Wesley Sneijder: Harusnya Conte yang Jadi Pelatih Timnas Belanda

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Wesley Sneijder, mantan pemain timnas Belanda mengaku tak menyangka federasi sepak bola Belanda, KNVB memilih Louis van Gaal untuk melatih tim Orange. Menurut Wesley Sneijder, mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte lebih pantas untuk mengisi posisi tersebut.

“Saya tidak berpikir masuk akal bahwa dia menjadi pelatih tim nasional. Mereka menginginkan pelatih nasional untuk jangka panjang, mereka memulainya dengan De Boer. Van Gaal bukan pelatih untuk jangka panjang,” ucap Wesley Sneijder seperti dikutip Football5star.com dari Voetbalnieuws, Sabtu (7/8/2021).

Wesley Sneijder: Harusnya Conte yang Jadi Pelatih Timnas Belanda
Marca

“Jika opsi tidak ada, mengapa Anda harus mencari pealtih asal Belanda? Ada banyak pelatih bagus di luar negeri sana. Lihat ke luar negeri dan temnukan pelatih top di sana. Antonio Conte akan senang melakukannya,”

“Dia tidak harus melakukannya demi uang, itu berkaitan dengan gengsi dan harga diri. Lalu Anda bisa berbicara dengannya,” tambah mantan pemain Inter Milan tersebut.

Target van Gaal Jadi Pelatih Belanda

Louis van Gaal ditunjuk menjadi pelatih Belanda untuk kali pertama pada 2000. Ia bertahan hanya dua tahun di musim pertamanya. Lalu pada 2012, van Gaal kembali melatih tim Orange dan bertahan hingga 2014.

Menjadi pelatih Belanda untuk kali ketiga, van Gaal mengaku saat ini dirinya fokus agar tim Orange minimal bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Target Louis van Gaal Jadi Pelatih Belanda untuk Kali Ketiga_

“Ada sedikit waktu untuk pertandingan kualifikasi berikutnya, yang paling penting tentu saja berpartisipasi di Piala Dunia. Karena itu, fokusnya segara mengumpulkan tim dan pendekatan kepada para pemain,” ucap van Gaal.

Diakui oleh van Gaal bahwa dirinya sangat senang bisa kembali melatih timnas Belanda. Ia menyebut sudah tak sabar untuk bisa mengerjakan tugas dan menyelesaikan target bersama tim Orange.

“Senang bisa kembali ke Zeist. Sekarang saya sudah berbicara dengan sejumlah pemain dan staf teknis serta dengan KNVB. Saya sangat menantikan bisa menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama,” ucap pelatih 69 tahun tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kepergian Antonio Conte Tak Pengaruhi Semangat Milan Skriniar

gamespool
Kepergian Antonio Conte Tak Pengaruhi Semangat Milan Skriniar 8

Football5star.com, Indonesia – Milan Skriniar mengaku cukup terkejut dengan keputusan manajemen Inter Milan yang memecat Antonio Conte beberapa bulan lalu. Akan tetapi, pemecatan Conte sama sekali tak mempengaruhi antusiasme Skriniar jelang musim 2021-22.

Conte dipecat karena tidak memiliki visi yang sama dengan para petinggi Nerazzurri. Sebagai suksesor, Inter sudah resmi menunjuk mantan pelatih Lazio, Simone Inzaghi.

“Pemecatan Antonio Conte membuat saya terkejut. Kami memiliki kedekatan seperti keluarga dan tentu saja kami sebenarnya ingin meraih target yang lebih besar lagi tahun depan,” ujar Milan Skriniar kepada La Gazzetta dello Sport.

Milan Skriniar - Inter - Sportbible
Sportbible

“Tapi, Conte dan manajemen klub sudah membuat pilihan. Menurut saya, wajar jika para pemain mengucapkan salam perpisahan melalui media sosial, karena kami sudah melewati banyak hal selama dua tahun terakhir. Tapi, kami tidak boleh terlalu meratapi masa lalu dan harus selalu menatap ke depan,” imbuh Skriniar.

Lebih lanjut, Skriniar memastikan bahwa mempertahankan Scudetto adalah target utama Inter musim depan. Mempertahankan Scudetto merupakan target minimal yang musti diraih Nerazzurri musim depan.

“Tentu saja kami ingin mempertahankan Scudetto. Kami adalah juara Italia dan meraih Scudetto merupakan target minimal kami musim depan.”

“Kami akan berusaha memenangkan setiap pertandingan dan menunjukkan kalau kami masih menjadi tim terbaik di Italia. Tapi, tentu saja kami tahu tugas tersebut tak akan berjalan dengan mudah,” tuntas Skriniar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Antonio Conte Dapat Tawaran untuk Latih Timnas Belanda?

gamespool
Antonio Conte Dapat Tawaran untuk Latih Timnas Belanda? 12

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa laporan dari Italia menyebut bahwa mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte mendapatkan tawaran dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), untuk melatih de Oranje. Tapi, Conte dikabarkan akan menunggu tawaran dari klub terlebih dahulu.

Conte saat ini berstatus free agent setelah memutus kontraknya bersama Inter karena ada ketidaksepakatan soal transfer pemain. Pada kesepakatan itu, Conte dilarang untuk melatih klub Serie A pada musim 2021-22. Dia sempat dirumorkan untuk melatih Real Madrid, Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur, tapi tidak ada yang terjadi.

Antonio Conte - Tottenham Hotspur - Goal
Goal

Menurut laporan Football5Star.com dari presenter olahraga Italia, Maurizio Pistocchi, KNVB mendekati Conte setelah Frank de Boer mengundurkan diri karena hanya bisa membawa Belanda mencapai babak 16 besar Euro 2020.

Tapi, laporan yang sama menyebut bahwa Conte akan menunggu tawaran dari klub terlebih dahulu. Jadi dia tidak sepenuhnya menolak tawaran dari KNVB.

Conte sendiri punya pengalaman melatih tim nasional. Dia membawa Italia yang saat itu diisi oleh pemain-pemain yang kualitasnya tidak seberapa mencapai perempat final Euro 2020. Italia-nya Conte bisa mengalahkan Belgia, Spanyol, dan hanya kalah melawan Jerman lewat adu penalti.

Belanda sendiri harus merelakan pelatihnya Ronald Koeman melatih Barcelona pada 2020 lalu. Dan itu memaksa KNVB mencari pelatih baru dan Frank de Boer ditunjuk untuk menggantikannya. Rekor mantan pelatih Ajax itu buruk, setelah hanya meraih 8 kemenangan dari 15 laga, termasuk kekalahan memalukan melawan Rep. Cheska di babak 16 besar Euro 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Persija Antusias Dengar Kabar Olivier Giroud Gabung AC Milan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio, girang mendengar kabar Olivier Giroud disebut-sebut akan gabung AC Milan. Dia mengaku Giroud memang masih berbahaya dan selaiknya dapat tempat utama.

Seperti diketahui, beberapa surat kabar Italia menyebut Giroud akan segera hengkang dari Chelsea menuju AC Milan. Sky Italia bahkan menulis striker asal Prancis itu sudah menyetujui kontrak selama dua musim bersama anak asuh Stefano Pioli.

Alessio jelas tahu betul kualitas Giroud. Pelatih Persija Jakarta itu sempat bekerja sama dengan Giroud saat menjadi asisten Antonio Conte di Chelsea beberapa tahun lalu. Jadi, menurutnya Giroud masih sangat berbahaya di depan gawang lawan.

Olivier Giroud - Chelsea - talkSPORT Pelatih Persija Antusias Dengar Kabar Olivier Giroud Gabung AC Milan

“Ya Olivier Giroud memang sudah 34 tahun. Tapi, dia masih membuat perbedaan dan sangat murah untuk harga itu, terutama karena dia baru saja memenangkan Liga Champions,” ungkap Angelo Alessio dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

“Ini adalah lingkungan yang sempurna untuk Olivier, Liga Champions adalah rumahnya, dan pemain seperti itu dapat membantu yang lebih muda dan lebih berpengalaman untuk tumbuh,” sambung dia.

