5 Fakta Menarik Pertandingan Rusia vs Denmark

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Drama terjadi di Grup B Euro 2020. Di stadion Parken yang melangsungkan Rusia vs Denmark, laga berhasil dimenangkan Tim Dinamit 4-1.

Kemenangan besar ini sekaligus membuat mereka keluar dari lubang jarum. Menyambut laga sebagai juru kunci Grup B, Denmark menyudahi pertandingan sebagai runner up grup dan berhak lolos ke 16 besar.

Kesukesesan tuan rumah kali ini dipersembahkan oleh gol-gol Mikkel Damsgaard, Yussuf Poulsen, Andreas Christensen, serta Joakim Maehle. Sedangkan gol hiburan Rusia dibukukan Artem Dzyuba.

Apa yang terjadi di stadion Parken menghasilkan beberapa fakta menarik. Football5star telah merangkum lima di antaranya:

  • Lolos Setelah Kalah 2 Kali

Seperti yang disinggung di atas, Denmark mengawali laga melawan Rusia sebagai juru kunci Grup B. Ini tak lepas dari dua kekalahan yang diderita dari Finlandia dan Belgia.

Akan tetapi, di laga ketiga mereka mengamuk. Menang 4-1 membuat pasukan Kasper Hjulmand lolos ke 16 besar.

Kesuksesan ini pun memunculkan rekor baru. Tim Dimanit jadi negara pertama dalam sejarah Euro yang mampu lolos ke fase knockout setelah menelan dua kekalahan awal.

  • Top Skorer Sepanjang Masa Rusia

Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, Artem Dzyuba tetap dipercaya sebagai juru gedor Rusia. Kepercayaan ini pun dijawab sang bomber lewat gol-golnya.

Dia kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Rusia dihancurkan Denmark. Satu golnya dari titik putih sudah cukup membuat namanya masuk dalam buku sejarah.

Dia kini telah mencetak 30 gol untuk timnas Rusia. Dengan kata lain, namanya sudah sejajar dengan Aleksandr Kerzhakov sebagai top skorer sepanjang masa negara.

  • Mikkel Damsgaard Jadi yang Termuda

Timnas Denmark tetap menjaga regenerasi di timnya. Dan tahun ini mereka mengorbitkan wonderkid menjanjikan dalam diri Mikkel Damsgaard.

Dimainkan sebagai starter pada laga melawan Rusia, Damsgaard tampil memukau. Dia lah yang mengawali pesta di Parken lewat gol tendangan kaki kanannya pada babak pertama.

Gol tersebut membuat sang wonderkid jadi pemain termuda dalam sejarah Denmark yang mencetak gol di turnamen resmi. Saat ini usia sang gelandang baru 20 tahun dan 353 hari.

  • Sinar Artem Dzyuba

Artem Dzyuba tidak hanya membukukan satu rekor pada laga Rusia vs Denmark. Ada dua rekor yang dibuat bomber gaek Zenit St Peterburg.

Dia telah mencetak empat gol di turnamen resmi (Piala Dunia dan Euro). Dan sejak keruntuhan Uni Soviet, tidak ada pemain yang terlibat lebih banyak gol dari Dzyuba.

Selain membukukan empat gol, dia turut menyumbang tiga assist. Hanya dia, pemain Rusia yang mampu melakukannya setelah keruntuhan uni Soviet.

  • Kemenangan Terbesar Denmark

Menang dengan skor besar bukan sekali dua kali dilakukan Denmark. Tapi di turnamen resmi mereka jarang meraih kemenangan besar.

Tapi di stadion Parken, Simon Kjaer dkk melakukannya lewat kemenangan 4-1 atas Rusia. Dan ini merupakan kemenangan terbesar mereka di Euro sejak 37 tahun silam.

Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya sejak 1998, Tim Dinamit sukses mencetak empat gol dalam satu pertandingan dalam sebuah turnamen resmi. Terakhir kali mereka mencetak empat gol kala bersua Nigeri di Piala Dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kapten Rusia: Kami akan Kejutkan Belgia

gamespool
Kapten Rusia: Kami akan Kejutkan Belgia 6

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Rusia, Artem Dzyuba, merasa cukup optimistis dengan peluang timnya pada partai melawan Belgia. Dzyuba mengatakan timnya memiliki beberapa taktik yang bakal mengejutkan The Red Devils.

