Pujian Tinggi Lionel Messi kepada Lionel Scaloni

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, mengaku sangat menikmati masa-masa dilatih Lionel Scaloni. Menurut Messi, kehadiran Scaloni membuat kepercayaan diri skuat La Albiceleste meningkat pesat.

Scaloni dipercaya menjadi pelatih kepala timnas Argentina pada Agustus 2018 lalu. Selama tiga tahun menangani Albiceleste, Scaloni berhasil meraih 22 kemenangan dan cuma menelan empat kekalahan. Pada musim panas 2021 lalu, Scaloni berhasil membawa Albiceleste menyabet gelar Copa America.

Lionel Messi - Lionel Scaloni - Prothom Alo
Prothom Alo

“Scaloni pantas menjadi pelatih tim nasional. Dia selalu percaya akan kekuatan kami dan datang ketika kami sedang berada dalam masa-masa sulit,” ujar Messi dilansir Football5Star dari laman Voetbal International.

“Scaloni membuat kami kembali merasa percaya diri. Dia membawa beberapa pemain baru yang langsung memberikan kontribusi gemilang dan tahu apa yang ia lakukan. Kami menunjukkan perkembangan luar biasa semenjak Copa America 2019,” imbuh Messi.

LIONEL MESSI MASIH TAK MENYANGKA BISA AKHIRI PUASA GELAR TIMNAS ARGENTINA

Sepanjang kariernya, Messi berhasil meraih banyak gelar bergengsi. Akan tetapi, gelar Copa America 2021 merupakan salah satu keberhasilan paling membanggakan dalam karier Messi.

Copa America 2021 merupakan gelar pertama yang dipersembahkan Messi untuk timnas Argentina. Hingga saat ini, Messi masih tak percaya bisa membawa Albiceleste meraih gelar Copa America 2021.

Lionel Messi - Lionel Scaloni - RFI
RFI

“Hingga saat ini, saya masih belum bisa percaya. Saya sudah bekerja sangat keras untuk menjadi juara bersama tim nasional dan ketika mimpi tersebut menjadi kenyataan, saya tak tahu harus berbuat apa.”

“Ketika menjadi juara, rasanya seperti sebuah mimpi. Kini, saya sudah mulai menikmati berbagai foto perayaan kami. Saya benar-benar hilang dan tidak menyadari apa pun ketika sedang merayakan keberhasilan kami,” tuntas Messi.

CBF Bela Diri Soal Pembatalan Laga Brasil vs Argentina

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Brasil vs Argentina dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022 harus dibatalkan. Laga yang berlangsung di Corinthians Arena, Senin (6/9/2021) harus dihentikan setelah masuknya agen kesehatan dan polisi federal Brasil ke dalam lapangan.

Pertandingan Brasil vs Argentina baru berjalan kurang dari 10 menit harus dihentikan. Sejumlah agen dari otoritas kesehatan Brasil, Anvisa dan polisi federal memasuki lapangan.

Emiliano Martinez Bela Diri Terkait Batalnya Laga Brasil vs Argentina

Mereka berupaya untuk mendeportasi empat pemain Argentina yang diduga melanggar prokes. Penanggung jawab Anvisa, Laksamana Muda Angkatan Laut, Antonio Barra Torres mengatakan bahwa delegasi Argentina sebenarnya sudah diberitahu agar keempat pemain itu tetap diisolasi di hotel.

Keempat pemain itu diduga melakukan kebohongan terkait data perjalanan selama 14 hari terakhir. Bagi pemain yang berbasis di Inggris, pemerintah Brasil mewajibkan mereka untuk melakukan isolasi.

Brasil vs Argentina Dihentikan, CBF Menyesal

Brasil vs Argentina - Comnebol - Goal
Goal

Pihak federasi sepak bola Brasil, CBF dalam pernyataan resminya menyayangkan laga Brasil vs Argentina harus dihentikan. CBF menegaskan bahwa aturan protokol kesehatan memang wajib dipatuhi oleh semua pihak saat masuk ke Brasil.

Meski begitu, pihak CBF mengaku sangat terkejut dengan aksi para agen kesehatan, Avinsa dengan melakukan intervensi di pertandingan Brasil vs Argentina.

“Dengan pertandingan sudah dimulai, Anvisa bisa saja menjalankan aktivitasnya dengan lebih tepat di hari sebelum pertandingan,” tulis pernyataan resmi CBF.

Brasil vs Argentina - Comnebol - Goal

“CBF juga menekankan bahwa tidak bisa ikut campur dalam hal protokol kesehatan. Ini protokol yang ditetapkan oleh pemerintah Brasil untuk semua orang yang masuk ke negara ini,”

“Peran CBF adalah berupaya meningkatkan pemahaman antara entitas yang terlibat sehingga protokol kesehatan dapat dipenuhi dan permainan dapat berlangsung,”

“CBF menyesal bahwa peristiwa ini bisa terjadi dan menunggu keputusan CONMEBOL dan FIFA terkait pertandingan tersebut,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emiliano Martinez Bela Diri Terkait Batalnya Laga Lawan Brasil

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Emiliano Martinez menjadi salah satu dari empat pemain Argentina yang dituding otoritas kesehatan Brasil, Anvisa berbohong saat pengisian data daftar perjalanan selama 14 hari ke belakang.

Dugaan kebohongan itu yang mendorong petugas dari otoritas kesehatan Brasil meringsek masuk ke dalam stadion saat pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Senin (6/9/2021).

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan _ Emiliano Martinez
Marca

Pertandingan Brasil vs Argentina baru berjalan kurang dari 10 menit harus dihentikan. Sejumlah agen dari otoritas kesehatan Brasil, Anvisa dan polisi federal memasuki lapangan.

Mereka berupaya untuk mendeportasi empat pemain Argentina yang diduga melanggar prokes. Penanggung jawab Anvisa, Laksamana Muda Angkatan Laut, Antonio Barra Torres mengatakan bahwa delegasi Argentina sebenarnya sudah diberitahu agar keempat pemain itu tetap diisolasi di hotel.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Lionel Messi_ Emiliano Martinez
Marca

Namun menurut Torres, delegasi Argentina mengabaikannya. Menurut polisi federal, empat pemain Argentina itu tetap diikutsertakan untuk datang ke stadion.

“Itu adalah urutan ketidakpatuhan terhadap pedoman dan ketentuan protokol kesehatan. Ketika jaksa dan agen polisi datang ke hotel, mereka diberitahu bahwa para pemain telah pergi ke stadion dan cerita selanjutnya, seperti yang Anda lihat,” kata Torres

Emiliano Martinez Membela Diri

Tudingan dari pihak Anvisa pun dibantah oleh Emiliano Martinez. Menurut Martinez seperti dikutip Football5star.com dari Reuters, Selasa (7/9), pihak Brasil memberitahukan perihal masa isolasi bagi pemain yang berbasis di Inggris di waktu yang sangat sempit.

Emiliano Martinez Bela Diri Terkait Batalnya Laga Brasil vs Argentina

“Jelas kami mengetahui ada desas desus perihal para pemain dari Liga Inggris dalam pertandingan itu. Tetapi mereka memberi tahu kami ketika kami sudah tiba di Brasil dan tidak memberikan informasi untuk pembatalan pertandingan,” ungkap kiper Aston Villa tersebut.

“Kami tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Aston Villa juga tidak mengerti mengapa hal tersebut bisa terjadi, tetapi semua orang melihat faktanya,”

“Keempat pemain, termasuk saya menanggung konsekuensinya. Kami bertanding karena kami cinta pada jersey Argenina. Apa yang terjadi sangat disayangkan. Itu semua lebih kepada alasan politik,”

“Dunia mengharapkan pertandingan yang hebat untuk disaksikan, bukan drama seperti ini,” tegas Emiliano Martinez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

CONMEBOL Serahkan Nasib Brasil vs Argentina kepada FIFA

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Induk sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, menyerahkan keputusan mengenai laga Brasil vs Argentina ke tangan FIFA. Dalam pernyataan resminya, CONMEBOL mengatakan bawha Kualifikasi Piala Dunia 2022 bukan menjadi tanggung jawab utama pihak federasi.

Seperti yang diketahui, partai Brazil vs Argentina di Corinthians Arena pada Minggu (6/9) dinihari WIB hanya berjalan selama lima menit. Laga tersebut dihentikan karena ada empat penggawa Argentina yang dinyatakan melanggar protokol kesehatan dan terancam dideportasi.

Brasil vs Argentina - Comnebol - Goal
Goal

“Wasit dan panitia pertandingan akan menyerahkan laporan tertulis kepada komisi disiplin FIFA yang kemudian akan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Prosedur ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” tulis pernyataan CONMEBOL.

“Kualifikasi Piala Dunia 2022 adalah kompetisi resmi di bawah naungan FIFA. Setiap keputusan terkait turnamen tersebut merupakan hak eksklusif FIFA.”

KEPUTUSAN FIFA TERKAIT LAGA BRASIL VS ARGENTINA

FIFA tak butuh waktu lama untuk mengeluarkan pernyataan resminya terkait nasib laga Brazil vs Argentina. Beberapa jam setelah CONMEBOL mengeluarkan pernyataan, FIFA langsung merilis keputusannya.

“FIFA mendukung keputusan wasit yang menunda laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Brasil vs Argentina. Detail mengenai langkah-langkah selanjutnya akan diumumkan dalam waktu dekat,” tulis FIFA.

Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memastikan bakal membela nasib keempat pemainnya yang terancam dideportasi dari Brasil. Scaloni merasa bahwa membela anak asuhnya dalam situasi apa pun merupakan salah satu tanggung jawab terbesarnya sebagai pelatih timnas Argentina.

