Jamal Musiala Disamakan dengan Neymar oleh Legenda Jerman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jamal Musiala tak henti memesona. Sabtu (11/9/2021), dia mencetak 1 gol dan 1 assist saat Bayern Munich menang 4-1 di kandang RB Leipzig dalam lanjutan Bundesliga 2021-22. Penampilannya pun dipuji legenda Jerman, Lothar Mattheus.

Pada lawatan ke Red Bull Arena, Musiala hanya diplot sebagai pemain cadangan oleh pelatih Bayern, Julian Nagelsmann. Namun, dia harus masuk lebih awal, tepatnya pada pengujung babak pertama setelah Serge Gnabry cedera dan tak dapat melanjutkan pertandingan. Saat itu, Die Roten sedang unggul 1-0.

Skill individual Jamal Musiala mengingatkan Lothar Matthaeus kepada Neymar.
Getty Images

Memauski babak kedua, Musiala langsung memberikan dampak instan nan signifikan. Baru 2 menit laga berjalan, dia menjebol gawang Peter Gulacsi setelah menerima sodoran umpan Alphonso Davies. Tujuh Menit kemudian, giliran dia yang membuat assist untuk gol ketiga Die Roten melalui tap-in Leroy Sane.

“Dia melakukan hal-hal yang istimewa. Dia bisa menjadi Neymar kedua,” ujar Lothar Matthaeus kepada Sky Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer. Tentu saja, hal itu semata menyangkut teknik dan permainan Musiala di atas lapangan, bukan soal gaya hidupnya.

Jamal Musiala Selalu Membuka Telinga

Pujian serupa juga mengalir dari dalam tim Bayern Munich. Pelatih Julian Nagelsmann menyebut Jamal Musiala bukan cuma punya skill bagus, melainkan juga sikap terpuji. Sebelumnya, soal kemampuan individu, eks pelatih RB Leipzig tersebut sempat menyebut sang pemain seperti punya magnet di kakinya.

Soal sikap terpuji, pengakuan meluncur dari Thomas Mueller, salah satu figur kunci yang juga wakil kapten Bayern. Secara khusus, peraih sepatu emas Piala Dunia 2010 itu menyoroti sikap jebolan akademi Chelsea itu. Menurut dia, sang junior selalu rendah hati dan mendengarkan setiap masukan.

Jamal Musiala mencetak 1 gol dan 1 assist saat Bayern Munich menang 4-1 atas RB Leipzig.
Getty Images

“Hal istimewa adalah, di samping semua talentanya, dia juga punya karakter dan kepercayaan diri. Dia tidak banyak omong, tapi selalu bekerja keras dan mau mendengar,” ujar Mueller soal Musiala yang dalam waktu singkat melesat dan kini jadi anggota tetap skuat timnas Jerman.

Rabu (15/9/2021) dini hari WIB, Jamal Musiala sangat mungkin akan diandalkan Nagelsmann dalam lawatan ke markas Barcelona pada matchday I Liga Champions. Pasalnya, kondisi Gnabry masih tanda tanya. Waktu yang mepet bisa saja membuat winger timnas Jerman itu tak bisa turun sebagai starter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Cetak Gol Lagi, Robert Lewandowski Dekati Rekor Lain Gerd Mueller

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Laju Robert Lewandowski masih tak tertahankan di Bundesliga. Sabtu (11/9/2021), striker asal Polandia itu kembali mencetak gol saat Bayern Munich menang 4-1 di markas RB Leipzig. Itu membuat dia kini tak absen membobol gawang lawan dalam 14 laga beruntun.

Lewandowski tak mencatatkan namanya pada pada skor saat menghadapi Hertha Berlin, 5 Februari silam. Setelah itu, dia selalu mencetak gol. Produktivitasnya tak terganggu meskipun sempat absen pada 4 laga karena mengalami cedera setelah membela timnas Polandia. Begitu pula saat kompetisi 2021-22 dimulai pada 13 Agustus lalu.

Robert Lewandowski selalu mencetak gol dalam 14 laga beruntun di Bundesliga.
fcbinside.de

Menjebol gawang lawan dalam 14 laga beruntun di Bundesliga, Lewandowski kian mendekati rekor milik Gerd Mueller. Pada musim 1969-70, Der Bomber selalu mencetak gol dalam 16 penampilan beruntun di Bundesliga dari 27 September 1969 hingga 3 Maret 1970.

Bila dihitung secara keseluruhan, Lewandowski bahkan sudah mengguratkan rekor baru. Pasalnya, dia kini sudah mencetak gol dalam 17 laga beruntun bagi Bayern. Pada 1969-70, Mueller gagal mencetak gol saat Bayern menjalani leg I Babak I Piala Champions. Di kandang St-Etienne, 1 Oktober 1969, Die Roten kalah 0-3.

Robert Lewandowski Sudah Pecahkan 2 Rekor Mueller

Hingga saat ini, Robert Lewandowski telah memecahkan 2 rekor luar biasa milik Gerd Mueller. Tepat pada akhir musim lalu, dia mencetak gol ke-41 dalam semusim yang melewati koleksi 40 gol milik Der Bomber pada 1969-70. Itu juga membuat dia menjadi top scorer Bundesliga sebanyak 4 kali secara beruntun. Mueller hanya pernah melakukannya sebanyak 3 musim beruntun pada 1971-72, 1972-73, dan 1973-74.

Soal jadi top scorer, Lewandowski juga kian mendekati rekor Mueller. Musim lalu adalah kali ke-6 eks striker Borussia Dortmund itu merebut torjaegerkanone, trofi yang diberikan oleh Kicker untuk pencetak gol terbanyak Bundesliga. Rekor top scorer terbanyak dipegang Mueller yang 7 kali jadi pemain tersubur.

Robert Lewandowski meraih torjaegerkanone untuk kali ke-4 secara beruntun dengan memecahkan rekor 40 gol semusim milik Gerd Mueller.
foxcarolina.com

Lalu, bagaimana peluang Lewandowski melewati rekor mencetak gol pada 16 laga beruntun di Bundesliga? Untuk memecahkan rekor, bila tak ada aral melintang, Lewandowski harus mencetak gol pada 3 berikut Bayern di Bundesliga, yakni melawan VfL Bochum, SpVgg Greuther Fuerth, dan Eintracht Frankfurt.

Menilik rekor menghadapi ketiga lawan itu, peluang Robert Lewandowski lumayan besar. Melawan Bochum, dia pernah mencetak 2 gol dalam dalam 2 pertemuan. Lalu, gawang Fuerth sellau mempu dijebol dalam 2 pertemuan di Bundesliga. Adapun gawang Frankfurt selalu dibobol dalam 4 pertemuan terakhir di Bundesliga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Filip Kostic: Aku Tidak Mogok Main Lawan Bielefeld!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Ketegangan antara Eintracht Frankfurt dan pemainnya, Filip Kostic, terus berlangsung. Setelah diklaim mogok main demi mewujudkan keinginannya pindah ke Lazio pada bursa transfer lalu, sang pemain buka suara. Dia menegaskan hal itu omong kosong belaka dan menuntut pihak klub meminta maaf.

Kostic mengungkapkan, dirinya sama sekali tak memiliki niat untuk melakukoan boikot atau mogok main. Loyalitasnya kepada Die Adler, menurut dia, tak perlu diragukan lagi. Dia pun menjelaskan soal ketidakhadirannya saat Frankfurt menghadapi Arminia Bielefeld.

Filip Kostic meminta maaf kepada para fan Eintracht Frankfurt.
mibundesliga.com

“Aku mencintai Eintracht Frankfurt dan sangat bersyukur atas segala yang kudapatkan di sini,” urai Filip Kostic seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya. “Aku tak siap secara mental untuk bermain melawan Bielefeld. Itu bukan boikot!”

Lebih lanjut, pemain berumur 28 tahun mengungkapkan, “Aku secara tulus ingin meminta maaf kepada para fan atas kekeliruan informasi yang telah terjadi. Aku juga berterima kasih kepada anggota timku yang atas dukungan yang mereka berikan.”

Filip Kostic Sudutkan Frankfurt

Meskipun demikian, Filip Kostic rupanya masih memendam kekesalan terhadap manajemen Eintracht Frankfurt yang dinilai sudah membuat berita bohong yang menyudutkan dirinya. Meskipun menyatakan siap kembali memperkuat Die Adler, dia tak urung menyudutkan mereka.

“Beberapa orang berutang maaf kepadaku,” ucap Kostic lagi. “Namun, kami saat ini tak lagi punya waktu untuk mengurusi hal itu karena musim yang sulit harus segera dihadapi. Aku kuat secara mental dan akan meneruskan perjuangan untuk klub karena tim membutuhkanku.”

Filip Kostic menuding ada beberapa orang yang berutang maaf kepada dirinya.
op-online.de

Unggahan itu mendapat tanggapan beragam dari para fan Frankfurt. Ada banyak yang angkat topi dan menghargai loyalitas dan kesungguhan Kostic terhadap klub. Ada pula yang mengolok-olok, antara lain dengan menudingnya sebagai badut dan pendusta.

Menurut Sport Bild, Filip Kostic dijatuhi hukuman ganda karena melakukan boikot agar dilepas ke Lazio. Hukuman pertama, dia didenda sebesar 100.000 euro. Adapun hukuman kedua berupa skors sebanyak satu pertandingan. Jika benar, sang pemain akan absen ketika Die Adler menjamu VfB Stuttgart, Minggu (12/9/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Stefan Effenberg: Ini Tahun Pembuktian bagi Leroy Sane!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Stefan Effenberg, memberi peringatan keras kepada Leroy Sane. Dia menegaskan, winger Die Roten itu tak boleh menyepelekan cemoohan para fan saat lawan 1.FC Koeln. Menurut dia, Sane harus memberikan jawaban tuntas dengan performa bagus dan kosisten pada tahun ini.

Setelah dicemooh para fan, Sane mendapatkan pembelaan dari manajemen, pelatih, dan rekan-rekan sesama pemain di Bayern. Penampilannya membaik ketika Bayern menang 12-0 atas Bremer SV pada laga tunda putaran I DFB Pokal dan 5-0 atas Hertha Berlin pada pekan ke-3 Bundesliga.

Leroy Sane mulai bangkit dalam dua laga terakhir Bayern Munich.
Getty Images

Effenberg senang melihat respons positif Sane. Namun, dia menilai hal itu belum cukup untuk membungkam kritik. Para fan, kata dia, perlu pembuktian lebih besar. Caranya dengan tampil konsisten dari pekan ke pekan, entah sebagai starter maupun pemain pengganti.

“Untuk Sane, ini adalah tahun pembuktian. Anda harus memberi dia kepercayaan, tapi dia juga harus membalasnya. Hingga hari ini, dia sudah kembali ke jalur yang tepat. Namun, kita harus lihat apakah dia dapat mempertahankannya. Dia harus menunjukkan konsistensi,” urai Stefan Effenberg seperti dikutip Football5Star.com dari kolomnya di Sport1.

Stefan Effenberg Kritik Bahas Tubuh Sane

Effenberg lebih lanjut mengkritik satu hal yang diangap masih bermasalah. Itu adalah bahasa tubuh Sane yang dinilai tidak positif. Dalam pandangannya, hal itu juga jadi salah satu faktor yang membuat sang winger dicemooh oleh para fan. Dia dinilai pemalas dan tak punya antusiasme membela Bayern.

“Dia juga harus memperbaiki masalah dengan bahasa tubuh. Ini penting bagi atlet. Pada masa lalu, bahasa tubunya tidaklah bagus. Kepala harus selalu tegak dan Anda harus menunjukkan kegigihan, memberikan segalanya. Hanya itulah yang akan membuat dia selalu mendapatkan aplaus,” ujar Effenberg.

Stefan Effenberg meminta Leroy Sane mengubah bahasa tubuhnya saat di lapangan.
Getty Images

Gelandang legendaris itu menegaskan, semuanya tergantung Leroy Sane secara pribadi. Dia menilai selama ini sang pemain sudah mendapat dukungan penuh dari para pelatih, rekan-rekan setim, manajemen, dan para fan. Baru belakangan ini saja para fan mulai muak.

Meskipun demikian, Stefan Effenberg juga menegaskan, para fan harus berhenti mencemooh Sane. “Bagaimanapun, kita juga bertanggung jawab untuk tak menjatuhkannya. Dia tetaplah manusia yang punya perasaan meskipun punya banyak uang. Kita tak bisa melupakan hal itu,” ucap dia lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Legenda Bayern Munich Masih Ragukan Julian Nagelsmann

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich mulai bergeliat. Sempat ditahan 1-1 oleh Borussia Moenchengladbach pada pekan pertama Liga Jerman, tim asuhan Julian Nagelsmann meraup tiga kemenangan beruntun. Mereka menang 3-1 atas Borussia Dortmund, unggul 3-2 atas 1.FC Koeln, pesta 12-0 lawan Bremer SV, dan menggasak Hertha Berlin 5-0.

Di samping meraih kemenangan, permainan Bayern pun kian membaik. Nagelsmann bahkan tak ragu mengatakan penampilan Manuel Neuer cs. saat lawan Hertha adalah penampilan terbaik pada musim ini. Meskipun demikian, hal itu tak lantas mengikis keraguan leganda Die Roten, Stefan Effenberg.

