Jose Mourinho: Chelsea Tak Layak Menang Atas Tottenham Hotspur

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Selepas pertandingan Tottenham Hotspur vs Chelsea, Jumat (5/2/2021) dini hari WIB, Thomas Tuchel menyebut The Blues pantas menang. Namun, pandangan berbeda diungkapkan Jose Mourinho. The Special One menilai sebaliknya, The Blues tak layak pulang dengan 3 poin.

Mourinho mengakui performa Tottenham pada babak pertama memang buruk. Namun, peningkatan performa pada babak kedua seharusnya membuat mereka dapat menghindari kekalahan 0-1. Dia pun menandaskan, Spurs tidaklah lebih buruk dari Chelsea.

“Realitas pada babak pertama adalah dengan mereka begitu superior, penaltilah yang jadi penentu babak pertama dan hasil akhir pertandingan,” kata Jose Mourinho selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Jose Mourinho merasa Tottenham Hotspur tak sepatutnya kalah dari Chelsea.
Getty Images

Lebih lanjut, Mourinho mengungkapkan, “Pada babak kedua, kami jauh lebih baik dan itu membuat mereka tak superior sama sekali. Mereka harus bertahan lebih dalam dan melakukan serangan balik. Saya yakin, kami pantas mendapatkan hal yang berbeda melihat performa babak kedua.”

Mourinho tak berlebihan. Pada babak pertama, Tottenham hanya mampu melepaskan 2 tendangan. Penguasaan bola mereka pun hanya 32 persen. Adapun pada babak kedua, ada 5 tendangan yang dilepaskan dan penguasaan bola mereka justru unggul, yakni 52 persen.

Mourinho Keluhkan Marriner

Jose Mourinho secara langsung mengkritik performa wasit Andre Marriner yang memimpin laga Tottenham Hotspur vs Chelsea.
Getty Images

Selain menilai Chelsea tak seharusnya menang atas Tottenham Hotspur, Jose Mourinho juga mengaku tak suka terhadap kepemimpinan wasit Andre Marriner. Itu sebabnya, setelah pertandingan, dia berbicara langsung dengan sang wasit.

“Saya katakan kepada dia sesuatu yang dia sudah tahu. Saya katakan, dia adalah salah satu wasit terbaik di Premier League dan saya peduli kepada dia. Dia wasit yang sangat saya kagumi,” kata Mourinho.

The Special One menambahkan, “Itu membuat saya berani mengatakan kepada dia bahwa saya tak menyukai performanya. Pada dasarnya seperti itu. Saya punya hubungan baik dengan Andre. Jadi, saya berani mengatakan bahwa saya tak suka performanya.”

Kekalahan 0-1 dari Chelsea pada pekan ke-22 membuat posisi Tottenham Hotspur kian melorot. Pasalnya, itu adalah kekalahan ketiga secara beruntun. Tim asuhan Jose Mourinho kini turun dua anak tangga dari posisi ke-6 ke urutan ke-8 klasemen sementara Liga Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juergen Klopp Kesal Liverpool Tak Dihadiahi Penalti oleh Andre Marriner

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan 0-1 di kandang Southampton membuat Juergen Klopp meradang. Manajer Liverpool itu mengakui anak-anak asuhnya bermain buruk. Namun, dia juga menilai seharusnya wasit Andre Marriner menghadiahi The Reds penalti.

Setidaknya ada dua insiden yang diklaim Liverpool seharusnya berbuah penalti. Pertama, tendangan Georginio Wijnaldum yang ditahan oleh tangan Jack Stephens. Lalu, Sadio Mane yang dilanggar di dalam kotak penalti oleh Kyle Walker-Peters. Hal inilah yang membuat Klopp kesal bukan kepalang.

“Kami punya pandangan jelas dan saya menoleh kepada ofisial keempat dan berkata, ‘Akankan Anda mengeceknya?'” kata Juergen Klopp selepas laga seperti dikutip Football5Star.com dari Liverpool Echo. Lalu, dia berkata, ‘Kami sudah mengeceknya. Bukan penalti.'”

Insiden Sadio Mane dengan Kyle Walker-Peters dianggap Juergen Klopp seharusnya berbuah penalti bagi Liverpool.
skysports.com

Lebih lanjut, Klopp berujar, “Sekarang seseorang ingin mengatakan kepada saya betapa cepat mereka memeriksa semua sudut pandang. Namun, itu sudah 100 persen mereka periksa dan hasilnya bukan penalti.”

