Arema FC vs Bhayangkara FC: Singo Edan Tak Bisa Taklukkan 10 Pemain

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Laga Arema FC vs Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Minggu (12/11/2021) diwarnai satu kartu merah yang diterima T M Ichsan. Meski unggul jumlah pemain sejak menit k-77, Arema cuma main imbang 1-1 lawan Bhayangkara.

Sejak awal, sebenarnya kedua tim sudah langsung tancap gas. Bahkan, Singo Edan sudah mendapat peluang pada menit pertama melalui tendangan bebas Bagas Adi. Tapi eksekusinya tak sempurna.

Bhayangkara coba membalas menit kesepuluh melalui Andik Vermansah. Berduel dengan Sergio Silva, sayangnya dia gagal melewati adangan berikutnya dari John Alfarizie.

Kubu Arema sempat waswas usai penjaga gawangnya, Adilson Maringa sempat terjatuh. Namun, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, dia dinyatakan bisa main lagi.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Bhayangkara

Andik kembali nyaris membuka skor buat Bhayangkara menit ke-30. Namun, tendangannya masih melambung jauh. Pun dengan Carlos Fortes di kubu Arema sepuluh menit kemudian yang tendangannya masih melambung tinggi. Skor kacamata pun mengakhiri paruh pertama Arema FC vs Bhayangkara FC

Babak Kedua Arema FC vs Bhayangkara FC

Usai jeda, kedua tim juga langsung jual-beli serangan. Muhammad Rafli mendapat kesempatan emas pertama menit ke-48. Mendapat ruang kosong, dia melepaskan tembakan tapi bisa dipotong dengan baik oleh Sani Rizky.

Arema FC vs Bhayangkara FC
IG Arema

Tiga menit berselang, Bhayangkara membalas via tendangan Anderson Salles. Meski sepakan Andersonkeras, tapi Adilson Maringa masih bisa menahannya.

Menit ke-60, Dedik mendapat kesempatan emas melalui tendangan bebas. Namun lagi-lagi arahnya masih tak jelas. Alih-alih mencetak gol, Arema justru kejebolan menit ke-65 melalui Ezechiel N’Douassel.

Arema FC vs Bhayangkara FC
ligaindonesiabarucom

Berawal dari pergerakan Wahyu Subo Seto dari sisi kiri yang lantas mengirim umpan manis, bola lantas disundul Ezechiel. Bola sempat ditepis Adilson, tapi tetap masuk ke gawang Arema. Laga Arema FC vs Bhayangkara FC sementara milik The Guardian.

Tiga menit kemudian, Ezechiel sebenarnya sukses cetak gol kedua dengan skema sama, yakni sundulan. Namun, golnya dianulir karena dalam posisi offside sebelum menyundul bola.

Menit ke-72, Arema sukses menyamakan kedudukan melalui Dendi Santoso. Gol berawal dari sundulan Carlos Fortes yang ditepis oleh Awan Setho, bola muntah lantas dicocor oleh Dendi.

Bhayangkara harus bermain 10 orang menit ke-77 setelah TM Ichsan yang sejatinya baru masuk menit ke-63 diusir wasit. Dia dianggap melanggar Dendi Santoso sehingga diberi kartu kuning kedua oleh wasit.

Unggul jumlah pemain, Arema FC terus mengurung pertahanan Bhayangkara. Namun hingga peluit panjang, tak ada gol tercipta lagi dalam laga Arema FC vs Bhayangkara FC.

Ini merupakan hasil imbang kedua bagi Arema dalam dua laga terakhir. Mereka sebelumnya jua ditahan dengan skor serupa oleh PSM Makassar. Sedang, ini hasil imbang perdana Bhayangkara FC setelah dalam partai pertama menang 2-1 atas Persiraja Banda Aceh.

Susunan Pemain:

Arema FC (4-3-3): 90-Adilson Maringa; 12- Rizky Dwi (92-Dave Mustaine 67′), 4-Sergio Silva, 5-Bagas Adi; 87-Johan Alfarizie, 19 Hanif Sjahbandi, 8-Rensi Yamaguchi, 10-M.Rafli (41-Dendi Santoso 59′), 27-Dedik Setiawan (11-Feby Eka 70′), 99-Kushedya Hari Yudo, 9-Carlos Fortes.

Pelatih: Eduardo Almeida.

Bhayangkara FC (4-2-3-1) : 12-Awan Setho, 20-Sani, 4-A. Salles, 37-Jajang Mulyana, 5-Fatchu Rochman, 89-Yu Jun Lee (23-Wahyu Subo Seto 63′), 8-Muhammad Hargianto (19-TM Ichsan 63′), 6 Evan Dimas, 22-Dendy Suliastiawan (70-Renan Silva 79′), 7-Andik Vermansah (18-Adam Alis 67′), 10- Ezechiel Ndouasel.

Pelatih: Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC vs Persiraja: Brace King Eze Kalahkan Laskar Rencong

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bhayangkara FC vs Persiraja di pekan pertama Liga 1 2021 yang berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021) berakhir dengan skor 2-1 . Pada laga ini, striker Bhayangkara, Ezechiel N’Douassel cetak dua gol alias brace.

Pada babak pertama, Bhayangkara FC langsungg menekan lini belakang Persiraja. Hasilnya pada menit ke-8, King Eze mencetak gol pertama The Guardians. Gol Eze memanfaatkan umpan sundulan Renan Silva.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Tertinggal satu gol, Laskar Rencong berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan. Setelah beberapa kali mencoba, menit ke-32, Persiraja mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan Paulo Henrique.

Namun skor imbang tak bertahan lama setelah King Eze mencetak gol keduanya lewat eksekusi penalti pada masa injury time babak pertama. Babak pertama Bhayangkara FC vs Persiraja pun berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja Babak Kedua

Bhayangkara FC vs Persiraja
ligaindonesiabaru.com

Pada babak kedua, anak asuh Hendri Susilo terus berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan namun sejumlah peluang yang tercipta tak mampu untuk membobol gawang Awan Setho.

Hingga akhir babak kedua, skor 2-1 tak berubah. Pertandingan pekan pertama Liga 1 2021 antara Bhayangkara FC vs Persiraja berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo, Wahyu Subo Seto, Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto, Lee Yoo-joon, Renan da Silva, Sani Rizki, Ezechiel N’Douassel, Dendy Sulistyawan

Kartu kuning: Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto

Pelatih: Paul Munster

Persiraja: Fakhrurrazi Quba, Defri Rizki, Hamdan Zamzani, Léo Lelis, Muhammad Rifaldi, Vanja Marković, Ramadhan, Mukhlis Nakata, Eeng Supriyadi, Paulo Henrique, Muhammad Isa

Kartu kuning: Paulo Henrique

Pelatih: Hendri Susilo

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mewaspadai tiga tim juara dalam usaha perebutan gelar di Liga 1 2021-22. Bali United, Persija, dan Bhayangkara FC yang disebutnya jadi tim yang paling patut diwaspadai anak asuhnya.

Musim ini, Almeida memang diberi beban berat untuk bisa mengangkat performa tim berjuluk Singo Edan itu. Dia diharapkan bisa membawa Arema FC juarai Liga 1. Manajemen pun sudah memberikan keleluasaan bagi Almeida untuk mendatangkan pemain, khususnya asing.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Mantan nakhoda Semen Padang FC itu menyebut ada lima tim yang punya peluang besar menjegal langkah pasukannya ke tangga juara. Selain tiga tim juara di atas, ada Persib Bandung dan Persipura Jayapura yang sangat diwaspadainya.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Ya, ada lima klub pesaing Arema musim ini. Ada Bali United, Persija, Bhayangkara FC, Persib, dan Persipura. Kelimanya sama-sama punya kualitas, saya tidak bisa melupakannya, karena pernah menghadapi mereka bersama Semen Padang tahun 2019 lalu,” ungkap Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.

Langkah Arema FC Tak Mudah

Pelatih asal Portugal itu tak memungkiri perjuangan Singo Edan untuk menapaki tangga juara jelas tak mudah. Sejumlah tim, kata dia, mulai berbenah untuk menatap musim ini.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Selain Bali United, Persija, dan Bhayangkara yang berstatus pernah juara selama tiga musim terakhir, Persipura juga punya tim bagus, dan langganan finish si posisi lima besar,” papar dia.

