Legenda Manchester United, Tony Dunne, Meninggal Dunia

gamespool
Legenda Manchester United, Tony Dunne, Meninggal Dunia 3

Football5Star.com, Indonesia – Kabar duka datang dari sepak bola Inggris. Legenda Manchester United dan timnas Irlandia, Tony Dunne meninggal dunia pada Senin, (8/6/20) waktu setempat.

Kabar ini pertama kali diumumkan lewat media sosial Manchester United.

“Salah satu fullback terbaik kami. Bagian penting dari skuad yang memenangkan European Cup 1968. Seorang pemain yang mencatatkan 535 penampilan dengan kostum merah Manchester United. Belasungkawa tulus kami sampaikan kepada orang-orang terkasih Tony Dunne. Semoga ia beristirahat dalam damai,” tulis United seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitternya.

Mantan rekannya, Alex Stepney, yang merupakan kiper United pada saat itu menggenang pengalamannya bermain bersama Dunne.

“Ini berita yang sangat sedih, Tony adalah rekan tim yang baik, bek sayap dan pemain yang luar biasa. Pada saat saya datang ke klub September 1966, Tony merupakan seorang bek kiri. Klub punya bek kiri lainnya bernama Bobby Noble dan Matt Busby (pelatih United saat itu) memutuskan untuk memasang Tony di bek kanan,” ucap Stepney kepada The Sun.

Stepney melanjutkan, “dia tidak protes dan kami memenangkan liga Inggris di 1967 dengan Tony sebagai bek kanan.”

Tony Dunne memulai kariernya bersama klub Irlandia, Shelbourne sebelum direkrut oleh United pada 1960. Bersama The Red Devils dia memenangkan 2 gelar liga, 1 FA Cup, 1 European Cup, dan 2 Charity Shield.

Dunne pindah ke Bolton pada 1973 dan berhasil membawa tim promosi ke Divisi Dua liga Inggris pada musim 1977-78.

Bersama timnas Irlandia, dia bermain sebanyak 33 kali, 4 kali sebagai kapten, dan menjadi pemain terbaik Irlandia pada 1969.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Tragedi Terkelam di Sepak Bola Britania Raya

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Tragedi Hillsborough terjadi tepat hari ini, 31 tahun yang lalu. Tragedi ini merupakan tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Britania Raya.

Tetapi selain Hillsborough, banyak sekali tragedi-tragedi di sepak bola Britania Raya yang juga memakan banyak korban. Berikut Football5Star sajikan daftarnya.

Tragedi Hillsborough (1989)

https://www.youtube.com/watch?v=esyxX0iVnYc&t=272s

Tragedi Hillsborough merupakan sebuah insiden paling buruk dalam sejarah sepak bola Britania Raya, total 96 orang meninggal dunia dan 766 mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi karena polisi saat itu gagal mengantisipasi banyaknya penonton yang masuk ke stadion.

Karena insiden ini tribun berdiri di seluruh Stadion Inggris dihilangkan dan hanya menyediakan tribun dengan tempat duduk. Pagar besi pemisah antara tribun dan lapangan juga dihilangkan.

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel Nostalgia Hari Ini: Tragedi Hillsborough

Kebakaran Stadion Valley Parade (1985)

Pertandingan Divisi Ketiga antara Bradford City vs Lincoln City harus dihentikan di menit ke 40 karena terjadi kebakaran hebat di tribun blok G stadion Valley Parade.

Seorang fans yang membuang puntung rokok sembarangan menyebabkan kebakaran di salah satu kursi stadion. Api pun cepat menyebar karena hampir sebagian besar stadion bahkan atap stadion terbuat dari kayu. 56 orang meninggal dan 450 orang terluka akibat insiden kebakaran ini.

Tragedi Burnden Park (1946)

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Tragedi Terkelam di Sepak Bola Britania Raya
The Sentinel

Insiden ini terjadi saat laga FA Cup ronde keenam antar Bolton Wanderers vs Stoke City. Para suporter yang melebihi kapasitas merangsek masuk ke dala Stadion Burnden Park, akibatnya tembok di bagian tribun selatan ambruk dan para suporter terjatuh dan saling menimpa satu sama lain.

Sekitar 33 orang meninggal dunia dan kurang lebih 400 orang mengalami luka-luka.

Tragedi Ibrox 1 (1902)

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Tragedi Terkelam di Sepak Bola Britania Raya
Wikipedia

Sebuah insiden terjadi pada laga internasional antara Skotlandia vs Inggris di kandang Glasgow Rangers, Ibrox Park (sekarang Ibrox Stadium). Insiden itu terjadi pada menit ke-51 ketika tribun bagian selatan yang baru dibangun runtuh. Tribun yang menggunakan bahan dasar kayu ini runtuh akibat hujan deras yang terjadi pada malam sebelumnya.

