Legenda Prancis: Pengalaman Griezmann di Barcelona Berdampak Negatif

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Antoine Griezmann menjalani dua musim kurang menyenangkan di Barcelona. Maka dari itu ia kembali lagi ke Atletico Madrid.

Performa Griezmann di Barcelona jauh dari ekspektasi. Bahkan musim lalu ia beberapa kali dicadangkan oleh Ronald Koeman.

griezmann-manchestereveningnews
manchestereveningnews.co.uk

Apa yang dialami sang bintang mengundang perhatian legenda Prancis, Bixente Lizarazu. Ia menilai pengalaman sang bomber selama di Camp Nou berdampak negative.

“Apa yang dialami Antoine dengan Barcelona membebani dia dan memiliki dampak negative. Saya harap dia melakukannya dengan baik saat kembali ke Atletico,” ungkap Lizarazu seperti dikutip Football5star dari L’Equipe, Selasa (7/9/2021).

griezmann  Bixente LIzarazu, VAR
zimbio.com

“Tapi di luar itu banyak hal terlah berubah di lini depan Les Blues dengan Kylian Mbappe dan kembalinya Karim Benzema. Antoine harus menemukan ruang dan itu tidaklah mudah,” ia menambahkan.

Griezmann Harus Berjuang Lagi di Klub dan Timnas

Bersama Atletico Madrid, pemain 26 tahun menjelma jadi sosok pembeda. Ia konsisten membawa klub ibu kota di papan atas dan selalu mencetak dua digit gol.

Griezmann
marca

Akan tetapi pada era keduanya kali ini diyakini tidak akan berjalan mudah. Griezmann harus bersaing lagi dengan Luis Suarez dan juga Joao Felix.

Masalah sang bomber bukan hanya di tingkat klub. Dia juga harus meyakinkan Didier Deschamps agar terus mempercayakannya di lini depan bersama Mbappe dan Benzema.

“Masalah utamanya adalah bagaimana mereka akan menemukan solusi untuk meningkatkan kerja sama. Juga bagaimana dia bisa meyakinkan lagi Simeone seperti dulu,” tutup Bixente Lizarazu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss

gamespool
Legenda Prancis Kagumi Mental Penggawa Swiss 9

Football5star.com, Indonesia – Bixente Lizarazu menyayangkan kegagalan Prancis melaju ke perempat final Euro 2020. Menurut Lizarazu, Les Bleus tersingkir karena tak bisa mengimbangi kekuatan mental para penggawa Swiss.

Swiss memang tampil luar biasa pada partai melawan Prancis dinihari tadi. Skuat besutan Vladimir Petkovic berhasil bangkit dari ketertinggalan 3-1 dan memastikan tempat di babak delapan besar lewat babak adu penalti.

“Prancis tidak mendominasi pertandingan ini. Mereka tampil kurang meyakinkan sepanjang babak pertama. Di babak kedua, mereka tampil lebih baik berkat kombinasi Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Karim Benzema,” ujar Bixente Lizarazu kepada Telefoot.

Prancis - Swiss - uefa. com 2
uefa.com

“Pemain Swiss pantas mendapat pujian tinggi. Mereka memiliki kekuatan mental yang luar biasa dan tetap mempertahankan gaya bermainnya meski sempat tertinggal dua gol,” sambung Lizarazu.

Lebih lanjut, Lizarazu juga mempertanyakan konsisi fisik para penggawa Prancis. Ia melihat Paul Pogba cs sudah terlihat kelelahan di babak kedua.

“Mereka tidak terlihat berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, saya tetap mengira Prancis terlihat lebih segar di babak tambahan. Sayangnya, hal itu tidak cukup dan pertandingan akhirnya ditentukan melalui babak tos-tosan,” tandas Lizarazu.

Keberhasilan menyingkirkan Les Bleus membuat Swiss bakal menantang Spanyol di babak perempat final. Laga tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (2/7) malam WIB di Stadion Kretovsky, Saint-Petersburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang 8 Besar Liga Champions, PSG Diserang Eks Bayern Munich

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Leg I perempat final Liga Champions akan bergulir pada tengah pekan nanti. Salah satu laga adalah Bayern Munich vs Paris Saint-Germain yang merupakan ulangan final musim lalu. Jelang laga itu, PSG mendapat serangan dari eks pemain Bayern, Bixente Lizarazu.