Kemenangan 5-0 Bayern Munich atas Hertha Berlin belum membuat Stefan Effenberg yakin terhadap Julian Nagelsmann.
topmercato.com

“Dengan kemenangan 5-0 lawan Hertha, Bayern Munich menunjukkan diri pada pekan ketiga musim baru. Dengan empat kemenangan beruntun, Der Rekordmeister sepertinya perlahan tapi pasti mulai bergerak,” urai Stefan Effenberg seperti dikutip Football5Star.com dari kolomnya di Sport1.

Akan tetapi, Effenberg menilai terlalu dini untuk mengubah opininya soal Nagelsmann di Bayern. “Dia sudah melakukan banyak hal dengan benar. Ini adalah awal era baru. Namun, kita baru bisa membuat simpulan pada musim gugur atau musim dingin. Saat ini, masih terlalu dini.”

Julian Nagelsmann Penuh Optimisme

Bagi Stefan Effenberg, hal terpenting yang harus dilakukan Julian Nagelsmann adalah tak membuat rumit keadaan. Hanya itu yang akan membuat sang pelatih berada di jalur yang tepat. Akan salah bila kemudian eks pelatih RB Leipzig itu menguatk-atik peran pemain penting macam Robert Lewandowski atau Thomas Mueller.

Terlepas dari hal itu, Effenberg punya satu pandangan positif terhadap Nagelsmann. Di matanya, pelatih berumur 34 tahun itu penuih optimisme. “Saya berbicara dengan Nagelsmann pada laga DFB Pokal melawan Bremer SV. Dia sangat optimistis dan penuh percaya diri. Dia mampu menularkan itu kepada para pemainnya,” terang sang legenda.

Stefan Effenberg tak terbuai oleh kemenangan besar Bayern MUnich asuhan Julian Nagelsmann atas Hertha Berlin.
express.de

Sebelumnya, Effenberg menilai kedatangan Nagelsmann sebagai pelatih baru Bayern Munich akan jadi kesempatan bagus bagi klub-klub lain untuk berbicara lebih banyak di Bundesliga. Dia menilai sang pelatih masih belum teruji menghadapi tekanan untuk juara di semua ajang dan menangani para pemain bintang.

Saat ini, Bayern masih berada di posisi ketiga klasemen sementara Bundesliga 2021-22. Mereka tertinggal 2 poin dari sang tabellenfuehrer, VfL Wolfsburg, dan kalah selisih gol dari Bayern Leverkusen yang berada di posisi kedua. Pada pekan ke-4 selepas jeda Internasional, Die Roten akan menghadapi eks klub Nagelsmann, RB Leipzig.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Erling Haaland Belum Setara dengan Robert Lewandowski

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland kerap dibanding-bandingkan dengan Robert Lewandowski. Penyerang asal Norwegia itu pun selalu digadang-gadang sebagai pengganti Lewy di Bayern Munich. Namun, menurut Armin Veh, Haaland belum setara dengan Lewandowski.

Soal ketajaman, Haaland memang tak kalah luar biasa dari Lewandowski. Dia sudah mengemas 42 gol dalam 45 pertandingan di Bundesliga atau 0,93 gol per laga. Adapun Lewy mencetak 279 gol dalam 352 pertandingan atau 0,79 gol per laga. Meskipun demikian, Haaland tak punya konsistensi bagus. Kata Veh, itu terkait gaya mainnya.

Erling Haaland dinilai Armin Veh belum setara dengan Robert Lewandowski.
Getty Images

Veh secara khusus menyoroti kegagalan Haaland mencetak gol saat Borussia dortmund takluk 1-2 di markas SC Freiburg. Dalam pandangannya, hal itu tak akan terjadi andai yang jadi ujung tombak Dortmund adalah Lewandowski. Haaland, kata dia, kesulitan menghadapi tim dengan pertahanan kokoh.

“Kekuatan utama Haaland terletak pada transisi dalam permainan. Jika lawan bertahan begitu dalam seperti yang dilakukan Freiburg, dia tak punya ruang untuk menunjukkan kelebihannya itu. Inilah yang membedakan dia dari Robert Lewandowski di Bayern,” urai Armin Veh seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Erling Haaland Harus Terus Belajar

Veh menjelaskan, Lewandowski selama bertahun-tahun telah teruji menghadapi tim yang ultradefensif. “Menghadapi Bayern, para lawan biasanya bertahan dengan dalam. Namun, Lewandowski tetap saja dapat mencetak gol-gol menentukan,” kata Veh.

Selain itu, Armin Veh juga melihat ada satu handicap lain yang dihadapi Erling Haaland. Itu adalah posturnya. Dia menilai anak Alf Inge Haaland itu masih kesulitan dalam permainan yang sangat ketat dengan ruang yang sangat terbatas.

Erling Haaland kesulitan saat dikawal ketat Nico Schlotterbeck.
Getty Images

“Haaland masih harus belajar. TUbuhnya juga agak bermasalah dalam permainan yang sangat dekat. Dalam hal ini, Dortmund punya kelemahan kecil. Bagaimanapun, secara umum, Lewandowski lebih baik dari dia,” ucap Veh yang sempat membawa VfB Stuttgart juara Bundesliga pada 2006-07.

Erling Haaland sempat menyita perhatian saat Dortmund menang 5-2 atas Eintracht Frankfurt pada pekan pertama Budnesliga 2021-22. Selain mencetak 2 gol, dia juga berkontribusi besar pada 3 gol lainnya. Namun, di markas Freiburg, dia mati kutu, tak mampu melepaskan diri dari kawalan Philipp Lienhart dan Nico Schlotterbeck.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gerrit Holtmann, Pemain Filipina Pertama yang Bikin Gol di Bundesliga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pekan kedua Bundesliga langsung memunculkan sejarah. Uniknya sejarah itu dibuat oleh Gerrit Holtmann.

Gerrit Holtmann jadi atensi pada pertandingan Bochum vs Mainz. Holtmann sejatinya sudah berkostum Bochum sejak 2020 lalu.

Uniknya ia datang dari Mainz, klub yang dihadapi kemarin. Walau begitu namanya kurang terdengar mengingat klub asuhan Thomas Reis baru promosi ke Bundesliga musim ini.

gerrit holtmann
@VflBochum1848EN

Tak butuh waktu lama untuk pemain 26 tahun mencatatkan sejarah. Di Vonovia Ruhrstadion ia mencatatkan namanya di papan skor.

Holtmann mencetak gol pertama Bochum pada menit ke-21. Itu bukan sembarang gol. Ia melakukannya dengan solo run dan melewati beberapa pemain dari tengah lapangan sebelum menaklukkan kiper Mainz.

Gol indah pemain kelahiran Jerman terasa sempurna. Sebab ia jadi pemain Filipina dan ASEAN pertama yang mampu menceak gol di Bundesliga.

Untuk diketahui, Gerrit Holtmann memang lahir dan besar di Bremen. Namanya juga beberapa kali masuk di skuat timnas U-20 Jerman.

Akan tetapi orang tuanya berasal dari Filipina. Sang pemain juga sudah memutuskan membela negara Asia Tenggara itu di tingkat profesional.

Gerrit Holtmann Sebenarnya Bukan yang Pertama

Gerrit Holtmann sejatinya bukan pemain Asia Tenggara pertama yang mencatatkan namnya di papan skor Bundesliga. Sebelumnya ada beberapa ASEAN lain yang mencetak gol.

gerrit holtmann
faz.de

Seperti Chunly Pagenburg yang berdarah Kamboja. Namun, ketika mencetak gol ia masih berstatus sebagai warga negara Jerman.

Mundur ke 2003 silam, ada nama Denis Wolf yang mencuri perhatian. Ketika membela Hannover 96 ia sukses membobol jala Borussia Dortmund,

Akan tetapi statusnya masih warga Jerman saat mencetak gol tersebut. Denis Wolf baru mengantongi kewarganegaraan Filipina pada 2012 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Kalah dari Freiburg, Borussia Dortmund Dicibir Dietmar Hamann

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan diderita Borussia Dortmund saat melawat ke markas SC Freiburg, Sabtu (21/8/2021), pada spieltag ke-2 Bundesliga. Marco Reus cs. bertekuk lutut 1-2 dan tak dapat menampilkan permainan memikat dihadapan anak-anak asuh Christian Streich. Hal itu dicibir oleh eks pemain timnas Jerman, Dietmar Hamann.

Di mata Hamann, Dortmund benar-benar tak berdaya di hadapan Freiburg. Tim asuhan Marco Rose yang digdaya pada pekan pertama tampil tak seperti layaknya penantang serius Bayern Munich pada perburuan gelar juara Bundesliga musim ini. Erling Haaland yang luar biasa pun mati kutu di hadapan Nico Schlotterbeck dan Philipp Lienhart.

Borussia Dortmund tertinggal 0-1 oleh gol tendangan bebas Vincenzo Grifo.
ruhrnachrichten.de

“Dalam setengah jam terakhir (laga lawan Freiburg), BVB tak menemukan cara untuk menembus pertahanan Freiburg. benar-benar buntu. Itu benar-benar mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya besar,” urai Dietmar Hamann kepada Sky Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Secara umum, Hamann menilai kekalahan memang pantas didapatkan Dortmund. “Saya tak pernah merasa Dortmund akan mampu membalikkan keadaan. Sebaliknya, Freiburg justru masih punya beberapa peluang menambah gol lewat serangan balik,” ucap dia.

Borussia Dortmund Ulangi Musim Lalu

Kebuntuan dalam permainan Borussia Dortmund tentu saja tak terlepas dari penampilan luar biasa SC Freiburg. Dietmar Hamann mengakui hal itu. “Kemenangan ini memang pantas mereka dapatkan. Itu penampilan yang luar biasa. Mereka tidak bisa lebih baik lagi dari itu,” ujar eks pemain Liverpool itu.

Kekalahan di Stadion Schwarzwald membuat Dortmund seperti tak belajar dari musim lalu. Sebelum ini, pada Februari lalu, Die Schwarzgelben juga takluk 1-2. Kisahnya pun sama persis dengan musim ini, yakni tertinggal 0-2 terlebih dahulu. Itu jadi dua lawatan pamungkas yang pahit bagi Dortmund ke stadion yang akan segera ditinggalkan Freiburg tersebut.

Erling Haaland tak berdaya menghadapi pertahanan kokoh SC Freiburg.
ruhrnachrichten.de

Di samping itu, Dortmund juga mengulangi satu kisah lain pada musim lalu, yakni menelan kekalahan pada laga tandang pertama di Bundesliga. Musim lalu, mereka takluk 0-2 di markas FC Augsburg. Padahal, sepekan sebelumnya, mereka melumat Borussia Moenchengladbach dengan tiga gol tanpa balas.

Setelah kekalahan dari Freiburg ini, fokus Borussia Dortmund akan terarah pada laga berikutnya. Sabtu (28/8/2021) dini hari WIB, Marco Reus dkk. akan menjamu TSG 1899 Hoffenheim. Pelatih Marco Rose terang-terangan menyebut timnya harus belajar lagi mengenai hal-hal mendasar dan fundamental bila ingin meraih kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Mark van Bommel: Tak Usah Berlebihan!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Mark van Bommel, pelatih VfL Wolfsburg, tak dilanda euforia setelah tim asuhannya menang 2-1 atas Hertha Berlin dan untuk sementara memuncaki klasemen Bundesliga 2021-22. Pelatih asal Belanda itu tak mau berlebihan menyikapi hal tersebut meskipun tetap senang dan bersyukur.

Bertandang ke markas Hertha, Stadion Olimpiade, Wolfsburg menggapai kemenangan dengan susah payah. Die Wolfe bahkan tertinggal lebih dulu oleh penalti Dodi Lukebakio pada menit ke-60. Namun, mereka lantas membalikkan keadaan berkat gol Ridle Baku pada menit ke-74 dan Lukas Nmecha hanya 2 menit jelang laga usai.

Lukas Nmecha membuat gol penentu kemenangan 2-1 saat VfL Wolsburg menghadapi Hertha Berlin.
sportbuzzer.de

Kemenangan itu membuat tim asuhan Van Bommel mengoleksi nilai sempurna, 6 poin, dan memuncaki klasemen Bundesliga. Meskipun begitu, sang pelatih mewanti-wanti Wout Weghorst cs. untuk tak terbuai euforia. Apalagi sampai bicara soal juara Bundesliga.

“Dua pertandingan, enam poin. Itu tak menggaransi apa pun karena setiap tim ingin memenangi laga-laga mereka,” urai Mark van Bommle seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer. “Namun, saya sangat senang, bukan hanya karena kami meraih 6 poin, melainkan juga cara kami bermain. Saya menyukainya.”

Mark van Bommel Waspadai RB Leipzig

Lebih lanjut, Van Bommel mengingatkan anak-anak asuhnya soal tantangan berikut yang harus dihadapi. “Tak ada jaminan kami akan meraih tiga poin lagi pada pekan depan. Kami harus memulai dari awal lagi pada esok hari dan bersiap untuk lawan berikutnya, Leipzig,” kata eks gelandang Bayern Munich tersebut.

Laga lawan Leipzig pada pekan depan akan jadi ujian berat pertama bagi Wolfsburg. Kekuatan Die Roten Bullen jelas-jelas berbeda dengan dua lawan yang sudah mereka kalahkan, VfL Bochum dan Hertha. Tim asuhan Jesse Marsch pun telah bangkit dari kekalahan 0-1 saat lawan 1.FSV Mainz 05 dengan menghajar VfB Stuttgart 4-0.