Klopp lantas mengungkit citra Mane. Dia menengarai wasit Andre Marriner mungkin masih termakan insiden musim lalu ketika pemain asal Senegal itu mendapatkan penalti lawan Leicester City. Namun, dia kemudian dihujat sebagai pemain yang terlalu mudah jatuh.

Klopp Pertanyakan Penalti-Penalti MU

“Andai anak ini jatuh dengan mudah, kami akan mendapatkan penalti pada laga terakhir (melawan Newcastle United). Apa yang dilakukan Andre Marriner kepada Sadio Mane malam ini, jujur saja, saya tak yakin itu bagus. Anak itu telah melakukan segalanya. Ada banyak situasi yang juga seharusnya berbuah tendangan bebas,” urai Juergen Klopp lagi.

Klopp pun lantas mengungkit jumlah penalti yang didapatkan rival abadi Liverpool, Manchester United. Terakhir, Red Devils meraih kemenangan atas Aston Villa berkat penalti kontroversial yang didapatkan Paul Pogba.

“Saya dengar Manchester United telah mendapatkan lebih banyak penalti dalam dua tahun ketika Ole (Gunnar Solskjaer) di sana ketimbang saya dalam 5,5 tahun. Saya tak tahu apakah itu kesalahan saya. Saya tak tahu juga mengapa itu terjadi,” ujar Klopp.

Meskipun demikian, Juergen Klopp tak menjadikan putusan Andre Marriner sebagai kambing hitam. Dia tetap mengakui performa Liverpool tidaklah bagus dalam laga di markas Southampton. Menurut dia, putusan wasit tak bisa diubah, tapi performa timnya jelas dapat diperbaiki.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Empat Wasit Beken Premier League Tepergok Pesta Liar di Batam

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Empat wasit Premier League, Kevin Friend, David Coote, Martin Atkinson, dan Andre Marriner, tepergok sedang berpesta di Batam. Keempatnya terlihat menikmati malam bersama empat orang wanita yang belakangan diketahui sebagai caddie dari salah satu resort golf terdekat.

Empat orang tersebut sedang menghadiri sebuah acara amal di Batam yang berlangsung di salah satu tempat golf. Sejatinya, ada dua orang lagi yang ikut yakni Roger East dan Graham Scott, namun keduanya tidak ikut berpesta.

Menurut lansiran The Sun, keenam orang tersebut menginap di salah satu hotel mewah yakni Radisson Hotel. Enam orang tersebut mengunjungi sebuah panti asuhan dan menghadiahkan sejumlah helm sepeda.

Salah seorang sumber menyebut keempat orang itu memeluk wanita-wanita yang menemaninya. “Cara mereka berdansa dan minum tidak memperlihatkan usia mereka. Mereka lebih pantas seperti pesepak bola muda,” kata seorang sumber tersebut.

Ini bukan pertama kalinya keenam orang tersebut terlibat dalam acara amal serupa. Sebelumnya, mereka juga bergabung ke dalam acara bersepeda keliling 20 stadion Premier League. Dalam acara tersebut, terkumpul dana sebesar 60 ribu pounds.

Rencananya, enam orang tersebut akan kembali ke Inggris pada Jumat (14/6) pekan ini. Sejauh ini, belum ada indikasi enam orang wasit tersebut melakukan tindakan illegal atau melanggar norma susila.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fakta Menarik Wasit Laga Manchester United vs Manchester City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada Kamis (25/4) dinihari WIB nanti, Premier League akan menyajikan partai panas antara dua tim papan atas, Manchester United vs Manchester City. Partai tersebut akan dipimpin oleh wasit kawakan Premier League, Andre Marriner.

Andre Marriner bukanlah nama baru di Premier League. Pria 48 tahun itu sudah menjadi pengadil lapangan di Premier League semenjak musim 2004-05. Selama 15 tahun menjadi wasit, Andre Marriner juga sudah tak asing lagi mempimpin partai yang cukup panas.

