Andritany Ardhiyasa: Dahulu Saya Pernah Merasa di Posisi Pemain PSM

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Wapres Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Andritany Ardhiyasa, mengaku pernah merasakan di posisi pemain PSM Makassar. Untuk itu, dia terus ingin mengawal agar tunggakan gaji pemain segera diselesaikan PSM.

Seperti diketahui, APPI menyebut ada setidaknya 17 pemain yang gajinya belum dilunasi oleh manajemen klub berjuluk Juku Eja tersebut. Status ke-17 pemain itu masih belum dibayarkan sebagian oleh mananjemen klub. Hal itu bisa bikin PSM terancam sanksi larangan pendaftaran pemain hingga 3 periode.

PSM Makassar: Siapapun Lawannya, Kami Hadapi dengan Ewako! Andritany Ardhiyasa: Dahulu Saya Pernah Merasa di Posisi Pemain PSM

Andritany berharap masalah ini bisa segera diselesaikan. Dia pun menuntut ketegasan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal status PSM yang masih menunggak gaji pemainnya.

PSM Makassar Ogah Meratapi Kepergian Rizky Pellu

“Tentunya, yang kami harapkan adalah ada eksekusinya dari PT LIB dan PSSI. Bisa hold untuk tim yang belum selesaikan hak-hak dari para pemain,” ungkap Andritany Ardhiyasa kepada awak media via virtual.

Andritany Ardhiyasa Tuntut Ketegasan PSSI Soal PSM Makassar

Tunggak Gaji Pemain Asing, FIFA Jatuhkan Hukuman kepada PSM

Sebab, kata pemain Persija Jakarta itu, kalau PSSI dan PT LIB tak tegas, kasus tersebut bisa terulang. Dahulu, menurut Andri ada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang mengurusi hal ini. Namun NDRC Indonesia kini bisa jadi fasilitator buat pemain.

“Kalau seperti ini sampai kapan? Karena saya dahulu sempat merasakan seperti pemain PSM. Dahulu belum ada NDRC, jadi untuk teman-teman harus ada rasa optimistis, walau tak ada BOPI saat ini, lapor kepada kami akan masukkan ke NDRC. Semoga putusan NDRC bagus, dan PT LIB bisa eksekusinya,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mirisnya Nasib Pemain Liga 2, Ada yang Diputus Kontrak Sepihak

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Nasib para pemain di Liga 2 terbilang lebih miris karena kekosongan dan ketidakjelasan kompetisi. Mereka bahkan ada yang diputus kontraknya secara sepihak oleh klubnya.

Seperti diketahui, PSSI memang baru saja mengumumkan Liga 1 2021-2022 akan digelar pada 20 Agustus mendatang. Mereka disinyalir sudah mendapatkan lampu hijau dari pihak terkait, seperti kepolisian, Satgas Covid-19, dan pemerintah.

Kendati demikian, nyatanya nasib Liga 2 2021 masih belum ada kepastian. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyebut kompetisi strata kedua sepak bola Indonesia itu akan dimulai setelah Liga 1 berjalan. Namun sekali lagi, belum ada kejelasan soal nasib kasta kedua itu.

Kompetisi Tak Jelas, Nasib Pemain Liga 2 Mengkhawatirkan

Hal itu jelas akan berdampak kepada para pemainnya. Wakil presiden APPI, Andritany Ardhiyasa menyebutkan, nasib para pemain kasta kedua sepak bola Indonesia itu mengkhawatirkan.

“Bisa dikatakan cukup miris lah ya. Apalagi kalau bicara di Liga 2 bahkan belum ada yang dikontrak dan sudah berakhir 2020 berarti sudah selesai. Bahkan ada yang diputus sebelah pihak tanpa diskusi,” ungkap Andritany dikutip dari kanal YouTube Asumsi.

Kekosongan kompetisi memang sangat berdampak kepada para pemain. Sebab, pesepak bola jelas hidupnya bergantung kepada kompetisi. Kalau tak ada liga, otomatis pemasukan mereka akan terganggu.

“Berbicara lagi tentan ekonomi pemain, ketika kontrak diputus mau dapat dari mana lagi. Seperti Firman Utina katakan, pesepak bola ini hanya menggantungkan hidup di sepak bola. Mungkin ada yang punya keahlian lain tapi tak semuanya. Ya bicara ekonomi sangat sedih,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pesepak Bola Indonesia Harus Belajar dari Insiden Christian Eriksen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Footbball5Star.com, Indonesia – Insiden Christian Eriksen yang kolaps saat membela Timnas Denmark di EURO 2020 harus menjadi pelajaran berharga bagi pesepak bola Indonesia. Bukan cuma soal penyakitnya, tapi pemain Indonesia harus bisa mencontoh rekan-rekan setim Eriksen yang cepat membantu.

Seperti diketahui, Eriksen memang sempat jadi perbincangan karena jatuh tak sadarkan diri saat membela Denmark menghadapi Finlandia, Sabtu, 12 Juni lalu. Dengan cepat, rekan-rekan setimnya di Denmark langsung memberikan pertolongan pertama. Dokter tim Timnas Denmark, Morten Boesen mengkonfirmasi bahwa Eriksen mengalami serangan jantung.

Kapten Denmark, Simon Kjaer, saat itu dengan cepat memberikan pertolongan pertama buat Christian Eriksen. Selain itu, rekan-rekan lainnya juga membentuk barikade agar kondisi Eriksen tak disorot. Berkat kolaborasi bantuan yang sigap dari rekan-rekannya dan tim medis tersebutlah, Eriksen dapat dibawa dalam kondisi sadar.

Agen Christian Eriksen Sudah Bangun dan Bisa Berbicara Pesepak Bola Indonesia Harus Belajar dari Insiden Christian Eriksen

Nah, hal itulah yang harus jadi pelajaran bagi para pesepak bola Indonesia. Pemain Indonesia harus sangat sigap dan mengerti bagaimana memberi pertolongan pertama ketika ada rekannya yang bernasib seperti Christian Eriksen. Sebab, serangan jantung mendadak memang bisa menimpa siapa saja.

“Ini satu pelajaran bagi seluruh pesepak bola dunia termasuk pesepak bola Indonesia. Kejadian yang menimpa Christian Eriksen menjadi pembelajaran bahwa kesadaran pemain terhadap pertolongan pertama apabila ada rekan yang mengalami cedera di tengah lapangan,” kata Presiden Executive Comittee (Exco) APPI, Firman Utina.

APPI sendiri mengimbau dan mengingatkan betapa pentingnya pemahaman semua pihak soal pertolongan pertama berupa CPR (Cardiopulmonary resuscitation). CPR merupakan teknik penyelamatan nyawa dalam keadaan darurat, termasuk serangan jantung atau saat tenggelam. CPR membantu menjaga darah yang mengandung oksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya sampai korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Kejadian Eriksen tidak bisa diprediksi, beruntung ada kapten yang memahami cara memberikan pertolongan pertama. Maka saran saya, seluruh stakeholder saling berkolaborasi untuk memberikan edukasi kepada pemain dan bekerja sama dengan dokter untuk cara memberikan pertolongan pertama terhadap cedera yang terjadi di lapangan saat pertandingan berlangsung,” sahut Wapres Exco APPI, Andritany Ardhiyasa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Disebut Arogan Soal Tak Dipanggil Shin Tae-yong, Andritany Ardhiyasa Bereaksi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, akhirnya bereaksi usai penyataannya jadi polemik. Dia menjelaskan secara rinci maksud perkataannya yang sempat menyebut kalau Shin Tae-yong akan menyesal tak memanggilnya.

Seperti diketahui, Andritany memang tak masuk dalam daftar 34 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan (TC) awal Mei. Andritany sempat ditanya oleh para wartawan terkait sikapnya kembali tak masuk dalam daftar panggilan Shin.

“Dengan santai saya menjawab bahwa untuk saat ini saya harus fokus di Persija. Jika saya bermain bagus di Persija, pelatih tentu tidak akan menutup mata. Saya pun bertekad akan membuat dia (STY) pusing karena sebenarnya dia telah salah tidak memanggil saya ke timnas,” tulis Andritany Ardhiyasa dalam website resminya.

Andritany Ardhiyasa: Sebagai Laki-Laki, Saya Tepati Janji!

“Beberapa orang bertepuk tangan mendengar pernyataan saya ini. Saya sadari bahwa pernyataan saya ini akan menjadi ‘berita panas’. Panas karena memang pernyataan ini terkesan arogan. Tapi tentu saja ada alasan mengapa saya mengeluarkan pernyataan itu,” sambung Andritany.

Andritany yakin dan tahu kalau Shin Tae-yong ingin melakukan regenerasi di tubuh Timnas Indonesia. Bisa jadi juga kualitas yang Andritany miliki pun di luar ekspektasi STY. Dia lantas membeberkan alasannya tak bicara soal regenerasi, kualitas, dan ekpektasi tersebut saat ditanya oleh awak media.

“Perlu diketahui bahwa saya tidak akan pernah mengeluarkan pernyataan resmi seperti itu. Jika saya membuat penyataan tersebut, itu sama saja artinya saya mencari aman dan tidak ingin memacu diri untuk meraih prestasi lebih,” papar saudara kandung Indra Kahfi itu.

Penjelasan Andritany

Andritany Ardhiyasa menyempurnakan ketangguhan lini belakang Persija Jakarta asuhan Sudirman.