Mark van Bommel ingin anak-anak asuhnya langsung mengalihkan fokus pada laga berikut lawan RB Leipzig.
Getty Images

Selain itu, Wolfsburg inferior terhadap Leipzig. Dalam delapan pertemuan terakhir di berbagai ajang, Die Wolfe gagal memetik kemenangan. Mereka hanya mampu meraih 4 hasil imbang dan 4 kali kalah. Kemenangan terakhir diraih pada 24 November 2018 berkat gol tunggal Jerome Roussillon.

Menilik hal itu, sangat wajar bila Mark van Bommel ingin langsung melupakan kemenangan atas Hertha dan posisi di puncak klasemen. Apalagi, soal posisi puncak, Die Wolfe masih bisa digeser oleh TSG 1899 Hoffenheim dan 1.FC Koeln yang baru akan menjalani laga pekan ke-2 pada Minggu (22/8/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Uli Hoeness: Terlalu Dini Kritik Julian Nagelsmann!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Uli Hoeness, eks presiden klub Bayern Munich, geram melihat suara-suara miring soal pelatih Julian Nagelsmann. Dia menilai saat ini terlalu dini mengkritik kinerja pelatih baru Die Roten tersebut. Apalagi kalau kritik didasarkan hanya pada hasil laga-laga pramusim yang tak mencerminkan kekuatan sebenarnya.

Bersama Nagelsmann, Bayern meraup hasil buruk saat pramusim. Dari empat pertandingan, mereka menuai 1 hasil imbang dan 3 kali kalah. Lalu, pada spieltag pertama Bundesliga, Die Roten juga hanya imbang 1-1 dengan Borussia Moenchengladbach. Hasil itu membuat sang pelatih disorot. Namun, menurut Hoeness, itu berlebihan.

Uli Hoeness menilai publik tidak adil jika hanya menilai Julian Nagelsmann dari hasil laga-lawan awal dan pramusim Bayern Munich.
t-online.de

“Saya pikir sungguh tak adil dia disebut pecundang setelah kami kalah dari Napoli atau Ajax dengan tim C kami. Sungguh perkembangan yang mengerikan di sepak bola ketika orang hanya melihat pada hasil akhir tanpa melihat proses di belakangnya,” urai Uli Hoeness kepada RTL seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Hoeness pun senang ketika Bayern menang atas Borussia Dortmund di Piala Super Jerman. “Saya benar-benar senang ketika kami bermain luar biasa melawan Borussia Dortmund. Saya bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kami kalah pada laga itu,” ujar dia.

Misi Besar Julian Nagelsmann

Lebih jauh, Uli Hoeness mengungkapkan, ada misi besar yang diemban Julian Nagelsmann di Bayern Munich. Didatangkan dari RB Leipzig dengan uang transfer 25 juta euro dan diganjar kontrak 5 tahun, sang pelatih punya tugas penting dan strategis untuk masa depan.

“Dia itu pelatih yang betul-betul jadi sosok yang tepat untuk saat ini,” kata Hoeness penuh keyakinan. “Kami harus membangun sesuatu. Kami konsep alternatif untuk melawan belanja ratusan juta dai klub-klub yang dimiliki para sheik dan oligarki.”

Julian Nagelsmann dinilai Uli Hoeness sebagai sosok tepat untuk misi besar yang diusung Bayern Munich.
Twitter @FCBayern

Hoeness lebih lanjut mengungkapkan, “Kami butuh orang seperti dia yang masih punya banyak target, belum mendapatkan banyak gelar, dan mampu menciptakan semangat optimisme. Lalu, di atas itu semua, dia dapat bekerja dengan anak-anak muda.”

Bayern Munich saat ini tengah melawan arus dan ingin Julian Nagelsmann jadi katalisatornya. Mereka tak ikut-ikutan tren mengeluarkan banyak uang di bursa transfer. Mereka juga begitu keras menolak permintaan kenaikan gaji dalam kontrak baru para pemain. Ketegasan sikap itu berakibat David Alaba hengkang secara gratis ke Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Sven Ulreich Kawal Gawang Bayern, Angin Segar untuk Koeln?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich kemungkinan harus bermain dengan kiper kedua, Sven Ulreich, saat menjamu 1.FC Koeln, Minggu (22/8/2021). Pelatih Julian Nagelsmann mengaku sangat ragu Manuel Neuer dapat turun pada pertandingan tersebut karena mengalami masalah pada pergelangan kakinya.

Neuer mengalami cedera pergelangan kaki saat Bayern menghadapi Borussia Dortmund pada Piala Super Jerman 2021. Meskipun cederanya tidak parah, sang kapten belum bisa mengikuti sesi latihan tim hingga sehari jelang pertai lawan Koeln. Ulreich pun diperkirakan harus turun pada laga nanti.

Manuel Neuer cedera saat Bayern Munich menang atas Borussia Dortmund pada laga Piala Super Jerman.
eurosport.de

“Sven Ulreich tampil bagus. Manuel tak berlatih karena cedera. Tak ada yang dramatis, tapi dia perlu istirahat hingga bengkaknya hilang,” ujar Julian Nagelsmann seperti dikutip Football5Star.com dari Buli News. “Untuk saat ini, saya bisa katakan dia tak akan main.”

Lebih lanjut, Nagelsmann bahkan memprediksi sang kiper andalan harus absen hingga jeda internasional, awal September mendatang. “Tentu kami senang jika dia bisa kembali lebih cepat. Namun, dia harus betul-betul sehat dan tak mengalami komplikasi. Kami saat ini memperkirakan dia absen hingga jeda internasional,” ucap sang pelatih.

Nagelsmann Percaya Kemampuan Sven Ulreich

Meskipun demikian, Julian Nagelsmann tak risau. Dia sepenuhnya yakin pada kemampuan Sven Ulreich untuk menjaga gawang Bayern. Dalam pengamatannya saat sesi 11 vs 11 dalam latihan terakhir, kiper yang musim lalu membela Hamburger SV di Bundesliga 2 itu tampil cukup bagus.

Secara pribadi, Nagelsmann sudah cukup baik mengenal Ulreich. Saat pramusim, kiper berumur 33 tahun itu kerap diandalkan. Dia lebih sering dimainkan sebagai starter ketimbang Ron-Thorben Hoffmann yang jauh lebih muda dan jadi andalan di tim Bayern II pada musim lalu.

Julian Nagelsmann yakin pada kemampuan Sven Ulreich sebagai pelapis Manuel Neuer di Bayern Munich.
eurosport.com

Lalu, apakah kemungkinan Ulreich turun akan jadi keuntungan bagi Koeln yang tampil impresif pada spieltag I melawan Hertha Berlin? Menilik rekor pertemuan, bisa dikatakan demikian. Sepanjang kariernya, Ulreich sudah 8 kali melawan Die Geissbocke pada laga resmi. Hasilnya, 3 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah. Dia juga hanya sekali clean sheet.

Rekor Ulreich jauh lebih buruk dari Manuel Neuer. Sepanjang kariernya, Neuer hanya 2 kali gagal membawa timnya menang dalam 17 pertemuan dengan Koeln. Itu pun hanya 1 yang berakhir dengan kekalahan. Lalu, dia juga mampu membukukan 9 clean sheet.

Ulreich Kebobolan 2 Gol Saat Pramusim

Sven Ulreich juga tampil saat Bayern Munich menghadapi 1.FC Koeln pada laga pramusim, 17 Juli lalu. Hasilnya, Die Roten kalah 2-3. Hal yang membuat Die Geissbocke bisa optimistis, 2 dari 3 gol dicetak anak-anak asuh Steffen Baumgart saat gawang Bayern dikawal Ulreich.

Dua pemain yang menaklukkan Ulreich pada pertandingan tersebut adalah Jan Thielmann dan Mark Uth. Keduanya termasuk jajaran pemain yang diandalkan Baumgart. Uth bisa bermain sebagai striker atau playmaker, sedangkan Thielmann dapat tampil sebagai penyerang atau winger.

Jan Thielmann bisa jadi momok bagi pertahanan Bayern Munich.
ga.de

Pada dua laga resmi yang telah dilakoni Koeln musim ini, Thielmann dan Uth memang belum mencetak gol. Namun, mereka sudah memberikan kontribusi lain, yakni assist. Uth membuat assist saat menghadapi Carl Zeiss Jena pada putaran I DFB Pokal, sedangkan Thielmann melakukannya ketika lawan Hertha pada spieltag pertama Bundesliga.

Thielmann dan Uth bisa diharapkan Baumgart untuk kembali bersinar saat lawan Bayern Munich seperti pada pramusim lalu. Uth punya pengalaman mencetak 4 gol dalam 8 pertandingan. Salah satu golnya dibuat ke gawang Sven Ulreich. Sementara itu, Thielmann sudah mencetak 1 assist dalam 2 pertemuan dengan Die Roten pada musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Pelatih SC Freiburg Yakin Bisa Buat Erling Haaland Mati Kutu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Partai berat akan dilakoni SC Freiburg pada pekan ke-2 Bundesliga 2021-22. Tim asuhan Christian Streich akan menjamu Borussia Dortmund. Fokus laga nanti tentu saja Erling Haaland yang pada pekan pertama mencetak 2 gol dan 3 assist ketika Die Schwarzgelben menang 5-2 atas Eintracht Frankfurt.

Kegemilangan Haaland pada pekan pertama itu sungguh mengerikan. Namun, Streich tidak gentar. Dia yakin para pemain belakang Freiburg akan dapat menghentikan striker asal Norwegia tersebut. Menurut dia, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan.

Erling Haaland berbekal 2 gol dan 3 assist saat Borussia Dortmund menghadapi SC Freiburg.
bfmtv.com

“Segalanya mungkin,” ujar Christian Streich pada konferensi pers pralaga seperti dikutip Football5Star.com dari Sport. “Menghentikan Haaland memang bukan perkara mudah, tapi tetap dapat dilakukan. Kami perlu sedikit keberuntungan dan performa bagus.”

Meskipun terdengar klise, ucapan Streich tidaklah berlebihan. Buktinya, Haaland tak bisa berbuat apa-apa pada pertemuan terakhir, Februari silam. Ketika itu, Freiburg bahkan mampu meraup kemenangan 2-1 atas Dortmund. Itu jadi kemenangan pertama Streich atas Die Schwarzgelben.

SC Freiburg Dapat Tambahan Amunisi

Hal yang membuat Christian Streich bisa optimistis, SC Freiburg tak kebobolan pada pekan pertama. Di kandang Arminia Bielefeld, mereka imbang 0-0. Selain Christian Guenter cs., hanya ada 4 tim lain yang tak kebobolan pada pekan pertama Bundesliga musim ini.

Di samping itu, tim asuhan Streich juga mendapatkan amunisi tambahan jelang laga ini. Rabu (18/8/2021), mereka resmi mendatangkan gelandang Maximilian Eggestein dari Werder Bremen. Dalam umur 24 tahun, dia sudah terbilang berpengalaman dengan mengantongi 156 penampilan di Bundesliga.

Maximilian Eggestein mungkin diturunkan Christian Streich pada laga SC Freiburg vs Borussia Dortmund.
badische-zeitung.de

Streich tak menutup kemungkinan Eggestein turun dalam pertandingan lawan Borussia Dortmund nanti. “Mungkin dia akan masuk sebagai pemain pengganti. Untuk masuk starting line-up mungkin tidak. Namun, kami akan memutuskannya besok. Itu juga tergantung taktik,” ujar sang pelatih.

Jika diturunkan pada laga Freiburg vs Dortmund, tugas Eggestein tentu saja bukan untuk menghentikan Erling Haaland. Meskipun di Bremen lebih sering bermain sebagai gelandang bertahan, Eggestein diisyaratkan Streich akan bermain lebih menyerang, yakni sebagai pemain nomor 8.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Catat! Jadwal Siaran Langsung Pekan Kedua Liga Jerman 2021-22

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Partai RB Leipzig vs Stuttgart akan membuka pekan kedua Liga Jerman 2021-22. Laga tersebut akan digelar di Red Bull Arena pada Sabtu (21/8) dinihari WIB.

RB Leipzig dipastikan bakal tampil habis-habisan dalam laga tersebut. Pasalnya, mereka gagal mengawali Bundesliga 2021-22 dengan gemilang karena menelan kekalahan di markas Mainz 05.

Liga Jerman - Jadwal - @rbleipzig_en
twitter.com/rbleipzig_en

Namun, Stuttgart bukanlah tim yang bisa diremehlan Die Roten Bullen. Wataru Endo cs mengawali musim 2021-22 dengan catatan 11 gol dan cuma kebobolan sekali dari dua laga kompetitif.

RB Leipzig vs Freiburg bukanlah satu-satunya laga yang menjadi sorotan di pekan kedua Bundesliga. Partai Freiburg vs Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen vs Borussia Moenchengladbach serta Bayern Munich vs FC Koeln juga pantas mendapat sorotan.

Laga Freiburg vs Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen vs Borussia Moenchengladbach akan digelar pada Sabtu (21/8) malam WIB. Sementara, partai Bayern Munich vs FC Koeln akan menjadi penutup pekan kedua Bundesliga dan digelar pada Minggu (22/8) malam WIB. Seluruh pertandingan pekan kedua Bundesliga akan ditayangkan secara daring melalui laman serta aplikasi Mola TV.

