Arema FC vs Bhayangkara FC: Singo Edan Tak Bisa Taklukkan 10 Pemain

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Laga Arema FC vs Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Minggu (12/11/2021) diwarnai satu kartu merah yang diterima T M Ichsan. Meski unggul jumlah pemain sejak menit k-77, Arema cuma main imbang 1-1 lawan Bhayangkara.

Sejak awal, sebenarnya kedua tim sudah langsung tancap gas. Bahkan, Singo Edan sudah mendapat peluang pada menit pertama melalui tendangan bebas Bagas Adi. Tapi eksekusinya tak sempurna.

Bhayangkara coba membalas menit kesepuluh melalui Andik Vermansah. Berduel dengan Sergio Silva, sayangnya dia gagal melewati adangan berikutnya dari John Alfarizie.

Kubu Arema sempat waswas usai penjaga gawangnya, Adilson Maringa sempat terjatuh. Namun, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, dia dinyatakan bisa main lagi.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Bhayangkara

Andik kembali nyaris membuka skor buat Bhayangkara menit ke-30. Namun, tendangannya masih melambung jauh. Pun dengan Carlos Fortes di kubu Arema sepuluh menit kemudian yang tendangannya masih melambung tinggi. Skor kacamata pun mengakhiri paruh pertama Arema FC vs Bhayangkara FC

Babak Kedua Arema FC vs Bhayangkara FC

Usai jeda, kedua tim juga langsung jual-beli serangan. Muhammad Rafli mendapat kesempatan emas pertama menit ke-48. Mendapat ruang kosong, dia melepaskan tembakan tapi bisa dipotong dengan baik oleh Sani Rizky.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Arema

Tiga menit berselang, Bhayangkara membalas via tendangan Anderson Salles. Meski sepakan Andersonkeras, tapi Adilson Maringa masih bisa menahannya.

Menit ke-60, Dedik mendapat kesempatan emas melalui tendangan bebas. Namun lagi-lagi arahnya masih tak jelas. Alih-alih mencetak gol, Arema justru kejebolan menit ke-65 melalui Ezechiel N’Douassel.

Arema FC vs Bhayangkara FC
ligaindonesiabarucom

Berawal dari pergerakan Wahyu Subo Seto dari sisi kiri yang lantas mengirim umpan manis, bola lantas disundul Ezechiel. Bola sempat ditepis Adilson, tapi tetap masuk ke gawang Arema. Laga Arema FC vs Bhayangkara FC sementara milik The Guardian.

Tiga menit kemudian, Ezechiel sebenarnya sukses cetak gol kedua dengan skema sama, yakni sundulan. Namun, golnya dianulir karena dalam posisi offside sebelum menyundul bola.

Menit ke-72, Arema sukses menyamakan kedudukan melalui Dendi Santoso. Gol berawal dari sundulan Carlos Fortes yang ditepis oleh Awan Setho, bola muntah lantas dicocor oleh Dendi.

Bhayangkara harus bermain 10 orang menit ke-77 setelah TM Ichsan yang sejatinya baru masuk menit ke-63 diusir wasit. Dia dianggap melanggar Dendi Santoso sehingga diberi kartu kuning kedua oleh wasit.

Unggul jumlah pemain, Arema FC terus mengurung pertahanan Bhayangkara. Namun hingga peluit panjang, tak ada gol tercipta lagi dalam laga Arema FC vs Bhayangkara FC.

Ini merupakan hasil imbang kedua bagi Arema dalam dua laga terakhir. Mereka sebelumnya jua ditahan dengan skor serupa oleh PSM Makassar. Sedang, ini hasil imbang perdana Bhayangkara FC setelah dalam partai pertama menang 2-1 atas Persiraja Banda Aceh.

Susunan Pemain:

Arema FC (4-3-3): 90-Adilson Maringa; 12- Rizky Dwi (92-Dave Mustaine 67′), 4-Sergio Silva, 5-Bagas Adi; 87-Johan Alfarizie, 19 Hanif Sjahbandi, 8-Rensi Yamaguchi, 10-M.Rafli (41-Dendi Santoso 59′), 27-Dedik Setiawan (11-Feby Eka 70′), 99-Kushedya Hari Yudo, 9-Carlos Fortes.

Pelatih: Eduardo Almeida.

Bhayangkara FC (4-2-3-1) : 12-Awan Setho, 20-Sani, 4-A. Salles, 37-Jajang Mulyana, 5-Fatchu Rochman, 89-Yu Jun Lee (23-Wahyu Subo Seto 63′), 8-Muhammad Hargianto (19-TM Ichsan 63′), 6 Evan Dimas, 22-Dendy Suliastiawan (70-Renan Silva 79′), 7-Andik Vermansah (18-Adam Alis 67′), 10- Ezechiel Ndouasel.

Pelatih: Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gilang Widya Pramana: Arema FC Harus Main Daya Juang Malangan!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bos Arema FC, Gilang Widya Pramana, bereaksi usai timnya cuma main imbang 1-1 melawan PSM Makassar, minggu (5/9/2021). Dia ingin pasukannya bisa bermain dengan daya juang khas Malangan di Liga 1.

Sejatinya, Arema tampil sudah cukup apik dalam di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor itu. Sebab, mereka sejak laga baru berusia empat menit sudah kehilangan satu pemainnya lantaran Jayus Hariono mendapat kartu kuning langsung dari wasit.

Gilang Widya Pramana: Arema FC Harus Main Gaya Malangan!

Bahkan, Singo Edan sempat unggul terlebih dahulu melalui Hanif Sjahbandi menit ke-22. Sebelum akhirnya, Ilham Udin Armaiyn membalas semenit kemudian. Gilang pun sebenarnya salut dengan perjuangan tim besutan Eduardo Almeida itu.

Gilang Widya Pramana: Arema FC Harus Main Gaya Malangan!

Namun demikian, dia minta para pemain bisa mempertahankan daya juang Malangan itu demi juarai Liga 1. “Kalian bisa benar-benar bermain gaya sepak bola Malangan yang ngeyel dan berjuang matian-matian agar Arema tidak kalah. Malam ini aku salut dan apresiasi,” ungkap Gilang Widya Pramana.

Gilang Widya Pramana Yakin Arema FC Bicara Banyak

β€œPercaya pada tim kalian bahwa tim kita ini adalah tim yang terbaik. Makanya kita berani menargetkan juara. Kita harus bisa memenangkan kompetisi,” tambah dia.

Gilang Widya Pramana: Arema FC Harus Main Gaya Malangan!

Kendati begitu, Gilang ingin di benak para pemainnya, pikiran bukan cuma memenangkan pertandingan, tapi kompetisi. Dia yakin, Singo Edan bakal mengaum pada musim ini.

β€œMari kita satukan mimpi. Mimpi kita adalah juara, setiap pertandingan adalah menang, biar bisa menang kita harus bisa cetak gol. Berlatih lebih keras, bekerja lebih keras,” tutup dia.

PSM vs Arema FC: Juku Eja Imbang Lawan 10 Orang

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di pekan pertama Liga 1 2021-22 yang mempertemukan PSM vs Arema FC. Laga berakhir imbang dengan skor 1-1.

Baru berjalan 3 menit, drama sudah terjadi. Jayus Hariono melakukan terjangan keras kepada salah satu pemain PSM. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.

Peluang emas Juku Eja pertama datang pada menit ke-11. Lewat tendangan bebas, Anco Jansen melepaskan tembakan ke tiang jauh, tapi Adilson bisa menahan tendangan.

Arema dapat penalti pada menit ke-19, lewat serangan balik, Kushedya Hari Yudo melakukan skill individu melewati dua pemain sebelum dijatuhkan oleh kiper Hilman Syah.

Hanif Sjahbandi yang menjadi eksekutor sukses melakukan tugasnya. Arema unggul 1-0 dalam keadaan bermain dengan 10 orang.

Tapi keunggulan Arema hanya bertahan beberapa menit. PSM langsung menyamakan kedudukan setelah Ilham Udin melepaskan tendangan voli yang menghujam masuk ke gawang Adilson.