“Pernyataan seperti itu tidak berbeda dari sebuah cara ‘menyalahkan’ orang lain atau keadaan. Saya tidak tertarik untuk menyalahkan siapa dan apa pun. Saya juga tidak ingin mencari alibi atau kambing hitam terhadap apa yang terjadi pada diri saya,” tambah Andritany Ardhiyasa.

Kapten Persija Jakarta itu mengaku merupakan orang yang suka dengan tantangan. Dia kerap menciptakan berbagai tantangan atau target tinggi buat dirinya sendiri. Hal ini dilakukannya agar bisa menjadi lebih baik lagi dan mampu menggali potensi yang ada dalam dirinya. Salah satu cara menciptakan tantangan dan target adalah dengan membuat penyataan yang tentunya akan terus tertanam dalam benaknya.

“Tujuan saya menyampaikan pernyataan yang terkesan arogan saat presscon tadi malam adalah sebagai upaya saya yang sedang memotivasi atau men-challenge diri saya sendiri untuk bisa membuktikan kepada Coach STY,” papar Andritany Ardhiyasa.

“Orang bebas saja mengatakan bahwa pernyataan saya di presscon semalam adalah pernyataan yang arogan. Namun saya sendiri memaknainya sebagai sebuah pernyataan motivasi untuk diri sendiri. Pernyataan yang akan mencambuk diri saya untuk memberikan yang terbaik untuk diri saya, keluarga, dan negara yang saya cintai,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa: Sebagai Laki-Laki, Saya Tepati Janji!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, lega bisa menepati janjinya membawa tim juara Piala Menpora 2021. Hal itu saat dia sempat berikrar bakalan membawa pulang trofi kala bersua dengan Presiden Persija, Mochamad Prapanca.

Seperti diketahui, Persija Jakarta sukses merengkuh trofi turnamen pramusim itu setelah mengalahkan Persib Bandung di final. Andritany Ardhiyasa dan rekan-rekan bahkan dua kali menang dalam pertandingan dua leg dengan agregar 4-1 atas Persib.

Andritany sendiri sempat menghadap Prapanca sebelum keberangkatan ke Malang mengikuti Piala Menpora 2021. Saat bersua Prapanca, dia sempat berikrar janji bawa Persija juara dan sukses ditepatinya.

Persija Jakarta Usai Lolos ke Final: Inilah Mentalitas Juara!

“Saya ucapkan rasa syukur karena untuk pertama kalinya Piala Menpora datang ke ibu kota. Saya berterima kasih kepada manajemen, tim, pelatih, karena ini berkat kerja keras semua pada akhirnya piala ini mampir ke ibu kota,” ungkap Andritany Ardhiyasa kepada awak media di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021) malam.

“Saya mau kutip satu peribahasa, jadi 20 maret lalu saya pernah berjanji, laki-laki itu yang dipegang omongannya. Saya berjanji di rumah pak Panca saya janji akan bawa piala ini ke Jakarta. Alahmdulillah janji saya telah saya tepati, kami jadi laki-laki sejati pada akhirnya,” sambung Andritany.

Mochamad Prapanca sendiri mengaku bangga dengan perjuangan Persija di Piala Menpora. Padahal sejatinya, manajemen hanya menargetkan tiga besar buat Andritany Cs.

“Alhamdulillah dari target tiga besar ternyata bisa bawa pulang Piala Menpora 2021. Tentunya ini tak disangka-sangka apa yang kami raih. Walau pramusim kami berusaha beri terbaik kepada penggemar Persija. Kalau kami beri hiburan terbaik untuk semuanya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Jakarta: Tak Ada Pertikaian Marko Simic dengan Andritany!

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen Persija Jakarta angkat bicara soal video viral yang menunjukkan cekcok Marko Simic dengan Andritany Ardhiyasa pada pengujung laga lawan PSM Makassar, Kamis (15/4/2021). Pelatih Macan kemayoran, Sudirman, menegaskan kedua pemain andalannya itu tak terlibat pertikaian.

Setelah Simic digantikan Alfrianto Nico, ketegangan terjadi di bangku cadangan Persija. Simic dan Andritany tampak adu mulut hingga dilerai oleh seorang ofisial klub. Video cekcok itu pun lantas viral dan banyak orang bertanya-tanya.

Jawaban pun akhirnya diberikan pihak Persija. Sudirman membenarkan adanya ketegangan setelah laga lawan PSM. Namun, dia membantah adanya cekcok dan perselisihan antara Simic dan Andritany.

“Pada saat ditarik keluar, Marko Simic memang sempat beradu argumen dengan salah satu asisten pelatih Persija. Argumennya pun terjadi terkait dengan kondisi teknis permainan di lapangan,” urai Sudirman dalam rilis resmi Persija Jakarta yang diterima Football5Star.com.

Sudirman menambahkan, “Menurut saya, itu hal yang biasa terjadi dalam tim sepak bola. Tensi tinggi pertandingan membuat sisi emosional para penggawa tim jadi terbawa.”

Persija Fokus Tatap Leg II Semifinal

Sudirman membantah adanya pertikaian antara Andritany Ardhiyasa dan Marko Simic.
ligaindonesiabaru.com

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, kondisi skuat Persija Jakarta baik-baik saja. Ketegangan saat leg I semifinal Piala Menpora 2021 tak berlarut-larut karena sudah diselesaikan di ruang ganti. Marko Simic dan Andritany Ardhiyasa pun sudah saling meminta maaf.

“Andritany sebagai kapten dalam video yang beredar memang terlihat beradu argumen dengan Simic. Namun yang sebenarnya terjadi, Andri sedang menenangkan kedua pihak yang sebelumnya berselisih paham. Dan semuanya sudah kita selesaikan di ruang ganti, tak ada yang harus diperpanjang,” ujar Sudirman lagi.

Ketegangan itu, menurut Sudirman, sudah dilupakan oleh semua pemain. Persija Jakarta kini hanya fokus pada leg II semifinal yang akan digelar di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (18/4/2021). Apalagi laga leg I berakhir imbang tanpa gol.

“Yang terpenting saat ini adalah kita harus segera melupakan semua yang terjadi di laga semalam, dan fokus untuk memenangkan pertandingan semifinal kedua di Solo nanti,” ucap Sudirman yang dipercaya menangani Persija Jakarta pada perhelatan Piala Menpora 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kritik Tajam Tak Ciutkan Nyali Andritany Ardhiyasa

Kritik Tajam Tak Ciutkan Nyali Andritany Ardhiyasa 25

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku tak akan pernah bisa dikalahkan oleh kritik. Justru sebaliknya, dia menganggap kritik sebagai motivasi untuk bisa menjaga kualitasnya.

Sebagai pesepak bola, Andritany jelas beberapa kali pernah jadi sasaran kritik. Saat bermain bagus, pujian jelas datang kepada pemain. Namun kalau main buruk atau gagal bawa tim menang, kritik pasti dialamatkan kepada pesepak bola.

Begitu pula dengan Andritany Ardhiyasa. Tak cuma di Persija, saat memperkuat Timnas Indonesia dia juga beberapa kali jadi sasaran timnas. Hal itu biasa dalam sepak bola karena suporter tentu ingin timnya menang.

Liga 1 2020 Sudah Tak Masuk Akal Dipaksakan Lanjut Andritany Ardhiyasa Akui Kesal dengan Bambang Pamungkas Cerita Andritany Jadi Kapten Persija, Sempat Usulkan Ramdani

Andritany mempunyai cara tersendiri menangani tekanan atau kritikan tersebut. Pemain yang identik dengan nomor punggung 26 itu menganggap kritik dari pendukung adalah hal yang bisa memberinya motivasi.

“Kalau menyikapi kritikan buat saya itu malah bukan sebuah tekanan. Itu adalah sebuah motivasi dari cara yang berbeda. Karena bagi saya dikritik itu harus,” ujar Andritany Ardhiyasa dalam laman resmi Persija Jakarta.

Dengan kritik tersebut, saudara kandung Indra Kahfi itu menilai dirinya bisa berkembang lebih baik lagi. Apalagi sebagai seorang pemain, kritik itu dinilainya sangat diperlukan agar bisa membuang jauh sikap berpuas diri.

“Karena kritikan itu dapat membangun orang menjadi lebih baik dan lebih kuat. Jadi, itu bukan sebuah tekanan. Itu adalah sebuah semangat untuk membangun diri saya untuk jadi lebih baik lagi,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 1 2020 Sudah Tak Masuk Akal Dipaksakan Lanjut

Liga 1 2020 Sudah Tak Masuk Akal Dipaksakan Lanjut 29

Football5Star.com, Indonesia – Liga 1 2020 disebut-sebut sudah tak masuk akal andai dipaksakan terus berlanjut. Karena memang banyak hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya terkait persiapan tim.

PSSI dan PT LIB memang sudah sepakat Liga 1 2020 akan dilanjutkan Februari 2021. Mereka jua memutuskan kalau kompetisi musim ini akan bertitel Liga 1 2020-2021 karena lintas tahun akibat pandemi COVID-19 dan tak dapat izin keamanan.

Namun demikian, hingga kini PSSI dan PT LIB pun belum mendapatkan izin keamanan dari pihak polisi. Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, menyebut kompetisi musim 2020 sudah seharusnya berhenti. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) itu mendesak PSSI ambil sikap.

Liga 1 2020 Sudah Tak Masuk Akal Dipaksakan Lanjut Andritany Ardhiyasa Akui Kesal dengan Bambang Pamungkas Cerita Andritany Jadi Kapten Persija, Sempat Usulkan Ramdani

“Masa persiapan yang ideal bagi pesepak bola adalah empat hingga enam minggu sebelum kompetisi dimulai. Jika kurang dari itu, akan berisiko bagi pemain sepak bola,” kata Andritany Ardhiyasa dalam rilis APPI.