Liga Jerman - Jadwal - DAZN
DAZN
JADWAL PEKAN KEDUA LIGA JERMAN

Sabtu (21/8):

  • RB Leipzig vs Stuttgart – 01.30 WIB
  • Hertha Berlin vs Wolfsburg – 20.30 WIB
  • Bochum vs Mainz 05 – 20.30 WIB
  • Freiburg vs Borussia Dortmund – 20.30 WIB
  • Eintracht Frankfurt vs Augsburg – 20.30 WIB
  • Greuter Fuerth vs Arminia Bielefeld – 20.30 WIB
  • Bayer Leverkusen vs Borussia Moenchengladbach – 23.30 WIB

Minggu (22/8):

  • Hoffenheim vs Union Berlin – 20.30 WIB
  • Bayern Munich vs FC Koeln – 22.30 WIB

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

RB Leipzig Ternyata Bukan Klub Paling Dibenci di Jerman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – RB Leipzig kerap disebut sebagai klub paling dibenci di Jerman. Maklum saja, klub ini dianggap merusak tradisi dan coba “membeli” prestasi dengan model kepemilikannya. Namun, hasil survei yang dilakukan Sportwettentest, faktanya tidaklah demikian. Die Roten Bullen bahkan hanya berada di posisi ke-5.

Memasuki musim 2021-22, Sportwettentest membuat jajak pendapat mengenai klub yang paling dibenci dan didukung. Jajak pendapat ini melibatkan 2.000 fan sepak bola. Hasilnya, Leipzig tidak lebih dibenci dari dua klub yang paling dominan belakangan ini, Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Daftar klub paling dibenci di Jerman dari hasil jajak pendapat Sportwettentest.
rblive.de

Hasil jajak penadapat tersebut menunjukkan, Bayern berada di urutan teratas tim yang paling dibenci. Sebanyak 24% responden menyatakan Die Roten sebagai klub yang dibenci. Die Roten adalah satu-satunya klub yang mendapatkan persentase menembus dua digit.

Di posisi kedua, Dortmund hanya mengoleksi 9,5% suara. Berikutnya ada FC Schalke 04 (7,2%), dan Dynamo Dresden (5,3%). Barulah Leipzig yang dibenci oleh 3,8% responden. Mereka tak terpaut jauh dari Turkgucu Muenchen (3,5%) dan 1.FC Koeln (3%).

Bayern Bukan Hanya Klub Paling Dibenci

Satu hal yang menarik, Bayern Munich bukan hanya klub yang paling dibenci. Die Roten juga merupakan klub yang paling didukung oleh responden yang mengikuti jajak pendapat Sportwettentest. Jumlahnya pun agak lebih tinggi dari para pembenci. Sebanyak 25% responden mengaku mendukung klub yang dikapteni Manuel Neuer tersebut.

Di belakang Bayern, ada Dortmund yang didukung oleh 13% responden. Berikutnya, di posisi ke-3 hingga 6, berturut-turut ada 1.FC Koeln (5%), Hamburger SV (4%), VfB Stuttgart (4%), dan FC Schalke 04 (4%). Adapun Leipzig hanya mendapatkan 2,8% suara.

Bayern Munich jauh lebih diunggulkan dari Borussia Dortmund untuk menjuarai Bundesliga musim ini.
Getty Images

Terlepas dari preferensi yang dimiliki, mayoritas peserta jajak pendapat Sportwettentest sepakat menjagokan Bayern menjuarai Bundesliga untuk kali ke-10 secara beruntun. Ada 62% yang menilai Neuer cs. akan kembali menjuarai Bundesliga.

Sudah dapat diduga, di belakang Bayern ada Dortmund. Namun, Die Schwarzgelben terpaut sangat jauh dengan hanya mengantongi 17% suara. Sementara itu, RB Leipzig yang berada di posisi ke-3 hanya diunggulkan juara oleh 4% peserta jajak pendapat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

5 Pemain Bintang yang Pecahkan Rekor Gerd Mueller

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sepanjang kariernya sebagai pesepak bola, Gerd Mueller meraih begitu banyak prestasi bersama Bayern Munich dan timnas Jerman. Dia juga membuat begitu banyak rekor. Di antara deretan rekor Gerd Mueller itu, beberapa sudah pecah dalam beberapa tahun terakhir.

Jika ditelusuri, beberapa rekor Gerd Mueller ternyata dipecahkan oleh pemain berlabel bintang dan dianggap sebagai sosok istimewa. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 bintang yang mampu memecahkan rekor milik Der Bomber tersebut.

1. Lionel Messi Pecahkan Dua Rekor Gerd Mueller

Lionel Messi memecahkan rekor Gerd Mueller dengan mencetak 91 gol sepanjang 2012.
abc.net.au

Pada 2012, Lionel Messi secara luar biasa mencetak 91 gol dalam satu tahun. La Pulga melewati rekor Gerd Mueller yang mencetak 85 gol pada 1972. Megabintang asal Argentina itu secara resmi melewati rekor Der Bomber pada 9 Desember 2012 ketika Barcelona menang 2-1 atas Real Betis.

Tepat lima tahun kemudian, Messi menyamai rekor 525 gol bersama sebuah klub di lima liga elite Eropa. Hingga akhirnya hengkang dari Barcelona pada 2021, La Pulga jauh melewati torehan Mueller bersama Bayern Munich itu. Dia mengemas 672 gol bagi El Barca.

2. Ronaldo Lewati Rekor Gol di Piala Dunia

Ronaldo melampaui rekor gol Gerd Mueller di Piala Dunia saat lawan Ghana pada 2006.
Getty Images

Sepanjang kariernya, Gerd Mueller tampil pada dua edisi Piala Dunia, yaitu pada 1970 dan 1974. Dalam dua gelaran tersebut, dia mampu mengemas 14 gol dan melewati rekor 13 gol milik Just Fontaine yang dibuat pada 1958. Rinciannya, Der Bomber mencetak 10 gol pada Piala dunia 1970 dan 4 gol pada Piala dunia 1974.

Rekor Gerd Mueller di Piala Dunia ini bertahan selama 32 tahun. Rekor 14 golnya baru pecah pada gelaran Piala Dunia 2006. Kala itu, Ronaldo Luiz Nazario de Lima mencetak gol ke-15 saat melawan Ghana. Rekor itu pun lantas dipecahkan lagi oleh Miroslav Klose pada Piala Dunia 2014 dengan mencetak gol ke-16 saat lawan Brasil di semifinal.

3. Miroslav Klose Lampaui Gol di Timnas Jerman

Miroslav Klose melewati rekor Gerd Mueller di timnas Jerman dengan golnya saat lawan Armenia pada 2014.
the24.ie

Gerd Mueller membela timnas Jerman dari 1966 hingga 1974. Dalam kurun waktu 8 tahun itu, dia mencetak 68 gol dari 62 pertandingan. Saat meninggalkan Die Mannschaft, Der Bomber tercatat sebagai pemain dengan koelski gelar terbanyak.

Rekor Gerd Mueller itu bertahan selama 40 tahun. Rekor tersebut secara resmi dilewati Miroslav Klose saat mencetak gol ke-69 ketika timnas Jerman menghadapi Armenia pada laga persahabatan jelang Piala Dunia 2014. Klose bahkan lantas membuat 2 gol lagi saat Piala Dunia sehingga koleksi golnya menjadi 71 buah.

4. Thomas Mueller Patahkan Rekor di Liga Champions

Thomas Mueller jadi pemain Jerman tersubur di Liga Champions saat lawan BATE Borisov pada 2012.
Getty Images

Thomas Mueller termasuk deretan pemain bintang yang mampu mematahkan rekor Gerd Mueller. Hal itu dilakukan di Liga Champions 2012-13 ketika menghadapi BATE Borisov pada 5 Desember 2012. Ikut mencetak gol saat Bayern menang 4-1, dia menahbiskan diri sebagai pemain Jerman dengan koleksi gol terbanyak di ajang ini.

Itu adalah gol ke-35 Thomas Mueller di Liga Champions. Dia melampaui rekor 34 gol milik Gerd Mueller yang dibukukan dalam 35 laga dari 1969-70 hingga 1976-77. Keran gol Thomas Mueller tak lantas macet. Hingga musim 2020-21, dia sudah mencetak 48 gol dalam 124 pertandingan.

5. Robert Lewandowski Pecahkan Dua Rekor Sekaligus

Robert Lewandowski membuat mematahkan rekor Gerd Mueller secara sekaligus saat jadi top scorer Bundesliga pada 2020-21.
Getty Images

Tepat pada spieltag terakhir Bundesliga musim 2020-21, Robert Lewandowski mencetak satu gol. Gol itu bermaksa sangat besar karena secara sekaligus memecahkan dua gelar milik Gerd Mueller. Pertama, gol itu memastikan dia melewati torehan 40 gol dalam semusim yang dibuat Der Bomber pada 1971-72.

Adapun rekor lain yang dibuat Lewandowski adalah jadi pemain pertama yang merebut gelar top scorer Bundesliga dalam 4 musim beruntun. Dia melewati rekor Mueller yang hanya 3 kali secara beruntun jadi yang tersubur pada 1971-72 hingga 1973-74.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

5 Rekor Gerd Mueller yang Masih Bertahan hingga Akhir Hayatnya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich, sepak bola Jerman dan dunia berduka. Gerd Mueller, eks bomber Bayern dan timnas Jerman dengan torehan banyak rekor itu, meninggal dunia pada Minggu (15/8/2021) dalam usia 75 tahun setelah 6 tahun berjuang melawan Alzheimer.

Sepanjang kariernya, Mueller dikenal sebagai bomber ulung. Tak sedikit orang yang menilainya sebagai striker terbaik sepanjang sejarah. Para striker hebat macam Rudi Voeller dan Gary Lineker pun mengaku belajar banyak dari sang legenda dalam urusan membobol gawang lawan.

Meskipun kini sudah tiada, nama Der Bomber akan tetap hidup dan dibicarakan hingga bertahun-tahun ke depan. Salah satunya karena deretan prestasi yang masih dipegangnya hingga ajal menjemput. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 rekor Gerd Mueller yang masih dipegangnya hingga saat ini.

1. Rekor Gol di Bundesliga

Gerd Mueller masih memegang rekor gol terbanyak di Bundesliga.
bundesliga.com

Sepanjang kariernya, Gerd Mueller mengemas 365 gol dalam 427 pertandingan di Bundesliga. Hingga saat ini, dialah satu-satunya pemain yang mampu mencetak 300 gol di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Jerman tersebut. Dia pun melakukannya hanya bersama satu klub, Bayern Munich.

Saat ini, peluang melewati rekor gol di Bundesliga tersebut ada di tangan Robert Lewandowski. Hingga pekan pertama musim 2021-22, striker asal Polandia itu sudah mencetak 278 gol. Artinya, striker Bayern tersebut masih terpaut 87 gol lagi dari koleksi gol Der Bomber.

2. Rekor Gol di DFB Pokal

Gerd Mueller memegang rekor gol terbanyak di DFB Pokal.
n-tv.de

Bukan hanya di Bundesliga, Gerd Mueller juga meraja di pentas DFB Pokal. Koleksi gol Der Bomber pada ajang ini juga luar biasa. Dia mencetak 78 gol dalam 62 pertandingan! Artinya, dia rata-rata mencetak 1,26 gol per laga. Koleksi 78 gol itu membuat dia bertengger di puncak daftar pencetak gol terbanyak DFB Pokal.

Lagi-lagi, sosok yang berpotensi memecahkan rekor ini adalah Robert Lewandowski. Hingga saat ini, penyerang Bayern tersebut sudah mengemas 39 gol dalam 49 pertandingan. Namun, menilik rasio golnya yang baru mencapai 50% dari koleksi Mueller, peluang eks pemain Borussia Dortmund itu tidaklah besar.

3. Rekor Top Scorer di Bundesliga

Gerd Mueller tujuh kali menjadi pencetak gol terbanyak di Bundesliga.
bavarianfootballworks.com

Sepanjang berkiprah di Bundesliga dari 1965 hingga 1979, Gerd Mueller tercatat 7 kali jadi pencetak gol terbanyak. Dia merengkuh trofi torjaegerkanone pada 1966-67, 1968-69, 1969-70, 1971-72, 1972-73, 1973-74, dan 1977-78. Hingga akhir hayatnya, dia masih tercatat sebagai pemain yang paling sering jadi top scorer Bundesliga.

Akan tetapi, koleksi torjaegerkanone tersebut bisa disamai Robert Lewandowski pada musim ini. Syaratnya, tentu saja dia harus kembali menjadi pemain tersubur. Striker Bayern asal Polandia itu tercatat sudah enam kali merebut torjaegerkanone, yakni pada 2013-14, 2015-16, 2017-18, 2018-19, 2019-20, dan 2020-21.

4. Top Scorer Termuda di Bundesliga

Rekor top scorer termuda di Bundesliga masih dipegang Gerd Mueller.
Getty Images

Masih terkait kesuksesan menjadi top scorer di Bundesliga, ada satu prestasi tersendiri yang dipegang Gerd Mueller. Dialah pemain termuda yang mampu meraih torjaegerkanone. Saat menjadi pemain tersubur pada musim 1966-67 bersama Lothar Emmerich dengan 28 gol, Der Bomber belum genap berumur 22 tahun.

Setelah Mueller, pemain termuda yang mampu jadi pencetak gol terbanyak Bundesliga adalah Klaus Allofs. Saat merebut torjaegerkanone pada 1978-79, dia berumur 22 tahun. Lalu, ada Dieter Mueller (1976-77) dan Rudi Voeller (1982-83) yang menjadi pemain tersubur saat berumur 23 tahun.

