Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, meminta tolong kepada suporter agar tak lagi memaksa datang ke Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Sebab, jangan sampai kompetisi tak diizinkan karena ulah oknum tak bertanggung jawab.

Pada Minggu, 29 Agustus memang ada belasan oknum Bonek yang tiba-tiba datang ke Stadion Wibawa Mukti. Kedatangan mereka ke stadion karena dapat kabar Persebaya Surabaya bakal bermain melawan Borneo FC hari itu.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi
Pikiran Rakyat

Akan tetapi, nyatanya kabar tersebut cuma hoaks. Tim berjuluk Bajul Ijo itu baru akan bertarung melawan Borneo pada Sabtu (4/9/2021). Tentu, Aji Santoso berharap hal itu tak lagi terulang.

“Saya sudah sampaikan berputarnya kompetisi tidak dengan mudah kita harus apresiasi LIB, PSSI, Menpora dan kepolisian yang telah beri izin kompetisi berputar. Artinya untuk bisa berjalan sangat susah, kita harus mendukung dengan prokes ketat baik suporter dan manajemen,” ungkap Aji Santoso.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi
Suara.com

“Untuk suporter saya berharap permintaan pribadi dan tim mohon untuk kompetisi kali ini jangan ada satupun yang datang. Bukan berarti kami tidak dukung, kami sangat butuh dukungan tapi untuk saat ini butuh doa dari rumah,” sambung Aji

Aji Minta Oknum Jangan Coreng Nama Persebaya Surabaya

Aji menyebut kalau ulah oknum suporter yang nekat bisa saja mencoreng nama Surabaya. Tak cuma itu, Bajul Ijo sebagai sebuah tim bisa saja dirugikan karena ulah oknum tak bertanggung jawab.

Pelatih Persebaya Surabaya Minta Tolong Oknum Bonek Jangan Nekat Lagi

“Jangan karena beberapa suporter nama Persebaya tercoreng ini yang dikhawatirkan. Kami yakin kemarin di Surabaya mendukung dari rumah dan tidak ada menonton bareng di Surabaya saya mohon doa supaya kami bisa tampil bagus,” tutup Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Oknum Bonek Datang ke Stadion Wibawa Mukti, Begini Kata PT LIB

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) buka suara soal oknum Bonek yang sempat datang ke Stadion Wibawa Mukti beberapa hari lalu. Mereka akan bekerja sama dengan Polri serta Divisi Suporter PSSI agar hal serupa tak terulang.

Pada Minggu, 29 Agustus memang ada belasan oknum Bonek yang tiba-tiba datang ke Stadion Wibawa Mukti. Kedatangan mereka ke stadion karena dapat kabar Persebaya Surabaya bakal bermain melawan Borneo FC hari itu.

Soal Oknum Bonek Datang ke Stadion Wibawa Mukti, Begini Kata PT LIB
Pikiran Rakyat

Akan tetapi, nyatanya kabar tersebut cuma hoaks. Terlebih, PT LIB memang sedari awal merencanakan cma menggelar tiga pertandingan pada pekan pembuka Liga 1. Namun, hal itu jelas jadi perhatian serius PT LIB.

Hal itu lantaran bisa saja ke depan ada oknum suporter yang mencoba datang ke stadion untuk saksikan timnya berlaga. Ini tentu melanggar karena PSSI dan PT LIB tak membolehkan pertandingan digelar dengan penonton.

Soal Oknum Bonek Datang ke Stadion Wibawa Mukti, Begini Kata PT LIB

“Suporter bagian kami dengan Kapolri. Kampanye kami jangan datang ke stadion. Kalau ada kaya gitu kita komunikasian dengan Polri. Kami info ada laga ini vs ini,” ungkap Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, kepada awak media via virtual.

PT LIB Sebut Bonek Sudah 3 Hari di Cikarang

Sudjarno menambahkan, pihaknya sudah menerima informasi kalau oknum suporter Persebaya itu memang nekat datang. Makanya, mereka langsung ditertibkan oleh kepolisian setempat.

Soal Oknum Bonek Datang ke Stadion Wibawa Mukti, Begini Kata PT LIB
Dok. Antara

“Kejadian kemarin ada hoaks kami dapat informasi. Kami juga tahu mereka sudah tiga hari di sana. Masalah suporter departemen kita akan sangat sibuk,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Di Eropa, Belum Tentu Ada Suporter Semilitan Bonek

Di Eropa, Belum Tentu Ada Suporter Semilitan Bonek 14

Football5Star.com, Indonesia – Militansi Bonek mendukung Persebaya Surabaya kembali dipuji oleh pemain asing, Mahmoud Eid yang salut. Dia bahkan menyebut kalau di Eropa sekalipun belum tentu ada suporter semilitan suporter Bajul Ijo.

Baru datang untuk Liga 1 2020, Mahmoud Eid memang langsung jadi idola pendukung Persebaya Surabaya. Kesuksesannya membawa Bajul Ijo jadi kampiun Piala Gubernur Jatim menjadi salah satu alasannya.

Apalagi, dalam dua laga perdana Persebaya di Liga 1, dia sudah sukses mencetak satu gol. Bonek, kata Mahmoud Eid menjadi salah satu pelecutnya untuk tampil habis-habisan saat mengenakan seragam kebanggaan masyarakat Surabaya itu di lapangan.

Belum Tentu Ada Suporter Semilitan Bonek di Eropa Mahmoud Eid Langsung Sadari Selebrasi Provokatifnya ke Persija

“Saya cinta Bonek, mereka menerima saya dengan baik di sini dan memberikan cinta serta perhatian yang banyak buat saya. Saya sangat suka bermain untuk mereka, saat saya merumput dan bermain di pertandingan saya mau memberikan apapun yang terbaik untuk mereka agar mereka senang,” ungkap Mahmoud Eid dalam laman resmi klub.

Bahkan, kata dia, militansi Bonek boleh disejajarkan oleh pendukung klub besar Eropa. Apalagi belum tentu ada pendukung semilitan pendukung Persebaya di benua biru.

“Saya juga sering mengingatkan ke teman-teman agar melakukan hal yang sama. Karena bahkan di Eropa belum tentu ada suporter yang semilitan Bonek. Mungkin di beberapa klub besar saja,” sambung dia.

“Bonek juga selalu memberikan cinta untuk kami pemain Persebaya. Memberikan dukungan dan seluruh yang mereka punya untuk kami, jadi sudah menjadi kewajiban pemain untuk berterimakasih kepada mereka dengan memberikan kemenangan dan piala,” tutup Mahmoud Eid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aji Santoso Minta Bonek dan Bonita Tak Ikuti Persebaya Surabaya

Aji Santoso Minta Bonek dan Bonita Tak Ikuti Persebaya Surabaya 18

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, meminta kepada seluruh Bonek dan Bonita untuk tetap mematuhi peraturan PT LIB dan PSSI. Menurut Aji, suporter harus menaati peraturan tersebut demi kepentingan bersama.

Seperti yang diketahui, PT LIB dan PSSI melarang para suporter untuk hadir di stadion ketika Liga 1 2020 kembali bergulir bulan depan. Larangan ini diberlakukan agar kompetisi bisa berjalan lancar dan tak membua klaster baru penyebaran COVID-19.

“Kalau seumpama nanti itu menjadi aturan final dari federasi, tentunya suporter tidak hanya Bonek, semua harus mematuhi itu,” ungkap Aji Santoso seperti dikutip fooabtll5star.com dari laman resmi Persebaya.

Aji Santoso - Bonek - Persebaya - PSSI - persebaya. id
persebaya.id

Lebih lanjut, Aji juga mendukung putusan PSSI dan PT LIB yang melarang kehadiran suporter di stadion. Menurut Aji, keputusan ini diberlakukan karena PSSI melihat hal yang lebih besar ketimbang hanya kembali menjalankan kompetisi.

