PSSI Harus Hati-Hati Pilih Sekjen Baru Pengganti Ratu Tisha

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pembina klub Persija Jakarta, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko, berharap PSSI tidak salah memilih sekjen baru untuk menggantikan Ratu Tisha Destria yang mundur pada Senin (13/4).

“Tidak bisa asal menempatkan orang dalam jabatan sekretaris jenderal. Setidak-tidaknya sekjen baru harus memiliki wawasan sepak bola,” ujar Ardhi kepada Antara.

Bukan hanya mengerti seluk beluk sepak bola, sosok sekjen juga harus dapat bekerja dengan penuh totalitas. Sebab, tugas seorang sekjen tidak ringan.

Dalam Pasal 61 Statuta PSSI, ada setidak-tidaknya 10 tugas seorang sekjen mulai dari melaksanakan keputusan yang disahkan oleh Kongres PSSI dan Komite Eksekutif sesuai dengan arahan Ketua Umum sampai mengusulkan staf untuk membantu ketua umum kepada ketua umum.

Seorang sekjen juga menjadi ujung tombak PSSI dalam menjaga hubungan baik dengan para mitra baik dari dalam maupun luar negeri termasuk FIFA. “Sekjen itu merupakan motor penggerak dari organisasi,” kata Ardhi.

PSSI sendiri sampai berita ini diturunkan belum menentukan sekjen pengganti Ratu Tisha ataupun menunjuk pelaksana tugas sementara.

Ratu Tisha - PSSI - @ratutisha
@ratutisha

Ratu Tisha Destria resmi mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Jenderal PSSI, yang didudukinya sejak tahun 2017, pada Senin (13/4). Selama berkarier di PSSI, perempuan lulusan FIFA Master itu terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi usia muda Elite Pro Academy Liga 1 U-16, U-18, U-20 dan Liga 1 Putri.

Sebagai Sekjen, Ratu Tisha memiliki andil yang tidak sedikit atas terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Ratu Tisha juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) periode 2019-2023. Dia pun merupakan perempuan pertama sepanjang sejarah di jabatan tersebut.

Goresan sejarah lain dibuatnya di tingkat Asia, yakni menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi anggota Komite Kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Ferry Paulus di LIB, Begini Tanggapan Persija

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Persija Jakarta buka suara soal posisi Ferry Paulus yang masuk jajaran Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka menyebut hal itu tak akan menjadi masalah karena Ferry jua sudah berpengalaman di sepak bola.

Seperti diketahui, Ferry Paulus terpilih sebagai salah satu komisaris LIB dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa hari lalu. Terpilihnya Ferry jelas bisa saja membuat tugasnya sebagai Direktur Olahraga di Persija terganggu.

Akan tetapi, Pembina Persija, Marsma Ardhi Tjahjoko, yakin Ferry bisa mengemban dua tugas sekaligus. Apalagi, manajemen Persija jua sudah memberikan izin.

Ferry Paulus Persija

“Saya rasa beliau sudah biasa, dalam hal ini tak mengganggu. Sudah dapat izin juga kok dari Persijanya,” ungkap Ardhi kepada wartawan.

Ardhi sendiri jua belum mendapatkan surat secara resmi dari kesatuannya, TNI AU, untuk kembali ke Persija. Hanya saja memang sudah ada pembicaraan soal tugas barunya bersama Macan Kemayoran.

“Saya masih menunggu makanya belum berani full belum ada hitam di atas putih dari kepala staf AU. Kalau sudah ada baru total,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ardhi Tjahjoko Belum Tentu Jadi Manajer Persija Lagi

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Marsma Ardhi Tjahjoko mengaku belum tentu menjadi manajer Persija Jakarta lagi musim depan. Sampai saat ini, dia masih menunggu keputusan dari kesatuannya.

Seperti diketahui, Ardhi memang hanya mendapatkan izin per musim dari kesatuannya, TNI Angkatan Udara (AU). Karena, hal itu berkaitan dengan jabatan di luar kesatuan.

Musim lalu pun demikian. Dia sempat dikabarkan akan berhenti menjadi manajer Macan Kemayoran usai AFC Cup 2019. Ardhi kemudian menghadap ke atasannya di TNI AU dan akhirnya diizinkan.

Ardhi Tjahjoko meminta laga leg kedua final Piala Indonesia dijadwal ulang karena adanya serangan fan PSM Makassar terhadap tim Persija Jakarta.

“Saya belum mengetahui informasi masalah bola lagi, karena surat tugas saya belum ada,” ungkap Ardhi saat dihubungi Football5Star.

Ardhi sendiri belum bisa memastikan masa depannya. Karena semuanya tergantung dengan kesatuannya di TNI AU. “Iya betul kan mesti ada persetujuan atau surat perintah dari KSAU dahulu,” papar dia.

“Kan surat tugas atau surat perintahnya hanya berlaku per musim saja,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSISPunya Hubungan Baik dengan Manajer Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, ternyata punya kenangan manis bersama Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko. Keduanya ternyata sering bermain bersama di luar lapangan hijau.

