Bisa Apa Timnas Qatar Hadapi Timnas AS di Semifinal Piala Emas 2021?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar akan menjalani semifinal Piala Emas 2021, akhir pekan nanti. Al-Annabi akan menghadapi timnas AS di Stadion Q2, Jumat (31/7/2021) pukul 06.30 WIB. Mereka akan melampaui jejak Korea Selatan pada 2002 andai mampu lolos ke final. Pertanyaannya, mampukah mereka menaklukkan The Yanks?

Tak bisa disangkal, menghadapi AS adalah tantangan berat bagi Qatar. The Yanks adalah salah satu tim terkuat di Amerika Utara dan Tengah. Lalu, sejak 2005, hanya sekali The Yanks gagal lolos ke final. Itu terjadi pada Piala Emas 2015. Ketika itu, mereka takluk 1-2 dari Jamaika pada semifinal.

Dari segi prestasi, Qatar jelas tertinggal jauh. Juara Piala Asia 2019 adalah satu-satunya prestasi Al-Annabi. Sebelumnya, jangankah juara, sekadar lolos ke semifinal pun mereka tak pernah. Capaian terbaik mereka adalah menembus perempat final pada 2011.

Almoez Ali masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Emas 2021.
Getty Images

Meskipun demikian, bukan berarti Qatar tak punya kans untuk mengalahkan AS pada semifinal Piala Emas 2021 nanti. Tim asuhan Felix Sanchez Bas punya cukup modal untuk membuat kejutan besar. Modal utama mereka tentu saja lini depan yang apik. Dari empat semifinal, merekalah tim tertajam dengan torehan 12 gol.

Dalam empat pertandingan dari fase grup hingga perempat final, Al-Annabi selalu mencetak setidaknya 2 gol. Striker Al-Annabi, Almoez Ali, juga sekarang berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak. Striker Al Duhail itu telah mengemas 4 gol. Dua di antaranya dicetak ke gawang El Salvador pada perempat final lalu.

Ali juga merupakan salah satu pemain dengan kontribusi terbaik pada Piala Emas 2021. Dia total berkontribusi pada 5 gol timnya. Selain mencetak 4 gol, dia juga membuat 1 assist. Itu sama dengan rekannya di lini depan, Akram Aziz. Bedanya, Aziz membuat 2 gol dan 3 assist bagi timnas Qatar.

Timnas Qatar Hanya kalah dari Meksiko

Abdulaziz Hatem jadi senjata rahasia Qatar dari lini kedua.
Getty Images

Di Piala Emas 2021, statistik penyerangan timnas Qatar hanya kalah dari Meksiko. Di antaranya dalam jumlah tembakan akurat dan penciptaan peluang emas. Al-Annabi melepaskan 6,5 tembakan akurat per laga, sedangkan El Tri melepaskan 6,8 tembakan akurat per laga.

Lalu, dalam empat pertandingan, Qatar membukukan 13 peluang emas. Itu hanya terpaut 2 peluang emas dari yang dibukukan Meksiko. hal serupa juag terlihat pada kegagalan menciptakan peluang emas. Al-Annabi melewatkan 10 peluang, sedangkan El Tri melewatkan 12 peluang.

Modal lain Qatar adalah ketajaman lini kedua. Mereka punya gelandang Abdulaziz Hatem yang telah mencetak 3 gol. Gol-gol itu pun dicetak pada tiga pertandingan beruntun, yakni menghadapi Grenada, Honduras, dan El Salvador. Di daftar pencetak gol terbanyak, hanya ada satu gelandang lain yang mencetak 3 gol, yakni Stephen Eustaquio (Kanada).

Keberadaan Hatem membuat Qatar punya opsi lain ketika Ali kesulitan membobol gawang lawan. Apalagi, mereka juga punya para pemberi umpan apik. Selain Akram Aziz, masih ada bek kanan eksplosif, Pedro Miguel. Jika Afif sudah membuat 3 assist, Miguel sudah membukukan 2 assist.

