Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, meminta tolong kepada suporter agar tak lagi memaksa datang ke Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Sebab, jangan sampai kompetisi tak diizinkan karena ulah oknum tak bertanggung jawab.

Pada Minggu, 29 Agustus memang ada belasan oknum Bonek yang tiba-tiba datang ke Stadion Wibawa Mukti. Kedatangan mereka ke stadion karena dapat kabar Persebaya Surabaya bakal bermain melawan Borneo FC hari itu.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi
Pikiran Rakyat

Akan tetapi, nyatanya kabar tersebut cuma hoaks. Tim berjuluk Bajul Ijo itu baru akan bertarung melawan Borneo pada Sabtu (4/9/2021). Tentu, Aji Santoso berharap hal itu tak lagi terulang.

“Saya sudah sampaikan berputarnya kompetisi tidak dengan mudah kita harus apresiasi LIB, PSSI, Menpora dan kepolisian yang telah beri izin kompetisi berputar. Artinya untuk bisa berjalan sangat susah, kita harus mendukung dengan prokes ketat baik suporter dan manajemen,” ungkap Aji Santoso.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi
Suara.com

“Untuk suporter saya berharap permintaan pribadi dan tim mohon untuk kompetisi kali ini jangan ada satupun yang datang. Bukan berarti kami tidak dukung, kami sangat butuh dukungan tapi untuk saat ini butuh doa dari rumah,” sambung Aji

Aji Minta Oknum Jangan Coreng Nama Persebaya Surabaya

Aji menyebut kalau ulah oknum suporter yang nekat bisa saja mencoreng nama Surabaya. Tak cuma itu, Bajul Ijo sebagai sebuah tim bisa saja dirugikan karena ulah oknum tak bertanggung jawab.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi

“Jangan karena beberapa suporter nama Persebaya tercoreng ini yang dikhawatirkan. Kami yakin kemarin di Surabaya mendukung dari rumah dan tidak ada menonton bareng di Surabaya saya mohon doa supaya kami bisa tampil bagus,” tutup Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Surabaya Soal Jadwal Liga 1: Waktunya Sudah mepet!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya tampaknya mulai jengah menanti kejelasan soal jadwal Liga 1 2021-22 yang belum juga dirilis. Mereka mengatakan kalau waktunya sudah sangat mepet.

Penantian pencinta sepak bola Indonesia untuk menyaksikan kompetisi strata satu bergulir sebentar lagi akan berakhir. PSSI dan PT LIB sudah mendapatkan lampu hijau dari sejumlah pihak terkait untuk menggulirkan liga pada 27 Agustus mendatang.

Akan tetapi, nyatanya hingga kini PT LIB belum juga merilis jadwal. Padahal, idealnya klub sudah mendapatkan jadwal kompetisi sepekan sebelum kick-off. Hal itulah yang disuarakan pelatih tim berjuluk Bajul Ijo, Aji Santoso.

Persebaya Surabaya Soal Jadwal Liga 1: Waktunya Sudah mepet!

“Waktu sudah sangat mepet. Seharusnya hari ini (kemarin), kami sudah dapat jadwal pertandingan,” ungkap Aji.

Jadwal Liga 1 Dibutuhkan Persebaya untuk Pelajari Lawan

Persebaya Surabaya Soal Jadwal Liga 1: Waktunya Sudah mepet!

Sejatinya, dengan mendapatkan jadwal lebih cepat, klub jadi bisa mempersiapkan calon lawannya jauh-jauh hari. Ini tentu menjadi sebuah ujian bagi para pelatih, tak terkecuali Aji santoso.

“Kami akan bisa lebih mempersiapkan dengan baik. Jadi, misal pekan pertama bertemu tim A, kemudian tim B, maka kami bisa memperhitungkan (strategi) yang pas,” tutup dia.

Persebaya Surabaya Soal Jadwal Liga 1: Waktunya Sudah mepet!

Sebelumnya, PT LIB mengaku mungkin akan mengeluarkan jadwal kompetisi paling lambat pada 24 Agustus mendatang, alias tiga hari jelang kick-off. Rencananya jadwal jua akan dirilis per seri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Beri Tanggapan Positif Terkait Penundaan Liga 1

gamespool
Persebaya Beri Tanggapan Positif Terkait Penundaan Liga 1 15

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, tidak mau terlalu memusingkan diundurnya kick-off Liga 1 2021-22. Aji malah memberikan tanggapan positif terkait keputusan Kemenpora dan PSSI terkait nasib kompetisi.

Awalnya, PSSI dan PT LIB sepakat untuk menggelar Liga 1 pada 20 Agustus mendatang. Akan tetapi, pandemi Covid-19 yang masih belum mereda membuat PSSI memutuskan untuk mengundur gelaran Liga 1 ke 27 Agustus 2021.

“Cuma akan ada penyesuaian saja. Sudah tugas pelatih seperti itu. Tidak ada dampak signifikan,” tegas Aji Santoso dikutip Football5star dari laman resmi Bajol Ijo.

Persebaya - Liga 1 - persebaya. id
persebaya.id

“Kalau menurut saya, penundaan jadi tanggal 27 jadi lebih fair buat tim yang belum latihan. Kita juga ada waktu lagi untuk mematangkan strategi,” imbuh pelatih berumur 51 tahun itu.

PERSEBAYA AKAN TERUS MANTAPKAN PERSIAPAN

Lebih lanjut, Aji memastikan persiapan Bajol Ijo tidak akan terganggu dengan kembali diundurnya kick-off Liga 1. Aji mengaku sedang mencari tim untuk menjadi lawan uji coba Bajol Ijo.

Akan tetapi, Aji cukup kesulitan mencari lawan uji coba untuk timnya. Ia pun memastikan Persebaya hanya akan menggelar laga internal andai gagal mendapatkan lawan uji coba.

Persebaya - Liga 1 - persebaya. id 3
instagram.com/officialpersebaya

“Inginnya sih uji coba dengan tim Liga 3, 2 dan 1. Tapi waktu juga mepet, masih PPKM juga jadi tidak mudah. Kalau tidak bisa kita ganti dengan internal game saja,” tuntas Aji.

Andai tak kembali diundur, Bajol Ijo bakal memulai Liga 1 2021-22 dengan kekuatan penuh. Mereka sudah memiliki skuat yang siap tanding dan hanya kehilangan Koko Ari yang sedang menjalani proses rehabilitasi cedera lutut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jose Wilkson Bikin Lawan Gemetar, Begini Reaksi Pelatih Persebaya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain baru Persebaya Surabaya, Jose Wilkson, sukses bikin lawan gemetar saat uji coba kontra Persela Lamongan. Aksinya itu dikometari pelatih Persebaya, Aji Santoso, yang berharap Wilkson bisa tampil konsisten.

Baru direkrut, penampilan Wilkson memang tampaknya mulai menjanjikan buat tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. Pemain asal Brasil itu berhasil mencatatkan hattrick dalam kemenangan 3-1 Persebaya atas Persela Lamomgan di Stadion Surajaya, Senin (28/6/2021).

Tentu, aksi Jose Wilkson itu menjadi sinyal bahwa Persebaya Surabaya kini sudah menemukan pengganti sepadan David Da Silva. Jelas hal itu disambut positif oleh Aji Santoso. Namun, Aji tak mau terlalu jemawa. Sebab, menurutnya semua ini baru sebatas laga uji coba.

Aji Santoso menegaskan Persebaya Surabaya tak akan lagi merekrut pemain lokal yang sudah jadi. Jose Wilkson Bikin Lawan Gemetar, Begini Reaksi Pelatih Persebaya
Jose Wilkson Bikin Lawan Gemetar, Begini Reaksi Pelatih Persebaya 19

“Saya harap Jose Wilkson tetap jadi goal getter Persebaya. Kami menunggu pertandingan pertama dengan level yang sama, tentunya ini (hattrick lawan Persela) akan membuat kepercayaan diri Wilkson lebih tinggi lagi,” ungkap Aji Santoso.

Soal kemenangan Bajul Ijo, Aji Santoso mengaku penampilan anak asuhnya lumayan memuaskan. Terlebih, Jose Wilkson dan kawan-kawan sukses membongkar permainan Persela yang memainkan strategi bertahan yang baik.