“Sebagai pelatih, saya harus membela pemain saya. Jika orang datang mengatakan mereka ingin membawa pemain kami pergi atau mendeportasi mereka, kami harus melakukan sesuatu,”ujar Scaloni dikutip dari ESPN.

Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Empat pemain Argentina diduga melakukan pelanggaran prokes. Akibat pelanggaran itu, laga Brasil vs Argentina dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Senin (6/9/2021) terpaksa dihentikan.

Empat pemain Argentina tersebut adalah Cristian Romero dan Gio Lo Celso dari Tottenham serta Emiliano Martinez dan Emiliano Buendia dari Aston Villa. Keempat pemain itu diduga berbohong saat mengisi daftar perjalanan selama 14 hari ke belakang.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes = Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan

Terkait dengan insiden ini, pelatih Argentina, Lionel Scaloni mengaku kehabisan kata-kata. Scaloni menyebut bahwa ia sebagai pelatih akan selalu membela anak asuhnya, apapun masalahnya.

“Itu membuat saya sangat sedih. Saya tidak mencari siapa pelakunya. Ini bukan waktunya untuk melakukan hal seperti itu. Laga ini harusnya menjadi pesta untuk semua orang. Saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan situasi ini,” kata Scaloni seperti dikutip Football5star.com dari ESPN.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan
Marca

“Sebagai pelatih, saya harus membela pemain saya. Jika orang datang mengatakan mereka ingin membawa pemain kami pergi atau mendeportasi mereka, kami harus melakukan sesuatu,”

“Delegasi CONMEBOL menyuruh saya dan tim untuk pergi ke ruang ganti dan kami melakukannya,”

Empat Pemain Argentina Tetap Pergi ke Stadion

Penghentian laga Brasil vs Argentina terjadi tak lama setelah keributan antara Neymar dengan Leandro Paredes di menit ke-5. Tak berselang lama, sejumlah agen dari otoritas kesehatan Brasil dan polisi federal memasuki lapangan.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes = Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan
Marca

Mereka berupaya untuk mendeportasi empat pemain Argentina yang diduga melanggar prokes. Presiden Anvisa, Laksamana Muda Angkatan Laut, Antonio Barra Torres mengatakan bahwa delegasi Argentina sebenarnya sudah diberitahu agar keempat pemain itu tetap diisolasi di hotel.

Namun menurut Torres, delegasi Argentina mengabaikannya. Menurut polisi federal, empat pemain Argentina itu tetap diikutsertakan untuk datang ke stadion.

“Itu adalah urutan ketidakpatuhan terhadap pedoman dan ketentuan protokol kesehatan. Ketika jaksa dan agen polisi datang ke hotel, mereka diberitahu bahwa para pemain telah pergi ke stadion dan cerita selanjutnya, seperti yang Anda lihat,” kata Torres kepada saluran televisi Brasil, Globo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Brasil vs Argentina dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dihentikan secara tiba-tiba, Senin (6/9/2021). Padahal pertandingan baru berjalan lima menit.

Penghentian laga Brasil vs Argentina terjadi tak lama setelah keributan antara Neymar dengan Leandro Paredes di menit ke-5. Alasan penghentian laga ini sendiri masih simpang siur.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes
Marca

Dikutip Football5star.com dari laporan jurnalis Inggris, Roger Bennett, laga ini dihentikan oleh pihak kepolisian karena adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pemain Argentina.

“Polisi federal Brasil berjalan ke lapangan untuk menahan 4 pemain Argentina yang diduga melakukan pelanggaran protokol kesehatan saat memasuki Brasil,” tulis Bennett di akun Twitter pribadinya.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes
Marca

“Keempat pemain tersebut adalah Cristian Romero dan Gio Lo Celso dari Tottenham serta Emiliano Martinez dan Emiliano Buendia dari Aston Villa,”

Brasil vs Argentina, Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Sementara itu, menurut laporan Marca, Otoritas kesehatan Brasil sempat berbicara kepada Lionel Messi, Casemiro dan Neymar. setelah pembicaraan itu para pemain Argentina pergi meninggalkan lapangan.

Tepantau, hanya para pemain Brasil yang berada di lapangan, sementara wasit dan ofisial Timnas Argentina juga meninggalkan lapangan.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes
Marca

Penghentian laga Brasil vs Argentina ini diduga kuat disebabkan karena adanya pelanggaran protokol kesehatan. Beberapa pemain yang seharusnya menjalani karantina karena Covid-19, malah ikut bertanding.

Oleh karena itu, pihak kepolisian dan otoritas kesehatan Brasil datang ke lapangan untuk menjemput pemain yang bersangkutan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari masing-masing tim, CONMEBOL, maupun FIFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Scaloni Minta Aturan Tegas Soal Tugas Pemain di Timnas

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Scaloni, pelatih timnas Argentina meminta adanya aturan yang lebih tegas soal pemanggilan pemain saat jeda internasional.

Pernyataan dari Lionel Scaloni ini untuk merespons sikap klub Liga Inggris yang dengan suara bulat menolak mengizinkan pemain untuk kualifikasi Piala Dunia 2022 dan laga persahabatan di negara-negara daftar merah Covid-19.

Lionel Scaloni Minta Aturan Tegas Soal Tugas Pemain di Timnas

Dengan sikap dari klub Liga Inggris ini, Brasil yang akan menjadi lawan Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2022 tidak akan diperkuat oleh sejumlah pemain kuncinya.

“Jika situasi ini terus berlanjut, maka persaingan menjadi tidak seimbang. Kami tidak tahu seperti apa pertandingan berikutnya dan itu tidak benar,” ucap Lionel Scaloni seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Minggu (5/9/2021).

“Di luar siapa yang terpengaruh pada situasi ini, Brasil, Paraguay, Cile, Argentina, Kolombia, hal ini tak bisa seperti ini,”

Lionel Scaloni Minta Aturan Tegas Soal Tugas Pemain di Timnas

“Pertandingan-pertandingan ini dimainkan karena sangat ketat dan keputusannya adalah menit terakhir. Tetapi mereka mengambil keputusan untuk laga berikutnya. Anda tidak bisa bersaing dengan situasi seperti ini,” papar Lionel Scaloni.

Lionel Scaloni Jelaskan Kondisi Messi

Sementara itu, Scaloni menjelaskan kondisi bahwa bintang andalan mereka, Lionel Messi. Menurut pelatih Argentina itu, Messi berada di kondisi cukup baik setelah medapat pelanggaran cukup brutal dari bek Venezuela, Luis Martínez.

Lionel Scaloni Minta Aturan Tegas Soal Tugas Pemain di Timnas

Aksi brutal Martinez kepada Lionel Messi terjadi saat pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Menurut Scaloni, anak asuhnya itu tidak mengalami cedera yang cukup serius setelah mendapat terjangan dari Martinez.

“Leo baik-baik saja, untungnya tendangan Martinez hanya sekedar menakuti-nakuti saja. Kami masih akan memastikan kondisinya 100 persen saat kami melakukan sesi latihan nanti,” kata Scaloni

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Venezuela vs Argentina

Prediksi Venezuela vs Argentina
Prediksi: Venezuela vs Argentina 40
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
FootballPredictions.com
Venezuela 0-2 Argentina
Sportsmole
Venezuela 0-3 Argentina
Forebet
Venezuela 0-1 Argentina
FOOTBALL5STAR
Venezuela 0-2 Argentina
Estadio Polideportivo de Pueblo Nuevo, Jumat (3/9/2021) 7:00 WIB

Football5Star.com, Indonesia Memihak kepada tim tamu, begitu prediksi PraPiala Dunia 2022 antara Venezuela vs Argentina di Estadio Polideportivo de Pueblo Nuevo, Jumat (3/9/2021) pagi WIB. Namun, Argentina harus waspada karena beberapa kali Venezuela acap jadi batu sandungan.

Jelas, di atas kertas Argentina diunggulkan untuk mengambil tiga poin. Terlebih, pasukan Lionel Scaloni itu sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai jadi juara Copa America 2021. Namun, mereka harus ekstra waspada soal kejutan yang mungkin diberikan tuan rumah.

Faktanya, Argentina cuma sekali menang dalam empat laga terakhir melawan Venezuela di semua kompetisi. Apalagi, kini Venezuela jua datang dengan wajah baru usai tak memperpanjang kontrak Jose Peseiro. Tim sementara di bawah kendali Leonardo Alberto González.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi Venezuela vs Argentina
Prediksi: Venezuela vs Argentina 41
TREN PERFORMA
Prediksi Venezuela vs Argentina
Prediksi: Venezuela vs Argentina 42
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Prediksi Venezuela vs Argentina akan seru karena rekor buruk tim tamu. Mereka tak pernah menang dalam dua lawatan terakhir ke Venezuela.
  • Terakhir kali Argentina menang di Venezuela terjadi pada 2007 saat gol gabriel Milito dan Lionel Messi jadi penentu.
  • Pertandingan kedua kesebelasan dijamin akan terjadi gol. Sebab, sejak pertama kali bersua 1951 silam, pertandingan tak pernah berakhir imbang tanpa gol.
  • Argentina selalu mencetak gol ke gawang Venezuela enam laga beruntun.
  • Venezuela baru dua kali menang lawan Argentina. Namun, kemenangan terjadi diraih 2018 lalu saat menang 3-1 pada laga persahabatan.
 PELATIH
  • Venezuela akan dipimpin Leonardo Alberto González sebagai interim.
  • Gonzalez belum pernah sekalipun bersua Argentina sebelumnya.
  • Laga nanti akanjadi pertemuan pertama Gonzales melawan Scaloni.
  • Prediksi Venezuela vs Argentina bakalan ketat karena Scaloni punya rekor imbang lawan Venezuela dalam dua kali pertemuan, yakni sekali menang dan sekali imbang.