Akram Afif Harus Bangkit

Akram Afif harus tampil dalam performa terbaik saat timnas Qatar melawan AS pada semifinal Piala Emas 2021.
concacaf.com

Satu hal yang jadi masalah bagi timnas Qatar jelang semifinal Piala Emas 2021 adalah penurunan performa Akram Afif. Pada laga lawan El Salvador, dia memang berkontribusi besar pada gol pertama Al-Annabi yang dicetak Ali pada menit ke-2. Namun, setelah itu, penampilannya menurun. Sering kali dia gagal menguasai bola dengan baik.

Melawan timnas AS yang punya pertahanan apik, Qatar tentu saja membutuhkan performa prima Afif. Tak bisa disangkal, dialah lokomotif serangan Al-Annabi. Kemampuannya menjemput bola, melewati lawan, dan melepaskan umpan-umpan akurat ke depan jadi senjata utama tim asuhan Sanchez.

Statistik membuktikan peran besar Afif bagi Qatar pada perhelatan Piala Emas 2021. Selain memimpin dalam perolehan assist, pemain berumur 24 tahun itu juga memuncaki daftar pembuat umpan kunci per laga dan pembuat peluang emas terbanyak. Dia rata-rata membuat 4,5 umpan kunci dan sudah menciptakan 5 peluang emas.

Pada semifinal Piala Emas 2021, kontribusi besar Akram Afif sangat dibutuhkan Qatar. Pemain Al Sadd itu harus tampil seperti saat lawan Grenada dan Honduras. Ketika itu, dia tampil luar biasa dan menjadi bintang lapangan. Dia akan sangat menentukan dalam membongkar pertahanan The Yanks yang baru kebobolan 1 gol. Andai kembali jeblok, sulit bagi Al-Annabi meneruskan kejutan di Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Akram Afif Tampil seperti Lionel Messi di Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jago mencetak gol, jago pula membuat assist. Begitulah sosok Lionel Messi. Pada gelaran Copa America 2021, La Pulga tampil sebagai pencetak gol terbanyak dan pembuat assist terbanyak. Pada pentas Piala Emas 2021, sosok seperti La Pulga ada pada pemain timnas Qatar, Akram Afif.

Tergabung di Grup D bersama Panama, Grenada, dan Honduras, Qatar tampil apik. Dalam dua laga yang telah dilakoni, Al-Annabi selalu tampil atraktif dan menghibur. Mereka pun sangat subur. Tujuh gol telah dibuat anak-anak asuh Felix Sanchez Bas. Tiga gol di gawang Panama, empat gol di gawang Grenada.

Dalam tujuh gol itu, peran Afif sangat besar. Dia mencetak dua gol dan dua assist. Dalam dua laga, pemain berumur 24 tahun tersebut selalu mencetak satu gol dan satu assist. Itu masih ditambah satu aksinya yang berbuah penalti saat melawan Panama.

Kilau Afif sebetulnya tidaknya mengagetkan. Selama bertahun-tahun, bersama Almoez Ali, dia digadang-gadang sebagai pasangan emas di timnas Qatar seperti Tsubasa dengan Misaki pada serial kartun Kapten Tsubasa. Dua tahun lalu, dia pun terpilih sebagai Pemain Terbaik Asia 2019, mengalahkan Alireza Beiranvand dan Tomoaki Makino.

Itu tak terlepas dari performa apik saat timnas Qatar menjuarai Piala Asia. Sepanjang turnamen, dia memang hanya mengemas 1 gol. Namun, koleksi assist-nya luar biasa. Dia membuat 11 umpan berbuah gol dalam 7 pertandingan. Itu hampir 3 kali lipat dari pesaing terdekatnya yang hanya membuat 4 assist.