APPI sendiri sebelumnya sudah mengirimkan surat resmi kepada PSSI terkait Liga 1 2020. Ada banyak hal yang dibahas, terutama soal kontrak pemain. Banyak pemain Indonesia yang kontraknya habis lalu tak lagi dapat gaji dari klub.

“Untuk itu, keputusan mengenai status dan waktu kompetisi akan sangat berpengaruh untuk persiapan para pesepak bola. Baik itu untuk melanjutkan kompetisi 2020 yang masih tertunda, atau pun memulai kompetisi musim 2021 yang baru,” tulis APPI.

Sampai saat ini, PSSI dan PT LIB pun belum mendapatkan respons positif dari pihak keamanan. Nasib Liga 1 akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong dan Kapten Timnas Beda Pendapat Soal Pemain Terbaik FIFA 2020

Shin Tae-yong dan Kapten Timnas Beda Pendapat Soal Pemain Terbaik FIFA 2020 33

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dan kapten, Andritany Ardhiyasa, turut memberikan suaranya dalam pemilihan pemain terbaik FIFA 2020. Kedua sosok ini ternyata memiliki pilihan yang sangat berbeda.

Seperti diketahui, FIFA baru saja mengumumkan pemain terbaik dunia tahun ini. Bomber Bayern Munich, Robert Lewandowski, keluar sebagai oemenang dengan 52 poin, disusul oleh bintang Juventus, Cristiano Ronaldo 38 poin. Sedang ikon Barcelona, Lionel Messi berada di urutan ketiga dengan 35 poin.

Pemilihan pemain terbaik ini memang melibatkan semua negara yang terdaftar sebagai anggota FIFA. Tak terkecuali dengan Indonesia yang mendapatkan hak pilih. Nah suara dari Indonesia sendiri dipilih oleh Shin Tae-yong dan sang kapten timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa.

Shin Tae-yong dan Kapten Timnas Beda Pendapat Soal Pemain Terbaik FIFA 2020

Nah, dalam pilihannya ternyata pelatih asal Korea Selatan itu punya pilihan yang sangat berbeda dengan Andritany. Cuma, satu nama yang sama dalam pilihan keduanya, yakni Lewandowski. Shin Tae-yong memilih Robert Lewandowski, Mohamed Salah dan Virgil Van Dijk. Sedangkan, Andritany memilih Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski dan Sergio Ramos.

Lewandowski memang layak memenangi penghargaan ini. Sebab, musim lalu dia memang tampil sangat istimewa. Dia menjadi aktor utama membawa Bayern Munich meraih treble winner, yakni Bundesliga, DFB Pokal, dan tentu saja, Liga Champions. Bahkan, dia total mencatatkan 60 gol dan 12 asssist sepanjang musim kemarin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa Akui Kesal dengan Bambang Pamungkas

Andritany Ardhiyasa Akui Kesal dengan Bambang Pamungkas 37

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku kesal dengan Bambang Pamungkas saat masih aktif bermain. Sebab dia menyebut kalau Bambang tak pernah gagal bisa membobol gawangnya.

Meski sekarang berada dalam satu tim, Andritany dan Bambang Pamungkas memang beberapa kali sempat menjadi lawan. Saat sang manajer Persija Jakarta itu main di Pelita Bandung Raya, gawang Andritany sempat dijebolnya.

Bahkan tak cuma satu gol.Dalam dua pertemuan Persija vs PBR kala itu, gawang Andritany Ardhiyasa itu dijebol sebanyak tiga kali oleh Bambang Pamungkas. Tiga gol Bepe itu jua membuat Persija gagal ke babak delapan besar ISL 2014.

Andritany Ardhiyasa Akui Kesal dengan Bambang Pamungkas Cerita Andritany Jadi Kapten Persija, Sempat Usulkan Ramdani

“Yah gimana yah? kesel ya pasti kenapa harus dia. Saya dibobol empat kali sama dia. Tiga saat di PBR, satu di Tim nasional saat Timnas senior vs Timnas U-23 di Solo lewat penalti. Ya jadinya kesal memang, saya gak pernah menang melawan dia,” ungkap Andritany dikutip YouTube Persija.

Ada satu momen, Bambang Pamungkas juga berhasil menjawab tantangan Andritany Ardhiyasa. Hal itu terjadi pada QNB League 2015. Saat itu, Persija melawan Arema, Andri menantang Bepe mencetak gol. Tapi dalam partai itu justru Bepe justru cetak tiga gol.

“Kalau challenge orang ini memang kuat. Saat QNB League 2015 lawan Arema di Malang, saya pernah kasih tantangan ke dia kalau bikin gol saya rolling, eh dia bikin tiga gol,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Andritany Jadi Kapten Persija, Sempat Usulkan Ramdani

Cerita Andritany Jadi Kapten Persija, Sempat Usulkan Ramdani 41

Football5Star.com, Indonesia – Andritany Ardhiyasa bercerita awal mulai ditunjuk mengemban kapten Persija Jakarta setelah Ismed Sofyan. Dia awalnya sempat mengusulkan Ramdani Lestaluhu yang lebih lama memperkuat Persija.

Seperti diketahui, kiper berusia 28 tahun itu memegang jabatan sebagai kapten Persija sejak 2018 lalu. Saat itu, Ismed Sofyan tiba-tiba memutuskan untuk mundur sebagai kapten utama dan memberi kesempatan kepada juniornya.

Andritany sendiri awalnya sempat kaget mendapatkan kepercayaan itu. Dia sempat mendorong Ramdani Lestaluhu untuk jadi kapten. Tapi Ismed Sofyan justru lebih percaya kepadanya.

Stadion Ini Jadi Tempat yang Tak Akan Dilupakan Andritany Ardhiyasa

“Ismed Sofyan ngomong kalau kita juara ban kapten saya kasih ke kamu. Saya sempat bilang kenapa tidak kasih Ramdani? Karena dia lebih lama dari saya di sini (Persija),” cerita Andritany Ardhiyasa di YouTube resmi Persija.

Nah, kita juara kan tuh yah. Musim 2019 latihan pertama Ismed suruh pimpin doa dia menolak. Terus dia bilang saya mundur dari kapten saya kasih ke Andritany. Karena di depan forum waktu itu ada Pak Ferry Paulus (direktur olahraga Persija) ada Pak Gede Widiade (mantan CEO Persija), akhirnya saya setuju,” sambung dia.

Eks penjaga gawang Sriwijaya FC itu mengaku kalau menjadi kapten apalagi untuk tim sekelas Persija bukan sebuah beban. Justru dia menyikapinya sebagai motivasi memberikan penampilan terbaik buat Persija.

“Sebenarnya jadi kapten bukan beban. Ban kapten itu harus jadi motivasi, semestinya harus lebih baik dari rekan lain dan punya tanggung jawab yang lebih,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa Akan Terus Marah

Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa Akan Terus Marah 45

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku akan terus marah karena tak dipanggil ke Timnas Indonesia. Tapi, dia marah bukan ditunjukkan ke sosok tertentu melainkan sebagai pelecut dirinya.

Dalam pemanggilan 29 pemain Timnas Indonesia yang menggelar Pemusatan Latihan (TC) di Stadion Madya, Senayan, banyak nama-nama beken yang tak masuk. Selain Andritany, ada pula Stefano Lilipaly, Irfan Jaya, Alberto Goncalves, hingga Hansamu Yama yang tak dipanggil.

Nama Andritany Ardhiyasa tentu yang paling disorot. Karena memang dia sudah menjadi langganan buat Timnas Indonesia beberapa tahun terakhir dan dengan pelatih siapapun.

Andritany Ardhiyasa: Saya Sedih, Kecewa dan Marah

“Seperti di awal saya bilang marah, sedih sudah tidak. Marah sampai saya bawa sampai nanti. Berawal dari marah akan menjadi motivasi,” ungkap Andritany Ardhiyasa dalam podcast-nya yang berjudul “Reaksi yang Positif”.

“Setiap orang punya masalah dan rintangan, bagaimana orang itu bereaksi saat menerima rintangan di hidupnya. Saya selalu berpikir positif agar hasilnya positif. Saya juga harus bereaksi positif agar hasilnya jauh lebih positif,” sambung Andritany.

Andritany Ardhiyasa mengaku kalau akan mendukung siapapun pemain yang saat ini dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia berpesan kepada pemain bahwa membawa Indonesia itu punya tanggung jawab besar mengharumkan nama bangsa.

“Terakhir saya pesan ke teman-teman di timnas, semangat berlatih, jaga kekompakan tim dan bawa lambang Garuda terbang tinggi. Suatu hari saya akan kembali,” pungkas Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa: Saya Sedih, Kecewa dan Marah

Andritany Ardhiyasa: Saya Sedih, Kecewa dan Marah 48

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku sedih hingga marah lantaran tak dipanggil ke Timnas Indonesia. Tapi dia menyebut kecewa bukan karena Shin Tae-yong tapi kepada diri sendiri.

Dalam pemanggilan 29 pemain Timnas Indonesia yang menggelar Pemusatan Latihan (TC) di Stadion Madya, Senayan, banyak nama-nama beken yang tak masuk. Selain Andritany, ada pula Stefano Lilipaly, Irfan Jaya, Alberto Goncalves, hingga Hansamu Yama yang tak dipanggil.

