Nostalgia hari Ini: Timnas Indonesia Bantai Tim Asia Selatan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 21 Juni 2014, menjadi hari yang menyenangkan buat Timnas Indonesia yang membantai salah satu tim asal Asia Selatan. Mereka ialah Pakistan yang digulung empat gol tanpa balas oleh Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Timnas Indonesia yang kala itu diasuh Alfred Riedl memang tampil terengginas sejak peluit pertama ditiupkan. Cristian Gonzales bahkan sudah membuat Indonesia unggul saat pertandingan baru berusia tiga menit. Dia sukses mencatatkan namanya di papan skor usai meneruskan bola pantul hasil tendangan bebas Zulham Zamrun.

Usai gol itu, Indonesia langsung menguasai jalannya pertandingan. Perjuangan Pakistan untuk bangkit kian berat setelah harus bermain 10 orang pada menit ke-27. Hal itu setelah salah satu pemainnya, Saddam Hussain diusir wasit karena melanggar penjaga gawang skuat Garuda, Dian Agus Prasetyo.

Nostalgia hari Ini: Timnas Indonesia Bantai Tim Asia Selatan
Dok. Antara

Achmad Jufriyanto lantas sukses menggandakan keunggulan Indonesia menjelang turun minum. Dia sukses meneruskan bola liar saat terjadi kemelut di depan gawang Ihsanullah.

Usai jeda, Timnas Indonesia dapatkan gol ketiga melalui eksekusi penalti Zulham Zamrun menit ke-59. Skuat Garuda dapat penalti setelah bek Pakistan, Mohsin Ali dianggap menyentuh bola dengan tangannya di kotak terlarang.

Pesta gol Indonesia ditutup oleh gol Dedi Hartono tiga menit jelang laga bubaran. Indonesia pun menang dengan skor mencolok, 4-0 atas Pakistan.

Timnas Indonesia Perkasa

Nostalgia hari Ini: Timnas Indonesia Bantai Tim Asia Selatan
Dok. Bolanet

Usai laga pelatih Pakistan, Muhammad Shamlan, tak menampik Indonesia terlalu perkasa buat anak asuhnya. Apalagi, Pakistan saat itu turun dengan skuat U-23 yang dipersiapkan untuk Asian Games.

“Indonesia bermain lebih berpengalaman. Ini bagus untuk membangun tim kami menjadi lebih berkembang. Saya berterima kasih kepada Asosiasi Sepak Bola Indonesia atas kesempatan ini. Ini bagus untuk persiapan kami menuju Asian Games,” kata Shamlan.

Terkait kartu merah Saddam Husaain, Shamlan pun tak terlalu mempermasalahkannya. Dia pun akan membenahi lini depannya yang acap buang pelaung lawan Timnas Indonesia.

“Bermain dengan 10 pemain membuat kami sedikit kesulitan untuk berkembang. Ini sepak bola. Anda bisa menciptakan peluang. Tapi Anda juga bisa kehilangan tujuh kesempatan untuk mencetak skor. Inilah pertandingan sepak bola,” tutup dia.

Susunan Pemain

Indonesia: Dian Agus; Zulkifli Syukur, Ahmad Jufrianto, M. Roby, Rizky Ripora (Ruben Sanadi 63′), Steven Imbiri (Dedy Hartono 73′), Ahmad Bustomi (Anindito Wahyu 62′), Immanuel Wanggai (Gerald Pangkali 73′), Firman Utina (Samsul Arif 62′), Zulham Zamrun, Cristian Gonzales

Pakistan: Ahsanullah (Saqib Hanif 51′); M. Ahmed, M. Bilal, Faisal Iqbal, Ahsan Ullah, Bilawal Ur Rehman, Mehmood Khan, Saddam Husain, Sher Ali, Mansoor Khan, Abdul Salam

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Timnas Indonesia Hantam Salah Satu Negara Eropa

Nostalgia Hari Ini: Timnas Indonesia Hantam Salah Satu Negara Eropa 7

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia pernah meraih kemenangan melawan salah satu negara Eropa pada 27 Maret 2014 silam. Dialah Andorra yang berhasil ditaklukkan oleh timnas senior di StadionLuis Suner Pico, Alzira, Spanyol.

Seperti diketahui, saat itu Timnas Indonesia di bawah arahan Alfred Riedl sedang melakoni pemusatan latihan (TC) di Spanyol. TC tersebut merupakan salah satu rangkaian persiapan timnas menuuju Piala AFF 2014 yang diadakan di Singapura dan Vietnam.

Andorra menjadi salah satu lawan timnas kala itu. Selain Andorra, skuat Garuda kala itu berkesempatan menantang Kuba dan klub LaLiga, Elche. Nah, kala melawan Andorra, timnas sukses meraih kemenangan 1-0 berkat gol semata wayang Raphael Maitimo.

Timnas yang kala itu diperkuat nama-nama seperti Greg Nwokolo, Rizky Pelu, Zulham Zamrun, hingga Firman Utina memang diunggulkan atas Andorra. Saat itu, Timnas Indonesia berada di urutan 150-an peringkat dunia versi FIFA, sedangkan Andorra peringkat 190-an.

Namun demikian, timnas nyatanya mendapatkan perlawanan sengit dari Andorra. Bahkan, gawang Andritany Ardhiyasa saatitu beberapa kali nyaris dijebol salah satunya via Rubio Gomez menit ke-44. Tapi, tembakannya tak tepat sasaran.

Satu-satunya gol timnas sendiri hadir menit ke-50 melalui titik penalti. Hal itu setelah salah satu penyerang Indonesia dijatuhkan di kotak penalti. Raphael Maitimo yang bertugas sebagai eksekutor, sukses menyepak bola ke pojok gawang sebelah kiri kiper Andorra.

Pelatih Alfred Riedl mengakui kalau timnas harus susah payah menang lawan Andorra. Ada beberapa hal yang jadi alasan, salah satunya faktor cuaca di Spanyol.

“Pertandingan yang cukup berat bagi Indonesia. Andorra juga memberikan perlawanan yang ketat selama pertandingan berlangsung. Hasil imbang sebenarnya sudah bagus. Tapi, ternyata kita malah menjadi pemenang,” ungkap Alfred Riedl.

Melahirkan Sejumlah Rekor

Kemenangan 1-0 atas Andorra melahirkan sejumlah rekor buat Timnas Indonesia. Ini merupakan kemenangan pertama timnas sejak mengalahkan Kyrgyzstan 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 1 November 2013.

Tak cuma itu, timnas juga berhasil meraih kemenangan tandang pertama sejak taklukkan 1-0 Singapura di Piala AFF 2012. Ini juga menjadi kemenangan perdana skuat Garuda di bawah arahan Alfred Riedl sejak mengalahkan 2-1 Malaysia di leg kedua final Piala AFF 2010.

Timnas Indonesia juga pertama kali menang melawan tim asal Eropa. Saat itu, ada banyak nama yang debut bersama timnas senior. Mulai dari Andritany Ardhiyasa, Rizky Pellu, Manahati Lestusen, Bayu Gatra dan Amirul Mukminin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2020: 5 Momen Sedih Sepak Bola Nasional

Kaleidoskop 2020: 5 Momen Sedih Sepak Bola Nasional 19

Football5Star.com, Indonesia – 2020 menjadi salah satu tahun kelabu yang menimbulkan banyak momen sedih di sepak bola Indonesia. Banyak tokoh-tokoh nasional dari lapangan hijau yang meninggal dunia sepanjang tahun ini.

Sepanjang 2020, memang banyak momen pilu yang terasa. Pandemi Covid-19 datang bak petir di siang bolong yang meluluhlantahkan semua sektor, tak terkecuali sepak bola. Bahkan karena virus itu, sepak bola Indonesia sampai saat ini masih mati suri.

Tak cuma Covid-19, sepak bola nasional juga ditinggal banyak sosok yang lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa. Lantas apa saja momen sedih di sepak bola nasional sepanjang 2020? Berikut kaleidoskop 2020:

Meninggalnya Dua Eks Pelatih Timnas

Kabar duka sempat menghampiri sepak bola Indonesia. Pertama, ketika Henk Wullems dinyatakan meninggal dunia pada 15 Agustus 2020. Wullems merupakan pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 1997. Saat itu bersamanya, Indonesia sukses meraih medali perak.

Pahit Manis Henk Wullems Berkarier di Indonesia, dari Juara hingga Paspor Ditahan2

Tak cuma di Timnas Indonesia, Henk Wullems juga sempat menahkodai Bandung Raya bahkan sampai menjadi juara. Saat bersama PSM Makassar pun, dia sukses juara.

Belum selesai duka Wullems, kabar Alfred Riedl meninggal pun menggetarkan publik sepak bola tanah air. Riedl meninggal dunia pada 7 September lalu di Austria pada usia70 tahun.

Alfred Riedl timnas Indonesia Vietnam - affsuzukicup

Riedl tercatat menukangi Timnas INdonesia dalam tiga periode, yakni 2010-2011, 2013-2014,dan 2016-2017. Prestasi terbaiknya jelas mengantarkan Indonesia dua kali raih runner-uo, yakni 2010 dan 2016.

Daryono Pergi di Usia Emas

Mantan kiper Persija Jakarta, Daryono, menghembuskan napas terakhirnya pada 9 November lalu di usia emasnya, yakni 26 tahun. Sudah sejak beberapa pekan terakhir, sang kiper memang dirawat secara intensif karena penyakitnya itu.

Kaleidoskop 2020: 5 Momen Sedih Sepak Bola Nasional Selamat Jalan Daryono, Selesai Sudah Tugasmu Football5Star.com, Indonesia - Mantan bos Persija Jakarta, Gede Widiade, mengaku terpukul dengan kepergian Daryono yang terlebih dahulu berpulang. Dia menyebut kalau almarhum kini sudah selesaikan tugasnya dengan baik untuk membahagiakan penggemarnya. Sudah sejak beberapa pekan terakhir, sang kiper memang dirawat secara intensif karena penyakitnya itu. Dia dilaporkan mengalami Demam Berdarah dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Lampung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta agar dekat dengan keluarganya. Kabar duka tersebut sampai juga ke telinga Gede Widiade. Gede yang sama-sama dengan Daryono bawa Persija ke semifinal zona ASEAN AFC CUp 2018 itu mengaku terpukul ketika mendengar kabar tersebut. "Selamat jalan kiperku, selesai sudah tugasmu untuk membahagiakan penggemarmu. Tenang lah bersama yang Maha Kuasa. Kami selalu mengenangmu sebagai saudara, adik, anak yang baik yang kami cintai. Selamat jalan, doa kami menyertaimu," tulis Gede Widiade dalam Instagram pribadinya. Almarhum memang pernah menjadi salah satu pemain kunci Persija Jakarta saat Andritany Ardhiyasa dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia tercatat 13 kali membela Macan Kemayoran dalam karier sepak bolanya. Paling diingat dari pendukung Persija ialah saat Daryono kesal karena kepemimpinan wasit. Dia sempat geram saat kepemimpinan Mohammed A Khudyar yang dianggap kontroversial saat Persija menjamu Home United, 2018 lalu. Daryono yang berstatus kiper cadangan saat itu emosi. Dia mendatangi wasit dan meluapkan kekesalannya. Kiper yang pada Liga 2 2020 memperkuat Badak Lampung FC itu menunjuk isyarat mata kalau wasit tak melihat kalau Riko sebelumnya jua dilanggar.

