Loloskan Kroasia ke Piala Dunia 2018, Dalic Didukung Modric

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, mendukung Zlatko Dalic untuk tetap melatih negara pecahan Yugoslavia itu di Piala Dunia 2018. Menurut pemain Real Madrid tersebut, sang pelatih telah menjalankan tugas dengan sangat baik dalam tiga laga terakhir.

“Akan sangat gila bila bukan Dalic yang jadi pelatih,” ungkap Modric usai laga leg II play-off Piala Dunia 2018 di kandang Yunani, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. “Dia telah bekerja secara fenomenal. Tentu saja, aku juag berterima kasih kepada pelatih (Ante) Cacic. Kami semua telah menuntaskan sebuah kerja yang baik.”

Dukungan mantan pemain Tottenham Hotspur itu sangat berdasar. Diangkat sebagai pengganti Cacic usai Kroasia bermain imbang 1-1 dengan Finlandia pada 11 Oktober silam, Dalic memberikan keajaiban. Dia membawa Kroasia menang 2-0 dalam laga menentukan di kandang Ukraina. Berkat itu, timnya merebut tiket ke play-off Piala Dunia 2018.

Timnas Kroasia pastikan lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.
lanouvellerepublique.fr

Selanjutnya, bersama Dalic, Kroasia memastikan diri lolos ke Rusia 2018. Setelah menang 4-1 pada leg I play-off di kandang sendiri, mereka menahan Yunani tanpa gol di kandang lawan pada leg II.

Secara pribadi, pelatih berumur 51 tahun itu siap mengaku memimpin Vatreni di Piala Dunia 2018. Dia sangat antusias. “Saya siap. Itu akan jadi kesepakatan yang mudah. Saya belum pernah berpengalaman menjalani kompetisi besar sejauh ini,” ungkap dia kepada Vecernji List.

Pihak asosiasi sepak bola Kroasia (HNS) berencana membuat putusan terkait masa depan Dalic pada Senin (13/11/2017) waktu setempat. Keberhasilan Modric dkk. lolos ke Rusia 2018 kemungkinan besar membuat HNS mempertahankan sang pelatih. Sebelumnya, HNS berminat merekrut pelatih berpengalaman. Salah satu yang gencar diberitakan adalah mantan pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti.

Kroasia Dekati Carlo Ancelotti

Football5Star.com, Indonesia – Didepak Bayern Munich tak lantas membuat Carlo Ancelotti terpuruk. Seperti dilaporkan La Gazzetta dello Sport, pelatih berumur 58 tahun itu tengah didekati Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Mantan pelatih AC Milan itu diproyeksi menangani Luka Modric cs. bila lolos ke putaran final Piala Dunia.

Dalam kontak awal yang telah dilakukan, klaim La Gazzetta dello Sport, pihak HNS menganggap Ancelotti sebagai kepingan yang dibutuhkan timnas Kroasia. Pelatih yang merengkuh tiga gelar juara Liga Champions itu diyakini bisa mengeluarkan segenap kemampuan para bintang macam Modric, Mateo Kovacic, dan Mario Mandzukic.

Kroasia merebut tiket play-off bersama pelatih Zlatko Dalic.
reuters.com

Dalam pandangan HNS, Kroasia memiliki banyak pemain berkualitas. Satu-satunya kekurangan, mereka tak ditangani pelatih jempolan. Atas dasar itu, Ancelotti dibidik meski hanya untuk jangka pendek.

Tawaran jangka pendek itu pun sesuai dengan keinginan Don Carlo yang tak mau terburu-buruk kembali menangani sebuah tim setelah didepak Bayern. Dia mengisyaratkan untuk kembali menangani sebuah klub pada musim panas 2018.

Terkait soal bayaran yang harus diberikan HNS, Gazzetta megklaim kubu Ancelotti tak akan jual mahal. Mantan pelatih Chelsea itu bersedia dibayar lebih rendah dari saat menangani Real Madrid dan Bayern. Sekadar gambaran, Ancelotti menerima 7,5 juta euro per musim.

Meskipun demikian, langkah yang diambil HNS ini justru bisa menjadi sumber konflik baru. Pasalnya, bila Kroasia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia, sebagian pihak menilai Zlatko Dalic patut diberi kepercayaan menangani Modric dkk. Pasalnya, dialah yang berjasa meloloskan mereka dari lubang jarum (tengok: Terancam Gagal ke Piala Dunia, Kroasia Pecat Cacic).