Blegia merupakan lawan pertama yang harus dihadapi Rusia di ajang Euro 2020. Laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Kretovsky, Saint Petersburg pada Minggu (13/6) dinihari WIB.

“Mungkin ada beberapa pemain yang merasa gugup. Tapi, saya sama sekali tidak merasa gugup,” ujar Artem Dzyuba dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Rusia - Belgia - uefa. com
uefa.com

“Kami sudah melakukan analisis mendalam mengenai cara Belgia bermain dan mengetahui apa saja yang harus dilakukan di laga nanti. Saya sangat senang karena bisa bermain dengan beberapa taktik yang berbeda. Cara kami bermain mungkin akan mengejutkan mereka,” sambung Dzyuba.

Sementara itu, pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov mewaspadai pengalaman dan kedalaman skuat Belgia. Ia pun ingin mematahkan tren negatif Sbornaya yang gagal mengalahkan The Red Devils dalam tiga pertemuan terakhir.

“Belgia membawa 18 pemain yang berlaga di Piala Dunia 2018. Tentu saja mereka merupakan tim kuat dan memiliki banyak pengalaman,” tutur pelatih berusia 57 tahun itu.

“Kami sudah tiga kali menghadapi mereka dalam beberapa tahun terakhir. Ketiga laga tersebut selalu berjalan dengan menarik. Kami harus bisa menunjukkan performa terbaik di laga nanti agar bisa mengakhiri tren negatif ini,” tandas Cherchesov.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Video Onani Beredar, Artem Dzyuba Dicemooh Penggemar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Rusia dikejutkan dengan beredarnya video onani bomber Zenit St Petersburg, Artem Dzyuba. Akibat dari munculnya video tak senonoh itu dia pun dihujani cemooh dari fan.

Video onani Artem Dzyuba mulai bermunculan di berbagai kanal daring di Rusia. Dalam video singkat itu terlihat dia melakukan masturbasi tanpa memakai pakaian di tempat tidurnya.

Masalah ini kemudian memunculkan amarah dari fan Zenit pada laga akhir pekan lalu. Kemarahan penggemar diperparah dengan kegagalannya mengeksekusi penalti.

artem dzyuba aliufastnet
aliufastnet

Ultras Zenit yang menamakan diri Landscrona terus meneriakinya sepanjang pertandingan. Tidak cuma itu, mereka bahkan menyebut Dzyuba sebagai sosok yang narsis karena dengan sadar merekam kegiatan itu.

Sadar dengan kesalahan yang dia buat, bomber timnas Rusia pun minta maaf. Dia mengaku sebagai sosok yang tidak sempurna hingga rentan membuat kesalahan.

“Ini pertandingan terberat dalam karier saya. Saya hampir tidak bisa menahan emosi di dalam mobil sepanjang perjalanan. Saya ingin mengatakan bahwa saya tidak sempurna, seperti orang lain. Saya membuat kesalahan. Kita semua adalah orang berdosa dan saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri,” kata Dzyuba seperti dilansir Russia Today, Selasa (10/11/2020).

“Dan pada saat-saat seperti ini, ketika hampir semua orang berpaling, saya sangat berterima kasih pada orang-orang yang menunjukkan dukungan pada saya di saat-saat sulit seperti ini,” pungkas Artem Dzyuba.

Jose Mourinho Dikabarkan Ingin Gaet Striker Veteran Rusia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kebutuhan Jose Mourinho di lini depan Tottenham Hotspur membuat dia dikabarkan sedang membidik striker gaek Rusia, Artem Dzyuba. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan CEO Lokomotiv Moskow, Ilya Gerkus.

Selama ini lini depan Tottenham Hotspur hanya memiliki Harry Kane sebagai striker utama. Ketika dia mengalami cedera pertengahan musim ini, Mourinho terpaksa menempatkan Lucas Moura sebagai ujung tombak.