Tentu saja bukan serangan fisik yang dilakukan Lizarazu, melainkan kritik pedas. Hal itu dilakukan setelah PSG kalah 0-1 dari Lille OSC pada akhir pekan lalu. Gara-gara kekalahan itu, Les Parisiens pun tergeser lagi dari puncak klasemen. Laga itu pun diwarnai insiden yang melibatkan Neymar.

Lizarazu mengungkapkan kekaguman terhadap Lille yang demikian solid dan apik menghadapi PSG. Sementara itu, Les Parisiens seperti mati akal pada laga krusial tersebut.

Kekalahan PSG dari Lille dinilai Bixente Lizarazu sebagai bukti ketidaksolidan tim.
thesun.co.uk

“Ini adalah kemenangan sepak bola kolektif atas sepak bola individualis. Inilah yang kita saksikan kemarin dengan sebuah tim yang sangat kuat dan begitu terstruktur. Mereka begutu solid dan Paris hancur lebur melawan tim Lille ini,” ujar Bixente Lizarazu seperti dikutip Football5Star.com dari Telefoot.

Lizarazu tak berhenti di situ. Dia mengungkapkan, “Sudah menelan 8 kekalahan dan 3 kali kalah beruntun di Parc des Princes? Ini sepertinya bukan sebuah tim juara. Terutama kemarin, ini adalah tim dari Paris yang tak terorganisasi, amburadul.”

Lizarazu Sindir Pochettino

Bixente Lizarazu juga tak lupa mengkritik pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino. Hal itu diungkapkan secara halus dengan membahas peran Leandro Paredes dan Idrissa Gueye saat PSG menghadapi Lille OSC. Dia menilai sang pelatih sepertinya telah memberikan tugas yang salah kepada kedua pemain itu.

“Hal yang sangat aneh adalah Paredes sebagai gelandang bertahan. Padahal, dia adalah salah satu yang memiliki kreativitas untuk menyambung dengan lini serang. Peran ini justru dimainkan Gueye yang sejatinya adalah seorang gelandang bertahan,” urai Lizarazu lagi.

Dalam pandangan Bixente Lizarazu, selalin terlalu bertumpu pada kemampuan individual para pemainnya, Paris Saint-Germain punya satu penyakit sistematis. Menurut dia, ketika pertandingan tak berjalan sesuai rencana, permainan mereka macet, lalu muncul letupan emosi pada akhir laga. Itu jadi kelemahan yang sangat terlihat sepanjang musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lizarazu: Antoine Griezmann Tak Bisa Main Bareng Lionel Messi

gamespool
Lizarazu: Antoine Griezmann Tak Bisa Main Bareng Lionel Messi 16

Football5Star.com, Indonesia – Legenda timnas Prancis, Bixente Lizarazu, meminta Antoine Griezmann untuk keluar dari Barcelona untuk menyelamatkan kariernya. Lizarazu merasa Griezmann tak cocok bermain dengan Lionel Messi.

Griezmann musim ini lagi-lagi kurang tajam di depan gawang. Dia hanya mencetak 2 gol dari 9 laga di semua kompetisi. Banyak faktor yang jadi penyebabnya, salah satunya adalah posisi dia bermain, yang sudah sempat diprotes oleh Griezmann sendiri. Tapi penyebab lainnya adalah terlihat tak ada harmonisasi dalam hal permainan dirinya dengan kapten Barca, Messi.

“Anda bisa melihat Griezmann tidak bahagia di lapangan. Untuk bermain baik, seorang pesepak bola harus merasa di dukung. Harus ada hubungan kepercayaan dengan pelatih dan rekan satu tim. Saya tidak melihat itu. Dia tidak menemukan tempatnya bersama Leo Messi. Mereka tidak bermain bersama. Solusinya adalah pergi (dari Barcelona),” ucap Lizarazu seperti dilansir Football5Star.com dari France Football.

