Bayern Munich Kirim Joshua Zirkzee ke Klub Belgia

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich telah resmi melepas striker mudanya, Joshua Zirkzee. Pemain berumur 20 tahun itu dilepas ke klub Belgia, Anderlecht. Dia dilepas sebagai pemain pinjaman selama satu musim. Namun, Anderlecht tak diberi opsi pembelian permanen setelah masa pinjaman usai.

Di Anderlecht, Zirkzee diharapkan dapat menimba banyak pengalaman. Di Bayern, striker asal Belanda itu dipastikan sulit mendapatkan menit bermain karena berada di belakang Robert Lewandowski dan Eric Maxim Choupo-Moting di jajaran striker Die Roten.

“Sangat penting bagi Joshua untuk mendapatkan sebanyak mungkin menit bermain. Anderlecht memberi dia kesempatan itu,” urai Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamdzic, seperri dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Lebih lanjut, Salihamidzic mengungkapkan arti penting peminjaman itu bagi sang pemain. “Joshua kini dapat mengambil labgkah penting berikut dalam kariernya di liga yang menarik dan saya yakin dia akan menjalani musim bagus,” ujar dia.

Joshua Zirkzee Diyakinkan Kompany

Dipinjamkan ke klub luar Jerman bukan hal baru bagi Joshua Zirkzee. Pada paruh kedua musim lalu, dia juga menjalani hal serupa di klub Serie A, Parma. Namun, dia tak mendapatkan banyak kesempatan bermain. Dia hanya tampil 4 kali karena mengalami cedera.

Meskipun demikian, Zirkzee tak trauma. Dia yakin kisahnya di Belgia akan berbeda. Salah satu sebabnya, penyerang timnas U-21 Belanda itu merasakan kepercayaan dan harapan besar dari pelatih Vincent Kompany.

Joshua Zirkzee hanya 4 kali main saat dipinjamkan ke Parma pada paruh kedua musim lalu.
psgtalk.com

“Setelah bicara di telepon dengan Vincent Kompany, kami langsung sepakat. Aku merasakan kepercayaan dari klub. Gaya main dan proyek mereka sangat cocok untukku. Aku siap berkontribusi kepada tim dan membantu meraih target,” kata Zirkzee di laman resmi Anderlecht.

Di tim asuhan Kompany, Joshua Zirkzee akan menjadi pengganti Lukas Nmecha. Musim lalu, Nmecha yang dipinjam dari Manchester City tampil apik dengan mengemas 21 gol dalam 41 penampilan di berbagai ajang. Namun, dia kini sudah hijrah ke VfL Wolfsburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Pahlawan Jerman di Final EURO U-21 2021 Gabung VfL Wolfsburg

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain yang jadi pahlawan kemenangan Jerman pada final EURO U-21 2021, Lukas Nmecha, telah resmi bergabung dengan VfL Wolfsburg. Pemain berumur 22 tahun itu secara resmi menandatangani kontrak hingga 2025.

Menurut Fabrizio Romano, Wolfsburg mengeluarkan uang 13 juta euro untuk memboyong Nmecha dari Manchester City. Dalam kesepakatan transfer, The Cityzens memperoleh hak pembelian kembali. Selain itu, klub juara Premier League 2020-21 itu juga akan mendapatkan 15% dari nilai penjualan sang pemain bila nanti dilepas ke klub lain.

Bagi Nmecha, Die Wolfe bukan klub asing. Dia pernah dipinjamkan ke klub juara Bundesliga 2008-09 itu pada paruh pertama musim 2019-20. Namun, sang striker hanya mendapat 12 kesempatan main pada berbagai ajang. Itu pun, dia hanya sekali tampil sebagai starter. Hal ini disinggung sang pemain dalam perkenalannya.

“Meskipun saat itu tidaklah mudah, aku merasa sangat nyaman di Wolfsburg dan tim ini. Aku sangat menantikan untuk melihat kembali wajah-wajah yang sudah familiar untuk akhirnya mampu menunjukkan kemampuanku,” urai Lukas Nmecha seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Wolfsburg.

Lebih lanjut, Nmecha mengungkapkan, “Hingga saat ini, aku yakin dengan jalan yang kupilih, yakni ke sini. Aku selalu mengikuti kiprah VfL. Aku akan dengan senang hati untuk memastikan tim meneruskan kesuksesan dan meraih target bersama.”

Lukas Nmecha Gemilang di Anderlecht

Lahir di Hamburg pada 14 Desember 1998, Lukas Nmecha memulai kiprahnya di sepak bola bersama akademi Manchester City. Dia bergabung di sana sejak musim 2015-16. Namun, dia kesulitan menembus tim utama. Sejak 2018, dia berkali-kali dipinjamkan. Selain Wolfsburg, klub yang pernah menampungnya adalah Preston North End, Middlesbrough, dan Anderlecht.

Kiprah terbaiknya dalam masa peminjaman dialami pada musim lalu bersama Anderlecht. Di Jupiler Pro League, dia mampu mengemas 14 gol dalam 31 pertandingan. Dia jadi andalan pelatih Vincent Kompany dalam menjebol gawang lawan. Pemain tertajam kedua adalah gelandang serang Yari Verschaeren dengan 5 gol.

Lukas Nmecha mencetak 14 gol bagi Anderlecht pada pentas Jupiler Pro League 2020-21.
nieuwsblad.be

Selain itu, Nmecha juga tampil apik bersama timnas U-21 Jerman. Pada gelaran EURO U-21 2021, dia mampu tampil gemilang dan merebut sepatu emas dengan torehan 4 gol. Salah satunya adalah gol digawang Portugal pada partai final dengan memanfaatkan umpan pemain Wolfsburg, Ridle Baku.

Hal itu pula yang membuat Wolfsburg yakin merekrut Nmecha secara permanen. “Di Anderlecht, dia telah mengambil langkah berikut dalam kariernya dan membuat kemajuan bagus. Belum lagi di timnas U-21. Dia telah menunjukkan peran pentingnya di dalam dan luar lapangan. Meskipun baru berumur 22 tahun, dia mampu jadi pemimpin,” kata Direktur Olahraga Wolfsburg, Marcel Schaefer.

Meskipun demikian, Nmecha tentu tak akan mendapatkan karpet merah. Dia dipastikan harus berjuang keras untuk merebut kepercayaan pelatih Mark van Bommel. Bukan apa-apa, Die Wolfe sudah punya Wout Weghorst yang mencetak 20 gol pada musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Ini Alasan Romelu Lukaku Tak Mau Terima Medali Runner-Up Liga Europa

gamespool
Ini Alasan Romelu Lukaku Tak Mau Terima Medali Runner-Up Liga Europa 10

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, akhirnya buka suara terkait dirinya yang menolak untuk mengambil medali runner-up Liga Europa, Agustus lalu. Lukaku menyebut bahwa dirinya tak sanggup menerima hal itu karena dirinya sudah sering menjadi “nomor dua”.

Inter harus kalah melawan Sevilla 3-2 pada babak final Liga Europa, Agustus lalu. Pada saat pembagian medali, Lukaku sama sekali tidak terlihat.

Momen Romelu Lukaku membelokkan tendangan Diego Carlos yang berbuah gol kemenangan Sevilla.
Getty Images

“Saya tidak bisa, itu terlalu berlebihan untuk saya. Saya selalu punya momen dimana saya dengan simpel untuk mengatakan tidak. Piala Super Eropa (bersama Manchester United), Scudetto hanya kalah dengan selisih satu poin, semi-final Piala Dunia bersama Belgia.” ucap Lukaku seperti dilansir Football5Star.com dari VTM.

Pemain berusia 27 tahun itu melanjutkan, “Itu semua mengerikan bagiku. Saya pikir, saya telah memberikan begitu banyak untuk target itu, kemudian saya tidak mendapatkannya. Saya butuh empat atau lima hari untuk mengatasinya.”

Lukaku datang dari klub Belgia Anderlecht sebelum pindah ke Inggris pada 2011. Dia mengakui bahwa suatu saat nanti dia pasti akan kembali ke sana.

“Saya selalu mengikuti Anderlecht. Saya tentu saja akan kembali. Daya tarik bagi pemain yang bermain di sana sebagai anak muda terlalu besar. Tanya orang-orang seperti Leander Dendoncker, Youri Tielemans. Mereka masih terlibat dengan klub juga karena kami memiliki banyak momen bagus di sana,” kata Romelu Lukaku.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Vincent Kompany Pensiun, Kini Jadi Pelatih Penuh Anderlecht

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Vincent Kompany akhirnya resmi memutuskan pensiun sebagai pemain. Keputusan ini sekaligus membuat statusnya kini sebagai pelatih penuh raksasa Belgia, Anderlecht.