Wasit
  • Partai Venezuela vs Argentina rencananya akan dipimpin wasit asal Uruguay, Leodan Gonzalez.
  • Gonzalez belum pernah pimpin laga Argentina di level senior sebelumnya.
  • Gonzales pernah dua kali memimpin laga Argentina pada level U-17. Hal itu saat Argentina menang 3-0 atas Peru dan takluk 0-2 dari Brasil.
  • Venezuela belum pernah dipimpin oleh Gonzalez.
  • Gonzalez pernah sekali pimpin laga Venezuela U-17 saat takluk 0-1 dari Brasil, 2017.
PEMAIN KUNCI

Venezuela

Top Scorer: Jhon Chancellor, Luis Del Pino, Salomon Rondon (1)
Top Assist: Yangel Herrera, Yeferson Soteldo (1)
Top Rating:

Argentina

Top Scorer: Nicolas Gonzalez, Lautaro Martinez, Lionel Messi (2)
Top Assist: Giovanni Lo Celso (2)
Top Rating:

*Statistik berdasar PraPiala Dunia 2022 via Soccerway.

BERITA KEDUA TIM
  • Venezuela: Semua pemain bisa diturunkan
  • Argentina: Semua pemain bisa diturunkan
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi Venezuela vs Argentina
Prediksi: Venezuela vs Argentina 43

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gemilang di Sevilla, Erik Lamela Gagal Tembus Timnas Argentina

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Erik Lamela kembali menunjukkan tajinya bersama Sevilla. Ia berhasil mencetak satu gol dan membawa Los Rojiblancos meraih poin penuh di markas Genoa pada Selasa (24/8) dinihari WIB.

Total, Lamela sudah menyumbang tiga gol dari dua partai LaLiga bersama Sevilla. Namun, catatan tersebut tak membuat Lamela mendapat tempat di skuat timnas Argentina.

Erik Lamela - Argentina - @laliga
twitter.com/laliga

Ya, Lamela menjadi salah satu nama besar yang menghilang dari skuat Albiceleste untuk partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 bulan depan. Ketimbang membawa Lamela, pelatih Albiceleste, Lionel Scaloni lebih memilih untuk memasukkan Giovani Lo Celso, Angel Di Maria serta Rodrigo De Paul ke dalam skuatnya.

Lamela bukanlah satu-satunya nama beken yang tak dipilih Scaloni ke dalam skuatnya. Mauro Icardi juga tak masuk ke skuat Albiceleste karena mengalami cedera bahu. Cedera tersebut diderita Icardi ketika membela Paris Saint-Germain pada partai di markas Stade Brest pada Senin (23/8) dinihari WIB.

Argentina akan melakoni tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka bakal menghadapi Venezuela (3/9), Brasil (6/9) dan Bolivia (10/9).

Erik Lamela - Argentina - GiveMeSport
GiveMeSport
DAFTAR PEMAIN TIMNAS ARGENTINA:

Kiper: Emiliano Martinez (Aston Villa), Franco Armani (River Plate), Juan Musso (Atalanta), Geronimo Rulli (Villarreal)

Belakang: Gonzalo Montiel (Sevilla), Nahuel Molina (Udinese), German Pezzela (Real Betis), Juan Foyth (Villarreal), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolas Otamendi (Benfica), Lucas Martinez Quarta (Fiorentina), Lisandro Martinez (Ajax), Marcos Acuna (Sevilla), Nicolas Tagliafico (Ajax)

Tengah: Rodrigo De Paul (Atletico Madrid), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Leandro Paredes (Paris Saint-Germain), Guido Rodriguez (Real Betis), Nicolas Dominguez (Bologna), Giovani Lo Celso (Tottenham Hotspur), Papu Gomez (Sevilla), Angel Di Maria (Paris Saint-Germain)

Depan: Angel Correa (Atletico Madrid), Julian Alvarez (River Plate), Joaquin Correa (Lazio), Nicolas Gonzalez (Fiorentina), Emiliano Buendia (Aston Villa), Lautaro Martinez (Inter Milan), Paulo Dybala (Juventus), Lionel Messi (Paris Saint-Germain)

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020 telah merampungkan pertandingan akhir. Dua tim besar tersingkir di laga terakhir dari grup A dan C Olimpiade 2020. Prancis dan Argentina mengikuti jejak Jerman dari grup D yang tersingkir dari babak fase grup.

Di grup A Olimpiade 2020 pada pertandingan terakhir tercipta banyak gol. Pada laga tuan rumah Jepang melawan Prancis, skor akhir ialah 4-0. Di luar dugaan, Prancis harus bertekuk lutut dari Jepang dan pulang dari ajang Olimpiade 2020.

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Membutuhkan kemenangan di partai terakhir, Prancis hancur lebur oleh Jepang. Empat gol kemenangan Jepang dicetak oleh Takefusa Kubo, Hiroki Sakai, Koji Miyoshi dan Daizen Maeda. Hasil ini membuat Jepang keluar sebagai juara grup A.

Jepang ke babak perempat final didamping oleh Meksiko yang dipartai terkahir mengalahkan Afrika Selatan dengan skor telak 3-0. Di babak perempat final, Jepang akan bersua Selandia Baru sedangkan Meksiko melawan Korea Selatan.

Sedangkan di grup C Olimpiade 2020, Spanyol yang melawan Argentina di Saitama Stadium 2002 meraih hasil imbang 1-1. Bagi tim Matador, hasil ini sudah cukup untuk mereka melaju ke babak perempat final. Namun tidak bagi Argentina.

Karena hasil imbang ini membuat anak asuh Fernando Batista tersebut harus pulang lebih awal. Hal itu lantaran pesaing terdekat mereka, Mesir mampu meraih kemenangan 2-0 atas Australia. Meski Argentina dan Mesir memiliki poin sama, tapi Mohamed El Shenawy dkk lolos ke perempat final karena unggul agresifitas gol.

Pada babak perempat final, Mesir akan ditantang oleh Brasil pada 31 Juli mendatang. Sedangkan Spanyol menghadapi Pantai Gading di Miyagi Stadium.

Hasil pertandingan terakhir grup A dan C Olimpiade 2020:

Grup A:

Prancis 0-4 Jepang: (Kubo 27′, Sakai 34′, Miyoshi 70′, Maeda 90+1′)

Afrika Selatan 0-4 Meksiko 0-3: (Vega 18′, Luis Francisco Romo 45+1′,
MHenry Martín 60′)

Grup C:

Australia 0-2 Mesir (Rayyan 44′, Hamdy 85′)

Spanyol 1-1 Argentina (Mikel Merino 66′) (Tomás Belmonte 87′)

Klasemen akhir grup A Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Klasemen akhir grup C Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Gagal Cetak Gol ke Gawang yang Kosong, Pemain Ini Jadi Korban Bully

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sial betul nasib pemain klub Argentinos Juniors, Nicolas Reniero. Pesepak bola berusia 26 tahun ini jadi bulan-bulanan karena gagal mencetak gol ke gawang yang kosong.

Kejadian tak mengenakkan itu terjadi saat Nicolas Reniero bermain untuk Argentinos Juniors melawan Newell’s Old Boys dalam lanjutan Liga Argentina.

Pada menit injury time babak pertama, Reniero yang berposisi sebagai striker ini mendapat peluang emas. Bek Newell’s Old Boys melakukan kesalahan passing dan bola berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Reniero.

Setelahnya, Reniero cukup tenang untuk melewati kiper Newell’s Old Boys, Alan Aguerre. Reniero lalu menggiring bola dan tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong. Harusnya, ia dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.

Sayangnya, bola sepakan dari Reniero malah melambung tinggi ke atas gawang. Padahal Reniero berdiri sendirian tak mendapat tekanan dari pemain Newell’s Old Boys.

Blunder fatal Reniero pun berujung dirinya menjadi bahan bully sejumlah pihak. Media di Spanyol dan Inggris menyebut aksi Nicolas Reniero sebagai blunder paling fatal di tahun ini.

“Tembakannya yang buruk membuatnya malamnya menjadi lebih buruk. Itu adalah penyelesaian yang menyedihkan,” tulis media ESPN seperti dikutip Football5star.com, Selasa (27/7/2021).

Sementara itu, jurnalis asal Argentina, Juan Pablo Varsky menyebut bahwa Reniero seperti memiliki level tersendiri sebagai seorang striker. TNT Sports menyebut bahwa blunder Reniero ialah aneh tapi nyata.

Beruntung bagi Reniero, timnya mampu meraih kemenangan pada laga itu. Argentinos Juniors menang 1-0 atas Newell’s Old Boys lewat gol Lucas Villalba pada menit ke-87.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pemain Incaran Manchester United Bawa Argentina Raih Kemenangan Pertama

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pemain incaran Manchester United, Facundo Medina menjadi satu-satunya pencetak gol di pertandingan kedua babak fase grup C Olimpiade 2020 antara Mesir vs Argentina, Minggu (25/7/2021).

Bermain di Sapporo Dome, Argentina yang di pertandingan pertama melawan kalah dua gol tanpa balas berusaha untuk bisa meraih hasil positif melawan Mesir.

Pemain Incaran Manchester United Bawa Argentina Raih Kemenangan Pertama

Pelatih Fernando Batista menurunkan susunan pemain tak jauh berbeda saat melawan Australia. Di lini depan, Batista memainkan tiga penyerang, Pedro de la Vega di sayap kanan, Ezequiel Barco di sisi kiri dan Adolfo Gaich sebagai ujung tombak.