“Kalau memang nantinya PSSI memberikan hukuman kekalahan bagi tim yang suporternya berkumpul di stadion, saya mendukung. Karena federasi melihat hal yang lebih besar.”

“Pastinya PSSI dan LIB ingin pertandingan berjalan dengan lancar dan COVID-19 tidak akan menular dan menyebar. Makanya pemikiran ini menurut saya sangat bagus karena kami berkompetisi dalam kondisi tidak normal,” sambung Aji.

Sementara itu, manajer Persebaya, Candra Wahyudi, juga sudah menyiapkan hukuman berat kepada para suporter yang masih membandel. “Kami mengusulkan adanya regulasi yang tegas dan punishment yang tegas pula kalau sampai ada penonton yang hadir.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bonekmania Kecam Wacana PSSI Lanjutkan Liga 1 2020

Bonekmania Kecam Wacana PSSI Lanjutkan Liga 1 2020 22

Football5star.com, Indonesia – Kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania, mengecam wancana PSSI yang bersikeras melanjutkan Liga 1 pada September/Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh salah satu pentolan Bonekmania, Cak Eyik.

Menurut Cak Eyik, saat ini bukanlah momen yang tepat untuk membahas kelanjutan Liga 1. Mengingat pandemi COVID-19 di kota Surabaya masih belum usai.

“Angka kasus positif di Surabaya masih sangat tinggi. Kemanusian dan kesehatan lebih penting daripada sepakbola itu sendiri,” ujar Cak Eyik seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Emosi Jiwaku.

Bonekmania - Persebaya Surabaya - Liga 1 - persebaya. id
persebaya.id

Lebih lanjut, Cak Eyik juga menyoroti kemungkinan untuk melanjutkan Liga 1 secara tertutup. Menurutnya, hal ini akan berdampak parah pada kondisi finansial Persebaya dan klub-klub lain yang masih mengandalkan tiket pertandingan sebagai sumber pemasukan utama.

“Alasan kesehatan tetap yang utama. Tapi, kalau kompetisi bergulir tanpa penonton apakah bisa bertahan lama. Di Indonesia tiket jadi salah satu pendapatan besar sebuah klub seperti halnya Persebaya.”

“Tidak bisa dipungkiri semua suporter rindu tribun dan klub kebanggaan masing-masing, meskipun hanya di layar kaca. Tapi bagaimana caranya kita bisa segera lepas dari pandemi ini yg utama,” pungkas Cak Eyik.

Seperti yang diketahui, PSSI dan PT LIB saat ini sedang mengkaji beberapa opsi untuk kembali melanjutkan Liga 1. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah, kembali melanjutkan kompetisi secara tertutup di Pulau Jawa pada September/Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro, Berawal dari Bonek Sampai Jadi Anggota Exco PSSI

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, mengaku dahulu merupakan Bonek sejati yang mencintai Persebaya Surabaya. Makanya dia jua sempat menjadi manajer Persebaya di masa lalu.

Haruna bercerita kalau memang sejak kecil sangat hobi dengan sepak bola. Tapi sayangnya, kala itu dia gagal menjadi pemain. Jalan menjadi pengurus kemudian diambilnya.

“Kalau suka sepak bola sejak kecil, pertama kali jadi pengurus Persebaya tahun 2003 ketika kamu (Hamka Hamzah) jadi pemainnya itu,” ungkap Haruna dalam kanal Youtube Hamka Hamzah.

“Ya pertama karena hobi sejak kecil rumah di desa dekat lapangan sepak bola, tapi gagal jadi pemain. Otomatis karena kecintaan kepada sepak bola, jadi pengurus,” sambung dia.

Haruna Soemitro, Manajer Madura United meminta Panitia Pelaksana (Panpel) Persib Bandung bisa menjamin keamanan para pemainnya - Football5star - Bola Madura

Nah pada 2003, saat itu Persebaya Surabaya tengah didera beberapa persoalan hingga terdegradasi. Hal itu menjadi momentum buat Haruna ikut andil membangun Persebaya.

“Ada momentum ada krisis di Persebaya kemudian saya terpanggil untuk bersama teman-teman di Surabaya membangun kembali dan Alhamdulillah 2003 Persebaya juara lalu promosi lagi,” papar Haruna Soemitro.

Tentunya, dia tak ujuk-ujuk langsung masuk ke jajaran manajemen Bajul Ijo. Dia bisa masuk karena memiliki salah satu klub internal Persebaya.

“Jadi awalnya itu saya mencintai sepak bola jadi bonek waktu itu, sampai kemudian saya mendirikan salah satu klub internal di Persebaya waktu itu namanya Ridho FC, setelah itu terpanggil membangun Persebaya,” tutup Haruna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Religius Klub dan Suporter Liga Indonesia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola adalah bahasa universal. Sepak bola tak mengenal latar belakang budaya ataupun agama. Meski begitu agama tak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia termasuk dalam urusan sepak bola.

Publik Indonesia tentu masih ingat dengan selebrasi yang dilakukan tiga pemain Bali United, Yabes Roni, Ngurah Nanak dan Miftahul Hamdi pada 2017 lalu. Ketiganya merayakan gol Yabes Roni dengan berterima kasih kepada Tuhan, dengan keyakinan masing-masing.

Selebrasi ini bahkan sempat diangkat oleh salah satu media ternama Amerika Serikat, Washington Post. “Tiga pemain bola Indonesia menjadi simbol seperti apa dunia yang lebih damai, dengan selebrasi unik gol yang tertangkap kamera,”

Tidak hanya pemain Bali United yang melakukan aksi religius di lapangan sepak bola. Klub dan suporter Indonesia juga melakukan hal serupa. Berikut 5 aksi religius klub dan suporter Liga Indonesia.

Barito Putera

Pada perhelatan Liga 1 2019 tim Barito Putera memperkenalkan tim dengan acara religius. Bertempat di Stadion 17 Mei Banjarmasin, peluncurun tim Barito Putera kali ini dikemas dengan konsep religus.

Skuat Barito diperkenalkan dengan acara sholawat berjamaah yang dipimpin Habib Syech Abdul Qadir Assegaf dari Solo, serta ulama kharismatik lokal KH Zuhdiannoor (Guru Zuhdi).

Menurut Hasnuryadi Sulaiman, acara perkenalan pemain yang dibungkus dengan nuansa religius ini merupakan upaya agar Barito Putera bisa berkompetisi secara maksimal pada Liga 1 2018.

“Jadi, segala sesuatunya kita niatkan untuk ibadah. Kalau Barito menang, masyarakat senang, masyarakat bahagia. Nah kita niatkan itu sebagai ibadah dengan membahagiakan masyarakat Banua,” ujar Hasnur.

Arema FC

Pada Maret 2018 manajemen Arema FC memutuskan untuk pindah kantor. Manajemen tim berjukuk Singo Edan itu pindah ke kantor baru di alamat Jl Kertanegara, Kota Malang. Rencananya manajemen Arema melakukan acara khataman Al Quran dan tahlilan saat menempati kantor baru tersebut.

“Rencananya pada Selasa (6/3/2018) akan ada khataman Alquran dan tahlilan. Itu sebagai wujud syukur kami setelah akhirnya menempati kantor baru. Rencananya juga akan hadir anak-anak yatim untuk turut berdoa di kantor baru,” kata MO Arema, Sudarmaji.

Dua bulan sebelumnya, klub juga menggelar acara Yasinan dan tahlil untuk almarhum Ahmad Kurniawan. Acara ini digelar manajemen bersama dengan aremania dan para pewarta kota Malang.