Seperti diketahui, laga pekan ke-18 Liga 1 akan menyajikan Persija vs PSIS di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (15/9/2019). PSIS sendiri datang ke Bekasi dengan kepala tegak usai mampu secara mengejutkan menang 1-0 di markas PSM Makassar, 11 September kemarin.

Bambang Nurdiansyah menaruh hormat besar kepada Persija. Apalagi, dia memiliki kenangan manis dengan Ardhi Tjahjoko di luar urusan sepak bola.

Bambang Nurdiansyah - PSM Makassar - PSIS Semarang - liga-indonesia. id 2
Liga-Indonesia.id

“Persija jua rumah kedua saya. Kamu tahu itu. Lalu ada sahabat saya Ardhi Tjahjoko. Mainnya sama saya. Anaknya itu yang namanya Rama anak didik saya. Jadi bukan hal baru sama saya,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada wartawan.

PSIS sendiri punya kenangan manis melawan Persija. Pada pertemuan pertama, mereka sukses menang 2-1 atas Persija via dua gol Hari Nur Yulianto yang cuma dibalas satu oleh Ryuji Utomo.

“Tapi, saya baru di PSIS. Kalau dihitung ya 20 hari menggantikan sahabat saya, Jafri Sastra. Kalau ditanya laga Persija sebelumnya, saya malah enggak mengikuti. Kan saya juga melatih Cilegon United,” pungkas dia.

Kemenangan 1-0 atas PSM, jelas menjadi modal berharga buat Mahesa Jenar. Sebab itu adalah kemenangan perdana mereka dalam delapan pertandingan secara beruntun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditunda, Ini 5 Opsi Leg II Final Piala Indonesia 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Partai leg IIfinal Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta resmi ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut dilakukan menyusul insiden pelemparan batu terhadap bus tim tamu pada Sabtu (27/7/2019).

Penundaan itu pun menyisakan tanda tanya soal kelangsungan leg II final Piala Indonesia 2018-19. Persija cenderung enggan bertanding di Makassar. Sebaliknya, kubu PSM berkeras tak mau bila pertandingan dilaksanakan di luar Makassar.

Kini, bola berada di tangan PSSI. Menurut penuturan Deputi Sekjen Marshal Masita, putusan akan diambil setelah komisi disiplin melakukan sidang pada Senin (29/7/2019).

Sambil menunggu putusan final dari PSSI, berikut ini Football5Star.com menyajikan lima opsi yang mungkin diambil terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

1. Tetap di Makassar dengan Penonton

Munafri Arifuddin selaku CEO PSM Makassar menjamin keamanan Persija Jakarta pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
Instagram @appi_mika

Sesuai pengundian, laga leg II final Piala Indonesia 2018-19 adalah milik PSM Makassar. Artinya, sangat masuk akal bila manajemen klub, dalam hal ini CEO Munafri Arifuddin, berkeras pertandingan harus berlangsung di Makassar. Idealnya pula, para pendukung Pasukan Ramang tetap diberi izin untuk memberikan dukungan di stadion.

Kini, dengan insiden pelemparan batu terhadap bus Persija oleh oknum suporter membuat tim lawan enggan berlaga di kandang Pasukan Ramang. Namun, opsi itu tetap terbuka andai pihak panitia pelaksana pertandingan mampu memberikan jaminan keamanan kepada tim Macan Kemayoran.

Tentu bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil juga. Hal terpenting, pihak keamanan dan kelompok-kelompok suporter PSM mampu memberikan jaminan keamanan secara nyata. Lalu, ada penindakan segera terhadap oknum-oknum yang berbuat kericuhan pada Sabtu lalu.

2. Di Makassar Tanpa Penonton

Seperti dituturkan Manajer Ardhi Tjahjoko segera setelah insiden pelemparan terhadap bus Persija terjadi, timnya hanya mau berlaga di Makassar jika pertandingan dilangsungkan tanpa penonton. Opsi ini tetap terbuka walaupun dalam Kode Disiplin PSSI, hukuman untuk pelemparan benda oleh penonton hanya berupa denda.

Penutupan stadion atau sebagian stadion biasanya dilakukan dengan dua kondisi. Pertama, adanya sanksi dari PSSI terhadap suporter tuan rumah karena aksi kericuhan pada laga sebelumnya. Itu dialami suporter PSS pada awal musim Liga 1 2019. Kedua, panitia pelaksana pertandingan memutuskan laga tanpa penonton atas alasan keamanan dan kenyamanan.

3. Di Tempat Netral

Ardhi Tjahjoko meminta laga leg kedua final Piala Indonesia dijadwal ulang karena adanya serangan fan PSM Makassar terhadap tim Persija Jakarta.
Screenshot YouTube ANTV Sports Channel

Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, berharap pertandingan leg II final Piala Indonesia 2019 tak lagi digelar di Makassar. Demi keamanan dan keselamatan timnya, dia berharap pertandingan yang ditunda itu berlangsung di tempat netral.

Akan tetapi, opsi ini ditentang oleh CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dia menegaskan, pertandingan harus tetap berlangsung di Makassar. Bahkan, dia menyatakan timnya enggan bermain bila pertandingan dilakukan di tempat netral.