Nama Andritany Ardhiyasa tentu yang paling disorot. Karena memang dia sudah menjadi langganan buat Timnas Indonesia beberapa tahun terakhir dan dengan pelatih siapapun.

https://www.instagram.com/p/B1RCqadnx-c/

“Ketika itu, saya lupa kapan, ketika nama-nama dirilis PSSI, saya sedang di rumah. Membaca nama-nama pemain dipanggil oleh coach Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia. Saya lihat dari media sosial,” kata Andritany Ardhiyasa dalam podcast-nya yang berjudul “Reaksi yang Positif”.

“Sedih, kecewa, dan marah. Sedih, karena tidak terpilih. Kecewa bukan sama coach Shin Tae-yong, tapi kecewa dan marah pada diri saya. Saya selalu menyalahkan diri. Berarti saya belum maksimal. Latihan belum maksimal. Belum berikan penampilan terbaik. Berikutnya saya harus lebih giat. Maka dari itu saya kecewa,” sambung dia.

Andritany Ardhiyasa mengaku kalau saat ini pemilihan pemain dari Shin Tae-yong sangat wajar. Dia mendukung penuh pelatih asal Korea Selatan itu di Timnas Indonesia sambil melakukan koreksi terhadap diri sendiri.

“Tanggapan saya, untuk pemilihan skuad saat ini, sangat wajar. Karena coach Shin Tae-yong ingin melihat semua pemain di Indonesia. Sampai Februari 2020 masih di timnas, baru sekarang tidak ada. Ibaratnya biarkan pelatih melihat dan memberikan kesempatan kepada pemain lain. Memberikan kesempatan saya untuk istirahat dan introspeksi. Itu hal yang paling penting,” tutup Andritany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditepikan Shin Tae-yong, Ini Kata Andritany Ardhiyasa

Ditepikan Shin Tae-yong, Ini Kata Andritany Ardhiyasa 52

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, buka suara usai ditepikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Dia mengaku sama sekali tak masalah karena ingin memberi kesempatan pemain lain.

Dalam pemanggilan 29 pemain Timnas Indonesia yang menggelar Pemusatan Latihan (TC) di Stadion Madya, Senayan, banyak nama-nama beken yang tak masuk. Selain Andritany, ada pula Stefano Lilipaly, Irfan Jaya, Alberto Goncalves, hingga Hansamu Yama yang tak dipanggil.

Nama Andritany Ardhiyasa tentu yang paling disorot. Karena memang dia sudah menjadi langganan buat Timnas Indonesia beberapa tahun terakhir dan dengan pelatih siapapun. Namun, Andri mengaku sama sekali tak masalah.

Son Heung-Min Doakan Shin Tae-yong Sukses di Timnas Indonesia Kepada Media Korsel, Shin Tae-yong Akui Mulai Tak Sejalan dengan Ketum PSSI Football5Star.com - Indonesia, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku mulai tak sejalan dengan Ketum PSSI, Mochamad Iriawan kepada media Korsel. Dia menyebut kalau sikapnya belakangan berubah karena beberapa kebijakan PSSI. Baru beberapa bulan di Indonesia, Tae-yong tampaknya mulai tak sependapat dengan beberapa kebijakan PSSI. Ada beberapa hal yang membuat dia merasa kalau visi dan misi membangun sepak bola Indonesia menemui beberapa rintangan. Hal itu setelah dia berbicara ke salah satu media Korea Selatan, Joins. Dia menyebut kalau awalnya Mochamad Iriawan sebenarnya mendukung penuh programnya. Tapi belakangan ada yang berubah. "Ketua PSSI (Iriawan) awalnya diwawancarai media lokal dan berkata mendukung penuh semua program saya. Saya ditantang untuk membawa perubahan. Tapi, untuk melakukan itu, kita harus bergerak bersama, langkah demi langkah. Awalnya saya melakukan semuanya seperti itu, tapi sikap saya berubah," ungkap Shin Tae-yong. Tae-yong tak mau menjelaskan secara rinci apa yang dipermasalahkannya terhadap kebijakan PSSI. Tapi dia menyebut kalau memang untuk memperbaiki sepak bola INdonesia, dibutuhkan konetivitas dan komunikasi yang lancar agar bisa bekerja bersama-sama. "Saya tak ingin banyak bicara. Tapi, Asosiasi Sepak bola Indonesia harus fokus pada sepak bola. Negara-negara yang sepak bolanya berkembang, lebih banyak mengenal asosiasi secara transparan," pungkas Shin Tae-yong. Ditepikan Shin Tae-yong, Ini Kata Andritany Ardhiyasa

“Menurut saya adalah hal wajar karena mungkin pelatih ingin melihat pemain lain. Saya sendiri sudah di timnas hingga Februari kemarin mungkin ini saatnya pemain lain,” bilang Andritany Ardhiyasa dikutip laman resmi Persija.

Tak dipanggil ke Timnas Indonesia, bukan kiamat buat Andritany. Dia menyebut kalau malah kondisi itu bikin dirinya kian termotivasi. Dia ingin membuktikan kepada Shin Tae-yong pantas dapat kepercayaan lagi di Timnas INdonesia.

“Saya selalu membuat diri termotivasi untuk membuktikan yang terbaik. Dengan tidak dipanggilnya saya di timnas kali ini membuat saya harus membenahi apa kekurangan, dan memperbaikinya,” tutup Andritany Ardhiyasa.

Sebagai gantinya, Shin Tae-yong memanggul beberapa nama kiper lain, seperti Nadeo Arga Winata, Rivky Mokodompit, dan Miswar Saputra. TC kali ini buat Timnas senior Indonesia merupakan persiapan menghadapi tiga pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Stadion Ini Jadi Tempat yang Tak Akan Dilupakan Andritany Ardhiyasa

dinasti
Stadion Ini Jadi Tempat yang Tak Akan Dilupakan Andritany Ardhiyasa 56

Football5star.com, Indonesia – Bergabung ke Persija Jakarta sejak 2010 dan menjadi kiper ketiga setelah Hendro Kartiko dan Roni Tri, Andritany tentunya memiliki banyak pengalaman tak terlupakan di kariernya bersama tim Macan Kemayoran.

Dari semua pengalaman indah termasuk mengantarkan Persija meraih gelar juara Liga Indonesia 2018, Andritany mengaku bahwa ada satu stadion yang begitu spesial di kariernya bersama Persija. Ialah markas Persela Lamongan, Stadion Surajaya menjadi tempat yang tak akan dilupakan kiper kelahiran Jakarta 28 tahun lalu itu.

Disebut Didikan Diklat Persib, Andritany Ardhiyasa Klarifikasi

Pasalnya stadion ini menjadi tempatnya menjalani laga debut bersama Persija. Saat itu ia masih berusia 19 tahun dan diturunkan saat Persija melawan Persiram Raja Ampat di Stadion Surajaya, Lamongan. Pertandingan itu tercatat manis bagi awal karier kiper akrab yang disapa Bagol itu untuk Persija. Persija menang telak 0-6 atas Persiram.

“Tentunya momen itu saya tidak pernah saya lupakan saat menjalani debut saya bersama Persija. Saat itu bermain di Stadion Surajaya, Lamongan lawan Persiram, kita menang 6-0.”

“Saya paling ingat momen saat Ismed mencetak gol lewat tendangan bebas dari sisi kiri lalu bolanya diarahkan ke kanan. Saya sendiri bangga waktu itu bisa menjalani debut dengan Persija,” ucapnya seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Kamis (17/7/2020).

Sebelum menjadi laga debut bersama Persija, pemain bernama lengkap Andritany Ardhiyasa sempat satu musim membela Sriwijaya FC. Satu tahun di Laskar Wong Kito, ia memilih untuk membela klub kampung halamannya, Persija.

Akan tetapi di tahun pertama ia tidak sekalipun bisa membela Macan Kemayoran. Apalagi pada putaran kedua Persija merekrut penjaga gawang pengalaman yakni Jendri Pitoy setelah dirinya juga disibukkan dengan pemusatan latihan bersama Timnas U-23.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Legendaris Persija Sebelum Andritany Ardhiyasa

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Legendaris Persija Sebelum Andritany Ardhiyasa 62

Football5Star.com, Indonesia – Kiper legendaris milik Persija Jakarta di masa lalu terbilang memiliki banyak cerita sebelum Andritany Ardhiyasa. Mereka bahkan tak cuma gahar di bawah mistar, tapi jadi saksi kesukesan Macan Kemayoran.

Sudah sejak 2010, Andritany memang menghiasi mistar gawang Macan Kemayoran. Dia total setidaknya sudah mengoleksi lebih dari 150 penampilan dengan puncaknya meraih gelar Liga 1 dan Piala Presiden 2018.

Nah, ternyata banyak kiper yang sangat legendaris buat Persija sebelum Andritany. Berikut lima nama di antaranya versi Football5Star.com:

Mbeng Jean

Mbeng Jean boleh dibilang merupakan kiper legendaris buat Persija Jakarta. Dia mengabdi bersama tim ibu kota selama empat musim sejak datang pada 1997 silam ketika berusia 19 tahun.

Puncak keberhasilan kiper Kamerun itu terjadi pada Liga Indonesia 2000-2001. Ketangguhannya di bawah mistar gawang membuat Mbeng Jean membantu Macan Kemayoran meraih gelar juara Liga Indonesia. Saat itu, dia hanya kejebolan 18 gol saja.