“Lawannya bagus karena melakukan compact defend yang bagus, ini sebagai evaluasi. Babak kedua kami lebih menyerang, ada perubahan taktikal formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3, memasukkan Hambali (Tolib) dan Marselino (Ferdinan), terbukti bagus, kami lebih mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Ansan Greeners Bisa Masuk Rencana Masa Depan Persebaya Surabaya

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Didatangkan dalam usia yang masih muda, Bruno Moreira menjadi proyeksi masa depan Persebaya Surabaya. Jika penampilannya menjanjikan pada Liga 1 mendatang, bukan mustahil pemain berumur 22 tahun itu akan terus diikat The Green Force.

Memang, ada hal yang cukup menarik dalam aktivitas transfer Persebaya Surabaya musim ini. Jika diamati seluruh pemain asing rekrutannya berusia di bawah 30 tahun.

Bruno Moreira Persebaya Surabaya 1 - Instagram @officialpersebaya
Instagram @officialpersebaya

Taisei Marukawa, yang menjadi rekrutan asing pertama, saat ini berusia 24 tahun. Lalu penyerang asal Brasil, Jose Wilkson, baru saja menginjak usia 29 tahun pada 22 Maret lalu.

Dua rekrutan lain, Bruno Moreira dan Alie Sesay juga sama-sama masih berusia produktif. Alie Sesay saat ini berusia 26 tahun. Sementara, Bruno Moreira yang pernah membela Ansan Greeners pada 2000, malah jauh lebih belia. Dia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-22 pada 8 April lalu.

Jiwa Muda Persebaya Surabaya Kian Kental

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengatakan punya pertimbangan khusus dengan kebijakan transfer tersebut. “Pemain asing usianya di bawah 30. Si Bruno itu kelahiran 1999. Artinya, ketika usia-usia ini mereka dalam kondisi puncak. Itulah salah satu pertimbangan saya,“ ucap Aji Santoso dikutip Football5star.com dari laman resmi PT LIB.

Aji Santoso - Persebaya Surabaya - Liga 1 2020 - persebaya. id 2
Persebaya.id

Aji Santoso mengatakan, dengan merekrut pemain-pemain asing berusia produktif, Persebaya Surabaya juga melakukan investasi. Jika kemudian pemain tersebut cocok dengan skema tim, bisa saja dijadikan proyeksi jangka panjang Persebaya.

“Kalau umpamanya dia bermain dengan bagus akan lebih enak, kami tidak perlu mencari pemain lagi tinggal meneruskan,” tutur Aji menambahkan.

Masuknya empat pemain asing itu membuat Persebaya Surabaya kian kental dengan jiwa muda. Rata-rata pemain mereka pada musim 2021 adalah 24 tahun. Dari 27 pemain yang ada, hanya tiga berusia di atas 30 tahun. Sementara, 13 di antaranya berusia di bawah 23 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Apresiasi Langkah Persebaya Gaet Bruno Moreira

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya kembali kedatangan pemain baru. Kali ini mereka menggaet pemain asal Brasil, Bruno Moreira.

Bruno resmi meneken kontrak selama semusim bersama Bajol Ijo. Langkah ini pun disambut positif oleh pelatih kepala, Aji Santoso.

Bahkan Aji Santoso berharap banyak pada gelandang yang baru berusia 22 tahun. Dia membuka peluang untuk menambah durasi kontrak pemain anyarnya itu andai tampil memuaskan.

persebaya - bruno moreira
ligaindonseiabaru.co.id

“Jika dia bermain bagus musim ini bisa jadi untuk musim depan kami tidak perlu repot lagi cari pemain asing,” ungkap legenda timnas Indonesia seperti dikutip Football5star dari laman resmi Bajol Ijo, Selasa (15/6/2021).

“Dengan itu bisa jadi nantinya kontrak dia bisa lebih panjang,” sambungnya. Kedatangan Bruno sekaligus melengkapi skuat Persebaya Surabaya.

Ya, pemain yang pernah berseragam Ansan Greeners ini merupakan rekrutan terakhir klub jelang bergulirnya Liga 1 Juli mendatang. Dengan skuat yang sudah lengkap dan kompetisi menyisakan satu bulan lagi, Aji Santoso bisa leluasa mempersiapkan skema permainan.

Bruno sekaligus jadi legiun asing keempat yang didatangkan klub kebanggaan warga Surabaya. Sebelumnya mereka sudah lebih dulu mengamankan jasa Alie Sesay, Taisei Marukawa, dan Wilkson.

Untuk mengarungi Liga 1 2021, Persebaya memang aktif di bursa transfer. Pasukan Aji Santoso sudah lebih dulu mendatangkan Satria Tama, Rivaldi Bawuo, Reva Adi, Ady Setiawan, serta Samsul Arif.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Surabaya Akhirnya Dapatkan 3 Pemain Asing Sekaligus buat Liga 1

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya akhirnya mengumumkan sudah mendapatkan tiga pemain asing sekaligus untuk menatap Liga 1 2021-2022. Meski, saat ini manajemen Persebaya masih belum mengungkapkan sosok-sosoknya.

Seperti diketahui, Persebaya baru saja mendapatkan jasa Taisei Marukawa yang lolos tes medis beberapa waktu lalu. Pemain asal Jepang itu menjadi pemain import perdana yang didatangkan skuat berjuluk Bajul Ijo itu untuk menatap musim baru Liga 1.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, tak menampik timnya sempat gerak lambat belanja pemain asing. Namun yang jelas, saat ini sudah ada tiga pemain asing datang, salah satunya Taisei. Soal dua sosok pemain asing lainnya, Candra belum bisa membeberkannya.

Skuat Persebaya Surabaya yang akan dihadapi Persib Bandung pada 8 besar Piala Menpora 2021 sangat disegani Robert Alberts. Persebaya Surabaya Akhirnya Dapatkan 3 Pemain Asing Sekaligus buat Liga 1

“Sebenarnya kan kalau aturan regulasi pemain asing belum resmi kita dapatkan. Karena Persebaya pakai acuan tahun lalu saja. Pakai 4 pemain asing ya kita berupaya untuk memenuhi kuota itu,” ungkap Candra Wahyudi kepada awak media.

“InsyaAllah sudah tiga yang pasti. Satu (Jepang) sudah. Dua lagi dalam proses kedatangan. Nanti kita lihat yang satu ini kita tunggu final regulasinya seperti apa,” smabung dia.

Terkait sosok pemain asing baru Persebaya Surabaya, Candra memberikan bocorannya. Dia bilang kalau dua pemain import timnya baru kali ini mentas di Indonesia.

“Mereka belum pernah main di Indonesia. Semua pemain dari pelatih. Manajemen yang mewujudkan untuk kedatangan mereka,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 1 2021 Tanpa Degradasi Rawan Pengaturan Skor

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Wacana PSSI yang ingin menggulirkan Liga 1 2021 tanpa adanya degradasi justru rawan terjadi pengaturan skor. Hal itu disuarakan oleh pelatih Persebaya, Aji Santoso, yang menilai Liga 1 akan kehilangan daya tariknya kalau menghapus degradasi.

Seperti diketahui, belakangan memang suporter ramai membicarakan soal Liga 1 2021 tanpa degradasi di media sosial. Sejumlah klub Liga 1 pun menyatakan sikapnya. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula menolak mentah-mentah usulan tersebut. Suporter pun dengan tegas menolak wacana itu.

Aji Santoso pun mengakui kalau Liga 1 bakalan cenderung monoton andai degradasi dihapus oleh PSSI. Bahkan, menurutnya kompetisi bisa berjalan tak sehat andai dipaksakan tanpa degradasi.

Aji Santoso menegaskan Persebaya Surabaya tak akan lagi merekrut pemain lokal yang sudah jadi. Liga 1 2021 Tanpa Degradasi Rawan Pengaturan Skor

“Kalau Liga 1 digelar tanpa adanya degradasi itu intinya ya kurang seru. Jadi menurut saya akan lebih baik apabila ada degradasi. Karena kalau ditiadakan itu akan rawan pengaturan skor,” ungkap Aji Santoso singkat saat dihubungi oleh awak media.