Sedang Persib, kata Almeida jua terlihat jorjoran mendatangkan pemain berkualitas. “Seperti Marc Klok contohnya. Pastinya itu menjadi modal untuk berkompetisi demi memenangkan liga,” tandas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Adam Alis Akhirnya Bersuara Soal Kabar Gabung Persija

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, akhirnya buka suara soal kabar yang menyebut dirinya akan gabung Persija Jakarta. Dia mengaku terkejut dengan rumor tersebut.

Seperti diketahui, saat ini kubu Macan Kemayoran emamng disebut-sebut tengah mencari gelandang anyar untuk mengarungi Liga 1 2021-22. Sebab, mereka memang ditinggal sejumlah gelandang kuncinya, seperti Sandi Sute, hingga Marc Klok yang sudah menemukan pelabuhan barunya.

Nah, Adam disebut-sebut menjadi kandidat gelandang anyar skuat ibu kota. Bahkan, banyak kabar yang menyebutkan pemain yang membela timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persija.

Adam Alis Akhirnya Bersuara Soal Kabar Gabung Persija

Kendati demikian, ternyata pemain berusia 27 tahun itu mengaku tak tahu menahu soal rumor itu. Saat ini, dia cuma mau fokus bersama Bhayangkara FC, klub yang diperkuatnya sejak 2018. Terlebih, rumor tersebut sudah beberapa kali muncul ke permukaan. Adam pun belum juga gabung ke skuat ibu kota.

“Saya belum tahu soal rumor itu. Saat ini, saya masih fokus ke Bhayangkara lebih dahulu. Setiap tahun juga rumornya begitu, sampai bingung saya menjawabnya,” ungkap Adam Alis singkat saat dihubungi oleh awak media.

Nama Adam Alis memang tak asing buat kubu Persija Jakarta. Dia pernah memperkuat tim kebanggaan the Jakmania itu pada 2015 silam, sebelum hijrah ke Bahrain untuk gabung East Riffa. Namun, ketika kembali dia belum balik lagi ke klub yang sempat diperkuatnya pada usia muda 2010-2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Catat! Ini Jadwal Piala Wali Kota Solo 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Panitia akhirnya merilis jadwal Piala Wali Kota Solo 2021 yang akan diikuti oleh delapan tim. Rencananya, turnamen pramusim tersebut akan mulai diselenggarakan pada 20 Juni mendatang.

Berbeda dengan Piala Menpora, turnamen ini akan diisi oleh tim-tim campuran Liga 1 dan Liga 2. Formatnya, kedelapan tim itu akan langsung bertarung pada sistem knock-out atau babak gugur.

Piala Wali Kota Solo juga akan disiarkan secara langsung di salah satu televisi nasional, yakni Indosiar. Akan ada delapan tim yang turut serta bertarung dalam turnamen pramusim yang diprakarsai oleh Gibran Rakabuming Raka.

Catat! Ini Jadwal Piala Wali Kota Solo 2021 Venue 8 Besar Piala Menpora Tergantung Lawan Persib Bandung Ribut-Ribut Chant Provokasi di TV, Panitia Piala Menpora 2021 Bereaksi

Kedelapan tim itu ialah Persis Solo, Bali United, Persib Bandung, Bhayangkara Solo FC, Arema FC, PSG Pati, RANS Cilegon FC, dan Dewa United. Jadwal Piala Wali Kota Solo yang mulai dihelat 20 sampai 26 Juni juga akan disiarkan secara langsung di salah satu televisi nasional, yakni Indosiar.

Turnamen itu nantinya akan memperebutkan hadiah yang lumayan menggiurkan. Untuk sang juara, akan diguyur hadiah Rp500 juta, sedang runner-up mendapatkan Rp 300 juta. Lalu, tim peraih peringkat ketiga akan mendapat Rp200 juta dan Rp100 juta buat tim peringkat keempat.

Berikut Jadwal Piala Wali Kota Solo 2021:

Minggu, 20 Juni 2021

15:15 WIB – Persis Solo vs PSG Pati
18:15 WIB – Persib Bandung vs Arema FC

Senin, 21 Juni 2021

15:15 WIB – Rans Cilegon FC vs Dewa United
18:15 WIB – Bhayangkara FC vs Bali United.

Rabu, 23 Juni 2021

15:15 WIB – Pemenang Laga 1 vs Pemenang Laga 3
18:15 WIB – Pemenang Laga 2 vs Pemenang Laga 4

Sabtu, 26 Juni 2021

15:15 WIB – Perebutan Tempat Ketiga: Kalah Semifinal 1 vs Kalah Semifinal 2
18:15 WIB – Final: Pemenang Semifinal 1 vs Pemenang Semifinal 2

*Jadwal Piala Wali Kota Solo 2021 ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC akhirnya memilih mudik ke Jakarta, tak jadi bermarkas di Solo. Namun, mereka baru akan pulang ke Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada musim depan.

Nasib Bhayangkara memang belakangan menggantung usai hidupnya kembali Persis Solo. Bahkan, klub berjuluk The Guardian itu batal mengajukan diri soal pergantian nama klub menjadi Bhayangkara Solo FC pada Kongres PSSI beberapa waktu lalu. Selain Bhayangkara, Tira-Persikabo juga batal ajukan ubah nama.

Manajemen Bhayangkara pun buka suara soal nasib timnya. Mereka berpotensi kembali ke Jakarta. Namun, niat mereka itu baru bisa terwujud pada Liga 1 musim 2022.

Bhayangkara Solo FC - antaranews Bhayangkara FC Akhirnya Pilih Mudik ke Jakarta
Dok. Antara

“Kalau kembali ke Jakarta mungkin tidak tahun ini, mungkin tahun depan di kompetisi 2022 kami bisa jadi balik ke Stadion PTIK,” kata COO Bhayangkara FC Sumardji, saat dihubungi awak media.

“Kalau tahun ini kemungkinan kami akan menggunakan mess yang ada di Solo terlebih dahulu dan mendaftarkan kandang di Stadion Manahan,” sambung dia.

Sebelumnya, PSSI mengaku sampai menjelang kongres dimulai, Tira-Persikabo dan Bhayangkara tak mengajukan perubahan nama. Jadi, kedua klub Liga 1 itu dipastikan tak akan mengubah namanya untuk kompetisi mendatang.

“Ada dua klub liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama yaitu Bhayangkara FC jadi Bhayangkara Solo. PS Tira jadi PS Tirakabo. Tetapi sampai akan dinaikkan sebagai agenda kongres tak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kita tau mereka tidak jadi berubah nama,” ujar Waketum PSSI, Iwan Budianto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: PS Polri dan Surabaya United Bersatu

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 24 April 2016 menjadi salah satu hari yang jadi cikal bakal lahirnya Bhayangkara Solo FC. Sebab, lima tahun lalu PS Polri dan Surabaya United resmi bersatu demi menatap Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Seperti diketahui, saat sepak bola Indonesia dibekukan 2015 lalu memang banyak turnamen-turnamen yang digelar. Salah satunya, Piala Bhayangkara 2016. Dalam turnamen tersebut, PS Polri ikut eksis meramaikan kancah sepak bola Indonesia.

Bahkan, PS Polri saat itu diperkuat sejumlah pemain top, seperti Fabiano Beltrame, Bio Paulin, hingga Robertino Pugliara. Lalu, Surabaya United pun kerap mengikuti sejumlah turnamen. Nama klub pun sempat beberapa kali berubah. Sebelum Surabaya United, klub tersebut juga sempat bernama Bonek FC.

Hingga akhirnya pada 24 April 2016 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, tim Bhayangkara Surabaya United pun diluncurkan. Tim ini merupakan gabungan dari PS Polri dengan Surabaya United dan disiapkan untuk mentas di ISC 2016.

Nostalgia Hari Ini: PS Polri dan Surabaya United Bersatu
Dok. Indopos

“Pembentukan tim ini merupakan gabungan dari PS Polri dan juga Surabaya United yang menjadikan Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai tempat latihan,” kata Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

Dalam acara peluncuran ini, Bhayangkara SU pun langsung melakukan pertandingan uji coba. Kala itu, mereka menggelar Trofeo Bhayangkara yang diisi Bhayangkara Surabaya United, Madura United, dan Deltras Sidoarjo.

Saat itu, Bhayangkara SU menjadi juara. Hal itu setelah mereka berhasil menang 4-0 atas Deltras Sidoarjo dan imbang tanpa gol kontra Madura United. Madura United sendiri cuma menang 3-0 atas Deltras.