Ilham Udin hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-32. Memanfaatkan dummy dari Wiljan Pluim, Ilham melepaskan tembakan ke gawang, tapi Adilson berhasil menahan bola dengan kakinya.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Pada babak kedua, PSM terus menggempur pertahanan Arema. Pada menit ke-53, Anco Jansen memberi umpan cutback kepada Sutanto Tan, yang langsung melepaskan tembakan keras, tapi membentur mistar gawang.

PSM vs Arema FC Juku Eja Imbang Lawan 10 Orang -Ilham Udin (@PSM_Makassar)
@PSM_Makassar

Arema dapat peluang emas pada menit ke-67. Lewat sepak pojok, Rizky Dwi memberi umpan lambung yang bisa ditanduk oleh Carlos Fortes. Tapi bola ditepis oleh Hildan Syah.

Pada menit ke-79. Rasyid Bakri melepaskan tembakan keras dari jarak jauh, tapi membentur mistar gawang. Semenit kemudian kemudian, Singo Edan mendapat peluang emas lewat Fortes, tapi tendangannya melebar.

Skor tak berubah sampai peluit panjang dibunyikan. Laga PSM vs Arema FC berakhir dengan skor 1-1.

Susunan Formasi PSM vs Arema FC

PSM (4-3-3): 97-Hildan Syah; 3-Zulkifli Syukur, 5-Erwin Gutawa, 7-Abdul Rachman, 15-Hasyim Kipuw; 48-Muhammad Arfan (24-Rizky Eka Pratama), 17-Rasyid Bakri, 8-Sutanto Tan (19-Ken Firmansyah); 30-Ilham Udin (99-Saldi), 10-Anco Jansen, 80-Wiljan Pluim.

Pelatih: Milomir Seslija.

Arema (4-3-4): 90-Adilson Maringa; 87-Johan Alfarizi, 5-Bagas Adi, 19-Hanif Sjahbandi, 14-Jayus Hariono; 8-Renshi Yamaguchi, 12-Rizky Dwi, 11-Feby Eka (41-Dendi Santoso); 9-Carlos Fortes (13-Tito Hamzah), 27-Dedik Setiawan (4-Sergio Silva), 99-Kushedya Hari Yudo (10-Muhammad Rafli).

Pelatih: Eduardo Almeida.

Eduardo Almeida Bicara Soal Milomir Seslija di Kubu PSM Makassar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, turut mengomentari posisi Milomir Seslija yang ada di kubu PSM Makassar. Dia menyebut faktor Milo bakalan mempernarik jalannya laga saat kedua tim bersua di Stadion Pakansari, Minggu (5/9/2021).

Milo sebenarnya bukan orang asing untuk kubu Singo Edan. Dia pernah menangani klub kesayangan Aremania itu pada dua periode berbeda, yakni 2016-17 dan 2019. Tentu, sebagian besar pemain kenal betul dengan Milo.

Apalagi, Milomir Seslija sempat membawa Arema FC juarai Piala Presiden 2019. Almeida pun tak segan melempar pujian kepada Milo.

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

“PSM punya pelatih baru, tentu ada sebuah pergantian bagus bagi mereka. Memang sulit bagi kami mencari tahu tentang kekuatan terakhir mereka,” ungkap Eduardo Almeida.

Milomir Seslija Ogah Maafkan Pemain PSM Makassar yang Tak Sepenuh Hati

“Tapi saya pikir PSM selalu jadi tim bagus yang dihuni pemain-pemain bagus. Mereka juga masih diperkuat oleh mayoritas pemain dari musim sbeelumnya,” tambah dia.

Eduardo Almeida Kesulitan Cari kekuatan PSM

Almeida tak memungkiri kesulitan cari kekuatan PSM Makassar. Paling-paling, dia cuma mengamati permainan sang calon lawan melalui video pertandingan di Piala Menpora 2021.

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

“Sebelumnya tak ada laga yang bisa dilihat, tak ada laga uji coba, laga terakhir cuma di Piala Menpora 2021. Sangat sulit melihat seperti apa cara main lawan, bisa saja main 4-3-3 atau 4-4-2, saya tak tahu. Jadi ini seperti main dalam kegelapan, sehingga peluangnya fifty-fifty,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Eduardo Almeida sesumbar bakalan membawa tiga poin buat Arema FC saat hadapi PSM Makassar di Stadion Pakansari, Minggu (5/9/2021). Ada satu hal yang membuatnya yakin, yakni kemampuan pemainnya.

Sudah lama Aremania menantikan laga debut Almeida bersama Singo Edan. Partai perdana melawan PSM jelas akan menarik untuk dinantikan. Apalagi, Almeida begitu menggebu-gebu.

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

Pelatih asal Portugal itu bilang timnya sudah sangat siap tampil menghadapi PSM. Dia pun tak sabar segera mempersembahkan tiga poin perdana dalam laga debutnya sebagai nahkoda Arema.

“Laga besok adalah pertandingan pertama kami lagi di kompetisi setelah setop cukup lama. Saya prediksi ini akan jadi pertandingan menarik,” kata Almeida dalam jumpa pers virtual sehari jelang pertandingan.

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

“Kami akan memberikan pertandingan yang menghibur dari pemain. Kami yakin akan mengambil tiga poin,” sambung dia.

Eduardo Almeida Punya Alasan

Sudah pasti, Almeida punya alasan di balik pernyataan sesumbarnya. Dia amat yakin karena memiliki pemain yang sudah sangat siap untuk menunjukkan kelasnya di Liga 1 musim ini.

Eduardo Almeida Sesumbar Bawa Arema FC Jinakkan PSM Makassar

Ketika ditanya awak media soal apa yang membuatnya yakin Arema FC bisa menang, Almeida menjawab dengan santai. Dia bilang, “Pemain saya. Karena mereka memiliki semangat untuk menang untuk pertandingan pertama kami.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Milomir Seslija Ogah Maafkan Pemain PSM Makassar yang Tak Sepenuh Hati

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Milomir Seslija mengaku akan memaafkan pemain PSM Makassar andai berbuat kesalahan. Namun, dia ogah memaaafkan pemain yang tak main sepenuh hati.

Seperti diketahui, Milo saat ini memegang beban berat untuk membangkitkan mentalitas PSM di Liga 1. Makanya, satu hal yang ingin dibenahi oleh Milo jelang timnya menghadapi Arema FC, yakni mental.

Milomir Seslija Ogah Maafkan Pemain PSM Makassar yang Tak Sepenuh Hati

Milo mengaku tak akan memaafkan pemainnya yang turun di lapangan dengan separuh hatinya. Apalagi, Juku Eja terkenal dengan jargon semangatnya, Ewako.

Milomir Seslija Ogah Maafkan Pemain PSM Makassar yang Tak Sepenuh Hati

“Saya bisa memaafkan mereka dengan kesalahan yang bisa saja dilakukan, tapi kalau tak main dengan hati dengan semangat juang Ewako, ini yang tak bisa, makanya pemain harus main sepenuh hati di pertandingan,” ungkap Milomir Seslija kepada awak media via virtual.

Milomir Seslija Sebut PSM Makassar Siap Tempur

Menarik menantikan polesan PSM di bawah kendali Milo di Liga 1. Laga melawan Arema FC di Stadion Pakansari, Minggu (5/9/2021). Apalagi, itu menjadi pertandingan debutnya sebagai nakhoda Juku Eja.

Milomir Seslija Ogah Maafkan Pemain PSM Makassar yang Tak Sepenuh Hati

“Kami sudah dapat info yang dibutuhkan, persiapan kami juga sudah bagus, tinggal diterapkan pada latihan terakhir. Saya sudah bicara banyak kepada pemain soal persiapan kami,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alasan Arema FC Rekrut Eks Pemain Liga Portugal

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Arema FC resmi memperkenalkan pemaing asing keempat mereka musim ini. Klub berjuluk Singo Edan itu mendapatkan pemain jebolan Liga Portugal, Sergio Silva.

Sergio Silva akan menambah tembok pertahan Arema FC di Liga 1 2021. Menurut pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, pertimbangan klub untuk merekrut Sergio Silva didasari beberapa faktor, salah satunya soal jam terbang bek berusia 27 tahun tersebut.