PSSI sendiri sebelumnya berkukuh menyebut wacana menghapus degradasi di Liga 1 2021 merupakan usulan klub. Usulan itu kemudian dibawa dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk dibahas. Setelah dibahas di rapat Exco PSSI, usulan dari klub-klub itu akan dimintakan persetujuan dalam Kongres Tahunan PSSI yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 29 Mei

“Bahwa Exco PSSI mengakomodasi surat permohonan dari sebagian besar klub Liga 1 dan Liga 2 tentang permohonan kompetisi tanpa degradasi. Namun tetap ada promosi, juara Liga 1 dan juara Liga 2 tetap ada,” kata Plt Sekjen Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso: Persebaya Tak Butuh Tambahan Pemain Lokal Lagi

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya memang gagal berprestasi pada perhelatan Piala Menpora 2021. Tim asuhan Aji Santoso tersisih pada perempat final setelah kalah 2-3 dari Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/4/2021).

Meskipun demikian, Aji Santoso tak kecewa. Dia malah puas dengan skuat yang mengarungi Piala Menpora 2021. Eks bek kiri timnas Indonesia itu optimistis Rachmat Irianto cs. akan mampu berbuat banyak saat mengarungi Liga 1 2021.

Aji mengisyaratkan, Persebaya tak akan lagi aktif memburu pemain lokal. Fokusnya saat ini hanyalah menanti pemain asing untuk melengkapi skuat yang sudah ada.

Para pemain muda Persebaya Surabaya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Persib Bandung di perempat final Piala Menpora 2021.
persebaya.id

“Kalau (soal) pemain, saya hanya membutuhkan pemain asing. Pemain lokal, kecuali kalau saya menemukan pemain muda yang di atas rata-rata, mungkin saya akan ambil. Tapi, untuk pemain-pemain jadi, mungkin sepertinya tidak,” urai Aji Santoso dalan konferensi pers selepas laga Persib vs Persebaya seperti dikutip Football5Star.com.

Lebih lanjut, Aji mengungkapkan kepercayaan kepada para pemain muda yang menghuni skuat Persebaya pada Piala Menpora 2021. “Saya lihat anak-anak ini sudah sangat layaklah untuk bisa berkompetisi musim depan,” ujar pelatih berumur 51 tahun itu.

Aji Siapkan The Young Guns

Marselino Ferdinan masih berumur 16 tahun tapi sudah masuk tim utama Persebaya Surabaya asuhan Aji Santoso.
persebaya.id

Menilik keterangan Aji Santoso, Persebaya Surabaya pada Liga 1 2021 dipastikan jadi the young guns. Sebagai gambaran, dari 25 pemain yang didaftarkan pada Piala Menpora 2021, hanya 2 orang yang berumur kepala tiga. Mereka adalah Samsul Arif (36 tahun) dan Rendi Irwan (33 tahun).

Selebihnya, para pemain muda sangat dominan. Delapan di antaranya berumur di bawah 21 tahun. Marselino Ferdinan bahkan baru berumur 16 tahun. Adapun pemain berumur 20-an tahun yang tertua adalah Mokhamad Syaifuddin (28 tahun).

Keyakinan Aji Santoso terhadap para pemain muda Persebaya Surabaya bukan tanpa sebab. Secara teknik dan mental, mereka sudah teruji di Piala Menpora 2021. Terutama saat menghadapi Persib Bandung pada perempat final.

Meskipun tertinggal 0-3 dan kehilangan kiper Satria Tama yang terkena kartu merah, tim asuhan Aji Santoso tak patah semangat. Mereka malah tampil dominan dan terus menekan pertahanan Persib hingga mampu mencetak dua gol balasan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Kartu Merah Satria Tama, Begini Kata Pelatih Persebaya Surabaya

Soal Kartu Merah Satria Tama, Begini Kata Pelatih Persebaya Surabaya 40

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, buka suara soal kartu merah Satria Tama kala lawan Persib Bandung, Minggu (11/4/2021). Dia mengaku kalau memang Satria pantas mendapat kartu karena pelanggaran yang dilakukannya.

Dalam partai di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu, Bajul Ijo, julukan Persebaya memang harus bermain 10 pemain sejak akhir babak pertama. Satria harus diusir wasit karena dianggap menyentuh bola di luar kotak penalti. Kondisi itu sempat bikin perjuangan Persebaya berat.

Akan tetapi, Aji pun ogah mengambinghitamkan keputusan wasit saat Persebaya takluk 2-3 dari Persib. Dia juga ogah mengklaim kalau Persebaya harusnya mendapatkan penalti pada penghujung pertandingan.

Hasil Persib Bandung vs Persebaya Surabaya

“Kalau memang Satria Tama harus fair itu kartu. Karena, dia menyentuh bola di luar kotak. Soal penalti pun tadi saya dari jauh jadi tak melihatnya. Ya mungkin wasit lebih tahu. Mungkin dianggap wasit tak penalti, tapi jujur saya tak tahu tadi karena begitu cepat kejadiannya,” ungkap Aji Santoso usai pertandingan.

Eks pelatih Persela Lamongan itu mengaku bangga dengan perjuangan Persebaya saat ladeni Persib. Sempat tertinggal tiga gol, mereka memang nyaris menyamakan kedudukan meski cuma sanggup mengejar dua gol saja.

“Saya bangga dengan pemain-pemain saya, sempat tertingal 0-3 lalu mengejar 2-3. Bahkan ketika main 10 orang, Persebaya Surabaya bisa cetak gol. Tak ada yang salah dengan pemain saya, hanya gol yang terjadi terlalu cepat. Ketika 10 vs 10 justru kami kuasai pertandingan,” tutup Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ekspektasi Tinggi Aji Santoso Kepada Para Pemain Muda Persebaya

gamespool
Ekspektasi Tinggi Aji Santoso Kepada Para Pemain Muda Persebaya 44

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memastikan bakal mengandalkan banyak pemain muda pada gelaran Piala Menpora 2021. Menurutnya, Piala Menpora merupakan tempat sempurna bagi para pemain muda untuk menguji kemampuannya.

Persebaya memang membawa cukup banyak pemain muda untuk menjalani partai babak grup Piala Menpora 2021. Beberapa diantaranya adalah Ernando Ari, Koko Ari Araya, dan Marsellino Ferdinan.

“Untuk Piala Menpora saya berikan kesempatan bagi pemain muda. Saya ingin memberi jam terbang, paling tidak di kompetisi nanti mereka tidak kaget, karena sudah merasakan atmosfer pertandingan,” kata Aji Santoso dikutip football5star dari laman resmi klub.

Aji Santoso - Persebaya - Pemain Muda - Piala Menpora 2021 - persebaya. id
persebaya.id

Sementara itu, kapten Persebaya, Rachmat Irianto, mengaku sudah tak sabar ingin menjalani partai Piala Menpora. Ia pun mengakui skuat Bajol Ijo mendapat tekanan tinggi dari masyarakat Surabaya.

“Karena ini pertandingan pertama, pasti akan sulit dan sarat tekanan. Tapi itu bukan alasan untuk tidak tampil memberikan yang terbaik dan meraih hasil positif,” tegasnya.

Persebaya tergabung di grup C Piala Menpora 2021. Mereka akan bersaing dengan tim-tim tangguh seperti Madura United, Persik Kediri, Persela Lamongan dan PSS Sleman demi meraih tiket berlaga di babak gugur.

Bajol Ijo akan menjalani partai perdananya pada Selasa (23/3) mendatang. Rencananya, mereka akan menghadapi Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada pukul 18.15 WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persebaya Surabaya Bereaksi Soal Komentar Irfan Jaya

Pelatih Persebaya Surabaya Bereaksi Soal Komentar Irfan Jaya 48

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, bereaksi soal komentar Irfan Jaya yang kini berseragam PSS Sleman. Dia tak masalah Irfan mau membocorkan taktiknya di Piala Menpora 2021 nanti.

Seperti diketahui, Irfan Jaya memang sudah tak lagi berseragam Persebaya untuk musim 2021. Dia bakalan membela panji PSS Sleman. Menariknya, Irfan bakalan segera kembali bersua ke klub yang membesarkan namanya itu dalam waktu dekat, yakni di Piala menpora 2021.

Hal itu setelah PSS dan Persebaya berada dalam satu Grup, yakni Grup C. Selain PSS dan Persebaya Surabaya, ada pula Madura United, Persela Lamongan dan Persik Kediri dalam grup tersebut.