Hal serupa tak ingin diulangi sang pelatih musim depan. Dan ini pula yang menjadi faktor dirinya ingin menggaet striker milik Zenit St Petersburg tersebut.

Artem Dzyuba kecewa hanya mencetak empat gol saat timnas Rusia membukukan rekor kemenangan terbesar.
sport-express.ru

“Saya tahu ini bukan omong kosong. Saya mengenal agennya. Saya tahu apa yang diiginkan Mourinho dari Dzyuba. Saya tahu pasti itu. Dia tahu siapa Dzyuba karena sudah mengamamtinya selama Piala Dunia di Rusia,” ujar Ilya Gerkus seperti dilansir Tribal Football, Sabtu (13/6/2020).

“Kenapa Mourinho membutuhkan striker seperti dia? Untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Di Tottenham dia hanya memiliki Harry Kane, jadi dia butuh striker baru yang berkualitas,” ia menambahkan.

Saat ini Artem Dzuyba sudah berusia 35 tahun. Walau sudah berkepala tiga Ilya Gerkus yakin sang bomber mampu membuktikan diri di Premier League.

“Saya pikir Artem bisa membuktikan kualitasnya di sana. Mencetak 10 gol dalam semusim bukan suatu yang tidak mungkin dia lakukan. Dia punya kualitas untuk itu dan kita semua tahu dia sangat berpengalaman,” tutup Gerkus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cara Lucu Dzyuba Selamatkan Azmoun dari Kartu Merah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah kejadian lucu tersaji pada pentas Premier League Rusia, Jumat (13/9/2019). Artem Dzyuba mengangkat tubuh rekannya, Sardar Azmoun, yang berselisih dengan wasit pada laga Zenit St. Petersburg vs Arsenal Tula.

Kejadian lucu itu bermula dari pergantian yang dilakukan pelatih Zenit, Sergey Semak, pada menit ke-75. Dia menarik Sardar Azmoun dan memasukkan Aleksandr Erokhin. Saat itu, sang pemain berada di sisi yang berseberangan dengan posisi bangku cadangan.

Wasit Pavel Kukuyan meminta Sardar Azmoun segera meninggalkan lapangan dari sisi terdekat sesuai aturan baru yang dibuat IFAB. Namun, pemain asal Iran itu berkeras hendak keluar lapangan dari sisi yang berdekatan dengan bangku cadangan. Tak ayal, adu mulut terjadi. Kukuyan kesal dan lantas mengeluarkan kartu kuning.

Ketika pemain berumur 24 itu hendak ngeloyor, Artem Dzyuba bertindak cepat. Dia berusaha menggamit tangan rekannya itu. Ketika upaya itu gagal, dia lantas berlari mendekat dan mengangat tubuh sang rekan dan menyuruhnya keluar lapangan sesuai perintah wasit.

“Wasit mengatakan dia harus keluar lapangan dari sini. Sardar mulai membantah, berjalan, dan wasit memberi dia kartu kuning,” urai Artem Dzyuba menjelaskan insiden itu seperti dikutip Football5Star.com dari Sport Express.

Lebih lanjut, striker timnas Rusia itu mengatakan, “Wasit menambahkan, andai melewati garis lapangan yang lain, dia akan menerima kartu kuning kedua. Oleh karena itu, aku mendorong dia. (Musim) rugby telah tiba dan aku siap menontonnya. Aku agak membanting dia.”

Pertandingan yang berlangsung di Gazprom Arena itu berakhir 3-1 untuk Zenit. Artem Dzyuba mencetak gol pembuka pada menit ke-5. Sementara itu, Sardar Azmoun gagal menceploskan bola dari titik penalti saat laga memasuki menit ke-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Rusia Bukukan Rekor, Artem Dzyuba Tetap Kecewa

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Rusia membuat rekor pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (8/6/2019). Artem Dzyuba dkk. mampu menggulung San Marino sembilan gol tanpa balas. Itu merupakan kemenangan terbesar Rusia sejak Uni Soviet pecah.