Alasan Arema FC Rekrut Eks Pemain Liga Portugal
wearemania.net

Sebelum bergabung ke Arema FC, Silva tercatat telah membela klub Liga 2 Portugal, UD Oliveirense dan CD Feirense. Dari sekian opsi pemain asing, Sergio Silva menjadi pilihan Eduardo Almeida yang dirasa sesuai dengan kebutuhan tim Singo Edan.

β€œSetiap memilih pemain saya menyiapkan 5-6. Kemudian dari beberapa pemain itu dianalisa, salah satu pertimbangan terbesar memilih Sergio adalah pengalamannya yang cukup banyak di Liga 2 Portugal,” ungkap Eduardo Almeida seperti dikutip Football5star.com dari ligaindonesiabaru, Selasa (31/8/2021).

Alasan Arema FC Rekrut Eks Pemain Liga Portugal

Karier Silva di sepak bola dimulai saat ia bergabung ke tim muda UD Oliveirense pada 2007. Silva harus melewati beberapa jenjang tim untuk bisa menembus UD Oliveirense. Pada Agustus 2020, ia bergabung ke CD Feirense.

Arema FC Berharap kepada Sergio Silva

Sementara itu, General manajer Arema FC, Ruddy Widodo berharap Sergio Silva segera beradapatasi dengan tim dan memberi kontribusi positif selama BRI Liga 1 2021/2022 bergulir.

Alasan Arema FC Rekrut Eks Pemain Liga Portugal

β€œHarapan kami tentunya mudah-mudahan Sergio langsung tune in dengan pemain lain. Dan pemain yang sudah ada bisa membantu di sisa waktu persiapan ini,” tutur Ruddy Widodo.

β€œMudah-mudahan dalam satu, dua, tiga hari ini latihan di Malang. Mudah-mudahan bisa tune in dan Sergio bisa membantu berprestasi tim ini,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mewaspadai tiga tim juara dalam usaha perebutan gelar di Liga 1 2021-22. Bali United, Persija, dan Bhayangkara FC yang disebutnya jadi tim yang paling patut diwaspadai anak asuhnya.

Musim ini, Almeida memang diberi beban berat untuk bisa mengangkat performa tim berjuluk Singo Edan itu. Dia diharapkan bisa membawa Arema FC juarai Liga 1. Manajemen pun sudah memberikan keleluasaan bagi Almeida untuk mendatangkan pemain, khususnya asing.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Mantan nakhoda Semen Padang FC itu menyebut ada lima tim yang punya peluang besar menjegal langkah pasukannya ke tangga juara. Selain tiga tim juara di atas, ada Persib Bandung dan Persipura Jayapura yang sangat diwaspadainya.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Ya, ada lima klub pesaing Arema musim ini. Ada Bali United, Persija, Bhayangkara FC, Persib, dan Persipura. Kelimanya sama-sama punya kualitas, saya tidak bisa melupakannya, karena pernah menghadapi mereka bersama Semen Padang tahun 2019 lalu,” ungkap Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.

Langkah Arema FC Tak Mudah

Pelatih asal Portugal itu tak memungkiri perjuangan Singo Edan untuk menapaki tangga juara jelas tak mudah. Sejumlah tim, kata dia, mulai berbenah untuk menatap musim ini.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Selain Bali United, Persija, dan Bhayangkara yang berstatus pernah juara selama tiga musim terakhir, Persipura juga punya tim bagus, dan langganan finish si posisi lima besar,” papar dia.

Sedang Persib, kata Almeida jua terlihat jorjoran mendatangkan pemain berkualitas. “Seperti Marc Klok contohnya. Pastinya itu menjadi modal untuk berkompetisi demi memenangkan liga,” tandas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jonathan Bauman Cerita Keberagaman Agama yang Persatukan Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Mantan penggawa Persib Bandung, Jonathan Bauman, tampaknya mendapat banyak pelajaran berharga saat berkarier di Indonesia. Salah satu yang dia soroti ialah soal keberagaman agama di Indonesia.

Pemain yang kini memperkuat klub Ekuador, CSD Independiente del Valle itu memang pernah mencatatkan penampilan istimewa di Indonesia. Dia sempat mencetak 12 gol dan delapan assist hanya dalam 12 penampilan di Persib.

Jonathan Bauman: Persib Seperti Boca Junior atau River Plate!

Bauman lantas hijrah ke Kedah FC, lalu kembali ke Indonesia dengan perkuat Arema FC pada 2020. Sayang, dia tak cukup waktu membuktikan dirinya lagi bersama Arema karena pandemi Covid-19. Namun, dia mendapat banyak pelajaran di Indonesia.

Jonathan Bauman Cerita Keberagaman Agama yang Mempersatukan Indonesia

“Jika kita melihat dunia luar, kita akan bilang kita adalah yang terbaik. Tapi pada kenyataannya tidak,” ungkap Jonathan Bauman dikutip dari Mirador Provincial.

Jonathan Bauman Kagumi Keberagaman Indonesia

Jonathan Bauman Cerita Keberagaman Agama yang Mempersatukan Indonesia

Striker asal Argentina itu mengakui, Indonesia merupakan salah satu negara paling nyaman yang pernah disinggahinya. Bahkan, masyarakat punya keberagaman agama tapi masih bisa hidup berdampingan dengan damai.

“Ada ribuan keyakinan. Saya bertemu dengan pemeluk agama Budha, Islam, dan bahkan Atheis. Saya juga mendapatkan teman orang Serbia, Kroasia, Afrika, Brasil, dan Spanyol. Suka tidak suka, itu justru memperkaya Anda,” tutup Bauman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Calon Bek Jangkung Arema FC Sudah Tiba di Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Calon bek anyar Arema FC, Sergio Silva disebut sudah berada di Indonesia dan bakalan segera dipamerkan oleh klub. Bek setinggi 188 centimeter itu akan menjadi pelengkap pemain import yang dimiliki oleh tim kebanggaan Aremania itu.

Seperti diketahui, tim berjuluk Singo Edan itu memang bergerak aktif merampungkan skuatnya jelang Liga 1 2021-22. Sudah ada tiga pemain yang resmi direkrut oleh mereka, mulai dari Renshi Yamaguchi yang isi slot pemain asia, dan Adilson Maringa berposisi sebagai kiper, lalu Carlos Fortes.

Calon Bek Jangkung Arema FC Sudah Tiba di Indonesia

Kini, pasukan Eduardo Almeida itu tinggal menyisakan satu slot pemain asing yang disebut-sebut akan berposisi sebagai bek. Nama Sergio Silva kabarnya yang sudah direkrut manajemen. Si Pemain pun sudah berada di Indonesia.

Calon Bek Jangkung Arema FC Sudah Tiba di Indonesia

“Stoper asing sudah datang di Indonesia. Semua syarat sudah terpenuhi dan kini melakukan karantina di Jakarta,” ujar Media Officer Arema, Sudarmaji dikutip dari Wearemania.

Arema FC Tunggu karantina

Sergio Silva sendiri sebenarnya sudah meninggalkan negaranya, Portugal sejak sepekan lalu. Namun, pemain berusia 27 tahun itu sempat tertahan di Turki karena belum bisa memasuki Indonesia karena aturan PPKM.

Calon Bek Jangkung Arema FC Sudah Tiba di Indonesia

“Doakan proses karantina berjalan dengan lancar. Setelah karantina selesai akan segera meluncur ke Malang untuk menjalani tes medis. Jika tes medis berlangsung dengan lancar, dan semua dipastikan baik, maka akan segera bergabung dengan tim untuk menjalani latihan sebagai persiapan Liga 1 2021-2022,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Michiels Komentari Indra Sjafri: Dirtek Top Sumpah!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arema FC, Diego Michiels, turut komentari Indra Sjafri dengan nada-nada miring di Instagram. Hal itu setelah dia berkomentar dalam sebuah akun Instagram yang memberitakan soal Indra terkait naturalisasi.

Belakangan, nama Indra memang menjadi sorotan karena pernyataannya terkait naturalisasi. Dalam kanal YouTube Cak Nun, pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI itu menyebtu FIFA melarang naturalisasi untuk kepentingan sepak bola.