Pelatih Persebaya Surabaya Bereaksi Soal Komentar Irfan Jaya Aji Santoso Pelatih Persebaya: Harusnya Kalau Liga 1 Dilanjutkan, Formatnya Sama Gaya Berlatih Aji Santoso Terinspirasi dari Sosok Fabio Capello

Nah, dalam sebuah kesempatan Irfan Jaya menyebut akan membocorkan taktik Aji Santoso kepada PSS. Aji sendiri tak mau pusing dengan komentar Irfan. Persebaya akan bermain dengan caranya sendiri.

“Tidak masalah, itu nggak apa-apa silakan saja. Memang Irfan pernah main di Persebaya, tapi menurut saya tidak ada masalah,” kata Aji Santoso.

Persebaya Surabaya, kata Aji, punya banyak variasi bermain. Jadi, ketika Irfan membocorkan strateginya, jelas tak akan berpengaruh besar. Karena Aji punya banyak rencana dalam skuat Persebaya saat ini.

“Kami juga punya banyak alternatif untuk memainkan pemain-pemain yang ada, jadi menurut saya tidak ada masalah,” pungkas pelatih yang juga sempat menangani Persela Lamongan tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hansamu Yama Dikonfirmasi Tak Lagi Perkuat Persebaya Surabaya

Hansamu Yama Dikonfirmasi Tak Lagi Perkuat Persebaya Surabaya 52

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya dikonfirmasi tak akan diperkuat oleh Hansamu Yama untuk kompetisi musim 2021. Hal itu diakui secara langsung oleh pelatih Persebaya, Aji Santoso, yang menyebut Hansamu sudah pamitan.

Persebaya sebenarnya sudah kehilangan banyak pemain pentingnya untuk 2021. Setelah para pemain asing yang sudah menemukan pelabuhan baru, mereka juga ditinggal oleh Irfan Jaya hingga Fandry Imbiri.

Kali ini, gantian Hansamu Yama yang dikonfirmasi angkat kaki dari klub kebanggaan masyarakat Surabaya dan sekitarnya itu. Kepergian Hansamu jua sudah diamini oleh Aji Santoso. Pelatih yang baru saja resmi memperpanjang kontrak dengan Persebaya itu mengaku tak bisa menghalangi keinginan Hansamu pergi.

Hansamu Yama Dikonfirmasi Tak Lagi Perkuat Persebaya Surabaya Hansamu Yama Jadi Rebutan Tiga Klub Luar Negeri Sekaligus Soal Makan Sembarangan, Sosok Ini Ingin Jangan Hanya Pemain yang Disalahkan

“Hansamu sudah pasti keluar (dari Persebaya). Dia juga sudah pamitan dengan tim. Semuanya memang tergantung keputusan dari pemain. Kami tak bisa memaksa,” ungkap Aji Santoso saat dihubungi oleh awak media.

Aji tak tahu ke mana Hansamu akan pergi. Namun yang jelas, dia mendukung karier ke depannya bagi pemain jebolan SAD Indonesia tersebut. “Saya tidak tahu klub mana tetapi mungkin sudah ada pilihannya,” sambung mantan nakhoda Arema FC itu.

Hansamu didatangkan oleh Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2019 dari Barito Putera. Dia sebenarnya jadi salah satu pemain penting di kubu Bajul Ijo. Musim lalu, Hansamu total memainkan 31 pertandingan buat Persebaya dengan mengemas tiga gol dan satu assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Dibuat Lega oleh Kabar Manajemen Persebaya Surabaya

Aji Santoso Dibuat Lega oleh Kabar Manajemen Persebaya Surabaya 56

Football5Star.com, Indonesia – Aji Santoso akhirnya dibuat lega oleh kabar dari manajemen Persebaya Surabaya. Hal itu setelah dia dipastikan akan tetap menjadi nakhoda Persebaya untuk mengarungi kompetisi musim 2020.

Sebenarnya, Aji juga sudah beberapa kali menyiapkan rencana buat skuat Bajul Ijo menjelang Piala Menpora 2021. Namun, dia baru mendapat kepastian bertahan usai mendapatkan kabar dari manajemen Persebaya, Kamis (25/2/2021).

Pelatih berlisensi AFC A Pro tersebut mengaku tidak mengalami kendala dalam negosiasi kontrak baru. Aji justru mengapresiasi manajemen Persebaya yang secara profesional memberikan kepastian lewat kontrak terbaru.

Aji Santoso Pelatih Persebaya: Harusnya Kalau Liga 1 Dilanjutkan, Formatnya Sama Gaya Berlatih Aji Santoso Terinspirasi dari Sosok Fabio Capello

“Saya sudah berkomunikasi dengan manajer tim, pak Candra, kalau saya sudah 100 persen bertahan dengan Persebaya Surabaya. Saya tetap melatih per musim. Tidak ada prakontrak dan sebagainya. Tapi memang ada sedikit penyesuaian atau adendum,” ungkap Aji Santoso dalam laman resmi klub.

“Saya juga memahami kondisi klub. Asal tidak ada yang dirugikan dari kedua belah pihak, saya kira tidak ada masalah. Saya ini pernah tercatat sebagai pemain Persebaya, saya juga pernah bawa Persebaya juara sebagai pemain. Jadi tidak ada alasan saya untuk tidak melatih tim Persebaya,” sambung Aji.

Kini, Aji Santoso mulai ancang-ancang mempersiapkan pasukannya. Rencananya awal Maret seluruh penggawa Bajul Ijo sudah harus berkumpul untuk melakukan sesi latihan perdana.

“Yang jelas saya harus harus mempersiapkan tim untuk latihan perdana. Saya juga harus membikin program untuk tim Persebaya sampai menjelang Piala Menpora. Kami masih berusaha mempertahankan skuat, seperti yang kita umumkan ke media sejak awal. Harusnya para pemain mendengar kabar itu. Tinggal nanti manajemen berbicara dengan pemain,” tutup Aji Santoso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Surabaya Akhirnya Dapatkan Calon Pemain Asing Baru

Persebaya Surabaya Akhirnya Dapatkan Calon Pemain Asing Baru 60

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya akhirnya mengakui sudah mendapatan calon pemain asing baru untuk mengarungi Liga 1 2021. Namun tim asal Kota Pahlawan itu belum mau membeberkan sosok pemain asing yang sudah menarik perhatian tersebut.

Menatap Liga 1 2021, Persebaya memang tak memiliki pemain asing tersisa. Sebab, empat pemain, yakni David da Silva, Makan Konate, Mahmoud Eid, dan Aryn Williams secara silih berganti pamitan dengan klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Kondisi itu membuat Persebaya Surabaya harus lekas bergerak mencari pemain import baru. Pelatih Persebaya, Aji Santoso, mengakui banyak agen yang menawarkan pemain asing kepadanya. Nah salah satu pemain yang ditawarkan itu mencuri perhatian Aji.

Persebaya Surabaya - Liga 1 2020 - Azrul Ananda - PSSI - @officialpersebaya

“Masih coba saya tampung tawaran yang ada kepada saya. Walau sekarang sebenarnya sudah ada yang menarik hati saya masalah pemain asing. Seluruh posisi ada,” ungkap Aji Santoso saat dihubungi oleh awak media.

Aji menyebut calon pemain asing Persebaya jelas harus sesuai kriteria yang diinginkan. Terlebih empat pemain asing sebelumnya terbilang tampil apik buat Persebaya. “Pastinya untuk pemain asing, harus berkualitas dan bermental baik,” sambung Aji.

Persebaya sendiri kemungkinan akan menjajal beberapa pemain asing dalam turnamen pramusim Liga 1 2021 yang digagas PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Turnamen itu rencananya dihelat dengan durasi 37 hari, yakni dari 20 Maret hingga 25 April.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Surabaya Tak Bisa Tahan Kepergian David da Silva

Persebaya Surabaya Tak Bisa Tahan Kepergian David da Silva 64

Football5star.com, Indonesia – Hengkangnya penyerang asal Brasil, David da Silva, membuat pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, merasa sangat sedih. Menurut Aji, manajemen Bajol Ijo tak bisa menahan keinginan David untuk hengkang.

Seperti yang diketahui, David da Silva resmi meninggalkan Persebaya pada Senin (6/12) lalu. Pemain berumur 31 tahun itu memutuskan untuk hengkang karena nasib Liga 1 yang hingga kini masih belum jelas.

“Saya sendiri sebagai pelatih tentu merasakan kehilangan, karena David sendiri adalah salah satu pemain yang berkualitas. Tetapi kami tidak bisa memaksanya untuk bertahan,” kata Aji Santoso dikutip dari laman Emosi Jiwaku.