Antoine Griezmann gagal mengeksekusi penalti dengan baik saat Barcelona menjamu Real Betis.
Getty Images

Lizarazu juga menekankan bahwa tak baik untuk Griezmann bermain di sebuah klub yang sedang kacau balau seperti Barcelona.

“Anda harus bisa berkata cukup. Terus terang, apakah desakan itu layak. Lingkungan (Barcelona) tidak baik untuknya. Yang paling penting adalah menemukan lingkungan yang lebih baik untuk berkembang. Kekacauan Barcelona terlalu berlebihan,” kata mantan pemain Bayern Munich itu.

Lizarazu melanjutkan, “Lebih baik meninggalkan Barca agar tidak terus terjatuh, pergi ke klub yang stabil di mana pelatih menginginkan Anda. Di mana? Saya tidak tahu, tapi itu harus klub yang hebat. Dia tidak akan menikmati tinggal di Barca.”

Menurut Mirror, klub-klub Premier League seperti Manchester United disebut-sebut berniat untuk mendatangkan Antoine Griezmann.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Lizarazu Sarankan Antoine Griezmann Tinggalkan Barcelona

gamespool
Lizarazu Sarankan Antoine Griezmann Tinggalkan Barcelona 20

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain timnas Prancis, Bixente Lizarazu menyarankan Antoine Griezmann untuk hengkang dari Barcelona. Menurut Lizarazu, untuk bisa menaikkan penampilannya, satu-satunya cara adalah Grizemann angkat koper dari Nou Camp.

“Griezmann masih pemain hebat. Dia pemain yang sangat bagus dan fantastis untuk Prancis. Tapi dia sama sekali tidak cocok di Barcelona. Itu masalah yang nyata,” ucap Lizaraze seperti dikutip Football5star.com dari Telefoot, Senin (26/10/2020).

Antoine Griezmann - Barcelona vs Real Madrid - Ronald Koeman - The Sun
The Sun

“Dia pergi ke Barcelona dengan mimpi bisa bermain bersama Lionel Messi. Tapi sayangnya, tidak ada hubungan teknis yang terjadi antara kedua pemain ini.” tambah Lizarazu.

“Dia tidak bisa menemukan posisi terbaiknya. Dia tidak bisa lagi bermain sepak bola dengan Barca. Ini adalah krisis kepercayaan diri untuknya,”

Menurut mantan pemain Bayern Munich tersebut, jika Griezmaan tidak cepat memutuskan, waktu akan berjalan terus dan hal tersebut tentu saja bisa merugikan bagi kariernya di sepak bola

“Pada titik tertenu, lebih baik memotong tangan Anda dibanding lengan Anda. Jangan ragu untuk pergi ketika Anda tidak dapat menemukan tempat untuk Anda. Ini sudah 18 bulan dan situasinya sudah krisis,” papar Lizarazu.

Apa yang dikatakan Lizarazu soal tidak ada chemistry antara Antoine Griezmann dengan Lionel Messi memang sesuai fakta. Keduanya pada musim ini belum berbagi kontribusi. Padahal Messi sudah memberikan assist untuk Ansu Fati dan Coutinho.

Catatan statistik juga menyebutkan bahwa Messi dan Griezmaan pada musim ini hanya berbagi operan sebanyak 23 kali. Sedangkan Messi tercatat berbagi operan sebanyak 35 kali kepada Ansu Fati, 39 kali dengan De Jong, dan 47 kali kepada Jordi Alba.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kabar Terbaru Bixente Lizarazu, Bek Kiri Legendaris Timnas Prancis

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bixente Lizarazu mungkin dapat disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik di era 1990-an dan awal dekade 2000-an. Predikat tersebut didapatkan Lizarazu berkat penampilan apiknya bersama Bayern Munich dan timnas Prancis.

Nama Lizarazu mulai mencuat ketika ia bermain untuk Bordeaux pada periode 1988 hingga 1996. Selepas petualangan bersama Bordeaux, Lizarazu sempat mencicipi atmosfer Liga Spanyol bersama Athletic Bilbao pada musim 1996-97.