Andre Marriner saat memimpin laga Manchester United vs Arsenal pada paruh pertama musim ini.
scoopernews.com

Pada musim 2018-19, wasit berumur 48 tahun itu mendapatkan kepercayaan untuk memimpin 25 partai Premier League. Dari 25 partai tersebut, Marriner sudah mengeluarkan 62 kartu kuning serta tiga kartu merah.

Pertanda Banyak Gol

Partai Derbi Manchester dini hari nanti bukanlah yang pertama untuk Andre Marriner. Ia sudah pernah memimpin partai Derbi Manchester pada tahun 2011 lalu. Ketika itu, Manchester United berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas Manchester City di Old Trafford. Partai tersebut diwarnai oleh gol cantik Wayne Rooney pada menit ke-78 yang berhasil membawa Red Devils meraih kemenangan.

https://www.youtube.com/watch?v=Z8HyNk4OERs

Setahun kemudian, Marriner juga mewasiti Derbi Manchester. Kali ini bertempat di Stadion Etihad. Manchester City berhasil menang 1-0 berkat gol tunggal yang dilesakkan bek tengah Vincent Kompany.

Sejauh ini, Andre Marriner sudah 48 kali mewasiti partai Manchester City. Dari 48 partai tersebut, The Cityzens berhasil meraup 28 kemenangan, tujuh imbang dan 13 kalah. Di musim ini, Marriner sudah memimpin empat pertandingan Manchester City.

Satu hal yang cukup mencolok, The Cityzens berhasil mencetak setidaknnya tiga gol dari empat partai yang dipimpin oleh Marriner musim ini. Selain itu, Ederson Moraes juga berhasil mencetak dua clean sheet dari empat pertandingan bersama yang yang memulai kiprahnya di Premier League pada 2004-005 itu.

Sementara itu, Manchester United memiliki rekor 24 kemenangan, tiga imbang serta 10 kekalahan dari 37 partai bersama Andre Marriner. Musim ini, Red Devils sudah melakoni tiga pertandingan bersama Andre Marriner. Hal menarik, Red Devils selalu berhasil mencetak dua gol dalam tiga pertandingan tersebut.

Statistik itu membuat partai Manchester City vs Manchester United dini hari nanti diprediksi akan berjalan dengan sengit. Kedua tim akan saling serang demi meraih poin penuh dan melancarkan misinya di sisa pertandingan musim ini. Tak akan mengherankan pula bila tercipta banyak gol di Stadion Old Trafford nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Andre Marriner Pimpin Laga Arsenal Vs Liverpool

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Laga sengit akan terjadi pada pekan kesebelas Premier League antara Arsenal versus Liverpool di Stadion Emirates, Minggu (4/11/2018). Pertarungan antara kedua klub papan atas tersebut bakal dipimpin oleh Andre Marriner.

Andre Marriner Pimpin Laga Arsenal Vs Liverpool
dailymail

Wasit asal Inggris itu bukan kali ini saja pernah memimpin laga yang mempertemukan kedua tim tersebut di Stadion Etihad. Sebelumnya pada April 2011 lalu ia pernah membuat Manajer The Gunners saat itu, Arsene Wenger berang atas keputusannya.

Kala itu Arsenal sukses unggul satu gol terlebih dahulu lewat sumbangsih dari penyerang mereka asal Belanda, Robin Van Persie pada menit ke-90+8. Akan tetapi Jelang pertandingan bubaran Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah pemain tim tamu dianggap melakukan pelanggaran.

Dirk Kuyt kemudian menjadi eksekutor penalti bagi Liverpool. Sebelum Andre Marriner meniup pluit tanda boleh memulai mengeksekusi penalti, sempat terjadi protes dari Pemain Arsenal yang membuat laga terhenti sementara.

Dirk Kuyt kemudian sukses menjebol gawang Arsenal yang saat itu masih Wojciech Szczesny. Pertandingan tersebut juga diakhiri dengan ajakan berjabat tangan oleh Manajer Liverpool kala itu, Kenny Dalglish yang tak dibalas oleh Wenger.

Liverpool Paling Sering Dapatkan Penalti

Di sisi lain Liverpool menjadi tim yang paling sering dipimpin laganya oleh Andre Marriner. Selaam 43 kali dipimpin oleh wasit asal Birmingham tersebut, The Reds mendapatkan 19 kemenangan, 15 imbang, dan sembilan kali kalah.