Dia sempat dilaporkan mengalami Demam Berdarah dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Lampung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta agar dekat dengan keluarganya.T etapi, publik sepak bola Indonesia dikejutkan dengan kabar berita duka.

Mantan kiper Persija Jakarta, Daryono,meninggal dunia - Cadiz, Badak Lampung FC (twitter @blfcofficial)

Daryono dinyatakan telah berpulang di Rumah Sakit AL dr. Mintoharjo, Jakarta, Senin (9/11/2020) sekitar pukul 04:55 WIB. Dia dimakamkan dengan cara militer.

Ricky Yacobi Berpulang Saat Main Bola

Berita duka menyelimuti sepak bola Indonesia setelah salah satu legendanya, Ricky Yacobi, meninggal dunia karena serangan jantung. Ricky disebut-sebut menghembuskan napas terakhirnya usai bermain sepak bola.

Meninggalnya Ricky Yacobi Jadi Pelajaran Legenda Timnas Indonesia Lain Kronologi Detik-Detik Meninggalnya Ricky Yacobi, Usai Cetak Gol Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Medan Selection

Sabtu, 21 November 2020 pagi, almarhum sebenarnya sedang berolahraga dengan bermain sepak bola di Lapangan A, Senayan. Ricky kabarnya meninggal dunia karena serangan jantung usai mencetak gol dalam pertandingan fun football tersebut.

Almarhum tiba-tiba terjatuh di lapangan. Rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan pertama dengan memompa jantung Ricky. Dia kemudian sempat dilarikan ke RSAL dr Mintohardjo, Jakarta. Namun ketika sampai di rumah sakit, nyawa Ricky Yacobi tak tertolong.

Serangan Jantung Memang Jadi Teror Menakutkan Pesepak Bola

Semasa hidupnya, Ricky merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia pada era 80-an dan 90-an. Dia pernah membawa Timnas Indonesia ke semifinal Asian Games 1986. Ricky juga berhasil mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987.

Persija Ditinggal Legendanya

2020 jua bikin Persija Jakarta ditinggal legendanya, Sofyan Hadi. Almarhum memang sebelumnya menderita kanker tulang sejak 2014 silam. Almarhum wafat pada usia 69 tahun.

Begini Kabar Kesehatan Legenda Persija Sofyan Hadi

Sofyan merupakan legenda paling sukses di Persija. Ketika masih jadi pmain, dia sukses menjadi juara kompetisi 1973, 1975, dan 1979. Usai menggantung sepatu, almarhum yang asli keturunan Betawi itu membawa Persija juara 2001 silam.

Kala itu, dia sukses membuat Macan Kemayoran juara dengan pemain-pemain muda seperti Bambang Pamungkas, Warsidi, hingga Washiyatul Akmal.

Covid-19 Rusak Semuanya

Covid-19 juga menjadi dalang di balik momen sedih di sepak bola Indonesia. Betapa tidak, datang bak petir di siang bolong, virus ini merusak semuanya.

Persipura jayapura menang 4-3 atas Ppersebaya Surabaya pada pekan ke-3 Liga 1 2020.

Pertama, Liga 1 2020 yang digadang-gadang bakal jadi kompetisi paling menarik karena diisi sejumlah pemain bintang, dibuat tak berdaya. Kompetisi strata satu Indonesia ini hanya bisa bertahan hingga tiga pekan saja, sebelum akhirnya mati suri sampai saat ini.

Kini, nyaris semua bintang-bintang mulai angkat kaki dari Indonesia akibat yang ditimbulkan penyakit ini. Teranyar, trio Persebaya Surabaya, Makan Konate, David da Silva, dan Mahmoud Eid terpaksa balik kanan.

PSSI gencar merekrut para pemain keturunan untuk timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20.

Tak sampai di situ, Covid-19 juga merenggut mimpi pemain-pemain muda Indonesia, tepatnya Timnas U-19 yang bermimpi main di Piala Dunia. Sebab, pandemi ini pula yang memaksa FIFA membatalkan pagelaran Piala Dunia U-20 2021 menjadi 2023. Jelas, sebagian besar skuat Timnas U-19 Indonesia saat ini yang sudah berpeluh, bekerja keras, hingga berguru di luar negeri harus diganti generasi baru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Indonesia Ganyang Malaysia

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Indonesia Ganyang Malaysia 24

Football5star.com, Indonesia – 1 Desember 10 tahun lalu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bergemuruh. Tim nasional (timnas) Indonesia membuat publik bersorak gembira dengan meraih kemenangan meyakinkan di laga pembuka Piala AFF 2010. Lawan yang ditekuk bukan tim sembarangan namun rival abadi, Malaysia.

Timnas Indonesia saat itu diasuh oleh mendiang Alfred Riedl. Setelah di Piala AFF 2008 hanya mampu keluar sebagai juara ketiga, di 2010 ada keyakinan dari publik sepak bola nasional, tim Garuda bisa meraih gelar juara.

Berstatus sebagai tuan rumah bersama Vietnam, persiapan timnas untuk tampil di Piala AFF 2010 terbilang cukup baik. Skuat timnas pun diisi kombinasi antara pemain muda dan senior. Sejumlah pemain yang bermain di Piala AFF 2008 masih dipanggil Alfred Riedl.

Di sektor kiper, Markus Horison dan Ferry Rotinsulu yang main di 2008, kembali bermain di 2010 plus satu tambahan kiper muda saat itu, Kurnia Meiga. Di sektor bek, Maman Abdurrahman dan Muhammad Ridwan yang tersisa dari skuat 2008. Untuk posisi gelandang, Riedl hanya memasukkan dua nama dari skuat 2008 yakni, Firman Utina dan Arif Suyono.

Sedangkan untuk lini depan, nama Bambang Pamungkas jadi satu-satunya penyerang timnas di Piala AFF 2008 yang kembali bermain di 2010. Di perhelatan Piala AFF 2010, Riedl juga memanggil satu striker Cristian Gonzales.

Indonesia Ganyang Malaysia2

Bermain di grup A bersama Malaysia, Thailand, dan Laos, tim Merah Putih sempat mendapat cibiran tidak akan mampu melewati babak fase grup. Thailand dan Malaysia jadi favorit di grup A. Maklum saja, Thailand berstatus runner up Piala AFF 2008 serta peraih medali emas sepak bola SEA Games 2007.

Sedangkan Malaysia sebagai rival menyandang status sebagai peraih medali emas SEA Games 2009. Sejumlah pemain jebolan SEA Games 2009 menjadi tulang punggu Harimau Malaya di Piala AFF 2010, salah satunya, Safiq Rahim.

Indonesia ganyang Malaysia

Meski mendapat banyak cibiran, skuat Merah Putih memulai laga pertama babak fase grup A dengan penuh percaya diri. 62 ribu penonton tercatat memadati SUGBK pada 1 Desember 2010. Bagi publik sepak bola nasional, laga melawan Harimau Malaya adalah derbi yang tak boleh dilewatkan.

Mendapat sokongan dari publik nasional, skuat Merah Putih masuk ke lapangan dengan penuh percaya diri. Riedl saat itu menurunkan duet striker, Cristian Gonzales dengan Irfan Bachdim. Bambang Pamungkas dijadikan cadangan oleh pelatih asal Austria tersebut.

Pilihan Riedl tak keliru untuk duet di lini depan. El Loco dibutuhkan untuk berduel dengan pemain belakang Malaysia sementara Bachdim dioptimalkan melakukan pergerakan yang lihai dan membuka ruang. Sedangkan untuk sektor sayap, Riedl mempercayakan kepada si lincah, Oktavianus Maniani.

Indonesia Ganyang Malaysia3

Laga yang dipimpin wasit asal Vietnam, Võ Minh Trí berlangsung sengit sejak menit awal pertandingan. Harimau Malaya sempat menyalak terlebih dahulu lewat gol Norshahrul di menit ke-18. Gol ini berawal dari umpan crossing Safee Ali dari sektor kiri pertahanan timnas.

Bola jatuh ke kaki Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Sepakan kaki kanan pemain Malaysia ini tak mamu diantisipasi dengan baik oleh Markus Horison. 1-0 tim tamu unggul. Namun keunggulan itu tak berlangsung lama. Garuda Merah Putih langsung berikan balasan tiga menit kemudian.

Sepakan Bachdim memanfaatkan umpan dari M.Nasuha membuat bek Malaysia, Asraruddin melakukan gol bunuh diri. Pada menit ke-33, SUGBK kembali bergemuruh. Kerjasama satu dua antara EL Loco dengan Firman Utina membuat Indonesia berbalik unggul 2-1.

Tim asuhan Rajagopal semakin tertekan di babak kedua. Tim Merah Putih menambah tiga gol tambahan lagi, masing-masing dicetak oleh Muhammad Ridwan, Arif Suyono, dan Irfan Bachdim di masa injury time babak kedua.

Keyakinan membuncah di publik sepak bola nasional. Indonesia ganyang Malaysia jadi headline surat kabar saat itu. Harapan untuk bisa meraih gelar juara sepertinya akan terwujud. Sayang seribu sayang, kemenangan 5-1 Indonesia atas Malaysia di 1 Desember 2010 berakhir antiklimaks saat kedua tim bertamu di partai puncak.

Hingga saat ini apa yang terjadi dengan skuat timnas Indonesia di final Piala AFF 2010 masih jadi misteri dan tertutup kabut tebal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alfred Riedl, Diserang karena Jadi Bintang Iklan Tapi Alasannya Bikin Merinding

Alfred Riedl, Diserang karena Jadi Bintang Iklan Tapi Alasannya Bikin Merinding 28

Football5Star.com, Indonesia – Alfred Riedl pernah mendapatkan kritik tajam dari publik Vietnam saat menjadi bintang iklan penanak nasi. Namun saat diketahui maksudnya, Riedl malah bikin bangga masyarakat sana.