Kroasia dijadwalkan menjalani laga play-off melawan Yunani dalam perebutan empat tiket sisa dari Zona Eropa. Mereka akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah pada 9 November mendatang. Tiga hari berselang, giliran mereka yang melawat ke kandang sang lawan.

Terancam Gagal ke Piala Dunia, Kroasia Pecat Cacic

Football5Star.com, Indonesia – Hasil imbang 1-1 yang dituai Kroasia saat melawan Finlandia, Sabtu (7/10/2017), berakibat buruk bagi pelatih Ante Cacic. Dia langsung diberhentikan oleh Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Hal itu diumumkan langsung oleh Presiden HNS, Davor Suker.

“Komite Eksekutif HNS secara bulat bersepakat untuk memutus kerja sama dengan Cacic,” ungkap Suker dalam konferensi pers yang digelar di Zagreb. “Kami hanya meraup empat poin dari empat pertandingan dan tak punya pilihan lain selain melakukan hal ini.”

HNS pun langsung menunjuk Zlatko Dalic sebagai pengganti Cacic yang dikabarkan tak begitu disukai oleh beberapa pemain dan para fans. “Dalic adalah pelatih baru dan akan bertugas untuk laga terakhir, tandang ke Ukraina,” kata Suker. “(Karena) Josip Simunic dan Ante Mise juga meninggalkan tim bersama Cacic, Dalic hanya akan ditemani pelatih kiper Marijan Mrmic di Kyiv nanti.”

Mantan striker Real Madrid dan Sevilla itu optimistis Dalic bisa membawa Luka Modric cs. menang atas tuan rumah dan lolos ke Rusia 2018. Dia menyamakan situasi saat ini seperti pada Kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu, mereka juga terseok-seok hingga jelang akhir kualifikasi. Namun, pada akhirnya, mereka tetap lolos ke Prancis 1998 dan membuat kejutan dengan finis sebagai peringkat ketiga.

Lalu, bagaimana tanggapan Cacic mengenai putusan yang diambil HNS? Pelatih berumur 64 tahun itu menerimanya dengan legawa. Dia menilai hal tersebut sebagai sebuah konsekuensi yang harus diterimanya.

“Sangat bisa dimengerti bahwa kami semua kecewa atas hasil yang diraih tim dalam empat bulan terakhir yang mengurangi peluang lolos ke Piala Dunia,” kata Cacic seperti dikutip Vecernji List. “Saya akan mengenang banyak momen indah, terutama dari Piala Eropa 2016. Sayangnya, kami tidak berada di jalur yang benar dalam empat laga terakhir dan saya menyesal bahwa saya tak akan bisa membuat hasil bagus di Rusia bersama tim ini.”

Kroasia saat ini berada di peringkat kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan nilai 17. Mereka memiliki nilai yang sama dengan peringkat ke-3, Ukraina. Keduanya hanya terpaut dua angka dari Islandia yang jadi pemuncak klasemen sementara. Alhasil, kemenangan atas Ukraina sangat penting untuk menjamin partisipasi Kroasia di Rusia 2018.

Berita Bola: Pelatih Kroasia Kecewa Dua Gelandang Andalan Harus Absen

Timnas Kroasia mengalami kepincangan akibat absennya dua gelandang terbaik mereka, Luka Modric dan Ivan Rakitic saat melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 pekan ini.

Setelah ditinggal Modric yang mengalami cedera lutut dan dipastikan absen, Kroasia harus kehilangan Rakitic. Gelandang Barcelona itu mengalami sakit kepala akut.

Kroasia sendiri akan melawat ke kandang Kosovo pada Kamis (6/10) dan ke kandang Finlandia pada Minggu (9/10). Kehilangan dua gelandang yang selama ini menjadi andalan di lini tengah jelas sangat merugikan.

Tim asuhan Ante Cacic tersebut butuh kemenangan untuk bisa memelihara peluang lolos ke Piala Dunia 2018. Maklum saja, pada laga pertama Grup I, Kroasia ditahan imbang 1-1 oleh tamunya, Turki.

Sebelumnya, Rakitic termasuk pemain yang masuk skuad yang dipersiapkan melawan Kosovo dan Finlandia. Namun, dia terpaksa dicoret. Cacic sendiri mengaku kecewa kehilangan dua gelandang andalannya.