Bahkan Liverpool juga menjadi tim yang paling sering diberikan hadiah penalti oleh Andre Marriner sebanyak sembilan tujuh kali. Di sisi lain Arsenal juga telah 36 kali dipimpin laga mereka oleh sang pengadil lapangan dengan catatan 22 kemenangan, empat imbang, dan sepuluh kekalahan.

The Gunners juga punya kenangan buruk saat dipimpin laganya oleh Andre Marriner kala menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada 2014 lalu. Kala itu ia salah memberi kartu merah kepada Kieran Gibbs yang seharusnya diberikan kepada Alex-Oxlade Chamberlain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tuah Marriner untuk Liverpool di Kandang Chelsea

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Setelah Liverpool ditaklukkan Chelsea di Carabao Cup, Kamis (27/9/2018) dini hari WIB, Juergen Klopp mencak-mencak. Dia menilai hasil laga itu ditentukan oleh putusan keliru yang dibuat wasit. Namun, dia patut optimistis menyambut laga akhir pekan. Pasalnya, Andre Marriner yang akan memimpin laga Chelsea vs Liverpool.

Setidaknya, Klopp tak bisa berburuk sangka kepada Marriner. Sejarah mencatat, wasit berumur 47 tahun itu telah dua kali memimpin laga Chelsea vs Liverpool. Hasilnya, The Anfield Gang tak pernah kalah. Sekali mereka menang dan sekali imbang. Kedua laga itu pun berlangsung di Stamford Bridge.

Laga Chelsea vs Liverpool pertama yang diwasiti Marriner tersaji pada 6 Februari 2011. Kala itu, The Reds unggul 1-0 berkat gol tunggal Raul Meireles setelah menerima assist dari sang kapten, Steven Gerrard.

Andre Marriner saat mewasiti Chelsea vs Liverpool pada 2015.
mirror.co.uk

Adapun kesempatan kedua memimpin laga Chelsea vs Liverpool didapatkan Marriner pada 10 Mei 2015. Dalam laga itu, The Blues sempat unggul terlebih dahulu berkat gol sundulan John Terry pada menit ke-5. Namun, The Anfield Gang menyamakan kedudukan hanya semenit jelang turun minum berkat sundulan Gerrard.

Rekor Berbeda Bersama Marriner

Hal lain yang membuat anak-anak asuh Klopp bisa lebih optimistis menyongsong Chelsea vs Liverpool, tiga laga terakhir mereka di Premier League dengan wasit ini tak pernah berakhir kekalahan. Mereka menuai dua kemenangan dan sekali imbang. Salah satu kemenangan diraih atas Manchester City dengan skor 4-3 pada musim lalu.

Sementara itu, hasil tiga laga The Blues di Premier League dengan Marriner sebagai pengadil terbilang tidak bagus. Mereka hanya sekali menang dan dua kali kalah. Kemenangan diraih atas Huddersfield Town, sedangkan kekalahan diderita dari Crystal Palace dan Tottenham Hotspur.

Menilik fakta-fakta itu, anak-anak asuh Klopp kiranya bisa mengulum senyum menyambut laga Chelsea vs Liverpool di Stamford Bridge, Sabtu nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Prediksi: Manchester United vs Leicester City

Man. United vs Leicester

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Man. United 2-1 Leicester
FootballExpert
Man. United 2-0 Leicester
Predictz
Man. United 2-1 Leicester
FOOTBALL5STAR
MAN. UNITED 2-0 LEICESTER

 

PREDIKSI PO HAMSTER PERAMAL

Stadion Old Trafford, Sabtu (11/8/2018) Pukul 02.00 WIB (BeIn Sports 2)

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga Manchester United vs Leicester City ini, Jose Mourinho dilanda kebingungan. Sejumlah pemainnya baru bergabung beberapa hari karena menjalani libur setelah membela negara masing-masing di Piala Dunia 2018. Sudah begitu, performa para pemain yang ada pun tak memuaskan.

Pada uji tanding terakhir, Red Devils memang hanya kalah 0-1 dari Bayern Munich. Namun, mereka gagal melepaskan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang. Ini tentu menjadi hal yang mencemaskan. Apalagi, mereka hanya bermain imbang 2-2 dalam pertemuan terakhir dengan the Foxes.