Para supporter yang berjatuhan dari ketinggian 12 meter mengalami luka-luka hingga meninggal dunia. Tercatat 25 orang meninggal dan 157 lainya cedera di insiden ini.

Tragedi Ibrox 2 (1971)

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Tragedi Terkelam di Sepak Bola Britania Raya
Daily Record

Ibrox Park kembali menjadi saksi sebuah insiden kelam. 69 tahun setelah tragedi Ibrox 1, terjadi sebuah insiden yang jauh lebih besar. Kejadian ini terjada saat laga Derby panas, Old Firm, antara Glasgow Rangers melawan Glasgow Celtic. Pada saat itu Celtic unggul 1-0 sampai menit ke-90. Hal itu membuat para fans Rangers banyak keluar lewat stairway 13 atau tangga 13 sebelum pertandingan usai. Tetapi di penghujung laga, Colin Stein mencetak gol bagi Rangers dan menyamakan kedudukan.

Teriakan suporter dari dalam stadion membuat para suporter yang sudah keluar kembali masuk. Tetapi di tangga 13 beberapa orang terjatuh dan mengakibatkan reaksi berantai. Jatuhnya para suporter diperkirakan sampai membuat tumpukan orang setinggi hampir dua meter.

Total ada 66 orang meninggal dunia, dan 200 orang luka-luka. Ini merupakan tragedi paling mematikan kedua setelah Tragedi Hillsborough.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Abdelhak Nouri, pemain Ajax yang kolaps pada pertandingan persahabatan 2017 lalu kini diberitakan sudah terbangun dari komanya. Selain Nouri, banyak sekali pemain-pemain yang pernah mengalami kolaps atau pingsan dilapangan. Entah karena serangan jantung atau cedera kepala.

Beberapa pemain sangat beruntung masih bisa bermain lagi, beberapa lainnya tidak beruntung karena tidak bisa bermain, atau yang lebih fatalnya bisa menyebabkan kematian. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya.

John Terry

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Daily Mail

Pada Final Piala Liga tahun 2007 yang mempertemukan antara Arsenal vs Chelsea. Kapten Chelsea John Terry harus ditarik keluar pada menit ke-63. Pada saat mencoba menyundul bola, kepala Terry tertendang oleh Abou Diaby sebelum kepalanya kembali terbentur ke tanah. Terry langsung tidak sadarkan diri. Pemain yang sekarang menjadi asisten Aston Villa itu mengungkapkan dia tidak mengingat apa-apa soal kejadian itu.

“Saya tidak ingat apa-apa, yang terakhir saya ingat hanya masuk ke lapangan pada babak kedua dan bangun-bangun sudah di ambulan.” Ucap Terry.

Tetapi Terry langsung berbahagia setelah kejadian itu karena timnya berhasil memenangkan laga dan menjuarai Piala Liga berkat dua gol dari Didier Drogba.

Didier Drogba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
emirates247

Selain Terry, pemain Chelsea lainnya yang pernah kolaps di lapangan adalah Didier Drogba. Kejadian ini terjadi pada laga kandang Premier League Chelsea vs Norwich. Kiper Norwich, John Ruddy, tak sengaja meninju kepala Drogba pada saat duel udara. Pemain asal Pantai Gading itu bahkan sudang pingsan di udara sebelum jatuh ke tanah. Drogba sendiri berkata bahwa itu adalah pengalaman yang menakutkan.

“Saya sangat takut, saya tidak ingat apa-apa setelah Norwich menyamakan kedudukan sampai dilarikan ke rumah sakit. Saya pernah cedera sebelumnya, tetap ini yang paling buruh.” Ucap Drogba.

Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk kemenangan Chelsea.

Fernando Torres

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
RantSport

Mantan pemain Liverpool, Fernando Torres, kolaps pada saat bermain di Atletico Madrid melawan Deportivo di pertandingan La Liga pada tahun 2017. El Nino berduel udara dengan pemain Super Depor, Alex Bergantinos sebelum kepalanya membentur keras ke tanah. Bek Atletico, Jose Gimenez, bahkan sempat panik dan menangis setelah melihat rekan timnya dirawat di tengah lapangan.

Beruntung hanya beberapa hari, Torres menulis di media sosialnya bahwa dia tidak apa-apa. “Terima kasih telah menghawatirkan saya dan mendukung saya, saya akan kembali secepatnya.” Kicau Torres di Twitter-nya.

Pertandingan itu berakhir sama kuat 1-1.