“Hal ini jelas mengecewakan. Kami dua kali melawat ke kandang lawan tanpa dua pilar di lini tengah,” sebut Cacic seperti dilansir Croatiaweek.com.

Meski begitu, Cacic yang membawa Kroasia lolos ke 16-besar di Euro 2016 dan sempat mengalahkan Spanyol di fase grup, yakin dengan materi yang dibawanya. Menurutnya, masih ada Marcelo Brozovic dan Mateo Kovacic yang bakal menjadi tumpuan.

Berita Euro 2012: “Kroasia Cuma Kurang Gol”

Kroasia tersingkir dari Piala Eropa 2016 setelah kalah dari Portugal Vatreni dinilai sudah tampil sempurna, tapi mereka cuma gagal mencetak gol.

Saat melakoni pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6) dini hari WIB, Kroasia kalah dengan skor akhir 0-1. Gol Selecao yang dicetak oleh Ricardo Quaresma itu dicetak saat pertandingan berjalan menit-menit akhir babak II tambahan.

Gol di menit 117 itu dicetak lewat satu skema serangan balik cepat. Bola rebound sepakan Ronaldo berhasil disundul oleh Quaresma.

Kroasia boleh dibilang tampil lebih baik di pertandingan ini. Mereka cuma sial karena beberapa ada percobaan mereka yang membentur tiang.

Dengan penampilan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya pantas kalau pelatih Kroasia, Ante Cacic, merasa puas.

“Segalanya sudah sempurna kami cuma tidak mencetak gol. Kami tidak sukses dalam serangan,” kata Cacic di situs resmi UEFA.

“Kami sudah memperkirakan Portugal untuk melakukan serangan balik. Kami bermain sangat baik selama 120 menit, mengontrol pertandingan, tidak terancam peluang apa pun kecuali yang terakhir yang mana merupakan kesalahan kami dan kami dihukum atas itu.”

“Itulah sepak bola. Seringkali tim yang lebih baik tidak menang dan itulah yang terjadi malam ini. Kami bermain sangat baik tapi tidak mencetak gol.”

“Kami bermain lebih agresif dan mencoba lebih untuk mencetak gol. Mereka disiplin di belakang, tapi tidak memberikan kesempatan dan mencetak gol belakangan,” imbuhnya.

Berita Euro 2016: Kroasia Yakin Lewati Portugal

Kepercayaan diri Kroasia kini tengah tinggi-tingginya usai mengalahkan Spanyol. Tim berjuluk Vatreni itu pun yakin bisa menaklukkan Portugal di babak 16-besar.

Kroasia yang disebut-sebut sebagai underdog di Piala Eropa 2016 membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Mereka lolos sebagai juara Grup D usai mengalahkan juara bertahan Spanyol di laga terakhir. Padahal saat itu Kroasia bermain tanpa lima penggawa intinya termasuk Mario Mandzukic dan Luka Modric.

Kemenangan itu pun niscaya sudah membangkitkan rasa percaya diri para pemain Kroasia. Apalagi mereka bertekad untuk melaju lebih jauh di turnamen ini.

Lawan berat bakal mereka temui lagi di babak 16-besar yakni Portugal dengan Cristiano Ronaldo. Namun, hal itu tak membuat kubu Kroasia gentar mengingat mereka baru saja melewati Spanyol.

Maka dari itu, pelatih Kroasia, Ante Cacic, yakin betul kalau timnya bisa menyingkirkan Portugal pada laga yang dihelat di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6/2016) dinihari WIB besok. Apalagi Kroasia tak terkalahkan dalam 10 laga terakhirnya.

“Di babak ini, tidak ada lawan mudah dan kami mungkin mendapatkan yang paling sulit,” ujar Cacic seperti dikutip Soccerway.

“Namun, kami sebelumnya berada di grup terberat di Piala Eropa 2016 dan kami berhasil lolos. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak percaya diri dalam laga ini,” tambah Cacic.

“Kami menghormati Portugal, tapi kami yakin pada kualitas, kolektivitas, dan karakter yang kami tunjukkan sejauh ini. Kami menantikan tantangan baru ini,” tutupnya.