Sebelum laga melawan San Marino, kemenangan terbesar yang ditorehkan timnas Rusia adalah 7-0. Kemenangan itu diraih atas Lichtenstein pada 8 September 2015. Pada pertandingan kala itu, Artem Dzyuba menjadi bintang dengan empat gol dan dua assist.

Dalam pertandingan melawan San Marino, sang striker kembali tampil apik. Ia mencetak empat dari sembilan gol timnas Rusia. Gawang Elia Benedetti dibobol striker Zenit St. Petersburg itu pada menit ke-31, 73, 76, dan 88.

Artem Dzyuba mencetak gol dari titik penalti saat timnas Rusia menang 9-0 atas San Marino.
sport-express.ru

Meskipun demikian, striker berumur 30 tahun itu mengaku agak kecewa. Pasalnya, ia sebetulnya dapat mencetak lebih banyak gol. Ada beberapa peluang yang tak mampu diselesaikan menjadi gol.

“Sungguh menyenangkan dapat mencetak empat gol. Aku seharusnya dapat mencetak lebih banyak gol lagi,” ungkap kapten timnas Rusia itu seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal International. “Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri.”

Hanya mencetak empat gol ke gawang San Marino memang tak membuat Artem Dzyuba memperbaiki rekor pribadinya. Di samping itu, dia pun urung menyamai Oleg Salenko yang mencetak lima gol dalam satu laga bersama Tim Beruang Merah pada Piala Dunia 1994 melawan Kamerun.

Meskipun demikian, tambahan empat gol membuat Artem Dzyuba naik posisi di daftar pencetak gol terbanyak timnas Rusia. Ia kini berada di posisi ke-4 dengan 20 gol. Empat gol ke gawang San Marino membuat sang striker melewati Andrie Arshavin dan Valeri Karpin yang mengemas 17 gol. Adapun posisi teratas masih dikuasai Alexander Kerzhakov dengan 30 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Comeback Luar Biasa, Zenit Lebih Hebat dari Barcelona

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah comeback luar biasa dilakukan Zenit St. Petersburg di babak kualifikasi III Liga Europa, Jumat (17/8/2018) dinihari WIB. Kalah 0-4 pada leg I di kandang Dynamo Minsk, Artem Dzyuba dkk. membalikkan keadaan dengan menang 8-1 lewat perpanjangan waktu.

Laga leg II di Stadion St. Petersburg harus dilanjutkan ke babak perpanjang waktu setelah tuan rumah berhasil unggul 4-0 dalam 90 menit. Leandro Paredes membuka skor pada menit ke-22. Cristian Noboa menambah keunggulan saat babak kedua berjalan 21 menit.

Elmir Nabiulin, bek kiri Zenit, melewati pemain Dynamo Minsk.
sport-express.ru

Dua gol tambahan dilesakkan Dzyuba dalam kurun waktu tiga menit, yakni pada menit ke-75 dan 78. Menariknya, dua gol itu tercipta setelah Paredes diganjar kartu merah oleh wasit Sebastien Delferiere pada menit ke-72.

Memasuki perpanjang waktu, Minsk membuka harapan setelah Seidu Yahaya menaklukkan kiper Zenit, Andrey Lunev pada menit ke-99. Itu bertahan hingga turun minum.

Akan tetapi, memasuki babak kedua perpanjangan waktu, tuan rumah menggila. Sebastian Driussi dan penalti Dzyuba membawa Zenit kembali berada di atas angin. Selanjutnya, brace Robert Mak pada injury time menyudahi perlawanan sang tamu.

Lebih Hebat dari Barcelona

Kisah comeback sensasional melawan Minsk ini membuat kubu Zenit dilanda kegembiraan luar biasa. Lewat akun Twitter-nya, klub Rusia tersebut mengklaim lebih hebat dari Barcelona.

“Kami adalah klub Rusia pertama yang membalikkan keadaan dari tertinggal 0-4 di ajang antarklub Eropa. Kami bahkan melewati Barcelona!” cuit akun Twitter klub itu.