5. Gol di Final Piala Dunia dan Piala Eropa

Gerd Mueller adalah satu-satunya pemain yang mencetak gol di final Piala Eropa dan Piala Dunia.
sportmob.com

Mencetak gol pada partai final dan membawa timnas Jerman juara. Itulah yang dilakukan Gerd Mueller pada awal dekade 1970-an. Pada 1972, dia mencetak 2 dari 3 gol Jerman pada final Piala Eropa melawan Uni Soviet. Saat itu, Die Mannschaft menang 3-0. Dua tahun kemudian, Der Bomber mencetak gol yang membuat kedudukan 2-1 saat lawan Belanda pada final Piala Dunia 1974.

Hingga akhir hayatnya, Mueller tercatat sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol pada final Piala Eropa dan Piala Dunia. Saat Prancis dominan pada 1998 hingga 2006, Zinedine Zidane hanya mencetak gol di dua final Piala Dunia. Sementara itu, ketika Spanyol meraja pada 2008 hingga 2014, hanya Fernando Torres yang mencetak gol di dua final EURO. Namun, dia tak mencetak gol di final Piala Dunia 2010.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Dortmund vs Eintracht Frankfurt: Panggung Erling Haaland dan Marco Reus

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dortmund vs Eintracht Frankfurt di pekan pertama Bundesliga 2021-22 menjadi panggung untuk striker Erling Haaland. Pada laga yang berlangsung di Stadion Iduna Park, Minggu (15/8/2021) Haaland mampu mencetak 2 gol dan 3 assist di kemenangan Dortmund vs Eintracht Frankfurt.

Pada laga ini Dortmund berhasil meraih kemenangan dengan skor 5-2. Pada babak pertama, Dortmund sebagai tim tuan rumah langsung menekan lini belakang Eintracht Frankfurt.

Dortmund vs Eintracht Frankfurt
Twitter.com/BVB

Akan tetapi usaha Dortmund baru membuahkan hasil pada pertengahan babak pertama. Pada menit ke-23, berawal dari skema serangan balik. Erling Haaland menggiring bola dari tengah dan meringsek masuk ke kotak penalti Frankfurt. Melewati sejumlah pemain dan lepaskan umpan yang langsung dikonversi menjadi gol oleh Marco Reus.

Gol ini membuat Dortmund unggul 1-0, sekaligus menjadi gol ke-100 Reus untuk Dortmund. Ia menjadi pemain kelima dalam sejarah Dortmund yang mencetak 100 gol untuk Dortmund.

Dortmund vs Eintracht Frankfurt
Twitter.com/BVB

Menit ke-27, Frankfurt mampu menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri bek Dortmund, Felix Passlack. Skor kembali imbang 1-1. Pada menit ke-32, Dortmund kembali unggul 2-1 lewat aksi Thorgan Hazard.

Selang dua menit, Erling Haaland mencetak gol pertamanya di musim ini sekaligus membawa Dortmund unggul 3-1. Skor 3-1 jadi penutup babak pertama laga Dortmund vs Eintracht Frankfurt.

Pada babak kedua, Dortmund tak mengendurkan serangan. Hasilnya pada menit ke-58, Giovanni Reyna mampu membawa Dortmund semakin menjauh 4-1. Tak puas dengan skor 4-1, Dortmund kembali mengamuk.

Dortmund vs Eintracht Frankfurt
Twitter.com/BVB

Erling Haaland kembali catatkan namanya di papan skor pada menit ke-70. Ini menjadi gol ke-62 Haaland bersama Dortmund dari 61 pertandingan serta menjadi gol ke-42 pemain Norwegia itu dari 44 partai di Bundesliga. Menit ke-86, pemain pengganti, Jens Petter Hauge mencetak gol kedua Frankurt, sekaligus gol penutup pada laga ini.

Susunan pemain Dortmund vs Eintracht Frankfurt:

Dortmund: Gregor Kobel, Felix Passlack, Manuel Akanji, Axel Witsel, Nico Schulz, Mahmoud Dahoud, Jude Bellingham, Giovanni Reyna, Marco Reus, Thorgan Hazard, Erling Haaland

Pelatih: Marco Rose

Eintracht Frankfurt: Kevin Trapp, Evan Ndicka, Martin Hinteregger, Stefan Ilsanker, Filip Kostić, Makoto Hasebe, Djibril Sow, Danny da Costa, Aymen Barkok, Daichi Kamada, Rafael Santos Borré

Pelatih: Oliver Glasner

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gladbach vs Bayern Munich: Rekor Lewandowksi di Pekan Pertama Bundesliga

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gladbach vs Bayern Munich jadi pembuka kompetisi Bundesliga 2021-22. Laga yang berlangsung di Borussia-Park, Sabtu (14/8/2021) berakhir dengan skor 1-1. Robert Lewandowksi cetak rekor tersendiri lewat golnya di menit ke-42.

Pada babak pertama, Bayern Munich tertinggal terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh striker Prancis, Alassane Plea. Ini menjadi gol pertama Bundesliga musim 2021-22. Gol Plea tercipta di menit ke-10, sepakan Plea yang sudut tak mampu diantisipasi oleh Manuel Neuer.

Gladbach vs Bayern Munich
Twitter.com/borussia

Tertinggal satu gol, Bayern Munich berupaya untuk bangkit. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan namun ketangguhan kiper Gladbach, Yann Sommer membuat Munich kesulitan menciptakan gol.

Pada menit ke-26, kiper asal Swiss itu menggagalkan peluang emas yang didapat oleh Robert Lewandowski. Tak berselang lama, Lewandowski mendapat peluang dari hasil umpan Alphonso Davies, tapi lagi-lagi Sommer bisa menggagalkannya.

Gladbach vs Bayern Munich

Bayern akhirnya mampu mencetak gol di menit akhir babak pertama. Berawal dari sepak pojok, Joshua Kimmich, Robert Lewandowski mengkonversinya menjadi gol lewat sepakan voli. Laga Gladbach vs Bayern Munich di babak pertama pun berakhir 1-1.

Gol ini menjadikan Robert Lewandowksi menjadi satu-satunya pemain di Bundesliga yang selalu mencetak gol di matchday pertama dalam tujuh musim beruntun.

Pada babak kedua, Gladbach yang menginginkan kemenangan di markas sendiri berupaya menekan sejak kick off dibunyikan wasit. Pada menit ke-54, peluang didapatkan Gladbach untuk kembali memimpin.

Gladbach vs Bayern Munich

Tendangan bebas Patrick Herrman berhasil disundul oleh Stefan Lainer. Sayang sundulan pemain Austria itu masih melebas. Semenit kemudian, Florian Neuhaus mendapatkan peluang emas untuk Gladbach. Namun sepakan voli Neuhaus masih bisa digagalkan oleh Manuel Neuer.

Menit ke-78, Gladbach hampir mendapat peluang mencetak gol dari penalti setelah Marcus Thuram dilanggar oleh Dayot Upamecano namun VAR dan wasit Marco Fritz tak menganggap itu sebagi pelanggaran.

Hingga akhir babak kedua, kedua tim tak mampu mencetak gol. Skor imbang 1-1 pun jadi hasil akhir laga Gladbach vs Bayern Munich di pekan pertama Bundesliga 2021-22.

Gladbach vs Bayern Munich Susunan Pemain:

Gladbach: Yann Sommer, Stefan Lainer, Matthias Ginter, Nico Elvedi, Joe Scally, Christoph Kramer, Florian Neuhaus, Patrick Herrmann (Jonas Hofmann 64′), Lars Stindl, Hannes Wolf, Alassane Pléa

Kartu kuning: Lars Stindl, Florian Neuhaus

Pelatih: Adi Hütter

Bayern Munich: Manuel Neuer, Niklas Süle, Dayot Upamecano, Josip Stanišić, Alphonso Davies, Leon Goretzka, Joshua Kimmich, Serge Gnabry, Thomas Müller, Leroy Sané, Robert Lewandowski

Pelatih: Julian Nagelsmann

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Tayang di Mola TV, Berikut Jadwal Pekan Pembuka Liga Jerman

gamespool
Tayang di Mola TV, Berikut Jadwal Pekan Pembuka Liga Jerman 86

Football5star.com, Indonesia – Laga antara dua tim tangguh, Borussia Moenchengladbach vs Bayern Munich akan resmi memulai lembaran baru Bundesliga. Laga tersebut akan digelar pada Sabtu (14/8) dinihari WIB dan ditayangkan oleh Mola TV.

Tak cuma menjadi pembuka Bundesliga, laga Gladbach vs Bayern juga akan menjadi debut kompetitif Julian Nagelsmann. Pelatih 33 tahun itu tentu ingin mengawali petualangannya bersama Die Roten dengan kemenangan atas Gladbach.

Liga Jerman - Bayern Munich - Mola TV - @rbleipzig_en
Twitter @rbleipzig_en

Gladbach vs Bayern bukanlah satu-satunya laga menarik yang tersaji di pekan pertama Bundesliga 2021-22. Laga antara Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt pada Sabtu (14/8) malam WIB dan Mainz 05 vs RB Leipzig sehari setelahnya juga tak bisa dilewatkan begitu saja. Kedua laga tersebut juga akan ditayangkan oleh Mola TV.

Dua tim promosi, Bochum dan Greuter Fuerth juga akan mengawali petualangannya di kasta teratas pada Sabtu (14/8). Bochum akan menantang Wolfsburg dan Greuter Fuerth bakal melawat ke markas Stuttgart.

Pekan pertama Bundesliga 2021-22 akan ditutup dengan laga antara dua tim kuda hitam, FC Koeln vs Hertha Berlin. Laga tersebut rencanana akan dilaksanakan di Stadion RheinEnergie pada Minggu (15/8) malam WIB.

Liga Jerman - Bayern Munich - Mola TV - @fckoeln_en
Twitter @fckoeln_en
JADWAL PEKAN PERTAMA LIGA JERMAN 2021-22:

Sabtu (14/8):

  • Borussia Moenchengladbach vs Bayern Munich – 01.30 WIB
  • Union Berlin vs Bayer Leverkusen – 20.30 WIB
  • FC Augsburg vs Hoffenheim – 20.30 WIB
  • Arminia Bielefeld vs SC Freiburg – 20.30 WIB
  • Wolfsburg vs Bochum – 20.30 WIB
  • Stuttgart vs Greuter Fuerth – 20.30 WIB
  • Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt – 23.30 WIB

Minggu (15/8):

  • Mainz 05 vs RB Leipzig – 20.30 WIB
  • FC Koeln vs Hertha Berlin – 22.30 WIB

*Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Pergantian Pemain Keliru Tak Hanya Dilakukan Van Bommel

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Debut Mark van Bommel di pertandingan resmi bersama VfL Wolfsburg diwarnai sebuah aib. Dalam laga putaran pertama DB Pokal melawan Preussen Muenster yang berlangsung 120 menit, dia melakukan 6 pergantian pemain. Padahal, aturan yang berlaku hanya memperbolehkan 5 pergantian.

Van Bommel sepertinya mengira sebuah tim boleh melakukan pergantian ekstra saat perpanjangan waktu. Namun, hal itu ternyata tak berlaku pada ajang DFB Pokal. Alhasil, kemenangan 3-1 pun bisa berubah jadi kekalahan 0-3 andai aduan Muenster terhadap kekeliruan itu dikabulkan oleh DFB.

Meskipun demikian, Van Bommel tak perlu terlalu malu. Setidaknya, dia bukanlah orang pertama yang melakukan kekeliruan tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan deretan pelatih yang lebih dulu melakukan kesalahan serupa saat menangani klub Jerman.

1. Hennes Weisweiler

Hennes Weisweiler pernah melakukan pergantian pemain yang membuat 1.FC Koeln memainkan 3 pemain asing sekaligus.
Getty Images

Sosok Hennes Weisweiler dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik Jerman sepanjang masa. Namanya bahkan diabadikan sebagai nama akademi yang mendidik para pelatih di Jerman. Namun, pada 29 Januari 1977, dia berlaku bodoh. Saat 1.FC Koeln menghadapi Eintracht Frankfurt di Bundesliga, dia memainkan 3 pemain asing.

Hal itu terjadi karena Weisweiler memasukkan Roger van Gool (Belgia) pada menit ke-73 sementara Slobodan Tapalovic (Yugoslavia) dan Preben Elkjaer Larsen (Denmark) masih berada di lapangan. Kala itu, setiap tim hanya boleh diperkuat 2 pemain asing.

Toh, kesalahan Weisweiler tersebut tak diadukan Frankfurt. Pasalnya, Die Adler sudah menang sangat telak, 4-0. Ruediger Wenzel mencetak quattrick pada pertandingan tersebut. Skor kemenangan itu jauh lebih tinggi dari skor kemenangan WO.

2. Christoph Daum

Christoph Daum melakukan pergantian pemain yang membuat VfB Stuttgart gagal melewati Leeds United pada Liga Champions 1992-93.
Getty Images

Insiden memainkan pemain asing melebihi kuota juga dialami Christoph Daum saat menangani VfB Stuttgart. Dia bahkan melakukannya di ajang lebih tinggi, yakni Liga Champions. Melawat ke kandang Leeds United pada 30 September 1992, dia memainkan 4 pemain asing sekaligus atau satu pemain lebih banyak.

Hal itu terjadi saat Daum memasukkan Jovica Simanic (Yugoslavia) pada menit ke-83. Sebelumnya, ada tiga pemain asing yang ada di lapangan. Eljoyfur Sverrisson (Islandia) dan Slobodan Dubajic (Serbia) tampil sebagai starter dan Adrian Knup (Swiss) masuk pada menit ke-80.