Tiga tahun sebelumnya, klub kebanggaan masyarakat Malang ini juga sempat melakukan tahlilan jelang kompetisi 2015. Tahlilan dilakukan skuat Arema dipimpin oleh Ustad Qoyyum.

Bali United

Klub Bali United juga pernah menggelar aksi religius jelang bergulirnya Liga 1 2017. Dikutip dari halaman resmi klub, Bali United menggelar persembahyangan di Pura Ulun Danu, Batur dan Pura Besakih.

Keluarga besar Bali United baik yang beragama Hindu maupun non Hindu kompak menggunakan pakaian kemeja putih dengan bawahan kombinasi kamen dan saput. Tidak lupa juga mereka menggunakan udeng sebagai simbol di kepala.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Religius Klub dan Suporter Liga Indonesia2
baliutd.com

Kegiatan dimulai dengan melakukan persembahyangan di Pura Subak Parekan yang bertempat di area Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pura ini juga jadi tempat wajib para pemain Bali United yang beragama Hindu untuk melakukan persembahyangan sebelum menjalani pertandingan kandang.

Setelah itu, rombongan menuju Pura Ulun Danu, Batur yang terletak di Kecamatan Kintamani. Cuaca sejuk di Pura Batur ditambah pemandangan Gunung Batur yang terletak tidak jauh dari lokasi persembahyangan benar-benar dinikmati para pemain Bali United. Sementara suasana persembahyangan pun berlangsung sangat hikmat.

Bonek

Pada malam Natal 2017 lalu, kelompok suporter Persebaya, Bonek seperti dikutip dari halaman emosijiwaku melakukan aksi religius dengan merayakan Natal bersama dua pemain Persebaya, Fandry Imbiri dan Nelson Alom.

“Kami dari Bonek Jayapura berkunjung ke rumah Fandry pada hari Natal ini,” kata Ofha, salah satu anggota Bonek Jayapura.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Religius Klub dan Suporter Liga Indonesia
emosijiwaku

Setelah berkunjung ke rumah Fandry, malamnya Bonek Jayapura melanjutkan silaturahmi ke rumah Nelson Alom. Seperti dituturkan Ofha dan Resha, anggota Bonek Jayapura, kunjungan ini sebagai bentk silaturahmi dan menjaga persaudaraan dengan Bonek Jayapura.

“Setelah selesai kontrak dengan Persipura saya memang berniat ke Persebaya. Sangat antusias juga melihat perjuangan Bonek,” kata kakak dari Nerius Alom.

Jakmania

Pada ulang tahun ke-20 suporter Persija, Jakmania pada 2017 lalu aksi religus digelar dengan tajuk ‘The Jakmania Bersholawat di Monas’.

Acara ini dihadiri oleh orang nomor satu di Persija Jakarta saat itu, Gede Widiade, Stefano Cugurra Teco yang masih menjabat sebagai pelatih, serta sejumlah pemain utama Persija seperti Ismed Sofyan.

Tidak hanya mereka, salah satu pendiri Jakmania, Muhammad Gunawan Hendromartono atau yang akrab disapa Gugun Gondrong juga datang dalam acara ini. Ia duduk satu panggung bersama dengan para ulama yang diundang untuk menghadiri acara ini.

Jakmania juga menghadirkan tiga penceramah pada shalawatan di Monas ini. Mereka adalah Al Habib Abdullah Bin Ja’far Assegaf, Al Habib Ghasim Shami bin Ja’far Assegaf, dan Al Habib Fachri bin Idrus Jamalullail.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mahmoud Eid Membangga-banggakan Bonek di Depan Publik Swedia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Bintang Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid, membangga-banggakan Bonek saat diwawancarai oleh media Swedia. Dia menyebut suporter Bajul Ijo itu sangat ramah dan menyambutnya secara hangat.

Semenjak tiba awal tahun lalu, Eid memang langsung menjelma menjadi pemain idola buat Bonek. Puncaknya saat dia turut terlibat membawa Persebaya Surabaya menjuarai Piala Gubernur Kaltim.

Pemain blasteran Palestina-Swedia itu menyebut kalau Bonek sangat fanatik. Dia juga bangga karena bisa disambut dengan tangan terbuka oleh para suporter Persebaya.

“Saya menghargai sambutan ramah dari orang-orang, para penggemar dan klub. Suporter Persebaya memang fanatis. Saya disambut dan beradaptasi dengan sangat cepat, yang terasa sangat baik. Kami memenangkan gelar secara langsung dan saya terlibat dalam turnamen itu,” ungkap Mahmoud Eid dikutip dari SN.

Mahmoud Eid Membangga-banggakan Bonek di Depan Publik Swedia
Persebaya.id

Pemain berusia 26 tahun itu memang baru kali ini merasakan atmosfer sepak bola Asia. Sebelumnya, dia selalu berkarier di Eropa Utara, seperti Swedia, hingga Norwegia.

Sayang, karier perdananya di Liga 1 tak semulus rencana. Meski melewati pramusim dengan juarai Piala Gubernur Jatim 2020, tapi Persebaya belum sekalipun menang dalam dua partai yang sudah dijalani. Mereka hanya main imbang 1-1 melawan Persik, dan kalah 3-4 dari Persipura Jayapura.

“Tapi, saya beradaptasi dengan cepat dan langsung mencetak satu gol dan dua assist dalam dua pertandingan liga. Jadi saya senang, tetapi ingin lebih, semoga kompetisi bisa dilanjutkan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bonek Galang Dana untuk Lawan Virus Corona di Surabaya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pendukung fanatik Persebaya Surabaya, Bonek Mania, menggalang dana untuk melawan virus corona. Berbagai cara pun mereka lakukan.

Kota Surabaya sudah ditetapkan sebagai zona merah virus corona. Sejak status ini ditetapkan Bonek langsung berinisiatif dengan melakukan aksi.

Mulai dari penggalangan dana, penyemprotan diisinfektan, hingga menyediakan alat bantu tim medis mereka lakukan. Mereka yang tergabung dalam Green Nord, mengaku awalnya memakai biaya patunngan anggota.

bonek mania
@Chusnuddin99

“Awalnya biaya patungan, kalau tidak salah ada sekitar Rp 3 juta. Setelah itu kami mobilisasi pergerakan dibantu relawan Bonek Disaster Response Team (BDRT) mulai dokter, perawat semua kami siapkan,” kata koordinator Green Nord, Husein Gozali, seperti dikutip dari Emosi Jiwaku, Rabu (25/3/2020).

“Setelah itu melalui media sosial karena banyak permintaan dan kami kewalahan. Kami cuma punya 6 spray, itu sangat kurang, bahan baku juga jarang. Akhirnya kami buka donasi. Kami akan membagikan hand sanitizer, dan penyemprotan,” sambungnya.

Sementara itu Sinyo Devara, koordinator dari Tirbun Kidul mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan dokter yang ada di beberapa rumah sakit di Surabaya. Ia akan mengirim bantuan untuk tenaga medis di sana.

“Kami kami baca kalau rumah sakit di Airlangga kekurangan, juga di rumah sakit Kapasari. Jadi kami kirim bantuan ke rumah sakit yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

“Nanti ada dokter yang koordinir. Kami koordinasi dengan pihak terkait agar tidak salah arah,” imbuh Sinyo Devara.

Bonek Resmi Dilarang Hadir di Laga Persija vs Persebaya

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Bonek secara resmi dilarang untuk hadir ke markas Persija Jakarta pada 7 Maret mendatang. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator mengimbau Bonek tak hadiri laga Persija vs Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Seperti diketahui, rivalitas suporter Persija vs Persebaya memang panas. Bahkan, suporter Macan Kemayoran dilarang hadir saat Persija menghadapi Persebaya Surabaya pada Piala Gubernur Jatim 2020 kemarin.