Pada tahun itu, Akram Afif juga mulai menunjukkan ketajamannya. Bersama Al Sadd asuhan Xavi Hernandez di Qatar Stars League 2019, dia mengemas 15 gol dan mengantar klubnya juara. Koleksi 15 gol membuat Afif jadi pencetak gol terbanyak bersama Yacine Brahimi dari Al Rayyan.

Akram Afif Ingin Jadi Inspirasi

Performa apik dan kesuksesan yang diraih sejauh ini sesuai dengan harapan Akram Afif. Sejak awal, dia memang ingin jadi inspirasi bagi generasi baru pesepak bola di negerinya. Hal itu disampaikan setelah dirinya resmi direkrut Villarreal dan dipinjamkan ke Sporting Gijon pada 2016. Dia menorehkan sejarah sebagai pemain Qatar pertama yang tampil di pentas LaLiga.

“Tentu saja sebuah kehormatan bagiku jadi pemain Qatar pertama di LaLiga. Aku mewakili negeriku, timnasku, Aspire (Academy), dan aku ingin menginspirasi generasai berikutnya pemain sepak bola Qatar untuk bermain di LaLiga atau liga-liga Eropa lainnya,” ungkap dia kala itu seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).

Secara tidak langsung, Afif ingin meneruskan jejak apik keluarganya di sepak bola Qatar. Ayahnya, Hassan Afif, bukan pemain sembarangan. Sebelum jadi warga negara Qatar, dia adalah pemain timnas Somalia pada 1972 hingga 1980. “Ayahku dulu adalah salah satu pemain dengan skill terbaik di Doha dan jadi legenda di Al Gharafa,” kata dia.

Afif pun belum merasa puas. Dia sejak awal tahu misi utamanya adalah membuat tmnas Qatar tampil apik saat jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Berbekal pemain-pemain seangkatannya, dia yakin target itu akan terwujud. Apalagi, mereka selama bertahun-tahun ditangani oleh pelatih yang sama, yaitu Felix Sanchez Bas.

Afif Sempat Dihukum

Jadi figur yang jadi sorotan dan ingin jadi panutan, bukan berarti Akram Afif tidak pernah membuat masalah. Pada Februari lalu, dia mendapatkan hukuman karena komentar pedasnya terkait pertandingan yang dilakoni Al Sadd di semifinal Piala Qatar melawan Al Rayyan.

Akram mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilai tak mampu mengamankan pemain dalam laga yang dimenangi Al Sadd dengan skor 1-0 itu. “Kami bermain me;awan 11 dan setengah pemain,” kata dia. “Aku dikasari berkali-kali dan dicederai tepat di depan wasit. Hal sama juga terjadi pada Hassan Al Haydos.”

Akram Afif sempat dihukum QFA karena mengkritik wasit.
al-sharq.com

Gara-gara itu, Afif dijatuhi hukuman oleh QFA. Selain dikenai larangan main dalam dua pertandingan, dia juga harus membayar denda 3.000 riyal (sekitar Rp12 juta). Toh, itu tak lantas membuat dia terpuruk. Sinarnya masih tetap kemilau. Pada pentas Piala Emas 2021, kiprah apiknya mampu mencuri perhatian dunia.

Rabu (21/7/2021) pagi WIB, performa gemilang Akram Afif akan kembali dinantikan para pencinta sepak bola ketika timnas Qatar berhadapan dengan Honduras. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempat final Piala Emas 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bantai Grenada, Timnas Qatar Buka Peluang ke 8 Besar Piala Emas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar membuktikan diri bukan anak bawang pada gelaran Piala Emas 2021. Minggu (18/7/2021) pagi WIB, tim asuhan Felix Sanchez Bas berpesta gol saat melawan Grenada. Mereka menang 4-0 di Stadion BBVA, Houston. Hasil itu membuat mereka berpeluang lolos ke babak 8 besar.