Sementara di kubu Mesir, anak asuh Shawky Gharieb cukup percaya diri melawan Argentina. Berbekal hasil imbang 0-0 melawan Spanyol, Ramadan Sobhi dkk tampil cukup agresif di laga melawan Argentina.

Pada menit ke-13 misalnya, Sobhi hampir membuat Mesir unggul. Sayang sepakannya masih bisa diantisipasi oleh kiper Jeremías Ledesma. Lima menit kemudian, Mesir kembali mengancam gawang Argentina.

Full back, Karim El Eraki yang mendapatkan peluang emas. Sayang pemain Al Masry itu tak tenang meski tinggal berhadapan dengan Ledesma. Di babak pertama, Argentina berusaha keras untuk bisa mengimbangi permainan cepat Mesir.

Pada babak kedua, petaka untuk Mesir tercipta pada menit ke-51. Pemain incaran Manchester United, Facundo Medina memanfaatkan bola sepak pojok untuk menaklukkan kiper Mohamed El Shenawy. Ini menjadi satu-satunya gol yang tecipta pada laga ini.

Pada awal Januari lalu, Manchester United sempat dirumorkan ingin mendatangkan Medina. Dikutip dari Manchester Evening News, United cukup tertarik pada bek milik Lens tersebut. Selain bisa menjadi bek tengah, Medina juga mampu ditempatkan sebagai seorang full back.

Di partai terakhir grup C Olimpiade 2020, Argentina akan ditantang oleh Spanyol pada 28 Juli 2021. Hasil imbang melawan Spanyol sudah cukup untuk membuat tim Tango U-23 lolos ke babak perempat final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bawa Inter dan Argentina Juara, Lautaro Martinez Merasa Istimewa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lautaro Martinez jadi pemain paling bahagia tahun ini. Bagaimana tidak, dia sukses membawa Inter Milan dan Argentina juara.

Inter Milan merengkuh scudetto ke-19. Sedangkan Argentina juara Copa America untuk ke-15 kalinya. Menariknya keduanya sudah lama puasa gelar.

Berhasil juara di tingkat klub dan tim nasional pada tahun yang sama membuat Lautaro Martinez bahagia. Menurutnya ini merupakan tahun istimewa dalam kariernya.

lautaro martinez argentina getty
Getty Images

“Saya selalu senang kembali ke klub ini, tahun ini luar biasa. Saya memenangkan dua gelar, satu sangat istimewa dengan timnas Argentina. Kami sudah lama tidak memenangkan trofi,” kata sang bomber disela-sela kunjungan ke klub masa kecilnya, Atletico Liniers, Rabu (21/7/2021).

“Selalu menyenangkan menerima dukungan ini dengan begitu banyak pesan di media sosial untuk keluarga saya dan saya. Itu membuat saya merasakan dukungan orang-orang, bukan hanya untuk saya tapi juga seluruh timnas,” ia menambahkan.

Setelah membawa Argentina juara Copa America, Lautaro Martinez belum kembali ke Italia. Ia masih mendapat jatah libur di kampung halaman.

Untuk mengisi libur, striker 23 tahun menyempatkan diri datang ke klub masa kecilnya, Atletico Liniers. Di sana ia berlatih ringan guna menjaga kebugaran fisik.

Lautaro Martinez dijadwalkan baru kembali ke Italia pekan depan. Dan langsung bergabung dengan skuat di Appiano Gentile.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Daftar Pemain Tim Grup C Olimpiade 2020: Pembuktian Pemain Muda Terbaik EURO

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Grup C babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020 dihuni Argentina, Spanyol, Mesir dan Australia. Dua tim pertama menjadi favorit untuk bisa lolos dari babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020.

Spanyol U-23 di perhelatan Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo diperkuat oleh pemain muda terbaik EURO 2020, Pedri. Ajang ini menjadi pembuktian untuk pemain Barcelona tersebut bahwa gelar itu layak dimiliknya.

Bagi pelatih Luis de la Fuente, medali emas wajib diraih lantaran skuat yang dimiliki memiliki kekuataan cukup merata di semua lini. Enam pemain yang dipanggil Luis de la Fuente ialah mereka yang bermain di EURO 2020. Artinya ada pengalaman untuk bermain di level internasional.

Akan tetapi langkah Spanyol harus terlebih dahulu mengatasi perlawanan tim Tango U-23 yang dilatih Fernando Batista. Mayoritas pemain yang dipanggil Batista ke Tokyo adalah kombinasi pemain lokal dengan pemain yang bermain di luar Argentina.

Mengandalkan pemain lokal juga menjadi ciri dari kekuataan Mesir di Olimpiade 2020. Pelatih Shawky Gharieb hanya memanggil satu nama pemain yang berkompetisi di luar Mesir yakni pemain senior Ahmed Hegazi yang bermain di Al-Ittihad.

Daftar Pemain Tim Grup C Olimpiade 2020:

Argentina:

Kiper: Joaquin Blazquez, Lautaro Morales, Jeremias Ledesma.

Bek: Hernan de la Fuente, Marcelo Herrera, Nehuen Perez, Leonel Mosevich, Facundo Medina, Francisco Ortega, Claudio Bravo.

Daftar Pemain Tim Grup C Olimpiade 2020: Pembuktian Pemain Muda Terbaik EURO

Gelandang: Fausto Vera, Santiago Colombatto, Tomas Belmonte, Martin Payero, Thiago Almada, Esequiel Barco.

Penyerang: Carlos Valenzuela, Pedro de la Vega, Alexis Mac Allister, Agustin Urzi, Adolfo Gaich, Ezequiel Ponce.

Pelatih: Fernando Batista

Australia:

Kiper: Tom Glover, Ashley Maynard-Brewer, Jordan Holmes.

Bek: Nathaniel Atkinson, Thomas Deng, Joel King, Kye Rowles, Harry Souttar, Jay Rich-Baghuelou.

Daftar Pemain Tim Grup C Olimpiade 2020_

Gelandang: Keanu Baccus, Denis Genreau, Riley McGree, Connor Metcalfe, Dylan Pierias, Caleb Watts, Cameron Devlin, Marco Tillo.

Penyerang: Daniel Arzani, Nicholas D’Agostino, Mitchell Duke, Reno Piscopo, Lachlan Wales.

Pelatih: Graham Arnold

Mesir:

Kiper: Mohamed El Shenawy, Mohamed Sobhy, Mahmoud Gad.

Bek: Ahmed Hegazi*, Mahmoud Hamdy, Mohamed Abdel Salam, Osama Galal, Ahmed Ramadan, Karim El-Eraky, Karim Fouad, Ahmed Abou El Fotouh.

Daftar Pemain Tim Grup C Olimpiade 2020

Gelandang: Akram Tawfik, Amar Hamdy, Nasser Maher, Emam Ashour.

Penyerang: Ramadan Sobhi, Ibrahim Adel, Abdel Rahman Magdy, Taher Mohamed, Salah Mohsen, Nasser Mansi, Ahmed Yasser.

Pelatih: Shawky Gharieb

Spanyol:

Kiper: Alex Dominguez, Alvaro Fernandes, Unai Simon.

Bek: Eric Garcia, Juan Miranda, Oscar Mingueza, Oscar Gil, Pau Torres, Jesus Vallejo.

Luis Enrique Bandingkan Pedri dengan Andres Iniesta

Gelandang: Pedri, Bryan Gil, Martin Zubimendi, Marc Cucurella, Jon Moncayola, Dani Olmo, Carlos Soler, Dani Ceballos, Mikel Merino, Marco Asensio.

Penyerang: Javi Puado, Rafa Mir, Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juara Copa America, Messi Berterima Kasih kepada Maradona

gamespool
Juara Copa America, Messi Berterima Kasih kepada Maradona 70

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Argentina, Lionel Messi, mendedikasikan gelar Copa America 2021 nya kepada beberapa orang, termasuk mendiang Diego Maradona. Messi juga mengatakan bahwa Argentina masih bisa berkembang lagi.

Argentina berhasil menjadi juara Copa America untuk pertama kalinya sejak 1993 setelah mengalahkan Brasil 1-0, (11/7/21). Ini juga merupakan gelar pertama Messi untuk tim senior Argentina. La Pulga memberi pesan panjang lewat Instagramnya.

“Itu adalah Copa yang luar biasa. Kami tahu bahwa kami masih dapat meningkatkan banyak hal, tetapi kenyataannya adalah bahwa para pemain memberikan jiwa mereka dan saya sangat bangga menjadi kapten grup yang spektakuler ini,” tulis Messi seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagramnya.

Diego Maradona jadi pelatih Lionel Messi di timnas Argentina pada 2008 hingga 2010.
as.com

Messi mendedikasikan trofi ini untuk keluarga, fans, dan legenda besar Argentina, Diego Maradona yang meninggal tahun lalu.

“Saya ingin mendedikasikan kesuksesan ini untuk keluarga saya, yang selalu memberi saya kekuatan untuk terus maju, kepada teman-teman saya yang sangat saya cintai, kepada semua orang yang mendukung kami dan terutama 45 juta orang Argentina yang telah mengalami hal buruk dengan virus ini, terutama yang berdekatan dengan (virus) itu,” kata Messi.

Dia melanjutkan, “Ini untuk Anda semua. Dan, tentu saja, terima kasih kepada Diego (Maradona), yang mendukung kami dari mana pun dia berada.”