Laga itu berakhir 4-1 bagi Leeds. Skor tersebut sebetulnya membuat Stuttgart lolos karena pada leg I menang 3-0 di kandang sendiri. Namun, karena The Whites lantas dinyatakan menang WO dengan skor 3-0, harus ada laga ketiga. Bermain di tempat netral, tepatnya di Barcelona, Die Schwaben kalah 1-2.

3. Horst Heese

Horst Heese sempat menurunkan 4 pemain tak berpaspor Jerman secara sekaligus pada 1993.
Getty Images

Kejadian yang menimpa Hennes Weisweiler berulang pada laga Bayer Uerdingen vs Eintracht Frankfurt, 22 Mei 1993. Bedanya, kali ini pergantian pemain yang dilakukan Horst Heese, pelatih Frankfurt, membuat timnya punya 4 pemain tak berpaspor Jerman di lapangan.

Pada menit ke-21, Heese terpaksa harus mengganti Slobodan Komljenovic yang cedera. Meskipun membela timnas Yugoslavia, dia punya paspor Jerman karena lahir di Frankfurt am Main. Nah, penggantinya adalah Marek Penksa, pemain berpaspor Cekoslowakia. Dia jadi pemain asing keempat karena di lapangan sudah ada Kakhaber Tskhadadze (Georgia), Jay-Jay Okocha (Nigeria), dan Anthony Yeboah (Ghana).

Heese buru-buru menyadari kesalahannya. Empat menit kemudian, dia mengganti Penksa dengan Michael Anicic, pemain berpaspor Jerman dan Yugoslavia. Namun, itu tak menolong. Uerdingen yang kalah 2-5 mengadukan kesalahan Heese. Hasilnya, mereka diberi kemenangan 2-0.

4. Giovanni Trapattoni

Giovanni Trapattoni sempat menurunkan 4 pemain amatir sekaligus bersama Bayern Munich.
Getty Images

Kekeliruan soal pergantian pemain juga sempat dialami oleh Giovanni Trapattoni saat melatih Bayern Munich pada musim 1994-95. Bedanya, dia bukan memainkan pemain asing lebih banyak dari ketentuan. Saat Bayern melawat ke markas Frankfurt pada 15 April 1995, dia menurunkan 4 pemain dengan kontrak sebagai pemain amatir.

Di starting XI laga itu, Trapattoni memasang dua pemain amatir. Mereka adalah kiper Sven Scheuer dan bek Samuel Kuffour. Menit ke-25, masuk pemain amatir ketiga ketika Marco Grimm menggantikan Thomas Helmer. Kekeliruan terjadi saat Mr. Trap memasukkan Dietmar Hamann pada menit ke-73 sebagai pengganti Marcel Witeczek.

Pertandingan di Stadion Wald itu berakhir imbang 2-2. Namun, kubu Die Adler mengajukan protes dan lantas dikabulkan oleh DFB. Hasilnya, tim asuhan Charly Koerbel diganjar kemenangan 2-0. Mengenai kekeliruannya, Trapattoni berujar, “Di Italia, saya justru akan diberi bonus bila melakukan hal itu.”

5. Winfried Schaefer

Winfried Schaefer pernah melakukan kekeliruan dalam pergantian pemain semasa melatih Karlsruher SC.
Getty Images

Kejadian yang dialami Horst Heese pada 1993 diulangi Winfried Schaefer dua tahun kemudian. Kala itu, dia menangani Karlsruher SC. Kekeliruan besar dibuat sang pelatih dalam laga melawan Bayer Leverkusen pada 11 November 1995. Tepatnya pada awal babak kedua.

Schaefer melakukan satu pergantian saat babak kedua dimulai. Sergej Kirjakov (Rusia) masuk menggantikan bek Gunther Metz. Itu membuat Karlsruhe main dengan empat pemain asing karena di lapangan masih ada Sean Dundee (Afrika Selatan), Adrian Knup (Swiss), dan Slaven Bilic (Kroasia). Dundee saat itu belum jadi warga negara Jerman.

Langkah Schaefer langsung disadari pihak Karlsruhe. MC stadion sampai berteriak, “Winnie, hitung pemain asingmu!” Schaefer melakukan koreksi dengan memasukkan Edgar Schmitt menggantikan Knup. Toh, insiden ini tak diadukan Leverkusen karena menang 4-1 pada laga tersebut.

6. Klaus Augenthaler

Klaus Augenthaler mengganti 4 pemain sekaligus saat dipercaya Franz Beckenbauer jadi pelatih Bayern Munich.
sueddeutsche.de

Mengganti pemain melebihi kuota bukanlah hal asing di Jerman. Sebelum Mark van Bommel pada DFB Pokal 2021-22, Klaus Augenthaler melakukannya pada laga terakhir Bundesliga musim 1995-96 lawan Fortuna Duesseldorf. Ketika itu, sebagai asisten pelatih, dia diberi kepercayaan oleh Franz Beckenbauer untuk menangani tim.

Hal yang mengherankan, empat pergantian dilakukan Augenthaler secara langsung pada awal babak kedua. Dia menarik Oliver Kahn, Dieter Frey, Mehmet Scholl, dan Emil Kostadinov dengan memasukkan Michael Probst, Andreas Herzog, Marcel Witeczek, dan Alexander Zickler.

Pertandingan itu berakhir 2-2. Namun, menariknya, kubu Duesseldorf tak mengajukan protes. Salah satu sebabnya, perubahan hasil dari seri menjadi menang tak berpengaruh banyak bagi mereka. Dengan hasil imbang pun, Duesseldorf finis di posisi ke-13 alias tak terdegradasi ke Bundesliga 2.

7. Otto Rehhagel

Otto Rehhagel pernah membuat pergantian yang menyebabkan Kaiserslautern memainkan 3 pemain non-EU sekaligus
Getty Images

Pelatih ternama yang melakukan kesalahan saat pergantian pemain bukan hanya Hennes Weisweiler, Christoph Daum, dan Giovanni Trapattoni. Otto Rehhagel juga pernah mengalaminya. Itu terjadi pada pekan ke-6 Bundesliga musim 1998-99 ketika 1.FC Kaiserslautern menjamu VfL Bochum.

Pada menit ke-40, Rehhagel memasukkan Pascal Ojigwe (Nigeria) untuk menggantikan Michael Schjonberg yang cedera. Itu membuat Die Roten Teufel memainkan empat pemain non-EU karena masih ada Ratinho (Brasil) dan duo Mesir, Samir Ibrahim Kamouna dan Hany Ramzy.

Kekeliruan itu cepat disadari kubu Kaiserslautern. Rehhagel pada menit ke-43 mengganti Ramzy dengan Harry Koch. Menariknya, Die Roten Teufel yang sudah unggul 2-0 pada menit ke-58 justru kalah 2-3 dari Bochum. Berkat hasil itu pula, kubu tim tamu tak mengajukan protes terhadap kekeliruan yang dibuat Rehhagel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Matthaeus: Bayern Munich Wajib Pertahankan Joshua Kimmich!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lothar Matthaeus, eks kapten Bayern Munich, punya satu saran khusus soal skuat Die Roten. Dia memperingatkan manajemen Bayern untuk mempertahankan pemain-pemain yang akan jadi bagian hierarki tim ke depan. Salah satunya gelandang Joshua Kimmich.

Matthaeus menilai Kimmich sebagai sosok yang akan sangat penting bagi Bayern. Untuk itu, Die Roten wajib memperpanjang kontrak sang gelandang yang akan berakhir pada 2023. Untuk itu, mereka juga tak boleh pelit, harus berani memberikan gaji berapa pun.

“Kimmich adalah wajah Bayern pada masa depan. Dia seorang pemimpin dan kapten masa depan,” urai Lothar Matthaeus seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1. “Suatu hari ini, dia akan mengambil alih peran yang saat ini diisi Manuel Neuer dan Thomas Mueller.”

Matthaeus menilai Kimmich punya semua syarat untuk jadi penerus Neuer dan Mueller sebagai pemimpin di Bayern. “Dia akan menjadi pemain yang menentukan dalam permainan di lapangan, juga sebagai pemimpin. Dia punya segalanya, baik dalam karakter maupun permainan,” ucap eks kapten timnas Jerman itu.

Gaji Joshua Kimmich di Posisi ke-6

Saat ini, Bayern Munich tengah berusaha memperpanjang kontrak Joshua Kimmich. Tak seperti duetnya di lini tengah, Leon Goretzka, negosiasi kontraknya dikabarkan berjalan mulus. Salah satunya, manajemen Die Roten tak keberatan dengan permintaan gaji sang gelandang.

Langkah itu dianggap bagus oleh Lothar Matthaeus. “Bayern harus melakukan apa pun untuk mempertahankan Kimmich dalam jangka panjang. Itu tentu saja berarti harus merogoh lebih dalam ke dalam dompet,” ujar pria yang sempat dua periode membela Bayern tersebut.

Joshua Kimmich dan Leon Goretzka dianggap Lothar Matthaeus bisa jadi penerus Thomas Mueller.
tz.de

Tak diketahui pasti gaji yang akan diterima Kimmich bila menandatangani kontrak baru. Satu hal yang pasti, dia tak masuk pemain bergaji tertinggi di Bayern. Berdasarkan kontrak lamanya, dia hanya berada di posisi ke-6 dengan gaji 9,1 juta pounds per tahun. Gajinya bahkan kalah besar dari Lucas Hernandez dan Leroy Sane.

Selain Joshua Kimmich, ada pemain lain yang diminta Lothar Matthaeus dipertahankan Bayern Munich. Dia adalah Leon Goretzka. Seperti Kimmich, pemain yang satu ini dinilai sang eks kapten sebagai deretan pemimpin masa depan di skuat Die Roten.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Michael Zorc Geram kepada Tiga Pemain Utama Borussia Dortmund

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Michael Zorc, Direktur Olahraga Borussia Dortmund, sangat geram melihat persiapan tim jelang pembukaan Bundesliga 2021-22. Pasalnya, tiga pemain belum bergabung dalam latihan tim utama. Mereka adalah Mats Hummels, Emre Can, dan Raphael Guerreiro.

Hummels, Can, dan Guerreiro masih harus menepi dan tak mengikuti sesi latihan yang dipimpin pelatih Marco Rose karena belum benar-benar fit. Mereka pun diragukan tampil saat Dortmund menjalani spieltag pertama. Hal yang membuat Zorc geram, mereka cedera saat membela timnas.

Mats Hummels masih berlatih mandiri sejak kembali bergabung dengan skuat Borussia Dortmund.
eurosport.com

“Tak ada kisah besar soal mereka, tapi ini mengganggu proses persiapan tim (memasuki musim baru). Sungguh menjengkelka ketika klub terus-menerus mendapatkan kerugian ketika pemain-pemain kembali dengan cedera setelah membela timnas,” urai Michael Zorc seperti dikutip Football5Star.com dari Ruhr Nachrichten.

Hummels memang sudah mulai dapat menjalani latihan ringan. Namun, dia diragukan tampil dalam waktu dekat. Untuk pertandingan lawan SV Wehen Wiesbaden pada putaran pertama DFB Pokal, bek berumur 32 tahun dipastikan absen. Adapun partisipasinya pada spieltag I melawan Eintracht Frankfurt sangat diragukan.

Borussia Dortmund Kehabisan Stok Bek

Kepastian Hummels absen dan kondisi Emre Can yang juga tanda tanya membuat Marco Rose dipastikan pusing tujuh keliling. Bukan apa-apa, stok pemain belakang kian menipis. Terutama di jantung pertahanan yang sangat vital. Padahal, laga resmi akan segera dijalani.

Sebelumnya, beberapa pemain sudah dipastikan absen lama. Dan-Axel Zagadou harus menunda comeback setelah menjalani operasi lutut. Lalu, pemain baru yang didatangkan dari Paris Saint-Germain, Soumalia Coulibaly juga mengalami cedera ligamen lutut.

Lennard Maloney diandalkan pelatih Marco Rose pada laga-laga pramusim Borussia Dortmund.
Getty Images

Satu-satunya bek tengah senior yang bugar adalah Manuel Akanji. Itu pun, dia telat bergabung dengan skuat asuhan Rose karena Swiss menembus perempat final pada EURO 2020 lalu. Hingga uji tanding terakhir melawan Bologna, Akanji belum turun bermain.

Alhasil, Rose dipastikan harus kembali berpaling kepada para bek muda Borussia Dortmund. Saat lawan Bologna, Lennard Maloney dan Antonios Papadopoulos. Sebelumnya, saat lawan Athletic Bilbao, Rose bahkan memasang bek kanan Felix Passlack untuk berduet dengan Maloney.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Legenda Bayern Yakin Borussia Dortmund akan Juara Bundesliga Musim Ini

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Dietmar Hamann, legenda Bayern Munich, tak yakin eks klubnya dapat meraih gelar juara Bundesliga untuk kali ke-10 secara beruntun. Dia justru meyakini Borussia Dortmund yang akan mengangkat trofi pada akhir musim nanti.

Hamann menilai skuat Bayern musim ini tidak sekuat musim-musim sebelumnya. Secara khusus, dia menyoroti lini belakang. “Kepergian (Jerome) Boateng dan (David) Alaba membuat Bayern kehilangan dua sosok penting di pusat pertahanan,” urai dia seperti dikutip Football5Star.com dari Bild.

Kombinasi Dayot Upamecano dan Tanguy Nianzou di lini belakang Bayern Munich diragukan Dietmar Hamann.
Getty Images

Kepergian Boateng dan Alaba akan jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pelatih baru Bayern, Julian Nagelsmann. Kans Die Roten mempertahankan gelar, menurut Hamann, akan sangat tergantung kecepatan sang pelatih menemukan kombinasi solit di jantung pertahanan.