David da Silva - Aji Santoso - Persebaya Surabaya - persebaya, id
persebaya,id

Lebih lanjut, Aji juga tak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada David. Menurut Aji, selama memperkuat Bajol Ijo, David merupakan sosok yang sangat populer di mata para pelatih, pemain dan ofisial.

“Apapun itu saya sudah menerima keputusan David. Saya mengirimkan doa terbaik agar David sukses dalam perjalanannya. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada David, yang selama ini sudah bekerja sama dengan baik bersama saya, tim pelatih dan semua ofisial,”tutur Aji.

Ini merupakan kali kedua David memutuskan untuk hengkang dari Persebaya. Pada awal 2019 lalu, David sempat pergi dari Persebaya dan bergabung ke klub Korea Selatan, Pohang Steelers.

Akan tetapi, petualangan David di Korea Selatan tak bertahan lama. Pasalnya, ia hanya mampu mencetak dua gol dari 10 pertandingan dan memutuskan kembali ke Persebaya enam bulan setelahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Harap Format Kompetisi Liga 1 2020 Tak Berubah

Persebaya Harap Format Kompetisi Liga 1 2020 Tak Berubah 68

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, berharap Liga 1 2020 tak berubah format saat dilanjutkan Februari tahun depan. Dia beralasan kalau dengan sistem kompetisi penuh, Liga 1 akan tetap berkualitas.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB yang awalnya kukuh Liga 1 2020 harus dilanjutkan November mulai mencari jalan keluar. Sebab, mereka memang belum juga mendapatkan lampu hijau alias izin keamanan dari pihak kepolisian.

PSSI dan LIB lantas sepakat Liga 1 akan dilanjutkan Februari 2021. Memang, ada opsi untuk menjalankan format dua wilayah karena waktu yang berdekatan dengan pagelaran Piala Dunia U-20 2021.

Menanggapi hal itu, pelatih Persebaya tersebut ingin opsi itu dikaji kembali. Karena menurut Aji Santoso Liga 1 2020 memang sebaiknya terus memakai format yang sama, yakni sistem kompetisi penuh.

Satgas COVID-19 Minta Polri Pertimbangkan Izin Liga 1 2020 Liga 1 Tak Jelas, Begini Reaksi Pemegang Hak Siar Football5Star.com, Indonesia - Pemegang hak siar, Emtek Group, buka suara usai Liga 1 2020 belum jelas nasibnya. Mereka mengerti kondisinya karena memang izin pertandingan di tengah pandemi COVID-19 ini sangat penting. Seperti diberitakan sebelumnya, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya mulai dihelat per Oktober harus kembali ditunda. Alasannya PT LIB tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus meningkat di Indonesia. Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, menyebut kalau memang menggelar kompetisi di tengah pandemi COVID-19 harus ada izin dari pihak berwenang. Meskipun memang ditundanya secara mendadak menganggetkan pihaknya. "Izin pertandingan dari Pihak Berwenang sangat penting. Meskipun kurang nyaman karena terlalu mendadak, tapi penundaan ini bisa kita pahami," kata Harsiwi Achmad kepada wartawan. "Menurut saya lebih baik ditunda daripada di tengah jalan diberhentikan lagi. Saya yakin masalah tidak diberikannya izin ini pasti terdapat pertimbangan yang jauh lebih penting dan lebih besar," sambung dia. Pihaknya jua belum mengalami kerugian karena Liga 1 2020 ditunda kembali. Sebab, kompetisi jua belum berjalan sehingga belum ada program yang dikorbankan. "Secara materil belum ada karena belum tayang. Sedangkan secara potensi revenue juga tinggal digeser ke bulan nanti ada pertandingan Shopee Liga 1," tutup dia. Football5Star.com, Indonesia - Ada beberapa regulasi baru soal pemain di Liga 1 2020, termasuk pergantian yang dibolehkan sampai lima kali. Persebaya: Kalau Ada yang Positif Lagi, Liga 1 Tetap Jalan? Resmi, Jadwal Pekan Keempat Liga 1 2020 Langsung Banyak Big Match! PT LIB Liga 1 2020 Persebaya Minta PSSI Belajar dari Liga Vietnam yang Lanjut Tapi Ditunda Lagi COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu, BNPB Disebut Ragu Izinkan Liga 1 Makan Konate Sempat Terjebak dalam Perang Libia, Kabur Naik Kereta Football5Star.com, Indonesia - Bintang Persebaya Surabaya, Makan Konate, ternyata punya cerita mengerikan dalam karier sepak bolanya. Dia pernah terjebak dalam perang di Libia hingga bingung mau pulang ke Mali. Konate memang sempat memperkuat salah satu Libia, Alakhdhar, pada 2011 sampai 2012. Dia tercatat bermain dalam 12 pertandingan dan itu merupakan klub pertamanya di luar Mali, dan sebelum hijrah berkarier di Indonesia. Walau cuma sebentar, Makan Konate mengalami pengalaman yang tak terlupakan selama di Libia. Dia bahkan melihat dengan mata kepala sendiri orang-orang berperang. Padahal, sebelumnya dia cuma tahu perang melalui film saja. "Ya itu, saya cuma tahu perang lihat dari film atau bagaimana. Tapi ini realitas saya lihat sendiri di Libia. Itu sulit sekali, kaget keluarga kaget juga," ungkap Makan Konate dalam wawancara eksklusif di YouTube Football5Star. https://www.youtube.com/watch?v=8Zkelb0mChw&t Tak sampai di situ, Konate bahkan sempat kesulitan pulang kembali ke Mali karena perang tersebut. Dia dan tiga rekannya sesama pemain asing di Alakhdhar saat itu kebingungan terjebak dalam perang di Libia. "Waktu itu, saya mau pulang juga sulit, Libia masih lockdown belum bisa terbang. Dari kota saya tinggal, sampai Tripoli tak ada pesawat. Klub kasih surat, kita berempat pemain asing, dua Mali satu pantai Gading satu Mozambik," kata Makan Konate. Malahan, Konate akhirnya mencoba pulang dengan menggunakan Kereta dari Benghazi. Dia bersyukur bisa pulang ke Mali dengan selamat meski tak bisa tidur selama perjalanan lantaran dihantui teror perang. "Lalu kita ambil kereta dari Benghazi ke Masri, itu satu malam. Sampai Masri, saya naik pesawat ke Mali. Susah sekali, capek sekali, tak bisa tidur, capek sekali. Alhamdulillah sudah pulang tak ada apa-apa, keluarga juga lega," tutup Makan Konate.

“Saya berharap tetap dengan sistem kompetisi penuh. Agar kompetisinya berkualitas, yang penting waktunya cukup,” kata Aji Santoso dikutip dari Goal.

Direktur Utama (Dirut) PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, belum bisa memutuskan apakah Liga 1 akan berubah format atau tidak. Pihaknya dalam waktu dekat akan merumuskan terkait masa depan Liga 1, beserta formatnya.

“Ini akan dirumuskan minggu depan. Sama LIB dan PSSI, termasuk dapat masukan dari klub-klub Liga 1 saat ini,” ungkap Akhmad Hadian saat dihubungi Football5Star.

“Terpenting yang baik buat mereka. Kita juga harus mengayomi klub-klub juga dan pemain-pemain. Karena menyangkut kontrak pemain dan sponsor,” sambung dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Penyebab Persebaya Surabaya Ogah Liburkan Pemain

Penyebab Persebaya Surabaya Ogah Liburkan Pemain 72

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memutuskan untuk tak memberikan liburan kepada para pemainnya meski nasib Liga 1 2020 masih menggantung. Menurut Aji, para pemain memiliki kewajiban berlatih karena mereka tetap mendapat gaji.

Beberapa tim memang meliburkan pemain-pemainnya sembari menunggu kejelasan nasib Liga 1 2020. Beberapa diantaranya adalah Barito Putera dan PSIS Semarang. Barito Putera hanya mempertahankan 20 pemain di Yogyakarta. Sementara, PSIS baru akan berlatih ketika PSSI sudah memberi kejelasan mengenai lanjutan Liga 1 2020.

“Ada beberapa klub yang meliburkan pemainnya, tapi saya ambil keputusan untuk tetap latihan. Tentu ada beberapa peinstagram.com/officialpersebayanyesuaian dalam menu latihan tentunya,” ujar Aji Santoso dikutip dari laman resmi Persebaya.