Saat masih di Chelsea, Antonio Conte menurutnya sangat menganggumi sosok Giroud. Saat membela Arsenal, Giroud acap kali jadi masalah buat Chelsea. Lalu, Conte pun merayunya datang ke Stamford Bridge.

“Antonio mengatakan kepada klub bahwa dengan Giroud di sisinya, kami akan mengambil langkah besar. Dia benar, karena Giroud mencetak gol-gol penting, termasuk yang memenangkan Piala FA,” tutup Alessio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cara Italia Mengalahkan Inggris Menurut Antonio Conte

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Final Euro 2020 akan mempertemukan Italia vs Inggris, Senin (12/7/2021) dinihari WIB. Ini merupakan final ideal karena kedua tim tampil luar biasa sepanjang turnamen.

Laga Italia vs Inggris juga jadi perhatian eks nakhoda Gli Azzurri, Antonio Conte. Selama Euro 2020 dia mengaku telah menganalisis permainan The Three Lions.

Conte juga telah membandingkan permainan anak asuh Gareth Southgate dengan timnas Spanyol. Ada beberapa kelemahan yang harus dimanfaatkan Roberto Mancini pada final nanti.

Antonio Conte Kami Meruntuhkan Dominasi yang Bertahan 9 Tahun
inter.it

“Tidak seperti Spanyol yang cenderung mengoper bola ke belakang, Inggris selalu mencoba menyerang dalam situasi satu lawan satu. Ada dua gelandang yang sangat fisik seperti Rice dan Phillip, tapi sangat sedikit operan vertikal. Lebih sering pakai opsi sederhana,” tulis Conte di Gazzetta dello Sport, Jumat (9/7/2021).

“Titik lemah Inggris adalah jika pertahanan mereka ditekan saat membangun dari belakang mereka tidak sebaik Spanyol dalam menghindari tekanan. Tapi jika Anda menyerang habis-habisan dalam tekanan Anda dan mereka berhasil keluar, maka perhatikan langkah mereka di depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih Inter Milan meminta pasukan Roberto Mancini untuk lebih jeli membaca situasi. Menurutnya itu jadi cara ampuh untuk menaklukkan Inggris.

“Sekali lagi, ini saatnya Italia menunjukkan pengalamannya dalam membaca berbagai momen pertandingan. Kita sulit dikalahkan karena kita hampir tidak pernah tidak siap. Kita tidak meninggalkan ruang dan selalu memaksakan pendekatan yang rumit,” tutup Antonio Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Angelo Alessio: Sejujurnya Saya Cari Kesempatan di Italia, Tapi Tak Beruntung

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Angelo Alessio sebenarnya mengaku mencari kesempatan melatih di Italia tetapi tak dinaungi keberuntungan. Namun, menjadi nakhoda Persija Jakarta, kata dia, sangat istimewa terlebih memiliki sejarah panjang di Indonesia.

Seperti diketahui, Alessio sebenarnya memang memiliki catatan karier yang gemilang di dunia kepelatihan. Dia pernah menjadi tangan kanan Antonio Conte yang juara bersama Juventus dan Chelsea. Dia pun pernah membantu Conte di timnas Italia.

Meski memang, saat menjadi pelatih kepala sepak terjang Alessio belum terlalu teruji. Dia gagal menunjukkan tangan dinginnya saat dipercaya menangani klub asal Skotlandia, Kilmarnock FC.

angelo alessio Persija Jakarta

Baru-baru ini, Angelo Alessio tak menampik sempat mencari pekerjaan di negaranya, Italia. Namun sayang, dia tak mendapat tawaran dari klub di sana, sehingga menerima pinangan klub berjuluk Macan Kemayoran itu..

“Sejujurnya, saya mencari kesempatan di Italia. Tetapi, saya tak beruntung. Kemudian, datang kesempatan melatih Persija Jakarta di Indonesia,” ungkap Angelo Alessio dalam wawancara eksklusif di Tutto Juve.

Alessio menyebut ada beberapa pertimbangan yang membuatnya mau menerima tawaran dari klub kebanggaan the Jakmania itu. Salah satunya ialah soal Jakmania dan sejarah panjang klub di Indonesia.

“Lalu, saya melihat ada antusiasme yang besar dari para suporter. Kemauan klub untuk berjuang memenangkan gelar kian meyakinkan saya, dan sekarang, saya akhirnya ada di sini,” pungkas Alessio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Conte: Banyak Tim Terdampak Pandemi, Italia Pengecualian

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan Italia melaju ke perempat final Euro 2020 membuat mantan pelatihnya, Antonio Conte, senang. Dia pun menyebut Gli Azzurri punya keseimbangan ditiap lini.

Bagi Antonio Conte, Euro tahun ini spesial. Sebab diadakan di tengah pandemi covid-19. Ia mengatakan pandemi berdampak pada kesiapan banyak tim. Tapi Italia pengecualian.

“Ini Euro yang spesial karena pandemi sangat mempengaruhi persiapan tim. Level beberapa tim, bahkan beberapa favorit yang sudah tersingkir sangat terpengaruh. Covid memiliki efek dramatis pda sepak bola,” ujar Conte kepada L’Equipe, Kamis (1/7/2021).

Matteo Pessina - Italia - Eurosport
Eurosport

“”Wajar jika dalam persiapaan, dalam beberapa kasus, para pelatih lebih mengutamakan kualitas individu. Tapi Italia adalah salah satu tim yang menjadi pengecualian karena mereka telah menemukan keseimbangan antara serangan dan pertahanan,” ia menambahkan.

Bukan tanpa alasan mantan nakhoda Inter Milan berujar demikian. Dia tidak melihat perjalanan anak asuh Roberto Mancini selama Euro 2020 saja.

Akan tetapi sejak tim diambil alih oleh Mancini perubahan besar telah terjadi. Terbukti mereka tidak terkalahkan selama 31 pertandingan beruntun.

“Anda tidak terkalahkan selama 31 laga secara kebetulan. Dibandingkan dengan Italia saya pda 2016 ada kesamaan. Poin umum yang paling penting adalah kita berbicara tentang dua tim dengan keseimbangan mereka dan identitas permainan,” ungkapnya.

“Kemudian Anda bisa bermain dengan 3-5-2 seperti yang saya lakukan atau 4-3-3 seperti miik Mancini. Itu tergantung pada karakteristik dan kualitas para pemain, tapi yang paling penting adalah selalu memberikan ide dan punya DNA juara,” tutup Antonio Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Belum Dapat Klub Baru, Antonio Conte Tak Mau Ambil Pusing

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte mengaku tak terlalu gusar belum juga mendapat klub baru untuk dilatih pada musim depan. Conte mengaku akan memanfaatkan waktu luanya untuk melakukan banyak hal.

“Ini akan menjadi tahun, di mana saya akan berusaha untuk belajar. Saya akan menyaksikan sepakbola dan saya akan mencoba memanfaatkan sebesar-besarnya situasi tidak diinginkan ini dengan cara sebaik mungkin,” kata Antonio Conte seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (21/6/2021).

Antonio Conte - Tottenham Hotspur - SB Nation

Menurut Conte, di waktu senggangnya ini, ia juga akan terus memperhatikan sepak bola yang menurutnya selalu berubah dan berevolusi.

“Saya akan menggunakan masa-masa ini untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga saya dan menonton sepakbola, yang selalu berevolusi.” kata Antonio Conte.

Nama Antonio Conte sendiri sempat dirumorkan akan menjadi pelatih di Tottenham Hotspur. Namun kepindahan Conte ke klub London itu gagal. Hal ini disebabkan manajemen Spurs yang menganggap permintaan Conte tidak masuk akal.