Riedl memang begitu dicintai oleh publik Vietnam. Meski tak mampu membawa The Golden Star juara, tapi setidaknya dia turut menjadi salah satu pelatih yang mengubah sepak bola Vietnam kini mengerikan.

Pernah suatu ketika Alfred Riedl menjadi bintang iklan sebuah merk penanak nasi saat menjadi nahkoda Vietnam. Kritik tajam pun datang menghampirinya.

Alfred Riedl timnas Indonesia Vietnam - affsuzukicup

“Suatu kali, pers mengkritiknya dengan keras karena Riedl mempromosikan merek penanak nasi. Namun, mereka tidak tahu bahwa dia mengambil seluruh uang iklan $ 1.500 untuk amal. Saya dan Dokter Hien (Nguyen Trong Hien) ikut dengannya,” ungkap mantan asistennya, Mai Duc Chung, dikutip Zing.

“Saat itu, tim sedang fokus di Nhon (Hanoi). Alfred Riedl bercerita kepada Hien, dia pergi ke desa dekat area berkumpul tim dan mencari tahu siapa orang-orang termiskin di desa ini,” sambung dia.

Lalu Dokter Hien pergi lebih dahulu untuk memantau dan kemudian memberi tahu Riedl. “Dia dan Hien datang ke tempat itu, pergi ke rumah itu untuk memberi 1.500 USD. Dia tidak menyimpan uang. Saya pikir itu adalah perasaan yang sangat hangat dari Riedl,” beber dia.

“Pada masa itu, pers tidak tahu dan mengatakan dia seperti ini dan itu. Namun, dia tidak menjelaskan apapun, Riedl mengabaikannya. Dia memberi tahu Hien bahwa saya melakukan ini untuk orang Vietnam, bukan untuk individu. Saya akan menggunakan uang ini untuk orang miskin,” pungkas Mai Duc Chung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lerby Eliandry Kenang Momennya Bersama Alfred Riedl di Piala AFF 2016

Lerby Eliandry Kenang Momennya Bersama Alfred Riedl di Piala AFF 2016 31

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, baru saja berpulang pada Selasa (7/9/20) di Wina, Austria. Tentu saja kabar ini menjadi kabar duka untuk seluruh warga dan tokoh sepak bola Indonesia, termasuk pemain Bali United, Lerby Eliandry.

Seperti yang diketahui, Lerby mendapat panggilan pertamanya ke timnas senior oleh Alfred Riedl saat kompetisi Piala AFF 2016.

“Beliau orang yang sangat baik dan pelatih Timnas Senior pertama yang memanggil saya masuk ke dalam skuadnya. Beliau memberikan kepercayaan yang sangat luar biasa kepada saya,” ucap Lerby seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

https://www.instagram.com/p/CE4FzmpgRAx/

Lerby melanjutkan, “saya sangat hormat dan respek dengan Beliau, karena tanpa jasa Beliau mungkin karier sepak bola saya tidak seperti saat ini. Kepercayaan itu membuat saya termotivasi untuk menjadi pemain yang terus belajar dan berusaha menjadi seorang penyerang terbaik.”

Pada kompetisi itu skuad Garuda finis sebagai runner-up dan Lerby berhasil mencetak gol perdananya untuk timnas senior melawan Thailand di pertandingan pertama.

“Pengalaman dan kesempatan saat Piala AFF 2016 sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan bersama pelatih Alfred. Perjuangan dan kenangan bersama Beliau akan selalu saya ingat dalam perjalanan karier saya sebagai pesepakbola di Indonesia. Selamat jalan pelatih Alfred, terima kasih atas jasamu untuk Indonesia,” ujar Lerby Eliandry.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alfred Riedl Bersama Indonesia Pernah Bikin Sakit Hati, Tapi Vietnam Tetap Cinta

Alfred Riedl Bersama Indonesia Pernah Bikin Sakit Hati, Tapi Vietnam Tetap Cinta 35

Football5Star.com, Indonesia – Meninggalnya Alfred Riedl masih membuat suporter Timnas Vietnam merasa sangat kehilangan. Bahkan meskipun mereka pernah dibikin sakit hati saat disingkirkan Riedl bersama Indonesia di Piala AFF 2016.

Mantan anak buah Riedl, Mai Duc Chung, baru-baru ini mengungkapkan kedekatannya dengan nahkoda asal Austria tersebut. Dia mengungkap banyak sekali momen-momen indah yang dilewati oleh Timnas Vietnam bersama Riedl.

Dia jua tak pernah lupa terakhir kali bersua dengan Alfred Riedl pada 2016 lalu. Saat itu, Timnas Indonesia arahan Riedl sukses menyingkirkan Vietnam di semifinal Piala AFF 2016 setelah menang 4-3 secara agregat.

Alfred Riedl Bersama Indonesia Pernah Bikin Sakit Hati, Tapi Vietnam Tetap Cinta Masyarakat Vietnam Tak Akan Pernah Lupa Jasa-Jasa Alfred Riedl

“Saya melihatnya lagi beberapa kali. Pada 2016, Coach Riedl memimpin Indonesia lawan Vietnam saat menyingkirkan kami di Piala AFF. Saat itu kami dipimpin oleh pelatih Nguyen Huu Thang,” ungkap Mai Duc Chung dikutip dari Zing.

“Tim Indonesia berlatih di lapangan VFF. Berkat itu, kami bertemu lagi. Dua orang saling berpelukan, tangan gemetar dengan wajah bahagia,” sambung dia.

Mai Duc Chung menggambarkan sosok Riedl sebagai pelatih yang bersahaja dan tak pernah lupa rekan lama. Bahkan, saat itu dia sampai dikenalkan oleh Riedl salah satu asisten pelatih Indoneia.

“Riedl sangat senang. Dia bilang sudah lama sejak kita bertemu. Selama bertahun-tahun, kami hanya mendengar tentang satu sama lain melalui pers. Dia membawa saya ke asisten Indonesia, memperkenalkan ini sebagai Chung, teman dekat yang sangat saya cintai ketika saya masih di Vietnam,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Masyarakat Vietnam Tak Akan Pernah Lupa Jasa-Jasa Alfred Riedl

Masyarakat Vietnam Tak Akan Pernah Lupa Jasa-Jasa Alfred Riedl 39

Football5Star.com, Indonesia – Publik Vietnam sama sekali tak akan pernah lupa dengan jasa Alfred Riedl yang turut membangun sepak bolanya. Meski sukses besar bersama Park Hang-seo, tapi Vietnam tak akan menakutkan tanpa andil Riedl.

Riedl memang pertama kali menginjakkan kakinya di Asia Tenggara saat menukangi Vietnam 1998 silam. Pada tahun pertamanya saja, sang mentor sukses membawa The Golden Star menjadi runner-up Piala AFF. Itu merupakan pretasi terbaik mereka dalam turnamen antarnegara di Asia Tenggara.

Bertahan sampai 2000, Alfred Riedl memiliki tiga masa jabatan bersama Timnas Vietnam. Dia datang lagi pada 2003-2004, lalu pergi dan pulang 2004-2007. Prestasi Riedl bersama Timnas Vietnam sebenarnya tak terlalu mentereng. Dia tak pernah sekalipun membawa Timnas Vietnam juara. Tapi, pelatih asal Austria itu total membawa Vietnam ke lima final berbeda.

Bukan Indonesia, Vietnam Lebih Berjasa Bagi Alfred Riedl

“Banyak orang mengatakan Riedl adalah yang kedua, tetapi dalam sepak bola juga ada keberuntungan. Dalam melatih ada banyak masalah. Selama dia melakukannya, ada kalanya beberapa pemain tidak bermain dengan sepenuh hati,” bilang mantan asisten Alfred Riedl, Mai Duc Chung, dikutip dari Zing.

Prestasi Terbaik di Vietnam

Bersama Alfred Riedl, Vietnam pernah menjadi runner-up Piala AFF 1998, runner-up SEA Games 1999, 2003, dan 2005, serta runner-up Piala Raja 2006. Park Hang-seo memang lebih sukses karena mampu menghadirkan dua gelar dan membawa Timnas U-23 Vietnam sampai ke partai puncak Piala Asia.

Akan tetapi, publik Vietnam tak pernah melupakan jasa-jasa Riedl. Dia lah yang membuat the Golden Star bangkit dan kini menjadi salah satu tim mengerikan di Asia Tenggara.

“Park Hang-seo memiliki reputasi dan kesuksesan yang hebat di Vietnam. Henrique Calisto juga memenangkan Piala AFF. Namun, pelatih seperti Alfred Riedl sangat bertalenta, sayangnya tidak beruntung,” kata dia.

Prestasi terbesar Alfred Riedl adalah membawa Vietnam lolos ke babak grup Piala Asia 2007. Mereka bahkan sukses mengalahkan Uni Emirates Arab, imbang Qatar, sebelum terhenti di perempat final karena kalah 0-2 dari Irak yang saat itu juara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Firman Utina Sampai Berlinang Air Mata Kenang Alfred Riedl

Firman Utina Sampai Berlinang Air Mata Kenang Alfred Riedl 42

Football5Star.com, Indonesia – Firman Utina menjadi salah satu pemain yang sangat merasa kehilangan ketika mengetahu Alfred Riedl meninggal dunia. Dia bahkan sampai berlinang air mata dan mengunggah sebuah video sedih di akun Instagram pribadinya.

Firman memang menjadi salah satu anak emas Riedl saat menahkodai Timnas Indonesia. Dia menjadi sosok vital Indonesia di bawah arahan nahkoda asal Austria itu, terutama pada Piala AFF 2010 saat sukses menembus ke babak final.

Bahkan, Firman Utina berhasil dianugerahi sebagai pemain paling berharga pada gelaran Piala AFF 2010. Tentu itu semua tak lepas dari peran penting Alfred Riedl. Ketika mendegar kabar Riedl sudah tiada, mantan pemain terbaik Piala Indonesia 2005 itu jelas terpukul.

Melalui Instagram pribadinya, Firman mengucapkan salam perpisahan kepada Alfred Riedl. Bahkan, dia jua menyertakan emotikon menangis dalam keterangan foto Riedl.

https://www.instagram.com/p/CE4FMz3F3Zh/

“Selamat jln Coach Terimakasih sudah berjasa di dalam diri kami dan juga bangsa kami,#kenagan2010 – 2014,” tulis Firman Utina.