“Nagelsmann tak punya sosok vokal di lini pertahanan. (Dayot) Upamecano bukan tipe seperti itu. Padahal, para pemain muda macam (Alphonso) Davies dan (Chris) Richards butuh kepemimpinan. Ditambah lagi, (Niklas) Suele selalu bermasalah dengan kondisi fisiknya,” urai Hamann lagi.

Modal Apik Borussia Dortmund

Selain itu, Hamann juga menunjuk faktor lain yang membuat Bayern akan kesulitan merebut gelar juara Bundesliga musim ini. “Selain masalah di pertahanan, ada pelatih baru dan Oliver Kahn sebagai CEO baru. Banyak hal yang harus disesuaikan terlebih dahulu. Itu sebabnya, saya yakin Dortmund yang akan juara,” ucap dia.

Borussia Dortmund juga mengalami perubahan pada musim ini. Ada pergantian pelatih di sana. Lalu, Jadon Sancho, salah satu pemain andalan, pergi ke Manchester United. Namun, Dietmar Hamann menilai Die Schwarzgelben tak punya masalah pelik. Secara khusus, dia menyebut sosok pelatih Marco Rose sebagai modal tersendiri.

Marco Rose memiliki skuat lebih baik di Borussia Dortmund.
bundesliga.com

“Rose sudah bekerja dengan sangat baik di Borussia Moenchengladbach. Sekarang, dia punya skuat yang lebih berkualitas dibanding saat di Gladbach. Lalu, Dortmund juga masih punya (Erling) Haaland. Keberadaannya membuat klub ini punya kans juara sangat besar,” kata Hamann.

Kepergian Sancho juga dinilai Hamann tak akan berpengaruh banyak. Menurutnya, Borussia Dortmund sudah mendapatkan pengganti sepadan pada diri Donyell Malen yang didatangkan dari PSV Eindhoven dengan harga 30 juta euro. “Kecepatan dan tekniknya sesuai dengan filosofi Dortmund,” ujar dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Wonderkid Dortmund Sempat Ingin Berhenti Main Bola

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah pengakuan mengejutkan diungkapkan Youssoufa Moukoko, wonderkid Borussia Dortmund. Pemain berumur 16 tahun itu mengaku sempat ingin berhenti main sepak bola karena merasa sangat tertekan.

Tampil luar biasa bersama tim junior Dortmund pada berbagai level, Moukoko jadi harapan Jerman yang sedang tak memiliki striker ulung. Dia disebut-sebut sebagai pemain yang akan mengambil tongkat estafet dari Miroslav Klose, sang pemegang rekor gol terbanyak di timnas Jerman.

Meskipun demikian, bukan ekspektasi besar itu yang membuat Moukoko tertekan. Dia mengaku sangat terpukul dan terganggu oleh perdebatan soal usianya. Dia merasa sangat marah dan kesal karena dituding beberapa pihak melakukan pemalsuan umur.

“Pada awalnya, berbagai laporan media begitu membuatku tertekan, terutama saat usiakui diperdebatkan,” ujar Youssoufa Moukoko seperti dikutip Football5Star.com dari Westdeutsche Allgemeine Zeitung. “Aku tak lagi ingin melakukan hal ini.”

Toh, pada akhirnya, Moukoko mengurungkan niat untuk berhenti bermain sepak bola. Itu terutama karena dorongan penuh dari pelatihnya, Sebastian Geppert. “Aku ingin berhenti saja. Namun, pelatihku sangat membantu. Dia memberikan dorongan kepadaku. Aku pun dapat melupakan semuanya di lapangan,” ucap dia.

Youssoufa Moukoko Buat Marco Rose Terkesan

Dukungan itu tak sia-sia, Youssoufa Moukoko meneruskan kariernya dan melakoni debut di Bundesliga pada 21 November 2020 saat Borussia Dortmund menang 5-2 di kandang Hertha Berlin. Sepanjang musim, dia total turun dalam 14 pertandingan dan mengemas 3 gol. Itu karena dia mengalami cedera ligamen lutut.

Kini, memasuki musim baru, Moukoko tak mau muluk-muluk. Pemain berdarah Kamerun itu sadar akan sangat sulit bahkan mustahil menggeser Erling Haaland dari posisi striker utama. Baginya, hal terpenting adalah menambah jam terbang dan memberikan kontribusi lebih baik. Intinya, dia ingin membuat pelati Marco Rose terpesona.

Youssoufa Moukoko ingin lebih sering bermain bagi Borussia Dortmund di bawah asuhan Marco Rose.
Getty Images

“Aku ingin mengumpulkan menit bermain lebih banyak dari musim pertamaku, mencetak lebih banyak gol, dan membuat lebih banyak assist juga. Aku selalu ingin dalam kondisi siap saat tim membutuhkanku. Tentu saja akan sulit, tapi aku yakin pada kemampuanku. Aku butuh waktu bermain. Aku yakin akan mendapatkan lebih banyak waktu bermain,” urai Moukoko lagi.

Soal ambisi bersama Dortmund musim ini, Youssoufa Moukoko hanya mengamini perkataan Marco Reus yang yakin bisa bersaing meraih gelar. Dia berambisi menjuarai Bundesliga dan akan sangat bersyukur bila Dortmund mampu berbicara banyak di Liga Champions

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Pramusim Buruk, Julian Nagelsmann akan Terpuruk di Bayern?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich sudah mengakhiri masa pramusim. Sabtu (31/7/2021), tim asuhan Julian Nagelsmann menutup laga pramusim dengan kekalahan 0-3 dari Napoli di Stadion Allianz Arena. Hasil itu membuat dia membukukan sebuah rekor buruk.

Kalah 0-3 dari Napoli, Bayern gagal memetik kemenangan dalam 4 laga pramusim. Sebelumnya, mereka kalah 2-3 dari 1.FC Koeln, imbang 2-2 dengan AFC Ajax, dan takluk 0-2 dari lawan yang akan dihadapi pada spieltag ke-1 Bundesliga, Borussia Moenchengladbach.

Boleh-boleh saja Nagelsmann tak terlalu peduli terhadap hasil akhir laga. Namun, dia tak dapat menghindari sebuah catatan buruk. Dia jadi pelatih pertama yang membawa Die Roten menjalani pramusim tanpa kemenangan. Setidaknya, itulah yang tercatat sejak musim 1997-98

Bayern Munich gagal menang pada pramusim 2021-22.
fcbayern.com

Itu tentu saja membuat banyak orang mengernyitkan dahi dan mulai meragukan kemampuannya menangani Bayern. Bagaimanapun, dia datang dengan label pelatih muda bertalenta besar yang dipuji-puji oleh banyak pihak. Namun, dia tak dapat langsung menunjukkan tangan dinginnya.

Nagelsmann bisa dibilang nahas. Dia datang pada masa pandemi dan ada gelaran besar Piala Eropa pada musim panas. Itu membuat Bayern tak langsung diperkuat para pemain utama. Mereka juga tak melakukan banyak laga pramusim. Dibandingkan musim-musim sebelumnya, 4 laga pramusim adalah yang paling sedikit.

Kesalahan Julian Nagelsmann

Jumlah pramusim yang tak banyak membuat Bayern harus langsung menghadapi klub-klub yang berada satu level. Mereka tak bermain dengan klub-klub kecil atau bahkan kesebelasan yang terdiri dari para fan. Alhasil, dengan tim yang belum diperkuat para pemain andalan, mereka kesulitan menuai kemenangan.

Akan tetapi, itu tidak bisa dijadikan dalih. Pada musim-musim sebelumnya, Bayern tetap dapat menang atas tim-tim besar meski tanpa diperkuat tim utama. Pada pramusim 2018-19, mereka mampu menang atas Paris Saint-Germain. Dua musim sebelumnya, Die Roten menang atas Manchester City dan Inter Milan.

Julian Nagelsmann menurunkan tim kedua pada babak kedua laga Bayern Munich lawan Napoli.
Getty Images

Satu hal yang membuat Bayern pada pramusim 2021-22 gagal meraih kemenangan adalah pembagian pemain yang tidak tepat oleh Julian Nagelsmann. Dia selalu menurunkan “tim utama” pada babak pertama dan “tim kedua” pada babak kedua.

Itu juga terlihat pada laga lawan Napoli. Pada babak pertama, dia menurunkan hampir semua pemain dari tim utama. Pengecualian hanya Josip Stanisic. Memasuki babak kedua, tinggal Sven Ulreich, Leroy Sane, dan Eric Maxim Choupo-Moting yang dipertahankan.

Ini berbeda dengan saat Bayern ditangani pelatih-pelatih sebelumnya. Saat pramusim, Bayern selalu menyimpan beberapa pemain utama di bangku cadangan untuk diturunkan pada babak kedua. Mereka tahu persis, hasil pramusim tetap sangat penting dalam membentuk mentalitas dan semangat memasuki laga kompetitif.

Bukan Pertanda Buruk

Meskipun demikian, terlalu dini untuk memvonis Bayern Munich akan terpuruk bersama Julian Nagelsmann. Hasil pramusim yang buruk bukan berarti masa depan sungguh gelap. Setidaknya, tengoklah musim 2007-08 ketika Die Roten kembali ditangani Ottmar HItzfeld.

Ketika itu, Bayern memang memulai pramusim dengan luar biasa. Mereka memenangi 5 laga beruntun dengan mencetak 50 gol dan hanya sekali kebobolan. Sudah dapat diterka, itu karena mereka menghadapi tim “antah-berantah”. Hanya Sao Paulo yang berkelas.

Bayern Munich tetap merebut dua gelar pada musim 2007-08 meskipun sempat tak memenangi 5 laga beruntun saat pramusim.
fcbayern.com

Berikutnya, saat menghadapi lawan selevel, Die Roten berantakan. Mereka dikalahkan Borussia Dortmund, 1.FC Koeln. Real Mallorca, dan Barcelona sebelum menutup pramusim dengan mengimbangi Grasshopper Zurich. Dalam lima laga itu, mereka hanya mencetak 2 gol dan kebobolan 9 kali.

Toh, Bayern Munich tetap dapat berprestasi. Mereka tetap mampu menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal pada musim perpisahan Hitzfeld dan Oliver Kahn tersebut. Bahkan, striker Luca Toni mampu menjadi top scorer Bundesliga dengan mencetak 24 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gabung Hertha Berlin, Stevan Jovetic Gapai Kesempurnaan

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Perjalanan karier sebagai pesepak bola akhirnya membawa Stevan Jovetic berlabuh di Liga Jerman. Selasa (27/7/2021), dia resmi menjadi pemain Hertha Berlin setelah kontraknya dengan klub Ligue 1, AS Monaco, berakhir.

Dalam usia 31 tahun, Jovetic bisa dikatakan sudah mendekati pengujung karier. Namun, bila nanti akhirnya gantung sepatu, dia dipastikan puas karena sudah mencapai sebuah kesempurnaan. Bukan soal gelar, melainkan pengalaman merambah liga-liga teras di Eropa. Hal itu pula yang diungkapkan pada wawancara pertamanya sebagai pemain Hertha.

“Bundesliga adalah satu-satunya liga besar di Eropa yang belum pernah kujajal. Aku tak sabar menantikan tantangan baru dengan stadion indah, para fan hebat, dan kondisi bagus,” urai Stevan Jovetic seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Stevan Jovetic kini lengkap bermain di lima liga teras Eropa.
Getty Images

Bermain di Liga Jerman memang membuat karier Jovetic lengkap. Pengembaraannya dimulai di Liga Italia pada 2008 bersama Fiorentina di Serie A. Pada 2013, dia pindah ke Manchester City di Liga Inggris. Namun, dua musim kemudian, dia kembali ke Serie A setelah dipinjamkan The Cityzens ke Inter Milan.

Petulangan berikutnya membawa Jovetic ke Liga Spanyol pada Januari 2017 setelah dipinjam Sevilla dari Inter. Setengah musim di sana, dia akhirnya diangkut AS Monaco ke Ligue 1. Dia bertahan di sana hingga akhirnya dipinang Hertha Berlin.

Stevan Jovetic Jadi Orang Ketiga

Menjajal Serie A, Premier League, LaLiga, Bundesliga, dan Ligue 1 adalah prestasi tersendiri. Bahkan para bintang fenomenal pun tak aa yang melakukannya. Diego Maradona hanya mengecap pengalaman di Liga Italia dan Spanyol, Ronaldinho cuma main di Liga Prancis, Spanyol, dan Italia. Cristiano Ronaldo saat ini pun baru menjajal Liga Inggris, Spanyol, dan Italia.

Sepanjang sejarah, Stevan Jovetic adalah orang ketiga yang menjajal lima liga teras Eropa dalam kariernya. Dua pemain yang lebih dulu melakukan hal itu adalah striker Rumania, Florin Raducioiu, dan gelandang asal Denmark, Christian Poulsen. Mereka melakukannya pada dekade berbeda.

Seperti Jovetic, Raducoiu memulai petualangannya di Liga Italia bersama Bari pada 1990. Setelah sempat membela Hellas Verona, Brescia, dan AC Milan, dia hengkang ke Liga Spanyol dengan menerima tawaran Espanyol pada 1994. Dua tahun kemudian, Raducioiu dipinjamkan ke West Ham United di Premier League.