Dilaporkan bahwa Conte menuntut lebih banyak uang ketimbang dana yang bersedia dibayarkan Daniel Levy. Mantan pelatih Inter Milan itu berharap gaji tahunan sebesar 15 juta pounds untuk kembali ke Inggris.

Laporan itu menambahkan bahwa Conte juga menginginkan anggaran transfer 100 juta pounds untuk merombak skuat Spurs. Dan, orang-orang di dalam Tottenham percaya bahwa tuntutan keuangannya akan ‘merusak’ masa depan klub.

Antonio Conte meninggalkan Inter Milan di akhir musim ini. Kepergian Conte yang mendadak membuat banyak pemain Inter kecewa dan sedih, Romelu Lukaku salah satunya.

“Terima kasih Antonio, Anda mengubah saya sebagai pemain dan membuat saya lebih kuat. Dan kita menang bersama,” ucap pemain asal Belgia tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Inter Milan Minta Christian Eriksen Tak Pikirkan Sepak Bola

gamespool
Eks Inter Milan Minta Christian Eriksen Tak Pikirkan Sepak Bola 31

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte, merasa lega karena Christian Eriksen kini sudah pulih setelah mengalami serangan jantung. Conte berharap Eriksen tak langsung memikirkan kelanjutan kariernya dan fokus menghabiskan waktu bersama keluarga.

Eriksen mengalami serangan jantung ketika memperkuat timnas Denmark pada partai Euro 2020 melawan Finlandia beberapa waktu lalu. Ia pun langsung mendapat perawatan intensif selama beberapa hari. Kini, Eriksen sudah dinyatakan pulih dan sudah bisa beraktivitas dengan normal.

“Saya merupakan salah satu sosok yang memiliki hubungan dekat dengan Christian Eriksen. Melihatnya kolaps di atas lapangan benar-benar menghancurkan hati saya,” ujar Antonio Conte dikutip football5star dari laman Football Italia.

Christian Eriksen - Inter Milan - Daily Star
Daily Star

“Saya sangat lega karena kini Eriksen sudah dinyatakan pulih. Kesehatan merupakan hal terpenting yang harus dipikirkan Eriksen saat ini. Saya ingin berterima kasih kepada rekan-rekan setim serta kepada seluruh pihak-pihak yang memberikan dukungan kepada Eriksen.”

“Saya ingin meminta Eriksen untuk tenang dan fokus menghabiskan waktu bersama keluarga. Masih ada waktu untuk menentukan langkah selanjutnya. Untuk saat ini, sepak bola bukanlah prioritas utama Eriksen,” sambung Conte.

Setelah dinyatakan pulih, Eriksen sempat mengunjungi sesi latihan timnas Denmark pada Jumat (18/6) lalu. Kehadiran Eriksen menjadi sebuah kejutan besar bagi seluruh pengggawa timnas Denmark. Bahkan, skuat Tim Dinamit sempat menghentikan latihannya

“kami semua menyetop sesi latihan ketika ia sampai. Dia terlihat dalam kondisi baik dan memberi energi positif bagi tim. Kami diizinkan untuk memberi dia pelukan dan sangat menenangkan bisa melihat dia bersama anaknya. Benar-benar hari yang sangat baik. Hal itu yang kami perlukan,” ujar gelandang Denmark, Christian Norgaard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Antonio Conte: Italia Perlu Sedikit Keberuntungan di Euro 2020

gamespool
Antonio Conte: Italia Perlu Sedikit Keberuntungan di Euro 2020 35

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Inter, Antonio Conte, yakin Roberto Mancini bisa membawa Italia meraih kesuksesan di Euro 2020. Tapi Conte mengakui Gli Azzurri bukan merupakan unggulan di turnamen.

Italia akan membuka Euro 2020 dengan melawan Turki, Sabtu dini hari (12/6/21). Conte memuji pelatih Roberto Mancini dan berharap Azzurri bisa melaju sejauh mungkin dan berharap mendapatkan sedikit keberuntungan setelah lolos dari babak grup.

“Mancini melakukan pekerjaan yang luar biasa, dia menciptakan grup yang hebat dan bersatu yang mana itu tidak mudah. Ini adalah grup yang meningkatkan pemain dan bakatnya. Pemain top tidak cukup untuk menang, kecuali mereka disebut Pele atau Maradona,” ucap Conte.

Antonio Conte, Italia, Euro 2016, Chelsea
Zimbio

Antonio Conte melanjutkan, “Saya berharap Italia bisa melangkah sejauh mungkin, begitu kami melampaui babak penyisihan grup, kami juga membutuhkan sedikit keberuntungan dan apa pun bisa terjadi.”

Saat ditanya siapa yang merupakan favorit juara di Euro 2020, Conte sama sekali tak menyebut Italia. Dia menyebut Prancis dan Jerman yang paling favorit juara.

“Prancis dan Jerman berada di baris pertama (favorit), kemudian Belgia, Spanyol, Portugal dan Inggris,” kata Antonio Conte.

Italia memang bisa menjuarai Piala Dunia 4 kali, namun Azzurri hanya menang Euro sekali, yakini pada 1968. Pada dua edisi terakhir, mereka berhasil melaju ke babak final pada 2012, dan pada 2016 mereka mencapai perempat final bersama Antonio Conte sendiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Antonio Conte Pertanyakan Ambisi Tottenham Hotspur

gamespool
Antonio Conte Pertanyakan Ambisi Tottenham Hotspur 39

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte mengatakan uang bukanlah alasan utama di balik keputusannya menolak tawaran Tottenham Hotspur. Conte ogah merapat ke London Utara karena tak yakin dengan ambisi The Lilywhites.

Conte memang sempat menjalani negosiasi dengan Tottenham tak lama setelah didepak Inter Milan. Akan tetapi, proses negosiasi antara kedua belah pihak hanya berjalan singkat dan Conte memutuskan untuk menolak tawaran Tottenham.

“Sejujurnya, saya adalah orang yang sangat menyukai tantangan. Saya selalu menerima tawaran klub yang bisa memberikan tantangan besar,” ujar Antonio Conte kepada La Gazzetta dello Sport.

Antonio Conte - Tottenham Hotspur - Goal
Goal

“Klub-klub besar yang saya latih tak dianggap sebagai tim favorit untuk menjadi juara. Tapi, saya tak akan segan-segan menolak tawaran yang masuk apabila tak memiliki tantangan maupun ambisi yang cocok dengan saya. Uang bukanlah segalanya,” sambung Conte.

Kegagalan mendaratkan Conte membuat Tottenham harus kembali mencari sosok anyar. Beberapa nama yang sempat dilaporkan sempat didekati The Lilywhites adalah Erik ten Hag dan Paulo Fonseca.

Fonseca saat ini menjadi kandidat terkuat. Pelatih asal Portugal itu memang belum mendapatkan klub baru setelah diberhentikan AS Roma di akhir musim 2020-21.

Menurut laporan Sky Sport Italia, Fonseca sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan manajemen Tottenham. Kini, Fonseca hanya tinggal menyelesaikan proses negosiasi mengenai detail kontraknya bersama The Lilywhites.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Conte Tak Dapat, Tottenham Dekati Paulo Fonseca

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur masih mencari pelatih baru. Incaran utamanya, Antonio Conte, secara terang-terangan telah menolak tawaran klub London Utara.

Tidak ingin memaksakan kehendak, Tottenham Hotspur mengalihkan perhatian ke pelatih lain. Kini nama eks nakhoda AS Roma, Paulo Fonseca, muncul sebagai calon tunggal.

Sky Sport Italia bahkan melaporkan Fonseca telah mencapai kesepakatan secara personal dengan klub London Utara. Dia akan bernegosiasi lagi dengan manajemen soal detail kontrak.

Paulo Fonseca - AS Roma - Goal
Goal

Dalam laporannya itu, Sky Sport Italia juga mengklaim pelatih asal Portugal akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun.