Terlepas dari hal itu, PSSI bisa mengambil opsi ini sebagai jalan tengah. Hal ini pula yang diambil Conmebol pada leg II final Copa Libertadores 2018. Pertandingan Boca Juniors vs River Plate bahkan akhirnya digelar di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

4. Di Jakarta dsk. dengan Penanganan Langsung PSSI

Bila panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar dianggap tak mampu, PSSI bisa saja mengambil alih sepenuhnya penanganan laga leg II final Piala Indonesia 2018-19. Dalam kontrol pusat, pertandingan bisa dilakukan di mana pun, termasuk di Jakarta atau stadion-stadion yang ada di sekitarnya demi memudahkan koordinasi dan pengawasan.

Bila opsi ini diambil, akan sangat masuk akal jika pertandingan digelar tanpa penonton. Ini untuk menjaga prinsip keadilan karena basis pendukung Persija lebih mungkin memenuhi stadion.

5. Laga Leg II Ditiadakan

PSSI telah menyatakan final Piala Indonesia 2018-19 digelar dengan sistem dua leg. Namun, dengan adanya insiden penyerangan terhadap tim tamu, bisa saja putusan ekstrem dibuat, yakni pembatalan pertandingan secara permanen. Artinya, sang juara ditentukan oleh hasil pada leg I.

Opsi ini terbilang ekstrem dan potensial menimbulkan polemik berkepanjangan karena dinilai menguntungkan salah satu klub. Namun, sebagai opsi, hal itu bisa saja diambil PSSI bila memang ada kondisi yang masuk kategori force majeure atau tidak ada titik temu di antara kedua pihak, dalam hal ini Persija Jakarta dan PSM Makassar terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

Merasa Terancam, Persija Minta Leg II Final Piala Indonesia Ditunda

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 terancam batal berlangsung di Makassar. Hal itu disebabkan oleh tindakan anarkis beberapa oknum pendukung PSM Makassar yang membuat kubu Persija Jakarta merasa terancam.

Laga leg kedua final Piala Indonesia 2018-19 menurut rencana akan berlangsung pada Minggu (28/7/2019) di Makassar. Namun, sebuah insiden sehari sebelum laga berlangsung membuat laga tersebut terancam batal. Pihak Persija merasa terancam karena bus yang mereka tumpangi dihujani batu oleh beberapa oknum suporter tuan rumah.

“Tadi ada sedikit kejadian. Sebenarnya official training ini kan sudah masuk dalam bagian pertandingan, tapi kita diperlakukan, ya saya pikir ini oknum, diperlakukan tidak baik dengan adanya pelemparan ke bis kita sampai kaca pecah, kemudian ada korban juga, kena mata sama ada pemain di kaki ada tergores pecahan kaca,” urai Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta seperti dikutip Football5Star.com dari ANTV.

Pertandingan leg kedua final Piala indonesia 2018-19 terancam batal karena tim Persija diserang fan PSM Makassar.
pssi.org

Lebih jauh, Ardhi Tjahjoko mengungkapkan, “Jadi, saya pikir kondisi sudah tak kondusif untuk hal ini. Ini mungkin tanggung jawab dari panpel setempat, cuman saya tidak tahu mulanya seperti apa. tadi saya sudah bicarakan ke pihak PSSI, perwakilan PSSI, kalo dalam hal ini saya minta di-reschedule ulang untuk pertandingan final kedua ini cuman di tempat yang netral.”

Ardhi Tjahjoko Pertanyakan Jaminan Keamanan

Persija juga mengindikasikan keengganan menjalani laga leg kedua final Piala Indonesia. Andai dipaksa bermain, Ardhi Tjahjoko mempertanyakan satu hal. “Siapa yang mau menjamin keamanan? Saya hanya itu aja. Ya kalau harus besok bermain, saya minta tidak ada penonton. Karena ada penonton dengan 15.000, saya tidak bisa memprediksi besok akan terjadi apa,” kata dia.

Persija, menurut sang manajer, merasa sangat terintimidasi oleh ancaman para pendukung PSM. Dia menilai ancaman itu sudah bukan lagi perang urat syaraf, melainkan sudah sangat nyata. Menurut dia, pihak keamanan seharusnya sudah turun tangan untuk mengusut pihak-pihak yang menebar ancaman tersebut.

“Saya pikir ini bukan psy war lagi karena sudah mengancam nyawa. Dibilang kita kalau main, kalo menang, persija menang, tidak pulang. Terus, ada salah satu dicat, juga dibilang harus ada korban satu nyawa. Ini kan sudah tidak benar,” ujar Ardhi Tjahjoko lagi.

Sesuai regulasi yang dibuat PSSI, laga final Piala Indonesia 2018-19 berlangsung dua leg. Pada leg pertama di Jakarta, pekan lalu, Persija menang 1-0 berkat gol dari pemain bertahan Ryuji Utomo. Adapun pertandingan leg kedua di Makassar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/7/2019). Namun, dengan insiden penyerangan terhadap bus Marko Simic cs., pertandingan tersebut kini terancam batal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Persija: Lupakan Piala AFC, Fokus ke Piala Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kegagalan Persija Jakarta di ajang Piala AFC 2019 tak ingin disesali terlalu lama oleh manajer tim. Marsekal Pertama TNI AU, Ardhi Tjahjoko menilai, para pemain tim ibu kota harus menjawab kritik dari fans dengan pembuktian.