Sejak musim lalu Vincent Kompany menjalani dua status di Anderlecht, yakni sebagai pemain merangkap pelatih. Sebagai pemain ia diturunkan sebanyak 18 kali di semua ajang.

Sedangkan sebagai pelatih capaiannya masih jauh dari kata memuaskan. Anderlecht hanya mampu menempati peringkat kedelapan Liga Belgia.

Salah satu faktor melorotnya prestasi raksasa Belgia itu ditengarai karena tugas ganda yang diemban Vincent kompany. Ia dianggap tidak fokus dalam menjalankan dua tugas sekaligus.

Dan kini setelah menyatakan pensiun sebagai pemain mantan bek Manchester City diharapkan mampu membawa klub masa kecilnya itu bangkit musim depan.

Di sisi lain, nama Vincent Kompany merupakan simbol kesuksesan Manchester City. Bagaimana tidak, 10 dari total 12 trofi yang diraih dia buat bersama The Cityzens.

Pria 34 tahun juga tercatat sebagai kapten tersukses kedua dalam sejarah Premier League. Ya, dia telah memenangkan empat trofi Premier League, hanya kalah dari John Terry yang berstatus sebagai kapten tersukses dengan memenangkan lima gelar.

Selama 20 tahun menjalani karier sebagai pesepak bola, pemilik 89 caps bersama timnas Belgia mencatatkan 532 penampilan. Sebagai bek ia tergolong produktif dengan mengoleksi 31 gol serta 21 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sandy Walsh, dari Pemain Tenis Sampai Bergabung di Raksasa Eropa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.comSandy Walsh ternyata dahulu merupakan pemain tenis. Tapi, dia memang sudah bermain bola sejak usia 5 tahun hingga direkrut dua raksasa Belgia, Anderlecht dan KRC Genk.

Nama Sandy memang belakangan disorot karena keinginannya membela Timnas Indonesia. Dia memang lahir di Belgia, tapi kakek dan neneknya memiliki darah Indonesia. Hal itulah yang membuatnya ingin membela Timnas Indonesia.

Sandy sendiri baru-baru ini menjelaskan soal awal mula terjun ke dunia sepak bola. Dia dahulu memulainya dari tenis, lalu dipengaruhi teman untuk bermain sepak bola.

“Saya awalnya main tenis ketika umur 5 tahun, teru ketika sekolah banyak teman main bola. Lalu saya bergabung ke ERC Hoeilaart. Kemudian kami bermain lawan Anderlehct, tim besar Belgia. Kita bermain di turnamen melawan mereka. Saya bermain bagus dan kami menang, setelah itu mereka mengundang saya untuk tes,” ungkap Sandy Walsh dikutip dari Youtube BangBes.

Sandy Walsh, dari Pemain Tenis Sampai Bergabung di Raksasa Eropa

Jadi, sejak usia 6 hingga 16 tahun Sandy bermain di Anderlecht. “Banyak teman, banyak latihan dengan pemain besar yang sekarang bermain di kompetisi besar, sebuah kemajuan buat saya sebagai pesepak bola karena bisa bermain di turnamen besar bersama mereka,” lanjut dia.

Setelah itu, Sandy Walsh pindah dari Anderlecht ke klub besar Belgia lainnya, KRC Genk. Di sana, sebagai klub besar, Genk banyak mengandalkan pemain muda. Nah, menariknya dalam debut profesionalnya dia malah melawan Anderlecht.

“Beruntungnya pertandingan pertama saya melawan Anderlecht. Pengalaman yang bagus. Sementara itu, juga saya bermain untuk Timnas Belanda, saya beruntung bisa juara Piala Eropa U-17 juga dengan banyak pemain hebat, 2011-2012 sepertinya,” tutup Sandy Walsh.

Vincent Kompany Selamatkan Simon Mignolet dari Ancaman Fan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tensi tinggi pertandingan tidak membuat Vincent Kompany lupa untuk menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini diperlihatkan ketika dirinya membantu Simon Mignolet dari amukan fan klubnya.

Momen ini terjadi saat dihelatnya laga penuh gengsi antara dua tim raksasa Belgia, Anderlecht dan Club Brugge. Vincent Kompany yang merupakan kapten sekaligus pelatih Anderlect tidak terima dengan perlakukan fansnya dari tribun. Mereka tampak melempar flare ke arah Simon Mignolet yang merupakan kiper Brugge.

Mantan kiper Liverpool sebelumnya biasa saja dengan teror dari para pendukung tuan rumah. Namun, kelamaan ia akhirnya meninggalkan posnya karena lemparan flare semakin dekat padanya. Ia pun lari ke tengah lapangan untuk menyelamatkan diri.

Melihat kejadian itu, Kompany pun bereaksi. Ia berteriak ke arah tribun, meminta agar aksi tersebut tidak dilanjutkan. Permintaan ini akhirnya didengarkan para fan.

Tidak sampai di situ, mantan kapten Manchester City kemudian menghampiri Mignolet dan mendampinginya untuk kembali ke gawang. Dan sekali lagi, dia meminta para pendukung agar bisa menahan emosi dan tidak melakukan hal serupa.

Amukan fan Anderlect tak lepas dari rivalitas mereka dengan Club Brugge. Kedua klub selama ini dikenal punya rivalitas tinggi di Belgia. Bahkan tak jarang mereka kerap terlibat persaingan untuk memperebutkan gelar juara.

Sementara dari sisi suporter, kedua kubu juga bukan baru sekali dua kali terlibat kericuhan. Bahkan pada 2010 lalu, pertemuan kedua tim harus tertunda karena aksi para suporter yang membuat seisi stadion ditutupi asap flare dari tribun.

Adapun laga pekan ke-22 Jupiler League Belgia dimenangkan Club Brugge dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat mereka kokoh di puncak klasemen dengan 52 angka. Sedangkan Anderlect tercecer ke posisi kesembilan dengan baru meraih 27 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gara-Gara Vincent Kompany, Anderlecht Dijatuhi Sanksi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Anderlecht harus membayar mahal putusan menunjuk Vincent Kompany sebagai pemain merangkap pelatih pada musim ini. Asosiasi Sepak Bola Belgia menilai telah terjadi pelanggaran karena sang bek tengah belum mengantongi lisensi yang disyaratkan.

Atas pelanggaran yang dilakukan tersebut, Anderlecht dijatuhi denda 5.000 euro (sekitar Rp78 juta). Sanksi ini terbilang ringan karena pelanggaran serupa sebenarnya bisa dijatuhi sanksi sangat berat, yakni pencabutan lisensi klub profesional.

Vincent Kompany jadi pemain merangkap pelatih di Anderlecht meskipun tak berlisensi.
lesoir.be

Mengenai kontroversi ini, kubu Anderlecht sempat memberikan penjelasan. Menurut mereka, sosok yang sebenarnya menjadi pelatih adalah Simon Davies yang didatangkan dari Manchester City bersama Vincent Kompany. Mereka menegaskan, Davies bukanlah boneka atau tameng bagi sang bek andalan.

“Sejak awal sudah jelas bahwa peran Simon Davies adalah memimpin latihan, menentukan taktik, dan membuat pergantian,” ujar pengacara Anderlecht, Bert van der Auwera, pada pekan silam. “Peran Kompany ada tiga. Dia menjadi pemimpin di lapangan karena pengalamnnya, penerap visi kami, dan pemandu bagi para pemain muda.”

Pada akhirnya, guna menghindari masalah lebih lanjut, Anderlecht mengambil langkah lain. Selasa (15/10/2019), mereka menunjuk Franky Vercauteren sebagai pelatih baru. Kedatangan pria yang sudah memegang lisensi Pro UEFA itu membuat Simon Davies tergeser ke posisi asisten pelatih.

Sementara itu, Vincent Kompany saat ini masih belum dapat kembali membela Anderlecht. Meskipun cedera otot lengan yang dialaminya sudah pulih, dia tak mau mengambil risiko. Selama dia bertugas sebagai pemain dan pelatih, Anderlecht memetik dua kemenangan dan tiga kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kevin De Bruyne Janji Pindah ke Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kevin De Bruyne tidak ragu mengumbar janji untuk bergabung dengan Anderlecht setelah kariernya berakhir bersama Manchester City. Ia mengungkapkan keinginannya bergabung dengan mantan kapten tim berjulukan The Cityzens, Vincent Kompany.

Vincent Kompany telah memutuskan untuk kembali memperkuat klub masa kecilnya, Anderlecht. Ia bergabung dengan klub asal Belgia itu awal musim panas ini dengan ikatan kontrak selama tiga musim.