Tak sampai di situ, Firman Utina jua mengunggah sebuah video tentang Riedl. Dalam video bernuansa hitam putih itu menggambarkan sosok Riedl saat menangani Timnas Indonesia dan momennya bersama sang nahkoda.

https://www.instagram.com/p/CE5VcfLgh5n/

Semasa hidupnya, Alfred Riedl merupakan pelatih yang sukses buat Timnas Indonesia. Meski tak mengantarkan gelar, dia berhasil membawa Garuda dua kali terbang ke final Piala AFF.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alfred Riedl, Pernah Tinggalkan Istri Operasi Demi Timnas Indonesia

Alfred Riedl, Pernah Tinggalkan Istri Operasi Demi Timnas Indonesia 46

Football5Star.com, Indonesia – Semasa menangani Timnas Indonesia, Alfred Riedl ternyata pernah sampai meninggalkan istrinya yang bakal operasi. Hal itu terjadi pada 2016 silam saat Riedl membawa Indonesia sampai ke final Piala AFF.

Riedl memang sempat kembali ditunjuk menangani Skuat Garuda pada Juli 2016. Sejak saat itu sampai turnamen Piala AFF, dia disibukkan mengawal Indonesia. Mulai dari memantau pemain ke berbagai daerah, mengawal TC, hingga melakoni uji coba.

Saat Timnas Indonesia beruji coba melawan Vietnam, 8 September 2016 silam, Riedl harus melewatkan operasi sang istri. Padahal, beberapa ofisial dari PSSI sudah menyarankan kepada Alfred Riedl untuk segera pulang ke Austria beberapa hari untuk menemani sang istri.

Alfred Riedl - Timo Scheunemann - Timnas Indonesia - bola. com 2
bola.com

“Beberapa pemain dan ofisial mengatakan kepada saya untuk pulang selama beberapa hari menemani istri saya yang sakit. Akan tetapi saya punya tanggung jawab dengan tim ini. Berat rasanya tidak bisa mendampingi orang yang paling kamu cintai. Tapi untungnya istri saya bisa memahami,” ungkap Riedl kala itu.

Pelatih legendaris Timnas Indonesia itu hanya mau bersikap profesional. Dia tak mau mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaannya sebagai pelatih. Makanya, dia kukuh untuk tak pulang kampung ke Austria.

“Saya ingin memisahkan antara kehidupan saya sebagai pelatih sepak bola dan suami dan ayah,” papar sang mentor.

Tebus Waktunya dengan Berlibur

Sebagai gantinya, usai membawa Timnas Indonesia ke final Piala AFF 2016, Riedl lantas memboyong istrinya ke Bali. Dia seperti ingin menebus waktunya saat meninggalkan istri demi Timnas Indonesia.

“Saya paling rindu dengan istri, karena saya sudah tiga bulan tidak bertemu dengannya. Begitu juga dengan anak dan teman-teman saya. Saya akan berlibur dengan istri saya di sebuah pantai di Indonesia, hanya untuk bersantai,” kata Riedl dikutip dari CNN Indonesia.

Semasa hidupnya, Alfred Riedl merupakan pelatih yang sukses buat Timnas Indonesia. Meski tak mengantarkan gelar, dia berhasil membawa Garuda dua kali terbang ke final dan melahirkan beberapa pemain berbakat dari mulai M Ridwan, hingga Abduh Lestaluhu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terima Kasih Sudah Bikin Kesan Indah di Indonesia, Alfred Riedl!

Terima Kasih Sudah Bikin Kesan Indah di Indonesia, Alfred Riedl! 49

Football5Star.com, Indonesia – Meninggalnya Alfred Riedl bukan cuma mengejutkan buat publik Indonesia, tapi meninggalkan banyak kesan indah. Dia merupakan salah satu sosok pelatih yang berjasa dalam perkembangan sepak bola Indonesia.

Pendapat itu disampaikan oleh mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo. Bek Bali United itu merasa sangat kaget sekaligus merasa kehilangan ketika mendengar kabar Riedl menghembuskan napas terakhirnya.

“Pastinya turut berduka cita atas meninggalnya coach Alfred Riedl. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, coach Alfred itu orangnya baik,” kata Gunawan Dwi Cahyo saat dihubungi wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Riedl harus terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada Selasa (8/9/2020). Dia dinyatakan meninggal dunia setelah melawan penyakit kanker yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

https://www.instagram.com/p/CE4L5bVHPTW/

Gunawan Dwi Cahyo menyebut kalau Alfred Riedl meski terlihat sangat tegas, tapi nyatanya tak kaku kala diajak bercanda anak asuhnya. Makanya, meski gagal membawa Indonesia juara, Riedl tetap dicintai oleh publik dan para pemainnya.

“Coach Alfred Riedl suka becanda kalau di luar lapangan. Dia jelasdisiplin di luar maupun didalam lapangan. Dia pelatih bagus, dan terima kasih sudah pernah melatih timnas indonesia meskipun belum merasakan juara tapi berkesan buat Indonesia,” tutup mantan bek Persija Jakarta itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Abduh Lestaluhu: Karena Alfred Riedl, Saya Bisa Main di Timnas Indonesia

Abduh Lestaluhu: Karena Alfred Riedl, Saya Bisa Main di Timnas Indonesia 53

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Tira Persikabo, Abduh Lestaluhu, menjadi salah satu sosok yang paling kehilangan usai Alfred Riedl meninggal dunia. Dia mengaku kalau berutang budi kepada pelatih asal Austria tersebut.

Abduh Lestaluhu memang sudah membela Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia sejak 2007 silam. Dia lima kali main di Indonesia U17, empat di U-19, dan 12 kali bersama Timnas U-23. Tapi, Alfred Riedl lah yang membuka jalannya di Timnas senior Indonesia.

Pada 2016 lalu, Riedl memberi kesempatan kepada Abduh untuk mentas di Piala AFF. Sejak saat itu, Abduh total sudah meraih 13 caps bersama Indonesia di berbagai kesempatan. Makanya, dia mengaku kehilangan ketika tahu Riedl telah tiada.

Abduh Lestaluhu: Karena Alfred Riedl, Saya Bisa Main di Timnas Indonesia Abduh Lestaluhu Punya Cara Melawan Virus Corona
Liga-Indonesia.id

“Saya turut berduka cita atas kepergian coach Alfred Ried. Saya sangat-sangat merasa kehilangan. Karena beliau pelatih yang sangat-sangat berjasa dalam puncak karier saya,” kata Abduh Lestaluhu saat dihubungi awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Riedl harus terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada Selasa (8/9/2020). Dia dinyatakan meninggal dunia setelah melawan penyakit kanker yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

“Di tangan beliau saya dapat merasakan debut manis bersama timnas senior Indonesia melawan Malaysia 2016 silam. Beliau pelatih yang baik, disiplin dan pekerja keras, saya berdoa semoga coach Alfred mendapatkan tempat yang baik,” tutup Abduh Lestaluhu.

Semasa hidupnya, Alfred Riedl merupakan pelatih yang sukses buat Timnas Indonesia. Meski tak mengantarkan gelar, dia berhasil membawa Garuda dua kali terbang ke final dan melahirkan beberapa pemain berbakat dari mulai M Ridwan, Irfan Bachdim hingga Abduh Lestaluhu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Malaysia yang Kalahkan Indonesia di Final 2010 Terpukul dengan Kabar Alfred Riedl

Pelatih Malaysia yang Kalahkan Indonesia di Final 2010 Terpukul dengan Kabar Alfred Riedl 56

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Timnas Malaysia, K.Rajagobal ikut terpukul dengan kabar Alfred Riedl meninggal. Dia mengaku bangga bisa bersaing adu taktik dengan pelatih asal Austria itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Riedl harus terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada Selasa (8/9/2020). Dia dinyatakan meninggal dunia setelah melawan penyakit kanker yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

Kabar Alfred Riedl meninggal dunia itu terdengar ke telingan Rajagobal. Mantan pelatih Timnas Malaysia itu mengaku terkejut. Dia mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pelatih legendaris Timnas Indonesia tersebut..

“Saya turut berduka cita untuk keluarga dan teman Alfred Riedl. Beristirahat lah dengan tenang, temanku!,” tulis Rajagobal setelah tahu Alfred Riedl meninggal dunia dalam akun Twitter pribadinya.

Rajagobal memang sempat beberapa kali beradu taktik dengan Riedl. Pada 2010, Timnas Malaysia asuhannya pernah dibantah Indonesia besutan Riedl dengan skor 1-5. Tapi, Rajagobal kemudian membalasnya di final dengan membawa Malaysia juarai Piala AFF 2010 kala itu.

“Merupakan suatu kehormatan untuk berbagi panggung dengan Anda di tahun 2009 selama SEA Games Semifinal & pertandingan kami selama AFF Suzuki Cup 2010. Anda selalu membumi & rendah hati,” tutup Rajagobal.

Semasa hidupnya, Alfred Riedl merupakan pelatih yang sukses buat Timnas Indonesia. Meski tak mengantarkan gelar, dia berhasil membawa Garuda dua kali terbang ke final dan melahirkan beberapa pemain berbakat dari mulai M Ridwan, hingga Abduh Lestaluhu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Ketika Alfred Riedl Diusir PSSI

Nostalgia Hari Ini: Ketika Alfred Riedl Diusir PSSI 60

Football5Star.com, Indonesia – Tepat pada 9 September 2011 silam, PSSI pernah meminta sampai mengultimatum Alfred Riedl untuk segera meninggalkan Indonesia. Hal itu dilatari karena mereka curiga kalau Riedl memengaruhi para pemain Indonesia.

Pada 2011, Timnas Indonesia memang sempat dirundung masalah. PSSI pimpinan Djohar Arifin menyebut kala itu Riedl dikontrak oleh Nirwan Bakrie, bukan federasi. PSSI kemudian menunjuk Wim Rijsbergen sebagai pengganti.

Situasi kian panas setelah Timnas Indonesia asuhan Rijsbergen takluk 0-2 dari Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2014. Sempat ada isu Rijsbergen marah besar dan menyerang pemain dengan kalimat yang tak elok.