Kemungkinan kesepakatan tercapai sangatlah besar. Saat ini Paulo Fonseca sedang menganggur setelah kontraknya di AS Roma tidak diperpanjang. Apalagi Premier League merupakan kompetisi yang dia idamkan.

Sebelumnya Tottenham melakukan pendekatan secara intens pada Antonio Conte. Tapi besaran gaji yang ditawarkan dan target yang ingin dicapai tidak sesuai dengan keinginan sang nakhoda.

Conte bukan satu-satunya incaran The Lilywhites. Mereka juga sempat mendekati Carlo Ancelotti. Namun, upaya itu gagal setelah peramu taktik Italia lebih memilih kembali ke Real Madrid.

Jika pada akhirnya Paulo Fonseca benar-benar menukangi Spurs musim depan, tentu akan jadi hal unik. Karena artinya dia akan menggantikan peran Jose Mourinho. Sedangkan Mourinho saat ini telah menggantikan perannya di AS Roma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cassano: Simone Inzaghi Sempurna untuk Gantikan Antonio Conte

gamespool
Cassano: Simone Inzaghi Sempurna untuk Gantikan Antonio Conte 46

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter, Antonio Cassano, percaya bahwa Simone Inzaghi merupakan pelatih yang tepat untuk menggantikan Antonio Conte. Cassano melihat dari cara permainan dan formasi.

Inzaghi baru saja diresmikan oleh Inter beberapa hari yang lalu untuk menggantikan Antonio Conte setelah dia membawa Nerazzurri meraih Scudetto. Inzaghi sendiri cukup sukses bersama Lazio, dimana dia berhasil meraih satu gelar Coppa Italia dan dua Piala Super italia, dan juga membawa Il Biancocelesti masuk ke Liga Champions.

Tak Sepakat dengan Suning, Antonio Conte Siap Mengundurkan Diri
Corriere dello Sport

“Inter telah menemukan pengganti yang sempurna untuk Conte dengan Inzaghi. Dia memainkan sistem yang sama dengan Conte di Lazio, meskipun dia memiliki kualitas lebih di sana (daripada yang akan dia miliki di Inter). Simone harus berhati-hati dengan San Siro, karena itu bisa jadi kritikan yang kejam,” ucap Cassano seperti dikutip Football5Star.com dari Il Giornale.

Cassano sendiri sering mengkritisi cara bermain Inter ditangan Antonio Conte yang menurutnya bermain pragmatis. Dia mengatakan bahwa Conte bisa membawa Inter Scudetto karena tim saingannya bermain buruk, walaupun dia memuji kinerja Conte menyatukan tim.

“Conte melakukannya dengan brilian, dia membuat skuat Inter tetap bersatu selama momen buruk ketika mereka tidak dibayar gajinya, tetapi dia hanya memiliki satu tujuan. Dia (memenangkan Scudetto) karena Juventus kacau, AC Milan hanya bertahan selama begitu lama dan Atalanta tidak melangkah lebih jauh,” kata Cassano.

Antonio Cassano melanjutkan, “Anda tidak bisa melupakan eliminasi (di babak penyisihan grup) di Liga Champions. Dan kemudian saya akan mengatakan: jika Conte menang dan meninggalkan Juventus, menang dan meninggalkan Chelsea dan kemudian menang dan meninggalkan Inter, ada sesuatu yang tidak beres.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gagal Daratkan Antonio Conte, Tottenham Kembali Dekati Erik ten Hag

gamespool
Gagal Daratkan Antonio Conte, Tottenham Kembali Dekati Erik ten Hag 50

Football5star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur masih terus melanjutkan perburuan pelatih kepala untuk musim 2020-21. Kini, The Lilywhites dilaporkan kembali mendekati pelatih kepala Ajax, Erik ten Hag.

Ini bukanlah kali pertama Tottenham Hotspur mendekati Erik ten Hag. Beberapa pekan lalu, The Lilywhites juga sempat mendekati Ten Hag. Akan tetapi, pendekatan pertama Tottenham ditolak mentah-mentah oleh Ten Hag yang memutuskan untuk memperpanjang kontrak bersama Ajax.

Setelah gagal mendapatkan Ten Hag, Tottenham sempat mencoba mendekati mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Akan tetapi, The Lilywhites juga mendapatkan penolakan dari Conte.

Erik ten Hag - Tottenham Hotspur - Eurosport
Eurosport

Nah, penolakan dari Conte membuat Tottenham kembali menjalin kontak dengan perwakilan Ten Hag. Media-media Inggris melaporkan The Lilywhites akan mulai bernegosiasi dengan Ten Hag dalam beberapa hari ke depan.

Ten Hag bukanlah satu-satunya pelatih yang didekati Tottenham. Kabarnya, mereka juga mulai mendekati Mauricio Pochettino serta Roberto Martinez.

Akan tetapi, The Lilywhites dilaporkan harus bekerja keras meyakinkan Pochettino dan Martinez untuk meninggalkan timnya masing-masing. Hal tersebut membuat Tottenham bakal fokus mendekati Ten Hag bulan ini.

Sebelum menjadi incaran utama Tottenham, Ten Hag memang sempat masuk radar klub-klub besar lainnya. Menurut laporan media-media Belanda, pelatih berusia 51 tahun itu sempat masuk radar Paris Saint-Germain, RB Leipzig serta Bayern Munich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tottenham Tak Mampu Penuhi Target Conte untuk Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keinginan Tottenham Hotspur merekrut Antonio Conte terancam batal. Kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan.

Menurut laporan Sky Sport Italia, ada beberapa detail yang tak mampu dipenuhi Tottenham Hotspur. Salah satunya soal peluang juara.

Antonio Conte selama ini dikenal sebagai pelatih juara. Baik ketika menukangi Juventus, Chelsea, hingga Inter Milan sukses berakhir dengan juara.

Antonio Conte - Inter Milan - EnnaOra
EnnaOra

Sedangkan Spurs kerap dengan kegagalan. Kendati tampil apik dalam beberapa musim terakhir dan sempat stabil di empat besar, tak ada satu pun trofi yang dimenangkan.

Inilah yang menjadi masalah. Conte tidak mendapat jaminan dari manajemen bisa mengangkat gelar dalam waktu dekat. Hal ini membuat kesepakatan keduanya urung tercapai.

Hal lain yang membuat klub London Utara keberatan adalah keinginan mantan pelatih timnas Italia memboyong keempat stafnya.

Tidak hanya itu, gaji dan strategi transfer juga tidak sesuai dengan keinginan nakhoda Italia. Sang pelatih meminta 12 juta pounds permusim, sementara Spurs hanya menyanggupi sembilan juta pounds.

Masalah juga makin runyam tatkala Antonio Conte meminta Harry Kane untuk bertahan di London Utara. Permintaan ini bisa dibilang sulit diwujudkan. Sebab Harry Kane secara terang-terangan sudah berkata ingin hengkang musim depan.

Ke mana legenda Juventus akan melanjutkan karier kepelatihannya masih menjadi tanda tanya. Apalagi klub yang selama ini diisukan menginginkannya seperti Real Madrid sudah mendapat nakhoda baru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan dengan Kepala Tegak

gamespool
Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan dengan Kepala Tegak 57

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte merasa sangat bangga dengan keberhasilan Inter Milan menyabet Scudetto musim 2020-21. Keberhasilan tersebut membuat Conte bisa meninggalkan Inter dengan kepala tegak.

Seperti yang diketahui, Conte kini sudah tak lagi menangani Inter Milan. Ia dipecat karena berselisih dengan presiden klub, Steven Zhang, terkait kebijakan dan strategi di bursa transfer musim panas. Sebagai pengganti, Nerazzurri sudah resmi menunjuk mantan nakhoda Lazio, Simone Inzaghi.