Bek tangguh berusia 33 tahun itu hengkang dari Stadion Etihad setelah tampil 360 kali dalam 11 tahun di Man City.

Kevin De Bruyne siap menjalani peran kapten yang ditinggalkan Vincent Kompany di Manchester City.
stadiumastro.com

Kevin De Bruyne dan Kompany telah memenangi dua gelar Premier League, satu gelar Piala FA, dan tiga Piala Liga Indonesia di Man City. Terutama dalam empat musim perjalanan karier kedua pemain asal Belgia itu di bawah pelatih Manuel Pellegrini dan Pep Guardiola.

“Saya berharap karier Kompany di Anderlecht akan sama menakjubkannya seperti di Man City. Saya berkata kepada untuk menyediakan satu tempat untuk saya, terutama ketika saya sudah selesai di sini,” ujar De Bruyne seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Jika ia bersedia melakukannya, saya siap menjadikan Anderlecht sebagai tujuan berikutnya dalam karier,” katanya.

De Bruyne merupakan pemain yang didatangkan Man City dari Wolfsburg pada 2015. Ia mengaku Kompany sudah memberikan pengaruh besar terkait keputusannya untuk berkarier di Premier League empat tahun silam.

“Vinny berusaha keras untuk meyakinkan saya pindah ke Manchester dan bermain bersamanya,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B2QvNQVgbPO/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Banyak Orang yang Ingin Lihat Vincent Kompany Merana

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang Manchester City, Kevin de Bruyne, merasa kesal dengan banyaknya kritik yang ditujukan kepada Vincent Kompany dalam beberapa pekan terakhir. Ia pun mengatakan bahwa ada banyak pihak yang tak ingin melihat Kompany meraih kesuksesan.

Karier Vincent Kompany sebagai pelatih dan pemain Anderlecht musim ini memang tak berjalan dengan lancar. Pasalnya, Anderlecht hanya mampu meraih dua poin dari lima partai Liga Pro Belgia. Prestasi buruk ini pun membuat Kompany harus kehilangan posisinya sebagai pelatih.

“Saya rasa, ada banyak orang yang menginginkannya untuk gagal. Karena, ada banyak orang yang tak suka dengan pilihan kariernya sebagai pemain sekaligus pelatih,” kata Kevin de Bruyne dikutip dari Goal.

Vincent Kompany - Anderlecht - Kevin de Bruyne - @rscanderlecht
instagram.com/rscanderlecht

“Saya sudah beberapa kali bicara dengannya. Sejauh pengetahuan saya, Vinny sangat menikmati perannya di Anderlecht saat ini. Tapi, mereka memang membutuhkan seorang striker. Tapi, saya rasa Vinny sudah melakukan pekerjaannya dengan baik,” sambung De Bruyne.

Lebih lanjut, De Bruyne juga yakin Kompany akan bisa meraih kesuksesan bersama Anderlecht apabila diberikan waktu tambahan. Selain itu, ia pun yakin Kompany akan bisa membawa Les Mauves et Blancs terhindar dari jeratan degradasi.

“Saya yakin dia akan bisa mendapatkan banyak poin apabila diberikan waktu. Saya yakin Anderlecht tak akan terdegradasi. Karena, hanya ada satu tim yang turun kasta dari Liga Pro Belgia.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kompany Dianggap Besar Kepala di Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kembalinya Vincent Kompany ke Anderlecht tidak terlalu berakhir indah. Nyatanya, kini klub yang berbasis di Brussel tersebut tercecer di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Pro Belgia, dari 16 tim.

Padahal, torehan mentereng selama 11 musim di Manchester City jadi alasan para fans Anderlecht berharap klub mereka bisa berprestasi. Namun, yang didapat Kompany saat ini adalah hujatan dari sejumlah pihak.

Salah satunya adalah mantan penyerang Anderlecht, Marc Degryse. Menurutnya, Kompany bersikap bagaikan dewa selama menangani tim sejak awal musim. Tugas sebagai pemain-pelatih yang ia pegang menjadikannya besar kepala dan semena-mena.

kompany-lampard
mirror.co.uk

“Kompany hanyalah manusia biasa. Selain memang dia adalah seorang pemain dengan rekam jejak bagus, aku pikir dia terlalu bertingkah seperti Tuhan. Selama jeda internasional, normalnya pelatih punya waktu dua pekan untuk memperbaiki kebugaran pemainnya,” katanya seperti dikutip dari TalkSport.

“Dia akan pergi ke tim nasional untuk melawan San Marino dan Skotlandia. Setelah itu ada laga testimonial di Manchester. Pemain-pemain terlalu sibuk untuk mempersiapkan diri dan mereka terlalu merasa terkekang dengan kehadirannya,” katanya melanjutkan.

Kompany kembali ke Anderlecht setelah memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Manchester City. Selama membela The Cityzens, ia meraih sejumlah trofi seperti empat gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan empat Piala Liga Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Anderlecht Muak Kompany Tiru Gaya Melatih Guardiola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Manchester City, Vincent Kompany, kini punya status baru. Selain masih menjadi pemain untuk klub Belgia, Anderlecht, ia juga menjabat sebagai asisten pelatih. Dalam tugas pertamanya ini, ia dipercaya kerap meniru gaya melatih Pep Guardiola.

Vincent Kompany dan Pep Guardiola memang punya hubungan yang cukup erat. Keduanya menjadi sosok penting di Manchester City selama empat musim terakhir. Pep yang merupakan seorang pelatih selalu mengandalkan pemainnya itu yang menjabat sebagai kapten tim.

Kini kendati keduanya sudah dipisahkan jarak, Kompany sepertinya masih sangat dipengaruhi dengan gaya permainan yang diterapkan Guardiola selama ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh legenda Anderlecht, Aad de Mos.

vincent kompany-anderlecht
Mirror

“Di sepak bola, Anda tidak bisa meniru pelatih lain. Kompany ingin melakukan hal yang sama seperti dilakukan Guardiola di City dan itu membuat saya muak. City punya pemain seperti Sergio Aguero dan Kevin De Bruyne. Anderlecht  butuh pemain seperti itu lebih banyak,” ujar Aad de Mos seperti dilansir Mirror, Selasa (20/8/2019).

“Guardiola punya Aymeric Laporte, Ilkay Guendogan, atau Raheem Sterling. Sedangkan Kompany tidak mememiliki pemain sekelas mereka di Anderlecht,” sambung legenda Belgia itu.

Adapun performa pemain berusia 35 tahun bersama raksasa Belgia terbilang masih mengecewakan. Bagaimana tidak, mereka belum juga meraih kemenangan dari empat pertandingan Liga Belgia. Hasil ini membuat anak asuh Simon Davies berada di peringkat ke-13 dengan torehan dua poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Debut Buruk Vincent Kompany sebagai Pelatih

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Manchester City yang sekarang alih profesi sebagai pelatih-pemain, Vincent Kompany harus menelan pil pahit di laga debutnya, Senin (29/7/2019).

Vincent Kompany yang sekarang berstatus sebagai pelatih klub Liga Belgia, Anderlecht harus melihat anak asuhnya menyerah dengan skor 1-2 dari Ostend. Lebih tak mengenakkannya lagi laga berlangsung di markas sendiri, Constant Vanden Stock Stadium.

Bermain di pekan pertama Belgian Pro League musim 2019/20, Anderlecht sebenarnya unggul terlebih dahulu pada menit ke-13. Sayangnya gol dari Michel Vlap langsung dibalas pada menit ke-19 oleh Ronald Vargas.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-75, Fashion Sakata membuat tim tuan rumah menyerah dengan skor 1-2. Kekalahan ini juga menjadi debut tak mengenakkan bagi Samir Nasri.

Nasri yang masuk di babak kedua tak banyak membantu Anderlecht untuk bisa menyamakan kedudukan. Kompany sendiri pada laga ini berperan juga sebagai bek tengah.

Akibat dari kekalahan ini, Anderlecht tertahan di posisi ke-11. Pada musim lalu, klub ini hanya mampu finish di urutan ke-6.

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Samir Nasri Susul Vincent Kompany ke Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester City, Samir Nasri, akhirnya menyusul mantan kaptennya di City, Vincent Kompany, yang hengkang ke Anderlecht. Bedanya, sang gelandang berstatus sebagai pemain, sementara mantan kaptennya tersebut menjadi pelatih sekaligus pemain di sana.

Anderlecht adalah klub kesekian yang dibela Samir Nasri. Musim lalu ia masih bermain untuk West Ham United, tapi kontraknya di sana tidak diperpanjang manajemen karena ia gagal memenuhi ekspektasi.