Direktur Utama PT. LIB, Cucu Somantri, sempat menyebut kalau saat ini sudah saatnya suporter bersatu. Dia pribadi mengizinkan bila Persebaya meminta kuota buat Bonek ke Persija Jakarta.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu Persija vs Persebaya
Indra/F5S

Akan tetapi beberapa hari jelang laga Persija lawan Persebaya, LIB menurunkan surat. Dalam surat bernomor 124/LIB-KOM/III/2020, mereka mengimbau suporter Persebaya tidak hadir di SUGBK.

“Bersama dengan ini, PT LIB menyampaikan terkait status suporter Persebaya atau yang dikenal dengan ‘Bonek’ diimbau untuk tidak hadir pada pertandingan Liga 1 2020 antara Persija vs Persebaya tanggal 7 Maret 2020,” bunyi penggalan imbauan surat dari PT LIB.

Surat itu sendiri ditandatangani langsung oleh Cucu Somantri. Hal itu dimaksudkan agar tak ada gesekan yang bisa mengakibatkan meruncingnya hubungan kedua suporter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Sore itu, pesta sepak bola akhirnya datang ke rumah. Stadion Gelora Bung Tomo sibuk beberapa jam sebelum pertandingan pembuka Shopee Liga 1 2020 antara Persebaya Surabaya vs Persik Kediri, Sabtu (29/2/2020).

Satukan semangatmu Bajol Ijoku, Doa dan dukunganku menyertaimu.. Ku yakin kau pasti bisa takluk kan lawanmu, Ku selalu mendukungmu Persebaya. Chants berjudul Song For Pride mulai terdengar di berbagai penjuru stadion.

Petang itu, Bonek jelas sangat bergairah menyambut musim baru Persebaya. Bukan tanpa sebab. Persebaya menjalani musim lalu dengan finis sebagai runner-up Shopee Liga 1 2019. Tak cuma itu, Bajul Ijo jua menggila di pramusim usai menjadi kampiun Piala Gubernur Jatim 2020.

Penulis yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Stadion GBT ada perasaan ngeri. Betapa tidak? Selama ini ada stereotip yang muncul di tengah masyarakat kalau Bonek itu mengerikan. Berita negatif acap menghiasi media ketika Bonek ingin bertandang ke kota tertentu. Para pedagang bahkan disebut-sebut terpaksa menutup tokonya.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

Akan tetapi, anggapan itu berubah. Sepanjang jalan akses menuju GBT nyatanya banyak pedagang yang tetap menjajakan dagangannya. Dandanan Bonek jua tak senyawa dengan yang ada dipikiran penulis. Mereka berpakaian rapih selaiknya suporter yang ingin mendukung tim kesayangannya ke stadion berlaga di Shopee Liga 1.

Stereotipe itu Berubah

Agus Salim, seorang pedagang yang menjajakan pernak-pernik persebaya bercerita kalau dirinya sama sekali tak merasa takut berdagang di tengah kerumunan Bonek. Dia bersaksi kalau selama ini tak pernah mendapatkan perlakuan kurang baik dari pendukung Bajul Ijo itu.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

“Selama di sini Alhamdulillah enggak pernah ada yang menjarah. Menurut saya, Bonek itu sekarang sudah dewaasa. Sudah berubah banyak dari yang dahulu,” bilang dia.

Salah seorang rekan wartawan yang berdomisili di Surabaya, sempat mengatakan kepada penulis kalau nama besar Bonek memang acap tercoreng oleh tindakan oknum. Mereka yang memaksa menyaksikan Persebaya meski tak punya uang, itu yang bikin buruk citra suporter.

“Istilahnya itu Boling atau Bonek Maling. Itu mereka-mereka datang ke stadion ya tujuannya bukan mau menonton. Kalau ditanya jargon Salam Satu Nyali saja dia enggak semua tahu jawabannya. Coba tanya siapa kapten Persebaya sekarang, mereka pasti enggak tahu,” ujar wartawan itu yang tak mau disebutkan namanya.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

Ketika di dalam stadion-pun, mereka jua tertib. Ya mungkin memang lawannya, Persik Kediri yang notabene berkawan dekat. Tapi ada satu momen ketika Persik menyanyikan anthem Jayati Persik kediri bersama suporternya usai laga Shopee Liga 1, seketika itu pula penonton Persebaya turut diam. pemain Bajul Ijo yang sudah melingkar di tengah lapangan jua diam menghormati Persik.

So, memang sudah seharusnya suporter-suporter Indonesia menghilangkan istilah stereotip satu sama lain. Karena anggapan itu tentu bisa kian membarakan virus permusuhan.

“Kita apresiasi teman-teman suporter Persebaya, sangat luar biasa. Bukan hanya Bonek, suporter Persik juga cukup banyak tetapi mereka bisa duduk berdampingan,” kata Dirut LIB, Cucu Somantri, yang sekaligus mengakhiri tulisan ini.

*Tulisan ini murni pendapat pribadi dari penulis tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persija Soal Kuota buat Bonek: Kami Selalu Welcome

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Persija Jakarta buka suara soal anjuran PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memberikan kuota tiket buat Bonek. Mereka mengaku sangat terbuka dan bisa saja memberi slot suporter Persebaya Surabaya itu asal ada jaminan keamanan.

Direktur Utama PT. LIB, Cucu Somantri, sebelumnya sempat menyebut kalau saat ini sudah saatnya suporter bersatu. Dia pribadi mengizinkan bila Persebaya meminta kuota buat Bonek ke Persija Jakarta.

“Kalau dari saya semua diiizinkan. karena biar ramai. Di manapun harus welcome. Yang penting kita menjaga kebersamaan. Harus kita mulai, kalau tidak nanti malah seperti musuhan. Makanya bertanding 90 menit saja. Setelah itu kita berkawan,” sebut Cucu Somantri.

Persija Soal Kuota buat Bonek: Kami Selalu Welcome

Hal itu kemudian ditanggapi oleh Persija Jakarta. Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus mengaku siap-siap saja menerima dengan terbuka suporter Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 7 Maret mendatang.

“Kalau kami selalu welcome saja, tidak ada masalah. Ya, kalau Bonek mau datang ke Jakarta, saya pikir Jakmania bisa menerimanya,” bilang Ferry kepada wartawan.

Rivalitas suporter Persija dan Persebaya memang panas. Bahkan, suporter Macan Kemayoran dilarang hadir saat Persija menghadapi Persebaya Surabaya pada Piala Gubernur Jatim 2020 kemarin.

“Untuk urusan kuota ini kami mesti ikut instruksi dari PT LIB dulu. Lalu setelahnya kami juga mesti berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk perizinan,” pungkas Ferry.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Goyang TikTok pada Pembukaan Liga 1 2020 Bikin Dirut LIB Geleng-geleng

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Acara pembukaan Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (29/2/2020) mendapatkan reaksi positif dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka geleng-geleng karena terpukau menyaksikan acara yang menyajikan goyang TikTok bersama.

Seperti diketahui, pembukaan Liga 1 2020 menyajikan konsep acara yang kekinian. Puluhan penari dari sanggar mengajak para Bonek untuk goyang TikTok bersama di Stadion GBT.

Goyang Tiktok Semarakkan Pembukaan Liga 1 2020, Persebaya Surabaya vs Persik Kediri - Indra 1

Direktur Utama PT LIB Cucu Soemantri mengatakan goyang TikTok diharapkan bisa menggambarkan persatuan dan kesatuan. Ini seperti tagline Liga 1 musim ini yaitu ‘Kita Bersaudara’.

“Ya sepak bola kita, kan sepak bola milenial. Sehingga diharapkan anak-anak muda kita libatkan. Diharapkan lebih bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan, karena sepak bola ini milik mereka. Kita hanya mengantar saja,” kata Cucu Soemantri saat ditemui Football5star.com di Stadion GBT, Sabtu (29/2/2020).