Meskipun demikian, Man. United bisa tetap optimistis. Mereka punya rekor apik dalam mengawali musim. Dari 26 kesempatan, mereka menuai 17 kemenangan, 4 seri, dan 5 kalah. Kekalahan di kandang terakhir dialami pada musim 2014-15 saat menjamu Swansea City.

Selain itu, Red Devils punya catatan apik menghadapi The Foxes. Mereka selalu mampu mencetak setidaknya 2 gol dalam 5 pertemuan terakhir. Sebaliknya, The Foxes selalu kalah dalam 3 laga tandang terakhir di Premier League dan selalu kebobolan setidaknya 2 gol.

REKOR PERTEMUAN
man united vs leicester head to head
TREN PERFORMA
man united vs leicester Lima laga trakhir
STATISTIK MENARIK
  • Man. United adalah tim yang paling sering menang dalam laga pembuka Premier League. Mereka telah meraup 17 kemenangan.
  • Red Devils tak pernah kalah dalam 20 laga kandang yang berlangsung pada Jumat malam waktu setempat.
  • Red Devils hanya 2 kali kalah dari 36 laga kandang terakhir Premier League.
  • Red Devils memenangi 8 dari 9 laga kandang terakhir melawan The Foxes di semua ajang.
  • Red Devils setidaknya mencetak 2 gol dalam 5 laga terakhir melawan The Foxes.
  • The Foxes selalu kalah dalam 3 laga tandang terakhir di Premier League dan kebobolan setidaknya 2 gol.
PELATIH
  • Laga Manchester United vs Leicester City ini merupakan pertemuan ke-7 Jose Mourinho dengan Claude Puel.
  • Rekor pertemuan Mourinho vs Puel: 3 kali Mourinho menang, 3 kali seri, 0 kali Puel menang.
  • Bersama Red Devils, Mourinho tak pernah kalah dari Puel (2 menang, 2 seri).
  • Rekor Mourinho vs The Foxes: 6 menang, 1 seri, 1 kalah.
  • Bersama Red Devils, Mourinho tak pernah kalah dari The Foxes (4 menang, 1 seri) dan selalu berhasil setidaknya membuat 2 gol.
  • Rekor Puel vs Red Devils: 1 menang, 3 seri, 4 kalah.
  • Dalam 6 kesempatan terakhir, tim asuhan Puel tak pernah menang atas Red Devils (2 seri, 4 kalah). Namun, dua laga terakhir selalu imbang.
WASIT
  • Wasit yang akan memimpin laga Manchester United vs Leicester City kali ini adalah Andre Marriner.
  • Ini adalah kali pertama Marriner pimpin laga Manchester United vs Leicester City.
  • Musim lalu, dari 27 laga Premier League yang dipimpin wasit ini, hanya 4 yang berakhir imbang.
  • Rekor Marriner pimpin Red Devils: 22 menang, 2 seri, 10 kalah.
  • Musim lalu, Red Devils memenangi 4 dari 5 laga yang dipimpin Marriner di semua ajang. Satu-satunya kekalahan dialami di kandang Tottenham Hotspur.
  • Rekor Marriner pimpin Leicester: 4 menang, 5 seri, 5 kalah.
  • Dalam 3 laga tandang di Premier League dengan wasit ini, The Foxes tak pernah menang (1 seri, 2 kalah) dan selalu kebobolan setidaknya 2 gol.
PEMAIN KUNCI
MAN. UNITED:

Top ScorerRomelu Lukaku (16 gol)
Top Assist: Paul Pogba (10 assist)
Top Rating: Alexis Sanchez (7,55)

LEICESTER:

Top Scorer: Jamie Vardy (20 gol)
Top Assist: Riyad Mahrez (10 assist)
Top Rating: Riyad Mahrez (7,24)

*Statistik di Premier League 2017-18 menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Man. United: Nemanja Matic, Antonio Valencia, Diogo Dalot, dan Marcos Rojo cedera.
  • Man. United: Kondisi Marouane Fellaini, Jesse Lingard, Ashley Young, Paul Pogba, Phil Jones, Eric Bailly, dan Ander Herrera meragukan.
  • Leicester: Matty James cedera.
  • Leicester: Jamie Vardy, Harry Maguire, Jonny Evans, James Maddison, dan Nampalys Mendy tidak dalam kondisi fit.
PRAKIRAAN FORMASI

man united vs leicester line up

Kapten Liverpool Kritik Wasit karena Tak Berikan Penalti

Football Live Star
Football5Star.com, Indonesia – Kapten Liverpool, Jordan Henderson, mengkritik kepemimpinan wasit Andre Marriner pada laga kontra Stoke City, Sabtu (28/4/2018). Menurut Henderson, Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah penalti pada pertandingan itu.