Berubah Nama Lagi

Setelah merger dan menjadi Bhayangkara SU, nyatanya klub itu kembali sempat berubah nama. Setelah setahun bermarkas di Sidoarjo, Bhayangkara SU pun kembali mengubah nama mejadi Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.
Dok. Bhayangkara FC

Bhayangkara FC pun hijrah ke Stadion Patriot, Bekasi. Bahkan, mereka sukses menjuarai Liga 1 2017 di bawah Simon McMenemy. Usai juara, The Guardian lantas memilih ke Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Nah, pada 27 November 2020 Bhayangkara kembali berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Klub tersebut pastinya kembali pindah markas. Stadion Manahan, Solo, kini menjadi kandang baru buat tim besutan Paul Munster.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara?

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara? 32

Football5Star.com, Indonesia – Minat Bhayangkara Solo FC memulangkan Anderson Salles tampaknya bukan isapan jempol belaka. Bahkan, Salles sampai rela memutus kontraknya dengan Serie C Brasil, Parana Clube.

Bhayangkara memang saat ini tengah mencari pemain asing untuk mengarungi Liga 1 2021. Sebab saat ini mereka hanya diperkuat tiga legiun import, yakni Renan Silva, Lee Yoo-joon, dan Ezechiel N’Douassel.

Salles disebut-sebut akan menjadi pemain berikutnya yang akan mendarat ke tim besutan Paul Munster itu. Terlebih, lini pertahanan jadi sorotan Bhayangkara Solo FC pada Piala Menpora 2021.

Anderson Salles Putus Kontrak dengan Tim Brasil Demi Bhayangkara? Bhayangkara Solo FC Ditelikung Klub Brasil Soal Anderson Salles

Kabar Anderson Salles kembali ke Bhayangkara diperkuat setelah Parana Clube memberi pernyataan resmi. Mereka mengaku sudah merelakan Salles pergi ke klub lain.

“Bek Anderson Salles bukan lagi bagian dari grup paranista. Dalam kontrak yang ditandatangani oleh pemain, terdapat klausul yang mengatur pembebasan pemain jika ada tawaran dari klub internasional,” tulis Instagram resmi Parana Clube.

“Kami berterima kasih kepada pemain atas profesionalismenya dan berharap dia sukses dalam tantangan berikutnya,” sambung klub Serie C itu.

Salles memang memberi kenangan tersendiri buat Bhayangkara. Dia terkenal dengan tendangan bebasnya yang maut. Sepanjang 2019, Salles mencatatkan total 41 penampilan dengan melesakkan 13 gol dan tiga assist buat klub berjuluk The Guardians itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC: Gol Cepat Menangkan The Guardian

Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC: Gol Cepat Menangkan The Guardian 35

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan 1 Grup B Piala Menpora 2021 yang mempertemukan Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC. Bhayangkara berhasil menang 1-0 lewat gol cepat dari Alsan Sanda.

Bhayangkara berhasil mencetak gol pada menit kedua. Andik Vermansyah melepaskan tembakan yang bisa ditepis Gianluca Pandeynuwu, tapi bola mengarah ke Alsan Sanda yang hanya tinggal menyundul bola.

The Guardian kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-28. Lewat serangan balik, Andik Vermansyah melakukan skill individu melewati Javlon Gusyenov, tapi tendangannya ditepis oleh Gianluca.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua berjalan alot. Kedua tim sama-sama kesulitan menembuh pertahanan masing-masing lawannya. Terutama untuk Pesut Etam yang sedang tertinggal.

Kesempatan baru didapatkan pada menit ke-61 untuk Borneo lewat pemain pengganti, Wildansyah, setelah menerima umpan dari Terens Puhiri, namun tendangan volinya melebar.

Renan Silva dapat peluang emas pada menit ke-65. Mantan pemain Persija itu melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi tipis melebar.

Beberapa menit kemudian, pemain yang sama kembali mendapat peluang lewat tendangan jarak jauh, tapi kembali melebar.

Borneo FC harus bermain dengan 10 orang pada injury time setelah Hendro Siswanto menahan laju lari Evan Dimas saat melakukan serangan balik.

Laga Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC berakhir dengan skor 1-0.

Susunan Pemain Bhayangkara Solo FC vs Borneo FC:

Bhayangkara (4-2-3-1): 12-Awan Setho; 14-Ruben Sanadi, 33-Hansamu Yama, 28-Alsan Sanda, 37-Jajang Mulyana; 6-Evan Dimas, 19-T.M Ichsan; 7-Andik Vermansyah (22-Dendi Sulistiawan), 70-Renan Silva (21-Titan Agung), 20-Sani Rizki; 23-Wahyu Suboseto (8-Muhammad Hargianto).

Pelatih: Paul Munster.

Borneo FC (4-4-2): 31-Gianluca Pandeynuwu; 36-Miftathul Ikhsan (17-Rifal Lastori) 19-Javlon Gusyenov, 44-Nur Diansyah (4-Wildansyah), 15-Leo Gunatara; 26-Ilham Syah (90-M. Shihran), 56-Fajar Faturahman (39-Guy Junior), 28-Terens Puhiri, 12-Hendro Siswanti; 22-Sultan Samma (76-Arya Gerryan), 11-Amer Bekic (77-Muhammad Fatturahman).

Pelatih: Mario Gomez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Paul Munster Tak Peduli Label Timnas Milik Hansamu dan Evan

Paul Munster Tak Peduli Label Timnas Milik Hansamu dan Evan 39

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, ogah memperdulikan label penggawa timnas Indonesia milik Hansamu Yama dan Evan Dimas. Menurut Munster, label penggawa timnas bukan alasan The Guardians mendaratkan keduanya.

Evan Dimas dan Hansamu Yama didatangkan Bhayangkara FC setelah kontrak bersama klub sebelumnya berakhir. Kedatangan dua pemain itu membuat The Guardians menjadi tim unggulan di ajang Piala Menpora.

“Untuk soal transfer mereka, status mereka sudah free transfer. Yang menjadi hal utama mendatangkan mereka adalah mereka ingin bermain di BFC dan mereka ingin berprestasi,” ujar Paul Munster pada sesi jumpa pers pada Minggu (21/3) sore WIB.

Hansamu Yama - Evan Dimas - Paul Munster - Bhayangkara FC - Piala Menpora - @bhayangarafc
instagram.com/bhayangarafc

“Mereka bukan soal label timnas dan harga mahal. Saya mendatangkan bukan nama besar. Tapi performa mereka di lapangan. Seorang pemain akan dilihat dari perfoma mereka,” kata Munster menambahkan.

Lebih lanjut, Munster juga mengaku sudah tak sabar ingin kembali memimpin anak asuhnya di pertandingan resmi. Ia berharap persiapan Bhayangkara FC di Piala Menpora bisa berbuah manis ketika Liga 1 2021 dimulai.

“Kami sangat menunggu sekali pertandingan besok. Ini sudah setahun tak ada kompetisi. Kami harap ini menjadi pertandingan yang kompetitif untuk menyongsong Liga 1,” kata Munster.

Bhayangkara FC tergabung di grup B bersama dengan PSM Makassar, Persija Jakarta dan Borneo FC. Mereka akan memulai petualangannya dengan partai melawan Persija Jakarta pada Senin (22/3) sore WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi! Hansamu Yama Gabung Bhayangkara Solo FC

Resmi! Hansamu Yama Gabung Bhayangkara Solo FC 43

Football5Star.com, Indonesia – Bek timnas Indonesia, Hansamu Yama akhirnya resmi menemukan klub barunya, Bhayangkara Solo FC. Hansamu pindah ke Bhayangkara setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Persebaya Surabaya.

Sebelumnya, manajemen Persebaya resmi mengumumkan perpisahannya dengan Hansamu pada 3 Maret lalu. Sejak saat itu, banyak sekali spekulasi yang menyebut Hansamu akan pindah ke Bhayangkara, dan hal itu benar terjadi setelah klub yang memiliki julukan The Guardian itu mengumumkan kedatangan Hansamu di akun media sosialnya.

“Welcome Big Man to Bhayangkara Solo FC,” tulis Bhayangkara seperti dilansir Football5Star.com dari akun Instagramnya.

Hansamu Yama - Persebaya - Aji Santoso - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

Hansamu Yama diproyeksikan untuk menggantikan posisi Lee Won-jae dan Nurhidayat Haji Haris yang sudah dilepas oleh The Guardian.