UEFA Euro 2016: Usai Aksi Lempar Flare, Fans Kroasia Disebut “Teroris Sepakbola”

Aksi lempar flare dan letupan petasan mewarnai laga Republik Ceko kontra Kroasia. Atas tindakan memalukannya itu, fans Kroasia pun mendapat kritik keras dari pelatih Ante Cacic.

Insiden tersebut terjadi pada pertandingan kedua tim di Stade Geoffroy-Guichard, Jumat (17/6/2016) malam WIB, tepatnya di pengujung babak kedua.

Dari tribun penonton, tiba-tiba ada flare yang dilempar ke dalam lapangan dan membuat pertandingan berhenti beberapa menit. Aksi itu sampai membuat para pemain Kroasia mendekati tribun untuk menenangkannya.

Tak cuma flare, setelah itu petasan pun dilemparkan ke arah lapangan dan seorang petugas keamanan pun terluka karenanya.

Ketika laga dilanjutkan, Kroasia yang dalam posisi unggul 2-1 akhirnya harus kehilangan kemenangan setelah Rep. Ceko menyamakan skor lewat penalti Tomas Necid. Laga pun berakhir imbang 2-2.

Insiden itu lantas membuat pelatih Cacic sangat kesalnya. Pasalnya mereka kehilangan momentum untuk mencetak gol tambahan dan malah gagal memperoleh tiga poin. Selain itu, Kroasia pun bisa terancam sanksi berat karena UEFA dikabarkan akan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

“Saya berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di turnamen,” ujar Cacic seperti dikutip Soccerway.

“Ini seperti teror. Mereka hooligans, bukan suporter. Tempat mereka bukan di dalam stadion,” sambungnya.

“Ini sama seperti saat melawan Italia di Milan. Bahkan sebagian dari media Kroasia tidak senang dengan komentar saya soal itu. Kami melihat lambang Nazi di lapangan Hajduk saat melawan Polandia. Mereka merusak apa pun yang kami lakukan. Mungkin mereka mendapat dukungan tertentu tapi 90 persen suporter Kroasia memang memalukan di depan seluruh Eropa.”

“Sepertinya adalah 6 atau 7 orang yang jadi dalang. Saya berharap kami bisa mengidentifikasi mereka dan menghukum mereka, saya berharap FA melakukan segalanya untuk mencegah itu tapi mustahil untuk menghindarinya. Orang-orang ini sangat menakutkan. Mereka tahu bahwa mereka adalah ancaman. Saya minta maaf. Ini bukanlah suporter Kroasia sebenarnya. Mereka teroris olahraga. Kami sangat tahu itu. Ini benar-benar menyakitkan.”

“Federasi Sepak bola Kroasia tak bisa bertarung sendirian melawan para hooligans ini,” tutupnya.

UEFA Euro 2016: Ini Alasan Pelatih Kroasia Tarik Keluar Luka Modric

Salah satu alasan kegagalan Kroasia mengalahkan Republik Ceko adalah penarikan keluar Luka Modric. Namun, pelatih Kroasia Ante Cacic punya alasan tersendiri untuk itu.

Modric bermain sebagai starter saat Kroasia menghadapi Ceko di laga kedua Grup E yang dihelat di Stade Geoffroy-Guichard, Jumat (17/6/2016) malam WIB. Seperti di laga pertama, Modric memegan peranan penting dalam permainan Kroasia.

Dia jadi jenderal permainan Kroasia dengan umpan-umpan matangnya serta kemampuan yang sama baik saat menyerang maupun bertahan. Hasilnya Kroasia mampu mendominasi pertandingan dan unggul 2-0 lewat gol-gol Ivan Perisic di menit ke-37 serta Ivan Rakitic pada menit ke-59.

Meski sudah unggul 2-0 mereka pun dengan nyaman mampu mengendalikan pertandingan. Sampai kemudian Modric digantikan Mateo Kovacic pada menit ke-62, Ceko seperti mendapat angin.

Diawali gol sundulan Milan Skoda di menit  ke-76, Ceko lantas berhasil memaksa Kroasia untuk bermain imbang 2-2 lewat penalti Tomas Necid di penghujung laga. Pertandingan sempat terhenti karena adanya lemparan flare dari tribun penonton.

Usai pertandingan, publik pun bertanya-tanya mengapa Cacic menarik keluar Modric begitu cepat dan akhirnya berakibat fatal untuk Kroasia yang gagal memenangi laga kedua.

“Luka Modric hanya lelah dan ada sedikit ototnya yang tertarik,” ujar Cacic menanggapi penarikan keluar Modric.