Bersama klub raksasa Belgia itu, pemain asal Prancis tersebut dikontrak selama satu tahun. Tapi jika ia mampu menampilkan performa terbaik di sana, manajemen siap memperpanjang kontraknya.

nasri-kompany-daily
dailymail.co.uk

Keputusan pemain 32 tahun itu merapat ke Anderlecht berdasarkan bujukan Vincent Kompany. Ia mengaku ingin belajar banyak dari mantan kapten timnas Belgia tersebut.

“Vincent membantu saya dan kita semua tahu Anderlecht adalah klub tersukses di Belgia. Saya menerima sejumlah tawaran hebat, tapi saya memilih klub ini dengan penuh keyakinan,” kata sang gelandang seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Sabtu (6/7/2019).

Ini akan menjadi kebersamaan kedua antara Samir Nasri dengan Vincent Kompany. Sebelumnya mereka bermain bersama untuk Manchester City di tahun 2011 hingga 2017 lalu. Tapi di akhir musim tersebut mantan pemain Arsenal tersebut memutuskan hengkang ke klub Turki, Antalyaspor.

Karier mantan pemain timnas Prancis itu sempat tersendat akibat masalah doping. Ya, pada 2018 lalu ia gagal lolos dari tes doping hingga akhirnya memaksa dirinya menepi selama 18 bulan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vincent Kompany Siap Buktikan Kualitasnya di Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester City, Vincent Kompany, mengatakan bahwa dirinya sudah tak sabar ingin memulai petualangan beru bersama Anderlecht. Ia pun yakin akan bisa menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Anderlecht.

Pada musim 2019-20 mendatang, Vincent Kompany akan memulai petualangan baru di dalam kariernya. Ia akan pulang ke kampung halamannya di Belgia dan menjadi pelatih sekaligus pelatih untuk Anderlecht.

“Ide untuk menjadi pemain sekaligus pelatih sudah ada di benak saya selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, saya tak bisa melewatkan kesempatan yang ditawarkan oleh Anderlecht. Saya juga merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat,” kata Kompany dikutip dari Goal.

Vincent Kompany - Anderlecht - @rscanderlecht 2
twitter.com/rscanderlecht

“Saya ingin membuktikan segalanya. Sebagai pelatih, kualitas saya memang belum teruji. Tapi, saya yakin akan bisa meraih kesuksesan di sini. Saya tak datang ke sini untuk menjadi runner up. Saya ingin menjadi juara di Belgia,” paparnya menambahkan.

Pada musim 2018-19 lalu, Anderlecht harus puas finis di peringkat ke-6 Liga Belgia. Hal itu pun membuat Kompany semakin yakin akan bisa membuktikan kualitasnya dan kembali membawa Les Mauves et Blancs kembali menjadi raja di Belgia dengan pasukan mudanya.

“Anderlecht saat ini memiliki cukup banyak pemain muda berbakat. Musim lalu, kami hanya finis di urutan ke-6. Oleh karena itu, kami harus bisa tampil lebih baik lagi agar bisa kembali ke puncak. Saya siap melakukan sedikit perubahan untuk memastikan hal itu,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bellamy Susul Kompany ke Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker timnas Wales, Craig Bellamy, ditunjuk Anderlecht menukangi tim muda di bawah usia 21 tahun. Bellamy menandatangani kontrak selama tiga tahun.

Langkah ini membuat Craig Bellamy bertemu dengan mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany, yang lebih dulu bergabung ke Anderlecht untuk menjadi pemain sekaligus manajer.

“Penunjukan Craig membuktikan bahwa kami melanjutkan upaya kami untuk meningkatkan perkembangan pemain muda kami. Dia akan bekerja sama dengan Vincent Kompany, Simon Davies dan pelatih Akademi kita untuk mempermudah pemain muda kami menembus skuat senior,” ujar direktur olahraga Anderlecht, Michael Verschueren, melalui situs resmi klub.

Craig Bellamy Anderlecht
extra.ie

Craig Bellamy berusia 39 tahun malang melintang di persepakbolaan Inggris Raya seperti Celtic, Liverpool, Manchester City, dan terakhir Cardiff City sebelum memutuskan pensiun pada tahun 2014 lalu.

Sementara, direktur pengembangan pemain muda Anderlecht, Jean Kindermans, menyambut positif kehadiran Bellamy yang diyakini mampu menjadi mentor bagi pemain muda.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Craig di RSC Anderlecht. Dia memiliki banyak pengalaman dan akan menjadi mentor yang hebat bagi para pemain muda kita yang tidak hanya berbicara soal mental, tetapi juga dalam hal keterampilan sepakbola,”

“Sebagai pelatih tim U21, tugasnya adalah mempersiapkan talenta muda kita untuk tim utama,” ujar direktur pemuda Jean Kindermans.

Craig Bellamy sebelumnya kerap mengisi sebagai narasumber di media olahraga. Namun, ia sempat terjerat kasus bullying yang menyebabkan dirinya tak lagi tampil sebagai narasumber sejak tuduhan tersebut dilayangkan kepadanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jalani Pertemuan Selama 6 Jam, Anderlecht Mantap Tunjuk Kompany

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Direktur Anderlecht, Frank Arnesen, mengatakan perekrutan Vincent Kompany setelah melalui pertemuan panjang selama enam jam yang terjadi pada hari Minggu (19/5/2019) waktu setempat.

Vincent Kompany akan kembali ke klub lamanya, Anderlect, pada musim mendatang untuk menjalankan peran ganda sebagai pelatih sekaligus manajer. Kompany memutuskan tidak lagi memperkuat Manchester City setelah menjalani karier selama 11 tahun.

Kompany berhasil membantu Man City menjuarai tiga gelar domestik pada musim terakhirnya. Kompany berhasil Man City menjuarai Liga Inggris, Piala FA dan Carabao Cup.

Menurut Arnesen, Kompany mampu membawa kejayaan bagi Anderlect. “Kami pergi ke City dan kami menjalani pertemuan selama enam jam. Saya sangat kagum, dan ketika pulang setelah pertemuan, saya sepenuhnya setuju,” kata Arnesen kepada Sky Sports dikutip Football5star.com.

Frank Arnesen Vincent Kompany lesoir
lesoir.be

Kini, Anderlect tidak dalam penampilan terbaik. Diharapakan, kedatangan Kompany mampu mengembalikan kejayaan di masa akan datang.

“Ada begitu banyak pasang surut. Anderlecht ada di bawah saat ini. Itulah sebabnya saya datang empat bulan lalu. Vincent sebagai pemain tidak akan membawa kami selangkah ke depan. Tetapi, mungkin tiga, empat langkah ke depan,” ujar Arnesen menambahkan.

Lebih lanjut, Arnesen membeberkan kesan yang didapatkan setelah pertemuan dengan Kompany. Ia terksesan dengan penjabaran yang disampaikan pemain berusia 33 tahun tersebut.

“Saya sangat terkesan dengan penjelasannya tentang filosofi, bagaimana kami akan melakukan dan apa yang dia lakukan,” tambah Frank Arnesen.

Anderlecht diketahui hanya berhasil memenangkan satu pertandiingan dari 10 pertandingan di Belgian Pro League dengan mengumpulkan 32 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vincent Kompany Akan Jalani Peran Ganda Bersama Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Selepas mengumumkan kepergiannya dari Manchester City, Vincent Kompany tak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan klub baru. Ia sudah menerima tawaran untuk menjadi pemain-pelatih bersama klub Belgia, Anderlecht pada musim 2019-20 mendatang.

Anderlecht adalah klub profesional pertama Vincent Kompany. Ia bermain selama tiga tahun bersama Les Mauves et Blancs sebelum hijrah ke klub Jerman, Hamburger SV pada tahun 2006.

“Saya sudah memutuskan untuk menerima tawaran menjadi pemain-pelatih bersama Anderlecht musim depan. Saya ingin membagikan pengalaman serta ilmu saya kepada para pemain muda Anderlecht dan memberikan jiwa Manchester City di tengah kota Brussel,” tulis Vincent Kompany melalui akun Facebook pribadinya.

“Hal ini mungkin menjadi kejutan untuk para penggemar. Tapi, saya berani menjamin kalau keputusan ini merupakan yang terbaik dalam hidup saya. Sebagai pesepak bola, saya lahir dan dibesarkan bersama Anderlecht. Saya sudah menjadi bagian dari mereka semenjak berumur enam tahun,” sambung Kompany.