Hendro Kartiko

Sosok yang kini menjadi pelatih kiper PSM Makasar itu memperkuat Persija dalam tiga periode, yakni 2005-2006, 2008-2009, dan 2010-2011. Bila ditotal, maka Hendro sudah memperkuat Persija sebanyak 89 penapilan.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Legendaris Persija Sebelum Andritany Ardhiyasa
Antara Foto

Hendro jua terlibat dalam skuat Persija yang sempat finis di urutan ketiga 2010-2011 lalu. Andritany sendiri sampai saat ini masih mengingat betul jasa kiper legendaris Persija itu.

“Saat bermain di Persija di awal karier saya, saya bisa bersanding dengan tiga kiper hebat yakni Hendro Kartiko, Ronny Tri, dan Jendri Pitoy. Kita semua tahu kualitas tiga kiper Persija saat itu juga sangat luar biasa. Ketiganya merupakan kiper timnas termasuk Ronny Tri. Maka dari itu saya senang mendapat mentor bagus di awal karier saya,” bilang Andri.

M Yasir

M Yasir memang cuma membela Persija selama semusim, yakni 2009-2010 silam dengan 27 penampilan. Tapi sampai saat ini Jakmania masih mengingat beberapa aksinya di bawah mistar gawang Macan Kemayoran.

https://www.instagram.com/p/B_8-CqTnhgx/?utm_source=ig_web_copy_link

Salah satu yang disorot ialah saat Persija melawan Sriwijaya FC. Dia berhasil menepis tendangan Keith Kayamba Gumbs dalam laga di Jakabaring. Bola sepakan kaki kanan Gumbs ke arah kanan gawang Persija mampu ditebak oleh Yasir.

Nol van der Vin

Nol van der Vin merupakan pemain naturalisasi pertama Indonesia era penjajahan Belanda. Dia memutuskan untuk mengganti status kewarganegaraannya menjadi Indonesia pada 1924.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekam Jejak Pemain Naturalisasi di Skuat Persija Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Legendaris Persija Sebelum Andritany Ardhiyasa
Asalcoretblogspot

Beberapa klub Indonesia dibelanya. Dia pernah membela Excelsor, Union Makes Strength (UMS) hingga Persija Jakarta. Bersama Persija, dia bermain dari 1948 hingga 1954 dengan 30 penampilan.

Van der Vin sendiri memiliki caps bersama Timnas Indonesia. Paling diingat tentu saat dia menepis tendangan penalti legenda Hongaria, Ferenc Puskas di Lapangan Ikada dalam laga uji coba.

Ronny Pasla

Ronny Pasla jua merupakan salah satu kiper legendaris Persija. Dia membela Macan Kemayoran pada era 1970-an bahkan sempat dijuluki sebagai Macan Tutul usai menepis tendangan penalti legenda Brasil, Pele.

Ronny Pasla: Pemain Indonesia di Luar Negeri Jangan Pencitraan Saja Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Legendaris Persija Sebelum Andritany Ardhiyasa

Saat bersama Persija, prestasi terbaiknya ialah menjuarai kompetisi perserikatan 1975 silam. Dia jua sangat berprestasi di Timnas Indonesia. Pria kelahiran Medan itu pernah membawa Indonesia juara di Bangladesh, Merdeka Games, hingga kampiun Pesta Sukan Singapura 1972.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Demi Jakmania, Andritany Ardhiyasa Mengalah Soal Nomor Keramat

Demi Jakmania, Andritany Ardhiyasa Mengalah Soal Nomor Keramat 66

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, sebenarnya tak bisa gunakan nomor punggung favoritnya demi the Jakmania. Alhasil saat ini dia memegang nomor 26 selama di Persija.

Andri mengaku sebenarnya awal mula gabung Macan Kemayoran, dirinya menggunakan nomor 12. Namun ternyata, nomor tersebut tak bisa digunakan oleh para pemain Persija karena sudah diabadikan buat Jakmania sebagai penggawa ke-12.

Alhasil, eks kiper Sriwijaya FC mengalah demi Jakmania. Andritany Ardhiyasa mengaku jua sempat menghubungi eks Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief, yang kemudian melarangnya menggunakan nomor tersebut.

“Awalnya di 2010 saat datang ke Persija, saya minta nomor 12 Bung Ferry saat itu ia menjabat sebagai asisten. Akan tetapi ia melarangnya karena nomor ini milik Jakmania akhirnya saya tidak mengambil nomor itu,” ujar Andritany Ardhiyasa dalam laman resmi Persija.

Andritany Ardhiyasa Berapi-api Bawa Persija Juara Liga 1

Nomor 12, kata Andritany, memiliki sejarah tersendiri. Selain identik dengan bulan kelahirannya, nomor tersebut jua dia pakai ssejak memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2011.

“Nomor 12 itu nomor kesukaan saya. Saya ambil dari bulan lahir saya Desember. Apalagi saya sudah pakai nomor 12 sejak di timnas tahun 2011 Sea Games di Jakarta. Terus Sea Games Myanmar pakai 12 juga, Asian Games 2014 di Korea Selatan pakai 12, terus di Asian Games Indonesia pakai 12. Jadi beberapa event pakai 12,” papar Andritany.

Setelah tidak diizinkan menggunakan nomor punggung 12 di Persija, akhirnya dia memilih 26. Nomor ini sesuai dengan tanggal lahirnya yakni 26 Desember 1991. Kebetulan di klub sebelumnya yakni Sriwijaya FC, Andritany sudah menggunakan nomor punggung 26.

“Sekali lagi nomor 12 tidak bisa diambil pemain lain alhasil saya pilih nomor 26. Kebetulan di Sriwijaya FC juga menggunakan nomor ini karena saya tidak bisa menggunakan nomor 12 yang sudah digunakan oleh Ferry Rotinsulu. Awalnya di sana pakai 91 lalu pindah ke 26, setelah pindah 26 bertahan sampai sekarang ini di Persija,” tutup Andritany Ardhiyasa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Blunder Konyol di Ajang Liga 1

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Blunder adalah sesuatu yang sulit dihindarkan dalam sepak bola. Kondisi seperti ini juga sering dialami kiper-kiper yang berkompetisi di Liga 1.

Sejak memasuki era Liga 1 2017 lalu, sudah banyak blunder yang dilakukan oleh seorang penjaga gawang. Dan tentu saja kesalahan mereka mengakibatkan kekalahan atau hanya sekadar kehilangan kesempatan untuk menang.

Blunder bisa terjadi dari berbagai situasi. Ada yang salah antisipasi bola mati atau keteledoran mereka dalam mengelebaui lawan.

Dari sekian banyak blunder, Football5star telah merangkum lima blunder konyol yang terjadi di Liga 1:

  •  Rivky Mokodompit vs Persela Lamongan

Nama Rivky Mokodompit sudah akrab dengan predikat blunder. Hal tersebut terjadi karena dirinya sudah sering melakukan blunder yang tak penting. Salah satu yang dia buat terjadi pada Liga 1 2018 lalu ketika masih berseragam PSM Makassar.

Pada laga PSM Makassar melawan Persela Lamongan di Stadion Andi Mattalata, Rivky Mokodompit melakukan blunder yang sangat konyol. Entah apa yang ada di benaknya saat mengantisipasi tendangan bebas dari Sohei Matsunaga.

 Ia mengantisipasi bola dengan kakinya, bukan dengan tangan. Tak pelak, laju bola yang sempat menyentuh tanah gagal dia bendung. Padahal arah bola tepat ke arahnya.

  • Kartika Ajie vs Tira Persikabo

Blunder yang tak kalah konyol dibuat kiper Arema FC, Kartika Ajie. Ulah mantan kiper timnas U-23 Indonesia ini pun membuat Singo Edan dipermalukan Tira Persikabo pada Liga 1 2019 lalu di stadion Kanjuruhan.

Arema sejatinya bisa mengamankan satu poin. Namun, satu poin yang sudah di depan mata buyar karena kebodohan Kartika Ajie pada masa injury time.

Tendangan spekulasi Louis Parfait dari tengah lapangan gagal dia bendung. Mantan kiper Persiba justru terjatuh ketika hendak mengejar bola. Gol ini sekaligus menutup laga menjadi 2-1 untuk kemenangan tim tamu.

  • Dimas Galih vs Barito Putera

Musim 2018 Persebaya Surabaya mengalami krisis di posisi kiper. Penjaga gawang utama mereka, Miswar Saputra kerap tampil di bawah performa terbaiknya. Situasi ini membuat tim pelatih beberapa kali merotasinya.

Akan tetapi penampilan kiper pelapis juga tidak lebih baik. Hal ini setidaknya terlihat ketika Persebaya Surabaya menghadapi Barito Putera pada Liga 1 2018. Pelatih saat itu, Bejo Sugiantoro menurunkan Dimas Galih di bawah mistar.

Hasilnya pun cukup mengecewakan. Dimas Galih membuat kesalahan fatal pada babak kedua. Niatnya yang ingin membuang bola justru membuat si kulit bundar masuk ke gawangnya. Tendangan sang kiper di mulut gawang menyentuh kaki Paulo Sitanggang hingga membuat bola masuk ke gawangnya sendiri.

  • Andritany Ardhiyasa vs PSM Makassar

Status kiper utama timnas Indonesia tidak menjadi jaminan Andritany luput dari blunder yang dia lakukan. Kiper Persija Jakarta ini bahkan beberapa kali membuat blunder fatal.

Salah satu blunder yang dilakukan Andritany terjadi pada Liga 1 2018 melawan PSM Makassar. Umpan lambung Hendra Wijaya coba ditangkap oleh sang kiper.