Gelar Copa America ini merupakan gelar ke-15 untuk La Albiceleste, terbanyak bersama Uruguay.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Scaloni Dulu Diragukan, Sekarang Bawa Argentina Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Masa kelam Argentina telah berakhir. Kini mereka berstatus sebagai juara Copa America setelah mengandaskan perlawanan Brasil 1-0 di stadion Maracana, Minggu (11/7/2021).

Kesuksesan Argentina ini tak lepas dari tangan dingin Lionel Scaloni. Tidak punya nama mentereng sebagai pelatih ia mampu membungkam para peragu dalam waktu tiga tahun.

Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, mengakui kepercayaannya terhadap Scaloni sempat diragukan banyak pihak. Termasuk beberapa anggota AFA.

Claudio Tapia puas melihat kinerja Lionel Scaloni di timnas Argentina.
diagonales.com

“Menunjuknya sebagai pelatih keputusan sulit. Banyak yang meragukan dia. Tapi Komite Eksekutif yakin pada kemampuannya dan mereka mendukung keputusan saya,” kata Claudio Tapia seperti dikutip Football5star dari Tyc Sports, Minggu (11/7/2021).

“Scaloni punya pengalaman karena dia bagian dari staf pelatih yang telah bekerja. Orang-orang melihat kepemimpinannya. Hari ini kami memiliki gelar yang sudah lama tidak kami raih. Waktu sekarang harus benar-benar kami nikmati,” ia menambahkan.

Lionel Scaloni sudah menjadi staf pelatih Argentina sejak 2017 lalu. Kala itu dia berperan sebagai asisten Jorge Sampaoli.

Usai Piala Dunia 2018 dan Jorge Sampaoli dipecat, mantan pemain Lazio dipercaya sebagai pelatih interim. Hanya bermodalkan pelatih timnas U-20 Argentina di CV ia mampu membuat performa Argentina kian stabil sampai akhirnya diangkat sebagai pelatih tetap.

Keputusan itu pun berbuah manis. Lionel Scaloni berhasil menyudahi puasa gelar Argentina selama 28 tahun dengan mengangkat trofi Copa America ke-15.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Messi Usai Argentina Juara: Saya Terlalu Sering Pergi dengan Kesedihan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Argentina mengunci gelar Copa America ke-15. Kepastian ini didapat setelah Lionel Messi dkk mengalahkan Brasil 1-0 di final, Minggu (11/7/2021).

Sukses merebut trofi Copa America membuat Lionel Messi bahagia. Ia mengaku selama ini sering mengalami kesedihan karena selalu gagal memberikan prestasi untuk negaranya.

“Berkali-kali saya harus pergi dengan kesedihan dan saya tahu ini akan terjadi. Tidak ada momen yang lebih baik dari itu. Ini akan jadi laga yang terus saya kenang selamanya,””ungkap La Pulga seperti dikutip Football5star dari Tyc Sports, Minggu (11/7/2021).

argentina-copa america
@Argentina

“Ini adalah kegilaan dan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan. Skuat kami semakin kuat sejak Copa America terakhir dan mereka benar-benar layak mendapatkannya,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, bintang Argentina memuji dampak kehadiran Lionel Scaloni sebagai pelatih. Menurutnya sang nakhoda piawai menempatkan para pemain dan berhasil membuat mereka berkembang dari waktu ke wakti.

“Ini adalah penghargaan untuk apa yang telah dia bangun. Sudah tiga tahun dari sekarang dan tim ini selalu berkembang,” sambung pemain berujul La Pulga.

“Scaloni tahu bagaimana mengumpulkan para pemain yang spektakuler dan menang. Dia harus mendapat pengakuan itu. Argentina sudah lama tidak merasakan juara Copa America,” tutup pemain yang kontraknya di Barcelona telah habis 30 Juni lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Messi Langsung Rayakan Gelar Copa America Bersama Antonella

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Penantian Lionel Messi membawa Argentina juara berakhir. Ia sukses menjadikan Albiceleste juara Copa America 2021.

Kesuksesan ini membuat Lionel Messi bahagia. Sebagai kapten tim dia jadi orang paling bahagia atas juara Argentina.

Kebahagiaan ini pun langsung dibagikan bersama orang-orang tersayang. Sesaat setelah pertandingan menegangkan melawan Brasil ia langsung menghubungi sang istri, Antonella Rocuzzo.

La Pulga langsung merayakan juara bersama Antonella dan anak-anaknya. Lewat sambungan video call keduanya meluapkan kegembiraan.

“Kita juara. Ayo Argentina, ayo cintaku, ayo. Apa yang kamu impikan kepada Tuhan akhirnya diberikan kepadamu,” kata Antonella saat menyemangati sang suami seperti dilansir Tyc Sports, Minggu (11/7/2021).

“Kamu sangat pantas mendapatkannya. Aku sudah tidak sabar melihatmu dan merayakan juara Copa America bersamamu,” sambungnya.

Dua sejoli ini memang sedang terpisah karena tugas negara. Messi berada di Brasil tempat berlangsungnya Copa America. Sedangkan sang istri tetap di Argentina. Ia tak bisa menemani La Pulga di Brasil karena pandemi covid-19.

Pada final di stadion Maracana, bintang Barcelona memang tidak mencetak gol. Tapi dia patut berbangga dengan trofi ini.

Di skuat Argentina saat ini hanya tinggal dirinya, Angel Di Maria, dan Sergio Aguero pemain senior yang dipertahankan Lionel Scaloni. Sedangkan veteran lain seperti Javier Mascherano, Carlos Tevez, hingga Pablo Zabaleta sudah pensiun dari tugas negara.

Messi dan Neymar Tertawa Lepas Usai Argentina Juara Copa America

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Argentina terlibat pertarungan sengit melawan Brasil di final Copa America, Minggu (11/7/2021). Pada akhirnya Albiceleste keluar sebagai juara lewat kemenangan tipis 1-0.

Tingginya tensi pertandingan ternyata tidak membuat persahabatan Lionel Messi dan Neymar terganggu. Saat memulai laga mereka masih melempar senyum dan berpelukan.

Selama 90 menit laga keduanya jarang terlibat duel karena posisi mereka yang sama-sama sebagai striker. Setelah itu, kendati Lionel Messi yang juara, Neymar tak sedikit pun kehilangan tawa.

Dia memang kecewa karena gagal membawa Brasil juara. Tapi pemain termahal dunia tidak mau terlihat sedih saat sahabatnya mengangkat trofi pertama untuk Argentina.

Sesaat setelah pesta juara, Lionel Messi dan Neymar bertemu lagi sebagai kawan. Bersama Leandro Paredes, rekan La Pulga di timnas dan kolega bintang Tim Samba di Paris Saint-Germain mereka tertawa lepas.

Tidak ada rasa canggung di antara ketiganya. Sama-sama tak memakai baju mereka berbicara akrab dan tak jarang tertawa lepas.

Pemandangan ini memang bisa dimaklumi. Ini tak lepas dari masa lalu mereka yang pernah bermain bersama di Barcelona.

Selama empat musim dari 2013 hingga 2017 Messi dan Neymar bermain di Barcelona. Mereka adalah duet sehati dengan Luis Suarez di lini depan. Pertemanan itu pun berhasil dijaga sampai sekarang kendati berposisi sebagai lawan di lapangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Rekor Menarik Copa America Usai Argentina Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Copa America selesai digelar. Pada ajang yang berlangsung di Brasil ini Argentina sukses keluar sebagai juara.

Bagi Argentina, ini pertama kalinya mereka juara dalam 28 tahun terakhir. Ya butuh waktu lama untuk mereka kembali naik singgasana.

Hal serupa juga dicatatkan Lionel Messi. Di tingkat senior, ini merupakan trofi pertama yang dia persembahkan untuk negara.

Di luar itu, Copa America 2021 menghadirkan banyak rekor baru. Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Argentina Samai Gelar Uruguay
Lionel Messi akhirnya meraih trofi internasional pertama setelah laga Argentina vs Brasil berakhir 1-0.
Getty Images

Di final yang berlangsung di stadion Maracana, Argentina bertemu Brasil. Pertandingan berlangsung sengit kendati hanya satu gol yang tercipta.

Gol Angel Di Maria sudah cukup menjadikan Albiceleste juara. Gelar ini sekaligus jadi gelar ke-15 mereka di turnamen antarnegara Amerika Latin.

Torehan ke-15 juga mengembalikan Argentina ke daftar teratas. Mereka kini bersanding dengan Uruguay sebagai negara yang paling sering juara.

  • Ketangguhan Emiliano Martinez

Masalah Argentina terkait kiper berkualitas akhirnya selesai sejak Emiliano Martinez jadi palang pintu terakhir. Selama ini mereka selalu krisis kiper top.

Emiliano Martinez yang tampil apik bersama Aston Villa sukses menularkan performanya itu ke timnas Argentina. Banyak penyelamatan gemilang yang dia buat sepanjang turnamen.

Hasilnya bisa dilihat selama Copa America. Dia tidak hanya membawa Argentina juara. Tapi juga sukses bukukan cleansheet terbanyak dengan membukukan empat kali nirbobol.

  • Kemenangan Bersejarah Argentina atas Brasil

Juara Argentina tahun kian sempurna. Sebab tim yang mereka kalahkan adalah tuan rumah Brasil. Ini menjadi kemenangan pertama mereka atas Brasil di final Copa America sejak 1937 silam.

Albiceleste sejatinya cukup sering mengalahkan Tim Samba. Mereka sering bertemu di kualifikasi Piala Dunia atau pertandingan persahabatan, bahkan di Copa America. Tapi di final Lionel Messi dkk selalu gagal.