Oleh Husyev

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Business Insider

Kapten Dynamo Kyiv, Oleh Husyev, harus berterima kasih kepada pemain Dnipro, Jaba Kankava, karena telah menyelamatkan nyawanya. Legenda Dynamo Kyiv dan timnas Ukraina itu mengalami benturan dengan kiper Dnipro, Denys Boyko, pada laga big match Liga Ukraina Dnipro vs Dynamo Kyiv tahun 2014.

Setelah mengalami benturan, Husyev tidak sadarkan diri, tetapi Jaba Kankava bereaksi cepat untuk membuka mulut Husyev supaya tidak mengalami toung swallowing atau lidah tertelan. Dan hanya dalam beberapa menit Husyev sadar dan bahkan sempat berdiri sebelum ditandu keluar. Pihak petugas medis dari Kyiv pun mengapresiasi sikap dari Kankava.

Pertandingan itu berakhir 2-0 untuk kemenangan Dnipro.

Fabrice Muamba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
CNN

Pengalaman dari pemain Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, mungkin salah satu keajaiban dalam dunia sepak bola. Pemain hasil didikan akademi Arsenal itu mengalami serangan jantung pada menit ke-43 perempat final Piala FA Tottenham vs Bolton 2012 lalu. Menurut dokter klub Bolton, jantung Muamba bahkan sempat berhenti selama 78 menit.

Muamba tidak sadarkan diri selama dua hari, lalu jantung dia kembali berdetak normal tanpa bantuan apapun. Dalam dua minggu dia sudah bisa sadar kembali dan hanya butuh satu bulan untuk Muamba keluar dari rumah sakit.

Pertandingan itu berakhir 1-1 karena diberhentikan oleh wasit Howard Webb setelah Muamba dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan ulang diadakan 10 hari setelahnya dengan Tottenham menang 3-1 atas Bolton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bury FC Dipastikan Bangkrut, Bolton Wanderers Masih Waswas

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bolton Wanderers masih menanti dengan waswas terkait masa depan klub. Bolton tinggal menunggu hitungan hari apakah klub ini mampu terselamatkan atau bernasib sama seperti Bury FC yang bangkrut, Rabu (29/8/2019).

Kabar terbaru Bolton mendapat kelonggaran waktu dari otoritas Liga Inggris, EFL untuk menyelesaikan krisis keuangan mereka. Bolton mendapat tambahan waktu 14 hari untuk proses akuisisi klub dengan Football Ventures.

Dikutip dari BW News, sebelumnya mantan klub kuda hitam di Liga Inggris ini diberi waktu hingga 27 Agustus untuk segera mendapat sokongan dana segar dalam bentuk akuisisi kepada pihak ketiga.

Bolton Wanderes3
bbc.com

Untungnya di tengah deadline keputusan dari EFL, komunikasi antara pihak Bolton Wanderers dengan Football Venterus sudah menemui titik cerah. Pihak EFL pun memberikan waktu hingga 12 September untuk proses akuisisi terlaksana.

Namun pihak EFL menyebutkan jika sampai batas waktu yang ditentukan tak ada hasil dari proses akuisisi itu, maka Bolton akan mengalami nasib yang serupa dengan EFL. Dinyatakan bangkrut dan terlempar dari kasta Liga Inggris.

Otoritas Liga Inggris sebelumnya sudah mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan Bury FC karena gagalnya tawaran akuisisi dari pihak ketiga, C&N Sporting Risk.

EFL pun menjatuhkan sanksi pencoretan Bury FC dari League One dan dinyatakan bangkrut. Menurut ketua eksekutif EFL Debbie Jevans, keputusan ini sangat berat dan ia menyebut bahwa sangat rispek dengan sejarah klub Bury FC.

“Saya mengerti ini akan menjadi waktu yang sangat menjengkelkan dan menghancurkan bagi para pemain, staf, pendukung, dan komunitas Bury,” kata Jevans.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nestapa Klub Tua di Tengah Gemerlap Liga Inggris

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kondisi miris tengah dialami sejumlah klub tua di tengah gemerlap Liga Inggris. Hidup segan mati pun tak mau dirasakan oleh klub-klub ini.

Bolton Wanderes dan Bury FC jadi klub tua yang saat ini berada di ujung tanduk. Kedua klub yang sekarang berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris memiliki waktu 2 hari untuk menyelesaikan masalah finansial yang tengah melilit.

“EFL mendesak semua pihak di jajaran klub untuk berkomunikasi dan bersatu untuk mendapat solusi yang positif untuk permasalahan ini,” bunyi pernyataan Otoritas EFL Championship seperti dikutip dari Football5star.com dari BBC, Senin (26/8/2019).

Bolton yang berdiri 145 tahun silam sudah alami krisis finansial sejak 2016 lalu. Saat saham mayoritas Bolton dibeli oleh Ken Anderson, kesulitan keuangan mencapai titik nadir. Sejumlah pemain sampai harus mogok bertanding karena belum terbayarkan haknya.