“Ketika merapat ke Inter, saya diberikan waktu tiga tahun untuk mengembalikan ambisi serta mempersembahkan prestasi terbaik. Saya berhasil mencapai target tersebut dalam waktu dua tahun. Tentu saja pencapaian itu membuat saya merasa sangat bangga,” tutur Antonio Conte kepada DAZN.

Antonio Conte - Inter Milan - EnnaOra
EnnaOra

Setelah meninggalkan Inter, Conte memang belum menentukan tim mana yang akan ia latih pada musim 2021-22. Akan tetapi, ia mengaku tak ingin bermain aman dan bakal mengambil risiko besar bersama klub barunya.

“Saya bukanlah seseorang yang ingin bermain aman dalam berbagai situasi. Saya selalu menempatkan diri sendiri ke dalam situasi tersulit,” tutur pelatih berusia 51 tahun itu.

Conte dilaporkan sempat melakukan negosiasi dengan klub Inggris, Tottenham Hotspur. Akan tetapi, pembicaraan antara kedua pihak tak membuahkan hasil positif.

Conte memutuskan menolak tawaran menangani Tottenham. Ia merasa tak cocok dengan strategi dan kebijakan transfer yang disodorkan bos Tottenham, Daniel Levy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Antonio Conte Masuk Radar Pelatih Baru Tottenham Hotspur

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte dikabarkan tengah didekati oleh klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur. Kubu Spurs kabarnya saat ini sedang melakukan pembicaraan serius dengan Antonio Conte dan Fabio Paratici.

Dikutip Football5star.com dari Football London, Rabu (2/6/2021), kubu Spurs tidak hanya menginginkan Conte menjadi pelatih di musim depan. Namun juga ingin mengangkat Paratici sebagai direktur olahraga.

Kesedihan Romelu Lukaku Ditinggal Antonio Conte

Fabio Paratici sendiri merupakan mantan direktur olahraga Juventus. Conte dan Paratici pernah bekerjasama di Juventus. Spurs setelah memecat Jose Mourinho masih belum menemukan pelatih baru.

Di sisa Liga Inggris musim ini, Harry Kane dkk dilatih oleh pelatih sementara, Ryan Mason. Sebelumnya, nama Conte santer dikaitkan dengan Real Madrid. Namun setelah Madrid resmi menunjuk Carlo Ancelotti, Spurs cukup yakin bisa menggaet pelatih 51 tahun tersebut.

Antonio Conte meninggalkan Inter Milan di akhir musim ini. Kepergian Conte yang mendadak membuat banyak pemain Inter kecewa dan sedih, Romelu Lukaku salah satunya.

“Terima kasih Antonio, Anda mengubah saya sebagai pemain dan membuat saya lebih kuat. Dan kita menang bersama,” ucap pemain asal Belgia tersebut.

“Menang adalah yang terpenting bagi Anda dan saya senang dilatih oleh Anda. Saya akan mengambil prinsip Anda selama karier saya. Aku berhutang banyak padamu,” tambah Lukaku.

Dipuji eks pemain Chelsea

Keberhasilan Inter meraih gelar scudetto memang tak lepas dari kehebatan Conte sebagai juru taktik. Kehebatan Conte pun mendapat pujian dari legenda AC Milan yang juga eks pemain Chelsea, Andriy Shevchenko.

Menurut Sheva, sebagai pelatih, Conte telah melakukan pekerjaan yang luar biasa bersama Inter pada musim ini.

“Saya mengucapkan selama kepada Inter. Antonio Conte telah melakukan pekerjaan yang hebat pada musim ini,” ucap Andriy Shevchenko

“Serie A Italia musim ini jauh lebih kompetitif dan para pelatih dituntut untuk memiliki lebih banyak taktik. Beban kerja itu penting. Selama permainan Anda bermain dengan intensitas yang lebih tinggi,” tambah Sheva.

Gelar scudetto musim ini memang sangat spesial untuk Conte. Ia berhasil mematahkan dominasi mantan klubnya, Juventus. Padahal, ia juga yang membuat Juventus mulai mendominasi Serie A Italia. Ambil alih Juventus pada musim 2011-12, Conte membuat Juventus bisa mendominasi selama 9 musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Inter Yakin Simone Inzaghi Bakal Sukses Bersama I Nerazzurri

gamespool
Legenda Inter Yakin Simone Inzaghi Bakal Sukses Bersama I Nerazzurri 64

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Inter Milan, Ivan Cordoba, percaya bahwa Simone Inzaghi bakal sukses bersama mantan klubnya. Tapi dia tetap kecewa Antonio Conte harus pergi dari klub.

Antonio Conte meninggalkan Inter beberapa hari yang lalu dengan kesepakatan bersama atau putus kontrak. Mantan pelatih Lazio, Simone Inzaghi 99 persen dipastikan akan menggantikannya dan kini hanya tinggal menunggu peresmian saja. Cordoba percaya Inzaghi bisa sukses di Inter mengingat pengalaman dia yang menyumbang beberapa gelar untuk Lazio.

Presiden Lazio Kecewa Simone Inzaghi Berubah Pikiran dan Memilih Inter
Eurosport

“Inzaghi telah melakukan hal-hal hebat baru-baru ini di Lazio, yang merupakan tim penting. Saya pikir dia sadar dia datang ke lingkungan yang sama sekali berbeda. Yang terpenting adalah memahami di mana Anda tiba dan menghormati sejarah serta warna yang Anda perjuangkan,” ucap Cordoba seperti dilansir Football5Star.com dari Sempreinter.

Mantan pemain timnas Kolombia itu melanjutkan, “Simone Inzaghi sudah memiliki basis penting sebuah tim. Mari berharap Inter tidak membongkar skuad karena jika tidak sulit untuk mencapai sesuatu yang penting.”

Tapi Cordoba mengakui bahwa dirinya kecewa melihat Conte pergi. Tapi dia percaya tanpa Conte, Inter tetap bisa kompetitif di Serie A.

“Saya kecewa dengan kepergian Conte karena dia memberi klub ini dan para fans harapan untuk memulai siklus dan mencari banyak kemenangan. Tetapi kepergiannya tidak berarti masih ada kondisi untuk melakukannya dengan baik, karena ketika para pemain bekerja keras dengan mentalitas yang tepat, mereka masih bisa mencapai tujuan. Mereka melakukan itu terlepas dari semua masalah musim ini,” kata Ivan Cordoba.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kehilangan Sosok Conte, Eriksen Mulai Bimbang di Inter?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Christian Eriksen terkejut Antonio Conte meninggalkan Inter Milan. Setelah klub merengkuh scudetto, ia melihat kejadian tersebut tidak masuk akal.

Padahal Christian Eriksen mulai nyaman bermain di bawah kendali Antonio Conte. Sempat kesulitan di awal kedatangannya, gelandang Denmark menjelma jadi sosok tak tergantikan pada paruh kedua musim.

“Ini kejutan besar. Sangat istimewa bisa memenangkan scudetto, tapi kemudian sesuatu yang tidak masuk akal terjadi saat saya membaca berita ini. Dia pergi secara riba-tiba,” ujar Eriksen seperti diktuip Football5star dari TV2 Sport, Senin (31/5/2021).

Christian Eriksen - Cristian Stellini - Inter - Benevento - Il Giorno
Il Giorno

“Kami berhubungan baik. dia melihat sepak bola dengan caranya sendiri. Begitu juga dengan saya. Setelah ini semua saya hanya bisa berterima kasih kepadanya untuk semua yang sudah dia lakukan buat tim dan saya,” ia menambahkan.

Di sisi lain, kepergian Antonio Conte sepertinya akan berdampak pada masa depan beberapa pemain. Termasuk eks gelandang Tottenham Hotspur.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dan saya tidak memikirkan masalah ini sekarang. Saya sedang fokus bersama timnas untuk Euro nanti. Semua bergantung pada siapa pelatih yang akan datang dan apa yang akan terjadi pada klub,” ungkapnya.

