu. Keberanian seperti Vidal, dan dinamisme seperti Marchisio. Saya yakin dia akan menjadi sosok yang bisa mencetak setidaknya 10 gol dalam satu musim,” katanya menambahkan.

Sebelum dikaitkan dengan Juventus, nama Adrien Rabiot disebut-sebut menjadi buruan utama dari Arsenal, Bayern Munich, dan Manchester United. Ketiganya tertarik untuk mendatangkan Rabiot karena kontrak sang pemain dengan PSG akan habis pada akhir Juni mendatang.

Situasi kontrak Rabiot membuatnya tak lagi bermain semenjak Desember 2018 lalu. Ia sudah menjadi sosok yang diasingkan oleh PSG semenjak awal musim 2018-19 lalu karena tak kunjung menyetujui kontrak anyar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Rabiot Akui Negosiasi dengan Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, mengakui dirinya sedang negosiasi dengan Juventus setelah kontraknya bersama Paris Saint-Germain (PSG) habis pada akhir musim lalu.

Rabiot jadi properti panas di bursa transfer ini. Sebab, ia berstatus free agent. Mulai dari Barcelona, Real Madrid, Manchester United hingga Inter Milan mengejar tanda tangannya. Kini, Juventus juga meramaikan persaingan.

Bianconeri bahkan dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan ibunda sang pemain, Veronique yang juga merangkap sebagai agennya.

Direktur Juventus, Fabio Paratici menginginkan Rabiot di musim depan untuk dipasangkan dengan Aaron Ramsey di lini tengah. Kedatangan pemain 24 tahun itu nantinya akan membuat lini tengah Juventus musim depan akan sangat mengerikan.

“Juventus adalah klub besar yang diinginkan setiap pemain. Memang benar, kami sedang melakukan pembicaraan,” ucap Rabiot di Football Italia.

rabiot-psg-thiago silva
Getty Images

Pemain kelahiran 3 April 1995 ini memulai karier sepak bolanya di akademi Creteil pada 2001. Penampilan Rabiot kemudian menarik minat tim muda PSG yang merekrutnya pada 2010.

Ia membela tim kedua PSG hingga 2014. Sembilan penampilannya bersama tim kedua PSG membuat naik kelas untuk membela tim utama tim kaya Prancis itu pada 2012.

Sayangnya Rabiot tak langsung untuk masuk ke skema PSG. Pada 2013, ia sempat dipinjamkan ke Toulouse. Pemain yang memulai karier timnas di level U-16 ini pada musim ini telah memainkan 1500 menit dan cetak 2 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]