Liverpool ditahan imbang tanpa gol oleh tamunya, Stoke City, pada lanjutan Liga Inggris. Laga itu diwarnai dengan keputusan kontroversial wasit Andre Marriner yang tak memberikan tendangan penalti kepada Liverpool.

Pada menit ke-87, bek Stoke City Erik Pieters menahan bola dengan tangannya untuk menghalau umpan silang dari Giorginio Wijnaldum. Namun, Marriner tak memberikan penalti kepada Liverpool atas insiden itu. Selepas pertandingan, kapten Liverpool Jordan Henderson mengkritik Marriner yang dinilai tak bisa memimpin pertandingan.

https://twitter.com/LFCTransferRoom/status/990219601194684416

“Itu kelihatan sebuah penalti, dan saat saya menyaksikan melalui siaran ulang jelas sekali terlihat handball. Jika dia (Pieters) tak menyentuh bola dengan tangannya, itu pasti menjadi gol,” ujar Henderson sebagaimana dilansir Football5Star.com dari Goal.

“Itu benar-benar keputusan yang buruk dari wasit dan hakim garis, itu membuat kami kehilangan tiga poin,” tutur Henderson menambahkan.

Karena hasil imbang itu, Liverpool berada di ketiga dan berjarak empat poin dari Tottenham Hotspur yang masih menyimpan dua pertandingan. Posisi Liverpool untuk finis di empat besar masih belum aman mengingat mereka hanya berjarak sembilan poin dari Chelsea yang berada di posisi kelima.

Eks Wasit Premier League: Gol Eriksen Tidak Sah!

Football5Star.com, Indonesia – Christian Eriksen membuat sensasi saat Tottenham Hotspur menjamu Manchester United, Kamis (1/2/2018). Dalam laga di Stadion Wembley tersebut, dia menjebol gawang Man. United yang dikawal David de Gea hanya 11 detik setelah wasit Andre Marriner memulai pertandingan. Namun, di mata eks wasit Premier League, Graham Poll, gol itu sebetulnya tidak sah.

Harry Kane sudah berada di wilayah permainan Man. United sebelum kick-off dilakukan.
Twitter @beanymansports

Berbicara di Sky Sports, Poll menilai ada kesalah fatal yang dilakukan Marriner dalam gol tersebut. Kesalahan itu adalah tetap mengesahkan gol meskipun Harry Kane melanggar aturan saat kick-off dilakukan. “Seharusnya gol itu tidak sah. Andai VAR digunakan, gol itu pasti dianulir,” kata Poll.

Sesaat sebelum kick-off dilakukan, Kane ternyata sudah berada di wilayah permainan Man. United. Dalam aturan yang berlaku, semua pemain harus berada di wilayah timnya sebelum kick-off dilakukan. Andai ada pemain yang melanggar peraturan tersebut, wasit biasanya akan meminta kick-off diulang.

Hal yang paling fatal, berkat pelanggaran terhadap aturan itu, Kane terlibat aktif dalam gol kilat yang dibuat Eriksen. Dialah yang menyongsong umpan jauh dengan kepalanya yang lantas diteruskan umpan tumit Dele Alli kepada sang playmaker asal Denmark.

Gol cepat itu secara psikologis memukul pasukan Jose Mourinho. Hal itu diakui Ashley Young. “Kami benar-benar kecewa berat kalah dengan gol yang terlalu cepat. Itu sungguh berat,” kata dia kepada Manchester Evening News soal suasana ruang ganti Red Devils usai pertandingan.

Pogba Pantas Diusir, Arsenal Harusnya Dapat Penalti

Football5star.com, Indonesia – Mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, mengklaim bahwa Paul Pogba memang pantas dikartu merah dalam laga antara Manchester United melawan Arsenal pada Sabtu (2/12/2017). Ia juga merasa Arsenal seharusnya mendapatkan penalti atas pelanggaran Matteo Darmian terhadap Danny Welbeck.