“Saya benar-benar tidak tahu. Ketika ditanya soal posisi di lapangan, jelas saya ingin bermain lebih ke depan dibandingkan bermain di depan lini pertahanan,” tutup Christian Eriksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mihajlovic Pahami Keputusan Conte Tinggalkan Inter

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Keputusan Antonio Conte meninggalkan Inter Milan mengagetkan banyak pihak. Tidak terkecuali pelatih Bologna, Sinisa Mihajlovic.

Seperti diketahui, Antonio Conte pergi dari Inter Milan hanya beberapa hari setelah pesta scudetto. Diketahui bahwa keputusan itu diambil karena sang nakhoda sudah tidak sejalan dengan manajemen yang akan melakukan pemotongan gaji pada skuat.

Hal ini rupanya dipahami oleh Sinisa Mihajlovic. Mantan pemain Inter Milan mengaku menghormati keputusan sang nakhoda.

Sinisa Mihajlovic meyakini Juventus akan mendapatkan bantuan penuh saat lawan Bologna pada giornata terakhir Serie A.

“Itu adalah pilihan yang mengejutkan. Inter menjalani musim yang fantastis bersamanya. Tapi saya percaya dia punya alasan sendiri yang harus kita pahami,” ujar pria yang akrab disapa Miha kepada Sky Sport Italia, Sabtu (29/5/2021).

Mundurnya Antonio Conte berdampak besar. Tidak hanya di kursi kosong pelatih Inter Milan. tapi juga pelatih di klub lain.

Nakhoda Lazio, Simone Inzaghi selangkah lagi akan jadi suksesor legenda Juventus. Padahal sebelumnya ia sudah setuju memperpanjang kontrak di ibu kota.

Di sisi lain, kursi pelatih yang ditinggal Inzaghi juga membuat Elang Ibu Kota mencari sosok pengganti. Salah satu yang jadi opsi adalah Sinisa Mihajlovic.

Gazzetta dello Sport melaporkan pelatih asal Serbia jadi prioritas utama Lazio. Selain karena sudah berpengalaman, dia juga pernah berserama I Biancoceleste semasa bermain.

Faktor ini bisa sangat menentukan. Setelah sukses bersama Simone Inzaghi, manajemen ingin meneruskan tren mantan pemain untuk melatih Ciro Immobile dkk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Conte Pergi, Skriniar Tak Tergoda Tinggalkan Inter Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kepergian Antonio Conte dari Inter Milan diprediksi akan berdampak pada masa depan beberapa pemain bintang. Tapi hal tersebut sepertinya tidak berlaku untuk Milan Skriniar.

Seperti diketahui, Antonio Conte meninggalkan Inter Milan karena tidak mencapai kesepakatan terkait strategi klub menghadapi krisis finansial. Keputusan ini rupanya membuat Milan Skriniar terkejut.

“Keluarnya Conte mengejutkan bagi kami semua, tidak mungkin untuk menyangkalnya. Saya mengetahui dari media dan saya tidak punya informasi lebih lanjut. Saya ingin tahu apa yang akan terjadi sekarang,” kata bek Slovakia kepada Sport Aktuality, Jumat (28/5/2021).

Tumbangkan Cagliari, Inter Kalahkan Rekor AC Milan Era Arrigo Sacchi
@inter_en

Terkait pengaruh sang pelatih terhadap masa depan pemain, Milan Skriniar tidak ingin sesumbar. Namun, dia memastikan bahwa dirinya tetap bertahan di Giuseppe Meazza.

Baginya, Inter Milan telah memberikan segalanya. Terlebih scudetto yang baru dimenangkan. Eks Sampdoria menyebut trofi tersebut sangat berharga untuknya yang berasal dari Slovakia.

“Saya sudah mengatakan ini sebelumnya. Saya ingin bertahan di Inter dan mempertahankan gelar. Saya tidak mengikuti rumor transfer. Sungguh perasaan yang luar biasa memenangkan scudetto, luar biasa. Saya mengatakan ini ketika kami merayakannya di depan fan,” ia menambahkan.

“Ini juga sukses besar untuk saya sebagai orang Slovakia. Saya bangga menjadi orang Slovakia, ini perjalanan yang panjang dan sangat mengasyikkan,” tutup Milan Skriniar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Raul, Conte hingga Xabi Alonso Dirumorkan Jadi Pengganti Zidane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid dikabarkan masih memburu nama pengganti Zinedine Zidane. Sejumlah nama dirumorkan bakal menjadi pelatih Madrid di musim depan.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (28/5/2021) setidaknya ada empat nama yang muncul jadi pengganti Zidane untuk musim depan. Ada nama Antonio Conte yang baru menganggur, lalu ada pelatih PSG, Mauricio Pochettino.

Antonio Conte Peluang Inter Milan Raih Scudetto 95 Persen

Selain dua nama itu, dua nama eks pemain Madrid pun masuk jadi kandidat. Mereka adalah Raul Gonzalez dan Xabi Alonso. Dari empat nama ini, kesemuanya memiliki keunggulan masing-masing.

Raul misalnya dianggap sebagai penerus alami di Real Madrid. Raul saat ini menjadi pelatih Real Madrid Castilla. Raul dianggap sukses melatih Castilla.

Sejumlah pemain muda didikan Raul bahkan sudah mulai masuk ke dalam tim inti Zidane pada musim ini seperti, Sergio Arribas Calvo dan Marvin Park. Selain itu, Dua anak Raul juga sempat masuk ke 60 daftar Next Generation 2020 versi The Guardian, yakni Bruno Iglesias dan Israel Salazar.

Xabi Alonso pun memiliki rekam jejak cukup bagus sebagai pelatih muda. Ia saat ini melatih tim Real Sociedad B. Xabi mampu membawa Sociedad B untuk tampil di babak play off Liga Spanyol.

Namun pertanyaannya, apakah manajemen Real Madrid mau bertaruh dengan memilih eks pemain mereka atau menunjuk pelatih seperti Conte yang memiliki titel scudetto musim ini atau Pochettino, pelatih ‘langka’ di PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bursa Transfer: Bukan Siapa Main di Mana tapi Siapa Melatih di Mana

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang musim 2021-22, geliat bursa transfer musim panas menjadi perhatian banyak pihak. Yang menarik di bursa transfer tahun ini ialah tidak lagi soal perpindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya. Namun pergantian pelatih di satu klub.

Dalam beberapa hari terakhir ini, publik sepak bola dikagetkan dengan keputusan sejumlah klub besar yang melepas pelatih mereka. Peraih scudetto Serie A musim ini, Inter Milan berpisah dengan Antonio Conte.

Antonio Conte - Inter - Fabrizio Romano - Sky Sports

Kemarin, Kamis (27/5/2021) saat laga final Liga Europa, Real Madrid mengumumkan tak lagi dilatih oleh Zinedine Zidane pada musim depan. Spekulasi pun menyeruak ke publik soal siapa pelatih pengganti Conte dan Zidane.

Inter Milan disebut-sebut akan menggaet pelatih Lazio, Simone Inzaghi. Kabarnya dalam beberapa jam ke depan, Inzaghi akan diumumkan menjadi pelatih untuk Romelu Lukaku dkk.

Sedangkan Madrid dikaitkan dengan sejumlah nama mulai dari mantan pemain mereka, Raul Gonzalez dan Xabi Alonso hingga pelatih PSG, Mauricio Pochettino.

Kursi panas para pelatih

Jelang pekan akhir musim 2020-21, pemberitaan soal masa depan pelatih di satu tim menjadi fokus banyak orang. Di April lalu misalnya, Bayern Munich dengan tegas menolak permintaan pengunduran diri dari Hansi Flick.

“Pelatih kepala Bayern Hansi Flick mengumumkan keinginannya mengakhiri kontraknya yang berlaku hingga Juni 2023, pada akhir musim ini,” tulis Bayern Munchen saat itu.