Setelah masa pinjamannya selama semusim berakhir, Raducioiu kembali dipinjamkan Espanyol. Kali ini ke klub Bundesliga, VfB Stuttgart. Setahun di sana, dia kembali ke Espanyol untuk kemudian dilepas ke Brescia. Pada 2000, penyerang Rumania itu akhirnya berlabuh di Ligue 1 setelah dikontrak AS Monaco.

Poulsen Lebih Lengkap

Christian Poulsen pernah berlaga di enam liga besar Eropa.
Getty Images

Adapun kisah Poulsen berbeda dengan Raducioiu dan Jovetic. Dia memulai penaklukan lima liga teras Eropa di Liga Jerman pada 2002. Saat itu, dia pindah dari FC Kobenhavn ke FC Schalke 04. Bertahan empat musim, dia kemudian hijrah ke Sevilla di LaLiga secara gratis karena kontraknya usai.

Dua tahun di Sevilla, Poulsen lantas dibeli Juventus. Dua tahun berikutnya, Liverpool yang tertarik menggunakan jasa gelandang bertahan tangguh ini. Namun, petualangannya di Premier League bersama The Reds hanya berlangsung semusim. Dia lantas ditransfer ke klub Ligue 1, Evian.

Dibandingkan Florin Raducioiu dan Stevan Jovetic, Christian Poulsen bisa dibilang lebih lengkap. Pasalnya, dia juga sempat mencicipi atmosfer Eredivisie. Dia bergabung dengan AFC Ajax pada 2012 dan bahkan mengakhiri kariernya di sana pada 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

VfB Stuttgart Tetapkan Banderol Sasa Kalajdzic

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Klub-klub yang berminat memboyong Sasa Kalajdzic dari VfB Stuttgart harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Direktur Olahraga Sven Mislintat menegaskan, Die Schwaben tak mau melepas strikernya itu dengan harga murah.

Mislintat menegaskan, Stuttgart tak akan melepas Kalajdzic dengan harga di bawah 30 juta euro. Apalagi jika tawaran itu diajukan jelang penutupan masa transfer yang akan menyulitkan mereka mendatangkan striker pengganti.

“Mendapatkan pengganti dalam waktu yang mepet itu tentu saja akan sulit atau bahkan mustahil. Jadi, 30 juta euro tidak akan cukup,” urai Sven Mislintat soal banderol Kalajdzic seperti dikutip Football5Star.com dari Kicker.

Sven Mislintat menegaskan Sasa Kalajdzic tak akan dijual murah.
zvw.de

Soal kemungkinan melepas Kaladzic, Mislintat tak sepenuhnya menutup pintu. Namun, Stuttgart punya banyak pertimbangan. Jika semuanya sesuai, melepas striker asal Austria itu bukan kemustahilan.

“Kami selalu mengikuti pertanyaan: Pemain seperti apa yang kami punya? Bagaimana nilainya? Seberapa sulit kami menemukan pengganti? Dapatkah kami mengganti dia dengan apa yang ditawarkan kepada kami?” kata Mislintat lagi.

Stuttgart Tak Perlu Lepas Sasa Kalajdzic

Di VfB Stuttgart saat ini, posisi Sasa Kalajdzic tentu saja sangat penting. Musim lalu, striker berumur 24 tahun tersebut membukukan 16 gol dalam 33 penampilan di Bundesliga.

Meskipun sang pemain tak menutup kemungkinan hengkang pada musim panas ini, Mislintat menegaskan Stuttgart tak lagi dalam posisi harus melepas sang pemain. Itu karena kondisi finansial yg sudah membaik.

Sasa Kalajdzic jadi sumber gol utama VfB Stuttgart musim lalu.
Getty Images

Saat ini, Die Schwaben sudah meraup 38 juta euro dari penjualan Gregor kobel ke Borussia Dortmund dan Nicolas Gonzalez ke Fiorentina. Menurut Mislintat, itu sudah sesuai dengan target mereka.

“Kami tak lagi dalam posisi harus melepas pemain lagi. Kami sudah hampir mencapai target dengan menjual dua pemain (Kobel dan Gonzalez),” ujar Mislintat. “Kami punya kesempatan untuk selalu bilang tidak.”

Penegasan Mislintat soal banderol Sasa Kalajdzic dan posisi VfB Stuttgart di bursa transfer saat ini tentu jadi tantangan bagi klub-klub peminat. Tiga di antaranya adalah AC Milan, Chelsea, dan Liverpool yang dalam beberapa pekan terakhir dikabarkan tertarik merekrut sang striker.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Max Eberl Akui Gelandang Andalan Gladbach Ingin Hengkang

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jelang musim 2021-22, kekuatan Borussia Moenchengladbach terancam berkurang. Gelandang jangkar andalan, Denis Zakaria, sudah menyatakan keinginan hengkang pada musim panas ini. Hal itu dikonfirmasi Direktur Olahraga Max Eberl.

Bergabung sejak 2017-18, Zakaria memasuki musim terakhir dalam kontraknya dengan Gladbach. Pemain asal Swiss itu sudah mengindikasikan tak mau memperpanjang kontrak. Artinya, bila ingin mendapatkan uang transfer, Die Fohlen harus melepas sang pemain pada musim panas ini.

Max Eberl mengaku tak dapat lagi membujuk Denis Zakaria bertahan di Borussia Moenchengladbach.
fohlen-hautnah.de

“Denis sudah sangat jelas mengatakan kepada kami soal keinginannya untuk pindah klub pada musim panas ini,” ujar Max Eberl pada pemusatan latihan Borussia Moenchengladbach jelang Bundesliga 2021-22 di Marienfeld seperti dikutip Football5Star.com dari Kicker.

Eberl menegaskan, Gladbach sesungguhnya tak mau kehilangan gelandang asal Swiss tersebut. Menurut dia, tawaran kontrak baru sudah disodorkan kepada sang pemain dan agennya sejak Oktober tahun lalu. Namun, mereka sudah bulat meninggalkan Die Fohlen.

Masa Depan Denis Zakaria Belum Jelas

Sejak awal, manajemen Gladbach memang sangat menghargai Denis Zakaria. Buktinya, mereka mau menyerahkan uang 12 juta euro kepada FC Young Boys pada 2017 padahal nilai pasar sang gelandang saat itu berkisar pada angka 4 juta euro.

Selama empat musim memperkuat Gladbach, Zakaria telah tampil dalam 128 pertandingan di semua ajang. Sepanjang 4 musim ini, dia mampu menorehkan 9 gol dan 8 assist. Maklum saja, dia lebih sering bermain sebagai pematah serangan lawan. Dia tercatat 83 kali tampil sebagai gelandang bertahan.

Denis Zakaria jadi andalan Borussia Moenchengladbach dalam beberapa musim terakhir.
madaboutepl.net

Hingga saat ini, Zakaria dan agennya masih menanti tawaran dari klub-klub lain. Kabar yang beredar menyatakan, dia jadi target transfer dua klub teras Premier League, Manchester City dan Arsenal. Dari dua klub itu, The Gunners dirumorkan paling meminati pemain berumur 24 tahun tersebut.

Ketertarikan Arsenal terhadap Zakaria bukan tanpa sebab. Tim asuhan Mikel Arteta kemungkinan besar kehilangan gelandang Granit Xhaka. Rekan Zakaria di timnas Swiss itu tengah santer dikabarkan akan merapat ke AS Roma yang kini ditangani Jose Mourinho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Wout Weghorst Sesumbar Klubnya akan Juara Bundesliga Musim Ini

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Siapakah yang akan juara Bundesliga musim ini? Kebanyakan orang pasti akan menjawab Bayern Munich. Namun, tidak demikian dengan Wout Weghorst. Striker VfL Wolfsburg itu dengan percaya diri menyebut klubnya yang akan juara dan memupus harapan Bayern juara 10 musim beruntun.

Weghorst menegaskan, itu bukan lelucon. Dia yakin Wolfsburg bisa menjuarai Bundesliga karena memang punya modal yang cukup. Gebrakan musim lalu dan komposisi skuat saat ini jadi hal utama yang disoroti striker asal Belanda yang tampil di EURO 2020 tersebut.

Skuat VfL Wolfsburg diyakini Wout Weghorst lebih kuat dari musim lalu.
Getty Images

“Sekarang akan tertulis di mana-mana: ‘Weghorst mengatakan Wolfsburg akan juara Liga Jerman.’ Namun, aku serius. Anda harus terpacu untuk meraih prestasi tertinggi. Jika tak yakin melakukan sesuatu seperti ini, Anda tak akan mampu melakukannya,” urai Wout Weghorst seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Weghorst lantas membahas soal skuat Wolfsburg. “Kami punya tim bagus dan sudah membuktikannya musim lalu. Kami bertahan cukup lama di DFB Pokal dan luar biasa di Bundesliga. Kini, kami sudah memperkuat diri dan pada saat bersamaan tak ada pemain utama yang pergi,” kata pemain berumur 28 tahun itu.

Wout Weghorst Akui Klubnya Bukan yang Terkuat

Meskipun demikian, bukan berarti Weghorst takabur, menganggap VfL Wolfsburg sebagai yang terkuat dan memandang sebelah mata 17 klub lain. Dia mengatakan, harus diakui, ada beberapa tim yang lebih baik dari Die Wolfe. Namun, dengan skuat saat ini, dia yakin tim asuhan Mark van Bommel akan bisa membuat kejutan.

Weghorst juga mengakui kekuatan Bayern yang juara dalam 9 musim beruntun. Namun, dia menegaskan, sangat penting bagi para pemain Wolfsburg untuk meyakini kemampuan menjadi juara. Bagi eks pemain AZ Alkmaar itu, Die Wolfe tak perlu berkecil hati.

VfL Wolfsburg musim ini ditangani pelatih Mark van Bommel.
Getty Images

“Seperti biasa, Bayern adalah favorit utama. Namun, bila Anda bertanya kepadaku sebagai pemain VfL yang musim lalu finis keempat soalsiapa yang akan juara Bundesliga, aku akan jawab, kamilah yang akan juara. Aku percaya akan hal itu. Bila kami semua memercayai itu, kami akan dapat meraih pencapaian luar biasa,” kata Wout Weghorst lagi.

Selain yakin dengan kekuatan skuat yang ada, Wout Weghorst juga menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap manajemen dan sang pelatih baru. Dia percaya mereka akan mampu mengatur dengan tepat segala hal dalam menghadapi jadwal yang kian padat karena VfL Wolfsburg juga bertarung di Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Julian Nagelsmann Ingin Kurangi Beban Robert Lewandowski

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Julian Nagelsmann, pelatih Bayern Munich, secara tersirat tak lagi ingin melihat Robert Lewandowski jadi sosok yang sangat diandalkan dalam membobol gawang lawan. Dia ingin beban striker asal Polandia itu bisa direduksi dengan peningkatan ketajaman para pemain lain.

Secara khusus, Nagelsmann menginginkan kontrobusi gol lebih besar dari para pemain sayap Bayern yang dinilainya punya kualitas mumpuni. Musim ini, dia berharap Serge Gnabry, Leroy Sane, dan Kingsley Coman lebih tajam lagi. Itu penting agar ketergantungan terhadap Lewandowski bisa dikurangi.

Serge Gnabry dan Leroy Sane diharapkan Julian Nagelsmann tampil lebih tajam lagi.
bavarianfootballworks.com

“Mereka bertiga punya kualitas luar biasa. Namun, penilaian untuk mereka bisa lebih baik lagi,” urai Julian Nagelsmann seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1. “Saya ingin mereka mampu berada di posisi ideal saat di daerah berbahaya lawan.”

Musim lalu, Trio Gnabry, Sane, dan Coman hanya membukukan 21 gol atau hanya 21,21% dari total gol Die Roten di Bundesliga. Gnabry hanya mencetak 10 gol, Sane cuma 6 gol, sedangkan Coman mendulang 5 gol saja. Koleksi Gnabry kalah dari Thomas Mueller dengan 11 gol, sedangkan koleksi Sane sama dengan Jamal Musiala.

Bayern Munich Sangat Andalkan Lewandowski

Sosok Robert Lewandowski punya andil sangat besar bagi Bayern Munich dalam hal membobol gawang lawan. Musim lalu, dengan torehan 41 golnya, dia mengemas 41,41% dari total 99 gol Die Roten di Bundesliga. Itu adalah persentase terbesar sejak dia bergabung pada musim 2014-15.

Total, di Bundesliga, Lewandowski telah mengemas 203 gol. Dalam sejarah Bayern Munich, striker Polandia itu hanya kalah dari sang legenda, Gerd Mueller, yang mengemas 365 gol. Dari musim 2015-16, eks striker Borussia Dortmund itu telah berkontribusi pada 32,32% gol Die Roten pada pentas Bundesliga.

Robert Lewandowski berkontribusi pada 32,32 persen gol Bayern Munich di Bundesliga sejak 2014-15.
foxcarolina.com

Dalam 8 musim, 4 kali Lewandowski membukukan kontribusi di atas total kontribusinya. Selain musim lalu dengan 41,41%, hal itu juga terjadi pada 2019-20 (34%), 2016-17 (33,71%), dan 2015-16 (37,5%). Angka yang besar pada dua musim terakhir sepertinya disadari sebagai ancaman tersendiri oleh Nagelsmann.

Julian Nagelsmann yakin para winger Bayern Munich akan bisa mengurangi ketergantungan terhadap Robert Lewandowski dalam mencetak gol. Menurut dia, Gnabry, Sane, dan Coman belum mencapai limit. “Mereka masih bisa berkembang dan jadi lebih baik lagi,” ucap dia optimistis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]