Lebih lanjut, pria yang juga wakil ketua umum PSSI itu merasa bersyukur acara pembukaan berlangsung meriah. Dia berharap tidak ada halangan apapun sampai Liga 1 2020 rampung.

“Kami bersyukur bahwa pembukaan bisa berjalan lancar, aman, sampai dengan pelaksanaan pertandingan. Kita lihat pelaksanaannya tadi cukup tertib, fans juga tertib, dan tamu undangan cukup terkesan,” bilang Cucu Soemantri menambahkan.

Selain aksi goyang TikTok, Cucu Soemantri juga berharap pagelaran Liga 1 2020 akan aman dan terkendali. “Mudah-mudahan ini awal yang baik ke depan untuk bergulirnya liga 1 ini dan ditempat-tempat lain bisa berjalan seperti laga ini. Kita apresiasi teman-teman suporter Persebaya, sangat luar biasa,” tutup Cucu Soemantri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Di Tengah Lautan Bonek, Ketum PSSI Iwan Bule Bersumpah

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berikrar di depan puluhan ribu Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (29/2/2020). Dia berjanji akan memberantas tuntas mafia sepak bola di Liga 1 2020.

Genderang perang Liga 1 2020 akhirnya ditabuhkan. Partai Persebaya Surabaya vs Persik Lediri menjadi penanda dimulainya kompetisi strata satu sepak bola Indonesia itu.

Di Tengah Lautan Bonek, Ketum PSSI Iwan Bule Bersumpah

Iriawan sendiri diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan di depan puluhan ribu Bonek yang memenuhi Stadion GBT. Dalam pidatonya, pria yang karib disapa Iwan Bule itu bersumpah bakal memberantas segala bentuk mafia sepak bola.

“Presiden (Joko Widodo) meminta kepada kita untuk jaga sportivitas jangan sampai ada lagi pengaturan skor. Itu akan menjadi pekerjaan kami. Semoga pertandingan juga berjalan secara fair di Liga 1 2020,” bilang Iwan Bule yang langsung disambut tepuk tangan suporter yang hadir.

Sosok yang jua menjabat kepala Lemhanas itu ingin suporter jua tetap menjaga ketertiban dan nama baik klub. Musim ini harus menjadi batu pijakan untuk mendamaikan antarsuporter.

“Suporter tinggalkan tradisi kekerasan. Jadikan Liga 1 ini sebagai ajang silaturahmi dan persaudaraan. Itu juga menjadi pesan khusus Wapres Ma’ruf Amin,” tutup Iwan Bule.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Partai Pembuka Liga 1 2020, Persebaya vs Persik: Bonek Hijaukan GBT

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga pembuka Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/2/2020) disemuti Bonek. Bahkan, banyak dari mereka datang jauh dari Kota Surabaya untuk menyaksikan laga Persebaya Surabaya vs Persik Kediri.

Genderang perang kompetisi sepak bola Indonesia tahun ini akhirnya ditabuhkan. Partai Persebaya Surabaya vs Persik Kediri menjadi penanda dimulainya kasta teratas Liga 1 2020.

Dalam pantauan Football5Star.com, Bonek sudah menyemut di sekitaran GBT sejak sore hari. Bahkan beberapa di antaranya datang membawa anak yang terlihat nyaman.

“Kami bisa berkumpul di GBT yang megah, malam ini kita semua berbahagia setelah akan membuka kompetisi musim baru. Kami ketahui pemerintah Presidrn Jokowi punya perhatian terhadap sepak bola Indonesia. Makanya mari kita semua dukung,” ungkap Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dalam sambutannya.

Partai Pembuka Liga 1 2020, Persebaya vs Persik, Bonek Hijaukan GBT - Indra

Bonek-pun memang terlihat sangat bergairah jelang laga nanti. Keberhasilan Bajul Ijo menjadi runner-up musim lalu jelas menaikkan antusiasme Bonek.

“Saya datang dari Blitar, ke sini dari tadi pagi. Hasil musim lalu tentunya bikin saya dan teman-teman makin bersemangat,” bilang salah satu suporter bernama Sugeng Wahyudi.

Persebaya Surabaya merupakan peringkat kedua di Liga 1 2019, sedangkan Persik berstatus tim promosi setelah menjadi jawara Liga 2 musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hapus Stigma, Jakmania-Bonek Harus Bisa Satu Tribune

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Waketum PSSI, Cucu Somantri, menyebut kalau the Jakmania dan Bonek harus bisa satu tribune untuk menghapus stigma buruk. Meski memang untuk saat ini dia ingin masing-masing suporter bisa menaati perintah pihak keamanan.

Seperti diketahui, Persebaya Surabaya akan menghadapi Persija Jakarta dalam final Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (20/2/2020). Pihak keamanan membolehkan Bonek datang ke stadion tapi melarang Jakmania hadir.

Cucu Somantri menyebut kalau harusnya pada masa depan Jakmania dan Bonek bisa bersama-sama bernyanyi di Tribune. Tapi memang untuk saat ini harus sama-sama menjaga diri.

Bonek - Persebaya Surabaya - Jawa Pos 2
Jawa Pos

“Saya harap demikian (Jakmania-Bonek satu tribune), tapi kembalikan wilayah yang bisa membaca situasi keamanan setempat,” ungkap Cucu kepada wartawan.

Tak hadirnya Jakmania di Sidoarjo, menurut dia memang untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. PSSI sendiri hanya mengikuti karena semuanya keputusan dari panpel setempat.

Football5Star.com - The Jakmania tentu ingin menyaksikan langsung Persija Jakarta berlaga pada Piala Gubernur Jatim 2020 di Malang.
Persija

“Tanggung jawab ke Panpel termasuk dia melaporkan masalah keamanan kepada aparat keamanan khususnya Polda dan Polres setempat. Jadi tergantung situasi wilayah, kita harapkan itu berlanjut untuk menunjukkan kemarin itu hanya yang buat kerusuhan oknum yang mengatasnamakan suporter,” papar dia.

Cucu mengimbau partai final Piala Gubernur Jatim agar berjalan tertaib aman jadi tontonan berkualitas. “Hal itu akan menghilangkan stigma bahwa yang kemarin itu oknum yang mengatasnamakan suporter. Itu bisa membersihkan nama suporter momentumnya itu besok,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aremania Bisa Tonton Arema di Surabaya, Begitu Pula Bonek ke Malang

Banner LFS Baru

Football5Star.com – PSSI mengaku tengah berupaya untuk mempersatukan suporter di Indonesia. Bahkan, mereka membuka peluang Aremania dan Bonek saling berkunjung musim depan untuk meredam panasnya hubungan kedua suporter itu.

Seperti diketahui, Aremania dan Bonek sudah berseteru sejak lama. Sayangnya, perseteruan keduanya sudah masuk ke arah yang negatif. Kadang, ada korban yang jatuh akibat rivalitas tak sehat tersebut.

Dampaknya terasa di Piala Gubernur Jatim 2020. Pada laga semifinal, panpel akhirnya memutuskan menggelar laga tanpa penoton dan memindahkannya hingga ke Blitar kala mempertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Aremania Bisa Tonton Arema di Surabaya, Begitu Pula Bonek ke Malang

“Jadi mereka (Panitia Gubernur Jatim) punya kewenangan sepenuhnya untuk itu. Mereka laporkan bahwa dengan berbagai pertimbangan laga itu digelar tanpa penonton,” ungkap Waketum PSSI, Cucu Somantri, kepada wartawan.

Tentunya, PSSI ingin hal itui tak terjadi lagi, terutama di Liga 1 2020. Apalagi kini, mereka sudah membentuk departemen suporter yang membuka kemungkinan Aremania bisa ke Surabaya, begitu pula Bonek ke Malang.