Agenda terdekat Persija Jakarta adalah menjamu Bali United dalam semifinal leg kedua Piala Indonesia 2018. Nantinya, pertandingan akan berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada 5 Mei 2019 mendatang.

Macan Kemayoran masih punya peluang lolos seandainya mampu menang dengan selisih minimal dua gol, atau satu gol tanpa kebobolan. Pada pertemuan pertama di Gianyar pekan lalu, tim ibu kota dibuat tertunduk dengan skor 1-2.

“Kami memang gagal di Piala AFC dan jelas hal ini membuat kami merasa kecewa. Namun, tidak boleh terlalu lama disesali. Kami sudah harus menatap Piala Indonesia karena Bali United sudah menunggu. Semoga kami bisa melewati periode sulit ini,” ucapnya seperti dikutip dari situs resmi klub.

Irfan Bachdim - Persija Jakarta - Bali United - @baliutd
twitter.com/baliutd

Sempat tampil impresif di awal tahun, Persija Jakarta akhirnya menyerah. Untuk kelima kalinya dalam kurun waktu sebulan kita dibuat tertunduk. Lima pertandingan resmi secara beruntun, tak satu pun dilewati dengan kemenangan. Kekalahan terbaru didapat dari Becamex Binh Duong dalam ajang Piala AFC 2019.

 Dengan satu pertandingan penting di depan, anak asuh Ivan Kolev akan menentukan nasibnya. Jika mampu melewati Bali United, maka perjuangan mereka di Piala Indonesia akan tetap berlanjut. Namun jika sebaliknya, maka Macan Kemayoran akan beristirahat hingga Liga 1 dimulai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Persija Pastikan Bruno Matos Main Lawan Bali United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan Persija Jakarta dari Ceres Negros di ajang Piala AFC ternyata menyisakan penyesalan mendalam bagi Bruno Matos. Tapi manajer klub, Ardhi Tjahjoko, memastikan pemain andalannya itu baik-baik saja dan siap tampil menghadapi Bali United di Piala Indonesia, Jumat (26/4/2019).

Bruno Matos sebelumnya meluapkan emosi setelah Persija kalah 2-3 dari Ceres Negros. Dalam unggahannya di media sosial ia sempat mengungkapkan pengunduran dirinya dari tim. Ia merasa bersalah karena gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kondisi Matos mulai membaik. Ardhi Tjahjoko juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan pemain asal Brasil itu beberapa waktu lalu hanya bagian dari emosi sesaatnya saja.

Ardhi Tjahjoko
@Persija_Jkt

“Itu cuma emosi sesaat dari Burno. Dia memang merasa bersalah karena gagal penalti tapi sudah saya beri tahu kalau kita ini satu kesatuan. Salah satu salah semua. Betul satu betul semua. Saya yakin sekarang dia akan bangkit pada laga melawan Bali United,” kata sang manajer seperti dilansir laman resmi klub, Kamis (25/4/2019).

Kepastian kondisi sang gelandang juga disampaikan pelatih Macan Kemayoran, Ivan Kolev. Ia tidak melihat masalah yang menimpa pemain andalannya itu sebagai masalah yang serius.

Bahkan Kolev menegaskan Bruno Matos akan jadi satu-satunya pemain asing yang diturunkan melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. “Kami cuma memainkan Bruno sbeagai pemain asing pada laga besok. Tapi saya yakin semua pemain bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Pastikan Isu Diego Forlan Tidak Benar

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Marsekal Pertama Ardhi Tjahjoko, buka suara soal isu perekrutan Diego Forlan yang berseliweran. Menurutnya, nama tersebut tidak pernah muncul dalam pembahasan internal manajemen untuk perekrutan pemain musim ini.

Secara tegas, pria yang pernah bertugas sebagai pilot kepresidenan itu memastikan tidak ada usaha mendatangkan Forlan. Begitu pula dengan narasi yang mengaitkan Robin van Persie untuk segera merapat ke tim juara Liga 1 2018 tersebut.

“Saya enggak  tahu siapa yang membuat berita itu. Intinya, yang jelas dari dalam tim tidak ada pembicaraan untuk membeli Diego Forlan dan Van Persie. Itu tidak ada,” ucapnya saat ditemui di Lapangan PSAU Halim, pada Senin (9/4) sore.

Ardhi Tjahjoko
@Persija_Jkt

Ardhi justru heran mengapa kabar tersebut bisa menyebar begitu cepat. Pasalnya, saat ini tim ibu kota sedang ada usaha untuk merekrut mantan gelandang Persib Bandung, Ahmad Jufriyanto. Namun, belum ada pembicaraan lanjutan juga soal Jupe.

“”Saya dengar dari petinggi bahwa Persija minat dengan Ahmad Jufrianto. Setahu saya, terkait Jupe Pak Ferry (Paulus) sudah menjalin komunikasi. Berhubung banyak yang minat, kami tinggal menunggu keputusan dari pemain tersebut,” ungkapnya.