Dalam kesempatan yang sama, Vincent Kompany juga mengaku sudah cukup lama mendapatkan tawaran untuk menjadi pemain-pelatih bersama Les Mauves et Blancs. Ia pun merasa mendapatkan dukungan penuh dari CEO Anderlecht, Marc Coucke.

“Saya mendapatkan penawaran ini beberapa waktu lalu. Saya yakin Pak Coucke akan memberikan dukungan penuh berupa waktu, dana, staf kepelatihan, dan fasilitas latihan. Keyakinannya dari Pak Coucke membuat saya yakin akan tawaran ini,” tandas Kompany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kasus Pencucian Uang Anderlecht Menyeret Newcastle United?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Belgia, RSC Anderlecht tengah menghadapi kasus hukum dugaan praktik pencucian uang. Kabarnya salah satu klub Liga Inggris, Newcastle United terseret di kasus ini.

Sebelumnya, Kamis (25/4/2019) waktu setempat, pihak kepolisian Belgia menggerebek kantor manajemen RSC Anderlecht. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah dokumen, salah satunya ialah dokumen kepindahan striker Serbia, Aleksandar Mitrovic ke Newcastle United pada 2015.

Pihak kepolisian Belgia menduga proses kepindahan Mitrovic dari Anderlecht ke Newcastle United sangat rentan dengan praktik pencucian uang. Tim yang saat ini dilatih Rafael Benitez tersebut membeli Mitrovic dengan mahar sebesar 13 juta poundsterling.

Aleksandar Mitrovic Newcastle
just-football.com

Kubu Newcastle United sendiri belum mau memberika komentar terkait hal ini. Sementara, pihak RSC Anderlecht mengatakan bahwa manajemen akan bersikap kooperatif dengan penyelidikan pihak kepolisian.

Pihak kepolisian tak hanya menyita dokumen kepindahan pemain dari Anderlecht, mereka juga mengambil sejumlah dokumen dari kantor federasi sepak bola Belgia.

“Kami memiliki sejumlah pertanyaan untuk agen yang mengurus kepindahan pemain dari klub. Ini bisa diduga pratik pencucian uang,” kata juru bicara jaksa Belgia seperti dikutip www.old.football5star.com dari telegraph, Jumat (25/4/2019).

Terkait kasus dugaan praktik pencucian uang yang dituduhkan kepada Anderlecht, pihak kejaksaan membantah jika hal ini menjadi satu rangkaian pemeriksaan kasus ‘Footballgate’.

Footballgate merupakan salah satu kasus hukum di sepak bola Belgia yang merebak pasca perhelatan Piala Dunia 2018. Sejumlah fakta hukum terungkap ke publik soal praktik pengaturan pertandingan di beberapa pertandingan Liga Belgia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Klub Romelu Lukaku Diduga Melakukan Praktik Pencucian Uang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub besar Liga Belgia yang juga mantan klub Romelu Lukaku, RSC Anderlecht diduga melakukan praktik pencucian uang.

Tuduhan berat ini setelah pihak kepolisian Belgia menyatroni kantor RSC Anderlecht dan federasi sepak bola Belgia. Seperti dikutip www.old.football5star.com dari The Guardian, Kamis (25/4/2019) pihak kepolisian kemudian menyita sejumlah dokumen transfer pemain.

Manajemen Anderlecht tak menampik soal masalah ini. Pihak klub mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama sepenuhnya dengan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini.

R.S.C. Anderlecht

Sementara itu, pihak kejaksaan Belgia lewat salah satu juru bicara menyebut bahwa tuduhan pencucian uang berdasarkan sejumlah bukti awal.

“Kami memiliki beberapa bukti dan pertanyaan untuk sejumlah agen yang mengurus transfer pemain di klub Anderlecht. Kami menduga adanya pencucian uang,” kata salah satu juru bicara pihak kejaksaan Belgia.

Namun ketika disinggung soal paparan lebih detail terkait tuduhan tindak pidana dalam proses transfer, pihak kejaksaan tak mau mengungkap secara detail.

Tuduhah soal pencucian uang ini membuat Anderlecht semakin terpuruk. Baru-baru ini mereka harus memecat pelatihnya, Fred Rutten, setelah serangkaian hasil buruk di Liga Belgia.

Anderlecht bahkan di ambang kegagalan tidak menembus kompetisi Eropa pada musim depan. Ini jadi rekor terburuk mereka selama 55 tahun. Saat ini Anderlecht berada di peringkat kelima.

Ini bukan kasus hukum pertama yang menimpa klub yang pernah dibel Romelu Lukaku tersebut. Pada musim 1983-1984, Anderlecht juga terbukti menyuap wasit yang memimpin pertandingan melawan Nottingham Forest di babak semifinal Piala UEFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bayern Menang Susah Payah di Kandang Anderlecht

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich berhasil meraih tiga angka di kandang Anderlecht di matchday kelima Liga Champions, Kamis (23/11/2017) dinihari WIB. Die Roten menang tipis 2-1 di Constan Vanden Stock. Namun, kemenangan tersebut diraih dengan susah payah.

Kendati bertindak sebagai tim tamu, Bayern langsung mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Namun, rapatnya pertahanan Anderlecht membuat Arjen Robben cs sulit menembus gawang tuan rumah.

Anderlecht sempat mengejutkan The Bavarian di menit kedelapan melalu Lukasz Teodorczyk. Sayang, upaya striker asal Polandia itu masih bisa dihalau kiper Bayern, Sven Ulreich.

Tidak ingin kecolongan lagi, raksasa Jerman ini pun langsung mengurung pertahanan lawan. Akan tetapi hingga wasit meniup babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta.

Bayern, Menang, Susah Payah, Kandang, Anderlecht
zimbio.com

Tempo pertandingan pun meningkat di babak kedua. Bayern yang tidak mau kehilangan muka berhasil mencetak gol di menit ke-51. Striker andalan mereka, Robert Lewandowski, berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan Corentin Tolisso.

Namun, Anderlecht di luar dugaan berhasil menyamakan kedudukan. Memasuki menit 63, Sofiane Hanni menyamakan kedudukan melalui tendangan volley setelah memanfaatkan umpan Teodorczyk.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin berjalan terbuka. Die Roten kembali memimpin di menit ke-77. Kali ini, giliran Tolisso yang mencatatkan namanya di papan skor. Tandukannya yang memanfaatkan umpan crossing Joshua Kimmich meluncur mulus ke gawang Anderlecht.

Hingga wasit meniup pluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil ini tidak mengubah klasemen Grup B. Bayern tetap berada di posisi kedua dengan 12 poin, sedangkan Anderlecht tetap di posisi buncit tanpa meraup satu poin pun.

https://www.youtube.com/watch?v=rU7566rxzz0

Susunan Pemain:

Anderlecht (3-4-2-1): 1-Sels; 3-Deschacht, 4-Mbodji, 5-Spajic; 25-Trebel, 20-Kums, 32-Dendoncker, 12-Appiah; 8-Gerkens (9-Onyekeru 65’), 94-Hanni (17-Bruno 71’); 91-Teodorczyk (99-Harbaoui 82’)
Pelatih: Hein Vanhaezebrouck

Bayern Munich (4-3-3): 26-Ulreich; 32-Kimmich, 17-Boateng, 4-Sule, 34-Friedl; 23-Vidal, 19-Rudy, 24-Tolisso; 10-Robben (11-Martinez 48’), 9-Lewandowski, 6-Thiago (11-James 44’)
Pelatih: Jupp Heynckes

Kartu Kuning: Uros Spajic (47′), Jerome Boateng (61′), Robert Lewandoski (63′), Leander Dendoncker (83′), Sven Ulreich (88′)

Ulreich Bicara Peluang Bayern Finis sebagai Juara Grup

Football5star.com, Indonesia – Sven Ulreich mengungkapkan tekadnya untuk membawa Bayern Munich lolos dari fase penyisihan grup Liga Champion sebagai juara Grup B. Mereka dijadwalkan menghadapi Anderlecht di Stadion Constant Vanden Stock pada Kamis (23/11/2017).

Saat ini, Bayern berada di peringkat kedua klasemen Grup B dengan total raihan sembilan poin dari empat pertandingan. Mereka berselisih tiga angka dengan Paris Saint-Germain (PSG) yang menempati posisi pertama.

Jika berhasil menang atas Anderlecht, maka penentuan perebutan juara grup bakal terjadi dalam laga melawan PSG di Stadion Allianz pada 6 Desember mendatang.

sven ulreich, bayern munich

“Segalanya tentu mungkin terjadi. Kami bertekad untuk memenangi laga nanti agar bisa memiliki kesempatan finis sebagai juara grup. Kami bermain baik dan penuh percaya diri sejauh ini,” ujar Ulreich seperti yang dikutip laman resmi UEFA.