Bahkan, Firman Utina kala itu sempat berkomentar di akun Twitter pribadinya. “Saat sekarang kami bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Tapi harus diingat, kita adalah satu tim yang harus satu dan tidak bercerai-berai. Seharusnya kita cari solusi sama menir,” tulis Firman.

https://www.instagram.com/p/CE5VcfLgh5n/

Lalu, Alfred Riedl disebut-sebut melakukan pertemuan dengan beberapa pemain Timnas Indonesia, 7 September 2011 di Plaza Senayan. Dua hari berselang, tepatnya Jumat 11 September 2011, PSSI bereaksi keras. Ketua Komdis PSSI kala itu, Benhard Limbong bahkan meminta Riedl meninggalkan Indonesia.

“Saya tak mengerti untuk apa dia (Riedl) memanggil para pemain. Saya tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi saya ingin Riedl meninggalkan Indonesia dan tidak lagi mencampuri urusan timnas,” ujar Limbong.

Permasalahan Kontrak

Saat dipecat PSSI 2011 silam, Alfred Riedl memang sempat mengadukannya ke FIFA. Berawal dari sikap Djohar Arifin yang menyebut Riedl dikontrak perorangan bukan PSSI, masalah ini akhirnya dibawa ke FIFA. PSSI sebenarnya sempat menggelar diskusi pada Juli 2011 untuk mencari titik temu. Tapi akhirnya tak selesai.

“Silakan Riedl ke FIFA, urusan Riedl urusan antara dia dengan FIFA. Jangan ganggu PSSI. Untuk apa Riedl datang lagi ke Indonesia kalau masalah ini sudah diserahkan ke FIFA,” kata Libong.

Kenangan Tak Terlupakan Wolfgang Pikal Tentang Sosok Alfred Riedl
Nostalgia Hari Ini: Ketika Alfred Riedl Diusir PSSI 61

PSSI lantas melalui Djohar Arifin saat itu sebenarnya ingin menyelesaikan pemutusan kontrak bersama Wolfgang Pikal pada 9 September 2011. Pikal akhirnya setuju dengan kesepakatan, tapi Riedl tidak.

“Karena Riedl buat laporan kepada FIFA dan FIFA menyurati PSSI, kini urusan kami tinggal dengan FIFA. Tak ada urusan lagi dengan Riedl. Kami hanya melayani FIFA,” ujar Djohar di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin 12 September 2011, dikutip dari VIVA.

Meski sempat bermasalah, PSSI kemudian kembali menunjuk Alfred Riedl untuk menangani Piala AFF 2014 dan 2016. Bahkan, pada 2016 lalu, Alfred Riedl sukses kembali membawa Timnas Indonesia ke final. Selamat jalan Opa!

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Pelatih Jerman yang Sukses Bawa Alfred Riedl ke Timnas Indonesia

Cerita Pelatih Jerman yang Sukses Bawa Alfred Riedl ke Timnas Indonesia 65

Football5star.com, Indonesia – Pelatih asal Jerman, Timo Scheunemann, mengatakan bahwa ia merupakan sosok yang sukses membawa Alfred Riedl ke timnas Indonesia. Scheunemann mengaku bahwa ia mengusulkan nama Riedl ke BTN (Badan Tim Nasional) pada 2010 lalu.

Scheuneman menceritakan bahwa ia diberi tugas untuk mencari pelatih baru timnas Indonesia oleh BTN dan PSSI. Ia pun merekomendasikan nama Riedl yang sebelumnya sempat melatih timnas Vietnam.

“Setelah dia datang tidak (ada kenangan khusus) karena tidak kerja sama, tapi saya yang merekomendasikan Alfred Riedl ke ketua BTN waktu itu. Saya diminta menyiapkan presentasi pro dan kontra untuk beberapa kandidat ,” ujar Timo Scheunemann kepada football5star.

Alfred Riedl - Timo Scheunemann - Timnas Indonesia - bola. com 2
bola.com

Lebih lanjut, Scheunemann juga mengungkap alasan di balik keputusannya merekomendasikan nama Riedl. Ia beralasan Riedl merupakan pelatih yang sudah cukup dikenal di wilayah Asia Tenggara dan memiliki harga yang lebih murah ketimbang nama-nama lainnya.

“Saya lakukan itu dengan kesimpulan merekomendasikan Riedl karena tiga alasan. Yakni, sudah kenal lawan-lawan di lingkup Asia Tenggara sudah terbiasa tinggal di negara-negara Asia Tenggara dan lebih murah ketimbang pelatih lain,” sambung pria berumur 46 tahun itu.

Berkat rekomendari Scheunemann, BTN dan PSSI menunjuk Riedl menjadi pelatih kepala timnas Indonesia pada 2010. Di bawah asuhan Riedl, skuat Garuda berhasil meraih medali perak pada ajang Piala AFF 2010.

Selepas Piala AFF 2010, Riedl sempat hengkang ke timnas Laos pada 2011. Dua tahun berselang, ia memutuskan kembali melatih timnas Indonesia. Karier kepelatihannya pun ditutup bersama Skuat Garuda pada gelaran Piala AFF 2016.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bepe: Saya Belajar Etos Kerja dan Profesionalisme dari Alfred Riedl

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, meninggal dunia pada Selasa (8/9/2020) di Austria. Banyak insan sepak bola yang kehilangang sosok 70 tahun. Salah satunya legenda Indonesia, Bambang Pamungkas.

Alfred Riedl meninggal akibat penyakit kanker yang dia idap selama beberapa bulan terakhir. Tak pelak, publik sepak bola tanah air kehilangan pelatih yang sukses membawa Garuda ke final AFF sebanyak dua kali itu.

Bambang Pamungkas, pemain yang di bawah kendali Riedl saat Piala AFF 2010 mengucapkan bela sungkawa. Tidak ketinggalan, ia juga mengenang pelatih kharismatik itu sebagai orang yang telah mengajarinya arti profesionalitas.

https://www.instagram.com/p/CE4DIiNnTh3/

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut bertduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya coach Alfred Riedl. Alfred adalah sosok yang tegas, solid, dan sellau menilai segalanya sesuatu secara fair. Saya harus jujur jika selama Alfred memegang kendali tim nasional bukanlah masa-masa terbaik saya,” tulis Bepe di Instagram.

“Namun sebagai pribadi maupun pesepakbola, saya banyak belajar tentang apa itu etos kerja dan profesionalisme. Siapa pun yang pernah bekerja sama dengan Alfred saya yakin merasakan hal yang sama,” sambungnya.

Tidak ketinggalan, pria yang kini menjabat sebagai manajer Persija Jakarta mengucapkan terima kasih atas jasa pelatih asal Austria itu.

“Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan bagi sepak bola Indonesia. Doa terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” tulisnya lagi.

Irfan Bachdim: Tanpa Alfred Riedl, Saya Bukan Apa-apa!

Irfan Bachdim: Tanpa Alfred Riedl, Saya Bukan Apa-apa! 71

Football5star.com, Indonesia – Penyerang timnas Indonesia, Irfan Bachdim, merasa sangat sedih ketika mendengar kabar meninggalnya Alfred Riedl. Bachdim mengatakan bahwa Riedl merupakan sosok di balik kesuksesannya berkarier di Indonesia.

Riedl merupakan pelatih yang memberi Bachdim kesempatan debut di timnas Indonesia pada 2010 lalu. Ketika itu, Bachdim berhasil membayar kepercayaan Riedl dengan sempurna dan membawa skuat Garuda meraih medali perak Piala AFF 2010.

Selepas Piala AFF 2010, Bachdim terus menjadi pemain andalan Riedl. Total, pemain berusia 32 tahun itu berhasil menyumbang lima gol dan satu assist dari 18 penampilan di bawah arahan Riedl bersama timnas Indonesia.

Irfan Bachdim - Alfred Riedl - Timnas Indonesia - @ibachdim
instagram.com/ibachdim

“Dia (Alfred Riedl) lebih dari sekedar pelatih. Pria yang rendah hati dan jujur yang akan melakukan apapun untuk memenangkan pertandingan,” tulis Irfan Bachdim di laman Instagram pribadinya.

“Seorang pelatih yang mempercayai aku dari hari pertama! Dia datang dari sebuah tim, sebuah keluarga yang akan berjuang sampai akhir! Coach, saya berterima kasih untuk semua yang telah Anda lakukan untuk saya!,” sambung Bachdim.

Lebih lanjut, Bachdim juga mengaku akan melanjutkan perjuangan Riedl bersama timnas Indonesia. Ia berjanji akan membawa skuat Garuda meraih gelar juara dan mempersembahkannya kepada Riedl.

“Semoga coach beristirahat dengan damai! Anda akan selalu dirindukan! Saya akan selalu berjuang untuk Trophy yang pantas Anda miliki saat bersama kamu! Terima kasih atas dedikasi untuk sepakbola Indonesia,” tutup Bachdim.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Momen Saat Alfred Riedl Bikin Indonesia Dihormati Pelatih Spanyol

gamespool
Momen Saat Alfred Riedl Bikin Indonesia Dihormati Pelatih Spanyol 75

Football5star.com, Indonesia – Bagi publik sepak bola Indonesia, sosok Alfred Riedl memiliki segudang kenangan indah. Meski hanya mampu mengantarkan timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2010, Riedl bisa dibilang torehkan tinta emas membangun timnas Indonesia.

Dari sekian banyak momen Riedl bersama timnas Indonesia, ada satu momen yang membuat Riedl layak disebut sebagai salah satu pelatih terbaik timnas. Momen itu terjadi pada 2014 ketika timnas Indonesia melawan Arab Saudi di babak kualifikasi Piala Asia 2015.

Momen Saat Alfred Riedl Bikin Timnas Indonesia Dihormati Pelatih Spanyol2

Bermain di Stadium Ad Dammm, Arab Saudi, Greg Nwokolo dkk memang menyerah 0-1 dari tuan rumah. Kekalahan itu membuat timnas saat itu berada di juru kunci Grup C babak kualifikasi Piala Asia 2015.

Namun pelatih Arab Saudi asal Spanyol, Juan Ramon Lopez Caro mengakui bahwa permainan timnas di bawah asuhan Riedl menunjukkan permainan yang sangat menjanjikan. Lopez menyebut Riedl dengan sukses memainkan taktik yang membuat pemain Arab frustasi.

“Kami memang menguasai pertandingan, memiliki banyak peluang, tapi mereka dengan sempurna bermain dengan pertahanan yang baik, blok pertahanan Indonesia sangat bagus, dan skema serangan baliknya menjanjikan,” ucap Lopez pada 2014 lalu seperti dikutip Football5star.com dari arriyadiyah, Selasa (8/9/2020).

Lopez pun memberikan pujian tersendiri kepada penampilan kiper Indonesia saat itu, Kurnia Meiga. Menurutnya, Kurnia Meiga menjadi faktor mengapa Arab hanya mampu mencetak 1 gol lewat Fahad Al Mawled.