Selain sedang menyusun kerangka tim jelang bergulirnya Liga 1 2019, Persija Jakarta juga masih menunggu kembalinya sejumlah pemain. Ada Marko Simic yang masih berurusan dengan hukum di Australia. Juga Rezaldi Hehanussa yang sedang menunggu pulih dari cedera.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Persija Tolak Tudingan Lepas Pertandingan

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menolak tudingan timnya melepas pertandingan Piala Presiden 2019 melawan Kalteng Putra. Menurutnya, ia sama sekali tidak terpikir ke arah sana. Kekalahan Macan Kemayoran pada Kamis (28/3) sore memang murni terjadi.

Beredar kabar bahwa Persija sengaja melepas Piala Presiden 2019 demi berkompetisi serius di ajang Piala AFC 2019. Dalam waktu dekat, tim ibu kota akan melakoni laga tandang ke Filipina menghadapi Ceres Negros pada 3 April 2019 mendatang.

Jika lolos ke semifinal, maka laga akan digelar pada 2 April 2019 yang mana hanya berselang satu hari ke AFC. Namun, Ardhi secara tegas menolak anggapan menyerah dari tim promosi tersebut.

Kolev - Persija - Football5star - Kalteng - Piala Presiden 2019
f5s

“Tidak, kami tetap fokus dan serius untuk mengejar dua turnamen ini dan tidak ada yang dilepas. Namanya pertandingan pasti ada menang dan kalah. Hari ini, kami kalah ya sudah diterima saja,” katanya saat ditemui usai pertandingan.

Persija Jakarta masih berpeluang lolos ke semifinal zona ASEAN di Piala AFC 2019. Saat ini, Ismed Sofyan dkk menempati peringkat kedua klasemen sementara grup dengan mengantongi satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Musim lalu, tim ibu kota berhasil melenggang ke babak semifinal zona ASEAN. Namun, langkah mereka terhenti oleh tim asal Singapura, Home United. Menariknya, tim tersebut berhasil mereka kalahkan pada laga kualifikasi 1 Liga Champions Asia beberapa waktu lalu.  

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Persija Jakarta Sayangkan Pertandingan Digelar Sore Hari

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko, agak menyayangkan pertandingan Piala AFC 2019 digelar sore hari. Macan Kemayoran dijadwalkan menjamu Becamex Binh Duong pada laga perdana grup, Selasa (26/2) sore.

Ardhi menilai, jadwal pertandingan sangat berpengaruh terhadap tingkat kehadiran penonton di stadion. Hal tersebut ditambah dengan hari pertandingan yang digelar tidak di akhir pekan sehingga peluang sepi penonton terbuka lebar.

“Memang kami mendapat izin menggelar pertandingan sore hari. Mungkin kalau malam bisa lebih ramai karena ini hari kerja. Ini sudah ketentuannya dari pihak keamanan kami bermain sore jadi mau tidak mau,” katanya ketika ditemui pada Minggu (25/2) sore.

Ardhi Tjahjoko
@Persija_Jkt

Kendati demikian, Ardhi tetap optimistis para supporter akan tetap datang ke stadion untuk mendukung Ismed Sofyan dkk. Apalagi ini adalah laga perdana Persija Jakarta di ajang Piala AFC 2019 tahun ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh teman-teman supporter untuk datang mendukung tim. Kita tahu besok adalah kesempatan pertama di AFC tahun unu. Tapi, tetap menjaga keamanan dan kenyamanan,” katanya melanjutkan.

“Saya yakin sekarang Jakmania sudah dewasa dan tidak akan berbuat macam-macam. Mereka tidak akan memulai kekacauan jika tidak dipancing. Jadi, semoga besok bisa maksimal dukung Persija Jakarta,” katanya lagi.

Manajer Tegaskan Pasang Badan Jika Persija Diganggu

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko, meminta suporter untuk tidak khawatir soal isu mafia skor di persepakbolaan nasional. Menurutnya, satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini adalah percaya terhadap kinerja satgas antimafia bola bentukan polisi.

Ardhi menilai, dia sendiri yang akan menjaga integritas Persija Jakarta di persepakbolaan nasional. Oleh karena itu, suporter tim ibu kota tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu.

“Saya sudah bilang di Instagram, kalau ada apa-apa, saya sendiri yang akan pasang badan. Sekarang biarkan satgas bekerja dengan baik dan tunggu hasil pastinya. Saya minta suporter tidak perlu resah dan termakan isu,” ucapnya ketika ditemui pada Minggu (24/2) sore.

Dituding Anti Persija Jakarta Ini Respons Waka Satgas Antimafia Bola Krishna Murti - Instagram

Angin opini bergerak ke arah Persija Jakarta seiring temuan-temuan dari tim satgas antimafia. Mulai dari tertangkapnya Joko Driyono yang pernah disebut sebagai salah satu pemegang saham, hingga unggahan Wakil Satgas, Krishna Murti soal tim penyogok wasit.