Sebelumnya, kedua negara tiga kali bertemu di final Copa America. Yakni 1937, 2004, dan 2007. Ketiga laga itu dimenangkan Brasil.

  • Brasil Tim Paling Subur dan Minim Kebobolan
Sosok Misterius Ini Ramal Brasil Hancurkan Argentina 5-1

Brasil memang gagal juara dan mencetak gol di final. Tapi performa mereka sepanjang Copa America 2021 sangat mengagumkan.

Tim Samba menjadi tim paling subur sepanjang turnamen. Neymar dkk sukses menyarangkan 12 gol. Maklum saja, sebelum final mereka selalu mencetak gol di tiap pertandingan.

Tidak hanya itu, anak asuh Tite juga jadi tim dengan kebobolan paling minim. Gawang Alisson Becker hanya tiga kali kebobolan.

  • Catatan Buruk Venezuela dan Peru
Venezuela vs Peru - Copa America - @seleccionperu
twitter..com/seleccionperu

Di Amerika Selatan, Venezuela jadi tim terburuk bersama Bolivia. Predikat ini kembali ditegaskan di Copa America tahun ini.

Venezuela hanya mampu mencetak dua gol dan itu menjadikan mereka sebagai tim dengan gol paling sedikit. Dua gol itu bahkan hanya dicetak dalam satu pertandingan saat menahan imbang Ekuador 2-2.

Catatan buruk lainnya juga dibuat Peru. Berhasil menembus semifinal tidak membuat lini belakang mereka kokoh. Peru justru jadi tim dengan kebobolan terbanyak lewat 14 gol yang bersarang ke jalanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Argentina Juara, Kesempurnaan Lionel Messi Lengkap Sudah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Argentina sukses mengunci gelar Copa America 2021. Lionel Messi berhasil membawa negaranya juara untuk pertama kali.

Lionel Messi memang tidak mencetak gol. Bukan dia pula yang membuat assist atas gol Angel Di Maria saat menghadapi Brasil di stadion Maracana, Minggu (11/7/2021).

Akan tetapi, kemenangan 1-0 sudah cukup menyempurnakan karier La Pulga. Sejak debut di tingkat profesional 2004 silam tak sekali pun dia membawa Argentina angkat piala.

Lionel Messi akhirnya meraih trofi internasional pertama setelah laga Argentina vs Brasil berakhir 1-0.
Getty Images

Padahal di level klub semua trofi berhasil diraih. Empat kali dia bawa Barcelona juara Liga Champions. Juga 10 gelar LaLiga dan masih banyak lainnya.

Mega bintang 34 tahun juga tidak kekurangan gelar individu. Enam Ballon d’Or adalah bukti sahih dia sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Akan tetapi, jika berbicara gelar bersama timnas Argentina, Messi bukanlah apa-apa. Albiceleste selalu menemui kegagalan bersamanya selama 15 tahun ke belakang.

Capaian mereka memang tidak selalu buruk. Pada kurun waktu tersebut mereka empat kali menembus partai final. Sayang, di tiga final Copa America dan satu Piala Dunia selalu berujung kekalahan

Kegagalan itu pula yang membuat dia tidak sempurna. Dia bahkan menjadi bulan-bulanan ketika Cristiano Ronaldo membawa Portugal juara Euro 2016,

Dan pada 2021 penantian La Pulga berakhir pada tahun ke-16 nya berseragam Argentina. Dia kini telah sempurna sebagai pemain dengan gelar Copa America.

Ini menjadi gelar pertama Lionel Messi bersama tim senior Argentina. Ia sekaligus membawa negaranya menyamai torehan Uruguay yang sudah juara Copa America sebanyak 15 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Tak Perlu Gelar Copa America

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi akan kembali memimpin Argentina di final Copa America melawan Brasil, Minggu (11/7/2021). Ini merupakan final keempat La Pulga di turnamen antarnegara Amerika Latin.

Sayang, di tiga final sebelumnya Lionel Messi selalu menemui kegagalan. Di final keempatnya banyak yang berharap dia mengangkat trofi pertama bersama Argentina.

Pelatih Albiceleste, Lionel Scaloni, juga berharap demikian. Tapi ia menegaskan pemain sebesar Messi tak perlu gelar Copa America.

lionel scaloni
@Argentina

“Menang atau tidak dia akan terus menjadi pesepak bola terbaik dalam sejarah. Dia tidak perlu memenangkan gelar untuk menunjukkannya,” ujar Scaloni kepada Marca seperti dikutip Football5star dari Football Espana, Sabtu (10/7/2021).

“Tentu saja kami ingin menang karena kami belum melakukan semua upaya ini untuk tidak memecah gelembung yang ada,” sambung sang nakhoda.

Kehebatan Lionel Messi dianggap kurang sempurna selama ini. Dia sukses besar bersama Barcelona dengan memenangkan semua trofi. Termasuk enam gelar Ballon d’Or.

Akan tetapi, magi La Pulga tak pernah dirasakan timnas Argentina. Dia tidak pernah membawa negaranya juara selain empat final Copa America, Piala Dunia 2014.

Kendati demikian, Lionel Scaloni percaya sang kapten takkan terganggu dengan hal tersebut. “Apakah menang atau tidak, Leo telah menunjukkan bahwa dia adalah yang terbaik dalam sejarah. Semua lawan telah mengakuinya,” tutup sang pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Argentina vs Kolombia

Prediksi: Argentina vs Kolombia
Prediksi: Argentina vs Kolombia 99
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
Sportskeeda
Argentina 2-0 Kolombia
Predictz
Argentina 2-0 Kolombia
Forebet
Argentina 0-0 Kolombia
FOOTBALL5STAR
Argentina 1-0 Kolombia
Estadio Nacional de Brasilia,Rabu (7/7/2021) 08:00 WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia Pertandingan Argentina vs Kolombia dalam semifinal Copa America 2021 di Estadio Nacional de Brasillia, Rabu (7/7/2021) dipastikan akan panas. Sebab, kedua tim saling mengalahkan dalam beberapa pertemuan terakhir yang menjanjikan pertandingan seru buat para pencinta sepak bola dunia.

Argentina di atas kertas memang diunggulkan setelah meraih 11 kemenangan, enam imbang dan baru tiga kali kalah lawan Kolombia. Namun, faktanya tim berjuluk La Albiceleste tak pernah menang dalam tiga pertemuan terakhir kontra Kolombia. Kemenangan tiga gol tanpa balas lawan Ekuador di semifinal pastinya membuktikan kualitas Argentina sesungguhnya.

Namun sekali lagi, Kolombia bukan lawan yang patut dianggap remeh. Meski perjalanannya kurang meyakinkan hingga semifinal, pasukan Reinaldo Rueda itu justru bisa memberikan efek kejut. Tak diunggulkan bisa jadi senjata rahasia mereka.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi: Argentina vs Kolombia
Prediksi: Argentina vs Kolombia 100
TREN PERFORMA
Prediksi: Argentina vs Kolombia
Prediksi: Argentina vs Kolombia 101
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Pertemuan terakhir kedua tim di Copa America terjadi pada 16 Juni 2019 saat Kolombia menang dua gol tanpa balas berkat gol Roger Martinez dan Daniel Zapata.
  • Argentina vs Kolombia sudah enam kali bersua pada Copa America. Argentina memenangi tiga, berbanding dua milik Kolombia, dan satu imbang.
  • Argentina terakhir menang atas Kolombia pada 2016. Saat itu mereka menang tiga gol tanpa balas pada ajang Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan.
  • Ini adalah laga semifinal keempat beruntun Argentina di Copa America. Tiga gelaran sebelumnya, cuma sekali mereka gagal ke final, yakni edisi 2019.
  • Colombia sudah empat kali ke semifinal sejak 2001. Prestasi terbaiknya tentu 2001 saat menjadi juara.
 PELATIH
  • Lionel Scaloni sudah terlibat dalam partai Argentina vs Kolombia tiga kali sejak 2018.
  • Scaloni tak pernah bisa bawa La Albiceleste menang atas Kolombia sebelumnya dengan dua imbang dan satu kalah.
  • Scaloni telah tiga kali berjumpa Reinaldo Rueda, dengan rekor satu menang dan dua imbang.
  • Rueda sudah delapan kali melawan Argentina sejak 2004 bersama Ekuador, Cile, dan Kolombia.
  • Rueda punya rekor buruk lawan La Albiceleste, yakni tak pernah menang, lima imbang, dan 3 kalah.

Wasit
  • Partai Argentina vs Kolombia rencananya akan dipimpin oleh wasit asal Venezuela, Jesus Valenzuela.
  • Valenzuela sudah tiga kali mewasiti Argentina sebelumnya dengan mengeluarkan tiga kartu kuning.
  • La Albiceleste punya rekor bagus setiap diwasiti Valenzuela, yakni meraih dua menang dan satu imbang.
  • Kolombia belum pernah diwasiti oleh Valenzuela sebelumnya.
PEMAIN KUNCI

Argentina

Top Scorer: Lionel Messi (4)
Top Assist: Lionel Messi (4)
Top Rating:

Kolombia

Top Scorer: Miguel Borja, Edwin Cardona, Luis Diaz (1)
Top Assist: Miguel Borja, Juan Cuadrado (1)
Top Rating:

*Statistik berdasar Copa America 2021 via Soccerway.