“Mereka memiliki upaya dan semangat tinggi sebagai pemain. Oleh karena itu sepak bola Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata,” tutup Lopez Caro.

Riedl sendiri usai pertandingan mengaku tak terlalu kecewa degan hasil akhir. Menurutnya penggawa timnas telah menunjukkan permainan yang gigih.

“Saya ucapkan selamat untuk tim Saudi untuk kemenangannya. Ini menjadi bukti bahwa Arab Saudi menjadi tim yang dibangun secara serius dan hasil ini cukup hebat untuk mereka,” kata Riedl yang wafat Senin (7/9) waktu setempat di Wina, Austria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ketika Alfred Riedl Tak Kuasa Menahan Tangis di Depan Publik Indonesia

gamespool
Ketika Alfred Riedl Tak Kuasa Menahan Tangis di Depan Publik Indonesia 79

Football5star.com Indonesia – Sederet kenangan pernah dirasakan publik sepak bola Indonesia dan Vietnam bersama seorang pria tua bernama Alfred Riedl. Termasuk momen ketika Alfred Riedl mengusap air mata dengan tisu di depan publik karena tak kuasa menahan tangis.

Momen itu muncul ketika Alfred Riedl hadir sebagai bintang tamu dalam acara “Satu Jam Lebih Dekat” di TV One pada 2011 silam. Di balik sikap dingin dan cenderung kaku yang sering diperlihatkan di depan umum, Alfred Riedl tiba-tiba menitikkan air mata.

Tangis sedih dan hari itu membuncah akibat dipertemukan dengan seorang pria yang menjadi donor ginjal untuknya. Memang, sudah lebih dari 10 tahun, Riedl bermasalah dengan ginjalnya. Dia memutuskan melakukan cangkok ginjal saat membesut timnas Vietnam pada 2006.

Alfred Riedl timnas Indonesia -EPA
EPA

“Sebelum media menulis sesuatu yang bodoh, saya melakukan konferensi pers. Saya bilang ke mereka, saya harus menjalani transplantasi dan berencana melakukannya di tiga atau empat bulan pertama 2007,” ujar Riedl seperti dilansir dari ESPN FC.

Jasa Pria Vietnam untuk Alfred Riedl

Di luar dugaan, masyarakat Vietnam yang punya empati kepadanya bersedia mendonorkan satu organ tubuh vital tersebut. Ada puluhan yang menawarkan donor ginjal.

Mereka ada yang bekerja sebagai pegawai bank, sopir truk, pedagang dan biksu. Padahal, Alfred Riedl merupakan orang asing asal Austria yang sebelumnya tak mempunyai kedekatan emosional dengan Vietnam.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

Operasi akhirnya dilakukan pada Maret 2007. Riedl pun bisa kembali sehat tanpa harus bolak balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Tak heran, ketika pendonor itu didatangkan dalam acara “Satu Jam Lebih Dekat” di TV One, Alfred Riedl tak kuasa menahan sedih dan haru.

Dia memeluk pria itu dengan erat. Air matanya pun menetes hingga harus disekanya dengan tisu. “Ada emosi. Anda membawa dia ke sini,” kata Riedl.

Orang yang bermasalah dengan ginjal memang umumnya harus melakukan cuci darah tiga kali selama seminggu. Riedl mengaku berutang nyawa dengan pendonor asal Vietnam tersebut. Riedl mengatakan, tidak akan bisa membalas jasa pria Vietnam tersebut.

“Dia menyelamatkan nyawa saya. Tanpa donornya, saya harus menjalani cuci darah tiga kali dalam sepekan. Itu seperti berada di akhir kehidupan,” ujar Riedl.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alfred Riedl Meninggal Dunia, Begini Reaksi Publik Sepak Bola Austria

gamespool
Alfred Riedl Meninggal Dunia, Begini Reaksi Publik Sepak Bola Austria 83

Football5star.com Indonesia – Kabar wafatnya Alfred Riedl turut mengundang reaksi dari otoritas sepak bola Austria. Presiden Asosiasi Sepak Bola Austria (OFB), Leo Windtner, mewakili untuk menyampaikan belasungkawa untuk kabar duka itu.

Meski populer di kawasan Asia Tenggara, pria yang wafat pada usia 70 tahun itu memang dikenal juga sebagai legenda sepak bola Austria. Tercatat, dia sempat mengoleksi beberapa caps untuk timnas Austria sejak level usia 18 tahun sampai senior.

Dalam curriculum vitae-nya, Riedl juga tak cuma pernah melatih timnas Austria. Banyak tim yang sudah pernah merasakan tangan dinginnya. Termasuk tiga negara di Asia Tenggara, Vietnam, Laos, dan Indonesia.

Alfred Riedl timnas Indonesia -EPA
EPA

“Alfred Riedl adalah pemain yang brilian pada masanya. Dia juga pernah bertugas bersama tim nasional Austria. Dia melakukan pekerjaan hebat sebagai pelatih di luar negeri,” ucap Presiden OFB (Österreichischer Fußball-Bund), Leo Windtner, dikutip Football5star.com dari Kurier.

Kabar meninggalnya Riedl memang menyebar dengan cepat, khususnya di Indonesia. Kabar duka itu pertama kali diungkapkan oleh media Austria, Kurier.

“Berduka untuk mantan pelatih timnas Austria Alfred Riedl. Pria Austria itu meninggal pada usia 70 tahun setelah sakit yang sudah cukup lama,” tulis Kurier dalam pemberitaannya, Selasa (8/9/2020).

Kini, Alfred Riedl telah pergi meninggalkan sederet kenangan untuk Austria, Vietnam, dan Indonesia. Jadi, atas nama OFB saya mengucapkan terima kasih Riedl untuk apa yang dilakukannya terhadap bola Austria,” bilang Leo Windtner lagi.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ini Penyesalan Terbesar Mantan Pelatih Timnas, Alfred Riedl

gamespool
Ini Penyesalan Terbesar Mantan Pelatih Timnas, Alfred Riedl 86

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl tutup usia pada Senin (7/9/2020) waktu setempat di Wina, Austria. Kabar duka ini membuat publik sepak bola nasional sangat berduka. Riedl adalah salah satu mantan pelatih timnas yang memiliki kenangan tersendiri bagi Indonesia.

Sebelum melatih di Indonesia, Riedl memiliki karier yang cukup gemilang di Liga Belgia sebagai seorang pemain. Pada 1974, Riedl direkrut oleh klub Belgia lainnya, FC Antwerp. Kembali ia catatkan jumlah gol lebih dari 20 gol, tepatnya 34 gol disumbang Riedl selama bermain di FC Antwerp.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/

Bersama Antwerp, ia pun sukses meraih gelar top skorer Liga Belgia musim 1974-75 dengan catatan 28 gol. Butuh empat tahun kemudian torehan 28 gol Riedl disamai oleh pemain Erwin Albert saat jadi top skorer Liga Belgia musim 1978-79.

Karier emas Riedl di Liga Belgia sendiri saat ia bermain untuk klub Standard Liège dari rentang waktu 1976 hingga 1980. Ia bermain sebanyak 106 pertandingan dan mencetak 53 gol.

Namun meski memiliki karier yang bagus bersama sejumlah klub Belgia, saat ia pensiun dan menjadi seorang pelatih, Riedl belum sekali pun pernah melatih klub Liga Belgia. Hal ini juga yang menjadi penyesalan terbesar Riedl.

“Saya tidak pernah mendapat tawaran dari klub Belgia. Sangat disayangkan karena saya mencintai sepak bola Belgia dan akan senang bisa bekerja di sana. Tapi memang seperti kondisinya,” ucap Riedl seperti dikutip dari leerosportnews, Selasa (8/9).

Meski tak pernah melatih klub Belgia, Riedl mengakui bahwa ia masih tetap memperhatikan mantan klubnya di Belgia.

“Saya melihat Standard telah memulai dengan baik dan mereka mengalami sedikit masalah saat ini. Sint Truiden bukanlah tim yang mudah untuk dikalahkan utamanya saat main di kandang. Tapi mereka cukup konsisten sebagai sebuah tim,” ucap Riedl pada Maret 2020 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Alfred Riedl Jadi Mesin Gol untuk Klub Belgia

gamespool
Cerita Alfred Riedl Jadi Mesin Gol untuk Klub Belgia 89

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Indoensia berduka. Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl meninggal dunia, Senin (7/9/2020) waktu setempat di Wina, Austria. Riedl memiliki banyak kenangan manis bagi publik sepak bola Indonesia.

Sebelum alih profesi menjadi pelatih pada 1989, Riedl adalah mantan striker haus gol di Liga Belgia. Karier profesional Riedl sebagai striker dimulai saat ia bermain di klub Austria Wien. Bermai dari rentang waktu 1967 hingga 1972, pria kelahiran 2 November 1949 ini catatkan 58 gol dari 98 pertandingan.

Torehan gol ini yang membuat namanya dilirik oleh Sint-Truiden pada 1972. Dua musim di klub tersebtu, ketajaman Riedl tak luntur. Ia mengoleksi 33 gol dari 56 pertandingan. Pada 1974, ia pun direkrut oleh klub Belgia lainnya, FC Antwerp. Kembali ia catatkan jumlah gol lebih dari 20 gol, tepatnya 34 gol disumbang Riedl selama bermain di FC Antwerp.

Bersama Antwerp, ia pun sukses meraih gelar top skorer Liga Belgia musim 1974-75 dengan catatan 28 gol. Butuh empat tahun kemudian torehan 28 gol Riedl disamai oleh pemain Erwin Albert saat jadi top skorer Liga Belgia musim 1978-79.

Karier emas Riedl di Liga Belgia sendiri saat ia bermain untuk klub Standard Liège dari rentang waktu 1976 hingga 1980. Ia bermain sebanyak 106 pertandingan dan mencetak 53 gol.

Menjadi mesin gol untuk klub Belgia, Riedl beberapa tahun lalu sempat mengungkap bahwa dirinya selalu memberikan permainan terbaik setiap membela satu tim.

“Saat saya membela Sint-Truiden, saya mencetak 60 persen gol tim dan menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim sebanyak 16 gol. Satu-satunya hal yang bagus ada;ah membuat kami bermain secara tim dan bisa membuat saya maju untuk mencetak 16 gol,” ucap Riedl beberapa waktu lalu seperti dikutip dari leerosportnews, Selasa (8/9).

Padaha Riedl mengakui bahwa dirinya saat itu tak memiliki kemampuan fisik bagus. Namun ia mengatakan selalu bermain dengan insting dan kecerdasan.