Diego Michiels Komentari Indra Sjafri: Dirtek Top Sumpah!

Indra Sjafri menyebut kalau aturan naturalisasi disingkirkan FIFA demi pembinaan pemain. “FIFA juga tidak membolehkan kepindahan kewarganegaraan untuk sepak bola,” ujar Indra dalam kanal YouTube tersebut.

Diego Michiels Komentari Indra Sjafri: Dirtek Top Sumpah!

“Karena FIFA itu memerintahkan semua federasi itu lakukan pembinaan. Enggak boleh itu, misalnya kalau menghalalkan kepindahan (kewarganegaraan) karena alasan sepak bola. Yang kaya yang menang, Arab Saudi bisa beli semua,” sambung dia.

Diego Michiels Komentari Indra

Nah, komentar Indra itu menjadi perdebatan di media sosial dari para netizen, terutama suporter. Tak terkecuali Diego yang tampaknya menyindir Indra.

Diego Michiels Komentari Indra Sjafri: Dirtek Top Sumpah!

Hal itu terlihat saat pemain Arema FC itu berkomentar dalam akun @sepakbolaid yang mengunggah berita terkait eks pelatih timnas U-19 Indonesia itu. “Dirtek Top sumpah πŸ”₯😍,” tulis Diego.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap, Ternyata Ini Maksud Relief Candi di Jersey Anyar Arema FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen secara resmi baru merilis jersey Arema FC yang akan digunakan untuk Liga 1 2021-22. Ada relief candi yang menarik perhatian, lantas apa maksudnya?

Bertepatan hari 17 agustus, klub berjuluk Singo Edan itu memang baru saja merilis seragam anyar dengan motif relief candi di Jersey home. Pada sesi perkenalan jersey Presiden Arema, Gilang Widya Pramana menjalankan peran ganda sebagai juru bicara klub sekaligus eksklusif tampil sebagai model.

Terungkap, Ini Maksud Relief Candi di Jersey Arema FC

Dalam perkenalannya, jersey Arema FC untuk Liga 1 mengusung tema kejayaan Malang di masa lampau menelurkan kesatria-kesatria besar yang ikut membangun peradaban Nusantara kuno. Dalam merepresentasikan identitas tersebut, relief Kinara Kinari yang berada di Candi Badut, Kota Malang, ditampilkan pada bagian depan jersey Singo Edan.

Terungkap, Ini Maksud Relief Candi di Jersey Arema FC

Relief ini mengisahkan sepasang wujud yang menjaga mata air. Mata air diartikan oleh Arema FC sebagai bentuk semangat yang harus dijaga.

“Relief candi yang kokoh tak terkikis oleh zaman menjadi salah satu filosofi yang diusung oleh Arema. Seragam Arema musim ini pun masih didominasi warna biru kebesaran Singo Edan,” terang Gilang Widya Pramana.

Jersey Arema Harus Tularkan Semangat

Terungkap, Ini Maksud Relief Candi di Jersey Arema FC

Sosok yang jua merupakan pengusahan transportasi itu berharap, dengan perilisan jersey baru ini anggota tim akan semakin termotivasi untuk membangun prestasi. Tentu, ada semangat yang diharapkan tertular kepada pasukan Eduardo Almeida.

β€œSemoga jersey baru ini membuat tim Arema semakin termotivasi untuk mengukir prestasi,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Akhirnya Arema FC Resmi Dapatkan Pemain Asing Baru

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC akhirnya sudah resmi mendapatkan satu pemain asing baru untuk Liga 1 2021-22. Namun, mereka belum membuka sosok pemain tersebut meski sudah menemui kata sepakat.

Seperti diketahui, tim berjuluk Singo Edan itu memang mulai bergerak aktif merampungkan skuatnya jelang Liga 1 2021-22. Sudah ada tiga pemain yang resmi direkrut oleh mereka, mulai dari Renshi Yamaguchi yang isi slot pemain asia, dan Adilson Maringa berposisi sebagai kiper, lalu yang teranyar Carlos Fortes.

Kini, pasukan Eduardo Almeida itu tinggal menyisakan satu slot pemain asing yang disebut-sebut akan berposisi sebagai bek. Nama Sergio Silva kabarnya yang sudah direkrut manajemen. Nah, bos Arema FC, Gilang Widya Pramana, membeberkan pemain asing baru sudah didapatkan tapi tinggal tunggu datang ke Indonesia.

Akhirnya Arema FC Sudah Resmi Dapatkan Pemain Asing Baru

“Sebenarnya Arema itu sudah punya empat pemain asing, sudah lengkap. Pemain asing keempat sudah deal, sudah kami belikan tiket penerbangan, tinggal berangkat saja,” ungkap Gilang Widya Pramana dikutip Wearemania.

Akhirnya Arema FC Sudah Resmi Dapatkan Pemain Asing Baru

“Bahkan kopernya sudah sampai di Malang duluan, tapi si pemain masih tertahan di Turki, karena memang terkendala imigrasi di Indonesia yang melarang orang asing masuk sementara ini,” sambung dia.

Arema Harap Pemain Datang Sebelum Liga 1 Dimulai

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia memperpanjang masa PPKM hingga 23 Agustus. Kondisi itu jelas menyulitkan bagi pemain asing yang belum memiliki KITAS.

Akhirnya Arema FC Sudah Resmi Dapatkan Pemain Asing Baru

Namun, manajemen Singo Edan berharap si pemain bisa segera tiba sebelum Liga 1 digulirkan. “Intinya, kami sedang mengupayakan yang terbaik agar si pemain bisa segera terbang ke Indonesia, karantina di Jakarta, dan langsung bergabung dengan tim,” papar dia.

“Kami harapkan, sebelum kompetisi dimulai, komposisi empat pemain asing Arema sudah lengkap,” tutup Gilang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Arema FC Terancam Gagal Rekrut Pemain Asing Keempat

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC tampaknya kini mulai khawatir gagal mendaratkan satu pemain asing lagi untuk Liga 1 2021-22. Mereka bisa batal menambah pemain asing karena memang sejumlah aturan yang agak ketat di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, tim berjuluk Singo Edan itu memang mulai bergerak aktif merampungkan skuatnya jelang Liga 1 2021-22. Sudah ada tiga pemain yang resmi direkrut oleh mereka, mulai dari Renshi Yamaguchi yang isi slot pemain asia, dan Adilson Maringa berposisi sebagai kiper, lalu yang teranyar Carlos Fortes.

Bek Setinggi 188 cm Ini akan Jadi Pemain Anyar Arema FC?

Kini, pasukan Eduardo Almeida itu tinggal menyisakan satu slot pemain asing yang disebut-sebut akan berposisi sebagai bek, yakni Sergio Silva. Tetapi disebut-sebut kalau mereka bisa saja batal mendaratkan Silva.

Bek Setinggi 188 cm Ini akan Jadi Pemain Anyar Arema FC?

“Kami ingin mendatangkan satu pemain asing lagi, tapi kalau si pemain nantinya tidak bisa datang ke Indonesia sebelum transfer window ditutup (31 Agustus 2021), itu bukan karena keinginan Arema,” ujar Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.

Arema FC Terkendala PPKM

Eduardo Almeida Pelatih Arema FC: Lebih Penting Selamat Dahulu!

Pendaftaran pemain untuk Liga 1 2021-22 memang rencananya akan ditutup pada 3 September. Namun, pemain asing memang terganjal aturan PPKM yang membatasi Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia.

“Artinya, kasus seperti ini bukan keinginan Arema FC, tapi ada aturan yang mengatur itu. Sekarang memang susah mendatangkan pemain asing kalau ada aturan PPKM. Keputusannya bukan di tangan kami, tapi tergantung pihak imigrasi,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eduardo Almeida: Kalau Liga 1 Ditunda Lagi, Sungguh Saya Kurang Beruntung!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, berharap Liga 1 2021-22 bisa benar-benar digulirkan sesuai rencana. Andai ditunda lagi, dia mungkin akan trauma dan sukar percaya lagi.