Bolton Wanderes
Sky Sports

Bahkan saat akan lakoni pertandingan melawan Doncaster Rovers di lanjutan Football League One pada 21 Agustus 2019 lalu, hanya ada tiga pemain yang siap untuk bertanding. Penundaan pertandingan pun mau tak mau dilakukan oleh klub berjuluk The Whites tersebut.

“Dengan penyesalan dan rasa frustasi yang mendalam, kami terpaksa menunda pertandingan melawan Doncaster Rovers,” bunyi pernyataan Bolton.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami Bury FC. Bury merupakan klub yang berdiri 134 tahun silam. Saat ini mereka tercatat berkompetisi di League Two, kasta ketiga Liga Inggris.

Sejak 2018 klub ini memang berada di kondisi finansial yang sangat buruk. Mereka menunggak tagihan pajak yang angkanya sangat luar biasa. Bahkan penguasaha Steve Dale yang mengambil alih klub ini sampai angkat tangan untuk melunasi hutang pajak ini.

April 2019 saat manajemen klub tengah berupaya melunasi hutang pajak, pengadilan setempat menjatuhkan hukuman kepada klub itu untuk segera membayar gaji para pemain. Mereka diberi waktu 7 hari setelah keputusan untuk melunasi tunggakan gaji tersebut.

Dale menyebut bahwa ia harus mengeluarkan dana mencapai 1,6 juta poundsterling untuk membayar hutang gaji. Itu belum total hutang pajak. Dale mengaku merasa ditipu dengan jumlah hutang tersebut.

Bury FC yang terletak di pinggiran kota Manchester harus memohon-mohon untuk bisa bertahan hidup. Sementara dua klub tetangga tengah diasyikan dengan kucuran dana sponsor, dana hak siar TV, dan gemerlap panggung Liga Inggris.

Liga Inggris bak Wild West

Sebelum krisis finansial yang dialami Bolton dan Bury FC saat ini, klub tua lainnya juga alami serupa. Pada 2013 klub yang berdiri 1895 Oldham bahkan melarang para pemainnya untuk bertukar jersey sesudah pertandingan.

“Mohon diperhatikan, karena kurangnya persediaan kaos, pemain dilarang bertukar kostum seusai pertandingan melawan Everton,” tulis pernyataan resmi klub saat itu.

Mantan pemilik Leeds United Gerald Krasner menyebut bahwa keuangan klub tua di Inggris alami kondisi paling tak mengenakkan. Ia menganggap krisis finansial yang dialami klub tua Inggris sebagai pertempuran di dunia Wild West.

“Mereka yang memiliki amunisi lengkap bisa menang. Sedangkan yang tidak akan hancur. Ini kondisi terparah yang saya alami sejak 15 tahun berkecimpung di Liga Inggris,” kata Krasner seperti dikutip dari BBC.

QSI Leeds United Football5star

Leeds United pada 2005 juga merasakan bagaimana sulitnya keluar dari jerat finansial. Saat itu Krasner menyebut bahwa Leeds memiliki hutang 103 juta poundsterling saat ia mengambil alih.

Laporan dari Forbes menyebut bahwa pada rentang waktu 2007 hingga 2012 terdapat sejumlah petisi untuk penutupan klub yang sudah tak mampu lagi secara finansial. Tercatat ada 18 klub yang mendapat petisi untuk dibubarkan.

Dari beberapa klub yang masuk petisi untuk dibubarkan, sejumlah klub tua seperti Coventry City mampu lolos dari jerat finansial. Pun juga dengan Portsmouth, Birmingham City, hingga Leeds United.

Jauh sebelum itu klub yang berdiri ratusan tahun memang dihadapkan pada masalah pelik. Mereka harus meminjam dana ke bank untuk bisa menarik mendatangkan uang baru.

Pada 1931 laporan dari Bernard Mnzava dari University of Leeds menyebut bahwa Wigan pada tahun itu memiliki hutang sebesar 20 ribu poundsterling kepada bank. Dana sebesar itu diperuntukkan menarik suporter nonton langsung ke stadion.

Rob Wilson seorang pakar keuangan di Inggris menyebut penyakit finansial yang dialami klub tua ini dikarena tidak adanya aturan ketat untuk para kreditor memeriksa keuangan klub.

Faktanya memang para klub tua ini terlilit masalah finansial, setengah disebabkan tunggakan pajak yang tak terbayarkan. Pemilik klub rata-rata kemudian mengelabui laporan pajak dan kemudian menjual klub ke pemilik baru.