Barcelona Gagal Juara, Koeman Tersirat Salahkan Pemain dan Setien

Flick sendiri pada akhirnya didaulat menjadi pelatih Jerman. Sedangkan Bayern Munich mendapatkan pelatih muda, Julian Nagelsmann. Kursi panas pelatih juga dirasakan oleh Ronald Koeman di Barcelona.

Terbaru, pelatih asal Belanda itu kabarnya deadlock saat pertemuan dengan presiden Barcelona, Joan Laporta. Rumor yang beredar, Laporta dalam 15 hari ke depan akan mencari pengganti Koeman di Nou Camp pada musim depan.

Kursi panas pelatih juga dirasakan oleh Andrea Pirlo di Juventus. Pirlo di pekan-pekan terakhir Serie A Italia diminta mundur oleh para pendukung karena hasil jeblok Cristiano Ronaldo dkk. Massimiliano Allegri disebut jadi pengganti untuk Pirlo di musim depan. Masa depan pelatih klub di Serie A Italia memang banyak jadi perhatian.

Siapa melatih di mana

Berburunya klub besar Eropa untuk mendapat pelatih bintang lima di musim depan mungkin bisa dipahami sebagai salah satu cara untuk mengakali kesulitan dapatkan pemain bagus di kondisi keuangan yang sedang tidak kondusif seperti saat ini.

Real Madrid misalnya yang dirumorkan ingin mendapatkan Pochettino. Gaji pelatih asal Argentina itu sendiri seperti dikutip dari data Wageindicator, per bulan hanya 500ribu poundsterling. Jika bisa mendapatkan Pochettino, Madrid bisa berhemat.

Rennes - PSG - Mauricio Pochettino - The Indian Paper
The Indian Paper

Gaji Zidane masih menurut sumber yang sama per bulan bisa mencapai angka 800 ribu poundsterling. Keputusan Inter untuk melepas Conte pun besar kemungkinan untuk menghemat pengeluarkan klub. Gaji Conte per bulan sebesar 863 ribu poundsterling.

Kondisi ini tentu menarik dibanding dengan bursa transfer beberapa tahun ke belakang yang lebih banyak membicarakan pemain bintang mana yang akan pindah. Saat ini yang ditunggu penggemar sepak bola ialah siapa melatih di mana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Conte Setelah Tinggalkan Inter Milan: Sungguh Perjalanan Luar Biasa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte akhirnya mengucapkan salam perpisahan setelah meninggalkan Inter Milan. Menurutnya ini perjalanan luar biasa dalam karier kepelatihannya.

Dua tahun menukangi Inter Milan, Antonio Conte mampu mengubah mentalitas tim. klub yang tadinya harus berjuang keras untuk menembus Liga Champions berhasil dibawa menjadi juara Serie A.

Menurut legenda Juventus, kesuksesan ini didapat karena kerja keras. Dia juga menekankan pada keberhasilan tim yang menghapus sisi medioker dalam tim.

inter milan scudett-conte-steven zhang-footballitalia
footballitalia

“Sungguh perjalanan yang luar biasa dalam dua tahun ini. kami membuat diri kami lebih kuat setiap hari, memberikan diri kami tekad, keinginan, dan semangat pengorbanan yang lebih besar,” tulis eks nakhoda di Instagram.

“Kami berhasil menghilangkan ide-ide medioker yang sering mengelilingi kami. Tidak ada alasan, tidak ada alibi. Hanya bekerja, bekerja, dan terus bekerja dan terikat dengan rasa hormat dan pengetahuan,” ia menambahkan.

Tidak ketinggalan, mantan pelatih timnas Italia juga berterima kasih kepada seluruh skuat Inter Milan. Dan juga fan yang terus mendukungnya sampai detik-detik terakhir kontraknya.

“Kami membawa scudetto kembali setelah 11 tahun, tapi yang terpenting kami membawa Inter kembali ke tempat semula karena sejarah dan tradisinya,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada yang membuat semua ini menjadi mungkin. Para pemain, staf, presiden, direktur, dan semua orang yang membantu dan mendukung kami dalam dua tahun. Kepada fan, saya ingin katakan bahwa dalam perioden yang sulit bagi semua karena pandemi, kami selalu merasakan dukungan, kehangatan, dan kedekatan,” tutup Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimo Moratti Yakin Simone Inzaghi Gantikan Conte

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemilik Inter Milan, Massimo Moratti berkeyakinan bahwa pelatih Lazio, Simone Inzaghi bakal menjadi pengganti Antonio Conte di musim depan. Menurut Moratti, Inter bakal tetap berada di kondisi baik-baik saja meski ditinggal Conte.

“Inter memiliki masa depan yang sama meski ada pergantian personal. Inzaghi adalah salah satu kandidat yang mungkin bisa menggantikan Conte di Inter,” kata Moratti seperti dikutip Football5star.com dari Sempre Inter, Kamis (27/5/2021).

Massimo Moratti - Antonio Conte - Serpents of Madonnina
Massimo Moratti Yakin Simone Inzaghi Gantikan Conte 88

Namun Inter cukup sulit untuk bisa dapatkan Inzaghi, hal ini lantara Lazio akan menyiapkan perpanjangan kontrak. Hal itu juga disadari oleh Moratii.

“Meskipun dia masih bisa menandatangani perpanjangan kontrak untuk bertahan di Lazio. Tapi jika saya jadi dia, saya akan meninggalkan klub dan memilih klub lain,”

Inter memastikan Conte tidak akan lagi menemani Romelu Lukaku dkk musim depan. Pernyataan itu dikeluarkan La Beneamata di laman resminya.

“FC Internazionale Milano mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk pemutusan kontrak dengan pelatih Antonio Conte. Klub ingin berterima kasih kepada Antonio atas pekerjaan luar biasa yang telah dia lakukan, yang berpuncak pada pencapaian Scudetto kesembilan belas,” begitu isi pernyataan resmi Inter.

Conte memang santer dikabarkan akan hengkang dari Inter setelah meraih gelar scudetto 2020-2021. Dia diklaim memiliki perbedaan pendapat dengan Steven Zhang selaku presiden Inter perihal masa depan La Beneamata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kesedihan Romelu Lukaku Ditinggal Antonio Conte

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Striker Inter Milan, Romelu Lukaku tak bisa menyembunyikan kesedihan pasca hengkangnya Antonio Conte dari Stadion Giuseppe Meazza. Conte resmi tak lagi melatih Inter di musim depan.

Lukaku seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Kamis (27/5/2021), menegaskan bahwa dirinya banyak mendapat pelajaran penting sebagai pemain setelah dilatih Conte di Inter Milan.

romelu lukaku-inter milan-cbssports

“Terima kasih Antonio, Anda mengubah saya sebagai pemain dan membuat saya lebih uat. Dan kita menang bersama,” ucap pemain asal Belgia tersebut.

“Menang adalah yang terpenting bagi Anda dan saya senang dilatih oleh Anda. Saya akan mengambil prinsip Anda selama karier saya. Aku berhutang banyak padamu,” tambah Lukaku.

Sementara itu, Chelsea dikabarkan tengah mencoba mengambil untung dari kondisi genting yang dialami Inter Milan saat itu.

The Blues dikabarkan mencoba untuk mendatangkan empat pemain Inter pada bursa transfer musim panas ini. Menurut media Inggris tersebut, pemilik Inter, Suning Grup menerima tawaran dari klub London itu.

“Chelsea bisa menjadi salah satu dari beberapa klub Eropa yang dengan kejam akan mengeksploitasi masalah keuangan Inter Milan pada musim panas ini,”

“Pemilik klub peraih scudetto musim ini, Suning Grup tak punya pilihan lain karena dihadapkan situasi untuk melunasi hutang mereka,”

Masih dari laporan Express, Conte sejak awal pekan lalu sudah diminta oleh pihak manajemen untuk memilih pemain yang harus dilepasnya pada bursa transfer musim panas ini.