Kabar baik soal kompetisi sepak bola Indonesia memang belakangan mulai muncul. PSSI memastikan liga akan mulai diputar 20 Agustus mendatang, lantas rencana itu akhirnya mendapatkan dukungan dari pemerintah via Menpora Zainudin Amali.

Almeida berharap rencana itu bisa benar-benar terlaksana kali ini. Sebab, Almeida sudah beberapa kali dikecewakan oleh penundaan liga. Pada 2020 lalu, dia jua sempat terbang ke Oman, tapi begitu sampai kompetisinya ditunda. Nah, dia berharap Liga 1 benar-benar bisa digulirkan.

Eduardo Almeida Ibaratkan Latih Arema FC Bak Bekerja di Las Vegas

“2021 ini saya memutuskan menerima tawaran Arema, please jangan sampai berpikir buruk kompetisi musim ini tidak bisa digelar juga. Jika itu yang terjadi, sungguh saya merasa sebagai pelatih yang kurang beruntung,” kata Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.

Menurut pelatih asal Portugal itu, dihelatnya Liga 1 2021-22 semata-mata bukan cuma kepentingan buatnya, Namun, ini kepentingan besar semua pihak yang bergelut di dunia sepak bola Indonesia.

Eduardo Almeida Ibaratkan Latih Arema FC Bak Bekerja di Las Vegas

Apalagi, sudah lebih dari 500 hari sepak bola Indonesia tak diramaikan dengan liga. Sempat ada Piala Menpora 2021, tapi jelas aura dan atmosfer persaingannya tak seketat liga.

“Ini bukan cuma demi kepentingan saya sebagai pelatih, tapi juga demi kepentingan banyak pihak. Saya pikir semua orang tidak menginginkan tahun ini Indonesia tanpa kompetisi lagi,” tutup Almeida.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bek Setinggi 188 cm Ini akan Jadi Pemain Anyar Arema FC?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC disebut-sebut tinggal selangkah lagi mengamankan pemain asal Portugal, Sergio Silva. Bek setinggi 188 centimeter itu disebut akan melengkapi kuota pemain import tim asal Kota Malang tersebut.

Seperti diketahui, tim berjuluk Singo Edan itu memang mulai bergerak aktif merampungkan skuatnya jelang Liga 1 2021-22. Sudah ada tiga pemain yang resmi direkrut oleh mereka, mulai dari Renshi Yamaguchi yang isi slot pemain asia, dan Adilson Maringa berposisi sebagai kiper, lalu yang teranyar Carlos Fortes.

Kini, Arema FC tinggal menyisakan satu slot pemain asing yang disebut-sebut akan berposisi sebagai bek. Nama Sergio Silva kencang dikabarkan akan segera berlabuh ke Kandang Singa, markas Singo Edan.

Bek Setinggi 188 cm Ini akan Jadi Pemain Anyar Arema FC?

“Pemain asing terakhir Arema nanti usianya juga masih muda, yakni 27 tahun, sama dengan Forters,” kata Presiden klub, Gilang Widya Pramana, dikutip dari Wearemania, beberapa waktu lalu.

Nah, kisi-kisi itu mengarah kepada Sergio Silva. Apalagi, kini Sergio masih berusia 27 tahun. Dia pun kabarnya sudah berada di Indonesia dan tinggal menunggu waktu saja diperkenalkan manajemen.

Bek Setinggi 188 cm Ini akan Jadi Pemain Anyar Arema FC?

Andai benar, Arema akan kian beraroma Portugal. Setelah merekrut Eduardo Silva, mereka pun merekrut para pemain asing dari Liga Portugal. Ketiga nama yang sudah resmi itu, dua di antaranya musim lalu berkompetisi di Portugal.

Kini, Sergio pun musim lalu memperkuat klub Portugal, Feirense. Bek 27 tahun itu sempat tercatat sebagai pemain Anadia FC dan terikat kontrak hingga 30 Juni 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Perkara Kecil Ini Nyaris Bikin Diego Michiels Ogah ke Arema FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Diego Michiels mengaku bisa saja tak mau menerima pinangan Arema FC karena hal kecil, yakni masalah nomor punggung. Dia meminta disediakan nomor 24, karena kalau tidak maka bisa saja batal bergabung.

Seperti diketahui, Diego menjadi salah satu rekrutan anyar Arema untuk mengarungi musim 2021. Dia datang ke klub berjuluk Singo Edan dengan status bebas setelah sempat dilepas oleh Borneo FC pascaPiala Menpora beberapa waktu lalu.

Bersama Singo Edan, jebolan timnas U-23 Indonesia itu diberi kontrak selama semusim dengan opsi perpanjangan. Andai mampu membawa tim berprestasi, Diego bisa mendapatkan kontrak baru dari manajemen klub.

Hal Ini yang Bikin Arema FC Kesengsem Resmikan Diego Michiels

Selama ini, Diego Michiels memang akrab dengan nomor 24. Dia sebenarnya tak bisa menjelaskan alasan di balik keputusannya memilih nomor tersebut. Namun itu merupakan nomor keberuntungannya.

“Saya di Arema FC pakai nomor punggung 24. Dari awal sampai sekarang juga angka 24. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin itu nomor hoki, nomor keberuntungan dari dahulu,” ungkap Diego dalam YouTube resmi klub.

“Saya pernah memakai nomor lain. Tetapi, saya main kurang bagus waktu itu. Jadi tak mau lagi (ganti nomor),” sambung Diego.

Bahkan, bisa saja pemain berusia 30 tahun tersebut menolak pinangan Singo Edan andai tak mendapat nomor tersebut. “Harus 24. Kalau tidak, saya tidak mau tanda tangan kontrak,” pungkas pemain naturalisasi Indonesia asal Belanda tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Arema FC Rombak Ruang Jumpa Pers karena Disebut Mirip Kantor Polsek

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC akhirnya merombak ruangan jumpa pers karena sebelumnya sempat disebut mirip kantor Polsek. Kini, ruangan jumpa pers disulap oleh Presiden klub, Gilang Widya Pramana, menjadi lebih elegan dan mewah.

Seperti diketahui, renovasi ruangan konferensi pers itu terletak di Kandang Singa, Jalan Mayjend Pandjaitan No. 42 Kota Malang. Sudah sejak beberapa pekan terakhir, klub berjuluk Singo Edan itu melakukan sejumlah renovasi di sana.

Bahkan, Gilang menyulap ruangan dengan menambah fasilitas studio televisi guna siaran langsung sepak bola. Gilang menyebut kini pihaknya tak lagi malu ketika ada perkenalan pemain. Sebab, sebelumnya ruangan tersebut dianggap mirip kantor Polsek.

“Awalnya saya tanya kepada manajemen klub, tempat prescon Arema seperti apa? Lalu dijawab banyak yang menghina tempat presscon kita, katanya seperti ruangan Polsek (tempat polisi melakukan jumpa pers bersama tersangka),” ungkap Gilang Widya Pramana dikutip dari Wearemania.

“Ini malu-maluin, makanya saya punya inisiatif, kenapa tidak kita jadikan ruangan ini sebagai tempat presscon yang bagus,” sambung dia.

Sebenarnya, hal ini bukan semata-mata buat kenyamanan pewarta yang meliput kegiatan Singo Edan. Namun, juga buat para pemain serta pelatih Arema FC. Sebab, mereka pastinya akan lebih bangga saat memberikan keterangannya kepada media.

“Saya yakin, baik pelatih, pemain, dan offisial yang melakoni presscon di sini akan merasa bangga. Mereka pasti merasa jika Arema ini klub yang besar. Kami juga akan lebih semangat dalam memberikan informasi terbaru dalam jumpa pers,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Diego Michiels ketika Dirayu Tinggalkan Belanda demi Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arema FC, Diego Michiels, baru-baru ini bercerita awal mula dirinya dirayu bergabung bersama timnas Indonesia dan tinggalkan Belanda. Dia mengaku ditawari membela timnas U-23 Indonesia lalu akhirnya merasa sangat nyaman dan bertahan hingga kini.