“Bolehlah (bertandang). Makanya kita ada departemen suporter. Langkah ini sedang kita lakukan bagaimana supaya bentrok tidak terjadi lagi,” tutup Cucu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Andik Vermansah: Mulai Sekarang Lupakan Saya, Bonek!

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5Star.com – Andik Vermansah buka suara soal kabar bakal kembali ke Persebaya Surabaya. Tampaknya keinginan dia pulang gagal dan karenanya meminta maaf kepada Bonek yang selalu menantinya kembali.

Seperti diketahui, saat ini Andik memang tengah berstatus bebas usai tak lagi memperkuat Madura United musim depan. Banyak kabar kalau eks pemain Selangor FA itu akan berlabuh kembali ke Bajul Ijo.

Akan tetapi, keinginan tak sesuai dengan ekspektasi. Andik Vermansah akhirnya buka suara dan meminta maaf kepada Bonek karena tak bisa pulang ke Persebaya. Dia menyadari kalau Bonek pasti kecewa dengan hal itu.

Andik Vermansyah - Madura United - Persebaya Surabaya - @peccotmania.official

“Waktunya kalian melupakan saya. Jangan nodai loyalitasmu terhadap hanya sebuah nama. Aku tidak mau kalian menjadi Andikmania. Suatu saat saya pasti akan berteriak dan bernyanyi di samping kalian demi klub kebanggaan kita,” ungkap Andik dalam Intagram Story-nya.

Ada kabar kalau Andik dan Persebaya tak menemui titik temu soal nilai kontrak. Ini adalah kali kedua dia gagal kembali ke pangkuan Bajul Ijo setelah sebelumnya saat pulang dari Malaysia sempat diisukan ke sana tetapi gabung Madura UNited.

“Jangan salahkan mereka. Mereka sudah sangat luar biasa. Terima kasih banyak kalian tidak henti-hentinya masih mengelu-elukan nama saya. Mohon izin, demi profesi saya dan menafkahi keluarga saya untuk menjadi pemain profesional, sampai kapanpun kalian saudaraku,” tutup Andik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sambutan Meriah Bonek Setelah Persebaya Tembus Posisi Ketiga

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan Persebaya Surabaya menembus posisi tiga klasemen Liga 1 membuat Bonekmania merasa sangat bahagia. Pada Rabu (18/12) sore WIB, ribuan Bonek menyambut para penggawa Persebaya yang baru saja tiba di Surabaya.

Bajol Ijo memang berhasil duduk di posisi tiga klasemen setelah mampu memetik tiga poin dari markas Persija Jakarta pada Selasa (17/12) lalu. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor unbeaten milik Aji Santoso yang kini tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhirnya.

Keberhasilan ini pun membuat ribuan Bonek dan Bonita memberikan sambutan bak pahlawan kepada para penggawa Bajol Ijo. Sore tadi, ribuan Bonek yang menggunakan motor, mengiringi bus Persebaya menuju apartemen Marina di daerah Margorejo.

Bonek - Persebaya Surabaya - Jawa Pos 2
Jawa Pos

“Penyambutan sore hari ini dari Bonek-Bonita sangat luar biasa. Ini menjadi hal positif buat kami untuk menghadapi laga terakhir. Jadi suntikan buat pemain untuk bisa menggali semua kemampuan kami di pertandingan terakhir,” kata kapten tim, Ruben Sanadi dikutip dari Emosi Jiwaku.

“Saya dan teman-teman merasakan hari ini sangat luar biasa. Bagaimana kalau juara ya? Semoga ini menjadi hal positif bagi kami untuk tahun depan.” kata Ruben menambahkan.

Tambahan tiga poin dari markas Persija membuat Bajol Ijo memiliki peluang besar untuk bisa tampil di ajang Piala AFC musim depan. Mereka akan mendapatkan peluang tersebut apabila mampu meraih kemenangan atas Badak Lampung dan Persipura gagal meraih tiga poin dari Borneo FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditangkap Jakmania, Oknum Bonek Ngeyel Bilang Cinta Persebaya

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Sejumlah oknum Bonek ditangkap oleh The Jakmania dalam laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, Selasa (17/12). Tapi saat ditangkap ada yang ngeyel mengaku cinta Persebaya.

Seperti diketahui, laga Persija vs Persebaya memang tak boleh dihadiri oleh Bonek. Hal itu merujuk dari hukuman Komdis PSSI kepada Bonek atas insiden beberapa waktu lalu di Stadion Gelora Bung Tomo.

Akan tetapi, masih ada juga yang nakal menyaksikan langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Beruntung, Jakmania mengamankannya dengan baik dengan merangkul dan membawanya ke tempat aman.

the jak dan bonek1

“Itu yang di tribune selatan memamg Bonek. Ditanya pakai bilang, saya cinta Persebaya. Sudah enam bulan ini saya ikut partai tandang manapun,” ungkap Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief kepada wartawan.

Jadi, saat tertangkap si Bonek yang tak disebutkan namanya itu berselebrasi dengan mengunggahnya ke media sosial. Lalu, aksinya itu tertangkap basah oleh Jakmania lainnya.

“Yang belakang lihat, statusnya Persebaya menang. Mereka tertawa-tawa usai kami amankan. Temennya bilang tak nonton. Saya masukin saja. Saya amankan dan kunci sengaja. Saya khawatirnya ada yang masuk. Bukan dipenjara. Pulangnya Insya Allah aman,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rivalitas Panas Jakmania dan Bonek Harus Disudahi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Rivalitas The Jakmania dan Bonek harus segera disudahi. Dalam sepak bola, persaingan tentu sah-sah saja, tetapi hanya berlangsung sepanjang 90 menit.

Hal itulah yang diungkapkan oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Belakangan memang, hubungan Jakmania dengan Bonek cukup panas. Bahkan, sempat terjadi kericuhan saat Persija dan Persebaya bertemu di Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Aji Santoso, sepak bola memang tak lengkap rasanya kalau tidak memiliki rivalitas. Tapi, jangan sampai kata rivalitas dijadikan alasan untuk saling ejek dan serang yang memakan korban.

Bonekmania - Kanjuruhan - Liga 1

“Saya sangat yakin, kedua suporter cinta sama klubnya. Saya berharap jangan sampai merugikan yang lain-lain. Di dalam sepak bola tidak ada rivalitas tidak seru tapi harus diiringi dengan hal hal positif. Betapa indahnya semua suporter dalam satu tribun,” ungkap Aji Santoso kepada wartawan.

Hal senada jua disuarakan oleh pemain Persebaya, Ruben Sanadi. Buat pemain, bilang Ruben, sebenarnya rivalitas tak ada masalah. Tapi, selama itu masih bisa diatasi dan usai pertandingan semua suporter bisa berdampingan kembali.

“Kami jelas ingin seluruh suporter bersatu. Kami pemain sebenarnya tidak ada masalah soal rivalitas itu. Tapi semuanya tentu ingin ke depan bisa bersatu,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bonekmania Turut Bantu Persebaya Bayar Denda

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania, turut memberikan kontribusi pembayaran denda yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Pada Senin (18/11) lalu, mereka sudah memberikan sejumlah dana kepada manajemen Bajol Ijo.

Persebaya memang dikenai denda yang cukup berat dari Komdis PSSI. Mereka mendapatkan denda sebesar Rp 200 juta setelah kerusuhan di partai melawan PSS beberapa waktu lalu.

Selain itu, manajemen Bajol Ijo juga dituntut untuk membayar kerugian di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang dirusak oleh sekelompok suporter. Mereka diwajibkan untuk membaayar ganti rugi terkait kerusakan di GBT sebesar Rp 400 juta.