Akan tetapi bola terlepas dari tangkapannya. Guy Junior yang berada tepat di depan Andritany langsung menendang bola untuk menjadi gol. Blunder tersebut tentu sangat menyesakkan untuknya, terlebih sepanjang laga dia bermain apik.

  • Muhammad Ridwan vs PSMS Medan

Laga Persela Lamongan vs PSMS Medan pada Liga 1 2018 di stadion Surajaya mungkin takkan pernah dilupakan kiper tuan rumah, Muhammad Ridwan. Blunder konyolnya membuat Persela gagal bikin cleansheet,

Ridwan yang ingin menggocek bola gagal mengelabui striker PSMS, Wilfred Yessoh. Bola mampu dicuri sang bomber dan membuatnya memberi umpan kepada Suhandi yang berdiri bebas.

Tanpa kawalan, Suhandi sukses mencetak gol. Sedangkan Ridwan yang sudah mati langkah hanya bisa menyaksikan gawangnya di jebol karena kesalahannya. Beruntung gol tersebut tidak memengaruhi kemenangan Persela.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pesan Menyentuh Kurnia Meiga Soal Kerinduannya Main Bola Lagi

Pesan Menyentuh Kurnia Meiga Soal Kerinduannya Main Bola Lagi 72

Football5Star.comKurnia Meiga mengirim pesan menyentuh soal kerinduannya bermain sepak bola lagi sekaligus menjawab kekhawatiran pendukungnya. Dia mengabarkan kalau dirinya saat ini dalam kondisi yang sehat-sehat saja.

Seperti diketahui, sudah lama rasanya publik sepak bola tak melihat Meiga kembali merumput di bawah mistar gawang. Terakhir kali dia tercatat bermain pada 2017 silam kala berseragam Arema FC.

Para pendukung Arema dan Timnas Indonesia jelas merindukan sosok pemain yang pada 7 Mei lalu merayakan Ulang Tahun ke-30 itu. Dia menyebut kalau saat ini dalam kondisi yang sehat-sehat saja.

“Keadaan saya enggak ada masalah. Doakan segera kembali ke lapangan hijau. Insya Allah pasti mau kembali lagi meski harus mulai lagi dari nol,” ungkap Kurnia Meiga dalam Youtube Jebreeetmedia TV.

Kurnia Meiga - Arema - @egahermansyah

Dalam kesempatan yang sama, rekannya, Andritany Ardhiyasa jua berharap Meiga bisa kembali merumput. Demikian pula dengan Gunawan Dwi Cahyo yang sudah rindu melihat dia bermain lagi.

“Cepat kembali, karena sekarang ini saya seperti enggak ada motivasi untuk bersaing,” bilang Andri. “Cepat kembali biar Andri enggak songong lagi. Kalau ada Meiga kiper andalan saya hahaha,” sahut Gunawan Dwi Cahyo.

Valentino Simanjuntak sendiri bercerita kalau sejak 2017, Meiga sudah mencoba rumah sakit semua level, termasuk tes MRI, CT Scan bagian khusus mata. “Harus saya klarifikasi hasil itu semua dikatakan bahwa Kurnia Meiga dalam kondisi yang sehat atau normal,” pungkas Valen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Lucu Gunawan dan Andritany Jelang Semifinal Piala AFF 2016

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kedekatan Gunawan Dwi Cahyo dan Andritany Ardhiyasa ternyata sudah terjalin sejak lama. Bahkan, ada cerita lucu antara keduanya jelang semifinal Piala AFF 2016 silam.

Saat itu, Gunawan menceritakan kalau Andritany Ardhiyasa ditunjuk oleh Alfred Riedl mendampinginya berbicara kepada media. Biasanya, pemain yang datang ke konferensi pers sebelum pertandingan selalu dimainkan.

“Andri itu satu kamar sama saya, jadi dia pas mau semifinal lawan Vietnam itu di Bogor pertandingan semifinal leg pertama. Dia preskon, wih mau main nih, namanya preskon, pasti main dong,” cerita Gunawan Dwi Cahyo sambil bercanda dengan Valentino Simanjuntak di Jebreetmedia TV.

“Habis itu malam-malam badan lu kenapa? Sakit dia. Terus katanya enggak main lagi ahahaha sakit dia astaghfirullah sebagai teman yang baik saya teleponin tim Andri sakit, bawain obat, makanan saya bawain, karena saking sayangnya hahaha,” sambung Gunawan.

Gunawan Dwi Cahyo - Leonard Tupamahu - Bali United - @gunawandwicahyo13

Gunawan jua menjawab ejekan Andritany soal dirinya yang berbanding terbalik dengan Maman Abdurrahman. Kalau Maman punya marking, dan pembacaan bola yang baik, maka Gunawan disebut Andri kebalikannya.

“Sebenarnya sih cuma bahan bercadaan, kalau buat jaga dia saya pasti 1000 persen, makanya dia jadi kiper kebobolan paling sedikit gara-gara siapa, ada saya di situ hahaha. Kalau lagi enggak di lapangan ya doain,” pungkas Gunawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa, Kiper Paling Susah Ditaklukkan Ferdinand Sinaga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.comFerdinand Sinaga buka suara soal kiper yang paling susah ditaklukkannya selama berkarier sebagai pesepak bola. Dialah Andritany Ardhiyasa yang menurutnya selalu tahu caranya menendang bola ke dalam gawang.

Ferdinand Sinaga termasuk salah satu striker tersukses di Indonesia. Dia pernah didaulat menjadi top skorer Indonesian Premier League, hingga pemain Terbaik ISL 2014.

Kendati demikian, ada satu kiper yang sulit sekali ditaklukkan Ferdinand. Dialah Andritany Ardhiyasa yang menurut striker PSM Makassar itu selalu tahu ke mana arah bola yang coba dia tembak.

“Andritany itu satu, kita sama-sama dari Timnas U-23, saya menendang penalti kalau berhadapan sama dia selalu ditangkap. Kalau di timnas nih, lagi dribble sau lawan satu, enggak tahu kenapa dia selalu membaca,” ungkap Ferdinand dalam Youtube Jebreeet Media TV.

Ferdinand Sinaga: Maki Saya Tak Apa, Asal Jangan Keluarga!

“Mau saya ubah kaki ke kaki kanan susah. Dia nebak terus Saya memang terbiasa kaki kiri, tapi pernah coba kanan tetap saja terbaca oleh Andritany,” sambung pemain yang pernah memperkuat Persib Bandung itu.

Ferdinand dalam kesempatan yang sama jua menyebut sangat nyaman di PSM Makassar. Selain kekeluargaannya, suasana tim juga sangat mendukung.

“Faktor utama keluarga, anak juga sudah sekolah di sini, tim PSM sudah kekeluargaan, perasaan juga kalau keluar kayanya ada perasaan lain, sampai dibutuhkan (akan terus bertahan),” tutup Ferdinand Sinaga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Andritany Ardhiyasa, Mengaku Beruntung di Sepak Bola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.comAndritany Ardhiyasa, buka suara soal perjalanan kariernya di sepak bola. Kiper Persija Jakarta itu mengaku acap dinaungi dewi fortuna tiap kali mendapatkan kesempatan.

Andritany mengaku mengawali karier sepak bola pada 2008 silam. Saat itu, dia mengikuti ajang Asian School di Guangzhou, Cina. Keikutsertaannya diakui Andri jua buah daei keberuntungan.

“HArusnya yang berangkat (Kurnia) Meiga, karena kan satu sekolah. Tapi saat itu, dia kena skorsing atau apa gitu, akhirnya saya lah yang menjadi kiper inti, sampai di sana saya lagi onfire dan dapat predikat kiper terbaik,” cerita Andritany dalam Youtube Jebreeet Media TV.

Setelah itu, Andritany Ardhiyasa kemudian pulang ke Diklat Ragunan meski sempat bermain di Persik Kuningan. Lalu, saat itu Sriwijaya FC membutuhkan kiper karena tengah ikut Liga Champions Asia (LCA).

Andritany Ardhiyasa Berapi-api Bawa Persija Juara Liga 1

“Saat itu, kipernya, Ferry Rotinsulu, Dede Sulaiman, dan Afianto. Itu cedera semua karena ikut liga, Copa Indonesia, dan LCA. Nah saya inget banget bada berita bahwa Rahmad Darmawan BUtuh kiper,” papar dia.

Karena pelatih Diklat Ragunan kenal dengan RD, akhirnya langkah Andritany ke SFC kian dekat. Akhirnya kiper Persija Jakarta ini terbang ke Palembang untuk jalani seleksi.

“Setelah itu, tim pergi ke China. Lalu, tiga hari emudian manajer telepon nanti ada orang datang minta tanda tangan kontrak dengan nominal dan durasi segala macam. Saya saat itu kelas 3 SMA,” bilang Andritany Ardhiyasa.

Saat tanda tangan kontrak, situasinya Ferry Rotinsulu sudah sembuh dari cedera tetapi Afrianto patah, lalu Dede Sulaiman cedera. “Lalu pas 2009 geser Afriyanto tapi Hendro Kartiko datang. Saya main sekali saja di sana debut di liga Februari 2010 lawan Persik Kediri kebobolan lewat penalti,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa Mengaku Diincar Klub Jawa Timur

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku sempat diincar salah satu klub Jawa Timur. Hal itu terjadi pada 2013 lalu saat dia nyaris cabut dari Persija.

Pada 2013 silam, Andritany dan beberapa pemain Persija Jakarta memang sempat bermasalah. Hal tersebut setelah manajemen Persija belum membayarkan hak-haknya kepada pemain, termasuk saat itu Bambang Pamungkas.