Pada babak pertama saja, Qatar mampu unggul 3-0. Abdulaziz Hatem, Akram Afif, dan Mohammed Muntari bergantian menjebol gawang Grenada yang dikawal Jason Belfon. Al-Annabi seharusnya bisa unggul lebih besar. Pada menit-menit akhir babak pertama, Afif dan Almoez Ali mendapatkan peluang emas.

Peluang terbaik didapatkan Ali pada menit ke-44. Berawal backpass tak sempurna pemain Grenada, Qatar melakukan serangan. Di kotak penalti, umpan manis Abdulaziz Hatim datang ke kaki Ali yang berdiri bebas di mulut gawang. Tinggal berhadapan dengan kiper dan gawang yang terbuka, dia malah gagal. Bola yang coba didorong ke dalam gawang justru melenceng.

Akan tetapi, Ali langsung membalas kegagalan memalukan itu saat laga Grenada vs Qatar memasuki babak kedua. Baru dua menit berjalan, dia menjebol gawang Belfon setelah menerima umpan silang di dalam kotak penalti. Dalam posisi tak terkawal, dia mampu menyelesaikan peluang dengan sempurna. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai.

Timnas Qatar Hanya Butuh Hasil Imbang

Bintang timnas Qatar dalam laga melawan Grenada adalah Akram Afif. Seperti saat melawan Panama, dia mencetak 1 gol dan 1 assist. Selain menceploskan bola dengan tendangan lengkung dari luar kotak penalti, dia mengirim tendangan sudut yang disundul dengan baik oleh Mohammed Muntari.

Berkat kemenangan telak ini, timnas Qatar membuka peluang lolos ke perempat final. Mereka kini mengantongi 4 poin dari satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sebelumnya, mereka bermain sama kuat 3-3 dengan Panama pada matchday I. Al-Annabi hanya butuh hasil imbang pada laga terakhir untuk melangkah ke perempat final Piala Emas 2021.

Meskipun demikian, mereka akan menghadapi tantangan berat. Lawan terakhir mereka pada Grup D adalah Honduras yang sejak 2000 hanya 2 kali gagal lolos dari fase grup. Honduras juga menangguk kemenangan 4-0 atas Grenada pada matchday I.

Andai mampu lolos ke babak 8 besar, itu akan jadi catatan apik bagi timnas Qatar dalam persiapan mengarungi Piala Dunia 2022 di kandang sendiri. Sebelumnya, dua tahun lalu, mereka tak tampil memuaskan saat jadi tim undangan pada Copa America 2019. Mereka tersisih pada fase grup dengan hanya mengoleksi 1 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Qatar Hampir Buat Kejutan Saat Debut di Piala Emas 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Qatar gagal membuat kejutan pada debutnya di Piala Emas Concacaf. Rabu (14/7/2021) pagi WIB, anak-anak asuh Felix Sanchez Bas hanya imbang 3-3 dengan Panama. Padahal, mereka sempat tiga kali memimpin dalam laga yang diawarnai hasil 0-0 pada babak pertama itu.

Tampil di Piala Emas 2021 sebagai undangan, Qatar tampil lebih bertahan. Sanchez Bas lebih mengandalkan serangan balik saat meladeni Panama. Meskipun demikian, mereka justru lebih berbahaya. Pada 15 menit akhir babak pertama, dua kali Almoez Ali lepas dari jebakan offside. Namun, dia gagal mencetak gol karena ketangguhan kiper Luis Mejia.

Timnas Qatar dan Panama saling berbalas gol pada laga pembuka Grup D Piala Emas 2021.
Getty Images

Laga Qatar vs Panama pada babak kedua berjalan lebih seru. Kedua tim saling berbalas gol. Akram Afif membuka skor pada menit ke-48, tapi disamakan oleh Rolando Blackburn hanya tiga menit berselang. Qatar kembali unggul, kali ini lewat Almoez Ali pada menit ke-53, tapi lagi-lagi disamakan Blackburn hanya 5 menit kemudian.