Bonekmania - Persebaya Surabaya - Emosi Jiwaku
Emosi Jiwaku

“Kami tergerak secara pribadi bersama teman-teman membuat aksi bernama #BonekSolid. Alhamdulillah donasi yang terkumpul sampai segini (Rp 22.600.725), dalam jangka waktu 4 hari di kitabisa.com. Jumlah itu sudah dipotong pajak, sebelum dipotong pajak Rp 24.491.145,” ungkap perwakilan #BonekSolid, Muhammad Haqi, dikutip dari laman Wearemania.

Bantuan yang diberikan oleh Bonekmania pun mendapatkan sambutan yang positif dari manajemen Persebaya. Sekertaris Persebaya, Ram Surahman, pun berharap ke depannya para suporter akan bisa terus bia menjaga Stadion GBT.

“Ini adalah dukungan yang benar-benar nyata. Dan kedepan kami harap, seperti yang mas Haqi sampaikan, ini rumah kita, ayo kita jaga sama-sama. Jadi, apapun yang terjadi di lapangan jangan sampai menjadi alasan untuk berbuat anarkis, vandalisme, bakar-bakar atau apapunlah,” ujar Ram Surahman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bermain Tanpa Dukungan Bonek, Begini Instruksi Aji Santoso

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya harus bermain tanpa dukungan dari suporternya Bonek pada saat menjamu PSM Makassar. Laga melawan PSM sendiri akan dilangsungkan di Stadion Batakan, Balikpapan pada Kamis sore nanti (14/11/2019).

Sebelumnya, laga tersebut harus dipindah ke Stadion Batakan lantaran Persebaya tak mendapat izin untuk menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Stadion GBT pun tengah direnovasi dikarenakan kerusakan dari insiden kerusuhan suporter pada laga Persebaya kontra PSS Sleman beberapa waktu lalu.

Buntut kerusuhan suporter itu pun membuat Bonek mendapat hukuman dilarang menonton langsung Persebaya dimanapun mereka berlaga hingga akhir musim Liga 1 2019.

Bonek Ricuh di Laga Persebaya vs Madura United, Bejo Sugiantoro Ngamuk - antarafoto
Antara Foto

Menanggapi hal tersebut, pelatih Persebaya, Aji Santoso mengatakan bahwa sebenarnya mereka membutuhkan dukungan dari para suporternya. Hal itu sangat bermanfaat untuk motivasi para pemainnya.

“Pertandingan besok (Kamis) kita semua tahu kami akan bermain tanpa penonton. Sebenarnya jujur Bonek sangat kami butuhkan agar motivasi kami lebih tinggi lagi,” kata Aji, Rabu (13/11/2019) seperti dikutip dari laman Emosijiwaku.

Namun, ia pun harus menyiasati ketidakhadiran suporter. Ia menuturkan kepada para pemainnya agar siap mental dan tetap meraih kemenangan meskipun tanpa ada dukungan langsung di stadion.

“Saya sampaikan kepada semua pemain untuk siap mental tanpa didukung Bonek. Tanpa Bonek kami akan berusaha semaksimal mungkin karena kami berstatus sebagai tuan rumah meski main di Batakan,” tutur Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kericuhan di Stadion GBT Terdengar Hingga ke Brasil

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Kericuhan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) terdengar hingga ke Brasil. Bahkan, salah satu akun fanbase sana menyebut peristiwa di GBT, Selasa (29/10/2019) mengerikan.

Seperti diketahui,Kericuhan pecah di GBT usai Persebaya takluk 2-3 dari PSS. Para suporter yang kecewa melampiaskannya di lapangan sebagai bentuk protes ke manajemen.

Kekalahan itu tampaknya bikin suporter Persebaya kesal. Mereka melampiaskannya dengan turun ke lapangan dan merusak beberapa fasilitas di Stadion GBT.

Salah satu akun fanbase Brasil, @OCantoOficial, menulis kalau kejadian ini bak horor. Mereka menuliskan judul, “Horor di Indonesia!!”

“Situasi yang sangat mengerikan. Penggemar Persebaya merusak dan membakar stadion setelah kekalahan kandang melawan PSS Sleman,” cuit akun tersebut.

Aksi Bonek ini sendiri dilatari oleh hasil minor oleh Persebaya belakangan ini. Kekalahan itu merupakan yang ketiga secara beruntun dan yang pertama di kandang sepanjang Liga 1 2019.

Dari lima pertandingan terakhir, mereka menelan empat kekalahan dan sekali imbang. Hal itu pula yang akhirnya membuat Wolfgang Pikal menanggalkan jabatannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

GBT Dirusak, Suporter Malaysia Singgung Piala Dunia U-20 di Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mengalami sejumlah kerusukan setelah kerusuhan suporter di laga Persebaya Surabaya kontra PSS Sleman, Selasa (29/10/2019) kemarin.

Sejumlah fasilitas dirusak seperti papan reklame dan beberapa fasilitas lainny. Hal tersebut dilakukan oleh para suporter sebagai bentuk protes mereka terhadap performa Bajol Ijo yang tak kunjung menang dari 6 pertandingan terakhir.

Kelakuan suporter di laga itu pun mengundang komentar dari negara tetangga. Salah satu akun suporter Malaysia, Harimau Malaya melalui akun sosial media twitternya menyinggung kerusuhan tersebut.

GBT Dirusak, Suporter Malaysia Singgung Piala Dunia U-20 di Indonesia
VIVA News.

Kelompok suporter Harimau Malaya menyinggung terkait Stadion GBT yang merupakan salah satu tempat yang terpilih untuk terselenggaranya Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2021 mendatang.

“Tuan rumah FIFA U20 World Cup 2021, bagus,” tulis mereka sembari menyebut akun ofisial FIFA.

Twitter Harimau Malaya

Tulisan tersebut nampaknya sebagai sarkasme dari suporter Malaysia tentang kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Pasalnya, di Stadion GBT pun terjadi kerusuhan.

Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 sendiri telah dipastikan digelar di Indonesia. Selain Stadion GBT, ada sembilan stadion lainnya yang terpilih. Diantaranya adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Kabupaten Bogor), Stadion Patriot Chandrabhaga (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Kabupaten Bekasi), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Hadiri Konpers, Persebaya Naik Rantis Hindari Amukan Suporter

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Perwakilan dari Persebaya Surabaya tak menghadiri konferensi pers usai pertandingan kontra PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa malam (29/10/2019).

Persebaya tak menghadiri sesi konferensi pers dikarenakan langsung diamankan oleh pihak kepolisian untuk segera meninggalkan Stadion Gelora Bung Tomo. Hal tersebut dilakukan lantaran para suporter mengamuk karena Bajol Ijo kalah di kandang sendiri dari PSS dengan skor 3-2.

Para suporter merangsek ke dalam lapangan Stadion GBT sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Bahkan, mereka juga membakar papan reklame dan merusak beberapa fasilitas lainnya sebagai bentuk protes mereka terhadap performa tim yang tak kunjung menang dari 6 pertandingan terakhir.

“Informasinya seperti itu (naik rantis). Alasannya tidak tahu tapi semua tim sudah dibawa polisi, saya belum berkomunikasi ” kata Media Officer Persebaya, Nanang Prianto seperti dikutip Football5Star.com dari laman Emosijiwaku.

Nanang pun berkata pasrah jikalau memang nantinya akan ada sanksi tegas dari Komisi Disiplin PSSI. Dengan tidak hadir di konferensi pers, Persebaya sebenarnya sudah menyalahi aturan dari PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi. Sesuai pasal 38 regulasi Persebaya terancam sanksi sebesar 15 juta rupiah.

Sesuai regulasi, perwakilan dari tim yang bermain yakni dari pelatih dan perwakilan pemain memang diharuskan untuk melakukan konferensi pers satu hari sebelum pertandingan dan juga setelah laga.