“Masalah mafia, saya mendukung 100 persen untuk pembersihan tuntas sampai ke akar. Bahkan, kalau memang nanti di Persija ada yang kena, habiskan juga. Tapi kini, kita hormati proses yang ada hingga bagaimana akhirnya,” katanya melanjutkan.

Beberapa pihak mulai berspekulasi bahwa pertandingan Persija Jakarta vs Mitra Kukar pada laga pamungkas Liga 1 2018 juga mengandung unsur “permainan”. Isu ini berkembang usai wawancara eksklusif salah seorang perangkat wasit di stasiun televisi swasta.

Manajer Persija Benarkan Marko Simic Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, membenarkan adanya tuduhan tindak pelecehan seksual yang dilakukan Marco Simic. Masalah itu juga masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian Australia.

Selasa (12/2/2019), media Australia mengabarkan bahwa Marco Simic tersandung masalah dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Insiden tersebut terjadi jelang pertandingan Liga Champions Asia melawan Newcastle Jets di Sydney.

Tepatnya, di dalam pesawat ketika tim Macan Kemayoran terbang dari Bali menuju Sydney. Dugaan pelecehan juga disebut-sebut berlanjut saat pesawat tiba di bandara Sydney.

Media Australia mengklaim bahwa Marko Simic menyentuh seorang perempuan yang duduk disebelahnya. Terkait pemberitaan tersebut, Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengeluarkan pernyataan resmi dan menjelaskan situasinya.

Marko Simic - Persija Jakarta - Kepri Jaya FC - Football5star - Piala Indonesia 2018

“Perihal Marko Simic, apa yang bisa saya sampaikan saat ini adalah kami dalam posisi menunggu perkembangan dan hasil dari penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak yang berwajib. Kami sangat menghormati hal tersebut.”

“Benar memang ada ‘tuduhan’ terjadi tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Simic, namun demikian kami dan seluruh penumpang di dalam pesawat tidak ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Sehingga hal tersebut sekali lagi masih sekadar tuduhan.”

Meski tersandung masalah tersebut, Simic tetap bisa memperkuat Persija di pertandingan eliminasi kedua Liga Champions Asia 2019 ini. Dengan begitu, Persija bisa tampil dengan kekuatan penuh.

Namun, bukan tidak mungkin Simic akan tetap berada di Australia setelah pertandingan melawan Newcastle guna menyelesaikan masalah tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Persija Buka Suara Soal Transfer Pemain

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Marsekal Pertama TNI Ardhi Tjahjoko, buka suara soal transfer pemain yang menuai kritik dari fans. Ia meminta seluruh supporter untuk tenang dan mempercayakan semuanya kepada manajemen.

Ardhi menambahkan, ada beberapa langkah yang harus dicermati dalam pemilihan pemain. Selain kualitas pemain yang bersangkutan, nilai kontrak juga jadi pertimbangan tersendiri oleh pihak klub dalam menentukan pemain yang akan datang.

“Siapa yang tidak mau klubnya berisi pemain top ? Tapi, ada banyak hal yang berkaitan di sini, seperti pemainnya mau atau tidak? Kemudian dari segi finansial, klub tersebut mampu atau tidak untuk membayar,” ucapnya.

“Jadi bukan sekadar bagus tapi pada pertengahan kompetisi, tidak mampu bayar. Kalau sudah begini lantas bagaimana? Perlu diingat, sekarang tidak ada APBD , jadi semua PT yang mengelola,” tambah Ardhi.

Ryuji Utomo - Persija Jakarta - Football5star
persija.id

Para pendukung kecewa melihat absennya nama-nama beken pada latihan perdana di Lapangan Aldiron pada Senin (7/8) lalu. Padahal, sebelumnya ada nama-nama beken yang gencar diisukan bergabung ke Persija.

“Saya hanya sekadar kasih masukan, kasih input manajemen. Tapi, semua kembali lagi ke tangan direktur yang punya wewenang merekrut pemain. Saya punya kepuasan sendiri jika tim ini memilih pemain dengan kualitas biasa saja dan baru akan berkembang dengan baik setelah gabung tim,” tutupnya.

Sejauh ini, baru ada satu nama yakni Burno Matos, yang sudah bergabung ke skuat Persija. Pemain asal Brasil tersebut didatangkan dari klub Malaysia, PKNS FC Selangor.

Persija Tak Akan Ajukan Banding Soal Sanksi Komdis

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyatakan tidak akan mengajukan banding terkait sanksi dari Komisi Disiplin (komdis) PSSI. Ia menerima semua keputusan yang diberikan federasi meski harus kehilangan beberapa pilar.

Komdis PSSI menghukum tiga penggawa Macan Kemayoran yakni Ismed Sofyan, Sandi Sute, dan Renan Silva dengan larangan tampil dalam sejumlah laga. Sementara Riko Simanjuntak, hanya mendapatkan teguran keras karena sempat bersitegang dengan pemain lawan.