Sebelumnya, Bhayangkara sudah mendatangkan beberapa pemain jelang kompetisi Piala Menpora 2021. Osas Saha menjadi pemain terakhir yang didatangkan Bhayangkara sebelum mendatangkan Hansamu. Lalu sebelumnya lagi, Bhayangkara juga sudah mendatangkan Arthur Bonai dan memperpanjang kontrak Renan da Silva.

Mereka juga saat ini dirumorkan akan mendatangkan gelandang Persija, Evan Dimas. Namun sampai saat ini, Evan Dimas belum diumumkan sebagai pemain bebas transfer oleh Persija. Tentu saja, Evan Dimas tidak asing dengan lingkungan Bhayangkara. Dia merupakan bagian dari skuad Bhayangkara yang berhasil menjadi juara Liga 1 2017.

Bhayangkara kini sudah menggelar latihan di Lapangan Universitas Sebelas Maret jelang Piala Menpora 21 Maret nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Klub Malaysia Akhirnya Berani Keluar Duit Demi Saddil Ramdani

Klub Malaysia Akhirnya Berani Keluar Duit Demi Saddil Ramdani 47

Football5Star.com, Indonesia – Klub Malaysia, Sabah FC, akhirnya berani mengeluarkan uangnya demi mendapatkan jasa Saddil Ramdani. Hal itu dikonfirmasi sendiri oleh pelatihnya, Kurniawan Dwi Yulianto.

Seperti diketahui, minat Sabah FC kepada Saddil memang sudah ramai dalam beberapa pekan terakhir. Klub asal Malaysia itu sudah mengirimi surat peminjaman kepada pihak Bhayangkara Solo FC sebagai pemilik sah sang pemain.

Beberapa hari kemudian, Bhayangkara Solo FC lantas membalas surat dari Sabah FC. Salah satu isinya ialah soal ketentuan membayar uang pinjaman. Kini, Kurniawan Dwi Yulianto mengaku siap membayar uang yang diminta Bhayangkara demi mendapatkan jasa Saddil Ramdani.

Ternyata Ini Sosok Pemain Indonesia yang Diincar Sabah FC Saddil Ramdani Kian Dekat Berseragam Sabah FC Musim Depan sabah fa Kasus Saddil Ramdani Bisa Diseret ke Komdis PSSI

“Kami sudah setuju dengan nominal yang diminta oleh Bhayangkara untuk mau melepas Saddil Ramdani. Sekarang, kami masih menunggu surat resmi dari Bhayangkara. Mudah-mudhan cepat selesai,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi Football5Star.

Terkait status Saddil, Kurniawan tak bisa menyebutkan secara detail karena semuanya ada dalam klausul kontrak. Karena sebenarnya, Saddil sendiri kontraknya bakal habis di Bhayangkara pada akhir Februari 2021.

“Kalau di dalam surat Bhayangkara itu loan transfer. Nah, kontrak Saddil itu kan habis Februari. Tapi, kami kan menjaga etika dan hubungan baik. Makanya kami buat surat izin kepada Bhayangkara,” pungkas Kurniawan.

Malaysia bukan negara asing buat Saddil. Dia sempat gabung Pahang FA 2019 lalu. Bersama Pahang FA, Saddil Ramdani memainkan 22 pertandingan dengan mengemas dua gol dan tiga assist di Malaysia Super League. Sebuah catatan yang lumayan apik untuk pemain berposisi winger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara Soal Saddil Ramdani ke Malaysia: Tergantung Negosiasi

Bhayangkara Soal Saddil Ramdani ke Malaysia: Tergantung Negosiasi 51

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC buka suara soal kabar Saddil Ramdai hijrah ke klub Malaysia, Sabah FC. Mereka siap melepas, tetapi semuanya tergantung dengan negosiasi.

Seperti diketahui, minal Sabah FC kepada Saddil memang sudah ramai dalam beberapa pekan terakhir. Klub asal Malaysia itu sudah mengirimi surat peminjaman kepada pihak Bhayangkara.

Beberapa hari kemudian, Bhayangkara Solo FC lantas membalas surat dari Sabah. Salah satu isinya ialah soal ketentuan membayar uang pinjaman. Hal inilah yang sedang dirapatkan oleh manajemen Sabah.

Ternyata Ini Sosok Pemain Indonesia yang Diincar Sabah FC Saddil Ramdani Kian Dekat Berseragam Sabah FC Musim Depan sabah fa Kasus Saddil Ramdani Bisa Diseret ke Komdis PSSI

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Sumardji, akhirnya buka suara soal proses pminajamn Saddil ke Sabah. Dia menyebut kalau timnya siap melepas Saddil, asal sesuai kesepakatan.

“Apakah Bhayangkara Solo FC akan melepas Saddil Ramdani atau tidak? Semuanya tergantung negosiasi,” bilang Sumardji saat dihubungi oleh awak media.

Secara pribadi, Sumardji, mendukung Saddil berkarier di luar negeri. Meski memang, harus ada proses negosiasi yang wajib disepakati oleh kedua belalh pihak.

“Semua tergantung pilihan Saddil Ramdani mau bermain di mana,” pungkas dia.

Sebenarnya, kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara akan segera kedaluwarsa akhir Februari 2021. Namun, Sabah sebelumnya mengaku akan tetap menghorati kontrak Saddil dengan tim yang kini bermarkas di Solo itu.

“Kami kan menghormati kontrak pemain dan klub. Kami juga tahu etika makanya kami mau pinjam baik-baik ke klub lamanya, dengan mengirim surat resmi ke klub lamanya,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi Football5Star.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Tak Akan Tahan Saddil dan Andik Main di Malaysia

Bhayangkara FC Tak Akan Tahan Saddil dan Andik Main di Malaysia 55

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC berjanji tak akan menghalangi para pemainnya, seperti Saddil Ramdani dan Andik Vermansah ke luar negeri. Asal, para pemain harus izin terlebih dahulu kepada manajemen.

Seperti diketahui, Andik dan Saddil belakangan memang diisukan bakal ke Malaysia. Andik dikaitkan ke Pahang FC, sedangkan Saddil Ramdani disebut-sebut akan susul Kurniawan Dwi Yulianto ke Sabah FA.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji, akhirnya angkat suara terkait kabar tersebut. Dia sama sekali tak mau menahan dua pemain bintangnya itu hijrah ke Negeri Jiran.

Bhayangkara FC Tak Akan Tahan Saddil dan Andik Main di Malaysia Reaksi Bhayangkara FC Ketika Tahu Saddil Ramdani Dipolisikan
Bhayangkara-Footballclub

“Ya kalau memang pemain-pemain itu mau bermain di luar negeri ya saya tidak masalah dan tidak akan menahan mereka,” kata Sumardji ketika dihubungi oleh awak media.

Kendati begitu, Bhayangkara Solo FC jelas bukannya membolehkan mereka pergi begitu saja. Pria yang jua menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo itu ingin Andik Vermansah dan Saddil Ramdani izin dahulu sebelum benar-benar pergi ke Malaysia.

“Meski saya perbolehkan tapi yang penting pemain-pemain ini harus keluar sesuai dengan aturan yang ada dan tidak menyalahi aturan tersebut,” pungkas dia.

Malaysia sebenarnya bukan negara asing buat Andik Vermansah dan Saddil Ramdani. Andik sempat lama bersama Selangor FA dan gabung dengan Kedah FA.

Sedangkan Saddil sempat gabung Pahang FA 2019 lalu. Bersama Pahang FA, dia memainkan 22 pertandingan dengan mengemas dua gol dan tiga assist di Malaysia Super League. Sebuah catatan yang lumayan apik untuk pemain berposisi winger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Serahkan Nasib Liga 1 kepada PSSI

Bhayangkara FC Serahkan Nasib Liga 1 kepada PSSI 59

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC mengaku sampai saat ini menyerahkan nasib soal Liga 1 kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka pun sangat berharap PSSI bisa beri jalan keluar.

PSSI dan PT LIB memang sudah sepakat Liga 1 2020 akan dilanjutkan Februari 2021. Mereka jua memutuskan kalau kompetisi musim ini akan bertitel Liga 1 2020-2021 karena lintas tahun akibat pandemi COVID-19 dan tak dapat izin keamanan.