Nah, ketika dalam situasi tersebut ada tawaran dari klub Jawa Timur yang menghampiri Andritany. Namun, saat itu dia ingin ada rekannya juga, yakni Leo Saputra yang harus ikut pindah.

“Tadinya ada satu klub Jawa Timur ketika itu 2013, jadi pas belum dapat klub, saya, Leo Saputra sama Bepe. Ramdani sudah ke Sriwijaya FC,” ungkap Andritany Ardhiyasa dalam Youtube Jebreeet Media TV.

Disebut Didikan Diklat Persib, Andritany Ardhiyasa Klarifikasi

“Waktu itu dihubungi klub Jawa Timur, mereka ngomong mau gak ke sini, saya bilang pak saya mau ke sana kalau saya paketan sama Leo Saputra,” sambung dia.

Kalau saat itu hanya sendiri, Andritany tak mau karena saat itu berjuang dengan masalah di Persija bersama-sama. Lalu, perwakilan klub tersebut mengaku akan membicarakannya.

“Satu hari kemudian telepon sudah lah kamu saja sendiri, saya bilang gak bisa harus sama Leo, karena kita seperjuangan, akhirnya saya hubungi Leo, saya mau ke sana tapi enggak sama lu, Leo bilang sudah pergi saja jangan mikirin gue, akhirnya menelepon lagi lah bosnya,” kata dia.

Lalu, saat ditelepon lagi pemilik klub itu tetap berkukuh hanya menginginkan Andritany Ardhiyasa. “Ya sudah kalau kamu enggak mau ke sini sendiri enggak jadi, akhirnya setengah musim enggak main bola. Balik lagi ke Persija Alhamdulillah gaji dilunasin,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Perasaan Andritany Ardhiyasa Sempat Jadi Bayang-Bayang Kurnia Meiga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, buka suara soal perasaannya menjadi bayang-bayang Kurnia Meiga. Dari dulu, dia menyebut kalau Meiga bukan lah saingan, melainkan sahabat.

Perjalanan karier Andritany memang nyaris selalu bersinggungan dengan Meiga. Keduanya sama-sama merupakan lulusan Diklat Ragunan dan asli Jakarta. Saat memperkuat Timnas Indonesia, Andritany dan Kurnia Meiga jua nyaris selalu jadi pesaing.

Akan tetapi, kiper Persija Jakarta itu mengaku tak pernah menganggap Meiga sebagai saingan. Kalau saat dia selalu jadi yang kedua di timnas, itu berarti ada kekurangannya.

“Begini, saya itu tak pernah mencari excuse. Tapi saya selalu mengritik diri saya sendiri. Berarti selalu ada kekurangan dari diri saya. Kenapa ya selalu Meiga jadi pilihan utama,” ungkap Andritany Ardhiyasa dikutip Jebreet Media TV.’

Persija Sempat Teledor, Bikin Andritany Ardhiyasa Nyaris Cabut

“Kalau soal gondok (kalah saing dengan Meiga) buat apa saya gondok sama Meiga? Bagi saya rivalitas not enemy. Dengan dia memang rivalitas tapi dia bukan musuh saya,” sambung dia.

Bagol, sapaan akrab Andritany, jua menganggap kalau kiper yang sempat membela Arema FC itu sebagai saudara. Sebab dia, Kurnia Meiga, dan Ramdani Lestaluhu dahulu selalu bersama-sama.

“Kalau saya bertiga sama Ramdani (Lestaluhu) dan Meiga, Kalau kamu bilang sahabat. Saya tuh sudah lebih dari sahabat. Sudah seperti saudara,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany Ardhiyasa: Mungkin Kalau Simic Jadi Lawan, Saya Akan Takut

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, buka suara soal penyerang yang ditakutinya. Ada tiga pemain, yakni Bambang Pamungkas, Marko Simic, dan striker Persebaya Surabaya, David da Silva.

Sejak pertama kali menjalani karier senior 2009 sampai saat ini, Andritany jelas sudah menghadapi sejumlah penyerang-penyerang tangguh. Tapi, terkhusus di Indonesia, hanya ada tiga striker yang membuat dirinya ngeri.

“Saya pernah empat kali melawannya (Bepe) dalam sebuah pertandingan. Dari keempat pertandingan tersebut, Bepe selalu berhasil mencetak gol ke gawang saya,” ungkap Andritany dalam Youtube Jebreeet Media TV.

Salah satu yang paling diingat ialah saat Bepe yang berseragam Pelita Bandung Raya menjebolnya beberapa waktu lalu. “Meskipun kalau secara head to head, saya belum kalah dengannya,” sambung dia.

Persija Sempat Teledor, Bikin Andritany Ardhiyasa Nyaris Cabut

Selain Bepe, Marko Simic jua menjadi penyerang yang paling berbahaya. Beruntung Andritany Ardhiyasa saat ini satu klub dengan striker asal Kroasia tersebut.

“Mungkin kalau sekarang saya tidak di Persija dan menjadi lawan dari Simic, saya akan takut melawannya. Menurut saya Simic sangat luar biasa lah kalau dia sudah berada di depan gawang,” papar dia.

Terakhir ada David da Silva. “Kalau untuk yang lain ya penyerang Persebaya David da Silva, tapi saya baru satu kali menghadapinya. Tapi saya lihat dia juga punya kualitas yang bagus,” tutup Andritany Ardhiyasa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Sempat Teledor, Bikin Andritany Ardhiyasa Nyaris Cabut

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Persija Jakarta sempat teledor dua tahun lalu karena Andritany Ardhiyasa nyaris saja cabut dari tim. Sebab, saat itu Andritany mengaku sempat digantung dan mendapatkan tawaran dari klub lain.

Kejadian itu menurut Andritany tercipta persis usai Persija Jakarta menjadi kampiun Liga 1 2018. Saat itu, manajemen Macan Kemayoran memang terkesan agak lamban hingga kehilangan Stefano Cugurra Teco, hingga Jaimerson Xavier.

Andritany menjadi salah satu yang nyaris saja bergabung dengan klub lain. Padahal saat itu dia sempat beberapa kali menanyakan masa depannya ke manajemen Persija.

“Dua tahun lalu, saya hampir pergi zaman pak Gede. Karena saya kasih deadline masih ditahan, diundur-undur. Saya juga ada deadline dari tim lain,” ungkap Andritany Ardhiyasa dalam wawancara dengan Youtube Jebreeet Media TV.

“Saya bukan masalah nominal. Saya hanya mau mendegar kata-kata dari manajemen. Karena saya biasanya kalau kontrak mau habis langsung tanya tiga bulan sebelumnya bagaimana untuk tahun depan,” lanjut dia.

Disebut Didikan Diklat Persib, Andritany Ardhiyasa Klarifikasi

Kiper Timnas Indonesia itu menyebut kalau saat itu kondisinya bukan lagi tiga bulan sebelum kontrak habis. Tapi, benar-benar pada masa terakhir kontraknya.

“Waktu itu benar-benar 31 Desember. Padahal, saya sudah menanyakan ini jauh-jauh hari, jawabannya tunggu-tunggu saja. Pas itu saya sempat diundang ke rumahnya, saya datang tapi enggak ada omongan negosiasi,” papar dia.

Padahal, sebelum berangkat ke sana Andritany menekankan soal negosiasi kontrak baru. Tapi yang ada malah bicara soal rencana Persija yang akan membeli pemain baru.

“Cuma ada obrolan Persija mau beli ini, beli itu. Lah saya bagaimana? Akhirnya pas tanggal 31 Desember saya inisiatif menelepon, bagaimana ini saya juga ditunggu klub lain. Akhirnya saya diperpanjang. Sekarang ini sudah ya mau kemana juga. Di sini saja, selama masih bisa dan dibutuhin,” pungkas Andritany Ardhiyasa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Disebut Didikan Diklat Persib, Andritany Ardhiyasa Klarifikasi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, akhirnya angkat suara soal dirinya yang disebut didikan Diklat Persib. Dia menyebut kalau kabar tersebut kurang tepat dan tak menampik pernah main di sana.

Saat muda, Andritany Ardhiyasa menimba ilmu di sejumlah tempat, mulai dari Diklat Ragunan, Asiop, hingga Persib Bandung U-18. Dia membela Persib U-18 pada 2006 silam

Semusim setelahnya, Andritany direkrut Pesik Kuningan, lalu ke Sriwijaya FC, sebelum akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2010 hingga kini. Andri bahkan sempat menjadi juara Piala Soeratin bersama Persib U-18 kala itu.

“Cerita awalnya, Andritany sebenarnya bukan dari Persib, tapi Diklat Ragunan. Saat di Persib hanya dipinjamkan untuk main di Piala Soeratin 2007. Pertama itu, saya ke Jepara sama Ramdani Lestaluhu, tapi dicoret karena kalah saing,” ungkap Andritany Ardhiyasa saat dalam wawancara di Youtube Jebreeet Media TV.

Disebut Didikan Diklat Persib, Andritany Ardhiyasa Klarifikasi

Saat dicoret, kiper Timnas Indonesia itu jelas tak patah arang. Dia kemudian diajak rekannya untuk ke Bandung dan teryata langsung diterima.

“Lalu saya diajak teman ke Bandung. Ada Rachmat Latief, Dedi Kusnandar, lalu Munadi. Nah rupanya di Persib juara Piala Soeratin. Abis itu, tahun berikutnya mau ke Persib lagi sempat latihan. Tapi dari Diklat Ragunan tak mengizinkan,” lanjut dia.