Kondisi yang dialami klub tua ini jadi bagian lain dari gemerlapnya panggung Liga Inggris. Mereka yang dulu dianggap pelopor kini tinggal menunggu waktu digilas industri sepak bola yang makin menggurita.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bolton Wanderes Terancam Terusir dari Liga Inggris

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Otoritas EFL Championship memberikan waktu dua hari untuk Bolton Wanderes segera mendapatkan solusi terkait permasalahan keuangan mereka. Jika dalam tenggat waktu tersebut tak ada solusi, Bolton Wanderes terancam terusir dari kasta kedua Liga Inggris.

“Situasi ini tak dapat terus dibiarkan. Kami meminta petinggi klub memberikan rencana yang kredibel terkait pengelolaan klub dalam satu musim ini,” bunyi pernyataan resmi EFL seperti dikutip dari bbc, Minggu (25/8/2019).

“Jika sampai Selasa 27 Agustus 2019 pukul 17:00 BST tidak ada hal positif, dewan EFL akan mempertimbankan hukuman penangguhan status keanggotaan atau pengusiran klub dari Liga,”

Bolton Wanderes2
bbc

Bolton Wanderes mengalami permasalahan keuangan yang cukup pelik. Akhir pekan lalu, mantan klub Hidetoshi Nakata dan Jayjay Okocha ini tak bisa bertanding karena hanya tersedia 3 pemain yang siap tampil.

“EFL mendesak semua pihak di jajaran klub untuk berkomunikasi dan bersatu untuk mendapat solusi yang positif untuk permasalahan ini,”

Sejak dimiliki Paul Appleton, situasi keuangan Bolton memang tidak sehat. Masalah penundaan gaji pemain sudah terdengar sejak 2016 lalu.

Sempat tersiar rumor bahwa Bolton akan diambil alih oleh Football Ventures. Namun kesepakatan antara kedua belah pihak kabarnya mengalami jalan buntu.

Situasi yang sama juga dialami oleh Bury FC. Klub yang berdiri sejak 134 tahun silam itu sampai harus meminta pertolongan ke warganet terkait permasalahan keuangan yang menimpa mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bolton Wanderes Cuma Punya Tiga Pemain Jelang Pertandingan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan klub Liga Inggris Bolton Wanderes tengah berada di situasi tidak mengenakkan. Klub yang berdiri 145 tahun silam tersebut hanya memiliki tiga pemain yang siap untuk laga melawan Doncaster Rovers di lanjutan Football League One, Rabu (21/8/2019).

“Dengan penyesalan dan rasa frustasi yang mendalam, kami terpaksa menunda pertandingan melawan Doncaster Rovers,” kata pemilik Bolton Paul Appleton seperti dikutip dari halaman resmi klub.

Appleton menjelaskan bahwa situasi klub saat ini memang tidak mengenakkan. Sejumlah pemain senior tidak tersedia dengan alasan cedera atau tidak tersedia. Appleton tidak menjelaskan secara rinci soal tidak ada pemain yang tersedia.

Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak adanya pemain yang tersedia disebabkan masalah kesejahteraan pemain. Pada April 2019 lalu, pihak otoritas liga EFL harus menalangi gaji pemain Bolton yang belum terbayarkan.

Bolton Wanderes
Sky Sports

“Saya akan membahasnya dengan otoritas liga (EFL) tentang impilikasi dari semua ini. Saya akan berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat di pertandingan melawan DOncaster, termasuk ke pihak hotel dan klub lawan,” kata Appleton.

Sementar itu pihak Doncaster sendiri belum menerima keputusan resmi soal penundaan pertandingan tersebut. Lewat pernyataan resmi klub, Doncaster turut bersimpatik namun sangat kecewa jika laga ini harus ditunda.

“Kami memiliki banyak simpatik untuk situasi Bolton, tapi kami kecewa karena sudah mempersiapkan pertandingan itu dengan matang,”

Sementara itu pihak EFL menyebut akan mempertimbngkan masalah sanksi yang akan diberikan kepada Bolton terkait kasus ini.

“EFL memahami situasi yang terjadi pada Bolton dan kami berupaya untuk terus memantau perkembangan terkait pembelian klub ini oleh pihak ketiga,”

Sejak dimiliki Appleton, situasi keuangan Bolton memang tidak sehat. Masalah penundaan gaji pemain sudah terdengar sejak 2016 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Belum Digaji, Pemain Bolton Wanderes Mogok Bermain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Aksi mogok dilakukan pemain dari klub juara 4 kali Piala FA, Bolton Wanderes. Aksi mogok bermain ini disebabkan pihak klub yang belum membayar gaji mereka.

Para pemain Bolton Wanderes belum mendapat gaji sejak Maret 2019. Manajemen menjanjikan akan melunasi gai mereka pada pertengahan April, namun sampai akhir bulan ini, para pemain belum juga mendapatkan haknya.