Semusim berselang, Lizarazu memutuskan untuk kembali berpindah klub. Raksasa Jerman, Bayern Munich pun menjadi destinasi pilihan Lizarazu yang ketika itu berusia 28 tahun.

Kabar Terbaru Bixente Lizarazu, Bek Kiri Legendaris Timnas Prancis - Getty Images
Getty Images

Bersama Bayern, Lizarazu sukses menggapai status sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia. Selama total sembilan musim bermain di Bavaria, Lizarazu sukses mengoleksi 273 penampilan di semua kompetisi.

Selain itu, ia juga berhasil meraih banyak gelar bergengsi ketika memperkuat Bayern. Diantaranya adalah enam gelar Liga Jerman, lima DFB Pokal, satu Liga Champions, serta satu Piala Interkontinental.

Di level internasional, Lizarazu juga sukses menunjukkan penampilan apik untuk timnas Prancis. Total, Lizarazu berhasil mengemas 97 caps bersama Les Bleus serta sukses mempersembahkan satu gelar Piala Dunia dan satu Piala Eropa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Bayern Munich Sanjung Lucas Hernandez

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Bixente Lizarazu, mengaku sangat senang dengan keputusan Die Roten yang mendatangkan Lucas Hernandez dari Atletico Madrid. Menurutnya, Lucas memiliki kemampuan yang lebih hebat ketimbang sebagian besar bek-bek sayap di Bundesliga.

Demi mengamankan jasa Lucas Hernandez, Bayern harus menggelontorkan dana sebesar 80 juta Euro. Angka tersebut membuatnya mendapatkan predikat sebagai bek kedua termahal di jagat sepak bola setelah Virgil van Dijk.

“Saat ini, saya melihat ada cukup banyak bek kanan dan bek kiri yang memiliki masalah ketika bertahan tapi punya kualitas yang bagus ketika menyerang. Tapi, hal yang sama tak saya temukan di dalam diri Lucas Hernandez,” kata Bixente Lizarazu dilansir laman resmi Bundesliga.

Lucas Hernandez - Bayern Munich - Bixente Lizarazu - Bavarian Football Works
Bavarian Football Works

“Lucas Hernandez memiliki kuatlias yang sama baik ketika menyerang ataupun bertahan. Dia sangat kuat dan punya potensi yang luar biasa. Saya senang karena Bayern memutuskan untuk mendatangkannya. Dia memiliki gaya bermain yang tak jauh berbeda dengan saya,” imbuhnya menambahkan.

Di Allianz Arena musim depan, Lucas Hernandez akan bersaing dengan Joshua Kimmich untuk posisi bek kiri. Selain sebagai bek kiri, pemain 23 tahun itu juga bisa dimainkan sebagai pengganti Mats Hummels di posisi bek tengah.

Kehadiran Lucas merupakan salah satu bukti keseriusan Bayern untuk mempersiapkan masa depan. Selain Lucas, Die Roten juga sudah resmi mendatangkan Benjamin Pavard dari VfB Stuttgart dan Jann-Fiete Arp dari Hamburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Legenda Bayern: VAR Seperti Seks Tanpa Kepuasan

Football Live StarFootball5Star.com, Indonesia – keberadaan Video Assistant Referee (VAR) di dunia sepak bola telah mengundang reaksi beragam dari banyak pihak. Terbaru adalah kritikan pedas yang dilontarkan legenda Bayern Munich, Bixente Lizarazu.

Tidak main-main, Lizarazu bahkan menyebutkan VAR seperti hubungan seks tanpa merasakan kepuasan. Komentar pedas itu disampaikan eks bek Prancis ini pada laga final Coupe de la League antara AS Monaco melawan Paris Saint-Germain.