BERITA KEDUA TIM
  • Argentina: Cristian Romero (cedera)
  • Kolombia: Yairo Moreno, Mateus Uribe (cedera)
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi: Argentina vs Kolombia
Prediksi: Argentina vs Kolombia 102

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lionel Messi Catat Sejumlah Rekor Usai Bawa Argentina ke Semifinal Copa America 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi menjadi bintang kemenangan bagi Timnas Argentina yang menggunduli Ekuador tiga gol tanpa balas, Minggu (4/7/2021). Aksinya di Estadio Olimpico Pedro Ludovico Teixeira itu bahkan membuatnya mencatat sejumlah rekor.

Pemain yang memiliki julukan La Pulga itu memang tampil begitu istimewa untuk Argentina saat meladeni Ekuador. Dia terlibat dalam semua gol yang diciptakan La Albiceleste, yakni dengan membuat dua assist serta satu gol indah di penghujung laga.

Aksinya tersebut membuat dia menciptakan sejumlah rekor. Salah satunya, dia kini tinggal tertinggal satu gol saja dari legenda Brasil untuk jadi top skorer di Amerika Selatan. Saat ini, Lionel Messi sudah mengemas 76 gol untuk Argentina, sedang Pele 77. Tak cuma itu, dia jua mencetak beberapa rekor lainnya. Apa saja?

https://twitter.com/FollowFDJChief/status/1411525408651157506

Berikut Rekor yang Diciptakan Lionel Messi Usai Argentina vs Ekuador:

  • Gol tendangan bebas ke gawang Ekuador adalah yang ke-58 kali dilakukan oleh Messi sepanjang kariernya. Dia kini unggul atas Cristiano Ronaldo yang baru mengemas 57 gol via tendangan bebas.
  • Sejak 1 Januari 2021, La Pulga jadi pemain yang paling banyak terlibat gol untuk klub dan negaranya. Dia total terlibat dalam 46 gol (33 gol dan 13 assist), mengguli Robert Lewandowski yang terlibat 38 gol (34 gol dan 4 assist)
  • Lionel Messi mencetak dua kali lebih banyak gol (4) dan assist (4) dari pemain lain di Copa America 2021
  • Catatan La Pulga sepanjang musim 2020-21 untuk klub dan negaranya: 58 laga, 44 gol, 22 assist, 148 tembakan tepat sasaran, 275 giringan bola sukses, 3638 umpan (85% akurat), 152 kali ciptakan peluang, dan 43 tekel.
  • Dari 10 gol yang dicetak Argentina di Copa América, Messi telah mencetak gol atau membuat assist 8 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nicolas Otamendi: Scaloni Ciptakan Kondisi Tim yang Kondusif

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nicolas Otamendi, bek timnas Argentina mengatakan bahwa kondisi internal tim Tango semenjak dilatih oleh Lionel Scaloni sangat kondusif. Menurut Nicolas Otamendi, Scaloni membuat para pemain menyadari betapa pentingnya mereka di tim nasional.

“Ada tim yang sangat bagus. Tidak hanay mereka yang bermain, tapi keseluruhan tim. Scaloni membuat kami semua merasa penting. Kami akan mencoba segalanya dengan baik di babak perempat final Copa America untuk terus melaju sampai final,” kata Nicolas Otamendi seperti dikutip Football5star.com dari Diario AS, Minggu (4/7/2021).

Nicolas Otamendi: Scaloni Ciptakan Kondisi Tim yang Kondusif

Argentina akan melawan Ekuador di babak perempat final Copa America 2021 pada Minggu pagi, pukul 08:00 WIB. Laga kedua tim akan berlangsung di Stadion Olimpico Pedro Ludovico. Menurut Otamendi, Argentina sangat siap untuk bisa mengalahkan Ekuador.

Otamendi menyebut bahwa skuat Argentina di Copa America 2021 ialah perpaduan antara pemain muda dengan pemain berpengalaman. Hal itu menjadi kekuataan tersendiri untuk Argentina bisa terus melaju sampai partai puncak dan menjadi juara.

“Saya pikir tim ini sangat bagus, sangat kompak. Dalam hal bersenang-senang, kami semua ada di sana dan ketika harus berkonsentrasi, kami juga mampu melakukannya,”

“Saya pikir tekanan akan selalu ada. Jersey ini digunakan dengan komitmen yang kuat dan Anda selalu ingin meninggalkan hal terbaik untuk negara Anda. Bagi kami, hal ini adalah sesuatu yang sangat penting,”

“Akan menjadi yang terbaik untuk memenangkan gelar. Kita semua berpikiran sama. Memenangkan gelar bersama tim nasional negara Anda adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita semua,” tutup Nicolas Otamendi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Bolivia vs Argentina

Prediksi: Bolivia vs Argentina
Prediksi: Bolivia vs Argentina 115
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
Sportskeeda
Bolivia 0-2 Argentina
Predictz
Bolivia 0-3 Argentina
Forebet
Bolivia 0-2 Argentina
FOOTBALL5STAR
Bolivia 0-2 Argentina
Arena Pantanal, Cuiba, Mato Grosso, Selasa (29/6/2021) 07:00 WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia Partai Bolivia vs Argentina di Arena Pantanal, Cuiba, Mato Grosso, Selasa (29/6/2021) pagi, diprediksi akan menjadi milik La Albiceleste. Meski, sepertinya Argentina akan melakukan rotasi dalam partai pamungkas Grup A Copa America 2021 itu.

Tiga kekalahan beruntun memang membuat langkah Bolivia dipastikan tak akan berlanjut ke babak delapan besar. Pasukan Cesar Farias itu bahkan cuma sanggup mencetak satu gol saja dalam tiga laga di Grup A. Lawan Argentina, jelas di atas kertas mereka tak diunggulkan. Tapi hal itu bisa jadi senjata karena Bolivia pasti akan main tanpa beban.

Argentina sendiri sebenarnya tak terlalu cemerlang di Grup A. Mereka memang tak terkalahkan dengan meraih dua kemenangan dan satu imbang. Namun, pasukan Lionel Scaloni tersebut cuma sanggup mencetak tiga gol saja. Melawan Bolivia, bisa menjadi kesempatan emas La Albiceleste untuk bisa berpesta gol, hitung-hitung pemanasan jelang ke fase delapan besar.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi: Bolivia vs Argentina
Prediksi: Bolivia vs Argentina 116
TREN PERFORMA
Prediksi: Bolivia vs Argentina
Prediksi: Bolivia vs Argentina 117
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Ini akan jadi laga keempat Bolivia vs Argentina dalam ajang Copa America. Argentina tak terkalahkan dalam tiga pertemuan sebelumnya, yakni dua menang dan satu imbang.
  • Bolivia pernah mengejutkan Argentina saat menang 2-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018, 29 Maret 2017 lalu. Itu jadi satu-satunya kemenangan Bolivia atas Argentina sejak 2009.
  • Argentina punya peluang berpesta gol ke gawang Bolivia. Sebab, dalam enam pertemuan terakhir total mereka sudah melesakkan 19 gol ke gawang Bolivia.
  • Argentina memang selalu sukses lolos dari fase grup dalam 14 edisi terakhir. Kali terakhir mereka gagal melaju ialah pada 1987.
  • Bolivia terakhir kali lolos ke babak delapan besar pada edisi 2015. Sayang, saat itu mereka gagal menembus semifinal karena takluk 1-3 dari Peru.
 PELATIH
  • Cesar Farias sudah enam kali bersua Argentina sejak 2009. Sebelum bersama Bolivia, dia jua pernah melawan Argentina dengan Venezuela.
  • Partai Bolivia vs Argentina diprediksi milik La Albiceleste karena rekor buruk Farias. Dia cuma menang sekali lawan Argentina, lima lainnya berakhir dengan kekalahan.
  • Satu-satunya pertemuan Farias dengan Luis Scaloni terjadi saat Bolivia kalah 1-2 dari Argentina, 13 Oktober 2020.
  • Scaloni baru sekali melawan Bolivia dan menang 2-1 pada 13 Oktober 2020.

Wasit
  • Laga Bolivia vs Argentina rencananya akan dipimpin oleh wasit asal Kolombia, Andres Rojas.
  • Rojas baru sekali menjadi pengadil pada ajang Copa America, yakni saat Uruguay main imbang 2-2 lawan Jepang, 2019.
  • Rojas belum pernah mewasiti Argentina sebelumnya.
  • Ini kali pertama Bolivia akan diwasiti oleh Rojas.
PEMAIN KUNCI

Bolivia

Top Scorer: Erwin Saavedra (1)
Top Assist:
Top Rating:

Argentina

Top Scorer: Alejandro Gomez, Lionel Messi, Guido Rodriguez (1)
Top Assist: Angel Di Maria, Lionel Messi (1)
Top Rating:

*Statistik berdasar Copa America 2021 via Soccerway.

BERITA KEDUA TIM
  • Bolivia: Oscar Ribera (cedera)
  • Argentina: Giovani Lo Celso, Nicolas Gonzalez, Exequiel Palacios (diragukan)
PRAKIRAAN FORMASI
line up general Bolivia vs Argentina
Prediksi: Bolivia vs Argentina 118

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Penampilan Argentina di Copa America 2021 Belum Puaskan Lionel Scaloni

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indoensia – Lionel Scaloni, pelatih Argentina mengaku belum cukup puas dengan penampilan Lionel Messi dkk di Copa America 2021. Scaloni menyoroti soal kondisi fisik para pemain Argentina di tiga pertandingan Copa America 2021.

“Yang membuat saya khawatir adalah kondisi fisik para pemain saya. Kondisinya bukan yang terbaik untuk bermain. Babak kedua juga kami kalah dari Paraguay. Jelas ada hal-hal yang harus ditingkatkan untuk pertandingan berikutnya,” kata Lionel Scaloni seperti dikutip Football5star.com dari alairelibre, Rabu (23/6/2021).