Akibat dari janji yang tak dipenuhi manajemen, para pemain Bolton memutuskan untuk tidak bermain saat pertandingan melawan Brentford yang rencananya berlangsung pada Sabtu, 27 April 2019.

Pihak federasi sepak bola Inggris sudah mendapat laporan mengenai hal ini dan mengumumkan secara resmi pertandingan tersebut memang ditunda. Pihak federasi juga menyatakan bahwa kondisi ini murni kesalahan klub dan berencana untuk memberikan sanksi.

bolton wanderers
@bwfcstats

Mogok bermain tidak hanya dilakukan pemain Bolton saat melawan Brentford. Di laga terakhir Divisi Championship Liga Inggris melawan Nottingham Forrest, para pemain juga akan melakukan hal sama jika hak mereka belum juga dibayarkan.

Kondisi eks klub Hidetoshi Nakata dan Jay Jay Okocha ini memang tengah mengakhawatirkan. Sebelumnya, angin segar sempat terdengar di manajemen klub, manakala salah satu pengusaha asal Spanyol, Laurence Bassini akan mengambil alih klub yang tengah kesulitan keuangan tersebut.

Sayangnya, otoritas Spanyol malah menyatakan bahwa Bassini juga mengalami kebangkrutan. Janji Bassini yang akan menggelontorkan uang sebesar 15 juta poundsterling hanya jadi isapan jempol semata.

Para pemain Bolton seperti Sammy Ameobi serta pemain lainnya mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi ini membuat mental mereka sangat terganggu.

“Sejumlah pemain berada di kondisi sangat tertekan. Kami tidak bisa turun ke lapangan dengan kondisi mental seperti ini,” bunyi pernyataan pemain Bolton.

“Kami meminta maaf untuk para pendukung yang harus menerima kenyataan pahit. Ini menjadi akumulasi dari masalah-masalah yang ada.”

Otoritas EFL sendiri belum memberikan keputusan pasti terkait status pertandingan Bolton vs Brentford dan Bolton vs Forrest.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gaji Tak Dibayar Dua Bulan, Pemain Bolton Mogok Latihan

Football5star.com, Indonesia – Persoalan tunggakan gaji ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di Inggris, yang sepak bolanya terkenal akan industrinya juga mengalami masalah serupa. Adalah klub Divisi Championship, Bolton Wanderers, yang mengalami masalah tersebut.

Bolton Wanderers gagal membayar gaji para pemainnya dalam dua bulan terakhir. Imbasnya, para pemain memutuskan untuk mogok latihan Senin Pagi.

BBC melaporkan tidak hanya pemain saja yang belum digaji manajemen. Tapi juga staf pelatih yang juga belum menerima pendapatan sejak Februari lalu.

bolton wanderers
@bwfcstats

Kegagalan Bolton membayar pemainnya ini memang tak lepas dari masalah finansial yang sedang menimpa klub. Bahkan sejak sebulan terakhir sang CEO, Ken Anderson, ingin menjual klub demi mendapat dana segar.

Di sisi lain, masalah klub yang pernah dibela nama-nama tenar seperti Daniel Sturridge, Garry Cahill, dan Mark Viduka ini tidak hanya tunggakan gaji saja. Mereka sudah ditunggu pengadilan tinggi pada Rabu mendatang untuk menjalani sidang terkait tagihan pajak yang menembus angka 1,2 juta pounds.

Hingga berita ini dibuat, belum diketahui sampai kapan Sammy Ameobi dkk melakukan mogok latihan. Tapi kuat dugaan mereka akan terus melanjutkan aksi ini jika belum ada titik terang dari nasib mereka.

Apa yang terjadi di tubuh klub yang pernah lama bermain di Premier League ini sangat memprihatinkan. Pasalnya mereka baru saja meraih kemenangan 2-1 atas Queens Park Rangers akhir pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Idap Penyakit Langka, Eks Pemain Liverpool Pensiun Dini

Football5star.com, Indonesia Malang benar nasib pesepak bola bernama Stephen Darby. Eks pemain Liverpool ini terpaksa pensiun dini usai didiagnosa kena penyakit motor neuron.

Untuk diketahui, penyakit motor neuron adalah jenis penyakit neurodegeneratif yang berdampak pada motor neuron yang bisa memengaruhi sel saraf spesialis di otak dan sumsum tulang belakang hingga menyebabkan permasalahan pada otak.

Seperti dikutip Football5star.com dari The Sun, penyakit ini terbilang langka. Di Inggris, setidaknya dua dari setiap 100 ribu orang mengidap penyakit ini tiap tahunnya. Salah satu tokoh ternama yang mengidap motor neuron adalah ilmuwan ternama Inggris, mendiang Stephen Hawking.