“Conte diduga diberitahu harus mengumpulkan 70 juta poundsterling melalui penjualan pemain untuk membantu klub menyeimbangkan neraca keuangan,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan

gamespool
Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan 94

Football5star.com. Indonesia – Antonio Conte dilaporkan bakal resmi meninggalkan Inter Milan dalam waktu dekat. Kabar mengejutkan ini dilaporkan oleh wartawan kenamaan, Fabrizio Romano.

Dalam laporannya, Fabrizio Romano menyebut Inter bakal memecat Antonio Conte dalam beberapa hari ke depan. Pelatih berusia 51 tahun itu akan mendapatkan pesangon sebesar tujuh juta Euro.

Masa depan Conte bersama Inter Milan memang sudah menjadi pertanyaan besar selama beberapa pekan terakhir. Hal tersebut terjadi karena adanya perselisihan antara Conte dengan bos Nerazzurri, Steven Zhang.

Perselisihan tersebut dipicu oleh kondisi keuangan Nerazzurri. Mereka dipastikan musti menjual beberapa pemain kunci pada bursa transfer mendatang untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

Hal tersebut tentu ditentang oleh Conte. Pasalnya, Conte ingin mempertahankan banyak pemain bintang yang tampil gemilang sepanjang musim 2020-21. Tak cuma itu, Conte juga dipastikan bakal meminta dana yang cukup besar untuk belanja pemain pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Rumor mengenai masa depan Conte sempat membuat kelompok suporter Inter buka suara. Mereka meminta manajemen Inter dan Steven Zhang untuk tidak mengusik kenyamanan para pemain serta Conte.

“Zhang, bertanggung jawablah atau tinggalkan kota kami. Pelatih, staf, dan pemain tidak boleh disentuh,” demikian spanduk yang dibentangkan suporter di kantor Nerazzurri pada Selasa (26/5) siang waktu setempat.

Kini, Inter harus mencari sosok pelatih anyar untuk menggantikan posisi Conte musim depan. Dua nama beken yang menjadi kandidat kuat suksesor Conte adalah Simone Inzaghi dan Massimiliano Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Terancam Ditinggal Conte, Curva Nord Inter Bereaksi Keras

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Usai merengkuh scudetto, Inter Milan dihadapkan masalah pelik. Keuangan yang tidak sehat membuat mereka terancam ditinggal Antonio Conte.

Sebelum musim 2020-2021 berakhir manajemen telah mengultimatum skuat akan ada pemotongan gaji mulai musim depan. Ini dilakukan karena finansial klub sedang bermasalah.

Pemotongan gaji tidak hanya berlaku untuk pemain. Tapi juga pelatih Antonio Conte. Kemungkinan ini pula yang membuat sang allenatore mempertimbangkan pergi.

Mendengar kabar tersebut, pendukung fanatik Inter Milan, Curva Nord, bereaksi keras. Kepada presiden klub, Steven Zhang, mereka menuntut agar manajemen tidak menyentuh pelatih dan pemain.

Curva Nord bahkan sudah menyiapkan ancaman. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dan Antonio Conte benar-benar pergi, mereka menuntut Steven Zhang juga ikut pergi.

“Zhang, bertanggung jawablah atau tinggalkan kota kami. Pelatih, staf, dan pemain tidak boleh disentuh,” demikian spanduk yang dibentangkan suporter di kantor I Nerazzurri.

Sadar dengan tuntutan tersebut, manajemen kemudian mengundang perwakilan Curva Nord pada rapat hari Rabu (26/5/2021) siang waktu Italia.  Franco Caravita, perwakilan fan yang turut dalam rapat itu membeberkan jika manajemen akan sekuat tenaga mempertahankan pelatih dan para pemain.

“Apa yang telah dikatakan adalah bahwa mereka akan melakukan segalanya untuk mempertahankan pelatih dan pemain penting. penurunan skala ini mungkin disebabkan oleh kurangnya dana,” sebut Fabio Caravita seperti dilansir Football Italia, Rabu (26/5/2021).

“Tapi dengan memenangkan scudetto dan bermain di Liga Champions, kami berasumsi bahwa kesulitan bisa diatasi. Sebagai fan kami meminta konsistensi dalam proyek klub, dan yang jelas tanpa Conte konsistensi itu akan hilang,” tutup Caravita.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Sepakat dengan Suning, Antonio Conte Siap Mengundurkan Diri

gamespool
Tak Sepakat dengan Suning, Antonio Conte Siap Mengundurkan Diri 100

Football5Star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Italia dimana pelatih Inter Milan, Antonio Conte, dilaporkan siap untuk mengakhiri hubungannya dengan klub pasca membawa timnya meraih Scudetto. Hal itu karena adanya ketidaksepakatan antara Conte dan pemilik Inter, Suning, yang diwakili sang presiden, Steven Zhang.

Menurut laporan Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport, Suning jelas tetap menginginkan Conte untuk menjadi pelatih musim depan. Tapi keadaan keuangan Inter memaksa mereka harus menjual beberapa pemain.

Sky Sport juga melaporkan bahwa Inter harus menjual pemain paling tidak sampai 70-80 juta euro, tentu saja itu berarti mereka harus menjual paling tidak salah satu atau dua pemain bintangnya. Jika itu terjadi, Conte tak setuju karena dia ingin paling tidak mempertahankan pemain-pemain kuncinya.

Tak Sepakat dengan Suning, Antonio Conte Siap Mengundurkan Diri
Internews24

La Gazetta dello Sport menyebut bahwa perpisahan bisa diumumkan dalam 48 jam ke depan. Kedua belah pihak akan sepakat untuk berpisah dengan memutus kontrak, bukan pemecatan. Kontrak Conte sendiri akan berakhir akhir musim depan.

Sumber yang sama menyebut bahwa CEO Inter, Beppe Marotta, sudah menyiapkan pengganti Conte. Ada empat nama, Max Allegri, Maurizio Sarri, Sinisa Mihajlovic dan Simone Inzaghi.

Namun, menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Antonio Conte belum memutuskan masa depannya dan akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan. Romano juga menegaskan bahwa Conte belum 100 persen memutuskan untuk meninggalkan Inter Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Masa Depan Inter Milan dan Conte Bikin Lele Oriali Khawatir

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan sukses besar musim ini. Klub asuhan Antonio Conte memenangkan scudetto ke-19. Tapi apa yang terjadi musim depan masih abu-abu.

Manajer tim, Lel Oriali, mengatakan ia belum tahu apa-apa soal musim depan. Progam belum ditetapkan dari manajemen maupun pelatih.

Tidak hanya soal program menyambut musim baru. Masa depan Antonio Conte juga jadi sorotan.

lele oriali-Inter_en
@Inter_en

“Saya khawatir karena belum ada program untuk musim baru. Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk pramusim, kami belum diberi tahu apa-apa,” ujar Lele Oriali seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport, Jumat (21/5/2021).

“Conte? Saya tidak tahu. Setiap orang harus memahami rencana pemilik klub terlebih dahulu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” sambung legenda I Nerazzurri.

Bagi Oriali, ini kali kedua dia bekerja sama dengan Antonio Conte. Sebelumnya mereka sama-sama di timnas Italia pada 2014.

Ketika itu pertama kalinya kedua sosok penting Inter bekerja sama. Kendati belum saling mengenal sebelumnya, mereka langsung cocok karena punya visi misi yang sama.

“Tavecchio menelepon saya pada 2014, menawarkan saya menjadi manajer tim Italia. Saya tidak pernah bekerja dengan Antonio sebelumnya. Kami kemudian bertemu di Milan,” ia menambahkan.

“Kami hanya membutuhkan waktu lima menit untuk memahami bahwa kami melihat semuanya dengan cara yang sama,” tutup Lele Oriali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]