Pada babak 16-besar Liga Champions 2016-17, Barcelona sebetulnya melakukan hal yang sama dengan Zenit. Kalah 0-4 dari PSG pada leg I, mereka comeback dengan kemenangan 6-1 pada leg II.

Sebetulnya, El Barca bisa dikatakan lebih hebat karena tak memerlukan perpanjangan waktu. Namun, kubu Zenit mengklaim lebih hebat karena skor akhir laga yang lebih besar.

Kegembiraan Dzyuba Kembali Cetak Gol untuk Rusia


Football5star.com, Indonesia – Rusia selangkah lagi lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Kemenangan 3-1 atas Mesir di matchday dua grup A, Selasa (20/6/2018) menjadi penyebabnya. Rusia tinggal berharap kepada Uruguay agar bisa mengalahkan Arab Saudi, malam nanti.

Nantinya, Rusia dan Uruguay tinggal berhadapan untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.

Nah, dalam pertandingan kontra Mesir, Rusia kembali menampilkan permainan yang baik. Sedikit perombakan dilakukan oleh Rusia khususnya di lini depan.

Artem Dzyuba yang pada matchday pertama masuk sebagai pemain pengganti, kini dimainkan sejak menit awal. Dan kepercayaan yang diberikan oleh pelatih dimanfaatkan betul oleh Dzyuba.

Pemain bernomor punggung 22 ini berhasil mencetak gol kedua Rusia di menit ke-62. Dzyuba berhasil menceploskan bola usai menerima umpan matang Ilya Kutepov.

rusia menang atas mesir

Gol ke gawang Mesir ini merupakan gol kedua Dzyuba di Piala Dunia. Satu gol sudah dibuat oleh Dzyuba kala membenamkan Arab Saudi di pertandingan pertama.

Terus menerus mencetak gol membuat Dzyuba senang. Apalagi, gol yang dibuatnya semakin meringankan langkah Rusia ke babak 16 besar.

“Yang paling penting kami mampu meraih kemenangan. Seluruh masyarakat senang saya pikir, Rusia berpesta. Kami senang luar biasa, terima kasih kepada semuanya yang sudah mendukung kami,” ucap Dzyuba dilansir ESPN FC.

“Kami melakukan dengan baik, kami telah melakukan persiapan dengan matang kami juga bekerja dengan keras setiap waktu. Dan faktanya semua masyarakat mendukung kami.”

“Kami juga melihat bagaimana tegangnya masyarakat myang mendukung kami di layar kaca. Mungkin saya tekankan kami akan menjuarai Piala Dunia,” tutup Dzyuba.

Pemain yang merumput bersama Zenit St Petersburg ini boleh saja bergembiira atas kemenangan yang Rusia raih. Tapi, dirinya harus ingat jalan Rusia menuju tangga juara maish amat panjang.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

 

Sejarah Baru Milik Cherychev dan Dzyuba di Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Denis Cherychev dan Artem Dzyuba membuat harum nama Rusia setelah berhasil mempersembahkan kemenangan 5-0 atas Arab Saudi, Kamis (15/6/2018). Tapi siapa sangka jika gol-gol yang dicetak keduanya membuat mereka mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia.

Datang sebagai pemain pengganti, Cheryches menghadirkan warna baru bagi lini serang Rusia. Hal tersebut langsung terlihat ketika ia sukses mencetak gol pada pertengahan babak pertama. Tidak puas dengan satu gol, penggawa Villarreal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sontekan indah di babak kedua.

Tidak mau kalah dengan Cheryches, Dzyuba juga mengukir cerita serupa. Baru dimasukkan pelatih Stanislav Cherchesov pada babak kedua, striker jangkung itu langsung membobol gawang Arab. Menariknya, gol tersebut ia kemas kurang dari dua menit setelah masuk lapangan.

Dfqr3p3XUAAU 7
Getty Images

Gol-gol tersebut pun menjadi yang pertama kali dicetak oleh dua pemain pengganti pada laga pembuka Piala Dunia. Apa yang dibuat Cheryches dan Dzyuba pun selaras dengan catatan impresif Rusia.