Namun demikian, hingga kini PSSI dan PT LIB pun belum mendapatkan izin keamanan dari pihak polisi. Bhayangkara Solo FC sendiri menyerahkan nasib Liga 1 kepada kedua otoritas sepak bola INdonesia itu.

Bhayangkara FC Pun Serahkan Nasib Liga 1 ke PSSI 2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Saat ini saya masih menunggu keputusan final dari PSSI dan PT LIB terkait dengan kompetisi ini, apakah lanjut atau tidak,” kata COO Bhayangkara, Kombes Pol Sumardji ketika dihubungi oleh awak media.

Sumardji menilai kalau saat ini timnya menantikan hasil pertemuan klub, PSSI dan PT LIB. Bhayangkara FC, kata dia, akan sangat menghormati apapun keputusan akhir yang disepakati bersama. Makanya, dia berharap ada sebuah keputusan yang benar-benar jadi patokan untuk masa depan Liga 1.

“Pertemuan tanggal 22 Januari nanti saya ingin menghasilkan keputusan yang baik dan sudah ada kepastian yang jelas. Sehingga pada saat dibawa ke rapat exco nanti PSSI sudah bisa memutuskan kompetisi ini,” tutup Sumardji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Trauma Serdy Ephy, Bhayangkara FC Ultimatum Pemainnya di Timnas U-23

Trauma Serdy Ephy, Bhayangkara FC Ultimatum Pemainnya di Timnas U-23 63

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC tampaknya tak mau kejadian Serdy Ephy terulang kepada pemain lain di Timnas U-23 Indonesia. Mereka mengultimatum agar para pemainnya bisa disiplin selama latihan di tim nasional.

Dalam daftar pemain yang dipanggil Shin Tae-yong, Bhayangkara Solo FC memang salah satu penyumbang terbanyak. Tercatat ada empat nama yang dipanggil ke Timnas U-23, yakni Adam Alis, Saddil Ramdani, Dendi Sulistyawan dan Nurhidayat.

COO klub berjuluk The Guardian, Sumardji pun mengingatkan kepada keempat pemainnya untuk tak berbuat macam-macam alias bertindak indisipliner. Dia ingin para pemainnya bisa fokus saja membela negara, tak usah memikirkan hal lain. Karena mereka pun juga membawa nama Bhayangkara di Tim Nasional.

Trauma Serdy Ephy, Bhayangkara FC Ultimatum Pemainnya di Timnas U-23

“Saya ingin semua pemain berlatih keras dan sungguh-sungguh. Pesan saya juga jaga nama baik klub,” ungkap Sumardji dalam laman resmi klub.

“Jangan pernah melakukan pelanggaran sekecil apapun. Kesuksesan pemain itu akan menjadi kebanggaan untuk klubnya juga,” sambung dia.

Pesan yang disampaikan Sumardji ini terbilang wajar. Pasalnya, Bhayangkara Solo FC pernah dibuat malu oleh kelakukan mantan pemain muda, Serdy Ephy Fano, saat menjalani TC bersama Timnas U-19 Indonesia beberapa waktu lalu.

Serdy ketangkap basah dugem bersama Yudha Febrian. Bahkan tak cuma dicoret dari Timnas U-19, Serdy juga langsung dipecat dari klub yang kini bermarkas di Solo itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Siap Wakili Indonesia di Asia: Kami Akan Main di Solo

Bhayangkara FC Siap Wakili Indonesia di Asia: Kami Akan Main di Solo 67

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC mengaku siap mewakili Indonesia di Asia dan bakal bermarkas di Solo. Namun memang, mereka hanya menunggu keputusan PSSI saja siapa yang berhak ke Asia untuk musim depan.

Seperti diketahui, kalau wakil Indonesia di Asia untuk musim depan masih belum ditentukan. Ada tujuh klub yang berpeluang, yakni Bali United, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, Persipura Jayapura, Bhayangkara Solo FC, dan Borneo FC.

Ketujuh klub itu menjadi calon karena berhasil lolos dalam lisensi standar AFC. Bhayangkara Solo FC sendiri mengaku sangat siap kalau nantinya ditunjuk oleh PSSI untuk main di AFC Cup 2021.

Bhayangkara FC Siap Main di Asia: Kami Akan Main di Solo Kombes Sumardji Sampai Minta Maaf dengan Kelakuan Serdy Ephy Fano Bhayangkara FC Persebaya Surabaya Perwira Kepolisian Turut Berkomentar Soal Saddil Ramdani Jadi Tersangka. Perwira Kepolisian Soal Liga 1 2020: Jatim Zona Merah, Bahkan Hitam! Bhayangkara FC Galau Usai Liga 1 2020 Dilanjutkan

“Kalau kita disuruh main di AFC Cup ya kita pasti siap. Karena itu kan mewakili indonesia juga. Untuk main kami pasti akan di Solo. Pokoknya kalau PSSI tunjuk kita jadi wakil, kami pasti siap,” kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Sumardji.

Akan tetapi, Bhayangkara, kata Sumardji, tak mau terlalu berharap untuk bisa mentas di AFC Cup musim depan. Karena semuanya, kata dia, tergantung dari keputusan PSSI.

“Memang seharusnya siapa? Juara kan? Ya pokoknya tinggal tunggu saja siapa yang jadi wakil di AFC Cup nanti,” tutup dia.

PSSI sendiri bilang kalau soal wakil Indonesia di Asia nantinya tergantung rapat Komite Eksekutif (Exco). Tengah pekan ini semuanya akan diputuskan.

“Rabu (16/12) rapat Exco diputuskan. Nanti setelah rapat ada keputusan. Soal hasil, nanti tergantung dari rapat ya,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

RESMI! Serdy Ephy Dipecat Bhayangkara FC Gara-gara Dugem

gamespool
RESMI! Serdy Ephy Dipecat Bhayangkara FC Gara-gara Dugem 70

Football5star.com, Indonesia -Bhayangkara FC resmi mengambil tindakan tegas setelah pemain mudanya, Serdy Ephy tertangkap basah dugem di klub malam beberapa waktu lalu. Pada Jumat (4/12) sore WIB, The Guardians resmi memecat pemain berumur 17 tahun itu.

Menurut manajer Bhayangkara FC, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, setiap pemain The Guardians wajib menjaga sikap di dalam maupun luar lapangan. Ia dibuat geram karena Serdy kembali mencoreng nama baik Bhayangkara FC karena dua kali dicoret timnas U-19.

“Bhayangkara Solo FC mewajibkan seluruh pemain untuk menjaga attitude dan kedisiplinan baik di dalam dan diluar lapangan,” jelas Yogi Hermawan seperti dikutip football5tar.com dari laman resmi klub.

Lebih lanjut, Yogi berharap pemecatan ini bisa dijadikan pelajaran berharga oleh Serdy. Menurutnya, Serdy masih memiliki banyak kesempatan untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

“Setiap insan tidak ada yang sempurna, semoga Serdy tetap semangat dan memperbaiki kekurangan sehingga ke depan dia dapat memenuhi cita-citanya menjadi pemain bola profesional yang mampu mengharumkan nama bangsa,” pungkas Yogi.

Serdy Ephy kembali menjadi sorotan setelah video dugemnya beredar di dunia maya pada Kamis (3/12) lalu. Video tersebut menjadi alasan di balik pencoretannya dari skuat timnas U-19 beberapa waktu lalu.

Serdy bukanlah satu-satunya penggawa timnas U-19 Indonesia yang tertangkap basah sedang dugem. Pemain muda Barito Putera, Yudha Febrian juga terekam dalam video viral tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Bhayangkara FC Soal Serdy Dugem: Ampun Ini Anak Gak Habis Bikin Masalah!

Bos Bhayangkara FC Soal Serdy Dugem: Ampun Ini Anak Gak Habis Bikin Masalah! 74

Football5Star.com, Indonesia – Bos Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji, kembali dibuat kesal dengan ulah Serdy Ephy Fano. Kali ini dia benar-benar murka lantaran Serdy ketahuan asyik dugem di sebuah klub malam.

Belakangan, memang beredar video di media sosial yang diduga itu adalah Serdy dan Yudha Febrian di sebuah kelab malam. Video tersebut lantas viral dan menjadi perbincangan banyak suporter Timnas INdonesia.

Nah, video itu akhirnya sampai juga ke bos Bhayangkara Solo FC. Sumardji menyebut kalau memang kelakuan Serdy sudah di luar batasan. Dia bahkan geregetan karena pemain mudanya itu membuat masalah terus.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Ampun ini anak, enggak ada habisnya buat masalah. Kami akan berikan sanksi sesuai kesalahan yang dia lakukan,” ungkap Sumardji saat dihubungi awak media.