Seperti diketahui, Diego merupakan salah satu pemain naturalisasi yang diundang oleh PSSI pada 2011 silam. Dia bersama rekannya, Joey Suk mendapat undangan untuk membela timnas U-23 Indonesia. Diego pun akhirnya melakukan debut bersama Indonesia di kualifikasi Piala Dunia lawan Bahrain 29 Februari 2012.

Hal serupa juga yang diceritakan oleh Diego Michiels. Dia mengaku dirayu meninggalkan Belanda dan mengubah statusnya jadi WNI karena demi membela timnas Indonesia.

Nostalgia Hari Ini: Diego Michiels Resmi Dinaturalisasi Indonesia Cerita Diego Michiels ketika Dirayu Tinggalkan Belanda demi Indonesia

“Awalnya saya masih main di Belanda, saya dapat tawaran atau diundang untuk main di timnas. Terus saya suruh ke sini terus ikut seleksi untuk timnas U-23,” ungkap Diego Michiels dikutip dari kanal YouTube Arema FC.

Lalu, setelah datang ke Indonesia Diego merasa langsung nyaman. Bahkan, pemain yang kini berusia 30 tahun itu sudah merasa bangga menjadi orang Indonesia.

“Pertama kali saya kesini, langsung ya enak, susah dijelasin. itu yang alasan utama ya itu gara-gara Timnas Indonesia saya ingin pindah ke sini. Bangga, kita sebagai orang Indonesia, itu target kita sebagai pemain bola, itu pasti target kita,” pungkas Diego.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Cerita Pengalaman Juara di Tiga Negara

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, bercerita soal pengalamannya yang bisa juara di tiga negara Asia Tenggara dalam karier kepelatihannya. Dia mengaku kalau semuanya tak ada yang kebetulan, pastinya melewati prosesi.

Robert memang memiliki sepak terjang yang panjang sebagai pelatih. Sudah sejak 1992 silam, dia berkelana di sejumlah klub Asia Tenggara. Dari mulai Kedah FA, Tanjong Pagar, Home United, pelatih timnas U-19 Malaysia, Arema FC, hingga kini Persib.

Dalam perjalanan kariernya yang istimewa ialah Robert sukses juara di tiga negara berbeda. Dia pernah membawa Kedah juara Malaysia Premier One League 1994 da Piala Malaysia 1993, juara di Singapura bersama Home United 1999, jadi kampiun di Sarawak FA 2013, hingga membawa Arema FC rengkuh gelar ISL 2009-10.

“Tidak ada yang namanya kebetulan ketika saya menukangi tim dari tiga negara berbeda dan membawa mereka juara tanpa mengalami kekalahan. Karena rahasianya adalah saya selalu memperhatikan perkembangan sepak bola dan membuat tim saya lebih maju terhadap perkembangan taktik yang terjadi,” ungkap Robert Alberts dikutip Republik Bobotoh.

Robert Alberts meminta kejelasan soal Liga 1 yang sudah mendapatkan izin dari Kapolri.

“Saya pernah mencatatkan raihan itu dengan dua klub Malaysia dan satu klub Singapura dan sekarang saya berusaha melakukannya bersama Persib,” sambung dia.

Jelas semua yang diraihnya itu sebagai bukti tangan dingin Robert Alberts. Pelatih asal Belanda itu mengaku uang bukan segalanya. Dia memanfaatkan semua pemain yang ada dalam timnya dengan memaksimalkan potensinya.

“Jika saya pelatih Manchester City, saya bisa beli pemain apapun yang saya mau, dengan tim pemantau untuk mencari pemain sesuai dengan kebutuhan. Tapi, kami di sini tidak bisa melakukannya, kami lihat situasi sekitar siapa saja pemain yang tersedia untuk bisa kita rekrut tanpa mengeluarkan uang transfer. Ketika pemain itu bergabung, lalu kita mulai sesuaikan kemampuannya dgn taktik terbaik untuk tim,” papar dia.

“Jadi saya selalu mencari tahu perkembangan yang terjadi di dunia sepak bola, tapi saya juga harus memastikan bahwa itu bisa diterapkan di level yang kami miliki dengan tidak mengenyampingkan kemenangan di pertandingan,” tutup Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Michiels Sebenarnya Nyaris Jadi Atlet Muay Thai, Bukan Pesepak Bola

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arema FC, Diego Michiels, mengaku sebenarnya nyaris saja menjadi atlet muay thai sebelum terjun sebagai pesepak bola. Namun, karena dirinya tak cocok dengan olahraga itu akhirnya sepak bola menjadi pilihan hidupnya.

Pemain yang kini berusia 30 tahun itu sebenarnya memiliki sepak terjang yang panjang sebagai pesepak bola. Sebelum ke Indonesia, dia merupakan lulusan dari akademi klub Belanda, Go Ahead Eagles. Bahkan, dia pun sempat mencatatkan 17 penampilan bersama tim senior Go Ahead.

Akan tetapi ternyata sepak bola bukan pilihan olahraga pertama bagi Diego Michiels. Dia mengaku saat masih kecil, acap diajak sang ibunda berlatih muay thai.

Bocoran Pemain Asing Arema FC, Salah Satunya Eks Pemain Villarreal

“Dahulu, saya masih kecil dibawa sama ibu tapi ke tempat muay thai. Ya ibu mau saya (fokus) muay thai,” ungkap Diego Michiels dalam YouTube resmi Arema.

Seiring berjalannya waktu, Diego merasa tak cocok dengan olahraga tersebut. “Lalu, saya pernah beberapa kali latihan (bola) tapi sering di perumahan di Belanda. Kami sering main bola di pinggir jalan,” sambung Diego.

Hingga akhirnya, sang ibunda luluh melihat tekad Diego yang ingin menjadi pesepak bola. Dia pun lantas mendaftar di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Deventer, Belanda.

“Akhirnya saya ke salah satu SSB di kota saya, saya daftarkan sendiri. Saya masih muda sekali umur 4 tahun atau berapa,” tutup pemain naturalisasi Indonesia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Michiels Tolak jadi Kapten Arema FC karena Hal Ini

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Diego Michiels mengaku enggan bila ditawari menjadi kapten Arema FC untuk mengarungi Liga 1 2021-22. Dia menyebut kalau masih ada beberapa pemain senior lain di dalam klub yang pantas menjadi kapten serta panutan.

Seperti diketahui, Diego sebenarnya memiliki riwayat sebagai kapten. Kala membela Borneo FC, pemain naturalisasi itu dipercaya mengenakan ban kapten karena memiliki jiwa kepemimpinan baik di dalam mapun luar lapangan.

Kendati demikian, berbeda saat membela Arema. Diego mengaku saat ini rasanya belum pantas untuk menjabat kapten klub berjuluk Singo Edan. Terlebih dia tergolong belum lama memperkuat tim.

Hal Ini yang Bikin Arema FC Kesengsem Resmikan Diego Michiels

“Saya tidak berpikir ke situ (jadi kapten). Di sini banyak pemain yang lebih senior dibanding saya. Ada Jhon Alfarizi dan Dendi Santoso,” ungkap Diego Michiels dikutip dari Surya Malang.

“Mereka kapten yang hebat dan juga senior di tim ini. Kalau saya yang penting bermain bagus dan kontribusi untuk tim saja,” tambah dia.

Diego sendiri merupakan salah satu pemain anyar yang direkrut oleh Arema FC untuk Liga 1 2021-22. Dia berlabuh ke klub asal Kota Apel itu setelah dilepas oleh Borneo FC usai Piala Menpora 2021.

Sebenarnya, Diego pernah bergabung dengan Arema sebelumnya. Hal itu setelah dia dipinjamkan oleh Pelita Jaya ke Arema Indonesia pada 2012 dan sukses mencatatkan 18 penampilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gilang Pramana Beri Bocoran Soal Satu Pemain Asing Arema FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Arema FC, Gilang Pramana, memberi kepastian soal satu slot pemain asing yang tersisa di timnya. Dia menyebut sosok pemain itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, tim berjuluk Singo Edan itu memang mulai bergerak aktif merampungkan skuatnya jelang Liga 1 2021-22. Sudah ada tiga pemain yang resmi direkrut oleh mereka, mulai dari Renshi Yamaguchi yang isi slot pemain asia, dan Adilson Maringa berposisi sebagai kiper, lalu yang teranyar Carlos Fortes.