“Saya melakukan banyak upaya defensif dan terus berlari mengejar bola dan saya akui saya tidak memiliki fisik bagus dan kejelasan untuk terus mencetak gol. Tapi saya bisa melakukannya,” ucap Riedl.

Karier Riedl sebagai pemain berakhir pada 1985 setelah membela klub Austria, VfB Mödling. Pada 1989, ia diangkat menjadi pelatih untuk klub Wiener Sport-Club.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kenangan Tak Terlupakan Wolfgang Pikal Tentang Sosok Alfred Riedl

gamespool
Kenangan Tak Terlupakan Wolfgang Pikal Tentang Sosok Alfred Riedl 92

Football5star.com, Indonesia – Awam mendung kembali menggelayut sepak bola nasional. Setelah beberapa waktu lalu mantan pelatih Henk Wullems meninggal dunia, Senin (7/9/2020) waktu Austria, Indonesia kembali kehilangan mantan pelatih timnas, Alfred Riedl.

Dikutip Football5star.com dari laporan Sport24, Selasa (8/9) Riedl meninggal dunia di usia 70 tahun. Beberapa waktu lalu, Riedl masuk ke rumah sakit akibat penyakit kanker yang diidapnya.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/?igshid=1il9mwyn9xvy6

“Riedl meninggal karena kanker pada Senin malam waktu setempat. Pelatih Austria ini sempat dirawat dengan penuh kasih oleh istrinya, Jola hingga akhir hayatnya,” tulis media Austria, kurier.

Sosok Alfred Riedl selama berkarier di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sosok asistennya, Wolfgang Pikal. Rasa kehilangan sangat dirasakan oleh Pikal mengetahui kabar kepergian Riedl.

Saat dihubungi Football5star.com, Selasa (8/9) Pikal mengatakan bahwa detail mengenai kabar duka ini baru bisa ia sampaikan pada esok hari setelah dihubungi oleh istri Riedl, Jola.

“Info detail belum ada, istri bilang akan hubungi saya besok,” kata Pikal.

Bagi Pikal, Riedl adalah sosok pelatih yang sangat tegas. Namun dibalik sisi tegasnya, Pikal menyebut Riedl adalah pelatih yang memiliki selera humor.

“Coach Alfred sangat displin, lurus, jujur dan kadang lucu juga. Dia sangat terbuka untuk masukan dari staffnya. Ilmu dan pengalamannya selama 30 tahun di sepak bola internasional luar biasa,” ucap Pikal.

“Dia manusi hebat serta pelatih yang hebat,” tutup mantan pelatih Persebaya tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BREAKING! Mantan Pelatih Timnas, Alfred Riedl, Meninggal Dunia

gamespool
BREAKING! Mantan Pelatih Timnas, Alfred Riedl, Meninggal Dunia 96

Football5star.com, Indonesia – Berita duka kembali datang dari sepak bola Indonesia. Mantan pelath timnas Indonesia, Alfred Riedl meninggal dunia Senin, (7/9/2020) di Wina, Austria waktu setempat.

Dikutip Football5star.com dari laporan Sport24, Selasa (8/9) Riedl meninggal dunia di usia 70 tahun. Beberapa waktu lalu, Riedl masuk ke rumah sakit akibat penyakit kanker yang diidapnya.

Alfred Riedl mengaku sulit memprediksi pemenang laga timnas U-23 Vietnam lawan timnas U-23 Indonesia.

“Riedl meninggal karena kanker pada Senin malam waktu setempat. Pelatih Austria ini sempat dirawat dengan penuh kasih oleh istrinya, Jola hingga akhir hayatnya,” tulis media Austria, kurier.

Riedl tercatat menukangi Timnas Indonesia dalam tiga periode berbeda yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016-2017. Selama melatih timnas Indonesia, Riedl sempat antarkan Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2010.

https://www.instagram.com/p/CE3997KppAY/?igshid=1il9mwyn9xvy6

Meski kalah dari Malaysia pada partai final (aggregat 2-4), kepercayaan masyarakat Indonesia kepada Riedl sangat kuat. Pada tahun 2013-2014, dia kembali mendapat kepercayaan dari PSSI untuk menukangi timnas Indonesia.

Pada Oktober 2019 lalu, Riedl sempat digadang-gadang menjadi pelatih Persebaya. Namun hal tersebut urung terlaksana. Sempat tersiar kabar bahwa ia gagal melatih karena masalah jantung. Namun Riedl membantah hal tersebut.

“Saya perlu mengoreksi beberapa informasi. Mungkin ada beberapa masalah komunikasi dengan Persebaya Surabaya. Saya tidak pernah menjalani operasi jantung. Jantung saya baik-baik saja dan tidak ada masalah,” kata Alfred Riedl seperti dikutip dari bola.com.

Selain Indonesia, Alfred Rield juga pernah melatih timnas Vietnam hingga Laos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Park Hang-seo Pelatih Hebat, Tapi Alfred Riedl yang Melegenda di Vietnam

Park Hang-seo Pelatih Hebat, Tapi Alfred Riedl yang Melegenda di Vietnam 100

Football5Star.com, Indonesia – Baru-baru ini media Vietnam membahas soal efek Alfred Riedl yang sangat berkontribus di balik perjalanan tim nasionalnya. Bahkan, dia disebut lebih melegenda di Vietnam meski Park Hang-seo sangat sukses di timnas.

Prestasi Riedl bersama Timnas Vietnam sebenarnya tak terlalu mentereng. Dia tak pernah sekalipun membawa Timnas Vietnam juara. Tapi, pelatih asal Austria itu total membawa Vietnam ke lima final berbeda.

Bersama Alfred Riedl, Vietnam pernah menjadi runner-up Piala AFF 1998, runner-up SEA Games 1999, 2003, dan 2005, serta runner-up Piala Raja 2006. Prestasinya tentu kalah mentereng ketimbang Park Hang-seo. Pelatih asal Korea Selatan itu mampu membawa Timnas Vietnam juarai Piala AFF 2018 dan raih emas SEA Games 2019 lalu setelah mengandaskan Indonesia di final.

Alfred Riedl mengaku sulit memprediksi pemenang laga timnas U-23 Vietnam lawan timnas U-23 Indonesia.

“Banyak orang mengatakan Riedl adalah yang kedua, tetapi dalam sepa kbola juga ada keberuntungan. Dalam melatih ada banyak masalah. Selama dia melakukannya, ada kalanya beberapa pemain tidak bermain dengan sepenuh hati,” bilang mantan asisten Alfred Riedl, Mai Duc Chung, dikutip dari Zing.

Prestasi terbesar Alfred Riedl adalah membawa Vietnam lolos ke babak grup Piala Asia 2007. Mereka bahkan sukses mengalahkan UEA, imbang Qatar, sebelum terhenti di perempat final karena kalah 0-2 dari Irak yang saat itu juara.

“Park Hang-seo memiliki reputasi dan kesuksesan yang hebat di Vietnam. Henrique Calisto juga memenangkan Piala AFF. Namun, pelatih seperti Alfred Riedl sangat bertalenta, sayangnya tidak beruntung,” kata sosok yang kini jadi pelatih Timnas wanita Vietnam.

“Saya belajar darinya. Banyak tentang bagaimana melakukan psikologi dengan pemain. Riedl sedikit banyak telah meninggalkan warisan bagi sepak bola Vietnam. Penggemar dapat mengharapkan lebih banyak, tetapi dalam konteks itu, pencapaiannya juga gemilang,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bukan Indonesia, Vietnam Lebih Berjasa Bagi Alfred Riedl

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya, Alfred Riedl ternyata memiliki kenangan tersendiri di negara Vietnam. Menurut Riedl dirinya memiliki hutang budi pada negara tersebut.

Pada Maret 2007, Riedl seperti dikutip Football5star.com dari weltfussball, Senin (27/4/2020) mendapat donor ginjal dari orang Vietnam. Hal ini yang membuat kesehatan Riedl tertolong saat itu.

13 tahun berlalu, Riedl mengatakan bahwa kondisinya saat ini memang tidak terlalu baik namun hal tersebut bukan halangannya untuk terus berkarier di sepak bola. Bagi Riedl melatih di Vietnam dan Indonesia memiliki kesan tersendiri dan berbeda.

Alfred Riedl Timnas Indonesia vtv
vtv.vn

Di Vietnam, Riedl dianggap sebagai Mesias Vietnam. Menurut Riedl, di Vietnam dan Indonesia, para suporter sepak bola sangat antusias.

“Orang-orang di sana benar-benar gila jika Anda berhasil. Jika saya pergi ke vietnam hari ini, orang-orang masih akan mengenali saya. Mereka akan berteriak kepada Anda. Ini juga terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Di usia 75 tahun, Riedl menyebut dirinya memang tidak terlalu ambisius untuk terus melatih. Ia mengatakan saat ini dirinya hanya ingin menikmati hidup.

“Saya lebih suka bermain golf dan menikmati hidup saat ini. Saya bukan orang ambisius yang akan terus mengejar sesuatu, kadang-kadang kita memang harus duduk diam di bangku cadangan,”

Saat ini Riedl tinggal di rumahnya di Pottendorf, Austria. Menurutnya ia dan sang istri tak mau keluar rumah jika kondisinya tidak mendesak.

“Saya tidak keluar sendiri, itu resiko yang sangat berbahaya bagi saya. Kadang istri saya yang usianya lebih muda yang berbelanja bersama putra saya,” tutup Riedl.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alfred Riedl: Jangan Kaget Jika Virus Corona Berasal dari Asia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl mengatakan bahwa ia tak heran jika pandemi corona di dunia saat ini berasal dari kawasan benua Asia.

“Semua virus atau kisah berbahaya lainnya ada di sana dan seharusnya kita tidak terlalu kaget mendengar hal tersebut,” kata Riedl seperti dikutip Football5star.com dari weltfussball, Senin (27/4/2020).

Pernyataan ini memang sedikit provokatif. Namun Riedl menyebut bahwa dirinya mengatakan hal tersebut merujuk pada pengalamannya saat melatih di Indonesia dan Vietnam.

20110204100042bola4
Antara

“Ketika Anda melihat apa yang terjadi di pasar di sana, apa yang dilakukan mereka, seharusnya tidak mengejutkan jika terjadi perpindahan virus dari hewan ke manusia,” tambahnya.

Meski begitu Riedl menyebut bahwa pandemi corona yang belum juga mereda membuat sangat takut. Menurutnya tidak semua negara di dunia bisa siap untuk melawan ini pandemi corona dan efeknya ketika virus bisa dihentikan.