Bhayangkara Solo FC sendiri bisa saja memberi sanksi yang sangat berat hingga berujung pemecatan. Namun, Sumardji mengaku kalau masalah ini akan dirapatkan terlebih dahulu sambil meminta keterangan dari sang pemain.

“Untuk sanksi, saya belum isa memutuskannya. Karena kami masih harus mendiskusikan ini dengan manajemen. Kami akan investigasi juga dengan Serdy,” papar dia.

Sebelumnya, manajer Bhayangkara Solo FC, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengaku terkejut dengan kelakukan Serdy. Bahkan dia menyebut kalau itu sebagai sebuah kejadian memalukan.

“Memalukan. Kami akan rapat untuk pemberian sanksi,” kata I Nyoman Yogi saat dihubungi awak media. Bahkan, Yogi tak menampik kalau hukuman terberat buat Serdy Ephy Fano bisa berupa pemecatan. “Bisa. Tergantung hasil keputusannya nanti,” sambung dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Soal Video Serdy Ephy Fano di Kelab Malam: Memalukan!

Bhayangkara FC Soal Video Serdy Ephy Fano di Kelab Malam: Memalukan! 78

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara Solo FC akhirnya bertindak keras soal vieo Serdy Ephy Fano di sebuah kelab malam. Mereka menyebut hal itu memalukan bahkan bisa sampai berujung pemecatan ke pemain.

Belakangan, memang beredar video di media sosial yang diduga itu adalah Serdy Ephy dan Yudha Febrian di sebuah kelab malam. Video tersebut lantas viral dan menjadi perbincangan banyak suporter Timnas INdonesia.

Nah, video itu akhirnya sampai juga ke manajemen Bhayangkara FC. Ketika melihat video tersebut, manajer Bhayangkara Solo FC, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengaku terkejut. Bahkan dia menyebut kalau itu sebagai sebuah kejadian memalukan.

Bhayangkara FC Soal Video Serdy Ephy Fano di Kelab Malam: Memalukan! Bhayangkara FC Janji Tak Ikut Campur Proses Hukum Saddil Ramdani
Bhayangkara-Footballclub

“Memalukan. Kami akan rapat untuk pemberian sanksi,” kata I Nyoman Yogi saat dihubungi awak media. Bahkan, Yogi tak menampik kalau hukuman terberat buat Serdy Ephy Fano bisa berupa pemecatan. “Bisa. Tergantung hasil keputusannya nanti,” sambung dia.

Sebelumnya, asisten pelatih Timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, menyayangkan sikap keduanya andai benar video itu adanya. Nova berharap hal ini harus dijadikan pelajaran yang berharga khususnya buat Serdy Ephy Fano dan Yudha Febrian.

“Semoga kalau itu benar, tidak terulang lagi dan pemain bisa lebih sadar lagi. Saya pasti sangat menyayangkan. Karena Yudha dan Serdy pemain muda dan kariernya masih panjang. Semoga bisa menjadi pelajaran,” papar Nova Arianto kepada Football5Star.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pindah ke Solo, Bhayangkara FC Tebar Janji Manis

Pindah ke Solo, Bhayangkara FC Tebar Janji Manis 82

Football5Star.com, Indonesia – Perpindahan Bhayangkara FC ke Solo akhirnya secara resmi diumumkan dan Stadion Manahan dipastikan bakal jadi markasnya. Bhayangkara sendiri menebar janji manis dengan kepindahannya ke Solo.

Sebenarnya, Bhayangkara sudah beberapa kali berpindah markas. Sebelum ini, mereka sempat ke Surabaya, Sidoarjo, sebelum akhirnya balik lagi berkandang di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Kini, mereka resmi hijrah ke Solo. Bahkan nama Bhayangkara pun diselipkan kota Solo FC di tengah-tengahnya. CEO Bhayangkara Solo FC Irjen Pol Istiono, menyebut kalau kepindahan ini bisa memajukan persepakbolaan Solo.

Pindah ke Solo, Bhayangkara FC Tebar Janji Manis

Dia bilang kalau ini momen yang tepat untuk menumbuhkan semangat para generasi muda. Mereka bisa saja melirik pemain berbakat yang dapat memajukan persepakbolaan khususnya di kota Solo.

“Penggantian nama ini tak lain adalah suatu wujud penghargaan kami dan aspirasi segenap masyarakat Solo atas dukungan dan kesediaannya menjadikan kota Solo ini sebuah homebase dan homeground baru bagi Bhayangkara Solo,” kata Istiono dalam rilis yang diterima Football5Star.

Bhayangkara Solo FC, kata dia, berjanji bakal turut membangun sepak bola setempat. Mereka juga tak memungkiri bisa saja merekrut putra daerah untuk ikut bermain di Liga 1.

“Kami berharap dengan kepindahan homebase ini, mari kita bersama-sama membangun persepakbolaan negeri juga persepakbolaan kota Solo tanpa ada persaingan namun sinergitas yang bersifat membangun, kita terus tumbuh kembangkan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi Pindah Markas ke Solo, Bhayangkara FC Kembali Ganti Nama

Resmi Pindah Markas ke Solo, Bhayangkara FC Kembali Ganti Nama 87

Football5star.com Indonesia – Kepindahan Bhayangkara FC (BFC) dari Jakarta menuju Solo akhirnya diresmikan pada Jumat (27/11/2020). Tak hanya itu, BFC pun akan kembali berganti nama menjadi Bhayangkara Solo FC (BSFC).

Dalam peresmian kandang baru yang dilakukan di Stadion Manahan Solo itu hadir beberapa tokoh penting sepak bola nasional. Sebut saja CEO BSFC, Irjen Pol Istiono, Wakil Ketua PSSI Iwan Budiyanto, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ahmad Hadian Lukita, hingga perwakilan pejabat setempat.

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC?
Instagram @liga2match.id

Melaui peresmian ini, BSFC yang sebelumnya bermarkas dari Stadion PTIK Jakarta, akan mulai menggunakan Stadion Manahan ketika Liga 1 2020-21 dimulai lagi. Sementara, lapangan UNS bakal dijadikan lapangan latihan sehari-hari.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan Rektor UNS Surakarta, Prof. Dr. Jamal Wiwoho kemarin, Kamis (26/11),” kata Irjen Pol Istiono, dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Sementara, pergantian atau penambahan nama menjadi Bhayangkara Solo FC, sesuai dengan usulan dari Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo serta masyarakat setempat. Bagi Bhayangkara, ini bukan kali pertama mereka berganti nama sejak kiprahnya di kompetisi sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, mereka sempat memakai nama Bonek FC, Surabaya United, Bhayangkara Surabaya United, hingga yang terakhir BFC.

Peresmian Bhayangkara Surabaya United menjadi Bhayangkara FC - liputan6
liputan6.com

“Memang benar. Dengan peluncuran homebase baru, kami juga langsung merealisasikan nama tim Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC,” kata Irjen Pol Istiono menambahkan.

Seiring berpindah markas dan berubah nama, BSFC berharap bisa ikut mencetak pemain berbakat khususnya di Kota.

“Kami juga merespon kebijakan PSSI. Pada masa pandemi merekomendasikan kompetisi Liga I dikonsentrasikan di wilayah Jawa bagian tengah, agar memudahkan pelaksanaan kompetisi dan antar kota bisa dilakukan jalan darat,” kata Irjen Pol Istiono memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Dapat Antusiasme di Jakarta Jadi Alasan Bhayangkara FC Hijrah ke Solo

Tak Dapat Antusiasme di Jakarta Jadi Alasan Bhayangkara FC Hijrah ke Solo 91

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC tak menampik bakal segera hijrah ke Solo dalam waktu dekat karena masalah antusiasme. Mereka tak memungkiri kalau selama bermarkas di Jakarta, tak terlalu mendapatkan antusias.

Sebenarnya, Bhayangkara sudah beberapa kali berpindah markas. Sebelum ini, mereka sempat ke Sidoarjo, sebelum akhirnya balik lagi berkandang di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Belakangan, kabarnya mereka akan kembali pindah kandang ke Solo. Bahkan nama Bhayangkara pun diselipkan kota Solo di tengah-tengahnya. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, menyebut kalau kepindahan tim ke Solo karena memang untuk mendekatkan diri ke penikmat sepak bola Indonesia.