Pemain berusia 29 tahun tersebut kemungkinan besar akan kembali menjadi kiper utama Bayern dalam laga melawan Anderlecht. Sejak Manuel Neuer menderita cedera metatarsal pada September lalu, ia memang merupakan pilihan terdepan untuk berada di bawah mistar.

“Saya telah mendengar (CEO Bayern) Karl-Heinz Rummenigge sangat puas dengan performa saya dan Lothar Matthaeus menghubungkan saya dengan tim nasional. Bagaimanapun, saya hanya berkosentrasi dengan laga melawan Anderlecht,” kata Ulreich.

“Rasanya menyenangkan bisa bermain secara reguler dalam beberapa pekan terakhir. Pelatih kami fokus memperkuat pertahanan dan saya pikir hal itu membuahkan hasil. Kami bermain dengan sangat padu dan kami ingin melanjutkannya,” tutur dirinya.

Prediksi: Anderlecht vs Bayern Munich

main ANDERLECHT vs BAYERN

Stadion Constant Vanden Stock, Kamis (23/11/2017) Pukul 02.45 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Laga Anderlecht vs Bayern Munich sudah tak menentukan lagi. Tuan rumah sudah dipastikan gagal lolos ke 16-besar, sedangkan tim tamu sudah memastikan tiket ke fase gugur itu. Meskipun demikian, kemenangan tetap akan sangat berarti bagi kedua klub.

Bagi Anderlecht, tiga poin dari laga ini bisa membuka asa untuk merebut tiket ke Liga Europa. Sementara itu, untuk Die Roten, kemenangan bisa memelihara peluang menggeser Paris Saint-Germain dari puncak klasemen Grup B pada akhir fase grup nanti.

Menilik performa sejauh ini, tim tamu bisa lebih optimistis. Sejak ditangani Jupp Heynckes, mereka selalu menang. Sudah begitu, Don Jupp juga selalu mengantar Die Roten meraih tiga poin dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Champions.

REKOR PERTEMUAN

head to head ANDERLECHT vs BAYERN

TREN PERFORMA

5 lima laga terakhir ANDERLECHT vs BAYERN

STATISTIK MENARIK
  • Rekor kandang Anderlecht musim ini: 4 menang, 1 seri, 4 kalah.
  • Rekor tandang Bayern musim ini: 7 menang, 1 seri, 2 kalah.
  • Rekor pertemuan di kandang Anderlecht: 1 kali Anderlecht menang, 2 kali seri, 1 kali Bayern menang.
  • die Roten selalu menang dalam 8 laga bersama Jupp Heynckes musim ini. Termasuk menang adu penalti atas RB Leipzig di DFB Pokal.
  • Die Roten hanya kebobolan 3 gol sejak ditangani Heynckes.
  • Die Roten sudah memastikan lolos ke 16-besar, sementara Paars-wit sudah dipastikan tersingkir.
  • Paars-wit mencatat rekor terburuk dalam 4 matchday di Liga Champions dengan selisih gol 0-15. Itu lebih buruk dari MSK Zilina pada 2010-11 (1-15).
  • Rekor 10 laga tandang terakhir Die Roten di Liga Champions: 3 menang, 2 seri, 5 kalah.
  • Dalam 18 laga melawan klub Jerman, Paars-wit tak pernah clean sheet.
  • Rekor Mats Hummels cs. hadapi klub Belgia: 5 menang, 3 seri, 1 kalah.
  • Die Roten tak pernah clean sheet dalam 10 laga tandang terakhir di Liga Champions.
  • Dalam 29 laga terakhir Bayern di fase grup, tak satu pun yang berakhir imbang (23 menang, 6 kalah).
PELATIH
  • Hein Vanhaezebrouck belum pernah bertemu Jupp Heynckes.
  • Hein Vanhaezebrouck belum pernah menghadapi Bayern.
  • Jupp Heynckes belum pernah menghadapi Anderlecht.
  • Heynckes memenangi 7 laga terakhirnya di Liga Champions.
WASIT
  • Laga Anderlecht vs Bayern Munich akan dipimpin wasit Anthony Taylor (Inggris).
  • Rekor musim ini: 2 kali tuan rumah menang, 4 kali seri, 4 kali tim tamu menang.
  • Rekor pimpin Anderlecht: 1 menang, 0 seri, 0 kalah.
  • Rekor pimpin Bayern: 1 menang, 0 seri, 0 kalah.
PEMAIN KUNCI

ANDERLECHT:
Top Scorer:
Top Assist: –
Top Rating: Andrien Trebel (6,62)

BAYERN:
Top Scorer: Joshua Kimmich (2 gol)
Top Assist: Arjen Robben, Sven Ulreich, Joshua Kimmich, Kingsley Coman, Jerome Boateng, Robert Lewandowski, David Alaba (@1 assist)
Top Rating: Thiago Alcantara (7,47)

BERITA KEDUA TIM
  • Andy Najar (Anderlecht), Manuel Neuer, dan Franck Ribery (Bayern) belum pulih dari cedera.
  • Kondisi Kingsley Coman meragukan sepulang dari memperkuat timnas Prancis.
  • Jerome Boateng dikabarkan sudah fit.
PRAKIRAAN FORMASI

line up ANDERLECHT vs BAYERN

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(10,00) X(5,50) 2(1,30)
1(11,00) X(6,00) 2(1,29)
1(10,00) X(5,75) 2(1,28)
Prediksi Skor
WhoScored
FootballExpert
Anderlecht 0-4 Bayern
Anderlecht 0-3 Bayern
Prediksi Football5Star
Anderlecht 0-2 Bayern

Emery Senang PSG Main Tanpa Celah

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain sudah memastikan diri lolos ke fase gugur Liga Champions setelah mengalahkan Anderlecht 5-0, Rabu (1/11/2017). Yang paling membuat pelatih Unai Emery senang adalah permainan timnya yang sempurna tanpa celah di semua lini.

“Malam ini saya pikir kami tampil baik selama 90 menit penuh. Di laga pertama melawan mereka, kami memberikan mereka terlalu banyak celah dan terlalu banyak menerima ancaman, malam ini kami tak memberikan apapun ke mereka.” Ujar Emery di situs resmi klub, Rabu (1/11/2017).

“Mereka cuma punya dua atau tiga peluang dan itulah yang terus kami poles, untuk terus berkembang sebagai sebuah tim,” imbuhnya.

LayvinKurzawaParisSaintGermainvRSCAnderlechtuCh441uqK5Gl
zimbio.com

Selain itu, yang paling terpenting dari kemenangan tersebut adalah Emery bisa mempersembahkannya  kepada fans yang memadati Parc des Princes. Menurutnya, dukungan suporter yang tiada henti patut diganjar skor yang luar biasa.

“Kami memenangi tiga poin dan penting untuk tampil baik di Parc de Princes, di hadapan para penggemar yang mendukung selama 90 menit. Kami bekerja keras untuk mereka,” ujar Emery di situs resmi klub.

Kemenangan telak itu memastikan menjadikan PSG sebagai klub pertama yang lolos ke babak 16 besar, bersama Bayern Munich yang ada di posisi dua. Selanjutnya mereka akan bersaing dengan Die Roten untuk memperjuangkan posisi juara Grup B, mengingat keduanya hanya berjarak tiga angka.

PSG Pesta Gol, Cavani Gagal Samai Ronaldo

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menggulung Anderlecht pada laga matchday IV Liga Champions, Rabu (1/11/2017). Tim asuhan Unai Emery menang telak 5-0 dengan diwarnai hat-trick bek kiri Layvin Kurzawa (tengok: Bek Kiri PSG Torehkan Rekor Baru di Liga Champions). Namun, kemenangan itu terasa kurang sedap bagi striker Edinson Cavani yang gagal menyamai Cristiano Ronaldo.

Dalam pesta gol di Stadion Parc des Princes itu, Cavani tak mampu menjebol gawang lawan. Ini menghentikan tren bagusnya yang selalu mencetak gol dalam tujuh laga beruntun di Liga Champions. Hal itu membuat dia tak bisa menyamai Ronaldo yang tak henti mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun dari September 2013 hingga April 2014.

Ketajaman Edinson Cavani "dicuri"Layvin Kurzawa.
uefa.com

Striker Uruguay itu bukannya tanpa usaha. Dia tercatat melepaskan empat tembakan. Itu hanya kalah dari Neymar yang melesatkan delapan tembakan. Namun, sialnya, tak satu pun tendangan Cavani yang mengarah ke gawang Frank Boecx.