“Luka adalah pemain paling penting untuk kami,” sambungnya seperti dilansir Soccerway.

Kroasia kini mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan, duduk di posisi kedua selisih dua angka dari Spanyol di puncak klasemen. Keduanya akan bertemu di laga terakhir hari Selasa (21/6) mendatang.

Berita Euro 2016: Pujian untuk Penampilan Modric dan Keberanian Corluka

Ada dua hal yang disorot oleh pelatih tim nasional Kroasia, Ante Cacic, dari kemenangan 1-0 atas Turki di Stadion Parc Des Princes, Minggu (13/6). Pertama soal performa apik Luka Modric, dan juga keberanian serta semangat juang Vedran Corluka.

Cacic tak sungkan memuji penampila Modric sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Kroasia. Modric membantu Kroasia merebut kendali pertempuran lini tengah tengah. Performa disempurnakan dengan tendangan voli yang membuat bola melesak ke pojok gawang Turki dari jarak 25 yard.

“Luka layak untuk dibicarakan. Terutama setelah pertandingan ini. Ini adalah salah satu penampilan terbaik dalam sejarah Kroasia. Dia adalah pemimpin kami dan dia mencetak gol yang luar biasa,” puji Cacic seusai seperti dikutip dari Soccerway.

“Kami memerlukan Luka dalam bentuk permainan seperti ini karena semua tim terlihat berbeda. Sekarang kami terlihat lebih baik dan agresif,” sambungnya.

Sementara, bek tengah Vedran Corluka, mengalami luka di bagian kepala setelah berbenturan dengan striker Turki Cenk Tosun. Pemain asal klub Lokomotiv Moskva itu mendapat jahitan dan diperban sebelum kembali beraksi.

Namun, akibat sering melakukan sundulan, Corluka sempat beberapa kali mendapatkan perawatan lanjutan.

“Corluka memiliki beberapa jahitan di bagian atas kepalanya. Dia telah menunjukkan begitu banyak keberanian,” kata Cacic sebelum memberikan keterangan grafis perjuangan pemainnya.

“Dia melakukan begitu banyak sundulan meskipun kepalanya mendapati beberapa jahitan dan berdarah. Kondisinya semakin memburuk setiap duel, tapi saya ucapkan selamat kepadanya. Dia seorang pejuang dan bertahan sampai akhir meskipun terasa tidak nyaman dengan kepalanya,” tandas Cacic.

Syarat Mandzukic untuk Cetak 20 Gol

Pelatih tim nasional Kroasia, Ante Cacic, melontarkan pujian untuk Mario Mandzukic. Striker Juventus asal Kroasia itu disebut Cacic berpeluang mencetak 20 gol pada musim ini.

Sejauh ini, dari 17 laga di Liga Italia dan Liga Champions, Mandzukic telah mencetak delapan gol. Dengan masih banyak laga tersisa, target 20 gol bagi mantan penyerang Bayern Muenchen dan Atletico Madrid memang realistis. Terlebih dalam lima laga terakhir, Mandzukic mencetak lima gol.

Cacic menilai bomber 29 tahun itu bisa mencetak 20 gol pada musim ini asal tetap konsisten. Menurutnya, kualitas Mandzukic sangat berguna bagi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

“Saya yakin Mandzukic bisa lebih baik dibanding apa yang sudah dia hasilkan di klub-klub sebelumnya. Yang penting dia tidak kehilangan ritme dan terus bermain sebaik sekarang. Dengan cara itu, saya rasa 20 gol akan bisa digapai musim ini,” bilang Cacic seperti dilansir Tuttosport.

“Allegri pasti senang memilikinya. Mandzukic adalah tipe pemain yang langsung menekan lawan dengan sangat agresif. Dengan itu, dia mempermudah kerja lini pertahanan Juventus,” sambung dia.

Salah satu kelebihan Mandzukic adalah sundulannya yang tajam dan kemampuannya dalam berduel dengan bek-bek lawan. Cacic pun membeberkan rahasia dibalik kelebihan-kelebihan strikernya itu.

“Tentu saja, dia salah satu penyundul terbaik. Rahasianya dia melompat sangat tinggi, lalu menanduk dengan kuat dan agresif. Timing-nya bagus dan dia sama sekali tidak takut untuk beradu fisik,” ujar Cacic.