Laga lanjutan Premier League di Stadion Emirates akhir pekan kemarin memang diwarnai kontroversi, salah satunya adalah kartu merah kepada Pogba. Wasit Andre Marriner tidak berpikir panjang untuk mengusir pemain asal Prancis tersebut setelah menginjak betis Hector Bellerin.

Tidak sedikit pihak yang merasa bahwa hukuman kartu merah kepada Pogba terlalu berat karena ia dianggap tidak menginjak Bellerin secara sengaja. Namun, Gallagher, yang pernah menjadi wasit Premier League dari selama delapan tahun, membela keputusan Marriner.

danny welbeck, matteo darmian, manchester united, arsenal

“Itu adalah sebuah pelanggaran berat. Ia melangkah dengan tenaga besar. Tidak perlu diragukan lagi bahwa itu adalah sebuah kartu merah,” tutur Gallagher seperti yang dikutip Sky Sports.

“Wasit bekerja dengan sangat baik. Sejak saya melihat tayangan ulang, saya tidak memiliki pendapat lain. Itu jelas kartu merah,” tutur dirinya.

Selain kartu merah Pogba, pria berusia 60 tahun tersebut juga memberikan pendapatnya mengenai tekel Darmian kepada Welbeck. Kali ini, ia menilai Marriner melakukan kesalahan karena tidak memberikan hadiah penalti kepada The Gunners.

“Ini adalah satu-satunya kesalahan dalam sebuah laga luar biasa dan performa hebat dari para wasit. Mereka mungkin tidak melihat pelanggaran ini secara jelas. Mungkin, mereka berpikir Danny Welbeck terpeleset, tetapi itu jelas sebuah penalti,” ucap Gallagher.

Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Manchester United berkat gol dari Jesse Lingard (2) dan Antonio Valencia. Adapun gol Arsenal disumbangkan oleh Alexandre Lacazette.

Arsenal Dikalahkan Stoke, Wenger Uring-Uringan

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan harus diterima lebih awal oleh Arsenal dalam perjalanan di Premier League musim ini. Sabtu (19/8/2017), Arsenal dikalahkan Stoke City gara-gara gol tunggal Jese Rodriguez. Hasil Premier League pekan ke-2 itu kontan membuat manajer Arsene Wenger uring-uringan.

Banyak hal yang dituding Wenger sebagai faktor penyebab kekalahan dari Stoke. Pertama, dia menunjuk performa buruk tim dalam bertahan dan menyelesaikan peluang.

“Ini adalah malam yag membuat Anda marah besar karena bukan saja tak mampu mencetak gol dari sekian banyak peluang yang didapatkan, kami juga membuat kesalahan bodoh. Pertama, kehilangan bola, lalu tak bertahan dengan baik dalam proses terjadinya gol,” ungkap The Professor seperti dikutip The Guardian, Sabtu (19/8/2017).

Secara tidak langsung, dia menyalahkan Granit Xhaka. Pembuat dua assist dalam laga pekan pertama itulah yang kehilangan bola di lini tengah dan mengawali gol lawan. Adapun keluhan soal penyelsaian akhir didukung statistik. Dari 18 kali melepaskan tembakan, hanya enam kali yang mengarah tepat ke gawang lawan dan menyulitkan kiper Jack Butland.

Hal kedua yang dianggap Wenger sebagai penyebab kekalahan timnya adalah kepemimpinan wasit Andre Marriner. Secara khusus, dia menuding sang wasit melakukan kesalahan saat meganulir gol Alexandre Lacazette pada menit ke-72. Marriner menilai striker Prancis tersebut berada dalam posisi offside.

“Di atas segalanya, kami tidak beruntung oleh beberapa putusan wasit,” keluh pria yang pernah menangani AS Monaco tersebut. “Itu 100 persen onside. Saya melihatnya dan dia tidak offside. Bahkan kakinya pun tidak offside. Tapi, kami harus menelan (putusan) itu.”

Bukan itu saja, The Professor juga menilai timnya patut mendapat hadiah penalti. Namun, kata dia, itu adalah hal biasa karena musim lalu pun Arsenal jarang mendapatkan penalti. Sebaliknya, kata dia, mereka justru paling sering dihukum penalti.