Satu hal yang menarik, kali terakhir Cavani gagal mencetak gol juga terjadi pada matchday IV, yakni pada musim lalu. Bedanya, PSG kala itu kalah 1-2 di kandang sendiri dari FC Basel. Setelah itu, dia berturut-turut menjebol gawang Arsenal, Ludogorets Razgrad, Barcelona (dua kali beruntun), Celtic FC, Bayern Munich, dan Anderlecht.

Meskipun gagal melanjutkan tren, mantan striker Napoli itu masih bisa berbangga hati. Pasalnya, dia termasuk dalam daftar pemain langka yang mampu membuat gol dalam setidaknya tujuh laga beruntun di Liga Champions. Hanya ada tiga pemain yang melakukan hal itu. Selain dirinya dan Ronaldo, satu pemain lagi adalah Ruud van Nistelrooy yang mencetak gol dalam sembilan laga beruntun pada musim 2002-03.

Bek Kiri PSG Torehkan Rekor Baru di Liga Champions

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah rekor baru berhasil ditorehkan Layvin Kurzawa dalam laga Paris Saint-Germain vs Anderlecht, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB. Bek kiri PSG itu menahbisakan diri sebagai bek pertama yang membuat hat-trick di kancah Liga Champions. Menariknya, itu juga trigol pertamanya sepanjang berkiprah di sepak bola profesional.

Tak heran bila Kurzawa begitu semringah. “Hat-trick ini membuatku sangat gembira. Ini hat-trick pertama sepanjang karier profesionalku,” ungkap dia usai pertandingan seperti dikutip situs resmi UEFA.  “Aku terkejut (bisa mencetak tiga gol) karena aku seorang pemain belakang. Sebelumnya, aku juga mencetak gol, tapi tiga gol ini sangatlah banyak.”

Mantan penggawa AS Monaco itu pun tak lantas menepuk dada. Dia menilai keberhasilannya dalam laga matchday IV Liga Champions adalah berkat perfoma tim secara keseluruhan.

“Sanjungan harus diberikan kepada rekan-rekan setimku. Soalnya, jika mereka tak ada di sana, aku tak akan bisa mencetak tiga gol,” lanjut pemain berumur 25 tahun yang dikenal sangat eksplosif walaupun berposisi sebagai fullback kiri tersebut.

Layvin Kurzawa mendpaat ucapan selamat dari rekan-rekannya.
leparisien.fr

Kurzawa menjadi bintang Les Parisiens kala membantai Anderlecht lima gol tanpa balas di Parc des Princes. Dia melesakkan si kulit bulat ke gawang Frank Boeckx pada menit ke-52, 72, dan 78. Itu merupakan hat-trick ketiga yang tercipta di Liga Champions musim ini. Adapun dalam sejarah Liga Champions sejak 1992-93, itu merupakan trigol ke-116.

Hat-trick itu sangat mengejutkan karena di PSG ada banyak pemain-pemain hebat. Tiga di antaranya adalah personil Trio MaCaN, yakni Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan sang pemain termahal dunia, Neymar. Bukannya mereka yang mencetak trigol, justru sang bek kiri yang selama ini bahkan tak mampu membuat brace.

Kurzawa Hat-trick, PSG Bantai Anderlecht 5-0

Football5Star.com, Indonesia – Kedigdayaan Paris Saint-Germain di Liga Champions musim ini masih berlanjut. Kali ini, Anderlecht menjadi korban terbaru Neymar cs. Bermain di Parc des Princes, PSG membantai klub asal Belgia dengan skor 5-0. Layvin Kurzawa menjadi bintang kemenangan lewat hat-trick yang ia cetak.

Kendati menang besar, PSG baru bisa membuka skor pada menit ke-30 lewat sontekan gelandang tengah mereka, Marco Verratti. Pemain Italia ini dengan cerdik memanfaatkan umpan Kylian Mbappe di sisi kanan lapangan.

LayvinKurzawaParisSaintGermainvRSCAnderlechtuCh441uqK5Gl
zimbio.com

Pada perpanjangan waktu babak pertama, Neymar berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah setelah menyelesaikan umpan Julian Draxler. Namun, yang menjadi bintang selanjutnya justru bek sayap mereka, Kurzawa.

Bintang Prancis ini berturut-turut mencetak tiga gol ke gawang Anderlecht. Gol pertama ia lesakkan pada menit ke-52, yang kemudian berlanjut 20 menit setelahnya. Torehan hat-trick-nya dilengkapi pada menit ke-78 setelah berhasil memanfaatkan umpan Angel Di Maria.

Skor 5-0 pun bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Les Parisiens memastikan diri melaju ke putaran 16 besar Liga Champions. Torehan 12 poin yang mereka kumpulkan tidak mampu dikejar oleh para pesaingnya di Grup B. Sedangkan Anderlecht berada di posisi buncit.

https://www.youtube.com/watch?v=GkddaXRXlHs

Susunan Pemain:

Paris Saint-Germain (4-3-3): 16-Areola; 32-Dani Alves, 5-Marquinhos, 2-Thiago Silva, 20-Kurzawa; 23-Draxler, 25-Rabiot (Pastore 76’), 6-Verratti (18-Lo Celso 64’), 29-Mbappe (11-Di Maria 64’), 9-Cavani, 10-Neymar
Pelatih: Unai Emery

Anderlecht (4-3-3): 23-Boeckx; 37-Obradovic, 5-Spajic (2-Josue Sa 45’), 4-Mbodji, 12-Appiah; 32-Dendoncker, 20-Kums, 25-Trebel; 9-Onyekuru (10-Stanciu 79’), 94-Hanni (91-Teodorczyk 60’), 8-Gerkens
Pelatih: Hein Vanhaezebrouck

K. Kuning:
K. Merah:

Prediksi: PSG Vs Anderlecht

Main 1 PSG Anderlecht

Stadion Parc des Princes, Rabu (1/11/2017) Pukul 02.45 WIB, (beIN Sports 3)

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain bisa menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 Liga Champions dari Grup B. Syaratnya, PSG harus menang atas Anderlecht.

PSG vs Anderlecht merupakan ajang pembuktian bagi Neymar untuk unjuk kebolehan setelah absen pada Ligue 1. Absen pada laga kontra Nice, membuat pemain termahal di dunia itu dalam kondisi bugar menghadapi laga ini.

Kendati demikian, PSG tak boleh jemawa. Anderlecht sempat menghadirkan kecewa ketika bisa menahan imbang tuan rumah di Parc des Princes pada pertemuan terakhir.

Apalagi, Anderlecht ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Liga Europa dengan finis ketiga di grup. Sudah pasti, mereka akan ngotot untuk bisa mencuri poin kembali di kandang PSG.

REKOR PERTEMUAN

head to head PSG vs ANDERLECHT

TREN PERFORMA

5 Laga Terahkir PSG vs ANDERLECHT

STATISTIK MENARIK
  • Anderlecht tak pernah bisa mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir di Liga Champions. Mereka juga selalu kalah dalam periode tersebut.
  • Dari 10 pertandingan terakhir, 9 di antaranya dilalui PSG dengan menjebol gawang lawan minimal dua kali.
  • Dalam tiga pertandingan Liga Champions musim ini, kiper Anderlecht minimal selalu memungut bola dari jala gawangnya tiga kali.
  • PSG belum sekali pun kebobolan di Liga Champions musim ini. Mereka selalu mencatat clean sheet. Les Parisiens juga selalu memenangi laga-laga tersebut.
  • Les Parisiens hanya sekali kalah ketika menjamu klub Belgia di Parc des Princes.
  • Anderlecht tak pernah menang pada laga tandang di Liga Champions sejak 6 Desember 2005. Real Betis adalah tim terakhir yang mereka kalahkan.
  • Rekor tandang mereka sejak menang atas Real Betis adalah delapan kali imbang dan lima kali kalah dalam 13 laga.
  • Anderlecht punya rekor berimbang melawan klub Prancis. Dari 23 laga, mereka menang tujuh kali dan hanya kalah enam kali. Dari 11 laga tandang, mereka menang tiga kali dan cuma kalah dua kali.
PELATIH
  • Hein Vanhaezebrouck sudah lima kali membawa timnya menghadapi klub Prancis pada laga resmi. Dari jumlah itu, tim asuhan Vanhaezebrouck menang sekali (atas Lyon) dan kalah tiga kali (dari Lille dan PSG pada pertemuan pertama lalu).
  • Unai Emery dan Hein Vanhaezebrouck baru sekali bertemu pada laga resmi. Itu adalah pertemuam pertama antara Anderlecht dan PSG di Brussels lalu.
  • Menghadapi wakil Belgia, Unai Emery superior. Dari delapan pertemuan, dia menang empat kali, seri tiga kali, dan cuma sekali kalah.
WASIT
  • David Fernandez Borbalan baru sekali memimpin pertandingan Liga Champions musim ini. Satu laga itu adalah ketika BSC Young Boys kalah dari CSKA Moskva di kandang sendiri pada babak kualifikasi.
  • Dari enam pertandingan La Liga – termasuk Divisi Segunda – yang dipimpin wasit 44 tahun itu, tuan rumah hanya menang sekali. Sisanya, satu kali seri dan empat kali kalah.
  • PSG pernah satu kali dipimpin Borbalan. Menariknya, hal itu terjadi saat mereka menang 5-0 di kandang Anderlecht pada Liga Champions musim 2013-14.
PEMAIN KUNCI