“Ya kalau kena sanksi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah ada regulasi dari PSSI, nanti akan menjalani itu,” kata Nanang.

Dengan adanya dua insiden tersebut, Persebaya berharap tak terusir dari Stadion GBT. Pasalnya, insiden kerusuhan yang terjadi bisa membuat Bajol Ijo tak mendapatkan izin untuk bermain di GBT dari pihak kepolisian atau operator kompetisi.

“Kami berharap tidak begitu. Intinya kami pasti berharap bisa main di sini, bisa bangkit di sini. Tapi ya soal sanksi domainnya Komdis dan PSSI. Kami menunggu. Pastinya Kamis depan keluarnya,” kata Nanang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pascaricuh di GBT, Hubungan Baik Bonek dan Fans PSS Tetap Terjalin

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pasca-ricuh di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (29/10/2019), hubungan suporter Persebaya Surabaya, Bonek dan fans PSS Sleman tetap terjalin baik. Hal itu terlihat di media sosial.

Seperti diketahui,Kericuhan pecah di GBT usai Persebaya takluk 2-3 dari PSS. Para suporter yang kecewa melampiaskannya di lapangan sebagai bentuk proses ke manajemen.

Kekalahan itu tampaknya bikin suporter Persebaya kesal. Mereka melampiaskannya dengan turun ke lapangan dan merusak beberapa fasilitas di Stadion GBT.

BCS

Meski demikian, hubungan suporter kedua kesebelasan tetap terjalin baik. Karena memang aksi Bonek itu lebih kepada kekecewaan kepada manajamen.

“Selamat buat Pss, hari ini kalian memang layak menang. Dan buat semua dulur dulur @BCSxPSS_1976 yg langsung balik ke kota masing masing hati hati dijalan, sampai jumpa dilain waktu! Sayonara ~ #WaniOraMuntir,” tulis @brigade_bonek.

Demikian pula dengan akun fanbase PSS. Mereka berterima kasih atas jamuan Bonek yang menerima dengan hangat selama di Surabaya.

“Terimakasih Sayangku @PSSleman Atas Kemenangan di Laga Tandang ini. Aku Cinta Kamu tak Terbatas Waktu. Tak Lupa Kami Haturkan Terimakasih Untuk Persebaya, Bonek, Dan Warga Surabaya yang Telah Menyambut Kami Dengan Begitu Baik. Kami Pamit Undur Diri Kembali ke Bumi Sembada,” sahut @JavaneseEagle76.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ricuh di Stadion GBT Pecah Usai Persebaya Takluk dari PSS

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Kericuhan pecah di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019) usai Persebaya Surabaya takluk 2-3 dari PSS Sleman. Para suporter yang kecewa melampiaskannya di lapangan sebagai bentuk proses ke manajemen.

Seperti diketahui, hasil minor kembali ditelan oleh Bajul Ijo. Tiga gol dari Jefri Kurniawan, Haris Tuharea, dan Evgen Bokashvili, hanya mampu dibalas dua oleh David Silva serta Diego Campos.

Ini merupakan kekalahan ketiga secara beruntun dan yang pertama di kandang sepanjang Liga 1 2019. Dari lima pertandingan terakhir, pasukan Wolfgang Pikal itu menelan empat kekalahan dan sekali imbang.

https://www.instagram.com/p/B4M00QelNbn/

Kekalahan itu tampaknya bikin suporter Persebaya kesal. Mereka melampiaskannya dengan turun ke lapangan dan merusak beberapa fasilitas di Stadion GBT.

Bahkan, dikutip dari video yang beredar ada beberapa bagian stadion yang terbakar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari protes mereka kepada manajemen lantaran hasil minor yang diterima oleh tiim kesayangannya.

Faktanya, semenjak Wolfgang Pikal sah menjadi pelatih, Persebaya memang tak pernah meraih kemenangan. Total, dalam empat laga bersama Pikal, Persebaya menelan tiga kekalahan dan sekali imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Terkesima Lihat Kekompakan Bonek dan Bobotoh

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (18/10/2019) punya kesan tersendiri untuk Robert Alberts. Ia terkesima lihat aksi dua kelompok suporter, Bobotoh dan Bonek.

Kendati bermain di Bali, baik Bobotoh dan Bonek Mania tetap meramaikan pertandingan. Kedua suporter selama ini memang dikenal punya hubungan yang sangat erat.

Walau pertandingan kali ini dimenangi Persib dengan skor telak 4-1, dua kelompok suporter tetap memberikan dukungan penuh di tribun. Aksi ini pun menjadi perhatian Robert Alberts. Ia mengatakan bahwa dukungan fan Maung Bandung dan Bajul Ijo patut dicontoh.

Robert Alberts - Persib Bandung - Football5star
Persib

“Seperi biasa, suporter Bobotoh selalu hadir meskipun kami bermain di Bali. Sangat senang melihat mereka ada di sini. Begitu pula dengan suporter Persebaya yang terus mendukung timnya,” kata Robert Alberts, Jumat (18/10/2019).

“Kedua fan sangat menikmati pertandingan, mereka berdampingan dan beginilah harusnya sepak bola,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Tidak ketinggalan, Alberts juga berterima kasih pada Bali yang sudah menyediakan tempat untuk pertandingan klasik ini. Ia mengaku Persib sangat nyaman bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Saya juga ingin berterima kasih pada Bali yang bersedia menjadi kandang kami dan membuat stadion yang nyaman dan menjadi tempat kami meraih kemenangan,” tutup mantan pelatih PSM Makassar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

CEO PSIS Kecewa Bonek Menjebol Pintu Stadion Moch Soebroto

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, buka suara soal laga melawan Persebaya di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (20/9/2019). Dia kecewa karena Bonek memaksa untuk masuk padahal laga PSIS vs Persebaya digelar tanpa penonton.

Dalam laga yang dimenangkan Persebaya empat gol tanpa balas atas PSIS itu, memang terlihat banyak suporter yang memenuhi stadion. Padahal, PSIS sebelumnya memutuskan laga tak boleh digelar dengan penonton.

Perihal itu, Yoyok menyalahkan pendukung tim tamu. Apalagi, menurutnya, Bonek menjebol pintu stadion dan melanggar kesepakatan. Padahal, jelas ada surat resmi yang menyebut laga harusnya digelar tanpa penonton.

Bonek Ingin Final Piala Presiden 2019 Digelar di Tempat Netral Ingin Final Piala Presiden 2019 Digelar di Tempat Netral - Football5star - emosijiwaku

“Kesepakatan awal kan sudah jelas, tertuang dalam surat resmi jika pertandingan PSIS lawan Persebaya tanpa penonton. Bonek melanggar kesepakatan itu dan menjebol pintu sehingga membuat situasi panas tak terkendali,” kata Yoyok Sukawi.

PSIS dalam hal ini sebagai tuan rumah sudah berusaha menjamu Persebaya semaksimal mungkin. Menurutnya, PSIS jua sudah menjalankan standar operasional yang ada.

“Jika melanggar, semestinya laga tersebut tidak layak digelar. PSIS tidak salah, sesuai dengan SOP, tadi murni kesalahan dari suporter Bonek yang memaksa masuk, menjebol pintu. Aparat keamanan kewalahan saat Bonek merangsek masuk stadion,” papar dia.

Bahkan, Yoyok menyebut kalau pendukung Persebaya itu bikin suporter PSIS jua akhirnya memasuki stadion. Dia tak akan menerima kalau suporternya mendapatkan sanksi atas kejadian tersebut.

“Bonek semua tadi di tribun timur, sementara Panser dan SneX terkonsentrasi di Semarang. Setelah Bonek masuk dalam jumlah besar, otomatis anak-anak Panser ikut masuk. Ini murni kesalahan Bonek,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]