Pada laga tersebut, wasit menganulir gol Monaco yang dicetak Radamel Falcao saat PSG sudah unggul 2-0. Tidak hanya itu, wasit Clement Turpin juga membuat keputusan kontroversial lain ketika mensahkan gol pembuka yang dicetak Edinson Cavani setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.

var ghanasoccernet com
ghanasoccernet.com

“VAR itu seperti seks tanpa kepuasan. Saat pemain seharusnya bisa merayakan gol, mereka diminta untuk terdiam dan itu saya rasakan di stadon. Fans menjadi tidak berpartisipasi dalam semua hal seakan mereka tidak penting,” ujar Lizarazu kepada Telefoot, Minggu (1/4/2018).

“Seharusnya penggunaan teknologi itu harus dilakukan lebih baik. Harus lebih bisa memberi penjelasan kepada pemain, pelatih, fans, dan semua orang yang menyaksikan di televisi. Kita semua punya bagian dalam setiap pertandingan,” imbuhnya.

Adapun laga final tersebut berhasil dimenangi PSG dengan skor 3-0. Brace Cavani dan gol tambahan yang dicetak Angel Di Maria memastikan PSG meraih Coupe de la League yang kelima secara beruntun.

Lizarazu Mengaku Pernah Dirayu Sir Alex Ferguson

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek timnas Prancis, Bixente Lizarazu, mengungkapkan dirinya pernah didekati Manchester United pada 2001-20012. Kala itu, Manchester United masih dilatih oleh manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.

Bixente Lizarazu menjadi sosok penting di posisi bek kiri timnas Prancis. Bersama timnas Ayam Jantan, Lizarazu berhasil meraih gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, dan Piala Konfederasi 2001 dan 2003.

Di level klub, Lizarazu telah melanglang buana ke berbagai negara. Memulai karier di tim junior Bordeaux, Lizarazu kemudian hengkang ke Athletic Bilbao, Bayern Muenchen, Marseille, dan akhirnya pensiun di Muenchen.

Karena kecemerlangan Lizarazu pada Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, dia mendapat perhatian dari tim-tim besar. Salah satu tim yang memantaunya adalah tim raksasa Inggris, Manchester United.

“Saya punya peluang bermain di Liga Inggris. Sekitar 2001 atau 2002, saya hampir pindah ke Manchester United, namun Bayern tak mengizinkan,” ucap Lizarazu dilansir dari Four Four Two.

“Alex Ferguson ingin memboyong saya dan Man United bernegosiasi dengan Bayern. Namun Bayern tak ingin saya pindah,” ujar dia lagi.

Meski gagal bermain di Liga Inggris, namun Lizarazu bahagia bisa bertahan di Muenchen. Maklum, di sana dia memenangkan berbagai gelar termasuk juara Liga Champions 2000-2001. Lizarazu pun memutuskan untuk pensiun pada 2006 di Muenchen.

Lizarazu: PSG Tim Hebat, Tapi Bayer Munich Klub Hebat

Football5star.com, Indonesia – Bek kiri Bayern Munich di era 90-an, Bixente Lizarazu ikut berkomentar mengenai mantan timnya yang menjamu Paris Saint-Germain. Pria asal Perancis tersebut menghormati kedua klub dan menganggap laga nanti akan berjalan menarik. Ia pun menambahkan baik Bayern dan PSG sama-sama memiliki peluang untuk meraih poin dalam pertandingan tersebut.

Joshua Kimmich dikabarkan telah disodori kontrak baru oleh Bayern Munich.
si.com

“PSG memiliki materi pemain bagus sebagai tim. Sementara Bayern, merupakan sebuah klub dengan reputasi besar di persepakbolaan Eropa. Data statistik menunjukkan demikian, aku cukup terkejut melihat PSG mulai menjadi tim yang diperhitungkan,” ujarnya.

“Sejak ditinggal Ibrahimovic, PSG sedang kembali menyusun mental juara. Sekarang, mereka ada di jalur yang tepat untuk ke arah sana,” lanjutnya.

Lizarazu berseragam Bayern dalam dua periode. Pertama adalah di musim 1997-98 hingga 2003-04. Sempat hijrah ke Marseille selama setengah musim, ia kembali ke Bavaria hingga pensiun pada 2006.