StephenDarbyBradfordCityvMillwallZBSWv3PrTStl
zimbio.com

Sementara itu, Darby cukup sedih dengan sakit yang ia derita, terlebih penyakitnya itu memaksanya mengakhiri karier sepak bolanya pada usia 29 tahun. “Saya ingin meminta privasi pada saat ini hingga dapat menyesuaikan diri dengan pertarungan yang saya hadapi dan dapat menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat,” ujarnya seperti dilansir BBC, Selasa (18/9/2018).

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih pada rekan satu tim, manajer, dan semua staf di Bolton untuk dukungan yang luar biasa mereka pada periode yang sangat sulit ini,” ia menambahkan.

Darby merupakan jebolan akademi Liverpool pada 2007 lalu. Namun, baru pada 2010 ia promosi ke tim utama. Kendati begitu, kariernya tidak berjalan lancar bersama The Reds. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini kalah bersaing hingga dipinjamkan ke Notts County pada 2011.

Tak kunjung dipercaya oleh pelatih Liverpool, pemain yang juga bisa bermain di posisi bek kanan itu dilepas ke Bradford City 2012 lalu. Lima musim di sana, Darby kemudian mengakhiri kariernya di Bolton Wanderers.

 

Ivan Klasnic Jalani Operasi Transplantasi Ginjal

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Bolton Wanderers, Ivan Klasnic, dikabarkan akan menjalani operasi transplantasi ginjal. Kepastian ini didapat setelah tim medis menemukan seorang pendonor. Ini adalah ketiga kalinya pria berusia 37 tahun dioperasi.

Klasnic sudah didiagnosa mengalami gagal ginjal pada 2006 silam saat masih membela Werder Bremen. Ia sempat mendapat transplantasi dari ibunya. Namun, pria asal Kroasia itru menolak melakukannya.

September tahun lalu, giliran sang ayah yang rela memberikan ginjalnya pada Klasnic. Sejatinya, ia lagi-lagi menolak. Namun, setelah didesak oleh pihak keluarga, pemilik 41 caps bersama Timnas Kroasia itu akhirnya bersedia dioperasi.

Kabar operasi ketiganya ini pun disambut oleh mantan klubnya, Bolton. Lewat akun Twitter resmi klub, mereka berharap Klasnic segera sembuh dan bisa melewati proses operasi dengan lancar.

Perhatian mantan klubnya itu membuat Klasnic dijadwalkan akan menyaksikan laga Bolton melawan Queens Park Rangers di Macron Stadium, Sabtu (21/10/2017). Ia dikabarkan akan mendapat penghormatan khusus dari pihak klub dan fans atas perjuangannya selama ini melawan penyakit tersebut.

Klasnic merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Kroasia dan telah mengemas 12 gol untuk timnas. Ia memutuskan pensun pada 2013 lalu dan menjadikan FSV Mainz 05 sebagai klub terakhirnya.

Selama kariernya, ia sudah memperkuat empat tim berbeda. Pemain jebolan akademi St Pauli ini mencuat namanya bersama Werder Bremen, sebelum hengkang ke Nantes, Bolton, dan kembali ke Bundesliga membela Mainz.

 

Cahill Jadikan Terry Sebagai Rekan Curhatnya

Football5star.com, Indonesia – Kapten baru Chelsea, Gary Cahill, mengaku akan menghubungi John Terry apabila membutuhkan teman curhat (mencurahkan hati) saat mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.

Sejak Terry memutuskan pergi ke Aston Villa, Cahill didaulat menjadi kapten utama. Jabatan itu sudah diemban Terry selama lebih dari satu dekade bersama The Blues. Karenanya, Cahill merasa masih perlu bimbingan Terry.

“Jika saya berada dalam situasi yang sulit saya yakin dia adalah salah satu orang pertama yang akan saya hubungi, tapi saya ragu dia akan keberatan,” tutur Cahill dikutip dari Soccerway, Rabu (26/7/2017).

“Di setiap klub yang pernah saya kunjungi, saya telah belajar banyak hal dari berbagai pemain dan kapten, mudah-mudahan ini akan membantu saya, tapi tidak ada orang yang lebih baik daripada Terry,” tambah pemain berkebangsaan Inggris itu.

Cahill Bangga Jadi Kapten

Sebagai kapten baru The Blues, Cahill mengaku bangga. Meskipun telah banyak pencapaian yang ia raih namun menjadi seorang pemipin bagi klub yang ia bela memiliki kebanggan tersendiri.

“Ini benar-benar momen yang membanggakan dalam karier saya. Saya mengalami saat-saat indah sampai sekarang dan ini tentu saja yang tertinggi. Menjadi kapten klub besar seperti Chelsea adalah prestasi pribadi yang hebat,” ujar pemain berusia 31 tahun itu.