PSG:
Top Scorer: Edinson Cavani (4 gol)
Top Assist: Neymar, Kylian Mbappe (@2 assist)
Top Rating: Neymar (9,42)

ANDERLECHT:
Top Scorer:
Top Assist: –
Top Rating: Adrien Trebel (6,84)

Statistik di Liga Champions musim ini menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Thiago Motta, Christopher Nkunku, dan Lucas Moura adalah pemain dari kubu tuan rumah yang absen pada laga PSG vs Anderlecht karena cedera.
  • Neymar bisa dimainkan pada pertandingan Liga Champions. Dia absen pada laga vs Nice, akhir pekan lalu di Ligue 1, karena kartu merah pada Le Classique. Dia dipastikan dalam keadaan bugar untuk laga PSG vs Anderlecht.
  • Dani Alves dan Thomas Meunier akan bersaing untuk memperebutkan posisi bek kanan PSG pada laga ini. Keduanya mengalami cedera ringan pada pertandingan kontra Nice lalu, tetapi diperkirakan fit pada laga ini.
  • Angel Di Maria dan Julian Draxler bisa saja bakal memperebutkan salah satu posisi di lini depan. Kemungkinan ini bisa terjadi andai pelatih Unai Emery mengistirahatkan Kylian Mbappe.
  • Andy Najar dan Uros Spasic tak bisa membela Anderlecht pada laga ini karena cedera. Kara diperkirakan akan fit untuk pertandingan PSG vs Anderlecht.
PRAKIRAAN FORMASI

line up PGS vs Anderlecht

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(1,05) X(13,50) 2(41,00)
1(1,06) X(15,00) 2(34,00)
1(1,06) X(15,00) 2(51,00)
Prediksi Skor
WhoScored PSG 4-0 Anderlecht
Prediksi Football5Star
PSG 4-1 Anderlecht

Gelandang Anderlecht Ungkap Penyebab Gagal ke Man. United

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Anderlecht, Leander Dendoncker, mengomentari kegagalannya bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2017.

Anderlecht dikabarkan memasang banderol 34 juta pounds bagi Dendoncker. Man. United akhirnya mengurungkan niat untuk merekrut pemain 22 tahun itu dan lebih memilih memboyong Nemanja Matic dari Chelsea seharga 40 juta pounds.

Dendoncker mengaku tidak akan berpikir panjang jika Man. United serius memburunya. Akan tetapi, dia mengklaim bahwa Setan Merah tidak memiliki ketertarikan yang serius kepadanya.

“Jika ada tawaran konkret seperti yang dikatakan dan mereka (Man. United) rela membayar berapa pun, saya pasti sudah berada di sana,” ujar Dendoncker, seperti dilansir Express.

“Saat memperkuat Anderlecht dan mendapat kesempatan untuk pergi ke sana, Anda tidak perlu ragu. Namun, Anderlecht sedikit berbicara dan semua pihak harus setuju,” imbuhnya.

“Untuk membayar harga yang diminta, klub harus memiliki ketertarikan yang nyata. Anderlecht memasang harga tinggi karena tahu bahwa itu bakal sulit. Saat itu, harga pemain pun berlebihan,” tandas Dendoncker.

Dendoncker mengawali karier bersama tim junior Anderlecht. Dia melakoni debut bersama klub raksasa Belgia itu saat masih berusia 18 tahun pada 2013.

Selama memperkuat Anderlehct, Dendoncker telah melakoni 141 laga dengan koleksi 10 gol dan dua assist. Dia membantu klub besutan Hein Vanhaezebrouck tersebut meraih trofi Liga Pro Belgia musim lalu.

Gara-Gara Lampu, Besiktas Dihukum UEFA

Football5Star.com, Indonesia – Klub Turki, Besiktas, dijatuhi hukuman oleh UEFA terkait lampu stadion. Klub teras Turki itu didenda 25.000 euro (sekitar Rp399 juta) karena sebagian lampu di Stadion Vodafone Park padam saat mereka menjamu RB Leipzig, 29 September silam.

Dalam laga tersebut, deretan lampu di beberapa sisi stadion mati ketika pertandingan memasuki menit ke-60. Secara otomatis, pertandingan pun dihentikan. Wasit Sergey Karasev dari Rusia bahkan sempat memerintahkan para pemain masuk ke ruang ganti. Namun, sesaat setelah mereka meninggalkan lapangan, lampu kembali menyala.

Hanya 10 menit lamanya sebagian lampu itu padam. Namun, itu sudah cukup bagi UEFA untuk menyatakan panitia pertandingan lalai. Apalagi mereka juga dinyatakan melanggar pasal 38 tentang keamanan terkait penutupan tangga tribun. Untuk itu, seperti diumumkan UEFA pada Selasa (24/10/2017), Besiktas harus membayar denda 25.000 euro.

Kiper Leipzig, Peter Gulacsi, meninggalkan lapagan saat lampu Vodafone Park padam.
wtop.com

Selain Besiktas, klub lain yang mendapat hukuman adalah Anderlecht. Klub asal Belgia itu dijatuhi denda 7.000 euro (sekitar Rp112 juta). Gara-garanya, saat menghadapi Bayern Munich, ada sebagian fans mereka yang menyalakan kembang api.

Hukuman yang didapatkan kedua klub itu tak seberapa dibanding hukuman bagi Partizan Belgrade. Pada 7 Agustus lalu, klub asal Serbia itu dijatuhi denda 130.000 euro (sekitar Rp2,1 miliar) dan menggelar dua laga kandang tanpa penonton. Itu sebagai ganjaran atas ulah para suporternya.

Dalam dua laga melawan Buducnost Podgorica dan Olympikaos pada kualifikasi Liga Champions, sejumlah insiden terjadi. Ada fans yang menyalakan kembang api, melemparkan benda ke lapangan, menunjukkan perilaku rasial, dan menyerbu lapangan. Sejumlah pelanggaran itu bahkan membuat Partizan harus menjalani masa percobaan selama tiga tahun.

Liga Champions: PSG Pesta Gol ke Gawang Anderlecht

Football5star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) menang telak 4-0 atas tuan rumah Anderlecht pada matchday ketiga Grup B Liga Champions di Constant Vanden Stock, Kamis (19/10/2017) dinihari WIB. Trio Kylian Mbappe, Neymar, dan Edinson Cavani mencetak gol di laga ini.

Baru tiga menit laga berjalan, Mbappe langsung mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan umpan akurat Marco Verratti.

Pada menit 44, PSG berhasil memperlebar keunggulan. Cavani sukses melesakkan gol lewat sundulan setelah memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Mbappe.

Gol ketiga untuk PSG datang pada menit ke-66 melalui eksekusi tendangan bebas. Adapun gol keempat tim tamu lahir di menit ke-88 lewat sontekan Angel Di Maria. Skor jadi 4-0 untuk PSG dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Tambahan tiga poin membuat PSG makin kokoh di puncak klasemen Grup B dengan sembilan poin. Mereka tak terkalahkan dan juga belum kebobolan dalam tiga laga.

Sementara itu, Anderlecht berada di dasar klasemen dengan poin nol. Kalah tiga angka dari Celtic di posisi ketiga, dan enam angka dari Bayern Munich di posisi kedua.

DMcw90fW0AAvtiM

Susunan Pemain

Anderlecht: Sels; Dendoncker, Mbodj, Deschacht (Obradovic 89′); Appiah, Kums (Josue 57′), Trebel, Onyekuru; Gerkens (Bruno 81′), Teodorczyk, Hanni.

PSG: Areola; Dani Alves, Marquinhos, Kimpembe, Kurzawa; Verratti (Celso 74′), Motta (Draxler 71′), Rabiot; Mbappe, Cavani (Di Maria 74′), Neymar.