Qatar lagi-lagi unggul untuk kali ketiga setelah penalti Hassan Al-Haydos menggetarkan jala gawang Mejia pada menit ke-63. Namun, keunggulan itu lagi-lagi gagal dipertahankan. Panama kembali menyamakan kedudukan. Gol penalti Al-Haydos dibalas gol penalti pula oleh Eric David pada menit ke-79.

Akram Afif Tampil Gemilang

Terlepas dari hasil akhir yang mengecewakan itu, acungan jempol tetap patut diberikan kepada timnas Qatar. Terutama gelandang Akram Afif. Dia tampil sangat gemilang dalam laga yang berlangsung di Houston tersebut. Tiga gol Al-Annabi tak lepas dari kontribusinya.

Gol pertama Qatar jelas-jelas dicetak oleh Afif. Lalu, gol kedua yang dicetak Ali berasal dari umpan terobosannya yang membelah pertahanan Panama. Adapun gol ketiga dari penalti Al-Haydos didapatkan Al-Annabi setelah Afif dijatuhkan di kotak penalti.

Akram Afif tampil gemilang saat Qatar imbang 3-3 dengan Panama di Grup D Piala Emas 2021.
Getty Images

Selain Akram Afif, pemain lain yang tampil apik adalah Almoez Ali. Berkat golnya di gawang Panama, striker berumur 24 tahun itu mencatatkan prestasi unik. Dia kini tercatat sebagai pencetak gol di tiga turnamen internasional di tiga konfederasi. Sebelumnya, dia mencetak gol di Piala Asia dan Copa America.

Ali mengemas 9 gol saat timnas Qatar menjuarai Piala Asia 2019 yang digelar di Uni Emirat Arab. Lalu, dia mencetak 1 gol dalam laga lawan Paraguay pada Copa America 2019. Seperti halnya di Piala Emas 2021, Al-Annabi kala itu juga tampil dengan status tim undangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

KOLOM: Ketajaman Mata Xavi

Football5Star.com, Indonesia – Xavi Hernandez dikenal sebagai gelandang istimewa. Orang-orang menyebutnya sebagai maestro lini tengah, master umpan, dan pakar assist. Itu karena memang dia sangat jeli dalam mengatur ritme permainan dan melepaskan umpan.

Sepanjang membela Barcelona dari 1998 hingga 2015, tak kurang dari 180 assist diberikan Xavi Hernandez. Sekitar 50-an pemain merasakan umpan indah sang maestro dan melesakkannya menjadi gol.

Timnas Qatar membuktikan kebenaran prediksi Xavi Hernandez di Piala Asia 2019.
gulfnews.com

Hal itu berlanjut di Al Sadd. Meskipun datang dengan umur tak lagi muda, 35 tahun, kemampuannya tak luntur. Dalam 100 laga awal saja, mantan pemain timnas Spanyol tersebut mampu membuat 65 assist. Sungguh luar biasa.

Kini, ketajaman mata Xavi Hernandez kembali jadi buah bibir. Namun, bukan soal kejeliannya di lapangan. Hal yang membuat dia dibicarakan adalah ketepatan prediksinya soal Piala Asia 2019.

Pada Desember tahun lalu, Xavi diminta membuat prediksi tim-tim yang lolos ke 16-besar, perempat final, semifinal, final, hingga sang juara. Hasilnya mencengangkan. Dia memprediksi tepat sang juara, finalis, tiga dari empat semifinalis, dan tujuh dari delapan tim yang lolos ke 8-besar.

Awalnya, banyak yang mencibir prediksi pemain berumur 39 tahun tersebut. Bagaimana tidak? Dia menjagokan Qatar mengalahkan Korea Selatan pada perempat final, menekuk Australia di semifinal, dan menang atas Jepang pada laga final. Sungguh ramalan yang hampir tak masuk akal.

Bukan Prediksi Asal Bunyi