Saat itu Diklat Ragunan dapat surat kalau pemain dari ASIOP harus main di Persija Barat. “Makanya kalau Andritany dari Diklat Persib, salah. Andritany dari Diklat Ragunan,” papar dia.

“Saat itu saya menggeser ada namanya Ikmal, dia enggak jadi profesional. Waktu ke Persib itu kan ada series seperti voli. Nah saya masuk series kedua langsung inti padahal series pertama Ikmal inti terus,” pungkas Andri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Hebat Didikan Diklat Persib

Banner LFS Baru

Football5Star.com Diklat Persib bukan cuma mahir melahirkan sejumlah pemain lapangan yang andal. Tapi, mereka jua berhasil mendidik kiper-kiper tangguh yang sekarang laris dipakai di klub Indonesia.

Tak dimungkiri, Diklat Persib melahirkan sejumlah nama beken. Beberapa di antaranya saat ini memperkuat Persib, mulai dari Febri Haryadi, Gian Zola, Beckham Putra, hingga Abdul Aziz.

Nah, ada beberapa kiper didikan diklat Persib yang jua andal. Siapa saja? Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Andritany Ardhiyasa

Saat muda, Andritany Ardhiyasa menimba ilmu di sejumlah tempat, mulai dari Diklat Ragunan, Asiop, hingga Persib Bandung U-18. Dia membela Persib U-18 pada 2006 silam

Persija vs Tira Persikabo Andritany Football5star

Semusim setelahnya, Andritany direkrut Pesik Kuningan, lalu ke Sriwijaya FC, sebelum akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2010 hingga kini. Andri bahkan sempat menjadi juara Piala Soeratin bersama Persib U-18 kala itu.

Shahar Ginanjar

Shahar jua merupakan kiper didikan diklat Persib. Bedanya, dia pernah memperkuat Maung Bandung pada 2014 dan turut terlibat saat tim meraih gelarn juara ISL.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Hebat yang Didikan Diklat Persib

Sejumlah klub pernah dibela kiper 29 tahun tersebut. Mulai dari Mitra Kukar, Barito Putera, PSM Makassar, hingga kini bersama Andritany di Persija Jakarta.

M Natsir Fadhil Mahbuby

M Natshir jua salah satu kiper lulusan akademi Maung Bandung. Dia tercatat berguru di Persib pada 2006 hingga 2008. Sempat membela Pelita Jaya dan Arema pada karier seniornya, Natshir lantas kembali ke pelukan Persib.

Michael Essien Jawara Liga Champions Kirim Doa untuk Kiper Persib Muhammad Deden Natshir - persibcoid

Bersama Maung Bandung, dia total telah meraih tiga gelar, yakni ISL 2014, Piala Presiden 2015, dan Inter Island Cup 2014. Kini, dia kabarnya dipinjamkan ke Bandung United.

M Riyandi

Kiper muda dan berbakat, Riyandi ternyata juamerupakan lulusan Maung Bandung. Baru berusia 20 tahun, dia saat ini menjadi andalan di Barito Putera sejak 2016 silam.

Muhammad Riyandi Barito Putera Liga 1 2019 Radar Banjarmasin

Prestasinya jua cukup baik. Dia dua kali mengantarkan Indonesia meraih peringkat ketiga Piala AFF U-19 2017 dan 2018. Dia jua masuk ke dalam skuat yang meraih medali perak di SEA Games 2019.

Imam Arief Fadillah

Terakhir ada nama Imam Arief Fadillah yang merupakan kiper lulusan diklat Persib. Dia bergabung dengan diklat Persib pada 2009 dan semusim kemudian dapat kesempatan main di tim senior.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Hebat yang Didikan Diklat Persib

Sayang, dia tak terlalu mengilap hingga sempat membela Persitara Jakarta Utara, PS Bangka, Persika Karawang, Barito Putera hingga kembali ke Persib 2017-2019. Tapi nyatanya dia tak jua dapat kesempatan hingga kini membela Sriwijaya FC di Liga 2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Berprestasi Jebolan Diklat Persib

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Diklat Persib Bandung dikenal suka melahirkan bibit-bibit pemain. Menariknya, usai dididik di Persib mereka langsung meraih prestasi dalam karier seniornya.

Tak dimungkiri, Diklat Persib melahirkan sejumlah nama beken. Beberapa di antaranya saat ini memperkuat Persib, mulai dari Febri Haryadi, Muhammad Natsir, hingga Abdul Aziz.

Akan tetapi, ada beberapa di antaranya yang jua mengilap di klub lain. Siapa saja? Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Ryuji Utomo

Ryuji Utomo semasa mudanya pernah menimba ilmu di Diklat Persib pada 2013-2014. Dia saat itu dibina langsung oleh Jaino Matos danperlahan tapi pasti mulai menunjukkan sinarnya.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Berprestasi Usai Dididik di Diklat Persib

Ryuji belum pernah memperkuat Persib di level senior. Kini dia justru menjadi pilar utama Persija Jakarta dan selalu jadi pilihan dalam dua laga di bawah pelatih Sergio Farias.

Andritany Ardhiyasa

Saat muda, Andritany Ardhiyasa menimba ilmu di sejumlah tempat, mulai dari Diklat Ragunan, Asiop, hingga Persib Bandung U-18. Dia membela Persib U-18 pada 2006 silam

Andritany Ardhiyasa Instagram

Semusim setelahnya, Andritany direkrut Pesik Kuningan, lalu ke Sriwijaya FC, sebelum akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2010 hingga kini. Andri bahkan sempat menjadi juara Piala Soeratin bersama Persib U-18 kala itu.

Hanif Sjahbandi

Hanif pernah menjadi bagian dari Persib muda pada 2014-2015. Tapi, dia jua tak pernah sekalipun membela Persib pada level senior. Semenjak dididik Persib, sejumlah prestasi diukirnya.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Berprestasi Usai Dididik di Diklat Persib
Dok. Simamaung

Bersama Arema, Hanif mampu dua kali juara Piala Presiden. Dia jua mampu meraih gelar juara Piala AFF U-22 bersama Timnas U-23 dan meraih medali perunggu pada SEA Games 2017.

Ferdinand Sinaga

Ferdinand Sinaga merupakan produk asli Persib Bandung. Dia menimba ilmu di sana dari 2003 hingga 2006. Setelah itu, dia mengembara ke sejumlah tim, mulai dari Persibat Batang, Persikab Bandung, Pelita Jaya, Semen Padang, hingga kembali ke pelukan Persib 2013 silam.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Berprestasi Usai Dididik di Diklat Persib
Dok. Simamaung

Akan tetapi, Ferdinand hanya bertahan sampai 2014 saja meski secara statistik cukup baik dengan 11 gol dari 23 laga. Semasa kariernya, Ferdinand sukses merebut tiga gelar juara, yakni IPL bersama Semen Padang, ISL 2014 di Persib, dan Piala Indonesia untuk PSM Makassar.

Tak cuma itu, Ferdinand jua meraih tiga gelar individu. Dia menjadi top skorer IPL, top skorer Asian Games 2014, dan pemain terbaik ISL 2014.

KH Yudo

Kushedya Hari Yudo merupakan didikan asli Persib, meski pernah jua menimba ilmu bersama Arema FC. Dia bahkan pernah mencetak satu-satunya gol saat Persib U-21 menang 1-0 atas Persela U-21 dalam ISL U-21 2013.

Kini, Yudo tengah mengilap bersama Arema dengan mencetak 2 gol dalam tiga laga awal Liga 1 2020. Semasa karier seniornya, dia jua sama sekali belum membela panji Persib.

Pemain 26 tahun itu memang belum seperti seniornya meraih gelar juara. Tapi, dia menjadi bagian kunci dari Kalteng Putra yang promosi dengan 14 golnya, dan kecermelangan PSS Sleman musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andritany: Saya Pernah Jadi Anak Gawang Ketika Bepe Main

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengaku sangat mengidolakan sosok Bambang Pamungkas alias Bepe. Bahkan, dia sudah kagum dengan Bepe ketika masih menjadi anak gawang.

Belakangan kabar merebak kalau pemain yang karib dengan nomor 20 itu bakal segera gantung sepatu. Pada usia 39 tahun, dia merasa sudah cukup waktu menyudahi masa baktinya untuk Macan Kemayoran.

Sejumlah momen sudah diciptakan oleh Bepe selama di Persija. Dari mulai menjuarai dua kali Liga Indonesia, hingga mencetak 200 gol buat Persija.

bambang pamungkas IG

“Saya mengidolai dia. Saya sempat jadi anak gawang ketika dia main, saya jadi kipernya dia. Sekarang saya jadi kaptennya dia. Dari dia saya mendapatkan banyak mimpi. Dia pernah bilang ‘Kamu harus jadi pemain timnas dan pemain penting di negara ini.’ Itu yang selalu saya ingat,” ungkap Andritany kepada wartawan.

Bepe, lanjut dia, merupakan sosok pemimpin yang mengayomi pemain junior. “Kalau kita melihat profesional sejati, contohnya bepe. Karena Bepe itu paket komplit,” sambung Andri.

“Kalau dia harus pensiun, saya kehilangan. Karena saya dekat, di mes satu kamar. Banyak sharing. Kalau melepas Bepe untuk pensiun, cukup kehilangan,” tutup dia.

Suami dari Tribuana Tungga Dewi itu memang sangat melekat dengan Macan Kemayoran. Dia pernah memperkuat Persija pada 1999 hingga 2005. Lalu kembali lagi pada 2007-2012, serta di periode ketiga 2015 hingga saat ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]