Kini, Arema FC tinggal menyisakan satu slot pemain asing yang disebut-sebut akan berposisi sebagai bek. Gilang tampaknya memberikan kode kalau sosok si pemain asing itu akan segera terungkap dalam waktu dekat.

Bisa Tembus AFC Cup, Arema FC Dijanjikan Bonus Menggiurkan Gilang Pramana Beri Bocoran Soal Satu Pemain Asing Arema FC

Hanya saja, bos Juragan99 itu harus memantau perkembangan PPKM di Jawa-Bali dahulu. “Setelah PPKM (selesai). Pada awal Agustus mendatang akan kita perkenalkan,” ungkap Gilang Pramana dikutip dari Berita Jatim.

Gilang sendiri berharap Liga 1 2021-22 bisa segera mendapatkan kepastian. Jelas, karena memang dia sudah keluar uang banyak untuk mendatangkan pemain asing. Andai liga tak jalan, klub-klub termasuk Singo Edan akan mengalami kerugian.

“Harapannya tetap semangat buat semuanya di klub semua pemain. Insyallah saya yakin bahwa Liga Indonesia digelar di Agustus, paling lambat di September,” tutup Gilang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Muhammad Ridhuan: Karena Noh Alam Shah, Saya Dikenal di Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Muhammad Ridhuan mengaku bersyukur mendengar saran Noh Alam Shah untuk bergabung dengan Arema beberapa tahun lalu. Sebab, karena hal itulah nama dia kini melegenda untuk publik sepak bola Malang.

Seperti diketahui, pemain berposisi sayap itu kali pertama menginjakkan kaki di Indonesia saat bergabung Singo Edan. Bersama tim kebanggaan Aremania itu, dia bahkan langsung sukses mengantarkan gelar ISL musim 2009-10.

Bersama Arema, Ridhuan sukses menyarangkan 24 gol dalam 90 penampilan. Dia berterima kasih kepada Noh Alam Shah yang mengajaknya bergabung Singo Edan kala itu. Sebab, karena aksinya di sana namanya dikenal oleh Indonesia.

Muhammad Ridhuan Ternyata Nyaris Gabung Persib, Tapi Dibajak Arema Muhammad Ridhuan: Karena Noh Alam Shah, Saya Dikenal di Indonesia

“Saran Noh Alam Shah adalah membuat kehadiran saya dikenal di Indonesia karena mereka tidak begitu mengenal saya dengan baik. Jadi, sejak awal, pola pikir saya adalah memberikan yang terbaik dan memastikan bahwa perekrutan saya benar,” ungkap Muhammad Ridhuan dikutip Goal Singapura.

“Saya membuktikannya. Tahun itu saya memenangkan gelar pertama dalam karier saya untuk sebuah klub. Arema tidak juara selama 17 tahun terakhir, tetapi tim kami berhasil merebut gelar,” sambung Ridhuan.

Ridhuan pun langsung dibanjiri tawaran dari klub lain. Namun dia memutuskan untuk menunjukkan loyalitasnya untuk Singo Edan. Pada saat inilah perbandingan mulai dibuat dengan Cristiano Ronaldo oleh para penggemar klub.

“Para suporter mendukung dengan gila, dan fanatik! Bahkan terkadang berlebihan. Mereka selalu menghubungkan saya dengan Cristiano Ronaldo. Karena Cristiano juga dikenal sebagai CR7, mereka mencap saya sebagai R6. Saya bahkan memulai merchandise R6 saya sendiri pada saat itu juga,” tutup Ridhuan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Muhammad Ridhuan Ternyata Nyaris Gabung Persib, Tapi Dibajak Arema

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Singapura, Muhammad Ridhuan, ternyata nyaris bergabung dengan Persib Bandung tapi dibajak oleh Arema FC. Hal itu setelah dia menerima telepon dari Noh Alam Shah soal ketertarikan Arema kepadanya.

Seperti diketahui, pemain berposisi sayap itu kali pertama menginjakkan kaki di Indonesia saat bergabung Singo Edan. Bersama tim kebanggaan Aremania itu, dia bahkan langsung sukses mengantarkan gelar ISL musim 2009-10.

Ternyata, Muhammad Ridhuan nyaris saja bergabung dengan Persib. Dia menyebut saat itu sedang menjalin komunikasi secara intens dengan kubu Maung bandung hingga akhirnya Noh Alam Shah meneleponnya.

Muhammad Ridhuan Ternyata Nyaris Gabung Persib, Tapi Dibajak Arema

“Saya mendapat telepon dari Noh Alam Shah ketika saya sedang dalam proses negosiasi dengan Persib Bandung. Dia menelepon untuk memberi tahu saya bahwa manajemen Arema bertanya kepadanya soal pemain Singapura mana yang nyaman untuk dia bawa. Dia tahu saya juga sedang mencari klub di luar negeri dan dia menyebut nama saya,” ungkap Muhammad Ridhuan dikutip dari Goal Singapura.

Tak cuma Ridhuan, Baihakki Khaizan dan Fahrudin Mustafic juga sebenarnya ingin dibawa ke Singo Edan. Namun negosiasi kedua pemain itu dengan manajemen gagal hingga akhirnya dipinang oleh Persija Jakarta. Menurutnya keputusan merapat ke Arema menjadi yang terbaik dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

“Oleh karena itu slot kosong di Arema telah terbuka untuk saya. Jarang bagi saya untuk mendapatkan kesempatan seperti itu dan saya juga tahu bahwa saya memiliki kesempatan untuk berbagi lapangan dengan Alam Shah. Dengan semua itu dalam pikiran, saya merasa bahwa itu adalah langkah yang tepat dan saya segera membuat keputusan,” tutup Muhammad Ridhuan.

Bisa Tembus AFC Cup, Arema FC Dijanjikan Bonus Menggiurkan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC dijanjikan bonus menggiurkan oleh bosnya, Gilang Widya Pramana, andai bisa menembus AFC Cup musim depan. Bahkan, Gilang akan memberikan bonus tiap timnya itu bisa menang di Liga 1.

Jelas, hadirnya sosok yang dijuluki Crazy Rich Malang itu menjadi suntikan yang sangat berharga buat Arema. Bukan tanpa sebab, Gilang dikenal sangat loyal dalam setiap kegiatan olahraga, seperti menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali di Olimpiade.

Tak terkecuali bagi Singo Edan. Bahkan, anak asuh Eduardo Almeida itu dijanjikan bonus setiap bisa meraih kemenangan di Liga 1 2021-22. Meskipun, dia belum membocorkan nominal bonus tersebut. Tapi yang pasti, kata Gilang, bonus tersebut akan tersaji cukup menggiurkan.

Ingin Akhiri Dualisme, Bos Arema FC Bujuk Yayasan dan Keluarga Pendiri Terungkap! Ternyata Ini Alasan Crazy Rich Malang Mau Jadi Bos Arema FC

“Saya harap pemain bisa tampil maksimal, karena di tiap pertandingan ada bonus, tentunya kalau bisa memenangkan pertandingan,” kata Gilang Pramana dikutip dari Wearemania.

Jelas, Gilang memiliki banyak harapan untuk Arema FC. Dia menargetkan pasukannya itu bisa menembus kompetisi Asia musim depan. Andai berhasil meraih target tersebut, Singo Edan jelas bakalan mendapat guyuran bonus melimpah dari presidennya itu. Gilang berharap hal ini bisa jadi motivasi buat para skuatnya.

“Musim ini jumlah bonus saya pastikan akan lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Saya harap tiap pertandingan bisa dimenangkan, karena semua pertandingan adalah final. Semoga pemain benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya,” pungkas bos Juragan99 itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dapat Daging Kurban, Pemain Arema FC Asal Jepang Ini Kaget

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arema FC asal Jepang, Renshi Yamaguchi, mengaku kaget usai mendapatkan daging kurban di Malang. Dia mengaku hal ini merupakan sesuatu yang baru dalam hidupnya.