Persebaya surabaya - Aji Santoso - Liga 1 2020 - @officialpersebaya 2
instagram.com/officialpersebaya

“Dengan beberapa pertimbangan kita akan tetap latihan seperti biasa. Karena hak-hak pemain juga dipenuhi dengan baik oleh manajemen, jadi wajib latihan,” kata Aji menambahkan.

Persebaya menjadi salah satu tim yang dihantam oleh badai COVID-19. Hal ini pun membuat Aji meminta para penggawa Bajol Ijo untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan dan kebersihan.

“Saya, tim pelatih dan manajemen terus menghimbau agar mereka jaga kondisi, jaga kesehatan, jaga kebersihan. Saya jelas tidak bisa memantau setiap saat kemana mereka pergi.”

“Mereka sudah dewasa, dan mereka pemain profesional mereka harus tahu mana yang baik dan yang buruk buat mereka. Toh itu semua untuk kepentingan karir mereka sendiri,” tandas Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jadwal Diundur, Persebaya Sebenarnya Siap Saja Lawan PSS

Jadwal Diundur, Persebaya Sebenarnya Siap Saja Lawan PSS 76

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya sebenarnya sudah siap tempur lawan PSS Sleman meski akhirnya jadwal diubah. Mereka pada pekan keempat nanti jadinya akan melawan Barito Putera pada 4 Oktober.

Sejatinya, partai PSS vs Persebaya bakal menjadi gong pembuka dilanjutkannya kompetisi yang tertunda sejam Maret lalu. Beberapa hari sebelum laga, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengubahnya. PSS akan melawan Persik Kediri sebagai laga pembuka, kemudian Persebaya hadapi Barito.

Meski pergantian jadwal ini mepet namun tim berjuluk Bajol Ijo tersebut tidak masalah. Pelatih Aji Santoso menerima hasil keputusan LIB meski sebenarnya suda siap lawan PSS.

Persipura - Persebaya - Jacksen f Tiago - persebaya. id

“Tentunya penundaan itu sudah menjadi pertimbangan LIB dan kami menerima. Meskipun memang kami sudah mempersiapkan tim untuk tanggal satu,” ungkap Aji Santoso dalam laman resmi klub.

“Sebagai pelatih saya tidak pernah mengeluh soal jadwal, dengan situasi apapun kami tidak masalah,” sambung dia.

Meski begitu Aji tetap harus menyesuaikan jadwal latihan Makan Konate dkk. Sebelumnya program latihan ditujukan untuk membantu pemain mencapai peak performance saat lawan PSS. Dengan berubahnya jadwal maka akan terjadi beberapa penyesuaia di Persebaya.

“Bukan terganggu sebenarnya, hanya saya harus menyesuaikan jadwal latihan. Karena kemarin saya sudah berikan schedule untuk dua pekan sampai pertandingan lawan Sleman,” tambah dia.

“Tentunya kalau hanya merubah jadwal ya tidak sulit. Karena sudah menjadi kebiasaan pelatih untuk memprogram latihan,” tutup Aji Santoso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Geleng-geleng Lihat Komitmen David da Silva

Aji Santoso Geleng-geleng Lihat Komitmen David da Silva 80

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, merasa sangat kagum dengan totalitas yang ditunjukkan penyerang asing, David da Silva. Menurut Aji, David langsung berlatih meski baru saja melewati penerbangan selama 30 jam.

David tiba di Surabaya pada Jumat (25/9) malam WIB. Pemain 30 tahun itu akhirnya mendarat di Surabaya setelah menyetujui skema rekontrak yang diajukan oleh manajemen Bajol Ijo.

“Saya ucapkan selamat datang untuk David hari ini. Kondisinya memang belum 100 persen. Tapi, saya salut dia langsung ikut latihan padahal baru saja terbang selama 30 jam,” ujar Aji Santoso dikutip dari laman resmi Persebaya.

David da Silva - Aji Santoso - Persebaya - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

Sementara, David mengaku sangat senang karena bisa kembali bergabung ke skuat Bajol Ijo. Ia mengaku akan bekerja keras untuk kembali ke kondisi 100% dan membantu Persebaya tampil maksimal di Liga 1 2020.

“Saya senang bisa bergabung dengan tim dan saya akan berusaha secepatnya untuk kembali ke kondisi terbaik saya,” kata David da Silva dikutip dari sumber yang sama.

Sebelumnya, David sempat membeberkan alasan memutuskan kembali ke pangkuan Bajol Ijo. Ia mengaku kembali ke Surabaya karena mencintai Bajol Ijo beserta para Bonek dan bonita.

“Halo Bonek Bonita saya kembali. Saya sangat senang (bisa kembali). Saya sudah rindu sekali dengan Persebaya dan Bonek,” kata David dalam video yang diunggah Persebaya.

“Saya cinta klub ini. Karena itu, saya ingin kembali. Saya tidak sabar untuk segera ke sini dan berlatih bersama Persebaya. Apalagi, setelah tahu Makan (Konate), Mahmoud, dan Aryn telah bergabung dengan tim.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Minta Bonek dan Bonita Tak Ikuti Persebaya Surabaya

Aji Santoso Minta Bonek dan Bonita Tak Ikuti Persebaya Surabaya 84

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, meminta kepada seluruh Bonek dan Bonita untuk tetap mematuhi peraturan PT LIB dan PSSI. Menurut Aji, suporter harus menaati peraturan tersebut demi kepentingan bersama.

Seperti yang diketahui, PT LIB dan PSSI melarang para suporter untuk hadir di stadion ketika Liga 1 2020 kembali bergulir bulan depan. Larangan ini diberlakukan agar kompetisi bisa berjalan lancar dan tak membua klaster baru penyebaran COVID-19.

“Kalau seumpama nanti itu menjadi aturan final dari federasi, tentunya suporter tidak hanya Bonek, semua harus mematuhi itu,” ungkap Aji Santoso seperti dikutip fooabtll5star.com dari laman resmi Persebaya.

Aji Santoso - Bonek - Persebaya - PSSI - persebaya. id
persebaya.id

Lebih lanjut, Aji juga mendukung putusan PSSI dan PT LIB yang melarang kehadiran suporter di stadion. Menurut Aji, keputusan ini diberlakukan karena PSSI melihat hal yang lebih besar ketimbang hanya kembali menjalankan kompetisi.

“Kalau memang nantinya PSSI memberikan hukuman kekalahan bagi tim yang suporternya berkumpul di stadion, saya mendukung. Karena federasi melihat hal yang lebih besar.”

“Pastinya PSSI dan LIB ingin pertandingan berjalan dengan lancar dan COVID-19 tidak akan menular dan menyebar. Makanya pemikiran ini menurut saya sangat bagus karena kami berkompetisi dalam kondisi tidak normal,” sambung Aji.

Sementara itu, manajer Persebaya, Candra Wahyudi, juga sudah menyiapkan hukuman berat kepada para suporter yang masih membandel. “Kami mengusulkan adanya regulasi yang tegas dan punishment yang tegas pula kalau sampai ada penonton yang hadir.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Alami Krisis Pemain Jelang Bergulirnya Liga 1 2020

Persebaya Alami Krisis Pemain Jelang Bergulirnya Liga 1 2020 88

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso,dibuat pusing dengan cederanya Mahmoud Eid pada laga uji cona, Minggu (20/9) lalu. Cederanya Eid membuat Bajol Ijo mengalami krisis pemain di sektor penyerang.

Persebaya kini hanya memiliki nama Patrich Wanggai yang siap bermain pada partai di kandang PSS Sleman, 1 Oktober mendatang. David da Silva belum bisa dimainkan karena baru akan tiba di Surabaya pada Minggu (27/9) mendatang.

“Ya lini depan sementara ini memang sedang krisis pemain. Kalau Mahmoud tidak bisa main ya pasti saya akan mencari alternatif lain,” kata Aji Santoso seperti dikutip football5star dari laman resmi Persebaya.

Persebaya Surabaya - Mahmoud Eid - Aji Santoso - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

“Memang stok kita menipis dengan belum datangnya David. Jumlah pemain depan kami akan berkurang dengan absennya Mahmoud, striker hanya satu si Patrich aja,” sambung Aji.