“Sebagai manajer, saya menerima jika memang ada pemain yang melakukan kesalahan. Intinya aturan itu harus konsisten dan ditegakkan kepada semua pemain tanpa terkecuali, jika memang melanggar aturan,” kata Ardhi seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Persija juga tidak akan melakukan banding karena ini merupakan pelajaran bagi para pemain yang bersangkutan. Lagi-lagi saya tegaskan kalau memang pemain itu salah dan harus dihukum, silakan saja,” lanjut pria yang juga pilot Angkatan Udara tersebut.

Ardhi Tjahjoko
twitter @Persija_Jkt

Mengomentari absennya ketiga pemain di atas, Ardhi menilai hal tersebut bukan masalah besar. Nantinya, tim pelatih akan menetukan pemain pelapis yang dirasa mumpuni mengisi lubang kosong seiring absennya Ismed, Sandi, dan Renan.

“Pelatih pastinya solusi, meskipun secara tim, kekuatan Persija akan berkurang. Banyak pelapis yang nantinya akan dipersiapkan. Contohnya Andritany, yang ditopang dua kiper. Demikian halnya Ismed dan Rezaldi misalnya, jadi tidak terlalu jadi masalah,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′]

Kompetisi Berhenti, Manajer Persija Pasrah

Football5star.com, Indonesia – Keputusan PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi hingga waktu yang belum ditentukan mengundang komentar dari klub peserta. Manajer Persija JakartaArdhi Tjahjoko, mengatakan resiko yang ditanggung sangat besar.

Selain terganggunya jadwal kompetisi yang sudah disesuaikan, penghentian sementara ini juga merembet ke sektor ekonomi. Namun, Ardhi menilai tidak banyak yang bisa ia lakukan karena PSSI adalah otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.

Persib Persija
liga-indonesia.id

“Kalau kompetisi berhenti artinya ada aspek lain yang harus diperhatikan. Misalnya faktor ekonomi yang menyangkut orang-orang di sekitar sepak bola. Tidak hanya pemain, tapi juga ada perdagang dan sebagainya,” papar Ardhi.

Selain PSSI, beberapa pihak terkait lain seperti BOPI dan Kemenpora juga sudah merekomendasikan penghentian liga. Durasinya beragam dari mulai satu pekan, dua pekan, hingga waktu yang belum ditentikan.

“Menurut saya kalau sampai diberhentikan pun itu bukan solusi bijak. Masalahnya pasti banyak orang yang sudah terkena imbasnya. Tapi kalau yang menentukan adalah PSSI, PT LIB, atau Menpora, kami bisa apa?” imbuhnya.

Penghentian kompetisi secara sementara merupakan buntut dari insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan lalu. Seorang pendukung Persija Jakarta, Haringga Sarila, meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok orang sebelum laga.

Kalah dari Bali United, Manajer Persija Bantah Mundur

Football Live StarFootball5star.com – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko, dikabarkan bakal mundur setelah timnya takluk 0-2 dari Bali United di Stadion Sultan Agung (SSA), Selasa (17/7/2018). Namun, dia dengan tegas membantahnya.

Macan Kemayoran -julukan Persija memang saat ini dalam kondisi krisis kepercayaan diri. Sebab, tim besutan Stefano Cugurra Teco harus melewati empat pertandingan terakhir tanpa kemenangan, termasuk takluk dari Bali United.

Kabar beredar kalau Ardhi selaku manajer ingin angkat kaki dari Macan Kemayoran. Hal itu tersirat dari unggahannya di media sosial pribadi usai pertandingan semalam.

jakmania, Bonek Mania, Football5star
@Persija_Jkt

“Terima kasih atas semua kritikan yang Anda berikan. Sejatinya semua pemain sudah bermain dengan sungguh-sungguh, tak ada yang main-main. Inilah sepak bola. Jangan salahkan pemain, salahkan saya, tidak ada anak buah yang salah, yang salah adalah pimpinannya,” kata Ardhi di unggahan Instagram pribadinya.

Imbuhnya, “Dan kalau saya harus keluar kapan saja, saya siap. Saya bisa terima dengan besar hati. Sekali lagi, mohon maaf jika belum bisa memberikan kemenangan untuk kalian semua, tetap semangat.”

Ketika dikonfirmasi wartawan, Ardhi membantah bakal segera angkat kaki dari Persija. Menurutnya, postingan tersebut sama sekali tak ada isyarat untuk mundur dari klub ibu kota.

“Engga lah. Saya kan hanya bilang, kapapun saya mau diminta mundur, saya siap,” jawab Ardhi kepada wartawan secara singkat.

Kekalahan dari Bali United, membuat posisi Persija terjun bebas di klasemen sementara Liga 1 2018. Dari berada di lima besar, kini mereka terpaku di urutan kesepuluh dengan 22 poin dari 16 pertandingan.

Manajer Persija Sayangkan Intervensi Umuh Muchtar

Football5star.com, Indonesia – Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyayangkan sikap Umuh Muchtar yang dinilai memprovokasi pemain Persib Bandung untuk meninggalkan lapangan pertandingan. Padahal, laga masih menyisakan delapan menit waktu normal. Macan Kemayoran yang tengah unggul akhirnya dinyatakan keluar sebagai pemenang pada partai yang digelar Jumat (3/11/2017) sore di Stadion Manahan, Solo.