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC?
Instagram @liga2match.id

“Yang pasti itu, kami ingin mendekatkan kepada suporter yang cinta sepak bola. Dikarenakan di Jakarta kami tidak bisa menggaet atau mendapatkan suporter yang lebih besar. Pertimbangannya itu. Jadi dengan adanya suporter yang ada, bisa menambah semangat anak-anak,” ungkap Sumardji saat dihubungi awak media.

Meski demikian Sumardji tak bisa bicara banyak soal perubahan nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Dia menyebut kalau nantinya akan ada pengumuman yang lebih lengkap dari manajemen tim.

“Mungkin besok secara resmi akan diumumkan. Yang pasti sekarang ini kami menjalin komunikasi dengan UNS kaitan dengan tempat pemusatan latihan. Bhayangkara saat ini menjalin kerja sama dengan untuk pelaksanaan pemusatan latihan. Kalau berkaitan dengan kepastian, besok secara resmi akan diumumkan. Termasuk nama dan homebase. CEO kami yang akan mengumumkan secara resmi,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC?

Bhayangkara FC Bakal Berubah Nama Jadi Bhayangkara Solo FC? 95

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC disebut-sebut bakal berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC sekaligus berpindah markas. Kabar itu belakangan sudah beredar di media sosial.

Sebenarnya, Bhayangkara sudah beberapa kali berpindah markas. Sebelum ini, mereka sempat ke Sidoarjo, sebelum akhirnya balik lagi berkandang di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Belakangan, kabarnya mereka akan kembali pindah kandang ke Solo. Bahkan nama Bhayangkara pun diselipkan kota Solo di tengah-tengahnya. Menanggapi kabar tersebut, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji buka suara.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Mungkin besok secara resmi akan diumumkan. Yang pasti sekarang ini kami menjalin komunikasi dengan UNS kaitan dengan tempat pemusatan latihan,” ungkap Sumardji ketika dikonfirmasi awak media.

Soal penyebutan Bhayangkara Solo FC, Sumardji tak bisa berkomentar banyak. Tapi intinya, tim berjuluk the Guardians itu akan melakoni pemusatan latihan di Solo dalam waktu dekat. Mereka juga mengaku sudah bekerja sama untuk bisa berlatih di kota bersemboyan Spirit of Java itu.

“Bhayangkara saat ini menjalin kerja sama dengan untuk pelaksanaan pemusatan latihan. Kalau berkaitan dengan kepastian, besok secara resmi akan diumumkan. Termasuk nama dan homebase. CEO kami yang akan mengumumkan secara resmi,” pungkas Sumardji.

Kabar yang beredar kalau memang manajemen Bhayangkara sudah bertemu beberapa pihak untuk rencana ini. Kalau punbenar hal itu bukan menjadi hal yang baru. Sebelumnya, PS Tira juga memilih berkandang di Bogor dan berganti nama menjadi Tira-Persikabo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saddil Ramdani Latihan Berat: Persiapan Tarkam di Ujung Dunia!

Saddil Ramdani Latihan Berat: Persiapan Tarkam di Ujung Dunia! 98

Football5Star.com, Indonesia – Pemain muda Indonesia, Saddil Ramdani, baru-baru ini mengunggah video latihan berat di sebuah gym. Namun yang menarik ialah keterangan video tersebut yang memiliki makna ganda dari Saddil.

Dalam video yang diunggahnya di Instagram, Saddil Ramdani memang tampak agak menyindir para pengkritik dirinya. Sebab, sebelumnya dia sempat menjadi sorotan tajam karena terlihat dalam sebuah pertandingan antarkampung beberapa waktu lalu.

Saddil sendiri sepertinya masa bodoh dengan omongan miring netizen. Dia justru fokus untuk tetap menjaga kondisinya. Dalam video yang diunggahnya itu, Saddil memberikan keterangan dengan emotikon tertawa, “Persiapan tarkam di ujung dunia.”

Keterangan video itu juga bisa jadi sinyal kalau Saddil Ramdani memang akan berkarier di luar negeri. Dia bahkan disebut-sebut bakal mengikuti jejak Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman ke Eropa.

“Dengar dari siapa? Hahah coba langsung tanya ke agen saya langsung, pak Dusan (Bogdanovic),” kata Saddil Ramdani kepada Football5Star beberapa waktu lalu.

Akan tetapi ketika dikonfirmasi, Dusan tak membalas pesan yang dikirim Football5Star. Tentu menarik menantikan kelanjutan kabar ini. Sosok Dusan Bogdanovic ini bisa menjadi kunci.

Berkarier di luar negeri, sebenarnya bukan hal baru buat Saddil. Saat meninggalkan Persela Lamongan 2019 lalu, pemain berusia 21 tahun itu sempat bergabung dengan klub Malaysia, Pahang FA.

Bersama Pahang FA, Saddil memainkan 22 pertandingan dengan mengemas dua gol dan tiga assist di Malaysia Super League. Sebuah catatan yang lumayan apik untuk pemain berposisi winger.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sikap Indisipliner Serdy Ephi Fano Buat Kombes Sumardji Malu Hati

Sikap Indisipliner Serdy Ephi Fano Buat Kombes Sumardji Malu Hati 102

Football5Star.com, Indonesia – Bos Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji, sampai minta maaf usai pemainnya, Serdy Ephy Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 Indonesia. Dia berjanji akan mendidik Serdy agar lebih disiplin.

Ini sebenarnya bukan kejadian pertama Serdy dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena indispliner. Dia sempat didepak dari skuat besutan Shin Tae-yong itu beberapa jam sebelum Garuda Muda terbang ke Kroasia karena telat bangun.

Pemain muda itu lantas kembali diberi kesempatan Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Serdy Ephy Fano pun sempat berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi nyatanya, dia kembali dicoret karena hal serupa.

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

“Mohon maaf atas pelanggaran yang sudah dilakukan Serdy. Saya mewakili manajemen Bhayangkara tentu berharap kejadian ini tak terulang karena kami ingin Serdy bisa jadi punggawa timnas yang tangguh diposisinya,” ujar Kombes Sumardji dalam laman resmi Bhayangkara FC.

Sumardji kecewa berat dengan yang dilakukan oleh Serdy. Dia sempat kaget mendengar kabar Serdy Ephi Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 karena masalah yang sama. Sosok yang kini menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo itupun berjanji akan kembali mendidik Serdy agar bisa lebih disiplin.

“Saya akan berupaya menyadarkan dan mengangkat mentalnya lebih baik dan lebih bagus lagi, agar kelak bisa jadi pemain bola yang punya kualitas dan mental yang baik. Mohon doa dan dukungannya,” tutup Sumardji.

Selain Serdy Ephy Fano, Timnas U-19 Indonesia juga mencoret Yudha Febrian. Kedua didepak dari skuat karena keluar malam hingga pukul 03:00 pagi sehingga telat ikuti kegiatan tim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC Bakal Bawa Serdy Ephi Fano ke Psikiater Usai Didepak Lagi dari Timnas U-19

Bhayangkara FC Bakal Bawa Serdy Ephi Fano ke Psikiater Usai Didepak Lagi dari Timnas U-19 106

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC heran Serdy Ephi Fano kembali melakukan kesalahan yang sama di Timnas U-19 Indonesia. Bahkan Manajer Bhayangkara, Nyoman Yogi Hermawan, berencana membawa Serdy ke psikiater karena hal ini.

Ini sebenarnya bukan kejadian pertama Serdy dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena indispliner. Dia sempat didepak dari skuat besutan Shin Tae-yong itu beberapa jam sebelum Garuda Muda terbang ke Kroasia karena telat bangun.

Pemain muda itu lantas kembali diberi kesempatan Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Sang pemain pun sempat berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi nyatanya, dia kembali dicoret karena hal serupa.

Bhayangkara FC Bakal Bawa Serdy Ephi Fano ke Psikiater

Kubu Bhayangkara FC sampai dibuat terheran-heran. Yogi Hermawan mengaku sebenarnya Serdy Ephi Fano sebenarnya merupakan pemain yang potensial. Namun, soal disiplin inilah yang harus dibenahi pemain muda tersebut.

“Kami prihatin Serdy pemain yang Bagus. Namun sepertinya kurang memiliki disiplin. Sebagai pemain profesional harusnya yang bersangkutan paham bhw salah satu modal yang utama adalah disiplin,” ungkap Yogi saat dihubungi awak media.