Chelsea FC: Gary Cahill Geram dengan Keputusan Wasit Andre Marriner

Defender Chelsea, Gary Cahill, kesal dengan kepemimpinan wasit Andre Marriner di laga melawan Swansea City di Stadion Liberty, Minggu (11/9).
Pasalnya, dia menilai wasit melakukan kesalahan dengan tak menganggap aksi pemain Swansea, Leroy Fer sebagai pelanggaran kala menjatuhkan dirinya.

Kala itu, Fer menjatuhkan sekaligus merebut bola yang berada dalam penguasaa Cahill. Fer lantas berlari sendirian ke arah gawang dan berhasil mecetak gol kedua Swansea.

“Ayolah, serius! Anda bisa duduk di bulan dan melihat itu adalah pelanggaran yang jelas. Saya dijatuhkannya. Dia datang dari belakang saya. Itu jelas dan setelah melihat kembali tayangan ulang membuat saya bahkan semakin marah,” ucap Cahill dengan geram kepada BBC Sport.

“Semua menyenangkan dan permainan menghibur untuk para fans. Tapi para pemain yang menderita. (Keputusan) itu membunuh saya dan tim. Kami telah kehilangan dua poin yang sangat penting di liga ini,” sambungnya.

Cahill agaknya benar-benar tak bisa menahan kekesalannya terhadap wasit. Apalagi, Chelsea yang mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, harus puas bermain imbang akibat keputusan wasit yang dianggap keliru oleh Cahill.

“Lihatlah wajah saya! Ini luar biasa. Saya mengatakan kepada wasit, ada tiga dari kalian yang dapat melihat kejadian. Ada dua pelanggaran, dan di antara para pengadil mengatakan bahwa mereka tidak melihatnya. Bagi saya itu luar biasa,” pungkas bek berusia 30 tahun itu.

Big Sam Diserbu Para Pemain Norwich di Carrow Road

Laga krusial demi misi menyelamatkan diri dari degradasi antara Norwich City dengan Sunderland pada Sabtu (16/4) berlangsung panas. Dalam pertandingan pekan ke-34 Premier League itu, manajer The Black Cats, Sam Allardyce, diserbu oleh para pemain Norwich dan nyaris dikeroyok.

Gara-garanya adalah aksi manajer berjuluk Big Sam itu memicu keributan di Stadion Carrow Road. Mulanya di tengah pertandingan, pemain Norwich, Robbie Brady, mendorong pemain Sunderland, DeAndre Yedlin. Dorongan Brady rupanya begitu kencang. Sampai-sampai Yedlin terjatuh hingga menabrak papan reklame iklan yang dipasang di pinggir lapangan.

Melihat hal itu, Allardyce naik darah. Dia segera menghardik Brady. Namun, aksinya itu malah membuat para pemain The Canaries mengerubungi dan siap berkonfrontasi dengannya. Mereka mendatangi area bangku tim The Black Cats.

Insiden itu membuat keributan pecah. Laga sempat terhenti beberapa waktu. Namun, tidak ada kontak fisik yang terjadi. Meski begitu, wasit Andre Marriner dengan tegas memarahi Allardyce.

Terkait insiden tersebut, Big Sam akhirnya mengaku salah. Dia menyadari dirinya lepas kontrol.

“Saya tidak sadar masih memiliki kekuatan itu (kekuatan untuk mendorong pemain Norwich, Red.),” ujar Allardyce. “Saya sedikit terbawa suasana yang mungkin saja dalam terjadi ketika emosi dalam laga memuncak. Selain itu, ini pertandingan besar. Saya tidak tahu mengapa para pemain Norwich berlari sejauh itu (menuju area bangku tim Sunderland, Red.).”

Laga itu memang sangat vital. Kedua tim bersaing ketat untuk melepaskan diri dari degradasi. Akhirnya Sunderland menang 3-0 sehingga kini hanya berselisih satu poin dengan Norwich yang ada di peringkat ke-17 klasemen Premier League.

“Saya sedikit kecewa karena ofisial keempat tidak berusaha menghentikan para pemain Norwich yang menyerbu boks kami. Saat itu, saya melindungi boks dan pemain saya.Tapi, jelas saja saya akan melindungi pemain saya, anak buah saya,” kata Allardyce.