Renshi bercerita kalau dirinya sempat kaget ketika pintu rumahnya diketuk oleh perwakilan petugas dari manajemen Arema. Dia mengaku bingung ketika mendapatkan daging kurban dari petugas tersebut karena ini merupakan pengalaman barunya.

“Saya sangat senang dengan hal semacam ini. Saya pikir saya harus menghormati budaya di negara ini,” ungkap Renshi Yamaguchi dikutip dari laman resmi Arema FC.

“Lalu, untuk menghormati, saya harus mengetahui dan belajar tentang budaya asing. Itu membuat saya merasa bahwa ini sangat penting baik sebagai pemain sepak bola maupun sebagai manusia,” sambung dia.

Arema FC Harus Berterima Kasih kepada Todd Ferre Soal Renshi Yamaguchi

Manajemen klub berjuluk Singo Edan itu tahun ini berkesempatan menyembelih satu ekor sapi. Penyembelihan tersebut dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang.

β€œAlhamdulillah atas dukungan dari mas Gilang, kami menjaga tradisi untuk membagikan daging kurban. Bahkan di tahun ini terasa spesial, karena beberapa pemain turun tangan dan juga mendapatkan daging kurban,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Di sisi lain menurut Sudarmaji pembagian daging kurban tersebut juga merupakan tradisi baru meski bagi pemain lokal adalah hal yang sudah biasa. Namun bagi pemain dan pelatih asing tentu saja hal itu merupakan sesuatu yang baru yang tidak mereka temui di negara asalnya.

β€œKalau bagi pemain lokal bisa jadi pembagian daging kurban adalah hal yang biasa karena dilakukan setiap tahun. Namun bagi pemain atau pelatih yang merupakan warga negara asing ini adalah hal yang baru. Tentu saja pembagian daging kurban ini bagi mereka adalah sebuah kejutan,” imbuh Sudarmaji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Arema FC Janjikan Bonus Menggiurkan buat Atlet Indonesia di Olimpiade

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bos Arema FC, Gilang Widya Pramana, berjanji akan memberikan bonus menggiurkan buat atlet Indonesia yang berprestasi di Olimpiade 2020. Bahkan, Gilang menjanjikan uang Rp500 juta buat atlet yang bisa mempersembahkan medali emas buat Indonesia.

Presiden Arema itu memang belakangan mulai terlibat dalam sejumlah kegiatan olahraga tanah air. Selain terjun di Arema, dia juga akan memberikan suntikan semangat buat para atlet Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo.

Tak cuma peraih medali emas yang mendapatkan bonus dari Gilang. Tapi, atlet yang bisa meraih medali perak jua akan diguyur bonus Rp250 juta dan medali perunggu Rp100 juta dari pengusaha muda itu.

Gilang Widya Pramana Crazy Rich Malang Beri Bus Mewah buat Rans Cilegon FC, Ini Spesifikasinya Bos Arema FC Janjikan Bonus Menggiurkan buat Atlet Indonesia di Olimpiade

“Yang bisa saya lakukan, akan saya lakukan. Untuk bonus, saya sudah menyiapkan. Saya sebagai pengusaha dan influencer, mau membantu menaikkan engangement untuk Olimpiade Tokyo,” kata Gilang Widya Pramana.

“Sebab di tengah pandemi COVID-19, orang tidak fokus ke Olimpiade. Mereka fokus ke pandemi. Saya berencana untuk memberikan bonus kepada para peraih medali,” sambung Gilang.

Bukan cuma bonus, Gilang itu juga menyumbangkan sejumlah bus untuk kontingen Indonesia yang akan berjuang di Tokyo, Jepang. Menurutnya, ini merupakan sebuah persembahan baginya untuk Indonesia.

“Dari kecil saya sudah suka olahraga, ini passion saya. Ketika saya sudah jadi pebisnis, apa yang bisa saya lakukan untuk olahraga dan negara, saya dukung. Kalau sekarang, yang bisa saya lakukan untuk negara adalah dukungan dari yang saya punya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Lewandowski Dikaitkan dengan Kondisi Carlos Fortes di Arema FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski, dikait-kaitkan dengan kedatangan Carlos Fortes ke Arema FC yang diragukan. Hal itu setelah pelatih Eduardo Almeida membandingkan Fortes dengan Lewandowski.

Seperti diketahui, klub berjuluk Singo Edan itu baru saja secara resmi memperkenalkan Fortes pada awal pekan lalu. Namun, banyak yang ragu dengan kualitas striker asal Portugal itu apakah bisa mengangkat prestasi Arema FC atau tidak.

Hal itu lantaran Fortes tak terlalu tampil apik saat membela Vilafranquense. Dari 26 kesempatan tampil di divisi kedua Portugal, dia cuma mampu melesakkan dua gol dan satu assist. Hal ini nyatanya bikin Almeida agak geram. Dia pun bawa-bawa nama Robert Lewandowski yang mandul di EURO 2020.

Mandul di Klub Portugal, Carlos Fortes Diharapkan Jadi Top Skorer Arema FC Robert Lewandowski Dikaitkan dengan Kondisi Carlos Fortes di Arema FC

“Mungkin musim kemarin tak bagus bagi dia, tapi itu bukan berarti dia juga pemain yang tidak berkualitas. Jika tim tak bagus, itu bukan berarti dia tidak bagus juga, karena satu pemain saja tidak bisa menjadi pembeda. Lihat saja, Lewandowski di EURO 2020 kemarin tidak bisa mencetak banyak gol, padahal di Bayern dia mencetak 41 gol,” ungkap Almeida dikutip dari Wearemania.

“Semuanya tergantung bagaimana cara tim itu bermain, dan bagaimana bola dikirm pada penyerang. Menurut saya, itu yang memengaruhi penyerang bisa mencetak banyak atau sedikit gol,” tambah dia.

Menurut Almeida, hasil buruk yang dilalui Vilafranquense musim lalu hingga terdegradasi jelas bukan salah Carlos Fortes semata. Sebab, semuanya jelas bermain sebagai tim bukan individu.

“Saya pikir, bukan cuma satu pemain yang menentukan nasib sebuah klub, begitu pula dalam kasus terdegradasinya Vilafranquense. Bukan cuma salah kiper, bek, gelandang, ataupun striker, tapi tim itu sendiri,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Main di Copa Sudamericana, Eks Persib Bandung Alami Nasib Sial

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Eks Persib Bandung, Jonathan Bauman, mengalami nasib sial saat membela klubnya, Independiente del Valle di Copa Sudamericana. Hal itu setelah dia membuang beberapa peluang dan puncaknya diusir oleh wasit.

Seperti diketahui, Independiente berkesempatan mentas dalam babak 16 besar Copa Sudamericana melawan wakil Brasil, RB Bragantino. Pertandingan sendiri dihelat di Estadio Banco Guayaquil, Kamis (15/7/2021) pagi.

Dalam pertandingan itu, Bauman sebenarnya sukses mendapatkan sejumlah peluang emas. Salah satunya ,menit ke-28 saat berhadapan langsung dengan kiper Gragantino, Cleiton. Namun sayang, dia tendangan Bauman justru meleber ke sisi kiri gawang RB Bragantino.

Main di Copa Sudamericana, Eks Persib Bandung Alami Nasib Sial

Kesialan Bauman memuncak menit ke-58. Dia tertangkap kamera dan wasit menyikut bek Bragantino, Edimar Fraga sehingga harus diusir dengan kartu merah langsung. Tentu, hal itu sangat berpengaruh kepada Independiente yang sebenarnya sudah tertinggal 0-1 pada babak pertama. Menang jumlah, Bragantino pun lantas kembali mencetak gol menit ke-66 melalui Eric Ramires.

Independiente pun akhirnya takluk 0-2 dari RB Bragantino pada leg perdana. Pada 21 Juli, gantian Bragantino yang akan menjamu Independiente di markasnya.

Jonathan Bauman sendiri memang sudah meninggalkan Asia Tenggara usai sempat memperkuat Persib Bandung, Kedah FA, dan Arema FC. Dia sempat tampil apik saa memperkuat Mushuc Runa musim lalu dengan mencatatkan 12 gol dalam 13 penampilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]