“Tidak ada pernah lagi generasi seperti ini. Kondisi kali ini sangat kejam. Saya membayangkan di Afrika, mereka tidak siap untuk itu. Jika sesuatu terjadi di sana, mereka akan mati. Aku takut,” ucapnya.

“Cukup lama saya di Vietnam dan saya melihat begitu banyak korban meninggal di jalanan karena penyakit atau hal berbahaya lainnya. Itu jauh lebih buruk dan saya tidak ingin berada di sana sekarang,” tambah Riedl.

Saat ini Riedl tinggal di rumahnya di Pottendorf, Austria. Menurutnya ia dan sang istri tak mau keluar rumah jika kondisinya tidak mendesak.

“Saya tidak keluar sendiri, itu resiko yang sangat berbahaya bagi saya. Kadang istri saya yang usianya lebih muda yang berbelanja bersama putra saya,” tutup Riedl.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Daftar Prestasi Pelatih Asing Timnas Indonesia dari Masa ke Masa

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Timnas Indonesia bakal kembali diasuh oleh pelatih asing, yakni Shin Tae-yong. Pelatih asal Korsel itu jadi juru taktik import ke-19 yang pernah menangani Indonesia sejak tahun 1934.

Setelah gagal total bersama Simon McMenemy, Indonesia tampaknya tak kapok menggunakan jasa pelatih luar negeri. Meski memang, faktanya pelatih asing tak menjadi jaminan prestasi datang secara kilat buat Timnas Indonesia.

Luis Milla-pun yang menangani Indonesia periode 2017-2018, hanya mampu meloloskan Indonesia ke babak perempat final Asian Games 2018. Dia jua hanya membawa Timnas U-23 Indonesia raih medali perunggu di SEA Games 2017.

Shin Tae-yong

Shin Tae-yong sendiri merupakan pelatih asing perdana dari Korsel. Indonesia rata-rata dalam sejarahnya sering mengontrak pelatih yang berasal dari Eropa.

Berikut Daftar Prestasi Pelatih Asing Timnas Indonesia:

  • Johannes Mastenbroek (1934-1938): Babak awal Piala Dunia 1938, medali perak Far Eastern Championship Games 1934
  • Choo Seng Quee (1951-1953) perempat final Asian Games 1951
  • Antun Pogacnik (1954-1963): Tempat keempat Asian Games 1954, perempat final Olimpiade Musim Panas 1956, Runner-up Pestabola Merdeka 1957, tempat ketiga Pestabola Merdeka 1960, 1960, juara Pestabola Merdeka 1961 dan 1962.
  • Wiel Coerver (1975-1976): Juara ketiga Jakarta Anniversary Tournament 1976
  • Frans van Balkom (1978-1979): Medali Perak SEA games 1979
  • Marek Janota (1979-1980): Runner-up Korea Cup 1980
  • Bernd Fischer (1980-1981): Medali Perunggu SEA Games 1981
  • Anatoli Polosin (1987-1991): Runner-up Piala Merdeka 1988, Medali perunggu SEA Games 1981, Medali Emas SEA Games 1991.
  • Ivan Toplak (1991-1993): Tempat keempat SEA Games 1993
  • Romane Matte (1993-1996): babak grup SEA Games 1995
  • Henk Wullems (1996-1997): Runner-up SEA Games 1997
  • Bernhard Schumm (1999): Medali Perunggu SEA Games 1999
  • Ivan Kolev (2002-2004, 2007): Runner-up Piala AFF 2002, babak grup Piala Asia 2007
  • Alfred Riedl (2010-2011, 2013-2014, 2016): Runner-up Piala AFF 2010, babak grup Piala AFF 2014, Runner-up Piala AFF 2016.
  • Wilhelmus Rijsbergen (2011-2012): –
  • Jacksen F. Tiago (2013): –
  • Pieter Huistra (2015): –
  • Luis Milla (2017-2018): perempat final Asian Games 2018, Peringkat ketiga SEA Games 2019

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Alternatif Pelatih Timnas Indonesia Selain Luis Milla atau Shin Tae-yong

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Calon pelatih Timnas Indonesia belakangan kian abu-abu. Hal itu setelah Shin Tae-yong dilaporkan memilih klub China, sedang Luis Milla dianggap tak mau menargetkan gelar juara. Anda 5 alternatif pelatih lain yang bisa dicoba PSSI.

PSSI akhirnya sudah menemui dua kandidat yang sudah digadang-gadang melatih Skuat Garuda. Shin Tae-yong sudah berbincang dengan mereka di Malaysia. Lalu, Luis Milla bersua dengan PSSI di Filipina.

Akan tetapi, Shin Tae-yong dilaporkan sudah jengah menunggu kepastian PSSI karena sudah ada tawaran dari China. Sedang Luis Milla dianggap tak berani menargetkan juara pada Piala AFF 2020 mendatang.

Andai mentok, PSSI bisa mencoba alternatif lain untuk menangani Timnas Indonesia. Football5Star.com mencoba memberikan opsi buat mereka, siapa saja?

Stefano Cugurra Teco

Stefano Cugurra Teco

Teco bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Sejak tiba di Indonesia dengan status pelatih, tiga tahun lalu berbagai prestasi diukir juru taktik asal Brasil itu. Dia sukses membawa Persija ke Asia, lalu juara Liga 1 2018. Kini, Teco juga di ambang gelar liga kedua bersama Bali United.

Nama Teco sendiri sempat diinginkan suporter Indonesia sebelum Simon McMenemy. Dengan CV yang lumayan bagus, tak ada salahnya PSSI mencoba Teco. Dengan di ambang dua gelar juara liga berturut-turut, Teco pasti tahu tipikal pemain Indonesia.

Roberto Carlos Mario Gomez

Mario Gomez - Borneo FC - @PusamaniaBorneo

Nama Mario Gomez juga bisa dijadikan opsi buat PSSI. Bersama Persib Bandung dan Borneo FC, Gomez menyulap tim-tim yang dipegangnya menjadi menakutkan. Dia membawa Persib sempat nyaris juara sebelum mendapat cobaan bertubi-tubi musim lalu. Kini, dia berhasil membawa Borneo FC tak disangka-sangka sukses menembus tiga besar.

Melihat CV-nya, Gomez pernah membawa Johor Darul Takzim juarai Liga Super Malaysia dan tentunya AFC Cup. Dia didaulat menjadi pelatih terbaik Malaysia. Pelatih asal Argentina itu juga sempat menolak melatih Timnas Malaysia pada 2017.

Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan - Amido Balde - PSM Makassar
Dok. Ilhamsins

Rahmad Darmawan memang baru saja dipecat Tira-Persikabo. Tapi, sosok yang jua merupakan anggota TNI AL itu mengubah wajah Tira dari yang nyaris degradasi hingga sempat menjalani 13 laga tak terkalahkan.

RD, sapaan akrabnya juga memiliki CV mengilap. Dia pernah membawa Persipura juara 2005, lalu Sriwijaya FC jadi raja Liga Indonesia 2007-2008, tiga kali rengkuh Piala Indonesia 2007-08, 2008–09, 2010, dan jadi pelatih terbaik Piala Indonesia 2009. RD juga berhasil membawa Indonesia dua kali raih medali perak pada SEA Games 2011 dan 2013.

Indra Sjafri

Indra Sjafri - Timnas U-23 Indonesia - @BolaBanget

PSSI bisa saja menaikkan pangkat Indra Sjafri menjadi pelatih timnas senior andai raih medali emas SEA Games 2019. Timnas U-23 di bawahnya juga gemilang, salah satunya berhasil mengalahkan 2-0 Thailand. Hasil itu tentu istimewa kala timnas senior justru dibantai tiga gol tanpa balas di SUGBK dari Thailand.

Semasa jadi pelatih berbagai kelompok usia di Timns Indonesia, Indra juga meraih sejumlah gelar. Dia membawa Timnas U-19 juara 2013, lalu dua kali meraih peringkat ketiga pada edisi 2017 dan 2018. Pada level U-23, dia juga sukses membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF U-22 2019.

Alfred Riedl

Alfred Riedl mengaku sulit memprediksi pemenang laga timnas U-23 Vietnam lawan timnas U-23 Indonesia.

Bila benar-benar mentok juga, PSSI bisa melirik kembali Alfred Riedl. Opa Riedl, sapaan yang khas dari wartawan, bukan orang baru di sepak bola Indonesia, khususnya Timnas senior. Opa pernah tga kali menangani Timnas Indonesia, yakni 2010, 2014, dan 2016.

Prestasinya di Timnas Indonesia juga tak buruk. Dia sukses mengantarkan Skuat Garuda dua kali jadi runner-up, yakni edisi 2010 dan 2016 di Piala AFF. Prestasi yang lebih baik ketimbang keikutsertaan Indonesia pada 2018 yang tak mampu lolos grup.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Incar Milla, Pemain Timnas Indonesia Justru Rindu Riedl

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pemain Timnas Indonesia, Lerby Eliandry, mengaku lebih rindu dengan sosok Alfred Riedl meski PSSI tengah mengincar Luis Milla atau Shin Tae-yong. Menurutnya, Riedl punya pribadi yang tegas dan sudah tahu tipikal permainan Indonesia.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia bakal kedatangan pelatih baru. Dua kandidat yang sudah digaung-gaungkan sudah muncul, yakni Luis Milla dan Shin Tae-yong. Nama terakhir sendiri kabarnya sudah mengonfirmasi akan bertemu PSSI di Malaysia, 19 November mendatang.

Lerby ketika ditanya soal karakter pelatih yang cocok, menyebut nama Alfred Riedl. Menurutnya, Riedl punya pribadi yang tegas tapi tetap bisa mengayomi para pemain.

Lerby Eliandry Borneo FC

“Susah juga ya. Kalo pelatih Riedl dulu cocok juga, Milla cocok juga. Jadi, tergantung bagaimana mengenal satu sama lain,” ungkap Lerby kepada wartawan.

Menurutnya, Timnas INdonesia memang membutuhkan sosok pelatih yang sudah memahami betul tipikal per individu pemain. Jadi, nantinya pelatih baru tak lagi susah beradaptasi dengan pemain.

“Riedl dulu karakter seperti itu, toh buktinya sukses juga. Begitu juga Milla. Simon ini mungkin belum rezekinya dia. Kalau saya pribadi, Simon orangnya baik sekali. Pendekatannya bagus dan tidak pernah menyalahkan pemain,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]