“Bayern memiliki sejarah sebagai pencetak pemain-pemain hebat. Itu sebabnya mereka begitu dihormati. Hingga sekarang, aku masih mencitai klub itu, terutama jika mengingat masa-masa bermain dahulu,’ imbuhnya.

Selama membela Die Roten, Lizarazu turut menyumbang banyak gelar. Lima gelar Bundesliga, lima DFB-Pokal, serta satu gelar Liga Champions menjadi catatan manis pria yang membawa Perancis juara Piala Dunia pada 1998 tersebut.

Berita Bola: “Kiprah Zinedine Zidane Di Real Madrid Luar Biasa”

Football5star.com, Madrid — Real Madrid memetik sukses besar dalam jangka waktu yang singkat bersama Zinedine Zidane. Pelatih asal Prancis itu disebut luar biasa.

Zidane sudah sayu tahun ditunjuk Madrid menjadi pelatih tim utama. Pada awal penunjukkan Zidane menggantikan Rafael Benitez, Madrid dinilai sedang melakukan perjudian.

Zidane belum punya pengalaman untuk menangani tim besar. Oleh kerena itu, wajar kalau kemampuannya masih diragukan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Zidane lalu membawa banyak pihak berdecak kagum. Dia mampu membawa Los Blancos memenangi sebanyak tiga trofi usai menjuarai Piala Dunia Antarklub, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions.

Eks rekan Zidane di timnas Prancis, Bixente Lizarazu, memberikan pujian untuk pelatih yang sempat menangani Real Madrid Castilla itu.

“Zizou tak melakukan suatu hal sepotong-sepotong. Kariernya sudah dibangun dalam jangka waktu yang lama dengan konsistensi di momen penting,” kata Lizarazu di As.

“Dia mempunyai banyak momen luar biasa bersama Prancis dan Real Madrid, dan keseluruhan kariernya sungguh luar biasa.”

“Dia membuat awal yang sangat bagus sebagai pelatih, tapi buat saya itu merupakan suatu hal yang dibangun dalam periode yang lama. Sangat sulit untuk memenangi Liga Champions, bahkan untuk seorang pelatih berpengelaman,” imbuhnya.

UEFA Euro 2016: Lizarazu Minta Publik Prancis Tak Beri Ekspektasi Berlebihan Pada Pogba

Ekspektasi besar diberikan kepada gelandang timnas Prancis, Paul Pogba, di Piala Eropa 2016 ini. Sukses membawa Juventus meraih dua gelar musim lalu, para pendukung Prancis berharap Pogba bisa mengulangi performa gemilangnya di pentas internasional.

Akan tetapi, performa Pogba sejauh ini justru tak sesuai ekspektasi. Mantan bek timnas Prancis, Bixente Lizaranzu, menilai Pogba mendapatkan beban yang terlalu besar di timnas. Imbasnya, Pogba tampil tak sebaik saat bersama Juventus.

Pada laga perempat final kontra Islandia lalu, Pogba berhasil menyumbangkan satu gol. Sayangnya, hal tersebut belum memuaskan hasrat publik sepak bola Prancis.

Lizarazu pun berharap agar publik dan media tak terlalu membebani Pogba untuk selalu tampil spektakuler di setiap laga. Pasalnya, Pogba sendiri masih berusia 23 tahun.

“Pogba memiliki potensi besar. Dia memiliki segalanya, baik kualitas teknik, kecakapan fisik. Masalahnya adalah kita berharap terlalu banyak darinya dan ingin selalu melihatnya tampil di level tertinggi sepanjang waktu,” ujar Lizarazu, dilansir Football Italia.

“Terkadang kita lupa bahwa dia baru berusia 23 tahun, yang merupakan masa pertumbuhan bagi pesepak bola. Tak mudah baginya menghadapi tekanan dan itu terlihat dalam turnamen ini,” ujarnya.

Selain itu, Lizarazu juga memberikan pujian bagi barisan depan Les Bleus. Diakuinya, duet Dimitri Payet dan Antoine Griezman, tampil impresif sepanjang Piala Eropa ini.