Lebih lanjut, Aji juga mengaku tak ingin memaksa Mahmoud Eid bermain melawan PSS. Akan tetapi, ia membuka peluang menurunkan pemain berpaspor Palestina itu pada partai melawan Arema FC, 9 Oktober mendatang.

“Dia (Mahmoud) masih belum bisa latihan. Saya tanyakan, dia bilang masih terasa sakit. Saya tidak mau memaksakan kalau dia memang tidak 100 persen.”

“Tentunya kalau memang dia melawan Sleman tidak 100 persen tidak akan saya masukkan line up, mendingan nanti saja saat lawan Arema ketika dia dalam kondisi yang bagus,” tutup Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya: Kalau Ada yang Positif Lagi, Liga 1 Tetap Jalan?

Persebaya: Kalau Ada yang Positif Lagi, Liga 1 Tetap Jalan? 92

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mempertanyakan kelanjutan Liga 1 2020 andai ada pemain yang positif COVID-19. Hal itu merujuk dari kasus Andri Ibo yang baru-baru ini diumumkan terjangkit virus tersebut.

Seperti diketahui, Liga 1 2020 rencananya akan mulai dilanjutkan pada Oktober mendatang. Menggulirkan kompetisi di tengah pandemi COVID-19, jelas akan sangat riskan. Beberapa pekan lagi liga berjalan, Andri Ibo justru positif COVID-19.

Persebaya melalui Aji Santoso menyebut kalau saat ini memang sangat hati-hati berlatih di tengah pandemi. Karena memang di Indonesia kasus virus corona belum sama sekali menunjukkan penurunan, malah kian bertambah tiap harinya.

Aji Santoso mengingatkan skuat Persebaya Surabaya terkait dua hasil buruk pada awal Liga 1 2020.

“Kami benar-benar harus hati-hati, apalagi sekarang virus Corona ini semakin hari semakin banyak. Saya baca di berita saudara kita ada yang positif. Itu juga bisa menjadi pembelajaran untuk pemain lain lebih hati-hati,” kata Aji Santoso dikutip Emosi Jiwaku.

“Kasihan, sekarang kayak Andri Ibo, saya baca berita dia reaktif, untuk itu kita harus lebih hati-hati,” sambung mantan nahkoda Persela Lamongan itu.

Aji Santoso jua mempertanyakan nasib Liga 1 2020 kalau nantinya ada pemain yang terinfeksi COVID-19 lagi. Karena memang itulah yang diwanti-wanti Persebaya sejak awal.

“Yang jadi pemikiran saya, kalau banyak yang reaktif bagaimana dengan kompetisi. Apakah terus berjalan atau bagaimana? Ini yang harus benar-benar diperhatikan, protokol kesehatan harus menjadi hal yang utama,” pungkas Aji Santoso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Angkat Tangan Soal Situasi Kontrak David da Silva

Aji Santoso Angkat Tangan Soal Situasi Kontrak David da Silva 96

Football5sstar.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengaku tak mau ambil pusing mengenai situasi David da Silva yang tak kunjung menandatangani rekontrak. Menurutnya, situasi kontrak David merupakan masalah manajemen Bajol Ijo.

Hingga saat ini, David memang masih belum tentu bakal kembali membela Persebaya pada lanjutan Liga 1 2020 bulan depan. Pemain berusia 30 tahun itu hingga kini masih berada di Brasil dan terus melakukan negosiasi dengan manajemen Bajol Ijo.

“Masalah David da Silva coba hubungi langsung manejemen. “Saya tentunya tidak bisa menjangkau terlalu dalam. Itu urusan David dan menejemen,” kata Aji Santoso seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Emosi Jiwaku.

Aji Santoso - David da Silva - Persebaya Surabaya - @officialpersebaya 2
instagram.com/officialpersebaya

Alotnya negosiasi antara Persebaya dan David membuat sang pemain dikabarkan siap hengkang ke klub lain. Jawa Pos melaporkan bahwa Borneo FC bisa menjadi salah satu klub yang dituju David apabila hengkang dari Surabaya.

Sebelumnya, David sempat memberi pernyataan mengenai masa depannya di Persebaya. Ia mengaku belum menandatangani rekontrak karena tak puas dengan tawaran yang diajukan manajemen Bajol Ijo.

“Saya selalu terbuka untuk negosiasi dari awal dan sampai sekarang mereka hanya memaksakan. Seperti Anda, saya juga pantas dihormati atas semua yang saya lakukan dan telah lakukan untuk klub ini yang saya cintai dan berharap semuanya akan diselesaikan secepat mungkin,” kata David David.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Petuah Aji Santoso untuk Skuat Timnas U-19 Indonesia

Petuah Aji Santoso untuk Skuat Timnas U-19 Indonesia 100

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menitipkan pesan kepada para pemain timnas U-19 Indonesia yang akan menjalani pemusatan latihan di Kroasia. Aji berpesan agar para pemain tak cepat puas dan selalu bekerja keras demi mendapat garansi starter.

Seperti yang diketahui, Shin Tae-yong sudah memilih 30 nama yang akan dibawa untuk mengikuti pemusatan latihan di Kroasia dalam waktu dekat. Pemusatan latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan tim yang akan bertanding di Piala Asia U-19.

“Pemain harus disiplin dan kerja keras selama pusatan latihan. Persaingan sangat ketat, mereka harus berusaha memberikan yang terbaik untuk merebut posisi inti,” ujar Aji Santoso seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Aji Santoso - Timnas U-19 - Persebaya - kroasia
pssi.org

Lebih lanjut, Aji merasa bangga karena Persebaya mengirim Mochammad Supriadi dan Rizky Ridho ke dalam skuat timnas U-19. Menurut Aji, hal ini menjadi bukti keseriusan Bajol Ijo dalam hal mengembangkan bakat-bakat muda.

“Alhamdulillah dua pemain Persebaya ikut TC timnas. Ini menandakan bahwa Persebaya tidak pernah berhenti untuk mengembangkan pemain muda.”

“Menurut saya kedua pemain itu memang cukup layak diberi kesempatan untuk ikut TC di Kroasia. Memang kedua pemain tersebut punya peluang yang besar untuk bisa terus berkembang,” tutup Aji.

Selain menjalani pemusatan latihan, timnas U-19 rencananya juga akan mengikuti turnamen mini di Eropa. Pada 2 hingga 8 September nanti, mereka akan menghadapi Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Syarat Naturalisasi Panjang, Bagaimana Caranya Baru Datang Langsung Jadi WNI?

Syarat Naturalisasi Panjang, Bagaimana Caranya Baru Datang Langsung Jadi WNI? 104

Football5Star.com, Indonesia – Banyak yang heran dengan datangnya lima pemain belia Brasil yang disebut-sebut akan menjadi nama naturalisasi. Sebenarnya, proses warga asing jadi WNI begitu panjang menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Memang untuk mendapatkan status WNI, tak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang “Kewarganegaraan Republik Indonesia” dijelaskan Pasal 1 ayat 3, soal syarat naturalisasi.

Beberapa di antaranya, bisa berbahasa Indonesia dan mengakui UUD 45. Lalu, sudah tinggal di wilayah NKRI paling singkat 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Nah hal inilah yang disorot oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

Aji Santoso - Persebaya Surabaya - Liga 1 2020 - persebaya. id 2

“Menurut saya dilihat dulu itu untuk naturalisasi atau untuk main di klub? Salah satu syarat naturalisasi harus tinggal di Indonesia lima tahun berturut-turut,” kata Aji Santoso saat dihubungi wartawan.

“Jadi bagaimana caranya kalau baru datang sudah proses naturalisasi. Jadi menurut saya kita lihat dulu perkembangan ke depan. Kita jangan berandai-andai dulu. Mari kita lihat beberapa hari ke depan,” tambah dia.

Aji Santoso menyebut ketimbang cara itu, pihak terkait harusnya bisa memaksimalkan potensi pemain sendiri. Apalagi, banyak pemain Indonesia yang sudah digembleng di luar negeri melalui program Garuda Select.

“Akan lebih baik pemain-pemain kita sendiri yang banyak diberikan kesempatan tampil di Piala Dunia karena belum tentu kita bisa jadi tuan rumah lagi,” tutup Aji Santoso.