Ardhi merasa aneh dengan keputusan pria yang disapa Wak Haji tersebut dalam memotivasi para pemain. Menurut pria berpangkat Kolonel tersebut, ia tidak akan melakukan serupa terhadap Ismed Sofyan dkk jika berada dalam situasi yang sama.

“Manajer macam apa itu? Kok mengajak timnya untuk walkout? Di luar negeri juga banyak kejadian tim protes kepada perangkat pertandingan, tapi tidak disertai walkout,” beber Ardhi.

Umuh Muchtar
twitter.com

Drama berawal saat bek Persib, Vladimir Vujovic, dihadiahi kartu merah usai melontarkan kata-kata kasar terhadap wasit asal Australia, Shaun Evans.Sebelum itu, pemain asal Montenegro tersebut terlebih dahulu diganjar kartu kuning akibat menjegal Bruno Lopes di depan kotak penalti. Vlado yang tidak terima dengan keputusan sang pengadil, melakukan protes berlebihan hingga menyebabkan dirinya diusir.

Hasil ini membuat Maung Bandung masih tertahan di luar 10 besar yakni peringkat ke-11 dengan baru mengantongi 41 poin. Juara ISL 2014 tersebut masih menyisakan satu pertandingan yakni melawan Borneo FC pada Rabu (8/11/2017) di Bontang.

Batal Jamu Persib di Stadion Patriot, Ini Kata Manajer Persija

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta harus menggelar laga kandang terakhir mereka musim ini di luar Jabodetabek. Hal itu dipastikan usai manajemen Macan Kemayoran melayangkan surat ke pihak keamanan Minggu (29/10/2017). Itu artinya, mereka dipastikan tidak bisa menjamu Persib Bandung di Stadion Patriot, Bekasi, seperti yang direncanakan sebelumnya. Menanggapi hal itu, manajer tim, Ardhi Tjahjoko, mengaku kecewa. Ia menganggap timnya sudah diperlakukan tidak adil.

“Kalau dibilang rugi ya jelas. Seharusnya ini jatah kami menggelar pertandingan kandang. Kok malah dilembar ke tempat netral. Kalau begitu caranya, pertemuan pertama juga main di tempat netral dong,” ungkap pria berpangkat Kolonel tersebut.

Meski demikian, mantan Kepala Lapangan Udara Hussein Sastranegara tersebut tidak ingin terlalu larut dalam kekecewaan. Ia tetap menyatakan kesiapan timnya untuk bermain di mana pun tempatnya. Menurut Ardhi, fokus utama Ismed Sofyan dkk adalah bermain baik pada setiap pertandingan di sisa musim.

“Tapi, kalau itu memang (perintah) dari LIB ya ikuti saja. Saya hanya kecewa, kalau caranya seperti ini, bermain di Bandung lagi pun saya tidak masalah. Silahkan saja,” lanjut ayah dari pemain Persija U-19, Alief Rama.

persib

Persija Jakarta masih berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga 1 setelah disalip Madura United. Laskar Sape Kerab berhasil mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 4-3 di Stadion Batakan, Minggu (29/10/2017). Sementara Persib Bandung masih tertahan di peringkat ke-11 dengan raihan 41 poin.

Reinaldo Bukan Opsi Pertama Gede Widiade

Football5star.com, Indonesia – Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade menjelaskan beberapa fakta terkait perekrutan striker anyar mereka, Reinaldo Elias. Menurut Gede, Reinaldo bukanlah opsi pertama yang ingin direkrut Macan Kemayoran. Justru Thiago Furtuoso lah yang menjadi buruan utama Stefano Cugurra untuk putaran kedua.

“Awalnya ada dua alternatif lain. Salah satunya yang hampir gabung dengan kita itu Thiago Furtuoso. Tinggal 99 persen kita rekrut. Tapi ternyata dokumennya belum lengkap dan tidak bisa selesai dalam waktu dekat. Nah, kebetulan dia (Reinaldo) kosong, ya sudah dia saja,” terang Gede di Lapangan Sutasoma, Halim, pada Selasa (8/8/2017) sore.

Meski bukan pilihan pertama, Gede tetap mengakui bahwa karakter Reinaldo cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh tim. Persija memang mengalami sedikit masalah di lini depan. Penyerang-penyerang mereka tampil melempem dan minim gol selama putaran pertama.

“Teco (pelatih) dan Ardhi (asisten manajer) akhirnya menominasikan Reinaldo karena mereka bilang dia cocok untuk tim. Karakternya sesuai dengan yang selama ini jadi kemauan pelatih,” tambah pengusaha properti tersebut.

Pernyataan Gede diamini oleh sang asisten manajer, Ardhi Tjahjoko. Ardhi menilai, Reinaldo merupakan sosok yang tepat untuk mengisi lini depan Macan Kemayoran selama putaran kedua.

“Kami sebenarnya bisa cari striker dari mana saja. Tapi Reinaldo ini paling dekat dengan apa yang dibutuhkan tim. Persija tidak memberi dia target berapa gol yang harus dicetak. Kalau bisa sebanyak-banyaknya,” terang pria berpangkat Kolonel tersebut.