Penampilan Argentina di Copa America 2021 Belum Puaskan Lionel Scaloni

Scaloni pun menyebut bahwa Argentina seharusya tidak selalu tergantung kepada Lionel Messi. Scaloni pun mengisyaratkan untuk melakuk rotasi di skuat Argentina pada pertandingan berikutnya.

“Kenyataannya adalah bahwa Messi telah memainkan setiap pertandingan dan sangat sulit untuk tidak mengandalkannya. Ada kemungkinan bahwa pertandingan berikutnya kami akan melakukan rotasi,” ucap Scaloni.

“Setelah lolos dari babak fase grup, kami memiliki ketetangan pikiran dan sekarang kami akan mencoba mendapatkan itu. Kekuataan dalam latihan harus terus ditingkatkan,” tambah Lionel Scaloni.

Dari tiga pertandingan di Copa America 2021 yang telah dijalani oleh Argentina. Tim Tango saat ini memimpin klasemen grup A dengan koleksi 7 poin, selisih 2 poin dari Cile.

Di pertandingan keempat, Lionel Messi dkk akan menghadapi Bolivia di Arena Pantanal, Cuiabá pada 28 Juni mendatang. Nantinya di babak perempat final Copa America 2021, tim Tango akan menghadapi peringkat keempat grup B. Saat ini, peringkat grup B Copa America ialah Venezuela yang hanya selisih satu poin dengan Ekuador.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Copa America 2021: Brasil Perkasa, Cile & Argentina Petik Kemenangan Perdana

gamespool
Copa America 2021: Brasil Perkasa, Cile & Argentina Petik Kemenangan Perdana 125

Football5star.com, Indonesia – Brasil masih menjadi tim terbaik di ajang Copa America 2021. Pada Jumat (18/6) lalu, Selecao berhasil mengalahkan Peru dengan skor telak, 4-0.

Empat gol kemenangan Selecao dicetak oleh Alex Sandro (12′), Neymar (68′), Everton Robeiro (89′) dan Richarlison (90+3′). Kemenangan telak tersebut membuat skuat besutan Tite semakin tak tersentuh di puncak klasemen grup A. Mereka kini memiliki koleksi enam poin dan unggul dua angka dari Kolombia yang menempati posisi kedua,

Di grup B, Cile dan Argentina akhirnya berhasil memetik kemenangan perdananya. Pada Sabtu (19/6) pagi WIB, Cile berhasil mengalahkan Bolivia dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Ben Bererton.

Beberapa jam setelah kemenangan Cile, giliran Argentina yang meraup tiga poin di laga melawan Uruguay. Albiceleste mengalahkan Uruguay berkat gol semata wayang Guido Rodriguez di babak pertama.

Kemenangan atas Uruguay membuat Argentina berhak menduduki posisi puncak klasemen grup B. Diikuti Cile yang juga memiliki koleksi empat poin berkat satu kemenangan dan sekali imbang. Posisi buncit di grup B menjadi milik Bolivia yang menelan dua kekalahan beruntun.

Copa America 2021 - Brasil - @copaamerica
twitter.com/copaamerica
HASIL PERTANDINGAN PEKAN KEDUA COPA AMERICA 2021:

Jumat (18/6):

  • Kolombia 0-0 Venezuela
  • Brazil 4-0 Peru (Alex Sandro 12′, Neymar 68′, Everton Ribeiro 89′, Richarlison 90+3′)

Sabtu (19/6):

  • Cile 1-0 Bolivia (Ben Brereton 10′)
  • Argentina 1-0 Uruguay (Guido Rodriguez 13′)
KLASEMEN COPA AMERICA:

Grup A:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 Brasil 2 7 6
2 Kolombia 2 1 4
3 Venezuela 2 -3 1
4 Ekuador 1 -1 0
5 Peru 1 -4 0

Grup B:

Posisi Tim Main Selisih Gol Poin
1 Argentina 2 1 4
2 Cile 2 1 4
3 Paraguay 1 2 3
4 Uruguay 1 -1 0
5 Bolivia 2 -3 0

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Argentina vs Uruguay: Albiceleste Catat Kemenangan Perdana

gamespool
Argentina vs Uruguay: Albiceleste Catat Kemenangan Perdana 129

Foootball5star.com, Indonesia – Argentina berhasil meraih kemenangan pertamanya di ajang Copa America 2021 setelah mengalahkan Uruguay di Estadio Nacional de Brasilia pada Sabtu (19/6) pagi WIB. Laga Argentina vs Uruguay berakhir dengan skor 1-0 berkat gol Guido Rodriguez pada menit ke-13.

Tampil sebagai tim unggulan, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal. Pada menit ke-6, Lionel Messi nyaris membawa Albiceleste unggul. Namun, sepakannya dari luar kotak penalti gagal menembus gawang Fernando Muslera.

Tujuh menit berselang, Argentina berhasil membuka keunggulan melalui sundulan tajam Guido Rodriguez yang menanduk umpan Messi. Tertinggal satu gol, Urugay coba bangkit dan mulai menekan lini belakang Argentina.

Meski terus menyerang, gawang Muslera hampir kembali kebobolan pada menit ke-27. Memanfaatkan skema serangan balik, Messi berhasil memberi bola kepada Lautaro Martinez yang berlari bebas. Lautaro langsung melepas sepakan keras. Namun, upayanya digagalkan Muslera dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Argentina vs Uruguay - Copa America 2021 - @copaamerica
twitter.com/copaamerica

Di babak kedua, Uruguay meningkatkan intensitas serangannya. Akan tetapi, rapatnya lini pertahanan Argentina membuat La Celeste kesulitan menciptakan peluang berarti pada 20 menit pertama paruh kedua.

Uruguay baru bisa menciptakan peluang besar pertamanya pada menit ke-73 melalui sepakan akrobatik Luis Suarez. Namun, upaya Suaraz melambung tinggi di atas gawang Argentina yang dikawal Emiliano Martinez.

Di sisa waktu pertandingan, Uruguay terus menekan lini belakang Argentina. Namun, mereka gagal menyamakan keduukan dan skor 1-0 bertahan hingga babak kedua berakhir.

Kemenangan ini membawa Argentina ke puncak klasemen grup B Copa America 2021 dengan koleksi empat poin. Diikuti Cile yang menempati posisi kedua. Sementara itu, Uruguay harus puas duduk di posisi keempat.

SUSUNAN PEMAIN ARGENTINA VS URUGUAY:

Argentina: 23-Emiliano Martinez; 26-Nahuel Molina, 13-Cristian Romero, 19-Nicolas Otamendi, 8-Marcos Acuna; 7-Rodrigo De Paul (6-German Pezzella 90′), 18-Guido Rodriguez, 20-Giovani Lo Celso (14-Exequiel Palacios 52′); 10-Lionel Messi, 22-Lautaro Martinez (16-Joaquin Correa 52′), 15-Nicolas Gonzalez (11-Angel Di Maria 70′)

Pelatih: Lionel Scaloni

Uruguay: 1-Fernando Muslera; 13-Giovanni Gonzalez (25-Facundo Torres 70′), 2-Jose Gimenez, 3-Diego Godin, 17-Matías Vina; 15-Fede Valverde (24-Fernando Gorriaran 84′), 6-Rodrigo Bentancur (8-Nahitan Nandez 46′), 14-Lucas Torreira (5-Matias Vecino 64′), 7-Nicolas De La Cruz (26-Brian Ocampo 65′); 21-Edinson Cavani, 9-Luis Suarez

Pelatih: Oscar Tabarez

Kartu Kuning: Lo Celso 48′. E. Martinez 75′, Correa 90′ – Torreira 62′, Ocampo 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emiliano Martinez Keluhkan Lini Pertahanan Argentina

gamespool
Emiliano Martinez Keluhkan Lini Pertahanan Argentina 133

Football5star.com, Indonesia – Emiliano Martinez mengaku kurang puas dengan performa lini belakang Argentina dalam beberapa pertandingan terakhir. Di mata Martinez, para pemain bertahan Albiceleste belum bisa mengimbangi kualitas di lini depan.

Dalam enam pertandingan terakhir, Argentina hanya berhasil mencatat clean sheet. Albiceleste cuma mampu mencatat clean sheet pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Peru pada November 2020 lalu.

“Meski gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Cile, kami sudah mampu menunjukkan kualitas yang cukup mumpuni di lini depan,” tutur Emiliano Martinez pada sesi jumpa pers, Kamis (18/6) dinihari WIB.

Emiliano Martinez - Argentina - @argentina
twitter.com/argentina

“Ketika harus bertahan dari serangan lawan, saya mengakui kami masih memiliki cukup banyak kekurangan yang harus segera diselesaikan,” sambung Martinez.

Martinez bakal berusaha mencatat clean sheet pertamanya dalam ajang Copa America pada laga Uruguay, Sabtu (18/6) pagi WIB. Di mata Martinez, Uruguay merupakan tim yang sangat tangguh meski gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam beberapa laga terakhir.

“Kami tak boleh berpikir terlalu jauh. Kami harus fokus menghadapi satu pertandingan di setiap waktunya. Uruguay merupakan lawan yang sangat tangguh. Tentu saja kami ingin mengalahkan mereka. Tapi, saya tidak mau gaya bermain kami dirusak ambisi tersebut,” tandas Martinez.

Albiceleste dipastikan bakal tampil habis-habisan demi memetik kemenangan pertamanya di ajang Copa America. Paasalnya, Lionel Messi cs cuma mampu memetik satu poin ketika menghadpi Cile pada pertandingan pembuka beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]