Kemenangan mutlak 5-0 atas Arab membuat Beruang Merah kini berpredikat sebagai tim yang mencatatkan kemenangan terbesar kedua sepanjang sejarah laga pembuka Piala Dunia. Mereka hanya kalah dari Italia yang sukses menghancurkan Amerika Serikat dengan skor 7-1 pada Piala Dunia 1934 silam.

Tidak cuma itu, kemenangan ini juga semakin memperpanjang rekor tuan rumah yang tidak pernah kekalahan di laga pembuka. Sejauh ini, hanya enam tim yang cuma bermain imbang di partai perdana Piala Dunia.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Uefa Euro 2016: Kunci Keberhasilan Rusia Tahan Imbang Inggris

Penyerang tim nasional Rusia, Artem Dzyuba, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah menahan imbang Inggris 1-1 pada hari Minggu (12/6).

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Velodrome tersebut, Rusia tertinggal terlebih dahulu akibat tendangan bebas Eric Dier pada menit ke-73. Beruntung, sundulan Vasili Berezutski pada masa injury time mampu mengamankan satu angka bagi mereka.

Menurut Dzyuba, salah satu kunci keberhasilan Rusia menahan imbang Inggris adalah karena kesolidan lini pertahanan mereka. Tidak bisa dimungkiri, The Three Lions memang bermain lebih dominan, mencatatkan 16 tendangan yang 6 di antaranya mengarah ke gawang kiper Igor Akinfeev.

Meksi begitu, pemain Zenit St. Petersburg tersebut tetap merasa bahwa mereka masih harus bermain lebih baik lagi dalam hal menyerang.

“Pertahanan kami bermain dengan baik, tetapi tidak semuanya berjalan dengan baik ketika menyerang,”
ujar Dzyuba kepada uefa.com.

“Kami sedikit kurang baik dalam melakukan transisi. Banyak bola yang ditendang keluar lapangan. Namun, ini adalah pertandingan pertama dan berjalan sulit. Kami sempat menguasai bola dengan sangat baik untuk beberapa periode.”

“Lini belakang kami tampil impresif, dan kami yakin mampu bermain lebih baik lagi. Bagaimanapun, kami merasa senang karena laga berakhir dengan cara yang indah,” tambah dirinya.

Rusia saat ini berada di peringkat ketiga Grup B. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Slovakia di Stadion Pierre Mauroy pada hari Rabu (15/6).

Uefa Euro 2016: Senang Bertemu Inggris, Rusia Siap Curi Poin

Penyerang Rusia, Artem Dzyuba, menegaskan bahwa mereka tidak takut untuk menghadapi Inggris pada hari Minggu (12/6).

Rusia akan menjalani laga perdana mereka di Piala Eroap 2016 melawan salah satu tim favorit juara di Stadion Velodrome. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka merasa gentar.

Dzyuba menjelaskan bahwa mereka justru merasa senang karena terhindar dari tim-tim favorit lain, seperti Jerman, Spanyol, atau Prancis. Mereka yakin dapat mencuri poin dari skuat asuhan manajer Roy Hodgson tersebut.

“Mereka merupakan tim yang sangat bagus dan kami tahu akan menjalani laga yang sulit, tetapi jika anda lihat tim-tim unggulan lainnya, maka tentu situasi bisa lebih buruk bagi kami,” terang pemain Zenit St. Petersburg tersebut seperti yang dikutip oleh Mirror.

“Di atas kertas, Inggris mungkin adalah tim yang anda sebut sebagai favorit, tetapi aku pikir kami memiliki grup yang sangat seimbang.”

“Untuk memulai turnamen dengan melawan Inggris adalah hal yang baik. Seperti yang telah aku katakan, di atas kertas mereka merupakan favorit dan memiliki banyak nama besar. Jika kami bisa menang melawan mereka, hal itu akan memberikan kami kepercayaan diri yang besar sepanjang turnamen.”

“Hasil imbang tentu bukan hasil yang buruk bagi kami, tetapi kami juga tahu pentingnya meraih kemenangan dalam laga pembuka. Kami memiliki kualitas dan keyakinan untuk mengalahkan Inggris,” tambah dirinya.