PSSI sendiri belakagan memang sudah membantah kalau lima pemain muda Brasil itu jadi bagian proyek naturalisasi. Mereka menyebut kalau hal itu merupakan hak klub untuk datangkan pemain asing ke dalam skuatnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Aji Santoso, Pindah ke Persebaya Langsung Jadi Kapten

Cerita Aji Santoso, Pindah ke Persebaya Langsung Jadi Kapten 108

Football5Star.com, Indonesia – Aji Santoso buka suara usai sempat pindah dari Arema ke Persebaya Surabaya kala masih menjadi pemain. Bahkan dalam tahun pertamanya itu, Aji langsung dipercaya menjadi kapten tim.

Seperti diketahui, Aji Santoso sebenarnya merupakan salah satu pilar penting buat Arema Malang (kini Arema FC). Dia memperkuat Singo Edan pada 1987 hingga 1995 dan sempat mempersembahkan gelar Galatama musim 1992-1993.

Akan tetapi, pada 1995 pria yang kini berusia 50 tahun itu membuat keputusan kontroversial ketika memilih menyebrang ke Persebaya. Aji mengaku saat itu dibujuk langsung oleh banyak senior agar bisa bergabung membela Bajul Ijo.

Aji Santoso Pelatih Persebaya: Harusnya Kalau Liga 1 Dilanjutkan, Formatnya Sama Gaya Berlatih Aji Santoso Terinspirasi dari Sosok Fabio Capello

“Saya tentu senang sekali, apalagi waktu itu pengurusnya banyak dari pioneer, dibantu Iswandi Idris datang ke Malang. Beliau datang supaya saya ke Persebaya Surabaya. Alhamdulillah saya pindah bisa beprestasi, karier saya pun lebih cemerlang,” kata Aji Santoso dalam YouTube resmi Persebaya.

Tak cuma itu, pada tahun pertamanya Aji Santoso langsung dipercaya menjadi kapten Persebaya Surabaya. Dia menyebut kalau memang sudah masuk pantauan tim manajemen dan pelatih semenjak memperkuat Arema.

“Ya tentunya pengurus, pelatih sudah memantau saya sebelum pindah ke sana. Bagaimana mungkin kualitas, di lapangan, di luar, akhirnya di tim baru langsung ditunjuk jadi kapten. Saat itu memang jadi pemain timnas, saya ingat di Chiang Mai, saya ke Persebaya. Ya menurut saya sudah melalui keputusan yang matang,” tutup sosok yang kini menjadi pelatih Persebaya itu.

Latihan Ala Anatoli Polosin Tak Bisa Diterapkan di Timnas Indonesia Sekarang

Latihan Ala Anatoli Polosin Tak Bisa Diterapkan di Timnas Indonesia Sekarang 111

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia pernah dilatih bak militer pada era Anatoli Polosin tapi dianggap tak bisa diterapkan zaman sekarang. Hal itu karena dianggap sepak bola kini sudah memiliki banyak perkembangan.

Hal itu disuarakan oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Dia menyebut kalau memang saat zaman Polosin para pemain Timnas Indonesia digembleng habis-habisan soal fisik. Bahkan latihannya disebut sepertu Kopassus untuk ambil baret merah.

“Jadi kita lari dari hotel ke gunung itu tujuh kilo. Dari bawah gunung lari sampai di atas finis. Dari finis kita lari lagi sampai ke start. Bisa dibayangin, sepatu kets dengan batu banyak,” cerita Aji Santoso soal Anatoli Polosin dikutip dari YouTube resmi Persebaya.

Aji Santoso bilang kalau memang hal itu bukan semata-mata untuk fisik pemain saja, tapi mental. “Memang mental kita kalau tak kiat pasti tak bisa sampai finis. Alhamdulillah latihan mental itu bisa sampai juara SEA Games 1991,” sambung dia.

Kendati begitu, Aji Santoso menyebut teknik latihan keras Anatoli Polosin tak bisa diterapkan dalam Timnas Indonesia saat ini. Sebab, saat ini sepak bola sudah berkembang pesat dan sudah memiliki banyak teknologi.

“Sekarang zamannya sudah berbenda. Gak bisa memang. Untuk latihan mental bisa kita ambil dari sisi lain. Sekarang cara berpikirnya berkemban pesat. Tak bisa lagi cara-cara Anatoli Polosin itu. Meskipun memang latihan mental sangat perlu,” pungkas sosok yang jua turut dalam skuat Timnas Indonesia yang raih medali emas di SEA Games 1991 itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso: Sepak Bola adalah Sumber Kehidupan Saya

Aji Santoso: Sepak Bola adalah Sumber Kehidupan Saya 115

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengaku sangat mencintai sepak bola semenjak jadi pemain. Bahkan, dia sudah memiliki rencana menjadi pelatih saat masih bermain di lapangan hijau.

Aji merupakan salah satu pelatih yang sukses di Indonesia. Dalam karier kepelatihannya, dia pernah membawa Arema FC juarai Piala Presiden 2017, dan mengantarkan Persebaya Surabaya meraih posisi runner-up dalam Liga 1 2019.

Memang, semenjak jadi pemain Aji Santoso sudah mencoba belajar ilmu kepelatihan. Itu semua akhirnya terpakai saat kini dia menjadi nahkoda Persebaya.

Aji Santoso senang melihat Makan Konate bangkit pada laga Persebaya Surabaya vs Madura United.

“Memang ketika jd pemai nsaya sangat cinta dengan profesi saya, sepak bola sumber kehidupan saya. Ketika saya masih bermain, saya memang memiiki rencana apa yang harus saya lakukan setelah pensiun,” ungkap Aji Santoso dalam YouTube resmi Persebaya.

“Saya sudah putuskan saya harus jadi pelatih. Untuk itu saya mempersiapkan jadi pelatih ketika jadi pemain, sudah saya siapkan, contohnya saya harus belajar kounikasi, ketika ada pertemuan saya beranikan untuk tampil,” sambung dia.

Tujuannya saat itu memang untuk belajar komunikasi. Karena menurutnya menjadi pelatih yang baik ialah yang bisa merangkul dan mengerti semua pemain tanpa terkecuali.

“Karena pelatih itu kuncinya komunkasi, agar bisa memahami pemai, saya baca-baca tentang kepelatihan dan sebagainya.. Setelah selesai saya rntis dari lisensi B, sampai A pro License,” tutup Aji Santoso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gaya Melatih Aji Santoso Terinspirasi Sosok Fabio Capello

Gaya Melatih Aji Santoso Terinspirasi Sosok Fabio Capello 119

Football5Star.com, – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengakui kalau gaya melatihnya terinspirasi dari Fabio Capello. Pelatih asal Italia itu disebut merupakan salah satu panutannya dalam menjadi juru taktik.

Aji merupakan salah satu pelatih yang sukses di Indonesia. Dalam karier kepelatihannya, dia pernah membawa Arema FC juarai Piala Presiden 2017, dan mengantarkan Persebaya Surabaya meraih posisi runner-up dalam Liga 1 2019.

Pelatih berusia 50 tahun itu menyebut ada dua sosok yang menjadi inspirasinya, sebagai pemain atau pelatih. “Yang jelas saya dulu ketika jadi pemain, idola saya Andreas Brehme, bek kiri Jerman,” kata Aji Santoso dalam YouTube resmi Persebaya.

Pelatih Persebaya: Harusnya Kalau Liga 1 Dilanjutkan, Formatnya Sama Gaya Berlatih Aji Santoso Terinspirasi dari Sosok Fabio Capello

“Tetapi ketika jadi pelatih saya mengidolakan Fabio Capello, yang sukses bersama AC milan, mantan pemain yang sukses jadi pelatih. Itu yang buat saya tergerak. Capello berkarakter, keras, berdisiplin dan sangat dekat dengan pemain,” sambung dia.

Memang, menjadi pelatih merupakan cita-cita Aji Santoso sejak bermain. Dia bahkan sudah merancang segalanya sejak masih bermain sebagai modal ketika dipercaya jadi pelatih seperti saat ini.

“Ketika jadi pemain, sudah saya siapkan, contohnya saya harus belajar komunikasi, ketika ada pertemuan saya beranikan untuk tampil, tujuan saya untuk belajar komunikasi. Karena pelatih itu kuncinya komunkasi, agar bisa memahami pemain, saya baca-baca tentang kepelatihan dsbnya. Setelah selesai saya rintis dari lisensi B, sampai terakhir dapat A Pro,” tutup Aji Santoso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]