Bahkan Bhayangkara FC, kata Yogi, berencana membawa Serdy ke psikiater. Sebab, pihak klub ingin tahu apakah Serdy bermasalah soal psikologisnya atau tidak. Karena ini juga buat masa depan si pemain juga.

“Kami akan membawa Serdy ke psikiater untuk mengetahui apakah ada permasalahan secara psikologis,” tutup Yogi Hermawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka

2 Kali Dicoret Timnas-U-19 karena Indisipliner, Serdy Bikin Bos Bhayangkara Murka 110

Football5Star.com, Indonesia – Kelakuan Serdy Ephy Fano yang kembali dicoret dari Timnas U-19 Indonesia akibat indispliner bikin bos Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji murka. Dia kecewa berat pemain mudanya tersebut tak belajar dari kesalahan.

Ini sebenarnya bukan kejadian pertama Serdy dicoret dari Timnas U-19 Indonesia karena indispliner. Dia sempat didepak dari skuat besutan Shin Tae-yong itu beberapa jam sebelum Garuda Muda terbang ke Kroasia karena telat bangun.

Pemain muda itu lantas kembali diberi kesempatan Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Sang pemain pun sempat berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi nyatanya, dia kembali dicoret karena hal serupa.

Serdy ephy fano Dua Pemain Dicoret Shin Tae-yong karena Telat Sebenarnya Sudah Disiapkan Visa ke Kroasia Tegas! Gara-Gara Telat Bangun 10 Menit, Dua Pemain Dicoret Shin Tae-yong Football5Star.com, Indonesia - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, kembali menunjukkan ketegasannya usai mencoret dua nama karena alasan telat bangun 10 menit saja. Bahkan pencoretan itu dilakukan pada sesi latihan terakhir, Sabtu (29/8/2020) pagi sebelum berangkat ke Kroasia. Dua nama itu ialah Serdy Ephy Fano dan Ahmad Afhridzal. Kedua pemain itu padahalm masuk dalam 30 nama yang akan mengikuti pemusatan latihan (TC) ke Kroasia. Serdy dan Ahmad merupakan salah satu pemain yang masuk dalam proyeksi sang pelatih. Akan tetapi, Shin Tae-yong tampaknya benar-benar tak pandang bulu dalam menerapkan kedisiplinannya, Serdy dan Ahmad akhirnya dicoret hanya karena telat bangun sepuluh menit saja dalam sesi latihan pagi di Stadion Madya, Senayan. Terkait hal tersebut, Serdy Ephy pun secara terbuka mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dia pun menerima dengan besar hati keputusan dari Shin Tae-yong. “Tadi pagi waktu latihan saya terlambat bangun. Waktu teman-teman yang lain sudah mau pergi (ke lapangan) saya masih ketiduran, makanya saya harus nyusul dari belakang. Saat saya dan teman sekamar sampai ke stadion, latian sudah mulai,” tutur Serdhy dalam laman resmi Bhayangkara FC. Serdhy dan Ahmad memang merupakan rekan sekamar. “Saya tetap semangat. Saya akui memang saya yang salah, tidak disiplin,” sambung dia. Lebih lanjut, Serdy Ephy menyatakan Shin Tae-yong adalah pelatih yang tak kenal kompromi. Semua pemain harus bersikap profesional dan disiplin menjalankan tugasnya baik di dalam dan luar lapangan. “Coach Shin itu pelatih yang sangat mengutamakan kedisplinan dan attitude dan saya melanggar aturan itu,” tutup dia.

Kondisi itu membuat Kombes Pol Sumardji kecewa berat. Dia sempat kaget mendengar kabar Serdy Ephi Fano dicoret lagi dari Timnas U-19 karena masalah yang sama.

“Apa benar itu terjadi? Kalau saya pribadi ya sangat kecewa mendengar kabar tersebut. Terlebih karena masalah disiplin. Karena Bhayangkara FC selalu mengedepankan kedisiplinan untuk para pemainnya,” kata Sumardji ketika dihubungi oleh wartawan.

Sumardji sendiri kesal karena seakan Serdy tak bisa berlajar dari kesalahan. Karena mau bagaimanapun, kunci sukses sebagai pesepak bola, ialah kedisiplinan.

“Disiplin itu kan kunci sebagai pemain bola. Kalau memang dari awal saja sudah tidak disiplin itu akan berdampak untuk karier sepak bola pemain tersebut ke depannya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Tak Masuk 6 Klub Indonesia Berstandar AFC

Persija Tak Masuk 6 Klub Indonesia Berstandar AFC 114

Football5Star.com, Indonesia – Persija Jakarta ternyata tak masuk daftar klub-klub Indonesia yang sudah berstandar AFC. Hal itu setelah PSSI baru saja menyelesaikan AFC Club Licensing Cycle 2020.

Seperti diketahui, FC Club Licensing Cycle merupakan suatu proses standarisasi dan verifikasi kualitas manajemen klub profesional AFC. Selain sebagai acuan standar profesional, program ini juga merupakan syarat klub untuk berpartisipasi di kompetisi resmi AFC seperti Liga Champions Asia dan AFC Cup.

Nah menariknya tak ada nama Persija Jakarta pada daftar yang sudah diverifikasi PSSI. Ada enam klub yang sudah dinyatakan lolos, yakni Bali United, Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, Borneo FC, Persib Bandung, dan Arema FC.

Persija Tak Masuk Standar 6 Klub Indonesia Berstandar AFC

Padahal, Persija sendiri sebenarnya sempat dua musim mewakili Indonesia di Asia, yakni pada ajang AFC Cup 2018 dan 2019. Namun, PSSI menjelaskan ada lima kriteria yang menjadi penilaian AFC Club Lisensing.

Kelima aspek tersebut mencakup sporting, infrastructure, personnel serta administration, legal, dan finance. PSSI sendiri berharap ke depan harus banyak klub Indonesia yang bisa memenuhi standar AFC.

“PSSI kedepan akan sedang menyiapkan National Club Licensing untuk kita terapkan di Liga 1 dan Liga 2. Kita berharap semakin banyak klub profesional di Tanah Air yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia sudah berada dalam trek menuju industri sepak bola,” ungkap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam laman resminya.

“Karena semakin banyak klub profesional di Indonesia, semakin maju dan jaya sepak bola Indonesia,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saddil Ramdani Ditegur Manajemen Bhayangkara FC Gara-Gara Tarkam?

Saddil Ramdani Ditegur Manajemen Bhayangkara FC Gara-Gara Tarkam? 118

Football5Star.com, Indonesia – Saddil Ramdani mengaku sudah tahu kalau sebenarnya manajemen Bhayangkara FC melarang pemainnya ikut antarkampung alias tarkam. Namun sekali lagi dia menegaskan kalau saat itu hanya sebagai bintang tamu, tak ikut bermain.

Nama Saddil sempat menjadi perbincangan setelah tertangkap kamera datang ke salah satu lapangan di tengah sambutan warga. Bahkan, lapangan di daerah Bogor yang dia datangi terlihat becek usai diguyur hujan.

Sebenarnya, hal ini sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh manajemen Bhayangkara. Namun, Saddil Ramdani menegaskan kalau kehadirannya di salah satu lapangan di Bogor itu cuma sebagai bintang tamu saja.

Saddil Ramdani Kesal Karena Keluarganya Dihina

“Manajemen itu melarang. Dari awal melarang keras jangan main tarkam. Tapi kalau acara fun game, diundang jadi bintang tamu, atau latihan buat jaga kondisi ya tidak apa-apa. Kecuali berharap dari tarkam kemana saja dikejar,” ungkap Saddil Ramdani saat dihubungi awak media.

Mantan pemain Pahang FA itu sempat melakukan klarifikasi soal hal tersebut. Dia tak menampik ada di sana, tapi tak bermain.

“Sebenarnya kan acara kemarin itu bukan tarkam, kita itu diajak kapten Indra Kahfi untuk turut meramaikan. Jadi bintang tamu lah bukan niat main tarkam. Ternyata sampai di Bogor, hujan kan tidak jadi main akhirnya kita pulang,” papar Saddil Ramdani

Nah pas kita mau jalan pulang itu banyak yang merekam. Akhirnya viral. Saddil pas tahu sempat ya apasih, hal seperti itu saja harus ramai,” sambung dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]