Cahill juga mengutarakan bahwa ia akan melanjutkan apa yang pernah dilakukan oleh Terry.

Pemain bernomor punggung 24 itu sebelumnya bergabung dengan Chelsea setelah didatangkan dari Bolton Wanderers pada 2012 silam. Bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu, ia telah mempersembahkan enam gelar. Terakhir adalah musim lalu saat mereka bersama manajer debutan di Liga Premier Inggris, Antonio Conte, jadi juara untuk yang keenam kalinya.

Krisis Finansial, Klub Inggris Ini Tunggak Gaji Pemain

Bolton Wanderers mengkonfirmasi tengah mengalami krisis keuangan yang cukup serius. Melalui laman resminya, Senin (30/11), Bolton menyatakan belum membayar gaji para pemain selama November.

Klub berjuluk The Trotters itu berlaga di Divisi Championship sejak terdegradasi dari Premier League pada 2012. April lalu, mereka mengumumkan mengalami defisit sebesar 172.9 juta pounds.

“Bolton Wanderers Football Club, hari ini, 30 November, bisa memastikan bahwa seluruh pemain di tim utama belum menerima gaji pada November. Ini terjadi akibat situasi seputar kepemilikan klub di luar lapangan,” tulis laman resmi Bolton.

“Trevor Birch, belum lama ini ditunjuk sebagai penasihat pemilik dan manajemen Bolton Wanderers mengatakan bahwa masalah keuangan ini hanya bersifat sementara. Kami berusaha keras di balik layar dan berharap ini bisa berakhir dalam waktu dekat, sikap yang tepat dan dia akan menemui para pemain.”

Seperti dilansir Daily Mail, dalam beberapa waktu terakhir, Bolton mengalami kerugian satu juta pounds setiap bulannya. Mereka bahkan harus menemui rentenir lantaran permohonan pengajuan pinjaman ditolak oleh beberapa bank.

Masalah yang kini dihadapi Bolton diakibatkan oleh keputusan pemilik klub untuk menghentikan kucuran dana. Penasihat finansial, Trevor Birch yang membantu Roman Abramovich mengakuisisi Chelsea, ditunjuk untuk membantu Bolton keluar dari krisis.

Pemilik Bolton, Edwin Davies dikabarkan siap melepas klubnya hanya dengan harga 20 juta pounds. Dua mantan pemainnya, Dean Holdsworth dan Stelios Giannakopoulos bersaing untuk mengambil alih kepemilikan saham klub.

Bolton kini terbenam di dasar klasemen Championship setelah hanya mengemas 11 poin dari 17 pertandingan.

Allardyce Paling Senang Mengalahkan Arsenal

Manajer baru Sunderland, Sam Allardyce mengungkap lawan favoritnya. Dia mengaku paling senang mengalahkan Arsenal yang dilatih oleh Arsene Wenger.

Hal,itu terungkap sesudah The Sun menerbitkan ringkasan biografi Allardyce pada Selasa (13/10). Dalam buku berjudul Big Sam The Autobiography tersebut, Allardyce mengaku paling senang mengalahkan The Gunners. Pasalnya, manajernya, Wenger, dinilai arogan oleh Allardyce.

Rasa sebal kepada Wenger mulai tumbuh ketika Allardyce menangani Bolton Wanderers pada 1999 hingga 2007. Selama itu, dia mengaku sempat membuat berang Wenger karena timnya Bolton menahan seri Arsenal di Stadion Highbury. Wenger dikatakan disebut oleh Allardyce tidak mau bersalaman dengannya.

“Saya lihat dia merenggut dasinya dan membuangnya ke lantai. Dia menyikapi hasil pertandingan secara personal dan mempunyai aura arogan. Dia bukanlah manajer yang mengajak Anda minum bersama sesudah pertandingan,” tulis manajer berjuluk Big Sam tersebut.

Sejak musim 2001-02 hingga 2006-07, Bolton sudah bertemu dengan Arsenal di segala ajang sebanyak 14 kali. Selama itu, Bolton menang empat kali, seri lima kali, dan kalah lima kali. Pencapaian itu sudah memuaskan bagi Allardyce.

“Tentu saja Arsenal mengalahkan kami beberapa kali. Namun, kami berhasil menahan seri atau mengalahkan mereka lebih dari yang diperkirakan orang. Wenger tidak bisa menerimanya,” aku Allardyce. “Dia memang manajer hebat, tidak ada yang bisa menampiknya. Tapi, makin sering membuatnya geram, semakin senanglah diri saya.”

Komentar Allardyce tentu akan memanaskan pertemuan Sunderland yang dilatihnya dengan Arsenal. Laga tersebut akan terjadi pada pekan ke-15 pada awal Desember nanti.